USABILITY KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS WEB PADA PT. MEGA KONSTRUKSI NEW PONTIANAK
|
|
|
- Hendri Sanjaya
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Konferensi Nasional Ilmu Sosial & Teknologi (KNiST) Maret 2016, pp. 437~ USABILITY KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS WEB PADA PT. MEGA KONSTRUKSI NEW PONTIANAK Windi Irmayani Komputerisasi Akuntansi, AMIK BSI Pontianak Jl. Abdurrahman Saleh No. 18 A Pontianak [email protected] ABSTRAK Knowledge management system adalah sebuah sistem informasi yang berkembang sangat pesat. Knowledge management system bahkan diakatakan merupakan faktor penting dalam membangun sistem informasi di suatu perusahaan. Hal ini didasari dengan pentingnya perusahaan mengelola pengetahuan sebagai aset tak-kasat-mata (intangible). Melihat pentingnya hal tersebut, PT. Mega Konstruksi New Pontianak harus memiliki sistem informasi yang baik dan terupdate, untuk itu web knowledge management system perusahaan dibangun. Setelah menggunakan web ini, perusahaan harus mengukur performansi atau kinerja dari web tersebut. Untuk mengevaluasi apakah web yang telah dibuat sesuai dengan tujuan perusahaan dalam mengelola pengetahuan sebagai aset. Salah satu indikator pengujian yang dapat diimplementasikan adalah usability knowledge management system. pengujian usability menggunakan aplikasi spss untuk mevalidasi data dan mengukur data yang masuk. Hasilnya web knowledge management system yang dibangun untuk PT. Mega Konstruksi New Pontianak memiliki performansi atau kinerja yang baik dalam penggunaan dan perolehan informasi yang dibutuhkan. Kata Kunci: Usability, Knowledge, Knowledge Management System 1. Pendahuluan Knowledge management system berkembang pesat dan kini seringkali dibicarakan di banyak forum ilmiah. Knowledge management system juga dikatakan sebagai salah satu pilar utama dalam membangun sistem informasi di suatu perusahaan. Sistem informasi yang dapat didukung oleh knowledge management system antara lain, customer relationship management, supply chain management dan enterprise resource planning. PT. Mega Konstruksi New Pontianak merupakan salah satu perusahaan konstruksi di Pontianak yang telah dibuatkan knowledge management system berbasis web. Perusahaan menyadari bahwa untuk berkembang secara optimal dibutuhkan strategi pengelolaan dan penggunaan pengetahuan secara optimal dari aset intelektual yang mereka miliki. Disini butuh peran teknologi informasi untuk mendorong implementasi knowledge management yang efisien dan efektif. Dalam penelitian ini penulis mengukur kinerja web yang telah dibuat dengan mengambil indikator usability untuk mengetahui sejauh mana karyawan merasa bahwa sistem yang dibangun mudah untuk digunakan, apakah informasi yang dibutuhkan dalam sistem ini mudah untuk didapat dan bagaimana kinerja knowledge management system yang berjalan. 2. Metode Penelitian Sebelum membahas mengenai knowledge management, terlebih dahulu kita bahas beberapa macam dimensi dari pengetahuan itu sendiri (knowledge). Berikut beberapa dimensi dari pengetahuan (knowledge) yang juga penting untuk diketahui: Procedural Context Social Gambar 1. Pengetahuan Tacit Knowledge Explicit Individual Task Declarative Dimensi (Knowledge) Tacit Explicit Tacit dapat diartikan sebagai suatu substansi yang dapat diekspresikan secara implisit tanpa terang-terangan. Tacit knowledge dapat diartikan pengetahuan yang tersimpan Diterima 15 Februari, 2016; Revisi 24 Februari, 2016; Disetujui 15 Maret 2016
2 dalam diri seseorang dimana bahkan orang tersebut tidak menyadari akan pengetahuan yang dimilikinya. Kebalikan dari Tacit, Explicit diartikan sebagai sesuatu yang terekspresikan secara langsung dan tanpa ambiguitas. Individual Social Sudut pandang ini melihat bagaimana sebuah pengetahuan didapatkan. Dapat melalui pembelajaran dan pengalaman pribadi maupun dari interaksi sosial dalam organisasi. Procedural Declarative Dimensi ini melihat bagaimana suatu pengetahuan dipresentasikan. Pengetahuan yang deklaratif akan tertulis sebagai uraian tentang suatu hal, sementara pengetahuan prosedural berisikan langkah-langkah yang berurutan tentang penyelesaisan suatu masalah atau melakukan sesuatu. Task Context Suatu pengetahuan dapat berupa jawaban lugas terhadap tugas-tugas tertentu yang rutin sehari-hari dijalankan perusahaan. Terkadang ini bisa berupa aktivitas decisionmaking pada level strategis. Untuk itu perlu context dari suatu pengetahuan yaitu latar belakang, deskripsi situasi, dan atribut lain menjelaskan maksud dari pengetahuan itu sendiri Knowledge Management Pengetahuan tidak tercipta dengan sendirinya, tetapi melalui rancang bangun pengetahuan terdiri dari data, informasi, pegetahuan dan wisdom. Berbagai pendekatan yang menginginkan pengetahuan individu dapat tercipta, diperbesar atau diperluas dan dinilai dalam organisasi dilakukan beberapa langkah, dengan metode knowledge spiral SECI (Nonaka dan Takeuci, 1995). dengan melalui on-the-job training, berbagai pengalaman, pengamatan, imitasi, dan praktek jadi setiap karyawan dari suatu organisasi mempelajari keterampilan baru. b. Externalization proses dimana tacit knowledge diartikulsasikan ke dalam explicit knowledge dengan bantuan metafora dan analogi. Eksternalisasi dipicu oleh dialog dan refleksi kolektif. c. Combination merupakan proses konversi explicit knowledge menjadi set yang substansi dari explicit knowledge yang ada. d. Internalization merupakan proses dimana explicit knowledge dikonversi menjadi tacit knowledge, ini biasanya terjadi ketika explicit knowledge dipraktekkan. Menurut Alavi dan Leidner (2001) Knowledge Management terdiri dari empat tahap yaitu: 1. Penciptaan pengetahuan (creating/ generating knowledge) 2. Penyimpanan pengetahuan (representing/ storing knowledge) 3. Pengguanaan pengetahuan (accesing/ using/re-using knowledge) 4. Penyebaran pengetahuan (disseminating/ transfering knowledge) 2.2. Indikator Kinerja Knowledge Management Knowledge management sendiri memiliki tiga domain utama yaitu: People, Process, dan Technology. Ketiganya menetukan keberhasilan implementasi knowledge management system. People Process Technology Gambar 2. The SECI Model (Nonaka dan Takeuci,19995) Gambar di atas menjelaskan empat proses dalam konversi pengetahuan sebagai berikut: a. Sozialication merupakan proses mengubah tacit knowledge menjadi tacit knowledge Gambar 3. Integrasi People, Process dan Technology Knowledge management dibangun dari pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang. Orang-orang yang memiliki pengetahuan mengelola pengatahuan tersebut dalam menganalisa dan menyelesaikan suatu permasalahan. Dalam pengelolaan pengetahuan diperlukan proses yang jelas agat tercipta budaya KNiST, 30 Maret
3 berbagi pengetahuan dalam organisasi. Aktivitas berbagi pengetahuan ini semakin baik pengolahannya dengan bantuan teknologi. Teknologi mengoptimalkan proses berbagi pengetahuan antara seseorang dengan lainnya. Akhirnya ketiga domain ini menjadi indikator pengukuran kinerja Knowledge management system yang telah berjalan. Pendekatan dari pengukuran knowledge management dapat berupa kuesioner, pengumpulan data dari sistem, ataupun interview dengan pimpinan perusahaan. Sebagai salah satu teknik pengumpulan data, kuesioner terhadap karyawan berguna untuk mendapatkan gambaran mengenai kapabilitas dan kinerja knowledge management yang berjalan. Hal ini dikarenakan pentingnya peran karyawan atau knowledge worker dalam aktivitas knowledge management. Pendekatan dapat berdasarkan 3 domain pada knowledge management yaitu people, process, dan technology. People Beberapa yang dapat diukur antara lain dari perilaku knowledge sharing, aktivitas knowledge sharing, kesadaran dan partisipasi dalam aktivitas. Process Beberapa yang dapat diukur antara lain dari kualitas pengetahuan, efesiensi akibat proses baru, insentif, kontributor. Technology Beberapa yang dapat diukur antara lain keterlibatan aktif, knowledge structure, dan usability. 3. Hasil dan Pembahasan Pengujian sistem yang digunakan oleh staf maupun karyawan PT. Mega Konstruksi New Pontianak berupa pertanyaan yang dirangkum dalam kuesioner yang disebarkan kepada karyawan. Kuesioner yang dibagikan berisikan beberapa pertanyaan mengenai performance atau kinerja dari web. Kuesioner menitikberatkan kepada indikator pengukur kinerja dari salah satu domain Knowledge management system yaitu technology. Peneliti menitikberatkan pada pengukuran usability untuk mengetahui sejauh mana karyawan merasa bahwa sistem yang dibangun mudah untuk digunakan, apakah informasi yang dibutuhkan dalam sistem ini mudah untuk didapat dan bagaimana kinerja web keseluruhan. Gambar 4. Use Case Diagram Web KMS PT. Mega Kosntruksi New Pontianak 3.2.Web Knowledge Management System Berikut beberapa tampilan web knowledge management system PT. Mega Konstruksi New Pontiaanak. 1. Antar Muka Administrator a. Halaman Login Halaman login menampilkan pemberitahuan bahwa untuk masuk kesistem pengguna harus melakukan proses login. Pada proses ini pengguna akan divalidasi sebagai administrator atau sebagai anggota. Gambar 5. Halaman Login 3.1.Permodelan Sistem Berikut permodelan visual Unified Modelling Language (UML) berbentuk use case diagram Knowledge management system PT. Mega Konstruksi New Pontianak. KNiST, 30 Maret
4 b. Halaman Utama Administrator f. Halaman Tambah Kategori Gambar 6. Halaman Utama Administrator c. Halaman Kelola Data Gambar 10. Halaman Tambah Kategori g. Halaman Kelola Data Proyek Gambar 7. Halaman Kelola Data d. Halaman Tambah Gambar 11. Halaman Kelola Data Proyek h. Halaman Tambah Proyek Gambar 8. Halaman Tambah e. Halaman Kelola Data Kategori Gambar 12. Halaman Tambah Proyek i. Halaman Lihat Detail Proyek Gambar 9. Halaman Kelola Data Kategori Gambar 13. Halaman Lihat Detail Proyek KNiST, 30 Maret
5 j. Halaman Kelola Aksi n. Halaman Kelola Diskusi Gambar 14. Halaman Kelola Aksi Gambar 18. Halaman Kelola Diskusi k. Halaman Tambah Aksi o. Halaman Tambah Diskusi Gambar 15. Halaman Tambah Aksi l. Halaman Kelola Artikel Gambar 19. Halaman Tambah Diskusi p. Halaman Utama Gambar 16. Halaman Kelola Artikel m. Halaman Tambah Artikel Gambar 20. Halaman Utama q. Halaman Pengetahuan Gambar 17. Halaman Tambah Artikel Gambar 21. Halaman Pengetahuan KNiST, 30 Maret
6 r. Halaman Artikel Gambar 22. Halaman Artikel s. Halaman Diskusi Gambar 23. Halaman Diskusi t. Halaman Komentar Tabel.1. Descriptive Statistics N Minim um Maximu m Mean Std. Deviation Valid N (listwise) 10 Responden terdiri dari 10 karyawan PT. Konstruksi New Pontianak. 10 hasil kuesioner yang dibagikan dan dikembalikan valid dan dapat dijadikan data perhitungan. Perhitungan dilakukan menggunakan aplikasi spss. Berikut hasil perhitungannya: Tabel.2. Jawaban Pertanyaan Pertama Gambar 24. Halaman Komentar 3.3.Usability Knowledge Management Pengukuran kinerja web Knowledge Management System PT. Mega Konstruksi New Pontianak diukur menggunakan data kuesioner yang disebar kepada karyawan. Data kuesioner yang didapat dihitung menggunakan aplikasi SPSS untuk mendapatkan validasi data untuk dianalisis. Berikut hasil perhitungannya: Pertanyaan pertama berisikan kepuasan responden terhadap kemudahan sistem. Pada pertanyaan pertama diantara 10 responden 10% orang menjawab kurang setuju, 30 orang menjawab setuju dan 60% lainnya menjawab Tabel.3. Jawaban Pertanyaan Kedua Pertanyaan kedua berisikan apakah penggunaan aplikasi ini sangat sederhana. Pada pertanyaan kedua diantara 10 responden 40% KNiST, 30 Maret
7 orang menjawab setuju dan 60% lainnya menjawab Tabel 8 Jawaban Pertanyaan Ketujuh Tabel.4. Jawaban Pertanyaan Ketiga Pertanyaan ketiga berisikan apakah karyawan dapat menyelesaikan tugas secara efektif ketika menggunakan sistem. Pada pertanyaan ketiga diantara 10 responden 10% orang menjawab kurang setuju, 50% orang menjawab setuju dan 40% lainnya menjawab Pertanyaan ketujuh berisikan apakah sistem ini mudah dipelajari. Pada pertanyaan ketujuh diantara 10 responden 20% orang menjawab setuju dan 80% lainnya menjawab Tabel 9 Jawaban Pertanyaan Kedelapan Tabel.5. Jawaban Pertanyaan Keempat Pertanyaan keempat berisikan apakah karyawan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat menggunakan aplikasi ini. Pada pertanyaan keempat diantara 10 responden 30% orang menjawab setuju dan 70% lainnya menjawab Pertanyaan kedelapan berisikan apakah karyawan yakin bisa lebih produktif ketika menggunakan sistem ini. Pada pertanyaan kedelapan diantara 10 responden 40% orang menjawab setuju dan 60% lainnya menjawab Tabel 10 Jawaban Pertanyaan Kesembilan Tabel.6. Jawaban Pertanyaan Kelima Pertanyaan kelima berisikan apakah karyawan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan efisien menggunakan sistem ini. Pada pertanyaan kelimat diantara 10 responden 60% orang menjawab setuju dan 40% lainnya menjawab Pertanyaan kesembilan berisikan apakah saat terjadi error, sistem ini memberikan pesan pemberitahuan tentang langkah yang karyawan lakukan untuk mengatasi masalah. Pada pertanyaan kesembilan diantara 10 responden 40% orang menjawab setuju dan 60% lainnya menjawab Tabel 11 Jawaban Pertanyaan Kesepuluh Tabel 7 Jawaban Pertanyaan Keenam Pertanyaan keenam berisikan apakah karyawan merasa nyaman menggunakan sistem ini. Pada pertanyaan keenam diantara 10 responden 40% orang menjawab setuju dan 60% lainnya menjawab Pertanyaan kesepuluh berisikan apakah kapanpun karyawan membuat kesalahan, mereka bisa memperbaikinya dengan cepat dan mudah. Pada pertanyaan kesembilan diantara 10 responden 30% orang menjawab setuju dan 70% lainnya menjawab KNiST, 30 Maret
8 Tabel 12 Jawaban Pertanyaan Kesebelas Tabel 16 Jawaban Pertanyaan Kelimabelas Pertanyaan kesebelas berisikan apakah informasi yang disediakan sistem ini cukup jelas. Pada pertanyaan kesembilan diantara 10 responden 20% orang menjawab setuju dan 80% lainnya menjawab Tabel 13 Jawaban Pertanyaan Keduabelas Pertanyaan kelimabelas berisikan apakah pengorganisasian informasi yang ditampilkan cukup jelas. Pada pertanyaan kelimabelas diantara 10 responden 50% orang menjawab setuju dan 50% lainnya menjawab Tabel 17 Jawaban Pertanyaan Keenambelas Pertanyaan keduabelas berisikan apakah sangat mudah mencari informasi di aplikasi ini. Pada pertanyaan kesembilan diantara 10 responden 20% orang menjawab setuju dan 80% lainnya menjawab Tabel 14 Jawaban Pertanyaan Ketigabelas Pertanyaan keenambelas berisikan apakah tampilan sistem ini sangat enak dilihat. Pada pertanyaan kelimabelas diantara 10 responden 20% orang menjawab setuju dan 80% lainnya menjawab Tabel 18 Jawaban Pertanyaan Ketujuhbelas Pertanyaan ketigabelas berisikan apakah informasi yang diberikan oleh sistem ini sangat mudah dipahami. Pada pertanyaan ketigabelas diantara 10 responden 20% orang menjawab setuju dan 80% lainnya menjawab Tabel 15 Jawaban Pertanyaan Keempatbelas Pertanyaan ketujuhbelas berisikan apakah karyawan menyukai penggunaan antarmuka aplikasi ini. Pada pertanyaan ketujuhbelas diantara 10 responden 30% orang menjawab setuju dan 70% lainnya menjawab Tabel 19 Jawaban Pertanyaan Kedelapanbelas Pertanyaan keempatbelas berisikan apakah informasi yang disediakan efektif membantu menyelesaikan pekerjaan karyawan. Pada pertanyaan ketigabelas diantara 10 responden 40% orang menjawab setuju dan 60% lainnya menjawab Pertanyaan kedelapanbelass berisikan apakah sistem ini memberikan semua fungsi dan kapabilitas yang karyawan perlukan. Pada pertanyaan kedelapanbelas diantara 10 responden 50% orang menjawab setuju dan 50% lainnya menjawab KNiST, 30 Maret
9 Tabel 20 Jawaban Pertanyaan Kesembilanbelas Pertanyaan kesembilanbelass berisikan apakah secara keseluruhan karyawan puas dengan kinerja sistem ini. Pada pertanyaan kedelapanbelas diantara 10 responden 30% orang menjawab setuju dan 70% lainnya menjawab 4. Kesimpulan Dari pembahasan pengukuran usability di atas dapat diambil kesimpulan bahwa: 1. Web Knowledge management system PT. Mega Konstruksi New Pontianak yang dibangun mudah untuk digunakan. 2. Informasi yang dibutuhkan dalam web Knowledge management system PT. Mega Konstruksi New Pontianak ini mudah untuk didapat. 3. Knowledge management system PT. Mega Konstruksi New Pontianak yang berjalan memiliki kinerja yang baik. Referensi E. Meilinda. (2015). Knowledge Management System Berbasis Web Pada PT. Mega Konstruksi New Pontianak Menggunakan Metode ACWA (Applied Cognitive Work Analysis) Dan Pendekatan Metode Specific Actions. Jakarta: Pascasarjana STMIK Nusa Mandiri Jakarta. M. Alavi. And D. Leidner (2001). Knowledge Management Systems: Conceptual Foundations and Research Issues. MIS Quaterly Vol.25, pp R. Nur Imansyah. (2010). Pengukuran Nilai dan Performansi Knowledge Management. Jakarta: Universitas Bina Nusantara. KNiST, 30 Maret
KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS (STUDI KASUS : RADIOLOGI DIAGNOSTIK PADA PASIEN KANKER) SKRIPSI. Oleh
KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS (STUDI KASUS : RADIOLOGI DIAGNOSTIK PADA PASIEN KANKER) SKRIPSI Oleh Agnes Stella Kurniawan 1301032473 Noviany 1301064235 Regi Arizal 1301068965 Universitas
BAB I PENDAHULUAN. membantu memenuhi kebutuhan informasi seluruh karyawan perusahaan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sekarang ini perkembangan teknologi informasi (IT) telah berkembang dengan pesat, dengan banyak membawa perubahan-perubahan besar yang berpengaruh pada dunia bisnis.
Knowledge Management Solution untuk Divisi Operasional: Studi Kasus PT. XYZ
Knowledge Management Solution untuk Divisi Operasional: Studi Kasus PT. XYZ Dimas Setiawan 1, Dana Indra Sensuse 2 1,2 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Kampus UI Depok Indonesia 1 [email protected]
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kerangka Teori 2.1.1 Pengertian Knowledge Secara umum, terdapat dua jenis pengetahuan yaitu pengetahuan tacit dan pengetahuan eksplisit. Pengetahuan tacit adalah pengetahuan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Era globalisasi ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat serta ditunjang inovasi di berbagai bidang kehidupan. Setelah era efisiensi
E-COMMERCE BARANG ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE WATERFALL (STUDY KASUS: TOKO MITRA ELEKTRONIK LAMPUNG)
Konferensi Nasional Ilmu Sosial & Teknologi (KNiST) Maret 2016, pp. 212~218 E-COMMERCE BARANG ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE WATERFALL (STUDY KASUS: TOKO MITRA ELEKTRONIK LAMPUNG) 212 Risa Wati 1, Siti
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sebagian besar perusahaan termasuk perusahaan konsultan kontruksi bertujuan untuk tumbuh dan sukses dalam bisnis mereka. Pertumbuhan adalah aspek penting
UNIFIED MODELLING LANGUAGE (UML) APLIKASI PENJUALAN PADA TOKO BUKU (STUDI KASUS)
UNIFIED MODELLING LANGUAGE (UML) APLIKASI PENJUALAN PADA TOKO BUKU (STUDI KASUS) Windi Irmayani A M I K B S I Po nt i a n a k [email protected] ABSTRAK Unified Modelling Language (UML) merupakan suatu
KNOWLEDGE MANAGEMENT PENGERTIAN DAN MANFAATNYA PADA ORGANISASI. Oleh :
KNOWLEDGE MANAGEMENT PENGERTIAN DAN MANFAATNYA PADA ORGANISASI Disusun sebagai tugas paper MK. Teori Organisasi dan Manajemen Pengetahuan (TOMP) pada Kelas E35-Bogor. 22-Januari 2011 Oleh : Hary Purnama
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Definisi Data, Informasi Dan Knowledge Management Organisasi harus memiliki sistem pengelolaan pengetahuan yang baik untuk menghasilkan knowledge yang berkualitas dan berguna
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Berikut merupakan diagram alir tahapan penelitian untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Super Shop and Drive: Gambar 3.1 Metodologi Penelitian 83 1 Aktivitas
BAB I PENDAHULUAN. Manajemen pengetahuan (knowledge management) merupakan proses
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Permasalahan Manajemen pengetahuan (knowledge management) merupakan proses untuk mengoptimalisasi kekayaan intelektual yang dapat dilihat dari kinerja karyawan di suatu
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Jumlah Mesin Bagian Online Produksi Key Facility
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Manufaktur merupakan suatu cabang industri yang mengaplikasikan mesin, peralatan, dan tenaga kerja dalam suatu medium proses untuk mengubah bahan mentah menjadi barang
EKSTERNALISASI KNOWLEDGE DI LABORATORIUM FAKULTAS REKAYASA INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM
Hal IIB - 355 EKSTERNALISASI KNOWLEDGE DI LABORATORIUM FAKULTAS REKAYASA INDUSTRI INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM Amelia Kurniawati 1, Luciana Andrawina 2, Firmansyah Wahyudiarto 3, Andy Surya Setiawan 4 Fakultas
BAB III METODE PENELITIAN. Ditinjau dari jenis datanya tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian Ditinjau dari jenis datanya tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Penelitian deskriptif
TUGAS INDIVIDU MATA KULIAH TEORI ORGANISASI DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN (TOMP) KNOWLEDGE SHARING PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT DALAM PERPUSTAKAAN
TUGAS INDIVIDU MATA KULIAH TEORI ORGANISASI DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN (TOMP) KNOWLEDGE SHARING PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT DALAM PERPUSTAKAAN Dosen : Dr. Ir. Arif Imam Suroso M.Sc Oleh : RINJANI YUSNI
IMPLEMENTASI METODE RATIONAL UNIFIED PROCESS PENJUALAN ALAT TELEKOMUNIKASI BERBASIS WEBSITE
Konferensi Nasional Ilmu Sosial & Teknologi (KNiST) Maret 2015, pp. 89~95 IMPLEMENTASI METODE RATIONAL UNIFIED PROCESS PENJUALAN ALAT TELEKOMUNIKASI BERBASIS WEBSITE 89 Susliansyah 1, Susi Susilowati 2,
MODEL PEMBELAJARAN UNTUK TAMAN KANAK-KANAK BERBASIS WEB
ORBITH VOL. 11 NO. 3 NOVEMBER 2015 : 161 166 MODEL PEMBELAJARAN UNTUK TAMAN KANAK-KANAK BERBASIS WEB Oleh : Dewi Driyani dan Dewi Mustari Staf Pengajar Teknik Informatika Universitas Indraprasta PGRI Jl.
PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM UNTUK PENGELOLAAN LOGISTIK DALAM PENANGANAN BENCANA
PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM UNTUK PENGELOLAAN LOGISTIK DALAM PENANGANAN BENCANA Naning Aranti Wessiani, Ahmad Rusdiansyah, dan M. Chasby Siddiq Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri
MODUL 3 SELEKSI KONDISI
MODUL 3 SELEKSI KONDISI Seleksi kondisi atau struktur kendali (Branching) digunakan untuk mengatur jalannya program yang anda buat. Dalam penerapannya, seleksi kondisi digunakan dalam pengaturan control
7.2 Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii PERNYATAAN... iv PRAKATA...... v DAFTAR ISI...... vii DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR TABEL... xvi INTISARI... xvii ABSTRACT...... xviii BAB I PENDAHULUAN...
STMIK MDP. Program Studi Sistem Informasi Kekhususan Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap Tahun 2010/2011
STMIK MDP Program Studi Sistem Informasi Kekhususan Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap Tahun 2010/2011 Abstrak ANALISIS DAN PERANCANGAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT BERBASIS
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Data Menurut Parker (1993) data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data-item, kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.
RANCANGAN FRAMEWORK KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM UNTUK PENGELOLAAN PARKIR BERDASARKAN KNOWLEDGE MANAGEMENT TRIAD
RANCANGAN FRAMEWORK KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM UNTUK PENGELOLAAN PARKIR BERDASARKAN KNOWLEDGE MANAGEMENT TRIAD 1 Luciana Andrawina, 2 Amelia Kurniawati, 3 Umar Yunan KSH 1,2 Program Studi Teknik Industri,
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Latar Belakang Universitas 3.1.1 Sejarah Universitas Pada mulanya BINUS UNIVERSITY merupakan tempat computer training untuk jangka waktu pendek dinamakan Modern
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kerangka Teori 2.1.1 Jenis Knowledge Terdapat dua jenis knowledge yang terdapat pada perusahaan, yaitu tacit knowledge dan explicit knowledge. Tacit knowledge adalah knowledge
SISTEM INFORMASI PENYEWAAN MOBIL CARGO BERBASIS WEB PADA CV. NANDA TRANS TRANSPORTATION TANGERANG
Konferensi Nasional Ilmu Sosial & Teknologi (KNiST) Maret 2014, pp. 73~77 SISTEM INFORMASI PENYEWAAN MOBIL CARGO BERBASIS WEB PADA CV. NANDA TRANS TRANSPORTATION TANGERANG Gilang Ramadhan 1, Ahmad Yani
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi Internet telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai organisasi, khususnya di dunia usaha. Internet menyediakan banyak kelebihan dalam dunia usaha, seperti tersedianya
BAB I PENDAHULUAN.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dewasa ini, perkembangan teknologi informasi bertumbuh dengan sangat pesat dan telah menjadi suatu elemen yang sangat penting dalam kehidupan. Adanya kemajuan teknologi
STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap Tahun 2009/2010
STMIK GI MDP Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap Tahun 2009/2010 APLIKASI PEMESANAN MENU MENGGUNAKAN PERANGKAT WI-FI PADA RIVER SIDE RESTAURANT PALEMBANG Fauzie 2006250091
UJI AKURASI SISTEM ABSENSI DENGAN PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE EIGENFACE TUGAS AKHIR. Oleh : SEPTIAN WIDANEHRU
UJI AKURASI SISTEM ABSENSI DENGAN PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE EIGENFACE TUGAS AKHIR Oleh : SEPTIAN WIDANEHRU 0634015077 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI FORUM DISKUSI MAHASISWA/I BERBASIS WEB DI STMIK PELITA NUSANTARA MEDAN
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI FORUM DISKUSI MAHASISWA/I BERBASIS WEB DI STMIK PELITA NUSANTARA MEDAN Bosker Sinaga Program Studi Teknik Informatika STMIK Pelita Nusantara Medan, Jl. Iskandar
RANCANG BANGUN PROTOTIPE KNOWLEGDE MANAGEMENT SYSTEM UNTUK MENDUKUNG KNOWLEDGE SHARING
Jurnal PILAR Nusa Mandiri Vol. 14, No. 1 Maret 2018 75 RANCANG BANGUN PROTOTIPE KNOWLEGDE MANAGEMENT SYSTEM UNTUK MENDUKUNG KNOWLEDGE SHARING DENGAN MODEL SECI: STUDI KASUS PT REPUBLIKA MEDIA MANDIRI JAKARTA
SURAT PERNYATAAN ABSTRACT ABSTRAK KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... i SURAT PERNYATAAN... ii ABSTRACT... iii ABSTRAK... iv KATA PENGANTAR... v DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR SIMBOL... xiii DAFTAR LAMPIRAN...
MODEL PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM UNTUK PENYUSUNAN TUGAS AKHIR BERBASIS TEKNOLOGI MOBILE MENGGUNAKAN J2ME (STUDI KASUS STMIK SUBANG)
MODEL PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM UNTUK PENYUSUNAN TUGAS AKHIR BERBASIS TEKNOLOGI MOBILE MENGGUNAKAN J2ME (STUDI KASUS STMIK SUBANG) Andreas Eko Wijaya Program Studi Teknik Informatika, STMIK
ANALISA SISTEM INFORMASI PENJUALAN
Konferensi Nasional Ilmu Sosial & Teknologi (KNiST) Maret 2017, pp. 461~466 461 ANALISA SISTEM INFORMASI PENJUALAN Rusmana 1, Siti Masripah 2 1 AMIK BSI Bogor e-mail : [email protected] 2 AMIK BSI Jakarta
01/10/2010. Pertemuan 1. Process. People. Technology
Pertemuan 1 Manajemen pengetahuan organisasi (bukan individu) untuk menciptakan nilai bisnis (business value) dan menghasilkan keunggulan daya saing (competitive advantage) People Process Technology 1
Bab IV Perancangan Arsitektur Knowledge Management System
Bab IV Perancangan Arsitektur Knowledge Management System Penulisan bab IV ini ditujukan untuk menjelaskan tahapan perancangan arsitektur KMS melalui studi kasus serta menjelaskan tahapan perumusan strategi
KNOWLEDGE MANAGEMENT. Penerapan Pengetahuan (Application of Knowledge) Rani Puspita D, M.Kom
KNOWLEDGE MANAGEMENT Penerapan Pengetahuan (Application of Knowledge) Rani Puspita D, M.Kom Tujuan Pembelajaran Penggunaan kembali (reuse) pengetahuan untuk efisiensi perusahaan. Membuat suatu inovasi
21/09/2011. Pertemuan 1
Pertemuan 1 Manajemen pengetahuan organisasi j p g g (bukan individu) untuk menciptakan nilai bisnis (business value) dan menghasilkan keunggulan daya saing (competitive advantage) 1 People Process Technology
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. Bahwa untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional,
APLIKASI PENDAFTARAN SISWA BERBASIS WEB PADA PUSAT BIMBINGAN BELAJAR GAJAHMADA PONTIANAK
Konferensi Nasional Ilmu Sosial & Teknologi (KNiST) Maret 2014, pp. 102-~106 APLIKASI PENDAFTARAN SISWA BERBASIS WEB PADA PUSAT BIMBINGAN BELAJAR GAJAHMADA PONTIANAK 102 Utin Putri Nadia Azzahra 1, Wanty
ANALISA DAN DESAIN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM KEUANGAN PADA PERWAKILAN BPK RI DI KENDARI
ANALISA DAN DESAIN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM KEUANGAN PADA PERWAKILAN BPK RI DI KENDARI Veronika Dewi Puspitayani dan Aris Tjahyanto Program Magister Manajemen Teknologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
BAB 1 PENDAHULUAN. Di beberapa tahun terakhir ini Knowledge Management (KM) menjadi salah satu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di beberapa tahun terakhir ini Knowledge Management (KM) menjadi salah satu teknik yang banyak diminati perusahaan untuk mengelola asset pengetahuannya. Hal ini terjadi
Mia Fitriawati, M.Kom
Mia Fitriawati, M.Kom Kebutuhan dianggap oleh pengguna sebagai suatu hal yang sederhana dalam pengembangan sistem baru. Di sisi lain kebutuhan adalah aspek paling bermasalah yang seringkali tidak terdefinisi
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang Perkembangan bisnis dan teknologi informasi (TI) telah mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia di berbagai aspek. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan akan informasi
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Mulia Group didirikan pada tahun 1965 oleh keluarga Joko S. Tjandra. Pada
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mulia Group didirikan pada tahun 1965 oleh keluarga Joko S. Tjandra. Pada awalnya perusahaan ini bergerak dalam bidang perdagangan dan industri. Seiring dengan berjalannya
PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA LEMBAGA PENDIDIKAN COME PONTIANAK
Konferensi Nasional Ilmu Sosial & Teknologi (KNiST) Maret 2014, pp. 52~57 PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA LEMBAGA PENDIDIKAN COME PONTIANAK Windi Irmayani AMIK BSI Pontianak
SISTEM INFORMASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BUDI LUHUR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Oleh: Deni Mahdiana,S.Kom,MM,M.Kom E-BUSINESS GLOBAL : BAGAIMANA BISNIS MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI 1 PROSES BISNIS DAN SISTEM INFORMASI
ANALISIS DAN DESAIN APLIKASI WEB INTRANET SEBAGAI SARANA IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PERWAKILAN BPKP PROVINSI JAWA TIMUR
ANALISIS DAN DESAIN APLIKASI WEB INTRANET SEBAGAI SARANA IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT PADA PERWAKILAN BPKP PROVINSI JAWA TIMUR Anis Hidayah dan Fajar Baskoro Manajemen Teknologi Informasi Program
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi, khususnya di era globalisasi saat ini tidak dapat dielakkan lagi. Untuk dapat berkembang dan bertahan di dunia bisnis, suatu perusahaan harus
BAB 1 PENDAHULUAN. yang penting bagi suatu perusahaan. Dengan adanya teknologi informasi, maka
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Teknologi informasi pada masa kini, telah menjadi suatu kebutuhan yang penting bagi suatu perusahaan. Dengan adanya teknologi informasi, maka proses-proses yang ada
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi di dunia yang sangat pesat saat ini membawa pengaruh yang besar terhadap kinerja perusaahan di seluruh bidang bisnis baik dalam perusahaan dagang
MEMBANGUN ORGANISASI BERKINERJA TINGGI DIKLATPIM TK II 2017
MEMBANGUN ORGANISASI BERKINERJA TINGGI DIKLATPIM TK II 2017 1. Integritas dan wawasan kebangsaan 2. Pembekalan isu strategis 3.Organisasi Berkinerja Tinggi 4. Diagnostic Reading 5. Penjelasan Proyek Perubahan
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Jurusan Sistem Informasi Program Studi Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil 2005 / 2006
UNIVERSITAS BINA NUSANTARA Jurusan Sistem Informasi Program Studi Komputerisasi Akuntansi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil 2005 / 2006 ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI CRM BERBASISKAN WEB PADA
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMINJAMAN RUANG PADA BIRO FINANSIAL DAN ASET (BIFAS) MENGGUNAKAN CRM (CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT)
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMINJAMAN RUANG PADA BIRO FINANSIAL DAN ASET (BIFAS) MENGGUNAKAN CRM (CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT) Arfiani Nur Khusna 1, Afan Kurniawan 2 Teknik Informatika, Fakultas
DAFTAR ISI. PRAKATA... iv. ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN... vi. ABSTRACT... vii. INTISARI... viii. DAFTAR ISI... ix. DAFTAR GAMBAR...
DAFTAR ISI PRAKATA... iv ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN... vi ABSTRACT... vii INTISARI... viii DAFTAR ISI... ix DAFTAR GAMBAR... xii DAFTAR TABEL... xvii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2
KNOWLEDGE MANAGEMENT. Model Knowledge Management. Pertemuan 3
KNOWLEDGE MANAGEMENT Pertemuan 3 : Model Knowledge Management Pertemuan 3 Rani Puspita D, M.Kom Tujuan Pembelajaran Model KM Memahami kunci utama model teoritis knowledge management yang digunakan saat
Penilaian Knowledge Management System Readiness Di Perusahaan G Berdasarkan Faktor People, Process, Dan Technology
Penilaian Knowledge Management System Readiness Di Perusahaan G Berdasarkan Faktor People, Process, Dan Technology Nur Zahra Afifah 1) Dr. Luciana Andrawina 2) Amelia Kurniawati, ST., MT 3) Program Studi
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) STIA SEBELAS APRIL SUMEDANG 2016
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATAKULIAH : PENGANTAR ILMU ADMINISTRASI SEMESTER : I (SATU) TAHUN AKADEMIK : 2015/2016 STIA SEBELAS APRIL SUMEDANG 2016 SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : PENGANTAR
BAB 1 PENDAHULUAN. berbagai jaringan komunitas menjadi kian mudah tanpa harus terhalang tempat dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, pembentukkan berbagai jaringan komunitas menjadi kian mudah tanpa harus terhalang tempat dan waktu. Kecanggihan
DAFTAR ISI. LAPORAN TUGAS AKHIR... ii
DAFTAR ISI LAPORAN TUGAS AKHIR... i LAPORAN TUGAS AKHIR... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii KATA PENGANTAR... iv DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR TABEL... xiii INTISARI... xiv ABSTRACT... xv BAB
Bab I Pendahuluan. I.1 Latar Belakang
Bab I Pendahuluan I.1 Latar Belakang Knowledge adalah informasi yang telah disusun agar mudah dimengerti dan berguna untuk pemecahan masalah dan dapat digunakan untuk bahan mengambil keputusan (Liebowitz
BAB II LANDASAN TEORI
6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1.Kepuasan pelanggan Menurut Kotler (2003, p.61) kepuasan pelanggan sebagai perasaan senang atau kecewa seseorang sebagai hasil dari membandingkan performance produk/jasa yang
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Sistem Analisa sistem pada yang berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem geografis tata letak les bahasa inggris
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2001 TENTANG LANGKAH-LANGKAH KOMPREHENSIF DALAM RANGKA PENYELESAIAN MASALAH ACEH
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2001 TENTANG LANGKAH-LANGKAH KOMPREHENSIF DALAM RANGKA PENYELESAIAN MASALAH ACEH PRESIDEN REPUBPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Propinsi Daerah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Knowledge Management berkembang sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir sebagai sebuah cara yang spesifik dan terencana untuk menangkap, menstrukturkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan pembangunan rumah, minimarket, hingga gedung yang cepat dari tahun ke tahun membuat lahan semakin sempit. Masyarakat yang berminat dengan tanaman khususnya
BAB IV PERANCANGAN 4.1 Perancangan Arsitektur Sistem Kebutuhan Perangkat Lunak Tabel 4.1
BAB IV PERANCANGAN 4.1 Perancangan Arsitektur Sistem Perancangan sistem untuk aplikasi pencarian resep masakan ini menggunakan UML. Unified Modelling Language(UML) adalah himpunan struktur dan teknik untuk
ANALISIS DAN PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM PADA DIVISI MEKANIK PT.ABC
Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia, 22 September 2014 ANALISIS DAN PERANCANGAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM PADA DIVISI MEKANIK PT.ABC Iis Pradesan 1), Desy Iba Ricoida 2) 1 Program Studi Sistem
ANALISA IMPLEMENTASI SHARING KNOWLEDGE UNTUK MENUJU PENCIPTAAN BUDAYA SHARING KNOWLEDGE DI PERUSAHAAN X
ANALISA IMPLEMENTASI SHARING KNOWLEDGE UNTUK MENUJU PENCIPTAAN BUDAYA SHARING KNOWLEDGE DI PERUSAHAAN X Dessi Dharmasinta Universitas Atma Jaya Jakarta Abtrak: Salah satu dampak yang paling penting dari
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI A. Simpulan Berdasarkan hasil pembahasan penelitian ini, dapat diambil beberapa simpulan sesuai dengan permasalahan yang diteliti, sebagai berikut: Dukungan kebijakan
Aplikasi Pelayanan Jasa Persediaan bahan Baku Pada Laundry Q Pontianak
Aplikasi Pelayanan Jasa Persediaan bahan Baku Pada Laundry Q Pontianak Mirna Astika Dewi 1, Dwi Kurniati 2, Windi Irmayani 3 Program Studi Komputerisasi Akuntansi, AMIK BSI Pontianak [1] Jl. Abdurrahman
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengetahuan atau knowledge merupakan sumber inovasi yang dibutuhkan oleh organisasi maupun perusahaan untuk bertahan dan berkembang [1], [2]. Supaya efektif dalam
PENGESAHAN PEMBIMBING...
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... ii LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI... iii LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN... iv HALAMAN PERSEMBAHAN... v MOTTO... vi KATA PENGANTAR... vii ABSTRAK...
BAB 1 PENDAHULUAN. Museum merupakan sebuah tempat pembelajaran yang menampung berbagai macam
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Museum merupakan sebuah tempat pembelajaran yang menampung berbagai macam informasi sesuai dengan kategori koleksi yang dimiliki, seperti koleksi dan proses bisnis.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia pendidikan di Indonesia semakin meningkat, tingginya persaingan antar lembaga pendidikan mengakibatkan setiap lembaga pendidikan harus dapat mengelola lembaga
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PRAMUWISATA TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN DI PT. BALI SUN TOURS
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PRAMUWISATA TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN DI PT. BALI SUN TOURS I GA. Gede Luhur Winata Putra I Putu Sudana Ni Putu Eka Mahadewi Email : [email protected] PS. S1 Industri Perjalanan
Penerapan Knowledge Management System Berbasis Website CMS pada Divisi Produksi CV. Indotai Pratama Jaya
Penerapan Knowledge Management System Berbasis Website CMS pada Divisi Produksi CV. Indotai Pratama Jaya Tanti Kristanti, Niko Pamela Jurusan S1 Sistem Informasi Falkutas Teknologi Informasi Universitas
BAB I PENDAHULUAN. swasta, khususnya dalam pengolahan data yang relatif besar dan penggunaan data
1 BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini sangat mempengaruhi pola pikir dan sikap perilaku manusia pada umumnya. Hal ini dapat dirasakan pada dunia
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Pengertian sistem Karakteristik sistem Klasifikasi sistem
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... ii HALAMAN PERSETUJUAN... iii HALAMAN PENGESAHAN... iv SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI... v MOTTO DAN PERSEMBAHAN... vi RINGKASAN... vii KATA PENGANTAR... viii DAFTAR
Lapakgue.co : E-Commerce bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada Komunitas Tangerang Punya GUE
Konferensi Nasional Sistem & Informatika 2017 STMIK STIKOM Bali, 10 Agustus 2017 Lapakgue.co : E-Commerce bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada Komunitas Tangerang Punya GUE Sri Rahayu 1), Euis
BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kinerja karyawan secara individual serta diharapkan akan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi informasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan modern saat ini. Kehadiran teknologi informasi dalam segala bidang tugas diharapkan mampu membantu
BAB 1 PENDAHULUAN. dengan teknologi, untuk menghasilkan suatu sistem informasi yang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini kemajuan ilmu teknologi dan informasi berada pada tingkat perkembangan yang sangat pesat, terutama dalam hal pertukaran informasi. Informasi saat ini sudah
