Informasi Bapak Bayudono

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Informasi Bapak Bayudono"

Transkripsi

1 Rapat Koordinasi Gugus Tugas Forum PRB Dukungan Upaya Tanggap Darurat Merapi Sekretariat Forum PRB DIY, 12 Nopember 2010 pukul WIB Fasilitator: Juli E. Nugroho (Koordinator Gugus Tugas Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY) Peserta tercatat: 82 orang Agenda: 1. Informasi Bapak Bayudono (Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan) 2. Laporan Perkembangan Gugus Tugas (GT) / Klaster 3. Persoalan dan Penyelesaian 4. Informasi Penting Juli: Agenda pertama adalah informasi dari Pak Bayudono. Agenda kedua laporan perkembangan GT/klaster yang dilengkapi dengan informasi kapasitas yang dimiliki GT yang selama ini belum dilakukan. Agenda ketiga berkaitan dengan persoalan dan penyelesaian masalah dan agenda terakhir informasi informasi penting. Informasi Bapak Bayudono Ada beberapa hal yang akan saya sampaikan: Kalau membaca tulisan di KOMPAS, ada pernyataan Sultan bahwa Pemerintah akan menyiapkan rehabilitasi, mohon dipahami itu bukan relokasi. Saya gambarkan siklusnya: TANGGAP DARURAT REHABILITASI REHAP REKON Kita belum tahu tanggap darurat sampai kapan dan jika menunggu, ini bisa lama. Itu sebabnya Gubernur meminta kami menyiapkan rehabilitasi. Rehabilitasi lebih berkaitan dengan penghidupan, bagaimana anak anak dapat bersekolah lagi, Puskesmas berfungsi kembali, dll. Rehap/rekon berkaitan dengan perbaikan bangunan dan lainnya. Kesulitan kami adalah masalah data karena titik titik pengungsi selalu berpindah. Saya pikir kami bisa meminta bantuan pada Teman teman di sini. Jika teman teman ada kesulitan, mohon juga menghubungi kami. Saya melakukan mediasi untuk kebutuhan Forum PRB dengan pemerintah karena tidak semua pihak memiliki interaksi dengan pemerintah. Saya tidak bisa lama karena sudah ditunggu untuk rapat yang lain. Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

2 Laporan Perkembangan Gugus Tugas (GT) 1. Gugus Tugas Kesehatan (Koordinator: Soepritjahjono) Soepritjahjono (PKBI): Dari hari ke hari saya memetakan kapasitas bersama anggota. Ada 8 lembaga; Handicap International, YEU, PKBI DIY, Mercy Corps, GER, Sheep, ACF dan KU UGM Angkatan Ruang yang dipakai oleh GT adalah ruang yang tidak direspon oleh pemerintah atau pihak lain. Ruang Lingkup 1. Layanan Kesehatan. 2. Advokasi ibu hamil (biaya persalinan) 3. Pendampingan ibu hamil, Ibu Menyusui, Bayi, Balita (pemeriksaan, persalinan, konsultasi, makanan bergizi) 4. Layanan difable dan Lanjut Usia Handicap International (HI) menyediakan tenaga fisioterapis dan limited NFIs. Posko HI berada di GOR Maguwoharjo, Youth Center, GOR Pangukan Sleman dan Pendopo Kab. Klaten. Wilayah Sleman Stadion (layanan difabel dan lanjut usia, Pos Khusus Ibu hamil dan menyusui, Pos Dapur Umum gizi bayi dan balita) GOR Pangukan (layanan kesehatan difabel, pantauan ibu hamil) UGM (layanan kesehatan di Gelanggang dan Purnabudaya) Kalasan (layanan kesehatan umum) Mlati (pantauan ibu hamil) Berbah (pantauan ibu hamil) Klaten Pendopo (layanan difabel dan usia lanjut) Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

3 Stadion Maguwoharjo Pos Ibu hamil Bertempat di ruang utama Stadion Maguwoharjo. Ibu hamil : 25 Ibu menyusui : 125 Sistem jaga 24 jam (data dan logistik) Sistem medis di siang hari, kecuali mendekati HPL. Dapur Umum Untuk bayi dan balita Di GOR Maguwoharjo ada 25 ibu hamil dan dari hari ke hari pasti ada yang melahirkan. Kemarin ada 1 ibu yang dirujuk ke RS Sardjito. Dari catatan kami ada 60 ibu hamil yang tersebar di beberapa titik. Informasi kami dapat dari sms. Kami menggunakan kendaraan dengan posisi terdekat untuk mobilitasnya. Masalah: setelah persalinan akan kemana? Saat ini saja masih ada 6 ibu yang masih berada di rumah sakit. Kami mencatat sudah 7 ibu melahirkan sejak erupsi pertama tanggal 26 Oktober Kami butuh shelter untuk ibu pasca persalinan. Hasil 2 hari terakhir 1. Pemeriksaan kesehatan di 2 dusun desa Purwomartani. 2. Pendirian dapur umum bayi dan balita di Stadion Maguwoharjo. 3. Pendampingan 3 persalinan. 4. Pemetaan ibu hamil. 5. Distribusi alat mandi 6. Distribusi selimut bayi. 7. Layanan difabel dan usia lanjut. 8. Pemetaan satelit layanan kesehatan (tidak dilanjutkan karena mahasiswa KU UGM Angkatan 2007 masuk kuliah) 9. Mobilisasi obat. 10. Koordinasi dengan penanggung jawab relawan perawat dari Bogor. Gelanggang Emergency Response (GER) stand by di Gelanggang UGM dan Gedung Kusnadi Hardjasoemantri. Merci Corps melakukan konseling laktasi, pendampingan ibu hamil, pendampingan ibu menyusui dan pemenuhan gizi bayi dan balita serta ada porsi makanan untuk penyintas setiap hari. Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

4 KU UGM melakukan pemetaan satelit untuk asesmen dan penyediaan informasi. Sekarang mereka pamit karena sudah hampir kuliah. YEU memberikan pengobatan, dulunya di Disaster Oasis tapi sudah turun. Rencana Pengadaan Obat. AmeriCare Fondation DPD Provinsi DIY Komunitas Mhs KU UGM angkatan 2007 Mobilisasi relawan untuk Pos KIA Maguwoharjo. Bantuan tenaga dari SPK di Bogor. Kesehatan Keliling Komunitas Padmanaba. Forum mendapat banyak pertanyaan apakah ada stok obat dan kami tidak mempunyai stok obat. Kami melihat ada banyak ambulans tapi kalau diajak bergerak agak susah. Juli: Kita mempunyai kebutuhan untuk mobilitas. Ada yang terlupa, jumlah selimut yang dibagikan dimana saja? Ada pertanyaan atau tanggapan? Lilik (Oxfam GB): Apakah memungkinkan jika GT Kesehatan melakukan observasi dan analisa yang berkaitan dengan tren penyakit misal karena buruknya sanitasi dan lingkungan. Apakah bisa GT melihat hal ini? Hal ini terkait juga dengan prediksi masalah kesehatan ke depan sehingga bisa juga mengingatkan GT lain untuk kesiapsiagaan. GT WASH punya agenda untuk promosi kesehatan dan ini bisa disambungkan. Saya pikir juga penting untuk melihat tindakan preventif nya bukan hanya pada tindakan kuratif. Menurut saya tindakan teman teman masih kuratif sifatnya. Soepritjahjono: Kalau boleh saya katakan, misal untuk posko di GOR Maguwoharjo, jika ada yang sakit, harus dibawa ke pos kesehatan. Ada cerita anak yang batuk tapi tidak bisa batuk. Kami mendiskusikan dengan tim kesehatan untuk membahas masa depan mereka. Sistemnya selama ini dokter jaga dan tidak 24 jam. Memang ini sifatnya masih kuratif belum preventif. Terkait dengan informasi kesehatan, hari ini di Dinkes ada rapat koordinasi tapi saya tidak bisa hadir tapi saya bisa mendapatkan informasinya malam ini. Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

5 Rosio (Unicef): Saya ikut rapat di Dinkes Provinsi jam siang tadi. Rapat tersebut menghadirkan Kepala Dinas dari 4 kabupaten sehingga banyak hal dapat didiskusikan bersama. Mereka sudah punya agenda dan saya pikir bisa koordinasi dengan mereka. Soepritjahjono: Siap koordinasi. Juli: Berikutnya untuk Gugus Tugas WASH. 2. Gugus Tugas Kesehatan (Koordinator: Arham Bahar) Arham (BMP): Sebelumnya, kami sampaikan bahwa anggota GT ini terus bertambah. Jumlahnya sekarang 28 lembaga. Anggota Wash Cluster 1. PDAM Sleman 2. BLH DIY 3. Kimpraswil Sleman 4. PU DIY 5. Kadiv Cipta Karya DIY 6. SNVT Air Minum DIY 7. UNICEF 8. OXFAM 9. Plan International 10. ACF 11. Care 12. IRD 13. BMP 14. PSB 1. World Vision 2. Kypa 3. Child Fund 4. Save The Children 5. IOM 6. GNI 7. ECB 8. GWG 9. GTZ/IA ITB 10. ARKOM 11. UN OCHA 12. KOMPIP 13. AmCross 14. PMI Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

6 Ruang lingkup aktivitas dan progres sebagai berikut: Ruang lingkup aktivitas & Progress Menyiapkan informasi relevan bagi anggota Ruang lingkup, standar dan indikator respon Siapa, melakukan apa, dimana Informasi kebutuhan Informasi kapasitas anggota Data titik lokasi (Barak ) pengungsi Menyediakan informasi spasial Isu-isu seputar kegiatan tanggap darurat merapi Poin 2: Siapa, melakukan apa dan dimana. Asesmen dapat dilakukan ulang untuk mendapatkan data yang akurat. Poin 3: Informasi kebutuhan. Informasi yang kami terima baru 30. Jika sudah melakukan asesmen, Teman teman harap langsung melihat dari sisi WASH dan melakukan kontak GT WASH. Ruang lingkup aktivitas Cluster Menjalin komunikasi sesama anggota Milis grup wash Cluster Pertemuan reguler (4 kali pertemuan) Media informasi lainnya Menjembatani relasi sinergis dengan pemerintah dan cluster lainnya (PU dan PDAM) Menyusun Database Intervensi untuk keperluan matriks 4W (intervention form) Mendorong kerjasama antar anggota dalam merespon kebutuhan mendesak pengungsi Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

7 Informasi sudah saya sebarkan untuk anggota GT. Saya mendapat informasi bahwa erupsi Merapi bisa berlangsung lama sehingga Teman teman perlu mempersiapkan energi yang besar. Informasi dari Metro TV: 5 toilet dipakai untuk pengungsi. GT perlu melakukan klarifikasi. Jika tidak benar, saya akan klarifikasi langsung pada Metro TV. Kami juga melakukan database intervention untuk matriks 4W dengan intervention form. Esthi (IOM): Saya melakukan asesmen di lapangan dan saya mencatat dari beberapa asesmen di titik titik pengungsian, ketika kami bertanya kepada pengungsi apakah mereka membutuhkan latrine, mereka menjawab tidak karena mereka juga tidak tahu sampai kapan akan berada di lokasi dan bahkan kabarnya masih akan dipindahkan lagi. Saya minta pendapat Teman teman mengenai hal ini. Claire (Unicef): It relates to WASH Cluster. We need detailed information where the temporary schools dan the actors are. For instance from Save The Children. We also need the information on what is called tempat cuci tangan. It is important so that we can coordinate well. Arham: Kami akan melakukan analisis kebutuhan dan kami mungkin juga melakukan asesmen ulang. Kami mohon dibantu kaitannya dengan informasi. Juli: Ada pertanyaan? Zamzam (Perkumpulan Kerlip): Untuk kasus WASH nya, mereka tidak dapat mengakses air. Waktu belajar hingga jam 15 dan kebutuhan airnya belum ada lembaga yang mengukur. Agus Hartono (LESTARI): Saya baru pertama kali ini mengikuti pertemuan Forum PRB sehingga saya belum begitu tahu sebenarnya. Saya mendengar informasi tentang pertemuan ini dan saya tertarik untuk ikut. Kami melakukan pengelokaaan sampah di GOR Maguwoharjo terutama untuk sampah dari dapur. Kami sebenarnya mengusulkan pengelolaan keseluruhan tapi belum memungkinkan. Saya terlambat dan belum tahu GT yang ada. Kami ada di pojok GOR, silakan jika Teman teman ingin datang ke sana. Kami sudah berhasil mengelola 9 ton sampah organik. Sampah non organik juga cukup banyak. Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

8 Juli: Teman teman LESTARI silahkan mengisi formulir yang ada. Bagi Teman teman yang belum mengisi daftar hadir mohon untuk mengisi dan menulis alamat sehingga kami bisa kirim formulir atau informasinya. Arham: Saya usul untuk Perkumpulan Kerlip dan LESTARI masuk di GT WASH. Juli: Barak pengungsian belum ada informasi akan bagaimana. Pak Bayu sampaikan untuk rehabilitasi bukan relokasi. Berita buruknya, peristiwa ini mungkin akan lama. Ini adalah tindakan yang sebenarnya 3 tindakan yang dijadikan satu; tanggap darurat, rehabilitasi dan kesiapsiagaan. Sekarang ada 300 ribu pengungsi yang tersebar. Di Timor Leste dulu sekitar 100 ribu, ini angka yang besar untuk Tanah Jawa. Berikutnya, GT Pendidikan. Silakan. 3. Gugus Tugas Pendidikan (Koordinator: Ignasius Kendal) Kendal (Hijau GPL): Saya sampaikan perkembangan GT Pendidikan sebagai berikut: SUASAN A W ilayah Kabupaten Sleman : a. sekolah yang lumpuh : unit ( unit) b. siswa yang terkena dampak : anak ( an anak) W ilayah Kabupaten Magelang : a. sekolah yang lumpuh : b. siswa yang terkena dampak : W ilayah Kabupaten Klaten : a. sekolah yang lumpuh : b. siswa yang terkena dampak : W ilayah Kabupaten Boyolali : a. sekolah yang lumpuh : 23 gedung sekolah dipakai untuk menampung penyintas b. siswa yang terkena dampak : anak Kami mencoba mendeteksi daerah mana yang melakukan perpindahan secara wilayah administratif, misal dari Boyolali ke Klaten atau sebaliknya. Mungkin akan dapat diatasi jika di sana sudah ada GT Pendidikan. Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

9 Latar Belakang Kluster Pendidikan : A. Meletakkan pada kepentingan anak. B. Mengupayakan tetap terjaminnya layanan penyelenggaraan pendidikan : 1. untuk institusi pendidikan yang mengalami dampak, dan 2. institusi pendidikan yang mengalami imbas. di kawasan bencana erupsi gunung Merapi. C. Landasan : hak anak atas pendidikan dan rasa aman (prinsip pemerataan layanan) Pendidikan bukan hanya mendapatkan dampak terutama ketika zona aman menjadi 20 km, misal Kab. Bantul jadi harus berpikir untuk peyintas yang ada di JEC. Untuk JEC, Senin besok sekolah darurat bisa jalan. Ketika zona aman bergeser menjadi 25 km tentu akan ada masalah serius sehingga ke depan kami akan menyusun kerangka kerja. GT ini perlu energi besar dan tentunya kebutuhan akan air. Untuk 3 kabupaten lain, kami masih perlu membaca siapa yang bisa mendorong hal ini. Mereka bahkan tidak tahu setelah ini akan melakukan apa. Ke depan juga akan ada ujian dan ini akan seperti apa perlu dipikirkan. Tujuan : Mendukung Pemerintah daerah, khususnya bidang pendidikan, di kawasan bencana di wilayah DIY dan Jawa Tengah dalam menyediakan bantuan responsif dan pemulihan tempat belajar sementara yang ramah anak (inklusif dan per spektif gender ), termasuk di dalamnya : a. aktifitas psikososial b. menyediakan sarana(sekolah sementara) dan peralatan pendukung kegiatan belajar mengajar (KBM PLS & Formal), b. induksi (pelatihan) kesiapsiagaan untuk pengajar/gur u tentang PRB GunungApi, c. Membangun pengarusutamaan PRB bencana erupsi gunung berapai sejak usia sekolah dasar, serta menciptakan komunitas belajar bagi anak, guru, dan masyarakat yang terkena dampak erupsi Merapi Solusi : Rapid assessment tempat KBM/aktifitas psikososial dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan, dan gap terutama untuk daerah yang membutuhkan perhatian khusus (sifat : lintas administratif). Kami mencatat bahwa anak perlu identitas sehingga kami memetakan kebutuhan apa yang ada di DIY dan kami sepakat membuat back to school campaign dengan slogan Ayo Sekolah Meneh! Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

10 Amri (FKPN): SMP 1 dan SMA 3 Yogyakarta sudah menerima penyintas. Guru dapat diambil dari penyintas juga sehingga dapat menjadi kegiatan bagi guru. Yanti (Perkumpulan Kerlip): Dari tiga dari sekolah yang dijadikan sebagai tempat pengungsian sudah mulai terlihat adanya masalah, misalnya ada anak yang mulai suka melamun. Saya pikir untuk GT ini perlu memikirkan bukan hanya hal yang terkait dengan kebutuhan anak terhadap pendidikan tapi juga hak anak. Bukan bagaimana dia kembali sekolah tapi bagaimana kebutuhannya sebagai anak terpenuhi. Dalam hal ini, mengaktifkan sumber daya yang ada menjadi sangat penting. Penyintas ini rawan trafiking dan bullying. Anak berkebutuhan khusus juga perlu perhatian khusus karena tidak bisa langsung masuk ke sekolah yang ada. PRB saya pikir dapat diajarkan selama diajarkan melalui cara yang menyenangkan akan baik. Kami juga bekerja dengan Himpaudi yang sudah biasa melakukan kegiatan pembelajaran dengan model seperti ini. Yoga (YEU): Ada 2 pertanyaan: Apakah masing masing provinsi mempunyai kebijakan yang sama tentang pendidikan darurat dengan kerjasama antara provinsi dan kabupaten? Apakah sekolah darurat itu juga ada tingkatannya; TK, SD, SMP, SMA. Di lokasi kami banyak anak dengan beragam latar belakang pendidikan. Agus Muntohar (Pusat Studi Lingkungan dan Bencana UMY): Maaf saya baru hadir kali ini. Kami menerima tamu hingga termasuk anak. Jika ada pesan berantai saya pikir Teman teman dapat menghubungkan ke sekolah yang ada. Anak juga mengalami minder karena posisinya sebagai penyintas. Kendal: Ada yang masuk sekolah reguler, ada yang dengan sistem shift dan ada yang diindukkan. Untuk DIY, sekolah tidak boleh menolak. Kami sedang mendorong untuk Jateng. Untuk DIY bukan hanya kita sendiri tapi ada dinasdinas terkait di provinsi bahkan dari Kab. Gunung Kidul. Harapannya Jateng bisa mengeluarkan kebijakan bukan hanya meliburkan sampai pada waktu yang tidak tentu, itu merugikan. Untuk tingkatan, kami ingin mendukung semua tingkat dan itu menjadi kerja bersama. Kita perlu melakukan koordinasi agar juga agar kerja kerja tidak tumpang tindih. Kita juga mencoba menjembatani masalah masalah psikologis yang muncul. Untuk SMK ada kebijakan dari dinas bahwa mereka dapat difasilitasi untuk melakukan kegiatan belajar di sekolah yang sama dan ini dilakukan langsung oleh dinas sendiri. Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

11 Untuk sinergi, kami akan melakukan dengan WASH dan kesehatan. Kami juga bekerja dengan psikolog psikolog dari luar untuk kebutuhan kami. 4. Gugus Tugas Livelihood: Mata Pencaharian, Penghidupan dan Ketahanan Pangan (Koordinator: Adam S. Agus) Adam (Bina Swadaya): Saya sampaikan perkembangan per 11 Nopember DINAS PERTANIAN KABUPATEN SLEMAN Jumlah Ternak, Radius 20 KM di Kecamatan Pakem dan Kecamatan Cangkringan : 1. Sapi Perah : ekor 2. Sapi Potong : ekor 3. Kuda : 38 ekor 4. Kambing : ekor 5. Domba : ekor 6. Kerbau : 580 ekor Berikut informasi ternak yang sudah dievakuasi: Ternak yang sudah dievakuasi, per 11 November 2010 Sapi perah Sapi potong Kambing Domba : 540 ekor : 564 ekor : 152 ekor : 102 ekor Titik evakuasi : 28 tempat Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

12 Lalu, apa yang dilakukan oleh anggota GT sebagai berikut: YP2SU 1. Asesmen program pertanian (peternak, salak pondoh) 2. Asesmen pemulihan koperasi/lkm di 3 Kecamatan ( Turi, Pakem, Cangkringan) 3. Asesmen program ekonomi kaum ibu. 4. Fasilitasi sapi Merapi menjadi sapi Qurban dengan harga pasar. PSB Asesmen di Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan untuk peternak sapi. Asesmen usaha kelompok perempuan Desa Kepuharjo dan Glagaharjo. Asesmen kelompok petani kopi di Desa Petung. Asesmen petani salak di Kecamatan Turi, rata-rata luas lahan M2/KK. Jogja Trust Fund Mobilisasi sumber daya terkait kegiatan mata pencaharian / penghidupan dan ketahanan pangan di Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Capacity building Fasilitasi Advokasi Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

13 FAO Asesmen terkait kegiatan mata pencaharian / penghidupan dan ketahanan pangan di Kabupaten Klaten, Boyolali, Magelang, Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman, Provinsi DIY. KARINA 1. Asesmen di Kabupaten Sleman, Magelang dan Boyolali. 2. Distribusi suplemen dan logistik. Bina Swadaya 1. Asesmen di Kabupaten Sleman, Klaten, Magelang dan Boyolali. 2. Distribusi suplemen dan logistik. Dinas Pertanian Provinsi DIY 1. Menggerakkan kelompok tani. 2. HMT: mengajak penyintas untuk terlibat langsung dala penyediaan HMT. 3. Distribusi pakan. 4. Penangangan kesehatan ternak. 5. Pengendalian penyakit ternak. Setiap 3 hari penyemprotan kotoran ternak dengan prebiotik. Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

14 Kerja yang akan dilakukan: 1. Kampanye dengan bahasa-bahasa positif. 2. Kerjasama dengan Forum Pakar JTF. 3. Advokasi. Juli: Saya buka 4 pertanyaan pertama, singkat saja ya.. Aziz (PSB): Untuk info sapi yang mati, penyintas belum punya info kapan akan mendapat ganti rugi yang pernah disampaikan oleh pemerintah. Pemerintah perlu melakukan upaya yang konkret terkait hal ini. Harapan saya ada advokasi untuk sapi yang mati ini. Yoga (YEU): Ini berkatian dengan tempat untuk evakuasi ternak. Tadi disebutkan ada beberapa tempat untuk barak ternak. Penyintas memilih berada di barak yang dekat dengan titik evakuasi ternak. Apakah ada kerjasama dengan dinas terkait hal ini? M. Sobirin (ICAN): Untuk sampah sampah organik bisa dimanfaatkan misalnya untuk campuran pakan. Saya melihat banyak dari mereka yang kembali ke rumah karena berpikir bahwa ternak mereka kurang makan. Jika Teman teman membutuhkan informasi, bisa datang ke posko Pak Agus LESTARI. Agus Hartono (LESTARI): Kaitannya dengan informasi pemerintah tentang ternak ini perkembangannya bagaimana? Adanya livelihood ini berangkat dari asumsi apa? Saya melihat ini berkaitan dengan sumber penghidupan. Sementara untuk mereka, lokasi saja masih belum jelas. Adam: Saya tertarik untuk sapi mati tadi. Mas Agus saya tawari untuk bergabung di GT Livelihood. Tujuan kami menjamin kehidupan penyintas, menciptakan landasan untuk sumber penghidupan dan akselerasi saat rehabilitasi. Ini akan berkelanjutan. Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

15 5. Gugus Tugas Logistik dan Transportasi (Koordinator: Yohan Rahmat Santosa) Yohan (IOM): Berikut saya sampaikan laporan dari GT Logistik dan Transportasi: Update Data Supply dan Distribusi Logistik yang telah masuk : IOM ASB KARINAKAS JRS NFI: emergency kits; 150 cleaning kits; selimut ; 600 terpal NFI : unit; paket keperluan bayi; 200 cleaning tools kits; Wilayah: Sleman & Boyolali F & NFI: Wilayah: Gunungkidul Boyolali Kalasan Medari Mlati Klepu F & NFI: Wilayah: seluruh DIY dan Klaten, Boyolali, Magelang Juli: Sambil menunggu, saya melihat beberapa GT membuatnya tidak sistematis. Coba melihat apa yang telah dibuat oleh WASH. Lalu, capaian capaian hari ini sebenarnya di Kerangka Kerja sudah ada. Jika ada yang ingin bergabung dapat mendiskusikan kerangka ini atau mengkritisinya sehingga tidak lagi mebahasnya di dalam pertemuan ini agar lebih efektif diskusi kita. Yohan: Kami mendapat pertanyaan, ada pihak pihak yang ingin membantu transportasi tapi tidak punya logistiknya. Rencana Tindak Lanjut: besok pagi kami akan koordinasi dengan Temanteman di BNPB. Ini penting agar kerja kita tidak tumpang tindih karena kita masih belum tahu ini akan sampai kapan. Kami masih mengundang teman teman yang sudah kami kirimi formulir agar diisi secepatnya. Tadi juga ada masukan bahwa dari WFP ada 2 gudang yang dapat menampung logistik yang lokasinya dekat dengan GOR Maguwoharjo. Juli: Ada tanggapan? Saya berikan untuk 3 orang. Agus Muntohar (PSLB UMY): Saya pikir dapat dipikirkan bagaimana agar arus keluar masuk barang dapat tercatat dengan baik sehingga dapat diaudit setiap diperlukan. Yanti (Perkumpulan Kerlip): Saya memberikan apresiasi untuk SMK yang memasak untuk 4 lokasi dengan jumlah berkisar nasi bungkus. Dana stimulan hanya cukup untuk 1 hari dan selebihnya swadaya guru guru dan komponen sekolah. Ini berkaitan dengan sumber daya dan kepedulian yang dapat didorong lagi. Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

16 Bambang (SMA 6 Yogyakarta): Kami tergerak untuk melakukan kegiatan atas inisiasi dari SMK. Awalnya kami mengirim logistik dari tanggal 28 Nopember Setiap hari nasi bungkus. Kami bukan mengesampingkan penyintas yang lain tapi kami baru bisa melakukan untuk SMK di beberapa tempat. Kami dari kelompok SMK Peduli. Kami baru arahkan kelompok SMK. Relawan adalah murid dibantu guru yang ada. Fasilitas difungsikan untuk memasak nasi bungkus. Sarana transportasi menggunakan sarana yang ada di SMA 6. Untuk Hari Raya Idul Kurban, kami akan menyembelih 1 ekor sapi tanggal 16, 17 dan 18 Nopember dan akan dibagikan kepada pengungsi yang ada di SMK. Yohan: Kami akan membuat formulir standar untuk melacak barang yang masuk dan keluar. Kita harus menyesuaikan juga dengan kemampuan pos pos penyintas. Hal ini juga terkait dengan audit. Kedua tentang peran SMK, saya pikir hampir sama antara kedua dan ketiga. Saya apresiasi sekali karena dapat mendukung kegiatan untuk pemenuhan kebutuhan makan. Saya tuliskan saya: Ke depan harapananya kita dapat bekerja lebih baik lagi. 7. Gugus Tugas Shelter (Koordinator: Aziz) Aziz (PSB) Anggota: LPBI NU Habitat Asesmen sudah dilakukan di 4 wilayah. Pernyataan di KOMPAS hari ini: Teman teman NU sudah mengecek bahwa penyintas di area Sultan Ground sedang mencari tempat relokasi. Desa Umbulharjo, Glagaharjo dan Kepuharjo sedang meningkatkan koordinasi. Sampai hari ini kami mengindentifikasi di SD Pogungharjo dan Gemawang untuk bisa menambahkan kamp karena pengungsi masih tercerai berai. Kami juga perlu menggali informasi dari bapak ibu terkait dengan shelter. Hasil dapat dikirimkan melalui ke sekretariat. Soepritjahjono PKBI): Saya tidak tahu ini perlu untuk DIY atau Jateng. Teman teman penyintas itu posisinya dimana dalam forum kita. Saya pikir kita perlu diskusikan ini. Agus Muntohar (PSLB): Sekarang kan masuk fase tanggap darurat yang kedua yang harusnya dimanfaatkan untuk pemberdayaan penyintas. Kami akan masuk ke wilayah shelter. Kami akan sebarkan ke PITB, sebelah Pusdalops. Nanti shelter akan dipusatkan dalam ring 15 km, sesuai info dari Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

17 Pak Sekda. Pusat studi kami fokus di shelter dan kami punya teknologi yang juga sudah dipraktikkan di Padang. Aziz (PSB): Penyintas akan ada satu dialog dengan warga untuk mencari rekomendasi bersama. Kami mengucapkan terimakasih dan semoga lembaga Pak Agus dapat terlibat dalam GT ini. Juli: Agenda terakhir terkait dengan masalah masalah yang belum terselesaikan. Jika ada, silakan.. Yanti (Perkumpulan Kerlip): Mengingatkan saja tentang cross cutting issue, data dasar masih lemah karena belum memisahkan misalnya saja tingkatan umur. Yusra (KYPA): Saya melihat tampilan ini update ke berapa? Apakah Teman teman masih menunggu formulir yang belum dikembalikan? Asisi (UNDP): Saya menyambung tentang advokasi terkait dengan pengorganisasian warga. Saya yakin kita bisa melakukan ini karena Teman teman banyak yang masuk ke desa desa. Juli: Masih banyak GT yang belum menggunakan format dengan sistematis kecuali WASH yang menggunakan matriks. Catatan dari GT mohon dimasukkan dan dikirim selambatnya jam setiap harinya agar data dapat langsung masuk. Saya pikir untuk landasan GT, Teman teman sudah menentukan indikator apa yang dipakai sehingga kita bisa lebih efektif. Dalam periode tanggap darurat ini kita akan menerbitkan kegiatan ini. Jangan menyalahkan kami jika data dari Teman teman tidak lengkap hanya karena belum mengumpulkan kepada kami. Lilik (Oxfam GB): Saya menambahkan usulan, bagaimana jika berikutnya tiap GT menyampaikan 4 isu penting; situasi terkini dan potensi masalah, apa yang sudah dilakukan untuk merespon dan apa kelemahan di GT tersebut, bagaimana GT tersebut merekomendasikan pada GT lain dan bagaimana kita mendapatkan pembelajaran dari perjalanan kita setiap hari. Juli: Terimakasih, itu poin penting. Jika ada informasi penting yang belum muncul, silahkan.. Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

18 Informasi Penting Gogon (IOM): Kami mendapat permintaan untuk kendaraan yang lebih kecil dari truk dan jika Teman teman butuh dapat menghubungi sehari sebelumnya. Zamzam (Perkumpulan Kerlip): Kami mempunyai panduan yang dapat dimanfaatkan GT. Jika berminat silakan menghubungi. Asisi (UNDP): Saya mendapat informasi dari Mas Trias bahwa peta yang telah dibuat telah dipresentasikan dalam rapat sore tadi di Magelang. Juli: Ada lagi? Anggoro (IHAP): Untuk Gugus Tugas Anak, Gender dan Difabilitas, kami ingin membuat panduan tentang prinsip karena kami sebenarnya bisa masuk di GT manapun. Kami minta anggota datang kepada kami. Kami ada panduang untuk anak dalam pengungsian pasca benca dari Kementrian. Juli: Baik, jika tidak ada lagi saya tutup pertemuan hari ini. Terimakasih. Notulis: Camelia Tri Lestari Rapat Koordinasi Multi Pihak untuk Tanggap Bencana Erupsi Merapi Forum PRB DIY 12 November

PEDOMAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENANGANAN TANGGAP DARURAT BENCANA MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTER

PEDOMAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENANGANAN TANGGAP DARURAT BENCANA MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTER PEDOMAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENANGANAN TANGGAP DARURAT BENCANA MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTER BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam situasi keadaan Darurat bencana sering terjadi

Lebih terperinci

Laporan Situasi. Lebih dari 600 keluarga mengungsi, puluhan rumah rusak berat, ribuan hektar sawah terendam

Laporan Situasi. Lebih dari 600 keluarga mengungsi, puluhan rumah rusak berat, ribuan hektar sawah terendam RESPON BENCANA BANJIR DAN LONGSOR PURWOREJO, JAWA TENGAH DMC DOMPET DHUAFA 21-23 Desember 2013 Laporan Situasi Informasi Kunci Banjir besar dan longsor terjadi di 53 desa di 11 kecamatan di Purworejo,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 18 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 18 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 18 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN DISTRIBUSI BANTUAN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN

Lebih terperinci

PEDOMAN MANAJEMEN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA

PEDOMAN MANAJEMEN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN MANAJEMEN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) - i - DAFTAR

Lebih terperinci

Kegiatan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Garut

Kegiatan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Garut 1 Kegiatan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Garut Setelah terbit Perda No. 07 Tahun 2011, Badan Penananggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut khususnya Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PROGRAM Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan

PELAKSANAAN PROGRAM Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan PELAKSANAAN PROGRAM Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BNPB Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Bidakara Hotel Jakarta, 9 Maret 2014 PROGRAM DALAM RENAS

Lebih terperinci

INDONESIA 2013. PUNCAK PERINGATAN BULAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA Pengurangan Risiko Bencana, Investasi Untuk Bangsa Mataram, 7-11 Oktober 2013

INDONESIA 2013. PUNCAK PERINGATAN BULAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA Pengurangan Risiko Bencana, Investasi Untuk Bangsa Mataram, 7-11 Oktober 2013 INDONESIA 2013 PUNCAK PERINGATAN BULAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA Pengurangan Risiko Bencana, Investasi Untuk Bangsa Mataram, 7-11 Oktober 2013 Latar Belakang Kerugian akibat kejadian bencana sejak tahun

Lebih terperinci

RUANG MENYUSUI/FASILITAS LAKTASI DI MAL RAMAYANA ALUN-ALUN MALANG KERJA SAMA DINAS KESEHATAN KOTA MALANG DENGAN PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA

RUANG MENYUSUI/FASILITAS LAKTASI DI MAL RAMAYANA ALUN-ALUN MALANG KERJA SAMA DINAS KESEHATAN KOTA MALANG DENGAN PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA RUANG MENYUSUI/FASILITAS LAKTASI DI MAL RAMAYANA ALUN-ALUN MALANG KERJA SAMA DINAS KESEHATAN KOTA MALANG DENGAN PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Salah satu visi Kota Malang adalah terwujudnya Kota Malang yang

Lebih terperinci

BANJIR JAKARTA 9-10 FEBRUARI 2015

BANJIR JAKARTA 9-10 FEBRUARI 2015 BANJIR JAKARTA 9-10 FEBRUARI 2015 WILAYAH YANG TERDAMPAK BANJIR PROVINSI DKI JAKARTA 9-11 FEB 2015 WILAYAH KEC KEL RW KK JIWA TERDAMPAK PENGUNGSI JAKARTA BARAT JAKARTA PUSAT JAKARTA SELATAN JAKARTA TIMUR

Lebih terperinci

EVALUASI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN SLEMAN BERDASARKAN ANALISIS RISIKO BENCANA GUNUNG MERAPI SKRIPSI

EVALUASI RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN SLEMAN BERDASARKAN ANALISIS RISIKO BENCANA GUNUNG MERAPI SKRIPSI EVALUASI RENCANAA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN SLEMAN BERDASARKAN ANALISIS RISIKO BENCANA GUNUNG MERAPI SKRIPSI Disusun Oleh : TERESITA OKTAVIA ROSARI NIM : E100130079 FAKULTAS GEOGRAF FI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : 19 1-2014 SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : 19 1-2014 SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0 JABATAN : KOORDINATOR SECURITY A. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 1. Melakukan Rekrut anggota Security sesuai dengan kebutuhan, Yang telah di setujui warga melalui keputusan Ketua RT. 2. Sebagai jembatan komonikasi

Lebih terperinci

Latar Belakang. Mengapa UN4U?

Latar Belakang. Mengapa UN4U? UN4U Indonesia adalah salah satu program penjangkauan terbesar dalam kampanye UN4U global dilaksanakan di beberapa kota di seluruh dunia selama bulan Oktober. Dalam foto di atas, para murid di Windhoek,

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Dr. Pudji Sri Rasmiati, Sp.B., MPH WYM RS Bethesda PERSI DIY

Dr. Pudji Sri Rasmiati, Sp.B., MPH WYM RS Bethesda PERSI DIY Dr. Pudji Sri Rasmiati, Sp.B., MPH WYM RS Bethesda PERSI DIY DISASTER MANAGEMENT CYCLE PREPAREDNESS DISASTER PREVENTION & MITIGATION RESPONSE RECONSTRUCTION POST DISASTER REHABILITATION Hospital Preparedness

Lebih terperinci

Banjir berdampak paling besar di Februari. Angin puting beliung hampir mencapai kisaran sepertiga dari bencana alam

Banjir berdampak paling besar di Februari. Angin puting beliung hampir mencapai kisaran sepertiga dari bencana alam Buletin Kemanusiaan Indonesia Issue 02 01 29 Februari 2012 SOROTAN 19 kejadian banjir menyebabkan 558 orang mengungsi sementara di bulan Februari. 21 dari 33 provinsi berisiko banjir sampai Maret 2012.

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN A. Strategi Pembangunan Daerah Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Strategi pembangunan Kabupaten Semarang

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 15 Tahun : 2010 Seri : E PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

Lebih terperinci

Buletin Kemanusiaan Indonesia

Buletin Kemanusiaan Indonesia Buletin Kemanusiaan Indonesia Januari Maret 2014 SOROTAN Dampak bencana alam meningkat Ribuan telah diungsikan berbulanbulan karena letusan vulkanik Gunung Sinabung Harmonisasi klaster berlanjut Penutupan

Lebih terperinci

Identifikasi Proyek. Menanggapi KebutuhanResponding to a need

Identifikasi Proyek. Menanggapi KebutuhanResponding to a need Bagian 1 Identifikasi Proyek TELAAH ALKITAB Penilaian Kebutuhan Menanggapi KebutuhanResponding to a need Baca Nehemia 1 Nehemia adalah seorang Yahudi dalam pembuangan di negeri asing. Sebagaian orang Yahudi

Lebih terperinci

ECD Watch. Panduan OECD. untuk Perusahaan Multi Nasional. alat Bantu untuk pelaksanaan Bisnis yang Bertanggung Jawab

ECD Watch. Panduan OECD. untuk Perusahaan Multi Nasional. alat Bantu untuk pelaksanaan Bisnis yang Bertanggung Jawab ECD Watch Panduan OECD untuk Perusahaan Multi Nasional alat Bantu untuk pelaksanaan Bisnis yang Bertanggung Jawab Tentang Panduan OECD untuk perusahaan Multi nasional Panduan OECD untuk Perusahaan Multi

Lebih terperinci

Mobilisasi Masyarakat

Mobilisasi Masyarakat Mobilisasi Masyarakat mobilisasi masyarakat menjadi salah satu pembeda dengan program pemerintah atau program lainnya. Bukan kami tidak bisa melakukannya, tetapi keterbatasan personel dan luasnya cakupan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 33,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

Modul Pelatihan MODUL MP-2 I. DESKRIPSI SINGKAT

Modul Pelatihan MODUL MP-2 I. DESKRIPSI SINGKAT Modul Pelatihan MODUL MP-2 RENCANA TINDAK LANJUT (RTL) PASCA PELATIHAN TANGGAP DARURAT I. DESKRIPSI SINGKAT R encana Tindak Lanjut (RTL) yang dilaksanakan menjelang akhir pelatihan dimaksudkan untuk memandu

Lebih terperinci

PEDOMAN KOMANDO TANGGAP DARURAT BENCANA

PEDOMAN KOMANDO TANGGAP DARURAT BENCANA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN KOMANDO TANGGAP DARURAT BENCANA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) - i - DAFTAR ISI 1. PERATURAN KEPALA

Lebih terperinci

TFC ( Therapeutic Feeding Centre ) / PPG ( Pusat Pemulihan Gizi )

TFC ( Therapeutic Feeding Centre ) / PPG ( Pusat Pemulihan Gizi ) TFC ( Therapeutic Feeding Centre ) / PPG ( Pusat Pemulihan Gizi ) Balita yang sehat dan cerdas adalah idaman bagi setiap orang. Namun apa yang terjadi jika balita menderita gizi buruk?. Di samping dampak

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN SOSIAL (BANSOS) PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT DIREKTORAT BINA GIZI MASYARAKAT

PETUNJUK TEKNIS BANTUAN SOSIAL (BANSOS) PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT DIREKTORAT BINA GIZI MASYARAKAT PETUNJUK TEKNIS BANTUAN SOSIAL (BANSOS) PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT DIREKTORAT BINA GIZI MASYARAKAT DIREKTORAT JENDERAL BINA KESEHATAN MASYARAKAT DEPARTEMEN KESEHATAN R I TAHUN 2008 BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Renstra Kantor Lingkungan Hidup Kota Metro merupakan suatu. proses yang ingin dicapai pada hasil yang ingin dicapai Kantor

BAB I PENDAHULUAN. Renstra Kantor Lingkungan Hidup Kota Metro merupakan suatu. proses yang ingin dicapai pada hasil yang ingin dicapai Kantor Renstra 2011-2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Renstra Kota Metro merupakan suatu proses yang ingin dicapai pada hasil yang ingin dicapai Kota Metro selama kurun waktu 5 (lima) tahun secara sistematis

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA Menimbang

Lebih terperinci

USULAN TENTANG PELAYANAN KESEHATAN LANJUT USIA

USULAN TENTANG PELAYANAN KESEHATAN LANJUT USIA Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 138 ayat () Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tantang Kesehatan perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Pelayanan Kesehatan Lansia Mengingat :

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan I. PENDAHULUAN A. Maksud dan Tujuan Rencana Kerja (Renja) Dinas Peternakan Kabupaten Bima disusun dengan maksud dan tujuan sebagai berikut : 1) Untuk merencanakan berbagai kebijaksanaan dan strategi percepatan

Lebih terperinci

KAJIAN PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL (PMKS)

KAJIAN PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL (PMKS) KAJIAN PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL (PMKS) Bappeda Kabupaten Temanggung bekerjasama dengan Pusat Kajian Kebijakan dan Studi Pembangunan (PK2SP) FISIP UNDIP Tahun 2013 RINGKASAN I. Pendahuluan

Lebih terperinci

RINCIAN BELANJA LANGSUNG PER PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2014 PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANAH DATAR

RINCIAN BELANJA LANGSUNG PER PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2014 PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANAH DATAR RINCIAN BELANJA LANGSUNG PER PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2014 PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANAH DATAR No Program dan Kegiatan Pagu Dana Realisasi Per Oktober 1 Program Pelayanan Administrasi

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Bengkulu Utara selama lima tahun, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 33,

Lebih terperinci

Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Sekitar. dimensi produksi dan dimensi konsumsi. Dimensi produksi memandang keadaan sehat sebagai

Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Sekitar. dimensi produksi dan dimensi konsumsi. Dimensi produksi memandang keadaan sehat sebagai Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Sekitar Sehat merupakan kondisi optimal fisik, mental dan sosial seseorang sehingga dapat memiliki produktivitas, bukan hanya terbebas dari bibit penyakit. Kondisi sehat

Lebih terperinci

PEDOMAN MONITORING DAN EVALUASI MANAJEMEN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA

PEDOMAN MONITORING DAN EVALUASI MANAJEMEN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN MONITORING DAN EVALUASI MANAJEMEN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA BADAN

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 1 A. Latar

Lebih terperinci

MENGELOLA DESA SECARA PARTISIPATIF REFLEKSI STUDI BANDING DESA MUARA WAHAU KE WILAYAH DIY. Oleh: Sri Purwani Konsultan

MENGELOLA DESA SECARA PARTISIPATIF REFLEKSI STUDI BANDING DESA MUARA WAHAU KE WILAYAH DIY. Oleh: Sri Purwani Konsultan MENGELOLA DESA SECARA PARTISIPATIF REFLEKSI STUDI BANDING DESA MUARA WAHAU KE WILAYAH DIY (Desa Banjaroya Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulon Progo, Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon dan Desa Sumbermulya

Lebih terperinci

Reviu 10 Buku Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang Pendidikan

Reviu 10 Buku Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang Pendidikan Reviu 10 Buku Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang Pendidikan Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D. Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal

Lebih terperinci

PEDOMAN PERAN SERTA LEMBAGA INTERNASIONAL DAN LEMBAGA ASING NONPEMERINTAH PADA SAAT TANGGAP DARURAT

PEDOMAN PERAN SERTA LEMBAGA INTERNASIONAL DAN LEMBAGA ASING NONPEMERINTAH PADA SAAT TANGGAP DARURAT PEDOMAN PERAN SERTA LEMBAGA INTERNASIONAL DAN LEMBAGA ASING NONPEMERINTAH PADA SAAT TANGGAP DARURAT BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) LAMPIRAN : PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENGENAAN SANKSI ADMINISTRATIF BAGI TENAGA KESEHATAN, PENYELENGGARA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN, PENYELENGGARA SATUAN

Lebih terperinci

Jenis pelayanan Administrasi Penerbitan Ijin Dengan Penilaian Teknis serta Pengesahan SKPD

Jenis pelayanan Administrasi Penerbitan Ijin Dengan Penilaian Teknis serta Pengesahan SKPD Lampiran I : Keputusan Kepala Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal Kota Surabaya Nomor : 503/2045/436.7.5/2013 Tanggal : 22 April 2013 A. PENDAHULUAN Sebagai organisasi layanan publik milik Pemerintah

Lebih terperinci

RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016. DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015

RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016. DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015 RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016 DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015 OUTLINE 1 Rancangan Awal RKP 2016 2 3 Pagu Indikatif Tahun 2016 Pertemuan Tiga Pihak 4 Tindak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan suatu negara, karena merupakan generasi penerus bangsa

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan suatu negara, karena merupakan generasi penerus bangsa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak pada hakikatnya merupakan aset terpenting dalam tercapainya keberhasilan suatu negara, karena merupakan generasi penerus bangsa selanjutnya. Derajat kesehatan anak

Lebih terperinci

PERENCANAAN FASILITAS GUDANG PENYALUR LOGISTIK PADA BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI DI SLEMAN

PERENCANAAN FASILITAS GUDANG PENYALUR LOGISTIK PADA BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI DI SLEMAN PERENCANAAN FASILITAS GUDANG PENYALUR LOGISTIK PADA BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI DI SLEMAN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Teknik Industri Oleh Laurent Sanjaya

Lebih terperinci

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 70 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENGGUNAAN DANA SIAP PAKAI PADA PENANGANAN KEDARURATAN DI KABUPATEN BADUNG

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 70 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENGGUNAAN DANA SIAP PAKAI PADA PENANGANAN KEDARURATAN DI KABUPATEN BADUNG BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 70 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENGGUNAAN DANA SIAP PAKAI PADA PENANGANAN KEDARURATAN DI KABUPATEN BADUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 24 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA OPERASI DARURAT BENCANA

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 24 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA OPERASI DARURAT BENCANA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 24 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA OPERASI DARURAT BENCANA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) DAFTAR ISI 1. PERATURAN

Lebih terperinci

PUSKESMAS 3 April 2009

PUSKESMAS 3 April 2009 PUSKESMAS 3 April 2009 By Ns. Eka M. HISTORY Thn 1925 Thn 1951 Thn 1956 Thn 1967 Hydrich Patah- Leimena Y. Sulianti Ah.Dipodilogo > Morbiditas & Mortalitas Bandung Plan Yankes kuratif & preventif Proyek

Lebih terperinci

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070

Lebih terperinci

Barelang TV channel 5 PROFILE & PROGRAM ACARA 2015

Barelang TV channel 5 PROFILE & PROGRAM ACARA 2015 TV KABEL di Pulau BATAM Barelang TV channel 5 PROFILE & PROGRAM ACARA 2015 COGAN TV merupakan Televisi Kabel pada channel 5 di jaringan TV Kabel : BARELANG TV dengan wilayah jangkauan siaran seluruh kota

Lebih terperinci

LAPORAN PENELITIAN HUTAN BER-STOK KARBON TINGGI

LAPORAN PENELITIAN HUTAN BER-STOK KARBON TINGGI Laporan ini berisi Kata Pengantar dan Ringkasan Eksekutif. Terjemahan lengkap laporan dalam Bahasa Indonesia akan diterbitkan pada waktunya. LAPORAN PENELITIAN HUTAN BER-STOK KARBON TINGGI Pendefinisian

Lebih terperinci

PEDOMAN TATA CARA PEMBERIAN BANTUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR

PEDOMAN TATA CARA PEMBERIAN BANTUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN TATA CARA PEMBERIAN BANTUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) - i - DAFTAR

Lebih terperinci

KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN BAYI DI KAB TRENGGALEK

KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN BAYI DI KAB TRENGGALEK KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN BAYI DI KAB TRENGGALEK Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi di Kabupaten Trenggalek merupakan suatu bentuk kerja sama antara bidan dan dukun dengan tujuan meningkatkan akses ibu dan

Lebih terperinci

Daftar Isi. I. Pen dahuluan 2

Daftar Isi. I. Pen dahuluan 2 Halaman 0 Daftar Isi I. Pen dahuluan 2 II. Prog ram Tanggap Darurat 3 II.a. Evakuasi II.b. Pendirian Posko Besar II.c. Assesment Kebutuhan Korban II.d. Pendirian Dapur Umum II.e. Penyaluran Bantuan Logistik

Lebih terperinci

Rencana Keberlangsungan Kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) Dalam Kondisi Pandemi Influenza

Rencana Keberlangsungan Kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) Dalam Kondisi Pandemi Influenza Rencana Keberlangsungan Kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) Dalam Kondisi Pandemi Influenza November 2011 Daftar Isi Bab I. Pendahuluan... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Asumsi Perencanaan... 1 C. Rencana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus investasi untuk keberhasilan pembangunan bangsa. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mencapai Indonesia Sehat,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. hasil tes keterampilan membaca puisi untuk mengetahui kondisi awal keterampilan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. hasil tes keterampilan membaca puisi untuk mengetahui kondisi awal keterampilan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian tindakan kelas yang berupa hasil tes dan nontes. Hasil tes meliputi siklus I dan siklus II. Hasil

Lebih terperinci

Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014

Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014 Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014 A) Latar Belakang Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat

Lebih terperinci

Review Serial Buku Kajian Integratif Ilmu, Agama, dan Budaya atas Bencana

Review Serial Buku Kajian Integratif Ilmu, Agama, dan Budaya atas Bencana Review Serial Buku Kajian Integratif Ilmu, Agama, dan Budaya atas Bencana Program Studi Agama dan Lintas Budaya, Sekolah Pascasarjana UGM Suhadi Cholil Pusat Studi Geografi dan Pengembangan Data Spasial,

Lebih terperinci

Panduan untuk Fasilitator

Panduan untuk Fasilitator United Nations Development Programme (UNDP) The Office of UN Special Ambassador for Asia Pacific Partnership for Governance Reform Panduan untuk Fasilitator Kartu Penilaian Bersama untuk Tujuan Pembangunan

Lebih terperinci

BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN

BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN YANG BERKUALITAS Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan

Lebih terperinci

DITINGKATKAN Permenkes RI No. 3 tahun 2014 tentang STBM

DITINGKATKAN Permenkes RI No. 3 tahun 2014 tentang STBM STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ) pendekatan perubahan perilaku higiene sanitasi melalui kegiatan pemicuan Kepmenkes RI No. 852/tahun 2008 tentang strategi nasional STBM DITINGKATKAN Permenkes

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN - 115 - BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Visi dan Misi, Tujuan dan Sasaran perlu dipertegas dengan upaya atau cara untuk mencapainya melalui strategi pembangunan daerah dan arah kebijakan yang diambil

Lebih terperinci

Rekam Jejak PDBK Provinsi Sulawesi Barat

Rekam Jejak PDBK Provinsi Sulawesi Barat Rekam Jejak PDBK Provinsi Sulawesi Barat Disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat Pada Acara Refleksi dan Bertukar Pengalaman PDBK Gambaran Umum Luas Daratan : 16.937,16 Km² Luas

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/PRT/M/2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/PRT/M/2012 TENTANG MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/PRT/M/2012 TENTANG PEDOMAN PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DENGAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia merupakan Negara yang berkembang yang giat giatnya melaksanakan

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia merupakan Negara yang berkembang yang giat giatnya melaksanakan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan Negara yang berkembang yang giat giatnya melaksanakan pembangunan di segala bidang termasuk pembangunan di bidang kesehatan.pembangunan kesehatan

Lebih terperinci

KAJIAN PEMBENTUKAN DAN PENYELENGGARAAN UNIT PELAKSANA TEKNIS

KAJIAN PEMBENTUKAN DAN PENYELENGGARAAN UNIT PELAKSANA TEKNIS PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG KAJIAN PEMBENTUKAN DAN PENYELENGGARAAN UNIT PELAKSANA TEKNIS BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) - i - DAFTAR

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.749, 2013 KEMENTERIAN KESEHATAN. Wajib Lapor. Pecandu Narkotika. Tata Cara. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN

Lebih terperinci

Lampiran 1 SURAT IJIN SURVEI AWAL PENELITIAN

Lampiran 1 SURAT IJIN SURVEI AWAL PENELITIAN Lampiran 1 60 SURAT IJIN SURVEI AWAL PENELITIAN Lampiran 2 61 SURAT IJIN SURVEI AWAL PENELITIAN Lampiran 3 62 SURAT IJIN PENELITIAN Lampiran 4 63 SURAT IJIN PENELITIAN Lampiran 5 64 LEMBAR KUESIONER DATA

Lebih terperinci

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Mei 2012. Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP.110020173

KATA SAMBUTAN. Jakarta, Mei 2012. Direktur Jenderal Cipta Karya, Budi Yuwono P. NIP.110020173 KATA SAMBUTAN Banyak masyarakat miskin di pedesaan yang belum mendapatkan air bersih yang layak. Selain itu adalah masyarakat di wilayah peri-urban yang mana masyarakatnya berpenghasilan rendah, pemukiman

Lebih terperinci

selama 12 jam. Pendapatan mereka rataratanya 1.5 juta rupiah sebulan. Saat ini, mata Nelayan 1.000.000 kerja masyarakat adalah nelayan selama 4 jam.

selama 12 jam. Pendapatan mereka rataratanya 1.5 juta rupiah sebulan. Saat ini, mata Nelayan 1.000.000 kerja masyarakat adalah nelayan selama 4 jam. Datar Luas Gambaran Umum Desa Datar Luas terletak di Kecamatan Krueng Sabee dengan luas 1600 Ha terdiri dari tiga dusun yaitu Dusun Makmur Jaya, Dusun Damai dan Dusun Subur. Desa yang dipimpin oleh Andalan

Lebih terperinci

a. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup. b. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam.

a. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup. b. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam. URUSAN LINGKUNGAN HIDUP Pada Tahun Anggaran 2008, penyelenggaraan urusan wajib bidang lingkungan hidup sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yang dilaksanakan oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan

Lebih terperinci

Strategi Sanitasi Kabupaten Empat Lawang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

Strategi Sanitasi Kabupaten Empat Lawang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Perilaku hidup bersih dan sehat setiap masyarakat adalah cermin kualitas hidup manusia. Sudah merupakan keharusan dan tanggung jawab baik pemerintah maupun masyarakat

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KESEHATAN PERLUASAN & PENGARUS UTAMAAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENYEHATAN LINGKUNGAN

KEMENTERIAN KESEHATAN PERLUASAN & PENGARUS UTAMAAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENYEHATAN LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN PERLUASAN & PENGARUS UTAMAAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DALAM PROGRAM PENYEHATAN LINGKUNGAN 1 Target Pemerintah dalam bidang Sanitasi Akses Air Minum dan Sanitasi Layak Indikator

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2008 TENTANG PERAN SERTA LEMBAGA INTERNASIONAL DAN LEMBAGA ASING NONPEMERINTAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

INTEGRASI 3 KOMPONEN STBM

INTEGRASI 3 KOMPONEN STBM BIMA MENUJU KABUPATEN BASNO (BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN NOL) TH. 2015 DENGAN PENDEKATAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) INTEGRASI 3 KOMPONEN STBM PETA KAB.BIMA JUMLAH TINJA BERSERAKAN DI KAB.

Lebih terperinci

RINGKASAN EKSEKUTIF. Kerusakan dan Kerugian

RINGKASAN EKSEKUTIF. Kerusakan dan Kerugian i RINGKASAN EKSEKUTIF Pada tanggal 27 Mei, gempa bumi mengguncang bagian tengah wilayah Indonesia, dekat kota sejarah, Yogyakarta. Berpusat di Samudera Hindia pada jarak sekitar 33 kilometer di selatan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KEMARITIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah

Lebih terperinci

Inisiatif Komunitas dan Pasar Sehat Program SAFE (Strategies Against Flu Emergence)

Inisiatif Komunitas dan Pasar Sehat Program SAFE (Strategies Against Flu Emergence) Inisiatif Komunitas dan Pasar Sehat Program SAFE (Strategies Against Flu Emergence) Heri Haerudin Senior Social & Behavior Change Communication Specialist Disampaikan pada Rapat Koordinasi Pengendalian

Lebih terperinci

INGIN PUNYA TANAH DI YOGYA KETIKA PENSIUN NANTI? ATAU INGIN INVESTASI TANAH DI YOGYA DENGAN PROFIT 20% DALAM 4 BULAN?

INGIN PUNYA TANAH DI YOGYA KETIKA PENSIUN NANTI? ATAU INGIN INVESTASI TANAH DI YOGYA DENGAN PROFIT 20% DALAM 4 BULAN? INGIN PUNYA TANAH DI YOGYA KETIKA PENSIUN NANTI? ATAU INGIN INVESTASI TANAH DI YOGYA DENGAN PROFIT 20% DALAM 4 BULAN? Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu Yogyakarta KLA Project Yogyakarta

Lebih terperinci

SALAM KENAL YORHAN YOHANIS NOME. DOSEN FH UNDANA.

SALAM KENAL YORHAN YOHANIS NOME. DOSEN FH UNDANA. SALAM KENAL YORHAN YOHANIS NOME. DOSEN FH UNDANA. AKTIVITAS: Dewan Penasehat PSA -HAM Undana; BP KontraS Nusa Tenggara; Dewan PakarLPA NTT; Tim Advokasi Warga Binaan Lapas-Rutan Se-NTT; Mitra Kerja Biro

Lebih terperinci

Oleh : Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah

Oleh : Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Oleh : Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah POPULASI PENDUDUK DI JAWA TENGAH SEBANYAK 33.270.207 JIWA JUMLAH PMKS SEBESAR 5.016.701 JIWA / 15,08 % DARI PENDUDUK JATENG PERINCIAN : KEMISKINAN 4,468,621

Lebih terperinci

KRITERIA, INDIKATOR DAN SKALA NILAI FISIK PROGRAM ADIPURA

KRITERIA, INDIKATOR DAN SKALA NILAI FISIK PROGRAM ADIPURA Lampiran IV : Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 01 Tahun 2009 Tanggal : 02 Februari 2009 KRITERIA, INDIKATOR DAN SKALA NILAI FISIK PROGRAM ADIPURA NILAI Sangat I PERMUKIMAN 1. Menengah

Lebih terperinci

PEDOMAN RADIO KOMUNIKASI KEBENCANAAN

PEDOMAN RADIO KOMUNIKASI KEBENCANAAN PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 06 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN RADIO KOMUNIKASI KEBENCANAAN BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

Lebih terperinci

Indonesia Panduan Relawan

Indonesia Panduan Relawan International Animal Rescue Didedikasikan untuk penyelamatan dan rehabilitasi satwa Amal Terdaftar Nomor: AHU-278.AH.01.02.Tahun 2008 Indonesia Panduan Relawan International Animal Rescue (IAR) Yayasan

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCA BENCANA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA Pedoman

Lebih terperinci

Jakarta, Maret 2013 Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, DR. Sudibyo Alimoeso, MA

Jakarta, Maret 2013 Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, DR. Sudibyo Alimoeso, MA 1 SAMBUTAN Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan SDM seutuhnya dimana untuk mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas harus dimulai sejak usia dini. Berbagai studi menunjukkan bahwa periode

Lebih terperinci

Oleh Maria Chatarina Adharti Sri Susriyamtini ; Suci Paresti ; Maria Listiyanti ; Sapto Aji Wirantho ; Budi Santosa

Oleh Maria Chatarina Adharti Sri Susriyamtini ; Suci Paresti ; Maria Listiyanti ; Sapto Aji Wirantho ; Budi Santosa PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KEBUTUHAN LAPANGAN PADA PENGEMBANGAN MODEL KURIKULUM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR BERBASIS EKONOMI PRODUKTIF Oleh Maria Chatarina Adharti Sri Susriyamtini

Lebih terperinci

JAMINAN MUTU LAYANAN KESEHATAN

JAMINAN MUTU LAYANAN KESEHATAN Mutu Asuhan JAMINAN MUTU LAYANAN KESEHATAN Menurut Jacobalis(1989) Dua pendekatan: 1. Pendekatan kesehatan masyarakat(public healt) 2. Pendekatan Institusional(individu) Pendekatan Kesehatan Masyarakat

Lebih terperinci

Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan. membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia

Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan. membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia BAB II KAMPANYE CUCI TANGAN DENGAN SABUN UNTUK ANAK ANAK DI BANDUNG 2. 1. Cuci Tangan Dengan Sabun Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari

Lebih terperinci

Buku Panduan 1on1 Friendship

Buku Panduan 1on1 Friendship Buku Panduan 1on1 Friendship Mengapa One-on-One Friendship? 1on1 Friendship 1on1 Friendship merupakan jejaring yang memupuk nilai-nilai dan praktek-praktek keadilan sosial melalui dialog, kerja sama, dan

Lebih terperinci

KESEPAKATAN BERSAMA ANTARA

KESEPAKATAN BERSAMA ANTARA KESEPAKATAN BERSAMA ANTARA PEMERINTAH KABUPATEN ACEH SINGKIL DAN TIM KOORDINASI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN ACEH TENTANG DUKUNGAN PROGRAM SEDIA UNTUK PENGUATAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN ACEH SINGKIL

Lebih terperinci

Pedoman Pelayanan Program Penyangga Kesehatan Mahasiswa (PPKM) INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Pedoman Pelayanan Program Penyangga Kesehatan Mahasiswa (PPKM) INSTITUT PERTANIAN BOGOR Pedoman Pelayanan Program Penyangga Kesehatan Mahasiswa (PPKM) INSTITUT PERTANIAN BOGOR I P e d o m a n P P K M I n s t i t u t P e r t a n i a n B o g o r I. LATAR BELAKANG Mahasiswa Indonesia sebagai

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.30/MEN/2010 TENTANG RENCANA PENGELOLAAN DAN ZONASI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.30/MEN/2010 TENTANG RENCANA PENGELOLAAN DAN ZONASI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.30/MEN/2010 TENTANG RENCANA PENGELOLAAN DAN ZONASI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN

Lebih terperinci

Individualized Education Program (IEP) Least Restrictive Environment (LRE) Teaming and Collaboration among Professionals

Individualized Education Program (IEP) Least Restrictive Environment (LRE) Teaming and Collaboration among Professionals PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KHUSUS Individualized Education Program (IEP) Least Restrictive Environment (LRE) Teaming and Collaboration among Professionals Individualized Education Program (IEP) Dapat diberikan

Lebih terperinci

Mari Bersiapsiap. www.getreadysydney.com.au. Bagaimana bersiap-siap untuk situasi darurat di. Kota Sydney. Informasi penting bagi penduduk,

Mari Bersiapsiap. www.getreadysydney.com.au. Bagaimana bersiap-siap untuk situasi darurat di. Kota Sydney. Informasi penting bagi penduduk, Mari Bersiapsiap Sydney Bagaimana bersiap-siap untuk situasi darurat di Kota Sydney. Informasi penting bagi penduduk, karyawan dan pengunjung. Panduan ini memberikan garis besar beberapa langkah mudah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan (kuratif) dan pemulihan

BAB I PENDAHULUAN. upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan (kuratif) dan pemulihan 7 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Rumah sakit merupakan suatu institusi di mana segenap lapisan masyarakat bisa datang untuk memperoleh upaya penyembuhan (kuratif) dan pemulihan (rehabilitatif). Upaya

Lebih terperinci