PERHITUNGAN CONTINGENCY DI PROCESS INDUSTRIES

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERHITUNGAN CONTINGENCY DI PROCESS INDUSTRIES"

Transkripsi

1 PERHITUNGAN CONTINGENCY DI PROCESS INDUSTRIES Kristiawan CCE, PMP Tergantung pada skala proyek dan level informasi yang tersedia pada saat penyusunan estimasi, ada beberapa metode yang umum digunakan untuk menghitung besaran contingency.tulisan ini membahas tiga metode perhitungan contingency dan rekomendasi penggunaannya. 1. Definisi Tanyakan definisi contingency kepada orang orang yang terlibat dalam pelaksanaan proyek, kemungkinan besar akan didapat beragam jawaban sesuai dengan sudut pandang masing-masing responden : - Sejumlah dana, yang jika ditambahkan ke estimasi biaya proyek, jumlah totalnya kirakira 1 dollar lebih sedikit dari batas maksimum yang bisa disetujui oleh para pemegang keputusan - Alokasi dana yang akan digunakan jika proyek dikelola dengan buruk - Alokasi dana yang menentukan proyek sukses atau gagal - "Alokasi dana yang akan mulai digunakan oleh Project Team pada saat progress proyek mencapai antara 75% - 100%. - Alokasi dana proyek yang sebaiknya tidak diketahui oleh Construction Manager - Alokasi dana proyek yang akan dihabiskan oleh Project Engineer sebelum pekerjaan lapangan dimulai - Dana proyek yang dihilangkan dari proposal tender, karena perusahaan yakin bisa dapat gantinya dari change orders Standard terminologi dari Association for Advancement of Cost Engineering (AACE) menjelaskan contingency sebagai berikut : Alokasi dana yang ditambahkan ke estimasi untuk mengantisipasi pekerjaan, kondisi, kejadian yang tidak pasti, dimana berdasarkan pengalaman biasanya akan mengakibatkan tambahan biaya. Contingency umumnya dihitung menggunakan analisa statistik atau analisa berdasarkan pengalaman dari proyek-proyek sebelumnya. Contingency tidak dimaksudkan untuk mengantisipasi hal berikut : - Perubahan besar di lingkup pekerjaan proyek, seperti perubahan spesifikasi produk akhir, kapasitas, ukuran bangunan, atau perubahan lokasi proyek. - Kejadian luar biasa seperti pemogokan atau bencana alam - Management reserves - Eskalasi

2 Yang dimaksud dengan kondisi atau kejadian tidak pasti antara lain meliputi kemungkinan kesalahan dalam planning dan estimasi, fluktuasi harga, pengembangan design / perubahan yang masih dalam lingkup pekerjaan, variasi harga pasar dan variasi kondisi lingkungan. Secara umum, contingency adalah bagian dari estimasi biaya dan diperkirakan akan digunakan pada saat pelaksanaan proyek. Istilah process industries meliputi perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur atau produksi chemicals, petrochemicals dan hydrocarbon processing. Dari sudut pandang estimasi, hal umum pada industri ini adalah peran penting process flow diagram (PFD) dan piping and instrumentation diagram (PID) dalam mengembangkan lingkup pekerjaan proyek. Estimasi biaya untuk process facilities terpusat pada mechanical dan process equipments, yang kemudian melibatkan pekerjaan sipil, piping, instrumentasi / proses kontrol dan elektrikal. 2. Klasifikasi & Metode Estimasi AACE telah menyusun standar klasifikasi estimasi biaya yang dapat digunakan sebagai acuan bagi para pelaku industri. Klasifikasi ini menunjukkan tingkat informasi yang tersedia pada saat penyusunan estimasi. Sejalan dengan pengembangan pekerjaan engineering & lingkup pekerjaan proyek, estimasi yang dilakukan juga akan semakin detail. Table 1. AACE Cost Estimate Classification System for the Process Industries Primary Characteristic Secondary Characteristic ESTIMATE CLASS LEVEL OF PROJECT DEFINITION Expressed of % complete of project definition END USAGE Typical purpose of estimate METHODOLOGY Typical estimating method EXPECTED ACCURACY RANGE Typical variation in low and high ranges (a) PREPARATION EFFORT Typical degree of effort relative to least cost index of 1 (b) Class 5 0% to 2% Concept Screening Capacity Factored, Parametric Models, Judgment, or Analogy L : -20% to -50% H : +30% to + 100% 1 Class 4 1% to 15% Study or Feasibility Equipment Factored or Parametric Models L : -15% to -30% H : +20% to +50% 2 to 4 Class 3 10% to 40% Budget, Authorization, or Control Semi-detailed Unit Costs with Assembly Level Line Items L : -10% to -20% H : +10% to +30% 3 to 10 Class 2 30% to 70% Control or Bid/Tender Detailed Unit Cost with Forced Detailed Take-Off L : -5% to -15% H : +5% to + 20% 4 to 20 Class 1 50% to 100% Check Estimate or Bid/Tender Detailed Unit Cost with Detailed Take -Off L : -3% to -10% H : +3% to +15% 5 to 100

3 Secara umum, metode estimasi dapat dibagi dalam 2 kategori : - Conceptual estimate - Detailed estimate Pada conceptual estimate (estimasi kelas 5 & kelas 4 menurut klasifikasi AACE), estimasi untuk berbagai opsi dari conceptual/feasibility study dilakukan berdasarkan data dan/atau pengalaman dari berbagai proyek sebelumnya. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain capacity factored method, physical dimensions method, equipment factored method atau kombinasi dari metode tersebut. Hasil dari conceptual cost estimate tidak diharapkan untuk akurat, tujuannya adalah untuk memberi indikasi awal biaya proyek. Para pemegang keputusan menggunakan informasi ini untuk memutuskan apakah proyek akan go/no go ke phase proyek berikutnya. Jika data referensi proyek terdokumentasi dengan baik, tidak butuh waktu lama untuk menyusun estimasi proyek baru dengan menggunakan metode ini, kadang dapat disusun dalam hitungan jam. Detailed estimate (estimasi kelas 3 kelas 1 menurut klasifikasi AACE) dilakukan pada saat detail engineering dan definisi proyek sudah dikembangkan. Metode ini membutuhkan lingkup pekerjaan proyek yang terdefinisi dengan baik, perhitungan volume pekerjaan yang teliti dan harga unit pekerjaan yang akurat. Akurasi detailed cost estimate jauh lebih baik dibandingkan conceptual cost estimate, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk penyusunan budget, tender atau kontrol biaya proyek. Butuh waktu yang jauh lebih panjang untuk menyusun detailed cost estimate, bisa beberapa minggu atau bahkan bulan untuk mega proyek. 3. Menghitung Besaran Contingency Ada beberapa metode yang umum digunakan untuk menghitung besaran contingency : - Predetermined guidelines - Expert judgment - Quantitative risk and uncertainty simulation (Monte Carlo Simulation) 3.1 Predetermined Guidelines Predetermined guidelines biasanya berupa tabel sederhana yang menunjukkan besaran contingency yang direkomendasikan untuk tahap / kondisi proyek tertentu. Keuntungan dari metode ini adalah mudah digunakan dan konsisten. Kerugiannya, metode ini tidak fleksibel dalam memperhitungkan project risk drivers seperti : - Teknologi baru Penggunaan teknologi baru yang belum terbukti kehandalannya membutuhkan contingency lebih besar.

4 - Tingkat kesulitan proyek Proyek yang rumit membutuhkan contingency lebih besar. - Contract & execution strategy Kontrak reimbursable butuh contingency lebih besar dibanding kontrak lump sum. Proyek fast track butuh contingency lebih besar dibanding schedule normal. - Persentase nilai equipments Umumnya estimasi biaya equipment disusun berdasar penawaran Vendor, sehingga kemungkinan perubahannya relatif kecil. Semakin besar persentase harga equipment terhadap nilai proyek, contingency yang dibutuhkan akan semakin kecil. Tabel 2 menunjukkan contoh predetermined contingency guidelines. Setiap Perusahaan bisa mempunyai besaran contingency yang berbeda berdasarkan pengalaman dari proyek-proyek yang telah dilaksanakan sebelumnya. Table 2 Predetermined Contingency Guidelines AACE Phase Summary Estimate Class Conceptual: Least accurate, as the scope has not been set and many concepts are being screened. The key for good accuracy will be to use consistent methodology and basis to develop and evaluate the estimates. Normal Accuracy Range Typical Contingency 5-50% to +100% 30% Feasibility: Accuracy improves because the PFDs and basic process design are set; however, details of equipment are not. Definition: Sufficient accuracy to allow funding; however, the estimate is not based on actual as-designed bulk quantities. The use of 3D modeling of major items during the phase will greatly improve the accuracy of this estimate by providing a basis for the bulk quantities. Implementation: The control or check estimate is performed at 75 95% completion of the detail engineering. This estimate is the most accurate as it often includes as-purchased data on equipment, real material take-off based bulk quantities, and even construction quotes on labor. 4-15% to +50% 20% 3-10% to +30% 10% 2 & 1-5% to +20% 5% 3.2 Expert Judgment Metode ini adalah pengembangan dari metode predetermined guidelines. Berdasarkan guidelines / prosedur estimasi perusahaan, estimator dan project management team menggunakan keahlian / pengalamannya untuk menentukan besaran contingency yang akan diterapkan pada elemen biaya proyek. Keuntungan metode ini adalah mudah digunakan dan dapat dilakukan dengan cepat oleh tim kecil. Kerugiannya, penilaian mungkin akan subyektif karena perbedaan pengalaman, keahlian dan motivasi dari para expert.

5 Ada beragam format perhitungan contingency menggunakan expert judgment, dua diantaranya dibahas secara singkat dibawah ini The Six Factors for Contingency (SFC) Metode ini digunakan untuk menghitung contingency pada proyek dimana feasibility study telah selesai dilakukan dan pekerjaan engineering masih dalam progress. Riset oleh The Construction Industry Institute (CII) pada tahun 1999 menunjukkan 6 faktor utama yang memberi 85% pengaruh terhadap besaran contingency proyek. Berdasarkan data historis dari berbagai proyek, CII juga menyusun contingency chart untuk dua status engineering progress : - 10%-20% basic design package, nilai contingency berkisar antara 15%-30% - 60%-80% advanced design package, nilai contingency berkisar antara 12%-20% Langkah perhitungan contingency menggunakan SFC : 1. Estimator dan project team memberi rating resiko terhadap 6 faktor utama (yang lebih jauh dijabarkan menjadi 25 sub-faktor) dan menghitung score SFC. 2. Estimator dan project team membuat analisa progress terhadap pekerjaan engineering. 3. Nilai SFC dari perhitungan no. 1 di atas di plot ke contingency chart untuk mendapatkan besaran contingency yang dibutuhkan. Table 3 Scoring the Six Factors for Contingency No. Factor Weighting Rating SFC Score 1 Basic process design 30% 2 Estimators experience and cost database 16% 3 Time allowed to develop the estimate 15% 4 Project and site conditions 15% 5 Current business and labor conditions 13% 6 Team experience and input 11% TOTAL PROJECT CONTINGENCY SCORE: 100% Figure 1 Contingency Chart (Contingency vs SFC Score) 35% 30% 25% 20% 15% Contingency for 10%-20% Basic Design Package Contingency for 60%-80% Advanced Design Package 10% 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0%

6 3.2.2 Evaluasi Contingency terhadap Elemen Pekerjaan Metode expert judgment berikut digunakan untuk menghitung contingency pada detailed estimate. Estimator dan project management team membuat penilaian contingency terhadap elemen pekerjaan di base estimate. Penilaian dilakukan berdasarkan prosedur estimasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan, misalnya contingency untuk resiko tinggi = 15%, menengah = 10%, rendah = 5%. Contoh format perhitungan disajikan pada Tabel 4. Table 4 Contingency Evaluation No. Items of Effect Weight A DIRECT LABOR FACTOR 1 Productivity 2 Escalation 3 Quantity B DIRECT MATERIAL FACTOR 1 Material price 2 Quantity C SUBCONTRACTOR FACTOR 1 Subcontractor cost 2 Quantity D ENGINEERING FACTOR 1 Process labor 2 Design labor 3 Purchasing labor 4 Other labor 5 Mark ups 6 Non labor E CONSTRUCTION EQUIPMENT FACTOR 1 Labor 2 Material 3 Rental F PROJECT MANAGEMENT FACTOR 1 Labor 2 Mark ups 3 Non labor G OVERHEAD & INDIRECTS FACTOR 1 Supervisory labor 2 Non-productive labor 3 Temporary facilities 4 Tools & supplies 5 Admin labor 6 Burdens & benefits Allocated Contingency Weighted Contingency

7 A B C D E F G TOTAL PROJECT CONTINGENCY Direct labor Direct material Subcontractor Engineering Construction equipment Project management Overhead and indirects Adjust and use 3.3 Quantitative Risks and Uncertainty Simulation (Monte Carlo) Analisa Monte Carlo adalah metode statistik yang digunakan untuk identifikasi risks / opportunities and evaluasi contingency. Melalui group meeting, estimasi cost range (low, most likely, high) dilakukan terhadap item pekerjaan di work breakdown structure (WBS). Program simulasi komputer digunakan untuk menghitung berbagai kombinasi dari cost range, untuk mendapatkan kemungkinan total biaya proyek. Hasil dari simulasi Monte Carlo disajikan dalam bentuk kurva cost probability distribution, dimana luasan area dibawah kurva menunjukkan probabilitas. Jika P adalah probability, maka P(x) menunjukkan x% kemungkinan bahwa biaya aktual proyek tidak akan melebihi estimasi. Contingency dihitung sebagai selisih dari nilai proyek pada tingkat keyakinan / confidence level yang dikehendaki dikurangi dengan base estimate. Umumnya contingency dihitung terhadap P50, yang menunjukkan 50% probability bahwa biaya aktual proyek tidak akan melebihi estimasi. Figure 2 menunjukkan contoh kurva cost probability distribution dan perhitungan besaran contingency. Group meeting untuk membuat input data simulasi Monte Carlo diikuti oleh berbagai pihak yang berkaitan dan familiar dengan proyek, seperti estimator, project manager, project engineer, discipline engineer, construction engineer, procurement, project control dan seterusnya. Keuntungan dari metode ini antara lain : - Estimasi dibahas bersama oleh project team melalui group meeting - Identifikasi risks / opportunities dari berbagai item pekerjaan - Buy-in terhadap hasil estimasi dari berbagai pihak yang terlibat dalam simulasi

8 Figure 2 Cost Probability Distribution 4. Rekomendasi Metode Perhitungan Contingency Pada tahun 2004, Independent Project Analysis (IPA) membuat study tentang akurasi 3 metode perhitungan contingency yang telah dibahas sebelumnya. Hasil study terhadap berbagai proyek menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam kemampuan memprediksi besaran contingency. Metode apapun yang digunakan, beberapa proyek membutuhkan contingency lebih besar dari perkiraan, sedangkan beberapa proyek

9 membutuhkan lebih sedikit. Tidak ada pola yang jelas menunjukkan bahwa salah satu metode lebih baik dari metode yang lainnya. Tulisan ini tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa perhitungan contingency menggunakan pendekatan statistik canggih tidak diperlukan, tapi lebih kepada bagaimana memilih metode perhitungan contingency yang paling sesuai. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih metode perhitungan contingency, antara lain : - tingkat informasi yang tersedia pada saat estimasi - nilai dan tingkat kesulitan proyek - usaha yang dibutuhkan untuk menghitung besaran contingency Metode perhitungan contingency yang disarankan untuk beberapa kondisi estimasi disajikan di Tabel 5. Para estimator dan project management team dapat menggunakan tabel ini sebagai referensi dalam memilih metode perhitungan contingency proyek. Table 5 Recommended Contingency Calculation Method Estimation Type Predetermined Expert Opinion Monte Carlo Simulation Conceptual Estimate : X X Detailed Estimate : Small projects < $25 million X X Medium projects $25 - $900 million X Mega projects >$1 billion X References : 1. Contingency Funds Evaluation, John R. Healy, CCE, AACE Transactions, Cost Engineering Terminology, AACE International Recommended Practice No. 10S Cost Estimate Classification System as Applied in Engineering, Procurement, and Construction for the Process Industries, AACE International Recommended Practice No. 18R Evaluating and Calculating Contingency, James A. Bent, CCC, AACE International Transactions, Estimate Contingency, Risk, and Accuracy - What Do They Mean?, Raleigh S. Williamson; Jack F. Browder, CCC; William R. Donnell IV, AACE Transactions, Monte Carlo Analysis: Ten Years of Experience, Dale E. Clark, Cost Engineering Journal, 2001

10 7. Exploring Techniques for Contingency Setting, Scott E. Burroughs; Gob Juntima, AACE International Transactions, 2004 Kristiawan CCE, PMP Cost Engineer at Qatargas Operating Company Ltd Member of Association for Advancement of Cost Engineering (AACE) International & Project Management Institute (PMI) [email protected]

ESTIMASI BIAYA PROYEK KONSTRUKSI

ESTIMASI BIAYA PROYEK KONSTRUKSI ESTIMASI BIAYA PROYEK KONSTRUKSI 1. Pendahuluan adalah seni memperkirakan kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan yang didasarkan pada informasi yang tersedia pada waktu itu (Iman

Lebih terperinci

BID EVALUATION SYSTEM

BID EVALUATION SYSTEM BID EVALUATION SYSTEM Kristiawan Quantity Surveyor Tulisan dibawah ini akan membahas beberapa metode yang digunakan oleh Owner untuk meng-evaluasi penawaran yang diajukan oleh para bidder dalam tender

Lebih terperinci

Mengidentifikasi tingkat akurasi dan satuan ukuran sumber daya yang akan diestimasi / diperkirakan

Mengidentifikasi tingkat akurasi dan satuan ukuran sumber daya yang akan diestimasi / diperkirakan Tidak jarang ditemui proyek teknologi informasi yang gagal dalam menyatukan rencana mengenai ruang lingkup, waktu dan biaya. Para manajer menyebutkan bahwa menyelesaikan proyek tepat waktu merupakan tantangan

Lebih terperinci

MANAJEMEN BIAYA PROYEK

MANAJEMEN BIAYA PROYEK MANAJEMEN BIAYA PROYEK Gentisya Tri Mardiani, M.Kom MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK Biaya Biaya adalah sumber daya yang harus dikorbankan untuk mencapai tujuan spesifik. Biaya umumnya diukur dalam satuan

Lebih terperinci

REKAYASA BIAYA KONSTRUKSI

REKAYASA BIAYA KONSTRUKSI REKAYASA BIAYA KONSTRUKSI Dr. Ir. Budi Susetyo, MT Fakultas TEKNIK Program Studi S2 SIPIL MK 1 Rekayasa Biaya Konstruksi 1. Pengantar rekayasa biaya konstruksi 2. Estimasi biaya tahap konseptual dan detail

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (resource) yang ada. Yang dimaksud dengan sumber daya (resource) di sini

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. (resource) yang ada. Yang dimaksud dengan sumber daya (resource) di sini BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 DEFINISI MANAJEMEN PROYEK Pengertian sederhana dari manajemen proyek adalah proses dalam pencapaian suatu tujuan yang telah disepakati dan dibatasi dengan waktu dan sumber daya

Lebih terperinci

COST SIGNIFICANT MODEL SEBAGAI DASAR PEMODELAN ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI JEMBATAN BETON BERTULANG

COST SIGNIFICANT MODEL SEBAGAI DASAR PEMODELAN ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI JEMBATAN BETON BERTULANG ABSTRACT COST SIGNIFICANT MODEL SEBAGAI DASAR PEMODELAN ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI JEMBATAN BETON BERTULANG Visiyo Desma Falahis 1), Sugiyarto 2), dan Budi Laksito 3) 1) Mahasiswa Teknik Sipil, Fakultas

Lebih terperinci

Pengelolaan Proyek Sistem Informasi Manajemen Ruang Lingkup Proyek. Sistem Informasi Bisnis Pertemuan 2-3

Pengelolaan Proyek Sistem Informasi Manajemen Ruang Lingkup Proyek. Sistem Informasi Bisnis Pertemuan 2-3 Pengelolaan Proyek Sistem Informasi Manajemen Ruang Lingkup Proyek Sistem Informasi Bisnis Pertemuan 2-3 Gambaran Klasik Kegagalan Manajemen Proyek SI Definisi Ruang Lingkup Proyek adalah acuan semua pekerjaan

Lebih terperinci

APA SAJA PEKERJAAN PROCESS DESIGN ENGINEER? Oleh: Fadhli Halim Anggota Milis Migas Indonesia

APA SAJA PEKERJAAN PROCESS DESIGN ENGINEER? Oleh: Fadhli Halim Anggota Milis Migas Indonesia APA SAJA PEKERJAAN PROCESS DESIGN ENGINEER? Oleh: Fadhli Halim Anggota Milis Migas Indonesia PENDAHULUAN Menurut saya, seorang Process Design Engineer haruslah dan dituntut untuk mengetahui scope pekerjaan

Lebih terperinci

3/14/16 Manajemen Proyek IT - Universitas Mercu Buana Yogyakarta

3/14/16 Manajemen Proyek IT - Universitas Mercu Buana Yogyakarta Dosen Pengampu: Anief Fauzan Rozi, S.Kom., M.Eng. Phone/WA: 0856 4384 6541 PIN BB: 29543EC4 Email: [email protected] Website: http://anief.mercubuana- yogya.ac.id 3/14/16 Manajemen Proyek IT - Universitas

Lebih terperinci

SURVEI MENGENAI BIAYA OVERHEAD SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

SURVEI MENGENAI BIAYA OVERHEAD SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA SURVEI MENGENAI BIAYA OVERHEAD SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Henry Pascal Magaline 1, Alvin Januar Haryono 2, Andi 3 ABSTRAK : Biaya overhead sebuah proyek merupakan salah satu unsur harga pokok

Lebih terperinci

Manajemen Biaya Proyek

Manajemen Biaya Proyek Manajemen Biaya Proyek Manajemen Proyek DEFINISI Biaya adalah semua sumber daya yang harus dikorbankan untuk mencapai tujuan spesifik atau untuk mendapat sesuatu sebagai gantinya Biaya pada umumnya diukur

Lebih terperinci

MANAJEMEN RUANG LINGKUP PROYEK. Manajemen Proyek Teknologi Informasi

MANAJEMEN RUANG LINGKUP PROYEK. Manajemen Proyek Teknologi Informasi 1 MANAJEMEN RUANG LINGKUP PROYEK Manajemen Proyek Teknologi Informasi Prolog 2 Manajemen Proyek : Proses Inisiasi (Initiating) Proses Perencanaan (Planning) Proses Pelaksanaan (Execution) Proses Pengendalian

Lebih terperinci

Project Integration Management. Inda Annisa Fauzani Indri Mahadiraka Rumamby

Project Integration Management. Inda Annisa Fauzani Indri Mahadiraka Rumamby Project Integration Management Inda Annisa Fauzani 1106010300 Indri Mahadiraka Rumamby 1106070376 Project Integration Management Develop Project Charter Develop Project Management Plan Direct and Manage

Lebih terperinci

Project Procurement Management. Fajar Pradana S.ST., M.Eng

Project Procurement Management. Fajar Pradana S.ST., M.Eng Project Procurement Management Fajar Pradana S.ST., M.Eng Memahami pentingnya Manajemen Pengadaan dalam Proyek Teknologi Informasi Memahami proses-proses yang dilakukan dalam Manajemen Pengadaan Memahami

Lebih terperinci

Manajemen Biaya Proyek 5/13/2011 1

Manajemen Biaya Proyek 5/13/2011 1 Manajemen Biaya Proyek 5/13/2011 1 Definisi Biaya adalah semua sumber daya yang harus dikorbankan untuk mencapai tujuan spesifik atau untuk mendapat sesuatu sebagai gantinya Biaya pada umumnya diukur dalam

Lebih terperinci

AKOMODASI RESIKO DALAM PROPOSAL TENDER

AKOMODASI RESIKO DALAM PROPOSAL TENDER AKOMODASI RESIKO DALAM PROPOSAL TENDER Dalam pekerjaan sehari-hari, kita sering mendengar tentang tender. Perusahaan atau instansi yang membutuhkan jasa pihak lain, akan melakukan tender untuk mendapatkan

Lebih terperinci

MANAJEMEN RISIKO PROYEK

MANAJEMEN RISIKO PROYEK MANAJEMEN RISIKO PROYEK Gentisya Tri Mardiani, M.Kom MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK Risiko Proyek Risiko proyek merupakan peristiwa negatif yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup sebuah proyek Manajemen

Lebih terperinci

Manajemen Proyek. Dosen : Mila Faila Sufa

Manajemen Proyek. Dosen : Mila Faila Sufa Manajemen Proyek Dosen : Mila Faila Sufa Pengantar Manajemen Proyek Nama Mata Kuliah : Sistem Manajemen Proyek Kode : TIN 433 Jumlah SKS : 3 (tiga) Mata Kuliah Prasyarat : disarankan sudah mengambil mata

Lebih terperinci

Manajemen Ruang Lingkup Dalam Proyek PERTEMUAN 4 HERU LESTIAWAN, M.KOM

Manajemen Ruang Lingkup Dalam Proyek PERTEMUAN 4 HERU LESTIAWAN, M.KOM Manajemen Ruang Lingkup Dalam Proyek PERTEMUAN 4 HERU LESTIAWAN, M.KOM Definisi Ruang Lingkup Proyek adalah acuan semua pekerjaan yang termasuk harus dikerjakan dalam rangka menghasilkan produk proyek,

Lebih terperinci

Disampaikan Oleh: Didi Supriyadi

Disampaikan Oleh: Didi Supriyadi Disampaikan Oleh: Didi Supriyadi Catatan: Slide ini disadur dari Buku Teks oleh Schwalbe, Kathy. Managing Information Technology Project Seventh edition. Boston, MA: Thomson Course Technology, 2014. Silahkan

Lebih terperinci

REKAYASA BIAYA KONSTRUKSI

REKAYASA BIAYA KONSTRUKSI REKAYASA BIAYA KONSTRUKSI Dr. Ir. Budi Susetyo, MT Fakultas TEKNIK Program Studi S2 SIPIL MK 1 Bagian Isi 1. Estimasi biaya konstruksi 2. Estimasi biaya tahap konseptual dan detail 3. Biaya dan kontrak

Lebih terperinci

UTS Manajemen Proyek Rabu, 10 April ,5 jam Closed Book

UTS Manajemen Proyek Rabu, 10 April ,5 jam Closed Book Manajemen Proyek Exercise UTS 2013 UTS Manajemen Proyek Rabu, 10 April 2013 2,5 jam Closed Book Petunjuk pengerjaan: Pengerjaan soal-soal ujian harus menggunakan pulpen (pengerjaan dengan pensil tidak

Lebih terperinci

PROJECT RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO PROYEK) (MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK)

PROJECT RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO PROYEK) (MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK) PROJECT RISK MANAGEMENT (MANAJEMEN RESIKO PROYEK) (MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK) Sufa atin Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia SUF MPPL 2014 PENGERTIAN RESIKO

Lebih terperinci

Inisiasi, Perencanan dan Esekusi dalam Proyek

Inisiasi, Perencanan dan Esekusi dalam Proyek Inisiasi, Perencanan dan Esekusi dalam Proyek Project Phases 1. Initiation Tahap pertama adalah tahap inisiasi, di mana proyek dipilih dan ditetapkan. 2. Planning Pada tahap perencanaan, keputusan dibuat

Lebih terperinci

SKRIPSI ANALISIS RISIKO KONSTRUKSI STRUKTUR BORE PILE PADA PROYEK DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)

SKRIPSI ANALISIS RISIKO KONSTRUKSI STRUKTUR BORE PILE PADA PROYEK DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) SKRIPSI ANALISIS RISIKO KONSTRUKSI STRUKTUR BORE PILE PADA PROYEK DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus : Proyek Perkuatan Lereng Kiri Kaki Bendungan Jatigede Sumedang Jawa Barat)

Lebih terperinci

PROJECT COST MANAGEMENT (MANAJEMEN BIAYA PROYEK) (MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK)

PROJECT COST MANAGEMENT (MANAJEMEN BIAYA PROYEK) (MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK) PROJECT COST MANAGEMENT (MANAJEMEN BIAYA PROYEK) (MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK) Sufa atin Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia SUF MPPL 2014 PENGERTIAN BIAYA

Lebih terperinci

PENYEMPURNAAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGUNAKAN MODEL FRIEDMAN DENGAN BANTUAN MODEL TEORI UTILITAS DAN AHP ( ANALYTIC HIERARCHY PROCESS )

PENYEMPURNAAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGUNAKAN MODEL FRIEDMAN DENGAN BANTUAN MODEL TEORI UTILITAS DAN AHP ( ANALYTIC HIERARCHY PROCESS ) PENYEMPURNAAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGUNAKAN MODEL FRIEDMAN DENGAN BANTUAN MODEL TEORI UTILITAS DAN AHP ( ANALYTIC HIERARCHY PROCESS ) Studi kasus : Strategi penawaran PT. Yala Perkasa International

Lebih terperinci

KONTEN DAN PROSES MANAJEMEN PROYEK

KONTEN DAN PROSES MANAJEMEN PROYEK KONTEN DAN PROSES MANAJEMEN PROYEK Manajemen Ruang Lingkup Proyek Ruang lingkup/scope : semua pekerjaan dan proses yang terkait dengan pembuatan produk. Apa yang harus atau tidak dilakukan Deliverables

Lebih terperinci

MODEL PENGENDALIAN BIAYA DAN JADWAL PEMBANGUNAN KAPAL DENGAN PENDEKATAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS

MODEL PENGENDALIAN BIAYA DAN JADWAL PEMBANGUNAN KAPAL DENGAN PENDEKATAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS MODEL PENGENDALIAN BIAYA DAN JADWAL PEMBANGUNAN KAPAL DENGAN PENDEKATAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS Dendi Adi Saputra M 1) Triwilaswandio WP 2) Jurusan Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Lebih terperinci

BAB 9 PROJECT PROCUREMENT MANAGEMENT

BAB 9 PROJECT PROCUREMENT MANAGEMENT BAB 9 PROJECT PROCUREMENT MANAGEMENT Project Procurement Management Project procurement management mencakup proses-proses yang diperlukan untuk membeli atau memperoleh produk, jasa, atau hasil yang dibutuhkan

Lebih terperinci

Project Initiation. By: Uro Abd. Rohim. U. Abd.Rohim Manajemen Proyek (Project Initiation) Halaman: 1

Project Initiation. By: Uro Abd. Rohim. U. Abd.Rohim Manajemen Proyek (Project Initiation) Halaman: 1 Project Initiation By: Uro Abd. Rohim Halaman: 1 Penetapan Jalannya Proyek (1) Customer Problem IT Solutin Provider Identification Define Scope Review (solution) Approve (solution) Review (Proposal) Proposed

Lebih terperinci

MINGGU KE-12 MANAJEMEN RESIKO

MINGGU KE-12 MANAJEMEN RESIKO MINGGU KE-12 MANAJEMEN RESIKO Manajemen resiko proyek adalah suatu seni dan pengetahuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merespon resiko sepanjang siklus proyek dalam rangka mencapai sasaran proyek.

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Dari hasil evaluasi penerapan manajemen pengendalian proyek South

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Dari hasil evaluasi penerapan manajemen pengendalian proyek South BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1. Simpulan Dari hasil evaluasi penerapan manajemen pengendalian proyek South Sumatra NGL Project PT. Tripatra dapat dilihat dari aspek lingkungan pengendalian dan proses pengendalian.

Lebih terperinci

SOAL UJIAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU

SOAL UJIAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU SOAL UJIAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU Bidang Studi : Manajemen Proyek Konstruksi Hari/Tanggal : TBS Waktu : 09.00 11.00 Wita ( 120 Menit ) Sifat : Close Book Tempat : TBN Pertanyaan: 1. Manakah dari pernyataan

Lebih terperinci

Project Integration Management

Project Integration Management 1. RELASI DENGAN SISIPLIN ILMU LAIN always begin with Problem (John J. Rakos) Practice Software estimation, Life cycles, Quality models Proyek yang baik adalah proyek yang mencapai titik kesetimbangan

Lebih terperinci

PEMBUATAN PERANGKAT AUDIT PERENCANAAN PROYEK PERANGKAT LUNAK BERDASARKAN CMMI 1.2 PADA PT GRATIKA

PEMBUATAN PERANGKAT AUDIT PERENCANAAN PROYEK PERANGKAT LUNAK BERDASARKAN CMMI 1.2 PADA PT GRATIKA PEMBUATAN PERANGKAT AUDIT PERENCANAAN PROYEK PERANGKAT LUNAK BERDASARKAN CMMI 1.2 PADA PT GRATIKA Irvan Nurachman 5206100012 Pembimbing: Ir. Aris Tjahyanto, M.Kom Apol Pribadi Subriadi, S.T, M.T Fakultas

Lebih terperinci

PEMANFAATAN INFORMASI BERDASARKAN PORTER S FIVE FORCES DALAM BISNIS FABRIKASI BAJA UNTUK MENDAPATKAN KEUNGGULAN BERSAING

PEMANFAATAN INFORMASI BERDASARKAN PORTER S FIVE FORCES DALAM BISNIS FABRIKASI BAJA UNTUK MENDAPATKAN KEUNGGULAN BERSAING PEMANFAATAN INFORMASI BERDASARKAN PORTER S FIVE FORCES DALAM BISNIS FABRIKASI BAJA UNTUK MENDAPATKAN KEUNGGULAN BERSAING Kristiawan Hengki Kusuma 1), Januar Budiman 2) ABSTRAK: Saat ini perusahaan fabrikasi

Lebih terperinci

Ir Wajan Harivan, MBA, PMP, ITIL Lingga Wardhana, ST, MBA

Ir Wajan Harivan, MBA, PMP, ITIL Lingga Wardhana, ST, MBA Ir Wajan Harivan, MBA, PMP, ITIL Lingga Wardhana, ST, MBA i Ir Wajan Harivan, MBA, PMP, ITIL Lingga Wardhana, ST, MBA Risk Management In Telecommunication Project ii Risk Management in Telecommunication

Lebih terperinci

Adri Priadana Ahmad Irfan A. Aris Wahyu M

Adri Priadana Ahmad Irfan A. Aris Wahyu M Adri Priadana Ahmad Irfan A. Aris Wahyu M Tujuan Pembelajaran Memahami pentingnya project cost management Menjelaskan prinsip-prinsip dasar, konsep, dan istilah dari project cost management Menjelaskan

Lebih terperinci

Perencanaan Proyek Perancangan Perangkat Lunak

Perencanaan Proyek Perancangan Perangkat Lunak Perencanaan Proyek Perangkat Lunak Perancangan Perangkat Lunak Software Engineering Bertalya,, 2009 Perencanaan Proyek Objektivitas perencanaan proyek adalah menyediakan framework yang dapat memungkinkan

Lebih terperinci

PENERAPAN PENDEKATAN SIMULASI MONTE CARLO PADA PROSES ESTIMASI BIAYA PROYEK PEMASANGAN BOX CULVERT KENJERAN LARANGAN

PENERAPAN PENDEKATAN SIMULASI MONTE CARLO PADA PROSES ESTIMASI BIAYA PROYEK PEMASANGAN BOX CULVERT KENJERAN LARANGAN PENERAPAN PENDEKATAN SIMULASI MONTE CARLO PADA PROSES ESTIMASI BIAYA PROYEK PEMASANGAN BOX CULVERT KENJERAN LARANGAN Claudia Masita Imaniar Suryanto, Nugroho Priyo Negoro Jurusan Teknik Industri Institut

Lebih terperinci

MANAJEMEN BIAYA PROYEK MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK. Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

MANAJEMEN BIAYA PROYEK MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK. Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia MANAJEMEN BIAYA PROYEK MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia Pendahuluan Biaya adalah semua sumber daya yang harus dikorbankan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Sistem Informasi Sistem informasi merupakan sekumpulan orang, prosedur, dan sumber daya dalam mengumpulkan, melakukan proses, dan menghasilkan informasi dalam suatu organisasi

Lebih terperinci

Salah satu alat evaluasi Adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap manajemen proyek: metodologi, prosedur, anggaran, pengeluaran dan progress pekerjaan

Salah satu alat evaluasi Adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap manajemen proyek: metodologi, prosedur, anggaran, pengeluaran dan progress pekerjaan Salah satu alat evaluasi Adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap manajemen proyek: metodologi, prosedur, anggaran, pengeluaran dan progress pekerjaan Tujuan: jika ada masalah cepat diketahui, dan jika ada

Lebih terperinci

TESIS. Oleh HARI PRAPTARJO NIM :

TESIS. Oleh HARI PRAPTARJO NIM : EVALUASI METODA PERHITUNGAN DAN ANALISA KEHANDALAN KAPASITAS PONDASI TIANG PANCANG TUNGGAL YANG DIBEBANI SECARA AKSIAL BERDASARKAN DATA SPT DAN CPT TESIS Karya tulis sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan

Lebih terperinci

LAMPIRAN 1 KUESIONER

LAMPIRAN 1 KUESIONER LAMPIRAN 1 KUESIONER 149 FAKTOR FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA WAKTU PROYEK EPC GAS DI INDONESIA KUESIONER PENELITIAN THESIS Oleh JUANTO SITORUS 0606002616 BIDANG KEKHUSUSAN MANAJEMEN

Lebih terperinci

Teknik Informatika S1

Teknik Informatika S1 Teknik Informatika S1 Software Requirement Engineering Requirement Classification Disusun Oleh: Egia Rosi Subhiyakto, M.Kom, M.CS Teknik Informatika UDINUS [email protected] +6285740278021 SILABUS MATA

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Proyek Konstruksi Suatu proyek konstruksi biasanya merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hanya satu kali dilaksanakan dan umumnya berjangka waktu pendek. Selain

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Project life cycle. Construction. Tender Document. Product

BAB I PENDAHULUAN. Project life cycle. Construction. Tender Document. Product BAB I PENDAHULUAN 1. 1. LATAR BELAKANG MASALAH Secara umum siklus kehidupan proyek konstruksi terbagi atas empat bagian besar yaitu studi kelayakan (feasibility study), estimasi proyek (detail estimate

Lebih terperinci

FASE PERENCANAAN. MPSI sesi 4

FASE PERENCANAAN. MPSI sesi 4 FASE PERENCANAAN MPSI sesi 4 PERENCANAAN PROYEK BAGIAN DARI MANAJEMEN PROYEK Pembagian Pengalokasian penjadwalan (schedulling) Pekerjaan dalam lingkup proyek PEOPLE 4+1 P PRODUCT PROCESS PROJECT Sistem

Lebih terperinci

Paradigma Manajemen Resiko. control. track RISK. identify. plan. analyze

Paradigma Manajemen Resiko. control. track RISK. identify. plan. analyze Manajemen Resiko 1 Paradigma Manajemen Resiko control track plan RISK analyze identify 2 Manajemen Resiko Strategi Risiko Reaktif & Proaktif Risiko Perangkat Lunak Identifikasi Risiko Proyeksi Risiko Pengurangan,

Lebih terperinci

PROJECT INITIATION. Penetapan Jalannya Proyek (2) Customer Problem. Identification. Define Scope. Proposed Solution.

PROJECT INITIATION. Penetapan Jalannya Proyek (2) Customer Problem. Identification. Define Scope. Proposed Solution. By: UroAbd. Rohim, S.Kom. MT PROJECT INITIATION (Project Initiation) 1 Penetapan Jalannya Proyek (1) Customer Problem IT Solutin Provider Identification Define Scope Review (solution) Approve (solution)

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Dari sejumlah rangkaian analisis dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil beberapa kesimpulan dan saran. 5.1 Kesimpulan Hasil akhir penelitian

Lebih terperinci

MANAJEMEN PENGADAAN DALAM PROYEK. Chapter 12

MANAJEMEN PENGADAAN DALAM PROYEK. Chapter 12 MANAJEMEN PENGADAAN DALAM PROYEK Chapter 12 DEFINISI Manajemen pengadaan adalah suatu proses yang menjamin tersedianya barang maupun jasa dari luar yang dibutuhkan oleh proyek. Manajemen pengadaan diperlukan

Lebih terperinci

Keuntungan Manajemen Resiko

Keuntungan Manajemen Resiko MANAJEMEN RESIKO 1 Tujuan Pembelajaran Memahami apa yang dimaksud dengan resiko dan apa pentingnya mengelola resiko proyek Mengetahui resiko yang umum terjadi pada Proyek Teknologi Informasi Memahami proses/tahapan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : TEAMs, Pengadaan Asset, SAP EAM, Material Management, Line Item, Sistem Terintegrasi. i Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci : TEAMs, Pengadaan Asset, SAP EAM, Material Management, Line Item, Sistem Terintegrasi. i Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Setiap perusahaan membutuhkan asset dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Sebelum sebuah material menjadi sebuah asset, terjadi proses pengadaan asset. Untuk dapat mengatur asset dengan baik,

Lebih terperinci

BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1. Pendahuluan Latar Belakang Tujuan

BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1. Pendahuluan Latar Belakang Tujuan BAB I PERSYARATAN PRODUK 1.1. Pendahuluan Pada bab satu ini dibahas mengenai persyaratan produk dari laporan ini. Persyaratan produk ini dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu tujuan, ruang lingkup proyek,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya mendapatkan pekerjaan ( proyek ) pada sector jasa konstruksi hampir

BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya mendapatkan pekerjaan ( proyek ) pada sector jasa konstruksi hampir BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam upaya mendapatkan pekerjaan ( proyek ) pada sector jasa konstruksi hampir selalu melalui proses yang dinamakan pelelangan ( tender ). Proses ini menjadi sangat

Lebih terperinci

PENGANTAR MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK

PENGANTAR MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK PENGANTAR MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK Riani Lubis Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia Proyek Sebuah proyek adalah "usaha sementara

Lebih terperinci

PAPER Project Cost Management

PAPER Project Cost Management PAPER Project Cost Management Triani Wulandari 1101130032 Goklas Giovani S. 1101130034 Hendriadi Mukri 1101130035 Rana Krisnanda K. 1101130040 M. Ramdoni Pratomo 1101130041 Disusun oleh: Queensha Shancia

Lebih terperinci

Manajemen Lingkup Proyek. Information Technology Project Management, Fourth Edition

Manajemen Lingkup Proyek. Information Technology Project Management, Fourth Edition Manajemen Lingkup Proyek Information Technology Project Management, Fourth Edition Manajemen Lingkup Proyek Lingkup mengacu pada semua pekerjaan yang terlibat dalam menciptakan produk-produk dari proyek

Lebih terperinci

MANAJEMEN PROYEK FRAMEWORK

MANAJEMEN PROYEK FRAMEWORK MANAJEMEN PROYEK FRAMEWORK PROJECT MANAGEMENT FRAMEWORK Kelompok Proses dalam PMBOK KNOWLEDGE AREA PROJECT MANAGEMENT PROCESS GROUPS INITIATING PLANNING EXECUTING MONITORING & CONTROLLING CLOSING Integration

Lebih terperinci

BAB 3 PERENCANAAN PROYEK

BAB 3 PERENCANAAN PROYEK BAB 3 PERENCANAAN PROYEK 3.1. PENDAHULUAN Sekarang anda sudah mengevaluasi proyek dan memutuskan untuk melanjutkannya. Pertama, anda harus meyakinkan rekan-rekan lain bahwa proyek sebaiknya dilaksanakan.

Lebih terperinci

Tujuan Instruksional khusus

Tujuan Instruksional khusus Tujuan Instruksional Umum Mahasiswa mengetahui berbagai tujuan dari kegunaan estimasi biaya konstruksi, sehingga dapat memperkirakan biaya suatu konstruksi secara tepat sesuai dengan tujuan dan sasarsn

Lebih terperinci

SIMULASI MONTE CARLO RISK MANAGEMENT DEPARTMENT OF INDUSTRIAL ENGINEERING

SIMULASI MONTE CARLO RISK MANAGEMENT DEPARTMENT OF INDUSTRIAL ENGINEERING SIMULASI MONTE CARLO RISK MANAGEMENT DEPARTMENT OF INDUSTRIAL ENGINEERING PENGANTAR Simulasi Monte Carlo didefinisikan sebagai semua teknik sampling statistik yang digunakan untuk memperkirakan solusi

Lebih terperinci

PROJECT CLOSURE (MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK) Sufa atin Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia

PROJECT CLOSURE (MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK) Sufa atin Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia PROJECT CLOSURE (MATA KULIAH MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK) Sufa atin Program Studi Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia SUF MPPL 2014 PENGERTIAN PROJECT CLOSURE 2 Project Closure merupakan

Lebih terperinci

PERBANDINGAN PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA LANJUTAN PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

PERBANDINGAN PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA LANJUTAN PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA PERBANDINGAN PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA LANJUTAN PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA LAPORAN Ditulis untuk Menyelesaikan Matakuliah Tugas Akhir Semester VI Pendidikan

Lebih terperinci

THESIS. OPTIMASI PEMILIHAN KOMBINASI ALAT BERAT DENGAN APLIKASI REKURSIF DYNAMIC PROGRAMMING Studi Kasus : PT. VICO INDONESIA

THESIS. OPTIMASI PEMILIHAN KOMBINASI ALAT BERAT DENGAN APLIKASI REKURSIF DYNAMIC PROGRAMMING Studi Kasus : PT. VICO INDONESIA THESIS OPTIMASI PEMILIHAN KOMBINASI ALAT BERAT DENGAN APLIKASI REKURSIF DYNAMIC PROGRAMMING Studi Kasus : PT. VICO INDONESIA Disusun Oleh: NUGRAHA INDRA PERMADI 25099081 PROGRAM MAGISTER TEKNIK SIPIL BIDANG

Lebih terperinci

PROJECT MANAGEMENT PLAN RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN DAN SELEKSI PEGAWAI MENGGUNAKAN METODE MANAGEMENT BY OBJECTIVE

PROJECT MANAGEMENT PLAN RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN DAN SELEKSI PEGAWAI MENGGUNAKAN METODE MANAGEMENT BY OBJECTIVE MY QUALITY SOFTWARE PROJECT MANAGEMENT PLAN RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN DAN SELEKSI PEGAWAI MENGGUNAKAN METODE MANAGEMENT BY OBJECTIVE Hastin Istiqomah N 08.41010.0148 Nur Aini Maya Sari

Lebih terperinci

Faktor-faktor Penentu dalam Pemilihan Jenis Kontrak Untuk Proyek Pembangunan Gedung Pertokoan. M. Ikhsan Setiawan, ST, MT

Faktor-faktor Penentu dalam Pemilihan Jenis Kontrak Untuk Proyek Pembangunan Gedung Pertokoan. M. Ikhsan Setiawan, ST, MT Faktor Penentu Pemilihan Kontrak Proyek Gedung (M. Ikhsan S) 49 Faktor-faktor Penentu dalam Pemilihan Jenis Kontrak Untuk Proyek Pembangunan Gedung Pertokoan M. Ikhsan Setiawan, ST, MT ABSTRAK Dalam pelelangan

Lebih terperinci

BAB 3 PERENCANAAN PROYEK

BAB 3 PERENCANAAN PROYEK BAB 3 PERENCANAAN PROYEK 3.1. PENDAHULUAN Sekarang anda sudah mengevaluasi proyek dan memutuskan untuk melanjutkannya. Pertama, anda harus meyakinkan rekan-rekan lain bahwa proyek sebaiknya dilaksanakan.

Lebih terperinci

Pertemuan 13 Manajemen Pengadaan

Pertemuan 13 Manajemen Pengadaan Pertemuan 13 Manajemen Pengadaan Tujuan Memahami pentingnya Manajemen Pengadaan dalam Proyek Teknologi Informasi Memahami proses-proses yang dilakukan dalam Manajemen Pengadaan Memahami alat dan teknik

Lebih terperinci

ABSTRAK. Teknologi pengkode sinyal suara mengalami kemajuan yang cukup. pesat. Berbagai metode telah dikembangkan untuk mendapatkan tujuan dari

ABSTRAK. Teknologi pengkode sinyal suara mengalami kemajuan yang cukup. pesat. Berbagai metode telah dikembangkan untuk mendapatkan tujuan dari ABSTRAK Teknologi pengkode sinyal suara mengalami kemajuan yang cukup pesat. Berbagai metode telah dikembangkan untuk mendapatkan tujuan dari pengkode sinyal suara yaitu output sinyal suara yang mempunyai

Lebih terperinci

Steps. Defining the project scope. Establishing project priorities Creating WBS Integrating WBS with OBS Coding the WBS for the IS

Steps. Defining the project scope. Establishing project priorities Creating WBS Integrating WBS with OBS Coding the WBS for the IS Definisi Proyek Steps Defining the project scope Project objectives Deliverables Milestones Technical requirement Limits & exclusion Reviews with customer Establishing project priorities Creating WBS Integrating

Lebih terperinci

Overview Planning Project didasarkan pada sejumlah estimasi yang mencerminkan pemahaman thd situasi yang sekarang, informasi tersedia, dan asumsi yang

Overview Planning Project didasarkan pada sejumlah estimasi yang mencerminkan pemahaman thd situasi yang sekarang, informasi tersedia, dan asumsi yang Risk Management Overview Planning Project didasarkan pada sejumlah estimasi yang mencerminkan pemahaman thd situasi yang sekarang, informasi tersedia, dan asumsi yang kita buat. Faktanya kita harus menaksir

Lebih terperinci

Project Plan Cost Estimation. I Dewa Md. Adi Baskara Joni S.Kom., M.Kom

Project Plan Cost Estimation. I Dewa Md. Adi Baskara Joni S.Kom., M.Kom Project Plan Cost Estimation I Dewa Md. Adi Baskara Joni S.Kom., M.Kom Why? Hubungan antara konsep umum dengan teknik analisis ekonomi dalam Rekayasa Perangkat Lunak Teknik yang menyediakan bagian penting

Lebih terperinci

PENERAPAN PENJADWALAN PROBABILISTIK PADA PROYEK PENGEMBANGAN GEDUNG FSAINTEK UNAIR

PENERAPAN PENJADWALAN PROBABILISTIK PADA PROYEK PENGEMBANGAN GEDUNG FSAINTEK UNAIR TUGAS AKHIR PENERAPAN PENJADWALAN PROBABILISTIK PADA PROYEK PENGEMBANGAN GEDUNG FSAINTEK UNAIR WINDIARTO ABISETYO NRP 3106100105 DOSEN PEMBIMBING Farida Rachmawati, ST., MT. JURUSAN TEKNIK SIPIL Fakultas

Lebih terperinci

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

BAB II PROFIL PERUSAHAAN BAB II PROFIL PERUSAHAAN 2.1 Latar Belakang/ Sejarah Perusahaan Rekagraha Quantitama adalah salah satu Perusahaan swasta Nasional yang bergerak dibidang jasa Konsultan Biaya Bangunan atau yang dikenal

Lebih terperinci

METODOLOGI MANAJEMEN PROYEK

METODOLOGI MANAJEMEN PROYEK METODOLOGI MANAJEMEN PROYEK Gentisya Tri Mardiani, M.Kom MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK Metodologi Manajemen Proyek The traditional approach : 1. Project Initiation Stage 2. Project Planning or Design

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i. ABSTRACT... ii. KATA PENGANTAR... iii. DAFTAR ISI... v. DAFTAR TABEL... ix. DAFTAR GAMBAR... x. DAFTAR LAMPIRAN...

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i. ABSTRACT... ii. KATA PENGANTAR... iii. DAFTAR ISI... v. DAFTAR TABEL... ix. DAFTAR GAMBAR... x. DAFTAR LAMPIRAN... DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK... i ABSTRACT... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xii BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang Masalah...

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Perencanaan MEP Proyek Whiz Hotel Yogyakarta di Yogyakarta, yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Perencanaan MEP Proyek Whiz Hotel Yogyakarta di Yogyakarta, yang BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Pada penelitian ini, dijelaskan secara singkat mengenai Pelaksanaan Perencanaan MEP Proyek Whiz Hotel Yogyakarta di Yogyakarta, yang merupakan sebuah proyek

Lebih terperinci

Network Palanning EVALUASI IMPLEMENTASI ANALISA CPM/PERT DAN EVA DALAM MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI

Network Palanning EVALUASI IMPLEMENTASI ANALISA CPM/PERT DAN EVA DALAM MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI http://jihadi.staff.umm.ac.id/2010/03/networkpalanning/ Network Palanning EVALUASI IMPLEMENTASI ANALISA CPM/PERT DAN EVA DALAM MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI By Ajie Wahyujati Abstract Materi Tambahan : Materi

Lebih terperinci

APLIKASI RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BERBASIS JARINGAN CLIENT-SERVER

APLIKASI RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BERBASIS JARINGAN CLIENT-SERVER APLIKASI RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BERBASIS JARINGAN CLIENT-SERVER Alvi Fajar Purnama Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer - Universitas Komputer Indonesia e-mail : [email protected]

Lebih terperinci

Perencanaan Kebutuhan Material (MRP)

Perencanaan Kebutuhan Material (MRP) Perencanaan Kebutuhan Material (MRP) Komponen-komponen: 1. Sistem penjadwalan produksi menghasilkan master jadwal produksi yang mencakup lead time terpanjang ditambah waktu produksi terpanjang. 2. Sistem

Lebih terperinci

Universitas Bina Nusantara

Universitas Bina Nusantara Universitas Bina Nusantara Jurusan Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil tahun 2007 MANAJEMEN PROYEK ORACLE FINANCIAL OLEH PT. SAPORA NUSANTARA STUDI KASUS DI TPK KOJA Andini Suryasari

Lebih terperinci

KONTEKS & PROSES MANAJEMEN PROYEK. PERTEMUAN 2 Heru Lestiawan, M.Kom

KONTEKS & PROSES MANAJEMEN PROYEK. PERTEMUAN 2 Heru Lestiawan, M.Kom KONTEKS & PROSES MANAJEMEN PROYEK PERTEMUAN 2 Heru Lestiawan, M.Kom DEFINISI MANAJEMEN PROYEK Project management is the application of knowledge, skills, tools and techniques to project activities to meet

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Perumusan Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Perumusan Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pembangunan apartemen adalah salah satu pembangunan yang menimbulkan risiko tinggi bagi proyek tersebut maupun lingkungan sekitarnya dibandingkan dengan pembangunan

Lebih terperinci

Cobit memiliki 4 Cakupan Domain : 1. Perencanaan dan Organisasi (Plan and organise)

Cobit memiliki 4 Cakupan Domain : 1. Perencanaan dan Organisasi (Plan and organise) COBIT Control Objective for Information and related Technology Dikeluarkan dan disusun oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA (Information Systems Audit and Control Association)

Lebih terperinci

Project Management Project Management Body of Knowledge. Boldson, S.Kom., MMSI

Project Management Project Management Body of Knowledge. Boldson, S.Kom., MMSI Project Management Body of Knowledge Proyek Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Proyek yang berhubungan dengan pengembangan sistem informasi internal perusahaan Proyek yang berhubungan dengan pengembangan

Lebih terperinci

BAB 3 PERENCANAAN PROYEK

BAB 3 PERENCANAAN PROYEK BAB 3 PERENCANAAN PROYEK 3.1. PENDAHULUAN Sekarang anda sudah mengevaluasi proyek dan memutuskan untuk melanjutkannya. Pertama, anda harus meyakinkan rekan-rekan lain bahwa proyek sebaiknya dilaksanakan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan beberapa hal mendasar pada penulisan tugas akhir ini. Hal-hal tersebut meliputi latar belakang, permasalahan, batasan masalah, tujuan, manfaat, dan sistematika pembahasan

Lebih terperinci

ESTIMASI HARGA PESAWAT WING IN SURFACE EFFECT BERKAPASITAS 8 KURSI (WISE-8)

ESTIMASI HARGA PESAWAT WING IN SURFACE EFFECT BERKAPASITAS 8 KURSI (WISE-8) ESTIMASI HARGA PESAWAT WING IN SURFACE EFFECT BERKAPASITAS 8 KURSI (WISE-8) Tugas Akhir Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan Sarjana Oleh : HARRY MUNANDAR 13602024 Pembimbing : Dr. Ir. Hisar

Lebih terperinci

Biaya Perawatan. Sistem Perawatan TIP FTP UB

Biaya Perawatan. Sistem Perawatan TIP FTP UB Biaya Perawatan Sistem Perawatan TIP FTP UB Bahasan Definisi biaya perawatan Komponen biaya perawatan Beberapa alasan perlunya penentuan biaya perawatan Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya perawatan

Lebih terperinci

Konsep Earned Value dalam Aplikasi Pengelolaan Proyek Konstruksi

Konsep Earned Value dalam Aplikasi Pengelolaan Proyek Konstruksi JURNAL ILMIAH SEMESTA TEKNIKA Vol. 11 No. 2 (November 2008): 153-161 153 Konsep Earned Value dalam Aplikasi Pengelolaan Proyek Konstruksi (Earned Value Concept for Application on Construction Project Management)

Lebih terperinci

WISE WISE PM-MODUL 010 WISE PM-MODUL 010. RISK MANAGEMENT AT BUILDING PROJECT Presented on CPD Workshop Sept /16/2016 PM-MODUL 010

WISE WISE PM-MODUL 010 WISE PM-MODUL 010. RISK MANAGEMENT AT BUILDING PROJECT Presented on CPD Workshop Sept /16/2016 PM-MODUL 010 RISK MANAGEMENT AT BUILDING PROJECT Presented on CPD Workshop 19-20 Sept 2016 By Ir. Andi Taufan Marimba, MM. MBA. IPM. MPM. 2016 Tujuan Pembelajaran & Daftar Isi Section No. Slide Name Tujuan Pembelajaran

Lebih terperinci

ANALISA RISIKO UNTUK MENENTUKAN BIAYA KONTINJENSI PADA PELAKSANAAN KONSTRUKSI PROYEK JALAN TOL SURABAYA-MOJOKERTO SEKSI IB

ANALISA RISIKO UNTUK MENENTUKAN BIAYA KONTINJENSI PADA PELAKSANAAN KONSTRUKSI PROYEK JALAN TOL SURABAYA-MOJOKERTO SEKSI IB ANALISA RISIKO UNTUK MENENTUKAN BIAYA KONTINJENSI PADA PELAKSANAAN KONSTRUKSI PROYEK JALAN TOL SURABAYA-MOJOKERTO SEKSI IB Wira Wardhana 1), Putu Artama Wiguna 2), dan Supani Hardjo Diputro 2) 1) Program

Lebih terperinci