TOR RISET KUANTITATIF IDENTIFIKASI KEPENTINGAN DALAM RANGKA PRIDE CAMPAIGN TNUK BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "TOR RISET KUANTITATIF IDENTIFIKASI KEPENTINGAN DALAM RANGKA PRIDE CAMPAIGN TNUK BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON"

Transkripsi

1 TOR RISET KUANTITATIF IDENTIFIKASI KEPENTINGAN DALAM RANGKA PRIDE CAMPAIGN TNUK BALAI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON Jl. Perintis Kemerdekaan No. 51 Labuan Pandeglang Banten

2 I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Riset kuantitatif identifikasi kepentingan merupakan salah satu perangkat penelitian yang digunakan untuk membantu menyediakan informasi dan data yang diperlukan dalam upaya mengetahui kepentingan khalayak target, dan memperdalam asumsi dasar yang sebelumnya telah tersedia. Balai Taman Nasional Ujung Kulon saat ini sedang mengembangkan program Kesepakatan Pengelolaan Hutan Partisipatif (KPH Partisipatif) dan Pride Campaign, dalam perjalanannya beberapa proses dan tahapan awal telah dilakukan, diantaranya mengadakan Stakeholder Workshop, Riset Kualitatif dengan tokoh dan pakar, pemberian peingkat ancaman, pelatihan serta pemantapan Pengelolaan Hutan Partisipatif di Akar Sari. Dari tahapan tersebut diperoleh data bahwa pembukaan sawah baru didalam kawasan hutan menduduki peringkat ancaman pertama terhadap kelestarian Taman Nasional Ujung Kulon, beberapa faktor penyebab ancaman tersebut diantaranya keterbatasan lahan yang ada di desa, minimnya penghasilan panen padi, tidak adanya alternatif usaha ekonomi dan minimnya pengetahuan masyarakat terhadap sistem pola pertanian intensifikasi. Data yang dihasilkan masih bersifat asumsi dasar, untuk itu perlu adanya validasi data yang mencerminkan keterwakilan seluruh kepentingan masyarakat, sehingga strategi dan upaya yang akan dilakukan dapat tepat dan sesuai dengan harapan semua pihak. 2

3 2. Tujuan Tujuan diselenggarakannya riset kuantitatif identifikasi kepentingan ini adalah untuk : 1. Memahami pasar media dan sumber informasi terpercaya ; memahami pasar media dan siapa orang yang dapat dipercaya untuk informasi lingkungan dapat membantu dalam penempatan aktifitas dan pesan yang benar serta siapa sumber informasi yang dapat dipercaya dalam penyampaian informasi lingkungan 2. Melakukan segmentasi khalayak sasaran dengan mengukur variebel mandiri utama ; berguna untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi, dan demografis yang penting dari khalayak sasaran, termasuk umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan status pekerjaan mereka sehingga terukur. 3. Untuk mengetahui dimana saat ini tahapan perubahan perilaku khalayak sasaran ; data yang didapat akan digunakan untuk menentukan perlakuan dari masing-masing kelompok sasaran, kelompok mana yang sudah siap melakukan perubahan dan dimana yang masih dalam tahapan peningkatan pengetahuan. 4. Untuk menyusun sasaran yang spesifik, terukur, berorientasi kegiatan, realitis dengan sumberdaya yang ada serta mempunyai jangka waktu. 5. Untuk mengukur dampak kampanye pride dalam mencapai sasaran; karena pada akhir kegiatan pride campaign akan diadakan survey lagi sehingga dapat terukur perubahan perilaku atau target konservasi selama kampanye berlangsung. 6. Hasil yang didapat digunakan sebagai data dasar dalam membuat Kesepakatan Pengelolaan Hutan Partisipatif. 7. Memperkuat dan memperdalam asumsi yang didapat sebelumnya 3

4 3. Output Sedangkan output yang ingin didapat dalam riset kuantitatif ini adalah : 1. Adanya validasi data terhadap asumsi yang telah dikumpulkan dalam kegiatan sebelumnya, sebagai bahan dalam menyusun strategi untuk mengurangi ancaman konservasi. 2. Tersusunya data sebagai bahan informasi mengenai kebutuhan khalayak sasaran, sehingga strategi dan Barier Removal yang ditawarkan dapat mengurangi ancaman dan sesuai kebutuhan masyarakat. 3. Diketahuinya tingkat tahapan perilaku khalayak sasaran, untuk membedakan skala prioritas masing-masing tempat dalam melaksanakan kegiatan pride campaign. 4. Tersusunya data awal dalam pencapain Kesepakatan Pengelolaaan Hutan Partisipatif. 4

5 II. PERSIAPAN RISET KUANTITATIF (SURVEY) 1. Rapat-rapat Persiapan Rapat-rapat dan pertemuan kecil kami lakukan untuk mempersiapkan kegiatan ini baik secara internal maupun dengan pihak lain (Camat dan Kepala Desa). Rapat persiapan juga menentukan strategi, kebutuhan bahan, rencana pelatihan enumerator dan teknis pelaksanaan survey. 2. Komunikasi Komunikasi dilakukan pada kepala balai, kepala resort, Camat, Kepala Desa dan pihak terkait, untuk membicarakan rencana kegiatan ini, dan menyakinkan bahwa kegiatan ini akan sangat bermanfaat sebagai landasan dasar untuk melaksanakan langkah berikutnya. 3. Penyebaran Informasi Sedangkan penyebaran informasi kegiatan riset kuantitatif atau survey kami lakukan untuk membuka peluang kepada voluentir untuk menjadi enumerator kegiatan ini, baik dari kalangan mahasiswa maupun kelompok lain, dengan penyeleksian dan pelatihan terlebih dahulu. Penyebaran informasi kami lakukan melalui internet sejak 1 bulan yang lalu dengan menyebarkan pengumuman dan formulir pendaftaran. 4. Pembuatan dan Konsultasi Daftar Pertanyaan Daftar pertanyaan dibuat sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dan menggunakan asumsi dasar dalam konsep model sebagai landasan, pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun akan didiskusikan dengan kepala balai serta tim, sekaligus menguji kedalaman dan tingkat pemahaman koresponden terhadap pertanyaan tersebut. 5

6 III. PELAKSANAAN SURVEY 1. Penyelenggaraan Survey 1.1. Waktu dan Tempat Kegiatan survey ini akan dilaksanakan selama 6 hari, pada tanggal 16 s/d 21 Maret 2009, survey dilaksanakan di 10 desa target dan 5 desa pembanding, yang berada di kecamatan Cimanggu dan Sumur. Kegiatan survey ini dilakukan dengan 2 tahap, tahap 1 pelatihan enumerator di Labuan dan tahap 2 kegiatan survey tersebut Panitia Penanggung Jawab Supervisi Koordinator Lapangan Koordinator Enumerator & Bendahara : Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon : Pairah, S.Si, MP : 1. Monica D. R, S.Hut 2. Indra K. Harwanto 3. Muhiban, S.Hut : Monica D. R, S.Hut Masing-masing Kepala Resort (7 orang) 1.3. Tugas Panitia Penyelenggara a. Menyiapkan materi pelatihan enumerator dan panduan kegiatan enumerator. b. Menyusun daftar pertanyaan dan rencana survey c. Koordinator lapangan melakukan monitoring dan evaluasi di setiap lokasi enumerasi. d. Mempersiapkan teknis di lapangan e. Konfirmasi kesediaan menjadi enumerator 6

7 2. Peserta / Enumerator Untuk mengurangi bias dalam pengambilan data melalui survey, kami mempunyai inisiatif agar enumerator direkrut dari kalangan mahasiswa atau kelompok pecinta alam, hal ini dikarenakan agar informasi yang didapat tidak bias, kami berasumsi apabila yang melakukan petugas TNUK informasi yang didapat bias, mengingat konflik yang pernah terjadi antara masyarakat dan TNUK, dan informasi dari kegiatan ini sangat penting sebagai landasan data untuk melaksanakan kegiatan berikutnya. Perekrutannya sendiri juga melalui seleksi, dengan melakukan analisis motivasi dan pengalaman yang pernah mereka lakukan, semuanya terdapat dalam form yang kami sebarkan melalui dan milis. Peserta yang bersedia menjadi enumerator berasal dari, Universitas Gajah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Matlaul Anwar, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan KSM Sahabat Ujung Kulon. Jumlah enumerator yang mendaftar sebanyak 43 orang, tetapi yang akan terlibat sekitar25-30 orang. 3. Jadwal Kegiatan Survey 1. Pelatihan Enumerator 2. Kegiatan survey, terdiri dari : - Enumerator menuju daerah enumerasi masing-masing - Kegiatan Survey - Monitoring enumerator - Pengumpulan kuisioner 3. Input data 4. Analisa Data 5. Pembuatan Laporan 4. Sumber Dana Sumber dana penyelenggaraan survey berasal dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon 7

8 5. Teknik Survey 1. Jumlah Populasi Jumlah penduduk di 19 desa dan 2 kecamatan yaitu Sumur dan Cimanggu, berdasarkan hasil pendataan potensi desa Kab. Pandeglang tahun 2008 berjumlah jiwa. Sedangkan jumlah penduduk di 15 desa yang akan dilakukan survey berjumlah jiwa, yang terdiri dari 10 desa target utama berjumlah jiwa dan 5 desa control berjumlah jiwa. Jumlah populasi secara tersebar di setiap desa kami sajikan dalam tabel dibawah ini : Kecamatan Desa Ket Jumlah Penduduk Sumur Ujung jaya Target 3706 Utama Tamanjaya Target 2603 Kedua Cigorondong Target 2404 Kedua Tunggal Jaya Target Kedua 2884 Kertamukti Kontrol 2578 Kertajaya Kontrol 3738 Sumberjaya Kontrol 3935 Cimanggu Rancapinang Target 3642 Utama Cibadak Target 2938 Utama Tugu Target Kedua 1483 Kramatjaya Target Kedua 2828 Mangkualam Target Kedua 2172 Padasuka Target Kedua 3613 Cimanggu Kontrol 3407 Tangkil Sari Kontrol 3254 Total 15 Desa 15 Desa

9 2. Jumlah sampel/responden:. Dengan confidence level 95 % dan confidence interval ± 5, maka jumlah sampel untuk desa target utama dan kedua yang mempunyai populasi jiwa akan diperoleh jumlah sampel sebesar 379 responden. Sedangkan pada desa kontrol dengan jumlah populasi jiwa akan diperoleh sampel sebanyak 376 jiwa. Untuk tambahan masing-masing sampel ditambah 10 %, adapun penyebaran dari masing-masing sampel di setiap desa, kami sajaikan pada table dibawah ini : - Distribusi kuesioner: KELOMPOK TARGET Kecamatan Desa Total Populasi Persentasi Distribusi Jumlah Kuesioner di Tiap Desa Sumur Ujung jaya % 55 Tamanjaya % 38 Cigorondong % 35 Tunggal Jaya % 43 Cimanggu Rancapinang % 54 Cibadak % 43 Tugu % 22 Kramatjaya % 42 Mangkualam % 32 Padasuka % 53 Jumlah % Distribusi kuesioner: KELOMPOK KONTROL Kecamatan Desa Total Populasi Persentasi Distribusi Jumlah Kuesioner di Tiap Desa Cimanggu % 84 Tangkil Sari % 79 Kertamukti % 63 Kertajaya % 91 Sumberjaya % 97 Jumlah % 414 Jumlah Total % 831 9

10 - Teknik Sampel: SIMPLE RANDOM SAMPLING yaitu Responden adalah setiap penduduk atau individu yang ditemui (bukan usia sekolah atau usia di bawah 15 tahun) dengan interval 3 Tanyai kesediaan orang tersebut untuk diwawancara Sebaiknya tidak melakukan interview orang berbeda di dalam 1 rumah. Jika tidak bersedia, dihitung kembali sampai individu ke - 3 Formatted: Indonesian 3. Tim kerja: Desa Jumlah Kuesioner No. Kuesioner Enumerator Ujung jaya Tamanjaya Cigorondong Tunggal Jaya Rancapinang Cibadak Tugu Kramatjaya Mangkualam Padasuka Cimanggu Tangkil Sari Kertamukti Kertajaya Sumberjaya TOTAL 831 Orang 4. Karakteristik Responden : - Responden kawasan target: Sebagian besar masyarakat mempunyai mata pencaharian sebagai petani, selain itu sebagian penduduk desa target juga menjadi nelayan, buruh tani, pegawai negeri dan wiraswasta dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Ketergantungan terhadap sumberdaya alam khususnya TN Ujung Kulon sangat tinggi, baik terhadap kawasan atau lahan maupun sumberdaya airnya. Tingkat kepedulian mereka terhadap gangguan kerusakan hutan masih sedang, sebagian besar menyadari bahwa mereka hidup bergantung terhadap kawasan TNUK, tetapi mencari alternative usaha lain dalam pemenuhan kebutuhan hidup masih rendah. Masyarakat yang berada di Formatted: Bulleted + Level: 2 + Aligned at: 0.75" + Tab after: 1" + Indent at: 1" 10

11 desa target maupun control, 100 % memeluk agama islam. Tokoh agama dan aparat pemerintah merupakan tokoh yang sangat dihormati. - Responden Desa Pembanding: IV. EVALUASI DAN PELAPORAN Formatted: Bulleted + Level: 2 + Aligned at: 0.75" + Tab after: 1" + Indent at: 1" Formatted: Indent: Left: 1", First line: 0" Sebagai sarana pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan kegiatan survey, kami akan mengadakan evaluasi terhadap jalannya kegiatan survey dan membuat laporan untuk disampaikan kepada bapak kepala balai. V. PENUTUP TOR ini dibuat sebagai proposal pelaksanaan survey dengan harapan agar bapak kepala balai memperoleh gambaran secara jelas tentang rencana kegiatan survey dan dapat memberikan arahan untuk perbaikan. Semoga kegiatan yang akan dilaksanakan berjalan dengan baik dan sesuai dengan hasil yang diharapkan. 11

12 12

Deskripsikan Maksud dan Tujuan Kegiatan Litbangyasa :

Deskripsikan Maksud dan Tujuan Kegiatan Litbangyasa : ISI FORM D *Semua Informasi Wajib Diisi *Mengingat keterbatasan memory database, harap mengisi setiap isian dengan informasi secara general, singkat dan jelas. A. Uraian Kegiatan Deskripsikan Latar Belakang

Lebih terperinci

KAJIAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG WILAYAH PESISIR STUDY KASUS : KAB. KLUNGKUNG, KAB. BULUKUMBA, KAB. BERAU

KAJIAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG WILAYAH PESISIR STUDY KASUS : KAB. KLUNGKUNG, KAB. BULUKUMBA, KAB. BERAU KAJIAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG WILAYAH PESISIR STUDY KASUS : KAB. KLUNGKUNG, KAB. BULUKUMBA, KAB. BERAU KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Staf Ahli Menteri PPN Bidang Tata

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah pengembangan model bimbingan kelompok berbasis islami yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah pengembangan model bimbingan kelompok berbasis islami yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini adalah pengembangan model bimbingan kelompok berbasis islami yang dilaksanakan di SMA 2 Bae Kudus. 3.2 Subjek Penelitian Subjek dalam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. wawancara antara peneliti dan informan. Penelitian kualitatif bertolak dari

BAB III METODE PENELITIAN. wawancara antara peneliti dan informan. Penelitian kualitatif bertolak dari 19 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian diskriptitf kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan

Lebih terperinci

Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014

Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014 Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014 A) Latar Belakang Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat

Lebih terperinci

KONSEP PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PERUMAHAN BTN BAUMATA, KOTA KUPANG

KONSEP PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PERUMAHAN BTN BAUMATA, KOTA KUPANG TESIS KONSEP PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN PERUMAHAN BTN BAUMATA, KOTA KUPANG ROLIVIYANTI JAMIN 3208201833 DOSEN PEMBIMBING Ir. Purwanita S, M.Sc, Ph.D Dr. Ir. Rimadewi

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian...

DAFTAR ISI. 1.1. Latar Belakang Masalah...1. 1.2. Identifikasi Masalah... 11. 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian... 11. 1.3.1. Maksud Penelitian... ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran mengenai derajat tingkah laku prososial pada remaja usia 13-15 tahun dalam masyarakat Kasepuhan kawasan Gunung Halimun Jawa Barat. Sesuai dengan

Lebih terperinci

BAGAN ORGANISASI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, DAN UMKM KABUPATEN SRAGEN..

BAGAN ORGANISASI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, DAN UMKM KABUPATEN SRAGEN.. DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, DAN UMKM KABUPATEN SRAGEN LAMPIRAN I :.. PERATURAN DAERAH KABUPATEN SRAGEN TANGGAL : 31 MARET 2011 UMUM DAN KEPEGAWAIAN INDUSTRI KOPERASI LEMBAGA MIKRO USAHA MIKRO, KECIL,

Lebih terperinci

G. RENCANA TINDAK LANJUT

G. RENCANA TINDAK LANJUT G. RENCANA TINDAK LANJUT Rencana Tindak Lanjut Kampanye adalah strategi yang diartikulasikan dengan jelas dari langkah-langkah yang perlu diterapkan oleh lembaga mitra dalam periode 1-3 tahun untuk membangun,

Lebih terperinci

Program Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia Komponen 3 Akreditasi Madrasah

Program Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia Komponen 3 Akreditasi Madrasah Program Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia Komponen 3 Akreditasi Madrasah 0 Daftar isi Daftar isi... 1 BAB I PENDAHULUAN... 2 1.1. Latar Belakang... 2 1.2. Tujuan Penyusunan Panduan... 2 BAB II PENDAMPINGAN

Lebih terperinci

a. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup. b. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam.

a. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup. b. Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam. URUSAN LINGKUNGAN HIDUP Pada Tahun Anggaran 2008, penyelenggaraan urusan wajib bidang lingkungan hidup sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yang dilaksanakan oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan

Lebih terperinci

RINCIAN RANCANGAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

RINCIAN RANCANGAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN Lampiran III Ranperda APBD Tahun 2012 Nomor Tanggal : : 19 Desember 2011 PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR RINCIAN RANCANGAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN PELAKSANAAN EVALUASI AKHIR PROGRAM MITRA TFCA- SUMATERA PADA SIKLUS HIBAH 1

KERANGKA ACUAN PELAKSANAAN EVALUASI AKHIR PROGRAM MITRA TFCA- SUMATERA PADA SIKLUS HIBAH 1 KERANGKA ACUAN PELAKSANAAN EVALUASI AKHIR PROGRAM MITRA TFCA- SUMATERA PADA SIKLUS HIBAH 1 1. PENDAHULUAN Program TFCA- Sumatera merupakan program hibah bagi khususnya LSM dan Perguruan Tinggi di Indonesia

Lebih terperinci

VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG

VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG Dalam bagian ini akan disampaikan faktor yang mempengaruhi kapasitas kelompok yang dilihat dari faktor intern yakni: (1) motivasi

Lebih terperinci

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU 2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD Sebagaimana amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan

Lebih terperinci

BAB 13 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI

BAB 13 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI BAB 13 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor

Lebih terperinci

BUPATI SIGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIGI NOMOR 10 TAHUN 2010 T E N T A N G

BUPATI SIGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIGI NOMOR 10 TAHUN 2010 T E N T A N G BUPATI SIGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIGI NOMOR 10 TAHUN 2010 T E N T A N G BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN SIGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIGI,

Lebih terperinci

selama 12 jam. Pendapatan mereka rataratanya 1.5 juta rupiah sebulan. Saat ini, mata Nelayan 1.000.000 kerja masyarakat adalah nelayan selama 4 jam.

selama 12 jam. Pendapatan mereka rataratanya 1.5 juta rupiah sebulan. Saat ini, mata Nelayan 1.000.000 kerja masyarakat adalah nelayan selama 4 jam. Datar Luas Gambaran Umum Desa Datar Luas terletak di Kecamatan Krueng Sabee dengan luas 1600 Ha terdiri dari tiga dusun yaitu Dusun Makmur Jaya, Dusun Damai dan Dusun Subur. Desa yang dipimpin oleh Andalan

Lebih terperinci

3.1 KERANGKA ANALISIS KAJIAN

3.1 KERANGKA ANALISIS KAJIAN Metodologi kajian yang akan dilakukan sangatlah erat kaitannya dengan tujuan yang akan dicapai dan ketersedian data dan informasi yang didapat serta beberapa pertimbangan lainnya, seprti pemenuhan tujuan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam rangka mendukung target peningkatan surplus 10 ( sepuluh ) juta ton pada tahun 2014, Kementrian Petanian melakukan refocusing kegiatan DAK Bidang Pertanian Tahun

Lebih terperinci

PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN

PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BINTAN, Menimbang:

Lebih terperinci

EADC 2011 FORM PROPOSAL. Baca TERM OF REFERENCE (TOR) dan PEDOMAN PENDAFTARAN PESERTA seluruhnya dengan teliti, sebelum anda mengisi FORM PROPOSAL.

EADC 2011 FORM PROPOSAL. Baca TERM OF REFERENCE (TOR) dan PEDOMAN PENDAFTARAN PESERTA seluruhnya dengan teliti, sebelum anda mengisi FORM PROPOSAL. Eagle Awards Documentary Competition 2011 Bagimu Indonesia Baca TERM OF REFERENCE (TOR) dan PEDOMAN PENDAFTARAN PESERTA seluruhnya dengan teliti, sebelum anda mengisi. Pedoman pengisian peserta Eagle Awards

Lebih terperinci

M DUL FGD. Integrated Citarum Water Resources Management Investment Program CITARUM WATERSHED MANAGEMENT AND BIODIVERSITY CONSERVATION

M DUL FGD. Integrated Citarum Water Resources Management Investment Program CITARUM WATERSHED MANAGEMENT AND BIODIVERSITY CONSERVATION M DUL FGD Integrated Citarum Water Resources Management Investment Program CITARUM WATERSHED MANAGEMENT AND BIODIVERSITY CONSERVATION DOC: 2.3.2-KSDATNGP-TR-2014 PELAKSANAAN UJI TERAP MONITORING DAN EVALUASI

Lebih terperinci

Lilis Nurlina Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran

Lilis Nurlina Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Hubungan Antara Tingkat Pelayanan Sarana Produksi dan Kegiatan Penyuluhan dengan Keberlanjutan Usaha Anggota Koperasi Relation Between Input Service Level and Extension Activity with Cooperative s Member

Lebih terperinci

Skripsi. Ekonomi. Fakultas. Disusun oleh: NPM : 10 03

Skripsi. Ekonomi. Fakultas. Disusun oleh: NPM : 10 03 PENGARUH ORIENTASI PEMBELIAN, KEPERCAYAAN, DAN PENGALAMAN PEMBELIAN ONLINE TERHADAP NIAT BELI ONLINE Skripsi Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjanaa Ekonomi (S1) Pada Program Studi

Lebih terperinci

Konsultasi Penyusunan Standar Operasional dan Prosedur dengan Sekretariat Jenderal DPR RI. Penyusunan Standar Operasional dan Prosedur

Konsultasi Penyusunan Standar Operasional dan Prosedur dengan Sekretariat Jenderal DPR RI. Penyusunan Standar Operasional dan Prosedur Konsultasi Penyusunan Standar Operasional dan Prosedur dengan Sekretariat Jenderal DPR RI Penyusunan Standar Operasional dan Prosedur SEKRETARI S JENDERA L DPR RI DRA. NINING INDRA SHALEH MSI. JAKARTA,

Lebih terperinci

! "#$"# "%& '(&) *)+ )"$*& ***,-. / 0 + ' / 01. 1 + 2 / 3-, + / 33 3 + ' / 4- - / 13 4 $ */ 1, 5 ( / 01. % / 00 6 $ + ' / 4

! #$# %& '(&) *)+ )$*& ***,-. / 0 + ' / 01. 1 + 2 / 3-, + / 33 3 + ' / 4- - / 13 4 $ */ 1, 5 ( / 01. % / 00 6 $ + ' / 4 BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksplanatori, yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh tingkat kecerdasan emosi dan sikap pada budaya organisasi

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN PURBALINGGA

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN PURBALINGGA BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN PURBALINGGA Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Purbalingga Tahun 2013 sebanyak 125.349 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 34 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Posyandu wilayah binaan Puskesmas Kelurahan Duri Kepa Jakarta Barat. Puskesmas ini terletak di Jalan Angsana Raya

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 27 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif karena dalam pelaksanaannya meliputi data, analisis dan interpretasi tentang arti dan data yang

Lebih terperinci

BAB III KONDISI UMUM. 3.1. Geografis. Kondisi Umum 14. Orientasi Pra Rekonstruksi Kawasan Hutan di Pulau Bintan dan Kabupaten Lingga

BAB III KONDISI UMUM. 3.1. Geografis. Kondisi Umum 14. Orientasi Pra Rekonstruksi Kawasan Hutan di Pulau Bintan dan Kabupaten Lingga Orientasi Pra Rekonstruksi Kawasan Hutan di Pulau dan Kabupaten Lingga BAB III KONDISI UMUM 3.1. Geografis Wilayah Kepulauan Riau telah dikenal beberapa abad silam tidak hanya di nusantara tetapi juga

Lebih terperinci

PENGELOLAAN LINGKUNGAN SOSIAL

PENGELOLAAN LINGKUNGAN SOSIAL PENGELOLAAN LINGKUNGAN SOSIAL Lingkungan alam Lingkungan Sosial Lingkungan Binaan/Buatan LINGKUNGAN HIDUP Manusia Sebagai Makhluk Sosial -Membentuk Pengelompokkan Sosial (Social Grouping) mempertahankan

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI INOVASI ALAT PENANGKAP IKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI INOVASI ALAT PENANGKAP IKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI INOVASI ALAT PENANGKAP IKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN SATUAN KERJA DIREKTORAT KAPAL PERIKANAN DAN ALAT PENANGKAP IKAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP TAHUN 2015 I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

SAMBUTAN MENTERI KEHUTANAN PADA ACARA FINALISASI DAN REALISASI MASTERPLAN PUSAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI (PPKH) Pongkor, Selasa, 23 April 2013

SAMBUTAN MENTERI KEHUTANAN PADA ACARA FINALISASI DAN REALISASI MASTERPLAN PUSAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI (PPKH) Pongkor, Selasa, 23 April 2013 SAMBUTAN MENTERI KEHUTANAN PADA ACARA FINALISASI DAN REALISASI MASTERPLAN PUSAT KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI (PPKH) Pongkor, Selasa, 23 April 2013 Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang

Lebih terperinci

TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU

TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU Diarsi Eka Yani (diarsi@ut.ac.id) PS Agribisnis, FMIPA, Universitas Terbuka ABSTRAK Abrasi pantai yang terjadi

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBEKALAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS INDONESIA

PEDOMAN PEMBEKALAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS INDONESIA PEDOMAN PEMBEKALAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS INDONESIA SUB DIREKTORAT OLAHRAGA DAN KEPEDULIAN PADA MASYARAKAT DIREKTORAT KEMAHASISWAAN UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2015 PENJELASAN UMUM a. Latar Belakang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.30/MEN/2010 TENTANG RENCANA PENGELOLAAN DAN ZONASI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.30/MEN/2010 TENTANG RENCANA PENGELOLAAN DAN ZONASI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.30/MEN/2010 TENTANG RENCANA PENGELOLAAN DAN ZONASI KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

KONDISI EKOSISTEM DAN SUMBERDAYA ALAM HAYATI PESISIR DI KABUPATEN ALOR

KONDISI EKOSISTEM DAN SUMBERDAYA ALAM HAYATI PESISIR DI KABUPATEN ALOR RINGKASAN EKSEKUTIF KAJIAN KONDISI EKOSISTEM DAN SUMBERDAYA ALAM HAYATI PESISIR DI KABUPATEN ALOR Ir. Jotham S. R. Ninef, M.Sc. (Ketua Tim Pengkajian dan Penetapan Kawasan Konservasi Laut Provinsi NTT)

Lebih terperinci

PRODUK 1: RENCANA KERJA DELAPAN-BULANAN

PRODUK 1: RENCANA KERJA DELAPAN-BULANAN PRODUK 1: RENCANA KERJA DELAPAN-BULANAN Instruksi Penggunaan : Rencana Kerja ini mengikuti Langkah dan yang ada dalam Toolkit ini. Kotak yang diblok warna menunjukkan berapa lama biasanya waktu yang digunakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir ini tergolong cepat. Salah satu alasannya adalah keyakinan yang kuat di kalangan masyarakat

Lebih terperinci

POPULASI DAN SAMPEL. Gambar 1 POPULASI dan SAMPEL

POPULASI DAN SAMPEL. Gambar 1 POPULASI dan SAMPEL Pengertian Populasi dan Sampel POPULASI DAN SAMPEL Kata populasi (population/universe) dalam statistika merujuk pada sekumpulan individu dengan karakteristik khas yang menjadi perhatian dalam suatu penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan melalui survey dengan metode deskriptif (Descriptive Research). T-ujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat penyanderaan secara sistimatis, faktual

Lebih terperinci

Kesepakatan: Kurikulum Dasar Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia RAKER AIPTKMI IX

Kesepakatan: Kurikulum Dasar Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia RAKER AIPTKMI IX Kesepakatan: Kurikulum Dasar Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia RAKER AIPTKMI IX Hotel Inna Muara, Padang 27-29 Oktober 2014 1 NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN KESMAS INDONESIA PROFIL & 8 KOMPETENSI

Lebih terperinci

Tabel IV.C.1.1 Rincian Program dan Realisasi Anggaran Urusan Perikanan Tahun 2013

Tabel IV.C.1.1 Rincian Program dan Realisasi Anggaran Urusan Perikanan Tahun 2013 C. URUSAN PILIHAN YANG DILAKSANAKAN 1. URUSAN PERIKANAN Pembangunan pertanian khususnya sektor perikanan merupakan bagian integral dari pembangunan ekonomi, dalam hal ini sektor perikanan adalah sektor

Lebih terperinci

Panduan Pengisian Data Pokok Universitas Negeri Semarang Tahun 2015

Panduan Pengisian Data Pokok Universitas Negeri Semarang Tahun 2015 Panduan Pengisian Data Pokok Universitas Negeri Semarang Tahun 2015 Berdasarkan Pengumuman Rektor Nomor 3673/UN37/DT/2015 tentang Registrasi Administratif Calon Mahasiswa Baru Universitas Negeri Semarang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: P.25/Menhut -II/2014 TENTANG PANITIA TATA BATAS KAWASAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: P.25/Menhut -II/2014 TENTANG PANITIA TATA BATAS KAWASAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: P.25/Menhut -II/2014 TENTANG PANITIA TATA BATAS KAWASAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

Seuntai Kata. Manggar, 16 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur. Zainubi, S.Sos

Seuntai Kata. Manggar, 16 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur. Zainubi, S.Sos Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk ,,* N _ PENn. \. I s ^ rut r >, Wit al" BAB III 3w^v METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai pelaksanaan tugas atau

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF 5.1 Rencana Program dan Kegiatan Program SKPD merupakan program prioritas RPJMD yang sesuai dengan tugas

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagai Tugas dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Ilmu Pendidikan Islam. Oleh: TRI MASRIFAH NIM: 083911010

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagai Tugas dan Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Ilmu Pendidikan Islam. Oleh: TRI MASRIFAH NIM: 083911010 PENGARUH KONSEP DIRI DAN MINAT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS IV DAN V SD NEGERI SELOMARTO II KECAMATAN GIRIWOYO, KABUPATEN WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

BAB III. METODE PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian

BAB III. METODE PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian 34 BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Dalam penulisan skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan melakukan penggambaran

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES IMPLEMENTASI RENCANA TATA RUANG KOTA DI KOTA SEMARANG TUGAS AKHIR

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES IMPLEMENTASI RENCANA TATA RUANG KOTA DI KOTA SEMARANG TUGAS AKHIR IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES IMPLEMENTASI RENCANA TATA RUANG KOTA DI KOTA SEMARANG TUGAS AKHIR Oleh : MUHAMMAD NASIR L2D 097 462 JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2012 NOMOR 17 A PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 17 A TAHUN 2012 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2012 NOMOR 17 A PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 17 A TAHUN 2012 TENTANG BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2012 NOMOR 17 A PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 17 A TAHUN 2012 TENTANG MEKANISME DAN TATA CARA PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Juni 2013 sampai dengan 19 Agustus 2013.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Juni 2013 sampai dengan 19 Agustus 2013. BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Juni 2013 sampai dengan 19 Agustus 2013. Adapun penelitian ini berlokasi di Sekolah Menengah

Lebih terperinci

Tentang Penulis. Penulis dilahirkan pada tanggal 27 Oktober 1984 di Majene, Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, Jurusan Perikanan,

Tentang Penulis. Penulis dilahirkan pada tanggal 27 Oktober 1984 di Majene, Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, Jurusan Perikanan, Tentang Penulis Penulis dilahirkan pada tanggal 27 Oktober 1984 di Majene, Sulawesi Barat. Pada tahun 2002 menyelesaikan pendidikan di SMU 1 Majene dan pada tahun 2003 penulis berhasil diterima pada Program

Lebih terperinci

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA KANTOR LINGKUNGAN HIDUP TAHUN LALU. 2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan Capaian Renstra Tahun 2013

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA KANTOR LINGKUNGAN HIDUP TAHUN LALU. 2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan Capaian Renstra Tahun 2013 BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA KANTOR LINGKUNGAN HIDUP TAHUN LALU 2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD tahun lalu dan Capaian Renstra Tahun 2013 1. Program Pelayanan administrasi perkantoran Program

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN BAGI PESERTA KOMPETISI DALAM TGC IN ACTION 2013

PETUNJUK PELAKSANAAN BAGI PESERTA KOMPETISI DALAM TGC IN ACTION 2013 PETUNJUK PELAKSANAAN BAGI PESERTA KOMPETISI DALAM TGC IN ACTION 2013 Deskripsi Kegiatan TGC In Action merupakan rangkaian kegiatan yang berlangsung pada bulan November 2013. Kegiatan ini bertema Lestarikan

Lebih terperinci

TINGKAT KEMAMPUAN AKTIVITAS SEHARI-HARI PADA LANSIA DENGAN PENYAKIT KRONIS DI KELURAHAN GEDUNG JOHOR KECAMATAN MEDAN JOHOR MEDAN

TINGKAT KEMAMPUAN AKTIVITAS SEHARI-HARI PADA LANSIA DENGAN PENYAKIT KRONIS DI KELURAHAN GEDUNG JOHOR KECAMATAN MEDAN JOHOR MEDAN TINGKAT KEMAMPUAN AKTIVITAS SEHARI-HARI PADA LANSIA DENGAN PENYAKIT KRONIS DI KELURAHAN GEDUNG JOHOR KECAMATAN MEDAN JOHOR MEDAN SKRIPSI Oleh Desyi Prana Napitupulu 061101083 Fakultas Keperawatan Universitas

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

LAPORAN PENILAIAN RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN KOTA CIREBON

LAPORAN PENILAIAN RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN KOTA CIREBON LAPORAN PENILAIAN RISIKO KESEHATAN LINGKUNGAN KOTA CIREBON I. PENGANTAR EHRA (Environmental Health Risk Assessment) atau Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan adalah sebuah survey partisipatif di tingkat

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG (REVISI)

PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG (REVISI) PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG (REVISI) LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA M,ASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG 2008 PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 1. Umum Program pengabdian kepada masyarakat

Lebih terperinci

BAB IV REVISI PRODUK DAN UJI COBA LAPANGAN DAN EVALUASI. diperoleh dari para ahli. Karena keterbatasan biaya dan waktu serta

BAB IV REVISI PRODUK DAN UJI COBA LAPANGAN DAN EVALUASI. diperoleh dari para ahli. Karena keterbatasan biaya dan waktu serta BAB IV REVISI PRODUK DAN UJI COBA LAPANGAN DAN EVALUASI 4.1. Revisi Produk Revisi produk kali ini mengacu kepada masukan-masukan yang diperoleh dari para ahli. Karena keterbatasan biaya dan waktu serta

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia!

BAB 1 PENDAHULUAN. Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia! BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia! Siapakah yang tidak mengenal kalimat

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 29 TAHUN 2008 TENTANG PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH DI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 29 TAHUN 2008 TENTANG PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH DI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 29 TAHUN 2008 TENTANG PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH DI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

STRATEGI KOMUNIKASI DAN TINGKAT KESADARAN KESEHATAN

STRATEGI KOMUNIKASI DAN TINGKAT KESADARAN KESEHATAN STRATEGI KOMUNIKASI DAN TINGKAT KESADARAN KESEHATAN (Studi Korelasional Pengaruh Strategi Komunikasi Tim Penggerak PKK Pokja IV Terhadap Tingkat Kesadaran Masyarakat Mengenai Kesehatan di Kelurahan Dendang

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 89 TAHUN 2012 TENTANG PENGENDALIAN DAN EVALUASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 89 TAHUN 2012 TENTANG PENGENDALIAN DAN EVALUASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 89 TAHUN 2012 TENTANG PENGENDALIAN DAN EVALUASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KULON PROGO, Menimbang : a. bahwa agar perencanaan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR. P.47/Menhut -II/2010 TENTANG PANITIA TATA BATAS KAWASAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR. P.47/Menhut -II/2010 TENTANG PANITIA TATA BATAS KAWASAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR. P.47/Menhut -II/2010 TENTANG PANITIA TATA BATAS KAWASAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID

PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID ABSTRAK PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID Ekowati Retnaningsih dan Rini Oktariza Angka kejadian berat badan lebih pada anak usia sekolah di Indonesia mencapai 15,9%. Prevalensi

Lebih terperinci

penulis adalah pendekatan sosiologis, pedagogis, dan filosofis.

penulis adalah pendekatan sosiologis, pedagogis, dan filosofis. ( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.word-to-pdf-converter.netbab III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah Field Rescarch. Adapun data yang dikumpulkan dalam penelitian

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 366/Kpts/OT.220/9/2005 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 366/Kpts/OT.220/9/2005 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 366/Kpts/OT.220/9/2005 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN INDEKS PENERAPAN NILAINILAI DASAR BUDAYA KERJA APARATUR NEGARA LINGKUP DEPARTEMEN PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan I. PENDAHULUAN A. Maksud dan Tujuan Rencana Kerja (Renja) Dinas Peternakan Kabupaten Bima disusun dengan maksud dan tujuan sebagai berikut : 1) Untuk merencanakan berbagai kebijaksanaan dan strategi percepatan

Lebih terperinci

PELATIHAN ARAH KIBLAT (TEORI DAN PRAKTEK) BAGI SANTRI MA NIPA DAN MA NIPI RAKHA AMUNTAI

PELATIHAN ARAH KIBLAT (TEORI DAN PRAKTEK) BAGI SANTRI MA NIPA DAN MA NIPI RAKHA AMUNTAI LAPORAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PELATIHAN ARAH KIBLAT (TEORI DAN PRAKTEK) BAGI SANTRI MA NIPA DAN MA NIPI RAKHA AMUNTAI OLEH : Syaifullah, Hj. Rifkah, Domi Hidayat, Noviar Rahman PRODI AHWAL

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.02/MEN/2009 TENTANG TATA CARA PENETAPAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.02/MEN/2009 TENTANG TATA CARA PENETAPAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.02/MEN/2009 TENTANG TATA CARA PENETAPAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 17.936 rumah tangga

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 17.936 rumah tangga Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 17.936 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 1 Perusahaan Jumlah perusahaan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEPARA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pemberdayaan masyarakat

Lebih terperinci

TAHAP-TAHAP PENELITIAN

TAHAP-TAHAP PENELITIAN TAHAP-TAHAP PENELITIAN Tiga tahap utama penelitian yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap penulisan laporan. A. TAHAP PERENCANAAN 1. Pemilihan masalah, dengan kriteria: Merupakan tajuk penting,

Lebih terperinci

ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOM TERHADAP KEWIRAUSAHAAN PENGUSAHA INDUSTRI KECIL DI KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR

ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOM TERHADAP KEWIRAUSAHAAN PENGUSAHA INDUSTRI KECIL DI KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR ANALISIS HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOM TERHADAP KEWIRAUSAHAAN PENGUSAHA INDUSTRI KECIL DI KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR ANALYSIS RELATIONSHIP OF SOCIOECONOMIC CHARACTERISTICS ON CHARACTERISTICS

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA MENJADI UNDANG-UNDANG

Lebih terperinci

Oleh Maria Chatarina Adharti Sri Susriyamtini ; Suci Paresti ; Maria Listiyanti ; Sapto Aji Wirantho ; Budi Santosa

Oleh Maria Chatarina Adharti Sri Susriyamtini ; Suci Paresti ; Maria Listiyanti ; Sapto Aji Wirantho ; Budi Santosa PEDOMAN PELAKSANAAN KEGIATAN IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KEBUTUHAN LAPANGAN PADA PENGEMBANGAN MODEL KURIKULUM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR BERBASIS EKONOMI PRODUKTIF Oleh Maria Chatarina Adharti Sri Susriyamtini

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 55/Permentan/KP.120/7/2007 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN PENYULUH PERTANIAN BERPRESTASI

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 55/Permentan/KP.120/7/2007 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN PENYULUH PERTANIAN BERPRESTASI PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 55/Permentan/KP.120/7/2007 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN PENYULUH PERTANIAN BERPRESTASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN, Menimbang Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

SOP-6 PENELAAHAN MUTU. Halaman 1 dari 12

SOP-6 PENELAAHAN MUTU. Halaman 1 dari 12 SOP-6 PENELAAHAN MUTU Halaman 1 dari 12 Histori Tanggal Versi Pengkinian Oleh Catatan 00 Halaman 2 dari 12 KETENTUAN 1.1 Penelaahan Mutu dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kerja oleh Penilai telah

Lebih terperinci

B A P P E D A D A N P E N A N A M A N M O D A L P E M E R I N T A H K A B U P A T E N J E M B R A N A. 1.1 Latar Belakang

B A P P E D A D A N P E N A N A M A N M O D A L P E M E R I N T A H K A B U P A T E N J E M B R A N A. 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang U ntuk menindak lanjuti diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 maka dalam pelaksanaan otonomi daerah yang harus nyata dan bertanggung

Lebih terperinci

PANDUAN 20 KARYA UNGGULAN ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI ANAK BANGSA. Dalam Rangka Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-20 Tahun 2015

PANDUAN 20 KARYA UNGGULAN ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI ANAK BANGSA. Dalam Rangka Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-20 Tahun 2015 PANDUAN 20 KARYA UNGGULAN ILMU PENGETAHUAN TEKNOLOGI ANAK BANGSA Dalam Rangka Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-20 Tahun 2015 KEMENTERIAN RISET,TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI 2015 KATA

Lebih terperinci

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2012 TENTANG PEMBIAYAAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2012 TENTANG PEMBIAYAAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2012 TENTANG PEMBIAYAAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012

pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012 pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012 Variabel: suatu objek yang dapat memiliki lebih dari satu nilai. Contoh variabel: Jenis kelamin: ada dua

Lebih terperinci

UJI COBA MODEL (VALIDASI)

UJI COBA MODEL (VALIDASI) UJI COBA MODEL (VALIDASI) Yaya Jakaria PUSAT PENELITIAN KEBIJAKAN DAN INOVASI PENDIDIKAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL JAKARTA 2009 Uji Coba Model atau Produk Uji coba

Lebih terperinci

Bab II Tim Evaluasi, Mekanisme Evaluasi, Instrumen Evaluasi, dan Hasil Evaluasi

Bab II Tim Evaluasi, Mekanisme Evaluasi, Instrumen Evaluasi, dan Hasil Evaluasi Bab II Tim Evaluasi, Mekanisme Evaluasi, Instrumen Evaluasi, dan Hasil Evaluasi A. Tim Evaluasi T im Evaluasi ditetapkan dengan Keputusan Deputi Menteri Sekretaris Negara Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pembentukan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.14/MEN/2012 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.14/MEN/2012 TENTANG - 1 - KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP.14/MEN/2012 TENTANG PEDOMAN UMUM PENUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PELAKU UTAMA PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN

Lebih terperinci

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2013 sebanyak 8.056 rumah tangga

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2013 sebanyak 8.056 rumah tangga Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2013 sebanyak 8.056 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2013 sebanyak 0 Perusahaan

Lebih terperinci

Identifikasi Proyek. Menanggapi KebutuhanResponding to a need

Identifikasi Proyek. Menanggapi KebutuhanResponding to a need Bagian 1 Identifikasi Proyek TELAAH ALKITAB Penilaian Kebutuhan Menanggapi KebutuhanResponding to a need Baca Nehemia 1 Nehemia adalah seorang Yahudi dalam pembuangan di negeri asing. Sebagaian orang Yahudi

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN GOWA

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN GOWA Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Gowa Tahun 2013 sebanyak 78.708 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten Gowa Tahun 2013 sebanyak 15 Perusahaan Jumlah perusahaan

Lebih terperinci

Prakarsa Karet Alam Berkesinambungan Sukarela (SNR) Kriteria dan Indikator Kinerja

Prakarsa Karet Alam Berkesinambungan Sukarela (SNR) Kriteria dan Indikator Kinerja Prakarsa Karet Alam Berkesinambungan Sukarela (SNR) Kriteria dan Indikator Kinerja Kriteria, Indikator dan KPI Karet Alam Berkesinambungan 1. Referensi Kriteria, Indikator dan KPI SNR mengikuti sejumlah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian 1. Variabel Tergantung : Kecenderungan Kenakalan Remaja 2. Variabel Bebas : a.persepsi Keharmonisan Keluarga : b. Konsep Diri B. Definisi Operasional

Lebih terperinci

PANDUAN PENGISIAN FORM EVALUASI KINERJA DOSEN

PANDUAN PENGISIAN FORM EVALUASI KINERJA DOSEN PANDUAN PENGISIAN FORM EVALUASI KINERJA DOSEN DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2012 I. PETUNJUK UMUM Petunjuk umum

Lebih terperinci

Menimbang : a. bahwa pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur pemerintah perlu terus ditingkatkan, sehingga mencapai kualitas yang diharapkan;

Menimbang : a. bahwa pelayanan kepada masyarakat oleh aparatur pemerintah perlu terus ditingkatkan, sehingga mencapai kualitas yang diharapkan; GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR30TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT UNIT PELAYANAN DI INSTANSI PEMERINTAH PROVINSI BALI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

Monev Kegiatan Iptek dengan Open Method Of Coordination/OMC (Metode. Koordinasi Terbuka/MKT)

Monev Kegiatan Iptek dengan Open Method Of Coordination/OMC (Metode. Koordinasi Terbuka/MKT) Monev Kegiatan Iptek dengan Open Method Of Coordination/OMC (Metode Koordinasi Terbuka/MKT) 2008 ALUR PAPARAN OMC (Open Method of Coordination) Isu Koordinasi Pengertian, Contoh, Manfaat Mekanisme, elemen

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Nomor KEP. 31/LATTAS/II/2014 TENTANG

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Nomor KEP. 31/LATTAS/II/2014 TENTANG KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 51 Lantai VI Blok A Telepon 52901142 Fax. 52900925 Jakarta Selatan

Lebih terperinci

PERAN PEMERINTAH DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KELURAHAN NUSUKAN KECAMATAN BANJARSARI, SURAKARTA SKRIPSI. Guna mencapai derajat Sarjana S-1

PERAN PEMERINTAH DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KELURAHAN NUSUKAN KECAMATAN BANJARSARI, SURAKARTA SKRIPSI. Guna mencapai derajat Sarjana S-1 PERAN PEMERINTAH DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KELURAHAN NUSUKAN KECAMATAN BANJARSARI, SURAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi

Lebih terperinci