BAB I PENDAHULUAN. LAKIP 2014-Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 1

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB I PENDAHULUAN. LAKIP 2014-Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 1"

Transkripsi

1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Secara umum selama periode 2014 kondisi makro ekonomi Jawa Tengah cukup menggembirakan. Hal ini dapat dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang bergerak positif pada tahun 2014 yaitu mencapai 5,4% (triwulan III). Kondisi ini disebabkan adanya tekanan dari harga minyak dunia yang meningkat serta melambatnya nilai ekspor akibat permintaan yang menurun. Sedangkan untuk angka inflasi Jawa Tengah pada 2014 sebesar 6,78%, lebih rendah dari kondisi 2013 sebesar 7,99%. Penurunan ini disebabkan adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 4,19% dan kelompok bahan makanan sebesar 0,45%. Rendahnya angka inflasi ini juga turut meningkatkan daya beli masyarakat sehingga mendorong peningkatan omzet Koperasi dan UMKM, dimana hingga posisi Desember 2014 omzet Koperasi sebesar Rp. 42,228 trilyun (tumbuh 12,82%, yoy) dan omzet UMKM binaan sebesar Rp 24,587 trilyun (tumbuh 20,85%, yoy). Berdasar Angka Sementara Proyeksi Sensus Penduduk Tahun 2010 jumlah penduduk Jawa Tengah pada 2013 mencapai 33,26 juta jiwa, dimana 6,471 juta (data Desember 2013) diantaranya merupakan anggota koperasi atau 19,45%. Per Desember 2014, jumlah anggota koperasi telah bertambah sebanyak orang menjadi orang. Dengan jumlah koperasi sebanyak unit yang tersebar di 35 Kabupaten/Kota, unit (81,20%) merupakan koperasi aktif dan hanya unit (18,80%) merupakan koperasi tidak aktif. Sektor Koperasi dan UMKM juga turut berkontribusi positif terhadap penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah. Dari sektor Koperasi, pada 2014 jumlah tenaga kerja yang mampu diserap sebanyak orang, sehingga total tenaga kerja yang bekerja pada sektor Koperasi sebanyak orang. Sedangkan dari sisi UMKM Binaan, tingkat penyerapan tenaga kerja mencapai orang. Selama Tahun 2014, guna mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing Koperasi dan UMKM di Jawa Tengah, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah melalui APBD Provinsi telah mendirikan UMKM Center di LAKIP 2014-Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 1

2 Semarang. Sedangkan melalui APBN Tugas Pembantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI memperoleh alokasi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM di Banyumas dan Kebumen (Tahun 2013), serta Cilacap dan Surakarta (Tahun 2014). Baik UMKM Center maupun PLUT KUMKM tersebut didirikan dengan tujuan untuk memberikan layanan konsultasi usaha, pendampingan usaha, pembentukan jejaring usaha, serta pemasaran dari produk produk unggulan Koperasi dan UMKM di Jawa Tengah. Selain dukungan dalam bentuk pendampingan bagi KUMKM, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah mengeluarkan berbagai paket kebijakan terkait pemberdayaan Koperasi, UMKM, serta pembentukan PT. Jamkrida Jateng guna mendorong peningkatan akses kredit bagi UMKM di Jawa Tengah. Dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, memberikan kewenangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota untuk mengurus dan memajukan daerahnya sendiri guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, dan pemberdayaan peran serta masyarakat. Setelah upaya perencanaan dan pelaksanaan program program pembangunan, perlu dilakukan evaluasi program/kegiatan guna mengetahui sejauh mana efektivitas atas program/kegiatan yang sudah dilakukan terhadap pencapaian sasaran sesuai dengan visi misi suatu instansi. Salah satu bentuk pertanggungjawaban yang wajib dilakukan oleh instansi pemerintah sesuai dengan Instruksi Presiden No. 7 Tahun 1999 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja instansi Pemerintah dan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah adalah melalui dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Dokumen LAKIP sendiri disusun sebagai wujudakuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan tugas, pencapaian visi, misi dan tujuanorganisasi serta sebagai alat penilaian dan pengendalian dalam rangka memacupeningkatan kinerja organisasi. LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 2

3 B. LANDASAN HUKUM Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014dilandasi dengan dasar hukum sebagai berikut: 1. Undang Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. 2. Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang PelaporanKeuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah 4. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. 5. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Pemberantasan Korupsi. 6. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. 7. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. C. MAKSUD DAN TUJUAN Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) tahun 2014Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah adalah : 1. Untuk mengetahui pencapaian kinerja sasaran SKPD sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Renstra SKPD; 2. Sebagai acuan untuk perencanaan kegiatan di tahun mendatang, khususnya dalam perencanaan kinerja di tahun mendatang; 3. Sebagai bukti akuntabilitas kepada Publik atas penggunaan sumber daya dalam rentang waktu satu tahun. LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 3

4 D. GAMBARAN UMUM ORGANISASI Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Jawa Tengah dan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 67 Tahun 2008 Tentang penjabaran Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Jawa Tengah ; maka sesuai Pergub Nomor 67 bab II bagian pertama, pasal 2, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah mempunyaitugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan. Adapun Fungsi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Tengah adalah: 1. Perumusan kebijakan teknis di bidang Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah; 2. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum bidang Koperasidan Usaha Mikro Kecil dan Menengah; 3. Pembinaan dan fasilitasi bidang Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah lingkup Provinsi dan Kabupaten / Kota; 4. Pelaksanaan tugas di bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta Pemberdayaan Koperasi Simpan Pinjam lingkup Provinsi dan Kabupaten / Kota; 5. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Lingkup Provinsi dan Kabupaten / Kota; 6. Pelaksanaan kesekretariatan dinas; 7. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya. Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi tersebut diatas menurut pasal 4 Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 67 tahun 2008, Kepala Dinas dibantu/membawahkan: 1. Sekretariat; 2. Bidang Kelembagaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah; 3. Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah; LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 4

5 4. Bidang Peberdayaan Koperasi; 5. Bidang Pemberdayaan Koperasi Simpan Pinjam; 6. UPTD Balatkop dan UMKM; 7. Kelompok Jabatan Fungsional. E. SUSUNAN KEPEGAWAIAN DAN SARPRAS 1. Susunan kepegawaian : Jumlah pegawai/personil Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah sebanyak 146orang terdiri dari : Pegawai Negeri Sipil : 145 orang Pekerja Harian Lepas : 1 orang Tabel 1. Kekuatan Personil PNS Menurut Golongan BIDANG GOL I GOL II GOL III GOL IV P W P W P W P W JUMLAH Sekretariat Kelembagaan Koperasi & UMKM Pemberdayaan UMKM Pemberdayaan Koperasi Pemberdayaan KSP Balatkop Diperbantukan KPU Jateng JUMLAH Tabel 2. Kekuatan Personil PNS Menurut Pendidikan BIDANG SD SMP SMA DIII S1 S2 P W P W P W P W P W P W JUMLAH Sekretariat Kelembagaan Koperasi & UMKM Pemberdayaan UMKM Pemberdayaan Koperasi Pemberdayaan KSP Balatkop Diperbantukan KPU Jateng JUMLAH LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 5

6 Tabel 2.3. Struktur Esselon PNS Menurut Jenis Kelamin PENDIDIKAN PRIA WANITA JUMLAH Esselon II - 1 orang 1 orang Esselon III 2 orang 4 orang 6 orang Esselon IV 7 orang 6 orang 13 orang JUMLAH 9 orang 11 orang 20 orang *Catatan : 3 PNS diperbantukan ke KPU Prov. Jateng dan 2 orang menduduki jabatan Esselon III dan 1 orang menduduki jabatan Esselon IV, dimana untuk Gaji dan TPP tetap dianggarkan pada Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Jateng Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah memperoleh alokasi 1 (satu) orang widyaiswara yang ditempatkan pada UPTD Balaktop untuk mendukung pelayanan pada bidang pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat KUMKM. Terdapat tenaga kontrak tahunan untuk operasional UMKM Center sebanyak 5 orang Staf Administrasi, 2 Konsultan Perkoperasian, dan 5 Konsultan Bisnis UMKM, dimana pembiayannya berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan untuk mendukung operasional PLUT KUKM juga telah direkrut sebanyak 5 orang staf administrasi, dan 7 orang Konsultan Bisnis dimana pembiayaannya berasal dari APBN Dekonsentrasi. Selain itu untuk meningkatkan kenyamanan dan mendukung pelayanan perkantoran, Dinas Koperasi dan UMKM menggunakan jasa dari penyedia jasa (outsourcing) untuk tenaga kebersihan sebanyak 17 orang serta tenaga keamanan sebanyak 14 orang. 2. Sarana dan Prasarana : Sarana dan Prasarana yang dimiliki Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah adalah sebagai berikut: Tabel 3. Tanah dan Gedung Yang Dimiliki NO URAIAN LUAS 1 Tanah 6 (enam) bidang terdiri dari a. Tanah Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah b. Tanah UPTD Balatkop 1 c. Tanah UMKM Center d. Tanah UPTD Balatkop 2 e. Tanah PLUT KUMKM di Ds Dukuh Waluh Kec. Kembaran Kab. Banyumas f. Tanah di Ds. Dawuhan Kab. Banyumas M M M M M M 2 LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 6

7 NO URAIAN LUAS 2 Bangunan Gedung 5 unit terdiri dari a. Bangunan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah b. Bangunan Balatkop c. Bangunan UMKM Center d. Bangunan PLUT KUMKM di Ds. Dukuh Waluh Kec. Kembaran Kab. Banyumas e. Bangunan di Ds. Dawuhan Kab. Banyumas M M M M M 2 Tabel 4. Kendaraan Bermotor Yang Dimiliki NO URAIAN JUMLAH 1 Kendaraan Bermotor Roda 4 (empat) sejumlah 11 (sebelas) unit terdiri dari : a. Honda Civic VTI Tahun 2001 (H 54) b. Toyota Kijang LGX Tahun 2004 (H 9504 VR) c. Toyota Innova G Diesel Tahun 2005 (H 9501 GR) d. Toyota Avansa 1300 G Tahun 2010 (H 9501 HG) e. Toyota Avansa 1300 G Tahun 2010 (H 9501 FR) f. Toyota Innova Tahun 2011 (H 9506 CG) g. Toyota Innova Tahun 2011 (H 9506 KG) h. Toyota Innova Tahun 2011 (H 9506 PR) i. Toyota Innova Tahun 2011 (H 9506 GZ) j. Toyota Avanza Veloz Tahun 2013 (H 9529 ZR) k. Suzuki APV 1500 GL Tahun 2014 (H 9525 FZ) 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 2 3 Kendaraan Bermotor Roda 2 (dua) sejumlah 52 (lima puluh dua) unit terdiri dari a. Di Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah b. Di Kota / Kabupaten Se Jateng Kendaraan Bermotor Roda 3 (tiga) di Kabupaten / Kota Se Jawa Tengah 11 unit 41 unit 25 unit LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 7

8 BAB II PERENCANAAN KINERJA Tahun 2014 Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah memfokuskan pencapaian sasaran utama pada: 1. Peningkatan kapasitas kelembagaan Koperasi dan UMKM; 2. Pengembangan Produk Unggulan Daerah berbasis Sumber Daya Lokal; 3. Peningkatan akses permodalan dan efektivitas pembiayaan bagi Koperasi dan UMKM; 4. Peningkatan produktivitas jaringan pemasaran dan usaha Koperasi dan UMKM; 5. Peningkatkan kualitas SDM KUMKM. Sasaran-sasaran dimaksud perlu diprioritaskan dalam rangka untuk mendukung tercapainya visi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah yaitu SEJAHTERA BERSAMA KOPERASI DAN UMKM. Guna mencapai sasaran dimaksud maka pada tahun 2014telah menetapkan 5 program utamadan 60 kegiatan. A. RENCANA STRATEGIS Rencana stratejik adalah merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu satu sampai dengan lima tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang, tantangan dan hambatan yang timbul. Rencana stretejik Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah tahun merupakan bagian integral dari kebijakan dan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan merupakan landasan dan pedoman bagi seluruh aparat dalam pelaksanaan tugas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan selama kurun waktu 5 (lima) tahun yaitu sejak Untuk mewujudkan Renstra tentu perlu ditunjang dengan Visi dan Misi yang rasional. Untuk itu dapat diperhatikan Visi dan Misi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengahyaitu : LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 8

9 1. Visi Visi merupakan suatu keadaan atau harapan yang harus diwujudkan pada masa yang akan datang. Seperti diketahui bersama bahwa Visi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun yaitu Menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari Mboten Korupsi MbotenNgapusi. Dengan mengacu pada Visi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut, maka SKPD Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah memiliki Visi sebagai berikut SEJAHTERA BERSAMA KOPERASI DAN UMKM Makna yang terkandung dari visi diatas adalah : SEJAHTERA Sejahtera merupakan suatu kondisi dimana segala macam kebutuhan masyarakat terpenuhi, baik berupa kebutuhan jasmani maupun rohani. Dalam konteks pembangunan Koperasi dan UMKM, sejahtera berarti tercukupinya kebutuhan masyarakat Koperasi dan UMKM baik lahir maupun batin, dimana hal sesuai dengan amanat UU No. 17 tahun 2012 tentang Perkoperasian. Mengingat bahwa kondisi sejahtera dinamis sesuai dengan tuntutan dan aspirasi yang berkembang, maka diperlukan upaya terus menerus dalam penyempurnaan paket kebijakan, strategi program kegiatan serta pembinaan guna mewujudkan kondisi tersebut. BERSAMA Bersama merupakan suatu ikatan yang terbentuk atas dasar kesamaan tujuan maupun rasa kekeluargaan, dimana salah satu ciri utamanya adalah rasa saling memiliki dan kepedulian antar anggota terhadap kondisi dan arah hubungan yang terjalin. Dalam konteks pembangunan Koperasi dan UMKM, bersama berarti suatu hubungan yang harmonis antara Pemerintah, Gerakan Koperasi dan UMKM, serta masyarakat dan para pemangku kebijakan lainnya dalam mensinergikan upaya pembangunan Koperasi dan UMKM guna memperoleh hasil yang optimal. Dengan demikian visi SEJAHTERA BERSAMA KOPERASI DAN UMKM dapat didefinisikan sebagai upaya perwujudan kesejahteraan masyarakat Koperasi dan UMKM melalui sinergisitas antara pemerintah, masyarakat serta segenap pemangku kepentingan lainnya. LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 9

10 2. Misi Guna mewujudkan visi tersebut terdapat Misi yang harus dilaksanakan, yaitu : a. Misi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah adalah sbb: 1) Membangun Jawa Tengah berbasis Trisakti Bung Karno, Berdaulat di Bidang Politik, Berdikari di Bidang Ekonomi, dan Berkepribadian di Bidang Kebudayaan 2) Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat yang Berkeadilan, Menanggu-langi Kemiskinan dan Pengangguran 3) Mewujudkan Penyelenggaraan Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah yang Bersih, Jujur dan Transparan, Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi 4) Memperkuat Kelembagaan Sosial Masyarakat untuk Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan 5) Memperkuat Partisipasi Masyarakat dalam Pengambilan Keputusan dan Proses Pembangunan yang Menyangkut Hajat Hidup Orang Banyak 6) Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik untuk Memenuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat 7) Meningkatkan Infrastruktur untuk Mempercepat Pembangunan Jawa Tengah yang Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan b. Misi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah adalah: 1) Mewujudkan Koperasi yang berkualitas dan sehat. 2) Mengembangkan Produk Unggulan Daerah Jawa Tengah yang berdaya saing. 3) Penumbuhan wirausaha baru dan perluasan kesempatan kerja. 4) Mewujudkan Sumber Daya Manusia Pengelola Koperasi dan UMKM yang kompeten. 5) Mewujudkan aparatur yang profesional, berdedikasi, tanggap dan berorientasi pada pelayanan prima dalam upaya pemberdayaan KUMKM. LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 10

11 3. Tujuan dan Sasaran Tujuan dan sasaran pada hakekatnya merupakan penjabaran dari misi untuk mewujudkan visi pembangunan Koperasi dan UMKM selama kurun waktu Tujuan dan sasaran pada masing-masing misi diuraikan sebagai berikut : 1. Misi ke-1 yaitu Mewujudkan Koperasi yang berkualitas dan sehat. Tujuan : Meningkatkan peran Koperasi dalam perekonomian Jawa Tengah. Sasaran :Meningkatnya peran Koperasi dalam perekonomian Jawa Tengah. 2. Misi ke-2 yaitumengembangkan Produk Unggulan Daerah Jawa Tengah yang berdaya saing. Tujuan : a. Meningkatkan Jumlah Produk OVOP berbasis Koperasi di Jawa Tengah. b. Meningkatkan daya saing KUMKM di Jawa Tengah Sasaran : a. Bertambahnya jumlah Produk OVOP berbasis Koperasi di Jawa Tengah b. Meningkatnya daya saing KUMKM di Jawa Tengah. 3. Misi ke-3 yaitupenumbuhan wirausaha baru dan perluasan kesempatan kerja. Tujuan : a. Meningkatkan jumlah wirausaha di Jawa Tengah b. Meningkatkan penyerapan tenaga kerja oleh KUMKM Sasaran : a. Meningkatnya jumlah wirausaha baru di Jawa Tengah b. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja oleh Koperasi dan UMKM. 4. Misi ke-4 yaitumewujudkan Sumber Daya Manusia Pengelola Koperasi dan UMKM yang kompeten Tujuan : Meningkatkan kualitas SDM Pengelola Koperasi dan UMKM Sasaran : Meningkatnya kualitas SDM Pengelola Koperasi dan UMKM. LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 11

12 5. Misi ke-5 yaitu Mewujudkan aparatur yang profesional, berdedikasi, tanggap dan berorientasi pada pelayanan prima dalam upaya pemberdayaan KUMKM. Tujuan : a. Meningkatkan kualitas perencanaan pemberdayaan KUMKM b. Meningkatkan kualitas SDM Aparatur Sasaran : a. Meningkatnya kualitas serta integrasi, sinkronisasi dan sinergitas perencanaan pemberdayaan Koperasi dan UMKM antara Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota. b. Meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia Aparatur B. RENCANA KINERJA TAHUN (RKT) 2014 Dalam rencana kinerja Tahun 2014Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, sasaran, indikator, dan target sebagai mana tercantum dalam tabel sebagai berikut : Sasaran Strategis Tabel 5. Rencana Kinerja Tahun (RKT) 2014 Indikator Kinerja yang hendak dicapaiadalah Target (1) (2) (3) Koperasi berperan 1. JumlahPertumbuhan Koperasi Baru di Jawa Tengah tiap tahunnya Koperasi dalam 2. Jumlah Pertumbuhan Koperasi 500 Koperasi perekonomian Aktif di Jawa Tengah tiap tahunnya. Jawa Tengah 3. Jumlah Penurunan Koperasi Tidak Aktif di Jawa Tengah tiap tahunnya. 250 Koperasi 4. Jumlah PertumbuhanAnggota orang Koperasi di Jawa Tengah tiap tahunnya. Koperasi dan UMKM di Jawa Tengah semakin berkualitas dan layak usahanya 1. Pertumbuhan Tenaga Kerja Koperasi di Jawa Tengah tiap tahunnya. 2. Pertumbuhan Tenaga Kerja UMKM di Jawa Tengah tiap tahunnya. 3. Pertumbuhan Aset Koperasi di Jawa Tengah tiap tahunnya 4. Pertumbuhan Aset UMKM di Jawa Tengah tiap tahunnya orang orang 5% 5% LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 12

13 Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target (1) (2) (3) 5. Pertumbuhan Omzet Koperasi di 8% Jawa Tengah tiap tahunnya. 6. Pertumbuhan Omzet UMKM di 8% Jawa Tengah tiap tahunnya. 7. Pertumbuhan Kredit untuk UMKM 8% di Provinsi Jawa Tengah tiap tahunnya SDM Koperasi 1. Jumlah pengurus/pengelola 750 orang dan UMKM Koperasi dan UMKM yang dilatih berkualitas tiap tahunnya SDM Koperasi dan UMKM berkualitas 2. Jumlah pengurus/pengelola Koperasi dan UMKM yang dilatih tiap tahunnya 750 orang C. PENETAPAN KINERJA (PK) TAHUN 2014 Setelah melalui berbagai tahapan, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, ternyata rencana kinerja tahunan Tahun 2013, mengalami perubahan. Adapun perubahan dimaksud sebagaimana telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja (PK) yang telah disepakati antara kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah dengan Kepala Daerah Tahun 2013, yaitu sebagai berikut : LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 13

14 Tabel 6. Penetapan Kinerja (PK) Tahun 2014 Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program/Kegiatan Anggaran (1) (2) (3) (4) (5) 1) Presentase Koperasi Aktif 80,71% ) Presentase Koperasi Provinsi 32,75% Berkualitas ) Presentase Koperasi Sehat 15,70% 4) Presentase omzet Koperasi 6,25% terhadap PDRB Jawa Tengah Meningkatnya peran Koperasi dalam perekonomian Jawa Tengah 2. Bertambahnya jumlah Produk OVOP berbasis Koperasi di Jawa Tengah 3. Meningkatnya daya saing KUMKM di Jawa Tengah 1) Jumlah Produk OVOP berbasis Koperasi di Jawa Tengah 1) Presentase Pertumbuhan Aset Koperasi 2) Presentase Pertumbuhan Aset UMKM yang dibina 3) Presentase Pertumbuhan Omset Koperasi 4) Presentase Pertumbuhan Omset UMKM yang dibina 5) Jumlah UMKM yang dibina LAKIP 2014-Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah ,85% 9,75% 12,20% 10,20% Program Penguatan Kapasitas Kelembagaan Koperasi dan UMKM, Kegiatan : a. Peningkatan Pemasyarakatan dan Kelembagaan Koperasi b. Pembinaan dan Pengawasan Koperasi c. Pemeringkatan Koperasi dan Penilaian Kesehatan KSP d. Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan Pemberdayaan KUMKM e. Penguatan Kelembagaan dan Usaha Masyarakat di wilayah penghasil dan industri hasil tembakau f. Pembinaan Kemampuan dan Ketrampilan Masyarakat di wilayah penghasil dan industri hasil tembakau Program Peningkatan Produktivitas Pemasaran dan Jaringan Usaha, Kegiatan : a. Pengembangan dan Pemberdayaan sentra, Kualitas produk ragam corak dan desain batik UMKM diwilayah penghasil dan industri hasil tembakau b. Peningkatan Daya Saing Produk Usaha

15 Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program/Kegiatan Anggaran (1) (2) (3) (4) (5) 1) Penumbuhan wirausaha baru di 250 Jawa Tengah 4. Meningkatkan jumlah wirausaha di Jawa Tengah 5. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja oleh KUMKM 1) Presentase Pertumbuhan Tenaga Kerja KUMKM 11% Masyarakat di wilayah penghasil dan industri hasil tembakau c. Peningkatan jaringan Produk KUMKM bagi Anggota Mitra Praja Utama (MPU) d. Fasilitasi Akses Pemasaran bagi Produk KUMKM e. Pelayanan Klinik Usaha bagi KUMKM Meningkatnya kualitas SDM Pengelola Koperasi dan UMKM 7. Meningkatnya kualitas perencanaan pemberdayaan KUMKM 8. Meningkatnya kualitas SDM Aparatur 1) Pengurus KUMKM yang dilatih 1) Presentase kesesuaian perencanaan pemberdayaan KUMKM Pusat dan Daerah 1) Jumlah Aparatur yang mengikuti diklat % 30 Program Peningkatan Kualitas SDM KUMKM, Kegiatan : 1. Peningkatan dan Penguatan Kualitas SDM KUMKM 2. Peningkatan dan Penguatan Kualitas SDM KUMKM di wilayah penghasil dan industri hasil tembakau Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah berbasis Sumber Daya Lokal, Kegiatan : 1. Fasilitasi Perlindungan Produk UMKM 2. Penguatan Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat melalui Sarana Produksi di wilayah penghasil dan industri hasil tembakau 3. Peningkatan usaha agribisnis masyarakat petani di wilayah penghasil dan industri hasil tembakau LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 15

16 Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Program/Kegiatan Anggaran (1) (2) (3) (4) (5) 4. Pemberdayaan Koperasi Produksi di wilayah Penghasil dan Industri Hasil Tembakau 5. Peningkatan Kualitas Usaha Koperasi di Wilayah penghasil dan industri hasil tembakau 6. Fasiltiasi Peningkatan Produktivitas UMKM di wilayah penghasil dan industri hasil tembakau 7. Fasilitasi Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal melalui Penumbuhan Wirausaha Baru di wilayah penghasil & industri hsl tembakau Program Pengembangan Akses Permodalan dan Efektivitas Pembiayaan, Kegiatan : 1. Fasilitasi Akses Permodalan bagi KUMKM 2. Pengendalian Pembiayaan KUMKM Penguatan Ekonomi Masyarakat melalui Bantuan Akses Permodalan di wilayah penghasil dan industri hasil tembakau Penguatan kemampuan pengelolaan usaha masyarakat di wilayah penghasil dan industri hasil tembakau LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 16

17 Apabila dicermati, antara RKT dengan PK, maka terdapat perbedaan target kinerja sebagai berikut : Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Kinerja Dalam RKT Target Kinerja Dalam PK Meningkatnya peran Koperasi dalam perekonomian Jawa Tengah (1) (2) (3) (4) (5) 1. Presentase Koperasi ,71% Aktif Koperasi 2. 32,75% 2. Presentase Koperasi 2. Tidak ada 3. 15,70% Provinsi Berkualitas 3. Tidak ada 4. 6,25% 3. Presentase Koperasi 4. Tidak ada Sehat 4. Presentase omzet Bertambahnya jumlah Produk OVOP berbasis Koperasi di Jateng Meningkatnya daya saing KUMKM di Jawa Tengah Meningkatkan jumlah wirausaha di Jawa Tengah Meningkatnya penyerapan tenaga kerja oleh KUMKM Meningkatnya kualitas SDM Pengelola Koperasi dan UMKM Meningkanya kualitas perencanaan pemberdayaan KUMKM Koperasi terhadap PDRB Jawa Tengah Jumlah Produk OVOP berbasis Koperasi di Jawa Tengah 1. Presentase Pertumbuhan Aset Koperasi 2. Presentase Pertumbuhan Aset UMKM yang dibina 3. Presentase Pertumbuhan Omset Koperasi 4. Presentase Pertumbuhan Omset UMKM yang dibina 5. Jumlah UMKM yang dibina Penumbuhan wirausaha baru di Jawa Tengah Presentase Pertumbuhan Tenaga Kerja KUMKM Pengurus KUMKM yang dilatih Presentase kesesuaian perencanaan Pemberdayaan KUMKM Pusat dan Daerah Tidak ada 1. 5% 2. 5% 3. 8% 4. 8% 5. Tidak ada Tidak ada 250 Tidak ada 11% 105 Produk 1. 12,85% 2. 9,75% 3. 12,20% 4. 10,20% orang orang Tidak ada 100% LAKIP 2014-Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 17 Ket

18 Sasaran Strategis Meningkatnya kualitas SDM Aparatur Indikator Kinerja Target Kinerja Dalam RKT Target Kinerja Dalam PK (1) (2) (3) (4) (5) Jumlah Aparatur yang Tidak ada 30 orang mengikuti diklat Ket LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 18

19 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2014 Akuntabilitas kinerja dapat diartikansebagai kewajiban untuk mempertanggungjawabkan secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam pencapian visi dan melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas. Pengukuran Kinerja digunakan sebagai dasar untuk penelitian keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang akan dicapai, yang telah ditetapkan dalam Visi dan Misi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah.Pengukuran dimaksud itu merupakan suatu hasil dari suatu penilaian yang sistematis dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan berupa masukan, keluaran, hasil. Penilaian dimaksud tidak terlepas dari kegiatan mengolah dan masukan untuk diproses menjadi keluaran penting dan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan dan sasaran. Pada pembahasan akuntabilitas kinerja Tahun 2014 ada 3 (tiga) aspek yang akan dibahas, yaitu : 1. Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) 2. Evaluasi dan Analisis Kinerja 3. Akuntabilitas Keuangan Untuk memudahkan interpertasi atas pencapaian kinerja sasaran dipergunakan interval nilai sebagai berikut : - >101 = Amat Baik = Baik = Cukup - < 49 = Kurang A. PENGUKURAN PENCAPAIAN SASARAN Hingga akhir tahun 2014, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah telahmelaksanakan seluruh kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya.adapun sasaran strategis yang hendak dicapai selama tahun 2014 adalah : LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 19

20 1. Meningkatnya peran Koperasi dalam perekonomian Jawa Tengah 2. Bertambahnya jumlah Produk OVOP berbasis Koperasi di Jateng 3. Meningkatnya daya saing KUMKM di Jawa Tengah 4. Meningkatkan jumlah wirausaha di Jawa Tengah 5. Meningkatnya penyerapan tenaga kerja oleh KUMKM 6. Meningkatnya kualitas SDM Pengelola Koperasi dan UMKM 7. Meningkanya kualitas perencanaan pemberdayaan KUMKM 8. Meningkatnya kualitas SDM Aparatur Untuk mengukur sejauhmana pencapaian atas sasaran tersebut sebagai tolak ukur keberhasilan pembangunan sektor Koperasi dan UMKM di Jawa Tengah, telah dilakukan pengukuran terhadapsasaran tersebut sebagai berikut : a. Sasaran ke-1 : Berdasarkan hasil pengukuran kinerjasasaranke-1, Indikator kinerja, target, dan realisasinya tercermin pada tabelsebagaiberikut : Sasaran Strategis Meningkatnya peran Koperasi dalam perekonomian Jawa Tengah Tabel 7. Pengukuran Pencapaian Sasaran ke-1 Indikator Kinerja Target Realisasi Presen tase(%) (1) (2) (3) (4) (5) 1. Presentase 1. 80,71% 1. 81,20% Koperasi Aktif 2. 32,75% 2. 40,41% 2. Presentase 3. 15,70% 3. 15,96% Koperasi Provinsi 4. 6,25% 4. Data Berkualitas belum 3. Presentase tersedia Koperasi Sehat 4. Presentase ,61% ,39% ,66% 4. Data belum tersedia omzet Koperasi terhadap PDRB Jawa Tengah Rata-Rata capaian sasaran ke-1 108,55% Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran ke-1, dari 4indikator kinerjaterdapat 3 indikator yang sudah dapat diukur kinerjanya, dan ada 1 indikator kinerja yang belum dapat diukur, yaitu Presentase Omset Koperasi terhadap PDRB Jawa Tengah. Penyebab indikator tersebut belum dapat diukur adalah belum tersedianya data PDRB Jawa Tengah Tahun 2014 oleh BPS. LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 20

21 Adapun untuk ketiga indikator lainnya telah dapat diukur dan hasil rata rata dari pengukuran ketiga indikator tersebut menunjukkan nilai sebesar 108,55% atau berpredikat amat baik. Adapun penyebab capaian kinerja dari indikator tersebut mampu diatas target disebabkan antara lain : 1. Dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota, baik dalam bentuk kebijakan maupun anggaran, dalam mendorong peningkatan kualitas kelembagaan Koperasi. 2. Meningkatnya kesadaran dari Koperasi untuk melakukan pengelolaan usaha secara profesional guna menghadapi kompetisi bisnis yang semakin dinamis. 3. Meningkatnya tuntutan dari anggota Koperasi terkait pelayanan prima mendorong Koperasi melakukan pembenahan manajemen pengelolaan usaha secara profesional dan sesuai dengan kaidah aturan yang berlaku. Dalam rangka meningkatkan capaian kinerja, upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Peningkatan kompetensi serta keahlian dan ketrampilan dari aparatur secara berkala dalam menghadapi perkembangan peraturan maupun dinamika di lapangan. 2. Mendorong peran aktif segenap pihak terkait dalam rangka pemberian pendampingan, baik Pihak Kab/Kota, BDS, maupun Universitas, guna meningkatkan kinerja Koperasi. Oleh karena itu ke depan dalam rangka meningkatkan capaian kinerja tahun mendatang maka akan ditempuh strategi sebagai berikut : 1. Optimalisasi program kemitraan antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dengan Universitas atau BDS untuk mengimplementasikan sistem Pendampingan serta optimalisasi pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna pembinaan dan pengembangan Koperasi dan UMKM di Jawa Tengah 2. Peningkatan kemampuan dan kompetensi Pengurus/Pengelola KUMKM melalui berbagai diklat, magang, hingga on the job training. b. Sasaran ke-2 : Berdasarkan hasil pengukuran kinerja Sasaran ke-2, Indikator kinerja, target, dan realisasinya tercermin pada tabel sebagai berikut : LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 21

22 Sasaran Strategis Tabel 8. Pengukuran Pencapaian Sasaran ke-2 Indikator Kinerja Target Realisasi Presen tase(%) (1) (2) (3) (4) (5) Bertambahnya Jumlah Produk 105 Produk 105 Produk 100% jumlah Produk OVOP berbasis OVOP berbasis Koperasi di Jawa Koperasi di Jateng Tengah Rata-Rata capaian sasaran ke-2 100% Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran ke-2, dapat dilihat bahwa capaian sesuai dengan target (100%) atau berpredikat baik. antara lain : Upaya yang telah dilakukan guna mendukung pencapaian target tersebut 1. Koordinasi secara aktif antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota mendorong terbitnya berbagai kebijakan tentang Pengembangan Produk Unggulan Daerah berbasis OVOP di masing masing Kabupaten/Kota. 2. Sosialisasi secara kontinyu mengenai Kebijakan OVOP direspon dengan animo masyarakat dalam mengajukan berbagai produk produk unggulan daerah baru sesuai dengan potensi desa/daerah masing masing. Oleh karena itu ke depan dalam rangka meningkatkan capaian kinerja tahun mendatang maka akan ditempuh strategi sebagai berikut : 1. Upaya pengembangan Produk Unggulan Daerah dilakukan secara kontinyu dan terintegrasi dengan tidak lupa memperhatikan selera pasar. 2. Mendorong peran aktif dari Universitas, Lembaga Riset, dan Perusahaanuntuk meningkatkan kualitas dan inovasi dari Produk Unggulan Daerah yang ada. 3. Terus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai Kebijakan OVOP secara komprehensif. c. Sasaran ke-3 : Berdasarkan hasil pengukuran kinerja Sasaran ke-3, Indikator kinerja, target, dan realisasinya tercermin pada tabel sebagai berikut : LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 22

23 Sasaran Strategis Meningkatnya daya saing KUMKM di Jawa Tengah Tabel 9. Pengukuran Pencapaian Sasaran ke-3 Indikator Kinerja Target Realisasi Presen tase(%) (1) (2) (3) (4) (5) 1. Presentase 1. 12,85% 1. 23,74% Pertumbuhan 2. 9,75% 2. 44,77% Aset Koperasi 3. 12,20% 3. 12,82% 2. Presentase 4. 10,20% 4. 20,85% Pertumbuhan Aset UMKM yang dibina 3. Presentase Pertumbuhan Omset Koperasi 4. Presentase Pertumbuhan Omset UMKM yang dibina 5. Jumlah UMKM yang dibina ,75% ,18% ,08% ,41% ,35% Rata-Rata capaian sasaran ke-3 249,67% Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran ke-3, dari 5 indikator kinerja sebagai tolak ukurnya tergambar bahwa secara umum capaian kinerja dari 5 indikator kinerja dicapai melebihi target yang telah ditetapkan (rata-rata capaian sasaran ke-3 adalah sebesar 249,67%) atau berpredikat amat baik. Mengacu pada hasil pengukuran diatas terlihat bahwa terdapat 2 indikator yang pencapaiannya jauh diatas target, yaitu Presentase Pertumbuhan aset UMKM yang dibina (459,18%) dan Presentase Pertumbuhan Omset UMKM yang dibina (204,41%). Hal ini disebabkan adanya peningkatan kucuran kredit perbankan kepada UMKM secara masif pada tahun 2014, dimana proporsi kredit UMKM di Jawa Tengah mencapai 29,78% serta pertumbuhan KUR di Jawa Tengah sebesar 31,76% per November Oleh karena itu ke depan dalam rangka mendorong peningkatan capaian kinerja di masa yang akan datang maka akan ditempuh strategi sebagai berikut : 1. Mengoptimalkan sistem pendampingan bagi Koperasi maupun UMKM melalui pihak terkait (Universitas, BDS, dan Perusahaan) LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 23

24 2. Perlunya pola kerjasama dengan Perusahaan untuk memberikan kesempatan bagi KUMKM dalam melakukan on the job training guna meningkatkan keahlian dan ketrampilannya. d. Sasaran ke-4 : Berdasarkan hasil pengukuran kinerja Sasaran ke-4 : Sasaran Strategis Tabel 10. Pengukuran Pencapaian Sasaran ke-4 Indikator Kinerja Target Realisasi Presen tase(%) (1) (2) (3) (4) (5) Meningkatkan jumlah wirausaha di Jawa Tengah Penumbuhan wirausaha baru di Jawa Tengah 250 orang 295 orang 118% Rata-Rata capaian sasaran ke-4 118% Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran ke-4, dari indikator kinerja diatas dapat dilihat bahwa kinerjanya melampaui target (118%) atau berpredikat amat baik. Adapun penyebab tingginya capaian kinerja dibanding target tersebut disebabkan antara lain : 1. Keberhasilan dari peserta yang mampu berwirausaha, mendorong masyarakat untuk mengikuti program penumbuhan wairausaha baru yang ditawarkan Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Jateng guna meningkatkan taraf kehidupan mereka. 2. Adanya pendampingan pasca pelatihan mendorong tingkat survivabilitas dari rintisan usaha yang dibangun oleh Calon Wirausaha. Dalam rangka meningkatkan capaian kinerja kedepan, upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Mendorong peningkatan kompetensi dari pendamping maupun praktisi pemberi materi. 2. Mengintegrasikan sistem pendampingan antar stakeholders. e. Sasaran ke-5 : Berdasarkan hasil pengukuran kinerja Sasaran ke-5 : LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 24

25 Sasaran Strategis Tabel 11. Pengukuran Pencapaian Sasaran ke-5 Indikator Kinerja Target Realisasi Presen tase(%) (1) (2) (3) (4) (5) Meningkatnya penyerapan Presentase Pertumbuhan 11% 13,54% 123,09% tenaga kerja Tenaga Kerja oleh KUMKM KUMKM Rata-Rata capaian sasaran ke-5 123,09% Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran ke-5, dari indikator kinerja diatas dapat dilihat bahwa kinerjanya melampaui target (123,09%) atau berpredikat amat baik. Adapun penyebab tingginya capaian kinerja dibanding target tersebut disebabkan antara lain : 1. Peluang dari pertumbuhan ekonomi mendorong peningkatan produksi dari Koperasi maupun UMKM sehingga turut meningkatkan penyerapan tenaga kerja pada sektor ini. 2. Pendampingan yang diberikan oleh pihak terkait turut mendorong peningkatan produktivitas Koperasi dan UMKM sehingga mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Dalam rangka meningkatkan capaian kinerja kedepan, upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Mendorong peningkatan kualitas SDM Koperasi dan UMKM baik melalui diklat maupun bintek/workshop. 2. Mengoptimalkan sistem pendampingan bagi KUMKM sehingga mampu menekan tingkat kegagalan bisnis mereka. f. Sasaran ke-6 : Berdasarkan hasil pengukuran kinerja Sasaran ke-6: LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 25

26 Sasaran Strategis Tabel 12. Pengukuran Pencapaian Sasaran ke-6 Indikator Kinerja Target Realisasi Presen tase(%) (1) (2) (3) (4) (5) Meningkatnya Kualitas SDM Pengelola Koperasi dan UMKM Pengelola KUMKM yang kompeten orang orang 101,47% Rata-Rata capaian sasaran ke-6 101,47% Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran ke-4, dari indikator kinerja diatas dapat dilihat bahwa kinerjanya melampaui target (101,47%) atau berpredikat amat baik. Adapun penyebab tingginya capaian kinerja dibanding target tersebut disebabkan antara lain : 1. Tuntutan dari persaingan usaha yang semakin meningkat, mendorong KUMKM untuk terus mengikutsertakan pengurus/pengelola terhadap pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas. Dalam rangka meningkatkan capaian kinerja kedepan, upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Mendorong peningkatan kompetensi dari pendamping maupun praktisi pemberi materi. 2. Mengintegrasikan sistem pelatihan antar stakeholders guna meningkatkan kompetensi peserta pelatihan. g. Sasaran ke-7 : Berdasarkan hasil pengukuran kinerja Sasaran ke-7 : Sasaran Strategis Tabel 13. Pengukuran Pencapaian Sasaran ke-7 Indikator Kinerja Target Realisasi Presen tase(%) (1) (2) (3) (4) (5) Meningkatnya kualitas perencanaan pemberdayaan KUMKM Presentase Kesesuaian Perencanaan Pemberdayaan KUMKM Pusat & Daerah 100% 100% 100% Rata-Rata capaian sasaran ke-7 100% LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 26

27 Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran ke-7, dari indikator kinerja diatas dapat dilihat bahwa kinerjanya melampaui target (100%) atau berpredikat baik. Adapun penyebab tingginya capaian kinerja dibanding target tersebut disebabkan antara lain : 1. Sinergisitas antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kab/Kota dalam penyusunan perencanaan pemberdayaan KUMKM melalui Rakor maupun FGD sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat. Dalam rangka meningkatkan capaian kinerja kedepan, upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Mendorong sinergisitas dan sinkronisasi program program perencanaan melalui berbagai Rapat Koordinasi maupun Rapat Teknis. 2. Melakukan komunikasi secara intensif kepada stakeholders guna menyamakan gerak langkah dalam pemberdayaan KUMKM. h. Sasaran ke-8 : Berdasarkan hasil pengukuran kinerja Sasaran ke-8 : Sasaran Strategis Tabel 14. Pengukuran Pencapaian Sasaran ke-8 Indikator Kinerja Target Realisasi Presen tase(%) (1) (2) (3) (4) (5) Meningkatnya kualitas SDM Aparatur Jumlah Aparatur yang mengikuti diklat 30 orang 30 orang 100% Rata-Rata capaian sasaran ke-8 100% Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran ke-8, dari indikator kinerja diatas dapat dilihat bahwa kinerjanya melampaui target (100%) atau berpredikat baik. Adapun penyebab tingginya capaian kinerja dibanding target tersebut disebabkan antara lain : 1. Dukungan dan Komitmen yang tinggi dari Pimpinan untuk mendorong peningkatan kualitas SDM Aparatur guna mewujudkan pelayanan birokrasi yang profesional, tanggap, dan responsif. Dalam rangka meningkatkan capaian kinerja kedepan, upaya yang telah dilakukan adalah sebagai berikut : LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 27

28 1. Mendorong peningkatan kesadaran aparatur pada Dinas Koperasi dan UMKM untuk senantiasa meningkatkan kompetensinya. B. EVALUASI DAN ANALISIS KINERJA Berdasarkan pada hasil perhitungan pengukuran pencapaian sasaran (PPS) yang telah di lakukan di atas dengan membandingkan antara rencana pencapaian target dengan realisasi yang ada berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan, dapat diketahui bahwa Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya pada Tahun Anggaran 2014 dikategorikan Amat Baik. Mengingat bahwa pelaksanaan program program pembangunan Koperais dan UMKM pada 2014 merupakan tahapan pertama dalam penjabaran RPJMD Provinsi Jawa Tengah serta Renstra Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah , maka terdapat perbedaan indikator kinerja antara pelaksanaan program pembangunan Koperasi dan UMKM Tahun 2014 dengan Tahun Sehubungan dengan hal tersebut, maka kiranya tidak dimungkinkan untuk dilakukan perbandingan kinerja antara Tahun 2014 dengan Tahun C. AKUNTABILITAS KEUANGAN Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, pada tahun anggaran 2014, yaitu : a. Target Pendapatan Pada tahun 2014, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah ditagetkan untuk menghasilkan pendapatan sebanyak Rp ,-, namun ternyata pendapatan yang diperoleh sebesar Rp ,- atau dicapai sebesar 103,77%. Rincian target dan realisasi pendapatan dapat dilihat pada tabel berikut ini : LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 28

29 Tabel 15. Target dan Realisasi Pendapatan Tahun 2014 No Jenis Pendapatan Target (Rp) Realisasi (Rp) Selisih Retribusi Pelayanan Pendidikan 2 Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Presentase (%) ( ) 97,75% ,59% 3 Penerimaan Lain lain SKPD Jumlah ,77% Capaian Tahun ( ) 87,70% 2013 Selisih ( ) ( ) ( ) ,32% Berdasarkan tabel di atas terlihat meskipun target pendapatan Tahun 2014dibandingkan Tahun 2013 mengalami penurunan, tetapi apabila dilihat dari presentase kinerja mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari presentase realisasi pendapatan Tahun 2013 sebesar 87,70% mampu ditingkatkan menjadi 103,77% pada tahun 2014 atau meningkat 118,32%. Meningkatnya realisasi pendapatan disebabkan bertambahnya aset Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Jateng pada 2014 yaitu dengan mulai beroperasinya UMKM Center pada bulan Desember 2014 sehingga mampu mendorong peningkatan PAD. b. Pelaksanaan APBD Tahun 2014 Pada tahun 2014Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah mendapatkan total anggaran sebesar Rp ,-namun dalam realisasinya anggaran tersebut terserapsebesarrp ,- atau (96,05%). Anggaran sejumlah Rp ,- dialokasikan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp ,- (27,05%) dan belanja langsung ebesar Rp ,- (72,95%) Apabila dilihat dari jenis anggaran belanja, maka realisasi belanja tidak langsung adalah sebesar Rp ,- (93,27%) dari anggaran yang tersedia sebanyak Rp ,-, sedangkan LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 29

30 untuk belanja langsung dari anggaran yangada sebanyak Rp ,- direalisasikan sebesar Rp ,- (97,08%). Selanjutnya disajikan perincian data anggaran dan realisasi belanja tidak langsung dan belanja langsung pada Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah tahun LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 30

31 NO Tabel 16. Anggaran dan Realisasi Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung Tahun 2014 PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN APBD REALISASI SELISIH % I BELANJA TIDAK LANGSUNG ,07 II BELANJA LANGSUNG I Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 1 Penyediaan Jasa Surat Menyurat Sekretariat Dinas 2 Penyediaan Jasa Surat Menyurat Balatkop 3 Penyediaan Jasa komunikasi, SDA dan Listrik Sekretariat Dinas 4 Penyediaan Jasa komunikasi, SDA dan Listrik Balatkop 5 Jaminan Barang Milik Daerah 6 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor/Rumah Dinas Sekretariat Dinas 7 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor/Rumah Dinas Balatkop 8 Penyediaan alat tulis kantor Sekretariat 9 Penyediaan alat tulis kantor Balatkop 10 Penyediaan barang cetak dan penggandaan Sekretariat 11 Penyediaan barang cetak dan penggandaan Balatkop 12 Penyediaan komponen instalasi listrik / penerangan bangunan kantor Sekretariat 13 Penyediaan komponen instalasi listrik / penerangan bangunan kantor Balatkop 14 Penyediaan peralatan rumah tangga 15 Penyediaan bahan bacaan, peraturan perundangundangan 16 Penyediaan Makanan dan Minuman 17 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi di dalam dan luar daerah ,84% ,91% ,42% ,09% ,77% ,52% ,08% ,92% ,97% ,87% ,44% ,44% ,96% ,49% ,00% ,00% ,00% LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 31

32 NO PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN APBD REALISASI SELISIH % Penyediaan jasa pelayanan ,65% perkantoran Sekretariat Dinas 19 Penyediaan jasa pelayanan perkantoran Balatkop 20 Penyediaan Biaya Publikasi dan Dokumentasi II Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 21 Pembangunan Gedung Kantor 22 Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional 23 Pemeliharaan rutin/ berkala gedung kantor Sekretariat Dinas 24 Pemeliharaan rutin/ berkala gedung kantor Balatkop 25 Pemeliharaan rutin/ berkala kendaraan dinas/operasional 26 Pemeliharaan rutin/ berkala meubelair Sekretariat 27 Pemeliharaan rutin/ berkala meubelair Balatkop 28 Pemeliharaan rutin/berkala peralatan kantor dan Rumah tangga Sekretariat 29 Pemeliharaan rutin/berkala peralatan kantor dan Rumah tangga Balatkop 30 Peningkatan sarana dan prasarana kantor Sekretariat 31 Peningkatan sarana dan prasarana kantor Balatkop III Program Peningkatan Disiplin Aparatur. 32 Pengadaan pakaian dinas beserta perlengkapannya IV Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur. 33 Pendidikan dan Pelatihan Formal. V Program Pendidikan Non Formal dan Informal 34 Pendidikan dan pelatihan masyarakat KUMKM ,34% ,00% ,57% ,78% ,15% ,77% ,92% ,00% ,72% ,62% ,97% ,04% ,56% ,76% ,56% ,39% LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 32

33 NO PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN APBD REALISASI SELISIH % VI Program peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan dan anak. 35 Peningkatan Kualitas dan ,00% Kinerja Kelembagaan Usaha bagi Kelompok Wanita Usaha/Kopwan 36 Pemberdayaan kelompok ,37% wanita usaha produktif diwilayah penghasil dan industri tembakau(dbhcht) VII Program Penguatan Kapasitas Kelembagaan Koperasi dan UMKM. 37 Peningkatan ,62% Pemasyarakatan dan Kelembagaan Koperasi 38 Pembinaan dan ,82% Pengawasan Koperasi 39 Pemeringkatan Koperasi ,85% dan Penilaian Kesehatan KSP 40 Koordinasi dan Sinkronisasi Perencanaan Pemberdayaan KUMKM ,55% 41 Penguatan Kelembagaan ,83% dan Usaha Masyarakat di Wilayah Penghasil dan Industri Hasil Tembakau 42 Pembinaan Kemampuan ,52% dan Ketrampilan Masyarakat di Wilayah Penghasil dan Industri Hasil Tembakau VIII Program Peningkatan Produktivitas Pemasaran dan Jaringan Usaha 43 Kegiatan Pengembangan ,57% dan Pemberdayaan Sentra, Kualitas Produk Ragam Corak dan Desain Batik UMKM di wilayah penghasil dan industri hasil tembakau (DBHCHT) 44 Kegiatan Peningkatan Daya ,57% Siang Produk Usaha Masyarakat di Wilayah Penghasil dan Industri Hasil Tembakau (DBHCHT) 45 Peningkatan Jaringan ,32% Produk KUKM bagi Anggota Mitra Praja Utama (MPU) 46 Fasilitasi Akses Pemasaran ,46% LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 33

BAB I PENDAHULUAN. LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 1

BAB I PENDAHULUAN. LAKIP Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Secara umum selama kondisi makro ekonomi Jawa Tengah per triwulan III tahun 2015 relatif melambat apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Lebih terperinci

Realisasi APBD Tahun Anggaran 2014

Realisasi APBD Tahun Anggaran 2014 Realisasi Tahun Anggaran 2014 Pada tahun 2014 Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah mendapatkan total anggaran sebesar Rp 61.375.930.000,- namun dalam realisasinya anggaran tersebut terserap sebesar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Provinsi Jawa Tengah secara geografis berada pada 5 40-8 30 Lintang Selatan dan 108 30-111 30 Bujur Timur. Adapun secara administratif wilayah Provinsi Jawa Tengah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Provinsi Jawa Tengah secara astronomis berada pada 5 40-8 30 Lintang Selatan dan 108 30-111 30 Bujur Timur. Adapun secara administratif wilayah Provinsi Jawa Tengah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Tengah dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Provinsi Jawa Tengah secara astronomis berada pada 5 40-8 30 Lintang Selatan dan 108 30-111 30 Bujur Timur. Adapun secara administratif wilayah Provinsi Jawa Tengah

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2016

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2016 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2016 DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH PROVINSI JAWA TENGAH KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Pada penyusunan Laporan Akuntabilias Kinerja Tahun 2013 ini, mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor

Lebih terperinci

penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan pendapatan bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan pendapatan bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah. 4.1.15 URUSAN WAJIB KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH 4.1.15.1 KONDISI UMUM Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah atau yang sering disebut UMKM, merupakan salah satu bentuk organisasi ekonomi rakyat

Lebih terperinci

BAB II EKONOMI MAKRO DAN KEBIJAKAN KEUANGAN

BAB II EKONOMI MAKRO DAN KEBIJAKAN KEUANGAN BAB II EKONOMI MAKRO DAN KEBIJAKAN KEUANGAN 2.1 EKONOMI MAKRO Secara umum selama kondisi makro ekonomi Jawa Tengah per triwulan III tahun 2016 relatif melambat apabila dibandingkan dengan triwulan yang

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015 DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH Semarang, 29 Februari 2016 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BAGIAN HUMAS SETDA KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BAGIAN HUMAS SETDA KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BAGIAN HUMAS SETDA KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013 PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KUDUS 2013 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT

KATA PENGANTAR. Bandung, Januari 2015 KEPALA BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN TERPADU PROVINSI JAWA BARAT KATA PENGANTAR Sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mewajibkan bagi setiap pimpinan instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan

Lebih terperinci

NOTA DINAS. Indikator Kinerja. Indikator Kinerja RPJMD Persentase Koperasi Aktif terhadap Jumlah Koperasi

NOTA DINAS. Indikator Kinerja. Indikator Kinerja RPJMD Persentase Koperasi Aktif terhadap Jumlah Koperasi PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH Jl. Sisingamangaraja No. 3A Telp. (024) 8310556 8318773 Fax. (024) 8414165 Website : http://dinkop-umkm.jawatengah.go.id

Lebih terperinci

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI SETDA PROVINSI JAWA TENGAH

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI SETDA PROVINSI JAWA TENGAH BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI SETDA PROVINSI JAWA TENGAH A. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi Pelayanan Setda Provinsi Jawa Tengah Dengan memperhatikan

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah

Kata Pengantar. Semarang, Pebruari 2016 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah P E M E R I N T A H P R O V I N S I J A W A T E N G A H LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2016 DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA TENGAH Semarang 2017 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji

Lebih terperinci

BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM

BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM BAB VI SASARAN, INISITIF STRATEJIK DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM A. SASARAN STRATEJIK yang ditetapkan Koperasi dan UKM selama periode tahun 2005-2009 disusun berdasarkan berbagai

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI BALI. LAPORAN KINERJA (LKjIP) DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2016

PEMERINTAH PROVINSI BALI. LAPORAN KINERJA (LKjIP) DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2016 PEMERINTAH PROVINSI BALI LAPORAN KINERJA (LKjIP) DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2016 Laporan Kinerja Dinas Koperasi UMKM Provinsi Bali Tahun 2016 i KATA PENGANTAR Puji Syukur kami

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2014

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2014 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2014 DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TENGAH Semarang, Maret 2015 KATA PENGANTAR Dengan

Lebih terperinci

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016 1.1. Latar Belakang Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) 2016 BAB I PENDAHULUAN Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Instansi Pemerintah (LKJiP) Satuan Kerja Perangkat Daerah Dinas Pemberdayaan Masyarakat

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA BANDUNG KECAMATAN BANDUNG KULON

PEMERINTAH KOTA BANDUNG KECAMATAN BANDUNG KULON BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF 5.1 Rencana Program Dan Kegiatan Peran strategis Kecamatan di Kota Bandung menuntut adanya peningkatan pelayanan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA BANDUNG KECAMATAN BANDUNG KULON

PEMERINTAH KOTA BANDUNG KECAMATAN BANDUNG KULON BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF 5.1 Rencana Program Dan Kegiatan Peran strategis Kecamatan di Kota Bandung menuntut adanya peningkatan pelayanan

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Semarang, Maret 2015 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah

Kata Pengantar. Semarang, Maret 2015 Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah P E M E R I N T A H P R O V I N S I J A W A T E N G A H LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2014 DINAS BINA MARGA PROVINSI JAWA TENGAH Semarang 2015 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tujuan umum dari penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah. Dengan terbitnya Undang-undang

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN ANGGARAN 2011

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN ANGGARAN 2011 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN ANGGARAN 2011 SEKRETARIAT DEWAN PENGURUS KABUPATEN KERINCI KORPS PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA Kompleks Kantor Bupati Kerinci Jl. Jendral Basuki

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM KECAMATAN GEDEBAGE KOTA BANDUNG 2.1. TUGAS POKOK, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI

BAB II GAMBARAN UMUM KECAMATAN GEDEBAGE KOTA BANDUNG 2.1. TUGAS POKOK, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI BAB II GAMBARAN UMUM KECAMATAN GEDEBAGE KOTA BANDUNG 2.1. TUGAS POKOK, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI KECAMATAN GEDEBAGE 2.1.1. TUGAS POKOK Tugas Pokok Kecamatan Gedebage mengacu kepada Peraturan Pemerintah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG U ntuk mewujudkan penyelenggaraan Pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang baik (Good Governance) dan bersih (Clean Government) juga untuk memenuhi tuntutan

Lebih terperinci

Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat

Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat B A B I I I A K U N T A B I L I T A S K I N E R J A Dalam upaya memberi pertanggungjawaban terhadap tingkat pencapaian kinerja, berdasarkan visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis, yang kemudian dijabarkan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG

RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG PEMERINTAH KOTA PADANG SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG BAGIAN PEMBANGUNAN TAHUN 2016 KATA PENGANTAR Sebagai tindak lanjut instruksi

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Rencana Kerja Pemerintah Daerah merupakan pedoman untuk penyusunan

PENDAHULUAN. Rencana Kerja Pemerintah Daerah merupakan pedoman untuk penyusunan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rencana Kerja Pemerintah Daerah merupakan pedoman untuk penyusunan rancangan APBD. Hal tersebut memiliki konsekuensi terhadap semua unit kerja yang ada di Kabupaten

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN INSPEKTORAT KABUPATEN TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUASIN INSPEKTORAT KABUPATEN TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejak diundangkannya Peraturan Daerah Kabupaten Banyuasin Nomor 30 Tahun 2005 tanggal 16 Nopember 2005, maka Nomenklatur Badan Pengawas Daerah Kabupaten Banyuasin

Lebih terperinci

REVIEW RENSTRA SETDA KALTIM

REVIEW RENSTRA SETDA KALTIM BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF 5.1. Rencana Program dan Kegiatan. Program merupakan kumpulan kegiatan nyata, sistematis dan terpadu yang

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG 1. LATAR BELAKANG Ringkasan Renja 2015 Seiring dengan ditetapkannya Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA (RENJA)

RENCANA KERJA (RENJA) RENCANA KERJA (RENJA) KECAMATAN JURAI TAHUN 2018 KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN Salido, 2017 Rencana Kerja Kecamatan IV Jurai Tahun 2018 1 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Pandangan Umum

BAB I PENDAHULUAN. A. Pandangan Umum BAB I PENDAHULUAN A. Pandangan Umum Konsep dasar akuntabilitas didasarkan pada klasifikasi responsibilitas manajerial pada tiap tingkatan dalam organisasi yang bertujuan untuk pelaksanaan kegiatan pada

Lebih terperinci

BAB IV LANDASAN PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UMKM

BAB IV LANDASAN PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UMKM BAB IV LANDASAN PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN UMKM Pancasila dan Undang-undang Dasar Tahun 1945 merupakan landasan ideologi dan konstitusional pembangunan nasional termasuk pemberdayaan koperasi dan usaha

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA SELATAN,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA SELATAN, PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

KABUPATEN BADUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TAHUN 2014

KABUPATEN BADUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TAHUN 2014 KABUPATEN BADUNG LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TAHUN 2014 BAPPEDA LITBANG KABUPATEN BADUNG TAHUN 2015 DAFTAR ISI Hal DAFTAR ISI...

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA BANDUNG DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN

PEMERINTAH KOTA BANDUNG DINAS KOPERASI UKM DAN PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena rahmat dan hidayah- Nya kami dapat menyusun Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2016 Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kota Bandung Tahun

Lebih terperinci

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah BPMD Prov.Jateng Tahun

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah BPMD Prov.Jateng Tahun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah BPMD Prov.Jateng Tahun 2014 1 PENDAHULUAN Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKj IP) Badan Penanaman Modal Daerah Provinsi Jawa Tengah tahun 2014 dilaksanakan

Lebih terperinci

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN. 3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN. 3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional Berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2016 yang mempunyai tema Memperkuat perekonomian domestik bagi peningkatan

Lebih terperinci

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 46 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 46 TAHUN 2016 TENTANG WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 46 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, USAHA

Lebih terperinci

PENDAPATAN DAERAH

PENDAPATAN DAERAH URUSAN PEMERINTAHAN ORGANISASI : 1.24. - KEARSIPAN : 1.24.01. : - Badan Arsip Dan Perpustakaan -1-1.24.1.24.01.00.00.4. PENDAPATAN DAERAH 120.000.000 1.24.1.24.01.00.00.4.1. PENDAPATAN ASLI DAERAH 120.000.000

Lebih terperinci

RENCANA AKSI INSPEKTORAT KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016

RENCANA AKSI INSPEKTORAT KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016 RENCANA AKSI INSPEKTORAT KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016 1. LATAR BELAKANG Dalam rangka mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat,

Lebih terperinci

P a g e 12 PERENCANAAN KINERJA. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lingga BAB. II

P a g e 12 PERENCANAAN KINERJA. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lingga BAB. II BAB. II PERENCANAAN KINERJA Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Dalam system akuntabilitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. Perencanaan

Lebih terperinci

Rencana Strategis (Renstra) Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung

Rencana Strategis (Renstra) Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF Adanya peningkatan pelayanan publik ditandai dengan ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan pada

Lebih terperinci

RENCANA PROGRAM KEGIATAN

RENCANA PROGRAM KEGIATAN RENCANA PROGRAM KEGIATAN Peran strategis kecamatan di Kota Bandung menuntut adanya peningkatan pelayanan publik ditandai dengan ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan pada semua aspek kehidupan,

Lebih terperinci

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG, 1 BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG, Menimbang : a. bahwa untuk lebih menjamin ketepatan dan

Lebih terperinci

PERUBAHAN RENCANA KERJA TAHUN 2014 SATUAN KERJA PERANGKAT ACEH (SKPA)

PERUBAHAN RENCANA KERJA TAHUN 2014 SATUAN KERJA PERANGKAT ACEH (SKPA) PERUBAHAN RENCANA KERJA TAHUN 2014 SATUAN KERJA PERANGKAT ACEH (SKPA) DINAS KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH ACEH TAHUN 2014 Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM AcehRENSTRA 2012-2017 1 PEMERINTAH

Lebih terperinci

RENCANA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2015

RENCANA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2015 RENCANA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN TAHUN 2015 REVISI KE II BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI SUMATERA SELATAN 1 KATA PENGANTAR Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Terselenggaranya Good Governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita-cita Bangsa Bernegara.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana Kerja Satuan Perangkat Kerja Daerah (Renja SKPD) merupakan dokumen perencanaan resmi SKPD yang dipersyaratkan untuk mengarahkan pelayanan publik Satuan Kerja

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN TAHUN 2012

RENCANA KINERJA TAHUNAN TAHUN 2012 PEMERINTAH KABUPATEN MINAHASA UTARA RENCANA KINERJA TAHUNAN TAHUN 2012 INSPEKTORAT KABUPATEN MINAHASA UTARA AIRMADIDI TAHUN 2012 Hal. 1 PENGANTAR Pengawasan dan pemeriksaan yang komprehensif dan didukung

Lebih terperinci

BAB II RENCANA KINERJA DAN PERJANJIAN KINERJA

BAB II RENCANA KINERJA DAN PERJANJIAN KINERJA BAB II RENCANA KINERJA DAN PERJANJIAN KINERJA Pada Tahun 2015 sesuai RENSTRA Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah bermaksud memfokuskan pencapaian sasaran utama yaitu : 1. Meningkatnya kinerja pengelolaan

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL TAHUN 2016 SEKRETARIAT INSPEKTORAT JENDERAL KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN JAKARTA, JANUARI 2017 Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Inspektorat

Lebih terperinci

Renja Kecamatan Pusomaen 2017 KATA PENGANTAR.

Renja Kecamatan Pusomaen 2017 KATA PENGANTAR. TAHUN 2017 KATA PENGANTAR. Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten dan kota itu

Lebih terperinci

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional Berkaitan dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional yang dikaitkan dengan tugas pokok dan fungsi Inspektorat

Lebih terperinci

IV.B.10. Urusan Wajib Koperasi dan UKM

IV.B.10. Urusan Wajib Koperasi dan UKM 10. URUSAN KOPERASI DAN UKM Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan langkah yang strategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian dari sebagian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BKD KABUPATEN GRESIK 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG BKD KABUPATEN GRESIK 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Kesuksesan sebuah penyelenggaraan tugas pemerintahan, terutama pada penyelenggaraan pelayanan public kepada masyarakat sangat tergantung pada kualitas SDM Aparatur.

Lebih terperinci

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan BAB I PENDAHULUAN

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanahkan Pemerintah Daerah untuk menyusun perencanaan pembangunan sesuai dengan

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI TAHUN BAB I PENDAHULUAN

RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI TAHUN BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pembangunan aparatur negara mencakup aspek yang luas. Dimulai dari peningkatan fungsi utama, kelembagaan yang efektif dan efisien dengan tata laksana yang jelas dan

Lebih terperinci

b) Melaksanakan koordinasi antar pelaku pembangunan dalam perencanaan pembangunan daerah. c) Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan

b) Melaksanakan koordinasi antar pelaku pembangunan dalam perencanaan pembangunan daerah. c) Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan IKHTISAR EKSEKUTIF Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, memberikan kewenangan

Lebih terperinci

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016

KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016 KOTA BANDUNG DOKUMEN RENCANA KINERJA TAHUNAN BAPPEDA KOTA BANDUNG TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan

Lebih terperinci

Berdasarkan visi tersebut kemudian untuk bisa operasional, maka visi dijabarkan dalam misi. Adapun misi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Berdasarkan visi tersebut kemudian untuk bisa operasional, maka visi dijabarkan dalam misi. Adapun misi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil IKHTISAR EKSEKUTIF Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan hidayah Nya, kita semua masih diberi kekuatan dan kemampuan untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan merupakan hak asasi manusia sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28h dan Undang-Undang nomor 26 tahun 2009 tentang Kesehatan. Hal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejalan dengan meningkatnya urusan-urusan Pemerintahan Daerah Provinsi Bali di Jakarta baik yang meliputi urusan administratif, teknis maupun koordinatif, peran dan

Lebih terperinci

Terwujudnya Masyarakat Tenaga Kerja Kabupaten Bandung yang Mandiri, Produktif, Profesional dan Berdaya Saing

Terwujudnya Masyarakat Tenaga Kerja Kabupaten Bandung yang Mandiri, Produktif, Profesional dan Berdaya Saing BAB II PROGRAM KERJA 2.1 Visi dan Misi Dinas Tenaga Kerja merupakan instansi teknis yang melaksanakan salah satu urusan rumah tangga Daerah dibidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian, dengan kewenangannya

Lebih terperinci

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional Rencana program dan kegiatan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pemalang mendasarkan pada pencapaian Prioritas

Lebih terperinci

PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

PENDAHULUAN LATAR BELAKANG PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Dengan berlakunya Peraturan Nomor 41 tentang Organisasi Perangkat Daerah tentunya membawa perubahan pada Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Perangkat Daerah yang sebelumnya

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI TAHUN BAB I PENDAHULUAN

RENCANA STRATEGIS BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI TAHUN BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pembangunan aparatur negara mencakup aspek yang luas. Dimulai dari peningkatan fungsi utama, kelembagaan yang efektif dan efisien dengan tata laksana yang jelas dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rencana kerja adalah dokumen rencana yang memuat program dan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai sasaran pembangunan, dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka

Lebih terperinci

RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2017

RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2017 RENCANA KERJA KECAMATAN ANGSANA TAHUN 2017 PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU KECAMATAN ANGSANA DAFTAR ISI Halaman Daftar Isi... ii Daftar Tabel... iii Daftar Bagan... iv Daftar Singkatan... v BAB I PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses

BAB I PENDAHULUAN. Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah proses kegiatan yang ditujukan untuk menjamin agar Pemerintah Daerah berjalan secara efisien dan efektif

Lebih terperinci

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI 1.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas Pokok dan Fungsi Pelayanan SKPD Dalam proses penyelenggaraan pemerintahan sampai sekarang ini

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN

BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN WALIKOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN WALIKOTA SAMARINDA NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERNAL DENGAN RAHMAT YANG MAHA ESA WALIKOTA SAMARINDA,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Renja SKPD Bappeda Tahun Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. 1.

BAB I PENDAHULUAN. Renja SKPD Bappeda Tahun Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. 1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanahkan Pemerintah Daerah untuk menyusun perencanaan pembangunan sesuai dengan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Bandung, 2013 KEPALA BPPT KOTABANDUNG. Drs. H. DANDAN RIZA WARDANA, M.Si PEMBINA TK. I NIP

KATA PENGANTAR. Bandung, 2013 KEPALA BPPT KOTABANDUNG. Drs. H. DANDAN RIZA WARDANA, M.Si PEMBINA TK. I NIP KATA PENGANTAR Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-nya, kami dapat menyelesaikan Rencana Kerja (RENJA) Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Bandung Tahun

Lebih terperinci

(Laporan Kinerja Instansi Pemerintah) LKIP 2016 BAB I PENDAHULUAN

(Laporan Kinerja Instansi Pemerintah) LKIP 2016 BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Gambaran Singkat Organisasi Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Sumedang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2014 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat

Lebih terperinci

URUSAN WAJIB KOPERASI & USAHA KECIL MENENGAH. Hal Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2016

URUSAN WAJIB KOPERASI & USAHA KECIL MENENGAH. Hal Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran 2016 15. URUSAN WAJIB KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH A. KEBIJAKAN PROGRAM Arah kebijakan program pada Urusan Wajib Koperasi dan Usaha Kecil Menengah diarahkan untuk mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan melalui

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR

PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR PEMERINTAH KABUPATEN GIANYAR LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LAKIP ) TAHUN 2016 DINAS KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN GIANYAR BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam

Lebih terperinci

10. URUSAN KOPERASI DAN UKM

10. URUSAN KOPERASI DAN UKM 10. URUSAN KOPERASI DAN UKM Perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Hal ini ditunjukkan oleh keberadaan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017 DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KABUPATEN MALANG

RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017 DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KABUPATEN MALANG RENCANA KERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2017 DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KABUPATEN MALANG NO SASARAN INDIKATOR TARGET PROGRAM KEGIATAN INDIKATOR KEGIATAN TARGET ANGGARAN 1 Meningkatnya Jumlah Koperasi Aktif

Lebih terperinci

Rencana Kinerja Bagian Pembangunan Tahun 2015 RENCANA KINERJA

Rencana Kinerja Bagian Pembangunan Tahun 2015 RENCANA KINERJA RENCANA KINERJA BAGIAN PEMBANGUNAN SETDA KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2015 1 KATA PENGANTAR Dengan Mengucap puji syukur Kehadirat Allah SWT. Atas segala rahmatnya akhirnya dapat disusun Rencana Kinerja Bagian

Lebih terperinci

DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Pahlawan No. 12 Semarang Telp

DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Pahlawan No. 12 Semarang Telp LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKj IP) DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH DINAS SOSIAL PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Pahlawan No. 12 Semarang Telp. 024-8311729 Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji syukur

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Bappeda Kabupaten Lahat dalam mewujudkan pencapaian tata pemerintahan yang baik (good gavernance) dan memenuhi tuntutan serta harapan masyarakat atas

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Deskripsi Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Lampung

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Deskripsi Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Lampung IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Deskripsi Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Lampung Penentuan arah kebijakan pembangunan Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, implementasinya harus

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Pasuruan, Januari 2015 INSPEKTUR KABUPATEN PASURUAN. Ir. DWITONO MINAHANTO Pembina Utama Muda NIP

KATA PENGANTAR. Pasuruan, Januari 2015 INSPEKTUR KABUPATEN PASURUAN. Ir. DWITONO MINAHANTO Pembina Utama Muda NIP LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LAKIP ) INSPEKTORAT KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2014 KATA PENGANTAR Akuntabilitas suatu instansi pemerintah merupakan perwujudan kewajiban instansi pemerintah

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR PROFIL BAGIAN PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR

PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR PROFIL BAGIAN PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR PROFIL BAGIAN PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR Disusun oleh : BAGIAN PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR TAHUN 2017 KATA PENGANTAR Puji syukur kami

Lebih terperinci

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BLITAR RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA SKPD) TAHUN 2015 SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BLITAR RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA SKPD) TAHUN 2015 SATUAN POLISI PAMONG PRAJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BLITAR RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA SKPD) TAHUN 25 SATUAN POLISI PAMONG PRAJA PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA Jl. Semeru No. 4 Telp./Fax

Lebih terperinci

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH 3.1. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah Kondisi perekonomian Kota Ambon sepanjang Tahun 2012, turut dipengaruhi oleh kondisi perekenomian

Lebih terperinci

RENCANA KERJA TAHUN 2015

RENCANA KERJA TAHUN 2015 RENCANA KERJA TAHUN 2015 SEKRETARIAT DPRD PROVINSI SUMATERA SELATAN JL. KAPTEN A. RIVAI PALEMBANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penyusunan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2015 adalah Rencana Operasional

Lebih terperinci

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BAPPEDA KABUPATEN GARUT TAHUN 2014

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BAPPEDA KABUPATEN GARUT TAHUN 2014 LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH BAPPEDA KABUPATEN GARUT TAHUN 2014 PEMERINTAH KABUPATEN GARUT 2015 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA SEKRETARIAT BADAN PPSDM KESEHATAN TAHUN 2014 BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN TAHUN 2015 KATA PENGANTAR D engan memanjatkan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG 1. LATAR BELAKANG Ringkasan Renja 2016 Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diberikan kewajiban untuk menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat

Lebih terperinci

Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK)

Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA PRABUMULIH IZIN gangguann (HO) Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) SURAT IZIN USAHA PERDAGANGAN TANDA DAFTAR PERUSAHAAN SSUURATT IZII INN TTEEMPPATT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Plan), Rencana Kinerja (Performace Plan) serta Laporan Pertanggungjawaban

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Plan), Rencana Kinerja (Performace Plan) serta Laporan Pertanggungjawaban BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menghadapi perubahan yang sedang dan akan terjadi akhir-akhir ini dimana setiap organisasi publik diharapkan lebih terbuka dan dapat memberikan suatu transparansi

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG Ringkasan Renja 2015 1. LATAR BELAKANG Seiring dengan ditetapkannya Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Lebih terperinci

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Malang No. 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah, sebagaimana telah diubah keempat kalinya dengan

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Malang No. 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah, sebagaimana telah diubah keempat kalinya dengan Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten No. 1 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah, sebagaimana telah diubah keempat kalinya dengan Peraturan Daerah Kabupaten No. 9 Tahun 2014 bahwa Sekretariat

Lebih terperinci