PEMBERITAAN MEDIA MASA TELEVISI TENTANG KONFLIK INDONESIA MALAYSIA DAN OPINI MAHASISWA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PEMBERITAAN MEDIA MASA TELEVISI TENTANG KONFLIK INDONESIA MALAYSIA DAN OPINI MAHASISWA"

Transkripsi

1 PEMBERITAAN MEDIA MASA TELEVISI TENTANG KONFLIK INDONESIA MALAYSIA DAN OPINI MAHASISWA (Studi Korelasional Pengaruh Pemberitaan Media Televisi Tentang Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan Oleh Malaysia Terhadap Opini Mahasiswa Departemen Etnomusikologi FIB USU) SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Mempeoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Diajukan Oleh : DEDI SYAHPUTRA DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012

2 PEMBERITAAN MEDIA MASA TELEVISI TENTANG KONFLIK INDONESIA MALAYSIA DAN OPINI MAHASISWA (Studi Korelasional Pengaruh Pemberitaan Media Televisi Tentang Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan Oleh Malaysia Terhadap Opini Mahasiswa Departemen Etnomusikologi FIB USU) SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Mempeoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Diajukan Oleh : DEDI SYAHPUTRA DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012

3 ABSTRAK Skripsi ini berjudul Pemberitaan Konflik Indonesia-Malaysia Dan Opini Mahasiswa (Studi Korelasional Pengaruh Pemberitaan Media Televisi Mengenai Konflik Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan Oleh Malaysia Terhadap Opini Mahasiswa Departemen Etnomusikologi FIB USU). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh manakah pengaruh pemberitaan tentang konflik pencaplokan lagu daerah Rasa Sayange oleh Malaysia di media massa (televisi) terhadap opini mahasiswa Departemen Etnomusikologi FIB-USU. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Komunikasi Massa, Teori Agenda Setting, teori Media Masa dan Televisi, Teori Opini Publik, Berita. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi korelasional yang mencari hubungan antara variabel X (Pemberitaan media televisi mengenai konflik pencaplokan lagu aderah Rasa Sayange yang dilakukan oleh Malaysia) dengan variabel Y (Opini mahasiswa Departemen Etnomusikologi, FIB-USU).Sampel penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswi yang yang masih aktif berkuliah di Departemen Etnomusikologi, FIB-USU, dengan karakteristik stambuk dimana total populasinya adalah sebanyak 167 orang dan sampelnya adalah sebanyak 33 orang. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah Proportional Stratified Sampling dimana teknik penarikan sampel yang bertujuan untuk membuat sifat homogen dari populasi yang heterogen dikelompokan berdasarkan karakteristik tertentu sehingga setiap kelompok mempunyai anggota sampel yang relatif homogen dan Incidental Sampling, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Library Reasearch dengan menggunakan bahan bacaan dan buku sebagai bahan referensi dan Field Research dengan menggunakan kuisioner sebagai instrumen penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tabel tunggal, analisis tabel silang dan uji hipotesis yang menggunakan rumus Range Spearman, sedangkan untuk mengukur tinggi rendahnya korelasi digunakan skala berdasarkan Guilford. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara pemberitaan pada media televisi mengenai konflik pencaplokan lagu daerah Rasa Sayange yang dilakukan oleh Malaysia terhadap opini mahasiswa Departemen Etnomusikologi, FIB-USU, dimana hal ini disebabkan justru telah semakin pintarnya responden dalam menilai, dan menanggapi isu-isu peristiwa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang kemudian dimuat dan diberitakan oleh media masa, hal ini ditandai dengan hasil penelitian yang dilihat dari kuisioner yang kemudian telah dijawab oleh responden sendiri, bahwa responden yang merasa memahami pemberitaan baik isi, kualitas, dan kredibilitas pemberitaan yang disampaikan oleh media televisi yang ditonton, malah memiliki perasaan yang tidak marah, hal ini dikarenakan bahwa responden tidak lagi hanya sekedar mengeluarkan pendapat dan kemudian melontarkan perasaan berupa amarah, namun dapat menilai berasal dari manakah sumber konflik pencaplokan lagu daerah Rasa Sayange yang dilakukan oleh Malaysia tersebut berasal dan tentunya pihak manakah yang patut disalahkan atas terjadinya konflik pencaplokan aset budaya tersebut.

4 KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur peneliti ucapkan ke hadirat Allah SWT atas kesempatan dan berkat yang diberikannya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang Pengaruh Pemberitaan Media Televisi Mengenai Konflik Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan Oleh Malaysia Terhadap Opini Mahasiswa Departemen Etnomusikologi FIB USU. Skripsi ini merupakan tugas akhir peneliti sebagai syarat pendidikan sarjana (S-1). Dalam penulisan penelitian dan penyusunan skripsi ini, peneliti mendapat banyak bimbingan, serta dukungan dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini, peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Kepada kedua orang tua peneliti yang selalu mendukung dan membantu peneliti baik dukungan moril, materil dan juga untuk Mbak tersayang Novrianti dan Sri Puspita serta Adik-adik tercinta Venny Lia Lidya, Putri Devi, dan Dimas Hidayatullah, terlebih untuk setiap doa yang senantiasa mengiringi setiap langkah dalam hidup peneliti. 2. Kepada Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. 3. Kepada Ibu Drs. Fatma Wardy Lubis, M.A selaku Ketua Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. 4. Kepada Ibu Dra. Dayana Manurung, M.Si selaku Sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

5 Kepada Alm. Bapak Drs. T. Nur Alamsyah, yang selama hidupnya pernah menjadi dosen wali peneliti, dan senantiasa memperkenalkan, mengajari, membimbing, dan memotivasi peneliti ketika duduk di bangku perkuliahan. 6. Kepada Ibu Dra. Dayana Manurung. MS.i selaku dosen wali pengganti peneliti yang juga senantiasa selalu mengajari dan mengarahkan peneliti selama duduk di bangku perkuliahan. 7. Kepada Ibu Dra. Inon Beydha, M.Si, Ph.D selaku dosen pembimbing peneliti yang senantiasa memberikan motivasi dan membantu peneliti dalam penyelesaian penulisan skripsi ini. 8. Kepada Seluruh staf pengajar Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang juga telah membantu peneliti dalam penyelesaian penulisan skripsi ini. 9. Kepada Bapak Drs. Muhammad Takari, M.Hum, Ph.D, dan Ibu Dra. Heristina Dewi M.Pd selaku ketua dan sekretaris Departemen Etnomusikologi, FIB-USU dan Kak Adri sebagai pembantu pimpinan Departemen Etnomusikologi, FIB-USU, yang telah meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga, demi kelancaran dan kesuksesan peneliti untuk mengadakan penelitian di Departemen Etnomusikologi, FIB-USU. 10. Kepada rekan-rekan mahasiswa Departemen Etnomusikologi FIB-USU yang telah bersedia meluangkan waktu dan pikiran untuk mengisi kuisioner penelitian. 11. Untuk Kak Ros, Kak Icut, Kak Maya selaku Staf Departemen Ilmu Komunikasi yang banyak membantu dari penyelesaian studi sampai penyelesaian skripsi.

6 12. Sahabat-sahabat tersayang Anita Tandiono, Elvina Tjiong, Suci Al-Fallah, M. Arie Kurnia Purba, Mawi Anna, Lia Febrianti, Jefri Haris, Inda Sari Melia, yang senantiasa memberikan motivasi kepada peneliti, juga sebagai teman ngobrol, teman tertawa, teman bersama. Untuk sahabat-sahabat penulis yang juga menjadi motivasi saat penulis melaksanakan penelitian, Sylviana Uli F Sihite, Kariza Siahaan, Bintang Oktavia, Sondang Mariana, Melisa Angelina, Dama Paundra Falatehan, Irmina Sagala, dan Ika Damayanti. 13. Juga Sahabat-sahabat yang peneliti sayangi Dian Sasmi Wulandari, T. Yudha Afriyansyah, Sri Wahyuni, M. Aulia Muda, Rafli Ardhi Your, Gerry Syahputra dan Bang Icung yang senantiasa telah menghibur dan memberi motifasi pada peneliti ketika peneliti sedang merasa kesusahan saat menghadapi proses penelitian. 14. Rekan-rekan IMAJINASI (Ikatan Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi) FISIP-USU, periode kepengurusan dan Dan rekan-rekan angkatan 2008 Departemen Ilmu Komunikasi FISIP-USU.

7 Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini jauh dari kata sempurna. Untuk itu, peneliti memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan skripsi ini. Peneliti juga mengharapkan ide, saran, kritik dari pembaca untuk perbaikan yang lebih baik ke depannya. Semoga skripsi ini dapat memenuhi harapan dan bermanfaat bagi yang membutuhkan. Medan, Maret 2012 Peneliti DEDI SAYAPUTRA NIM :

8 DAFTAR ISI ABSTRAKSI... i KATA PENGANTAR... ii DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB I BAB II. BAB III. PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah... 1 I.2. Perumusan Masalah... 7 I.3. Pembatasan Masalah... 7 I.4. Tujuan Penelitian... 8 I.5. Manfaat Penelitian... 8 I.6. Kerangka Teori... 9 I.6.1. Komunikasi Massa... 9 I.6.2. Teori Agenda Setting I.6.3. Media Massa dan Televisi I.6.4. Opini Publik I.6.5. Berita I.7. Kerangka Konsep dan Operasional Variabel I.8. Hipotesis LANDASAN TEORI II.1. Komunikasi Massa II.1.1. Pengertian Komunikasi Massa II.1.2. Karakteristik Komunikasi Massa II.1.3. Fungsi Komunikasi Massa II.1.4. Unsur-unsur Komunikasi Massa II.2. Teori Agenda Setting II.3. Media Massa dan Televisi II.3.1. Media Massa II.3.2. Televisi II.4. Opini Publik II.4.1. Sejarah dan Defenisi Opini Publik II.4.2. Proses Pembentukan Opini Publik II.4.3. Kekuatan Opini Publik II.5. Berita METODOLOGI PENELITIAN III.1. Deskripsi Lokasi Penelitian III.1.1. Sejarah fakultas Ilmu Budaya USU III.1.2. Departemen Etnomusikologi III.2. Metodologi Penelitian III.2.1. Metode Penelitian III.2.2. Lokasi Penelitian III.3. Populasi dan Sampel III.3.1. Populasi... 57

9 III.3.2. Sampel III.4. Teknik Pengumpulan Data III.5. Teknik Analisis Data BAB IV. ANALISA DAN PEMBAHASAN IV.1. Analisis Tabel Tunggal IV.1.1. Karakteristik Responden IV.1.2. Pemberitaan Media Massa (Televisi) Tentang Konflik Pencaplokan Lagu Daerah rasa Sayange yang Dilakukan Malaysia IV.1.3. Opini Mahasiswa Departemen Etnomusikologi FIB-USU IV.2. Analisis Tabel Silang IV.3. Uji Hipotesis IV.4. Pembahasan BAB V. PENUTUP V.1. Kesimpulan V.2. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

10 DAFTAR TABEL Tabel 1 Operasional Variabel Tabel 2 Daftar Pelopor Pendiri FIB-USU Tabel 3 Populasi Tabel 4 Penarikan Sampel Tabel 5 Jenis Kelamin Tabel 6 Usia Tabel 7 Suku Tabel 8 Stambuk Tabel 9 Stasiun Televisi yang Paling Sering Ditonton Oleh Responden Tabel 10 Stasiun Televisi yang Paling Sering Dipilih Responden Untuk Menonton Berita Tabel 11 Stasiun Televisi yang Paling Sering Menyajikan Berita Menuru Responden Tabel 12 Stasiun Televisi yang Paling Sering Menayangkan Pemberitaan Konflik Antara Indonesia dan Malayasia Tabel 13 Pernah Atau Tidak Pernahkah Responden Melihat Pemberitaan Konflik Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan Oleh Malaysia Tabel 14 Tingkat Keseringan Stasiun Televisi yang Dipilih Oleh Responden Dalam Menayangkan Pemberitaan Konflik Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan Oleh Malaysia Tabel 15 Tingkat Kejelasan Isi Berita yang Disampaikan Tabel 16 Tingkat Kemenarikan Isi Berita yang Disampaikan Menurut Responden Tabel 17 Tingkat Kepahaman Responden Terhadap Berita yang Disampaikan Tabel 18 Tingkat Kepercayaan Responden terhadap Berita yang Disampaikan Tabel 19 Perasaan Responden Ketika Melihat Pemberitaan Konflik Pencaplokan Lagu Daera Rasa Sayange yang Dilakukan oleh Malaysia Tabel 20 Tindakan yang Harus Dilakukan Pemerintah Indonesia dalam Menangani Kasus Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan oleh Malaysia Menurut Responden Tabel 21 Ada atau Tidak kah Tindakan yang Dilakukan oleh Pemerintah dalam Menangani Kasus Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan oleh Malaysia Menurut Responden Tabel 22 Tingkat Ketegasan Pemerintah Indonesia dalam Merespon, Menghadapi, atau Menangani Kasus Konflik Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan oleh Malaysia Menurut Responden Tabel 23 Asal Penyebab Terciptanya Konflik Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan oleh Malaysia Menurut Responden... 90

11 Tabel 24 Pihak yang Patut Disalahkan Atas Terjadinya Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan oleh Malaysia Menurut Responden Tabel 25 Dapat Berakhir atau Tidak Dapat Berakhirkah Konflik Antara Indonesia dan Malaysia Di Masa yang Akan Datang Menurut Responden Tabel Silang Tabel 26 Hubungan Tingkat Kepahaman Responden Penelitian Dengan Perasaan Responden Tabel 27 Stambuk Responden dan Opini Responden Mengenai Pihak yang Patut Disalahkan Terkait Konflik Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange Yang Dilakukan Oleh Malaysia Tabel 28 Tingkat kredibilitas pada Stasiun Televisi dan Ada atau Tidakkah Tindakan yang Dilakukan Pemerintah Indonesia Tabel 29 Hasil Uji Hipotesis... 98

12 DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Kerangka Konsep Gambar 2 Proses Pembentukan Opini Publik... 41

13 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Lampiran 2. Lampiran 3. Lampiran 4. Lampiran 5. Lampiran 6. Lampiran 7. Kuisioner Penelitian Tabel Fortron Cobol Surat Izin Penelitian dari FISIP USU Surat Izin Penelitian dari Departemen Etnomusikologi FIB-USU Surat Keterangan Selesai Melakukan Penelitian dari Departemen Etnomusikologi FIB-USU Lembar Bimbingan Data Pribadi

14

15 ABSTRAK Skripsi ini berjudul Pemberitaan Konflik Indonesia-Malaysia Dan Opini Mahasiswa (Studi Korelasional Pengaruh Pemberitaan Media Televisi Mengenai Konflik Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan Oleh Malaysia Terhadap Opini Mahasiswa Departemen Etnomusikologi FIB USU). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh manakah pengaruh pemberitaan tentang konflik pencaplokan lagu daerah Rasa Sayange oleh Malaysia di media massa (televisi) terhadap opini mahasiswa Departemen Etnomusikologi FIB-USU. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Komunikasi Massa, Teori Agenda Setting, teori Media Masa dan Televisi, Teori Opini Publik, Berita. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi korelasional yang mencari hubungan antara variabel X (Pemberitaan media televisi mengenai konflik pencaplokan lagu aderah Rasa Sayange yang dilakukan oleh Malaysia) dengan variabel Y (Opini mahasiswa Departemen Etnomusikologi, FIB-USU).Sampel penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswi yang yang masih aktif berkuliah di Departemen Etnomusikologi, FIB-USU, dengan karakteristik stambuk dimana total populasinya adalah sebanyak 167 orang dan sampelnya adalah sebanyak 33 orang. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah Proportional Stratified Sampling dimana teknik penarikan sampel yang bertujuan untuk membuat sifat homogen dari populasi yang heterogen dikelompokan berdasarkan karakteristik tertentu sehingga setiap kelompok mempunyai anggota sampel yang relatif homogen dan Incidental Sampling, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Library Reasearch dengan menggunakan bahan bacaan dan buku sebagai bahan referensi dan Field Research dengan menggunakan kuisioner sebagai instrumen penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tabel tunggal, analisis tabel silang dan uji hipotesis yang menggunakan rumus Range Spearman, sedangkan untuk mengukur tinggi rendahnya korelasi digunakan skala berdasarkan Guilford. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara pemberitaan pada media televisi mengenai konflik pencaplokan lagu daerah Rasa Sayange yang dilakukan oleh Malaysia terhadap opini mahasiswa Departemen Etnomusikologi, FIB-USU, dimana hal ini disebabkan justru telah semakin pintarnya responden dalam menilai, dan menanggapi isu-isu peristiwa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang kemudian dimuat dan diberitakan oleh media masa, hal ini ditandai dengan hasil penelitian yang dilihat dari kuisioner yang kemudian telah dijawab oleh responden sendiri, bahwa responden yang merasa memahami pemberitaan baik isi, kualitas, dan kredibilitas pemberitaan yang disampaikan oleh media televisi yang ditonton, malah memiliki perasaan yang tidak marah, hal ini dikarenakan bahwa responden tidak lagi hanya sekedar mengeluarkan pendapat dan kemudian melontarkan perasaan berupa amarah, namun dapat menilai berasal dari manakah sumber konflik pencaplokan lagu daerah Rasa Sayange yang dilakukan oleh Malaysia tersebut berasal dan tentunya pihak manakah yang patut disalahkan atas terjadinya konflik pencaplokan aset budaya tersebut.

16 BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Tidak hanya dikenal sebagai negara yang bertetangga. Indonesia dan Malaysia juga dikenal bangsa yang serumpun, yakni sebuah bangsa yang berasal dari nenek moyang yang sama. Tidak hanya memiliki kesamaan nenek moyang, Indonesia dan Malaysia adalah bangsa yang juga memilik kesamaan, mulai dari bahasa, warna kulit, warna rambut, warna mata, kesamaan budaya, serta topografi daerahnya. Tidak hanya itu, salah satu suku yang terdapat di Indonesia juga merupakan suku yang terbesar yang ada di Malaysia, yakni Melayu, hampir diseluruh pulau sumatera penduduknya adalah Melayu dan tersebar di beberapa bagian wilayah di pulau Kalimantan. Suku Melayu merupakan suku terbesar dan merupakan bangsa asli negara Malaysia. Hal inilah yang menjadi persamaan mencolok antara bangsa Indonesia dan Malaysia. Namun pada kenyataannya tidak begitu, justru negara yang jaraknya sangat berdekatan itu memiliki permasalahan yang sangat kompleks, sehingga dapat mempengaruhi keharmonisan hubungan bangsa serumpun ini. Begitu banyak masalah yang timbul, hal tersebut tidak hanya timbul di waktu belakangan ini. Beberapa kejadian konflik yang berkepanjangan tersebut, menjadi catatan sejarah perjalanan kedua bangsa yang memiliki akar suku bangsa melayu tersebut. Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1961 saat 16 tahun Indonesia merdeka konflik ini pun bermula, konflik yang lebih dikenal dengan Konfrontasi Indonesia Malaysia, hal ini terjadi dikarenakan perebutan tapal batas wilayah antara kedua negara, Perang ini berawal dari keinginan Federasi Malaya lebih

17 dikenal sebagai Persekutuan Tanah Melayu pada tahun 1961 untuk menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak kedalam Federasi Malaysia yang tidak sesuai dengan Persetujuan Manila oleh karena itu keinginan tersebut ditentang oleh Presiden Soekarno yang menganggap pembentukan Federasi Malaysia yang sekarang dikenal sebagai Malaysia sebagai "boneka Inggris" merupakan kolonialisme dan imperialisme dalam bentuk baru serta dukungan terhadap berbagai gangguan keamanan dalam negeri dan pemberontakan di Indonesia. Pada 1961, Kalimantan dibagi menjadi empat administrasi. Kalimantan, sebuah provinsi di Indonesia, terletak di selatan Kalimantan. Di utara adalah Kerajaan Brunei dan dua koloni Inggris; Sarawak dan Borneo Utara, kemudian dinamakan Sabah. Sebagai bagian dari penarikannya dari koloninya di Asia Tenggara, Inggris mencoba menggabungkan koloninya di Kalimantan dengan Semenanjung Malaya, Federasi Malaya dengan membentuk Federasi Malaysia. Rencana ini ditentang oleh Pemerintahan Indonesia, Presiden Soekarno berpendapat bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris, dan konsolidasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan Indonesia. Sejak demonstrasi anti-indonesia di Kuala Lumpur, ketika para demonstran menyerbu gedung KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia), merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tuanku Abdul Rahman - Perdana Menteri Malaysia saat itu dan memaksanya untuk menginjak Garuda, amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak (Widiyanta. Danar, 2003).

18 Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan demonstrasi anti- Indonesian yang menginjak-injak lambang negara Indonesia dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan nama Ganyang Malaysia. Namun tidak hanya sampai pada pristiwa konfrontasi, pertentangan antara Indonesia dan Malaysia berujung, itu adalah sebuah babak permulaan saja, tahun demi tahun berlalu, namun masih tetap ada saja pertentangan yang timbul. Bahkan di tahun tahun belakangan ini begitu banyak ketegangan terjadi, mulai dari sengketa perebutan wilayah, seperti Pulau Sipadan dan Ligitan. Tidak hanya terlibat dalam perebutan dan sengketa wilayah, konflik ketegangan antar kedua bangsa serumpun ini juga terjada di berbagai bidang, seperti halnya pengklaiman beberapa situs warisan budaya yang dimiliki oleh Indonesia, seperti halnya saat malaysia meng-klaim kepemilikan Tari Pendet, Reog Ponorogo, alat musik Angklung, kesenian Batik, masakan Rendang, bahkan kini negeri itu juga mencaplok lagu daerah Rasa Sayange yang berasal dari Maluku, Indonesia. Khusus pada penelitian ini peneliti mengambil permasalahan pencaplokan lagu daerah Rasa Sayange yang sejatinya adalah lagu daerah Maluku, letak kontroversinya adalah Lagu ini digunakan oleh Departemen Pariwisata Malaysia untuk mempromosikan kepariwisataan Malaysia, yang dirilis sekitar bulan Oktober Sementara Menteri Pariwisata Malaysia Adnan Tengku Mansor mengatakan bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu kepulauan Nusantara (Malay archipelago), Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu bersikeras lagu "Rasa Sayange" adalah milik Indonesia karena ia merupakan lagu rakyat yang telah membudaya di provinsi Maluku sejak leluhur, sehingga klaim Malaysia itu

19 adalah salah. Gubernur melihat bukti otentik bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu rakyat Maluku, dan setelah bukti tersebut terkumpul, akan diberikan kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Menteri Pariwisata Malaysia Adnan Tengku Mansor menyatakan bahwa rakyat Indonesia tidak bisa membuktikan bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu rakyat Indonesia. Bagaimanapun, bukti tersebut akhirnya ditemukan. 'Rasa Sayange' diketahui direkam pertama kali di perusahaan rekaman Lokananta Solo 1962 Tentang bukti rekaman "Rasa Sayange", bukti lagu tersebut direkam oleh Lokananta, Solo, Indonesia pada tahun 1962 dalam piringan hitam Gramophone. Rekaman master dari piringan ini masih disimpan oleh Perum PNRI (Percetakan Negara Republik Indonesia) Cabang Surakarta yang dahulunya adalah PN (Percetakan Negara) Lokananta. Ini dikenal sebagai rekaman pertama terhadap lagu ini. Piringan hitam tersebut didistribusikan sebagai souvenir kepada partisipan Asian Games ke 4 tahun 1962 di Jakarta, dan lagu "Rasa Sayange" adalah salah satu lagu rakyat Indonesia di piringan tersebut, bersama dengan lagu etnis lain Indonesia seperti Sorak-sorak Bergembira, O Ina ni Keke, dan Sengko Dainang. Pemberitaan tentang konflik ini menjadi berita di berbagai media massa. Semakin banyaknya media memberitakan pastilah menimbulkan pro dan kontra. Hal ini tentunya dengan didorongnya kekuatan media massa sendiri yang dapat menciptakan kerangka berfikir seseorang, sehingga dengan kekuatan tersebut para pemilik media ingin menguasai kerangka berfikir yang nantinya dapat membentuk sebuah opini dan tentunya hal tersebut dapat dimanfaatkan sesuai dengan keinginan pemilik media itu sendiri. Perang adu argumen, adu statement, protes di

20 setiap daerah, demontrasi besar-besaran yang malah justru mempersatukan sebagai bangsa yang kehilangan akar budayanya seolah-olah menjadi makanan setiap hari di media massa. Media massa sangat berperan besar dalam mempengaruhi dan menentukan sikap khalayak. Setiap pemberitaan dalam media akan memunculkan perubahan yang signifikan. Media memberikan begitu banyak informasi mengenai lingkungan terdekat maupun lingkungan yang lebih jauh. Media mempengaruhi kebiasaan konsumsi, media memberikan model dan contoh (positif dan negatif) yang mempengaruhi perkembangan dan perilaku. Media menolong kita untuk berinteraksi secara lebih efektif dengan kelompok sosial dan lingkungan. Pada tingkat yang lain, adalah juga jelas bahwa media massa sekarang mendorong dan mempengaruhi fungsi institusi-institusi sosial yang menonjolkan, seperti dalam bidang politik, pemerintahan, sistem keadilan dan bisnis. Begitu besar pengaruh media hingga dapat membentuk opini pada masyarakat, dengan mengkonsumsi berita yang dimuat oleh media opini-opini yang ada pada masyarakat khususnya pada mahasiswa akhirnya membentuk pola pikir pada diri mahasiswa tersebut. Adapun alasan peneliti mengadakan penelitian dengan mengambil permasalahan pencaplokan lagu daerah Rasa Sayange adalah peneliti ingin mengetahui secara langsung kepedulian kita sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, walau isu yang peneliti angkat sudah tidaklah up date lagi, dan alasan mengapa peneliti mengadakan penelitian yang mengambil opini mahasiswa adalah dikarenakan bahwa selama ini kita hanya melihat dan mendengar pandangan publik secara umum melalui media, namun belum pernah mendengar

21 dan menampung pandangan atau opini dari mahasiswa dalam bentuk penelitian secara langsung. Selaku masyarakat intelektual, mahasiswa hendaknya tidak hanya memberikan opini namun juga dapat memberikan saran yang terbaik dalam memandang dan memahami permasalahan ini. Serta tentunya peneliti sangat ingin mengetahui sejauh mana mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini mengkonstruksikan, menilai, dan memahami permasalahan yang dimuat dalam pemeberitaan media televisi itu sendiri, apakah mahasiswa tersebut, dapat mencerna dan menelaah isi yang disampaikan atau hanya sebagai bahan informasi saja. Serta yang terakhir adalah bertujuan untuk mengetahui apakah media mampu membentuk, mempengaruhi opini pada diri mahasiswa dan respondennya. Dan yang menjadi alasan mengapa peneliti mengadakan penelitian di Departemen Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya-USU adalah peneliti mengharapkan selaku mahasiswa Ilmu Budaya, hendaknya responden secara jeli dapat memahami hal ini dan dapat memberikan masukan demi terciptanya jalan keluar. Hal ini dikarenakan menyangkut dengan masalah perebutan warisan budaya Indonesia. Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk meneliti sejauh manakah pengaruh pemberitaan pada media televisi mengenai konflik pencaplokan lagu daerah Rasa Sayange yang dilakukan oleh Malaysia terhadap opini mahasiwa Departemen Etnomusikologi, FIB-USU

22 I.2. Perumusan Masalah. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan permasalahan sebagai berikut : sejauh manakah pengaruh pemberitaan pada media televisi mengenai konflik pencaplokan lagu daerah Rasa Sayange yang dilakukan oleh Malaysia terhadap opini mahasiwa Departemen Etnomusikologi, FIB-USU? I.3. Pembatasan Masalah Pembatasan masalah ditujukan agar ruang lingkup penelitian dapat lebih jelas dan terarah sehingga tidak mengaburkan penelitian. Adapun pembatasan masalah yang akan diteliti adalah : 1. Penelitian ini difokuskan pada pengaruh pemberitaan konflik pencaplokan lagu daerah Rasa Sayange oleh Malaysia media massa (televisi). 2. Penelitian ini difokuskan pada opini mahasiswa mengenai konflik Indonesia dan Malaysia yang diberitakan oleh media massa (televisi). 3. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Departemen Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya USU, yang berada pada stambuk

23 I.4. Tujuan Penelitian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : Untuk mengetahui sejauh manakah pengaruh pemberitaan pada media televisi mengenai konflik pencaplokan lagu daerah Rasa Sayange yang dilakukan oleh Malaysia terhadap opini mahasiwa Departemen Etnomusikologi, FIB-USU I.5. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Sebagai bahan tambahan pemikiran untuk ilmu komunikasi terutama topik bahasan yang berhubungan dengan opini mahasiswa pasca pemberitaan mengenai konflik antara Indonesia dengan Malaysia di media massa dan sebagai bahan pertimbangan untuk digunakan dalam penelitian selanjutnya. 2. Manfaat Praktis Diharapkan hasil penelitian ini bisa menambah pengetahuan masyarakat mengenai permasalahan yang sedang terjadi saat ini yang di terbitkan oleh media Massa. Bahwa kita harus menjaga keutuhan bangsa, baik menjaga hubungan antar masyarakatnya, kebudayaan serta wilayah dan aset-aset bangsa sehingga tetap menjadi negara yang berdaulat dan harus bisa mempertahankan wilayah serta aset negara kita. 3. Manfaat Akademis Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta memperluas khasanah penelitian di Departemen Ilmu Komunikasi FISIP- USU.

24 I.6. Kerangka Teori Dalam melaksanakan penelitian, teori digunakan sebagai landasan yang digunakan untuk menjelaskan masalah. Setiap penelitian memerlukan kejelasan titik tolak atau landasan berfikir dan memecahkan atau menyoroti permasalahannya. Untuk itu, perlu disusun kerangka teori yang memuat pokokpokok pikiran yang menggambarkan dari sudut mana masalah peneliti akan disoroti (Nawawi, 2001:39). I.6.1. Komunikasi Massa Secara etimologis istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communicatio. Istilah ini bersumber dari perkataan communis yang berarti sama. Sama yang dimaksud berarti sama makna dan arti. Jadi komunikasi terjadi apabila terdapat kesamaan makna mengenai suatu pesan yang disampaikan komunikator dan diterima oleh komunikan (Effendy, 2004:30) Menurut Harold Lasswell (Mulyana, 2005:62) cara yang terbaik untuk menggambarkan komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : Who Says Shat In Wich Channel To Whom With What Effect? (Siapa Mengatakan Apa Dengan Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Efek Apa?). Jawaban bagi pertanyaan paradigmatik Lasswell merupakan unsur-unsur proses komunikasi yang meliputi komunikator, pesan, media, komunikan, efek. Defenisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner (Ardianto, 2004:3), yakni komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah orang besar. Sedangkan defenisi komunikasi massa yang lebih rinci dikemukakan oleh pakar komunikasi yakni Gerbner kommunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang

25 berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontiniu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri (Ardianto, 2004:4) Komunikasi mempunyai efek tertentu menurut Liliweri, (2004:39), secara umum terdapat tiga efek komunikasi massa, yaitu: (a) efek kognitif, dimana pesan komunikasi massa mengakibatkan khalayak berubah dalam hal pengetahuan, pandangan, dan pendapat terhadap sesuatu yang diperolehnya. Efek ini berkaitan dengan transmisi pengetahuan, keterampilan, kepercayaan, atau informasi. (b) efek afektif, dimana pesan komunikasi massa mengakibatkan berubahnya perasaan tertentu dari khalayak. Orang dapat menjadi lebih marah dan berkurang rasa tidak senangnya terhadap suatu akibat membaca surat kabar, mendengarkan radio atau menonton televisi. Efek ini ada hubungannya dengan emosi, sikap, atau nilai. (c) efek konatif, dimana pesan komunikasi massa mengakibatkan orang mengambil keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Efek ini merujuk pada prilaku nyata yang dapat diminati, yang meliputi pola-pola tindakan, kegiatan, atau kebiasaan berprilaku. I.6.2. Teori Agenda Setting Agenda setting menjelaskan begitu besarnya pengaruh media--berkaitan dengan kemampuannya dalam memberitahukan kepada audiens mengenai isu - isu apa sajakah yang penting. Sedikit kilas balik ke tahun 1922, kolumnis walter lippman mengatakan bahwa media memiliki kemampuan untuk menciptakan pencitraan - pencitraan ke hadapan publik. McCombs and Shaw melakukan analisis dan investigasi terhadap jalannya kampanye pemilihan presiden pada tahun 1968, 1972, dan Pada penelitiannya yang pertama (1968), mereka menemukan dua hal penting, yakni kesadaran dan informasi. Dalam menganalisa fungsi agenda setting media ini mereka berkesimpulan bahwa media massa memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap apa yang pemilih bicarakan mengenai kampanye politik tersebut, dan memberikan pengaruh besar terhadap isu - isu apa yang penting untuk dibicarakan.

26 Agenda setting merupakan penciptaan kesadaran publik dan pemilihan isu - isu mana yang dianggap penting melalui sebuah tayangan berita. Dua asumsi mendasar dari teori ini adalah (http://sulastomo.blogspot.com/2010/12/teoriagenda-setting.html): 1. Pers dan media tidak mencerminkan realitas yang sebenarnya, melainkan mereka membentuk dan mengkonstruk realitas tersebut. 2. Media menyediakan beberapa isu dan memberikan penekanan lebih kepada isu tersebut yang selanjutnya memberikan kesempatan kepada publik untuk menentukan isu mana yang lebih penting dibandingkan dengan isu lainnya. I.6.3 Media Massa Dan Televisi Media massa atau dalam hal ini disebut pula media jurnalistik merupakan alat bantu utama dalam proses komunikasi massa. Sebab komunikasi massa sendiri secara sederhana, berarti kegiatan komunikasi yang menggunakan media (communicating with media). Menurut Bittner, komunikasi massa dipahami sebagai message communicated through a mass medium to large number of people, suatu komunikasi yang dilakukan melalui media kepada sejumlah orang yang tersebar di tempat-tempat yang tidak ditentukan. Jadi media massa menurutnya adalah, suatu alat transmisi informasi, seperti surat kabar, majalah, buku, film, radio, dan televisi, atau suatu kombinasi bentuk dari bentuk-bentuk media itu (Muhtadi, 1999:73)

27 Everett M, Rogers mengatakan ada dua jenis media massa yaitu, media massa modern dan media massa tradisional. Media massa modern adalah media massa yang menggunakan teknologi modern yang selalu berkembang menuju kesempurnaan, yaitu: surat kabar, majalah, buku, film, radio, televisi. Sedangkan media massa tradisional diantaranya adalah teater rakyat, juru dongeng keliling, dan juru pantun (Effendi, 1990: 20). Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele "jauh" dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan. (http://id.wikipedia.org/wiki/televisi) Pada tahun 1884, Paul Gottlieb Nipkow, seorang mahasiswa 23 tahun di Jerman, mematenkan sistem televisi elektromekanik yang menggunakan cakram Nipkow, sebuah cakram berputar dengan serangkaian lubang yang disusun secara spiral ke pusat cakaram yang digunakan dalam proses perasteran. (Morrisan, 2008: 6) Menurut Scornis dalam bukunya Television and Society ; An Incuest and Agenda (1985), dibandingkan dengan media massa lainnya (radio, surat kabar, majalah, buku, dan sebagainya), televisi tampaknya mempunyai sifat yang istimewa, ia merupakan gabungan dari media dengar dan gambar. Bisa bersifat informatif, hiburan maupun pendidikan, bahkan gabungan dari ketiga unsur di atas. (Wawan, 1996: V)

28 Siaran televisi di Indonesia dimulai pada tahun 1962 saat TVRI menayangkan langsung upacara hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke- 17 pada tanggal 17 Agustus Siaran langsung itu masih terhitung sebagai siaran percobaan. Siaran resmi TVRI baru dimulai 24 Agustus 1962 pukul WIB yang menyiarkan secara langsung upacara pembukaan Asian Games ke-4 dari stadion utama Glora Bung Karno. (Milla Day, 2004: 16) Pada dasarnya televisi mempunyai sifat sebagai berikut, dapat didengar dan dilihat bila ada siaran, dapat dilihat dan didengar kembali bila diputar kembali, daya rangsang sangat tinggi, elektris, harga relatif mahal, daya jangkau besar. (Morrisan, 2008: 11) Adapun dampak yang ditimbulkan dari media televisi adalah sebagai berikut: (Wawan, 1996: 100) 1. Dampak kognitif, yaitu kemampuan seorang individu atau pemirsa menyerap dan memahami acara yang ditayangkan televisi yang melahirkan pengetahuan bagi pemirsa. Contoh, acara kuis di televisi. 2. Dampak peniruan, yaitu pemirsa dihadapkan pada trendi aktual yang ditayangkan televisi. Contoh, model pakaian, model rambut, dari bintang televisi yang kemudian digandrungi atau ditiru secara fisik. 3. Dampak prilaku, yakni proses tertananmya nilai-nilai sosial budaya yang telah ditayangkan acara televisi yang diterapkan dalam kehidupan pemirsa sehari-hari. Contoh, tayangan Rahasia Ilahi yang mengimplementasikan kehidupan religi bagi masyarakat. Dari teori ini dapat ditarik kesimpulan bahwa, media massa secara pasti dapat mempengaruhi pemikiran dan tindakan khalayak. Media membentuk opini publik untuk membawanya kepada perubahan.

29 I.6.4. Opini Publik Opini menurut Cutlip and Centre adalah suatu ekspresi tentang sikap mengenai suatu masalah yang bersifat kontroversial yang menimbulkan pendapat berbeda-beda (Sastropoetro, 1990:41) Dan William Albing berpendapat bahwa opini itu dinyatakan kepada suatu hal yang kontroversial atau sedikit-dikitnya terdapat pandangan yang berlainan mengenai masalah tersebut. Opini timbul sebagai suatu jawaban terbuka terhadap suatu persoalan atau isu. Opini berupa reaksi pertama dimana orang mempunyai perasaan ragu-ragu dengan suatu yang lain dari kebiasaan, ketidak cocokan dan adanya perubahan penilaian. Dalam effective public relations, opini publik adalah sebuah ekspresi energi sosial yang mengintegrasikan aktor individual ke dalam pengelompokan sosial dengan cara mempengaruhi politik. Gagasan umum tentang opini publik menyatakan bahwa opini publik adalah sekumpulan pandangan individu terhadap isu yang sama. Untuk memahami opini seseorang dan publik tersebut, menurut R.P. Abelson bukanlah perkara yang mudah karena berkitan dengan unsur-unsur pembentuknya (Cutlip,2006:262), yaitu : 1. Kepercayaan mengenai sesuatu (belief) 2. Apa yang sebenarnya dirasakan untuk menjadi sikapnya (attitude) 3. Persepsi (perception), yaitu sebuah proses memberikan makna yang berakar dari beberapa faktor, yakni : a. Latar belakang budaya, kebiasaan dan adat istiadat yang dianut seseorang/masyarakat. b. Pengalaman masa lalu/kelompok tertentu menjadi landasan atau pendapat atau pandangan. c. Nilai-nilai yang dianut (moral, etika, dan keagamaan yang dianut atau nilai-nilai yang berlaku dimasyarakat). d. Berita-berita dan pendapat-pendapat yang berkembang yang kemudian mempunyai pengaruh terhadap pandangan seseorang. Bisa diartikan berita-berita yang dipublikasikan itu dapat sebagai pembentuk opini masyarakat.

30 I.6.5. Berita Menurut Hepwood memberikan pengertian berita sebagai laporan pertama dari kejadian yang penting sehingga dapat menarik perhatian umum. (Pereno, 2002:6) Secara umum berita adalah laporan kejadian yang baru saja terjadi dari kejadian yang penting dan disampaikan secara benar dan tidak memihak sehingga dapat menarik perhatian para pembaca berita. Dalam berita juga terdapat jenis-jenis berita yaitu: 1. Straight News: berita langsung, apa adanya, ditulis secara singkat dan lugas. Sebagian besar halaman depan surat kabar berisi berita jenis ini, jenis berita Straight News dipilih lagi menjadi dua macam : a. Hard News: yakni berita yang memiliki nilai lebih dari segi aktualitas dan kepentingan atau amat penting segera diketahui pembaca. b. Soft News, nilai beritanya di bawah Hard News dan lebih merupakan berita pendukung. 2. Depth News: berita mendalam, dikembangkan dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan. 3. Investigation News: berita yang dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber. 4. Interpretative News: berita yang dikembangkan dengan pendapat atau penelitian penulisnya/reporter. 5. Opinion News: berita mengenai pendapat seseorang, biasanya pendapat para cendekiawan, sarjana, ahli, atau pejabat, mengenai suatu hal, peristiwa, kondisi poleksosbudhankam, dan sebagainya ( Romli, 2003:3 ).

31 Unsur-Unsur Berita Dalam Berita Harus terdapat unsur-unsur berita yaitu : (1) What - apa yang terjadi di dalam suatu peristiwa? (2) Who - siapa yang terlibat di dalamnya? (3) Where - di mana terjadinya peristiwa itu? (4) When - kapan terjadinya? (5) Why - mengapa peristiwa itu terjadi? (6) How - bagaimana terjadinya? (7) What next - terus bagaimana? I.7. Kerangka Konsep dan Operasional Variabel Kerangka konsep sebagai hasil pemikiran yang rasional merupakan uraian yang bersifat kritis dan memperkirakan kemungkinan hasil penelitian yang dicapai dan dapat mengantarkan pada perumusan hipotesa ( Nawawi, 1995: 40 ). Konsep adalah penggambaran secara tepat tentang fenomena yang hendak diteliti yakni istilah dan defenisi yang digunakan untuk menggambarkan secara abstrak kejadian, keadaan, kelompok, atau individu, yang menjadi pusat perhatian ilmu sosial ( Singarimbun, 1995: 57 ) Jadi kerangka konsep adalah hasil pemikiran yang rasional dalam menguraikan rumusan hipotesis yang merupakan jawaban sementara dari masalah yang diuji kebenarannya. Agar konsep-konsep dapat diteliti secara empiris, maka

32 harus dioperasionalkan dengan mengubahnya menjadi variabel. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Variabel bebas (X) Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Dinamakan variabel bebas dikarenakan bebas dalam mempengaruhi variabel lainnya. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Pemberitaan Media Massa (Televisi) Tentang Konflik Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan Malaysia. b. Variabel terikat (Y) Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya variabel bebas. Disebut sebagai variabel terikat karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Opini Mahasiswa Departemen Etnomusikologi FIB-USU. c. Karakterakteristik Responden Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah Jenis Kelamin, Usia, Suku.

33 Berdasarkan kerangka konsep diatas, maka dapat dibentuk model teoritis sebagai berikut : Gambar 1 Kerangka Konsep Variabel Bebas ( X ) Pemberitaan Media Massa (Televisi) Tentang Konflik Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan Malaysia. Variabel Terikat ( Y ) Opini Mahasiswa Departemen Etnomusikologi FIB-USU. Karakteristik Responden

34 Berdasarkan kerangka teori dan kerangka konsep yang telah diuraikan diatas, maka untuk mempermudahkan penelitian, perlu dibuat operasional variabel-variabel sebagai berikut : Tabel 1 Operasional Variabel Konsep Teoritis Variabel Bebas (X) Pemberitaan Media Massa (Televisi) Tentang Konflik Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan Malaysia. Operasional Varibel a. Frekuensi Pemberitaan b. Kejelasan Isi Pesan c. Penyajian Pesan d. Pemahaman Tentang Isi Pesan Variabel Terikat (Y) Opini Mahasiswa Karakteristik Responden a. Kepercayaan (belief). Kepercayaan terhadap isi pemberitaan di media massa b. sikap (attitude). Sikap mahasiswa terhadap pemberitaan c. Persepsi (perception). Persepsi mahasiswa terhadap pemberitaan pencapokan lagu daerah Rasa Sayange yang dilakukan Malaysia a. Jenis Kelamin b. Usia c. Suku d. Stambuk

35 Berdasarkan operasional variabel yang disusun, maka dapat di ambil defenisi operasional variabelnya yakni dimana defenisi variabel operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya untuk mengukur suatu variabel. Dengan kata lain defenisi operasional variabel adalah suatu informasi ilmiah yang sangat membantu peneliti lain yang ingin mengukur variabel yang sama (Singarimbun, 1995:46) Defenisi operasional dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Variabel Bebas (X), Pemberitaan Media Massa (Televisi) Tentang Konflik Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan Malaysia. a. Frekuensi Pemberitaan, seberapa sering pemberitaan akan hal konflik pencaplokan lagu daerah Rasa Sayange di media massa (televisi) diangkat. b. Kejelasan Isi Pesan, pemberitahuan akan isi informasi secara jelas, dan terpercaya. c. Penyajian Pesan, bagaimana pesan tersebut disajikan melalu pemberitaan di media massa. d. Pemahaman Tentang Isi Pesan adalah pengertian dan pemahaman khalayak terhadap isi pesan yang disampaikan pemberitaan tersebut.

36 2. Variabel Terikat (Y), Opini Mahasiswa Etnomusikologi FIB-USU a. Belief, kepercayaan mengenai suatu hal atau apa yang diyakini responden sebagai suatu kebenaran. b. Attitude, apa yang sebenarnya dirasakan responden untuk menjadi sikapnya dalam menghadapi pemberitaan di media massa. c. Perception, yaitu sebuah proses memberikan makna yang berakar dari beberapa faktor, yakni latar belakang budaya, pengalaman masa lalu, dan nilai-nilai yang dianut dan berita berkembang. 3. Karakteristik Responden a. Jenis Kelamin, yaitu penggolongan jenis kelamin responden yang terdiri dari laki-laki dan perempuan b. Usia, yaitu umur responden c. Suku, yaitu sub kebudayaan yang melekat di dalam diri responden.

37 I.8. Hipotesis Hipotesis adalah sarana penelitian ilmiah yang penting dan tidak bisa ditinggalkan karena ia merupakan instrumen kerja dari teori (Singarimbun, 1995:43). Hipotesis merupakan pernyataan yang bersifat dugaan mengenai hubungan antara 2 variabel atau lebih. Hipotesis dalam penelitian ini adalah : Ho : Tidak terdapat hubungan pengaruh pemberitaan tentang konflik pencaplokan lagu daerah Rasa Sayange di media massa (televisi) terhadap opini mahasiswa Departemen Etnomusikologi FIB-USU. Ha : Terdapat hubungan pengaruh pemberitaan tentang konflik pencaplokan lagu daerah Rasa Sayange di media massa (televisi) terhadap opini mahasiswa Departemen Etnomusikologi FIB - USU.

38 BAB II LANDASAN TEORI II.1. Komunikasi Massa II.1.1. Pengertian Komunikasi Massa Secara etimologis istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communicatio. Istilah ini bersumber dari perkataan communis yang berarti sama. Sama yang dimaksud berarti sama makna dan arti. Jadi komunikasi terjadi apabila terdapat kesamaan makna mengenai suatu pesan yang disampaikan komunikator dan diterima oleh komunikan (Effendy, 2004:30) Menurut Harold Lasswell (Mulyana, 2005:62) cara yang terbaik untuk menggambarkan komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : Who Says Shat In Wich Channel To Whom With What Effect? (Siapa Mengatakan Apa Dengan Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Efek Apa?). Jawaban bagi pertanyaan paradigmatik Lasswell merupakan unsur-unsur proses komunikasi yang meliputi komunikator, pesan, media, komunikan, efek. Defenisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner yakni komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah orang besar. Sedangkan defenisi komunikasi massa yang lebih rinci dikemukakan oleh ahli komunikasi yakni Gerbner kommunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontiniu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri (Ardianto, 2004:4).

39 Komunikasi mempunyai efek tertentu menurut Liliweri, (2004:39), secara umum terdapat tiga efek komunikasi massa, yaitu: (a) efek kognitif, dimana pesan komunikasi massa mengakibatkan khalayak berubah dalam hal pengetahuan, pandangan, dan pendapat terhadap sesuatu yang diperolehnya. Efek ini berkaitan dengan transmisi pengetahuan, keterampilan, kepercayaan, atau informasi. (b) efek afektif, dimana pesan komunikasi massa mengakibatkan berubahnya perasaan tertentu dari khalayak. Orang dapat menjadi lebih marah dan berkurang rasa tidak senangnya terhadap suatu akibat membaca surat kabar, mendengarkan radio atau menonton televisi. Efek ini ada hubungannya dengan emosi, sikap, atau nilai. (c) efek konatif, dimana pesan komunikasi massa mengakibatkan orang mengambil keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Efek ini merujuk pada prilaku nyata yang dapat diminati, yang meliputi pola-pola tindakan, kegiatan, atau kebiasaan berprilaku. II.1.2. Karakteristik Komunikasi Massa Adapun karakteristik yang dimiliki oleh komunikasi massa antara lain adalah : 1. Komunikator Terlembagakan. Sesuai dengan pendapat Wright, bahwa komunikasi massa itu melibatkan lembaga, dan komunikatornya bergerak dalam organisasi kompleks, maka proses pemberian pesan yang diberikan oleh komunikator harus bersifat sistematis dan terperinci. 2. Pesan Bersifat Umum. Pesan dapat berupa fakta, peristiwa ataupun opini. Namun tidak semua fakta atau peristiwa yang terjadi di sekeliling kita dapat dimuat dalam media massa. Pesan komunikasi massa yang dikemas dalam bentuk apapun harus memenuhi kriteria pengting atau menarik. 3. Komunikannya yang Anonim dan Heterogen. Komunikan yang dimiliki komunikasi massa adalah anonim ( tidak dikenal ) dan heterogen ( terdiri dari berbagai unsur ) 4. Media Massa Menimbulkan Keserempakan.

40 Keserempakan media massa itu adalah keserempakan kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator, dan penduduk tersebut satu sama lainnya berada dalam keadaan terpisah. 5. Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan. Dalam komunikasi massa, pesan harus disusun sedemikian rupa berdasarkan sistem tertentu dan disesuaikan karakteristik media massa yang digunakan. Di dalam komunikasi antarpersonal, yang menentukan efektivitas komunikasi bukanlah struktur, tetapi aspek hubungan manusia, bukan pada apanya tetapi bagaimana. Sedangkan pada komuniaksi massa menekankan pada apanya (Ardianto, 2004:7-8) 6. Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah. Komunikator dan komunikan tidak dapat terlibat secara langsung, karena proses pada komunikasi massa yang menggunakan media massa. 7. Stimulasi Alat Indra Terbatas. Stimulasi alat indra tergantung pada media massa. Pada surat kabar dan majalah, pembaca hanya melihat, pada media radio khalayak hanya mendengarkan, sedangkan pada media televisi dan film kita menggunakan indra pengelihatan dan pendengaran. 8. Umpan Balik Tertunda ( Delayed ). Hal ini dikarenakan oleh jarak komunikator dengan komunikan yang berjauhan dan katakter komunikan yang anonim dan heterogen (Ardianto, 2004:7-8).

41 II.1.3. Fungsi Komunikasi Massa fungsi dari komunikasi massa adalah sebagai berikut : a. Penafsiran ( Interpretation ) Fungsi penafsiran ini berbentuk komentar dan opini yang ditujukan kepada khalayak, serta dilengkapi perspektif ( sudut pandang ) terhadap berita atau tanyangan yang disajikan. b. Pertalian ( Linkage ) Dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam sehingga membentuk pertalian berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu. c. Penyebaran Nilai-nilai ( Transmission Of Values ) Dengan cara media massa itu ditonton, didengar, dan dibaca. Media massa itu memperlihatkan kepada kita bagaimana mereka bertindak dan apa yang diharapkan oleh mereka. d. Hiburan ( Entertainemnt ) Berfungsi sebagai penghibur tiada lain tujuannya adalah untuk mengurangi ketegangan pikiran khalayak. e. Fungsi Informasi Media massa berfungsi sebagai penyebar informasi bagi pembaca, pendengar, atau pemirsa.

PEMBERITAAN MEDIA MASA TELEVISI TENTANG KONFLIK INDONESIA MALAYSIA DAN OPINI MAHASISWA SKRIPSI

PEMBERITAAN MEDIA MASA TELEVISI TENTANG KONFLIK INDONESIA MALAYSIA DAN OPINI MAHASISWA SKRIPSI PEMBERITAAN MEDIA MASA TELEVISI TENTANG KONFLIK INDONESIA MALAYSIA DAN OPINI MAHASISWA (Studi Korelasional Pengaruh Pemberitaan Media Televisi Tentang Pencaplokan Lagu Daerah Rasa Sayange yang Dilakukan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. Secara etimologis istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin

BAB II LANDASAN TEORI. Secara etimologis istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin BAB II LANDASAN TEORI II.1. Komunikasi Massa II.1.1. Pengertian Komunikasi Massa Secara etimologis istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communicatio. Istilah ini bersumber dari perkataan communis

Lebih terperinci

KOMUNIKASI MASYARAKAT BATAK TOBA DALAM UPACARA PERNIKAHAN ADAT

KOMUNIKASI MASYARAKAT BATAK TOBA DALAM UPACARA PERNIKAHAN ADAT KOMUNIKASI MASYARAKAT BATAK TOBA DALAM UPACARA PERNIKAHAN ADAT (Studi Kasus Tentang Proses Komunikasi Antarbudaya Dalam Upacara Pernikahan Adat Batak Toba Pada Masyarakat di Kelurahan Lestari Kecamatan

Lebih terperinci

SKRIPSI PROGRAM ACARA MATA LELAKI DAN PERSEPSI MAHASISWA

SKRIPSI PROGRAM ACARA MATA LELAKI DAN PERSEPSI MAHASISWA SKRIPSI PROGRAM ACARA MATA LELAKI DAN PERSEPSI MAHASISWA (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Penayangan Program Acara Mata Lelaki di Stasiun Televisi Trans7 Terhadap Persepsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi

Lebih terperinci

TAYANGAN KRIMINAL REPORTASE INVESTIGASI TERHADAP TINGKAT KEWASPADAAN MASYARAKAT

TAYANGAN KRIMINAL REPORTASE INVESTIGASI TERHADAP TINGKAT KEWASPADAAN MASYARAKAT TAYANGAN KRIMINAL REPORTASE INVESTIGASI TERHADAP TINGKAT KEWASPADAAN MASYARAKAT (Studi Korelasional antara Tayangan Kriminal Reportase Investigasi di Trans TV terhadap Tingkat Kewaspadaan Masyarakat di

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi lain, yaitu Gerbner. Menurut Gerbner (1967) Mass communication is

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi lain, yaitu Gerbner. Menurut Gerbner (1967) Mass communication is BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner (rakhmat,2003:188), yakni: komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui

Lebih terperinci

FOTOGRAFI DAN MINAT SISWA SKRIPSI. Disusun oleh Anggina Masdalifah

FOTOGRAFI DAN MINAT SISWA SKRIPSI. Disusun oleh Anggina Masdalifah FOTOGRAFI DAN MINAT SISWA (Studi Korelasional Pengaruh Fotografi di Media Cetak Terhadap Minat Siswa di Kelas Fotografi Andi Lubis Medan) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Menyelesaikan Pendidikan

Lebih terperinci

PROGRAM DAHSYAT DI RCTI DAN GAYA HIDUP

PROGRAM DAHSYAT DI RCTI DAN GAYA HIDUP PROGRAM DAHSYAT DI RCTI DAN GAYA HIDUP (Studi Korelasional Tentang Program Dahsyat di RCTI Terhadap Gaya Hidup di Kalangan Mahasiswa FISIP USU Medan) SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan Memperoleh

Lebih terperinci

TELEVISI DAN BUDAYA POPULER. Disusun Oleh: YULIYATI JAMILAH

TELEVISI DAN BUDAYA POPULER. Disusun Oleh: YULIYATI JAMILAH TELEVISI DAN BUDAYA POPULER (Studi Korelasional Pengaruh Terpaan Tayangan Drama Asia (Korea) di Indosiar terhadap Perilaku Budaya Populer di Kalangan Siswa/i SMAN 1 Medan) Disusun Oleh: YULIYATI JAMILAH

Lebih terperinci

PROGRAM TERMEHEK-MEHEK DI TRANS TV DAN KEPUASAN PEMIRSA

PROGRAM TERMEHEK-MEHEK DI TRANS TV DAN KEPUASAN PEMIRSA PROGRAM TERMEHEK-MEHEK DI TRANS TV DAN KEPUASAN PEMIRSA (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Program Termehek-Mehek di Trans TV Terhadap Kepuasan Pemirsa di Kalangan Mahasiswa FISIP USU Medan) SKRIPSI

Lebih terperinci

BAB II URAIAN TEORITIS. manusia, salah satunya adalah komunikasi massa. Konsep komunikasi massa itu

BAB II URAIAN TEORITIS. manusia, salah satunya adalah komunikasi massa. Konsep komunikasi massa itu BAB II URAIAN TEORITIS II.1 Komunikasi Massa Dari berbagai macam cara komunikasi dilaksanakan dalam masyarakat manusia, salah satunya adalah komunikasi massa. Konsep komunikasi massa itu sendiri pada satu

Lebih terperinci

FUNGSI MEDIA MASSA DALAM PEMBENTUKAN OPINI PUBLIK SKRIPSI

FUNGSI MEDIA MASSA DALAM PEMBENTUKAN OPINI PUBLIK SKRIPSI FUNGSI MEDIA MASSA DALAM PEMBENTUKAN OPINI PUBLIK (Studi Deskriptif Tentang Fungsi Media Massa Dalam Pembentukan Opini Masyarakat Kelurahan Mangga Perumnas Simalingkar Terhadap Pemberitaan Kebijakan Pemerintah

Lebih terperinci

PENGARUH PROGRAM RADIO DAN MINAT DENGAR SKRIPSI

PENGARUH PROGRAM RADIO DAN MINAT DENGAR SKRIPSI PENGARUH PROGRAM RADIO DAN MINAT DENGAR (Studi Korelasional Pengaruh Acara O Tano Batak di RadioTeladan FM terhadap Minat Dengar Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Sei Sikambing D Kota Medan) SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

Program Acara You ve Got A Friend di Delta FM dan Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan (Diversion)

Program Acara You ve Got A Friend di Delta FM dan Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan (Diversion) Program Acara You ve Got A Friend di Delta FM dan Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan (Diversion) (Studi Korelasional Tentang Program Acara You ve Got A Friend di Delta FM Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Pelepasan

Lebih terperinci

TALKSHOW SATU JAM LEBIH DEKAT DI TVONE DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA

TALKSHOW SATU JAM LEBIH DEKAT DI TVONE DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA TALKSHOW SATU JAM LEBIH DEKAT DI TVONE DAN PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA (Studi Korelasional tentang Pengaruh Tayangan Talkshow Satu Jam Lebih Dekat di TvOne dan Peningkatan Pengetahuan Mahasiswa FISIP

Lebih terperinci

PENGARUH RADIO TERHADAP SIKAP MAHASISWA YESSI OKTAVIANA

PENGARUH RADIO TERHADAP SIKAP MAHASISWA YESSI OKTAVIANA PENGARUH RADIO TERHADAP SIKAP MAHASISWA (Studi Korelasional Pengaruh Program Acara Akustar di Radio Star FM Terhadap Sikap Bermusik Mahasiswa Fakultas Sastra USU) SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu

Lebih terperinci

PERSEPSI MASYARAKAT KELURAHAN MANGGA PERUMNAS SIMALINGKAR TERHADAP TELEVISI LOKAL DELI TV (DTV) MEDAN

PERSEPSI MASYARAKAT KELURAHAN MANGGA PERUMNAS SIMALINGKAR TERHADAP TELEVISI LOKAL DELI TV (DTV) MEDAN PERSEPSI MASYARAKAT KELURAHAN MANGGA PERUMNAS SIMALINGKAR TERHADAP TELEVISI LOKAL DELI TV (DTV) MEDAN (Studi Deskriptif Tentang Persepsi Masyarakat Kelurahan Mangga Perumnas Simalingkar Terhadap Televisi

Lebih terperinci

KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM PROSES ASIMILASI PADA PERNIKAHAN CAMPURAN

KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM PROSES ASIMILASI PADA PERNIKAHAN CAMPURAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DALAM PROSES ASIMILASI PADA PERNIKAHAN CAMPURAN (Studi Kasus Tentang Komunikasi Antarbudaya Dalam Proses Asimilasi Pada Pernikahan Campuran Suku Batak Toba-Tionghoa di kota Medan

Lebih terperinci

TAYANGAN KICK ANDY DAN MOTIVASI PENGEMBANGAN DIRI SKRIPSI. Maria Augustina Sagala

TAYANGAN KICK ANDY DAN MOTIVASI PENGEMBANGAN DIRI SKRIPSI. Maria Augustina Sagala TAYANGAN KICK ANDY DAN MOTIVASI PENGEMBANGAN DIRI (Studi Korelasi Tayangan Kick Andy dan Motivasi Pengembangan Diri di Kalangan Mahasiswa Fakultas Psikologi USU) SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu

Lebih terperinci

BERITA KRIMINAL DAN PERHATIAN ORANG TUA. Chalid Mawardi Nasution

BERITA KRIMINAL DAN PERHATIAN ORANG TUA. Chalid Mawardi Nasution BERITA KRIMINAL DAN PERHATIAN ORANG TUA (Studi Korelasional Penyajian Berita Kriminal Di Harian Global Terhadap Perhatian Orang Tua Kepada Anak di Kedai Durian, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang).

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Manusia sebagai individu dan anggota masyarakat mempunyai berbagai

BAB I PENDAHULUAN. Manusia sebagai individu dan anggota masyarakat mempunyai berbagai BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia sebagai individu dan anggota masyarakat mempunyai berbagai macam kebutuhan salah satu kebutuhan yang mendasar adalah kebutuhan akan informasi. Dengan

Lebih terperinci

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN Tayangan Little Krishna dan Pemenuhan Kebutuhan akan Hiburan (Studi Korelasional tentang Hubungan Tayangan Little Khrisna di MNC TV terhadap Pemenuhan Kebutuhan akan Hiburan di Kalangan Masyarakat Tamil

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Umum Komunikasi Massa 2.1.1 Pengertian Komunikasi Massa Hakikat komunikasi adalah proses penyampaian pernyataan antar manusia, yang dinyatakan itu adalah pikiran atau

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Para pemirsa televisi boleh saja membenci iklan, karena menganggap iklan

BAB I PENDAHULUAN. Para pemirsa televisi boleh saja membenci iklan, karena menganggap iklan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Para pemirsa televisi boleh saja membenci iklan, karena menganggap iklan sebagai pengganggu ketika sedang serius menonton acara televisi. Namun iklan juga ibarat darah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kehidupan manusia di dunia tidak dapat dilepaskan dari aktivitas

BAB I PENDAHULUAN. Kehidupan manusia di dunia tidak dapat dilepaskan dari aktivitas 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehidupan manusia di dunia tidak dapat dilepaskan dari aktivitas komunikasi karena komunikasi merupakan bagian penting dari sistem dan tatanan kehidupan sosial manusia

Lebih terperinci

TAYANGAN JIKA AKU MENJADI DI TRANSTV DAN KONSEP DIRI MAHASISWA. ( Studi Korelasional Tentang Pengaruh Tayangan Jika Aku Menjadi di TransTV

TAYANGAN JIKA AKU MENJADI DI TRANSTV DAN KONSEP DIRI MAHASISWA. ( Studi Korelasional Tentang Pengaruh Tayangan Jika Aku Menjadi di TransTV TAYANGAN JIKA AKU MENJADI DI TRANSTV DAN KONSEP DIRI MAHASISWA ( Studi Korelasional Tentang Pengaruh Tayangan Jika Aku Menjadi di TransTV Terhadap Konsep Diri Mahasiswa FISIP USU) diajukan Oleh : MILA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menjawab pertanyaan berikut: Who Say What In Which Channel To Whom With

BAB I PENDAHULUAN. menjawab pertanyaan berikut: Who Say What In Which Channel To Whom With 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Harold D. Lasswell menggambarkan komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan berikut: Who Say What In Which Channel To Whom With What Effect? (siapa mengatakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang penting yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan umat

BAB I PENDAHULUAN. yang penting yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan umat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi adalah penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Komunikasi merupakan bagian yang penting yang tidak

Lebih terperinci

Disusun oleh: Dery Indra Siregar. Universitas Sumatera Utara

Disusun oleh: Dery Indra Siregar. Universitas Sumatera Utara Penggunaan Jaringan Wi-Fi dalam Pemenuhan Kebutuhan Kognitif (Studi Korelasional Penggunaan Jaringan Wi-Fi terhadap Pemenuhan Kebutuhan Kognitif Mahasiswa USU) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan

Lebih terperinci

Majalah Dinding dan Tindakan Berkreasi

Majalah Dinding dan Tindakan Berkreasi Majalah Dinding dan Tindakan Berkreasi (Studi Korelasional Pengaruh Majalah Dinding terhadap Tindakan Berkreasi Siswa di SMP Negeri 9 Medan) SKRIPSI Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan Memperoleh Gelar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk individu yang juga berperan sebagai makhluk

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk individu yang juga berperan sebagai makhluk BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk individu yang juga berperan sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia harus melakukan interaksi dengan sesamanya dalam melangsungkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Tingkat kesukaan atau afektif merupakan salah satu komponen proses komunikasi massa yaitu efek. Efek adalah hasil yang dicapai dari usaha penyampaian pernyataan

Lebih terperinci

TAYANGAN MATA KAMERA DAN SIKAP KEPEDULIAN MASYARAKAT PADA LINGKUNGAN

TAYANGAN MATA KAMERA DAN SIKAP KEPEDULIAN MASYARAKAT PADA LINGKUNGAN TAYANGAN MATA KAMERA DAN SIKAP KEPEDULIAN MASYARAKAT PADA LINGKUNGAN (Studi Korelasional tentang Pengaruh Tayangan Mata Kamera di TV One Terhadap Sikap Kepeduliaan Masyarakat Pada Lingkungan di Kelurahan

Lebih terperinci

PENGARUH KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DAN HUBUNGAN YANG HARMONIS SKRIPSI. Disusun Oleh : LUKTRI ARSHEILA

PENGARUH KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DAN HUBUNGAN YANG HARMONIS SKRIPSI. Disusun Oleh : LUKTRI ARSHEILA PENGARUH KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DAN HUBUNGAN YANG HARMONIS SKRIPSI Disusun Oleh : LUKTRI ARSHEILA 110922018 DEPARTEMEN EKSTENSI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA

Lebih terperinci

TALKSHOW BUKAN EMPAT MATA DI TRANS 7 DAN TINGKAT KEPUASAN KHAYALAK

TALKSHOW BUKAN EMPAT MATA DI TRANS 7 DAN TINGKAT KEPUASAN KHAYALAK TALKSHOW BUKAN EMPAT MATA DI TRANS 7 DAN TINGKAT KEPUASAN KHAYALAK (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Acara Talk Show Bukan Empat Mata di Trans 7 Terhadap Tingkat Kepuasan Khayalak di Kalangan Mahasiswa

Lebih terperinci

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DALAM PEMASARAN PRODUK JASA ASURANSI (Studi Deskriptif pada Agen Asuransi PT. Axa Financial Indonesia Cabang Medan) SKRIPSI

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DALAM PEMASARAN PRODUK JASA ASURANSI (Studi Deskriptif pada Agen Asuransi PT. Axa Financial Indonesia Cabang Medan) SKRIPSI KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DALAM PEMASARAN PRODUK JASA ASURANSI (Studi Deskriptif pada Agen Asuransi PT. Axa Financial Indonesia Cabang Medan) SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan

Lebih terperinci

PROGRAM INDONESIA MENCARI BAKAT 2 DAN MOTIVASI PENGEMBANGAN DIRI

PROGRAM INDONESIA MENCARI BAKAT 2 DAN MOTIVASI PENGEMBANGAN DIRI PROGRAM INDONESIA MENCARI BAKAT 2 DAN MOTIVASI PENGEMBANGAN DIRI (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Program Indonesia Mencari Bakat 2 di Trans TV terhadap Motivasi Pengembangan Diri Siswa SMP St. Thomas

Lebih terperinci

TAYANGAN BANG ONE SHOW DAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA. (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Tayangan Bang One Show di TVOne

TAYANGAN BANG ONE SHOW DAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA. (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Tayangan Bang One Show di TVOne TAYANGAN BANG ONE SHOW DAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Tayangan Bang One Show di TVOne Dalam Meningkatkan Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Hukum USU) Skripsi Diajukan

Lebih terperinci

KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DAN INTERAKSI ANTAR ETNIS SKRIPSI. Diajukan guna memenuhi salah satu syarat menyelesaikan Pendidikan Sarjana PRIMADONA AGUSTIA

KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DAN INTERAKSI ANTAR ETNIS SKRIPSI. Diajukan guna memenuhi salah satu syarat menyelesaikan Pendidikan Sarjana PRIMADONA AGUSTIA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DAN INTERAKSI ANTAR ETNIS (Studi korelasional mengenai pengaruh komunikasi antarbudaya dalam menciptakan interaksi antar etnis di kalangan mahasiswa asing Universitas Sumatera Utara)

Lebih terperinci

EFEKTIVITAS IKLAN TELEVISI DAN MINAT BELI. (Studi Komperatif Mengenai Efektivitas Iklan Minute Maid Pulpy Orange Dan Iklan

EFEKTIVITAS IKLAN TELEVISI DAN MINAT BELI. (Studi Komperatif Mengenai Efektivitas Iklan Minute Maid Pulpy Orange Dan Iklan EFEKTIVITAS IKLAN TELEVISI DAN MINAT BELI (Studi Komperatif Mengenai Efektivitas Iklan Minute Maid Pulpy Orange Dan Iklan Nutrisari di Televisi Terhadap Minat Beli Mahasiswa FISIP USU) SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008 Proposal Penelitian PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DAN CITRA PERUSAHAAN (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Program Corporate Social Responsibility (CSR) Satu untuk Sepuluh Terhadap Citra

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Televisi sebagai produk maju berkembang pesat sejalan dengan

BAB I PENDAHULUAN. Televisi sebagai produk maju berkembang pesat sejalan dengan BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Televisi sebagai produk maju berkembang pesat sejalan dengan perkembangan zaman. Televisi itu sendiri telah banyak menyentuh kepentingan masyarakat dunia. Siaran

Lebih terperinci

KOMUNIKASI PENYULUHAN DAN TINGKAT ADOPSI INOVASI

KOMUNIKASI PENYULUHAN DAN TINGKAT ADOPSI INOVASI KOMUNIKASI PENYULUHAN DAN TINGKAT ADOPSI INOVASI (Studi Korelasional tentang Pengaruh Komunikasi Penyuluhan Perkoperasian Indonesia oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara terhadap Tingkat

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENAYANGAN IKLAN REXONA FOR MEN DENGAN MINAT BELI KONSUMEN PRIA. Serdang Bedagai) SKRIPSI

HUBUNGAN PENAYANGAN IKLAN REXONA FOR MEN DENGAN MINAT BELI KONSUMEN PRIA. Serdang Bedagai) SKRIPSI HUBUNGAN PENAYANGAN IKLAN REXONA FOR MEN DENGAN MINAT BELI KONSUMEN PRIA (Studi Korelasional Mengenai Pengaruh Penayangan Iklan Rexona For Men Dengan Minat Beli Pegawai Negeri sipil Di Kabupaten Serdang

Lebih terperinci

JESSICA LARA

JESSICA LARA IKLAN DAN KESADARAN REMAJA (STUDI KORELASIONAL TENTANG PENGARUH TAYANGAN IKLAN BKKBN VERSI PERNIKAHAN DINI-HINDARI 4T TERHADAP KESADARAN REMAJA KELURAHAN TEGAL SARI MANDALA II MEDAN) JESSICA LARA 100904056

Lebih terperinci

KONTRUKSI BERITA DALAM MEDIA MASSA

KONTRUKSI BERITA DALAM MEDIA MASSA KONTRUKSI BERITA DALAM MEDIA MASSA (Analisis Framing Pemberitaan Dua Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Jokowi-Basuki dan Fauzi-Nachrowi Dalam Majalah Tempo) SKRIPSI Diajukan sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. lain (non media). Ketika sumber dari non media tidak dapat memuaskan. kebutuhan kita, maka kita mencarinya dari media massa.

BAB I PENDAHULUAN. lain (non media). Ketika sumber dari non media tidak dapat memuaskan. kebutuhan kita, maka kita mencarinya dari media massa. BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masyarakat pada era teknologi ini benar-benar merasakan bahwa mereka tidak dapat hidup tanpa adanya interaksi terhadap lingkungan dan media massa. Ada berbagai kebutuhan

Lebih terperinci

TAYANGAN IKLAN PEMILU 2014 DAN MOTIVASI PEMILIH PEMULA SKRIPSI AULIANI NUR ISLAMI

TAYANGAN IKLAN PEMILU 2014 DAN MOTIVASI PEMILIH PEMULA SKRIPSI AULIANI NUR ISLAMI TAYANGAN IKLAN PEMILU 2014 DAN MOTIVASI PEMILIH PEMULA SKRIPSI AULIANI NUR ISLAMI 100904096 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI MEDAN 2014 IKLAN

Lebih terperinci

SKRIPSI. Disusun Oleh: Sona Adha Rizky

SKRIPSI. Disusun Oleh: Sona Adha Rizky ACARA DI TELEVISI DAN PEMENUHAN INFORMASI PADA MAHASISWA (Studi Korelasional Tentang Acara Wide Shot di Metro TV Terhadap Upaya Pemenuhan Informasi pada Mahasiswa Komunikasi FISIP USU) SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat

BAB I PENDAHULUAN. communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu communicatio yang diturunkan dari kata communis yang berarti membuat kebersamaan antara dua orang

Lebih terperinci

POLA PENYIARAN RADIO BAHANA KUSUMA FM (99,5 MHz) DAN MINAT DENGAR SKRIPSI

POLA PENYIARAN RADIO BAHANA KUSUMA FM (99,5 MHz) DAN MINAT DENGAR SKRIPSI POLA PENYIARAN RADIO BAHANA KUSUMA FM (99,5 MHz) DAN MINAT DENGAR (Studi Deskriptif Tentang Pola Penyiaran Radio Bahana Kusuma FM Dalam Menarik Minat Dengar Anak Muda Kota Kabanjahe) SKRIPSI Diajukan untuk

Lebih terperinci

MOTIVASI KONSUMSI TERHADAP TAYANGAN MUSIK DAHSYAT DI RCTI DAN PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASINYA SKRIPSI. Disusun oleh : Raisha Fithrie Ramazhanna

MOTIVASI KONSUMSI TERHADAP TAYANGAN MUSIK DAHSYAT DI RCTI DAN PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASINYA SKRIPSI. Disusun oleh : Raisha Fithrie Ramazhanna MOTIVASI KONSUMSI TERHADAP TAYANGAN MUSIK DAHSYAT DI RCTI DAN PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASINYA (Studi Korelasional tentang motivasi konsumsi terhadap tayangan musik Dahsyat di RCTI dan pemenuhan kebutuhan

Lebih terperinci

Opini Mahasiswa Mengenai Eskploitasi Masyarakat Kecil PadaTayangan Reality Show

Opini Mahasiswa Mengenai Eskploitasi Masyarakat Kecil PadaTayangan Reality Show PROPOSAL PENELITIAN Opini Mahasiswa Mengenai Eskploitasi Masyarakat Kecil PadaTayangan Reality Show (Studi Deskriptif Opini Mahasiswa FISIP USU Mengenai Eksploitasi Masyarakat Kecil Pada Tayangan Reality

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. gaya hidup sehat untuk kehidupan sehari-hari. Di dalam komunikasi ada beberapa unsur yakni sumber pesan (source),

BAB I PENDAHULUAN. gaya hidup sehat untuk kehidupan sehari-hari. Di dalam komunikasi ada beberapa unsur yakni sumber pesan (source), BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat khususnya remaja sering melupakan pentingnya kesehatan dan gaya hidup sehat. Dimana para remaja sering melupakan dan tidak perduli

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dunia Broadcasting (penyiaran) adalah dunia yang selalu menarik

BAB I PENDAHULUAN. Dunia Broadcasting (penyiaran) adalah dunia yang selalu menarik BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia Broadcasting (penyiaran) adalah dunia yang selalu menarik perhatian bagi masyarakat khususnya di Indonesia. Televisi memiliki keunggulan yang menyebabkan masyarakat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. cetak seperti majalah, koran, buklet, poster, tabloid, dan sebagainya. Walaupun

BAB I PENDAHULUAN. cetak seperti majalah, koran, buklet, poster, tabloid, dan sebagainya. Walaupun BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Dalam era informasi sekarang ini, kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari peran media. Dari zaman ke zaman media massa mengalami perkembangan yang pesat.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Di zaman ini, informasi memegang peran penting dalam kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. Di zaman ini, informasi memegang peran penting dalam kehidupan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di zaman ini, informasi memegang peran penting dalam kehidupan manusia.hampir tidak ada ruang dan waktu yang tersisa untuk menghindari diri dari serbuan informasi.

Lebih terperinci

PERSEPSI KHALAYAK TERHADAP SURAT KABAR TRIBUN MEDAN. (Studi Deskriptif Tentang Persepsi Khalayak terhadap Surat Kabar Tribun Medan di

PERSEPSI KHALAYAK TERHADAP SURAT KABAR TRIBUN MEDAN. (Studi Deskriptif Tentang Persepsi Khalayak terhadap Surat Kabar Tribun Medan di PERSEPSI KHALAYAK TERHADAP SURAT KABAR TRIBUN MEDAN (Studi Deskriptif Tentang Persepsi Khalayak terhadap Surat Kabar Tribun Medan di Kalangan Mahasiswa USU) SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. proses kehidupannya, manusia akan selalu terlihat dalam tindakan tindakan

BAB I PENDAHULUAN. proses kehidupannya, manusia akan selalu terlihat dalam tindakan tindakan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak lahir dan selama proses kehidupannya, manusia akan selalu terlihat dalam tindakan tindakan komunikasi. Tindakan

Lebih terperinci

MAJALAH GOGIRL! DAN SIKAP REMAJA. Diajukan oleh : ANINDI VIRDA MELANIE

MAJALAH GOGIRL! DAN SIKAP REMAJA. Diajukan oleh : ANINDI VIRDA MELANIE MAJALAH GOGIRL! DAN SIKAP REMAJA (Studi Korelasional Pengaruh Rubrik Feature Majalah Gogirl! terhadap Sikap Remaja Putri di SMA Swasta Harapan I Medan) Diajukan oleh : ANINDI VIRDA MELANIE 070904022 DEPARTEMEN

Lebih terperinci

PENGARUH KOMUNIKASI KELOMPOK TERHADAP AKTUALISASI DIRI

PENGARUH KOMUNIKASI KELOMPOK TERHADAP AKTUALISASI DIRI PENGARUH KOMUNIKASI KELOMPOK TERHADAP AKTUALISASI DIRI (Studi Korelasional tentang Pengaruh Komunikasi Kelompok Terhadap Aktualisasi Diri pada Mahasiswa UKM Sepak Bola Universitas Sumatera Utara) SKRIPSI

Lebih terperinci

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DAN PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN

KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DAN PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI DAN PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN (Studi Korelasional Peranan Komunikasi Antarpribadi Terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV (PERSERO) Unit Kebun Laras)

Lebih terperinci

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KEIKUTSERTAAN PUTERI INDONESIA PADA AJANG MISS UNIVERSE. (Study Deskriptif Mengenai Persepsi Mahasiswa USU Terhadap

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KEIKUTSERTAAN PUTERI INDONESIA PADA AJANG MISS UNIVERSE. (Study Deskriptif Mengenai Persepsi Mahasiswa USU Terhadap PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP KEIKUTSERTAAN PUTERI INDONESIA PADA AJANG MISS UNIVERSE (Study Deskriptif Mengenai Persepsi Mahasiswa USU Terhadap Keikutsertaan Puteri Indonesia 2009 pada Ajang Miss Universe)

Lebih terperinci

TOMY PRABOWO

TOMY PRABOWO IKLAN MANDIRI FIESTA DAN TINDAKAN MENABUNG NASABAH DI PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK (Studi Korelasional tentang Iklan Mandiri Fiesta melalui media Televisi terhadap Tindakan Menabung Nasabah di PT Bank

Lebih terperinci

IKLAN DAN BRAND AWARENESS SISWA

IKLAN DAN BRAND AWARENESS SISWA IKLAN DAN BRAND AWARENESS SISWA (Studi Korelasional Iklan Pocari Sweat versi Irfan Bachdim Di Televisi Terhadap Brand Awareness Murid Murid SD Negeri 106837 Melati II Perbaungan) SKRIPSI Diajukan Guna

Lebih terperinci

STRATEGI MARKETING COMMUNICATION DAN PENINGKATAN LOYALITAS PELANGGAN

STRATEGI MARKETING COMMUNICATION DAN PENINGKATAN LOYALITAS PELANGGAN STRATEGI MARKETING COMMUNICATION DAN PENINGKATAN LOYALITAS PELANGGAN (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Strategi Marketing Communication Terhadap Peningkatan Loyalitas Pelanggan PT Indosat, Tbk NSR di

Lebih terperinci

PERSEPSI MAHASISWA USU TERHADAP PERANAN INTERNET SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PARIWISATA. (Studi Kasus Penggunaan Situs Kampung Digital Danau Toba)

PERSEPSI MAHASISWA USU TERHADAP PERANAN INTERNET SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PARIWISATA. (Studi Kasus Penggunaan Situs Kampung Digital Danau Toba) PERSEPSI MAHASISWA USU TERHADAP PERANAN INTERNET SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PARIWISATA (Studi Kasus Penggunaan Situs Kampung Digital Danau Toba) SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. baik yang berada di daerah perkotaan maupun di daerah pedesaan sekalipun sangat

BAB 1 PENDAHULUAN. baik yang berada di daerah perkotaan maupun di daerah pedesaan sekalipun sangat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ditengah perkembangan teknologi komunikasi massa dewasa ini, masyarakat baik yang berada di daerah perkotaan maupun di daerah pedesaan sekalipun sangat membutuhkan

Lebih terperinci

IKLAN NOTEBOOK ACER DAN MINAT BELI

IKLAN NOTEBOOK ACER DAN MINAT BELI IKLAN NOTEBOOK ACER DAN MINAT BELI (Studi Korelasional mengenai Pengaruh Iklan Notebook Acer di Media Cetak terhadap Minat Beli Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ) SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

Penulisan Berita Sabtu, 08 November 2014

Penulisan Berita Sabtu, 08 November 2014 Modul ke: 09 Haililah Fakultas FIKOM Penulisan Berita Sabtu, 08 November 2014 Tri Gandhiwati,S.S.,S.Si.,M.M. Program Studi Hubungan Masyarakat Asal-Usul Berita Berita berasal dari Bahasa Sansekerta "Vrit"

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan zaman, komunikasi berkembang semakin pesat dan menjadi sedemikian penting. Hal tersebut mendorong terciptanya media media yang menjadi alat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Suatu Pengantar, komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu communis yang

BAB I PENDAHULUAN. Suatu Pengantar, komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu communis yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Deddy Mulyana dalam bukunya yang berjudul Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu communis yang berarti sama, lalu menurut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan informasi dan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan informasi dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan akan informasi dan hiburan menjadi begitu penting bagi kita. Hampir setiap orang selalu menyediakan waktunya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain

BAB I PENDAHULUAN. pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain BAB I PENDAHULUAN 1.1 latar belakang masalah Proses komunikasi pada hakekatnya adalah suatu proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Secara umum,

Lebih terperinci

IKLAN CENTRIN TV DAN MINAT BERLANGGANAN ICHE. A. C. NAPITUPULU

IKLAN CENTRIN TV DAN MINAT BERLANGGANAN ICHE. A. C. NAPITUPULU IKLAN CENTRIN TV DAN MINAT BERLANGGANAN (Studi Korelasional Tentang Iklan Tv Berlangganan Centrin Tv Terhadap Minat Masyarakat Berlangganan di Kelurahan Babura Kecamatan Medan Baru) ICHE. A. C. NAPITUPULU

Lebih terperinci

PERSEPSI ANAK TENTANG PROGRAM ACARA TV

PERSEPSI ANAK TENTANG PROGRAM ACARA TV PERSEPSI ANAK TENTANG PROGRAM ACARA TV (Studi Korelasi Tentang Hubungan Persepsi Siswa dengan Tayangan Acara Hitam Putih Pada Siswa SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan) SKRIPSI Oleh : ASRI NAUFAL PANE 090904111

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Mahkamah Internasional (International Court of Justice ICJ, Malaysia atas kebudayaan-kebudayaan asli Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. Mahkamah Internasional (International Court of Justice ICJ, Malaysia atas kebudayaan-kebudayaan asli Indonesia. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setelah sempat mereda, ketika diputusnya kasus sengketa kepemilikan Kepulauan Sipadan dan Ligitan oleh 17 Hakim Mahkamah Internasional (International Court

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan sosial manusia atau masyarakat. Aktifitas komunikasi dapat terlihat

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan sosial manusia atau masyarakat. Aktifitas komunikasi dapat terlihat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kehidupan manusia di dunia tidak dapat dilepaskan dari aktifitas komunikasi karena komunikasi merupakan bagian integral dari sistem dan tatanan kehidupan sosial

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. membuat setiap orang melakukan berbagai bentuk komunikasi, seperti

BAB I PENDAHULUAN. membuat setiap orang melakukan berbagai bentuk komunikasi, seperti BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Setiap individu berusaha untuk mengenal dan mencari jati dirinya, mengetahui tentang orang lain, dan mengenal dunia luar atau selalu mencari tahu mengenai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Keberadaan televisi di Indonesia saat ini bertumbuh sangat pesat. Hingga

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Keberadaan televisi di Indonesia saat ini bertumbuh sangat pesat. Hingga 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberadaan televisi di Indonesia saat ini bertumbuh sangat pesat. Hingga saat ini ada 11 stasiun televisi nasional dan 230 lebih televisi lokal memancarkan siaran

Lebih terperinci

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI EKSTENSION FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI EKSTENSION FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009 Penggunaan Internet Dan Pemenuhan Kebutuhan Informasi (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Penggunaan Fasilitas Internet Di Perpustakaan USU Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Di Kalangan Mahasiswa

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Diajukan Oleh: IVONY N F SILITONGA

SKRIPSI. Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Diajukan Oleh: IVONY N F SILITONGA PERANAN HUMAS PEMASARAN TERHADAP PENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN (Studi Deskriptif Peranan Humas Pemasaran di Galeri Rahmatshah dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan) SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan media massa dalam menyuguhkan informasi yang akurat dan faktual semakin dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat. Kebutuhan tersebut diiringi dengan semakin

Lebih terperinci

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ACARA TUKAR NASIB. (Studi Deskriptif Tentang Persepsi Masyarakat Perumahan Bumi Asri

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ACARA TUKAR NASIB. (Studi Deskriptif Tentang Persepsi Masyarakat Perumahan Bumi Asri PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP ACARA TUKAR NASIB (Studi Deskriptif Tentang Persepsi Masyarakat Perumahan Bumi Asri Medan terhadap Acara Reality Show Tukar Nasib di SCTV) SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan

Lebih terperinci

PERSONAL SELLING DAN MINAT MEMBELI

PERSONAL SELLING DAN MINAT MEMBELI PERSONAL SELLING DAN MINAT MEMBELI (Studi Korelasional Mengenai Kegiatan Personal Selling Parfum Lomani dan Minat Beli Customer di Matahari Departemen Store Grand Palladium Medan) SKRIPSI Diajukan untuk

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di dalam kehidupan bermasyarakat atau berinteraksi dengan orang lain, bahasa menjadi hal yang sangat penting. Melalui bahasa, seseorang dapat menyampaikan gagasan,

Lebih terperinci

REPRESENTASI BUDAYA INDONESIA PADA IKLAN KOPI KAPAL API. (Analisis Semiotika Representasi Budaya Indonesia pada Iklan Kopi Kapal Api Versi

REPRESENTASI BUDAYA INDONESIA PADA IKLAN KOPI KAPAL API. (Analisis Semiotika Representasi Budaya Indonesia pada Iklan Kopi Kapal Api Versi 1 REPRESENTASI BUDAYA INDONESIA PADA IKLAN KOPI KAPAL API (Analisis Semiotika Representasi Budaya Indonesia pada Iklan Kopi Kapal Api Versi Secangkir Semangat Untuk Indonesia di Televisi Swasta ) SKRIPSI

Lebih terperinci

Skripsi Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Menyelesaikan Pendidikan Strata Satu (S1) Di Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu sosial.

Skripsi Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Menyelesaikan Pendidikan Strata Satu (S1) Di Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu sosial. Persepsi Mahasiswa Terhadap Standar Jurnalistik Citizen Journalism (Studi Deskriptif Tentang Persepsi Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP USU Angkatan 2008, 2009, dan 2010 Terhadap Standar Jurnalistik

Lebih terperinci

POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENANAMKAN NILAI GENDER PADA REMAJA

POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENANAMKAN NILAI GENDER PADA REMAJA POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENANAMKAN NILAI GENDER PADA REMAJA Studi Deskriptif Mengenai Pola Komunikasi Keluarga dalam Menanamkan Nilai Gender Pada Remaja di SMK Negeri 8 dan STM Teladan, Tembung

Lebih terperinci

PERSEPSI SISWA TERHADAP NILAI BUDAYA PADA IKLAN FASTFOOD

PERSEPSI SISWA TERHADAP NILAI BUDAYA PADA IKLAN FASTFOOD PERSEPSI SISWA TERHADAP NILAI BUDAYA PADA IKLAN FASTFOOD (Studi Deskriptif Kuantitatif Persepsi Siswa SMP Negeri 7 Medan Terhadap Nilai Budaya Yang Terkandung Dalam Iklan Produk KFC Pokkits) SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER DAN INTENSITAS KOMUNIKASI. (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Penggunaan Blackberry Messenger Terhadap

PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER DAN INTENSITAS KOMUNIKASI. (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Penggunaan Blackberry Messenger Terhadap PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER DAN INTENSITAS KOMUNIKASI (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Penggunaan Blackberry Messenger Terhadap Peningkatan Intensitas Komunikasi Pelajar di SMA Swasta Sriwijaya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Seiring dengan perkembangan zaman, segala sesuatu yang ada di

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Seiring dengan perkembangan zaman, segala sesuatu yang ada di 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan zaman, segala sesuatu yang ada di dunia ini mengalami perkembangan, mulai dari informasi, teknologi, gaya hidup, dan lain sebagainya.

Lebih terperinci

PENGARUH TAYANGAN STAND UP COMEDY TERHADAP WAWASAN MAHASISWA MENGENAI MASALAH SOSIAL

PENGARUH TAYANGAN STAND UP COMEDY TERHADAP WAWASAN MAHASISWA MENGENAI MASALAH SOSIAL PENGARUH TAYANGAN STAND UP COMEDY TERHADAP WAWASAN MAHASISWA MENGENAI MASALAH SOSIAL (Studi Eksperimen Tentang Pengaruh Tayangan Stand Up Comedy Show Di Metro Tv Terhadap Wawasan Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Lebih terperinci

PERANAN KOMUNIKASI DAN MOTIVASI KERJA. (Studi Korelasional Tentang Peranan Komunikasi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan

PERANAN KOMUNIKASI DAN MOTIVASI KERJA. (Studi Korelasional Tentang Peranan Komunikasi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan PERANAN KOMUNIKASI DAN MOTIVASI KERJA (Studi Korelasional Tentang Peranan Komunikasi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan di PT. Asianagro Agungjaya Tanjung Balai Asahan) Diajukan Oleh : Ade Pertiwi 070904102

Lebih terperinci

IKLAN LAYANAN MASYARAKAT HEMAT LISTRIK P.T PLN DAN SIKAP MASYARAKAT (Studi Deskriptif pada Masyarakat di Kecamatan Medan Baru)

IKLAN LAYANAN MASYARAKAT HEMAT LISTRIK P.T PLN DAN SIKAP MASYARAKAT (Studi Deskriptif pada Masyarakat di Kecamatan Medan Baru) IKLAN LAYANAN MASYARAKAT HEMAT LISTRIK P.T PLN DAN SIKAP MASYARAKAT (Studi Deskriptif pada Masyarakat di Kecamatan Medan Baru) SKRIPSI Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Menyelesaikan Pendidikan Sarjana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Televisi berasal dari bahasa Inggris yaitu television yang berati melihat

BAB I PENDAHULUAN. Televisi berasal dari bahasa Inggris yaitu television yang berati melihat BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Televisi berasal dari bahasa Inggris yaitu television yang berati melihat jauh. Melihat jauh disini diartikan dengan gambar dan suara yang diproduksi di suatu

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era saat ini, masyarakat modern dituntut untuk mendapatkan sebuah informasi yang aktual dan akurat. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui beberapa media penyiaran.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. jenis kelamin, pendidikan, maupun status sosial seseorang. Untuk mendukung

BAB I PENDAHULUAN. jenis kelamin, pendidikan, maupun status sosial seseorang. Untuk mendukung BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di Indonesia, siaran televisi dipandang sebagai salah satu media informasi dan hiburan yang memiliki banyak sekali penonton, tanpa mengenal batas usia, jenis kelamin,

Lebih terperinci

SINETRON INTAN DAN MINAT MENONTON MASYARAKAT

SINETRON INTAN DAN MINAT MENONTON MASYARAKAT SINETRON INTAN DAN MINAT MENONTON MASYARAKAT (Studi korelasional antara penayangan sinetron Intan di RCTI dengan Minat Menonton Masyarakat di Kelurahan Babura Kecamatan Medan Baru) SKRIPSI Diajukan Untuk

Lebih terperinci

IKLAN KARTU XL DAN TINDAKAN MEMBELI (BUYING ACTIONS) PENGGUNA TELEPON SELULAR. (Studi Kasus tentang Pengaruh Iklan Televisi Kartu XL Versi

IKLAN KARTU XL DAN TINDAKAN MEMBELI (BUYING ACTIONS) PENGGUNA TELEPON SELULAR. (Studi Kasus tentang Pengaruh Iklan Televisi Kartu XL Versi IKLAN KARTU XL DAN TINDAKAN MEMBELI (BUYING ACTIONS) PENGGUNA TELEPON SELULAR (Studi Kasus tentang Pengaruh Iklan Televisi Kartu XL Versi Kawin Sama Monyet terhadap Tindakan Membeli Kartu XL oleh Siswa-Siswi

Lebih terperinci