DAN RENCANA KERJA 2010 DITJEN IATT

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DAN RENCANA KERJA 2010 DITJEN IATT"

Transkripsi

1 DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN PROGRAM KERJA 2009 DAN RENCANA KERJA 2010 DITJEN IATT oleh Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika 1

2 DIREKTORAT JENDERAL IATT ISI Terwujudnya industri alat transportasi, telematika dan elektronika sebagai industri andalan masa depan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. MISI Meningkatkan kemampuan penyedia alat transportasi, komunikasi dan informasi Mendukung peningkatan efisiensi dan produktivitas industri nasional Menciptakan lapangan kerja Mendukung persebaran industri Meningkatkan ekspor

3 KEBIJAKAN Mengembangkan Industri Alat Transportasi dan Telematika berteknologi maju yang diarahkan utamanya pada penguatan dan pengembangan Klaster Industri Otomotif, Perkapalan, Telematika, dan Elektronika.

4 Lingkup Industri Binaan Ditjen. IATT (Berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia = KBLI 2005 ) 1 Industri Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan : 1. Industri Kendaraan Bermotor R.4 atau lebih, karoseri dan perlengkapan nya (34100, 34200, 34300) 2. Industri Kendaraan Bermotor R.2 (35911) 3. Industri Kereta Api, Bagian-bagian bagian, Perlengkapannya dan Jasa penunjang (35201, 35202) 4. Industri Sepeda dan Perlengkapannya (35921, 35922) 5. Industri Pesawat Terbang dan Perlengkapannya (35301, 35302) 6. Industri alat angkut yang tidak diklasifikasikan (35990) 2 Industri Maritim dan Jasa Keteknikan : 1. Industri Kapal, Peralatan, Perbaikan dan Pemotongan Kapal (35111, 35112, 35113, 35114) 2. Industri Bangunan Lepas Pantai (35115) 3. Pemeliharaan dan Reparasi (35120, 50200, 50403, 72500) 4. Jasa Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa (73120)

5 Lingkup Industri Binaan Ditjen. IATT (Berdasarkan KBLI 2005 ) 3 Industri Telematika : 1. Industri Alat Komunikasi (32200) 2. Industri Kamera(33203, 33204) 3. Reproduksi Media Rekaman, Film dan ideo (22301, 22302) 4. Kegiatan yang berkaitan dengan Komputer (72900) 5. Jasa Konsultasi Piranti Lunak/Keras (72100, 72200, 72300, 72400) 6. Industri mesin kantor, komputasi dan akutansi elektronik (30003) 4 Industri Elektronika : 1. Industri Elektronika Konsumsi (32300) 2. Industri Peralatan R.Tangga dengan Menggunakan Arus Listrik (29301, 29302, 29309) 3. Industri Elektronika Bisnis/Industrial (30001, 30002, 30004) 4. Industri Komponen/Bagian Elektronika (31202, 31401, 31501, 31502, 31509, 32100, 32300) 5. Industri peralatan listrik yang tidak diklasifikasikan ditempat lain (31900) 6. Industri peralatan sinar-x, pengukuran, pengatur dan pengujian (33113, 33122, 33123)

6 Strategi Pengembangan IATT Fokus pada Industri Prioritas it melalui l pendekatan Klaster : 1. Industri Otomotif 2. Industri Elektronika Konsumsi 3. Industri Perkapalan 4. Industri Telematika

7 Ciri Umum Industri ialat Transportasi dan Telematika Mempunyai keterkaitan industri yang luas; Kandungan teknologi pada produk semakin meningkat; Perkembangan dan perubahan teknologi proses dan produk sangat cepat; Pengaruh ( Multi Nasional Corporation ) MNC sangat berperan dalam perkembangan industri dalam negeri ; Merupakan industri padat modal; Membutuhkan banyak tenaga kerja trampil (skilled labor).

8 DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN A. PETA STRATEGI DITJEN IATT 8

9 PETA STRATEGI DITJEN IATT ISI DAN MISI DITJEN IATT isi : Terwujudnya Industri Alat Transportasi, telematika dan elektronika sebagai industri andalan masa depan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Misi : Meningkatkan kemampuan penyedia alat transportasi, komunikasi dan informasi yang efisien dan bernilai tambah tinggi. ANGKU N PEKTIF PEMA EPENTINGAN PERSP K 1 Meningkatnya nilai tambah subsektor IATT 2 Meningkatnya penguasaan pasar dalam dan luar negeri Semakin meningkatnya peran subsektor IATT sebagai industri andalan masa depan dalam perekonomian nasional 3 Meningkatnya kemampuan SDM Industri IATT Meningkatnya penguasaan teknologi industri 4 Tersebarnya Ipertumbuhan IATT di luar jawa Menguatnya struktur IATT 6 5 anaan Tugas at Jenderal sportasi dan ka pektif Pelaksa kok Direktora stri Alat Trans Telemati Persp Pok Indus Perumusan Kebijakan Pelayanan & Fasilitasi i Pengendalian & Mengkoordinasi peningkatan kemampuan Teknologi IATT Pengawasan Mengkoordinasi dalam mempersiapkan dan Menetapkan Kebijakan Industri dan produk hukum Mengkoordinasi penetapan peta panduan (roadmap) pengembangan IATT Mengkoordinasikan persiapan usulan insentif yang mendukung pengembangan industri Mengkoordinasi Pengembangan SDM industri Mengkoordinasi Pengembangan Klaster IATT Mengkoordinasi promosi, investasi dan produk IATT Mengkoordinasi penerapan standardisasi Mengkoordinasi i kualitas pelayanan publik Mengkoordinasi peningkatan utilisasi IATT Mengkoordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan. d Perspekt tif Peninglka atan Kapasita as Kelembag aan SDM Mengkoordinasi pengembangkan kemampuan SDM Organisasi & Ketatalaksanaan Mengkoordinasi pembangunan organisasi yang dinamis Mengkoordinasi pengembangan sistem manajemen Informasi Mengkoordinasi pembangunan sistem informasi yang terintegrasi & handal Perencanaan dan Pelaporan Mengkoordinasi peningkatan Kualitas perencanaan dan pelaporan Dana Mengkoordinasi pengelolaan penggunaan dana APBN

10 MANAJEMEN KINERJA DITJEN IATT NO PERS- PEKTIF DITJEN IATT STRATEGIC OBJECTIES & KPI SASARAN STRATEGIC INDIKATOR KEBERHASILAN SATUAN TARGET ( T ) KETERANGAN 1 Meningkatnya nilai tambah sub sektor IATT Laju Pertumbuhan IATT rata2/thn % 8,2 Kontribusi sektor IATT terhadap industri non migas rata2/thn % 40 2 Meningkatnya penguasaan pangsa pasar dalam Meningkatnya pangsa pasar produk IATT dalam negeri % 9.75 dan luar negeri Meningkatnya nilai ekspor produk IATT non migas rata-rata per tahun % 10 3 Meningkatnya kemampuan SDM IATT Jumlah peserta pelatihan SDM industri orang 4800 STAKE HOLDER 4 Meningkatnya penguasaan teknologi industri Jumlah teknologi yang difasilitasi Jml 15 5 Menguatnya struktur IATT Tingkat kandungan lokal l rata-rata t % Tersebarnya pembangunan industri IATT Ratio pertumbuhan IATT di luar jawa selama 5 tahun % Mempersiapkan dan/atau menetapkan kebijakan industri dan produk hukum Menetapkan peta panduan pengembangan industri Mengusulkan insentif yang mendukung pengembangan industri Usulan kebijakan pengembangan IATT Usulan 21 Jumlah roadmap pengembangan industri Elektronika) (Otomotif, Perkapalan, Telematika, Jumlah 10 Jumlah usulan BMDTP dan PPNDTP produk IATT Tahun 2009 persh 360 Rancangan kebijakan iklim usaha yang diusulkan Jumlah Memfasilitasi Pemanfaatan Teknologi IATT Jumlah teknologi yang difasilitasi. Jumlah Memfasilitasi pengembangan SDM industri Jumlah peserta pelatihan SDM Industri yang berkompetensi orang 1625 IN NETERNAL 12 Memfasilitasi pengembangan Klaster IATT Terbentuknya Working Group Jumlah 20 Partisipasi dalam event berskala nasional dan internasional event Memfasilitasi promosi dan investasi produk IATT Meningkatnya jumlah investasi % Memfasilitasi penerapan standardisasi Jumlah rancangan standar yang diusulkan rancangan Meningkatkan kualitas pelayanan publik Jumlah hari pelayanan yang diberikan hari 5 16 Memfasilitasi peningkatan utilisasi IATT Tingkat utilisasi sektor IATT % Mengoptimalkan pemantauan kinerja industri terkait dengan pelaksanaan kebijakan dan Efektivitas implementasi kebijakan dan peraturan perundang-undangan % 100 peraturan perundang-undangan

11 MANAJEMEN KINERJA DITJEN IATT NO PERS- PEKTIF DITJEN IATT STRATEGIC OBJECTIES & KPI SASARAN STRATEGIC INDIKATOR KEBERHASILAN SATUAN Mengembangkan kemampuan SDM aparatur 18 Meningkatnya SDM aparat IATT yang memiliki kompetensi di persyaratkan orang 195 yang berkompeten 19 Membangun organisasi yang dinamis Tingkat produktifitas pegawai % 70 CAPACITY BUILDING 20 Mengembangkan sistem manajemen Jumlah SOP yang menunjang pelaksanaan Tupoksi SOP 68 Membangun sistem informasi yang terintegrasi 21 Sistem informasi yang terintegrasi dan handal jumlah 9 dan handal Meningkatkan kualitas perencanaan Kegiatan yang tidak dibintangi dan % 93 pelaporan Ketepatan waktu pelaporan % 100 Dukungan anggaran, sistem tata kelola Realisasi APBN keuangan dan BMN yang profesional % 100 TARGET ( T ) KETERANGAN

12 Otomotif Legenda: = Impor Indonesia dari. = Ekspor Indonesia ke. = Klaster - Komp. Transmisi - IKD Komp. Elektronik CKD - Komp. Engine - Komp. Listrik

13 Otomotif - CBU (2008) - Komp. Suspensi, Roda Incomplete Knocked Down Legenda: = Impor Indonesia dari. = Ekspor Indonesia ke. = Klaster

14 Otomotif Legenda: = Rencana Impor Indonesia dari. = Rencana Ekspor Indonesia ke. = Klaster Transmisi Engine & komponen

15 Otomotif Legenda: = Impor Indonesia dari. = Ekspor Indonesia ke. = Klaster Komponen Incomplete Knocked Down

16 PERSEBARAN GALANGAN KAPAL Batam : NASIONAL PT. ASL Shipyard Indonesia PT. Nan Indah Mutiara Shipyard PT. Pan United Shipyard PT. Batamec Shipyard PT. Jaya Asiatic Shipyard PT. Britoil Offshore Indonesia PT. Bandar ictory Shipyard PT. Bandar Abadi PT. Batam Expresindo Shipyard PT. Trikarya Alam PT. Karimun Sembawang Shipyard PT. Palma Progress Shipyard PT. Surya Prima Bahtera PT. Hyundai Citra Shipyard PT. Bahtera Mutiara Harapan PT. Inocin PT. Inter Nusa Jaya PT. Kacaba Marga Marina PT. Sumatra Timur Indonesia PT. Dwi Rejeki Jaya Indonesia Bangka Belitung : PT. Dok & Perkapalan Air Kantung PT. Timah PT. Dwi Jasa Mitra PT. Sarana Marindo Pontianak : PT. Steadfast Marine PT. Inocin PT. Kapuas Cahaya Bahari PT. Wahana Kapuas Samarinda : PT. Kaltim Shipyard PT. Rejeki Abadi Sakti PT. Manumbar Kaltim PT. Bengkel Merdeka PT. Teluk Bajau Kaltim Balikpapan : 1. PT. Amerta Marina Perkasa 2. PT. Balikpapan Utama 3. PT. Dua Dua 4. PT. Megah Mulia 5. PT. H&H Utama International 6. PT. Sarana Daya Utama 7. PT. Panrita Shipbuilding 8. PT. Teknik Samudera Ulung 9. PT. Gema Cipta Bahtera Menado : PT. Industri Kapal Indonesia Pekanbaru (Dumai) : PT. Dok Patra Dumai PT. Usda Soraya Jaya Rengat Jambi : PT. Naga Cipta Sentrl PT. Pura Gurita Karya PT. Cahaya Murni Mega Palembang : PT. Intan Sengkunyit PT. Dok&Perkapalan Kodja Bahari PT. Mariana Bahagia PT. SAC Nusantara PT. Dok Karang Sumatera PT. Karya Makmur PT. Nirwana Indah PT. Hidup Sejahtera PT. Galpin Jakarta : PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari PT. Inggom Shipyard PT. Daya Radar Utama PT. Marspec PT. Wayata Kencana Dockyard PT. Indomarine PT. Karya Teknik Utama PT. Sarana Laut Pawitraz Semarang/Tegal : PT. Jasa Marina Indah PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari PT. Galkap Tirtamas PT. Tegal Shipyard Utama PT. Tirta Raya Mina PT. Menara Tegal Surabaya : PT. PAL Indonesia PT. Dok & Perkapalan Surabaya PT. Dumas Tanjung Perak Shipyard PT. Najatim Dockyard PT. Adiluhung Segara Utama PT. Dewa Ruci Agung PT. Bayu Samudera Sakti PT. Ben Sentosa Papua/Sorong : PT. Pertamina PT. Navigasi PT. Usaha mina Maluku : PT. Dok & Perkapalan Waiame PT. Perum Perikani PT. Seramu Jaya Prima Makasar : PT. Industri Kapal Indonesia PT. Perikanan Samudera Besar

17 Maritim Legenda: = Impor Indonesia dari. = Ekspor Indonesia ke. = Klaster Batam Blok body kapal - Komponen kapal - Alat telekomunikasi kapal

18 Legenda: Elektronika = Impor Indonesia dari. = Ekspor Indonesia ke. = Klaster Komponen Hand Phone, Listrik ik K A di id - Komponen Audio ideo -Lampu

19 IMPOR BAHAN BAKU DAN KOMPONEN ELEKTRONIKA KE INDONESIA Insentif fiskal Biaya logistik lebih murah Cina Non AFTA Korea Jepang CRC, HRC 12.5% Coated steel/metal 15% Plastic 5%~10% Thai Industri AC, T 0% Screw, washer, bolt, nut 15%~20% Heater, pin 15% Motor, lamp, wire 10% Bearing, switch, spring, 5% connector, evaporator, thermostat, gear, timer, dll. Industri Lokal Bahan baku Parts/component Barang jadi

20 EKSPOR ELEKTRONIKA DARI INDONESIA USA Audio ideo European Union Audio ideo Hong Kong Audio ideo ASEAN Audio ideo JEPANG Audio ideo Lampu Lampu Lampu Lampu Kulkas Kulkas T T AC AC Kulkas Kulkas T AC AC

21 PETA PENGEMBANGAN RICE DAN IBC RICE Medan RICE RICE Manado Balikpapan RICE RICE RICE Jakarta IBC Bogor Bandung Depok IBC Cimahi Salatiga Surabaya Solo Bali IBC RICE RICE RICE Makassar RICE

22 Kendaraan Bermotor Roda 4v4 TOTAL = TK Perakitan Industri Komponen Tier 1 20 Perusahaan (TK: orang) 150 Perusahaan (TK: orang) Industri Komponen Tier Perusahaan (TK: orang) Outlet, Bengkel + Suku Cadang Resmi (Authorised Sales Service dan/atau Spare Parts) Outlet (TK: orang) Outlet, Bengkel + Suku Cadang Tidak Resmi (Non- Authorised Sales Service dan/atau Spare Parts) Outlet (TK: orang)

23 Kendaraan Bermotor Roda 2v4 TOTAL = TK Perakitan Industri Komponen Tier 1 40 Perusahaan (TK: orang) 195 Perusahaan (TK: orang) Industri Komponen Tier Perusahaan (TK: orang) Outlet, Bengkel + Suku Cadang Resmi (Authorised Sales Service dan/atau Spare Parts) Outlet (TK: orang) Outlet, Bengkel + Suku Cadang Tidak Resmi (Non- Authorised Sales Service dan/atau Spare Parts) Outlet (TK: orang)

24 DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN B. PROGRAM KERJA 2009 DAN RENCANA KERJA 2010 DITJEN IATT 24

25 PROGRAM KERJA 2009 DAN RENCANA KERJA 2010 DITJEN IATT No Program KPI Ditjen IATT Kegiatan Tahun KET Sasaran Indikator Peningkatan Nilai Nambah Meningkatkan nilai tambah sub sektor IATT MemfasilitasiM f i pengembangan klaster IATT Laju pertumbuhan IATT rata-rata pertahun. (8,2%) Kontribusi sektor IATT terhadap industri non migas rata-rata per thn (38%) Industri ATDK Penguatan dan pengembangan klaster otomotif Penguatan struktur klaster komponen otomotif melalui KAIZEN dan penerapan QSEAL Pengembangan kendaraan mikro dalam mendukung klaster industri Industri Maritim dan Jasa Keteknikan Mobilisasi penguatan klaster industri perkapalan Industri Elektronika Penguatan klaster pompa air Penguatan klaster lampu Hemat energi Industri Telematika Mobilisasi Kolaborasi dan Implementasi Klaster Industri telematika Pengembangan Klaster Industri Telematika Penyusunan profil Industri Telematika dalam rangka promosi investasi Pemberdayaan usaha industri telematika melalui peningkatan iklim yang kondusif Peningkatan daya saing dan iklim usaha industri telematika -

26 PROGRAM KERJA 2009 DAN RENCANA KERJA 2010 DITJEN IATT No Program KPI Ditjen IATT Kegiatan Tahun KET Sasaran Indikator Peningkatan Perluasan Pasar Meningkatkan kemampuan penguasaan pasar dalam dan luar negeri Memfasilitasi promosi dan investasi produk IATT Meningkatnya pangsa pasar produk IATT dalam negeri.(9,75%) Meningkatnya nilai ekspor produk IATT per tahun. (7,5% pertahun) Industri ATDK Fasilitasi pameran produk IATDK Peningkatan kerjasama internasional dibidang otomotif Percepatan integrasi otomotif ASEAN Fasilitasi implementasi MIDEC bidang otomotif Industri Maritim dan Jasa Keteknikan Peningkatan kerjasama luar negeri bidang IMJK Industri Elektronika Pengembangan iklim usaha (PPnBM, IT, insentif fiscal, harmonisasi tariff ) Penyusunan dan pembahasan SNI wajib produk elektronika konsumsi ( Audio idio, pompa air, T, kulkas, AC, Mesin cuci ) Fasilitasi pameran ( bursa komponen, PPI, PPE ) Industri Telematika Fasilitasi isue/masalah perdagangan g produk telematika Fasilitasi Pameran Produk Telematika dalam dan luar negeri Penyusunan Direktori dan isualisasi Industri Telematika Pembuatan film animasi untuk promosi produk

27 PROGRAM KERJA 2009 DAN RENCANA KERJA 2010 DITJEN IATT No Program KPI Ditjen IATT Kegiatan Tahun KET Sasaran Indikator Peningkatan Teknologi Memfasilitasi pemanfaatan yeknologi IATT. Memfasilitasi penerapan standardisasi Jumlah teknologi yang difasilitasi (13 teknologi) Jumlah rancangan standar yang diusulkan (35 rancangan pertahun) Industri ATDK Peningkatan kemampuan proses produksi industri komponen otomotif Peningkatan produksi industri komponen otomotif Pengembangan pusat desain dan engineering komponen otomotif Penyusunan standar produk IATDK Kerjasama standard an sertifikasi otomotif internasional Industri Maritim dan Jasa Keteknikan Penyusunan, revisi dan penerapan SNI kapal, komponen kapal dan bangunan lepas pantai dan penyusunan SKKNI ind. Galangan kapal Sertifikasi bengkel KBM roda -4 Pengembangan teknologi melalui pemberdayaan PDRKN(NAsDEC) Industri Elektronika Memfasilitasi kerjasama teknologi antara perguruan tinggi dan dunia usaha Memfasilitasi kerjasama teknologi antara lembaga riset dan dunia usaha Industri Telematika Penyusunan Perumusan Standard Industri Fasilitasi Lembaga KIPI dalam rangka peningkatan kemampuan industri software Fasilitasi Pengembangan Technopark Fasilitasi Pengembangan Industri Animasi

28 PROGRAM KERJA 2009 DAN RENCANA KERJA 2010 DITJEN IATT No Program KPI Ditjen IATT Kegiatan Tahun KET Sasaran Indikator Penguatan Struktur Menguatnya struktur IATT Tingkat kandungan lokal rata-rata (51,25%) Industri ATDK Uji public kendaraan bermotor Penguatan kemampuan lab. Uji komponen otomotif Industri Maritim dan Jasa Keteknikan Kajian kandungan local pada pembangunan kapal curah (bulk carier) Industri Elektronika Fasilitasi pengembangan lab uji komponen elektronika di Batam Harmonisasi standar produk elektronika dalam rangka menghadapi Asean MRA Pertisipasi forum kerjasama bilateral, regional dan internasional Industri Telematika Kajian Pembangunan Lab uji produk telematika Kajian j efektifitas kebijakan dibidang telematika Advokasi kebijakan dan peraturan industri telematika Fasilitasi pengembangan industri kreatif tertentu dalam peta panduan pengembangan industri software dan industri kontent multimedia Fasilitasi pendirian open source IT Park dengan optimalisasi penggunaan kandungan lokal Fasilitasi pengembangan pusat layanan terpadu IT (IT Mobile Service) berbasis open source. Fasilitasi Penyusunan Kualifikasi Kelompok Usaha Jasa IT dalam penyiapan posisi siding-sidang Internasional Perdagangan Jasa Fasilitasi penyusunan bisnis model Technopark Fasilitasi peningkatan insentif dan harmonisasi bea masuk produk telematika Fasilitasi pelaksanaan kompetisi dan award pengembang konten Multimedia (game, animasi dan software aplikasi)

29 PROGRAM KERJA 2009 DAN RENCANA KERJA 2010 DITJEN IATT No Program KPI Ditjen IATT Kegiatan Tahun KET Sasaran Indikator Pening Meningkatnya Jumlah peserta Industri ATDK kemampuan SDM IATT katan Sumber daya Manusia pelatihan SDM industri (sebanyak 900 orang) Industri Maritim dan Jasa Keteknikan Peningkatan kemampuan SDM bidang teknik pengelolaan bengkel KBM roda 2, bidang teknik mekanik bengkel KBM roda 2 dan 4. Sertifikasi klasifikasi bengkel KBM roda 4. Peningkatan kemampuan SDM operator pengelasan bawah air. Peningkatan kemampuan SDM bidang reparasi produk elektronika Peningkatan kemampuan SDM bidang operator dan inspektur pengelasan bersertifikat. Industri Elektronika Pengembangan SDM klaster pompa air Pengembangan SDM Klaster LHE Pengembangan SDM industri pendukung di luar Pulau Jawa Bimbingan teknis kepada industry komponen elektronika Industri Telematika Pemberdayaan Incubator Business Center (IBC) Pengembangan standar kompetensi melalui sertifikasi profesi industri telematika Peningkatan Kemampuan SDM Telematika melalui pemagangan Peningkatan kemampuan SDM industri animasi melalui pelatihan Peningnkatan kemampuan SDM telematika (asessor KIPI) Kajian potensi pengembangan IATT di luar Pulau Jawa Dukungang kajian kelayakan industri LHE, galangan g kapal, elektronika konsumsi di luar pulau Jawa Kajian kesesuaian pengembangan jalan raya dengan kebutuhan alat transportasi darat

30 PROGRAM KERJA 2009 DAN RENCANA KERJA 2010 DITJEN IATT No Program KPI Ditjen IATT Kegiatan Tahun KET Sasaran Indikator Persebaran Pembangunan Industri Tersebarnya pertumbuhan IATT di luar Jawa Ratio pertumbuhan IATT diluar jawa selama 5 tahun. (20%) Industri ATDK Industri Maritim dan Jasa Keteknikan Pengembangan Kawasan Khusus industri Galangan kapal Industri Elektronika Promosi investasi industri LHE di luar pulau Jawa dan Batam Promosi investasi industry elektronika konsumsi dan komponen diluar pulau Jawa dan Batam. Industri Telematika Pendirian Incubator Business Center (IBC) Pembangunan Technopark

31 PROGRAM KERJA 2009 DAN RENCANA KERJA 2010 DITJEN IATT No Program KPI Ditjen IATT Kegiatan Tahun KET Sasaran Indikator PENDUKUNG : Sinergi pengembangan potensi IATT Forum sinergi pengembangan dengan propinsi/kab/kota Penyusunan program dan rencana kerja Penyusunan laporan Monitoring dan evaluasi kegiatan Penyiapan posisi produk-prodk prodk IATT dalam kerjasama internasional Implementasi IJEPA bidang akses pasar jasa Ditjen IAT Dampak penurunan/penghapusan tariff terhadap tingkat daya saing Pembinaan dan pengembangan kebijakan iklim usaha produk IATT Peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) produk IATT Pengembangan HKI Peningkatan kemampuan SDM pengawasan Standar Peningkatan kemampuan SDM aparatur IATT Pengembangan Sistem data base IATT

32 DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN C. PROGRAM KERJA TAHUN 2009 DITJEN IATT

33 PROGRAM KERJA 2009 DITJEN IATT No Program KPI Ditjen IATT Keterangan Kegiatan Sasaran Indikator Bentuk Tempat 1 Peningkatan Nilai Meningkatkan nilai tambah Laju pertumbuhan IATT ratarata Industri ATDK pertahun. (8.2%) Penguatan dan pengembangan Workshop Juni Bandung, Semarang, Tambah sub sektor IATT Memfasilitasi Kontribusi sektor IATT klaster otomotif Surabaya, Sumut, Jakarta pengembangan klaster terhadap industri non migas rata rata pertahun (38%) Rapat workshop group Bandung, Semarang, Surabaya Penguatan struktur klaster Workshop Bandung, Semarang, Mei komponen otomotif melalui Surabaya, Sumut, Jakarta KAIZEN dan penerapan QSEAL Sosialisasi Bandung, Semarang, Mei Surabaya, Jakarta Workshop Bandung, Semarang, Mei Pengembangan kendaraan miktro Sumut, Jakarta, Riau dalam mendukung klaster industri Waktu Pembuatan prototype Semarang Mei kendaraan kecil (micro car) Industri Maritim dan Jasa Keteknikan Mobilisasi penguatan klaster Working group Surabaya & Jakarta Maret September industri perkapalan Lokakarya Surabaya & Jakarta April juli Workshop Surabaya & Jakarta April juli Sosialisasi Surabaya & Jakarta April juli Kajian Surabaya & Jakarta Maret Pelatihan Pengelasan Surabaya April Pelatihan Coating Surabaya April Operator

34 PROGRAM KERJA 2009 DITJEN IATT No Program Sasaran KPI Ditjen IATT Indikator Kegiatan Bentuk Keterangan Tempat Waktu Industri Elektronika Penguatanklaster pompa air Workshop Jakarta, Jabar Mei, Juni Diklat Jateng Juni Working group Jateng Maret Workshop Jateng Februari, Agustus Penguatan klaster lampu hemat Working group Jk Jakarta, Jateng, Jt Jatim Jti Juni, Mei, Maret energi Diklat Jatim Juli Industri Telematika Mobilisasi ikolaborasi idan Workshop Bandung Maret implementasi klaster Industri Diklat Bandung April, Juni Telematika Pengembangan klaster industri telematika dalam rangka promosi investasi Penyusunan profil industri telematika dalam rangka promosi investasi Pemberdayaan usaha industri telematika melalui peningkatan iklim yang kondusif Peningkatan daya saing dan iklim usaha industri telematika

35 PROGRAM KERJA 2009 DITJEN IATT No Program Sasaran KPI Ditjen IATT Indikator Kegiatan Bentuk Keterangan Tempat Waktu 2 Peningkatan Meningkatkan kemampuan Meningkatnya pangsa pasar Perluasan Pasar penguasaan pasar dalam produk IATT dalam negeri dan luar negeri (9.75%) Memfasilitasi i promosi dan Meningkatnya nilai i ekspor investasi produk IATT produk IATT pertahun (7.5% pertahun) Industri ATDK Fasilitasi pameran produk IATDK Peningkatan kerjasama internasional i ldi bidang otomotif tif Percepatan integrasi otomotif ASEAN Fasilitasi implementasi MIDEC bidang otomotif Industri Maritim dan Jasa Keteknikan Peningkatan kerjasama luar negeri Pameran Jakarta & Surabaya April bidang IMJK Penjajakan kerjasama Luar Negeri Maret September Luar Negeri Menghadiri Forum Asia Luar Negeri Maret September Pasifik Menghadiri kerjasama Luar Negeri Maret September Indonesia Eropa Industri Elektronika Pengembangan iklim usaha Sosialisasi Jabar, Jatim, Jakarta, Mei, Juni, Maret, Juli Kep. Riau (PPnBM, IT, insentif fiscal, Konsinyering Jabar Februarim Agustus, harmonisasi tarif September, Oktober Penyusunan dan pembahasan SNI Rapat Pra Kons jabar Maret, April dan Mei wajib produk elektronika konsumsi Rapat Penyusunan SK Jakarta Agustus (Audio ideo, pompa air, T, SNI Wajib kulkas, AC, mesin cuci) Fasilitasi pameran (bursa Bursa Komponen Jakarta Oktober komponen, PPI, PPE) Pameran Singapore Oktober Industri Telematika Fasilitasi issue/masalah Menghadiri hd sidang Maret, Juli perdagangan produk telematika internasional September Seminar Jakarta Maret, Juli, September Fasilitasi Pameran Produk Partisipasi pameran Jepang Maret Telematika dalam dan luar negeri internasional Pameran dalam negeri Jakarta Agustus Penyusunan Direktoridan Peny. Direktori isualisasi Industri Telematika Pemb. isualisasi Jakarta Maret Pembuatan film animasi untuk promosi produk

36 PROGRAM KERJA 2009 DITJEN IATT No Program Sasaran KPI Ditjen IATT Indikator 3 Peningkatan Memfasilitasi pemanfaatan Jumlah teknologi yang Teknologi teknologi IATT difasilitasi (13 teknologi) Memfasilitasi penerapan jumlah rancangan standard standardisasi yang diusulkan (35 rancangan pertahun) Kegiatan Bentuk Keterangan Tempat Industri ATDK Peningkatan kemampuan proses Diklat Sumut, Jakarta, Banten produksi komponen otomotif Peningkatan produksi industri komponen otomotif Pengembangan pusat desain dan engineering komponen otomotif Penyusunan standard produk IATDK Kerjasama standard dan sertifikasi otomotif internasional Industri Maritim dan Jasa Keteknikan Penyusunan, revisi dan penerapan Rapat teknis Jakarta Januari SNI kapal, komponen kapal dan Konsinyering Jabar bangunan lepas pantai dan Penyusunan SNI Jakarta Maret penyusunan SKKNI industri Penyusunan SKKNI Jakarta Januari galangan kapal Sosialisasi i& sertifikasi i NAD, Manado Sertifikasi bengkel KBM roda 4 Bantuan alat Surabaya Pengembangan teknologi melalui Pembuatan paving Surabaya April pemberdayaan PDRKN (NAsDEC) Pameran Surabaya Mei Desain dan pembuatan Surabaya Maret juli prototip kapal patroli Pengalihan status Jakarta Februari juni Waktu

37 PROGRAM KERJA 2009 DITJEN IATT No Program Sasaran KPI Ditjen IATT Indikator Kegiatan Bentuk Keterangan Tempat Waktu Industri Elektronika Memfasilitasi kerjasama teknologi Workshop Jatim, Jateng Maret, Juni antara perguruan tinggi dan dunia usaha Memfasilitasi kerjasama teknologi Workshop Jabar September antara lembaga riset dan dunia usaha Industri Telematika Penyusunan Perumusan Standard Penyusunan SNI Produk Maret Agustus Industri Industri Telematika Fasilitasi Lembaga KIPI dalam Seminar April rangka peningkatan kemampuan Sertifikasi Kematangan April industri software Industri Piranti Lunak Indonesia Fasilitasi Peningkatan Juni Kemampuan Open Source Fasilitasi pengembangan SDM Open Source Juni Fasilitasi pengembangan Seminar Maret Technopark Kajian pendirian Maret Juli Technopark di P. Batam Fasiltasi Pusat Desain Bandung IT Telkom Agustus Produk Telekomunikasi Fasiltasi Pusat Desain Produk Animasi Cimahi Agustus

38 PROGRAM KERJA 2009 DITJEN IATT No Program KPI Ditjen IATT Keterangan Kegiatan Sasaran Indikator Bentuk Tempat 4 Penguatan Struktur Menguatnyastruktur IATT Tingkat kandungan lokal rata Fasilitasi pengembangan Industri Pelatihan bid. Animasi Jakarta Maret rata (51.25%) Animasi Seminar Jakarta Maret Waktu Industri ATDK Uji public kendaraan bermotor Penguatan kemapuan lab. Uji komponen otomotif Industri imaritim dan Jasa Keteknikan Kajian kandungan lokal pada pembangunan kapal curah (bulk carier) Kajian (jasa konsultasi) Jakarta April Industri Elektronika Fasilitasi pengembangan lab uji Sosialisasi Batam Mei elektronika di Batam Diklat Batam Juni Harmonisasi standard produk Workshop Jatim, Batam Juni, September elektronika dalam rangka menghadapi ASEAN MRA Partisipasi forum kerjasama Rapat IJEPA Jakarta, Bali Mei, Juli, Oktober bilateral, regional dan intenasional

39 PROGRAM KERJA 2009 DITJEN IATT No Program Sasaran KPI Ditjen IATT Indikator Kegiatan Industri Telematika Kajian pembangunan Lab uji produk telematika Kajian efektifitas kebijakan di bidang telematika Advokasi kebijakan dan peraturan industri telematika Fasilitasi pengembangan industri kreatif tertentu dalam peta panduan pengembangan industri software dan industri kontent multimedia Fasilitasi pendirian opensource IT Park dengan optimalisasi penggunaan kandungan lokal Fasilitasi pengembangan pusat layanan terpadu IT (IT Mobile Service) berbasis opensource Fasilitasi Penyusunan Kualifikasi Kelompok Usaha Jasa IT dalam penyiapan posisi sidang sidang Internasional Perdagangan Jasa Fasilitasi penyusunan bisnis model Technopark Fasilitasi peningkatan insentif dan harmonisasi bea masuk produk telematika Fasilitasi pelaksanaan kompetisi dan award pengembang kontent multimedia (game, animasi dan software aplikasi) Bentuk Keterangan Tempat Waktu

40 PROGRAM KERJA 2009 DITJEN IATT No Program KPI Ditjen IATT Sasaran Indikator 5 Peningkatan Sumber Meningkatnya kemapuan Jumlah peserta pelatihan Daya Manusia SDM IATT SDM industri (sebanyak 900 orang) Industri ATDK Kegiatan Bentuk Keterangan Tempat Waktu Industri Maritim dan Jasa Keteknikan Peningkatan kemampuan SDM Diklat NAD, Sulut, Jogjakarta Maret Mei bidang teknik pengelolaan bengkel KBM roda 2, bidang teknik mekanik KBM roda 2 dan 4 Sertifikasi klasifikasi bengkel KBM Sertifikasi NAD & Sulut Maret roda 4 Peningkatan kemampuan SDM Diklat Solo / Jatim Mei operator pengelasan bawah air Peningkatan kemampuan SDM Diklat Jateng & Bali April Mei bidang reparasi produk elektronika Peningkatan kemampuan SDM Diklat Solo April bidang operator dan inspektur pengelasan bersertifikat Industri Elektronika Pengembangan SDM klaster Workshop Jakarta, Jateng, Jabar Februari, Mei, Juni pompa air Working Group Jateng & Bali Juli, September Pengembangan SDM klaster LHE Workshop Jakarta Mei Working Group Jatim Juli Diklat Jatim September Pengembangan SDM industri Pelatihan Langkat Mei pendukung di luar Pulau jawa Workshop Medan, Banjarmasin April, Juni, September Bimbingan teknis kepada industri Sosialisasi Jabar Juni komponen elektronika

41 PROGRAM KERJA 2009 DITJEN IATT No Program Sasaran KPI Ditjen IATT Indikator Kegiatan Bentuk Keterangan Tempat Waktu Industri Telematika Pemberdayaan Incubator Business Pelatihan Depok, Solo, Salatiga dan Maret Juli Center (IBC) Kudus Seminar Kudus Pembuatan Prototype Depok dan Salatiga software Fasilitasi peralatan untuk Kudus IBC Kudus Pemberdayaan Regional Pelatihan Pebruari Agustus Jakarta, Bogor, Cimahi, Information Center of Exellence Bandung, Surabaya, Denpasar, Medan Balikpapan Makassar dan Manado Seminar Bogor, Bandung, Balikpapan, Makassar, Manado Pameran Bandung, Surabaya Perlombaan pembuatan Bandung aplikasi berbasis Open source Pembuatan Prototype Bandung software aplikasi untuk UKM Pengembangan standard Pelatihan sertifikasi SDM kompetensi melaluisertifikasi PenyusunanTKDN profesi industri telematika produk telematika Peningkatan kemampuan SDM Pemagangan SDM Bandung Telematika melalui pemagangan telematika Seminar Bandung Peningkatan kemampuan SDM industri animasi melalui pelatihan Peningkatan kemampuan SDM Telematika (asessor KIPI)

42 PROGRAM KERJA 2009 DITJEN IATT No Program KPI Ditjen IATT Keterangan Kegiatan Sasaran Indikator Bentuk Tempat Waktu 6 Persebaran Tersebarnya pertumbuhan Ratio pertumbuhan IATT di Industri ATDK Pembangunan IATT di luar Jawa luar Jawa selama 5 tahun Insustri (20%) Industri Maritim dan Jasa Keteknikan Pengembangan Kawasan Khusus Industri Galangan Kapal Kajian Jateng & Karimun Maret Industri Elektronika Promosi investasi industri LHE di Workshop Sulsel, Sulut, Kalsel Maret, Mei, Juli luar pulau Jawa dan Batam Kaltim, Babel September, Oktober Promosi investasi industri elektronika konsumsi dan komponen di luar pulau Jawa dan Batam Industri Telematika Pendirian Incubator Business Center (IBC) Pembangunan Technopark

43 DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN TERIMA KASIH

KAJIAN PEMBENTUKAN DAN PENYELENGGARAAN UNIT PELAKSANA TEKNIS

KAJIAN PEMBENTUKAN DAN PENYELENGGARAAN UNIT PELAKSANA TEKNIS PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG KAJIAN PEMBENTUKAN DAN PENYELENGGARAAN UNIT PELAKSANA TEKNIS BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) - i - DAFTAR

Lebih terperinci

UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) KEMENTERIAN PU PERA

UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) KEMENTERIAN PU PERA UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) KEMENTERIAN PU PERA Disampaikan oleh: Kepala Badan Pembinaan Konstruksi 23 Desember 2014 PELAKSANA PROGRAM/KEGIATAN UU/PP SEKTORAL ORGANISASI PENGADAAN BARANG DAN JASA KEMENTERIAN

Lebih terperinci

BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka membangun

Lebih terperinci

MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera

MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera Ironi Sebuah Negara Kaya & Tumbuh Perekonomiannya, namun Kesejahteraan Rakyatnya masih Rendah KONFEDERASI SERIKAT PEKERJA INDONESIA Jl Condet Raya no 9, Al

Lebih terperinci

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI PEMBERDAYAAAN KOPERASI & UMKM DALAM RANGKA PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT 1) Ir. H. Airlangga Hartarto, MMT., MBA Ketua Komisi VI DPR RI 2) A. Muhajir, SH., MH Anggota Komisi VI DPR RI Disampaikan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012

PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF KEMENTERIAN PARIWISATA DAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN EKONOMI KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN EKONOMI KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN EKONOMI KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa masyarakat adil dan makmur berdasarkan

Lebih terperinci

PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA

PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA Kedeputian Ekonomi BAPPENAS Disampaikan dalam Multilateral Meeting Rakorbangpus Jakarta,

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168/PMK.01/2012 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168/PMK.01/2012 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168/PMK.01/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI DENGAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian khususnya perkotaan. Hal tersebut dikarenakan transportasi

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian khususnya perkotaan. Hal tersebut dikarenakan transportasi 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Transportasi memegang peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian khususnya perkotaan. Hal tersebut dikarenakan transportasi berhubungan dengan kegiatan-kegiatan

Lebih terperinci

ARAH PEMBANGUNAN PERTANIAN JANGKA PANJANG

ARAH PEMBANGUNAN PERTANIAN JANGKA PANJANG ARAH PEMBANGUNAN PERTANIAN JANGKA PANJANG K E M E N T E R I A N P E R E N C A N A A N P E M B A N G U N A N N A S I O N A L / B A D A N P E R E N C A N A A N P E M B A N G U N A N N A S I O N A L ( B A

Lebih terperinci

NO REKENING/PAN BBM Money

NO REKENING/PAN BBM Money No NO REKENING/PAN BBM Money CABANG BUKA REKENIG 1 9303581XXX PREPAID 2 9303632XXX PREPAID 3 4109455XXX CIKARANG LIPPO - BEKASI 4 4110772XXX KELAPA GADING BOULEVARD RAYA - JKT 5 4110921XXX ASIA - MEDAN

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 74/PMK.01/2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 74/PMK.01/2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 74/PMK.01/2009 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI MENTERI KEUANGAN, Menimbang

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG PROGRAM PENYUSUNAN PERATURAN PRESIDEN PRIORITAS TAHUN 2014

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG PROGRAM PENYUSUNAN PERATURAN PRESIDEN PRIORITAS TAHUN 2014 KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG PROGRAM PENYUSUNAN PERATURAN PRESIDEN PRIORITAS TAHUN 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

INDIKATOR KINERJA UTAMA KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Lampiran : 1 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor : 04 /Per/M/Kominfo/3/2010 Tanggal : 30 Maret 2010 INDIKATOR KINERJA UTAMA KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA 1 Satuan Kerja : KEMENTERIAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT ASDP INDONESIA FERRY DENGAN

Lebih terperinci

Implementasi sertifikasi profesi di Jawa Tengah dalam mengantisipasi AEC 2015

Implementasi sertifikasi profesi di Jawa Tengah dalam mengantisipasi AEC 2015 Implementasi sertifikasi profesi di Jawa Tengah dalam mengantisipasi AEC 2015 Oleh : Hertoto Basuki Disampaikan pada acara: Rakor Sinergitas Pemerintah dan DUDI di Jateng dalam mentiapkan SDM kompeten

Lebih terperinci

ProfilAnggotaDPRdan DPDRI 2014-2019. Pusat Kajian Politik Departemen Ilmu Politik FISIP UniversitasIndonesia 26 September 2014

ProfilAnggotaDPRdan DPDRI 2014-2019. Pusat Kajian Politik Departemen Ilmu Politik FISIP UniversitasIndonesia 26 September 2014 ProfilAnggotaDPRdan DPDRI 2014-2019 Pusat Kajian Politik Departemen Ilmu Politik FISIP UniversitasIndonesia 26 September 2014 Pokok Bahasan 1. Keterpilihan Perempuan di Legislatif Hasil Pemilu 2014 2.

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN BULAN JUNI 2001

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN BULAN JUNI 2001 REPUBLIK INDONESIA PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN BULAN JUNI 2001 Kondisi ekonomi makro bulan Juni 2001 tidak mengalami perbaikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kepercayaan masyarakat

Lebih terperinci

Menteri Perindustrian Republik Indonesia

Menteri Perindustrian Republik Indonesia Menteri Perindustrian Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 114/M- IND/PER/l0/2010 TENTANG PEMBERLAKUAN STANDAR NASIONAL INDONESIA SEPEDA RODA DUA SECARA WAJIB DENGAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2009 TENTANG KETENAGALISTRIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2009 TENTANG KETENAGALISTRIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2009 TENTANG KETENAGALISTRIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK

BADAN PUSAT STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK KEBUTUHAN DATA KETENAGAKERJAAN UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN OLEH: RAZALI RITONGA DIREKTUR STATISTIK KEPENDUDUKAN DAN KETENAGAKERJAAN BADAN PUSAT STATISTIK Pokok bahasan Latar Belakang

Lebih terperinci

PERAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDORONG INOVASI PRODUK DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS

PERAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDORONG INOVASI PRODUK DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS PERAN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN DALAM MENDORONG INOVASI PRODUK DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS Jakarta, 27 Mei 2015 Pendahuluan Tujuan Kebijakan Industri Nasional : 1 2 Meningkatkan produksi nasional. Meningkatkan

Lebih terperinci

TENTANG PEMBEBASAN BEA MASUK ATAS IMPOR BARANG DAN BAHAN YANG AKAN DIRAKIT MENJADI KENDARAAN BERMOTOR UNTUK TUJUAN EKSPOR MENTERI KEUANGAN,

TENTANG PEMBEBASAN BEA MASUK ATAS IMPOR BARANG DAN BAHAN YANG AKAN DIRAKIT MENJADI KENDARAAN BERMOTOR UNTUK TUJUAN EKSPOR MENTERI KEUANGAN, SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 16/PMK.011/2008 TENTANG PEMBEBASAN BEA MASUK ATAS IMPOR BARANG DAN BAHAN YANG AKAN DIRAKIT MENJADI KENDARAAN BERMOTOR UNTUK TUJUAN EKSPOR MENTERI KEUANGAN, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM. 43 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN PERHUBUNGAN SEBAGAIMANA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL DENGAN

Lebih terperinci

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PEMBENTUKAN KANTOR REGIONAT XIII DAN KANTOR REGIONAL XIV NOMOR 20 TAHUN 2014 TANGGAL.. 21 JULI 2OT4 NOMOR 20 TAHUN 20 14 TBNTANG PEMBENTUKAN KANTOR REGIONAL XIII DAN KANTOR REGIONAL XIV DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

LAPORAN REKAPITULASI PENERIMAAN PNBP Imigrasi TANGGAL : 01-09-2012 S/D 30-09-2012 NO. NAMA BIAYA BIAYA JUMLAH SUB TOTAL

LAPORAN REKAPITULASI PENERIMAAN PNBP Imigrasi TANGGAL : 01-09-2012 S/D 30-09-2012 NO. NAMA BIAYA BIAYA JUMLAH SUB TOTAL DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM RI SEKRETARIS DIREKTORAT JL. H.R. RASUNA SAID KAV 8-9 KUNINGAN 021-5225034 021-5208531 LAPORAN REKAPITULASI PENERIMAAN PNBP Imigrasi TANGGAL : 01-09-2012 S/D 30-09-2012 NO. NAMA

Lebih terperinci

- 458 - 2. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di bidang kebudayaan.

- 458 - 2. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di bidang kebudayaan. - 458 - Q. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA 1. Kebijakan Bidang Kebudayaan 1. Kebudayaan 1. Rencana induk pengembangan kebudayaan 1. Rencana induk pengembangan kebudayaan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa jalan sebagai salah satu prasarana transportasi merupakan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah

Lebih terperinci

RENCANA UMUM PENGADAAN

RENCANA UMUM PENGADAAN RENCANA UMUM PENGADAAN Melalui Swakelola K/L/D/I : TAHUN ANGGARAN : 2014 1 DINAS 2 DINAS 3 DINAS 4 DINAS 5 DINAS 6 DINAS Keselamatan Lalu Lintas Jalan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Jalan Barang Jasa pada

Lebih terperinci

MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA REPUBLIK INDONESIA

MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA REPUBLIK INDONESIA MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA SALINAN KEPUTUSAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR : SK- 100/MBU/06/2015 TENTANG PEMBAGIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA YANG MENJADI TUGAS PEMBINAAN DEPUTI DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

KEPUTUSAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3/K/I-XIII.2/7/2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PELAKSANA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

KEPUTUSAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3/K/I-XIII.2/7/2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PELAKSANA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN KEPUTUSAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3/K/I-X.2/7/2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PELAKSANA BADAN PEMERIKSA KEUANGAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

VISI KALTIM BANGKIT 2013

VISI KALTIM BANGKIT 2013 VISI KALTIM BANGKIT 2013 Mewujudkan Kaltim Sebagai Pusat Agroindustri Dan EnergiTerkemuka Menuju Masyarakat Adil Dan Sejahtera MENCIPTAKAN KALTIM YANG AMAN, DEMOKRATIS, DAN DAMAI DIDUKUNG PEMERINTAHAN

Lebih terperinci

OPD : DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA BARAT

OPD : DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA BARAT OPD : DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA BARAT Indikator Kode Dana/ Pagu Indikatif 1 URUSAN WAJIB 1 07 BIDANG PERHUBUNGAN 1 07 49 Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan 1 07 49 01 Persiapan

Lebih terperinci

NEWS UPDATE 7 September ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- KERJA SAMA PRUDENTIAL INDONESIA DAN UNIVERSITAS INDONESIA

Lebih terperinci

LAPORAN REKAPITULASI PENERIMAAN PNBP Imigrasi TANGGAL : 01-08-2012 S/D 31-08-2012 NO. NAMA BIAYA BIAYA JUMLAH SUB TOTAL

LAPORAN REKAPITULASI PENERIMAAN PNBP Imigrasi TANGGAL : 01-08-2012 S/D 31-08-2012 NO. NAMA BIAYA BIAYA JUMLAH SUB TOTAL DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM RI SEKRETARIS DIREKTORAT JL. H.R. RASUNA SAID KAV 8-9 KUNINGAN 021-5225034 021-5208531 LAPORAN REKAPITULASI PENERIMAAN PNBP Imigrasi TANGGAL : 01-08-2012 S/D 31-08-2012 NO. NAMA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

PEDOMAN AKSELERASI PROGRAM GENRE MELALUI NEW INITIATIVE 2014

PEDOMAN AKSELERASI PROGRAM GENRE MELALUI NEW INITIATIVE 2014 PEDOMAN AKSELERASI PROGRAM GENRE MELALUI NEW INITIATIVE 2014 BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL DIREKTORAT BINA KETAHANAN REMAJA JAKARTA, 2013 i ii i ii iii iv v vi vii viii ix x xi xii

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2010 TENTANG BENTUK DAN TATA CARA PERAN MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

BIRO SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG

BIRO SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG BIRO SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG I. STRUKTUR ORGANISASI BSI SAAT INI II. III. REALISASI ROADMAP A. CYBER SERVICES B. CYBER DATABASE C. CYBER ASSET MANAJEMEN SARAN SARAN A. CYBER SERVICES

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA BALAI BESAR PULP DAN KERTAS TAHUN ANGGARAN 2015

RENCANA KINERJA BALAI BESAR PULP DAN KERTAS TAHUN ANGGARAN 2015 RENCANA KINERJA BALAI BESAR PULP DAN KERTAS TAHUN ANGGARAN 2015 KATA PENGANTAR R encana Kinerja merupakan dokumen yang berisi target kinerja yang diharapkan oleh suatu unit kerja pada satu tahun tertentu

Lebih terperinci

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya M enyatukan dan Memadukan Sumber Daya Keunggulan kompetitif BCA lebih dari keterpaduan kekuatan basis nasabah yang besar, jaringan layanan yang luas maupun keragaman jasa dan produk perbankannya. Disamping

Lebih terperinci

PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI DAERAH. Oleh : KOMISI VII RAKERKESNAS REGIONAL BARAT

PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI DAERAH. Oleh : KOMISI VII RAKERKESNAS REGIONAL BARAT PERAN DINAS KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI DAERAH Oleh : KOMISI VII RAKERKESNAS REGIONAL BARAT 1 2 Penanggung Jawab : Sekjen Kemenkes Pimpinan Sidang : Kadinkes Sumatera

Lebih terperinci

IMPLEMENTA IMPLEMENT S A I S IRENCANA RENCAN A AKSI AKSI NAS NA I S O I NA N L PENURU PENUR NA N N EMISI EMISI GAS RUMA M H H KACA

IMPLEMENTA IMPLEMENT S A I S IRENCANA RENCAN A AKSI AKSI NAS NA I S O I NA N L PENURU PENUR NA N N EMISI EMISI GAS RUMA M H H KACA IMPLEMENTASI RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA Ir. Wahyuningsih Darajati, M.Sc Direktur Lingkungan Hidup Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Disampaikan ik dalam Diskusi

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL

Lebih terperinci

PERLINDUNGAN HUKUM PRODUK UMKM MELALUI HKI (HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL)

PERLINDUNGAN HUKUM PRODUK UMKM MELALUI HKI (HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL) PERLINDUNGAN HUKUM PRODUK UMKM MELALUI HKI (HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL) I. LATAR BELAKANG UMKM ( Usaha Mikro Kecil dan Menengah ) merupakan pelaku ekonomi nasional yang mempunyai peran yang sangat penting

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL DENGAN

Lebih terperinci

PENGUMUMAN PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL TAHUN ANGGARAN 2012. Nomor : PENG/ 01/ VII/ 2012/BNN

PENGUMUMAN PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL TAHUN ANGGARAN 2012. Nomor : PENG/ 01/ VII/ 2012/BNN PENGUMUMAN PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL TAHUN ANGGARAN 2012 Nomor : PENG/ 01/ VII/ 2012/BNN Badan Narkotika Nasional Tahun Anggaran 2012 akan menerima pendaftaran

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN GUBERNUR BENGKULU NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DAERAH PROVINSI BENGKULU

- 1 - PERATURAN GUBERNUR BENGKULU NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DAERAH PROVINSI BENGKULU - 1 - PERATURAN GUBERNUR BENGKULU NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DAERAH PROVINSI BENGKULU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BENGKULU, Menimbang Mengingat : bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN INDUSTRI NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN INDUSTRI NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN INDUSTRI NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pengembangan industri nasional

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan I. PENDAHULUAN A. Maksud dan Tujuan Rencana Kerja (Renja) Dinas Peternakan Kabupaten Bima disusun dengan maksud dan tujuan sebagai berikut : 1) Untuk merencanakan berbagai kebijaksanaan dan strategi percepatan

Lebih terperinci

Kebijakan dan Pedoman Penyusunan SOP di Kementerian PPN/Bappenas. Biro Perencanaan, Organisasi dan Tatalaksana

Kebijakan dan Pedoman Penyusunan SOP di Kementerian PPN/Bappenas. Biro Perencanaan, Organisasi dan Tatalaksana Kebijakan dan Pedoman Penyusunan SOP di Kementerian PPN/Bappenas Biro Perencanaan, Organisasi dan Tatalaksana OUTLINE GRAND DESIGN DAN ROAD MAP REFORMASI REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS ASESMEN

Lebih terperinci

I. PETA PERMASALAHAN PERATURAN DAERAH

I. PETA PERMASALAHAN PERATURAN DAERAH PETA PERMASALAHAN DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DAN UPAYA FASILITASI PERANCANGAN PERATURAN DAERAH Oleh : Dr. WAHIDUDDIN ADAMS, SH., MA. I. PETA PERMASALAHAN PERATURAN DAERAH 1. Perkembangan Pemekaran

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PUSAT DATA, INFORMASI, DAN STANDARDISASI

STANDAR PELAYANAN PUSAT DATA, INFORMASI, DAN STANDARDISASI STANDAR PELAYANAN PUSAT DATA, INFORMASI, DAN STANDARDISASI PUSAT DATA, INFORMASI, DAN STANDARDISASI SEKRETARIAT UTAMA BPPT Gedung Rekayasa Teknologi Informasi dan Komunikasi Kawasan Puspiptek Kota Tangerang

Lebih terperinci

DATA PAKET PENGADAAN BARANG DAN JASA SATKER BIRO UMUM TA 2012

DATA PAKET PENGADAAN BARANG DAN JASA SATKER BIRO UMUM TA 2012 DATA PAKET PENGADAAN BARANG DAN JASA SATKER BIRO UMUM TA 2012 No Nama Satker Nama Paket/Pekerjaan BIRO UMUM Pelelangan/ seleksi Umum Pelelangan Sederhana/Terbatas Pengadaan Langsung Penunjukan langsung

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI INOVASI ALAT PENANGKAP IKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN

PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI INOVASI ALAT PENANGKAP IKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI INOVASI ALAT PENANGKAP IKAN YANG RAMAH LINGKUNGAN SATUAN KERJA DIREKTORAT KAPAL PERIKANAN DAN ALAT PENANGKAP IKAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN TANGKAP TAHUN 2015 I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 2015

PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 2015 1 PROGRAM STRATEGIS KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM 2015 DEPUTI BIDANG KELEMBAGAAN KOPERASI DAN UKM 1. Revitalisasi dan Modernisasi Koperasi; 2. Penyuluhan Dalam Rangka Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi;

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

SAMBUTAN DIRJEN PAUDNI

SAMBUTAN DIRJEN PAUDNI i SAMBUTAN DIRJEN PAUDNI Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional berperan penting

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG STANDAR BIAYA PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI DAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG TRANSPORTASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG TRANSPORTASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG TRANSPORTASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk mewujudkan

Lebih terperinci

MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 18 /MenLHK-II/2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK

Lebih terperinci

STABILISASI HARGA PANGAN

STABILISASI HARGA PANGAN STABILISASI HARGA PANGAN Oleh : Dr.Ir. Nuhfil Hanani AR DEWAN KETAHANAN PANGAN TAHUN 2008 PERANAN KOMODITAS PANGAN PRODUSEN KESEMPATAN KERJA DAN PENDAPATAN KONSUMEN RUMAH TANGGA AKSES UNTUK GIZI KONSUMEN

Lebih terperinci

Dian Pratama & Associates

Dian Pratama & Associates 1 Dian Pratama & Associates Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan Update, January 16, 2007 2 Pengantar Dian Pratama & Associates adalah sebuah badan usaha berbasis multimedia jaringan nirkabel

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 78,

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pembangunan untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan, perlu perubahan secara mendasar, terencana dan terukur. Upaya

Lebih terperinci

Kebijakan pengembangan kawasan strategis nasional antara lain: peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara

Kebijakan pengembangan kawasan strategis nasional antara lain: peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara DIREKTUR PENATAAN RUANG WILAYAH NASIONAL 06 FEBRUARI 2014 Pasal 1 nomor 17 Kawasan Strategis Nasional adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara

Lebih terperinci

Tabel Lampiran 1. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Padi Per Propinsi

Tabel Lampiran 1. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Padi Per Propinsi Tabel., dan Padi Per No. Padi.552.078.387.80 370.966 33.549 4,84 4,86 2 Sumatera Utara 3.48.782 3.374.838 826.09 807.302 4,39 4,80 3 Sumatera Barat.875.88.893.598 422.582 423.402 44,37 44,72 4 Riau 454.86

Lebih terperinci

KEBIJAKAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PAN DAN RB 2014

KEBIJAKAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PAN DAN RB 2014 KEBIJAKAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI KEMENTERIAN PAN DAN RB 2014 SOP SALAH SATU BAGIAN DARI PERWUJUDAN IMPLEMENTASI REFORMASI BIROKRASI 8 AREA PERUBAHAN SEMUA ASPEK MANAJEMEN

Lebih terperinci

Optimalisasi Peran BKPRD: Bercermin dari BKPRN

Optimalisasi Peran BKPRD: Bercermin dari BKPRN Optimalisasi Peran BKPRD: Bercermin dari BKPRN Oleh: Oswar Mungkasa Direktur Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas Disampaikan pada Kegiatan Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Kelembagaan BKPRD 1 Palembang,

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2015

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-2015 BADAN PUSAT STATISTIK No. 5/5/Th.XVIII, 5 Mei 5 PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-5 EKONOMI INDONESIA TRIWULAN I-5 TUMBUH,7 PERSEN MELAMBAT DIBANDING TRIWULAN I- Perekonomian Indonesia yang diukur

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 16/MEN/2006 TENTANG PELABUHAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN,

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 16/MEN/2006 TENTANG PELABUHAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 16/MEN/2006 TENTANG PELABUHAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pasal 41 Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN A. Strategi Pembangunan Daerah Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Strategi pembangunan Kabupaten Semarang

Lebih terperinci

LANGKAH ANTISIPATIF PEMPROV DALAM MENGHADAPI MEA / AEC

LANGKAH ANTISIPATIF PEMPROV DALAM MENGHADAPI MEA / AEC LANGKAH ANTISIPATIF PEMPROV DALAM MENGHADAPI MEA / AEC attitude knowledge skill Agus Sutrisno Empat Kerangka Strategis MEA ASEAN sebagai pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal yang didukumg dengan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : 7 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN SARANA BANTU NAVIGASI PELAYARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : 7 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN SARANA BANTU NAVIGASI PELAYARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : 7 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN SARANA BANTU NAVIGASI PELAYARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN, Menimbang : a. bahwa dalam Peraturan Pemerintah

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Bengkulu Utara selama lima tahun, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, MEMUTUSKAN:

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, MEMUTUSKAN: PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2003 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 146 TAHUN 2000 TENTANG IMPOR DAN ATAU PENYERAHAN BARANG KENA PAJAK TERTENTU DAN ATAU PENYERAHAN

Lebih terperinci

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 08/PRT/M/2010 TANGGAL 8 JULI 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

Lebih terperinci

PROFIL DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

PROFIL DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROFIL DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI GAMBARAN UMUM Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 9 Tahun 2011, tentang Pembentukan Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.40, 2015 KEUANGAN. Pajak. PNBP. Jenis. Tarif. KEMENKUMHAM. Pencabutan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5667) PERATURAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

PENATAAN RUANG UNTUK PEMANTAPAN KAWASAN HUTAN. Oleh

PENATAAN RUANG UNTUK PEMANTAPAN KAWASAN HUTAN. Oleh PENATAAN RUANG UNTUK PEMANTAPAN KAWASAN HUTAN Oleh Dr Ir Setia Hadi, MS 2006 penataan ruang Ruang adalah wadah yang meliputi ruang daratan, ruang lautan dan ruang udara sebagai suatu kesatuan wilayah,

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) JAWA TIMUR TRIWULAN 3 2013

PERKEMBANGAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) JAWA TIMUR TRIWULAN 3 2013 BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 75/11/35/Th. XI, 6 November PERKEMBANGAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) JAWA TIMUR TRIWULAN 3 ITK Triwulan 3 Jawa Timur sebesar 114,17 dan Perkiraan ITK Triwulan 4 sebesar 110,37

Lebih terperinci

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2002. Tentang

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2002. Tentang Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2002 Tentang PENGELOLAAN PELABUHAN KHUSUS MENTERI PERHUBUNGAN, Menimbang : a. Bahwa dalam Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhan telah

Lebih terperinci

BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH A. Pendahuluan Kebijakan anggaran mendasarkan pada pendekatan kinerja dan berkomitmen untuk menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Anggaran kinerja adalah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2006 DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN ( DALAM SATU NASKAH )

UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2006 DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN ( DALAM SATU NASKAH ) UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2006 DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN ( DALAM SATU NASKAH ) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Negara

Lebih terperinci

LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE - TAHUN ANGGARAN 2013 - TRIWULAN III

LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE - TAHUN ANGGARAN 2013 - TRIWULAN III LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE - 1 LAPORAN MONITORING REALISASI APBD DAN DANA IDLE TAHUN 2013 TRIWULAN III KATA PENGANTAR Kualitas belanja yang baik merupakan kondisi ideal yang ingin

Lebih terperinci

PUSAT PELATIHAN KERJA PENGEMBANGAN INDUSTRI PASAR REBO

PUSAT PELATIHAN KERJA PENGEMBANGAN INDUSTRI PASAR REBO PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA PUSAT PELATIHAN KERJA PENGEMBANGAN INDUSTRI PASAR REBO Jl.Raya Bogor Km 23 Telp.(021) 8400724 Fax(021) 8400761 JAKARTA TIMUR 13750 Page 1 PROFIL PUSAT

Lebih terperinci

LAPORAN REALISASI KEMAJUAN FISIK DAN KEUANGAN APBD II BULAN : SEPTEMBER 2014 Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purworejo

LAPORAN REALISASI KEMAJUAN FISIK DAN KEUANGAN APBD II BULAN : SEPTEMBER 2014 Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purworejo LAPORAN REALISASI KEMAJUAN FISIK DAN KEUANGAN APBD II BULAN : SEPTEMBER 2014 Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purworejo keuangan keuangan A Pelayanan Administrasi Perkantotan 1 Penyediaan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah ditetapkannya

Lebih terperinci

Layanan Manajemen Jasa Angkut

Layanan Manajemen Jasa Angkut Pemimpin Logistik Baru Layanan Manajemen Jasa Angkut Bringing Personal Service to Your Supply Chain Sebuah pabrik harus menyuplai situsnya di Amerika Selatan. Distributor harus mengirimkan suku cadangnya

Lebih terperinci

Pertemun Koordinasi Dinas Kesehatan Jawa Tengah

Pertemun Koordinasi Dinas Kesehatan Jawa Tengah Pertemun Koordinasi Dinas Kesehatan Jawa Tengah TARGET DAN CAPAIAN INDIKATOR SEMESTER 1 TAHUN 2012 No SUMBER INDIKATOR TARGET CAPAIAN 1 RKP Persentase RSJ yang memberikan layanan subspesialis utama dan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI RINGKASAN EKSEKUTIF... 1

DAFTAR ISI RINGKASAN EKSEKUTIF... 1 DAFTAR ISI RINGKASAN EKSEKUTIF... BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang... Tujuan Pelaksanaan Kegiatan... Peserta Kegiatan... Pelaksanaan Kegiatan... Metode Pelaksanaan Kegiatan... BAB II PROFIL KANWIL DJKN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG PERDAGANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan di bidang ekonomi diarahkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2000 TANGGAL 21 DESEMBER 2000 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2000 TANGGAL 21 DESEMBER 2000 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2000 TANGGAL 21 DESEMBER 2000 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2000 TENTANG KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN

Lebih terperinci

Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional MA untuk Perbaikan Akses dan Mutu Pendidikan

Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional MA untuk Perbaikan Akses dan Mutu Pendidikan Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional MA untuk Perbaikan Akses dan Mutu Pendidikan Asep Sjafrudin, S.Si, M.Si Madrasah Aliyah sebagai bagian dari jenjang pendidikan tingkat menengah memerlukan upaya pengendalian,

Lebih terperinci