P U T U S A N Nomor : 02 K / PM.I-07 / AD / I / 2012 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "P U T U S A N Nomor : 02 K / PM.I-07 / AD / I / 2012 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Transkripsi

1 PENGADILAN MILITER I-07 BALIKPAPAN P U T U S A N Nomor : 02 K / PM.I-07 / AD / I / 2012 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa : N a m a : Irwan Pangkat / NRP : Serda / Jabatan : Baurjatmu Sima Kesatuan : Deninteldam VI/Mlw Tmp/Tgl lahir : Balikpapan, 21 Nopember 1976 Jenis kelamin : Laki-laki Kewarganegaraan : Indonesia A g a m a : Islam Tempat tinggal : Asrama Deninteldam VI/Mlw / Jl Sepinggan Baru RT.31 No.01 A Kel. Sepinggan Balikpapan Selatan Terdakwa tidak ditahan PENGADILAN MILITER I-07 BALIKPAPAN tersebut di atas Membaca : Berita Acara Pemeriksaan Permulaan dalam perkara ini dari Pom VI/Mulawarman Nomor : BP-39/A-31/XII/2011, tanggal 16 Desember Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Pangdam VI/Mlw selaku Papera Nomor : Kep/278/XII/2011 tanggal 30 Desember Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak/79/K/AD/I-07/I/ 2012 tanggal 9 Januari Surat Penetapan Kadilmil I-07 Balikpapan tentang Penunjukkan Hakim Nomor : Tap/05/PM.I-07/AD/I/ 2012 tanggal 6 Januari Surat Penetapan Hakim Ketua tentang Hari Sidang Nomor : Tap/05/PM. I-07/AD/I/ 2012 tanggal 11 Januari Surat tanda terima panggilan untuk menghadap sidang atas nama Terdakwa dan para saksi Surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara ini Mendengar : 1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak/79/K/AD/I-07/I/ 2012 tanggal 9 Januari 2012 di depan sidang yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini Hal-hal yang diterangkan oleh Terdakwa di sidang serta keteranganketerangan para saksi di bawah sumpah Memperhatikan : 1. Tuntutan Pidana Oditur Militer yang diajukan kepada Majelis Hakim yang pada pokoknya Oditur Militer berpendapat bahwa Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana : Penganiayaan

2 2 Sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam pasal 351 ayat (1) KUHP dan oleh karenanya Oditur Militer, mohon agar Terdakwa dijatuhi pidana : - Pidana : Penjara selama 5 (lima) bulan Diajukan kepersidangan sebagai bukti berupa surat-surat : a. 3 (tiga) lembar Visum Et Repertum An. Lettu Andi Dala Uleng, S.H Nomor : 024/VER/XI/2011 RS. Restu Ibu Balikpapan, tanggal 25 Nopember 2011 b. 1 (satu) lembar Visum Et Repertum Lanjutan An. Lettu Andi Dala Uleng, S.H Nomor : 1026/E10010/2011-S8 RS. Pertamina Balikpapan, tanggal 14 Desember c. 10 (sepuluh) lembar foto copy rincian biaya rawat inap An. Andi Dala Uleng. d. 1 (satu) lembar foto korban. Tetap dilekatkan dalam berkas perkara Mewajibkan Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp ,- (lima belas ribu rupiah) Permohonan Terdakwa yang menyatakan bahwa ia menyesali dan menyadari akan kesalahannya, berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, oleh karena itu Terdakwa memohon dijatuhi pidana yang seringan-ringannya. --- Menimbang : Bahwa, menurut surat dakwaan tersebut di atas Terdakwa pada pokoknya didakwa sebagai berikut : Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan tempat-tempat tersebut dibawah ini yaitu pada hari Selasa tanggal 18 Oktober 2011 sekira pukul Wita atau setidaktidaknya dalam bulan Oktober 2011 atau setidak-tidaknya dalam tahun 2011, bertempat di Perum Yuka Jl. Sepinggan Baru Rt. 32 No. 11 Kel. Sepinggan Kec. Balikpapan atau setidak-tidaknya ditempat-tempat yang termasuk wewenang Pengadilan Militer I-07 Balikpapan telah melakukan tindak pidana : Penganiayaan Dengan cara-cara dan uraian fakta kejadian sebagai berikut : a. Bahwa Terdakwa masuk menjadi anggota TNI-AD melalui Pendidikan Secata Gunung Kupang Rindam VI/Mlw lulus tahun 1997 kemudian mengikuti Kecabangan Infanteri lulus dengan pangkat Prada dan ditugaskan di Yonif 611/Awl dengan Jabatan Tabakpan Ru-2 Ton I Kipan A Yonif 611/Awl setelah berpangkat Kopda mengikuti Secaba Reg di Rindam VI/Mlw dan lulus tahun 2011 selanjutnya ditugaskan di Deninteldam VI/Mlw sampai perkara ini dengan pangkat Serda. b. Bahwa pada hari Selasa tanggal 18 Oktober 2011 sekira pukul Wita Saksi-1 bersama Sdr. Andi Bahrum (Saksi-2), Sdr. Jupri beserta dengan istri dan kedua anaknya yang bernama Angga umur 6 (enam) tahun dan Gilang berumur 3 (tiga) tahun berkunjung ke rumah orang tua Sdr. Jupri yang bernama Bapak Jamaludin yang beralamat di Perum Yuka Jl. Sepinggan Baru Rt. 32 No. 11 Kel. Sepinggan Kec. Balikpapan dengan menggunakan mobil Mitshubisi Lancer warna merah Nopol DD 807 ES yang dikemudikan oleh suami Saksi-1 (Sdr. Ikwan Wahyudi/Saksi-4).

3 3 c. Bahwa setelah sampai tujuan suami Saksi-1 (Saksi-4) memarkirkan mobil Mitsubhisi Lancer di lapangan bulu tangkis yang terletak kurang lebih 15 (lima belas) meter dari rumah Bapak Jamaludin sebelah kiri jalanan masuk komplek perumahan tersebut, pada saat Saksi-1 dan keluarga turun dari kendaraan tibatiba datang seorang laki-laki dengan berpakaian kaos lengan pendek sebatas bahu dan celana pendek jeans berteriak dari pinggir jalan lapangan dengan nada membentak mengatakan Oi siapa yang suruh mobil masuk disini. d. Bahwa setelah Terdakwa berteriak, selanjutnya Sdr. Jupri menghampiri Terdakwa untuk menanyakan secara baik-baik tetapi Terdakwa justru membentak Sdr. Jupri sehingga terjadi pertengkaran mulut, selanjutnya Saksi-1 menghampiri dan mengatakan Bapak anggota,saya juga anggota dari AURI Lanud Balikpapan, Bapak dari Kesatuan mana, lalu dijawab oleh Terdakwa Saya dari Denintel, nggak urus mau anggota mana lalu Terdakwa mengatakan kembali Tunjukkan siapa yang menyuruh masukkan kendaraan ke dalam komplek sini. e. Bahwa kemudian Terdakwa mendengar Sdr. Jupri berkata kepada Saksi-4 dalam bahasa Bugis yang artinya Kasih aja bagian (pukul) biar mereka tau kalau kita keluarga besar TNI-AU dan pada saat itu Saksi-1 sambil menunjuk ke arah dahi Terdakwa, kemudian ada Sdri. Roslah (Saksi-3) yang juga berada di tempat kejadian sambil berkata kepada Saksi-1 Jangan tunjuk-tunjuk bu, itu tentara juga. f. Bahwa selanjutnya Saksi-4 (Sdr. Ikhwan Wahyudi) menghampiri Terdakwa dengan maksud melerai dan mengatakan sudah sama-sama anggota juga, kalau memang harus dikeluarkan kendaraan akan Saksi-4 keluarkan (di parkir di luar komplek), kemudian Saksi-1 menghampiri Terdakwa dan berkata Kurang ajar kamu, saya ini Perwira Lanud selanjutnya Terdakwa berbalik arah dan memukul dengan menggunakan tangan kanan mengepal sebanyak 1 (satu) kali mengenai batang hidung Saksi-1 dan langsung berdarah. g. Bahwa yang mengetahui kejadian pemukulan yang dilakukan Terdakwa terhadap Saksi-1 pada saat itu tepatnya di Perum Yuka Jl. Sepinggan Baru Rt. 32 No. 11 Kel. Sepinggan Kec. Balikpapan antara lain Saksi-2, Sdr. Jupri, Sdri. Hasmawati, Saksi-4, Angga umur 6 tahun, dan Gilang umur 3 tahun serta beberapa warga sekitar tempat kejadian yang datang dan tidak mengetahui identitasnya. h. Bahwa akibat dari pemukulan tersebut Saksi-1 mengalami luka sobek sepanjang 1 (satu) cm dan patah serta mengalami opname di RS. Pertamina Balikpapan selama 1 minggu untuk menjalani operasi hidung karena pangkal hidung patah dan sampai sekarang Saksi-1 masih sering merasa pusing serta biaya pengobatan serta rawat inap selama di RS Pertamina adalah sebesar Rp (empat belas juta seratus delapan ribu tujuh ratus lima puluh tujuh rupiah) dan mengalami cacat seumur hidup. i. Bahwa Terdakwa bersama Wadandeninteldam VI/Mlw pernah menemui Saksi-1 sewaktu Saksi-1 operasi di RS. Pertamina Balikpapan dan setelah 3 (tiga) hari Saksi-1 selesai Operasi Terdakwa dan Wadandeninteldam VI/Mlw menemui Saksi-1 dengan maksud meminta maaf serta memberi Saksi-1 uang bantuan dari Dandeninteldam VI/Mlw sebesar Rp (lima juta rupiah) dan uang tersebut diterima Saksi-1 untuk membantu meringankan biaya pengobatan Saksi- 1 di Rumah Sakit Pertamina. j. Bahwa Saksi-1 secara pribadi memaafkan Terdakwa atas perbuatan yang dilakukan akan tetapi untuk selanjutnya Saksi-1 ingin masalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

4 4 Berpendapat bahwa perbuatan-perbuatan Terdakwa tersebut telah cukup memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP. Menimbang : Bahwa atas Dakwaan tersebut Terdakwa menerangkan bahwa ia benarbenar mengerti atas Surat Dakwaan yang didakwakan kepadanya Menimbang : Bahwa atas Dakwaan tersebut Terdakwa mengakui telah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan kepadanya dan membenarkan semua dakwakan yang didakwakan kepadanya Menimbang : Bahwa dalam persidangan Terdakwa tidak didampingi oleh Penasehat Hukum Menimbang : Bahwa para saksi yang dihadapkan di sidang menerangkan dibawah sumpah sebagai berikut : Saksi-1: Nama : Andi Dala Uleng, S.H Pangkat, NRP : Lettu, Jabatan : Kakum Lanud Balikpapan Kesatuan : Lanud Balikpapan Tempat Tgl Lahir : Sengkang, (Sulsel) 17 April 1981 Jenis Kelamin : Perempuan Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Islam Alamat : Jl. Mulawarman Rt. 041 Komplek TNI AU Balikpapan- Kaltim Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : Bahwa Saksi tidak kenal dengan Terdakwa dan tidak ada hubungan keluarga, namun setelah kejadian pemukulan yang dilakukan oleh Terdakwa terhadap saksi, baru tahu bahwa Terdakwa adalah anggota TNI yang berdinas di Deninteldam VI/Mlw.. 2. Bahwa pada hari Selasa tanggal 18 Oktober 2011 sekira pukul wita saksi bersama suami (Sdr. Ikman Wahyudi) dan Sdr Andi Bahrum, Sdr. Jupri dan keluarga bermaksud berkunjung kerumah Bapak Jamaludin alamat Perum Yuka Jl. Sepinggan Baru RT.32 No. 11 Kel. Sepinggan Kec. Balikpapan dengan menggunakan mobil Mitsubhisi Lancer warna merah Nopol DD 807 ES, setelah sampai ditujuan kemudian suami saksi memarkirkan mobil di lapangan bulu tangkis disebelah kiri Jalanan masuk Komplek perumahan tersebut. 3. Bahwa pada saat saksi dan keluarga turun dari mobil, tiba-tiba datang seorang laki-laki dengan berpakaian kaos lengan pendek dan celana jeans berteriak : Oi siapa yang suruh mobil masuk disini : Selanjutnya Sdr. Jupri menghampiri dan menanyakan secara baik-baik, tetapi justru Terdakwa membentak sehingga terjadi pertengkaran mulut, lalu Sdr. Jupri bilang kalau kamu bukan aparat sudah saya lawan kemudian saksi mengatakan : Bapak dari kesatuan mana? saya juga sama anggota dari AURI Lanud Balikpapan dijawab oleh Terdakwa : saya dari Denintel, gak ada urusan sama kamu, tunjukkan siapa yang menyuruh masukkan kendaraan kedalam sini, saya ini orang sini dan setelah itu saksi di dorong oleh Terdakwa dan suami saksi berkata kepada Terdakwa Kamu kurang ajar sama istri saya dan Terdakwa langsung memukul suami saksi kemudian suami saksi membalas pukulan Terdakwa dan Terdakwa selanjutnya meninggalkan saksi.

5 5 4. Bahwa selanjutnya saksi mengejar Terdakwa dan berkata : Kurang ajar kamu, saya ini Perwira Lanud setelah itu Terdakwa berbalik langsung memukul saksi mengenai hidung atas dan langsung berdarah. lalu Terdakwa meninggalkan saksi. 5. Bahwa Terdakwa melakukan pemukulan terhadap saksi dengan menggunakan tangan kanan mengepal sebanyak 1 (satu) kali mengenai batang hidung dan berdarah dan hasil pemeriksaan RS Restu Ibu hidung saksi patah tulang sehingga harus dioperasi. Selanjutnya saksi diopname di RS Pertamina Balikpapan lebih kurang 1 (satu) Minggu karena mengalami patah tulang hidung dan sampai sekarang masih sering pusing, biaya perawatan selama di RS Pertamina sebesar Rp ,- (empat belas juta seratus delapan ribu tujuh ratus lima puluh tujuh rupiah). 6. Bahwa saat saksi dirawat di RS Pertamina Terdakwa dan Wadan Denintel menjenguk dan meminta maaf kepada saksi dan memberi bantuan uang sebesar Rp ,- (lima juta rupiah). Atas keterangan Saksi tersebut, Terdakwa membenarkan sebagian dan menyangkal bahwa ada plang tanda larangan mobil dilarang masuk pada Gang Yuka Saksi-2 : Nama : Andi Bahrum Bin Djohareng Pekerjaan : Swasta. Tempat Tgl Lahir : Sengkang, (Sulsel) 18 Desember 1974 Jenis Kelamin : Laki-laki Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Islam Alamat : Jl. Borobudur No. 14 Rt. 043 Kel. Muara Rapak Kec. Balikpapan Utara Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : Bahwa Saksi kenal dengan Lettu Sus (W) Andi Dala Uleng (saksi-i) sebagai adik kandung saksi dan terhadap Terdakwa saksi tidak kenal namun mengetahui pada saat kejadian. 2. Bahwa pada hari Selasa tanggal 18 Oktober 2011 sekira pukul wita dengan menggunakan mobil Mitsubhisi Lancer warna merah Nopol DD 807 ES yang dikemudikan Sdr Ikwan Wahyudi, Sdr Jupri dan keluarga, Sdri. Andi Dala Uleng, saksi bermaksud berkunjung kerumah Bapak Jamaludin di Perum Yuka Jl. Sepinggan Baru RT.32 No.11 Kel. Sepinggan Kec. Balikpapan. Setelah sampai ditujuan kemudian Sdr Ikwan Wahyudi memarkirikan mobil dilapangan bulu tangkis. 3. Bahwa pada saat saksi dan keluarga turun dari kendaraan tiba-tiba datang seorang laki-laki dengan berpakaian kos berteriak : Oi, siapa yang suruh mobil masuk disini kemudian Sdr. Jupri menghampiri dan menanyakan baikbaik tetapi justru terjadi pertengkaran mulut. Selanjutnya Lettu Andi Dala Uleng mengatakan : Bapak anggota, saya juga sama anggota dari AURI Lanud Balikpapan, Bapak dari kesatuan mana? lalu dijawab oleh Terdakwa : Saya dari Denintel, nggak urus mau anggota kemudian Terdakwa berkata lagi : tunjukkan siapa yang menyuruh masukkan kendaraan kedalam komplek sini? Sdr Ikwan Wahyudi menghampiri Terdakwa dan berakata : Sudah sama-sama anggota juga, kalau memang harus dikeluarkan akan dikeluarkan, namun tibatiba Terdakwa melakukan pemukulan kepada Lettu Andi Dala Uleng mengenai batang hidung dan mengeluarkan darah selanjutnya Terdakwa pergi. Kemudian saksi dan keluarga membawa Lettu Andi Dala Uleng ke Rumah Sakit, dan melaporkan kejadian tersebut.

6 6 Atas keterangan Saksi tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya Saksi-3 : Nama : Roslah AE Binti Andi Embang Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Tempat Tgl Lahir : Balikpapan, 15 Maret 1982 Jenis Kelamin : Perempuan Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Islam Alamat : Perum Yuka Jl. Sepinggan Baru Rt. 032 No. 08 Kel. Sepinggan Kec. Balikpapan Selatan Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : Bahwa Saksi kenal dengan Serda Irwan (Terdakwa) sejak Terdakwa masih duduk dibangku SMK dan tinggal dengan orang tuanya yang bersebelahan dengan rumah orang tua saksi di Perum Yuka Jl. Sepinggan Baru RT.32 No.11 Balikpapan Selatan. 2. Bahwa pada hari selasa tanggal 18 Oktober 2011 sekira pukul wita saksi saksi sedang berada didepan rumah tiba-tiba mendengar suara mobil yang cukup keras masuk kedalam komplek Perum Yuka lalu parkir dilapangan Bulu Tangkis, selanjutnya datang Terdakwa bertanya kepada saksi : Mobil siapa itu? saksi jawab : gak tahu, kemudian Terdakwa berkata kepada Sdr Jupri : gak lihatkah didepan ada plang mobil dilarang masuk? dijawab : maaf nggak lihat, kemudian datang Sdr Ikawan (saksi-4) berkata kepada Terdakwa Kamu gak tau gue, gue ini Kapten dari Angkatan Udara, lalu Sdr Jupri berkata dengan bahasa bugis yang artinya Kasih bagian aja biar dia tau kalo kita ini punya keluarga dari Angkatan Udara, kemudian Sdr Ikwan berkata : Apa pangkatmu, kamu anggota mana, siapa nama Komandanmu? Terdakwa menjawab : Saya dari Denintel kemudian terjadi adu fisik mereka berdua, kemudian datang Lettu Andi Dala Uleng (saksi-1) bermaksud mencakar Terdakwa lalu Terdakwa memukul saksi-1 menggunakan tangan kanan mengenai wajah (saksi-1) hingga jatuh terduduk dan hidungnya mengeluarkan darah. 3. Bahwa saksi dan Ibu saksi kemudian menolong Lettu Andi (saksi-1) mengelap/membersihkan darah yang mengalir dari hidungnya, kemudian mereka pergi, beberapa saat kemudian datang anggota dari Lanud menanyakan tentang kejadian pemukulan. Atas keterangan Saksi tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya Saksi-4 : Nama : Ikhwan Wahyudi Bin Muhamad Bahar Pekerjaan : Swasta Tempat Tgl Lahir : Sengkang, (Sulsel) 02 Desember 1981 Jenis Kelamin : Laki-laki Kewarganegaraan : Indonesia Agama : Islam Alamat : Asrama Lanud Balikpapan Jl. Mulawarman Balikpapan Selatan Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : Bahwa Saksi kenal dengan Lettu Sus (W) Andi Dala Uleng, SH (saksi-1) sejak sama-sama SMP dan pada tahun 2008 telah dinikahi secara sah, sedangkan dengan Terdakwa tidak kenal tetapi mengetahui pada saat kejadian.

7 7 2. Bahwa pada hari Selasa tanggal 18 Oktober 2011 sekira pukul wita saksi mengendarai mobil Mitsubhisi Lancer warna merah bersama istri Lettu Andi Uleng, Sdr Jupri dan istri anaknya, Sdr. Andi Bahrum bermaksud mengunjungi Bapak Jamaluddin di Perum Yuka Jl. Sepinggan Baru RT.23 Balikpapan Selatan. Setelah sampai kemudian diparkir dilapangan Bulu Tangkis dan saksi beserta penumpang turun dari mobil. Tiba-tiba terdengar suara orang berteriak dengan nada keras : Siapa suruh mobil masuk sini? kemudian dijawab oleh Sdr. Jupri : Gak usah begitu bos, kita sama-sama orang sini. 3. Bahwa kemudian terjadi pertengkaran mulut antara Terdakwa dengan Sdr. Jupri, Sdr. Jupri berkata : Kalau kamu bukan anggota sudah saya lawan lalu Lettu Dala Uleng (saksi-1) mendekat dan berbicara : Kita sama-sama anggota Pak, saya dari Lanud, Terdakwa menjawab : Kamu gak usah ikut campur sambil mendorong, kemudian Terdakwa memukul saksi 1 (satu) kali mengenai mata kiri, pada saat Terdakwa mau berjalan pergilalu saksi-1 berkata : Kamu koq gitu, saya ini Perwira lanud tetapi tiba-tiba Terdakwa memukul Lettu Andi (saksi-1) menggunakan tangan kanan mengepal mengenai hidung dan menyebabkan sobek dibagian kulit serta mengeluarkan darah. Setelah itu Terdakwa pergi begitu saja dan saksi membawa Lettu Andi Dala Uleng (saksi-1) ke Rumah Sakit AURI untuk berobat dilanjutkan ke RS Restu Ibu. Pada tanggal 24 Oktober 2011 dilakukan operasi hidung di RS Pertamina Balikpapan. Atas keterangan Saksi tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya Menimbang : Bahwa didalam persidangan Terdakwa menerangkan sebagai berikut : Bahwa Terdakwa masuk menjadi anggota TNI AD melalui pendidikan Secata di Gunung Kupang Rindam VI/Mlw lulus tahun 1997 kemudian mengikuti Kecabangan Infantri lulus dengan pangkat Prada dan ditugaskan di Yonif 611/Awl, setelah berpangkat Kopda mengikuti Dik Secaba Reg di Rindam VI/Mlw dan lulus tahun 2011 Serda ditugaskan di Deninteldam VI/Mlw sampai sekarang. 2. Bahwa pada hari Selasa tanggal 18 Oktober 2011 Terdakwa berada di Rumah Santeno di Perum Yuka di Jl. Sepinggan Baru RT.32 No.11 Balikpapan Selatan, sekira pukul wita datang mobil Sedan warna hitam dengan strip merah bersuara kenalpot keras diparkir dilapangan bulu tangkis. Terdakwa bertanya kepada Sdri Roslah : mobil siapa itu la? dijawab : Tidak tahu wan, Terdakwa tanya kepada ismail dijawab : Tidak tahu kemudian Terdakwa bertanya kepada Sdr Jupri yang baru turun dari mobil : Mas tahu dari mana mobil masuk? dijawab : kamu anaknya Sale (nama Ibu saya) kah? Terdakwa berkata : bukan begitu maksudnya, bagaimana dan darimana mobil bisa masuk kesini didepankan ada plang kendaraan roda empat dilarang? Terdakwa dan Sdr Jupri bersitegang. 3. Bahwa kemudian datang Sdr Ikwan (saksi-4) menghampiri Terdakwa, Sdr Jupri berkata dalam bahasa bugis yang artinya : Kasih aja bagian (pukul) biar mereka tahu kalau kita keluarga besar TNI_AU pada saat itu juga datang seorang wanita (Lettu Sandi Dala Uleng) sambil menunjuk kearah dahi Terdakwa dan berkata : Kamu siapa pangkatmu apa, kamu nggak tahu sayakah, kamu dinas dimana? Terdakwa jawab : saya dari kesatuan Denintel, Sdri Roslah berkata : Jangan tunjuk-tunjuk bu, itu tentara juga, kemudian datang Sdr Ikwan berkaca pinggang berkata : kamu apa, gue Kapten dari AURI, pangkatmu apa, lu bisa dipecat

8 8 4. Bahwa mendengar kata-kata Kapten dari AURI maka Terdakwa mundur, namun Sdr.Ikwan lewat belakang Lettu Andi Dala Uleng menendang Terdakwa mengenai pinggang sebelah kanan, lalu Lettu Andi menunjuk saya lagi dan berkata : kamu tidak kenal sayakah? Terdakwa menjawab : Maaf saya tidak ada urusan dengan Ibu, silahkan Ibu mundur, saya ada urusan dengan Sdr. Ikwan pada saat ribut--ribut datang Sdr. Santeno melerai dan berkata sudahsudah, sesama anggota kok ribut. 5. Bahwa pada saat saksi bermaksud berjalan pulang saksi-1 mengejar Terdakwa lalu Terdakwa berbalik arah meninju saksi-1 dengan menggunakan tangan kanan terbuka sebanyak 1 (satu) kali mengenai hidung Lettu Andi Dala Uleng ( saksi-1), kemudian Terdakwa pulang kerumah. 6. Bahwa akibat dari pemukulan yang Terdakwa lakukan, batang hidung Lettu Andi Dala Uleng mengalami luka robek dan hal tersebut Terdakwa ketahui saat membesuk Lettu Andi Dala Uleng di rumah sakit Pertamina setelah menjalankan operasi dan dirawat diruang 3006 lantai 2. Pada saat itu Dandeninteldam memberikan uang santunan sebesar Rp ,- (lima juta rupiah) dan diterima langsung oleh Lettu Andi Dala Uleng selanjutnya Terdakwa bermaaf-maafan dengan Sdr Ikwan dan Lettu Andi Dala Uleng. 7. Bahwa benar Terdakwa sengaja melakukan pemukulan kepada saksi-1 karena Terdakwa merasa akan dipukul dari belakang maka Terdakwa langsung membalik badan melakukan pemukulan kepada saksi Bahwa benar Terdakwa mengetahui orang kalau dipukul akan merasakan sakit/luka dan hal itu Terdakwa lakukan kepada saksi-1 atas kehendak Terdakwa sendiri dengan maksud supaya saksi-1 merasakan sakit. Menimbang : Bahwa barang bukti yang diajukan oleh Oditur Militer kepada Majelis Hakim berupa : Surat-surat : a. 3 (tiga) lembar Visum Et Repertum An. Lettu Andi Dala Uleng, S.H Nomor : 024/VER/XI/2011 RS. Restu Ibu Balikpapan, tanggal 25 Nopember 2011 b. 1 (satu) lembar Visum Et Repertum Lanjutan An. Lettu Andi Dala Uleng, S.H Nomor : 1026/E10010/2011-S8 RS. Pertamina Balikpapan, tanggal 14 Desember c. 10 (sepuluh) lembar foto copy rincian biaya rawat inap An. Andi Dala Uleng. d. 1 (satu) lembar foto korban. Menimbang : Bahwa kesemua barang bukti tersebut diatas telah diperlihatkan kepada Terdakwa dan para saksi yang hadir dipersidangan dan terhadap barang bukti tersebut Majelis Hakim mengemukakan pendapatnya sebagai berikut : Bahwa terhadap barang bukti berupa 3 (tiga) lembar Visum Et Repertum An. Lettu Andi Dala Uleng, S.H Nomor : 024/VER/XI/2011 RS. Restu Ibu Balikpapan, tanggal 25 Nopember 2011 dan 1 (satu) lembar Visum Et Repertum Lanjutan An. Lettu Andi Dala Uleng, S.H Nomor : 1026/E10010/2011-S8 RS. Pertamina Balikpapan, tanggal 14 Desember 2011 diakui oleh Terdakwa dan para saksi adalah bukti korban akibat pemukulan yang dilakukan oleh Terdakwa dan diketahui bawah terdapat Luka gores dihidung di dua tempat dengan ukuran 0,3 centimeter dan 0,1 centimeter, hidung tampak bengkak, pipi bila ditekan nyeri dan barang bukti 10 (sepuluh) lembar foto copy rincian biaya rawat inap An. Andi Dala Uleng dan 1 (satu) lembar foto korban. sehingga Majelis berpendapat bahwa barang bukti berupa surat-surat tetap dilekatkan dalam berkas perkara ini.

9 9 Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan dari Terdakwa dan dari para saksi dibawah sumpah serta barang bukti dan setelah menghubungkan yang satu dengan yang lainnya maka diperoleh fakta hukum sebagai berikut : Bahwa benar Terdakwa masuk menjadi anggota TNI AD melalui pendidikan Secata di Gunung Kupang Rindam VI/Mlw lulus tahun 1997 kemudian mengikuti Kecabangan Infantri lulus dengan pangkat Prada dan ditugaskan di Yonif 611/Awl, setelah berpangkat Kopda mengikuti Dik Secaba Reg di Rindam VI/Mlw dan lulus tahun 2011 Serda ditugaskan di Deninteldam VI/Mlw sampai sekarang. 2. Bahwa benar pada hari Selasa tanggal 18 Oktober 2011 sekira pukul wita Sdr Ikwan mengendarai mobil Mitsubhisi Lancer Nopol DD 807 ES warna hitam strip merah beserta istrinya lettu Andi Dala Uleng, SH, Sdr. Andi Bahrum, Sdr. Jupri dan istri serta anak-anaknya bermaksud berkunjung ke rumah bapak jamaludin alamat Perum Yuka Jl Sep[inggan baru RT.32 No.11 Kel. Sepinggan Balikpapan Selatan, setelah sampai dan masuk komplek Perum Yuka diparkir di lapangan bulu tangkis sebelah kiri jalan.. 3. Bahwa benar semua kendaraan dilarang masuk Gang Komplek Perum Yuka dan telah ada tanda larangan di pintu depan, namun tanda larangan tidak diketahui oleh pengemudi Sdr Ikwan Wahyudi (saksi-4) dan tetap masuk serta parkir dilapangan bulu tangkis. 4. Bahwa benar melihat mobil masuk ke Komplek Yuka Terdakwa yang sedang berada dirumah Sdr. Santeno di perum Yuka mendatangi tempat kendaraan di parkir dan bertanya kepada Sdri Roslah : mobil siapa itu dijawab Tidak tahu wan kemudian Terdakwa bertanya lagi kepada Sdr Ismail : Mobil siapa itu Il? dijawab : Tidak tahu, merasa bahwa bukan mobilnya warga Perum Yuka Terdakwa kemudian mendatangi penumpang mobil yang baru turun. 5. Bahwa benar selanjutnya Terdakwa bertanya kepada Sdr. Jupri yang baru turun dari kendaraan, yang intinya Terdakwa menjelaskan bahwa didepan lorong kan sudah ada plang kendaraan Roda empat dilarang masuk, namun Sdr Jupri merasa orang komplek Yuka karena Bapaknya jamaludin tinggal disini, sehingga terjadi cekcok mulut. 6. Bahwa benar pada saat cekcok mulut, Sdr Ikwan Wahyudi mendekati apa yang terjadi, kemudian Sdr. Jupri berkata dalam bahasa bugis : Kasih aja bagian (pukul) biar mereka tahu kalau kita keluarga besar TNI-AU kemudian cekcok antara Terdakwa dengan Sdr. Ikwan Wahyudi yang merasa nggak tahu ada larangan kendaraan roda empat dilarang masuk. Selanjutnya Lettu Andi Dala Uleng mendekat dan berkata kepada Terdakwa Bapak dari Kesatuan mana? Saya juga sama anggota dari AURI Lanud Balikpapan dijawab : Saya dari Denintel, gak ada urusan sama kamu, Terdakwa berkata lagi : tunjukkan siapa yang menyuruh masukkan kendaraan kedalam sini, saya ini orang sini setelah itu Lettu Andi di dorong oleh Terdakwa, sehingga suaminya Sdr Ikwan berkata : kamu kurang ajar sama istri saya dan mereka saling memukul. 7. Bahwa benar Terdakwa bermaksud pergi, kemudian Lettu Andi berkata kurang ajar kamu saya ini perwira Lanud Kemudian Terdakwa berbalik dan memukul Lettu Andi mengenai batang hidungnya langsung berdarah, kemudian Terdakwa pergi begitu saja. 8. Bahwa benar kemudian Lettu Andi dala Uleng di bawa ke RS Restu Ibu untuk berobat, terdapat luka gores dihidung di dua tempat dengan ukuran 0,3 centimeter dan 0,1 centimeter, hidung tampak bengkak, pipi bila ditekan nyeri. Kesimpulan : Pasien mengalami luka lecet dan bengkak dihidung akibat penganiayaan atau pemukulan dengan tangan kosong atau benda tumpul sesuai VER : 024/VER/XI/2011 tanggal 18 Oktober 2011.

10 10 9. Bahwa benar selanjutnya Lettu Andi Dala Uleng dirawat inab di RS Pertamina Bina Medika dan dioperasi batang hidung pada tanggal 24 Oktober 2011 dirawat inab selama 1 (satu) Minggu dengan biaya Rp (empat belas juta seratus delapan ribu tujuh ratus lima puluh tujuh rupiah). 10. Bahwa benar Terdakwa telah datang membesuk dan memberi bantuan pengobatan sebesar Rp ,- (lima juta rupiah) dari Dan Deninteldam VI/Mlw. 11. Bahwa benar Terdakwa sengaja melakukan pemukulan kepada saksi-1 karena Terdakwa merasa akan dipukul dari belakang maka Terdakwa langsung membalik badan melakukan pemukulan kepada saksi Bahwa benar Terdakwa mengetahui orang kalau dipukul akan merasakan sakit/luka dan hal itu Terdakwa lakukan kepada saksi-1 atas kehendak Terdakwa sendiri dengan maksud supaya saksi-1 merasakan sakit. Menimbang : Bahwa lebih dahulu Majelis akan menanggapi beberapa hal yang di kemukakan oleh Oditur Militer dalam tuntutannya dengan mengemukakan pendapatnya sebagai berikut : Bahwa pada prinsipnya Majelis Hakim sependapat dengan uraian pembuktian unsur-unsur delik dari Oditur Militer, namun dalam hal penjatuhan pidananya, Majelis Hakim akan mempertimbangkannya sendiri dalam putusan. Menimbang : Bahwa tindak pidana yang didakwakan oleh Oditur Militer dalam dakwaan tunggal, mengandung unsur-unsur sebagai berikut : Unsur Pertama : Barang siapa 2. Unsur Kedua : Dengan sengaja menimbulkan rasa sakit atau luka pada orang lain 1. Unsur Pertama : Barang siapa.. Yang dimaksud dengan Barang siapa adalah setiap orang atau siapa saja yang mampu bertanggung jawab yang tunduk pada hukum pidana Indonesia dan setiap orang yang tunduk pada kekuasaan Badan Peradilan Militer serta diajukan ke persidangan karena adanya dakwaan dari penuntut umum. Barang siapa dimaksudkan sebagai kalimat yang menyatakan kata ganti orang atau pelaku sebagai subjek hukum dari suatu tindak pidana yang akan secara sadar mempertanggung jawabkan tindak pidana yang dilakukan. Dan unsur dari kalimat Barang siapa belum menguraikan perbuatan pidana atau tindak pidana yang dilakukan oleh si pelaku, akan tetapi lebih kepada identitas diri pelaku yang perbuatannya akan terbukti secara sah dan meyakinkan jika didukung oleh keterangan para saksi dan alat bukti lainnya yang terungkap dipersidangan. Bahwa berdasarkan fakta-fakta dipersidangan dari keterangan para Terdakwa dan para saksi dibawah sumpah dan alat bukti lain dapat diungkap halhal sebagai berikut : Bahwa benar Terdakwa masuk menjadi anggota TNI AD melalui pendidikan Secata di Gunung Kupang Rindam VI/Mlw lulus tahun 1997 kemudian mengikuti Kecabangan Infantri lulus dengan pangkat Prada dan ditugaskan di Yonif 611/Awl, setelah berpangkat Kopda mengikuti Dik Secaba Reg di Rindam VI/Mlw dan lulus tahun 2011 Serda ditugaskan di Deninteldam VI/Mlw sampai sekarang.

11 11 2. Bahwa benar Terdakwa sebagai prajurit TNI yang adalah termasuk sebagai warga Negara RI yang harus tunduk kepada undang-undang Negara RI karena Terdakwa sehat jasmani dan rohani dan mampu bertanggung jawab secara hukum. 3. Bahwa benar pada waktu Terdakwa melakukan perbuatan yang didakwakan ini, Terdakwa masih dinas aktif sebagai anggota TNI dan mempunyai jabatan yang harus dipertanggung jawabkan kepada Terdakwa, hal tersebut membuktikan bahwa Terdakwa sehat baik jamsani maupun rohani yang berarti pula Terdakwa dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya dan Terdakwa sebagai prajurit TNI tunduk pada kekuasaan Peradilan Militer dimana Terdakwa diajukan sebagai pelaku tindak pidana yang didakwakan oleh Oditur Militer yaitu Terdakwa Irwan Serda Nrp , yang saat ini berdiri dipersidangan sebagai Terdakwa. 4. Bahwa benar menurut keterangan Terdakwa dan keterangan para saksi dimana identitas Terdakwa telah dicocokkan dengan identitas yang tertuang di dalam surat dakwaan Oditur Militer Nomor : Sdak/79/K/AD/I-07/I/2012 tanggal 9 Januari 2012 beserta berkas perkara atas nama Terdakwa Irwan Serda Nrp , ternyata cocok antara satu dengan lainnya sehingga dalam perkara ini tidak terdapat kesalahan orang (error in persona) yang diajukan kemuka persidangan. 5. Bahwa benar Terdakwa mempunyai akal sehat jasmani maupun rohani sehingga mampu mempertanggung jawabkan perbuatan pidananya. Dengan demikian Majelis berpendapat bahwa unsur pertama : Barang siapa telah terpenuhi Unsur kedua : Dengan sengaja menimbulkan rasa sakit atau luka pada orang lain. Bahwa yang dimaksud dengan sengaja menurut Memory Van Toelichting (MvT) adalah menghendaki dan menginsyafi terjadinya suatu tindakan beserta akibatnya. Bahwa yang dimaksud dengan menimbulkan rasa sakit atau luka pada orang lain adalah segala perbuatan yang dapat menimbulkan rasa sakit seperti memukul, menendang, melempar, mencekik dan lain sebagainya. Menimbulkan rasa sakit atau luka pada orang lain tersebut itu merupakan tujuan atau kehendak si pelaku (Terdakwa), kehendak atau tujuan ini harus disimpulkan dari sifat perbuatannya yang dapat menimbulkan rasa sakit atau perasaan tidak enak kepada orang lain, sedangkan pengertian orang lain tersebut adalah korban dari perbuatan Terdakwa tersebut. Bahwa berdasarkan keterangan dari para saksi dibawah sumpah dan Terdakwa serta alat bukti lain dan setelah menghubungkan yang satu dengan yang lainnya maka diperoleh fakta - fakta hukum sebagai berikut : Bahwa benar pada hari Selasa tanggal 18 Oktober 2011 sekira pukul wita Sdr Ikwan mengendarai mobil Mitsubhisi Lancer Nopol DD 807 ES warna hitam strip merah beserta istrinya lettu Andi Dala Uleng, SH, Sdr. Andi Bahrum, Sdr. Jupri dan istri serta anak-anaknya bermaksud berkunjung ke rumah bapak jamaludin alamat Perum Yuka Jl Sep[inggan baru RT.32 No.11 Kel. Sepinggan Balikpapan Selatan, setelah sampai dan masuk komplek Perum Yuka diparkir di lapangan bulu tangkis sebelah kiri jalan.

12 12 2. Bahwa benar selanjutnya Lettu Andi Dala Uleng dirawat inab di RS Pertamina Bina Medika dan dioperasi batang hidung pada tanggal 24 Oktober 2011 dirawat inab selama 1 (satu) Minggu dengan biaya Rp (empat belas juta seratus delapan ribu tujuh ratus lima puluh tujuh rupiah). 3. Bahwa benar Terdakwa sengaja melakukan pemukulan kepada saksi-1 karena Terdakwa merasa akan dipukul dari belakang maka Terdakwa langsung membalik badan melakukan pemukulan kepada saksi-1. Dengan demikian Majelis berpendapat bahwa unsur kedua Dengan sengaja menimbulkan rasa sakit atau luka pada orang lain telah terpenuhi Menimbang : Bahwa berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas yang merupakan faktafakta yang diperoleh dalam persidangan, Majelis berpendapat terdapat cukup bukti yang sah dan meyakinkan bahwa Terdakwa bersalah telah melakukan tindak pidana kejahatan : Penganiayaan sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP. - Menimbang : Bahwa sebelum sampai pada pertimbangan terakhir dalam mengadili perkara ini, Mejelis ingin menilai sifat hakekat dan akibat dari sifat dan perbuatan Terdakwa serta hal-hal lain yang mempengaruhi sebagai berikut : Bahwa perbuatan Terdakwa dilakukan karena saat mobil saksi-1 parkir di Komplek Perum Yuka sudah ada larangan mobil tidak boleh masuk, namun ternyata mobil saksi-1 masuk dan parkir di lapangan bulu tangkis sehingga Terdakwa emosi dan saat Terdakwa bertanya kepada Sdr. Jupri salah satu keluarga saksi-1 justru di jawab dengan nada kasar sehingga terjadi adu mulut dan terjadi pemukulan terhadap saksi Bahwa perbuatan Terdakwa yang telah memukuli Sdr. Andi Dala Uleng,SH merupakan perbuatan main hakim sendiri dan tidak dapat mengontrol emosi, apalagi Terdakwa tahu kalau saksi adalah anggota TNI AU namun Terdakwa tetap melakukan pemukulan. 3. Bahwa akibat perbuatan Terdakwa maka Sdri Andi Dala Uleng,SH (saksi-1) mengalami patah tulang hidung dan harus dioperasi sehingga saksi-1 dirawat di RS Pertamina selama 7 (tujuh) hari sebelumnya di Rawat di RS Restu Ibu 5 (lima) hari dan tidak bisa melaksanakan dinas seperti biasanya. Menimbang : Bahwa tujuan Majelis tidaklah semata-mata hanya memidana orang yang bersalah melakukan tindak pidana tetapi juga mempunyai tujuan untuk mendidik agar yang bersangkutan dapat insyaf dan kembali ke jalan yang benar menjadi warga negara dan Prajurit yang baik sesuai dengan falsafah Pancasila dan Sapta Marga. Oleh karena itu sebelum Mejelis menjatuhkan pidana atas diri Terdakwa dalam perkara ini perlu lebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang dapat meringankan dan memberatkan pidananya yaitu : Hal-hal yang meringankan : - Terdakwa belum pernah dihukum. - Terdakwa pernah tugas operasi di Ambon, Papua, Pamtas RI-Malaysia. - Terdakwa berterus terang.

13 Hal-hal yang memberatkan : 13 - Terdakwa kurang menjiwai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI. Menimbang : Bahwa setelah meneliti dan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas majelis berpendapat bahwa pidana sebagaimana tercantum dalam diktum ini adalah adil dan seimbang dengan kesalahan Terdakwa Menimbang : Bahwa oleh karena Terdakwa harus dipidana maka ia harus dibebani membayar biaya perkara Menimbang : Bahwa barang-barang bukti dalam perkara ini berupa : Surat-surat : a. 3 (tiga) lembar Visum Et Repertum An. Lettu Andi Dala Uleng, S.H Nomor : 024/VER/XI/2011 RS. Restu Ibu Balikpapan, tanggal 25 Nopember 2011, bahwa barang bukti surat tersebut merupakan petunjuk atas perbuatan Terdakwa terhadap saksi-1 Sdri. Andi Dala Uleng, S.H dan erat kaitannya dengan perkara ini maka perlu ditentukan status untuk tetap dilekatkan dalam berkas perkara b. 1 (satu) lembar Visum Et Repertum Lanjutan An. Lettu Andi Dala Uleng, S.H Nomor : 1026/E10010/2011-S8 RS. Pertamina Balikpapan, tanggal 14 Desember 2011, bahwa barang bukti surat tersebut merupakan petunjuk atas perbuatan Terdakwa terhadap saksi-1 Sdri. Andi Dala Uleng, S.H dan erat kaitannya dengan perkara ini maka perlu ditentukan status untuk tetap dilekatkan dalam berkas perkara c. 10 (sepuluh) lembar foto copy rincian biaya rawat inap An. Andi Dala Uleng, barang bukti surat tersebut erat kaitannya dengan perkara ini maka perlu ditentukan status untuk tetap dilekatkan dalam berkas perkara d. 1 (satu) lembar foto korban barang bukti tersebut erat kaitannya dengan perkara ini maka perlu ditentukan status untuk tetap dilekatkan dalam berkas perkara Mengingat : Pasal 351 ayat (1) KUHP dan ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan M E N G A D I L I 1. Menyatakan Terdakwa tersebut diatas yaitu : Irwan Serda Nrp , terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : Penganiayaan 2. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan : Pidana : Penjara selama 3 (tiga) bulan. 3. Menetapkan barang-barang bukti berupa : Surat-surat : a. 3 (tiga) lembar Visum Et Repertum An. Lettu Andi Dala Uleng, S.H Nomor : 024/VER/XI/2011 RS. Restu Ibu Balikpapan, tanggal 25 Nopember b. 1 (satu) lembar Visum Et Repertum Lanjutan An. Lettu Andi Dala Uleng, S.H Nomor : 1026/E10010/2011-S8 RS. Pertamina Balikpapan, tanggal 14 Desember c. 10 (sepuluh) lembar foto copy rincian biaya rawat inap An. Andi Dala Uleng. d. 1 (satu) lembar foto korban. Tetap dilekatkan dalam berkas perkara Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp ,- (sepuluh ribu rupiah).

14 14 Demikian diputuskan pada hari ini Kamis tanggal 19 Januari 2012 dalam musyawarah Majelis Hakim oleh Kolonel Laut (KH/W) Sinoeng Hardjanti, SH.M.Hum Nrp /P sebagai Hakim Ketua dan Mayor Chk Edi Purbanus, SH Nrp serta Mayor Chk Mulyono, SH Nrp , masing-masing sebagai Hakim Anggota-I dan sebagai Hakim Anggota-II yang diucapkan pada hari dan tanggal yang sama oleh Hakim Ketua dalam sidang yang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut di atas, Oditur Militer Mayor Chk Jamaludin, SH Nrp , Panitera Kapten Chk Nurdin Raham,SH Nrp , dihadapan Umum dan Terdakwa Hakim Ketua Cap/Ttd Sinoeng Hardjanti, SH.M.Hum Kolonel Laut (KH/W) Nrp /P Hakim Anggota I Ttd Hakim Anggota II Ttd Edi Purbanus, SH Mulyono, SH Mayor Chk Nrp Mayor Chk Nrp P a n i t e r a Ttd Nurdin Raham, SH Kapten Chk Nrp Untuk salinan yang sah P a n i t e r a Nurdin Raham, SH Kapten Chk Nrp

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-07 B A L I K P A P A N P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-04 P A L E M B A N G P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-04 Palembang yang bersidang di Palembang

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl.

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Donggala yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara pidanadalam peradilan tingkat Banding, menjatuhkan Putusan seperti

Lebih terperinci

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana biasa dalam peradilan tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id PUTUSAN Nomor 354/Pid.B/2014/PN Sbg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Sibolga yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan

Lebih terperinci

PUTUSAN NOMOR : PUT/37-K/PM III-15/AL/IX/2011 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN NOMOR : PUT/37-K/PM III-15/AL/IX/2011 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER III-15 KUPANG PUTUSAN NOMOR : PUT/37-K/PM III-15/AL/IX/2011 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer III-15 Kupang yang bersidang di Kupang dalam memeriksa

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : PUT / 31-K / PM.II-10 / AD / VI / 2010

P U T U S A N NOMOR : PUT / 31-K / PM.II-10 / AD / VI / 2010 PENGADILAN MILITER II-10 S E M A R A N G P U T U S A N NOMOR : PUT / 31-K / PM.II-10 / AD / VI / 2010 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. PENGADILAN MILITER II-10 Semarang yang bersidang

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 345/Pid.B/2014/PN.BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada peradilan tingkat pertama

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989 P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana pada Peradilan Tingkat pertama dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:----------------------

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:---------------------- P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT PUTUSAN No : 130/Pid/Sus/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara - perkara pidana dengan acara pemeriksaan perkara biasa dalam peradilan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap warga negara

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982.

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982. P U T U S A N NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ]

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] BAB II TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG Pasal 2 (1) Setiap orang yang melakukan perekrutan,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa salah satu alat

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn.

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ;

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ; P E N E T A P A N Nomor : 151 /Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang mengadili perkara perdata dalam tingkat pertama, telah menetapkan seperti

Lebih terperinci

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN PENETAPAN Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN AGAMA Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING I. Mempelajari Berkas Perkara 1. Bentuk Dakwaan: a. Tunggal : Adalah tehadap Terdakwa hanya didakwakan satu perbuatan yang memenuhi Uraian dalam satu Pasal tertentu

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2010 TENTANG ADMINISTRASI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN P E N E T A P A N Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA,

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

TENTANG DUDUK PERKARA

TENTANG DUDUK PERKARA P E N E T A P A N Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan P U T U S A N NOMOR 129 / PID / 2015/ PT MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU;

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU; P U T U S A N Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Wonosari yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu pada

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN.

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ;

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ; P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG di Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara enim di Muara Enim yang memeriksa dan mengadli perkara-perkara

Lebih terperinci

PENGUMUMAN DAN BERITA ACARA PENGUMUMAN IN ABSENTIA PADA PENGADILAN MILITER II-09 BANDUNG MEI 2014

PENGUMUMAN DAN BERITA ACARA PENGUMUMAN IN ABSENTIA PADA PENGADILAN MILITER II-09 BANDUNG MEI 2014 PENGUMUMAN DAN BERITA ACARA PENGUMUMAN IN ABSENTIA PADA PENGADILAN MILITER II-09 BANDUNG MEI 2014 PENGUMUMAN Nomor : Peng/ 04 /PM.II-09/ V /2014 Berdasarkan Pasal 143 jo Pasal 220 ayat (4) Undang-undang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Tentara Nasional Indonesia

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan upaya

Lebih terperinci

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara Enim yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

Wajib Lapor Tindak KDRT 1

Wajib Lapor Tindak KDRT 1 Wajib Lapor Tindak KDRT 1 Rita Serena Kolibonso. S.H., LL.M. Pengantar Dalam beberapa periode, pertanyaan tentang kewajiban lapor dugaan tindak pidana memang sering diangkat oleh kalangan profesi khususnya

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ;

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ; P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ---- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Tinggi Medan pidana dalam peradilan tingkat

Lebih terperinci

DAFTAR PERKARA PUTUS BULAN JUNI TAHUN 2014. Tanggal. Sikap Oditur No. Pasal Yang Didakwakan. Ket Jabatan / Kesatuan Tanggal Register

DAFTAR PERKARA PUTUS BULAN JUNI TAHUN 2014. Tanggal. Sikap Oditur No. Pasal Yang Didakwakan. Ket Jabatan / Kesatuan Tanggal Register PENGADILAN MILITER I-04 PALEMBANG DAFTAR PERKARA PUTUS BULAN JUNI TAHUN 2014 Nama / Pangkat /Nrp / Nomor Dan Tanggal Sikap Oditur No. Pasal Yang Didakwakan Amar Putusan Ket Jabatan / Kesatuan Tanggal Register

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA

NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA Disusun oleh: ADAM PRASTISTO JATI NPM : 07 05 09661

Lebih terperinci

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata permohonan dalam tingkat pertama,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA www.legalitas.org UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa anak adalah bagian dari generasi muda sebagai

Lebih terperinci

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 265/ Pid. B/ 2014/ PN. Stabat. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA -----------Pengadilan Negeri Stabat di Stabat mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan putusan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik

Lebih terperinci

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA - 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT, PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT, DAN PEMBERHENTIAN SEMENTARA, SERTA HAK JABATAN FUNGSIONAL JAKSA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:a. bahwa pertahanan negara

Lebih terperinci

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta D ANGEL: PRINCESS Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta Pasal 2: 1. Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PENGANGKATAN ANGGOTA TENTARA NASIONAL INDONESIA YANG TELAH SELESAI MENUNAIKAN MASA DINASNYA MENJADI ANGGOTA CADANGAN TENTARA NASIONAL INDONESIA (Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1981 Tanggal 5 Oktober

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

P U T U S A N No. 163/Pid.B/2014/PN.KBJ

P U T U S A N No. 163/Pid.B/2014/PN.KBJ P U T U S A N No. 163/Pid.B/2014/PN.KBJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Kabanjahe yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara biasa pada tingkat pertama telah

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 241 / Pid.Sus / 2015 / PN Stb. (Narkotika). DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara pidana dengan acara biasa pada peradilan

Lebih terperinci

HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER

HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER 1. Pendahuluan. HAL-HAL YANG PERLU PENGATURAN DALAM RUU PERADILAN MILITER Oleh: Mayjen TNI Burhan Dahlan, S.H., M.H. Bahwa banyak yang menjadi materi perubahan dalam RUU Peradilan Militer yang akan datang,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2010 TENTANG HAK-HAK ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2010 TENTANG HAK-HAK ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2010 TENTANG HAK-HAK ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg.

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. Nomor P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara Pidana dalam tingkat banding telah

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 157/ Pid.Sus/2015/ PN.Stb(NARKOTIKA) Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa Pengadilan Negeri Stabat yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.07/MEN/V/2010 TENTANG ASURANSI TENAGA KERJA INDONESIA

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.07/MEN/V/2010 TENTANG ASURANSI TENAGA KERJA INDONESIA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.07/MEN/V/2010 TENTANG ASURANSI TENAGA KERJA INDONESIA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa negara Republik Indonesia adalah negara hukum

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi. pidana atau tidak yang dilakukan terdakwa.

BAB I PENDAHULUAN. penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi. pidana atau tidak yang dilakukan terdakwa. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Alat bukti berupa keterangan saksi sangatlah lazim digunakan dalam penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi dimaksudkan untuk

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, enimbang: a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM

Lebih terperinci

PRASTIKA BROTHERS & PARTNER KANTOR ADVOKAT DAN PENGACARA Tanah Merah 2, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran.

PRASTIKA BROTHERS & PARTNER KANTOR ADVOKAT DAN PENGACARA Tanah Merah 2, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran. PRASTIKA BROTHERS & PARTNER KANTOR ADVOKAT DAN PENGACARA Tanah Merah 2, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran. Hal. : Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Surabaya, 26 Pebruari 2010 Dengan Hormat, Kepada

Lebih terperinci

1. PELAPORAN Proses pertama bisa diawali dengan laporan atau pengaduan ke kepolisian.

1. PELAPORAN Proses pertama bisa diawali dengan laporan atau pengaduan ke kepolisian. KASUS PIDANA UMUM CONTOH-CONTOH KASUS PIDANA: Kekerasan akibat perkelahian atau penganiayaan Pelanggaran (senjata tajam, narkotika, lalu lintas) Pencurian Korupsi Pengerusakan Kekerasan dalam rumah tangga

Lebih terperinci

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : 19 1-2014 SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : 19 1-2014 SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0 JABATAN : KOORDINATOR SECURITY A. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 1. Melakukan Rekrut anggota Security sesuai dengan kebutuhan, Yang telah di setujui warga melalui keputusan Ketua RT. 2. Sebagai jembatan komonikasi

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn

P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Bengkulu Kelas I A yang mengadili perkara perdata pada tingkat pertama

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 36 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENANGANAN TERSANGKA ATAU TERDAKWA PENYALAH GUNA, KORBAN PENYALAHGUNAAN, DAN PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA

KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA KETENTUAN UMUM Pengertian PASAL 1 1. Yang dimaksud dengan kode etik Panitera dan jurusita ialah aturan tertulis yang harus dipedomani oleh setiap Panitera dan jurusita dalam

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa setiap orang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1981 TENTANG METROLOGI LEGAL [LN 1981/11, TLN 3193]

UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1981 TENTANG METROLOGI LEGAL [LN 1981/11, TLN 3193] UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1981 TENTANG METROLOGI LEGAL [LN 1981/11, TLN 3193] BAB VIII KETENTUAN PIDANA Pasal 32 (1) Barangsiapa melakukan perbuatan yang tercantum dalam Pasal 25 1, Pasal 26 2, Pasal

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN PENGANGKATAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 272 /PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa Negara Republik Indonesia sebagai

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara

Lebih terperinci

RAMBU LALU LINTAS JALAN

RAMBU LALU LINTAS JALAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 4 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONE NOMOR 4 TAHUN 2013 T E N T A N G RAMBU LALU LINTAS JALAN DISUSUN OLEH BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPETEN BONE PEMERINTAH

Lebih terperinci

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA R.I NOMOR: PER.04/MEN/1993 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA MENTERI TENAGA KERJA,

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA R.I NOMOR: PER.04/MEN/1993 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA MENTERI TENAGA KERJA, MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA R.I NOMOR: PER.04/MEN/1993 TENTANG JAMINAN KECELAKAAN KERJA MENTERI TENAGA KERJA, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksana pasal 19

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2005 TENTANG PENGATURAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2005 TENTANG PENGATURAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, S A L I N A N Nomor : 02/E, 2005 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2005 TENTANG PENGATURAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : a. bahwa dengan

Lebih terperinci

PERJANJIAN KESEPAKATAN KERJA SAMA. Nomor : 011. Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam desember tahun dua ribu sebelas (26-12-2011)

PERJANJIAN KESEPAKATAN KERJA SAMA. Nomor : 011. Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam desember tahun dua ribu sebelas (26-12-2011) PERJANJIAN KESEPAKATAN KERJA SAMA Nomor : 011 Pada hari ini, Senin tanggal Dua Puluh Enam desember tahun dua ribu sebelas (26-12-2011) Berhadapan dengan saya, RAFLES DANIEL, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan,

Lebih terperinci