Karakteristik Responden

dokumen-dokumen yang mirip
LEMBAR OBSERVASI ANALISIS

Lampiran 1. Kategori Objek Pengamatan. Keterangan. Prinsip I : Pemilihan Bahan Baku Tahu. 1. Kacang kedelai dalam kondisi segar dan tidak busuk

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Gorontalo dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :

LEMBAR OBSERVASI HYGIENE SANITASI PENGOLAHAN DODOL SALAK Berdasarkan Kepmenkes RI No.942/SK/VII/2003

Lembar Observasi. Hygiene dan Sanitasi Pedagang Minuman Teh Susu Telur (TST) yang Dijual di Kecamatan Medan Area di Kota Medan Tahun 2012

Lampiran 1. Lembar ObservasiHigiene Sanitasi Pembuatan Ikan Asin di Kota Sibolga Tahun 2012

LEMBAR OBSERVASI HIGIENE SANITASI PENGOLAHAN BUBUR AYAM DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL TAHUN

Tidak (b) Universitas Sumatera Utara

Lembar Kuesioner Hygiene Sanitasi Pada Pedagang Siomay di Jl. Dr. Mansyur. Padang Bulan Di Kota Medan Tahun Nama : No.

LAMPIRAN. Keadaan Kantin di FIP UPI Bumi Siliwangi

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 236/MENKES/PER/IV/1997 TENTANG PERSYARATAN KESEHATAN MAKANAN JAJANAN

HUBUNGAN HYGIENE SANITASI LINGKUNGAN PENJUALAN DENGAN KANDUNGAN ESCHERICHIA COLI PADA AIR TEBU DI BEBERAPA KECAMATAN DI KOTA MEDAN TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN. menentukan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, kesehatan perlu dijaga dari hal-hal

LAMPIRAN 1 KUESIONER PENJAMAH MAKANAN DI RUMAH MAKAN

LEMBAR KUESIONER UNTUK PENJAMAH MAKANAN LAPAS KELAS IIA BINJAI. Jenis Kelamin : 1.Laki-laki 2. Perempuan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. a. Sebelah Barat : berbatasan dengan Sungai Bulango. b. Sebelah Timur : berbatasan dengan Kelurahan Ipilo

Departemen Kesehatan Lingkungan. Sumatera Utara, Medan, 20155, Indonesia ABCTRACT

KUESIONER PENGAMATAN FAKTOR RISIKO CEMARAN MIKROBA PADA PENJAMAH MAKANAN DI KANTIN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN MEDAN JOHOR TAHUN 2016

KUESIONER PENELITIAN FAKTOR RESIKO TERJADINYA DIARE DI KELURAHAN HAMDAN KECAMATAN MEDAN MAIMUN KOTA MEDAN TAHUN : Tidak Tamat Sekolah.

terlebih dahulu isi daftar identitas yang telah disediakan. 2. Bacalah dengan baik setiap pertanyaan, kemudian beri tanda ( ) pada jawaban yang

HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Eschericia coli PADA JAJANAN ES KELAPA MUDA (SUATU PENELITIAN DI KOTA GORONTALO TAHUN 2013)

1 KUISIONER GAMBARAN HYGIENE SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DAN PEMERIKSAAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS ESA UNGGUL FAKULTAS ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI ILMU GIZI

UNTUK KEPALA SEKOLAH SDN KOTA BINJAI

1. Menurut bapak/ ibu apakah kegunaan air bagi tubuh kita? a. Melarutkan dan membawa sari-sari makanan, oksigen dan hormon ke. tubuh yang membutuhkan.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Ancaman penyakit yang berkaitan dengan higiene dan sanitasi khususnya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mereka sedang dalam puncak pertumbuhan. Pada anak usia sekolah akan terus

I. Data Responden Penjamah Makanan 1. Nama : 2. Umur : 3. Jenis Kelamin : 4. Pendidikan :

Kuesioner Penelitian

ANALISIS Escherichia coli DAN HIGIENE SANITASI PADA MINUMAN ES TEH YANG DIJUAL DI PAJAK KARONA JAMIN GINTING KECAMATAN MEDAN BARU TAHUN 2013

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. UCAPAN TERIMA KASIH... ii. DAFTAR ISI... iv. DAFTAR TABEL... x. DAFTAR GAMBAR... xv BAB I PENDAHULUAN...

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. atau dikenal dengan kampus induk/pusat, kampus 2 terletak di Jalan Raden Saleh,

CARA PRODUKSI PANGAN Jejaring Promosi Keamanan Pangan dalam Sistem Keamanan Pangan Terpadu Nasional SIAP SAJI YANG BAIK

LEMBAR PENILAIAN PASAR SETONOBETEK SESUAI KEPMENKES RI NO. 519/MENKES/SK/VI/2008 YANG TELAH DIMODIFIKASI

Lampiran 1. Formulir Persetujuan Partisipasi Dalam Penelitian FORMULIR PERSETUJUAN PARTISIPASI DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) NASKAH PENJELASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Karanganyar terdapat 13 perusahaan tekstil. Salah satu perusahaan di daerah

HIGIENE SANITASI DAN ANALISIS ZAT PEMANIS BUATAN PADA DODOL YANG DI PRODUKSI DI KECAMATAN PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2012

II OBSERVASI. NO OBJEK PENGAMATAN. TOTAL SKOR MASING MASING SETIAP KANTIN BOBOT NILAI LOKASI & BANGUNAN SMA LOKASI : A

II Observasi. No Objek pengamatan. Total skor masing masing setiap kantin Bobot Nilai Lokasi & Bangunan SMA Lokasi : a.

Lampiran 1. Aspek Penilaian GMP dalam Restoran

LAMPIRAN PENYELENGGARAAN MAKANAN, KONSUMSI PANGAN DAN STATUS GIZI SANTRI PUTRI PONDOK PESANTREN DARUSALAAM BOGOR

Gambar lampiran 1: Tempat Pencucian Alat masak dan makan hanya satu bak

INSPEKSI HIGIENE DAN SANITASI DI WILAYAH KANTOR KESEHATAN PELABUHAN

Kuesioner ditujukan kepada karyawan pengolah makanan

Untuk menjamin makanan aman

LAMPIRAN ORGANISASI PENELITIAN

KUESIONER PENELITIAN PERBEDAAN SANITASI PENGELOLAAN RUMAH MAKAN DAN RESTORAN BERDASARKAN TINGKAT MUTU (GRADE A,B DAN C) DI KOTA MEDAN TAHUN 2013

STUDI KANDUNGAN BAKTERI Salmonella sp. PADA MINUMAN SUSU TELUR MADU JAHE (STMJ) DI TAMAN KOTA DAMAY KECAMATAN KOTA SELATAN KOTA GORONTALO TAHUN 2012

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Lampiran 1. Kuesioner Higiene Perorangan Pedagang KUESIONER

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 942/MENKES/SK/VII/2003 TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN HYGIENE SANITASI MAKANAN JAJANAN

- 5 - BAB II PERSYARATAN TEKNIS HIGIENE DAN SANITASI

HIGIENE SANITASI PANGAN


4 HASIL DAN PEMBAHASAN

PENILAIAN PEMERIKSAAN KESEHATAN LINGKUNGAN HYGIENE SANITASI DI RUMAH MAKAN/RESTORAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. meningkatkan derajat kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi

BAB II KAJIAN PUSTAKA. makanan secara keseluruhan (Depkes, RI 2004). lingkungan tempat orang tersebut berada.

LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN (INFORMED CONSENT)

B. Bangunan 1. Umum Bangunan harus dibuat sesuai dengan peraturan perundangundangan

LEMBAR OBSERVASI HIGIENE DAN SANITASI PENGELOLAAN KERIPIK SANJAI BALADO DI KECAMATAN PAYAKUMBUH BARAT KOTA PAYAKUMBUH TAHUN

Lampiran 1. Daftar Angka Paling Mungkin Coliform dengan Tiga Tabung

ASPEK HYGIENE SANITASI MAKANAN PADA RUMAH MAKAN DI TERMINAL 42 ANDALAS KOTA GORONTALO 2012 ABSTRAK

BAB 1 PENDAHULUAN. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada waktu dimekarkan Kabupaten Bone Bolango hanya terdiri atas empat

PEMERIKSAAN KELAIKAN HYGIENE SANITASI RUMAH MAKAN DAN RESTORAN 1. Nama rumah makan/restoran :. 2. Alamat :.

MENCUCI INSTRUMEN BEDAH No.Dokumen No.Revisi Halaman. Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh : Direktur RS

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Makanan merupakan salah satu dari tiga unsur kebutuhan pokok manusia,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Sanitasi Dan Higiene Pada Tahap Penerimaan Bahan Baku.

BAB I PENDAHULUAN. dapat melangsungkan kehidupan selain sandang dan perumahan. Makanan, selain mengandung nilai gizi, juga merupakan media untuk dapat

Modul Pelatihan MODUL MI-7 I. DESKRIPSI SINGKAT

PERILAKU DAN APLIKASI PENGGUNAAN PESTISIDA SERTA KELUHAN KESEHATAN PETANI DI DESA URAT KECAMATAN PALIPI KABUPATEN SAMOSIR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB) untuk Industri Rumah Tangga

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Lampiran 1. Daftar Pertanyaan Wawancara kepada Konsumen Restoran X

Identitas Responden 1. Nomor Responden : 2. Nama : 3. Jenis Kelamin : 4. Umur : 5. Pendidikan Terakhir : 6. Pekerjaan :

KARAKTERISTIK PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENJAMAH MAKANAN TENTANG HIGIENE DAN SANITASI DAN DAYA TERIMA MAKAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRAGEN

BAB I PENDAHULUAN. karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan sebagainya (Depkes RI, 2000).

JIMKESMAS JURNAL ILMIAH MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT VOL. 2/NO.5/ Januari 2017; ISSN X,

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan salah satu bagian dari kewaspadaan standar.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Penyelenggaraan makanan yang sehat dan aman merupakan salah satu

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

HIGIENE PEKERJA DALAM PENENGANAN PANGAN

KUESIONER PENELITIAN

Lampiran 1. Denah Rumah Tahanan Negara Kelas I Tanjung Gusta Medan

LEMBAR OBSERVASI. Lokasi : No. Objek Pengamatan Kategori A Pemilihan Bahan Makanan Ya Tidak

Lampiran 1. Pengukuran tingkat penerapan Good Manufacturing Practice

METODE PENELITIAN Desain, Waktu dan Tempat Penelitian Penarikan Sampel Jenis dan Cara Pengumpulan Data

KUESIONER HUBUNGAN PERILAKU PENGOLAHAN LIMBAH IKAN ASIN DENGAN SANITASI LINGKUNGAN KERJA PADA INDUSTRI IKAN ASIN PHPT MUARA ANGKE JAKARTA UTARA

BAB I PENDAHULUAN. Dalam Undang-undang Kesehatan No. 36 tahun 2009 pasal 48 telah. kesehatan keluarga, perbaikan gizi, pengawasan makanan dan minuman,

BAB I PENDAHULUAN. Undang-undang kesehatan No. 23 tahun 1992 pasal 10 menyebutkan bahwa

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42,

KUESIONER PENELITIAN PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN HYGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM DI KECAMATAN MEDAN JOHOR TAHUN 2010

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN BAKTERI Escherichia coli PADA JAJANAN ES BUAH YANG DIJUAL DI SEKITAR PUSAT KOTA TEMANGGUNG

BAB I PENDAHULUAN. asasi setiap rakyat Indonesia dalam mewujudkan sumber daya manusia yang

FORMULIR PEMERIKSAAN SARANA PRODUKSI PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA. Kabupaten / Kota Propinsi Nomor P-IRT. Penanggungjawab :

BAHAN PENCEMAR MAKANAN LAINNYA. Modul 4

BAB I PENDAHULUAN. Hygiene dan sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikanfaktor

Transkripsi:

Lembar Observasi HIGIENE SANITASI DAN ANALISA Escherichia coli PADA MINUMAN ES KELAPA MUDA YANG DIJUAL DI TAMAN TELADAN KECAMATAN MEDAN KOTA TAHUN 2012 Berdasarkan Kepmenkes RI No.942/Menkes/SK/VII/2003 Karakteristik Responden Nama : Jenis kelamin : Umur : Pendidikan Terakhir : Lokasi : Berdagang es kelapa sejak tahun : No Objek Pengamatan Kategori Pemilihan Bahan Baku 1. Bahan minuman yang digunakan dalam keadaan segar dan tidak busuk 2. 3. Bahan minuman masih baik dan utuh Bahan minuman diperoleh dari tempat penjualan yang diawasi oleh pemerintah Penyimpanan Bahan Baku 4. Tempat penyimpanan bahan baku minuman es kelapa muda dalam keadaan bersih dan kedap air. 5. Tempat penyimpanan bahan baku minumanes kelapa

muda tertutup 6. Bahan baku minuman es kelapa muda terhindar dari serangga dan vektor penyakit Pengolahan Minuman 7. Penjamah minuman tidak menderita penyakit mudah menular misalnya batuk atau influenza 8. Penjamah minuman tidak menderita infeksi kulit misalnya bisul atau kudis 9. Menggunakan APD (celemek, tutup kepala, sarung tangan dan penutup mulut) 10. 11. 12. Mencuci tangan setiap kali hendak menangani minuman Mencuci bahan mentah dengan air matang Mencuci peralatan pengolahan dengan menggunakan air yang mengalir 13.. sambil merokok, menggaruk anggota badan (telinga, hidung, mulut atau bagian lainnya) 14. batuk atau bersin di hadapan minuman jajanan yang disajikan dan atau tanpa menutup mulut atau hidung. 15. 16. menggunakan perhiasan (emas, dll) bercakap-cakap saat menangani minuman

Lokasi Pengolahan 17. 18. 19. 20. Lantai selalu bersih, kering, tidak lembab, dan tidak licin Tempat pengolahan bebas vektor (lalat, tikus dll). Tersedia tempat mencuci tangan dan peralatan Peralatan yang digunakan dicuci dahulu sebelum digunakan dalam setiap pengolahan. 21. 22. 23. Peralatan dicuci dengan air yang mengalir Peralatan selalu dibersihkan setelah digunakan Tersedia tempat pembuangan sampah tertutup Penyimpanan Minuman Jadi 24. 25. 26. 27. Tersedia tempat khusus untuk meyimpan minuman jadi Tempat dalam keadaan bersih Tempat tertutup dengan baik Minuman es kelapa muda dibiarkan dahulu di dalam termos sebelum disajikan 28. Minuman es kelapa muda yang sudah diolah dibiarkan di termos dari pagi sampai sore 29. Minuman es kelapa muda diolah dan ditambahkan lagi ke dalam termos apabila sudah berkurang 30. Apakah minuman es kelapa muda dalam termos, ditambah es terus-menerus?

Pengangkutan Minuman 31. Tersedianya tempat khusus untuk mengangkut minuman jadi 32. Minuman diangkut dalam keadaan tertutup Penyajian Minuman 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. Peralatan untuk menyajikan dalam keadaan bersih Peralatan dicuci setelah 1 kali pemakaian Peralatan dicuci dengan air mengalir Setelah dicuci peralatan dikeringkan terlebih dahulu Tempat/ wadah penyajian minuman bebas dari debu Wadah penyajian harus bersih dan kering Penyaji berpakaian bersih Minuman disajikan dalam keadaan tertutup Lokasi Penjualan 41. 42 43. Lokasi usaha terhindar dari vektor (lalat, tikus, dll) Lokasi usaha dilengkapi tempat penampungan sampah yang tertutup Dilengkapi fasilitas sanitasi air bersih

Frequencies Frequency Table Laki-laki Perempuan Jenis kelamin Frequency Percent Percent Percent 4 80,0 80,0 80,0 1 20,0 20,0 100,0 30-34 tahun 35-39 tahun 40-44 tahun 45-49 tahun Umur Frequency Percent Percent Percent 1 20.0 20.0 20.0 1 20.0 20.0 40.0 2 40.0 40.0 80.0 1 20.0 20.0 100.0 5 100.0 100.0 Pe ndidika n te rakhir SD SMP SMA Frequency Percent Percent Percent 3 60,0 60,0 80,0 1 20,0 20,0 100,0 La ma usa ha 2-4 tahun 5-7 tahun 8-10 tahun Frequency Percent Perc ent Percent 1 20.0 20.0 20.0 3 60.0 60.0 80.0 1 20.0 20.0 100.0 5 100.0 100.0

Pemilihan Bahan Baku Bahan minuman yang digunakan dalam keadaan segar dan tidak busuk Frequency Percent Percent Percent 100,0 Bahan minuman masih baik dan utuh Frequency Percent Percent Percent 3 60,0 60,0 60,0 2 40,0 40,0 100,0 Bahan minuman diperoleh dari tempat penjualan yang diawasi oleh Pemerintah Frequency Percent Percent Percent 5 100.0 100.0 100.0 Penyimpanan Bahan Baku Tempat penyimpanan bahan baku minuman es kelapa muda dalam keadaan bersih dan kedap air Frequency Percent Percent Percent 100,0 Tempat penyimpanan bahan baku minuman es kelapa muda tertutup Frequency Percent Percent Percent 100,0

Bahan baku minuman es kelapa muda terhindar dari serangga d ve ktor penyakit Pengolahan Minuman Frequency Percent Percent Percent 4 80,0 80,0 100,0 Penjamah minuman tidak menderita penyakit mudah menular Frequency Percent Percent Percent 3 60,0 60,0 60,0 2 40,0 40,0 100,0 Penjamah minuman tidak menderita infeksi kulit Frequency Percent Percent Percent 100,0 Menggunakan APD Frequency Percent Percent Percent 100,0 Mencuci tangan setiap kali hendak menangani minuman Frequency Percent Percent Percent 100,0 Mencuci bahan mentah mentah dengan air matang Frequency Percent Percent Percent 100,0

Mencuci peralatan pengolahan dengan menggunakan air yang mengalir Frequency Percent Percent Percent 100,0 sambil merokok, menggaruk anggota badan Frequency Percent Percent Percent 100,0 batuk atau bersin dihadapan minuman jajanan yang disajikan ata u ta npa pe nutup mulut dan hidung Frequency Percent P ercent Percent 3 60,0 60,0 60,0 2 40,0 40,0 100,0 menggunakan perhiasan Frequency Percent Percent Percent 4 80,0 80,0 80,0 1 20,0 20,0 100,0 bercakap-cakap saat menangani minuman Frequency Percent Percent Percent 4 80,0 80,0 100,0 Lokasi Pengolahan Lantai selalu bersih, kering, tidak lembab dan tidak licin Frequency Percent Percent Percent 100,0

Tempat pengolahan bebas vektor Frequency Percent Percent Percent 100,0 Tersedia tempat mencuci tangan dan peralatan Frequency Percent Percent Percent 2 40,0 40,0 40,0 3 60,0 60,0 100,0 Pe rala tan yang digunaka n dicuci terlebih da hulu sebelum digunak da lam setiap pengola han Frequency Percent Percent Percent 2 40,0 40,0 40,0 3 60,0 60,0 100,0 Peralatan dicuci dengan air yang mengalir Frequency Percent Percent Percent 4 80,0 80,0 100,0 Peralatan selalu dibersihkan setelah digunakan Frequency Percent Percent Percent 3 60,0 60,0 60,0 2 40,0 40,0 100,0 Tersedia tempat pembuangan sampah tertutup Frequency Percent Percent Percent 100,0

Penyimpanan Minuman Jadi Tersedia tempat khusus untuk menyimpan minuman jadi Frequency Percent Percent Percent 100,0 Tempat dalam keadaan bersih Frequency Percent Percent Percent 3 60,0 60,0 60,0 2 40,0 40,0 100,0 Tempat tertutup dengan baik Frequency Percent Percent Percent 4 80,0 80,0 100,0 Minuman es kelapa muda dibiarkan dulu didalam termos sebelum disajikan Frequency Percent Percent Percent 100,0 Minuman es kelapa muda yang sudah diolah dibiarkan di termos dari pagi sampai sore Frequency Percent Percent Percent 100,0

Minuman es kelapa muda diolah dan ditambahkan lagi ke dalam te apabila sudah berkura ng Frequency Percent P ercent Percent 4 80,0 80,0 80,0 1 20,0 20,0 100,0 Minuman es kelapa muda dalam termos ditambah es terus menerus Frequency Percent Percent Percent 2 40,0 40,0 40,0 3 60,0 60,0 100,0 Pengangkutan Minuman Tersedianya tempat khusus untuk mengangkut minuman jadi Frequency Percent Percent Percent 4 80,0 80,0 100,0 Minuman diangkut dalam keadaan tertutup Frequency Percent Percent Percent 2 40,0 40,0 40,0 3 60,0 60,0 100,0 Penyajian Minuman Peralatan untuk menyajikan dalam keadaan bersih Frequency Percent Percent Percent 4 80,0 80,0 80,0 1 20,0 20,0 100,0

Peralatan dicuci setelah satu kali pemakaian Frequency Percent Percent Percent 4 80,0 80,0 80,0 1 20,0 20,0 100,0 Peralatan dicuci dengan air mengalir Frequency Percent Percent Percent 100,0 Setelah dicuci, peralatan dikeringkan terlebih dahulu Frequency Percent Percent Percent 3 60,0 60,0 60,0 2 40,0 40,0 100,0 Tempat atau wadah penyajian minuman bebas dari debu Frequency Percent Percent Percent 4 80,0 80,0 100,0 Wadah penyajian harus bersih dan kering Frequency Percent Percent Percent 2 40,0 40,0 40,0 3 60,0 60,0 100,0 Penyaji berpakaian bersih Frequency Percent Percent Percent 100,0

Minuman disajikan dalam keadaan tertutup Frequency Percent Percent Percent 100,0 Lokasi Penjualan Lokasi usaha terhindar dari vektor Frequency Percent Percent Percent 100,0 Lokasi usaha dilengkapi tempat penampungan sampah yang tertutup Frequency Percent Percent Percent 100,0 Dilengkapi fasilitas sanitasi air bersih Frequency Percent Percent Percent 4 80,0 80,0 100,0

DOKUMENTASI PENELILTIAN Gambar Lampiran 2. Penyimpanan Bahan Baku (Air Gula) Gambar Lampiran 1. Penyimpanan Bahan Baku (Kelapa Muda) Gambar Lampiran 2. Penyimpanan Bahan Baku (Air Gula)

Gambar Lampiran 3. Proses pengolahan kelapa muda Gambar Lampiran 4. Tempat Penyimpanan Minuman jadi (Es Kelapa Muda)