METODE PENELITIAN. Tempat dan Waktu Penelitian

dokumen-dokumen yang mirip
BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat

TATA CARA PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur In Vitro Fakultas

III. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur In vitro Fakultas

BAHA DA METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat Metode Penelitian

Tabel 1. Kombinasi Perlakuan BAP dan 2,4-D pada Percobaan Induksi Mata Tunas Aksilar Aglaonema Pride of Sumatera Secara In Vitro

TATA CARA PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur In Vitro Fakultas

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu

BAB III BAHAN DAN METODE. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu. Bahan Tanaman dan Media

BAB III METODE PENELITIAN

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Bahan dan Alat

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Pelaksanaan Bahan dan Alat Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini di lakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan Jurusan

III. METODE PENELITIAN A.

METODOLOGI PENELITIAN

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan

BAB III METODE PENELITIAN

II. MATERI DAN METODE PENELITIAN. agar, arang, NaOH, HCl dan akuades. spirtus, timbangan analitik, beker gelas, LAF vertikal.

BAB III METODE PENELITIAN. penambahan sukrosa dalam media kultur in vitro yang terdiri atas 5 variasi

in. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Fisiologi dan Kultur Jaringan

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Bahan dan Alat Metode Penelitian

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitaian ini di lakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium UPT BBI (Balai Benih Induk) Jl.

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Metode Pelaksanaan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan mulai bulan Maret sampai Juli 2014 di

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Laboratorium terpadu Kultur jaringan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas

BAB III METODE PENELITIAN. Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana

III. METODE PENELITIAN A.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Plant Physiology and Culture

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan RAL (Rancangan acak lengkap) dengan 1 media pembanding

3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan tempat 3.2 Alat dan Bahan 3.3 Metode Penelitian pendahuluan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanaman Fakultas Pertanian

Puput Perdana Widiyatmanto Dosen Pembimbing Tutik Nurhidayati S.Si., M.Si. Siti Nurfadilah, S.Si., M.Sc. Tugas Akhir (SB091358)

BAHAN DAN METODE. Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Penelitian ini dimulai pada bulan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 2

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Fakultas

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan Jurusan

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Fakultas

III. BAHAN DAN METODE

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain

BAB III METODE PENELITIAN. bersifat eksperimen karena pada penelitian menggunakan kontrol yaitu

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian,

BAB III BAHAN DAN CARA KERJA. Penelitian dilakukan di Laboratorium Khansa Orchid Cimanggis-

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial, yaitu penambahan konsentrasi

III. BAHAN DAN METODE. 1. Pengaruh konsentrasi benziladenin dengan dan tanpa thidiazuron terhadap

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan / Ilmu Tanaman Fakultas

BAB III METODOLOGI 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2 Alat dan Bahan 3.3 Prosedur Kerja Persiapan Bibit Tumih

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Gedung

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu:

BAB III METODE PENELITIAN. Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya.

METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Alat dan Bahan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanaman, Jurusan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini terdiri atas dua percobaan utama dan satu percobaan lanjutan, yaitu:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) varietas Dewata F1

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat

3. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yaitu pemberian

KULTUR DAUN DAN PANGKAL BATANG IN VITRO ANGGREK BULAN RAKSASA (Phalaenopsis gigantea J.J.Smith) PADA BEBERAPA MEDIA KULTUR JARINGAN RAMDAN A

3 BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Bahan dan Alat

BAB 3 BAHAN DAN METODA

LAMPIRAN K1.5 K4.5 K1.3 K3.3 K3.5 K4.4 K2.3 K4.3 K3.2 K5.2 K2.1 K5.3 K3.1 K4.1 K5.4 K1.2 K4.2 K5.5 K3.4 K5.1 K1.4 K2.5 K2.2 K1.1 K2.

III. BAHAN DAN METODE. 1. Percobaan 1: Pengaruh konsentrasi 2,4-D terhadap proliferasi kalus.

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian pengaruh konsentrasi dan lama perendaman IAA (Indole Acetic

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Induk Hortikultura Gedung Johor Medan. Penelitian ini dimulai pada bulan

BAB III METODE PENELITIAN. adalah jenis eksplan tumbuhan Puwoceng yang digunakan yaitu daun dan

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Desember 2016 April 2017 di

METODE PENELITIAN. I. Persilangan dialel lengkap dua tetua anggrek Phalaenopsis. Pengaruh media dasar dan arang aktif terhadap pengecambahan biji

The Effect of Auxin (NAA) and Cytokinin (BAP, Kinetin and 2iP) on in vitro Growth of Tropical Pitcher Plant (Nepenthes mirabilis)

Pembuatan Larutan Stok, Media Kultur Dan Sterilisasi Alat Kultur Jaringan Tumbuhan. Nikman Azmin

Pengaruh Jenis Eksplan dan Komposisi Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Induksi Kalus Pada Tanaman Binahong (Anredera cordifolia (Ten.

TEKNIK STERILISASI DAN RESPON PERTUMBUHAN EKSPLAN TANGKAI BUNGA ANGGREK Phalaenopsis sp. DENGAN PENAMBAHAN ZAT PENGATUR TUMBUH 2i-P SECARA IN VITRO

RESPONS PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGREK (Dendrobium sp.) TERHADAP PEMBERIAN BAP DAN NAA SECARA IN VITRO

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN AGRIBISNIS PERBENIHAN DAN KULTUR JARINGAN TANAMAN

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu. Bahan dan Alat. Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. (Allium cepa L.) terhadap viabilitas benih kakao (Theobrema cacao L.) ini bersifat

BAB III METODE PENELITIAN. Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan menggunakan dua faktor. Faktor pertama

Tugas Akhir - SB091358

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi pembiakan in vitro tanaman pisang yang terdiri

LAMPIRAN. Lampiran 1. Persentase Data Pengamatan Kultur yang Membentuk Kalus. Ulangan I II III. Total A 0 B

PERBANYAKAN TUNAS APIKAL KRISAN (Chrysanthemum morifolium Ram.) DENGAN PENAMBAHAN NAA, BAP DAN AIR KELAPA SECARA KULTUR IN VITRO

Transkripsi:

METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Anggrek, Kebun Raya Bogor. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2010 hingga Juni 2011. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tunas in vitro anggrek Phalaenopsis gigantea berumur 5 tahun dengan 4-5 daun dari Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Kebun Raya Bogor. Eksplan yang digunakan adalah eksplan daun dan pangkal batang. Eksplan daun P. gigantea (Tahap 1) ditanam dalam media dasar Murashige and Skoog dengan konsentrasi 50% (½ MS) ditambah gula (20 g/l), pepton (2 g/l), gelrite (2 g/l), dan kombinasi BAP dan NAA sebagai perlakuan. Eksplan daun P. gigantea (Tahap 2) ditanam dalam media dasar Murashige and Skoog dengan konsentrasi 50% (½ MS) ditambah gula (20 g/l), gelrite (2 g/l), dan BAP atau Thidiazuron (TDZ) sebagai perlakuan. Eksplan pangkal batang P. gigantea (Tahap 1) ditanam dalam media Knudson C (KC) ditambah gula (20 g/l), gelrite (2 g/l), arang aktif (2 g/l) dan bahan organik yaitu air kelapa (150 ml/l), taoge (30 g/l), ubi (30 g/l), dan pisang (30 g/l). Eksplan pangkal batang P. gigantea (Tahap 2) ditanam dalam media Murashige and Skoog dengan konsentrasi 50% (½ MS) ditambah gula (20 g/l), pepton (2 g/l), gelrite (2 g/l) dan kitosan. Bahan-bahan lain yang digunakan air destilata, betadine, alkohol 70% dan alkohol 95%. Alat yang digunakan adalah autoklaf, kompor gas, timbangan analitik, Laminar Air Flow Cabinet (LAF), botol kultur, petridish, pinset, pisau scapel, kertas tissue, lampu spirtus, labu ukur, gelas ukur, Erlenmeyer, dan label. Metode Penelitian Penelitian ini terdiri dari empat percobaan, yaitu percobaan kultur daun dan pangkal batang P. gigantea masing-masing dua tahap. Alur percobaan dapat dilihat pada gambar 3.

16 Stok Kultur Tunas P. gigantea Media Hyponex Tahap 1 Kultur Daun Kultur Pangkal Batang Media: ½ MS + NAA + BAP Media: KC + kombinasi bahan organik Tahap 2 Kultur Daun Kultur Pangkal Batang Media: ½ MS+ BAP atau TDZ Media: ½ MS + Kitosan Gambar 3. Alur Percobaaan Kultur Daun Phalaenopsis gigantea (Tahap I) Percobaan kultur daun P. gigantea menggunakan sembilan taraf perlakuan yaitu media ditambah kombinasi zat pengatur tumbuh NAA dengan BAP. Eksplan yang digunakan adalah daun P. gigantea. Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan, dengan tiap ulangan terdiri dari 10 botol kultur dan setiap botol ditanami satu eksplan. Adapun kombinasi media yang digunakan dalam percobaan kultur daun adalah: G1 = ½ MS G2 = ½ MS + 0,01 mg/l NAA G3 = ½ MS + 0,02 mg/l NAA G4 = ½ MS + 1 mg/l BAP

17 G5 G6 G7 G8 G9 = ½ MS + 1 mg/l BAP + 0,01 mg/l NAA = ½ MS + 1 mg/l BAP + 0,02 mg/l NAA = ½ MS + 2 mg/l BAP = ½ MS + 2 mg/l BAP + 0,01 mg/l NAA = ½ MS + 2 mg/l BAP + 0,02 mg/l NAA Kultur Pangkal Batang Phalaenopsis gigantea (Tahap 1) Percobaan ini terdiri atas empat taraf perlakuan yaitu kombinasi media dengan ditambah bahan organik. Eksplan yang digunakan pangkal batang P. gigantea. Setiap perlakukan terdiri dari tiga ulangan, dengan setiap ulangan terdiri dari 10 botol kultur dan setiap botol ditanami satu eksplan. Adapun kombinasi media yang digunakan dalam percobaan kultur pangkal batang adalah: G10 = Knudson C + Air Kelapa + Ekstrak Taoge G11 = Knudson C + Air Kelapa + Ekstrak Taoge dan Ubi G12 = Knudson C + Air Kelapa + Ekstrak Taoge dan Pisang G13 = Knudson C + Air Kelapa + Ekstrak Taoge, Ubi, dan Pisang. Kultur Daun Phalaenopsis gigantea (Tahap II) Percobaan kultur daun P. gigantea menggunakan tujuh taraf perlakuan yaitu media ditambah zat pengatur tumbuh BAP atau Thydiazuron (TDZ). Eksplan yang digunakan adalah daun P. gigantea. Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan, dengan tiap ulangan terdiri dari lima botol kultur dan setiap botol ditanami satu eksplan. Adapun kombinasi media yang digunakan dalam percobaan kultur daun adalah: A1 = ½ MS A2 = ½ MS + 0,5 mg/l BAP A3 = ½ MS + 1 mg/l BAP A4 = ½ MS + 2 mg/l BAP A5 = ½ MS + 0,1 mg/l TDZ A6 = ½ MS + 0,2 mg/l TDZ A7 = ½ MS + 0,3 mg/l TDZ

18 Kultur Pangkal Batang Phalaenopsis gigantea (Tahap II) Percobaan ini terdiri atas lima taraf perlakuan yaitu kombinasi media dengan ditambah kitosan. Eksplan yang digunakan tunas P. gigantea. Setiap perlakuan terdiri dari tujuh ulangan, dengan setiap ulangan terdiri dari satu botol kultur dan setiap botol ditanami satu eksplan. Adapun kombinasi media yang digunakan dalam percobaan kultur pangkal batang adalah: A10 = ½ MS A11 = ½ MS + 5 ppm kitosan A12 = ½ MS + 10 ppm kitosan A13 = ½ MS + 15 ppm kitosan A14 = ½ MS + 20 ppm kitosan Pelaksanaan Penelitian Sterilisasi Botol dan Alat Tanam Alat-alat yang digunakan dalam penanaman harus dalam keadaan steril. Alat-alat logam dan gelas dapat disterilisasikan dengan menggunakan autoklaf. Alat-alat dan kertas saring dibungkus rapi dengan kertas tebal sebelum dimasukan ke dalam autoklaf. Temperatur yang digunakan untuk sterilisasi adalah 121 o C pada tekanan 17,5 psi selama satu jam. Alat tanam seperti pinset dan gunting dapat disterilkan dengan dicelupkan dalam alkohol 95% dan dibakar. Media dan aquades juga disterilkan dalam autoklaf. Sterilisasi Lingkungan Kerja Lampu ultraviolet pada LAF cabinet dinyalakan selama 30-60 menit, agar kontaminan pada laminar dapat hilang. Sebelum memulai kerja, permukaan LAF cabinet dilap dengan menggunakan tisu yang telah disemprotkan alkohol 70%. Setelah melakukan kerja, permukaan LAF cabinet dibersihkan kembali dengan alkohol 70% atau dengan lampu ultra violet selama 30-60 menit.

19 Pembuatan Media Media yang digunakan dalam percobaan kultur daun P. gigantea (Tahap I) adalah media dasar ½ MS (Lampiran 1). Pembuatan media dilakukan dengan pemipetan stok media MS lengkap masing-masing 25 ml, kecuali vitamin 50 ml. Kemudian ditambah gula 20 g/l, pepton 2 g/l, gelrite 2 g/l, aquades, dan ditambah kombinasi NAA dan BAP untuk perlakuan kultur daun P. gigantea. Percobaan kultur pangkal batang P. gigantea (Tahap I) menggunakan media Knudson C. Pembuatan media dilakuan dengan pemipetan stok lengkap masing-masing. Media ditambah gula (20 g/l), arang aktif (2 g/l), dan bahan organik air kelapa (150 ml/l), ekstrak taoge (30 ml/l), ubi (30 g/l), dan pisang (30 g/l) sebagai perlakuan. Ekstrak taoge didapatkan dengan merebus taoge (30 g) yang sudah ditambah air 250 ml, kemudian air rebusan ditambahkan pada media. Ekstak ubi dan pisang didapatkan dengan menambahkan pisang (30 g) atau ubi (30 g) dengan air, kemudian dilakukan penghalusan dengan blender. Setelah pisang dan ubi menjadi halus, kemudian dilakukan penyaringan ekstrak dengan menggunakan kain saring. Percobaan kultur daun P. gigantea (Tahap II) menggunakan media ½ MS. Pembuatan media dilakukan dengan pemipetan stok lengkap masing masing 25 ml, kecuali vitamin 50 ml, kemudian ditambah gula 20 g/l, aquades, dan ditambah BAP atau TDZ sebagai perlakuan. Percobaan kultur pangkal batang P. gigantea (Tahap II) menggunakan media ½ MS. Pembuatan dilakuan dengan pemipetan stok lengkap masing masing. Media ditambah gula (20 g/l), arang aktif (2 g/l), dan bahan organik air kelapa (150 ml/l), taoge (30 g/l), ubi (30 g/l), dan pisang (30 g/l) sebagai perlakuan. Setiap perlakuan ditambahkan aquades hingga volume larutan 500 ml, kemudian ph larutan dihitung hingga ph 5,6. Larutan tersebut kemudian ditambahkan gelrite (2 g/l) dan dipanaskan di kompor gas hingga mendidih. Larutan media yang sudah dipanaskan dimasukan ke dalam botol kultur steril dan ditutup dengan menggunakan plastik dan karet. Media kemudian disterilisasikan

20 dengan autoklaf selama kurang lebih 15 menit dengan suhu 121 o C dan tekanan 17,5 psi. Setelah sterilisasi, media disimpan di ruang penyimpanan. Persiapan Eksplan Eksplan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplan steril. Sebelum penanaman dilakukan, eksplan dipilah menjadi beberapa golongan, yaitu tunas muda, sedang dan tua. Ketiga golongan tunas dibagi sama rata, sehingga tunas pada setiap perlakuan lebih seragam. Pada percobaan kultur daun P. gigantea (Tahap I), bagian daun pada masing-masing tunas dipotong dan sisa batangnya dipisahkan. Potongan daun tersebut kemudian dimasukan ke dalam larutan betadine, agak kontaminan yang ada pada eksplan dapat hilang. Sedangkan pangkal batangnya ditanam langsung pada media Knudson C. Percobaan kultur daun P. gigantea (Tahap II) menggunakan eksplan steril. Kultur daun menggunakan potongan daun yang berasal dari tunas muda P. gigantea hasil tahap pertama, sedangkan sisa batang ditanam dalam media ½ MS tanpa atau dengan penambahan kitosan (kultur pangkal batang tahap II). Penanaman Penanaman dilakukan di Laminar Air Flow cabinet. Eksplan steril diletakan di atas petridish steril, selanjutnya dipotong menggunakan pisau skapel dan pinset sebanyak satu daun atau pangkal batang pada setiap botol media. Setelah penanaman selesai, botol media ditutup dengan menggunakan plastik dan diikat dengan karet gelang. Botol tanam kemudian disimpan di ruang penyimpanan. Pengamatan Variabel yang diamati pada percobaan kultur daun P. gigantea adalah sebagai berikut: 1. Persen Kontaminasi Jumlah eksplan yang terkontaminasi oleh bakteri atau cendawan dihitung setiap minggunya.

21 2. Waktu Tumbuh PLBs Waktu munculnya PLBs yang dihitung sejak eksplan ditanam. 3. Jumlah PLBs Jumlah PLBs yang terbentuk yang dihitung setiap minggu setelah muncul. 4. Jumlah PLBs yang Berkecambah Jumlah PLBs yang berkecambah yang dihitung pada akhir pengamatan. 5. Waktu Muncul Kalus Waktu munculnya kalus yang dihitung sejak eksplan ditanam. 6. Jumlah Eksplan Berkalus Jumlah eksplan yang berkalus pada akhir pengamatan. Variabel yang diamati pada percobaan kultur pangkal batang P. gigantea adalah sebagai berikut: 1. Persentase Hidup Eksplan Jumlah eksplan yang hidup pada akhir pengamatan. 2. Jumlah Daun Baru Jumlah daun yang terbentuk dihitung setiap minggu. 3. Waktu Muncul Daun baru Waktu daun yang muncul sejak pangkal batang ditanam. 4. Jumlah Tunas Baru Jumlah tunas baru yang terbentuk pada saat pengamatan. 5. Waktu Muncul Tunas Baru Waktu muncul tunas pertama sejak pangkal batang ditanam. 6. Jumlah Akar Jumlah akar yang terbentuk pada saat pengamatan. 7. Waktu Muncul Akar Waktu akar yang muncul sejak pangkal batang ditanam. 8. Panjang akar Panjang akar dihitung dari pangkal ke ujung akar pada akhir pengamatan

22 Analisis Data Percobaan-percobaan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan komposisi media. Model aditif yang digunakan adalah: Y ij = µ + τ i + ε ij Keterangan: i = 1,2,..,t dan j= 1,2,..,r Y ij = Respon pertumbuhan terhadap komposisi media ke-i dan ulangan ke-j. µ = Rataan umum respon pertumbuhan. τ i ε ij = Pengaruh komposisi media ke-i. = Pengaruh galat dari komposi media ke-i dan ulangan ke-j. Analisis data pengamatan kuantitatif menggunakan uji F untuk melihat perbedaaan antara percobaan perlakuan terhadap pengamatan kuantitatif yang diamati. Uji lanjut dengan menggunakan uji perbandingan berganda Duncan (DMRT, Duncan Multiple Range Test) untuk menganalisis perlakuan mana yang berbeda nyata. Analisis data dengan menggunakan software Statistical Analysis System(SAS).