BAB I P E N D A H U L U A N

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

BAB II PERENCANAAN KINERJA

BAB I P E N D A H U L U A N

KATA PENGANTAR. Soreang, Mei 2017 KEPALA DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN. TRI HERU SETIATI, S.H., Sp.1 Pembina Utama Muda NIP

KATA PENGANTAR. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-nya kepada kita semua Aamiin. KEPi DANJf

KATA PENGANTAR. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan hidayah-

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH

WALIKOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN

KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP KABUPATEN LUMAJANG

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

DAFTAR INFORMASI PUBLIK DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROV. KEP. BANGKA BELITUNG TAHUN 2017 INFORMASI INFORMASI YANG DIUMUMKAN SECARA BERKALA

enyusunann Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2016

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 69 TAHUN 2016 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 26.TAHUN 2017 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI SUMATERA BARAT

RENCANA KINERJA KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2015

BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI PULANG PISAU NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG

RENSTRA SKPD KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP KOTA SEMARANG TAHUN PEMERINTAH KOTA SEMARANG JL. PEMUDA NO. 175 TELP SEMARANG

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

KATA PENGANTAR. unit kerja yang lebih tinggi, atau pertanggung jawaban dari bawahan kepada atasan, untuk kurun

DAFTAR INFORMASI PUBLIK

BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 74 TAHUN 2016 TENTANG

BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PERJANJIAN KINERJA

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( LAKIP )

BUPATI BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

SKPD : KANTOR ARSIP DAN PERPUSTAKAAN DAERAH

RENCANA KERJA (RENJA)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI LUMAJANG NOMOR 66 TAHUN 2016

KATA PENGANTAR. Kabupaten Agam, memerlukan waktu yang relatif lama, justru itu perlu adanya pola

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. Laporan Tahunan Bapapsi Kabupaten Bandung

RENCANA KERJA KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KOTA SALATIGA TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN

KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 51 TAHUN 2004 TENTANG

INDIKATOR KINERJA DATA CAPAIAN PADA TAHUN AWAL PROGRAM DAN KEGIATAN (OUTPUT) PERENCANAAN Rp. TARGET Rp.

B A B I V U r u s a n W a j i b P e r p u s t a k a a n

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKJIP) TAHUN

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 94 TAHUN 2016 TENTANG

Tabel C.10 RUMUSAN RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD TAHUN 2018 DAN PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2019 KOTA PEMATANGSIANTAR

BAB I P E N D A H U L U A N

IV.B.25. Urusan Wajib Kearsipan 25. URUSAN KEARSIPAN

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD ) TAHUN ANGGARAN 2016 BELANJA LANGSUNG

Urusan Kearsipan yang diselenggarakan pada Badan Perpustakaan dan Arsip melalui 4 program dan 10 kegiatan utama, sebagaimana tabel berikut.

Uraian Tugas dan Fungsi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun

2. Sub Bagian Keuangan; 3. Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan. c. Bidang Layanan Perpustakaan, membawahkan: 1. Sub Bidang Layanan Sirkulasi da

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN GRESIK

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 58 TAHUN 2008

WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 79 TAHUN 2016 TENTANG

SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 63 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 50 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA BATU

Universitas Sumatera Utara

RENCANA STRATEGIS BIDANG PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN NGAWI TAHUN

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 28 TAHUN 2017 TENTANG PENJABARAN TUGAS DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 047 TAHUN 2017

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERPUSTAKAAN DAN ARSIP KABUPATEN BLITAR NOMOR : 188.4/ / /2017 TENTANG

B U P A T I B O Y O L A L I P R O V I N S I J A W A T E N G A H

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

Rencana Kerja Tahun

b. merumuskan kebijakan di bidang kearsipan dan perpustakaan berdasarkan Rencana Strategis Dinas sebagai dasar pelaksanaan kegiatan; c.

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR TAHUN 2017 TENTANG

GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 124 TAHUN 2016 TENTANG

LAPORAN KINERJA PROGRAM/KEGIATAN. Dalam Rangka Penyusunan LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2016

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017 DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN (DISPUSIP)

GubernurJawaBarat GUBERNUR JAWA BARAT,

BAB IV GAMBARAN UMUM KANTOR PERPUSTAKAAN DAERAH SRAGEN

BAB II BADAN PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI PROVINSI SUMATERA UTARA. Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Provinsi Sumatera Utara

KANTOR ARSIP DAN PERPUSTAKAAN DAERAH

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

FORMULIR PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA TINGKAT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) Penjelasan. (Makna Indikator, Alasan Pemilihan Indikator, Cara Perhitungan Indikator)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

WALIKOTA BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANDUNG,

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 64 TAHUN 2016 TENTANG

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2015 BADAN PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 98 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

BAB III PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN ARSIP PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 49 NOMOR 49 TAHUN 2008

g BUPATI BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI BONE NOMOR 81 TAHUN 2016 TENTANG

DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN BANGKA BARAT RENCANA STRATEGIS [RENSTRA] [ ]

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( DPA SKPD ) TAHUN ANGGARAN 2017 BELANJA LANGSUNG

Transkripsi:

BAB I P E N D A H U L U A N A. Gambaran Umum Organisasi DISPUSIP berdiri berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, dimana tugas pokok dan fungsinya diatur dalam Peraturan Bupati Bandung Nomor 93 Tahun 2016 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. DISPUSIP menyelenggarakan Urusan Pemerintahan Bidang Perpustakaan dan Urusan Pemerintahan Bidang Kearsipan, yang sebelumnya diselenggarakan oleh Badan Perpustakaan, Arsip, dan Pengembangan Sistem Informasi (BAPAPSI). DISPUSIP dipimpin oleh seorang Kepala Dinas dengan tugas pokok memimpin, mengatur, merumuskan, membina, mengendalikan, mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan kebijakan dan pelaksanaan urusan pemerintahan bidang perpustakaan dan urusan pemerintahan bidang kearsipan. Adapun fungsi dari DISPUSIP, adalah sebagai berikut : a. perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya; b. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya; c. pembinaan dan pelaksanaan tugas sesuai dengan lingkup tugasnya; d. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. I-1

Gambar I-1 BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KEPALA DINAS SEKRETARIAT SUB BAGIAN PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEUANGAN SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN BIDANG PENGEMBANGAN DAN PELESTARIAN BAHAN PERPUSTAKAAN BIDANG PEMBINAAN DAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN BIDANG KEARSIPAN JABATAN FUNGSIONAL SEKSI PENGEMBANGAN BAHAN PERPUSTAKAAN SEKSI PELAYANAN PERPUSTAKAAN SEKSI PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS SEKSI PEMELIHARAAN DAN PELESTARIAN BAHAN PERPUSTAKAAN SEKSI PEMBUDAYAAN KEGEMARAN MEMBACA SEKSI PENGELOLAAN ARSIP STATIS SEKSI OTOMASI PERPUSTAKAAN SEKSI PEMBINAAN DAN KERJASAMA SEKSI PELAYANAN DAN OTOMASI ARSIP I-2

B. Aspek Strategis Organisasi DISPUSIP adalah sebuah organisasi yang mengemban tugas menangani 2 (dua) urusan, yaitu Urusan Perpustakaan dan Urusan Kearsipan. Beberapa peraturan yang melandasi tugas dan fungsi DISPUSIP, antara lain adalah : 1. Undang-undang Nomor 04 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR); 2. Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan; 3. Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 1991 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 04 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 1999 tentang Pelaksanaan Serah Simpan dan Pengelolaan Karya Rekam Film Cerita atau Film Dokumenter; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011 tentang Penjelasan UU Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan; 8. Keputusan Presiden Nomor 105 Than 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis; 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2012 tentang Tata Kearsipan di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah; 10. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan Desa/Kelurahan; 11. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 132 Tahun 2002 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya; II-3

12. Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Kearsipan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung; 13. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 17 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintahan Kabupaten Bandung (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2007 Nomor 17); 14. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 19 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2007 Nomor 19); 15. Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pembentukan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Bandung (Lembaran Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2007 Nomor 21); 16. Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kearsipan; 17. Peraturan Bupati Nomor 55 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Bandung Nomor 6 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Bandung; 18. Peraturan Bupati Bandung Nomor 58 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Arsip Pemerintahan Desa; 19. Keputusan Bupati Bandung Nomor 20A Tahun1996 tentang Jadual Retensi Arsip; 20. Keputusan Bupati Bandung Nomor 03 Tahun 2003 tentang Tata Kearsipan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung; DISPUSIP merupakan salah satu Lembaga Teknis Daerah di Kabupaten Bandung yang menyelenggarakan pelayanan kepada aparatur dan masyarakat. Adapun bentuk pelayanan dan sarana pendukung yang sudah cukup dikenal di masyarakat adalah sebagai berikut : II-4

Bidang Perpustakaan MUPK (Mobil Unit Perpustakaan Keliling) 3 unit : Masing-masing merupakan bantuan dari BAPUSIPDA Provinsi Jawa Barat pada tahun 2003; sumber dana APBD Kabupaten Bandung Tahun 2005; dan bantuan dari Perpustakaan Nasional RI pada tahun 2009. MUPK adalah mobil operasional layanan perpustakaan keliling bagi masyarakat umum yang memuat informasi bahan pustaka (bacaan) yang bisa dadayagunakan oleh pengunjung. Adapun sasaran lokasinya, adalah sebagai berikut : Sekolah; Lokasi Pelayanan Terpadu (Yandu) : P2WKSS, TMMD, Lomba Desa, dan Kegiatan-kegiatan PKK; Lokasi pada Event-event tertentu. MOBPIN (Mobil Pintar) 2 unit, sumber dana APBD Kabupaten Bandung Tahun 2007 Peruntukkan dan sasaran lokasi, sama dengan MUPK Mobil PUSTELING (Perpustakaan Elektronik Keliling) 1 unit, sumber dana APBD Kabupaten Bandung Tahun 2007. Diperuntukkan sebagai mobil operasional layanan perpustakaan dengan fasilitas Internet dan OPAC (Online Public Access Catalogue) Adapun sasaran pengguna/pengunjungnya adalah para pelajar SMP/MTs., SMA/MA, dan SMK. TORPIN (Motor Pintar) 1 unit, Bantuan dari SIKIP (Solidaritas Istriistri Kabinet Indonesia Bersatu) tahun 2007. Diperuntukkan sebagai motor operasional layanan informasi bahan pustaka bagi anak-anak Pra Sekolah (Taman Kanak-kanak) dan Sekolah Dasar, sasaran lokasi diutamakan bagi anak-anak yang kurang aksesnya ke Perpustakaan Kabupaten Bandung. Website Perpustakaan www.perpustakaan.bandungkab.go.id, mulai tayang tahun 2012, sebagai media penyampaian informasi II-5

kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung. Bidang Kearsipan Pembinaan penataan arsip di SKPD, Kecamatan, dan Kelurahan serta Desa. Website Arsip www.arsip.bandungkab.go.id, mulai tayang tahun 2009, sebagai media penyampaian informasi kegiatan Bidang Kearsipan. C. Permasalahan Utama (strategic issued) Permasalahan utama (strategic issued) yang dihadapi DISPUSIP selama ini adalah : Urusan Kearsipan 1. Belum memadainya regulasi kearsipan; 2. Belum memadainya SDM aparatur dalam pemahaman dan pemanfaatan pengelolaan kearsipan; 3. Belum optimalnya koordinasi dalam pemanfaatan/pengelolaan kearsipan antara DISPUSIP dalam kapasitas sebagai pembina kearsipan dengan PD dan lembaga lainnya. Urusan Perpustakaan 1. Belum memadainya regulasi perpustakaan; 2. Belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan perpustakaan daerah dan perpustakaan masyarakat : Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Rumah Pintar, Rumah Belajar, Sudut Baca, Pojok Baca, dan lain-lain; II-6

3. Terbatasnya SDM pengelola maupun tenaga teknis di Bidang Perpustakaan; 4. Belum optimalnya koordinasi dalam hal pemberdayaan perpustakaan, sehingga belum tercapai sinergitas program/kegiatan. BAB II PERENCANAAN KINERJA A. Ringkasan/Ikhtisar Rencana Strategis Tahun 2016-2021 Berdasarkan permasalahan utama yang dihadapi DISPUSIP selama ini, maka disusunlah Rencana Strategis Tahun 2016-2021 sebagai pedoman perencanaan tentang program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh DISPUSIP dalam kurun waktu 5 (lima) tahun. Rencana Strategis DISPUSIP secara garis besar dapat dilihat pada tabel berikut ini: II-7

II-8

II-9

II-10

II-11

Pada tabel di atas, Pagu Indikatif untuk Belanja Daerah untuk Tahun Anggaran 2016, DISPUSIP dan DISKOMINFO masih tergabung di BAPAPSI. Sedangkan Pagu Indikatif untuk Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017-2020, pagu BAPAPSI dibagi 2 untuk DISPUSIP dan DISKOMINFO. B. Ringkasan/Ikhtisar Indikator Kinerja Utama DISPUSIP Tahun 2016-2021 Berdasarkan permasalahan utama yang dihadapi DISPUSIP selama ini, maka disusunlah Indikator Kinerja Utama Tahun 2016-2021. 02Pada masing-masing tujuan strategis ditetapkan indikator kinerja dan target kinerja yang harus dicapai pada tahun 2016. Indikator kinerja masing-masing tujuan tersebut merupakan Indikator Kinerja Utama DISPUSIP. Indikator Kinerja Utama berikut target yang ingin dicapai di tahun 2016 dapat dijelaskan sebagai berikut: Tabel II. 2 Indikator Kinerja Utama DISPUSIP Tahun 2016-2021 Indikator Kinerja Utama No. Tujuan (IKU) Alasan/ Sumber Data 1. Meningkatnya kualitas masyarakat melalui budaya baca yang bersifat edukatif dan berwawasan lingkungan. 2. Meningkatkan kinerja aparatur dan kelembagaan Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung Jumlah lembaga yang sudah melaksanakan penataan kearsipan, sesuai peraturan yang berlaku. Pengunjung, pengguna, anggota, non anggota yang terlayani oleh perpustakaan milik Pemerintah Kabupaten Bandung; Perpustakaan Keliling; dan Taman Bacaan Masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung Penomoran dan penyimpanan arsip sudah sesuai kode klasifikasi dan tahun; Memiliki sarana kearsipan minimal label klasifikasi dan box arsip; Memiliki tempat khusus penyimpanan arsip. II-12

penyelenggara pelayanan publik. C. Ringkasan/Ikhtisar Perjanjian Kinerja Tahun 2016 Perjanjian kinerja BAPAPSI tahun 2016 yang sekarang Urusannya ditangani oleh DISPUSIP adalah sebagai berikut : Tabel II. 3 Perjanjian Kinerja DISPUSIP Tahun 2016 No. Sasaran Indikator Kinerja Target Program/ Kegiatan (1) (2) (3) (4) 1. Tersedianya arsip yang dapat mendukung keperluan publik 2. Tersedianya payung hukum Tata Kearsipan 3. Meningkatnya keamanan arsip Pemerintah Daerah - Jumlah bukti fisik (peta, photo, dokumen/arsip) Sejarah Pemkab Bandung. (berkas) - Jumlah dokumen Rancangan Perbup berkaitan dengan Tata Kearsipan - Jumlah dokumen/arsip statis yang ditata di Depo Arsip, sesuai dengan kode klasifikasi. (record) - Jumlah paket alih media dari fisik arsip menjadi soft copy. - Jumlah paket pembangunan aplikasi kearsipan. 3 Program Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan; Kegiatan Pengumpulan Data 4 Kegiatan Kajian Sistem Administrasi Kearsipan 6500 Program Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah; Kegiatan Pendataan dan Penataan Dokumen/Arsip Daerah 1 Kegiatan Penduplikasian Dokumen/Arsip Daerah dalam bentuk Informasi 1 Kegitatan Pembangunan Sistem Keamanan Penyimpanan Data II-13

4. Tersedianya arsip yang mudah diakses dalam rangka mendukung keperluan publik. - Jumlah pencipta arsip yang menyimpan arsip vital secara khusus. (kecamatan) - Entry data arsip ke e-arsip. (record) - Penyusunan Storyline. (paket) 1 Program Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Kearsipan; Kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Kondisi Situasi Data 5000 Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi; 1 Kegiatan Penyediaan Sarana Layanan Informasi Arsip No. Sasaran Indikator Kinerja Target Program/ Kegiatan 6. Meningkatnya budaya baca masyarakat Kabupaten Bandung. (1) (2) (3) (4) - Jumlah SDM pengelola arsip OPD yang memahami kearsipan. (orang) - Jumlah pemustaka (pengunjung, pengguna, anggota, non anggota) yang terlayani oleh Perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling. (orang) - Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Masyarakat. (orang) - Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Desa. (orang) - Jumlah dokumen Rancangan Peraturan Penyelenggaraan Perpustakaan. - Jumlah pengunjung Roadshow dan Pameran Perpustakaan. - Jumlah Peserta Kegiatan Bedah Buku; Lomba Perpustakaan; Lomba Story Telling;Sosialisasi/ 72 55000 Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan; Kegiatan Pemasyarakatan Minat dan Kebiasaan Membaca untuk 33000 Mendorong Terwujudnya Masyarakat Pembelajar 22000 1 900 Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan 750 Perpustakaan; Kegiatan Publikasi dan Sosialisasi Minat dan Budaya Baca II-14

7. Terciptanya kesadaran akan kewajiban untuk menyerahkan KCKR bagi para penerbit atau percetakan, baik di kalangan pemerintah maupun swasta Bimtek; Seminar Perpustakaan - Persentase penerbit dan percetakan pemerintah yang menyerahkan dan menyimpan KCKR ke Perpustakaan Kabupaten Bandung. 4 No. Sasaran Indikator Kinerja Target Program/ Kegiatan 8. Tehimpunnya sumber informasi secara berkala. (1) (2) (3) (4) - Jumlah paket penambahan koleksi buku Perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling - Jumlah judul bahan informasi literatur sekunder (Indeks Artikel, Surat Kabar/Majalah, Accession List, Directory, dan Klipping) 1 Kegiatan Penyediaan Bahan Pustaka Perpustakaan Umum Daerah 7 Sasaran DISPUSIP merupakan penjabaran dari tujuan yang telah ditetapkan secara lebih spesifik dan terukur, yang menggambarkan sesuatu yang akan dihasilkan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun dan dialokasikan dalam 5 (lima) periode secara tahunan melalui serangkaian program dan kegiatan yang akan dijabarkan lebih lanjut dalam suatu Rencana Kinerja (Performance Plan). Penetapan sasaran strategis ini diperlukan untuk memberikan fokus pada penyusunan program, kegiatan, dan alokasi sumber daya PD dalam kegiatan atau operasional PD tiap-tiap tahun dalam kurun waktu 5 (lima) tahun. Sasaran DISPUSIP merupakan bagian integral dalam proses perencanaan strategis DISPUSIP dan merupakan dasar yang kuat untuk II-15

mengendalikan dan memantau pencapaian kinerja DISPUSIP serta lebih menjamin suksesnya pelaksanaan rencana jangka panjang yang sifatnya menyeluruh, yang berarti menyangkut keseluruhan bidang di lingkungan DISPUSIP. Sasaran-sasaran yang ditetapkan sepenuhnya mendukung pencapaian tujuan strategis yang terkait. Dengan demikian, apabila seluruh sasaran yang ditetapkan telah dicapai diharapkan bahwa tujuan strategis terkait juga telah dapat dicapai. Program dan Kegiatan yang mendukung pencapaian sasaran dan indikator kinerja DISPUSIP pada tahun 2016, diakomodir oleh pagu anggaran sebesar Rp 14.190.808.944,-, yang terdiri dari pagu anggaran Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 5.374.471.136,- dan pagu anggaran Belanja Lang BAB III AKUNTABILITAS KINERJA D. Capaian Kinerja Organisasi Pada Tahun 2016, BAPAPSI melaksanakan Urusan Perpustakaan dan Urusan Kearsipan yang terdiri atas 2 tujuan, 2 sasaran yang ditunjang dengan 5 program dan 15 kegiatan. Berikut adalah capaian kinerja sasaran yang dilaksanakan pada tahun 2016, di mana pengukuran kinerja BAPAPSI mengacu pada Program Kerja BAPAPSI tahun 2016, sesuai dengan Perjanjian Kinerja yang telah dibuat, di mana merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari Rencana Strategis BAPAPSI tahun 2016-2021. Urusan Perpustakaan Sasaran 1 : Meningkatnya budaya baca masyarakat Kabupaten Bandung a. Deskripsi Sasaran dan Capaian Kinerja II-16

Sasaran ini dimaksudkan untuk menggambarkan: Minat masyarakat umum dan pelajar yang gemar membaca melalui pemanfaatan fasilitas semua jenis perpustakaan yang ada di Kabupaten Bandung, baik perpustakaan yang dikelola oleh DISPUSIP, maupun perpustakaan milik kelompok masyarakat; Jumlah koleksi bahan pustaka yang disediakan oleh Perpustakaan Kabupaten Bandung; Presentase penyerahan dan penyimpanan KCKR dari para penerbit dan percetakan ke Perpustakaan Kabupaten Bandung; Meningkatkan pengetahuan dan wawasan pemustaka dengan mendayagunakan koleksi bahan pustaka. Sasaran ini dinilai keberhasilannya dengan Indikator kinerja: Jumlah pemustaka (pengunjung, pengguna, anggota, non anggota) yang terlayani oleh perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling; Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Masyarakat; Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Desa; Jumlah dokumen rancangan peraturan penyelenggaraan perpustakaan; Jumlah pengunjung roadshow dan pameran perpustakaan; Jumlah peserta kegiatan bedah buku; lomba perpustakaan; lomba storytelling; sosialisasi/bimtek/seminar perpustakaan; Persentase penerbit dan percetakan yang menyerahkan dan menyimpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung; Jumlah paket pengadaan koleksi buku Perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling; Jumlah judul bahan informasi literatur sekunder (indeks artikel, surat kabar/majalah, accession list, directory, dan klipping). II-17

Cara perhitungan indikator kinerja tersebut, adalah sebagai berikut : Indikator kinerja Jumlah pemustaka (pengunjung, pengguna, anggota, non anggota) yang terlayani oleh perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling, dihitung dengan cara berapa jumlah pemustaka yang mengunjungi Perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling pada tahun 2016; Indikator kinerja Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Masyarakat, dihitung dengan cara berapa jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Masyarakat pada tahun 2016; Indikator kinerja Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Desa, dihitung dengan cara berapa jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Desa pada tahun 2016; Indikator kinerja Jumlah dokumen rancangan peraturan penyelenggaraan perpustakaan, dihitung dengan cara berapa jumlah dokumen rancangan peraturan yang dihasilkan sebagai pedoman penyelenggaraan perpustakaan pada tahun 2016; Indikator kinerja Jumlah pengunjung roadshow dan pameran perpustakaan, dihitung dengan cara berapa orang pengunjung kegiatan roadshow dan pameran perpustakaan pada tahun 2016; Indikator kinerja Jumlah peserta kegiatan bedah buku; lomba perpustakaan; lomba storytelling; sosialisasi/bimtek/seminar perpustakaan, dihitung dengan cara berapa orang peserta kegiatan bedah buku; lomba perpustakaan; lomba storytelling; dan sosialisasi/bimtek/seminar perpustakaan pada tahun 2016; Indikator kinerja Presentase penerbit dan percetakan pemerintah yang menyerahkan dan menyimpan Karya Cetak/Karya Rekam (KCKR) ke Perpustakaan Kabupaten Bandung, dihitung dengan cara berapa jumlah penerbit dan percetakan yang menyerahkan karya cetak/karya rekam ke Perpustakaan Kabupaten Bandung berbanding jumlah seluruh percetakan dan penerbit yang terdata baik anggota maupun non anggota IKAPI wilayah Jabar dan wilayah luar Jabar pada tahun 2016; II-18

Indikator kinerja Jumlah penambahan koleksi buku Perpustakaan Kabupaten bandung dan Perpustakaan Keliling, dihitung dengan cara berapa pengadaan koleksi buku untuk buku Perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling pada tahun 2016; Indikator kinerja Jumlah judul bahan informasi literatur sekunder (indeks artikel, surat kabar/majalah, accession list, directory, dan kliping), dihitung dengan cara berapa jumlah yang diolah dari jenis bahan pustaka tersebut, pada tahun 2016. Perbandingan capaian kinerja sasaran, target dan realisasi tahun 2016, dengan target Rencana Strategis Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut: Tabel 3.1 Perbandingan capaian target dan realisasi tahun 2016, dengan target Rencana Strategis 2016-2021 No. Indikator Kinerja 1. Jumlah pemustaka (pengunjung, pengguna, anggota, non anggota) yang terlayani oleh perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling 2. Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Masyarakat 3. Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Desa 4. Jumlah dokumen rancangan peraturan penyelenggaraan perpustakaan Uraian Kinerja Tahun 2016 Target 55.000 Orang 33.000 Orang 22.000 Orang Realisasi 125.688 Orang 39.423 Orang 22.677 Orang % Capaian Target Renstra 2016-2021 228 275.000 Orang 119 165.000 Orang 103 110.000 Orang 1 1 100 2 II-19

5. Jumlah pengunjung roadshow dan pameran perpustakaan 900 Orang 1071 Orang 119 4.500 Orang 6. Jumlah peserta kegiatan bedah buku; lomba perpustakaan; lomba storytelling; sosialisasi/bimtek/seminar perpustakaan 750 Orang 709 Orang 94,5 3.750 Orang 7. Persentase penerbit dan 4% 4% 100 25% percetakan yang menyerahkan dan menyimpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) ke Perpustaka-an Daerah Kabupaten Bandung. 8. Jumlah paket pengadaan 1 1 100 5 koleksi buku Perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling 9. Jumlah judul bahan informasi 7 judul 7 judul 100 35 judul literatur sekunder (indeks artikel, surat kabar/majalah, accession list, directory, dan kliping). Tabel di atas memperlihatkan, capaian kinerja sasaran strategis Meningkatnya budaya baca masyarakat Kabupaten Bandung, sampai dengan tahun 2016, dengan indikator sebagai berikut : Indikator kinerja Jumlah pemustaka (pengunjung, pengguna, anggota, non anggota) yang terlayani oleh perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling, realisasi 125.688 orang, atau sebesar 228% II-20

dari target tahun 2016 dan sebesar 45,70% dari target Renstra Tahun 2016-2021; Indikator kinerja Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Masyarakat, realisasi 39.423 orang atau sebesar 119% dari target tahun 2016 dan sebesar 23,89% dari target Renstra Tahun 2016-2021; Indikator kinerja Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Desa, realisasi 22.677 orang atau sebesar 103% dari target 2016 dan sebesar 20,61% dari target Renstra Tahun 2016-2021; Indikator kinerja Jumlah dokumen rancangan peraturan penyelenggaraan perpustakaan, realisasi 1 dokumen atau sebesar 100% dari target tahun 2016 dan sebesar 50% dari target Renstra Tahun 2016-2021; Indikator kinerja Jumlah pengunjung roadshow dan pameran perpustakaan, realisasi 1071 orang atau sebesar 119% dari target 2016 dan sebesar 23,8% dari target Renstra Tahun 2016-2021; Indikator kinerja Jumlah peserta kegiatan bedah buku; lomba perpustakaan; lomba storytelling; sosialisasi/bimtek/seminar perpustakaan, realisasi 709 orang atau sebesar 94,5% dari target 2016 dan sebesar 18,90% dari target Renstra Tahun 2016-2021; Indikator kinerja Persentase penerbit dan percetakan yang menyerahkan dan menyimpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung, yaitu sebesar 4%, atau 100% dari target 2016 dan sebesar 25% dari target Renstra Tahun 2016-2021. Indikator kinerja Jumlah paket pengadaan koleksi buku Perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling, realisasi 1 paket sebesar 100% dari target 2016 dan sebesar 25% dari target Renstra Tahun 2016-2021; Indikator kinerja Jumlah judul bahan informasi literatur sekunder (indeks artikel, surat kabar/majalah, accession list, directory, dan kliping), realisasi 7 Judul sebesar 100% dari target 2016 dan sebesar 25% dari target Renstra Tahun 2016-2021. II-21

Bahan informasi, sebanyak 7 judul, terdiri dari : Indeks Artikel Surat Kabar Indeks Artikel Majalah Accession List (Daftar Katalog Induk) Katalog Beranotasi Klipping Surat Kabar Directory (Informasi mengenai lokasi dari suatu data sebagai tempat untuk penyimpanan dokumen) b. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/ Penurunan Kinerja serta Alternatif Solusi yang telah Dilakukan Faktor yang mendukung keberhasilan pencapaian sasaran ini, antara lain : Adanya Perpustakaan Daerah, Perpustakaan Masyarakat, Mobil dan Motor Pintar, Pemustaka, dan Koleksi bahan pustaka, Forum Komunitas Pegiat Literasi Perpustakaan; Adanya Forum Komunitas Pegiat Literasi Perpustakaan dan Taman Bacaan Masyarakat; Adanya Mobil dan Motor Perpustakaan Keliling; Pemustaka; Kebutuhan akan payung hukum penyelenggaraan perpustakaan; Minat pengunjung roadshow dan pameran perpustakaan; Minat peserta bedah buku, lomba perpustakaan, lomba storytelling, dan kebutuhan para pengelola perpustakaan akan informasi mengenai perda penyelenggaraan perpustakaan; Penerbit dan percetakan yang terdata di Perpustakaan Kabupaten Bandung, baik anggota maupun non anggota IKAPI wilayah Jabar dan wilayah luar Jabar, Karya Cetak dan Karya Rekam; Adanya Karya Cetak dan Karya Rekam; Kebutuhan pemustaka akan bahan pustaka. Sedangkan yang menjadi kendala dalam pencapaian sasaran ini, antara lain: II-22

Operasional layanan Perpustakaan Keliling, Perpustakaan Elektronik Keliling dan kegiatan Gebyar Minat Baca, di beberapa daerah, tidak ada akses yang bisa dilalui oleh Mobil Pintar menuju lokasi yang akan dituju; SDM perpustakaan sangat terbatas, disisi lain banyaknya permintaan kunjungan yang berbenturan dengan jadwal yang sudah ditetapkan; Rawannya kerusakan bahan pustaka; Masih kurangnya pemahaman dari pihak penerbit, percetakan, dan penghasil karya cetak/karya rekam, untuk menyerahkan KCKR ke Perpustakaan Kabupaten Bandung; Bahan pustaka yang hilang atau tidak kembali; Kurangnya keterampilan SDM Perpustakaan dalam mengolah bahan informasi. Adapun alternatif solusi yang telah dilakukan atas pencapaian sasaran strategis ini antara lain adalah: Kegiatan tetap dilaksanakan sesuai jadual, namun sasaran dan tujuan dialihkan ke sekolah yang berdekatan sesuai jadwal yang ditetapkan; Bekerjasama dengan relawan TBM (Taman Bacaan Masyarakat) untuk membantu layanan perpustakaan, khususnya perpustakaan keliling; Perbaikan/pelestarian bahan pustaka, diantaranya dengan fumigasi berkala; Sosialisasi peraturan-peraturan baru bagi pengelola perpustakaan; Penambahan SDM pengelola maupun tenaga teknis di Bidang Perpustakaan; Diadakannya Sosialisasi Undang-undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) dan Peraturan Pemerintah Nomor 70/1991 dan Nomor 23/1999 tentang pelaksanaannya; Pendataan dan inventarisir koleksi bahan pustaka; Memberikan pelatihan pengolahan bahan pustaka. II-23

Indikator Kinerja Jumlah pemustaka (pengunjung, pengguna, anggota, non anggota) yang terlayani oleh perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Masyarakat Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Desa Jumlah dokumen rancangan peraturan penyelenggaraan perpustakaan Jumlah pengunjung roadshow dan pameran perpustakaan Jumlah peserta kegiatan bedah buku; lomba perpustakaan; lomba storytelling; sosialisasi/bimtek/semin ar perpustakaan Faktor Pendukung Adanya semua jenis perpustakaan di wilayah Kabupaten Bandung Adanya Forum Komunitas Pegiat Literasi Perpustakaan dan Taman Bacaan Masyarakat Adanya Mobil dan Motor Perpustakaan Keliling Pemustaka Kebutuhan akan payung hukum penyelenggaraan perpustakaan Minat pengunjung roadshow dan pameran perpustakaan Minat peserta bedah buku, lomba perpustakaan, lomba storytelling, dan kebutuhan para pengelola perpustakaan akan informasi mengenai perda penyelenggaraan perpustakaan Kendala dan Permasalahan Di beberapa daerah, tidak ada akses yang bisa dilalui oleh Mobil Pintar menuju lokasi yang akan dituju Terbatasnya SDM pengelola maupun tenaga teknis di Bidang Perpustakaan Peraturan yang senantiasa mengalami perubahan Terbatasnya SDM pengelola maupun tenaga teknis di Bidang Perpustakaan Terbatasnya SDM pengelola maupun tenaga teknis di Bidang Perpustakaan Solusi dan Langkah Tindak Lanjut Sasaran dan tujuan dialihkan ke sekolah yang berdekatan sesuai jadwal yang ditetapkan Bekerjasama dengan relawan TBM (Taman Bacaan Masyarakat) untuk membantu layanan perpustakaan, khususnya perpustakaan keliling. Sosialisasi peraturanperaturan baru bagi pengelola perpustakaan Penambahan SDM pengelola maupun tenaga teknis di Bidang Perpustakaan Penambahan SDM pengelola maupun tenaga teknis di Bidang Perpustakaan II-24

Indikator Kinerja Persentase penerbit dan percetakan yang menyerahkan dan menyimpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung. Faktor Pendukung Penerbit dan percetakan yang terdata di Perpustakaan Kabupaten Bandung, baik anggota maupun non anggota IKAPI wilayah Jabar dan wilayah luar Jabar Karya Cetak dan Karya Rekam Kendala dan Permasalahan Masih kurangnya pemahaman dari pihak penerbit, percetakan, dan penghasil karya cetak/karya rekam, untuk menyerahkan KCKR ke Perpustakaan Kabupaten Bandung Solusi dan Langkah Tindak Lanjut Sosialisasi Undangundang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) dan Peraturan Pemerintah Nomor 70/1991 dan Nomor 23/1999 tentang pelaksanaanny a. Jumlah paket pengadaan koleksi buku Perpustakaan Kebutuhan pemustaka akan bahan pustaka Bahan pustaka yang hilang atau tidak kembali Pendataan dan inventarisir koleksi bahan pustaka Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling Jumlah bahan informasi (indeks artikel surat kabar/ majalah, Adanya bahan informasi Keterampilan SDM kurang, dalam mengolah bahan informasi Diberikan bimbingan secara informal accession list, directory & klipping) c. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya Capaian kinerja sasaran strategis Meningkatnya budaya baca masyarakat Kabupaten Bandung, ditunjang dengan penggunaan berbagai II-25

sumber daya. Sumber daya yang digunakan dalam rangka pencapaian sasaran strategis di atas meliputi Dana, SDM, Peralatan dan Waktu Pelaksanaan. Total realisasi penggunaan dana untuk mencapai kinerja sasaran di atas, antara lain adalah : Indikator kinerja Jumlah pemustaka (pengunjung, pengguna, anggota, non anggota) yang terlayani oleh perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling; jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Masyarakat; jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Desa; dan jumlah dokumen rancangan peraturan penyelenggaraan perpustakaan, total realisasi penggunaan dana untuk mencapai indikator kinerja di atas, untuk tahun 2016 sebesar Rp. 351.320.000,-, dibandingkan anggarannya sebesar Rp. 531.610.000,- atau 99.95% dari anggaran. Dengan demikian terdapat efisiensi penggunaan dana 0.05%. Indikator kinerja jumlah pengunjung roadshow dan pameran perpustakaan; jumlah peserta kegiatan bedah buku; lomba perpustakaan; lomba storytelling; sosialisasi/bimtek/seminar perpustakaan, total realisasi penggunaan dana untuk mencapai indikator kinerja di atas, untuk tahun 2016 sebesar Rp. 175.820.854,-, dibandingkan anggarannya sebesar Rp.178.650.000,- atau 98.42% dari anggaran, sudah termasuk pembiayaan untuk pelaksanaan indikator kinerja presentase penerbit dan percetakan pemerintah yang menyerahkan dan menyimpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) ke Perpustakaan Kabupaten. Dengan demikian terdapat efisiensi penggunaan dana 1.58%. Indikator kinerja jumlah paket penambahan koleksi buku Perpustakaan Kabupaten bandung dan Perpustakaan Keliling; dan jumlah judul bahan II-26

informasi literatur sekunder (Indeks Artikel, Surat Kabar/Majalah, Accession List, Directory dan Klipping). Total realisasi penggunaan dana untuk mencapai kinerja sasaran di atas, untuk tahun 2016 sebesar Rp. 239.338.000,-, dibandingkan anggarannya sebesar Rp. 240.588.000,- atau 99,48% dari anggaran, demikian terdapat efisiensi penggunaan dana 0,52%. d. Analisis Program/Kegiatan yang menunjang Keberhasilan/ Kegagalan Pencapaian Kinerja Sasaran Strategis Program/kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian kinerja dari sasaran Meningkatnya budaya baca masyarakat Kabupaten Bandung, adalah sebagai berikut: No. Indikator Kinerja 1. Jumlah pemustaka (pengunjung, pengguna, anggota, non anggota) yang terlayani oleh perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Masyarakat Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Desa Jumlah dokumen rancangan peraturan penyelenggaraan Program dan Kegiatan Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Kegiatan Pemasyarakatan Minat dan Kebiasaan Membaca untuk Mendorong Terwujudnya Masyarakat Pembelajar. Target Outcome/Output Target Realisasi % 55.000 Orang 33.000 Orang 22.000 Orang 125.688 Orang 228 39.423 Orang 22.677 Orang 119 103 1 1 100 II-27

perpustakaan 2. Jumlah pengunjung roadshow dan pameran perpustakaan Jumlah peserta kegiatan bedah buku; lomba perpustakaan; lomba storytelling; sosialisasi/bimtek/seminar perpustakaan Kegiatan Publikasi dan sosialisasi minat dan budaya baca 900 Orang 750 Orang 1071 Orang 119 709 Orang 94,5 3. Persentase penerbit dan percetakan yang menyerahkan dan menyimpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) ke Perpustakaan Kabupaten Bandung. Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Kegiatan Publikasi dan Sosialisasi Minat dan Budaya Baca 4% 4% 100 4. Jumlah paket pengadaan koleksi buku Perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling 5. Jumlah bahan informasi (indeks artikel surat kabar/ majalah, accession list, directory & klipping) Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Kegiatan Penyediaan Bahan Pustaka Perpustakaan Umum Daerah 1 Paket 1 Paket 100 7 Judul 7 Judul 100 II-28

Sasaran ini dicapai melalui Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan yang operasionalisasinya didukung oleh kegiatan Pemasyarakatan Minat dan Kebiasaan Membaca untuk Mendorong Terwujudnya Masyarakat Pembelajar, dan Kegiatan Publikasi dan sosialisasi minat dan budaya baca, dengan melaksanakan layanan perpustakaan dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosialisasi yang menstimulasi minat dan budaya baca masyarakat. Target keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan ini adalah Jumlah pemustaka (pengunjung, pengguna, anggota, non anggota) yang terlayani oleh perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling sebanyak 55.000 orang, realisasi 125.388 orang atau 228% dari target; Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Masyarakat sebanyak 33.000 orang, realisasi 39.423 orang atau 119% dari target; Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Desa sebanyak 22.000 orang, realisasi 22.677 orang atau 103% dari target; Jumlah dokumen rancangan peraturan penyelenggaraan perpustakaan, realisasi 1 dokumen atau 100% dari target; Jumlah pengunjung roadshow dan pameran perpustakaan sebanyak 900 orang, realisasi 1071 orang atau 119% dari target; Jumlah peserta kegiatan bedah buku; lomba perpustakaan; lomba storytelling; sosialisasi/bimtek/seminar perpustakaan sebanyak 750 orang, realisasi 709 orang atau 94,5% dari target. Kategori pengunjung Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung, terdiri dari : Taman Kanak Kanak (TK)/Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); Sekolah Dasar (SD); Sekolah Lanjut Tingkat Pertama (SLTP); Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA); Mahasiswa; Karyawan; dan Umum. Meningkatnya jumlah pengunjung, tidak terlepas dari dukungan bertambahnya koleksi bahan pustaka dan fasilitas penunjang lainnya, yang cukup membuat nyaman pengunjung, serta layanan pengelola perpustakaan. Adapun layanan yang tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bandung, yaitu : 1. Layanan Sirkulasi (Peminjaman dan pengembalian Bahan Pustaka); 2. Layanan Anak-anak; 3. Layanan Informasi dan Teknologi (speedy/wi-fi); II-29

4. Layanan Referensi/Rujukan; 5. Layanan Perpustakaan Keliling; 6. Layanan Story Telling, Pemutaran Film Edukatif Anak. Sedangkan koleksi bahan pustaka yang tersedia, adalah: 1. Koleksi Umum, koleksi yang dapat dipinjamkan kepada anggota perpustakaan (Layanan Sirkulasi dan Anak-anak); 2. Koleksi Majalah, Surat Kabar, Kamus, Ensiklopedia, UU, Peraturan Daerah, Peraturan Bupati, yang tidak dapat dipinjamkan (Layanan Referensi/Rujukan). Indikator kinerja jumlah dokumen rancangan peraturan penyelenggaraan perpustakaan menghasilkan 1 dokumen Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan yang ditetapkan pada tanggal 23 Agustus 2016. Kegiatan Bedah Buku dilaksanakan pada Hari Senin, 31 Oktober 2016, Pukul 09.00 s.d. 14.00 WIB, bertempat di Gedung KORPRI Kabupaten Bandung. Kegiatan ini membedah buku yang berjudul Tas Rajut Trendy, disampaikan oleh penulis buku tersebut, yaitu, Yanti Hafnur. Pada kegiatan ini juga dilakukan praktek merajut tas cantik berdasarkan buku yang dibedah. Peserta dari kegiatan bedah buku ini berjumlah 150 orang, yang terdiri dari: Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan beserta Ketua Pokja II Kecamatan se-kabupaten Bandung; Ketua Pokja I s.d. IV PKK Kabupaten Bandung; Perwakilan OPD se-kabupaten Bandung; Anggota Dharma Wanita dari OPD di Kabupaten Bandung, sebanyak 2 orang; Pengelola Perpustakaan Desa, sebanyak 10 orang; Pengelola Perpustakaan Sekolah, sebanyak 10 orang; Forum Taman Bacaan Masyarakat; Komunitas Baca. II-30

Kegiatan Roadshow Perpustakaan dilaksanakan dalam rangka meningkatkan minat dan budaya baca bagi masyarakat Kabupaten Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah-sekolah, tempat umum, dan komunitas baca di wilayah Kabupaten Bandung. Indikator kinerja Jumlah peserta sosialisasi/bimtek/seminar perpustakaan, dilakukan dengan melaksanan Kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan, dengan peserta sebanyak 75 orang. Sasaran ini juga dicapai melalui Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan yang operasionalisasinya didukung oleh Kegiatan Publikasi dan Sosialisasi Minat dan Budaya Baca, dengan melaksanakan penerimaan, kemudian melakukan pengolahan dengan mengidentifikasikan fisik karya cetak atau karya rekam tersebut, sampai KCKR itu siap untuk dilayankan. Target keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu 4% penerbit dan percetakan yang menyerahkan dan menyimpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) ke Perpustakaan Kabupaten Bandung, realisasi 100%. Sasaran ini sebagai pelaksanaan dari Undang-undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) dan Peraturan Pemerintah Nomor 70/1991 dan Nomor 23/1999 tentang pelaksanaannya. Pencapaian serah simpan KCKR sampai dengan tahun 2016 ini, apabila dilihat dari potensi jumlah anggota IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) se wilayah Kabupaten Bandung sesuai data yang ada, masih relatif sedikit, tetapi itupun tergantung dari produktivitas penerbit dan percetakan itu sendiri. Adapun yang rutin menyerahkan dan menyimpan KCKR selama ini, yang berasal dari instansi pemerintah lingkup Kabupaten Bandung, yaitu Bagian Hukum-Sekretariat Daerah dan Bidang Pemberdayaan Informasi- BAPAPSI, di mana di SKPD lain masih banyak potensi bahan pustaka yang seharusnya diserahkan dan disimpan di Perpustakaan Kabupaten Bandung. Lembaga lainnya yang rutin mengirim KCKR, yaitu Mahkamah Konstitusi RI, DPR-RI, dan Kementerian Kominfo. II-31

Rencana tindak lanjut berikutnya adalah pemutakhiran data para penerbit dan percetakan yang ada di wilayah Kabupaten Bandung, baik di kalangan pemerintah maupun swasta, dan akan diselenggarakan sosialisasi khusus mengenai serah simpan KCKR, sehingga diharapkan tumbuh kesadaran dari para penerbit dan percetakan akan kewajiban untuk menyerahkan dan menyimpan KCKR di Perpustakaan Kabupaten Bandung. Sasaran ini juga dicapai melalui Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan yang operasionalisasinya didukung oleh Kegiatan Penyediaan Bahan Pustaka Perpustakaan Umum Daerah, dengan melaksanakan pengadaan koleksi buku untuk Perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling, serta dengan menyediakan kelengkapan administrasi bahan pustaka, seperti sampul, label barcode, label warna. Literatur Sekunder, yaitu literatur yang berisi informasi mengenai literatur primer dengan cara meringkas atau membuat indeks, tidak berisi pengetahuan baru, melainkan hanya mengulang dan menata pengetahuan yang sudah ada, menjadi indeks artikel, klipping dan directory. Target keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu 1 paket pengadaan buku untuk Perpustakaan Kabupaten Bandung dan Perpustakaan Keliling, serta 7 judul bahan informasi (indeks artikel surat kabar/ majalah, accession list, directory & klipping), realisasi 100%. Urusan Kearsipan Sasaran 2: Meningkatkan kinerja aparatur dan kelembagaan penyelenggara pelayanan publik. a. Deskripsi Sasaran dan Capaian Kinerja Sasaran strategis ini dimaksudkan untuk menggambarkan: Bertambahnya khasanah kearsipan sejarah; II-32

Adanya payung hukum sebagai pedoman pengelolaan arsip; Ketersediaan sarana pengolahan dan penyimpanan arsip sesuai standar nasional; Penataan dokumen/arsip statis di Depo Arsip sesuai kode klasifikasinya; Jumlah fisik arsip yang telah dialihmediakan menjadi bentuk softcopy; Ketersediaan akses informasi kearsipan bagi aparatur dan masyarakat Kabupaten Bandung, dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kearsipan; Hasil dari pembinaan kearsipan berupa penataan kearsipan sesuai peraturan yang berlaku, serta pemahaman dan peningkatan wawasan para aparatur desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung, berkaitan dengan kearsipan, dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan. Sasaran ini dinilai keberhasilannya dengan indikator kinerja: Jumlah bukti fisik (peta, photo, dokumen/ arsip Sejarah Pemerintah Kabupaten Bandung; Jumlah dokumen Rancangan Perbup berkaitan dengan Tata Kearsipan; Jumlah dokumen/arsip statis yang ditata di Depo Arsip, sesuai dengan kode klasifikasi; Jumlah paket alih media dari fisik arsip menjadi softcopy; Jumlah paket paket pembangunan aplikasi kearsipan; Jumlah pencipta arsip yang menyimpan arsip vital kecara khusus; Jumlah Entry data arsip ke e-arsip; Penyusunan storyline; Jumlah SDM pengelola arsip OPD yang memahami kearsipan. Cara perhitungan indikator kinerja tersebut, adalah sebagai berikut : Indikator kinerja jumlah bukti fisik (peta, photo, dokumen/ arsip Sejarah Pemerintah Kabupaten Bandung, dihitung dengan cara, berapa jumlah bukti fisik Sejarah Pemerintah Kabupaten Bandung, baik itu berupa peta, photo, atau dokumen/arsip, yang terkumpul selama tahun 2016; II-33

Indikator kinerja jumlah dokumen Rancangan Perbup berkaitan dengan Tata Kearsipan, dihitung dengan cara, berapa jumlah dokumen Rancangan Perbup yang dibuat pada tahun 2016, sebagai pedoman pengelolaan arsip; Indikator kinerja jumlah dokumen/arsip statis yang ditata di Depo Arsip, sesuai dengan kode klasifikasi, dihitung dengan cara berapa dokumen/arsip yang tertata sesuai dengan kode klasifikasinya; Indikator kinerja jumlah paket alih media dari fisik arsip menjadi softcopy, dihitung dengan cara, berapa jumlah arsip statis yang di-entry ke aplikasi e-arsip sesuai Jadwal Retensi Arsip (JRA); Indikator kinerja jumlah paket pembangunan aplikasi kearsipan, dihitung dengan cara, berapa paket pembangunan aplikasi e-arsip sebagai sarana alihmedia fisik arsip menjadi bentuk softcopy; Indikator kinerja jumlah pencipta arsip yang menyimpan arsip vital kecara khusus, dihitung dengan cara, berapa jumlah pencipta arsip yang menyimpan arsip vital secara khusus; Indikator kinerja Entry data arsip ke e-arsip, dihitung dengan cara, dihitung dengan cara berapa jumlah data arsip yang berhasil ter-record ke dalam aplikasi e-arsip; Indikator kinerja penyusunan storyline, dihitung dengan cara, berapa paket storyline yang disusun; Indikator kinerja jumlah SDM pengelola arsip OPD yang memahami kearsipan, dihitung dengan cara, berapa SDM pengelola arsip di OPD yang memahami kearsipan. II-34

Perbandingan target dan realisasi tahun 2016 dengan target Rencana Strategis Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut : Tabel 3.2 Perbandingan Target dan Realisasi Tahun 2016 dengan Target Rencana Strategis 2016-2021 No. Indikator Kinerja 1. Jumlah bukti fisik (peta, photo, dokumen/arsip) Sejarah Pemerintah Kabupaten Bandung. 2. Jumlah dokumen Rancangan Perbup berkaitan dengan Tata Kearsipan. 3. Jumlah dokumen/arsip statis yang ditata di Depo Arsip sesuai kode klasifikasi 4. Jumlah paket alih media dari fisik arsip menjadi softcopy 5. Jumlah paket pembangunan aplikasi kearsipan 6. Jumlah pencipta arsip yang menyimpan arsip vital secara khusus 7. Jumlah entry data arsip ke e- arsip 8. Jumlah paket penyusunan storyline 9. Jumlah SDM Pengelola arsip Perangkat Daerah yang memahami kearsipan Uraian Kinerja Tahun 2016 Target Realisasi % Capaian Target Renstra 2016-2021 3 berkas 3 berkas 100 3 berkas 4 Dokume n 6500 Record 2 Dokumen 6500 Record 50 4 Dokumen 100 6500 Record 1 Paket 1 Paket 100 1 Paket 1 Paket 1 Paket 100 1 Paket 31 Kecama tan 5000 Record 31 Kecamata n 5000 Record 100 31 Kecamatan 100 5000 Record 1 Paket 1 Paket 100 1 Paket 72 Orang 150 Orang 208 150 Orang Tabel di atas memperlihatkan, capaian kinerja sasaran Meningkatkan kinerja aparatur dan kelembagaan penyelenggara pelayanan publik, pada tahun 2016, adalah sebagai berikut: Indikator kinerja jumlah bukti fisik (peta, photo, dokumen/arsip) Sejarah Pemerintah Kabupaten Bandung, realisasi 3 berkas atau sebesar 100% dari target Tahun 2016, dan sebesar 33,33% dari target Renstra 2016-2021. II-35

Peta : Peta-Peta Wilayah Pangalengan Kabupaten Bandung tempo dulu. Photo : Foto-foto Kabupaten Bandung tempo dulu. Dokumen/Arsip : Dokumen Surat-Surat Keputusan milik pejabat di Kabupaten Bandung pada masa Pemerintahan Belanda Penyempurnaan Buku Penelusuran Sejarah Pemerintah Kabupaten Bandung Tahun 1846-2010 yang disusun mulai tahun 2011 telah selesai pada tahun 2015. Pengumpulan bukti fisik berupa peta, photo, dan dokumen/arsip pada tahun 2016 ini dimaksudkan untuk meningkatkan khasanah kearsipan pada Depo Arsip Kabupaten Bandung. Indikator kinerja jumlah dokumen Rancangan Perbup berkaitan dengan Tata Kearsipan, realisasi 2 dokumen atau sebesar 50% dari target tahun 2016, dan 50% dari target Renstra 2016-2021. Dokumen-dokumen yang dihasilkan adalah sebagai berikut: Peraturan Bupati Bandung No. 43 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kearsipan; Keputusan Bupati Bandung Nomor 045/Kep. 498-Bapapsi/2016 tentang Kode Klasifikasi Arsip. Realisasi Kinerja untuk indikator Jumlah dokumen Rancangan Perbup berkaitan dengan Tata Kearsipan adalah 2 Dokumen atau 50% dari target semula, yaitu 4 Dokumen. Hal ini dikarenakan karena setelah pengkajian lebih mendalam, peraturan yang dibutuhkan dapat diakomodir dalam 2 Rancangan Perbup. II-36

Indikator kinerja jumlah dokumen/arsip statis yang ditata di Depo Arsip sesuai dengan kode klasifikasi, realisasi 6.500 record atau sebesar 100% dari target tahun 2016, dan 20% dari target Renstra 2016-2021; Indikator kinerja jumlah paket alih media dari fisik arsip menjadi softcopy, realisasi 1 paket atau sebesar 100% dari target tahun 2016, dan 20% dari target 2016-2021; Indikator kinerja jumlah paket pembangunan aplikasi kearsipan, realisasi 1 paket atau sebesar 100% dari target tahun 2016, dan 100% dari target Renstra 2016-2021. Aplikasi yang dihasilkan adalah aplikasi e-arsip Aplikasi e-arsip ke depannya akan mengalami pengembangan aplikasi disesuaikan dengan program pusat berkaitan dengan adanya pembangunan Sistem Informasi Kearsipan Daerah (SIKD), yaitu aplikasi yang telah dirancang khusus untuk mengatasi dan membantu dalam manajemen agenda surat dan kearsipan yang telah didesain untuk agenda surat instansi Kantor Departemen, Kantor Pemda, Kantor Pemkab/Pemkot dan instansi pemerintah lainnya. Dalam fitur program arsip, yang berkaitan dengan pengelolaan arsip antara lain, mengenai Retensi Surat Masuk, di dalamnya memuat : Setting Retensi Berkala (Otomatis); Input Retensi Pilihan (Kondisional); Penilaian Status Dokumen (Dimusnahkan, Permanen, Dinilai kembali); Rekapitulasi Retensi. Indikator kinerja jumlah pencipta arsip yang menyimpan arsip vital secara khusus, realisasi 31 Kecamatan atau sebesar 100% dari target 2016, dan 20% dari target Renstra 2016-2021; Indikator kinerja jumlah entry data arsip ke e-arsip, realisasi 5.000 Record atau sebesar 100% dari target tahun 2016, dan 20% dari target Renstra tahun 2016-2021. Indikator kinerja penyusunan storyline, realisasi 1 paket atau sebesar 100% dari target tahun 2016, dan 100% dari target Renstra 2016-2021; II-37

Untuk penyusunan storyline sejarah arsip dan sejarah Kabupaten Bandung, Tim Kreatif dari Bapapsi mengumpulkan data, dokumendokumen, dan arsip yang dibutuhkan, kemudian dikoordinasikan dengan pihak ke-tiga untuk disusun menjadi film/video dokumenter sejarah Kabupaten Bandung. Indikator kinerja jumlah SDM pengelola arsip OPD yang memahami kearsipan, realisasi 150 orang atau sebesar 208% dari target 2016, dan 208% dari target Renstra 2016-2021. b. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan/ Penurunan Kinerja serta Alternatif Solusi yang telah Dilakukan Faktor yang mendukung keberhasilan pencapaian sasaran ini, antara lain : Adanya SDM Arsiparis didampingi tenaga ahli sejarah; Adanya aplikasi e-arsip; Adanya regulasi tata kelola arsip; Data arsip vital yang harus disusun. Sedangkan yang menjadi kendala dalam pencapaian sasaran ini, antara lain: Terbatasnya tenaga ahli yang bergerak di bidang kearsipan sejarah; Bukti-bukti fisik yang harus dikumpulkan banyak sekali, memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit; Naskah sumber dokumen/arsip sejarah kebanyakan berbahasa Belanda; Kurangnya SDM Arsiparis/ Pengelola Arsip; Sarana prasarana kurang memadai; Sulitnya mencari sumber arsip. Adapun alternatif solusi yang telah dilakukan atas pencapaian sasaran strategis ini antara lain adalah: II-38

Menelusuri jejak keturunan keluarga pemegang pemerintahan; Menduplikasi arsip yang ada di ANRI, Perpusnas, Museum Yayasan Sejarah, Desa, Kecamatan; Menduplikasi arsip dari ahli sejarah yang memiliki koleksi arsip dari Belanda; Penambahan SDM Arsiparis/ Pengelola Arsip; Penambahan sarana prasarana; Kerjasama dengan pihak ke-tiga. Faktor yang mendukung keberhasilan pencapaian sasaran ini, antara lain : Adanya SDM Arsiparis didampingi tenaga ahli sejarah. Buktibukti fisik yang harus dikumpulkan jumlahnya tidak sedikit, dan dalam pencarian dan pengumpulan bukti tersebut memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit pula, demikian pula halnya dengan sulitnya mencari narasumber ahli sejarah yang notabene memiliki bukti yg autentik yaitu berupa data yang tertulis. Selain itu, yang menjadi faktor pendukung keberhasilan pencapaian sasaran ini adalah adanya aplikasi e-arsip yang mempermudah pelaksanaan alih media fisik arsip menjadi bentuk softcopy. Kendala yang dialami dalam pencapaian sasaran ini antara lain adalah bukti-bukti fisik yang harus dikumpulkan banyak sekali, sehingga membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, sedangkan tenaga ahli yang bergerak di bidang kearsipan sejarah sangat terbatas, selain itu, yang menjadi kendala dalam pencapaian sasaran ini adalah sulitnya mencari sumber arsip yang dibutuhkan dalam penyusunan storyline. Adapun alternatif solusi yang telah dilakukan atas pencapaian sasaran ini, adalah dengan menelusuri jejak keturunan keluarga pemegang pemerintahan, menduplikasi arsip yang ada di Arsip Nasional RI (ANRI) dan menduplikasi arsip dari ahli sejarah yg memiliki koleksi arsip dari Belanda, serta kerjasama dengan pihak ke-tiga dalam penyusunan storyline. Indikator Kinerja Faktor Pendukung Kendala dan Permasalahan Solusi dan Langkah Tindak Lanjut Jumlah bukti fisik (peta, photo, Adanya SDM Arsiparis Terbatasnya tenaga ahli yang bergerak di Menelusuri jejak keturunan II-39

dokumen/arsip) Sejarah Pemerintah Kabupaten Bandung. didampingi tenaga ahli sejarah. bidang kearsipan sejarah. Bukti-bukti fisik yang harus dikumpulkan banyak sekali, memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Naskah sumber dokumen/arsip sejarah kebanyakan berbahasa Belanda keluarga pemegang pemerintahan. Menduplikasi arsip yang ada di ANRI, Perpusnas, Museum Yayasan Sejarah, Desa, Kecamatan Menduplikasi arsip dari ahli sejarah yang memiliki koleksi arsip dari Belanda. Indikator Kinerja Faktor Pendukung Kendala dan Permasalahan Solusi dan Langkah Tindak Lanjut Jumlah dokumen Rancangan Perbup berkaitan dengan Tata Kearsipan. Jumlah dokumen/arsip statis yang ditata di Depo Arsip sesuai kode klasifikasi Jumlah paket alih media dari fisik arsip menjadi softcopy Jumlah paket pembangunan aplikasi kearsipan Jumlah pencipta arsip yang menyimpan arsip vital secara khusus Jumlah entry data arsip dinamis in aktif dan statis Adanya SDM Arsiparis Arsiparis/Petugas pengelola arsip Adanya aplikasi e-arsip Kebutuhan akan sarana untuk mendukung pelaksanaan alihmedia fisik arsip menjadi softcopy Data arsip vital yang harus disusun Adanya aplikasi e-arsip Kurangnya SDM Arsiparis/ Pengelola Arsip Jumlah Arsiparis/Petugas pengelola arsip belum memadai Sarana prasarana kurang memadai Aplikasi e-arsip yang ada, baru sebatas entry data arsip fisik, dan belum dapat mengentry arsip audio visual Jumlah Arsiparis/Petugas pengelola arsip belum memadai Sarana prasarana kurang memadai Bekerjasama dengan Bagian Organisasi dan Bagian Hukum Setda Penambahan SDM Pengelola Arsip Penambahan sarana prasarana Melaksanakan pengembangan aplikasi e-arsip yaitu penambahan modul entry data arsip audio visual dan e-arsip offline Penambahan SDM Pengelola Arsip Penambahan sarana prasarana Adanya regulasi tata kelola arsip Kurangnya SDM Arsiparis Penambahan SDM Arsiparis Jumlah paket penyusunan storyline Adanya SDM Arsiparis Sulitnya mencari sumber arsip Kerjasama dengan pihak ke-tiga II-40

Jumlah SDM pengelola arsip OPD yang memahami kearsipan Kebutuhan OPD atas SDM pengelola arsip yang memahami kearsipan SDM Pengelola arsip yang berganti-ganti setiap tahunnya Dilakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap SDM pengelola arsip secara rutin c. Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya Capaian kinerja sasaran strategis Tersedianya arsip yang dapat mendukung keperluan publik, ditunjang dengan penggunaan berbagai sumber daya. Sumber daya yang digunakan dalam rangka pencapaian sasaran strategis di atas meliputi Dana, SDM, Peralatan dan Waktu Pelaksanaan. Total realisasi penggunaan dana untuk mencapai kinerja sasaran di atas, antara lain adalah : Indikator kinerja jumlah bukti fisik (peta, photo, dokumen/arsip) Sejarah Pemerintah Kabupaten Bandung, total realisasi penggunaan dana untuk mencapai indikator kinerja di atas, untuk tahun 2016 sebesar Rp. 65.330.000,-, dibandingkan anggarannya sebesar Rp. 66.925.000,- atau 97,62% dari anggaran. Dengan demikian terdapat efisiensi penggunaan dana 2,38%; Indikator kinerja jumlah dokumen Rancangan Perbup berkaitan dengan Tata Kearsipan, total realisasi penggunaan dana untuk mencapai indikator kinerja di atas, untuk tahun 2016 sebesar Rp. 20.712.000,-, dibandingkan anggarannya sebesar Rp. 20.975.000,- atau 98,75% dari anggaran. Dengan demikian terdapat efisiensi penggunaan dana 1,25%; Indikator kinerja jumlah dokumen/arsip statis yang ditata di Depo Arsip sesuai kode klasifikasi, total realisasi penggunaan dana untuk mencapai indikator kinerja di atas, untuk tahun 2016 sebesar Rp. 69.675.000,-, dibandingkan anggarannya sebesar Rp. 73.362.500,- atau 94,97% dari anggaran. Dengan demikian terdapat efisiensi penggunaan dana 5,03%; Indikator kinerja jumlah paket alih media dari fisik arsip menjadi softcopy, total realisasi penggunaan dana untuk mencapai indikator kinerja di atas, untuk tahun 2016 sebesar Rp. 111.425.000,-, II-41

dibandingkan anggarannya sebesar Rp. 165.032.500,- atau 67,52% dari anggaran. Dengan demikian terdapat efisiensi penggunaan dana 32,48%; Indikator kinerja jumlah paket pembangunan aplikasi kearsipan, jumlah entry data arsip dinamis in aktif dan statis, dan jumlah penyusunan storyline, total realisasi penggunaan dana untuk mencapai indikator kinerja di atas, untuk tahun 2016 sebesar Rp. 283.799.500,-, dibandingkan anggarannya sebesar Rp. 298.280.000,- atau 95,15% dari anggaran. Dengan demikian terdapat efisiensi penggunaan dana 4,85%; Indikator kinerja jumlah pencipta arsip yang menyimpan arsip vital secara khusus, total realisasi penggunaan dana untuk mencapai indikator kinerja di atas, untuk tahun 2016 sebesar Rp. 35.375.000,-, dibandingkan anggarannya sebesar Rp. 38.000.000,- atau 93,09% dari anggaran. Dengan demikian terdapat efisiensi penggunaan dana 6,91%; Indikator kinerja jumlah SDM pengelola arsip OPD yang memahami kearsipan, total realisasi penggunaan dana untuk mencapai indikator kinerja di atas, untuk tahun 2016 sebesar Rp. 66.905.000,-, dibandingkan anggarannya sebesar Rp. 95.185.000,- atau 70,29% dari anggaran. Dengan demikian terdapat efisiensi penggunaan dana 29,71%; d. Analisis Program/Kegiatan yang menunjang Keberhasilan/ Kegagalan Pencapaian Kinerja Sasaran Strategis Program/kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian kinerja dari sasaran Tersedianya arsip yang dapat mendukung keperluan publik, adalah sebagai berikut: No. Indikator Kinerja 1. Jumlah bukti fisik (peta, photo, dokumen/arsip) Sejarah Pemerintah Program dan Kegiatan Program Perbaikan Sistem Administrasi Kegiatan Pengumpulan Data Target Outcome/Output Target Realisasi % 1 berkas peta, 1 berkas foto, 1 berkas 1 berkas peta, 1 berkas foto, 1 berkas 100 II-42

Kabupaten Bandung. 2. Jumlah dokumen Rancangan Perbup berkaitan dengan Tata Kearsipan. 3. Jumlah dokumen/arsip statis yang ditata di Depo Arsip sesuai kode klasifikasi 4. Jumlah paket alih media dari fisik arsip menjadi softcopy Program Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan Kegiatan Kajian Sistem Administrasi Kearsipan Program Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah Kegiatan Pendataan dan Penataan Dokumen/Arsip Daerah Kegiatan Penduplikasian Dokumen/Arsip Daerah dalam Bentuk Informasi dokumen/ arsip 4 Dokumen 6500 Record dokumen/ arsip 2 Dokumen 6500 Record 50 100 1 Paket 1 Paket 100 No. Indikator Kinerja 5. Jumlah paket pembangunan aplikasi kearsipan Program dan Kegiatan Peningkatan Kualitas Layanan Informasi Kegiatan Penyediaan Sarana Layanan Informasi Arsip Program Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Kearsipan Target Outcome/Output Target Realisasi % 1 Paket 1 Paket 100 6. Jumlah pencipta arsip yang menyimpan arsip vital secara khusus Kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Kondisi Situasi Data Program Peningkatan Kualitas Layanan Informasi 31 Lembaga 31 Lembaga 100 7. Jumlah entry data arsip ke e- arsip Kegiatan Penyediaan Sarana Layanan Informasi Arsip 5000 Record 5000 Record 100 II-43

8. Jumlah paket penyusunan storyline 9. Jumlah SDM Pengelola arsip Perangkat Daerah yang memahami kearsipan Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi Kegiatan Sosialisasi/Penyuluhan Kearsipan di Lingkungan Instansi Pemerintah/Swasta 1 paket 1 paket 100 72 Orang 150 Orang 208 Sasaran ini dicapai melalui Program Perbaikan Sistem Administrasi yang operasionalisasinya didukung oleh kegiatan : Pengumpulan Data, dengan melaksanakan pencarian dan pengumpulan bukti fisik berupa peta, photo, dan dokumen/arsip sejarah. Target keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan ini adalah 1 berkas peta, 1 berkas foto, 1 berkas dokumen/arsip, realisasi 100% dari target. Kajian Sistem Administrasi Kearsipan, dengan melaksanakan penyusunan Peraturan Bupati Bandung No. 43 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kearsipan, serta Keputusan Bupati Bandung Nomor 045/Kep. 498-Bapapsi/2016 tentang Kode Klasifikasi Arsip sebagai pedoman pengelolaan arsip. Target keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan ini adalah 4 dokumen, realisasi 50% dari target. Pendataan dan Penataan Dokumen/Arsip Daerah, dengan melaksanakan penataan dokumen/arsip statis sesuai dengan kode klasifikasinya. Target keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan ini adalah 6500 record, realisasi 100% dari target. Penduplikasian Dokumen/Arsip Daerah dalam Bentuk Informasi, dengan melaksanakan alihmedia dari fisik arsip menjadi bentuk softcopy dalam aplikasi e-arsip sesuai Jadwal Retensi Arsip (JRA). II-44

Target keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan ini adalah 1 paket, realisasi 100% dari target. Penyediaan Sarana Layanan Informasi Arsip, dengan melaksanakan: Pembangunan aplikasi e-arsip sebagai sarana alihmedia fisik arsip menjadi bentuk softcopy, dengan target keluaran (output) 1 paket, realisasi 100%; Entry data arsip ke aplikasi e-arsip, dengan target keluaran (output) 5000 record, realisasi 100%; Penyusunan storyline sejarah Kabupaten Bandung, dengan target keluaran (output) 1 paket, realisasi 100%. Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Kondisi Situasi Data, dengan melaksanakan penyusunan data arsip vital. Target keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan ini adalah 31 Lembaga, realisasi 100% dari target. Sosialisasi/Penyuluhan Kearsipan di Lingkungan Instansi Pemerintah/Swasta, dengan melaksanakan sosialisasi tentang kearsipan dengan peserta dari 31 Kecamatan, 10 Kelurahan, seluruh Kasubag TU SMPN di Kabupaten Bandung, UPTD TK & SD, serta beberapa OPD. Target keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan ini adalah 72 orang, realisasi 208% dari target. B. Realisasi Anggaran Realisasi anggaran atas program dan kegiatan yang telah dilaksanakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sasaran strategis, sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2016, adalah sebagai berikut : No. Indikator Kinerja Program dan Kegiatan Anggaran Target Realisasi % Program Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan 87.900.000 86.042.500 97,89 II-45

1. Jumlah bukti fisik (peta, photo, dokumen/ arsip) sejarah Kabupaten Bandung Pengumpulan Data 66.925.000 65.330.000 97,62 2. Jumlah dokumen rancangan Perbup berkaitan dengan Tata Kearsipan Kajian Sistem Administrasi Kearsipan 20.975.000 20.712.500 98,75 3. Jumlah paket sarana pengolahan dan penyimpanan arsip sesuai standar nasional Program Penyelamatan & Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah Pengadaan Sarana Pengolahan dan Penyimpanan Arsip 349.615.000 290.287.700 83,03 111.220.000 109.187.700 98,17 4. Jumlah dokumen/arsip statis yang ditata di Depo Arsip, sesuai dengan kode klasifikasi Pendataan dan Penataan Dokumen/Arsip Daerah 73.362.500 69.675.000 94,97 5. Jumlah paket alih media dari fisik arsip menjadi softcopy Penduplikasian Dokumen/Arsip Daerah dalam Bentuk Informatika 165.032.500 111.425.000 67,52 II-46

No. Indikator Kinerja 6. Jumlah gedung lingkup Bapapsi yang difumigasi dalam rangka pemeliharaan arsip Program dan Kegiatan Program Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Kearsipan Pemeliharaan Rutin/Berkala Arsip Daerah Anggaran Target Realisasi % 169.690.000 151.575.000 89,32 131.690.000 116.200.000 88,24 7. Jumlah pencipta arsip yang yang menyimpan arsip vital secara khusus Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Kondisi Situasi Data 38.000.000 35.375.000 93,09 8. Jumlah entry data arsip dinamis in aktif dan statis Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi Penyediaan Sarana Layanan Informasi Arsip 393.465.000 350.704.500 89,13 298.280.000 283.799.500 95,15 9. Penyusunan storyline 10. Jumlah SDM pengelola arsip SKPD yang Sosialisasi /Penyuluhan Kearsipan di Lingk.Instansi Pemerintah/ Swasta 95.185.000 66.905.000 70,29 II-47

memahami kearsipan 11. Jumlah SDM pengelola arsip lembaga lainnya yang memahami kearsipan 12. Jumlah pemustaka (pengunjung, pengguna, anggota, non anggota) yang terlayani oleh perpustakaan Kab. Bandung dan Perpustakaan keliling Program Pengembangan Budaya Baca & Pembinaan Perpustakaan Pemasyarakatan Minat dan Kebiasaan Membaca untuk Mendorong Terwujudnya Masyarakat Pembelajar 1.088.328.0 00 1.083.747.8 54 99,58 531.610.000 531.320.000 99,95 No. Indikator Kinerja 13. Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan Masyarakat Program dan Kegiatan Anggaran Target Realisasi % 14. Jumlah pemustaka yang terlayani oleh Perpustakaan II-48

Desa 15. Jumlah dokumen rancangan peraturan penyelenggaraan perpustakaan 16. Jumlah Perpustakaan umum, perpustakaan khusus, perpustakaan sekolah, dan perpustakaan masyarakat, sasaran pembinaan, monitoring, dan evaluasi Supervisi, Pembinaan dan Stimulasi pada Perpum, Perpusus, Perpuslah dan Perpusmas. 41.400.000 41.400.000 100 17. Jumlah paket pelaksanaan konsultasi, koordinasi, bimtek ke Pemerintah Pusat/Provinsi atau Kabupaten/Kota lain 18. Jumlah peserta kegiatan Bedah Buku Pelaksanaan Koordinasi Pengembangan Perpustakaan Publikasi dan Sosialisasi Minat dan Budaya Baca 96.080.000 95.869.000 99,78 178.650.000 175.820.854 98,42 19. Jumlah peserta Lomba II-49

Perpustakaan 20. Jumlah peserta lomba storytelling 21. Jumlah pengunjung stand Perpustakaan Kab. Bandung pada Pameran Perpusnas RI No. Indikator Kinerja 22. Jumlah pengunjung roadshow perpustakaan 23. Jumlah peserta sosialisasi/bimtek/s eminar perpustakaan 24. Presentase penerbit dan percetakan pemerintah yang menyerahkan dan menyimpan KCKR ke Perpustakaan Kab. Bandung 25. Jumlah paket pengadaan koleksi buku perpustakaan Kab. Bandung dan perpustakaan keliling Program dan Kegiatan Penyediaan Bahan Pustaka Perpustakaan Umum Daerah Anggaran Target Realisasi % 240.588.000 239.338.000 99,48 26. Jumlah paket kelengkapan administrasi bahan pustaka II-50

27. Jumlah bahan informasi (indeks artikel surat kabar/majalah, accession list, directory & klipping) : Indikator Kinerja Sasaran Strategis sesuai dengan Dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2016 BAB IV P E N U T U P D. Simpulan Sepanjang tahun 2016 ini, beberapa keberhasilan telah dicapai oleh DISPUSIP, antara lain adalah adanya peningkatan volume informasi sejarah dan budaya di Depo Arsip Kabupaten Bandung, bertambahnya jumlah lembaga yang sudah melaksanakan penataan kearsipan sesuai peraturan yang berlaku, bertambahnya jumlah aplikasi yang bisa diakses oleh seluruh SKPD, bertambahnya jumlah SKPD yang terkoneksi ke jaringan komunikasi data Pemerintah Kabupaten Bandung, terselenggaranya jenis pelayanan dasar SPM Bidang Komunikasi dan Informatika, serta terselenggaranya pemberdayaan SDM pengelola Perpustakaan Masyarakat. Namun demikian, beberapa ketidakberhasilan masih mewarnai capaian kinerja DISPUSIP. Faktor utama penentu berbagai keberhasilan yang sudah dicapai sepanjang tahun 2016 ini adalah adanya komitmen dan dukungan pimpinan dalam upaya meningkatkan akuntabilitas kinerja. Selain itu, walaupun secara kuantitas sangat terbatas, dukungan kemampuan II-51

personil yang memadai juga menjadi salah satu penentu keberhasilan pencapaian kinerja di tahun 2016 ini. E. Langkah Perbaikan dalam Rangka Peningkatan Kinerja pada Tahun Mendatang Beberapa permasalahan dalam upaya meningkatkan akuntabilitas kinerja yang dihadapi antara lain adalah : Urusan Kearsipan 4. Belum memadainya SDM aparatur dalam pemahaman dan pemanfaatan pengelolaan kearsipan; 5. Belum optimalnya koordinasi dalam pemanfaatan/pengelolaan kearsipan antara DISPUSIP dalam kapasitas sebagai pembina kearsipan dengan SKPD dan lembaga lainnya. 6. Aplikasi e-arsip yang ada, baru sebatas entry data arsip fisik, dan belum dapat mengentry arsip audio visual; 7. Belum terakomodirnya seluruh potensi budaya, adat dan wisata di lingkungan Kabupaten Bandung untuk disajikan sebagai informasi dari sisi sejarah; 8. Sulitnya menemukan tokoh masyarakat di Kabupaten Bandung untuk menjadi narasumber yang dapat menjelaskan mengenai sejarah yang dibutuhkan; 9. Belum adanya kesepakatan pemusnahan arsip daftar gaji (arsip keuangan); 10. Belum adanya tim penilai dan pemusnah arsip; 11. Masih banyak arsip arsip potensi budaya, adat dan wisata yang berkaitan dengan Kabupaten Bandung yang belum terakomodir. Urusan Perpustakaan 5. Belum optimalnya pengelolaan dan pemanfaatan Perpustakaan daerah dan Perpustakaan masyarakat yang meliputi: a. TBM (Taman Baca Masyarakat); II-52

b. RUPIN (Rumah Pintar); 6. Belum memadainya SDM pengelola perpustakaan dalam meningkatkan minat baca masyarakat; 7. Belum optimalnya koordinasi dalam hal pemberdayaan perpustakaan, sehingga belum tercapai sinergitas program/kegiatan. Beberapa langkah strategis yang akan dilakukan, dalam upaya untuk meningkatkan kinerja DISPUSIP pada tahun mendatang, antara lain adalah : 1. Membuat dan menyempurnakan Standar Operasional Prosedur pemanfaatan Perpustakaan dan Kearsipan; 2. Melaksanankan koordinasi melalui kegiatan rapat koordinasi, sosialisasi, serta bimbingan teknis Bidang Kearsipan dan Bidang Perpustakaan, dalam rangka meningkatkan kinerja dan sinergitas program/kegiatan. 3. Melaksanakan pengembangan aplikasi e-arsip yaitu penambahan modul entry data arsip audio visual dan e-arsip offline; 4. Melaksanakan penerbitan naskah sumber arsip dalam bentuk media terekam untuk mengakomodir sekaligus untuk menambah khasanah arsip budaya, adat dan wisata di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung; 5. Mencari informasi tentang keberadaan narasumber; 6. Mengikutsertakan SDM di bidang kearsipan untuk mengikuti pelatihan tentang teknik penelusuran arsip sejarah; 7. Mengusulkan pengadaan sarana pemusnahan arsip/pencercah arsip; 8. Melaksanakan penyusunan Jadwal Retensi Arsip keuangan; 9. Membentuk tim penilai dan pemusnah arsip. 10. Melaksanakan koordinasi dan konsultasi dengan lembaga kearsipan baik di Pemerintahan Pusat maupun di Pemerintahan Daerah Lain. 11. Perlunya upaya peningkatan pembinaan dan evaluasi terhadap pengelolaan dan pemanfaatan dalam penyelenggaraan Perpustakaan Daerah; II-53

12. Perlunya upaya untuk meningkatkan sumber daya pengelola melalui sosialisasi dan pelatihan/ bimbingan teknis Perpustakaan; 13. Koordinasi dan Konsolidasi harus dioptimalkan dalam meningkatkan sinergitas Program dan Kegiatan dalam pengembangan dan pembinaan perpustakaan. II-54