i ANALISISS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI WORTEL MEMILIH SISTEM PERTANIAN ORGANIK DI DESA TUGU SELATAN, KECAMATAN CISARUA, KABUPATEN BOGOR Oleh : AGUNGG BUDI SANTOSO A14104013 PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008
ii RINGKASAN AGUNG BUDI SANTOSO, 2008. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Wortel Memilih Sistem Pertanian Organik di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.(Di bawah bimbingan HARMINI) Peningkatan produksi pertanian ternyata tidak hanya suatu keuntungan yang diperoleh bagi petani. Pupuk yang digunakan seperti Urea, TSP, KCl, memiliki dampak terhadap kesuburan tanah. Bahan-bahan kimia pembawa hara yang diperlukan oleh tanaman sulit terurai di dalam tanah. Hal ini menyebabkan tanah sebagai media semakin buruk kualitasnya. Seperti pupuk, pestisida juga memiliki ancaman bagi petani. Pestisida sulit terurai dan ikut termakan oleh konsumen. Zat-zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh dan terakumulasi dalam beberapa tahun yang akan menyebabkan penyakit berbahaya seperti; penyempitan pembuluh darah, kanker, kolesterol, autis, tumor,merusak sistem saraf, endokrin, reproduktif dan sistem kekebalan tubuh. Trend pertanian organik di Indonesia mulai diperkenalkan kepada beberapa petani yang sudah mapan dan memahami keunggulan sistem pertanian organik yakni pendapatan yang tinggi, menjaga kesehatan konsumen, dan peluang pasar yang besar. Pemerintah Indonesia juga turut mendukung trend pertanian organik dengan mengeluarkan kebijakan pemerintah yang disebut Go Organic 2010. Hal ini ditujukan untuk menumbuhkan, memfasilitasi, mengarahkan dan mengatur perkembangan pertanian organik. Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor merupakan kecamatan yang sukses dalam mengusahakan sayuran organik. Namun, pada kenyataannya persentase petani yang sudah menggunakan pertanian organik sedikit sekali dibandingkan petani yang menggunakan pertanian secara konvensional. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan : (1) membandingkan pendapatan dan efisiensi usahatani organik dan anorganik. (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani mengadopsi sistem pertanian organik. Penelitian di lapang dilakukan pada bulan Januari sampai bulan Februari 2008 bertempat di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling) berdasarkan pertimbangan dan saran dari Camat Cisarua bahwa sistem pertanian organik di Desa Tugu Selatan sedang mengalami perkembangan yang baik. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 39 orang, 21 diantaranya adalah petani wortel organik yang merupakan total petani wortel organik di Desa Tugu Selatan. Sedangkan 19 responden merupakan petani wortel anorganik yang ditentukan dengan cara convinience sampling. Analisis regresi logistik digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi petani wortel memilih sistem pertanian organik. Perbandingan produktivitas, efisiensi, dan pendapatan ditentukan dengan analisis pendapatan usahatani. Berdasarkan hasil analisis usahatani, produktivitas petani wortel organik lebih rendah dibandingkan produktivitas petani wortel anorganik. Faktor yang menyebabkannya adalah pengelolaan wortel organik membutuhkan perhatian lebih untuk dipelihara dengan cara alami. Cara alami yang dimaksud adalah tanpa
penggunaan bahan-bahan tambahan seperti pupuk buatan, pestisida, fungisida, dan tambahan-tambahan lainnya. Biaya yang dikeluarkan oleh petani wortel organik lebih kecil dari pada petani wortel anorganik. Petani organik dapat mengganti pestisida dengan bahan alami, seperti daun babi, dan menghemat penggunaan pupuk. Pendapatan yang diterima oleh petani wortel organik lebih tinggi dibandingkan petani wortel anorganik. Hal ini disebabkan harga yang diterima petani wortel organik lebih tinggi dibandingkan harga jual petani wortel anorganik. Perbedaan harga ini menyebabkan penerimaan petani wortel organik tidak jauh berbeda dengan petani wortel anorganik meskipun produktivitas petani wortel organik lebih rendah. Berdasarkan segi biaya, petani wortel organik mampu melakukan penghematan sehingga pendapatan yang diterima oleh petani wortel organik lebih tinggi. Sistem pertanian wortel organik lebih efisien dibandingkan petani wortel anorganik. Hal ini ditunjukkan oleh rasio R/C wortel organik lebih tinggi dibandingkan rasio R/C wortel anorganik. Wortel organik memiliki rasio R/C senilai 2,65 berarti setiap satu rupiah yang dikeluarkan petani untuk membiayai keperluan usahatani wortel akan menghasilkan Rp.2.65. Sedangkan wortel anorganik menghasilkan rasio R/C sebesar 2,36, berarti setiap satu rupiah yang dikeluarkan petani wortel anorganik untuk membiayai keperluan usahatani wortel akan menghasilkan Rp. 2,36. Berdasarkan analisis regresi logistik, variabel yang signifikan mempengaruhi keputusan petani memilih sistem pertanian organik adalah harga. Semakin tinggi harga yang diterima petani, petani bersedia atau berpeluang untuk mengusahakan pertanian secara organik. Adapun saran dari hasil penelitian ini adalah Pemerintah Kecamatan Cisarua perlu meningkatkan kemitraan dengan lembaga pemasaran yang telah terdapat di Desa Tugu Selatan. Lembaga pemasaran ini diharapkan mampu menyerap semua produk organik yang telah diproduksi oleh petani. Selain itu, pemerintah perlu membantu petani dalam meningkatkan kualitas wortel organik. Hal ini dimaksudkan agar dari segi pendapatan, petani memperoleh harga yang tinggi terkait dengan kualitas wortel organik yang telah dipenuhi. Sedangkan dari segi resiko, dengan adanya bantuan meningkatkan kualitas, petani merasa mengusahakan wortel organik sama dengan mengusahakan wortel anorganik. Sehingga diharapkan peluang petani mengusahakan system pertanian organik akan semakin besar. Berkaitan hal tersebut, perlu diadakan penelitian lanjutan mengenai jalur pemasaran wortel organik di Desa Tugu Selatan dan margin pendapatan dari produk tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui harga yang tepat diberikan kepada petani. iii
iv ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI WORTEL MEMILIH SISTEM PERTANIAN ORGANIK DI DESA TUGU SELATAN, KECAMATAN CISARUA, KABUPATEN BOGOR Agung Budi Santoso A14104013 SKRIPSI Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008
v Judul : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Wortel Memilih Sistem Pertanian Organik. Nama : Agung Budi Santoso NRP : A14104013 Program Studi : Manajemen Agribisnis Menyetujui, Dosen Pembimbing Ir. Harmini, MSi NIP. 131 688 732 Mengetahui, Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Didy Sopandie, M.Agr NIP. 131 124 019 Tanggal Kelulusan : 16 April 2008
vi PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI ADALAH HASIL KARYA SENDIRI DAN BELUM PERNAH DIAJUKAN PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN UNTUK MEMPEROLEH GELAR AKADEMIK TERTENTU. SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI TIDAK MENGANDUNG BAHAN-BAHAN YANG PERNAH DITERBITKAN OLEH PIHAK LAIN KECUALI SEBAGAI BAHAN RUJUKAN YANG TELAH DINYATAKAN DALAM NASKAH DAN DICANTUMKAN DALAM DAFTAR PUSTAKA PADA BAGIAN AKHIR SKRIPSI INI. Bogor, Maret 2008 Agung Budi Santoso NRP. A14104013
vii RIWAYAT PENULIS Penulis dilahirkan di Desa Trimulyo, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Lampung Selatan pada tanggal 5 Agustus 1986 sebagai anak terakhir dari lima bersaudara keluarga Bapak Daldiri dan Ibu Supinah. Penulis mengikuti pendidikan Sekolah Dasar Negeri 3 Bunut pada tahun 1992 yang diselesaikan pada tahun 1998. Tahun 1998-2001, melanjutkan pendidikan di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 2 Padang Cermin. Pendidikan tingkat atas diselesaikan pada tahun 2004 di Sekolah Menengah Umum Negeri 3 Bandar Lampung. Pada tahun yang sama, penulis diterima di Institut Pertanian Bogor pada Program Studi Manajemen Agribisnis, Departemen Ilmu-Ilmu sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI).
viii KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Wortel Memilih Sistem Pertanian Organik. Skripsi ini diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produktifitas, efisiensi, dan pendapatan usahatani wortel organik dibandingkan usahatani wortel anorganik di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Selain itu, dilakukan analisis untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani wortel memilih sistem pertanian organik. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama pihak pengambil keputusan yang berkaitan dengan pengembangan produk organik. Bogor, Maret 2008 Agung Budi santoso NRP. A14104013
ix UCAPAN TERIMA KASIH Alhamdulillah, akhirnya penulisan skripsi ini dapat diselesaikan. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini, yaitu: 1. Kedua orang tua tercinta Bapak, Ibu dan kakak atas do a, kasih sayang, dorongan dan semangat yang tidak putus-putusnya. 2. Ir. Harmini, MSi selaku dosen pembimbing skripsi yang telah banyak membantu baik saran, kritik dan perhatian dalam bimbingan penulisan skripsi ini. 3. Dr. Ir. Anna Fariyanti, MSi, selaku dosen penguji utama yang bersedia meluangkan waktunya dan terimakasih atas kritik, saran, dan masukan yang diberikan kepada penulis. 4. Dra. Yusalina, MSi, selaku dosen penguji Komisi Pendidikan yang memberikan masukan dan kritikan dalam perbaikan skripsi ini. 5. Bapak Maman dan keluarga yang telah memberikan segala informasi dan kesediaannya bekerja sama selama penelitian berlangsung. Mudahmudahan selalu diberikan kemudahan dalam memimpin Kelompok Tani Ganda manah. 6. Ihda Hayati, atas dorongan dan motivasi yang diberikan serta bantuan dalam penelitian, seminar, dan sidang. Mudah-mudahan segera menyusul untuk lulus dan tercapai semua apa yang telah direncanakan. 7. Aries Setiyanto, atas kesediaannya menemani berkunjung ke lokasi penelitian dan kesediaannya membaca kata perkata skripsi ini.
x 8. Anak-anak Songgom; Ca i, Aby, Tita, Aceuy, dan Mutia, selama kebersamaannya selama KKP membantu meningkatkan mental dan keberanian sebagai seorang pemimpin. 9. Teman-teman AGB tim futsal 41; Taufik, Rudi, Wahid, Fandi, Gerry, Ovik, Randi, Riyan, Triyadi, Agus, Ali, dan Duta, selama kebersamaannya memelihara kesehatan baik sebelum, sesudah, ataupun ketika penelitian. 10. Teman-teman Agebers 41, Agnes, Tere, Yoga, Ragil, Dita, dan semuanya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, atas pertemanan, persahabatan yang telah terjalin tiga tahun lebih di dalam wadah pencarian ilmu. Semoga semua yang telah diperoleh dapat bermanfaat dan tercapai segala yang dicita-citakan. Amiin.