PARTS BOOK READING SEMESTER 2 MODUL SISWA November 2008 MPBR-11108-1
PARTS BOOK READING DESKRIPSI MATERI PEMBELAJARAN Pelatihan Parts Book Reading ini akan memberikan pengetahuan dasar kepada siswa tentang pengetahuan dalam menggunakan Parts Book. Materi pembelajaran dibagi menjadi 2 (dua) bab. Bab 1 membahas mengenai parts number, yaitu pola parts number, khususnya untuk pola parts number Komatsu. Bab 2 akan membahas mengenai parts book, yaitu cara membaca dan memahami parts book.
DAFTAR ISI DESKRIPSI MATERI PEMBELAJARAN DAFTAR ISI DESKRIPSI PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SASARAN PEMBELAJARAN PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL REFERENSI GLOSARIUM BAB I. PARTS NUMBER Pelajaran 1: Pola Parts Number 2 Ringkasan 22 Latihan 23 BAB II. PARTS BOOK Pelajaran 1: Cara Membaca dan Memahami Parts Book 26 Ringkasan 38 Latihan 40
PARTS BOOK READING DESKRIPSI PROGRAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Metode Teori (30%) Ceramah Diskusi Praktek (70%) Peragaan Praktek Durasi 2 hari kerja Jumlah Peserta Maksimal 16 orang Kriteria Kelulusan Kehadiran minimal 90% dari total hari pelatihan. Evaluasi akhir Minimum nilai teori: 75 Tidak dilakukan evaluasi praktek. Sertifikat Sertifikat akan diberikan kepada peserta yang memenuhi criteria kelulusan. Surat keterangan akan diberikan kepada peserta yang memenuhi kehadiran 90% dari jam pelatihan tetapi memiliki nilai evaluasi di bawah standard
PARTS BOOK READING SASARAN PEMBELAJARAN Secara umum pelatihan Parts Book Reading ini bertujuan agar setelah mengikuti pelatihan ini secara tuntas, peserta dapat membaca parts book dan melakukan parts order.
PARTS BOOK READING PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Petunjuk Bagi Siswa Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini, langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain: Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, siswa dapat bertanya pada instruktur yang mengampu kegiatan belajar tersebut. Kerjakanlah setiap soal latihan yang terdapat pada modul ini untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materimateri yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. Jika belum menguasai tingkat materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada instruktur yang mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan. Petunjuk Bagi Instruktur Dalam setiap kegiatan belajar instruktur berperan untuk: Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar. Membantu siswa dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajarnya. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajrar. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
PARTS BOOK READING REFERENSI Manual: Unit Instruction Manual System of Number, Komatsu Komatsu Parts Numbering System Komatsu Asia & Pacific Training Centre Unit Instruction Manual Parts Book, Komatsu
GLOSARIUM General Parts: parts dimana designed-nya dibuat oleh Komatsu sendiri. K.E.S Parts: Komatsu Engineering Standard Parts, parts ini terdiri atas banyak model. Purchased Parts: parts yang didapat dari perusahaan lain, dimana designed-nya dibuat oleh perusahaan itu sendiri.
BAB I PARTS NUMBER Tujuan Bab 1: Setelah menyelesaikan pelatihan pada bab 1, peserta mampu menjelaskan pola parts number untuk general parts, K.E.S parts dan purchased parts. Referensi: Unit Instruction Manual System of Number, Komatsu Komatsu Parts Numbering System Komatsu Asia & Pacific Training Centre
Pelajaran 1: Pola Parts Number Tujuan Pelajaran 1 Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menjelaskan pola parts number untuk: - General parts - K.E.S parts - Purchased parts Pendahuluan Pada suatu unit, misal sebuah Bulldozer, terdapat kurang lebih 4000 s/d 5000 jumlah part. Setiap part mempunyai nama tersendiri. Namun, sering diantara part tersebut memiliki nama yang sama seperti halnya bolt, gasket, nut, o-ring dan lain-lain. Oleh karena itu, diperlukan nomor parts untuk membedakan part yang satu dengan yang lainnya. Untuk mengenal suatu part haruslah diketahui mengenai: - Kode Unit - Serial Number Unit/Chasis, contoh letak serial number unit/chasis untuk unit D85ESS-2A, PC200-7 dan HD785-5: 2
- Nama Parts - Nomor Parts - Serial Number Engine, contoh letak serial number engine untuk unit D85ESS-2A: - Figure dan Index Pola Part Number Komatsu Pola number komatsu dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu: - General Parts, dimana designed-nya dibuat oleh Komatsu sendiri. General parts terdiri dari Chassis Parts dan Engine Parts. - K.E.S Parts (Komatsu Engineering Standard Parts), parts ini terdiri atas banyak model. - Purchased Parts, yaitu parts yang didapat dari perusahaan lain, dimana designed-nya dibuat oleh perusahaan itu sendiri. Parts Number (P/N) purchased parts dimulai dengan huruf dimana huruf tersebut adalah singkatan dari perusahaan pembuatnya seperti ND (Nippon Denso), DK (Diesel Kiki), Zexel, SD (Sawafuji Denki), KD (Nikko Denki), CU (Cummins), GA (Air Research). 3
Large classification by the first figure: 4
General Parts Chassis Parts Pola dasar parts number untuk chassis: 5
- Model Code for Chassis Parts: A : Angle dozer S : Dozer shovel P : Swamp bulldozer C : Pipe layer F : Farm tractor W : Amphibious 6
- Unit Code for Chassis Parts: - Identification Code for Chassis Parts: Identification Code 7
Individual Part. Angka nol (0) tidak digunakan untuk identification code, contoh: 130 14 1 2 1 3 0 Bushing 101 32 1 1 3 4 0 Shoe Service Kit. Angka 0 s/d 999 digunakan untuk identification code, contoh: 130 32 0 5 0 0 1 Shoe bolt kit 141 03 0 5 0 1 0 Radiator service kit Assembly Part. Angka nol (0) digunakan untuk identification code, contoh: 130 14 0 0 2 1 7 Transmission ass y 111 32 0 1 0 0 5 Shoe ass y - Revision Code for Chassis Parts: Angka 0 adalah angka yang menunjukkan bahwa parts tersebut pertama kali dibuat dan angka ini akan bertambah naik jika terjadi revisi terhadap parts tersebut. Contoh: 1, berarti parts ini telah mengalami 1 kali revisi. 2, berarti parts ini telah mengalami 2 kali revisi. 3 berarti parts ini telah mengalami 3 kali revisi. 8
Engine Parts 9
- Model Code for Engine Parts: 10
- Unit Code for Engine Parts: Note: Zero (0) is also used for some specific models. 11
KES Parts 12
- Classification Code of K.E.S Parts (The first three figures) 0 1 0 2 0 4 0 6 0 7 0 8 0 9 Bolt, Nut (metric thread) Bolt, Nut (Unified Thread) Key Pin Others 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bolt Protector Bolt Key Pin Wire Ring Lock Stud Heli-sert Bolt Screw Chain V-belt Bearing Bearing Bearing Seal Hydraulic Parts Electric Parts Tools Others Seal O-ring Gasket Packing Plug Others Battery Switch Wiring Parts Attached Tools Hose Hydraulic Cylinder Parts Bulb Lamp Horn Buzzer Mirror Wiper Safety Plate Screw Bolt Nut Linkage parts Hydraulic Piping Parts Resistor Heater Signal Bolt Nut Others Screw Wing bolt Nut Seat Pin Key Rivet (C.Eng) Hydraulic Piping Parts Pedal Knob Handle Others Rivet Screw Clip Electric Powered Bulldozer Parts Cushion Armrest Seat Others Lifting Apparatus Bushing Electric Powered Bulldozer Parts Washer Gauge Meter Plate Mark Hose Elbow Plug (C.Eng) Valve Bolt Nut O-ring (C.Eng) Air Piping Parts Nipple Overall Cap Others 13
- Material Code of K.E.S Parts Klasifikasi O - ring ditentukan oleh kondisi dimana O - ring tersebut terpasang dan juga tergantung dari temperatur dan tekanan. Untuk menentukan kelas dari setiap O - ring, pada O - ring tersebut sudah diberi tanda titik yang berwarna. Contoh, O - ring dengan parts number (P/N): 07002 52034 mempunyai dua titik dengan warna orange. 14
- Dimension Code of K.E.S Parts Hexagon head bolt (metric thread) (indicated in mm) (indicated in mm) Digit ke lima pada bolt, jika angka genap maka, panjangnya maksimal = 95 mm. Contoh: 01010 31650 01016 32045 d = 16 mm l = 50 mm d = 20 mm l = 45 mm 15
Digit ke lima pada bolt, jika angka ganjil maka, panjangnya di atas 100 mm. Contoh: 01011 31650 01017 32045 d = 16 mm l = 150 mm d = 20 mm l = 145 mm Hexagon nut (metric thread) (indicated in mm) (indicated in mm) Contoh: 01580 00504 d = 5 mm h = 4 mm 01582 01411 d = 14 mm h = 1 mm Kecuali: 02 of seventh and eighth figures indicates 2.6 mm 02 of ninth and tenth figures indicates 2.4 mm 03 of ninth and tenth figures indicates 3.2 mm 06 of ninth and tenth figures indicates 6.5 mm Contoh: 01580 00002 d = 2.6 mm h = 2.4 mm 01580 00302 d = 3 mm h = 2.4 mm 16
01580 00403 d = 4 mm h = 3.2 mm 01580 00306 d = 8 mm h = 6.5 mm Washer (metric thread) (indicated by a multiple of 0.1) (indicated in mm) Contoh: 01602 00619 d = 6 mm t = 1.9 mm 01640 02032 d = 20 mm h = 3.2 mm 17
Hexagon head bolt (unified thread) (multiple of 1/16 inch) (indicated in mm) Digit ke lima pada bolt, jika angka genap maka, panjangnya maksimal = 95 mm. Contoh: 02010 21664 02030 20416 d = 16/16 l = 64 mm d = 4/16 l = 16 mm Digit ke lima pada bolt, jika angka ganjil maka, panjangnya di atas 100 mm. Contoh: 02011 20814 02031 20752 d = 8/16 l = 114 mm d = 7/16 l = 152 mm 18
Hexagon nut (unified thread) (indicated in mm) (multiple of 1/16 inch) Contoh: 02205 11015 d = 10/16 h = 15 mm 02215 11216 d = 12/16 h = 16 mm O - Rings 19
- Classification Code 07000 ; 02890-5 Grade of thickness Inner diameter (d) indicated in mm Contoh: 02890 01012 d = 12 mm w = 1.70 1.85 mm 07000 01009 d = 9 mm w = 1.5 mm - Classification Code 07002 Inner diameter Thickness (W) is indicated by multiple of 0.1 mm Contoh: 07002 01223 d = 8.9 mm w = 2.3 mm 20
Purchased Parts Digit pertama pada parts number untuk purchased parts diawali dengan huruf ALPHABETS, contoh: Purchased cummins engine CUAR 4857 Cylinder head ass y CU 146856 Bolt Electric accessories KD1 33640 0190 Brush KD1 0452 63057 Bearing Generator related parts TEGM20185 Rotor ass y TEF 71613 Fuse. Compressor related parts M710170710011 Cylinder MO18011000306 Bolt. Injection pump related parts DK31101 852 Plunger ass y DK29341 413 Gasket ND090800 1110 Governor 21
Ringkasan Pada suatu unit, misal sebuah Bulldozer, terdapat kurang lebih 4000 s/d 5000 jumlah part. Setiap part mempunyai nama tersendiri. Namun, sering diantara part tersebut memiliki nama yang sama seperti halnya bolt, gasket, nut, o-ring dan lain-lain. Oleh karena itu, diperlukan nomor parts untuk membedakan part yang satu dengan yang lainnya. Untuk mengenal suatu part haruslah diketahui mengenai: - Kode Unit - Serial Number Unit/Chasis, contoh letak serial number unit/chasis untuk unit D85ESS-2A: - Nama Parts - Nomor Parts - Serial Number Engine, contoh letak serial number engine untuk unit D85ESS-2A: - Figure dan Index Pola number komatsu dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu: - General Parts, dimana designed-nya dibuat oleh Komatsu sendiri. General parts terdiri dari Chassis Parts dan Engine Parts. - K.E.S Parts (Komatsu Engineering Standard Parts), parts ini terdiri atas banyak model. - Purchased Parts, yaitu parts yang didapat dari perusahaan lain, dimana designed-nya dibuat oleh perusahaan itu sendiri. Parts Number (P/N) purchased parts dimulai dengan huruf dimana huruf tersebut adalah singkatan dari perusahaan pembuatnya seperti ND (Nippon Denso), DK (Diesel Kiki), Zexel, SD (Sawafuji Denki), KD (Nikko Denki), CU (Cummins), GA (Air Research). 22
LATIHAN Latihan berikut dikerjakan oleh siswa secara mandiri setelah menyelesaikan pembelajaran pada bab 1. Siswa memberi tanda silang (X) pada jawaban a, b, c dan d yang paling benar dari soal-soal di bawah ini. 1. Pada komatsu chassis parts, jika digit pertama ( ) menunjukkan angka 5 (lima) berarti part tersebut digunakan pada: a. Excavator. b. Truck. c. Wheel loader. d. Engine. 2. Digit ke 6 s/d 9 pada komatsu chasis part ( ) menunjukkan: a. Model code. b. Unit code. c. Identification code. d. Revision code. 3. Digit ke-10 pada komatsu chasis part ( ) menunjukkan: a. Code dari chasis. b. Letak part pada unit yang bersangkutan. c. Perubahan/revisi pembuatan. d. Tahun pembuatan. 4. Digit ke 4 dan 5 pada komatsu chasis part ( ) menunjukkan: a. Perubahan/revisi pembuatan. b. Letak part pada unit yang bersangkutan. c. Tahun pembuatan. d. Bagian dari pada part. 5. Digit ke-1 s/d 4 pada komatsu engine part ( ) menunjukkan: a. Bagian dari pada part. b. Part yang terpasang pada unit. c. Model dari pada engine. d. Tahun pembuatan. 23
6. Digit ke-7 s/d 9 pada komatsu engine part ( ) menunjukkan: a. Tahun pembuatan. b. Bagian dari pada part. c. Part yang terpasang pada unit. d. Perubahan/revisi. 7. Pada komatsu chassis part, jika digit pertama ( ) menunjukkan angka 6 (enam) berarti part tersebut digunakan pada: a. Truck. b. Excavator. c. Engine. d. Tidak digunakan. 8. Angka 8 (delapan) pada digit pertama komatsu chassis parts ( ) menunjukkan bahwa part tersebut digunakan pada: a. Wheel loader. b. Power shovel. c. Dozer shovel. d. Tidak digunakan. 9. Digit ke-5 dan 6 pada komatsu engine part ( ) menunjukkan: a. Part yang terpasang pada unit. b. Model dari pada engine. c. Tahun pembuatan unit. d. Bagian dari pada part. 10. Dibawah ini adalah hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih part book yang akan digunakan untuk menyusun recommended part, Kecuali: a. Serial number unit. b. Publication number dari parts book. c. Kode unit. d. Serial number engine. 24
BAB II PARTS BOOK Tujuan Bab 2: Setelah menyelesaikan pelatihan pada bab 2, peserta mampu membaca dan melakukan order komponen Komatsu. Referensi: Unit Instruction Manual Parts Book, Komatsu
Pelajaran 1: Cara Membaca dan Memahami Parts Book Tujuan Pelajaran 1 Setelah mengikuti pelatihan pada pelajaran 1, peserta mampu membaca dan melakukan parts order. Parts Book Pada perkembangannya, parts book mengalami banyak perubahan. Perubahan tersebut terjadi pada bentuk, kode (availability symbol) maupun prosedur pembacaan parts book yang menyebabkan perbedaan cara pembacaan parts book yang satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, sebelum mengorder parts, kita harus mengetahui cara membaca sebuah parts book terlebih dahulu. Microfiche, adalah sarana informasi yang sangat baik karena didalamnya tercantum seluruh Parts Number, nama dan jumlah dari yang pertama hingga yang terakhir. Disamping itu, diuraikan pula figure serta index nomornya guna memudahkan pencarian letak Parts Number tersebut pada suatu unit. Namun yang harus diperhatikan adalah cara penyimpangan dan penggunaaannya, sebab selalu ada pembaharuan pembaharuan dari data data lampaunya. Microfiche saat ini sudah jarang bahkan tidak digunakan lagi. 26
Link One, banyak digunakan dilapangan untuk melihat atau mengorder parts karena mudah dalam pencarian parts yang diinginkan. 27
Parts Book, banyak digunakan karena mudah ketika menggunakannya dan mudah dibawa kemana-mana. Pada perkembangannya, parts book banyak mengalami perubahan model dan cara penggunaannya. Di bawah ini adalah contoh isi dari sebuah parts books new type: 28
Kolom description menujukkan nama part dan kelengkapannya. Yang mempunyai titik satu merupakan bagian dari part diatasnya, Titik dua merupakan bagian dari part titik satu, Titik tiga merupakan bagian dari part titik dua. Contoh: 29
Tabel di atas menjelaskan cylinder head yang dibutuhkan per engine. Tanda titik satu artinya bahwa komponen ini adalah bagian dari pada komponen yang diatasnya. Tanda titik dua artinya bahwa komponen ini adalah bagian dari pada komponen titik satu yang diatasnya. Availability Symbol Sebelum kita mengorder suatu part, maka terlebih dahulu harus kita ketahui arti symbol symbol yang terdapat pada parts book agar kita tidak salah dalam mengorder. Availability symbol terletak dikolom Parts Number untuk New Type, sedangkan untuk Old Type, Availability symbol terletak dikolom Remark. Berikut ini adalah symbol symbol yang ada pada parts book Komatsu. 1. Artinya, suku cadang tidak diberikan tersendiri akan tetapi harus diberikan dalam bentuk kesatuan (Assembly). New Type: Fuel Tank (P/N 175-04-21150) bila akan diorder, maka akan disupply dalam bentuk ass y-nya, yaitu P/N 175-04-00170 (fuel tank ass y). Jadi dalam hal ini bila P/N 175-04-21150 (fuel tank) harus diganti maka yang harus diorder adalah P/N ass ynya yaitu P/N 175-04-00170. Catatan: Pada parts book yang terbaru P/N 175-04-21150 tidak dicantumkan akan tetapi cukup namanya saja. 30
Old Type: Body control valve (P/N 701-33-32112) bila akan diorder, maka akan disupply dalam bentuk ass y-nya yaitu P/N 701-33-32002 (valve body ass y). Jadi dalam hal ini bila P/N 701-33-32112 (body control valve) harus diganti, maka yang harus diorder adalah P/N ass y-nya, yaitu P/N 701-33-32002 (valve body ass y). 2. Artinya parts ini dapat diorder secara tersendiri jika yang meminta adalah distributor, sedangkan jika selain distributor, maka harus diorder dalam bentuk ass y. Bracket (P/N 705-17-04021) jika yang membeli adalah distributor maka supplier dapat mengirimnya, namun jika yang mengorder adalah customer maka yang disupply adalah P/N 705-32-43240 (pump ass y). 3. Artinya parts ini tidak diizinkan untuk dipakai lagi karena hal-hal tertentu dan karenanya tidak disupply lagi. Parts ini diganti dengan parts yang lain. New type: 31
P/N 07003-01015 (gasket) tidak disupply lagi dan sebagai penggantinya harus diorder P/N 07005-010112 (washer, seal). Old type : P/N 141-21-33240 tidak disupply lagi dan sebagai penggantinya harus diorder dengan P/N 141-21- 33241. 4. Artinya part ini dapat diganti dengan part lain (interchange satu arah). New type: Dalam hal ini P/N 175-49-22230 (tube) jika tidak ada stock-nya, maka dapat diganti dengan P/N 175-49-22231. Namun, P/N 175-49-22231 jika tidak ada stock-nya, tidak dapat digantikan dengan P/N 175-49-22230 Dalam hal ini P/N 6222-11-4111 (manifold, intake) dapat menggantikan P/N 6222-11-4110. Namun, P/N 6222-11-4110 tidak dapat menggantikan P/N 6222-11-4111. 32
Old type: Dalam hal ini P/N 6130-11-3103 (nozzle holder ass y) jika tidak ada stock-nya, maka dapat diganti dengan P/N 6130-11-3104. Namun, P/N 6130-11-3104 tidak dapat digantikan dengan P/N 6130-11- 3103. 5. Artinya part dapat diganti dengan kombinasi dari beberapa part yang lain. New type: Dalam hal ini P/N 175-49-21110 jika tidak ada stock-nya, maka dapat diganti dengan kombinasi P/N 175-49-21111, P/N 07332-02400 dan P/N 175-49-22590. Jika P/N 154-13-41124 akan diorder dan tidak ada stock-nya, maka sebagai penggantinya adalah P/N yang ada di kolom description. Old type: 33
Dalam hal ini P/N 144-49-13850 dapat diganti dengan kombinasi dari 2 items part, yaitu P/N 141-49- 35111 dan P/N 141-49-13851. 6. Artinya part ini adalah unfinished/semi finished part, yaitu part yang belum siap dipakai dan perlu disempurnakan (penyesuaian ukuran, penghalusan dan lain-lain) terlebih dahulu sebelum dipasang. Part ini disupply dalam bentuk semifinished part. Contoh: Part number 140-98-00010 adalah semi finished parts. Finished part 140-30-16191 tidak disupply, yang disupply adalah part number 140-98-00010. 7. Under Size: Artinya part ini ukurannya lebih kecil dari standard. 34
8. Over Size: Artinya part ini ukurannya lebih besar dari standard. 9. Optional Part: Artinya part ini bukan merupakan perlengkapan standard unit. Untuk memperolehnya harus melalui pesanan khusus. 10. Artinya part yang dipergunakan adalah service kit, yaitu terdiri atas beberapa parts. KIT table 35
11. Artinya part ini adalah dapat saling menggantikan. Dalam hal ini P/N 6162-63-6111 jika tidak ada stock-nya, maka dapat digantikan dengan P/N 6162-63-6112 dan begitu pula sebaliknya. 12. Artinya kelompok part (Part Group). Artinya bahwa part yang ada diantara garis ini adalah komponen dari pada kelompok part yang tertulis diatasnya. Artinya adalah nomor daripada kelompok part (Part Group). Dalam hal ini P/N 195-978-X101 komponennya adalah P/N 195-978-4121, P/N 01011-83000 dan P/N 01643-33080. 13. Artinya P/N tidak disupply lagi, sebagai penggantinya P/N yang ada dikolom description. 36
Dalam hal ini P/N 6222-21-1100 tidak disupply lagi, sebagai penggantinya adalah P/N 6222-21-1101, 6221-21-7210 (P/N yang ada di kolom description). 14. As Required: Artinya sesuai permintaan. Dalam hal ini P/N DK150530-4000, jika akan disorder, jumlahlah tidak terbatas. Artinya sesuai dengan kebutuhan kita. 37
Ringkasan Artinya, suku cadang tidak diberikan tersendiri akan tetapi harus diberikan dalam bentuk kesatuan (Assembly). Artinya parts ini dapat diorder secara tersendiri jika yang meminta adalah distributor, sedangkan jika selain distributor, maka harus diorder dalam bentuk ass y. Artinya parts ini tidak diizinkan untuk dipakai lagi karena hal-hal tertentu dan karenanya tidak disupply lagi. Parts ini diganti dengan parts yang lain. Artinya part ini dapat diganti dengan part lain (interchange satu arah). Artinya part dapat diganti dengan kombinasi dari beberapa part yang lain. Artinya part ini adalah unfinished/semifinished part, yaitu part yang belum siap dipakai dan perlu disempurnakan (penyesuaian ukuran, penghalusan dan lainlain) terlebih dahulu sebelum dipasang. Part ini disupply dalam bentuk semi finished part. Under Size: Artinya part ini ukurannya lebih kecil dari standard. Over Size: Artinya part ini ukurannya lebih besar dari standard. Optional Part: Artinya part ini bukan merupakan perlengkapan standard unit. Untuk memperolehnya harus melalui pesanan khusus. Artinya part yang dipergunakan adalah service kit, yaitu terdiri atas beberapa parts. Artinya part ini adalah dapat saling menggantikan. Artinya kelompok part (Part Group). Artinya bahwa part yang ada diantara garis ini adalah komponen dari pada kelompok part yang tertulis diatasnya. 38
Artinya adalah nomor daripada kelompok part (Part Group). Artinya P/N tidak disupply lagi, sebagai penggantinya P/N yang ada dikolom description. As Required: Artinya sesuai permintaan. 39
LATIHAN Latihan berikut dikerjakan oleh siswa secara mandiri setelah menyelesaikan pembelajaran pada bab 2. Siswa memberi tanda silang (X) pada jawaban a, b,c dan d yang paling benar dari soalsoal di bawah ini. 1., kode disamping dalam sebuah parts book menandakan: a. Part dapat saling menggantikan. b. Part tidak dapat saling menggantikan. c. Part dapat diganti dengan part lain (interchange satu arah). d. Part dapat diganti dengan kombinasi dari beberapa part yang lain. 2., kode disamping dalam sebuah parts book menandakan: a. Part dapat saling menggantikan. b. Part tidak dapat saling menggantikan. c. Part dapat diganti dengan part lain (interchange satu arah). d. Part dapat diganti dengan kombinasi dari beberapa part yang lain. 3., kode disamping dalam sebuah parts book menandakan: a. Part di-supply dalam bentuk finished part. b. Part belum siap dipakai dan perlu disempurnakan. c. Part tidak diizinkan untuk dipakai lagi karena hal-hal tertentu. d. P/N tertentu tidak di-supply lagi, penggantinya adalah P/N pada kolom description. 4., kode disamping dalam sebuah parts book menandakan: a. Part dapat diganti dengan kombinasi dari beberapa part yang lain. b. Part dapat diganti dengan part lain (interchange satu arah). c. Part tidak dapat saling menggantikan. d. Part dapat saling menggantikan. 5., kode disamping dalam sebuah parts book menandakan: a. Part tidak diizinkan untuk dipakai lagi karena hal-hal tertentu. b. Part dapat diganti dengan part lain (interchange satu arah). c. Part belum siap dipakai dan perlu disempurnakan. d. Kelompok part (part group). 40
6., kode disamping dalam sebuah parts book menandakan: a. Nomor dari pada kelompok part (part group). b. Part yang dipergunakan adalah service kit. c. Kelompok part (part group). d. Assembly part. 7., kode disamping dalam sebuah parts book menandakan: a. Part yang dipergunakan adalah service kit. b. Part bukan perlengkapan standard unit. c. Parts semifinished. d. Available oversize. 8., kode disamping dalam sebuah parts book menandakan: a. Part di-supply dalam bentuk unfinished part. b. Ukuran part lebih kecil dari ukuran standard. c. Ukuran part lebih besar dari ukuran standard. d. Part di-supply dalam bentuk semifinished part. 9., kode disamping dalam sebuah parts book menandakan: a. Part dipesan dalam bentuk service kit. b. Part di-supply sesuai dengan permintaan. c. Part number dapat saling menggantikan. d. Part harus melalui pemesanan khusus. 10., kode disamping dalam sebuah parts book menandakan: a. Part belum siap dipakai dan perlu disempurnakan. b. Part tidak diizinkan untuk dipakai lagi karena hal-hal tertentu. c. Part tidak diberikan tersendiri, tetapi diberikan dalam bentuk kesatuan. d. P/N tertentu tidak di-supply lagi, penggantinya adalah P/N pada kolom description. 41
Kerjakan Soal Soal Di Bawah Ini! 1. PT. PUMA akan meng-order outer element untuk unit D68ESS-12 dengan serial nomor J10001. Tuliskan part number yang harus di-order oleh PT. PUMA! (Gunakan tabel di bawah) 2. Jika PT. PUMA meng-order air cleaner untuk unit D68ESS-12 dengan serial nomor J10001, maka PT. PUMA akan mendapatkan komponen-komponen dengan P/N mana saja? (Gunakan tabel di atas) 3. Hitung jumlah komponen dengan P/N 6110-11-4520, jika PT. PUMA akan meng-order komponen tersebut untuk dua buah unit D68ESS-12 dengan serial nomor J10001! (Gunakan tabel di atas) 4. PT. AP mempunyai 3 (tiga) buah unit engine S6D114E-1 dengan serial number 30475861. Engine tersebut dalam kondisi rusak. PT. AP ingin meng-order item nomor 1,2, 3, 4, 5, 6 dan 7 untuk 2 (dua) buah engine yang rusak. Tentukan jumlah masing-masing part number untuk item tersebut. 5. Khusus untuk 1 (satu) buah engine lainnya, terjadi kerusakan pada crankshaft, yaitu crank journal ada 2 (dua) bagian yang harus di under size 0,50 mm dan crank pin ada 1 (satu) yang harus di under size 0,50 mm, selain itu 1 (satu) buah bearing metalnya rusak. Tentukan part number dan jumiah komponen yang perlu di-order oleh PT. AP. 42
43 Parts Book Reading
44 Parts Book Reading
Yayasan Karya Bakti United Tractors Jalan Raya Bekasi Km 22. Cakung Jakarta Timur 13910 Indonesia Telp : (62-21) 4605949 4605959 4605979 Fax : (62-21) 4600657 4600677