BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Penelitian 4.1.1 Gambaran Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SDN Manggihan Kecamatan Getasan yang termasuk dalam Gugus Gajah Mungkur dan yang beralamatkan di Desa Getasan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. SDN Manggihan Kecamatan Getasan terletak tidak jauh dari kantor Kelurahan Getasan. Subjek penelitian yang merupakan siswa kelas 4 yang berjumlah 24 anak dan yang terdiri dari siswa lakilaki 13 orang dan siswa perempuan 11 orang. Penelitian ini berjenis penelitian Pre-Eksperimental dengan One Group Pretest Posttest Design. Siswa Kelas 4 SDN Manggihan Kecamatan Getasan sebelum diberi perlakuan yakni pemberian perlakuan berupa pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS), kelas dites terlebih dahulu (pretest) dan setelah diberi perlakuan, kelas diberi tes akhir (posttest). 4.1.2 Gambaran Pelaksanaan Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Kelas 4 SDN Manggihan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang untuk mengetahui pengaruh penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS). Pada tahapan awal guru memberikan apersepsi tentang materi yang akan dipelajari serta mejelaskan tata cara atau sintak pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (Dua tinggal Dua Tamu) serta guru menyiapkan materi yang berbeda untuk setiap masing-masing kelompok. Pada tahap pelaksanaan hal-hal penting yang harus diperhatikan siswa dalam pembelajaran kooperatif adalah anggota kelompok bertanggungjawab atas keberhasilan anggota kelompoknya, menghargai pendapat teman, saling membantu selama proses pembelajaran, membagi tugas individu sehingga semua anggota mempunyai tanggungjawab yang sama dalam mempelajari materi. 35
36 4.2 Analisis Data 4.2.1 Data Hasil Belajar Siswa Sebelum Perlakuan Data hasil belajar siswa sebelum perlakuan dalam penelitian ini menggunakan pretest pada kelas eksperimen. Pemberian pretest bertujuan untuk mengetahui kemampuana awal siswa. Pretest diberikan sebelum pembelajaran yang dilaksanakan pada tanggal 15 April 2013 di SD Negeri Manggihan Getasan Kabupaten Semarang. Data hasil pretest dapat dilihat pada pembahasan berikut. Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Pretest Kelas 4 SDN Manggihan Getasan No Nilai Frekuensi F (%) Kriteria 1 50 6 25 % Kurang 2 55 2 8,3 % Kurang 3 60 3 12,5 % Kurang 4 65 3 12,5 % Cukup 5 70 3 8,3 % Baik 6 75 4 16,7% Baik 7 80 1 4,2% Baik 8 85 2 8,3% Baik 9 90 1 4,2 % Sangat baik Total 24 100 % Berdasarkan Tabel 4.1 dapat dilihat Distribusi Frekuensi Pretest Kelas 4 SD Negeri Manggihan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang dimana datanya dapat disajikan dalam diagram berikut: Diagram 4.1 Histogram Pretest Kelas 4 SDN Manggihan Getasan
37 Berdasarkan Tabel 4.1 dan Diagram 4.1 dapat dilihat bahwa diketahui dengan jumlah data sebanyak 24 siswa yang ada di SDN Manggihan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, siswa yang mendapat nilai pretest 50 sebanyak 6 orang dengan persentase 25% termasuk kriteria kurang, siswa yang mendapat nilai 55 sebanyak 2 orang dengan persentase 8,3% termasuk kriteria kurang, siswa yang mendapat nilai 60 sebanyak 3 orang dengan persentase 12,5% termasuk kriteria kurang, siswa yang mendapat nilai 65 sebanyak 3 orang dengan persentase 12,5% termasuk kriteria cukup, siswa yang mendapat nilai 75 sebanyak 4 orang dengan persentase 16,7% termasuk kriteria baik, siswa yang mendapat nilai 80 sebanyak 1 orang dengan persentase 4,2% termasuk baik, dan siswa yang mendapat nilai 85 sebanyak 2 orang dengan persentase 8,3% termasuk kriteria sangat baik dan siswa yang mendapat nilai 90 sebanyak 1 orang dengan presentase 4,2% termasuk kriteria sangat baik. Statistika deskriptif untuk data pretest siswa Kelas 4 SDN Manggihan Getasan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang dapat dilihat dalam tabel dibawah ini : Tabel 4.2 Statistika Deskriptif Pretest Kelas 4 SDN Manggihan Getasan Berdasarkan Tabel 4.2 diatas maka dapat dilihat bahwa nilai minimum pretest Siswa Kelas 4 SDN Manggihan Getasan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang adalah dengan nilai minimum 50 dan nilai maksimumnya adalah 90. Untuk nilai rerata yang dicapai siswa adalah sebesar 65,21 dengan standar deviasi sebesar 12,724. 4.2.2 Data Hasil Belajar Siswa Setelah Perlakuan Data hasil belajar siswa setelah perlakuan dalam penelitian ini menggunakan posttest pada subjek penelitian. Pemberian posttest bertujuan untuk
38 mengetahui kemampuan akhir siswa setelah diberi perlakuan (treatmen). Posttest diberikan setelah pembelajaran selesai yang dilaksanakan tanggal 25 April 2013 di SD Negeri Manggihan Getasan. Pembahasan data hasil belajar setelah perlakuan (treatmen) adalah sebagai berikut : Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Nilai Posttest Kelas 4 SDN Manggihan Getasan No Nilai Frekuensi F (%) Kriteria 1 65 2 8,3 % Cukup 2 70 8 33,3 % Baik 3 75 7 29,2 % Baik 4 80 4 16,7 % Baik 5 85 1 4,2 % Sangat Baik 6 90 1 4,2,% Sangat Baik 7 95 1 4,2% Sangat Baik Total 24 100 % Berdasarkan Tabel 4.3 dapat dilihat Distribusi Frekuensi Posttest Kelas 4 SDN Manggihan Getasan dimana datanya dapat disajikan dalam diagram berikut: Diagram 4.2 Histogram Postest Kelas Eksperimen Berdasarkan Tabel 4.3 dan Diagram 4.2 dapat dilihat bahwa diketahui dengan jumlah data sebanyak 24 siswa yang ada di SD Negeri Manggihan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, siswa yang mendapat nilai Posttest 65 sebanyak 2 orang dengan persentase 8,3% termasuk kriteria cukup, siswa yang mendapat nilai
39 70 sebanyak 8 orang dengan persentase 33,3% termasuk kriteria baik, siswa yang mendapat nilai 75 sebanyak 8 orang dengan persentase 29,2% termasuk kriteria baik, siswa yang mendapat nilai 80 sebanyak 4 orang dengan persentase 16,7% termasuk kriteria baik, dan siswa yang mendapat nilai 85 sebanyak 1 orang dengan persentase 4,2% termasuk kriteria sangat baik, dan siswa yang mendapat nilai 90 sebanyak 1 orang dengaan presentase 4,2% termasuk kriteria sangat baik, dan siswa yang mendapat nilai 95 sebanyak 1 orang dengan presentase 4,2% termasuk kriteria sangat baik. Statistika deskriptif untuk data posttest siswa Kelas 4 SDN Manggihan Getasan Kecamatan Getasan dibawah ini : Kabupaten Semarang dapat dilihat dalam tabel Tabel 4.4 Statistika Deskriptif Posttest Kelas 4 SDN Manggihan Getasan Berdasarkan Tabel 4.4 diatas maka dapat dilihat bahwa nilai minimum Posttest Siswa Kelas 4 SDN Manggihan Getasan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang adalah dengan nilai minimum 65 dan nilai maksimumnya adalah 95. Untuk nilai rerata yang dicapai siswa adalah sebesar 75,21 dengan standar deviasi sebesar 7,295. 4.2.3 Uji Beda Rerata Nilai Pretest dan Posttest Untuk mengetahui pengaruh pemberian perlakuan (treatment) pada Siswa Kelas 4 SDN Manggihan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, maka perlu mengetahui perbedaan kondisi awal dan kondisi akhir berdasarkan nilai Pretest dan Posttest dari kelas tersebut. Sebelum melakukan uji beda rerata, dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas data dan uji homogenitas data dan diperoleh hasil sebagai berikut : 4.2.4. Uji Normalitas Pretest dan Posttest
40 Uji Normalitas Pretest dan Posttest pada kelas eksperimen diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.5 Uji Normalitas Pretest dan Posttest Kelas 4 SDN Manggihan Getasan Berdasarkan Tabel 4.5 diatas tampak bahwa nilai Asymp.Sig.(2-tailed) dari data Pretest terdapat 0,782 dan Posttest 0,197 dimana hasil dari nilai Pretest dan Posttest > 0,05 yang berarti H 0 dari nilai Pretest dan Posttest diterima atau dengan kata lain data nilai pretest dan posttest tersebut berdistribusi normal. 4.2.5 Uji Homogenitas dan Uji Beda Rerata Pretest dan Posttest Uji homogenitas dapat dihitung bersamaan dengan Uji beda rerata dengan menggunakan SPSS 16.0 for windows dan diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.6 Uji Homogenitas dan Uji Beda Rerata Pretest dan Posttest Kelas 4 SD Negeri Manggihan Getasan Test of Homogeneity of Variances Nilai posttest Eksperimen Levene Statistic df1 df2 Sig. 5.612 6 15.003 Karena nilai signifikannaya sebesar 0,003 < 0,05 maka H0 ditolak atau dengan kata lain tidak homogen atau kedua variansi tidak sama. Karena tidak memenuhi
41 uji homogenitas maka digunakan uji Non-Parametrik yang digunakan adalah Sign Test. Z Test Statistics b Nilai posttest Eksperimen - Nilai Pretest Eksperimen -4.047 a Asymp. Sig. (2-tailed).000 a. Based on negative ranks. b. Wilcoxon Signed Ranks Test Karena nilai signifikannya adalah 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak artinya terdapat perbedan nilai sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Hal ini dapat dilihat pada nilai rereta sebelum perlakuan sebesar 65,21 dan sesudah perlakuan sebesar 75,21 artinya terdapat pengaruh terhadap nilai Pretest dan Postest. 4.3 Pembahasan Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan nilai Pretest dan Posttest pada kelompok ekperimen. Pada kelompk eksperimen penerapan perlakuan (treatment) dilakukan dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS). Hasil dari keterlaksanaan Perlakuan (treatment) pada kelompok eksperimen menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) di dapatkan data hasil belajar siswa yang belum tercapai. Setelah keterlaksana perlakuan (treatment) diukur hasil belajar siswa menggunakan Posttest untuk mengetahui pencapaian nilai sesudah pemberian perlakuan (treatment) pada kelompok eksperimen. Nilai Pretest dan posttest diuji perbedaannya mengunakan analisis dengan uji diolah melalaui One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Hasil pengujian perbedaan skor pretest dan posttet didapat hasil Asymp.Sig.(2-tailed) skor pretest sebesar 0,782 dan skor posttest sebesar 0,197, maka dapat disimpulkan bahwa nilai Pretest dan Posttest dinyatakan berdistribusi normal. Hasil perhitungan menggunakan uji Non-Parametrik menunjukan nilai Pretest dan Posttest signifikasinya 0,000 < 0,05 yang berarti dari hipotesis
42 penelitian yang menyatakan bahwa H0 diterima jika signifikasi lebih besar dari 0,05 (H0 > 0,05). Dan H0 ditolak jika signifikasi lebih kecil dari 0,05 (H0 <0,05). Dari hasil hitung Sign Test yang telah dilakukan diperoleh signifikasi untuk nilai Pretest dan Postest pada kelas eksperimen sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05). Karena signifikasi lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak dah H1 diterima. Yang berarti dari pengolahan hasil dari nilai Pretest dan Postest ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberi perlakuan (treatment). Analisis yang menyatakan hasil Posttest pada kelas eksperimen lebih baik dari hasil Pertest menunjukan variabel dengan jumlah data (N) sebanyak 24 mempunyai nilai maksimum yang didapat pada nilai Postest adalah sebesar 95 dan nilai minimum 65 dengan rata-rata nilai 75,21 dan standar deviasi 7,295 serta jumlah dari semua nilai Posttest sebesar 1805, sedangkan nilai maksimal yang didapat pada nilai Pretest adalah sebesar 90 dan nilai minimum 50 dengan ratarata nilai 65,21 dan standar deviasi 12,724 dan jumlah nilai Pretest sebesar 1565, yang berarti semakin kecil jumlah standar deviasin maka semakin sedikit persebaran kenormalan nilai yang didapat, dan semakin besar standar deviasi maka semakin besar persebaran kenormalan yang didapat. Hal ini berarti ada pengaruh secara signifikan penggunaan Model Pembelajaran kooperatif Tipe Two Stay Two Stray terhadap hasil belajar IPA siswa kelas 4 SD Negeri Manggihan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Semester 2 Tahun Pelajaran 2012/2013. Kesimpulan dari hasil penelitian ini diketahui bahwa ada pengaruh positif dan signifikan yang ditunjukan dari perbedaan pada hasil nilai Pertes ke Posttest pada pelajaran IPA. Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dalam proses pembelajaran ternyata memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa pada kelas eksperimen. Manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah dapat dijadikan sebagai pertibangan dalam pemilihan model yang tepat dalam proses pembelajaran agar hasil belajar siswa maksimal dan dapat membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran yang berlangsung.
43