LAPORAN KASUS / RESUME DIARE

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada hari Sabtu tanggal 22 Maret 2014 pukul WIB Ny Y datang ke

Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No. Dx. Tindakan dan Evaluasi

BAB III RESUME KEPERAWATAN

A. lisa Data B. Analisa Data. Analisa data yang dilakukan pada tanggal 18 April 2011 adalah sebagai. berikut:

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan pada tanggal 8 Mei 2007 jam : Jl. Menoreh I Sampangan Semarang

KARYA TULIS ILMIAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN A DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN: DIARE DI RUANG MINA RS PKU HUHAMMADIYAH SURAKARTA

haluaran urin, diet berlebih haluaran urin, diet berlebih dan retensi cairan beserta natrium ditandai dengan - Pemeriksaan lab :

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. PENGUMPULAN/PENYAJIAN DATA DASAR SECARA LENGKAP

BAB III TINJAUAN KASUS. Jenis kelamin : Laki-laki Suku bangsa : Jawa, Indonesia

5. Pengkajian. a. Riwayat Kesehatan

BAB III TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN DEMAM TIFOID

Kekurangan volume cairan b.d kehilangan gaster berlebihan, diare dan penurunan masukan

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB I KONSEP DASAR. Berdarah Dengue (DBD). (Aziz Alimul, 2006: 123). oleh nyamuk spesies Aedes (IKA- FKUI, 2005: 607 )

BAB III LAPORAN KASUS

BAB III RESUME ASUHAN KEPERAWATAN

PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR (PAGT) INSTALASI GIZI RSU HAJI SURABAYA

BAB III TINJAUAN KASUS. Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan pada klien

CATATAN PERKEMBANGAN. (wib) abdomen

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan tanggal 5 7 Juni 2007 pukul WIB.

BAB III RESUME KEPERAWATAN. Pengkajian dilakukan pada hari masa tanggal jam WIB di ruang Barokah 3C PKU MUHAMMADIYAH GOMBONG

BAB III TINJAUAN KASUS. Dalam bab ini penulis mengambil kasus pada keluarga An. E dengan salah satu

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Pengumpulan/Penyajian Data Dasar Secara Lengkap

BAB III ANALISA KASUS

BAB III TINJAUAN KASUS. Dalam tinjauan kasus ini penulis menerapkan Asuhan Keperawatan

BAB III TINJAUAN KASUS. Berikut ini adalah laporan asuhan keperawatan pada penderita Gastroenteritis

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Langkah I : Pengumpulan/penyajian data dasar secara lengkap

BAB IV PEMBAHASAN. memberikan asuhan keperawatan terhadap Ny. A post operasi sectio caesarea

LAPORAN PENDAHULUAN ANEMIA

BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN NY. S DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK DI IRNA C3 LT. 1 RSDK SEMARANG

BAB II KONSEP DASAR. normal sebagai akibat dari perubahan pada pusat termoregulasi yang terletak dalam

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASKEP AN. R DENGAN BISITOPENIA DI RUANG HCU ANAK RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

BAB I PENDAHULUAN. penyebab mikrobiologi (Cristin Hancock, 2003). Gastroentritis adalah

cairan berlebih (Doenges, 2001). Tujuan: kekurangan volume cairan tidak terjadi.

BAB III TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DIABETES INSIPIDUS

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN POST PARTUM RETENSIO PLACENTA

ASUHAN KEPERAWATAN. Latar belakang pendidikan. : Perumahan Pantai Perak gang 3 no 21 Semarang. Tanggal masuk RS : 6 September 2013 Diagnosa medis

BAB III TINJAUAN KASUS

BAB IV PEMBAHASAN A. PENGKAJIAN PERTAMA (11 JUNI 2014) obyektif serta data penunjang (Muslihatun, 2009).

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.S DENGAN GASTROENTERITIS DI RUANG KHOTIJAH RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG

DIARE AKUT. Berdasarkan Riskesdas 2007 : diare merupakan penyebab kematian pada 42% bayi dan 25,2% pada anak usia 1-4 tahun.

BAB III LAPORAN KASUS

BAB III LAPORAN KASUS di ruang Lukman RS. Roemani Semarang.

LAPORAN JAGA 24 Maret 2013

Ditetapkan Tanggal Terbit

BAB III TINJAUAN KASUS

CATATAN PERKEMBANGAN. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan No. Dx Hari/tanggal Pukul Tindakan Keperawatan

BAB III TINJAUAN KASUS

2) Perasat (minimal 10 buah) Sop infus Sop injeksi Sop kateter Dll

BAB III TINJAUAN KASUS. Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan

BAB II TINJAUAN TEORI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN I. PENGUMPULAN/PENYAJIAN DATA DASAR SECARA

BAB III TIJAUAN KASUS. Pada bab ini penulis akan membicarakan tentang tinjauan kasus dari pelaksanaan

CATATAN PERKEMBANGAN. vital. posisi semi fowler. tenang.

KATA PENGANTAR. Malang, 23 November Penulis

DIREKTORAT BINA GIZI - DIREKTORAT JENDERAL BINA GIZI DAN KIA

PENGKAJIAN PNC. kelami

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Pengumpulan atau Penyajian Data Dasar Secara Lengkap

BAB III TINJAUAN KASUS. Dalam bab ini penulis akan melaporkan tentang pemberian asuhan

PENANGANAN DIARE. B. Tujuan Mencegah dan mengobati dehidrasi, memperpendek lamanya sakit dan mencegah diare menjadi berat

aureus, Stertococcus viridiansatau pneumococcus

LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI DI RS ROEMANI RUANG AYUB 3 : ANDHIKA ARIYANTO :G3A014095

SOP PENCATATAN & PELAPORAN P2 DIARE

KELOMPOK 4 ASUHAN KEPERAWATAN EMERGENCY DAN KRITIS

BAB I PENDAHULUAN. infeksi virus selain oleh bakteri, parasit, toksin dan obat- obatan. Penyakit

ASUHAN KEPERAWATAN HPP

BAB III TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. O DENGAN CKD ON HD DI RUANG HEMODIALISA BLUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA

PENANGANAN DIARE No Dokumen : No. Revisi : Tanggal Terbit : Halaman :

BAB III TINJAUAN KASUS. ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. A DENGAN GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN GASTROENTERITIS

BAB III TINJAUAN KASUS. Pada bab ini akan penulis paparkan hasil pengelolaan asuhan keperawatan pada

Pelayanan Kesehatan bagi Anak. Bab 7 Gizi Buruk

BAB Ш TINJAUAN KASUS

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADIA PASIEN GANGGUAN KEBUTUHAN SUHU TUBUH (HIPERTERMI)

BAB V PENUTUP. khususnya pada keluhan utama yaitu Ny. S G III P II A 0 hamil 40 minggu. mmhg, Nadi: 88 x/menit, Suhu: 36,5 0 c, RR: 26 x/menit, hasil

2. Pengkajian Kesehatan. a. Aktivitas. Kelemahan. Kelelahan. Malaise. b. Sirkulasi. Bradikardi (hiperbilirubin berat)

SOP PENCATATAN & PELAPORAN P2 DIARE

CLINICAL PATHWAY EKLAMPSIA GRAVIDARUM Rumah Sakit Kelas B & C

BAB III RESUME KEPERAWATAN. Dilakukan pada tanggal 7 Mei 2007 di ruang ginekologi RS Dr. Kariadi Semarang

BAB III TINJAUAN KASUS. Lukman RS Roemani Semarang, data diperoleh dari hasil wawancara dengan

Thalassemia. Abdul Muslimin Dwi Lestari Dyah Rasminingsih Eka Widya Yuswadita Fitriani Hurfatul Gina Indah Warini Lailatul Amin N

RENCANA TERAPI A PENANGANAN DIARE DI RUMAH (DIARE TANPA DEHIDRASI)

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software For evaluation only. MORBILI

Derajat 2 : seperti derajat 1, disertai perdarah spontan di kulit dan atau perdarahan lain

1. Keadaan umum : Pada klien hiperemesis gravidarum grade I keadaan umum klien lemah.

Fungsi Makanan Dalam Perawatan Orang Sakit

PEMANTAUAN TERAPI OBAT PADA PASIEN GEA DI RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT dr. SUYOTO PUSREHAB KEMHAN

BAB I KONSEP DASAR. Gastroenteritis adalah peradangan dari lambung dan usus yang

BAB III TINJAUAN KASUS. RSUD dr. H. Soewondo Kendal pada tanggal 15 sampai dengan 18 April 2011.

BAB III TINJUAN KASUS

OLEH : KELOMPOK 5 WASLIFOUR GLORYA DAELI

Pola buang air besar pada anak

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

METODE PENELITIAN Desain, Tempat dan Waktu Jumlah dan Cara Pengambilan Contoh Jenis dan Cara Pengumpulan Data

DI SUSUN OLEH : TYAS INDRIATI NIM. P PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA SURAKARTA 2013

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN DEMAM CHIKUNGUNYA Oleh DEDEH SUHARTINI

BAB I PENDAHULUAN. memiliki jumlah cairan yang lebih sedikit. Perbedaan ini karena laki-laki

Transkripsi:

LAPORAN KASUS / RESUME DIARE A. Identitas pasien Nama lengkap : Ny. G Jenis kelamin : Perempuan Usia : 65 Tahun T.T.L : 01 Januari 1946 Status : Menikah Agama : Islam Suku bangsa : Indonesia Pendidikan : SD Alamat : Kadang malang Identitas Penanggung jawab Nama : Tn. T Umur : 67 Tahun Alamat : Kadang malang Pekerjaan : Tani Hubungan dengan pasien : Suami B. Keluhan yang Dirasakan Klien Klien mengalami BAB cair sehari lebih dari 7 kali, Klien dibawa ke IGD RSU Pirngadi pada tanggal 20 Februari 2015 dengan keluhan BAB cair sehari lebih dari 7 kali. Mual, muntah, badan klien suhunya 37 C, keluarga mengatakan, klien menderita penyakit tesebut sudah 2 hari sebelum dibawa ke RSU. Dari hasil pemeriksaan klien dinyatakan menderita Gastroenteritis dan dianjurkan untuk rawat inap. C. Pemeriksaan yang dlakukan ( baik diagnostic maupun keperawatan) 1. Pemeriksaan Fisik: Keadaan umum baik, kesadaran composmentis dengan nilai GCS 14. E : 3, M : 6, V : 5. Tanda Tanda Vital: tekanan darah: 110/ 70 mm Hg, denyut nadi : 82x/ m, suhu tubuh : 37 C, pernafasan 22x/ m, berat badan sebelum sakit : 55 kg, berat badan sekarang: 52 kg. 2. Pemeriksaan Penunjang Leukosit : 11000 (5000-10000 /ul) Trombosit : 156.000 ( 150.000-400.000 /ul) Hemoglobin : 12,8 gr/dl (N=L=13 16, P=12-14 gr/dl) Hematokrit : 52 % (N=L=40 48, P=37-43%) Pemeriksaan : terdapat bakteri E. coli

3. Terapi Medis Terapi cairan infuse RL 500 ml (40 tpm) Fuazolidone 5ml 4 kali perhari Parasetamol 250mg/hr Tomit 5mg 3x/hari D. Diagnosa Keperawatan DX1: Diare dengan proses infeksi, inflamasi, iritasi, malabsorbsi, dan parasit DX2: Defisit Volume Cairan dengan kehilangan volume cairan secara aktif E. Intervensi Keperawatan Diagnosa NOC NIC DX1: Diare dengan proses infeksi, inflamasi, iritasi, malabsorbsi, dan parasit Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x 24 jam diare pasien teratasi dengan kriteria hasil: 1. Tidak ada diare 2. Feses tidak ada darah dan mucus 3. Nyeri perut tidak ada 4. Pola BAB normal 5. Elektrolit normal 6. Asam basa normal 7. Hidrasi baik (membrane mukosa lembab, tidak panas, vital sign normal, hematokrit dan urin output dalam batas normal 1. Evaluasi jenis intake makanan 2. Monitor kulit sekitar perianal terhadap adanya iritasi dan ulserasi 3. Ajarkan pada keluarga penggunaan obat anti diare 4. Instruksikan pada pasien dan keluarga untuk mencatat warna, volume, frekuensi dan konsistensi 5. Ajarkan pada pasien tehnik pengurangan stress jika perlu 6. Kolaburasi jika tanda dan gejala diare menetap 7. Monitor hasil Lab (elektrolit dan leukosit) 8. Monitor turgor kulit, mukosa oral sebagai

DX2: Defisit Volume Cairan dengan kehilangan volume cairan secara aktif Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x 24 jam defisit volume cairan teratasi dengan kriteria hasil: 1.Mempertahankan urine output sesuai dengan usia dan BB, BJ urine normal 2.Tidak ada tanda tanda dehidrasi, Elastisitas turgor kulit baik, membran mukosa lembab, tidak ada rasa haus yang berlebihan 3.Elektrolit, Hb, Hmt dalam batas normal 4.pH urin dalam batas normal 5.Intake oral dan intravena adekuat indikator dehidrasi 9. Konsultasi dengan ahli gizi untuk diet yang tepat 1.Pertahankan catatan intake dan output yang akurat 2.Monitor status hidrasi (kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik ), jika diperlukan 3.Monitor hasil lab yang sesuai dengan retensi cairan (BUN, Hmt,osmolalitas urin, albumin, total protein 4.Monitor vital sign setiap 15menit 1 jam 5.Kolaborasi pemberian cairan IV 6.Monitor status nutrisi 7.Berikan cairan oral 8.Berikan penggantian nasogatrik sesuai output (50 100cc/jam) 9.Dorong keluarga untuk membantu pasien makan 10. Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih muncul meburuk 11.Atur kemungkinan transfusi 12.Persiapan untuk tranfusi 13.Pasang kateter jika perlu 14.Monitor intake dan urin output setiap 8 jam

F. Impelementasi Keperawatan dan Catatan Perkembangan No Diagnosa Tanggal Pukul Implementasi SOAP 1. DX1: Diare 26 08.00 1.Menanyakan makanan yang S :Keluarga klien mengatakan Ny. G 2. dengan proses infeksi, inflamasi, iritasi, malabsorbsi, dan parasit Februari 2015 dikonsumsi sebelum diare 2.Monitor kulit sekitar perianal terhadap adanya iritasi dan ulserasi 3.Mengajarkan pada keluarga penggunaan obat anti diare 4.Menginstruksikan pada pasien dan keluarga untuk mencatat warna, volume, frekuensi dan konsistensi 5.Mengajarkan pada pasien tehnik pengurangan stress jika perlu 6.Berkolaburasi jika tanda dan gejala diare menetap 7.Memonitor turgor kulit, mukosa oral sebagai indi kator dehidrasi 8.Berkonsultasi dengan ahli gizi untuk diet yang tepat BAB 5X, warna kuning, masih berbusa O: 1. BB menurun 2. Klien tampak lemah P : lanjutkan intervensi 1. Instruksikan pada pasien dan keluarga untuk mencatat warna, volume, frekuensi dan konsistensi 2. Mengajarkan pada keluarga penggunaan obat anti diare: Beri obat diare: Fuazolidone 5ml 4 kali perhari, Parasetamol 250mg/hr dan Tomit 5mg 3x/hari: 3. Memonitor turgor kulit, mukosa oral

DX2: Defisit Volume Cairan dengan kehilangan volume cairan secara aktif 1.Pertahankan catatan intake dan output yang akurat 2.Monitor status hidrasi ( kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik ), jika diperlukan 3.Monitor hasil lab yang sesuai dengan retensi cairan (BUN, Hmt,osmolalitas urin, albumin, total protein 4.Memonitor vital sign setiap 15menit 1 jam 5.Kolaborasi pemberian cairan IV 6.Monitor status nutrisi 7.Berikan cairan oral 8.Berikan penggantian nasogatrik sesuai output (50 100cc/jam) 9. Dorong keluarga untuk membantu pasien makan 10.Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih muncul meburuk 11.Monitor intake dan urin output setiap 8 jam S : Keluarga klien mengatakan BAB5X, warna kuning dan berbusa O : 1. Bibir kering,,kulit bersisik, mata bengkak dan merah 2. BC :-129,4 3. Turgor kulit tidak elastic 4. Suhu 39 0C 5. Klien masih terlihat lemah Hematokrit 51% P : lanjutkan intervensi: 1. Mempertahankan intake cairan oral minimal 8 gelas per hari 2. Terapi cairan infuse RL 500 ml (40 tpm) 3. Monitor status hidrasi (kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik ), jika diperlukan 4. Memonitor vital sign setiap 15menit 1 jam 5. Monitor status nutrisi

6. Berikan cairan oral miniml 8 gelas per hari 7. Dorong keluarga untuk 1. DX1: Diare 27 1. Menginstruksikan pada pasien dan membantu pasien makan S :Keluarga klien mengatakan Ny. G Februari keluarga untuk mencatat warna, BAB 4X, warna kuning, masih dengan proses infeksi, inflamasi, iritasi, malabsorbsi, dan parasit 2015 volume, frekuensi dan konsistensi 2. Mengajarkan pada pasien tehnik pengurangan stress jika perlu 3. Berkolaburasi jika tanda dan gejala diare menetap 4. Memonitor turgor kulit, mukosa oral berbusa O: 1. BB menurun 2. Klien tampak lemah P : lanjutkan intervensi: 1. Instruksikan pada pasien dan keluarga untuk mencatat warna, 5. Berkonsultasi dengan ahli gizi untuk diet yang tepat volume, frekuensi dan konsistensi 2. Mengajarkan pada keluarga penggunaan obat anti diare: 3. Beri obat diare: Fuazolidone 5ml 4 kali perhari, Parasetamol 250mg/hr 2. dan Tomit 5mg 3x/hari: 4. Memonitor turgor kulit, mukosa oral 1.Mempertahankan catatan intake dan

DX2: Defisit Volume Cairan dengan kehilangan volume cairan secara aktif output yang akurat 2.Memonitor status hidrasi (kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik ), jika diperlukan 3.Memonitor vital sign setiap 15menit 1 jam 4.Memonitor status nutrisi 5.Memberikan cairan oral 6.Mendorong keluarga untuk membantu pasien makan a. 7.Berkolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih muncul meburuk 8.Memonitor intake dan urin output setiap 8 jam S : Keluarga klien mengatakan BAB4X, warna kuning dan berbusa O : 1. Bibir kering,,kulit bersisik, mata bengkak dan merah 2.Turgor kulit tidak elastic 3.Suhu 39 0C 4. Klien masih terlihat lemah Hematokrit 51% P : lanjutkan intervensi: 1. Mempertahankan intake cairan oral minimal 8 gelas per hari 2. Terapi cairan infuse RL 500 ml (40 tpm) 3. Monitor status hidrasi (kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik ), jika diperlukan 4. Memonitor vital sign setiap 15menit

1 jam 5.Monitor status nutrisi 6.Berikan cairan oral miniml 8 gelas per hari 7.Dorong keluarga untuk membantu 1. DX1: Diare 28 1. Menginstruksikan pada pasien dan pasien makan S :Keluarga klien mengatakan Ny. G dengan proses infeksi, inflamasi, iritasi, malabsorbsi, dan parasit Februari 2015 keluarga untuk mencatat warna, volume, frekuensi dan konsistensi 2. Mengajarkan pada pasien tehnik pengurangan stress jika perlu 3. Berkolaburasi jika tanda dan gejala diare menetap 4. Memonitor turgor kulit, mukosa oral 5. Berkonsultasi dengan ahli gizi untuk diet yang tepat BAB 4X, warna kuning, tidak berbusa O: BAB masih cair, klien semakin baik, sudah bias duduk lama. P : lanjutkan intervensi 1. Instruksikan pada pasien dan keluarga untuk mencatat warna, volume, frekuensi dan konsistensi 2. Mengajarkan pada keluarga penggunaan obat anti diare: 3. Beri obat diare: Fuazolidone 5ml 4 2. kali perhari, Parasetamol 250mg/hr dan Tomit 5mg 3x/hari: 4. Memonitor turgor kulit, mukosa oral

DX2: Defisit Volume Cairan dengan kehilangan volume cairan secara aktif 1.Mempertahankan catatan intake dan output yang akurat 2.Memonitor status hidrasi (kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik ), jika diperlukan 3.Monitor vital sign setiap 15menit 1 jam 4.Berkolaborasi pemberian cairan IV 5.Memonitor status nutrisi 6.Memberikan cairan oral 7. Mendorong keluarga untuk membantu pasien makan 8.Berkolaborasi dengan dokter jika tanda cairan berlebih muncul meburuk 9.Memonitor intake dan urin output setiap 8 jam S : Keluarga klien mengatakan BAB4X, warna kuning dan tidak berbusa O : 1. Bibir kering,,kulit bersisik, mata bengkak dan merah 2.Turgor kulit tidak elastic 4.Suhu 37,5 0C 5. Klien sudah mulai aktif P : lanjutkan semua intervensi: 1.Instruksikan pada pasien dan keluarga untuk mencatat warna, volume, frekuensi dan konsistensi 2.Mengajarkan pada keluarga penggunaan obat anti diare: 3. Beri obat diare: Fuazolidone 5ml 4 kali perhari, Parasetamol 250mg/hr dan Tomit 5mg 3x/hari: 4.Memonitor turgor kulit, mukosa oral

5. Anjurkan pemeriksaan lab darah kembali