SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS DAN SPEKTRONIK 20D+

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS DUA KOMPONEN TANPA PEMISAHAN

PENDAHULUAN. Gambar 1 Ilustrasi hukum Lambert Beer (Sabrina 2012) Absorbsi sinar oleh larutan mengikuti hukum lambert Beer, yaitu:

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PERCOBAAN IV PENENTUAN KOMPOSISI ION KOMPLEKS

PENENTUAN RUMUS ION KOMPLEKS BESI DENGAN ASAM SALISILAT

ACARA IV PERCOBAAN DASAR ALAT SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM

BAB VI PENENTUAN KONSENTRASI ZAT WARNA MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

ANALISIS SPEKTROSKOPI UV-VIS. PENENTUAN KONSENTRASI PERMANGANAT (KMnO 4 )

Spektrofotometer UV /VIS

PENENTUAN KADAR BESI DALAM TABLET MULTIVITAMIN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM DAN UV-VIS

BAB IV ANALISIS DENGAN SPEKTROFOTOMETER

PERCOBAAN 1 PENENTUAN PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM SENYAWA BAHAN PEWARNA

Laporan Praktikum KI-3121 Percobaan 06 Spektrofotometri Emisi Atom (Spektrofotometri Nyala)

TUGAS ANALISIS FARMASI ANALISIS OBAT DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS SPEKTROMETRI PENETAPAN ANION FOSFAT DALAM AIR. Disusun oleh. Sucilia Indah Putri Kelompok 2

LAPORAN PRAKTIKUM REKAYASA PROSES PEMBUATAN KURVA STANDAR DARI LARUTAN - KAROTEN HAIRUNNISA E1F109041

PENENTUAN KADAR PROTEIN SECARA SPEKTROFOTOMETRI

JURNAL PRAKTIKUM ANALITIK III SPEKTROSKOPI UV-VIS

SPEKTROFOTOMETRI. Adelya Desi Kurniawati, STP., MP., M.Sc.

BAB IV HASIL PENGAMATAN

Spektrofotometri Serapan Atom

PENENTUAN TETAPAN PENGIONAN INDIKATOR METIL MERAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI

MAKALAH Spektrofotometer

SOAL-SOAL SPEKTROFOTOMETRI

UJI KUANTITATIF DNA. Oleh : Nur Fatimah, S.TP PBT Ahli Pertama

Laporan Praktikum Biomedik 3 BM 506 Metabolisme Glukosa, Urea Dan Trigliserida (Teknik Spektofotometer)

Laporan Praktikum Analisis Sediaan Farmasi Penentuan kadar Asam salisilat dalam sediaan Bedak salicyl

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LAPORAN KIMIA ANALITIK KI-2221

LAPORAN KIMIA ANALITIK KI 3121 Percobaan modul 2 PENETAPAN ANION FOSFAT DALAM AIR

1. Dapat mengerti prinsip-prinsip dasar mengenai teknik spektrofotometri (yaitu prinsip dasar

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMENT INDUSTRI PERALATAN ANALISIS (SPEKTROFOTOMETER)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Air dan air limbah Bagian 2: Cara uji kebutuhan oksigen kimiawi (KOK) dengan refluks tertutup secara spektrofotometri

3 METODOLOGI PENELITIAN

ADLN Perpustakaan Universitas Airlangga BAB III METODE PENELITIAN. penelitian Departemen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENENTUAN STRUKTUR MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV- VIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. unsur-unsur kimia secara terus menerus terhadap lingkungan di sekelilingnya di

OLEH : : MUH. ZULFIKAR TAHIR NIM : F1F KELOMPOK : III (TIGA) : MUH. JEFRIYANTO

TUGAS II REGULER C AKADEMI ANALIS KESEHATAN NASIONAL SURAKARTA TAHUN AKADEMIK 2011/2012

Laporan Kimia Analitik KI-3121

PENENTUAN KADAR BESI DALAM SAMPEL AIR SUMUR SECARA SPEKTROFOTOMETRI

Laporan Praktikum Biomedik 3 BM 506 Metabolisme Glukosa, Urea Dan Trigliserida (Teknik Spektofotometri)

LAPORAN KIMIA ANALITIK KI Percobaan modul 3 TITRASI SPEKTROFOTOMETRI

Berdasarkan interaksi yang terjadi, dikembangkan teknik-teknik analisis kimia yang memanfaatkan sifat dari interaksi.

III. METODOLOGI PERCOBAAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2015 sampai Juni 2015 di

Laporan Kimia Analitik KI-3121

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen.

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ANALISIS SENYAWA KIMIA. PENENTUAN KADAR BESI (Fe) DALAM SAMPEL DENGAN TEKNIK SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KIMIA ANALISIS ORGANIK (2 SKS)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam buku British pharmacopoeia (The Departemen of Health, 2006) dan

SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN UV-VIS

Hukum Dasar dalam Spektrofotometri UV-Vis Instrumen Spektrofotometri Uv Vis

Prof.Dr.Ir.Krishna Purnawan Candra, M.S. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian FAPERTA UNMUL

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

PENENTUAN INDEKS ABSORBANSI KMnO4 DENGAN SPEKTROFOTOMETRI 1. Tujuan Menentukan kadar KMnO4 dalam larutan cuplikan berwarna dengan analisis

METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penelitian Fakultas Farmasi USU

A. Judul B. Tujuan C. Dasar Teori

abc A abc a = koefisien ekstingsi (absorpsivitas molar) yakni tetap b = lebar kuvet (jarak tempuh optik)

Analisis Kolorimetri Kadar Besi(III) dalam Sampel Air Sumur dengan Metoda Pencitraan Digital

LAPORAN PRAKTIKUM III PRAKTIKUM METABOLISME GLUKOSA, UREA DAN TRIGLISERIDA (TEKNIK SPEKTROFOTOMETRI)

Beberapa definisi berkaitan dengan spektrofotometri. Spektroskopi (spectroscopy) : ilmu yang mempelajari interaksi antara bahan dengan

laporan praktikum penentuan kadar protein metode biuret

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan Praktikum 1.3. Manfaat Praktikum

INTERAKSI RADIASI DENGAN BAHAN

Spektrofotometri UV-Vis

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Spektrofotometri uv & vis

BAB III METODE PENELITIAN. Gorontalo dan pengambilan sampel air limbah dilakukan pada industri tahu.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Landasan Teori

BAB III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2015

1. Tujuan Menentukan kadar kafein dalam sample Dapat menggunakan spektofotometer uv dengan benar

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen

Pebandingan Metode Analisa Kadar Besi antara Serimetri dan Spektrofotometer UV-Vis dengan Pengompleks 1,10- Fenantrolin

Penentuan Kadar Teofilin dalam Sediaan Tablet Bronsolvan dengan Metode Standar Adisi menggunakan Spektrofotometer UV-Visible

PENGENALAN SPEKTROFOTOMETRI PADA MAHASISWA YANG MELAKUKAN PENELITIAN DI LABORATORIUM TERPADU FAKULTAS KEDOKTERAN USU KARYA TULIS ILMIAH.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu

PERBANDINGAN KEMAMPUAN PEREDUKSI Na 2 S 2 O 3 DAN K 2 C 2 O 4 PADA ANALISA KADAR TOTAL BESI SECARA SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE

ANALISIS INSTRUMEN SPEKTROSKOPI UV-VIS

BAB III METODE PENELITIAN. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana. Untuk sampel

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Makalah Pendamping: Kimia Paralel A PENETAPAN LOGAM TIMBAL SECARA SPEKTROFOTOMETRI SINAR TAMPAK

I. KONSEP DASAR SPEKTROSKOPI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH KONSENTRASI DAN SUHU LARUTAN NaCl TERHADAP TRANSMITANSI CAHAYA DALAM LARUTAN NaCl MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Ditjen BKAK (2014), uraian mengenai teofilin adalah sebagai. Gambar 2.1 Struktur Teofilin

Analisa AAS Pada Bayam. Oleh : IGNATIUS IVAN HARTONO MADHYRA TRI H ANGGA MUHAMMAD K RAHMAT

A. Judul Percobaan : Penentuan Kadar Glukosa Darah. B. Mulai Percobaan : Senin, 11 November 2013 C. Selesai Percobaan : Senin, 11 November 2013

PERCOBAAN I PENENTUAN KADAR KARBONAT DAN HIDROGEN KARBONAT MELALUI TITRASI ASAM BASA

PENGOMPLEKS BATHOFENANTROLIN PADA PENENTUAN KADAR BESI SECARA SPEKTROFOTOMETRI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. di Laboratorium Kimia Riset Makanan dan Material Jurusan Pendidikan

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK PERCOBAAN 3 PENENTUAN BILANGAN KOORDINAI KOMPLEKS TEMBAGA (II)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia D III Analis Kesehatan Fakultas

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

STUDI GANGGUAN KROM (III) PADA ANALISA BESI DENGAN PENGOMPLEKS 1,10-FENANTROLIN PADA PH 4,5 SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-TAMPAK

PERBANDINGAN PEREDUKSI NATRIUM TIOSULFAT (Na 2 S 2 O 3 ) DAN TIMAH (II) KLORIDA (SnCl 2 ) PADA ANALISIS KADAR TOTAL BESI SECARA SPEKTROFOTOMETRI

Transkripsi:

Laporan Praktikum Praktikum Analisis Instrumental SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS DAN SPEKTRONIK 20D+ Muhammad Ardiyansyah 1 dan Mohammad Rafi 2 1 Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga Bogor 16680, Indonesia 2 Divisi Kimia Analitik, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga Bogor 16680, Indonesia ABSTRAK Spektrofotmetri merupakan instrument analisis yang digunakan untuk mengetahui jumlah (konsentrasi) suatu zat dalam pelarut. Analisis ini didasarkan pada nilai penyerapan (absorbansi) atau penerusan (transmitans) pada suatu zat yang diberikan sinar pada panjang gelombang tertentu. Prinsip dari spektrofotometri didasarkan pada Hukum Beer, yaitu interaksi radiasi elektromagnetik terhdap materi uji. Alat yang digunakan dalam prcobaan adalah spektronik 20D+ dan spektrofotometri UV-Vis (ultraviolet visible) untuk mengetahui nilai serapan pada senyawa K 2 Cr 2 O 7 0.001 M dan KMnO 4 0.001 M pada H 2 SO 4 0.5 M. panjang gelombang maksimum K 2 Cr 2 O 7 dan KMnO 4 dengan spektronik 20D+ adalah 585 nm dan 550 nm. Panjang gelombang maksimum dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk K 2 Cr 2 O 7 adalah 437 dan 443 nm, sedangkan KMnO 4 adalah 546 dan 527 nm. I. Pendahuluan Spektrofotometri merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui interaksi materi dengan gelombang elektromagnetik. Gelombang elektromagnetik merupakan suatu bentuk energy yang memiliki dua jenis prilaku yaitu sebagai gelombang dan partikel (Harvey 2000). Spektrofotometri UV-Visible merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. Alat ini menggunakan dua buah sumber cahaya yang berbeda, yaitu sumber cahaya UV dan sumber cahaya Visible. Spektrofotometri UV-Visible adalah suatu teknis analisis spektroskopi yang memakai sumber radiasi elektromagnetik ulraviolet dekat (190-380 nm) dan sinar tampak (380-780 nm) (Aeni 2009). Penggunaan kedua sinar tersebut dapat dilakukan karena sinar tersebut dapat mengeksitasi electron pada suatu senyawa sehingga dapat dilakukan analisis baik kepada senyawa organik maupun anorganik. Menurut

Saprudin et al. (2009), spektrofotometri UV-Vis merupakan metode analisis yang sedrhana, murah, dan praktis dapat dilakukan untuk analisis kandungan suatu unsure pada komponen. Selain spektrofotometri UV-Vis, analisis spektroskopi lain menggunakan instrumen spektronik 20D+. instrument ini merupakan instrument analisis perkembangan dari spektronik 20D. alat ini biasa digunakan untuk quality control dan analisis larutan pada laboratorium. Spektronik 20D+ memiliki tampilan digital. Kisaran panjang gelombang yang dimiliki adalah 340 950 nm pada rentang kesalahan 20 nm (User Guide 2007). Senyawa K 2 Cr 2 O 7 atau kalium dikromat merupakan senya berwarna kuning yang biasa digunakan sebagai agen pengoksidasi untuk senyawa organik. Senyawa ini dihasilkan dari pencampuran kalium dengan kromat (Anger 2005). Kalium dikromat juga digunakan sebagai indicator adanya perubahan gugus aldehide menjadi keton pada suatu reaksi. Karena sifatnya yang berwarna ini, maka perubahan warna yang terjadi dapat dijadikan indicator dalam suatu penentuan reaksi. KMnO 4 atau kalium permanganate merupakan senyawa anorganik yang biasa digunakan sebagai agen pengoksidasi yang baik. Dengan menggunakan senyawa ini total oksidasi material organik dapat ditentukan secara kuantitatif (Reidies 2002). Senyawa ini memiliki wrna ungu kehitaman dan berbentuk kristal ortorombik. Kalium permanganat dibentuk dari reaksi kalium manganat dengan air. Dalam histology, kalium permanganate digunakan sebagai agen pemutih (Murphy 2001). II. Bahan dan Metode Alat dan Bahan Alat yang digunakan adalah spektrofotometer UV-Vis Shimadzu 1700 PC, Spectronic 20D+, kuvet, labu takar 25 ml, buret 50 ml, dan pipet volumetri 10 ml. Bahan yang digunakan antara lain larutan KMnO 4 0.001 M, larutan K 2 Cr 2 O 7 0.01 M, dan H 2 SO 4 0.5 M. Metode Pembuatan spektrum beberapa zat dilakukan dengan mengisi kuvet dengan larutan KMnO 4 0.001 M atau K 2 Cr 2 O 7 0.001M. Kuvet blanko diisi H 2 SO 4 0.5 M. Baca absorbans larutan pada 15 kisaran panjang gelombang 400-700 nm, dengan interval 5 nm (pada setiap pergantian panjang gelombang serapan dinolkan dengan larutan blanko). Buat kurva hubungan panjang gelombang dengan absorbans. Tentukan panjang gelombang yang tepat untuk masing-masing zat. Spektrum absorpsi KMnO 4 dan K 2 Cr 2 O 7 (spektrofotometer UV-Vis Shimadzu 1700 PC). Isi kuvet dengan larutan KMnO 4 4 0.001 M atau K 2 Cr 2 O 7 0.001 M. Kuvet blanko diisi

H 2 SO 4 0.5 M. setelahnya dibuat spektrum absorpsinya pada daerah Vis (350-800 nm) dengan menggunakan beberapa parameter yang ada dalam alat yang digunakan. Pada penentuan konsentrasi campuran K 2 Cr 2 O 7 dan KMnO 4 dilakukan dengan dua tahap yaitu ditentukannya kurva kalibrasi lalu konsentrasi campurannya. Penentuan kurva kalibrasi dilakukan dengan dibuatnya secara terpisah masing-masing larutan standar KMnO 4 dan K 2 Cr 2 O 7, dengan mengencerkan 1.00, 3.00, 5.00, 7.00, dan 9.00 ml untuk KMnO 4 dan mengencerkan 5.00, 7.00, 9.00, 11.00, dan 13.00 ml untuk K 2 Cr 2 O 7 larutan baku tersebut dengan larutan H 2 SO 4 0.5M dalam labu takar 25 ml. setelahnya dibaca absorbans kedua set larutan pada panjang gelombang yang tepat untuk KMnO 4 dan K 2 Cr 2 O 7 dengan H 2 SO 4 sebagai blanko. Kemudian dibuat kurva standar masing-masing larutan pada dua panjang gelombang dan ditentukan nilai konstantanya (k). Untuk penentuan konsentrasi campuran, larutan analat dipindahkan secara kuantitatif ke dalam labu takar 25 ml, lalu diencerkan dengan H 2 SO 4 0.5 M, pengerjaannya dilakukan sebanyak 6 kali ulangan. Kemudian dibaca absorbansnya pada dua panjang gelombang. Lalu hitung konsentrasi masing-masing zat dengan harga k dari kurva kalibrasi beserta standar deviasi dan selang kepercayaan 95%. III. Pembahasan Analisis kimia dengan metode spektrofotometri didasarkan pada interaksi radiasi elektromagnetik panjang gelombang tertentu yang sempit dan mendekati monokromatik dengan molekul dari suatu materi. Interaksi tersebut meliputi proses adsorpsi, emisi, refleksi dan transmisi radiasi elektromagnetik oleh atom-atom atau molekul dalam suatu materi. Melalui pemanfaatan akan penyinaran yang diberikan melalui panjang gelombang tertentu, baik UV-Visible maupun spektronik 20D+, akan terlihat interaksi yaitu penyerapan sinar oleh materi yang disebut dengan absorbans atau sinar yang diteruskan materi yang disebut dengan transmitans. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa molekul selalu mengabsorbsi cahaya elektromagnetik jika frekuensi cahaya tersebut sama dengan fekuensi getaran dari molekul tersebut. Alat yang digunakan dalam pengukurannya disebut spektrofotometer (Henry 2002). Hukum Beer merupakan intepretasi matematis dari interaksi yang ditunjukan materi dengan penyinaran yang diberikan pada spektrofotometri. Spektrofotometri UV-Vis memanfaatkan sinar pada panjang gelombang UV (190-380 nm) dan Visible (380-780 nm) untuk analisis materi, sedangkan spektronik 20D+ menggunakan sinar pada panjang gelombang 340 950 nm.

Gambar 1 Optikal diagram Spektronik 20D+ (User Guide 2007) Gambar 2 Optikal diagram spektrofotometrik UV-Vis berkas ganda (Arifin dan Heriyanto 2006) Pada percobaan, ditentukan panjang gelombang maksimum dari K 2 Cr 2 O 7 dan KMnO 4. Kedua senyawa tersebut memiliki warna yang berbeda sehingga akan mengahasilkan panjang gelombang maksimum yang berbeda pula sesuai dengan warna komplementer yang diserap pada panjang gelombang masing-masing. Panjang gelombang serapan maksimum untuk KMnO 4 adalah 525 nm, sedangkan K 2 Cr 2 O 7 adalah 434 nm (Xu dan Thomson 2008). Hasil analisis, panjang gelombang maksimum untuk K 2 Cr 2 O 7 dengan spektrofotometri UV-Vis dan spektronik 20D+ adalah 443 nm dan 585 nm. Sedangkan pada KMnO 4 adalah 527.5 nm dan 550 nm.

Perbedaan penyerapan antara dua senyawa tersebut jelas, melalui tampak fisik warna yang dihasilkan pada K 2 Cr 2 O 7 dan KMnO 4 akan menghasilkan serapan yang berbeda, selain itu juga dengan kebutuhan energy yang diberikan untuk electron mengalami transisinya. Namun perbedaan panjang gelombang maksimum antara pengukuran UV-Vis dan spektronik 20D+. Namun berdasarkan anilisis statistik melalui uji T dan uji F, perbedaan tersebut tidak memberikan perbedaan yang nyata. Berdasarkan hasil analisis sampel, nilai absorbans tertinggi dimiliki oleh konsentrasi sampel yang tinggi pula (lihat table 11 dan 12), hal ini sesuai dengan Hukum Beer, yaitu nilai absorbans sebanding dengan nilai konsentrasi dari larutan. Namun terjadi perbedaan (lihat tabel 5 dan 6) perbedaan terjadi pada tabel 6, nilai absorbans tidak sebanding dengan konsentrasi larutan. Hal ini dapat disebabkan kesalahan paralaks dalam pembacaan dan perlakuan dalam analisis oleh operator. IV. Simpulan Analisis serapan panjang gelombang maksimum antara spektrofotometri UV- Vis dan spektronik 20D+ pada K2Cr2O7 dan KMnO 4 memberikan hasil tidak berbeda nyata antara kedua pengukuran alat tersebut. Panjang gelombang serapan maksimum untuk K 2 Cr 2 O 7 dan KMnO 4 dengan spektrofotometri UV-Vis adalah 443 nm dan 527.5 nm, sedangkan dengan spektronik 20D+ adalah 585 nm dan 550 nm. Nilai konsentrasi larutan pada sampel sebanding dengan nilai absorbans yang dihasilkan. V. Daftar Pustaka Aeni N. 2012. Spektrofotometer UV-Visible. Palu (ID): Untad press. Anger G, Halstenberg J, Hochgeschwender K, Scherhag C, Korallus U, Knopf H, Schimdt P, dan Ohlinger M. Encyclopedia of Industrial Chemistry. Weinheim (DE): Wiley-VCH. Arifin B dan Heryanto R. 2006. Spektroskopi Sinar Tanpak. Bogor (ID):IPB press. Harvey D. 2000. Modern Analytical Chemistry. New York (US) : McGraw Hill. Henry, Arthur et al. 2002. Analisa spektrofotometri uv-vis pada obatinfluenza dengan menggunakan aplikasi sistem persamaan linear. Jakarta (ID) : Universitas Indonesia. Murphy CL, Eulitz M, Hrncic R, Sletten K, Westermark P, Williams T, Macy SD, Wooliver C, Wall J, Weiss DT, Solomon A. 2001. Chemical typing of amyloid

protein contained in formalin-fixed paraffin-embedded biopsy specimens. American Journal Clinical Pathology. Vol: 116 (1): 135-142. Reidies AH. 2002. Manganese Compound. Weinheim (DE): Wiley-VCH. Saprudin D, Rafi M, dan Dini NH. 2009. Metode spektrofotometri UV-Vis untuk penentuan Barium dalam tanah liat dengan 18-crown dan Rose Bengal. Seminar Nasional Kimia; 2009 Jul 28; Surabaya, Indonesia. Surabaya (ID): Senaki. hlm 1-6. User Guide. 2007. Spektronic 20 TM dan Spectronic 20D +. Fitchburg (US) : Thermoscientific. Xu X dan Thomson N. estimation of the maximum consumption of permanganate by aquirer solids using a modified chemical oxygen demand tes. Journal environmental engineering. Vol : 134 (5) : 353-361.