BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masa kehamilan merupakan masa dimana ibu hamil harus memenuhi kebutuhan gizi bagi janin. Cara memenuhi kebutuhan gizi tersebut dengan mengkonsumsi makanan sehat, seperti buah-buahan, daging, dan sayur. Ibu hamil rata-rata juga ingin mengkonsumsi makanan berlebih seperti snack, namun snack yang dipilih harus bermanfaat bagi gizi ibu dan juga si bayi. Menurut Handrawan Nadesul yang dikutip oleh Mitayani (2010), gizi pada saat kehamilan adalah zat makanan atau menu yang takaran semua zat gizinya dibutuhkan oleh ibu hamil setiap hari dan mengandung zat gizi seimbang dengan jumlah sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Kondisi kesehatan ibu sebelum dan sesudah hamil sangat menentukan kesehatan ibu hamil. Sehingga demi suksesnya kehamilan, keadaan gizi ibu dalam keadaan baik, dan selama hamil harus mendapat tambahan energi, protein, vitamin, dan mineral (Kusmiyati, 2009). Pemilihan camilan untuk ibu hamil harus memperhatikan kandungan gizi yang ada di dalamnya. Camilan yang dikonsumsi harus memenuhi kriteria yaitu tidak boleh mengandung banyak garam karena mengakibatkan hipertensi dan terlalu banyak gula sehingga dapat mempengaruhi tingginya kalori namun nutrisinya kosong. Alkohol dan zat aditif yang terkandung didalamnya juga dapat membahayakan kandungan. 1
2 Pada saat ini, salah satu industri yang berkembang sangat pesat adalah industri kuliner atau makanan. Salah satu makanan yang sedang digemari oleh masyarakat adalah aneka jenis kue, hal ini dikarenakan banyak variasi kue dan roti yang sudah beredar di berbagai toko kue dan roti. Salah satu jenis kue yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah kue brownies. Karena rasanya manis, banyak orang beranggapan bahwa mengkonsumsi brownies secara terus menerus bias menyebabkan diabetes. Namun faktanya, mengkonsumsi brownies setiap hari akan memberikan khasiat yang baik bagi tubuh. Kandungan pada brownies seperti lemak, protein, glukosa dan karbohidrat sangat bermanfaat bagi tubuh. Kandungan-kandungan tersebut dapat menambah energi dan juga meningkatkan daya pemulihan bagi tubuh. Selain itu, brownies memiliki bahan dasar telur, yang memiliki peran agar penikmatnya terhindar dari penyakit kolesterol dan mencegah penggumpalan darah. Brownies pun kerap disajikan dengan campuran coklat didalamnya. Kandungan coklat pada brownies diketahui bisa mencegah kanker dan penyakit jantung. Ditambah lagi, kombinasi antara bahan-bahan dasar brownies dan coklat memiliki efek yang sangat baik yaitu sebagai mood booster dimana dengan mengkonsumsi brownies coklat, pikiran akan menjadi lebih tenang dan terlepas dari stress dan penat. Dengan kata lain, brownies adalah kue penyeimbang yang mempunyai manfaat baik bagi tubuh. Pada awalnya, pembuatan brownies dibuat dengan cara dipanggang. Namun, kini pembuatan brownies lebih dikenal dengan cara dikukus. Pembuatan dengan cara dikukus ini, tentu akan membuat proses penyajiannya menjadi jauh lebih sehat dibandingkan dengan cara dipanggang. Cara memasak kukus diketahui sebagai cara yang paling baik dalam pembuatan kue karena tidak akan menghilangkan kandungan dari setiap bahan-bahan dasar pembuatannya.
3 Sedangkan, di Indonesia ada beberapa tanaman yang dipercaya baik secara turuntemurun maupun sudah terbukti uji keilmiahannya dalam meningkatkan kualitas ASI karena mengandung senyawa fitosterol yang berfungsi meningkatkan dan memperlancar produksi ASI (efek laktagogum), misalnya daun katuk (Sauropus androgymus), daun klabet (Trigonella graecum L.),daun bangun-bangun (Coleus amboinicus) serta daun kelor (Moringa oleifera). Salah satunya yaitu tanaman kelor yang mempunyai beberapa bagian seperti daun, biji, dan bunga yang memiliki nutrisi tinggi dan efek terapi yang baik. Bijinya dapat disangrai lalu dimakan, bunganya dapat dibuat sup karena rasanya seperti jamur dan daunnya dapat dimasak sebagai sayuran. Bunga dan daun kelor merupakan sumber vitamin A, B dan C dan kaya akan mineral. Kandungan nutrisi yang demikian luar biasa dari kelor, menjadikannya kandidat utama untuk digunakan dalam mengatasi masalah malnutrisi atau kekurangan gizi pada balita dan ibu hamil atau menyusui. Selain itu, tanaman kelor pun menjadi asupan gizi tinggi yang murah dan mudah didapat oleh masyarakat. Sehingga kebutuhan bayi akan ASI dapat terpenuhi dengan maksimal dengan memanfaatkan tumbuhan alami, yang dibuat secara kreatif tanpa harus mengkonsumsi kapsul-kapsul atau vitamin yang terkadang mengandung bahan-bahan kimia. Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk melakukan eksperimen yaitu, pemanfaatan tepung daun kelor (Moringa oleifera) sebagai pelancar ASI dan pewarna alami pada brownies kukus. 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah dapat disampaikan mengenai masalah sebagai berikut : a. Bagaimana kandungan gizi brownies kukus dari tepung daun kelor (Moringa oleifera)? b. Bagaimana mutu fisik brownies kukus dari tepung daun kelor (Moringa oleifera) sebagai camilan sehat untuk ibu hamil?
4 c. Bagaimana tanggapan panelis terhadap brownies kukus dari tepung daun kelor (Moringa oleifera) sebagai camilan sehat untuk ibu hamil? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian adalah : a. Untuk mengetahui kandungan gizi pada brownies kukus dari tepung daun kelor (Moringa oleifera) sebagai camilan sehat untuk ibu hamil. b. Untuk mengetahui mutu fisik brownies kukus dari tepung daun kelor (Moringa oleifera) sebagai camilan sehat untuk ibu hamil. c. Untuk mengetahui tanggapan panelis terhadap brownies kukus dari tepung daun kelor (Moringa oleifera) sebagai camilan sehat untuk ibu hamil. 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah : a. Untuk Peneliti Sebagai inovasi baru dalam menciptakan produk baru brownies kukus dari tepung daun kelor (Moringa oleifera) untuk memperlancar ASI. b. Untuk Institusi Sebagai referensi baru membuat produk baru brownies kukus dari tepung daun kelor (Moringa oleifera) untuk memperlancar ASI. c. Untuk Masyarakat Memberikan alternatif sediaan makanan atau camilan yang memanfaatkan kandungan dari bahan alami yang aman. 1.5 Hipotesis Hipotesis dari penelitian ini adalah :
5 a. Brownies merupakan kue bertekstur agak keras dan padat, berwarna cokelat kehitaman dan memiliki rasa khas dominan cokelat. b. Kukus merupakan salah satu cara memasak dengan memanfaatkan uap air. c. Daun kelor mengandung senyawa fitosterol yang berfungsi meningkatkan dan memperlancar produksi ASI (efek laktagogum).