BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
Frekuensi Persentase Rata-rata Selang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Prasiklus Jumlah siswa Presentase (%) , ,33 JUMLAH

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. yang berjumlah 29 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 17 siswa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Perencanaan Tindakan BAB IV

Deskripsi Siklus 1

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV. Nilai Rata-rata < Belum Tuntas 52, Tuntas Jumlah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Materi Gaya Melalui Model Numbered Heads Together (NHT) Pada Siswa Kelas

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Belajar IPA Kelas I Pra Siklus BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Tindakan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 1 Pardasuka Kabupaten Pringsewu semester

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

V. KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 3 Sukadadi Kabupaten

BAB IV DESKRIPSI DATA DAN ANALISIS DATA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Selanjutnya data yang terkumpul diuraikan melalui analisa deskriptif. Yaitu analisa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

X f fx Jumlah Nilai rata-rata 61 Keterangan :

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Tingkat kemampuan A B C D 1 Apersepsi 10 2 Motivasi 12 3 Revisi 12

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. tindakan kelas merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

H S A I S L I PE P N E E N L E I L T I I T A I N A DA D N A PE P M E B M A B H A A H S A A S N

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV DESKRIPSI DATA DAN ANALISIS DATA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 2 Gunungterang,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Gambaran Umum Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas 4 SDN Gedangan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Siklus 1 dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kata-kata Kunci : Model Numbered Head Together (NHT), Media Manik-manik, Aktifitas, Hasil Belajar, Pembelajaran Matematika, Sekolah Dasar

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Tindakan 4.1.1 Kondisi Awal Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas III SD Kayuapu, semester I, yang berjumlah 27 siswa. Berdasarkan hasil observasi pada kondisi awal, sebelum perbaikan pembelajaran menunjukkan bahwa hasil belajar siswa belum dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Adapun Hasil belajar siswa pada kondisi awal dapat dilihat pada tabel 1 berikut: Tabel 1 Distribusi Hasil Belajar Siswa Kondisi Awal Kriteria NILAI Jumlah Siswa Prosentase Tuntas 65 8 29% Tidak Tuntas < 65 19 71% Jumlah 27 100% Dari data hasil belajar siswa di atas menunjukkan bahwa ada 19 siswa atau 71% yang belum tuntas belajar sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (65) sedangkan yang tuntas hanya 8 siswa atau 29%. Berdasarkan kajian hasil belajar tersebut, maka perlu perbaikan model pembelajaran sehingga proses pembelajaran dapat menyenangkan dan diharapkan siswa dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Model pembelajaran yang dimaksud adalah Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan. 13

14 4.1.2 4.1.2.1 Perencanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pembelajaran pada materi Sifat Operasi Hitung Campuran, membuat LKS, soal tes formatif 1, tes formatif 2, tes formatif 3, lembar observasi dengan model pembelajaran yang mendukung. 4.1.2.2 Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus 1 dilaksanakan pada tanggal 1, 3, 6 Nopember 2012 di kelas III dengan jumlah siswa 27 siswa. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pembelajaran yang telah disiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar. Langkahlangkah pertemuan pertama, kedua dan ketiga sama hanya beda pada indikator. Adapun langkah-langkahnya adalah: menyampaikan tujuan dari kompetensi dasar yang dicapai. pertama siklus 1 dilaksanakan pada tanggal 1 Nopember 2012. Kegiatan inti: 1) Menjelaskan tujuan pembelajaran tentang sifat pertukaran pada perkalian. 2) Membentuk kelompok setiap siswa dalam kelompok diberi nomor. 3) Setiap kelompok memiliki buku paket matematika kelas III. 4) Membimbing siswa dalam diskusi, mengerjakan LKS. 5) Memanggil satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama menyiapkan jawaban di depan kelas. 6) Tanggapan dari kelompok lain. 7) Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan. Kegiatan akhir: 1) Guru memberi penguatan. 2) Guru memberi tes formatif. 3) Memberi tugas rumah. 4) Menginformasikan pembelajaran yang akan datang.. kedua siklus 1 dilaksanakan pada tanggal 3 Nopember 2012. Langkahlangkah kegiatan pembelajaran hampir sama dengan pertemuan pertama. Sebelum pembelajaran inti didahului dengan mengoreksi tugas rumah yang diberikan pada pertemuan pertama. Pada pembahasan diskusi LKS pertemuan kedua indikator yang dibahas adalah sifat pengelompokkan pada perkalian. ketiga siklus 1 dilaksanakan pada tanggal 6 Nopember 2112. Langkahlangkah kegiatan pembelajaran hampir sama dengan pertemuan satu dan dua dengan

15 mengulang indikator pertemuan pertama dan kedua. Pada soal tes formatif 3 mengacu pada indikator 1 dan 2 pada pertemuan 1 dan 2. Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada siklus 1. Tabel 2 Distribusi Hasil belajar siswa siklus 1 Kriteria Nilai Jumlah Siswa 1 2 3 Tuntas 65 15 55,56% 17 62,96% 18 66,67% Tidak Tuntas < 65 12 44,44% 10 37,04% 9 33,33% Jumlah 27 100% 27 100% 27 100% Dari data hasil belajar siswa Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa ada 9 siswa atau 33.33% yang belum tuntas sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) (65). Yang sudah tuntas ada 18 siswa atau 66,67%. Data nilai siswa pertemuan 1, 2, 3 pada siklus 1 ada pada lampiran. Berdasarkan hasil kajiann hasil belajar tersebut pada proses belajar mengajar siswa masih kurang berani dalam mengemukakan pendapat. 120.00% 100.00% 80.00% 60.00% 40.00% Tidak Tuntas Tuntas 20.00% 0.00% 1 2 3 Gambar 2 Hasil Belajar Siswa

16 Observasi Pembelajaran dilakukan oleh pengamat teman sejawat pada proses pembelajaran berlangsung dengan cara melakukan pengamatan menggunakan lembar observasi pembelajaran dan observasi aktifitas belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT memperoleh penilaian pada tabel 3 dan tabel 4 berikut: Tabel 3 Rekap Lembar Observasi Pembelajaran Melalui Model Pembelajaran NHT No Aspek Yang Diamati Skor 1 2 3 I. Tahap Persiapan 1. Menyiapkan RPP 3 3 3 2. Membuat LKS 3 3 3 II. Tahap Pelaksanaan 1. Mengkondisikan siswa untuk berdoa. 4 5 5 2. Mengkondisikan siswa untuk siap belajar dan 4 5 5 mengabsen. 3. Menyampaikan tujuan pelajaran. 3 4 4 4. Menyampaikan apersepsi. 2 3 4 5. Membagi siswa menjadi 7 kelompok. Setiap 5 5 5 kelompok beranggotakan 4 siswa. Setiap siswa dalam kelompok diberi nomor. 6. Setiap kelompok diberi buku paket matematika. 5 5 5 7. Membagi lembar kerja kepada setiap siswa. 3 4 4 8. Siswa diskusi mengerjakan lembar kerja. 2 3 3 9. Guru membimbing siswa melakukan diskusi. 2 3 3 10 Guru menyebut satu nomor dan siswa dari tiap 3 4 4 kelompok dengan nomor yang sama menyampaiakan jawaban di depan kelas. 11 Tanggapan dari kelompok lain. 2 3 3 12 Guru bersama siswa membuat kesimpulan. 2 3 3 III. Tahap Evaluasi 1 Memberi penguatan. 3 3 4 2 Melakukan evaluasi / tes formatif 3 3 3 3 Melakukan tindak lanjut / memberi tugas rumah. 2 3 3 Jumlah Skor 51 62 64 Prosentase Nilai 60,00% 72,94% 75,29%

17 Lembar observasi pembelajaran siklus I menunjukkan peningkatan dari setiap pertemuan. 1 jumlah nilai 51 (60%), pertemuan 2 jumlah nilai 62 (72,94%), pertemuan 3 jumlah nilai 64 (75,29%). Pada pembelajaran siklus 1 aspek yang direncanakan sudah dilaksanakan tapi belum maksimal. Tabel 4 Rekap Lembar Observasi Aktifitas Belajar Siswa Model Pembelajaran NHT No Aspek Yang Diamati I. Kegiatan Awal 1. Memberi salam, berdoa, menempati tempat duduk masingmasing. Skor 1 2 3 3 3 4 2. Kesiapan menerima pelajaran. 2 3 3 II. Kegiatan Inti Pembelajaran 1. Memperhatikan dengan serius penjelasan guru tentang tujuan 3 3 4 pembelajaran hari ini. 2. Siswa mengelompok menjadi 7 kelompok, tiap kelompok 2 4 4 beranggota 4 siswa, tiap siswa diberi nomor. 3. Kelompok menerima buku paket Matematika dan IPA untuk 3 4 4 memudahkan mengerjakan lembar kerja. 4. Siswa menerima lembar kerja tentang operasi hitung campuran dan mengklasifikasi benda-benda di lingkungan sekolah. 3 4 4 5. Siswa berdiskusi, kerjasama mengerjakan LKS. 3 3 3 6. Siswa yang dipanggil dengan nomor yang sama maju 2 3 4 mempresentasikan hasil diskusi. 7. Siswa yang lain menanggapi hasil presentasi. 2 3 3 8. Siswa mencatat kesimpulan. 2 2 3 9. Siswa mengerjakan tes formatif. 2 3 4 III. Penutup 1 Siswa mengerjakan soal untuk dikerjakan di rumah 2 3 3 Jumlah Skor 29 38 43 Prosentase Nilai 60% 79% 90% Lembar observasi keaktifan belajar siswa siklus 1 mengalami peningkatan dari setiap pertemuan. 1 skor 29 (60%), pertemuan 2 skor 38 (79%), pertemuan 3 skor 43 (90%).

18 4.1.2.3 Refleksi Pada tahap ini akan mengkaji proses pembelajaran siklus 1 dengan melibatkan teman sejawat dengan tujuan agar mendapatkan kritik dan saran dari teman sejawat selaku pengamat. Menurut hasil pengamatan pada pertemuan pertama, kedua, ketiga pada siklus pertama guru mendapat nilai prosentase 60%, 72.94%, 75.29% karena dalam proses pembelajaran guru kurang maksimal dan siswa kurang aktif, masih ada siswa yang berbicara dengan teman sebangku. Saran dari pengamat agar memberikan saran kepada siswa yang berbicara sendiri pada waktu guru menerangkan dan untuk guru agar lebih baik dalam mempersiapkan pembelajaran. Adapun hasil observasi aktifitas siswa dari pertemuan 1, 2, 3 pada siklus 1 mendapat prosentase 60%, 79%, 90%. 4.1.3 4.1.3.1 Perencanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana pembelajaran pada materi Sifat Operasi Hitung Campuran, membuat LKS, soal tes formatif 1, tes formatif 2, tes formatif 3, lembar observasi dengan model pembelajaran yang mendukung. 4.1.3.2 Pelaksanaan Tindakan dan Observasi Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 8,10,13 Nopember 2012 di kelas III dengan jumlah siswa 27 siswa. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pembelajaran yang telah disiapkan. Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar. Langkahlangkah pertemuan pertama, kedua dan ketiga sama hanya beda pada indikator. Adapun langkah-langkahnya adalah: menyampaikan tujuan dari kompetensi dasar yang dicapai. pertama siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 8 Nopember 2012. Kegiatan inti: 1) Menjelaskan tujuan pembelajaran tentang sifat pengelompokkan pada pembagian. contoh: (48 : 6) : 4 = 8 : 4 = 2. 2) Membentuk kelompok setiap siswa dalam kelompok diberi nomor. 3) Setiap kelompok memiliki buku paket matematika kelas III. 4)

19 Membimbing siswa dalam diskusi, mengerjakan LKS. 5) Memanggil satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama menyiapkan jawaban di depan kelas. 6) Tanggapan dari kelompok lain. 7) Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan. Kegiatan akhir: 1) Guru memberi penguatan. 2) Guru memberi tes formatif. 3) Memberi tugas rumah. 4) Menginformasikan pembelajaran yang akan datang.. kedua siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 10 Nopember 2012. Langkahlangkah kegiatan pembelajaran hampir sama dengan pertemuan pertama. Sebelum pembelajaran inti didahului dengan mengoreksi tugas rumah yang diberikan pada pertemuan pertama. Pada pembahasan diskusi LKS pertemuan kedua indikator yang dibahas adalah sifat pengelompokkan pada pembagian. ketiga siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 13 Nopember 2012. Langkahlangkah kegiatan pembelajaran hampir sama dengan pertemuan satu dan dua dengan mengulang indikator pertemuan pertama dan kedua pada siklus 1 dan indikator pertemuan 1, 2 siklus 2. Pada soal tes formatif 3 mengacu pada indikator 1, 2, 3 pada siklus1 dan indikator 1, 2, 3 pada siklus 2. Untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Tabel 5 Distribusi Hasil belajar siswa siklus 2 Kriteria Nilai Jumlah Siswa 1 2 3 Tuntas 65 19 70,37% 22 81,48% 22 81,48% Tidak Tuntas < 65 8 29,63% 5 18,52% 5 18,52% Jumlah 27 100% 27 100% 27 100% Dari data hasil belajar siswa di atas menunjukkan bahwa ada 5 siswa atau 18,52% yang belum tuntas sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) (65). Yang sudah tuntas ada 22 siswa atau 81,48%. Data nilai siswa pertemuan 1, 2, 3 pada siklus 2 ada pada lampiran.

20 Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus 2 ketuntasan belajar secara klasikal telah mengalami peningkatan sedikit lebih baik dari siklus 1. Adanya peningkatan hasil belajar siswa ini karena siswa sudah mulai akrab dengan model pembelajaran tipe NHT, disamping itu ada perasaan senang pada diri siswa dengan adanya cara belajar yang baru karena itu adalah pengalaman pertama bagi siswa. 120.00% 100.00% 80.00% 60.00% 40.00% Tidak Tuntas Tuntas 20.00% 0.00% 1 2 3 Gambar 3 Hasil Belajar Siswa Observasi Pembelajaran dilakukan oleh pengamat teman sejawat pada proses pembelajaran berlangsung dengan cara melakukan pengamatan menggunakan lembar observasi pembelajaran dan observasi aktifitas belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT memperoleh penilaian pada tabel 6 dan 7 berikut:

21 Tabel 6 Rekap Lembar Observasi Pembelajaran Melalui Model Pembelajaran NHT No Aspek Yang Diamati Skor 1 2 3 I. Tahap Persiapan 1. Menyiapkan RPP 4 4 4 2. Membuat LKS 4 4 4 II. Tahap Pelaksanaan 1. Mengkondisikan siswa untuk berdoa. 5 5 5 2. Mengkondisikan siswa untuk siap belajar dan 5 5 5 mengabsen. 3. Menyampaikan tujuan pelajaran. 5 5 5 4. Menyampaikan apersepsi. 4 5 5 5. Membagi siswa menjadi 7 kelompok. Setiap 5 5 5 kelompok beranggotakan 4 siswa. Setiap siswa dalam kelompok diberi nomor. 6. Setiap kelompok diberi buku paket matematika. 5 5 5 7. Membagi lembar kerja kepada setiap siswa. 5 5 5 8. Siswa diskusi mengerjakan lembar kerja. 4 5 5 9. Guru membimbing siswa berdiskusi. 4 5 5 10 Guru menyebut satu nomor dan siswa dari tiap 4 5 5 kelompok dengan nomor yang sama menyampaiakan jawaban di depan kelas. 11 Tanggapan dari kelompok lain. 3 4 4 12 Guru bersama siswa membuat kesimpulan. 3 4 5 III. Tahap Evaluasi 1 Memberi penguatan. 4 5 5 2 Melakukan evaluasi / tes formatif 4 4 4 3 Melakukan tindak lanjut / memberi tugas rumah. 4 4 4 Jumlah Skor 72 79 80 Prosentase Nilai 84,70% 92,94% 94,11% Lembar observasi pembelajaran siklus 2 menunjukkan peningkatan dari setiap pertemuan. 1 jumlah nilai 72 (84,70%), pertemuan 2 jumlah nilai 79 (92,94%), pertemuan 3 jumlah nilai 80 (94,11%). Hasil observasi pada siklus 2 memperoleh skor 80 dengan prosentase 94%.

22 Tabel 7 Rekap Lembar Observasi Aktifitas Belajar Siswa Model Pembelajaran NHT No Aspek Yang Diamati I. Kegiatan Awal 1. Memberi salam, berdoa, menempati tempat duduk masingmasing. Skor 1 2 3 3 3 4 2. Kesiapan menerima pelajaran. 2 3 3 II. Kegiatan Inti Pembelajaran 1. Memperhatikan dengan serius penjelasan guru tentang tujuan 3 3 4 pembelajaran hari ini. 2. Siswa mengelompok menjadi 7 kelompok, tiap kelompok 3 4 4 beranggota 4 siswa, tiap siswa diberi nomor. 3. Kelompok menerima buku paket Matematika dan IPA untuk 3 4 4 memudahkan mengerjakan lembar kerja. 4. Siswa menerima lembar kerja tentang operasi hitung campuran dan mengklasifikasi benda-benda di lingkungan sekolah. 3 4 4 5. Siswa berdiskusi, kerjasama mengerjakan LKS. 3 3 3 6. Siswa yang dipanggil dengan nomor yang sama maju 3 3 3 mempresentasikan hasil diskusi. 7. Siswa yang lain menanggapi hasil presentasi. 2 3 3 8. Siswa mencatat kesimpulan. 2 3 3 9. Siswa mengerjakan tes formatif. 2 3 4 III. Penutup 1 Siswa mengerjakan soal untuk dikerjakan di rumah 2 3 3 Jumlah Skor 31 39 42 Prosentase Nilai 65% 81% 88% Lembar observasi keaktifan belajar siswa siklus 2 mengalami peningkatan dari setiap pertemuan. 1 skor 31 (65%), pertemuan 2 skor 39 (81%), pertemuan 3 skor 43 (88%). 4.1.3.3 Refleksi Berdasarkan data hasil tes belajar siswa siklus 2: 81,48% sudah mencapai kategori berhasil. Hasil belajar siklus 2 menunjukkan adanya peningkatan. Peran aktif siswa selama pembelajaran semakin meningkat, siswa lebih aktif dalam belajar, hal ini terlihat dari kesungguhan siswa dalam mengerjakan tes formatif. Adapun hasil observasi aktifitas siswa dari pertemuan 1, 2, 3 pada siklus 2 mendapat prosentase 65%, 81%, 88%.

23 Tabel 8 Distribusi Hasil Belajar Siswa Kondisi Awal,,. Kondisi Awal Kriteria Jumlah Prosentase Jumlah Prosentase Jumlah Prosentase Siswa Siswa Siswa Tuntas 8 29,63% 18 66,67% 22 81,48% Tidak 19 70,37% 9 33,33% 5 18,52% Tuntas Jumlah 27 100% 27 100% 27 100% Dari tabel hasil belajar siswa di atas dapat dilihat kenaikan dari kondisi awal sampai siklus 2. Kondisi awal yang tuntas hanya 8 siswa dengan prosentase 29,63%, pada siklus 1 yang tuntas 18 siswa dengan prosentase 66,67%, pada siklus 2 yang tuntas 22 siswa dengan prosentase 81,48%, sehingga penelitian ini sudah berhasil. 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Kondisi Awal Tidak Tuntas Tuntas Gambar 4 Diagram Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Kondisi Awal,,

24 Tabel 9 Perbandingan hasil observasi pada siklus 1 dan siklus 2. Aktifitas Mengajar 1 2 3 1 2 3 Perolehan Prosentase Skor 51 60% 62 72,94% 64 75,29% 72 84,70% 79 92,94% 80 94,11% Jika dilihat dari indikator dari seluruh kegiatan pembelajaran dengan melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT maka dapat dikatakan kegiatan pembelajaran berhasil. Peningkatan hasil observasi dapat dilihat pada diagram di bawah ini. 100% 80% 60% 40% 20% 0% 1 2 3 Prosentase 1 2 3 Prosentase Gambar 5 Hasil Observasi Pembelajaran Model Pembelajaran NHT dan

25 Tabel 10 Perbandingan hasil observasi Aktifitas Belajar Siswa dan 2 Aktifitas Mengajar 1 2 3 1 2 3 Perolehan Prosentase Skor 29 60% 38 79% 43 90% 31 65% 39 81% 42 88% Jika dilihat dari indikator dari seluruh kegiatan pembelajaran dengan melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT maka dapat dikatakan kegiatan pembelajaran berhasil. Peningkatan hasil observasi dapat dilihat pada diagram di bawah ini. 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 1 2 Prosentase 3 1 2 3 Prosentase Gambar 6 Hasil Observasi Aktifitas Belajar Siswa dan 2

26 4.2 Pembahasan 4.2.1 Hasil Belajar Siswa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi yang telah disampaikan guru selama ini (ketuntasan belajar meningkat dari siklus 1, siklus 2) yaitu masing-masing 66,67%, 81,48%. Pada siklus 2 ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Kenaikan hasil belajar Matematika pada materi Sifat Operasi Hitung Campuran Kelas III bisa dilihat pada tabel 11 berikut: Tabel 11 Perbandingan Hasil Belajar Siswa Kelas III Pada Pelajaran Matematika Tentang Operasi Hitung Campuran Kategori Pra Tuntas 8 29,63% 18 66,67% 22 81,48% Tidak Tuntas 19 70,37% 9 33,33% 5 18,52% Jumlah 27 100% 27 100% 27 100% Berdasarkan analisis data hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran dari pra siklus, siklus 1, siklus 2 mengalami peningkatan. Siswa yang berhasil sesuai dengan KKM dari pra siklus hanya 8 siswa (29,63%), siklus 1 sebanyak 18 siswa (66,67%), siklus 2 sebanyak 22 siswa (81,48%). Hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu dari 29,63% sebelum tindakan menjadi 81,48% setelah diberi tindakan. 4.2.2 Observasi Pembelajaran Model Kooperatif Tipe NHT Berdasarkan analisis data, diperoleh aktifitas siswa dalam proses pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap proses mengingat kembali materi pelajaran yang telah diterima selama ini, yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya prosentase siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan.

27 Dalam proses pembelajaran Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dari prasiklus, siklus 1, siklus 2 mengalami peningkatan. Siswa yang berhasil sesuai dengan KKM, dari prasiklus hanya 8 siswa (29,63%), siklus 1 sebanyak 18 siswa (66,67%), siklus 2 sebanyak 22 siswa (81,48%). Berdasarkan analisis observasi dalam proses pembelajaran dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dalam setiap siklus mengalami peningkatan. pertemuan 1 sebesar 60%, siklus 1 pertemuan 2 sebesar 72,94%, siklus 1 pertemuan 3 sebesar 75,29%. pertemuan 1 sebesar 84,70%, siklus 2 pertemuan 2 sebesar 92,94%, siklus 2 pertemuan 3 sebesar 94,11%. Analisis observasi aktifitas belajar siswa dengan model pembelajaran NHT dalam setiap siklus mengalami peningkatan. pertemuan 1 sebesar 60%. pertemuan 2 sebesar 79%. pertemuan 3 sebesar 90%. pertemuan 1 sebesar 65%. pertemuan 2 sebesar 81%. pertemuan 3 sebesar 88%. Berdasarkan analisis hasil belajar siswa, observasi pembelajaran dan observasi aktifitas belajar siswa dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajarn melalui model pembelajaran NHT dengan hasil penelitian lain yang berjudul Penerapan Model NHT Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar PKN dari 25 siswa mengalami peningkatan yaitu dari 60% sebelum tindakan menjadi 89,7% setelah diberi tindakan.