BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel. 1. Variabel Dependen (Variabel Terikat)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Djarwanto, 2012: 93). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. perusahaan, financial distress dan opini audit going concern terhadap auditor

BAB III METODE PENELITIAN. Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun Perusahaan yang menjadi

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. sehingga analisis deskriptif dipisahkan dari variabel lain. Tabel 4.1. Statistik Deskriptif

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. menggunakan data dari perusahaan-perusahaan yang saham-sahamnya memiliki

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pertumbuhan klien, financial distress, audit tenure, dan opini audit, audit terhadap

BAB III METODE PENELITIAN. melalui metode purposive sampling yang dipilih berdasarkan kriteria-kriteria. tahun penelitian ( )

BAB III METODE PENELITIAN. perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2010-

BAB 4 HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sampai dengan tahun 2015 berdasarkan metode purposive sampling pada. TABEL 4. 1 Prosedur Pengambilan Sampel

BAB III. Metode Penelitian. publik tahun yang diperoleh dengan cara mendownload melalui

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahanperusahaan

BAB IV ANALISIA HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Indonesia periode Penelitian ini meggunakan data sekunder yaitu dari

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. Proses pemilihan sampel menggunakan metode sampel bertujuan (purposive sampling), dimana

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENGUJIAN DATA DAN PEMBAHASAN. IV.1.1 Gambaran Umum Populasi dan Sampel Penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian ini mengambil laporan keuangan perusahaan manufaktur yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Data dan Sampel Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang

Sandi Prianggoro / Pembimbing Sundari., SE.,MM

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan melakukan

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 DESAIN PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan pada variabel Profitabilitas,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENGUJIAN. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan sampel perusahaan manufaktur

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. penelitian ini, yang dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.1. Statistik Deskriptif GC

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. resmi pemerintahan daerah yang terdapat di internet. Horizon waktu yang

BAB IV ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1. Pada table 4.1 diatas menunjukan bahwa hasil uji statistik deskriptif untuk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sebelumnya, dan reputasi KAP terhadap opini audit going concern pada

BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN

maksimum, rata-rata, dan deviasi standar tentang masing-masing variabel

BAB III METODE PENELITIAN. secara tidak langsung atau melalui media perantara, Sumber-sumber data dapat

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian

BAB 4 HASIL PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. Objek dari penelitian dalam skripsi ini adalah seluruh perusahaan go public yang

BAB III METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. akan diteliti dan menentukan langkah-langkah penelitian agar penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN. Sekaran dan Bougie (2013: 240) menjelaskan definisi populasi sebagai

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. dalam skripsi ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. jenis perusahaan seluruh sektor manufaktur. Data yang digunakan dalam

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN MELAKUKAN AUDITOR SWITCHING

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah langkah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Sektor perbankan dipilih karenakan perusahaan perbankan memiliki

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. penelitian ini, yang dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.1. Statistik Deskriptif Kinerja Lingkungan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. penelitian ini, yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. guna untuk menggambarkan kondisi saat ini pada suatu perusahaan.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. PT Bursa Efek Indonesia ( IDX Statistics Book, Indonesian

BAB III METODE PENELITIAN. metode eksperimen yaitu dengan mengendalikan independent variable yang akan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel 3.1.1 Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel dependen dan variabel independen yang akan dijelasan sebagai berikut : 1. Variabel Dependen (Variabel Terikat) Variabel dependen adalah variabel yang diamati atau diukur oleh peneliti dengan tujuan untuk memahami dan membuat variabel terikat, menjelaskan variabilitasnya, atau memprediksinya (Sekaran, 2009 : 116). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah auditor switching. 2. Variabel Independen (Variabel Bebas) Variabel independen adalah variabel yang dapat mempengaruhi variabel terikat atau variabel yang dapat menjelaskan variansnya (Sekaran, 2009 : 236). Variabel independen yang digunakan oleh peneliti terdiri dari tiga variabel yaitu kualitas audit, pergantian manajemen, pertumbuhan perusahaan dan kondisi keuangan perusahaan. 3.1.2 Definisi Operasional Variabel

3.1.2.1 Auditor Switching Auditor Switching adalah pergantian auditor yang dilakukan oleh perusahaan klien. Variabel ini menggunakan variabel dummy dimana jika perusahaan melakukan auditor switching maka diberi nilai 1, sedangkan jika perusahaan tidak melakukan auditor switching maka diberi nilai 0. 3.1.2.2 Kualitas Audit Kualitas audit adalah probabilitas di mana seorang auditor menemukan dan mengungkapkan tentang adanya suatu pelanggaran atau adanya kecurangan (fraud) dalam sistem akuntansi dan laporan keuangan klien. Kualitas audit dapat diukur dengan melihat KAP yang termasuk big four dan non big four. KAP yang termasuk big four diantaranya yaitu : - Pricewaterhouse Coopers (PWC) yang berafiliasi dengan Haryanto Sahari & Rekan; Tanudiredja Wibisana & Rekan; Drs. Hadi Susanto & Rekan. - Deloitte Tohce Tomatsu Limited (Deloitte) yang berafiliasi dengan Hans Tuanakotta Mustofa & Halim; Osman Ramli & Rekan; Osman Bing Satrio & Rekan. - Ernst & Young (EY) yang berafiliasi dengan Prasetio, Sarwoko & Sandjaja; Purwantono, Sarwoko & Sandjaja. - Klynveld Peat Marwick Goerdeler (KPMG) yang berafiliasi dengan Siddharta & Widjaja. 3.1.2.3 Pergantian Manajemen

Pergantian manajemen adalah pergantian yang dilakukan oleh direksi perusahaan sebagai akibat dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau direksi berhenti karena dengan adanya kemauan sendiri. Variabel ini diukur menggunakan variabel dummy jika berganti diberi nilai 1, dan jika tidak berganti diberi 0. 3.1.2.4 Pertumbuhan Perusahaan Pertumbuhan perusahaan adalah hal yang penting bagi perusahaan untuk mengukur keberadaan kegiatan ekonomi yang dilakukan. Variabel ini diukur dengan menggunakan rasio pada ROA. Dengan rumus : ROA= Laba Bersih x100% Total Aset 3.1.2.5 Kondisi Keuangan Perusahaan Dalam penelitian ini, kondisi keuangan dapat diukur dengan menggunakan debt to asset ratio. Debt to asset ratio merupakan perbandingan antara total utang terhadap jumlah seluruh aktiva (asset). Rasio ini diukur dengan rasio hutang terhadap total asset. Dengan rumus : Debt to Asset Ratio= Total Utang Total Aset

Tabel 3.1 Pengukuran Variabel dan Definisi Operasional Variabel Variabel Indikator Skala Auditor Switching Variabel dummy. Jika perusahaan berganti auditor diberi nilai 1, dan jika tidak berganti auditor diberi 0. Nominal Kualitas Audit Variabel dummy. Jika Nominal Pergantian Manajemen Pertumbuhan Perusahaan perusahaan diaudit oleh KAP yang masuk dalam kategori Big Four, maka diberi nilai 1 dan jika KAP yang berkategori non Big Four, maka diberi 0. Variabel dummy Jika berganti direksi diberi nilai 1, dan jika tidak berganti diberi nilai 0. ROA= Laba Bersih X Total Asset 100 % Nominal Rasio Kondisi Keuangan Dalam kondisi keuangan ini diukur dengan menggunakan Rasio

debt asset ratio. Debt asset ratio ini menggunakan persentase dari total dana yang disedikan oleh kreditor. Dengan rumus: Debt to Asset Ratio = Total Utang Total Aset 3.2 Populasi dan Sampel Populasi merupakan seluruh karakteristik yang menjadi objek penelitiaan yang mengarah pada keseluruhan kelompok, orang, kejadian, atau hal minat yang diketahui oleh peneliti. Sedangkan Sampel merupakan sub kelompok dari populasi yang dapat dipercaya secara keseluruhan (Sarjono et all, 2013). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur pada sektor tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014 sebanyak 17 perusahaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dengan teknik dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan metode purposive sampling. Metode purposive sampling adalah metode yang digunakan dalam pengumpulan sampel yang didasarkan pada pertimbangan dan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian. Adapun kriteria yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu :

a. Perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2010-2014. b. Perusahaan tekstil dan garment yang menyajikan laporan keuangan auditor independen pada periode 2010-2014. c. Perusahaan tekstil dan garment melakukan praktik auditor switching selama periode pengamatan. Tabel 3.2 Pemilihan Sampel Keterangan Jumlah perusahaan yang listing di BEI Jumlah 17 periode 2010-2014. Delisting pada periode pengamatan (2) Tidak menyajikan laporan keuangan (1) independen Perusahaan melakukan praktik auditor (6) switching Sampel Terpilih 8 3.3 Jenis dan Data Sumber Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan auditan perusahaan manufaktur yang berfokus pada sub sektor tekstil dan garment periode 2010-2014 yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id).

3.4 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, dengan cara mengumpulkan data perusahaan yang melakukan pergantian KAP berupa laporan keuangan perusahaan diperoleh dari BEI selama periode penelitian. 3.5 Metode Analisis Data Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 3.5.1 Statistik Deskriptif Statistik deskriptif merupakan metode analisa data yang menggambarkan atau mendeskripsikan data secara keseluruhan dengan menggunakan tabel statistic descriptive dari variabel dependen yaitu auditor switching, serta variabel independen yaitu kualitas audit, pergantian manajemen, pertumbuhan perusahaan, dan kondisi keungan perusahaan. Analisis ini selanjutnya memaparkan frekuensi (frequency), nilai minimum, nilai maximum, nilai rata-rata (mean), dan standar deviasi (standard deviation). 3.5.2 Menilai Keseluruhan Model (Overall Model Fit) Langkah pertama adalah menilai keseluruhan model (overall model fit) data. Beberapa test statistik diberikan untuk menilai hal ini. Hipotesis untuk menilai keseluruhan model adalah : H0 : Model dihipotesiskan fit dengan data. HA : Model yang dihipotesiskan tidak fit dengan data.

Dari hipotesis ini jelas bahwa kita tidak akan menolak hipotesis nol agar model fit dengan data. Statistik yang digunakan berdasarkan pada fungsi likehood. Likehood L dari model adalah probabilitas bahwa model yang dihipotesiskan menggambarkan data input. Untuk menguji hipotesis nol dan alternatif, L ditransformasikan menjadi 2LogL. Penurunan likehood (-2LL) menunjukkan model regresi yang lebih baik atau dengan kata lain model yang dihipotesiskan fit dengan data (Ghozalli, 2006). 3.5.3 Koefisien Determinasi Cox dan Snell s R Square merupakan ukuran yang mencoba meniru ukuran R2 pada multiple regression yang didasarkan pada teknik estimasi likelihood dengan nilai maksimum kurang dari 1 (satu) sehingga sulit diinterpretasikan. Nagelkerke s R square merupakan modifikasi dari koefisien Cox dan Snell untuk memastikan bahwa nilainya bervariasi dari 0 (nol) sampai 1 (satu). Hal ini dilakukan dengan cara membagi nilai Cox dan Snell s R2 dengan nilai maksimumnya. Nilai Nagelkerke s R2 dapat diinterpretasikan seperti nilai R2 pada multiple regression. Nilai yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabelvariabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untu memprediksi variasi variabel dependen. 3.5.4 Menguji Kelayakan Model Regresi Kelayakan model regresi dinilai dengan menggunakan Hosmer and Lemeshow s Goodness of Fit Test. Hosmer and Lemeshow s Goodness of Fit

Test menguji hipotesis nol bahwa data empiris cocok atau sesuai dengan model ( tidak ada perbedaan antara model dengan data sehingga model dapat dikatakan fit). Jika nilai statistic Hosmer and Lemeshow s Goodness of Fit Test sama dengan atau kurang dari 0.05 maka hipotesis nol ditolak yang berarti ada perbedaan signifikan antara model dengan nilai observasinya sehingga Goodness fit model tidak baik karena model tidak dapat memprediksi nilai observasinya. Jika nilai lebih besar dari 0,05 maka hipotesis nol tidak ditolak dan berarti model mampu memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan bahwa model dapat diterima karena cocok dengan data observasinya. 3.5.5 Matriks Klasifikasi Matriks klasifikasi menunjukkan ketepatan prediksi dari model regresi untuk memprediksi probabilitas perusahaan yang melakukan auditor switching. 3.5.6 Analisis Regresi Logistik Analisis regresi logistik (logistic regression), yaitu analisis mengenai ketergantungan variabel dependen dengan satu atau lebih variabel independen, dengan tujuan untuk mengestimasi atau memprediksi rata-rata nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel yang diketahui. Menurut Sarjono (2013) analisis regresi logistik adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi logistik (logistic regression) yaitu dengan melihat pengaruh kualitas audit, pergantian manajemen, pertumbuhan perusahaan, dan kondisi keuangan perusahaan terhadap auditor switching. Pengujian yang dilakukan dengan tingkat signifikan (level of significance) 5% (α=5%). Ketentuan dalam pengambilan keputusan yaitu: 1. Jika nilai probabilitas (sig.) < α = 5% maka H0 ditolak. 2. Jika Jika nilai probabilitas (sig.) > α = maka H0 diterima Adapun model regresi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: SWITCH = β 0 + β 1 AQUALITY + β 2 MCHANGE + β3grwth +β 4 DBR+ ε Keterangan : SWITCH= Switching β 0 = Konstansta AQUALITY = Kualitas Audit MCHANGE = Pergantian manajemen GWRTH = Pertumbuhan perusahaan DBR= Rasio utang terhadap total aset β 1 -β 4 = Koefisien regresi ε = residual error

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Singkat tentang Objek Penelitian Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan industri tekstil dan garment yang terdaftar di BEI tahun periode 2010-2014. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan metode purposive sampling. Jumlah perusahaan industri tekstil dan garment yang terdaftar di BEI tahun periode 2010-2014 adalah 17 perusahaan. Berdasarkan data yang diperoleh, perusahaan industri tekstil dan garment yang memenuhi kriteria dalam penelitian ini adalah sebanyak 8 perusahaan dan periode pengamatan selama 5 tahun sehingga jumlah observasi adalah 40. berikut. Perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah sebagai Tabel 4.1 Perusahaan Yang Menjadi Sampel No Kode Saham Nama Perusahaan 1 ARGO PT Argo Pantes Tbk 2 HDTX PT Panasia Indosyntec Tbk 3 KARW PT Karwell Indonesia Tbk 4 MYTX PT Apac Citra Centertex Tbk

5 PBRX PT Pan Brothers Tbk 6 POLY PT Asia Pacific Fibers Tbk 7 SSTM PT Sunson Textile Manufactures, Tbk 8 UNTX PT Unitex Tbk 4.2 Hasil Penelitian 4.2.1 Statistik Deskriptif Data Statistik deskriptif pada penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran atau deskripsi mengenai kondisi data yang digunakan untuk setiap variabel. Untuk memberikan gambaran dari analisis ini nilai yang dapat diamati adalah nilai minimum, maksimum, mean (rata-rata), dan deviasi standar. Data secara keseluruhan dengan menggunakan tabel statistic descriptive dari variabel dependen dan independen adalah nilai minimum, maksimum, mean, dan standar deviasi. Nilai minimum dan maksimum digunakan untuk dapat melihat dan mengetahui ukuran besar atau kecilnya dari rentang (range) data. Nilai mean (rata-rata) adalah penjumlahan dari sekelompok data dengan jumlah data dengan adanya perbandingan. Standar deviasi adalah standar yang dapat memperlihatkan rata-rata penyimpangan dari setiap data yang diolah.

Tabel 4.2 Hasil Statistik Deskripif Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation AQUALITY 40,00 1,00,1750,38481 MCHANGE 40,00 1,00,2000,40510 GRWTH 40-583,12 4,29-16,0852 92,50339 DBR 40,44 5,03 1,4075 1,10212 SWITCH 40,00 1,00,3000,46410 Valid N (listwise) 40 Sumber : Data Sekunder yang diolah, 2015 Variabel independen dalam penelitian ini adalah kualitas audit, pergantian manajemen, pertumbuhan perusahaan, dan kondisi keuangan perusahaan. Sedangkan variabel dependennya adalah auditor switching. Berdasarkan tabel 4.2 variabel kualitas audit diukur dengan melihat KAP yang berkategori Big Four dan non Big Four. Variabel kualitas audit menunjukkan nilai minimum 0 dan nilai maksimum 1. Nilai kualitas audit sebesar 0 menunjukkan bahwa perusahaan diukur dan diaudit oleh KAP berkategori non big four dan nilai 1 menunjukkan bahwa perusahaan diaudit oleh KAP big four. Nilai mean kualitas audit (AQUALITY) adalah 0,1750 (17,5%). Nilai standar deviasi AQUALITY adalah 0,38481 (38,481%). Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mengalami 17,5 persen dari keseluruhan sampel pengamatan atau terdapat 15 perusahaan dikatakan berkualitas. Nilai mean pada variabel pergantian manajemen (MCHANGE) adalah 0,2000 (20%) dengan nilai standar deviasi MCHANGE sebesar 0,40510 (40,51%). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat 8 perusahaan yang melakukan pergantian manajemen dari 40 perusahaan yang dijadikan sampel selama periode 2010-2014. Rata-rata variabel pertumbuhan perusahaan (GRWTH) selama periode 2010-2014 adalah sebesar -16,0852 dengan nilai standar deviasi

(GRWTH) 92,50339 menunjukkan bahwa terdapat 37 perusahaan mengalami pertumbuhan selama periode pengamatan. Nilai rata-rata variabel kondisi keuangan dengan menggunakan debt to asset ratio (DBR) selama periode 2010-2014 adalah 1,4075 dengan nilai standar deviasi 1,10212 yang menunjukkan bahwa perusahaan mengalami 140,75 persen kondisi keuangan dari keseluruhan sampel pengamatan. Berdasarkan hasil pengujian statistik deskriptif diatas, dengan nilai mean sebesar 0.3000 (30%) dan nilai standar deviasi sebesar 0,46410 (46,41%). Hal ini menunjukkan bahwa sebanyak 30 persen dari keseluruhan sampel pengamatan menunjukkan perusahaan melakukan auditor switching. 4.2.2 Menilai keseluruhan model (overall model fit) Ukuran yang digunakan Likehood L adalah probabilitas bahwa model yang dihipotesiskan menggambarkan data input. Untuk menguji hipotesis nol dan alternatif, L ditransformasikan menjadi 2LogL. Penurunan likehood (-2LL) menunjukkan model regresi yang lebih baik atau dengan kata lain model yang dihipotesiskan fit dengan data (Ghozalli, 2011). Tabel 4.3 Hasil Uji Overal Model Fit (Block Number = 0) Iteration History a,b,c Iteration -2 Log likelihood Coefficients Constant 1 48,888 -,800 Step 0 2 48,869 -,847 3 48,869 -,847 Hasil pengujian berdasarkan tabel 4.3 menunjukkan bahwa nilai -2 Log Likelihood awal sebesar 48,888 dan nilai -2 Log Likelihood akhir

mengalami penurunan sebesar 48,869. Hal ini belum menunjukkan keadaan yang cukup baik untuk menjelaskan variabel independen dengan variabel dependen. Tabel 4.4 Hasil Uji Overal Model Fit (Block Number = 1) Iteration History a,b,c,d Iteration -2 Log likelihood Coefficients Constant AQUALITY MCHANGE GRWTH DBR 1 40,052-1,739 -,813 1,985,003,523 2 39,419-2,100-1,042 2,348,005,628 3 39,317-2,131-1,071 2,383,008,636 4 39,237-2,120-1,072 2,377,012,632 5 39,095-2,088-1,074 2,359,026,620 6 38,966-2,062-1,073 2,347,050,607 Step 1 7 38,831-2,046-1,066 2,345,099,593 8 38,338-1,953-1,032 2,333,391,515 9 37,998-1,902-1,029 2,339,815,477 10 37,665-1,922-1,089 2,376 1,561,511 11 36,756-2,027-1,406 2,579 5,407,684 12 36,675-2,089-1,565 2,709 6,944,753 13 36,674-2,093-1,574 2,718 6,999,756 14 36,674-2,093-1,574 2,718 6,999,756 Sedangkan berdasarkan tabel 4.4 hasil uji overal model fit (Block Number = 1) bila dibandingkan dengan Block Number = 0 mengalami perbedaan. Hasil uji overal model fit (Block Number = 1) dengan nilai -2 Log Likelihood akhir sebesar 36,674 dan nilai -2 Log Likelihood akhir pada Block = 0 sebesar 48,869. Dengan adanya penuruan -2 Log Likelihood yang cukup besar dapat menujukkan model regresi dikatakan baik atau model yang dihipotesiskan fit dengan data.

4.2.3 Koefisien Determinasi Cox dan Snell s R Square merupakan ukuran yang mencoba meniru ukuran R Square pada multiple regression yang didasarkan pada teknik estimasi likelihood dengan nilai maksimum kurang dari 1 (satu) sehingga sulit diinterpretasikan. Nagelkerke s R square merupakan modifikasi dari koefisien Cox dan Snell untuk memastikan bahwa nilainya bervariasi dari 0 (nol) sampai 1 (satu). Nilai yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untu memprediksi variasi variabel dependen. Tabel 4.5 Hasil Koefisien Determinasi Step -2 Log likelihood Cox & Snell R Square a 1 36,674,263 Nagelkerke R Square,373 Sumber: Hasil Output SPSS 21, 2015 Tabel 4.3 menunjukkan bahwa nilai Cox dan Snell s R Square diperoleh 0,263, dengan Nagelkerke R square sebesar 0,373. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang melakukan auditor switching hanya 26,3% yang dipengaruhi oleh faktor-faktor kualitas audit, pergantian manajemen,

pertumbuhan perusahaan, dan kondisi keuangan dengan diukur debt to asset ratio. Dan sisanya 73,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. 4.2.4 Menguji Kelayakan Model Regresi Kelayakan model regresi dinilai dengan menggunakan Hosmer and Lemeshow s Goodness of Fit Test dengan tujuan untuk menguji hipotesis nol bahwa data empiris harus sesuai antara model dengan data sehingga model dapat dikatakan fit. Jika nilai statistik Hosmer and Lemeshow s Goodness of Fit Test kurang dari 0.05 maka hipotesis nol ditolak. Jika nilai lebih besar dari 0,05 maka hipotesis nol diterima dan model mampu memprediksi nilai observasinya. Hasil menguji kelayakan model regresi dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.6 Hasil Uji Hosmer and Lemeshow s Goodness of Fit Test Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square df Sig. 1 11,545 8,173 Sumber: Hasil Output SPSS 21, 2015 Hasil uji hosmer and lemeshow s goodness of fit test menunjukkan bahwa nilai probabilitas secara signifikan sebesar 0,173 (17,3%). Nilai tersebut lebih besar dari 0,05 (5%) sehingga model regresi dapat digunakan untuk analisis selanjutnya karena model dapat memprediksi nilai observasinya. 4.2.5 Matriks Klasifikasi Matriks klasifikasi menunjukkan ketepatan prediksi yang digambarkan dari model regresi untuk memprediksi probabilitas perusahaan yang melakukan auditor switching.

Tabel 4.7 Matriks Klasifikasi Classification Table a Observed Predicted SWITCH,00 1,00 Percentage Correct Step 1 SWITCH,00 25 3 89,3 1,00 6 6 50,0 Overall Percentage 77,5 Sumber: Data sekunder yang diolah periode 2010-2014 Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan model regresi prediksi pada probabilitas perusahaan yang melakukan auditor switching adalah sebesar 50% dan kemungkinan yang tidak melakukan auditor switching sebesar 89,3%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang diprediksi yang melakukan auditor switching terdapat 6 perusahaan dari total 12 perusahaan yang melakukan auditor switching dan perusahaan yang diprediksi tidak melakukan audior switching terdapat 25 perusahaan dari total 28 perusahaan. 4.2.6 Analisis Regresi Logistik Analisis regresi logistik bertujuan untuk mengetahui dampak variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kualitas audit, pergantian manajemen, pertumbuhan perusahaan, dan kondisi keuangan perusahaan sedangkan variabel dependennya adalah auditor switching. Pengujian yang dilakukan dengan tingkat signifikan (level of significance) 5% (α=5%). Ketentuan dalam pengambilan keputusan yaitu:

1. Jika nilai probabilitas (sig.) < α = 5% maka H0 ditolak. 2. Jika Jika nilai probabilitas (sig.) > α = maka H0 diterima Tabel 4.8 Hasil Analisis Regresi Logistik B S.E. Wald df Sig. Exp(B) AQUALITY -1,574 1,342 1,375 1,241,207 Step 1 a MCHANGE 2,718 1,083 6,293 1,012 15,150 GRWTH 6,999 5,671 1,523 1,217 1095,915 DBR,756,482 2,459 1,117 2,129 Constant -2,093,806 6,735 1,009,123 Sumber: Hasil Output SPSS 21, 2015 Pada tabel diatas dapat dilihat nilai konstanta -2,093. Nilai koefisien variabel kualitas audit (AQUALITY) sebesar -1,574. Pergantian manajemen (MCHANGE) sebesar 2,718. Pertumbuhan perusahaan (GRWTH) sebesar 6,999 dan variabel kondisi keuangan dengan menggunakan perhitungan debt to asset ratio (DBR) sebesar 0,756. Jadi persamaan yang diperoleh untuk analisis regresi logistik yaitu sebagai berikut: SWITCH = -2,305 + (1,574) AQUALITY + 2,718 MCHANGE + 6,999 GRWTH + 0,756 DBR + ε

4.3 Pembahasan Hipotesis 4.3.1 Pengaruh Kualitas Audit terhadap Auditor Switching Kualitas audit merupakan bagian dari kemampuan yang profesional dan harus dapat dipertahankan oleh akuntan publik. Akuntan publik adalah seorang akuntan yang independen dalam memberikan jasanya kepada pihak yang membutuhkan. Kualitas audit dalam penelitian ini diukur dengan variabel dummy. Jika perusahaan diaudit oleh KAP yang masuk dalam kategori Big Four, maka diberi nilai 1 dan jika KAP yang berkategori non Big Four, maka diberi 0. Berdasarkan hasil pengujian variabel kualitas audit menunjukkan koefisien regresi negatif sebesar 1,574 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,241 lebih besar dari α = 5%. Jika tingkat signifikansi lebih besar dari α = 5%, maka hipotesis 1 ditolak. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa variabel kualitas audit tidak berpengaruh signifikan terhadap auditor switching. 4.3.2 Pengaruh Pergantian Manajemen terhadap Auditor Switching Pergantian manajemen adalah pergantian direksi perusahaan sebagai akibat dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham atau direksi berhenti karena dengan adanya kemauan sendiri. Menurut Nagy (2005) dalam Ari Juliantari (2013) perusahaan akan mencari auditor yang sejalan dengan kebijakan perusahaan dan pelaporan akuntasinya. Pergantian manajemen dalam penelitian ini diukur dengan variabel dummy. Jika berganti direksi diberi nilai 1, dan jika tidak berganti diberi nilai 0. Tabel 4.8 menunjukkan koefisien regresi positif sebesar 2,718 dengan tingkat

signifikansi sebesar 0,012, lebih kecil dari α = 5%. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari α = 5% maka hipotesis ke-2 diterima. Koefisien regresi bernilai positif sebesar 2,718 menunjukkan bahwa variabel pergantian manajemen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pergantian KAP. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Susan (2011), Sudarno (2012), dan Pratini (2013) yang menyatakan pergantian manajemen berpengaruh terhadap auditor switching. Namun ada peneliti sebelumnya yang dilakukan oleh Juliantari (2013), Wijaya (2013), Kistini (2014) menemukan bahwa pergantian manajemen tidak berpengaruh pada auditor switching. Pergantian manajemen dalam perusahaan biasanya diikuti dengan perubahan kebijakan perusahaan, termasuk dalam pemilihan KAP (Susan, 2011). Hubungan antara pemilik perusahaan dengan manajemen sering terjadi konflik kepentingan yang menjadi salah satu hal yang menyebabkan pergantian manajemen dalam suatu perusahaan (Sudarno,2012). Jadi dapat disimpulkan pergantian manajemen berpengaruh positif terhadap auditor switching. 4.3.2 Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan terhadap Auditor Switching Pengaruh pertumbuhan perusahaan terhadap auditor switching dapat terjadi, jika pertumbuhan perusahaan mengalami peningkatan. Ketika pertumbuhan perusahaan mengalami kejadian peningkatan, maka perusahaan cenderung akan menggantikan auditornya ke auditor yang

mempunyai skala lebih besar yang dapat meningkatkan reputasi perusahaan. Selama periode lima tahun pengamatan (2010-2014) pada Tabel 4.8 menunjukkan koefisien regresi sebesar 6,999 dengan nilai signifikansi 0,217 yang lebih besar dari 0,05. Jadi dapat disimpulkan pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh terhadap auditor switching. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Wijaya (2013) yang menyatakan pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap auditor switching. 4.3.4 Pengaruh Kondisi Keuangan terhadap Auditor Switching Dalam penelitian ini kondisi keungan dapat diukur dengan menggunakan debt to asset ratio. Debt to asset ratio merupakan rasio yang menunjukkan perbandingan antara total utang terhadap total aset. Dalam suatu pertimbangan yang dilakukan oleh auditor, auditor dapat melakukan pemeriksaan laporan keuangan berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya yang semakin berkembang. Jika perusahaan dalam keadaaan mengalami kesulitan keuangan maka akan dikhawatirkan bahwa perusahaan akan mengalami kebangkrutan dan melakukan auditor switching. Tabel 4.8 menunjukkan koefisien regresi positif sebesar 0,756 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,117 lebih besar dari α = 5%. Karena tingkat signifikansi lebih besar dari α = 5% maka hipotesis ke-4 ditolak.

BAB V PENUTUP 5.4 Kesimpulan Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas audit, pergantian manajemen, pertumbuhan perusahaan, dan kondisi keuangan perusahaan terhadap auditor switching pada perusahaan industri tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2010-2014. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: a) Kualitas audit tidak berpengaruh signifikan terhadap auditor switching. Karena perusahaan go public yang menggunakan jasa audit dari KAP besar, bereputasi baik, dan dapat menunjukkan konsistensinya dalam mengaudit, maka perusahaan tidak akan melakukan perpindahan KAP. b) Pergantian manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap auditor switching pada perusahaan industri tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014. Hal ini menunjukkan bahwa pergantian manajemen sering diikuti dengan adanya pergantian kebijakan termasuk dalam kebijakan dalam auditor switching. Manajemen yang baru akan memilih KAP yang sesuai dengan kebijakan pelaporan akuntansi perusahaan.

c) Pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap auditor switching pada perusahaan industri tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014. d) Kondisi keuangan perusahaan dengan menggunakan debt to asset ratio tidak berpengaruh terhadap auditor switching pada perusahaan industri tekstil dan garment yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014. 5.5 Keterbatasan Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu: a) Periode penelitian yang digunakan hanya terbatas lima tahun yaitu periode 2010-2014 yang tentunya dapat mempengaruhi hasil penelitian ini. b) Populasi dalam penelitian hanya menggunakan satu subsektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. c) Penelitian ini hanya menggunakan variabel kualitas audit, pergantian manajemen, pertumbuhan perusahaan dan kondisi keungan perusahaan untuk menguji pengaruh terhadap auditor switching. d) Kualitas audit pada penelitian ini yang diproksikan oleh KAP big four dan non big four dirasa kurang cocok untuk menilai kualitas audit. 5.6 Saran Berdasarkan keterbatasan diatas, saran yang dapat diberikan untuk penelitian yang akan datang agar:

a) Waktu pengamatan bisa diperluas sehingga hasil yang akan didapat lebih akurat. b) Objek penelitian juga dapat diperluas menjadi seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sehingga hasilnya dapat digeneralisir. c) Penelitian selanjutnya bisa dikembangkan dengan menambah variabel independen besarnya audit fee (Astuti, 2014 dan Juliantari, 2013 ), opinion shopping (Siegel, 2008) yang memungkinkan dapat berpengaruh terhadap auditor switching. d) Apabila menggunakan variabel kualitas audit diharapkan dengan menggunakan proksi lain seperti deteksi salah saji, kesesuaian dengan Standar Profesional Akuntan Publik, dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Perusahaan. Karena dengan menggunakan KAP big four dan non big four hasilnya cenderung akan sama yaitu tidak signifikan.