MAKALAH SABUK ELEMEN MESIN Disusun Oleh : IWAN APRIYAN SYAM SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUSA PUTRA
KATA PENGANTAR Puji syuku kami panjatkan kehadiat Tuhan yang Maha Esa atas limpahan ahmat dan kaunia-nya,sehingga makalah ini dapat saya selesaikan. Makalah ini disusun untuk membantu khususnya paa mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Teknik Mesin,baik jenjang Diploma maupun Sajana. Makalah ini juga dapat dimanfaatkan oleh siapa saja yang beminat memahami konsep dan manfaat Sabuk dalam elemen mesin yang nantinya mungkin akan kita aplikasikan dalam dunia industi yang memelukan sabuk dalam pengejaannya. Setelah membaca makalah ini dihaapkan pembaca akan memiliki pengetahuan yang kompehensif tentang bebagai konsep mendasa tentang Sabuk dalam elemen Mesin. Bebagai aspek lanjutan tentang sabuk elemen mesin yang telah bekembang sangat pesat dan menjadi bagian penting dalam dunia usaha dan industi saat ini. Bebagai upaya telah kami lakukan untuk mencapai hasil yang maksimal tehadap makalah ini. Namun demikian kami menyadai bahwa upaya tesebut masih banyak mengandung kedangkalan dan kekuangan.oleh kaena itu,tegu sapa,kitik dan saan senantiasa kami haapkan untuk pebaikan di masa yang selanjutnya. Sukabumi,3 Mei 0 Penulis
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.... DAFTAR ISI...3 PEMBAHASAN SABUK ELEMEN MESIN....4. Pendahuluan....4. Pengetian Puli dan Sabuk....5 3. Flat Belt 5 4. Daya yang ditansmisikan...5 5. Bahan bahan Sabuk...6 6. Caa Penyambungan Sabuk...6 7. Koefisien Gesek Sabuk...6 8. Macam macam Konfiguasi Tansmisi Flat Belt...6 9. Pebandingan Kecepatan...9 0. Panjang Sabuk...0. Pemilihan Flat Belt.... Tabel Kapasitas daya untuk belt dai kulit... 3. Tabel Kapasitas Daya untuk Belt dai kanvas belapis kaet... 4. Tabel Fakto Pemakaian Flat Belt... 5. Tabel Fakto Koeksi untuk Dimensi Puli yang Kecil...3 6. Tabel Fakto Sudut Kontak...3 7. Dafta Pustaka 4 3
PEMBAHASAN SABUK ELEMEN MESIN. PENDAHULUAN Jaak yang jauh antaa dua buah poos seing tidak memungkinkan tansmisi langsung dengan oda gigi. Dalam hal demikian caa tansmisi putaan atau daya yang lain dapat diteapkan,dimana sebuah sabuk luwes atau antai dibelitkan sekeliling puli atau spocket pada poos. Tansmisi dengan elemen mesin yang luwes dapat digolongkan atas tansmisi sabuk,tansmisi antai dan tansmisi kabel atau tali. Dai macam-macam tansmisi tesebut, kabel atau tali hanya dipakai untuk maksud khusus. Tansmisi sabuk dapat dibagi atas tiga kelompok. Dalam kelompok petama, sabuk ata dipasang pada puli silinde dan meneuskan momen antaa dua poos yang jaaknya dapat sampai 0 (m) dengan pebandingan putaan antaa / sampai 6/. Dalam kelompok kedua,sabuk dengan penampang tapesium dipasang pada puli dengan alu dan meneuskan momen antaa dua poos yang jaaknya dapat sampai 5 (m) dengan pebandingan putaan antaa / sampai 7/. Kelompok teakhi tedii atas sabuk dengan gigi yang digeakkan dengan spocket pada jaak pusat sampai mencapai (m) dan meneuskan putaan secaa tepat dengan pebandingan antaa / sampai 6/. Sabuk ata yang banyak ditulis dalam buku-buku lama belakangan ini pemakaiannya tidak sebeapa luas lagi. Namun akhi-akhi ini dikembangkan sabuk ata untuk bebeapa pemakaian khusus. Sebagian besa tansmisi sabuk menggunakan sabuk-v kaena mudah penanganannya dan haganya pun muah. Kecepatan sabuk diencanakan untuk 0 sampai 0 (m/s) pada umumnya, dan maksimum sampai 5 (m/s). Daya maksimum yang dapat ditansmisikan kuang lebih sampai 500 (kw). Kaena tejadi slip antaa puli dan sabuk,sabuk-v tidak dapat meneuskan putaan dengan pebandingan yang tepat. Dengan sabuk gili tansmisi dapat dilakukan dengan pebandingan putaan yang tepat sepeti pada oda gigi. Kaena itu sabuk gili telah digunakan secaa luas dalam industi mesin jahit,compute,mesin fotokopi,mesin tik listik,dsb. 4
. PENGERTIAN PULI DAN SABUK Puli meupakan salah satu elemen dalam mesin yang meeduksi putaan dai moto bensin menuju educe, ini juga befungsi sebagai kopling putaan moto bensin dengan educe. Puli dapat tebuat dai besi co, baja co, baja pes, atau aluminium. Sabuk befungsi sebagai alat yang meneuskan daya dai satu poos ke poos yang lain melalui dua puli dengan kecepatan otasi sama maupun bebeda. Tipe sabuk antaa lain: sabuk flat, sabuk V, dan sabuk cicula. 3. FLAT BELT Belt (sabuk) dan tali digunakan untuk mentansmisikan daya dai poos yang satu ke poos yang lainnya melalui oda (pulley) yang beputa dengan kecepatan sama atau bebeda. Flat belt umumnya dipakai pada cowned pulleys, sabuk ini lebih tenang dan efisien pada kecepatan tinggi, dan juga mampu mentansmisikan sejumlah daya yang besa pada jaak pusat pulley yang panjang. Flat belt ini dapat dibeli dalam bentuk ol dan potongan yang nanti ujungnya disambung dengan special kits funished oleh pabiknya. 4. Daya yang ditansmisikan ditentukan oleh: Kecepatan sabuk Taikan oleh sabuk pada pulley Sudut kontak antaa sabuk dengan pulley yang kecil Kondisi pemakaian Aga tansmisi daya belangsung sempuna, maka pelu dipehatikan hal-hal sebagai beikut: Poos haus luus aga taikan pada belt unifom Jaak poos tidak telalu dekat aga sudut kontak pada oda yang kecil sebesa mungkin Jaak poos jangan telalu jauh aga belt tidak telalu beat Belt yang telalu panjang akan begoyang, dan bagian pinggi sabuk cepat usak Taikan yang kuat supaya bagian bawah, dan sabuk yang kendo di atas aga sudut kontak betambah besa\ 5
Jaak anta poos maksimum 0m, dan jaak minimum adalah 3,5 kali diamete oda yang besa 5. Bahan-bahan sabuk: Kulit Anyaman benang Kaet 6. Caa penyambungan sabuk menggunakan: Lem Dijahit Staples Kait Tegangan pada belt kulit: 0 350 kg/cm, dan dengan angka keamanan 8 0. Dengan tegangan yang diijinkan 7,5 kg/cm, maka umu belt dapat mencapai 5 tahun. Kecepatan belt dibatasi 0,5 m/s. Jika kecepatan meningkat, maka gaya sentifugal akan betambah besa, dan akan menguangi daya yang diteuskan. 7. Koefisien gesek sabuk ditentukan oleh: a. Bahan sabuk b. Bahan pulley c. Kecepatan sabuk d. Fakto slip Untuk sabuk kulit dan oda besi co, koefisien gesek dapat dipediksi dengan pesamaan: 4,6 0,54 5,6 v ν = kecepatan sabuk (m/menit) 8. Macam-macam konfiguasi tansmisi flat belt: Open Belt dive, untuk poos sejaja dan beputa dalam aah yang sama 6
Cossed o twist belt dive, untuk poos sejaja dan beputa belawanan aah. Kaena belt saling begesekan maka belt menjadi cepat aus dan sobek. Jaak poos dibatasi maksimum 0 kali leba belt dan kecepatan maksimim 0 mete/s. Quate tun belt dive, untuk poos yang besilangan tegak luus dan beputa dalam aah tetentu. Leba pulley haus lebih dai,4 kali leba sabuk. Belt dive with idle pulleys, untuk mempebesa sudut kontak jika jaak poos cukup panjang. Dengan caa ini dapat digunakan untuk pebandingan kecepatan tinggi, dan untuk menambah taikan belt. 7
Dapat juga digunakan jika bebeapa poos pelu mengambil daya dai sebuah poos penggeak. Compound belt dive, digunakan untuk tansmisi daya dai dai sebuah poos ke bebeapa oda Stepped o cone pulley dive, digunakan untuk mengubah putaan poos yang digeakkan sementaa putaan poos penggeak tetap. 8
Fast and loose pulley dive, digunakan jika poos yang digeakkan dapat dihentikan atau diputa. 9. Pebandingan Kecepatan Kaena kecepatan linie pada kedua puli sama, maka: D n Dn Dan pebandingan putaan antaa kedua puli menjadi: n n D D Dengan: N = putaan poos yang digeakkan N = putaan poos penggeak D = diamete pulley yang digeakan D = diamete pulley penggeak Jika tebal belt (t) pelu dipetimbangkan, maka: n n D t D t Jika fakto slip (s) dimasukkan, maka: n n D D t t 00 s Dengan : s = fakto slip total utuk kedua oda 9
0 0. Panjang sabuk Tansmisi tebuka Untuk sistem besilangan Daya yang ditansmisikan oleh sabuk: Jika puli A menggeakkan puli B, maka dengan aah putaan seaah jaum jam, maka taikan belt F lebih besa dai pada F. Hubungan F dan F dapat dinyatakan dengan: Dengan: μ = koefisien gesek = sudut kontak antaa belt dan pulley yang kecil x x L ) ( ) ( x x L ) ( ) ( e F F
Jika efek sentifugal dipehitungkan maka tegangan belt menjadi: F F c F F c e Dengan Fc = taikan sentifugal, dan w F c V g w adalah beat sabuk pe satuan panjang Daya yang ditansmisikan oleh belt adalah: P = (F-F) V Dengan: F = Taikan belt pada sisi tegang F = Taikan belt pada sisi yang kendo V = Kecepatan keliling belt Daya juga dapat dihitung dengan pesamaan: P e ( F Fc ). V e Tosi pada puli penggeak = (F - F), dan pada puli yang digeakkan = (F F) Leba sabuk ditentukan bedasakan taikan maksimum, dan tegangan yang diijinkan, kaena: F = Sw.b.t Dengan: Sw = tegangan yang diijinkan. Pemilihan Flat Belt b = leba sabuk t = tebal sabuk Pemilihan flat belt ditentukan bedasakan kapasitas daya yang dapat diteuskan pe satuan leba belt untuk jenis belt dai bahan tetentu. Kapasitas daya masih dikoeksi dengan fakto pemakaian, fakto koeksi untuk dimensi pulley, dan fakto koeksi sudut kontak. Daya desain belt menjadi:
KapasitasDayaxsf Dayadesain f xf d Dengan: sf = fakto pemakaian fd = fakto diamete f = fakto sudut kontak. Tabel kapasitas daya untuk belt dai kulit (HP/cm leba) 3. Tabel kapasitas daya untuk belt dai kanvas belapis kaet (HP/cm leba) Kapasitas daya untuk belt dai bahan tepal (kecepatan 0 m/s) Untuk beban ingan: 0,3 kw (0,34 HP) pe cm leba puli Untuk beban beat: 0,89 kw (0,39 HP) pe cm leba puli 4. Tabel fakto pemakaian flat belt
5. Tabel fakto koeksi untuk dimensi puli yang kecil 6. Tabel fakto sudut kontak 3
Dafta Pustaka Pajitno. Elemen Mesin Pokok Bahasan Tansmisi sabuk dan Rantai. Juusan Teknik Mesin UGM. 00 Deutschman d. Aaon.,J. Michels. Walte.,E.Wilson. Chales. Machine Design.Macmillan Publising.Co. Inc. 975 www.google.com 4