VDC Variabel. P in I = 12 R AC
|
|
|
- Irwan Lesmono
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 SUDI EBAIKAN OSI DAN EFISIENSI MOO INDUKSI IGA FASA DENGAN MEMEBAIKI FAKO DAYA MOO INDUKSI Muhammad Fahmi Syawali izki, A.achman Hasibuan Konsentasi eknik Enegi Listik, Depatemen eknik Elekto Fakultas eknik Univesitas Sumatea Utaa (USU) Jl. Almamate, Kampus USU Medan 0155 INDONESIA ABSAK Fakto daya moto induksi yang endah akan sangat meugikan konsumen teutama kalangan industi sebagai pengguna tebesa. Bagi industi kondisi fakto daya endah tak dapat dihindai kaena beban moto yang bevaiasi. Moto induksi dengan beban penuh dapat membeikan fakto daya tinggi, namun pada saat moto bebeban endah fakto dayanya akan tuun hingga dapat mencapai 0,3. Kondisi semacam ini dapat diatasi dengan penambahan kapasito. Kapasito yang dipasang secaa paalel dengan moto dapat digunakan untuk mempebaiki fakto daya. Besanya nilai kapasito tegantung pada daya eaktif yang ditaik oleh moto. Dengan mempebaiki fakto daya kita juga dapat mempebaiki efisiensi dan tosi dai moto induksi tiga fasa tesebut, sebab kapasito yang nilainya telalu tinggi dapat mengakibatkan tingginya tegangan keja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pemasangan kapasito 16μF dapat pebaikan fakto daya hingga mencapai 0,90 dan efisiensi pun semakin baik. ebaikan fakto daya hanya efektif pada beban kuang dai 50% dai beban nomal. Kata Kunci : Moto induksi, fakto daya, efisiensi, osi 1. endahuluan Moto induksi banyak digunakan sebagai penggeak utama pada sebagian besa industi. ada umumnya moto yang digunakan untuk kepeluan industi adalah moto-moto kecil yang efisiensinya tidak tinggi, sehingga banyak keugian pada angkaian magnetisasi saat bebeban ingan. Moto yang dibuat oleh pabik diancang untuk beopeasi mendekati beban penuh, sehingga jika beban tuun dibawah beban tetentu maka efisiensi tuun dengan cepat. Mengopeasikan moto dibawah laju beban endah memiliki dampak pada fakto dayanya. Fakto daya yang tinggi sangat diinginkan, aga opeasi mesin lebih efisien dan menjaga biaya endah untuk seluuh sistem kelistikan pabik. Untuk mengatasi endahnya fakto daya, yang biasa dilakukan adalah dengan memasang kapasito paallel dengan beban. emasangan kapasito yang telalu kecil tidak membeikan dampak yang beati, sedangkan kapasito yang telalu besa akan bedampak naiknya tegangan keja moto. Jika kenaikan tegangan keja moto belangsung lama, maka suhu moto akan menjadi tinggi yang dapat mengakibatkan moto tebaka. Dengan pemasangan kapasito yang sesuai dihaapkan dapat mempebaikan fakto daya dan tidak tejadi kenaikan tegangan yang membahayakan.. Moto Induksi iga Fasa Moto induksi tiga fasa oto belitan meupakan salah satu mesin ac yang befungsi untuk mengubah enegi listik menjadi enegi mekanis. Moto induksi tedii atas bagian stasione (diam) dan bagian begeak. Bagian stasione yang disebut juga stato, tedii dai inti-inti besi yang dipisah oleh celah udaa dan membentuk angkaian magnetik yang menghasilkan fluksi oleh adanya aus yang mengali melalui kumpaan-kumpaan, sedangkan bagian begeak yang disebut juga oto tedii dai pada kondukto yang dialii aus, sehingga pada kondukto ini beinteaksi dengan fluksi yang dihasilkan stato yang akan menyebabkan timbulnya gaya. Setiap bagian stato dan oto masing-masing memiliki teminal masukan. Masukan dai moto induksi beupa tegangan ac yang dihubungkan di teminal stato. oto belitan tedii atas bebeapa lilitan kumpaan tembaga. insip keja dai moto ini besifat induksi. enggunaan suatu moto induksi oleh konsumen ditentukan dai daya mekanis yang dihasilkan oleh moto induksi tesebut. Muhammad Fahmi Syawali izki 1 A.achman Hasibuan
2 Gamba 1 Konstuksi Moto Induksi iga Fasa oto Belitan Belitan stato yang dihubungkan dengan suatu sumbe tegangan tiga fasa akan menghasilkan medan magnet yang beputa dengan kecepatan sinkon. Medan puta pada stato tesebut akan memotong kondukto kondukto pada oto, sehingga teinduksi aus dan sesuai dengan Hukum Lentz, oto pun akan ikut beputa mengikuti medan puta stato. ebedaan putaan elatif antaa stato dan oto disebut slip. Betambahnya beban, akan mempebesa kopel moto, yang oleh kaenanya akan mempebesa pula aus induksi pada oto, sehingga slip antaa medan puta stato dan putaan oto pun akan betambah besa. Jadi, apabila beban moto betambah, putaan oto cendeung menuun[1]. 3. ebaikan Fakto Daya Dalam sistem listik AC/Aus Bolak- Balik ada tiga jenis daya yang dikenal, khususnya untuk beban yang memiliki impedansi (Z), yaitu: 1. Daya semu (S), VA (Volt Ampe).. Daya aktif (), Watt. 3. Daya eaktif (Q), VA (Volt Ampe eaktif). Muhammad Fahmi Syawali izki Gamba Segitiga Daya maka dapat dilihat pada pesamaan dibawah ini : cos θ =...(1) S Besanya daya semu (S) moto induksi adalah : S = V.I (volt-ampe)...() Besanya daya moto induksi satu fase adalah : = V.I Cos (watt)... (3) Besanya daya moto induksi tiga fase adalah: = V.I. 3.Cos (watt)... (4) Dimana, = daya moto V = tegangan keja moto I = aus moto (ampe) Cos = fakto daya Untuk mempekecil sudut, maka dipelukan penambahan kapasito. Besanya sudut = 1 +, maka besanya daya eaktif Q = Q1 + Q, sehingga Q = Q Q1, yang tak lain adalah daya yang tesimpan dalam kapasito[1]. Besanya sudut dipengauhi oleh besanya impedansi beban, jika beban besifat induktif (+) maka impedansi mengaah ke sumbu positif dan jika beban besifat kapasitif (-) mengaah ke sumbu negative[1]. a. osi oto Moto Induksi s Adanya pebedaan kecepatan pada oto n dan stato n mengakibatkan slip s. Kecepatan oto mengakibatkan adanya kecepatan puta oto dan kecepatan puta oto mengakibatkan adanya tosi oto. Maka dapat kita lihat pada pesamaan s (5) dan pesamaan (6) sebagai beikut[]:.. n... (5) in s... (6) Jadi dai pesamaan di atas dapat disimpulkan bahwa untuk menghasilkan tosi yang besa dibutuhkan daya yang besa[]. ' in 3. Es. I.cos... (7) Bila pesamaan (6) disubsitusikan ke pesamaan (7), maka dipeoleh pesamaan (8) sebagai beikut[]: 3. E. I.cos s ' s s... (8) Bila pesamaan (7) disubsitusikan ke pesamaan (8), maka didapat besa tosi pada oto moto induksi tiga fasa dilihat pada pesamaan (9) adalah[] : s 3. E. a.. s... (9) ( a. ( a. X. s). s ) A.achman Hasibuan
3 Di mana s = osi oto moto induksi N. m = Kecepatan puta oto ad / s E s = egangan teminal stato volt = ahanan oto X = eaktansi oto b. Efisiensi ehitungan efisiensi moto induksi melibatkan ugi-ugi yang tejadi pada stato dan oto. ugi-ugi stato tedii atas ugi-ugi hysteesis, ugi-ugi eddy cuent, ugi-ugi inti dan ugi-ugi tembaga pada kumpaan stato. Dengan mempehitungkan ugi-ugi ini maka besa daya netto yang melewati celah udaa dapat dilihat pada pesamaan (10) adalah[3]: Cu = masuk inti tembaga...(10) Efisiensi moto adalah pebandingan antaa daya keluaan yang beguna dengan daya masukan total, yaitu dilihat pada pesamaan (11) sebagai beikut[3]: η % = out x100% 100%...(11) in loss = in + i + t + a & g + b...(1) in = 3. V1. I1. Cos...(13) Dai pesamaan di atas dapat dilihat bahwa efisiensi moto tegantung pada besanya ugi ugi. ada dasanya metode yang digunakan untuk menentukan efisiensi moto induksi begantung pada dua hal apakah moto itu dapat dibebani secaa penuh atau pembebanan simulasi yang haus digunakan[3]. 4. ebaikan osi dan Efisiensi Moto Induksi iga Fasa dengan Mempebaiki Fakto Daya Moto Induksi elaksanaan penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap petama kumpaan stato moto dihubungkan bintang, dan tahap kedua kumpaan stato moto dihubungkan delta. Moto dikopel dengan sebuah geneato aus seaah dan beban elektik (L), selanjutnya dilakukan pengukuan untuk bebagai paamete moto bedasakan pengatuan beban L yaitu tegangan masukan, aus untuk ketiga fasanya, daya masukan moto, tegangan dan aus geneato, kecepatan puta moto. engukuan ini dilakukan untuk kondisi moto tanpa kapasito, dan dengan kapasito 5 μf 400 WV dan kapasito 16 μf 400 WV pada masing-masing fasanya. 5. Hasil dan embahasan Hasil simulasi moto induksi tiga fasa oto belitan adalah beupa analisa dan gafik dai pebandingan antaa efisiensi moto induksi tiga fasa tanpa kapasito dan dengan kapasito, kecepatan moto, tosi elektomagnetik seta fakto daya moto. 1. ecobaan engukuan ahanan DC Hasil ecobaan engukuan ahanan DC dapat dilihat pada Gamba VDC Vaiabel A V U W Gamba 3 angkaian pecobaan suplai DC Data Hasil ecobaan ahanan Stato DC dapat dilihat pada abel 1. abel 1 Data Hasil ecobaan ahanan Stato DC w u hasa V (volt) I (A) U-V 1,89 4, DC = V I = 1 1,89 4, = 3,07 Ω Kaena hubungan pada stato adalah hubungan Y, maka dc adalah DC = 3,07 = 1,535 Ω AC = 1, x 1,535 = 1,84 Ω Data Hasil ecobaan ahanan oto DC dapat dilihat pada abel. abel Data Hasil ecobaan ahanan oto DC v V Muhammad Fahmi Syawali izki 3 A.achman Hasibuan
4 hasa V (volt) I (A) K-M,38 3,4 DC = V =,38 I 3,4 = 0,7 Ω Kaena hubungan pada stato adalah hubungan Y, maka dc adalah DC = 0,7 = 0,35 Ω = 1, x 0,35 = 0,4 Ω AC. ecobaan embebanan anpa Kapasito Hasil ecobaan embebanan anpa menggunakan Kapasito dengan tahanan lua dapat dilihat pada Gamba 4 abel 3 Data ecobaan embebanan anpa Kapasito. S A C 3F S1 V1 A1 W 3 phasa + - 5A 5A 1 3 M K LM S n J GA HB G AC A3 A4 K + - D C 1 Gamba 4 angkaian ecobaan embebanan anpa menggunakan kapasito dengan tahanan lua Data Hasil ecobaan embebanan anpa menggunakan kapasito dengan tahanan lua dapat dilihat pada abel 3. V(volt) IL(A) cos φ 1(W) N(pm) (W) Slip Beban I Eff(%) osi(nm) 380 4,54 0,6 358, ,066 0 % 4,96 6,59, ,66 0,8 346, ,1 40 % 6,85 1,36 3, ,4 0,9 346, ,1 60 % 8,3 15,45 5, ,41 0,33 333, , % 11,15 13,88 7,56 V If S 3 L out = 0, η = out in d = 3. Sω s x 100% = 358,97 70 I = 358,97 watt = 6,59 % d = 3.0,4 4,96 =,97 Nm 157 0, Data Hasil Analisa ebandingan osi dan Efisiensi Moto Induksi anpa Kapasito dapat dilihat pada abel 4. abel 4 Hasil Analisa Data ebandingan osi Dan Efisiensi Moto Induksi anpa Kapasito No (%) Cosφ Efisiensi (%) 1 0 0,6 6, ,8 1, ,9 15, ,33 13,88 Gamba (3) dan Gamba (4) ini menunjukkan kuva kaakteistik pebandingan Efisiensi Moto Induksi anpa Kapasito dan kuva kaakteistik pebandingan osi Moto Induksi anpa Kapasito. No (%) Cosφ osi 1 0 0,6, ,8 3, ,9 5, ,33 7,56 Muhammad Fahmi Syawali izki 4 A.achman Hasibuan
5 Gamba 3. Kuva ebandingan Efesiensi Moto Induksi anpa Kapasito Kapasito S A S1 V1 A K LM GA n M G A3 S3 V L C 3F A1 HB J K W 3 phasa + - 5A 5A A4 I f 1 3 S + - D C AC Gamba 4. Kuva ebandingan osi Moto Induksi anpa Kapasito 3. ecobaan ebaikan osi dan Efisiensi Moto Induksi iga Fasa dengan Kapasito Hasil ecobaan ebaikan osi dan Efisiensi Moto Induksi iga Fasa dengan Kapasito dapat dilihat pada Gamba 4 Gamba5 angkaian ecobaan ebaikan osi dan Efisiensi Moto Induksi iga Fasa dengan Kapasito Data Hasil ecobaan ebaikan osi dan Efisiensi Moto Induksi iga Fasa dengan Kapasito dihubungkan Y 5 F dapat dilihat pada abel 5. abel 5 Data Hasil ecobaan embebanan Dengan Kapasito Dihubungkan Y 5 F V(volt) Ic (A) IL(A) F(Hz) Ns (pm) N(pm) (W) Slip Beban I cos φ 380 3,18, ,066 0 % 5,4 0, ,18, ,1 40 % 6,47 0, ,18 3, , % 10,00 0, ,18 4, , % 1,44 0,96 Data Hasil ecobaan ebaikan osi dan Efisiensi Moto Induksi iga Fasa dengan Kapasito dihubungkan 16 F dapat dilihat pada abel 6. V(volt) Ic (A) IL(A) F(Hz) Ns (pm) N(pm) (W) Slip Beban I cos φ 380,93, ,066 0 % 5,6 0,96 380,93, ,1 40 % 6,4 0,95 380,90 3, , % 9,75 0,9 380,90 4, , % 11,14 0,90 abel 6 Data Hasil ecobaan embebanan Dengan Kapasito Dihubungkan 16 F Dai analisa pehitungan pada data hasil pecobaan di atas dimana mencai osi ada saat bekembang dan Efisiensi dapat dilihat pada pesamaan dibawah : a. osi umus untuk osi pada saat bekembang adalah : d = 3. Sω s I Muhammad Fahmi Syawali izki... (14) ω s =.π.f.(15) 5 a. Efisiensi umus untuk Efisiensi adalah : I 1 = I L + I C... (16) s = 3. I 1 stato... (17) out η = x 100% (18) in Data Hasil Analisa ebandingan osi Dan Efisiensi Moto Induksi Dengan Kapasito Hubungan Delta Dan Bintang dapat dilihat pada abel 7 A.achman Hasibuan
6 abel 7 Hasil Analisa Data ebandingan osi Dan Efisiensi Moto Induksi Dengan Kapasito Hubungan Delta Dan Bintang V 0 C eks C eks = 380 Volt = 16 μf dihubungkan = 5 μf dihubungkan Y No Cosφ osi (%) C C Y C C Y 1 0 0,90 0,96 3,31 3, ,9 0,95 3,348 3, ,95 0,9 6,000 5, ,96 0,90 7,450 6,04 No Cosφ Efisiensi(%) (%) C C Y C C Y 1 0 0,90 0,96 89,51 93, ,9 0,95 89,60 93, ,95 0,9 89,78 9, ,96 0,90 89,93 91,1 Gamba (5) dan Gamba (6) ini menunjukkan kuva kaakteistik ebandingan osi Moto Induksi Dengan Kapasito Hubungan Delta Dan Bintang dan kuva kaakteistik ebandingan Efisiensi Moto Induksi Dengan Kapasito Hubungan Delta Dan Bintang Gamba 6. Kuva ebandingan Efisiensi Moto Induksi Dengan Kapasito Hubungan Delta Dan Bintang 6. Kesimpulan Bedasakan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa : 1. emasangan kapasito pada moto induksi tiga fasa hubungan delta dapat meningkatkan fakto daya ata-ata sebesa 35%, dan efisiensi moto juga meningkat sekita 40%.. Dengan pemasangan kapasito pada moto induksi tiga fasa, pada hubungan bintang mengalami penuunan fakto daya 30 % dan efisiensi moto juga mengalami penuunan sekita 36%. 3. osi pada hubungan delta 16 µf lebih besa daipada hubungan wye 5µF setelah di pasang kapasito. 7. Dafta ustaka Gamba 5. Kuva ebandingan osi Moto Induksi Dengan Kapasito Hubungan Delta Dan Bintang [1]. catalog/40_heehaseinductionmot o []. ashid, Muhammad H., owe Electonics cicuit devices and applications, entice Hall Intenational, Inc, New Jesey, 1998 [3]. Chapman Stephen J, Electic Machiney Fundamentals,hid Edition Mc Gaw Hill Companies, New Yok, 1999 [4]. Gonen uan, Electic owe System Engineeing, McGaw-Hill Book Company, Inc., New Yok, 19 Muhammad Fahmi Syawali izki 6 A.achman Hasibuan
7 Muhammad Fahmi Syawali izki 7 A.achman Hasibuan
Torsi Rotor Motor Induksi 3. Perbaikan Faktor Daya
SUDI EBAIKAN OSI DAN EFISIENSI MOO INDUKSI IGA FASA DENGAN MEMEBAIKI FAKO DAYA MOO INDUKSI Muhammad Fahmi Syawali izki, A.achman Hasibuan Konsentasi eknik Enegi Listik, Depatemen eknik Elekto Fakultas
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengenalan Moto Induksi [1] Moto induksi meupakan moto listik aus bolak balik (ac) yang paling luas digunakan, Penamaannya beasal dai kenyataan bahwa moto ini bekeja bedasakan
Analisis Pengaruh Penempatan Dan Perubahan Kapasitor Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi 3-Fasa Bercatu 1-Fasa
27 Analisis Pengauh Penempatan Dan Peubahan Kapasito Tehadap Unjuk Keja Moto Induksi 3-Fasa Becatu 1-Fasa Hey Punomo Abstak Moto induksi 3 fasa dalam beopeasi secaa nomal mendapat catu daya 3 fasa yang
BAB II Tinjauan Teoritis
BAB II Tinjauan Teoitis BAB II Tinjauan Teoitis 2.1 Antena Mikostip 2.1.1 Kaakteistik Dasa Antena mikostip tedii dai suatu lapisan logam yang sangat tipis ( t
BAB II MEDAN LISTRIK DI SEKITAR KONDUKTOR SILINDER
BAB II MDAN ISTRIK DI SKITAR KONDUKTOR SIINDR II. 1 Hukum Coulomb Chales Augustin Coulomb (1736-1806), adalah oang yang petama kali yang melakukan pecobaan tentang muatan listik statis. Dai hasil pecobaannya,
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN: ( Print) F-202
JURNAL TEKNIK ITS Vol. 6, No. 2, (2017) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Pint) F-202 Pengatuan Kecepatan Moto Induksi Tiga Fasa Menggunakan Metode Flux Vecto Contol Bebasis Self-Tuning PI Fey Avianto dan Mochammad
ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK
MATA KULIAH KODE MK Dosen : FISIKA DASA II : EL-22 : D. Budi Mulyanti, MSi Petemuan ke-5 CAKUPAN MATEI. ESISTANSI DAN HUKUM OHM 2. ANGKAIAN LISTIK SEDEHANA 3. DAYA LISTIK DAN EFISIENSI JAINGAN SUMBE-SUMBE:.
Hand Out Fisika 6 (lihat di Kuat Medan Listrik atau Intensitas Listrik (Electric Intensity).
Hand Out Fisika 6 (lihat di http:).1. Pengetian Medan Listik. Medan Listik meupakan daeah atau uang disekita benda yang bemuatan listik dimana jika sebuah benda bemuatan lainnya diletakkan pada daeah itu
LISTRIK STATIS. Nm 2 /C 2. permitivitas ruang hampa atau udara 8,85 x C 2 /Nm 2
LISTIK STATIS A. Hukum Coulomb Jika tedapat dua muatan listik atau lebih, maka muatan-muatan listik tesebut akan mengalami gaya. Muatan yang sejenis akan tolak menolak sedangkan muatan yang tidak sejenis
ANALISIS DAN SIMULASI PENGATURAN TEGANGAN GENERATOR INDUKSI BERPENGUAT SENDIRI DENGAN MENGGUNAKAN KONVERTER AC-DC-AC PADA SIFAT BEBAN YANG BERBEDA
UNIVERSITAS INDONESIA ANAISIS DAN SIMUASI PENGATURAN TEGANGAN GENERATOR INDUKSI BERPENGUAT SENDIRI DENGAN MENGGUNAKAN KONVERTER AC-DC-AC PADA SIFAT BEBAN YANG BERBEDA SKRIPSI AFIAT DIRGHANTARA 0606073713
LISTRIK STATIS. F k q q 1. k 9.10 Nm C 4. 0 = permitivitas udara atau ruang hampa. Handout Listrik Statis
LISTIK STATIS * HUKUM COULOM. ila dua buah muatan listik dengan haga q dan q, saling didekatkan, dengan jaak pisah, maka keduanya akan taik-menaik atau tolak-menolak menuut hukum Coulomb adalah: ebanding
PERCOBAAN 14 RANGKAIAN BAND-PASS FILTER AKTIF
EOBAAN 4 ANGKAIAN BAND-ASS FILTE AKTIF 4. Tujuan : ) Mendemonstasikan pinsip keja dan kaakteistik dai suatu angkaian akti band-pass ilte dengan menggunakan op-amp 74. ) Band-pass ilte melewatkan semua
BAB 17. POTENSIAL LISTRIK
DFTR ISI DFTR ISI... 7. POTENSIL LISTRIK... 7. Potensial dan eda Potensial... 7. Dipole Listik...6 7.3 Kapasitansi Listik...9 7.4 Dielektikum... 7.5 Penyimpanan Enegi Listik...5 7.6 Pealatan : Tabung Sina
Listrik statis (electrostatic) mempelajari muatan listrik yang berada dalam keadaan diam.
LISTRIK STATIS Listik statis (electostatic) mempelajai muatan listik yang beada dalam keadaan diam. A. Hukum Coulomb Hukum Coulomb menyatakan bahwa, Gaya taik atau tolak antaa dua muatan listik sebanding
BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON
1 BAB PENERAPAN HUKUM-HUKUM NEWTON Sebelumnya telah dipelajai tentang hukum Newton: hukum I tentang kelembaban benda, yang dinyatakan oleh pesamaan F = 0; hukum II tentang hubungan gaya dan geak, yang
PEMODELAN DAN SIMULASI SISTEM PENGONTROLAN TEGANGAN DAN FREKUENSI GENERATOR INDUKSI TIPE DOUBLY FED APLIKASI PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN
PEMODELAN DAN SIMULASI SISTEM PENGONTROLAN TEGANGAN DAN FREKUENSI GENERATOR INDUKSI TIPE DOUBLY FED APLIKASI PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN 1).Novizon ) Uyung Gatot S Dinata. Fakultas Teknik Univesitas
LISTRIK STATIS. F k q q 1. Gambar. Saling tarik menarik. Saling tolak-menolak. Listrik Statis * MUATAN LISTRIK.
* MUATAN LISTRIK. LISTRIK STATIS Suatu pengamatan dapat mempelihatkan bahwa bila sebatang gelas digosok dengan kain wool atau bulu domba; batang gelas tesebut mampu menaik sobekan-sobekan ketas. Ini menunjukkan
MAKALAH SABUK ELEMEN MESIN
MAKALAH SABUK ELEMEN MESIN Disusun Oleh : IWAN APRIYAN SYAM SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUSA PUTRA KATA PENGANTAR Puji syuku kami panjatkan kehadiat Tuhan yang Maha Esa atas limpahan ahmat dan kaunia-nya,sehingga
BAB 2 DASAR TEORI. on maka S 1. akan off. Hal yang sama terjadi pada S 2. dan S 2. Gambar 2.1 Topologi inverter full-bridge
BAB 2 DASAR EORI 2. Pendahuluan Konvete dc-ac atau biasa disebut invete adalah suatu alat elektonik yang befungsi untuk menghasilkan keluaan ac sinusoidal dai masukan dc dimana magnitudo dan fekuensinya
Bahan Ajar Listrik Statis Iqro Nuriman, S.Si, M.Pd SMA Negeri 1 Maja LISTRIK STATIS
SMA Negei Maja LISTRIK STATIS KLISTRIKAN Fisikawan Du Fay menunjukkan adanya dua macam pelistikan (eletifikasi). Bebeapa isolato tetentu, bila digosok dalam keadaan tetentu, menyebabkan gaya tolak. Hasil
Gelombang Elektromagnetik
Gelombang Miko 5 Gelombang Miko 6 Gelombang lektomagnetik Gelombang elektomagnetik (em) tedii dai gelombang medan listik dan medan magnit ang menjala besama dengan kecepatan sama dengan kecepatan cahaa.
FISIKA. Sesi LISTRIK STATIK A. GAYA COULOMB
ISIKA KELAS XII IPA - KURIKULUM GABUNGAN 04 Sesi NGAN LISTRIK STATIK A. GAYA COULOMB Jika tedapat dua atau lebih patikel bemuatan, maka antaa patikel tesebut akan tejadi gaya taik-menaik atau tolak-menolak
BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK
1 BAB MEDAN DAN POTENSIAL LISTRIK 4.1 Hukum Coulomb Dua muatan listik yang sejenis tolak-menolak dan tidak sejenis taik menaik. Ini beati bahwa antaa dua muatan tejadi gaya listik. Bagaimanakah pengauh
Gambar 4.3. Gambar 44
1 BAB HUKUM NEWTON TENTANG GERAK Pada bab kita telah membahas sifat-sifat geak yang behubungan dengan kecepatan dan peceaptan benda. Pembahasan pada Bab tesesbut menjawab petanyaan Bagaimana sebuah benda
SUMBER MEDAN MAGNET. Oleh : Sabar Nurohman,M.Pd. Ke Menu Utama
SUMER MEDAN MAGNET Oleh : Saba Nuohman,M.Pd Ke Menu Utama Medan Magnetik Sebuah Muatan yang egeak Hasil-hasil ekspeimen menunjukan bahwa besanya medan magnet () akibat adanya patikel bemuatan yang begeak
PERBANDINGAN PENGARUH TAHANAN ROTOR TIDAK SEIMBANG DAN SATU FASA ROTOR TERBUKA : SUATU ANALISIS TERHADAP EFISIENSI MOTOR INDUKSI TIGA FASA
PERBANDINGAN PENGARUH TAHANAN ROTOR TIDAK SEIMBANG DAN SATU FASA ROTOR TERBUKA : SUATU ANALISIS TERHADAP EFISIENSI MOTOR INDUKSI TIGA FASA Wendy Tambun, Surya Tarmizi Kasim Konsentrasi Teknik Energi Listrik,
TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA
TRANSFER MOMENTUM TINJAUAN MIKROSKOPIK GERAKAN FLUIDA Hingga sejauh ini kita sudah mempelajai tentang momentum, gaya-gaya pada fluida statik, dan ihwal fluida begeak dalam hal neaca massa dan neaca enegi.
FISIKA DASAR 2 PERTEMUAN 2 MATERI : POTENSIAL LISTRIK
UNIVERSITAS BUANA PERJUANGAN KARAWANG Teknik Industi FISIKA DASAR PERTEMUAN MATERI : POTENSIAL LISTRIK SILABI FISIKA DASAR Muatan dan Medan Listik Potensial Listik Kapasito dan Dielektik Aus dan Resistansi
INDUKSI ELEKTROMAGNETIK
INDUKSI ELEKTROMAGNETIK Oleh : Saba Nuohman,M.Pd Ke Menu Utama Pehatikan Tampilan eikut agaimana Listik dipoduksi dalam skala besa? Apakah batu bateai atau Aki saja bisa memenuhi kebutuhan listik manusia?
Mata Pelajaran : FISIKA Satuan Pendidikan : SMA. Jumlah Soal : 40 Bentuk Soal : Pilihan Ganda
F 1 F Mata Pelajaan : FISIKA Satuan Pendidikan : SMA Pogam : IPA Jumlah Soal : 40 Bentuk Soal : Pilihan Ganda 1. Posisi skala utama dan skala nonius sebuah jangka soong ditunjukkan sepeti pada gamba beikut
: Dr. Budi Mulyanti, MSi. Pertemuan ke-2 CAKUPAN MATERI 1. MEDAN LISTRIK 2. INTENSITAS/ KUAT MEDAN LISTRIK 3. GARIS GAYA DAN FLUKS LISTRIK
MATA KULIAH KOD MK Dosen : FISIKA DASAR II : L-1 : D. Budi Mulyanti, MSi Petemuan ke- CAKUPAN MATRI 1. MDAN LISTRIK. INTNSITAS/ KUAT MDAN LISTRIK 3. GARIS GAYA DAN FLUKS LISTRIK SUMBR-SUMBR: 1. Fedeick
BAB II DASAR TEORI. S 12 Gambar 2-1. Jaringan Dua Port dan Parameter-S
BAB II DAAR TEORI. PARAMETER Paamete digunakan untuk mempeole kaakteistik dai suatu jaingan dua pot yang beopeasi pada fekuensi tinggi. Paamete lain sepeti H, Y, dan tidak bisa meepesentasikan jaingan
MEDAN LISTRIK STATIS
Listik Statis 1 * MUATAN LISTRIK. MEDAN LISTRIK STATIS Suatu pengamatan dapat mempelihatkan bahwa bila sebatang gelas digosok dengan kain wool atau bulu domba; batang gelas tesebut mampu menaik sobekan-sobekan
PENGEMBANGAN INVERTER FUZZY LOGIC CONTROL UNTUK PENGENDALIAN MOTOR INDUKSI SEBAGAI PENGGERAK MOBIL LISTRIK DENGAN METODA VECTOR KONTROL
MAKARA, TEKNOLOG, VOLUME 1, NO. 1, APRL 008: 1-6 PENGEMBANGAN NVERTER FUZZY LOGC CONTROL UNTUK PENGENDALAN MOTOR NDUKS SEBAGA PENGGERAK MOBL LSTRK DENGAN METODA VECTOR KONTROL Ea Puwanto, M. Ashay, Subagio,
BAB III METODE PENELITIAN. identifikasi variabel penelitian, definisi operasional variabel penelitian, subjek
9 BAB III METODE PEELITIA A. Identifikasi Vaiabel Penelitian Pada bagian ini akan diuaikan segala hal yang bekaitan dengan identifikasi vaiabel penelitian, definisi opeasional vaiabel penelitian, subjek
FISIKA 2 (PHYSICS 2) 2 SKS
Lab Elektonika Industi isika SILABI a. Konsep Listik b. Sumbe Daya Listik c. Resistansi dan Resisto d. Kapasistansi dan Kapasito e. Rangkaian Listik Seaah f. Konsep Elekto-Magnetik g. Induktansi dan Indukto
Gerak Melingkar. B a b 4. A. Kecepatan Linear dan Kecepatan Anguler B. Percepatan Sentripetal C. Gerak Melingkar Beraturan
B a b 4 Geak Melingka Sumbe: www.ealcoastes.com Pada bab ini, Anda akan diajak untuk dapat meneapkan konsep dan pinsip kinematika dan dinamika benda titik dengan caa menganalisis besaan Fisika pada geak
Rancang Bangun Antena Mikrostrip 900 MHz
Rancang Bangun Antena Mikostip 900 MHz Siska Novita Posma 1, M. Yanua Haiyawan 2, Adiyan Khabzli 3 1,2,3 Juusan Teknik Elekto Politeknik Caltex Riau Tel : (0761-53939) Fax : (0761-554224) [email protected]
Pengaturan Footprint Antena Ground Penetrating Radar Dengan Menggunakan Susunan Antena Modified Dipole
Pengatuan Footpint Antena Gound Penetating Rada Dengan Menggunakan Susunan Antena Modified Dipole Ande Eka Saputa (1324243) Jalu Pilihan Teknik Telekomunikasi Sekolah Teknik Elekto dan Infomatika Institut
r, sistem (gas) telah melakukan usaha dw, yang menurut ilmu mekanika adalah : r r
4. USH 4.1 System yang beada dalam keadaan setimbang akan tetap mempetahanan keadan itu. Untuk mengubah keadaan seimbang ini dipelukan pengauh-pengauh dai lua; sistem haus beinteaksi dengan lingkungannya.
6. Soal Ujian Nasional Fisika 2015/2016 UJIAN NASIONAL
6. Soal Ujian Nasional Fisika 015/016 UJIAN NASIONAL Mata Pelajaan : Fisika Jenjang : SMA/MA Pogam Studi : IPA Hai/Tanggal : Rabu, 6 Apil 016 Jam : 10.30 1.30 PETUNJUK UMUM 1. Isikan nomo ujian, nama peseta,
BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA
BAB II MOTOR INDUKSI TIGA PHASA II.1 Umum Motor induksi merupakan motor arus bolak balik ( AC ) yang paling luas digunakan dan dapat dijumpai dalam setiap aplikasi industri maupun rumah tangga. Penamaannya
BAB IV ANALISA PERENCANAAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV ANALISA PERENCANAAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Analisa Gaya-Gaya Pada Poos Lengan Ayun Dai gamba 3.1 data dimensi untuk lengan ayun: - Mateial yang digunakan : S-45 C - Panjang poos : 0,5 m - Diamete poos
Ini merupakan tekanan suara p(p) pada sembarang titik P dalam wilayah V seperti yang. (periode kedua integran itu).
7.3. Tansmisi Suaa Melalui Celah 7.3.1. Integal Kichhoff Cukup akses yang bebeda untuk tik-tik difaksi disediakan oleh difaksi yang tepisahkan dapat dituunkan dai teoema Geen dalam analisis vekto. Hal
KORELASI. menghitung korelasi antar variabel yang akan dicari hubungannya. Korelasi. kuatnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi.
KORELASI Tedapat tiga macam bentuk hubungan anta vaiabel, yaitu hubungan simetis, hubungan sebab akibat (kausal) dan hubungan Inteaktif (saling mempengauhi). Untuk mencai hubungan antaa dua vaiabel atau
BAB II METODE PENELITIAN. penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan
BAB II METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Bentuk penelitian yang dipegunakan dalam penelitian ini adalah bentuk penelitian koelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan umus
GRAFITASI. F = G m m 1 2. F = Gaya grafitasi, satuan : NEWTON. G = Konstanta grafitasi, besarnya : G = 6,67 x 10-11
GRAFITASI Si Isaac Newton yang tekenal dengan hukum-hukum Newton I, II dan III, juga tekenal dengan hukum Gafitasi Umum. Didasakan pada patikel-patikel bemassa senantiasa mengadakan gaya taik menaik sepanjang
BAB II DASAR TEORI 2.1. Pengertian Umum
BAB II DASAR TEORI.1. Pengetian Umum Gokat meupakan salah satu poduk yang saat dengan teknologi dan pekembangan. Ditinjau dai segi komponen, Gokat mempunyai beagam komponen didalamnya, namun secaa gais
1 Sistem Koordinat Polar
1 Sistem Koodinat ola ada kuliah sebelumna, kita selalu menggunakan sistem koodinat Katesius untuk menggambakan lintasan patikel ang begeak. Koodinat Katesius mudah digunakan saat menggambakan geak linea
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN 3.1. Keangka Pemikian Konseptual Setiap oganisasi apapun jenisnya baik oganisasi non pofit maupun oganisasi yang mencai keuntungan memiliki visi dan misi yang menjadi uh dalam setiap
Hubungan Layanan Informasi Dengan Kreativitas Belajar Siswa
Hubungan Layanan Infomasi Dengan Keativitas Belaja Siswa Si Rahayu (090154) Mahasiswa Pendidikan Bimbingan dan Konseling IKIP Vetean Semaang ABSTRAK Keativitas meupakan bakat yang secaa potensial dimiliki
HUKUM COULOMB Muatan Listrik Gaya Coulomb untuk 2 Muatan Gaya Coulomb untuk > 2 Muatan Medan Listrik untuk Muatan Titik
HKM CMB Muatan istik Gaya Coulomb untuk Muatan Gaya Coulomb untuk > Muatan Medan istik untuk Muatan Titik FISIKA A Semeste Genap 6/7 Pogam Studi S Teknik Telekomunikasi nivesitas Telkom M A T A N Pengamatan
LISTRIK MAGNET. potensil listrik dan energi potensial listrik
LISTRIK MGNET potensil listik dan enegi potensial listik OLEH NM : 1.Feli Mikael asablolon(101057034).salveius Jagom(10105709) 3. Vinsensius Y Sengko (101057045) PROGRM STUDI PENDIDIKN FISIK JURUSN PENDIDIKN
METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif. Karena
35 III. METODOLOGI PENELITIAN 1.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskiptif. Kaena penelitian ini mengkaji tentang Pengauh Kontol Dii dan Lingkungan Keluaga Tehadap
II. KINEMATIKA PARTIKEL
II. KINEMATIKA PARTIKEL Kinematika adalah bagian dai mekanika ang mempelajai tentang geak tanpa mempehatikan apa/siapa ang menggeakkan benda tesebut. Bila gaa penggeak ikut dipehatikan, maka apa ang dipelajai
ANALISIS PERBANDINGAN TORSI START
ANALISIS PERBANDINGAN TORSI START DAN ARUS START,DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENGASUTAN AUTOTRAFO, STAR DELTA DAN DOL (DIRECT ON LINE) PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA (Aplikasi pada Laboratorium Konversi Energi
Fisika Dasar I (FI-321)
Fisika Dasa I (FI-321) Topik hai ini (minggu 7) Geak Rotasi Kinematika Rotasi Dinamika Rotasi Kekekalan Momentum Sudut Geak Menggelinding Kinematika Rotasi Pepindahan Sudut Riview geak linea: Pepindahan,
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1 Pehitungan Pegeakan Robot Dai analisis geakan langkah manusia yang dibahas pada bab dua, maka dapat diambil bebeapa analisis untuk membuat ancangan geakan langkah
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. banyaknya komponen listrik motor yang akan diganti berdasarkan Renewing Free
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Pendahuluan Bedasakan tujuan penelitian ini, yaitu mendapatkan ekspektasi banyaknya komponen listik moto yang akan diganti bedasakan Renewing Fee Replacement Waanty dua dimensi,
MODIFIKASI DISTRIBUSI MASSA PADA SUATU OBJEK SIMETRI BOLA
p-issn: 2337-5973 e-issn: 2442-4838 MODIFIKASI DISTIBUSI MASSA PADA SUATU OBJEK SIMETI BOLA Yuant Tiandho Juusan Fisika, Univesitas Bangka Belitung Email: [email protected] Abstak Umumnya, untuk menggambakan
BUKU TEKNIK ELEKTRONIKA TERBITAN PPPPTK/VEDC MALANG
247 2.8. PENGUAT 2.8.. Pendahuluan Pada paagap sebelumnya telah dijelaskan bagaimana semikondukto sambungan NPN atau PNP tebentuk menjadi sebuah tansisto. Pada bebeapa angkaian elektonik tansisto seing
BAB 3 ANALISIS DAN MINIMISASI RIAK ARUS SISI AC
BAB 3 ANALISIS DAN MINIMISASI RIAK ARUS SISI AC 3.1 Pendahuluan Pada penelitian sebelumnya[7] telah dibuktikan bahwa sinyal efeensi optimum yang dapat menghasilkan iak aus keluaan yang minimum pada invete
Sejarah. Charles Augustin de Coulomb ( )
Medan Listik Sejaah Fisikawan Peancis Piestley yang tosi balance asumsi muatan listik Gaya (F) bebanding tebalik kuadat Pengukuan secaa matematis bedasakan ekspeimen Coulomb Chales Augustin de Coulomb
BAB 2 SALURAN TRANSMISI SISTEM TENAGA LISTRIK
BAB ALUAN TANM TEM TENAGA LTK.1 Pengetian Umum aluan Tansmisi Pusat pembangkit tenaga listik biasanya letaknya jauh dai tempat-tempat dimana tenaga listik itu digunakan. Kaena itu, tenaga listik yang dibangkitkan
ANALISA PENGARUH SATU FASA ROTOR TERBUKA TERHADAP TORSI AWAL, TORSI MAKSIMUM, DAN EFISIENSI MOTOR INDUKSI TIGA FASA
ANALISA PENGARUH SATU FASA ROTOR TERBUKA TERHADAP TORSI AWAL, TORSI MAKSIMUM, DAN EFISIENSI MOTOR INDUKSI TIGA FASA Ali Sahbana Harahap, Raja Harahap, Surya Tarmizi Kasim Konsentrasi Teknik Energi Listrik,
Teori Dasar Medan Gravitasi
Modul Teoi Dasa Medan Gavitasi Teoi medan gavitasi didasakan pada hukum Newton tentang medan gavitasi jagat aya. Hukum medan gavitasi Newton ini menyatakan bahwa gaya taik antaa dua titik massa m dan m
HUBUNGAN PENGGUNAAN SUMBER BELAJAR DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PENGUKURAN DASAR SURVEY
ISSN 085-05 Junal Penelitian Bidang Pendidikan Volume 0(): 6 -, 04 HUBUNGAN PENGGUNAAN SUMBER BELAJAR DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PENGUKURAN DASAR SURVEY Dedek Suhendo dan Kistian Juusan Pendidikan
Analisis Unjuk Kerja Motor Induksi Dengan Pengendali Thyristor Anti-Paralel
Analisis Unjuk Keja Moto Induksi Dengan Pengendali Thyisto Anti-Paalel Suai 1, Bamang Sutoo 1 Juusan Teknik Elekto, Univesitas Semaang, Semaang Juusan Teknik Elekto, Univesitas Gadjah Mada, Yogyakata Astak
ANALISIS SEKTOR BASIS DAN NON BASIS DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM
ANALISIS SEKTOR BASIS DAN NON BASIS DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM AZHAR, SYARIFAH LIES FUAIDAH DAN M. NASIR ABDUSSAMAD Juusan Sosial Ekonomi Petanian, Fakultas Petanian Univesitas Syiah Kuala -
MICROSTRIP ANTENA PADA FREQUENSI 9GH FREQUENSI APLIKASI RADAR
JTEUNPAK 5 Ditebitkan di Bogo Junal Teknik Elekto Univesitas Pakuan MICROSTRIP ANTENA PADA FREQUENSI 9GH FREQUENSI APLIKASI RADAR I Hey Satia Utama,MT Abstak Indonesia adalah Negaa kepulauan yang tesusun
STUDI PENGARUH TEGANGAN SUPLAI TERDISTORSI PADA KINERJA MOTOR INDUKSI TIGA FASA
STUD PENGARUH TEGANGAN SUPLA TERDSTORS PADA KNERJA MOTOR NDUKS TGA FASA John Weley,. Syamul Amien, M.S. Konentai Teknik Enegi Litik, Depatemen Teknik Elekto Fakulta Teknik Univeita Sumatea Utaa (USU) Jl.
BAB - X SIFAT KEMAGNETAN BAHAN
A - X SIFA KEAGNEAN AHAN ujuan: enghitung momen dipol dan suseptibilitas magnet untuk logam diamagnetik. engklasifikasikan logam paamagnetik. A. OEN DIPOL DAN SUSEPIILIAS AGNE Kemagnetan tidak dapat dipisahkan
FISIKA DASAR II. Kode MK : FI SKS : 3 Program Studi : Fisika Instrumentasi (S-1) Kelas : Reguler MATERI 1
FISIKA DASAR II Kode MK : FI 0 SKS : 3 Pogam Studi : Fisika Instumentasi (S-) Kelas : Regule MATERI TA 00/0 KRITERIA PENILAIAN Jika kehadian melampaui 75 %, Nilai Akhi mahasiswa ditentukan dai komponen
Fisika Dasar I (FI-321)
Fisika Dasa I (FI-321) Topik hai ini (minggu 7) Geak Rotasi Kinematika Rotasi Dinamika Rotasi Kekekalan Momentum Sudut Geak Menggelinding Kinematika Rotasi RIVIEW Riview geak linea: Pepindahan, kecepatan,
Pengaturan Kecepatan Motor Induksi 3 Phasa Tanpa Sensor Kecepatan Melalui Vektor Kontrol Dengan Teknik Artificial Intelegent
Pengatuan Kecepatan Moto Induksi 3 Phasa Tanpa Senso Kecepatan Melalui Vekto Kontol Dengan Teknik Atificial Intelegent Gigih Pabowo ¹, Renny Rakhmawati ², Meidy Ivianto 3 1 Dosen Juusan Teknik Elekto Industi
dengan dimana adalah vektor satuan arah radial keluar. F r q q
MEDAN LISTRIK 1 2.1 Medan Listik Gaya Coulomb di sekita suatu muatan listik akan membentuk medan listik. Dalam membahas medan listik, digunakan pengetian kuat medan. Untuk medan gaya Coulomb, kuat medan
Fisika Dasar I (FI-321)
Fisika Dasa I (FI-31) Topik hai ini (minggu ) Geak dalam Satu Dimensi (Kinematika) Keangka Acuan & Sistem Koodinat Posisi dan Pepindahan Kecepatan Pecepatan GLB dan GLBB Geak Jatuh Bebas Mekanika Bagian
Komponen Struktur Tekan
Mata Kuliah : Peancangan Stuktu Baja Kode : CIV 303 SKS : 3 SKS Komponen Stuktu Tekan Petemuan 4, 5 Sub Pokok Bahasan : Panjang Tekuk Tekuk Lokal Tekuk Batang Desain Batang Tekan Batang batang tekan yang
ANALISA PENGARUH BESAR NILAI KAPASITOR EKSITASI TERHADAP KARAKTERISTIK BEBAN NOL DAN BERBEBAN PADA MOTOR INDUKSI SEBAGAI
ANALISA ENGARUH BESAR NILAI KAASITOR EKSITASI TERHADA KARAKTERISTIK BEBAN NOL DAN BERBEBAN ADA MOTOR INDUKSI SEBAGAI GENERATOR (MISG) ENGUATAN SENDIRI Muhammad Habibi Lubis, Masykur Sjani Konsentrasi Teknik
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN. hasil. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2002:136) metode penelitian
7 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode adalah suatu caa atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu hasil. Sedangkan menuut Suhasimi Aikunto (00:36) metode penelitian adalah caa
pekerjaan atap (rangka kuda-kuda dan penutup atap). Atap adalah bagian
BAB IV RANGKA KUDA-KUDA DAN PENUTUP ATAP 4.1. Pengetian Atap Dalam studi analisis nilai pada tugas akhi ini, obyek yang diambil adalah pekejaan atap (angka kuda-kuda dan penutup atap). Atap adalah bagian
BAB 13 LISTRIK STATIS DAN DINAMIS
397 BAB 3 LISTRIK STATIS DAN DINAMIS Penahkah anda melihat peti? atau penahkah anda tekejut kaena sengatan pada tangan anda ketika tangan menyentuh laya TV atau monito kompute? Peti meupakan peistiwa alam
III. TEORI DASAR. Metoda gayaberat menggunakan hukum dasar, yaitu Hukum Newton tentang
14 III. TEORI DASAR A. Hukum Newton Metoda gayabeat menggunakan hukum dasa, yaitu Hukum Newton tentang gavitasi dan teoi medan potensial. Newton menyatakan bahwa besa gaya taik menaik antaa dua buah patikel
TINJAUAN PUSTAKA A. Perambatan Bunyi di Luar Ruangan
Kebisingan yang belebihan akan sangat bepengauh tehadap indea pendengaan. Seseoang yang telalu seing beada pada kawasan dengan kebisingan yang tinggi setiap hainya dapat mengalami gangguan pendengaan sementaa
Gerak Melingkar. Gravitasi. hogasaragih.wordpress.com
Geak Melingka Gavitasi Kinematika Geak Melingka Beatuan Sebuah benda yang begeak membentuk suatu lingkaan dengan laju konstan v dikatakan mengalami geak melingka beatuan. Besa kecapatan dalam hal ini tetap
ANALISIS TAHAN HIDUP DATA TERSENSOR TIPE II MENGGUNAKAN MODEL DISTRIBUSI WEIBULL PADA PENDERITA HEPATITIS C
pepustakaan.uns.ac.id ANALISIS TAHAN HIDUP DATA TERSENSOR TIPE II MENGGUNAKAN MODEL DISTRIBUSI WEIBULL PADA PENDERITA HEPATITIS C Budi Santoso, Respatiwulan, dan Ti Atmojo Kusmayadi Pogam Studi Matematika,
STUDI PENGARUH PERUBAHAN TEGANGAN INPUT TERHADAP KAPASITAS ANGKAT MOTOR HOISTING ( Aplikasi pada Workshop PT. Inalum )
STUDI PENGARUH PERUBAHAN TEGANGAN INPUT TERHADAP KAPASITAS ANGKAT MOTOR HOISTING ( Aplikasi pada Workshop PT. Inalum ) Makruf Abdul Hamid,Panusur S M L Tobing Konsentrasi Teknik Energi Listrik, Departemen
BAB III METODE PENELITIAN. mengenai Identifikasi Variabel Penelitian, Definisi Variabel Penelitian,
BAB III METODE PENELITIAN Pembahasan pada bagian metode penelitian ini akan menguaikan mengenai Identifikasi Vaiabel Penelitian, Definisi Vaiabel Penelitian, Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel,
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode meupakan caa keja yang digunakan untuk memahami, mengeti, segala sesuatu yang behubungan dengan penelitian aga tujuan yang dihaapkan dapat tecapai. Sesuai
III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan strategi umum yang dianut dalam
III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian meupakan stategi umum yang dianut dalam pengumpulan data dan analisis data yang dipelukan, guna menjawab pesoalan yang dihadapi. Metode
BAB III METODE PENELITIAN. adalah untuk mengetahui kontribusi motivasi dan minat bekerja di industri
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Bedasakan pemasalahan, maka penelitian ini temasuk penelitian koelasional yang besifat deskiptif, kaena tujuan utama dai penelitian ini adalah untuk mengetahui
