SKRIPSI I PUTU ADI SURYANTA PENGARUH FREKUENSI PENGAMBILAN INJEKSI DOSIS GANDA DIFENHIDRAMIN TERHADAP STERILITAS SEDIAAN DENGAN PENGAWET BENZIL ALKOHOL 2% PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2012 i
Lembar Pengesahan PENGARUH FREKUENSI PENGAMBILAN INJEKSI DOSIS GANDA DIFENHIDRAMIN TERHADAP STERILITAS SEDIAAN DENGAN PENGAWET BENZIL ALKOHOL 2% SKRIPSI Dibuat untuk memenuhi syarat mencapai gelar sarjana farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2012 Oleh : I PUTU ADI SURYANTA NIM : 08040099 Disetujui Oleh: Pembimbing I Pembimbing II M. Agus Syamsur rijal, M.Si.,Apt. Drs. Achmad Inoni, Apt. ii
Lembar Pengujian PENGARUH FREKUENSI PENGAMBILAN INJEKSI DOSIS GANDA DIFENHIDRAMIN TERHADAP STERILITAS SEDIAAN DENGAN PENGAWET BENZIL ALKOHOL 2% SKRIPSI Telah Diuji dan Dipertahankan di Depan Tim Penguji Pada Tanggal 18 Juli 2012 Oleh : I Putu Adi Suryanta 08040099 Disetujui oleh : Penguji I Penguji II M.Agus Syamsur Rijal. M,Si.,Apt Penguji III Drs. Achmad Inoni., Apt Penguji IV Dian Ermawati, S.Farm.,Apt Arina Swastika Maulita, S.Farm.,Apt iii
KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia NYA atas seluruh hambanya. Akhirnya tugas akhir (skripsi) ini dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya. Dengan terselesaikannya skripsi yang berjudul PENGARUH FREKUENSI PENGAMBILAN INJEKSI DOSIS GANDA DIFENHIDRAMIN HIDROKLORIDA TERHADAP STERILITAS SEDIAAN DENGAN PENGAWET BENZIL ALKOHOL 2% ini, perkenankanlah saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. M. Agus Syamsur Rijal, S.Si, M.Si, Apt., selaku pembimbing I dan Drs. H. Achmad Inoni, Apt., selaku pembimbing II yang bersedia meluangkan waktu untuk membimbing dan memberikan arahan serta saran yang terbaik untuk kesempurnaan skripsi ini. 2. Dian Ermawati, S.Farm., Apt., dan Arina Swastika Maulita, S.Farm, Apt., selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan kepada saya demi kesempurnaan skripsi ini. 3. Tri Lestari H., M.Kep., Sp.Mat, selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan. 4. Dra.Uswatun Chasanah, Apt., M.Kes., selaku Ketua Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. 5. Dra. Lilik Yusetyani, Apt., Sp.FRS, selaku Kepala Laboratorium Formulasi Sediaan Steril yang telah mengijinkan saya menggunakan laboratorium untuk melakukan penelitian. 6. Para Dosen Program Studi Farmasi yang telah mengajarkan kepada saya pengetahuan yang berguna sehingga saya dapat menyelesaikan pendidikan sarjana. 7. Sovia Apria Basuki, S.Farm, Apt., selaku dosen wali saya. 8. Kedua Orang Tua tercinta I Ketut Surata dan Ni Made Suryani dan ketiga adikku tersayang I Kadek Yusa Artana Jaya, Ni Komang Yuliantara, Ni Ketut Lilis Setyawati dan yang senantiasa memberikan dukungan, nasehat serta doa yang telah diberikan kepada putra dan iv
kakakmu ini selama menjalani perkuliahan di Universitas Muhammadiyah Malang. 9. Keluarga Besarku, Ketut Suarba, Mek Ayan, Tika, Duik, Bibik, Kakek, Nenek yang ada di Bali. Pak Wayan Surata, Mbak Yeni, Chandra, Indie, yang telah menjagaku selama di Malang. Terimakasih atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan. 10. Seluruh laboran lab steril pada khususnya dan seluruh laboran farmasi pada umumnya, terutama Mbak Nila dan Mbak Susi yang telah memberikan banyak-banyak bantuan dan semangat. 11. Sahabat-sahabatku Angkatan 2008 Farmasi UMM terimakasih atas persahabatan kita selama 4 tahun ini, terimakasih atas bantuan, dukungan, kerjasama, kebahagiaan dan solidaritasnya. Semoga persahabatan kita dapat terus berjalan walaupun terpisah oleh jarak dan waktu. 12. Teman-teman seperjuangan team skripsi Steril Yayan, Clusive, Fatkia, Raliby terimakasih banyak buat bantuan buat semangat, saran, canda tawa dan kerjasamanya. Jangan pernah lupakan perjuangan kita kawan. 13. Teman-teman dekatku, Meylida, Anugerah, Riana, Marissa, Risna, Indana, Evridatum, Aan, Astri, Trisdian, Yoffrita. 14. Untuk orang yang paling spesial dalam hidupku Putu Ratih Meyriska Dewi, terimakasih atas dukungan dan kesabarannya walaupun terpisah jarak dan waktu demi kesuksesan kuliahku diluar daerah. 15. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, terimakasih atas dukungan yang telah diberikan sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa selalu melimpahkan Rahmat Nya atas segala budi baik yang telah diberikan. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat beguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya ilmu kefarmasian. Malang 18 Juli 2012 I PUTU ADI SURYANTA v
RINGKASAN PENGARUH FREKUENSI PENGAMBILAN INJEKSI DOSIS GANDA DIFENHIDRAMIN TERHADAP STERILITAS SEDIAAN DENGAN PENGAWET BENZIL ALKOHOL 2% Injeksi dosis ganda adalah salah satu sediaan steril yang sterilitasnya sangat penting karena cairan tersebut langsung masuk ke cairan dan jaringan dalam tubuh. Sediaan injeksi dosis ganda biasanya diambil dan digunakan berulang kali sehingga kemungkinan terjadinya kontaminasi lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana sterilitas sediaan difenhidramin multiple doses dengan pengawet benzil alkohol 2% terhadap lima kali frekuensi pengambilan berulang. Dengan metode yang digunakan adalah inokulasi langsung dengan mengacu pada prosedur uji sterilitas yang tercantum pada farmakope indonesia IV. Pengujian sampel dilakukan secara aseptis di laminar air flow cabinet (LAFC) selama lima hari dan dilakukan pengambilan sampel sebanyak lima kali. Pengujian sampel dilakukan pada hari ke 1-5. Setiap kali pengambilan sampel dilakukan perlakuan pengambilan sebesar 0,5 ml, yaitu spuit injeksi diinjeksikan kedalam vial kemudian diambil 0,5 ml. Setiap kali pengambilan sampel untuk uji diambil sebanyak 2 ml, dilakukan replikasi sebanyak tiga kali dan sampel diinkubasi selama 14 hari pada suhu 30-35 C. Sampel yang digunakan diletakkan pada ruang terbuka dengan sebelumnya telah diberikan perlakuan. Sampel yang di uji terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan pendahuluan untuk mengetahui kondisi fisik sediaan dengan menjamin sediaan yang digunakan sebagai sampel dalam keadaan baik. Sebelum dilakukan uji sterilisasi sampel diencerkan dengan aqua demineralisata untuk menghilangkan daya antibakteri dan antifungi sehingga tidak mempengaruhi hasil pada sampel. Pengenceran dilakukan dengan perbandingan 1:1 untuk di inokulasikan dimedia thioglicolat dan 1:3 untuk diinokulasikan dimedia kasamino perbandingan ini dilihat dari pengenceran yang mendekati kontrol pembanding. Untuk menghindari adanya hasil positif palsu dilakukan kontrol lingkungan laminar air flow setiap minggu dan setiap pengujian sterilitas menggunakan nutrien broth agar dan media diinkubasi selama 14 hari pada suhu 30-35 C ditambahkan jamur candida albicans pada media kasamino dan kemudian diinkubasi pada suhu 20-25 C selama 7 hari. Sedangkan untuk kontrol negatif tidak ada penambahan mikroorganisme. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, uji sterilitas dengan pengambilan berulang sebanyak lima kali dalam jangka waktu lima hari terhadap sediaan injeksi difenhidramin HCl dengan pengawet Benzil alkohol 2% dosis ganda dengan nomor batch sama yang bervolume 15 ml masing-masing vial tidak mempengaruhi sterilitas sediaan. vi
ABSTRACT THE EFFECT OF FREQUENCY USE REPEATED DIPHENHYDRAMINE MULTIPLE DOSE INJECTION ON STERILITY OF PREPARATIONS WITH 2% PRESERVATIVE BENZYL ALCOHOL I PUTU ADI SURYANTA The sterility of injection supply is very important since the liquid is directly connected to the body tissue and fluid, places that prone to infections. Multiple dose injection dosage is normally taken and used repeatedly so that the likelihood of contamination is greater. This research is aimed to identify the effect of frequency use repeated diphenhydramine multiple dose injection on sterility of preparations with 2% preservative benzyl alcohol. Samples were tested aseptically in laminar air flow cabinet for 5 days: samples were taken 5 times. Samples were tested in 1st, 2rd, 3nd, 4th, 5th. Samples were inoculated directly into 15ml of media and were incubated for 14 days in 30-50 C temperature. Each drawing was taking 2ml and replications were conducted three times. To define the physical condition of the supply, a preliminary test was undergone. To omit bacteriostatic and fungiostatic effects, the supply was dissolved with with sterile demineralization aqua with ratio 1:1 for media casamino and 1:3 for media thioglicolat. Laminar air flow's environment was controlled in order to avoid any false positive result, and comparing control was made to compare the sterility test. The result suggest that drawing repeatedly from difenhidramine multiple-dose injection supply until 5 times in 5 days period from the different vials of the same batch does not affect the supply's sterility. vii
ABSTRAK PENGARUH FREKUENSI PENGAMBILAN INJEKSI DOSIS GANDA DIFENHIDRAMIN TERHADAP STERILITAS SEDIAAN DENGAN PENGAWET BENZIL ALKOHOL 2% I PUTU ADI SURYANTA Sterilitas sediaan injeksi sangat penting karena cairan tersebut langsung terhubung ke cairan tubuh dan jaringan, tempat yang rentan terhadap infeksi. Pada umumnya injeksi dosis ganda diambil dan digunakan berulang-ulang sehingga kemungkinan kontaminasi lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh frekuensi pengambilan injeksi dosis ganda difenhidramin terhadap sterilitas sediaan dengan pengawet benzil alkohol 2%. Sampel diuji secara aseptik di dalam laminar air flow cabinet selama 5 hari dan sampel diambil 5 kali pengambilan. Sampel diambil dalam pengujian ke 1,2,3,4,5. Sampel diinokulasi langsung ke dalam 15 ml media dan diinkubasi selama 14 hari pada suhu 30-50 C. Masing-masing pengujian diambil 2 ml dan dilakukan tiga kali pengulangan. Untuk menentukan kondisi fisik sediaan, dilakukan test pendahuluan. Untuk menghilangkan efek bakteriostatik dan fungiostatic, sediaan dilarutkan dengan aqua demineralisasi steril dengan perbandingan 1:1 untuk media kasamino dan 1:3 untuk media thioglicolat. Kontrol lingkungan laminar air flow cabinet dilakukan untuk menghindari hasil positif palsu, dan dibuat kontrol pembanding untuk membandingkan uji sterilitas. Hasilnya menunjukkan bahwa pengambilan berulang dari difenhidramin pada beberapa dosis pengambilan injeksi sampai 5 kali dalam 5 hari pada vial yang berbeda dari batch yang sama tidak mempengaruhi sterilitas sediaan tersebut. viii
DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN...... ii LEMBAR PENGUJIAN... iii KATA PENGANTAR... iv RINGKASAN... vi ABSTRACT... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR TABEL... xii DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR LAMPIRA N... xiv BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 3 1.3 Tujuan Penelitian... 3 1.4 Manfaat Penelitian... 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 4 2.1 Tinjauan Tentang Sediaan Parenteral... 4 2.1.1 Definisi Sediaan Parenteral... 4 2.1.2 Persyaratan dan Karakteristik Sediaan Parenteral... 4 2.1.3 Keuntungan dan Kerugian Sediaan Parenteral... 5 2.1.4 Tinjauan Wadah Sediaan Parenteral... 6 2.2 Tinjauan Difenhidramin Hidroklorida... 7 2.2.1 Indikasi... 7 2.2.2 Dosis... 8 2.2.3 Kontraindikasi... 8 2.2.4 Peringatan... 8 2.3 Tinjauan Benzil Alkohol... 9 2.3.1 Pemerian... 9 2.3.2 Aktivitas antimikroba... 9 ix
2.3.3 Stabilitas... 9 2.4 Tinjauan Pelarut... 9 2.5 Sumber-sumber Kontaminasi... 10 2.5.1 Bahan Baku... 10 2.5.2 Peralatan... 11 2.5.3 Air...... 11 2.5.4 Wadah... 11 2.5.5 Personil... 12 2.5.6 Udara Dalam Ruangan Kerja... 12 2.6 Tekhnik Aseptik... 12 2.6.1 Ruang Kerja Aseptik... 13 2.6.2 Pembuatan Secara Aseptik... 14 2.6.3 Personil...... 14 2.6.4 Laminar Air Flow Cabinet... 15 2.6.5 Kontrol Lingkungan LAFC... 16 2.7 Tinjauan Pengujian Sterilitas...... 17 2.7.1 Uji Sterilitas... 17 2.7.2 Media...... 18 2.7.3 Proses Uji Inokulasi Langsung..... 20 2.7.4 Kontrol Uji Sterilitas..... 21 2.8 Penafsiran Hasil Uji Sterilitas... 21 BAB III KERANGKA KONSEPTUAL... 22 3.1 Uraian Kerangka Konseptual... 22 3.2 Skema Kerangka Konseptual... 23 BAB IV METODE PENELITIAN... 24 4.1 Desain Peneltian... 24 4.2 Alat dan bahan...... 24 4.2.1 Alat... 24 4.2.2 Bahan... 25 4.3 Skema Metode Peneltian... 26 4.4 Prosedur penelitian... 27 4.4.1 Sterilisasi Alat... 27 x
4.4.2 Penyiapan Laminar Air Flow Cabinet Dan Memasukkan Semua Bahan Dan Alat... 27 4.4.3 Kontrol Lingkungan Laminar Air Flow Cabinet (LAFC)... 28 4.4.4 Uji Fertilitas Media... 28 4.4.5 Uji Sterilitas Media... 28 4.4.6 Pemeriksaan Pendahuluan... 29 4.4.7 Uji daya antibakteri dan antifungi... 29 4.4.8 Inokulasi Sampel... 30 4.4.9 Pengujian sampel... 31 BAB V HASIL PENELITIAN... 32 5.1 Hasil Uji Efektifitas Laminar Air Flow Cabinet (LAFC) Sebelum Pengujian Sterilisasi... 32 5.2 Hasil Uji Efektifitas Laminar Air Flow Cabinet (LAFC) Saat Pengujian Sterilisasi... 33 5.3 Hasil Uji Sterilitas Media (Kontrol Negatif)... 34 5.4 Hasil Uji Fertilitas Media (Kontrol Positif)... 35 5.5 Hasil Uji Pemeriksaan Pendahuluan... 35 5.6 Hasil Uji Daya Antibakteri dan Antifungi... 37 5.7 Hasil Uji Sterilitas Sampel... 37 BAB VI PEMBAHASAN... 41 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN... 45 DAFTAR PUSTAKA... 46 LAMPIRAN... 48 xi
DAFTAR TABEL Tabel Halaman II.1 Klasifikasi Ruangan Bersih......13 II.2 Perlengkapan dan Kandungan Kuman dari Manusia... 15 II.3 Batas Mikroba yang Disarankan untuk Pemantauan Area Bersih Selama Kegiatan Berlangsung...16 IV.1 Volume Pengambilan Sampel Berulang untuk Penelitian... 29 IV.2 Galur Mikroba Uji Fertilitas... 30 V.1 Hasil Uji Efektivitas Laminar Air Flow Cabinet Sebelum Uji.. Sterilitas... 33 V.2 Hasil Uji Efektivitas Laminar Air Flow Cabinet (LAFC) Saat Pengujian Sterilitas... 34 V.3 Hasil Uji Sterilisasi Media Uji (Kontrol Negatif)... 34 V.4 Hasil Uji Fertilitas Media Uji (Kontrol Positif )... 35 V.5.1 Hasil Uji Pemeriksaan Pendahuluan... 36 V.5.2 Hasil Uji Pemeriksaan Sediaan...... 36 V.6.1 Hasil Pengamatan Uji Sterilitas Sampel dengan Media Thioglikolat... 38 V.6.2 Hasil Pengamatan Uji Sterilitas Sampel dengan Media Kasamino... 39 xii
DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 2.1 Struktur Formula Difenhidramin Hidroklorida... 7 2.2 Struktur Formula Benzil Alkohol... 8 3.1 Kerangka Konseptual Uji Frekuensi Pengambilan Sediaan Injeksi... 23 4.1 Skema Metode Peneltian... 26 xiii
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1. Lampiran I Daftar Riwayat Hidup... 48 2. Lampiran II Surat Pernyataan... 49 3. Lampiran III Sertifikat Sediaan Difenhidramin... 50 4. Lampiran IV Hasil Uji Kemurnian Difenhidramin... 51 5. Lampiran V Sertifikasi Bakteri Bacillus Subtilis... 53 6. Lampiran VI Sertifikasi Bakteri Candida Albicans... 54 7. Lampiran VII Foto Hasil Uji Daya Antibakteri dan Antifungi... 55 8. Lampiran VIII Foto Hasil Uji Inaktivasi Benzil Alkohol 2%... 56 9. Lampiran IX FotoKontrol Lingkungan Laminar Air Flow Cabinet Sebelum dan Saat Uji Sterilitas Sediaan... 57 8. Lampiran X Foto Hasil Uji Sterilitas dan Fertilitas Media... 60 9. Lampiran XI Foto Hasil Uji Sterilitas Sampel Media Kasamino dan Media Thioglikolat.... 61 10. Lampiran XII Foto Alat-alat Praktikum... 65 xiv
DAFTAR PUSTAKA Agoes, G., 2009. Sediaan Farmasi Steril. Seri farmasi Industri 4, Bandung : Institut Teknologi Bandung. Hal : 10, 19, 104 Akers, Michael J., Guazzo, Dana Morton., 1994. Parenteral Quality Control : Sterility, Pyrogen, Particulate, and Package Integrity Testing Advances in Parenteral Sciences. New York : CRC Press. Hal 20 Ansel, H.C., 2005. Pengantar Sediaan Farmasi. Edisi keempat, Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia 399, 407, 411, 413, 414, 426, 429, 433 Badan Pengawas Obat dan Makanan, 2006. Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik. Jakarta : Badan POM. Hal: 126-127 Cooper and Gunn s. 1972. Dispensing For Pharmaceutical Student. Twelfth Edition. Ptman Medical Denyer, P.S., Rosamund, M.B., 2007. Guide to Microbiological Control in Pharmaceutical and Medical Devices. 2nd Edition. New york : CRC Press. pp: 92-94 Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta. Hal: 13, 889-890 Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta. Hal: 1i, 855-862 Gerald K, et al., 2011. AHFS DRUG INFORMATION ESSENTIALS Bethesda, Maryland : American Society of Health-System Pharmacists Lachman, H.A., Leon L., 1993. Pharmaceutical Dosage Forms. 2nd Edition. New York : Marcell Dekker, INC Lukas, S., 2006, Formulasi Steril. Yogyakarta : penerbit C.V ANDI OFFSET hal : 9, 30-31 Raymond, C.R. et al., 2006. Handbook of Pharmaceutical Excipients. fifth edition, London, UK : Royal Pharmaceutical Society of Great Britain. Pp: 61-63 Sarfaraz K. N., 2004. Handbook of pharmaceutical manufacturing formulations. Volume 6. Washington, D.C. : CRC PRESS Sugiyono, 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: ALFABeta. Hal 72. xv
Sweetman, s.c. et al, 2009. Martindale s Drugs Restricted in Sport Pocket Companion. Pharmaceutical Press Sylvia T. Pratiwi., 2008. Mikrobiologi Farmasi, yogyakarta : penerbit erlangga Remington, J.P., 1995. The Science and Pharmacy. Easton, penssylvania : Mack Publishing Company Voight, R., 1995. Buku Ajar Teknologi Farmasi. Edisi V. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press Whyte, W., 2001. Cleanroom Technology Fundamental of Design, Testing and Operation, United Kingdom : John Wiley & Sons Ltd xvi