BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV PEMBAHASAN MASALAH. 4.1 Sistem Pengadaan Perlengkapan Produksi pada PT. Indomo Mulia

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

PERENCANAAN KEBUTUHAN MATERIAL (MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING) (MRP) BAB - 8

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. yang ada di dunia usaha saat ini semakin ketat. Hal ini disebabkan tuntutan

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN PADA PT. KALIMANTAN MANDIRI SAMARINDA. Oleh :

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V ANALISA HASIL. periode April 2015 Maret 2016 menghasilkan kurva trend positif (trend meningkat)

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

BAB III. Metode Penelitian. untuk memperbaiki keterlambatan penerimaan produk ketangan konsumen.

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS PERENCANAAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN TEKNIK LOTTING DI PT AGRONESIA INKABA BANDUNG

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. gelondongan kemudian dipotong menjadi papan papan kayu. Perusahaan yang

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. jumlahnya cukup besar dalam suatu perusahaan. Jenis sediaan yang ada dalam

Manajemen Persediaan. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) PPB. Christian Kuswibowo, M.Sc. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen

Abstrak. Kata Kunci : Perencanaan, Material Requirement Planning, Period Order Quantity, Economy Order Quantity, Lot for lot.

BAHAN AJAR : Manajemen Operasional Agribisnis

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi penelitian yang akan dilakukan di koperasi Brosem yang

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

Perencanaan Persediaan Bahan Baku dengan Metode Heuristik Silver Meal dan Part Period Balacing (Studi Kasus: PT. Mega Andalan Kalasan)

BAB V ANALISIS PEMECAHAN MASALAH

MANAJEMEN PERSEDIAAN

ANALISIS PERBANDINGAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN PENDEKATAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY

VII PERENCANAAN PENGADAAN PERSEDIAAN TUNA

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

Ekonomi & Bisnis Manajemen

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISA PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN DENGAN KRITERIA MINIMASI BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT. FAJAR UTAMA FURNISHING BEKASI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

TUGAS AKHIR ANALISA PERSEDIAAN MATERIAL PADA PEMBANGUNAN PROYEK APARTEMEN. Oleh : ANGGER WIJAYANTO

ANALISIS PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DENGAN MEMPERTIMBANGKAN LOT SIZING

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Outlet Holcim Solusi Rumah Cilodong yang

Yayah Sopiyah 1 Didiek Pramono 2. Abstrak. Kata kunci : Material, Persediaan, Teknik Lot Sizing, Biaya Persediaan Minimum.

Persediaan adalah barang yang sudah dimiliki oleh perusahaan tetapi belum digunakan

MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP)

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

TUGAS AKHIR ANALISA PERSEDIAAN MATERIAL PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEKS PASAR TRADISIONAL DAN PLASA LAMONGAN. Oleh : Arinda Yudhit Bandripta

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB V HASIL DAN ANALISA

B I A YA B A H AN A. Perencanaan Bahan Tujuan perencanaan bahan Masalah yang timbul dalam perencanaan bahan

Berupa persediaan barang berwujud yang digunakan dalam proses produksi. Diperoleh dari sumber alam atau dibeli dari supplier

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH. CV. JOGI CITRA MANDIRI adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri

MANAJEMEN PERSEDIAAN

HALASAN B SIRAIT, PARAPAT GULTOM, ESTHER S NABABAN

BAB 1 PENDAHULUAN. oleh konsumen sehingga produk tersebut tiba sesuai dengan waktu yang telah

BAB II LANDASAN TEORI

Syukriah, Putri Narisa Lia. Jurusan Teknik Industri, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB II LANDASAN TEORI

ABSTRAK. Kemampuan dan keterampilan manajemen mengelola sumber daya yang ada

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

MANAJEMEN PERSEDIAAN MANAJEMEN PERSEDIAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Bahan baku merupakan salah satu unsur yang menentukan kelancaran proses

MANAJEMEN PERSEDIAAN. Perencanaan Kebutuhan Barang (MRP) -EOQ. Prepared by: Dr. Sawarni Hasibuan. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Manajemen Operasional merupakan serangkaian kegiatan yang membuat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. berkembang pesat. Setiap perusahaan berlomba-lomba untuk menemukan

BAB III METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DAN PERIOD ORDER QUANTITY

BAB I PENDAHULUAN. berkualitas dengan tetap mempertahankan dari segi yang menguntungkan bagi

Jurnal String Vol.1 No.2 Tahun 2016 ISSN : PENENTUAN TEKNIK PEMESANAN MATERIAL PADA PROYEK STEEL STRUCTURE MENGGUNAKAN WINQSB

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakanng Masalah. Dengan semakin berkembangnya dunia industri dewasa ini perusahaan

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE EOQ PADA UD. ADI MABEL

ABSTRAK. Kata kunci : Economic Order Quantity (EOQ), Persediaan, Total Biaya Persediaan. ABSTRACT

Jurnal String Vol. 1 No. 1 Tahun 2016 ISSN:

USULAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU BOKS PANEL DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING (MRP)

MANAJEMEN PERSEDIAAN

BAB I PENDAHULUAN. Setiap perusahaan dagang selalu mengadakan persediaan (inventory).

BAB 3 METODE PENELITIAN. Jenis dan metode yang digunakan peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini adalah

Manajemen Keuangan. Pengelolaan Persediaan. Basharat Ahmad, SE, MM. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen

Persediaan. Ruang Lingkup. Definisi. Menetapkan Persediaan. Keuntungan & Kerugian Persediaan

BAB III METODE PENELITIAN

APLIKASI METODE MRP DAN EOQ DALAM PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU YANG LEBIH EFISIEN DI UD BAROKAH ALUMUNIUM SURAKARTA

MANAJEMEN PERSEDIAAN (INVENTORY)

BAB I PENDAHULUAN. Bahan baku di dalam banyak industri perlu disediakan pada waktu, tempat, dimungkinkan dengan pemeliharaan inventori yang baik.

BAB 1 PENDAHULUAN. kegiatan inilah dinamakan proses produksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi

BAB I PENDAHULUAN. bisnis. Sumber daya yang dimaksud meliputi perencanaan bahan baku yang

BAB IV PENUTUP. bermanfaat bagi perusahaan jika perusahaan menerapkan metode EOQ pada

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BUKU PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dan menurut Rangkuti (2007) Persediaan bahan baku adalah:

Abstrak. Universitas Kristen Maranatha

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kinerja khususnya dalam perencanaan produksi. Salah satu perencanaan produksi

Transkripsi:

59 BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Sistem Pengadaan Perlengkapan Produksi pada PT. Puri Kadusirung Raya Farm. PT. Puri Kadusirung Raya Farm merupakan perusahaan bergerak dalam bidang industri supplier telur ayam (eggs-wholesale), salah satu produk yang didistribusikan adalah telur ayam yang berkualitas baik dan mengandung omega karana pakan ayam yang digunakan adalah pakan berkualiatas baik dan pembahasan ini akan dijadikan oleh penulis sebagai objek penelitian. Untuk dapat melakukan kegiatan produksinya PT. Puri Kadusirung Raya Farm harus melakukan pengadaan perlengkapan produksi dan mengendalikan persediaan perlengkapan produksi tersebut untuk mengatisipasi permintaan yang datang diluar perencanaan perusahaan. Saat ini pengadaan bahan baku pakan produksi yang dilakukan di PT. Puri Kadusirung Raya Farm sudah menggunakan system pengadaan barang akan tetapi dalam jumlah pengadaan bahan baku pakan yang belum dalam perhitungan yang optimal. Supplier bahan baku pakan pakan ayam, yang ditunjuk langsung akan melakukan pengiriman sesuai jadwal yang telah diberikan perusahaan, perusahaan 59

60 akan menghubungi supplier untuk mempercepat jadwal pengiriman atau meminta menambah jumlah persediaan bila perusahaan mendapat pesanan secara mendadak. 4.1.1 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengadaan Perlengkapan Produksi Adapun faktor-faktor yang mendorong PT. Puri Kadusirung Raya Farm untuk selalu menyediakan perlengkapan produksi antara lain : a. Terdapatnya gedung yang bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan perlengkapan produksi. b. Mempunyai karyawan untuk dipekerjakan dalam memelihara dan pengawasan terhadap perlengkapan produksi tersebut. c. Mengantisipasi apabila sewaktu-waktu perlengkapan produksi sulit didapat sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. d. Menjaga apabila sewaktu-waktu perlengkapan produksi mengalami kenaikan harga sehingga perusahaan dapat mengalami kerugian.

61 4.1.2 Jadwal Induk Produksi (MPS) Pada table berikut diketahui kebutuhan bersih untuk pakan ayam sebagai berikut : Tabel 4.1 Kebutuhan bersih hasil rata-rata pemesanan Kode Pakan Jenis Pakan Keterangan Jumlah 511 CRUMBLE BRL STR AYAM PRESTARTER 0-10 250 521 CRUMBLE CHK STR AYAM PRESTARTER 7-14 150 520s CRUMBLE CHK PREST AYAM PRESTARTER 0-9 100 510 CRUMBLE BRL PREST AYAM PRESTARTER 0-3 150 R5+ LAYER PRIMA AYAM PRE GROWER 14-17 200 R5+P LAYER PRIMA AYAM PRE GROWER 14-17 150 324-17+ MASH CHK LAY 524PL 524-17 524-1 322K CRUMBEL PRELAY CRUMBEL CHK LAY PLUS LARVADEX CRUMBEL PRELAY PLUS LARVADEX (OBAT LALAT) MASH PUL GRW 322 MASH PUL GRW LIMESTONE batuan sedimen karbonat AYAM PREGROWER 21-96 AYAM PREGROWER 14-21 AYAM GROWER - LAYING PHASE 26-120 AYAM GROWER 37-48 AYAM GROWER 80-95 AYAMPRE GROWER 14-17 150 150 150 200 150 200 SEBAGAI KALSIUM U/ AYAM 100 TOTAL Sumber : Data Perrsediaan Bahan Baku PT. Puri Kadungsirung Raya Farm

62 4.1.3 Biaya Persediaan Biaya-biaya yang timbul akibat adanya persediaan : a. Biaya Pemesanan Biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dalam satu kali pemesanan adalah Rp.2.240.000.000,- biaya tersebut termasuk biaya perlengkapan, biaya produksi, biaya transportasi dan biaya angkut. b. Biaya Penyimpanan Untuk penyimpanan perusahaan juga harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 550.000,- per bulan untuk per unit barang yang disimpan. Biaya tersebut merupakan biaya akumulasi dari biaya listrik, biaya gudang, biaya perawatan dan biaya kerusakan. Besarnya biaya pemesanan dan biaya penyimpanan merupakan hasil akumulasi dari biaya-biaya yang termasuk didalamnya, karena perusahaan tidak bisa memberikan data untuk biaya-biaya tersebut lebih rinci kepada penulis. 4.2. Pengadaan Persediaan dengan Metode MRP Setelah diketahui biaya-biaya yang dikeluarkan oleh PT. Puri Kadusirung Raya Farm untuk persediaan dengan system pengadaan yang diterapkan PT. Puri Kadusirung Raya Farm maka biaya tersebut akan dibandingkan dengan biayabiaya yang dikeluarkan untuk persediaan dengan menggunakan metode MRP

63 4.2.1 Metode Lot For Lot (LFL) Metode Lot For Lot (LFL) dikenal juga sebagai metode persediaan minimal. Dengan metode LFL pemesanan perlengkapan produksi yang dilakukan oleh perusahaan asumsi dengan yang diperlukan untuk proses produksi pada periode tersebut. Metode ini mempunyai resiko jika terjadi keterlambatan dalam pengiriman perlengkapan produksi maka akan mengakibatkan terhentinya proses distribusi atau pemasaran. Dengan menggunakan metode LFL kebutuhan perlengkapan produksi dirumuskan seperti berikut : Tabel 4.2 Rencana Kebutuhan pakan ayam dengan metode lot for lot Bulan Keb. Jan Feb Maret April Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nov Des Kebutuhan Bersih Rencana Penerimaan Proyeksi Persediaan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Sumber : hasil analisis penulis Karena pemesanan sesuai dengan kebutuhan bersih setiap bulan maka dengan menggunakan metode ini tidak dapat persediaan

64 perlengkapan produksi, dengan tidak adanya persediaan, perusahaan mengeluarkan biaya pemesanan yang dihitung sebagai berikut : Biaya Pemesanan = 12 x Rp. 2.240.000.000,- = Rp. 26.880.000.000,- Biaya Penyimpanan = = Rp. 0,- Biaya Total Persediaan = = Rp. 26.880.000.000,- Biaya Total Persediaan yang dikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp. Per tahun dengan menggunakan metode Lot For Lot maka perusahaan akan menghemat biaya sebesar = Rp. 4.720.000.000,- 4.2.2 Metode Part Periode Balancing (PPB) Metode Metode penyeimbang sebagai periode (PBB) merupakan salah satu pendekatan dalam menentukan dalam lot untuk suatu kebutuhan materil tidak seragam bertujuan untuk memperkecil biaya total persediaan, meskipun tidak sepenuhnya diperoleh biaya total yang minimum, metode ini memberikan pemecahan yang cukup baik. Metode ini dapat menggunakan jumlah pesanan yang berbeda untuk setiap pesanan yang dikarenakan jumlah permintaan setiap periode tidak sama, ukuran lot dicari dengan menggunakan pendekatan sebagai periode yang ekonomis (Economis Part Periode, EPP)

65 Kebutuhan setiap periode diakumulasikan hingga mendekati nilai EPP. Besarnya akumulasi persediaan yang mendekati nilai EPP merupakan ukuran lot yang dapat memperkecil biaya persediaan. EPP = Biaya Pemesanan Biaya Penyimpanan per unit per periode EPP = Rp. 2.240.000.000,- Rp. 550.000,- = 4072.72 atau 4073 Periode Bagian Tabel 4.3 bagan untuk menentukan ukuran lot dengan menggunakan EPP Periode Kebutuhan Lama Penyimpanan Periode Bagian Akumulasi Periode Januari 0 0 0 Februari 1 Maret 2 4200 6300 April 0 0 0 Mei 1 Juni 2 4000 6000 Juli 0 0 0 Agustus 1 September 2 4200 6300 Oktober 0 0 0 November 1 Desember 2 4200 6300 Sumber : Hasil Analisis Penulis

66 Pada tabel 4.3 dibuat bertujan untuk menentukan setiap beberapa periode pemesanan yang akan dilakukan. Pemesanan dilakukan ketika akumulasi periodenya mendekati nilai 4073 periode bagian (EPP). Berdasarkan pada tabel 4.3 pemesanan dilakukan setiap tiga periode sekali yaitu pada periode januari dilakukan akumulasi pemesanan untuk periode februari dan maret. Pemesanan dilakukan kembali pada bulan april akumulasi untuk periode mei-juni. Untuk periode agustus dan september pemesanan dilakukan pada periode juli, pemesanan terakhir dilakukan pada oktober akumulasi periode november-desember. Berdasarkan perhitungan lot diatas, pemesanan pada periode januari sebanyak 6300 unit untuk memenuhi kebutuhan dua periode berikutnya (februari dan maret). Tabel 4.4 Rencana kebutuhan pakan ayam dengan metode PPB Bulan Jan Feb Maret April Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nov Des Kebutuhan Bersih Rencana Penerimaan 6300 6300 Proyeksi 4200 4100 Persediaan 0 Sumber : Hasil Analisis Penulis 0 6300 4200 0 6300 4200 0 4 Kali 25100 Pada april sebanyak 6300 unit juga dipesan untuk memenuhi kebutuhan 2 periode berikutnya (mei dan juni), pada bulan juli sebanyak 6300 unit dipesan untuk memenuhi kebutuhan (agustus dan september)

67 dan pada oktober sebanyak 6300 unit dipesan untuk memenuhi kebutuhan (november dan desember) Biaya Pemesanan = 4 x Rp.2.240.000.000,- = Rp. 8.960.000.000,- Biaya Penyimpanan = 25100 x Rp 550.000,- = Rp. 13.805.000.000,- Biaya Total Persediaan Rp. 22.765.000.000,- Dengan metode PPB pemesanan dilakukan sebanyak 4 kali dalam setahun, setiap tiga periode dan mengeluarkan biaya pemesanan Rp. 8.960.000.000,-,- secara akumulasi maka ada perlengkapan produksi yang disimpan sebelum proses yang mengakibatkan timbulnya biaya penyimpanan sebesar Rp. 13.805.000.000,- Dengan metode PPB biaya total persediaan sebesar Rp. 22.765.000.000,- maka perusahaan dapat menghemat sebesar Rp.8.835.000.000,- Untuk waktu satu tahun. 4.2.3 Metode Periode Order Quantity (POQ) Metode kuantitas pesanan periode merupakan pengembangan dari metode EOQ untuk jumlah permintaan yang tidak sama dalam beberapa periode. Nilai POQ dapat diperoleh dengan menggunakan rumus berikut : POQ = 2S DH

68 Dimana : S H D = Biaya Pemesanan = Biaya Penyimpanan = Kebutuhan Rata=rata = unit/bulan = unit/bulan POQ = 2x(Rp.2.240.000.000,-) = 4.480.000.000,- ()(550.000) 1.155.000.000 = 3.8787 = 1.98 = 2 Periode Hasil perhitungan diatas berarti, pemesanan dilakukan setiap 2 periode sekali dengan jumlah pesanan sesuai dengan kebutuhan untuk 2 periode yang bersangkutan. Pada tabel 4.5 dapat dilihat perencanaan kebutuhan perlengkapan produksi dengan menggunakan metode POQ. Pada bulan januari pemesanan dilakukan untuk 2 periode yaitu januari dan februari sebanyak 500 unit, dan akan dilakukan pemesanan kembali pada Tabel 4.5 Rencana kebutuhan pakan ayam dengan metode POQ Bulan Jan Feb Maret April Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nov Des Kebutuhan Bersih Rencana 4200 4100 4300 4100 4300 4100 Penerimaan Proyeksi Persediaan Sumber: Analisis Penulis 6 Kali 12300

69 Berdasarkan tabel diatas, dalam satu tahun perusahaan melakukan pemesanan sebanyak 6 kali karena pemesanan dilakukan setiap 2 periode, maka ada perlengkapan produksi yang disimpan untuk persediaan periode berikutnya. Hal ini menyebabkan timbulnya biaya penyimpanan. Untuk mengetahui besarnya biaya penyimpanan, perlengkapan produksi yang tersisa pada setiap periode harus diakumulasikan terlebih dahulu, maka akan diperoleh banyaknya unit yang disimpan dan biaya-biaya untuk persediaan akan diketahui dengan perhitungan berikut : Biaya pemesanan = 6 x Rp.2.240.000.000,- = Rp.13.440.000.000,- Biaya penyimpanan = 12300 x Rp. 550.000,- = Rp 6.765.000.000,- Biaya Total Persediaan = Rp.20.205.000.000,- Biaya total persediaan yang dihasilkan menggunakan metode POQ Sebesar Rp. 20.205.000.000,- Pemesanan metode POQ lebih sering dibandingkan dengan metode PPB namun dalam jumlah perlengkapan produksi yang disimpan, metode POQ jauh lebih sedikit yang dapat memperkecil biaya penyimpanan, dengan metode POQ dalam satu tahun perusahaan dapat menghemat sebesar Rp. 11.395.000.000,- 4.2.4 Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dengan metode kuantitas pemesanan ekonomis (EOQ) diharapkan dapat memperkecil biaya persediaan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Jumlah perlengkapan produksi yang dipesan dengan

70 menggunakan metode ini dianggap konstan yaitu perlengakapan produksi yang dipesan sama banyak disetiap periode pemesanan. Untuk mendapatkan jumlah yang paling ekonomis pada setiap pemesanan, dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : EOQ Q* K Q * cd 2ADh Keterangan : 2AD h Q : jumlah pesanan ekonomis K(Q*) : total biaya rata-rata tahunan c D A I H : biaya produksi per unit ($/unit) : permintaan per unit per satuan waktu : biaya pemesanan ($/order) : total biaya penyimpanan tahunan (%/tahun) : ic = total biaya penyimpanan tahunan ($//tahun) Maka perhitungan nya EOQ (Economic Order Quantity) EOQ = 2(24900)(2.240.000.000) 6.600.000 EOQ = 111.552.000.000,- 6.600.000 EOQ = 16.901.818 EOQ = 4109.098 = 4110

71 Tabel 4.6 Rencana kebutuhan pakan ayam dengan metode EOQ Bulan Jan Feb Maret April Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nov Des Kebutuhan Bersih Rencana Penerimaan Proyeksi Persediaan 4110 2010 90 Sumber: Analisis Penulis 4110 2190 190 4110 2200 200 4110 2210 210 4110 2220 220 4110 2230 230 6 Kali 14200 Dari perhitungan diatas, diperoleh angka sebagai jumlah pemesanan yang paling ekonomis, pada jumlah biaya total persediaan dapat dihitung sebagai berikut : Biaya penyimpanan (total inventory cost) = EOQ. H 2 = 4110 x 6.600.000 2 = Rp. 13.563.000.000 Biaya Pemesanan = D/EOQ. S = 24900 x 2240.000.000 4110 = Rp. 13.570.802.920 Total Biaya Persediaan = Biaya Penyimpanan + Biaya Pemesanan = Rp. 13.563.000.000 + Rp. 13.570.802.920 = Rp. 27,133,802,920 Dengan kuantitas pemesanan yang sama dengan metode POQ perlengkapan produksi yang disimpan lebih banyak yang mengakibatkan biaya penyimpanan yang dikeluarkan perusahaan lebih besar namun dengan

72 menggunakan metode EOQ perusahaan masih bias menghemat biaya total persediaan sebesar Rp. sama dengan Rp. 4.466.197.080 selama satu tahun. 4.3 Hasil Perhitungan dengan menggunakan metode MRP Dari metode-metode yang digunakan setiap metode diketahui berupa biaya persediaan yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Pada setiap metode-metode MRP mempunyai hasil yang berbeda-dan dari empat metode MRP hasil perhitungannya dapat dilihat sebagai berikut : Tabel 4.7 Hasil Biaya Simpan dan Biaya Pesan dari metode-metode MRP Jenis Biaya Metode LFL PPB POQ EOQ Biaya Pemesanan Rp22.680.000.000 Rp8.960.000.000 Rp 13.440.000.000 Rp13.563.000.000 Biaya Penyimpanan 0 Rp13.805.000.000 Rp 6.765.000.000 Rp13.570.802.920 Biaya Total Rp 22.680.000.00 Rp22.765.000.000 Rp 20.205.000.000 Rp27.133.802.920 Sumber: Analisis Penulis Dari table diatas dapat dilihat perbedaan pada setiap metode MRP yang digunakan dan dilakukan perhitungan, diperoleh hasil dengan menggunakan metode POQ yang menghasilkan biaya total persediaan paling rendah dibandingkan dengan yang lainnya, berdasarkan metode tersebut pemesanan sebaiknya dilakukan secara periodic yakni setiap beberapa periode sekali dimana setiap pemesanan mencangkup kebutuhan untuk beberapa periode sekaligus. Dari hasil perhitungan diatas setiap metode MRP yang digunakan menghasilkan biaya persediaan yang lebih rendah dibandingkan dengan biaya

73 persediaan yang dikeluarkan oleh PT. Puri Kadungsirung Raya Farm sebesar Rp. 31.600.000.000,- dengan metode POQ yang mempunyai biaya persediaan terendah dibanding yang lainnya, PT. Puri Kadungsirung Raya Farm bisa menghemat biaya persediaan sebesar Rp. 11.395.000.000 selama satu tahun. Tabel 4.8 Perbandingan BiayaTotal Persediaan dengan metode-metode MRP Biaya Total Persediaan PT Puri Kadungsirung Raya Farm. Rp. 31.600.000.000,- Sumber: Analisis Penulis Metode MRP Biaya Total Persediaan dengan Metode MRP Biaya Total yang dapat di hemat LFL 26.880.000.000 4.720.000.000 PPB 22.765.000.000 8.835.000.000 POQ 20.205.000.000 11.395.000.000 EOQ 27,133,802,920 4.466.197.080