PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BAHASA INDONESIA BERBASIS MEDIA KARIKATUR PADA MATERI MENULIS PARAGRAF PERSUASIF SISWA KELAS X SMA N 5 SOLOK SELATAN Sri Mayuni 1, Ninit Alfianika 2, Risa Yulisna 2 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaSTKIP PGRI Sumatera Barat 2 Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Indonesia STKIPPGRISumatera Barat srimayuni55@gmailcom ABSTRACT This research is motivated by the low ability to write persuasive paragraphs Students tend not able to write persuasive paragraphs because the teaching materials in the form of LKS used can not attract student learning interest This study aims to produce Student Activity Sheet (LKS) of Indonesia based on caricature media on the writing material of persuasive paragraph of class X students of SMA N 5 South Solok that is, practical and effective The data of this research is the writing of persuasive paragraph of student after using Sheet Activity Student (LKS) of Indonesia based on caricature media on persuasive article writing material The sample of this study is the students of grade X7 SMA N 5 South Solok amounted to 9 students This type of research is development research using 4-D model Based on the results of the research, the ity test results of LKS based on caricature media by ators are very, that is 8765% The results of practical test by the teacher is very practical that is 96,51% and practice test by student classified as very practical that is 90,47% The effectiveness test result consisted of the observation of student activity classified as very successful that is 100%, while the result of student learning is very good that is 93,51% It can be concluded that the caricature-based LKS on the generated persuasive paragraph writing material is, practical, and effective Keywords: Development, LKS, Caricature, Writing Persuasive Paragraphs PENDAHULUAN Pada pembelajaran bahasa Indonesia, menulis paragraf persuasif diajarkan kepada siswa kelas X SMA pada semester 2 Menurut Ermanto dan Emidar (2009: 152) berpendapat bahwa paragraf persuasif adalah paragraf yang isinya berupa usaha untuk membujuk atau mempengaruhi orang lain tentang sesuatu hal, target paragraf persuasif adalah pembaca mengikuti sesuatu yang diharapkan penulis Menulis paragraf persuasif
dalam KTSP terdapat pada SK 12 Mengungkapkan informasi melalui penulisan paragraf dan teks pidato KD 122 menulis gagasan untuk meyakinkan atau mengajak pembaca bersikap atau melakukan sesuatu dalam bentuk paragraf persuasif Tercantumnya KD menulis paragraf persuasif di dalam kurikulum, berarti siswa dituntut untuk mampu menulis paragraf persuasif sesuai dengan kaidah penulisan yang benar Menurut Atmazaki (2007: 107), ciri-ciri paragraf persuasif ada empat yaitu: 1) berisikan ajakan, 2) berisikan data dan fakta, 3) Kalimatnya logis, dan 4) dapat dipercaya Adapun indikator yang digunakan untuk penilaian menulis paragraf persuasif yaitu menurut pendapat Atmazaki tersebut Berdasarkan hasil wawancara dan observasi diperoleh informasi bahwa rendahnya kemampuan menulis paragraf persuasif siswa dipengaruhi oleh tiga faktor: 1) guru sudah menggunakan beberapa metode pembelajaran, tetapi nilai menulis paragraf persuasif siswa masih rendah, 2) bahan ajar berupa LKS yang digunakan di sekolah kurang menarik minat belajar siswa, Menurut Prastowo (2011: 204), LKS adalah suatu bahan ajar cetak berupa lembar-lembar kertas yang berisi materi, ringkasan, dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang harus di kerjakan oleh peserta didik yang mengacu kepada kompetensi dasar yang harus dicapai 3) belum tersedianya Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis media karikatur pada materi menulis paragraf persuasif kelas X di SMA N 5 Solok Selatan Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Bahasa Indonesia berbasis karikatur pada materi menulis paragraf persuasif SMA N 5 Solok Selatan yang, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran menulis paragaraf persuasif siswa kelas X Menurut Rohani (1997: 80) bahwa dalam komunikasi instruksional, karikatur dapat digunakan sebagai media instruksional asal bersifat edukatif, artinya dengan media karikatur akan menuntut kreativitas guru dan peserta didik serta melatih peserta didik, berpikir kritis dan memiliki kepekaaan atau kepeduliaan sosial,
lebih mempertajam daya pikir dan daya imajinasi peserta didik Usaha yang dapat dilakukan untuk menanggapi permasalahan di atas adalah perlunya dikembangkan bahan ajar berupa LKS yang sesuai dengan karakteristik siswa dan sesuai dengan struktur LKS yang benar LKS ini dirancang sesuai dengan struktur LKS teori Prastowo (2011: 207 208), yaitu bahan ajar LKS terdiri atas enam komponen, yaitu 1) judul, 2) petunjuk belajar (petunjuk siswa), 3) kompetensi yang akan dicapai, 4) informasi pendukung, 5) tugas-tugas dan langkah-langkah kerja, 6) serta penilaian Agar LKS dapat menarik minat belajar siswa, maka diperlukan inovasi baru, yaitu LKS yang dikembangkan memakai gambar karikatur Menurut Usman (2002: 47) karikatur merupakan garis coretan dengan spontan yang menekankan kepada hal-hal yang dianggap penting Jenis karikatur yang digunakan dalam penelitian ini adalah karikatur orang pribadi Menurut Sibarani (dalam Kurniawati 2013: 46) karikatur orang pribadi adalah menggambarkan seseorang biasanya tokoh yang terkenal, dengan mengekpos ciri-cirinya dalam bentuk wajah ataupun kebiasaanya tanpa objek lain atau situasi disekelilingnya secara karikatural Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) bahasa Indonesia berbasis media karikatur pada materi menulis paragraf persuasif yang, praktis, dan efektif MenurutEmzil (2014: 273), asi merupakan proses penilaian rancangan produk yang dilakukan dengan memberikan penilaian berdasarkan pemikiran yang rasional, tanpa uji coba di lapangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang sudah ditulis harus dievaluasi untuk mengetahui keannya Hal ini senada dengan Depdiknas (2008: 28), setelah selesai menulis bahan ajar, perlu dilakukan evaluasi terhadap bahan ajar tersebut Komponen evaluasi terhadat Lembar Kegiatan Siswa (LKS), yaitu 1) kelayakan isi, 2) kelayakan sajian, 3) kelayakan kebahasaan, dan 4) kegrafikaan LKS dapat dikategorikan apabila
persentase itasnya mencapai > 61%, (dimodifikasi dari Riduwan, 2010: 15) Selain, LKS juga harus praktis Menurut Zainuddin, dkk (2012: 68) berpendapat kepraktisan LKS dapat dinilai dari isi dan tampilan menarik, penjelasan mudah dimengerti, kalimat mudah dipahami, dan gambar mudah dipahami LKS yang dapat dikategorikan praktis jika sudah memperoleh nilai praktikalitas > 61% Setelah memenuhi kriteria dan praktis, maka LKS juga harus memenuhi kriteria efektif Menurut Sugono (2008: 311), efektif adalah ada efeknya, pengaruhnya, dan akibatnya Menurut Dimyati dan Mudijono (2006: 125), LKS dikatakan efektif untuk pembelajaran jika persentase aktivitas siswa mencapai > 51% dan persentase hasil belajar siswa METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan metode penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D (four- D models) yang dikemukakan oleh Thiagarajandkk (1974: 6 8) Pengembangan dilakukan mulai dari tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran Akan tetapi, penelitian ini hanya dilakukan sampai pada tahap pengembangan Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang berupa skor yang diperoleh dari instrumen pengumpulan data, seperti angket, lembar observasi, dan tes unjuk kerja Uji coba produk dilakukan pada siswa kelas X SMA dan Subjek uji coba adalah siswa kelas X7 SMA N 5 Solok Selatan yang berjumlah 9 orang Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif dengan menggunakan statistik deskriptif HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkanpenelitian yang telah dilakukan,maka hasil penelitian dapat dikemukakan sebagai berikut LembarKegiatanSiswa (LKS) Bahasa Indonesia Berbasis Media Karikatur pada Materi Menulis Paragraf Persuasif Siswa Kelas X SMA N 5 Solok Selatan Tergolong Valid
Validitas LKS dinilai dari 4 aspek, yaitu aspek kelayakan isi, kelayakan bahasa, kelayakan penyajian, dan kelayakan kegrafikaan Pada penelitian ini LKS dinilai atau diasi oleh 3 ator ahli dan 1 ator praktisi Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil asi 87,65% dengan kategori sangat Supaya lebih jelas, perhatikan tabel berikut Tabel 1 Hasil Validasi Ahli dan Praktisi Secara Umum N o AspekPen yajian 1 Aspek kelayakan isi 2 Aspek kelayakan bahasa 3 Aspek kelayakan penyajian 4 Aspek Kegrafikaa Skor yang Diper oleh n Jumlah 161,2 9 Nilai Vali dasi (%) 70,33 92,5 3 29,33 91,6 5 48,33 86,3 0 Katego ri 18,5 92,5 87,6 5 LembarKegiatanSiswa (LKS) Bahasa Indonesia Berbasis Media Karikatur pada Materi Menulis Paragraf Persuasif Siswa Kelas X SMA N 5 Solok Selatan Tergolong Praktis Kepraktisan LKS dinilai dari 2 aspek, yaitu aspek kemudahan dalam penggunaan dan kesesuaian dengan waktu Data praktikalitas diperoleh dari praktikalitas LKS bagi guru dan praktikalitas LKS bagi siswa Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat diperoleh praktikalitas LKS oleh guru 96,15 % dan siswa adalah 90,47% Jadi, Rata-rata praktikalitas LKS yang diperoleh dari guru dan siswa adalah 93,33% dengan kategori sangat praktis Supaya lebih jelas, perhatikan tabel 2 dan 3 berikut Tabel 2Praktikalitas LKS bagi Guru N o 1 2 AspekPenya jian Aspekkemud ahandalampe nggunaan Aspekkesesu aiandenganw aktu Skor yang Diper oleh Nilai Vali dasi 42 95,4 5 Katego ri Praktis 8 100 Praktis Jumlah 50 96,1 5 Praktis
Tabel 3ResponKepraktisan LKS bagisiswa N o 1 2 AspekPeny ajian Aspek kemudahan dalam penggunaan Aspek kesesuaian dengan Skor yang Diper oleh Pers enta se 392 90,4 7 64 88,8 8 waktu Jumlah 456 90,4 7 LembarKegiatanSiswa Kategori Pr aktis Pr aktis Pr aktis (LKS) Bahasa Indonesia Berbasis Media Karikatur pada Materi Menulis Paragaraf Persuasif Siswa Kelas X SMAN 5 Solok Selatan Tergolong efektif Efektivitas LKS dapat diketahui dari hasil aktivitas belajar siswa dengan menggunakan LKS bahasa Indonesia berbasis media karikatur dan hasil belajar siswa dapat dilihat dari tes unjuk kerja Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh dua orang observer, maka diketahui persentase aktivitas belajar siswa adalah 100% dengan tingkat keberhasilan sangat berhasil dan hasil belajar siswa 93,51% dengan kategori sangat baik Rata-rata efektivitas LKS adalah 96,75% dengan kategori sangat efektif Oleh sebabi tu, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) bahasa Indonesia berbasis media karikatur pada materi menulis paragraf persuasif sudah layak untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis media karikatur dirancang dengan materi menulis paragraf persuasif Struktur LKS ini terdiri dari: 1) judul, 2) kata pengantar 3) daftar isi 4) petunjuk belajar (petunjuk siswa), 5) kompetensi yang akan dicapai, 6) informasi pendukung, 7) tugas-tugas dan langkah-langkah kerja, 8) serta penilaian Setelah dirancang dan diasi, LKS diujicobakan pada 9 orang siswa kelas X7 SMA Negeri 5 Solok Selatan Berdasarkan hasil analisis data ujicoba, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang dikembangkan telah bergategori, praktis dan efektif Hal tersebut dijelaskan di bawah ini
Validitas Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Sebelum Lembar Kegiatan Siswa (LKS) diujicobakan kepada siswa, LKS harus diasi LKS Pada penelitian ini diasi oleh 3 ator ahli dan 1 ator praktisi Hal yang diasi meliputi 4 aspek, yaitu aspek kelayakan isi, kelayakan bahasa, kelayakan penyajian, dan kelayakan kegrafikaan Hal ini sejalan dengan peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), pasal 43 ayat 5 bahwa asi Lembar Kegiatan Siswa (LKS) menyangkut empat aspek, yaitu kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan kegrafikaan Berdasarkan analisis dapat diketahui itas LKS bahasa Indonesia berbasis media karikatur pada materi menulis paragraf persuasif 86,6% dengan kategori sangat Disebabkan persentase kean LKS yang dikembangkan sudah melebihi 61%, maka LKS tersebut sudah Jadi, LKS yang dikembangkan sudah layak untuk digunakan siswa dari segi kean Dari empat penilaian kean di atas masih ada yang tergolong sangat Pertama, kelayakan isi bernilai 92,53% Hal itu tergambar dari hasil penilaian ketiga ator terhadap 19 pernyataan Dari 19 pernyataan pada aspek kelayakan isi semua pernyataan berkategorikan sangat Maka dari isi yang berupa materi yang ada di dalam dapat digunakan guru dalam pembelajaran, khususnya pada materi menulis paragraf persuasif Kedua, kelayakan bahasa bernilai 91,65% Hal itu tergambar dari penilaian ketiga ator terhadap 8 pernyataan Dari 8 pernyataan semua pernyataan berkategorikan sangat Dari 8 pernyataan dapat disimpulkan bahwa yang dikembangkan telah sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia(EBI), mudah dipahami oleh siswa, dan dapat membangkitkan semangat siswa dalam belajarketiga, kelayakan penyajian bernilai 86,30%Dari 14 pernyataan, 13 pernyataan berkategorikan sangat dan 1 pernyataan berkategorikan Pernyataan yang berkategorikan
terdapat pada pernyataan ke-6 yaitu kajian materi ditulis dalam menerapkan prinsip pedagoggik, yaitu dari yang mudah ke yang sulit dan dari yang kongkret ke yang abstrakkeempat, kelayakan kegrafikaan bernilai 92,50% Dari 5 pernyataan semua berkategorikan sangat Berdasarkan pembahasan keempat aspek di atas, dapat disimpulkan bahwa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) bahasa Indonesia berbasis karikatur pada materi menulis paragraf persuasif siswa kelas X SMA Negeri 5 Solok Selatan yang dirancang tergolong sangat Praktikalitas Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Praktikalitas Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang dikembangkan dapat diketahui dari pelaksanaan ujicoba Pada pelaksanaan ujicoba diperlukan masukan dari teman sejawat atau tim ahli dan juga masukan dari peserta didik untuk mengetahui persepsi mereka tentang yang digunakan Data praktikalitas diperoleh dari praktikalitas Lembar Kegiatan Siswa (LKS) bagi guru dan siswa Hasil analisis angket respon praktikalitas guru dan siswa terhadap bahasa Indonesia berbasis mediankarikatur pada materi menulis paragraf persuasif siswa kelas X menunjukkan bahwa penilaian untuk kedua aspek tersebut berkategori sangat praktis, yaitu dengan rata-rata 93,33% Disebabkan persentase kepraktisan sudah melebihi 61%, maka LKS tersebut tergolong sangat praktis atau mudah digunakan Jadi, LKS yang dikembangkan sudah layak untuk digunakan siswa dari segi kepraktisan Dari dua penilaian praktikalitas di atas masih ada yang tergolong Pertama, praktikalitas oleh guru, 1) aspek kemudahan dalam penggunaan bernilai 95,45% Dari 11 pernyataan, 9 pernyataan berkategorikan sangat, dan 2 pernyataan berkategorikan Pernyataan yang berkategorikan yaitu Lembar Kegiatan Siswa (LKS) menyajikan soal-soal latihan
yang memudahkan guru untuk kemampuan siswa dan dengan adanya Lembar Kegiatan Siswa (LKS) guru berkedudukan sebagai fasilitator 2) aspek kesesuaian dengan alokasi waktu bernilai 100% Hal itu tergambar berdasarkan hasil penilaian guru yang menyatakan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk belajar menggunakan LKS sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam silabus pembelajaran Kedua, praktikalitas oleh siswa, 1) aspek kemudahan dalam penggunaan bernilai 90,74% Dari 12 pernyataan semua berkategorikan sangat praktis 2) aspek kesesuaian dengan alokasi waktu bernilai 88,88% Dari 2 pernyataan tersebut berkategorikan sangat Hal ini telihat dari hasil penilaian siswa yang menyatakan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari Lembar Kegiatan Siswa (LKS) sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam silabus dan bahasa Indonesia berbasis karikatur yang dikembangkan dapat menghemat waktu pembelajaran Efektivitas Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Efektivitas Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang dikembangkan dapat dilihat dari aktivitas siswa dan hasil belajar yang diperoleh setelah belajar dengan menggunakan LKS yang dikembangkan Aktivitas belajar diperoleh dari pengamatan yang dilakukan oleh observer dan hasil belajar siswa diperoleh dari tek unjuk kerja menulis paragraf persuasif siswa yang sudah dinilai Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh guru sebagai observer, dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa dengan menggunakan LKSyang dikembangkan tergolong sangat berhasil dengan persentase 100% Jika dilihat dari hasil belajar secara individu, 9 siswa yang mengikuti tes menulis paragraf persuasif mencapai nilai di atas KKM Oleh sebab itu, bahasa Indonesia berbasis media karikatur pada materi menulis paragraf persuasif siswa kelas X yang dikembangkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil
belajar siswa dengan persentase ratarata keefektifan 96,75% (sangat efektif) Disebabkan persentase efektivitas sudah melebihi 61%, maka LKS yang dikembangkan sudah efektif Dari 2 indikator penilaian keefektivitasan LKS dilihat dari aktivitas siswa semua pernyataan tergolong sangat berhasil, dan hasil belajar siswa semua siswa mendapat nilai diatas KKM yaitu 80 Jadi, LKS yang dikembangkan sudah layak untuk digunakan siswa dalam pembelajaran karena sudah bernilai sangat, praktis dan efektif KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahasa Indonesia berbasis media karikatur pada materi paragraf persuasif siswa kelas X SMA N 5 Solok Selatan yang dikembangkan telah memenuhi kriteria, praktis, dan efektif Validitas LKS yang dikembangkan, yaitu 87,65% dengan kategori sangat Praktikalitas oleh guru berkriteria sangat, yaitu 96,15% dan hasil uji praktikalitas siswa menunjukkan LKS ini tergolong sangat praktis, yaitu 90,47% dengan rata-rata nilai praktikalitas 93,31% Efektifitas dilihat dari aktifitas siswa bernilai 100% dengan tingkat keberhasilan sangat berhasil dan hasil belajar siswa 93,51% dengan kategori sangat baik Rata-rata efektivitas LKS adalah 96,75 dengan kategori sangat efektif Berdasarkan persentase kean, kepraktisan, dan keefektifan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) bahasa Indonesia berbasis media karikatur pada materi menulis paragraf persuasif siswa kelas X SMA N 5 Solok Selatan sudah, praktis, dan efektif Jadi, LKS yang dikembangkan sudah layak untuk digunakan oleh siswa kelas X dalam pembelajaran bahasa Indonesia DAFTAR PUSTAKA Atmazaki 2009 Kiat-kiat Mengarang dan Menyunting Padang: UNP Press Depdiknas 2008 Panduan Pengembangan Bahan Ajar Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Atas Dimyati dan Mudijono 2006 Belajar dan Pembelajaran Jakarta: RinekaCipta Ermanto dan Emidar 2009 Bahasa Indonesia: Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi Padang: UNP Press Nurgiyantoro, Burhan 2010 Sastra Anak Pengantar Pemahaman Dunia Anak Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Prastowo, Andi 2011 Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif Yogjakarta: DIVA Press Rohani, Ahmad 1997 Media Instruksional Edukatif Jakarta: Rineka Cipta Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai 2005 Media pengajaran Bandung: Sinar Bau Algensindo Sugono, Dendi 2008 Kamus Besar Bahasa Indonesia Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Thiagarajan, S; Semmel, DS; &Semmel, MI 1974 Instructional Development for Training Teachers of Exceptional Children: A Sourcebook Indiana: Indiana University Zainuddin, dkk 2012 Pengembangan Modul Fisika Bumi-Antariksa untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Fisika Fkip Unlam Jurnal Pendidikan Fisika, (Online), Jilid 27, No 1, (http://ejournalunlamacid/ind exphp/vidya- _karya/article/view/342, diakses 8 Juli 2013)