BAB 4 HASIL DAN BAHASAN 4.1 Jenis jenis Material dalam Gudang Berikut ini merupakan jenis jenis material bahan baku packaging tissue yang ada pada gudang yang dikelola oleh Raw Material Department (RMD) Paper Mills (PM11) di PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills: Nama Material : ADH Tape BOM : Ukuran lebar 480 mm : 1 Dus = 72 Roll Ukuran lebar 380 mm : 1 Dus = 72 Roll Ukuran lebar 48 mm : 1 Dus = 72 Roll Ukuran lebar 25 mm : 1 Dus = 144 Roll Ukuran lebar 12 mm : 1 Dus = 288 Roll Konversi : 1 Palet = 36 Dus Deskripsi : Lakban Nama Material : Bag BOM : 1 Kg = 22 Each Konversi : 1 Palet = 500 Kg Deskripsi :Kantong plastik besar untuk beberapa pack tissue Nama Material : Carton Board BOM : Each Konversi : 1 Palet = 520 Each Deskripsi : Lembaran karton, sebagai alas palet Nama Material : Carton Box Nama Material : Chipboard BOM : Each BOM : Kg Konversi : 1 Palet = 200 Each Konversi : 1 Palet = 453 Kg Deskripsi : Carton Box Deskripsi : Bahan baku paper core berwarna putih Gambar 4.1 Kumpulan Material Description-1 19
20 Nama Material : Duplex Board BOM : Rim Konversi : 1 Palet = 4.2 Rim Deskripsi : Bahan baku Inner Box Nama Material : Hotmelt Glue BOM : Kg Konversi : 1 Palet = 500 Kg Deskripsi : Lem untuk tissue facial dan m-fold Nama Material : Inner Box BOM : Each Konversi : 1 Palet = 14,580 Each Deskripsi : Packaging berbentuk kotak untuk tissue facial Nama Material : K Paper BOM : Kg Konversi : 1 Palet = 453 Kg Deskripsi : Bahan baku paper core berwarna coklat Nama Material : Label BOM : Each Konversi : 1 Palet Deskripsi : Kertas label Nama Material : MG Poster Paper BOM : Kg Konversi : 1 Palet = 500 Kg Deskripsi : Bahan baku facial Gambar 4.2 Kumpulan Material Description-2
21 Nama Material : Plastic Sheet BOM : Kg Konversi : 1 Palet = 500 Kg Deskripsi : Plastik satuan tissue tissue bathroom dan m-fold Nama Material : Pac Bag BOM : Kg Konversi : 1 Palet = 500 Kg Deskripsi : Plastik Nama Material : Sack Kraft BOM : Each Konversi : 1 Palet = 14,580 Each Deskripsi : Kertas pembungkus tissue m-fold Nama Material : Sheet Kraft BOM : Each Konversi : 1 Palet=700 Each Deskripsi : Lembaran karton, sebagai alas dalam palet Nama Material : Shrink Film BOM : Kg Konversi : 1 Palet = 500 Kg Deskripsi : Plastik pembungkus Nama Material : Sleeve Bag BOM : Kg Konversi : 1 Palet = 500 Kg Deskripsi : Plastik pembatas Gambar 4.3 Kumpulan Material Description-3
22 Nama Material : Sticker BOM : Each Konversi : 1 Palet Deskripsi : Sticker Openner untuk tissue hanky Nama Material : Sticker Barcode BOM : Each Konversi : 1 Palet Deskripsi : Sticker Barcode Nama Material : Strecth Film BOM : Kg Konversi : 1 Palet = 500 Kg Deskripsi : Plastik pembungkus Nama Material : White ADH BOM : Kg Konversi : 1 Palet = 500 Kg Deskripsi : Lem untuk tissue bathroom Nama Material : Wire BOM : Kg Konversi :1 Palet = 500 Kg Deskripsi : Kawat pengingkat Nama Material : Litho BOM : Kg Konversi : 1 Palet = 500 Kg Deskripsi : Kertas pembungkus tissue bathroom dan m-fold Gambar 4.4 Kumpulan Material Description-4
23 4.2 Aliran Material dalam Gudang Aliran material dalam gudang bahan baku packaging tissue Raw Material Department PM 11 PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Sumber: RMD Converting Tissue PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills Gambar 4.5 Material Flow Chart Keterangan: DCO IML NPBMT SPPBM SOT DTK DN QC FIFO SRM QM = Delivery Control Office = Izin Masuk Lokasi = Nota Penerimaan Barang Masuk Timbang = Surat Pemberitahuan Pengecekan Barang Masuk = Sistem Online Timbangan = Data Timbangan Kendaraan = Delivery Note = Quality Control = First In First Out = Surat Request Material = Quality Management
24 4.2.1 Proses Penerimaan Material Berikut ini merupakan tahapan dari proses penerimaan material, yaitu: 1. Penerimaan Delivery Note (DN) dari sopir ke bagian Delivery Control Office (DCO) yang kemudian dimasukkan ke dalam Sistem Online Timbangan (SOT) agar didapatkan Izin Masuk Lokasi (IML). 2. Dokumen Izin Masuk Lokasi (IML) dan Delivery Note (DN) diterima di bagian timbangan, kemudian kendaraan yang bermuatan material ditimbang untuk mendapatkan Data Timbangan Kendaraan (DTK). 3. Bagian gudang Raw Material Department (RMD) menerima dokumen Izin Masuk Lokasi (IML), kemudian dibuatlah dokumen Nota Penerimaan Barang Masuk Timbang (NPBMT) untuk diperiksa kesesuaian material (kuantitas dan satuan) material berdasarkan PO dan dokumen Surat Pemberitahuan Pengecekan Barang Masuk (SPPBM) untuk diberikan kepada bagian Quality Control (QC). 4. Quality Control (QC) menerima dokumen Surat Pemberitahuan Pengecekan Barang Masuk (SPPBM) kemudian dilakukan pengecekan kualitas material. Jika lolos uji kualitas maka dilakukan bongkar muat material untuk dipindahkan ke dalam gudang. 5. Selanjutnya Raw Material Department (RMD) meng-input penerimaan ke sistem SAP. 4.2.2 Proses Penyimpanan Material Proses penyimpanan yang dilakukan oleh divisi Raw Material Department PM 11 adalah sebagai berikut: 1. Material disusun berdasarkan jenisnya sesuai dengan barcode. 2. Membuat bin card (kartu stok). 4.2.3 Proses Pengeluaran Material Proses pengeluaran material dilakukan untuk memenuhi kebutuhan user adalah sebagai berikut: 1. Mengambil material pada lokasi atau rak sesuai dengan jenis dan kuantitas berdasarkan SRM (Surat Request Material). 2. Mencatat perubahan stok pada bin card. 4.2.4 Proses Reject Material-material yang tidak layak digunakan (reject) akan dimasukkan dalam proses reject, prosesnya terdiri dari: 1. Apabila setelah mengalami pengecekkan di Quality Control mengalami reject maka material akan dikembalikan kepada supplier pada saat itu juga. 2. Apabila material sudah masuk gudang dan baru diketahui adanya reject setelah akan digunakan oleh user maka status material pada sistem akan diubah menjadi blocked dan proses klaim pada supplier dibatasi dengan waktu selama 6 bulan dan ditukar dengan material baru dengan kondisi yang OK. 4.3 Layout Gudang Lama Bahan Baku Packaging Tissue Gudang lama bahan baku packaging tissue memiliki dimensi ukuran panjang sebesar 67.5 meter dan lebar sebesar 35 meter. Gambaran layout
25 gudang lama bahan baku packaging tissue terlampir dalam laporan ini pada lampiran 1 dan menggunakan skala 1:200. 4.4 Evaluasi Gudang Lama Bahan Baku Packaging Tissue Evaluasi gudang lama bahan baku packaging tissue dapat dilakukan dengan melihat secara langsung kondisi gudang saat ini dan menghitung kapasitas gudang serta utilitas gudang tersebut. Foto foto kondisi gudang lama sebagai berikut: Gambar 4.6 Tumpukan Plastik di Area Tabung Gas LPG Gambar 4.7 Tumpukan Material di Area Reject Gambar 4.8 Tumpukan Material yang Berada di Gang Gambar 4.9 Tumpukan Carton Box di Jalan Forklift 4.4.1 Perhitungan Kapasitas Gudang Lama Bahan Baku Packaging Tissue Dari Layout gudang packaging tissue lama dapat ditentukan total kapasitas dari gudang tersebut sebagai berikut: 1. Rack A Rack E (10 baris, 15 kolom, 5 tingkat) @ 2 palet : 1,500 palet 2. Area Carton Box 1 3 (13 + 7 + 42 palet) : 62 palet 3. Area Plastik 1 : 31 palet 4. Area Carton Box 4 7 (85 + 50 + 80 +50 palet) : 265 palet
26 5. Area Material Blocked (Reject) : 35 palet 6. Rack Reject (6 baris, 3 tingkat) @ 2 palet : 36 palet + Total : 1,929 palet No. Tabel 4.1 Stok Awal Bahan Baku Packaging Tissue Bulan Januari Juni 2014 Material User (Mesin Produksi) BoM Stok Awal Bulan Tahun 2014 dalam satuan Palet Jan Feb Maret April Mei Juni 1 Bag 2 ADH Tape 3 Carton Board 4 Carton Box Bathroom EA 43 39 32 31 30 30 M-fold EA 2 1 1 1 0 0 Napkin EA 8 8 8 8 8 4 Softpack EA 9 8 6 6 5 0 All ROL 4 3 3 2 1 3 Bathroom ROL 3 3 2 3 3 3 Rewinder ROL 2 3 4 3 3 3 Softpack ROL 1 1 1 1 1 1 Rewinder EA 71 52 62 66 39 38 Softpack EA 4 5 3 4 2 4 Bathroom EA 534 458 453 446 509 515 Facial EA 294 274 295 278 233 202 Hanky EA 169 168 93 96 79 78 M-fold EA 70 81 45 76 47 69 Napkin EA 55 52 60 60 55 27 Softpack EA 699 654 492 409 451 657 5 Chipboard Bathroom KG 286 169 133 77 105 243 6 Duplex Board Facial RIM 155 125 156 127 112 102 7 Hotmelt Glue Facial KG 3 2 2 3 3 2 M-fold KG 2 2 2 2 2 2 8 Inner Box Facial EA 353 350 290 275 261 395 9 K Paper Bathroom KG 125 81 31 147 89 90 10 Label Bathroom EA 3 3 3 3 2 3 11 MG Poster Paper Facial KG 5 5 5 5 5 5 Bathroom KG 83 72 68 86 94 93 12 Plastic Sheet 13 Pac Bag Blocked KG 33 34 35 33 33 36 Hanky KG 90 99 84 99 92 105 M-fold KG 1 1 1 1 1 1 Napkin KG 21 21 22 22 29 27 Softpack KG 191 187 164 171 199 269 Bathroom KG 103 108 122 127 126 128 Blocked KG 1 4 4 1 1 1
27 Facial KG 15 12 11 16 17 25 Hanky KG 1 1 1 1 1 1 M-fold KG 13 11 10 17 22 27 Napkin KG 11 13 11 13 14 13 Softpack KG 69 73 76 85 76 87 Tabel 4.1 Stok Awal Bahan Baku Packaging Tissue Bulan Januari - Juni 2014 (Lanjutan-1) No. Material User (Mesin BoM Stok Awal Bulan Tahun 2014 dalam satuan Palet Produksi) Jan Feb Maret April Mei Juni 14 Sack Kraft M-fold EA 23 24 19 13 12 5 15 Sheet Kraft 16 Shrink Film 17 Sleeve Bag 18 Sticker 19 Sticker Barcode 20 Strecth Film 21 White ADHV Bathroom EA 2 2 3 3 2 1 M-fold EA 2 2 2 2 2 2 Softpack EA 6 5 7 8 7 4 Bathroom KG 2 3 3 4 4 6 Facial KG 7 4 6 5 5 5 Facial KG 1 1 1 1 1 1 M-fold KG 2 2 2 2 2 2 Bathroom EA 5 4 3 6 7 6 Facial EA 2 2 2 2 3 2 Hanky EA 2 2 2 2 2 2 Rewinder EA 0 1 1 0 0 1 Softpack, Bathroom EA 1 1 1 1 1 1 Softpack EA 6 6 5 6 6 5 Bathroom EA 24 24 24 23 23 24 Facial EA 11 10 9 10 8 8 Hanky EA 1 0 0 0 0 0 Napkin EA 4 4 4 4 4 2 Softpack EA 14 14 15 14 16 16 All KG 4 7 6 5 3 5 Rewinder KG 0 7 0 0 6 0 Bathroom KG 38 31 31 36 35 30 Blocked KG 20 20 20 20 20 20 22 Wire All KG 3 3 2 4 3 3 23 Litho Bathroom KG 12 11 12 11 10 14 M-fold KG 2 1 1 2 2 2 Total 3,726 3,374 2,972 2,985 2,934 3,456 4.4.2 Perhitungan Utilitas Gudang Lama Bahan Baku Packaging Tissue Luas ruang gudang packaging tissue lama = p x l
28 Keterangan: p = panjang gudang lama (meter) l = lebar gudang lama (meter) = 2,362.5 m 2 Tabel 4.2 Macam-macam Area dalam Gudang Panjang Lebar Luas Nama Area (m) (m) (m 2 ) Area Kempu dan Drum Kosong 2.9 2 5.80 Area Carton box I 15.5 1.2 18.60 Area Carton box II 8 1.2 9.60 Area Carton box III 48 1.2 57.60 Area Carton box IV 19.3 5.75 110.98 Area Carton box V 12.25 5.75 70.44 Area Carton box VI 18.75 5.75 107.81 Area Carton box VII 12.25 5.75 70.44 Area Plastik 34.85 1.2 41.82 Area Material Reject 1 18.4 2.3 42.32 Area Rack Reject 14.88 1.15 17.11 Area Material Reject 2 3.52 1.15 4.05 Area Container (ADH Tape, Label, Sticker, Sticker Barcode) 12.192 2.438 29.72 Area Rak Penyimpanan 42 2.2 462.00 Luas total blok yang tersedia = 5.8 + 18.60 + 9.60 + 57.60 + 110.98 + 70.44 + 107.81 + 70.44 + 41.82 + 42.32 + 17.11 + 4.05 + 29.72 + 462 = 1,048.29 m 2 Diketahui bahwa ukuran palet yang digunakan memiliki panjang 1.12 m dan lebar 1.12 m. Sehingga luas palet yang digunakan adalah: Luas palet = panjang x lebar = 1.12 x 1.12 = 1.25 m 2 Luas total pemakaian blok = jumlah palet x luas palet = 1,929 palet x 1.25 m 2 = 2,419.74 m 2 Perhitungan utilitas ruang: = 44. 37% Perhitungan utilitas blok:
29 Luas total blok = luas total blok yang tersedia + luas rak yang digunakan = 1,048.29 m 2 + (4 x 462 m 2 ) = 2,896.29 m 2 = 83.55 % 4.4.3 Analisis Gudang Lama Bahan Baku Packaging Tissue Evaluasi gudang lama bahan baku packaging tissue dilakukan untuk menilai keputusan perusahaan dalam melakukan ekspansi gudang. Dari hasil perhitungan kapasitas gudang lama bahan baku packaging tissue, gudang tersebut hanya mampu menampung material sebanyak 1,929 palet. Kapasitas tersebut didapatkan dari penjumlahan kapasitas seluruh lokasi penyimpanan yang terdiri dari double deep racks (rack A hingga rack E), area terbuka untuk carton box dan plastik, area untuk material reject dan rack reject. Jika dibandingkan dengan jumlah stok awal bahan baku packaging tissue dari bulan Januari sampai Juni 2014, kapasitas gudang lama sudah tidak dapat menyimpan material-material yang ada. Hal tersebut membuktikan bahwa keputusan perusahaan untuk melakukan ekspansi sudah tepat untuk dapat mendukung proses pengadaan dan penyimpanan material bahan baku packaging tissue. Selain itu pada perhitungan utilitas ruang pada gudang lama bahan baku packaging tissue didapatkan nilai sebesar 44.37% dan utilitas blok sebesar 83.55%. Hasil tersebut menunujukan bahwa dari seluruh luas gudang lama yang tersedia, hanya 44.37% dari luas seluruhnya yang digunakan untuk penyimpanan material, sedangkan sisanya digunakan sebagai jalan orang maupun forklift. Pada hasil perhitungan utilitas blok, diketahui bahwa 83.55% dari blok area penyimpanan digunakan untuk menyimpan material dengan kelonggaran sebesar 16.45% dari luas blok yang tersedia. 4.5 Penentuan Usulan Layout Gudang Baru Bahan Baku Packaging Tissue Sebelum membuat usulan layout gudang baru bahan baku packaging tissue, ada beberapa hal yang harus diperhitungkan, seperti: penentuan lokasi penyimpanan material, kebutuhan kapasitas tiap material di area penyimpanan, lebar gang, dan jumlah frekuensi aliran masuk dan keluar dari material. Untuk lebar gang pada layout gudang baru bahan baku packaging tissue menggunakan ukuran lebar sebesar 4 meter sesuai dengan rekomendasi lebar gang untuk desain fasilitas (Tompkins, 2010). Dengan ukuran lebar gang sebesar 4 meter, forklift dapat bermanuver dengan baik dan dengan lebar tersebut dapat dilalui oleh 2 forklift. 4.5.1 Lokasi Penyimpanan Material Lokasi penyimpanan material terbagi menjadi tiga lokasi, yaitu: double deep racks, area container 40 feet dan area terbuka. Berikut merupakan penjelasan dari penyimpanan material: Tabel 4.3 Lokasi Penyimpanan Material Lokasi Penyimpanan Jenis Material yang disimpan
30 Double Deep Racks Kertas : MG Poster Paper, Litho, Sack Kraft, Duplex Board, Inner Box Plastik : Sleeve Bag, Shrink Film, Stretch Film, Bag, Pac Bag, Plastic Sheet Other : Wire, Hotmelt, White ADHV Area container 40 feet ADH Tape, Label, Sticker, Sticker Barcode Area Terbuka Carton Board, Carton Box, Chipboard, K.Paper, Sheet Kraft Area Rack Reject Semua material yang blocked 4.5.2 Kebutuhan Kapasitas Tiap Material di Double Deep Racks Kapasitas double deep racks yang terdiri dari rack A hingga rack E (10 baris, 15 kolom, 5 tingkat) @ 2 palet adalah sebanyak 1,500 palet. Sehingga untuk menentukan kebutuhan kapasitas tiap material perlu diperhitungkan nilai maksimal stok awal material dari bulan Januari-Juni tahun 2014. No. Tabel 4.4 Alokasi Kapasitas di Double-Deep Racks Jenis Material 1 Kertas 2 Other 3 Plastik Material User (Mesin Produksi) BoM Kapasitas Maks (Palet) Alokasi Kapasitas Rack (Palet) MG Poster Facial KG 5 6 Paper Litho Bathroom KG 14 14 M-fold KG 2 2 Sack Kraft M-fold EA 24 24 Duplex Board Facial RIM 156 154 Inner Box Facial EA 395 390 Wire All KG 4 4 Hotmelt Glue Facial KG 3 4 M-fold KG 2 2 White ADHV Bathroom KG 38 40 Sleeve Bag Facial KG 1 2 M-fold KG 2 2 Shrink Film Bathroom KG 6 6 Facial KG 7 6 Strecth Film All KG 7 8 Rewinder KG 7 6 Bag Bathroom EA 43 44 M-fold EA 2 2 Napkin EA 8 8 Softpack EA 9 10 Pac Bag Bathroom KG 128 128 Facial KG 25 24 Hanky KG 1 2
31 M-fold KG 27 26 Napkin KG 14 14 Softpack KG 87 86 Plastic Sheet Bathroom KG 94 92 Hanky KG 105 102 M-fold KG 1 2 Napkin KG 29 28 Softpack KG 269 262 Total 1,515 1,500 4.5.3 Kebutuhan Kapasitas Tiap Material di Area Terbuka Untuk menentukan alokasi kapasitas untuk setiap material maka perlu diperhatikan nilai maksimal stok awal material dari bulan Januari-Juni tahun 2014. No. Tabel 4.5 Alokasi Kapasitas di Area Terbuka Kapasitas User (Mesin Material BoM Maks Produksi) (Palet) 1 Carton Box Alokasi Kapasitas Area (Palet) Bathroom EA 534 611 Facial EA 295 338 Hanky EA 169 193 M-fold EA 81 93 Napkin EA 60 69 Softpack EA 699 800 2 Chipboard Bathroom KG 286 327 3 K Paper Bathroom KG 147 168 4 Carton Board 5 Sheet Kraft Rewinder EA 71 81 Softpack EA 5 6 Bathroom EA 3 3 M-fold EA 2 2 Softpack EA 8 9 Total 2,360 2,700 Total alokasi kapasitas untuk area terbuka pada layout usulan adalah sebesar 2,700 palet. Nilai ini didapakan dari jumlah kapasitas seluruh area terbuka yang tersedia pada layout usulan yang terlampir pada lampiran 2-4. Untuk menghitung alokasi kapasitas area pada setiap material dapat dilakukan dengan cara : Contoh perhitungan: Alokasi kapasitas area untuk material carton box mesin bathroom:
32 4.5.4 Frekuensi Aliran Masuk dan Keluar Material Frekuensi aliran masuk dan keluar material didapatkan dari nilai maksimal kapasitas material yang masuk dan keluar selama bulan Januari- Juni tahun 2014. Selanjutnya data frekuensi masuk dan keluar setiap material diurutkan berdasarkan total frekuensi dari nilai terbesar hingga terkecil untuk menentukan klasifikasi kelas pada setiap material. Penentuan jenis kelas material menggunakan metode class-based storage policy berdasarkan popularity material. Prinsip ini menggunakan hukum Pareto dimana 80% dari rasio Storage/Retrieval (S/R) merupakan material kelas A, lalu 15% selanjutnya merupakan material kelas B dan sisanya merupakan material kelas C. Berdasarkan kecepatan masuk keluarnya material, material pada kelas A termasuk material yang tergolong fast moving, material kelas B merupakan medium moving, dan material kelas C adalah slow moving. Data frekuensi masuk keluar material digunakan sebagai pedoman dalam menentukan lokasi penyimpanan material dari yang memiliki frekuensi terbesar terlebih dahulu. Tabel 4.6 Frekuensi Masuk Keluar Material Periode Januari-Juni 2014 Material User (Mesin Produksi) BoM Aliran Masuk (palet) Aliran Keluar (palet) Total Frekuensi (palet) Persentase Frekuensi Carton Box Softpack EA 2,448 2,419 4,867 29.284% Carton Box Bathroom EA 1,932 1,878 3,810 22.924% Chipboard Bathroom KG 972 944 1,916 11.528% Carton Box Facial EA 457 506 963 5.794% Carton Box Hanky EA 372 392 764 4.597% Carton Box M-fold EA 318 343 661 3.977% Inner Box Facial EA 280 297 577 3.472% Plastic Sheet Softpack KG 283 254 537 3.231% Pac Bag Bathroom KG 197 199 396 2.383% Carton Box Napkin EA 134 143 277 1.667% White ADHV Bathroom KG 127 129 256 1.540% K Paper Bathroom KG 128 107 235 1.414% Plastic Sheet Bathroom KG 90 86 176 1.059% Sack Kraft Hanky KG 67 74 141 0.848% Sack Kraft M-fold EA 52 56 108 0.650% Pac Bag Softpack KG 47 60 107 0.644% Pac Bag M-fold KG 52 51 103 0.620% Duplex Board Facial RIM 35 50 85 0.511% Carton Board Rewinder EA 39 40 79 0.475% Stretch Film All KG 24 26 50 0.301% Plastic Sheet Napkin KG 26 23 49 0.295% Total Persentase Frekuensi Kelas 81.576% A 15.042% B 2.058% C
33 Stretch Film Rewinder KG 23 19 42 0.253% Wire All KG 18 20 38 0.229% Pac Bag Facial KG 18 18 36 0.217% Sticker Barcode Bathroom EA 16 19 35 0.211% Litho Bathroom KG 16 18 34 0.205% ADH Tape All ROL 15 16 31 0.187% Pac Bag Napkin KG 13 14 27 0.162%
34 Tabel 4.6 Frekuensi Masuk Keluar Material Periode Januari-Juni 2014 (Lanjutan-1) Material User (Mesin Produksi) BoM Aliran Masuk (palet) Aliran Keluar (palet) Total Frekuensi (palet) Persentase Frekuensi Carton Board Softpack EA 12 8 20 0.120% Sticker Barcode Softpack EA 8 12 20 0.120% Carton Board Finished Goods EA 9 9 18 0.108% Shrink Film Bathroom KG 7 8 15 0.090% Bag Bathroom EA 1 12 13 0.078% Sticker Bathroom EA 6 7 13 0.078% Hotmelt Glue Facial KG 5 7 12 0.072% Sheet Kraft Softpack EA 6 5 11 0.066% Sticker Barcode Facial EA 3 6 9 0.054% ADH Tape Rewinder ROL 2 4 6 0.036% Shrink Film Facial KG 4 4 8 0.048% Sticker Softpack EA 4 4 8 0.048% Bag Softpack EA 2 5 7 0.042% ADH Tape Bathroom ROL 3 4 7 0.042% Bag Napkin EA 2 4 6 0.036% Pac Bag Blocked KG 3 3 6 0.036% Sleeve Bag M-fold KG 3 2 5 0.030% Label Bathroom EA 2 2 4 0.024% Sheet Kraft Bathroom EA 2 2 4 0.024% Sticker Barcode Napkin EA 1 3 4 0.024% Sticker Facial EA 1 2 3 0.018% Litho M-fold KG 2 1 3 0.018% Bag M-fold EA 0 2 2 0.012% Plastic Sheet Blocked KG 0 2 2 0.012% Plastic Sheet M-fold KG 1 1 2 0.012% Sleeve Bag Facial KG 1 1 2 0.012% Sticker Hanky EA 1 1 2 0.012% Sticker Rewinder EA 1 1 2 0.012% Sticker SB EA 1 1 2 0.012% ADH Tape Softpack ROL 0 1 1 0.006% Hotmelt Glue M-fold KG 0 1 1 0.006% Sheet Kraft M-fold EA 0 1 1 0.006% StickerBarcode Hanky EA 0 1 1 0.006% Total Persentase Frekuensi Kelas 1.324% C
35 Tabel 4.6 Frekuensi Masuk Keluar Material Periode Januari-Juni 2014 (Lanjutan-2) Material MG Poster Paper User (Mesin Produksi) BoM Aliran Masuk (palet) Aliran Keluar (palet) Total Frekuensi (palet) Persentase Frekuensi Bathroom KG 0 0 0 0.000% Pac Bag Hanky KG 0 0 0 0.000% White ADHV Blocked KG 0 0 0 0.000% Total Persentase Frekuensi Total 8,292 8,328 16,620 100% 100% 4.6 Usulan Layout Gudang Baru Bahan Baku Packaging Tissue Ukuran bangunan gudang baru bahan baku packaging tissue memiliki panjang 150 meter dan lebar 35 meter. Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan layout usulan yang sesuai dengan kebutuhan gudang baru bahan baku packaging tissue, maka dibuat tiga alternatif layout usulan. Gambar dari ketiga alternatif layout usulan tersebut terlampir pada lampiran 2 hingga lampiran 4. Gambar layout usulan gudang baru bahan baku packaging tissue yang terlampir menggunakan skala 1:500 dengan titik koordinat pusat (0,0) yang berada pada pojok kiri bawah gambar layout usulan (kuadran I). Untuk menentukan jarak perpindahan penyimpanan dan pengambilan setiap material bahan baku packaging tissue pada layout usulan, dibutuhkan data-data dari luas area dan titik koordinat setiap area pada masing masing alternatif layout usulan. Data luas area dan titik koordinat setiap area pada layout usulan dapat dilihat pada lampiran 2-4. Langkah-langkah dalam menentukan alternatif layout usulan yang terpilih adalah sebagai berikut: 1. Menentukan titik koordinat setiap area pada layout usulan. 2. Menghitung luas setiap area pada layout usulan. 3. Menentukan titik koordinat gabungan lokasi penyimpanan material bahan baku packaging tissue berdasarkan class-based storage policy pada layout usulan. 4. Menentukan jarak perpindahan penyimpanan dan pengambilan material pada layout usulan menggunakan metode rectilinear. 5. Menghitung biaya operasional material handling pada masing-masing layout usulan. 4.6.1 Penentuan Titik Koordinat Area pada Layout Usulan Terpilih (Alternatif 2) Penentuan titik koordinat area pada layout usulan terpilih yaitu alternatif 2 berdasarkan pada gambar layout usulan alternatif 2 yang terlampir pada lampiran 3. Sebagai perbandingan titik koordinat area pada layout alternatif 1 dan alternatif 3 dapat dilihat pada lampiran 2 dan lampiran 4. Berikut ini merupakan tabel koordinat setiap area pada layout usulan alternatif 2: Kelas 0% C
36 Tabel 4.7 Koordinat Area pada Layout Usulan Alternatif 2 No Nama Area x y 1 Loading Dock 1.75 5.18 2 Pintu Keluar Forklift 5.50 35.00 3 Rack A-B 121.50 4.45 4 Rack A-A 121.50 5.75 5 Rack B-B 121.50 10.65 6 Rack B-A 121.50 11.95 7 Rack C-B 121.50 16.85 8 Rack C-A 121.50 11.15 9 Rack D-B 121.50 23.05 10 Rack D-A 121.50 24.35 11 Rack E-B 121.50 29.25 12 Rack E-A 121.50 30.55 13 Rack Reject 149.42 7.44 14 Area Reject 147.65 7.44 15 Area Container 148.79 28.90 16 Area 1-B 11.70 6.20 17 Area 1-A 11.70 22.10 18 Area 2-B 24.10 6.20 19 Area 2-A 24.10 22.10 20 Area 3-B 36.50 6.20 21 Area 3-A 36.50 22.10 22 Area 4-B 48.90 6.20 23 Area 4-A 48.90 22.10 24 Area 5-B 61.30 6.20 25 Area 5-A 61.30 22.10 26 Area 6-B 73.70 6.20 27 Area 6-A 73.70 22.10 28 Area 7-B 90.20 6.20 29 Area 7-A 90.20 22.10 4.6.2 Perhitungan Luas Area pada Layout Usulan Terpilih (Alternatif 2) Perhitungan luas area berdasarkan pada gambar layout usulan pada masing-masing alternatif. Untuk luas area pada layout usulan alternatif 1 dan alternatif 3 terlampir pada lampiran 2 dan lampiran 4. Sedangkan untuk luas area pada layout usulan alternatif 2 adalah sebagai berikut:
37 Tabel 4. 8 Luas Area pada Layout Usulan Alternatif 2 No. Nama Area Material Luas Area (m 2 ) 1 Rack A-B Pac Bag, Bag, Strecth Film, Shrink Film, Sleeve Bag 37.80 2 Rack A-A Pac Bag, Bag 37.80 3 Rack B-B Pac Bag, P.Sheet 37.80 4 Rack B-A P.Sheet 37.80 5 Rack C-B P.Sheet 37.80 6 Rack C-A Inner Box, P.Sheet 37.80 7 Rack D-B Inner Box 37.80 8 Rack D-A Inner Box 37.80 9 Rack E-B Inner Box, MG Poster Paper, Duplex Board, White ADHV 37.80 10 Rack E-A Sack Kraft, Litho, Duplex Board, Wire, Hotmelt, White ADHV 37.80 11 Rack Reject All Material "Blocked" 17.11 12 Area Reject All Material "Blocked" 35.71 13 Area Container Sticker, Sticker Barcode, Label, ADH Tape 29.72 14 Area 1-A Carton Box Softpack 156.24 15 Area 1-B Carton Box Softpack 104.16 16 Area 2-A Carton Box Softpack 156.24 17 Area 2-B Carton Box Softpack 104.16 18 Area 3-A Carton Box Bathroom 156.24 19 Area 3-B Carton Box Sofpack, Carton Box Bathroom 104.16 20 Area 4-A Carton Box Bathroom 156.24 21 Area 4-B Carton Box Bathroom 104.16 22 Area 5-A Chipboard 156.24 23 Area 5-B Carton Box Bathroom, Carton Box Facial, Chipboard 104.16 24 Area 6-A Carton Box Facial 156.24 25 Area 6-B Carton Box Facial, Carton Box Hanky 104.16 26 Area 7-A Carton Box M-Fold, Carton Box Napkin, K Paper, Carton Board, Sheet Kraft 271.56 27 Area 7-B Carton Box M-Fold, Carton Box Hanky 181.04 4.6.3 Penentuan Titik Koordinat Gabungan Lokasi Penyimpanan dan Jarak Perpindahan Material pada Layout Usulan Terpilih (Alternatif 2) Perhitungan titik koordinat lokasi penyimpanan material bahan baku packaging tissue berdasarkan class-based storage policy pada layout usulan, mengunakan metode titik koordinat gabungan. Hal ini dikarenakan lokasi penyimpanan untuk satu jenis material membutuhkan beberapa lokasi area yang berbeda. Untuk titik koordinat lokasi penyimpanan material pada layout usulan alternatif 1 dan alternatif 3 terlampir pada lampiran 7 dan lampiran 8. Sedangkan untuk titik koordinat lokasi penyimpanan material pada layout usulan alternatif 2 adalah sebagai berikut:
38 Kelas A B C Tabel 4.9 Lokasi dan Titik Koordinat Gabungan Material untuk Layout Alternatif 2 Jenis Material Material User (Mesin Produksi) Lokasi Penyimpanan Titik Koordinat Gabungan Carton Box Softpack Area 1-A, 1-B, 2-A, 2-B, 3-B 21.00 14.15 Carton Box Bathroom Area 3-A, 3-B, 4-A, 4-B, 5-B 45.80 12.83 Chipboard Bathroom Area 5-A, 5-B 61.30 15.74 Carton Box Facial Area 5-B,6-A, 6-B 70.16 13.01 Carton Box Hanky Area 6-B, 7-B 84.17 6.20 Carton Box M-fold Area 7-A, 7-B 90.20 15.74 Inner Box Facial Rak C-A, D-B, D-A, E-B 121.50 21.95 Plastic Sheet Softpack Rak B-A, C-B 121.50 14.40 Pac Bag Bathroom Rak A-A, B-B 121.50 8.20 Carton Box Napkin Area 7-A 90.20 22.10 White ADHV Bathroom Rak E-B, E-A 121.50 29.90 K.Paper Bathroom Area 7-A 90.20 22.10 Plastic Sheet Bathroom Rak B-A, C-B 121.50 14.40 Plastic Sheet Hanky Rak C-A 121.50 11.15 Sack Kraft M-fold Rak E-A 121.50 30.55 Pac Bag Softpack Rak A-B, A-A 121.50 5.10 Pac Bag M-fold Rak A-B 121.50 4.45 Duplex Board Facial Rak E-B, E-A 121.50 29.90 Carton Board Rewinder Area 7-A 90.20 22.10 Stretch Film All Rak A-B 121.50 4.45 Plastic Sheet Napkin Rak C-B, C-A 121.50 14.00 Stretch Film Rewinder Rak A-B 121.50 4.45 Wire All Rak E-A 121.50 30.55 Pac Bag Facial Rak A-A 121.50 5.75 Sticker Barcode Bathroom Container 148.78 28.90 Litho Bathroom Rak E-A 121.50 30.55 ADH Tape All Container 148.78 28.90 Pac Bag Napkin Rak A-B 121.50 4.45 Carton Board Softpack Area 7-A 90.20 22.10 Sticker Barcode Softpack Container 148.78 28.90 Carton Board Finished Goods Area 7-A 90.20 22.10 Shrink Film Bathroom Rak A-B 121.50 4.45 Bag Bathroom Rak A-B, A-A 121.50 5.10 Sticker Bathroom Container 148.78 28.90 x y
39 Kelas C Tabel 4.9 Lokasi dan Titik Koordinat Gabungan Material untuk Layout Alternatif 2 (Lanjutan) Titik Koordinat Material Gabungan Lokasi Penyimpanan User (Mesin Jenis Material x y Produksi) Hotmelt Glue Facial Rak E-A 121.50 30.55 Sheet Kraft Softpack Area 7-A 90.20 22.10 Sticker Barcode Facial Container 148.78 28.90 ADH Tape Rewinder Container 148.78 28.90 Shrink Film Facial Rak A-B 121.50 4.45 Sticker Softpack Container 148.78 28.90 Bag Softpack Rak A-A 121.50 5.75 ADH Tape Bathroom Container 148.78 28.90 Bag Napkin Rak A-B 121.50 4.45 Pac Bag Blocked Area dan Rak Reject 148.23 7.44 Sleeve Bag M-fold Rak A-B 121.50 4.45 Label Bathroom Container 148.78 28.90 Sheet Kraft Bathroom Area 7-A 90.20 22.10 Sticker Barcode Napkin Container 148.78 28.90 Sticker Facial Container 148.78 28.90 Litho M-fold Rak E-A 121.50 30.55 Bag M-fold Rak A-B 121.50 4.45 Plastic Sheet Blocked Area dan Rak Reject 148.23 7.44 Plastic Sheet M-fold Rak B-A 121.50 11.95 Sleeve Bag Facial Rak A-B 121.50 4.45 Sticker Hanky Container 148.78 28.90 Sticker Rewinder Container 148.78 28.90 Sticker Softpack,Bathroom Container 148.78 28.90 ADH Tape Softpack Container 148.78 28.90 Hotmelt Glue M-fold Rak E-A 121.50 30.55 Sheet Kraft M-fold Area 7-A 90.20 22.10 Sticker Barcode Hanky Container 148.78 28.90 MG Poster Paper Bathroom Rak E-B 121.50 29.25 Pac Bag Hanky Rak A-A 121.50 5.75 White ADHV Blocked Area dan Rak Reject 148.23 7.44 Contoh perhitungan titik koordinat gabungan: Diketahui lokasi penyimpanan material jenis carton box untuk user (mesin produksi) softpack adalah sebagai berikut: No. Lokasi Penyimpanan Koordinat x Koordinat y Luas (m 2 ) 1 Area 1-B 11.70 6.20 104.16 2 Area 1-A 11.70 22.10 156.24 3 Area 2-B 24.10 6.20 104.16 4 Area 2-A 24.10 22.10 156.24 5 Area 3-B 36.50 6.20 104.16
40 Rumus untuk titik koordinat gabungan: dimana, X 0 = titik berat gabungan pada sumbu x Y 0 = titik berat gabungan pada sumbu y X 1 = titik berat benda 1 pada sumbu x X 2 = titik berat benda 2 pada sumbu x X n = titik berat benda n pada sumbu x Y 1 = titik berat benda 1 pada sumbu y Y 2 = titik berat benda 2 pada sumbu y Y n = titik berat benda n pada sumbu y A 1 = Luas benda 1 A 2 = Luas benda 2 A n = Luas benda n Titik koordinat gabungan untuk lokasi penyimpanan material jenis carton box untuk user (mesin produksi) softpack: X 0 = 21.00 Y 0 = 14.15 Selanjutnya, untuk menentukan jarak perpindahan penyimpanan material dilakukan dengan menghitung jarak dari loading dock sampai ke titik koordinat gabungan tempat penyimpanan material. Sedangkan untuk jarak perpindahan pengambilan material dilakukan dengan menghitung jarak dari pintu keluar forklift sampai ke titik koordinat gabungan tempat penyimpanan material. Setelah masing-masing jarak perpindahan penyimpanan dan pengambilan setiap jenis material didapatkan, berikutnya dapat ditentukan total jarak perpindahan setiap material berdasarkan frekuensi perpindahan aliran masuk dan keluar setiap material. Untuk tabel total jarak perpindahan material layout usulan alternatif 1 dan alternatif 3 terlampir pada lampiran 9 dan lampiran 10. Sedangkan untuk tabel total jarak perpindahan material pada layout alternatif 2 yang terpilih adalah sebagai berikut:
41 Kelas A B C Tabel 4.10 Total Jarak Perpindahan Tiap Material untuk Layout Alternatif 2 Jenis Material Material User (Mesin Produksi) Frekuensi dalam Satuan Palet Aliran Masuk Aliran Keluar Jarak dalam Satuan Meter Aliran Masuk Aliran Keluar Total Jarak (Meter) Carton Box Softpack 2,448 2,419 28.23 36.35 157,025.45 Carton Box Bathroom 1,932 1,878 51.70 62.48 217,212.45 Chipboard Bathroom 972 944 70.12 75.06 139,008.42 Carton Box Facial 457 506 76.25 86.64 78,685.90 Carton Box Hanky 372 392 83.45 107.47 73,172.77 Carton Box M-fold 318 343 99.02 103.96 67,145.05 Inner Box Facial 280 297 136.53 129.05 76,554.85 Plastic Sheet Softpack 283 254 128.98 136.60 71,196.33 Pac Bag Bathroom 197 199 122.78 142.80 52,603.88 Carton Box Napkin 134 143 105.38 97.60 28,077.05 White ADHV Bathroom 127 129 144.48 121.10 33,970.23 K.Paper Bathroom 128 107 105.38 97.60 23,931.20 Plastic Sheet Bathroom 90 86 128.98 136.60 23,355.35 Plastic Sheet Hanky 67 74 125.73 139.85 18,772.48 Sack Kraft M-fold 52 56 145.13 120.45 14,291.70 Pac Bag Softpack 47 60 119.83 145.90 14,385.78 Pac Bag M-fold 52 51 120.48 146.55 13,738.75 Duplex Board Facial 35 50 144.48 121.10 11,111.63 Carton Board Rewinder 39 40 105.38 97.60 8,013.63 Stretch Film All 24 26 120.48 146.55 6,701.70 Plastic Sheet Napkin 26 23 128.58 137.00 6,493.95 Stretch Film Rewinder 23 19 120.48 146.55 5,555.38 Wire All 18 20 145.13 120.45 5,021.25 Pac Bag Facial 18 18 120.33 145.25 4,780.35 Sticker Barcode Bathroom 16 19 170.76 149.38 5,570.32 Litho Bathroom 16 18 145.13 120.45 4,490.10 ADH Tape All 15 16 170.76 149.38 4,951.43 Pac Bag Napkin 13 14 120.48 146.55 3,617.88 Carton Board Softpack 12 8 105.38 97.60 2,045.30 Sticker Barcode Softpack 8 12 170.76 149.38 3,158.60 Carton Board Finished Goods 9 9 105.38 97.60 1,826.78 Shrink Film Bathroom 7 8 120.48 146.55 2,015.73 Bag Bathroom 1 12 119.83 145.90 1,870.63 Sticker Bathroom 6 7 170.76 149.38 2,070.20 Hotmelt Glue Facial 5 7 145.13 120.45 1,568.78 Sheet Kraft Softpack 6 5 105.38 97.60 1,120.25 Sticker Barcode Facial 3 6 170.76 149.38 1,408.54 ADH Tape Rewinder 2 4 170.76 149.38 939.03
42 Kelas C Tabel 4.10 Total Jarak Perpindahan Tiap Material untuk Layout Alternatif 2 (Lanjutan-1) Frekuensi dalam Jarak dalam Satuan Material Satuan Palet Meter Total Jarak User (Mesin Aliran Aliran Aliran Aliran (Meter) Jenis Material Produksi) Masuk Keluar Masuk Keluar Shrink Film Facial 4 4 120.48 146.55 1,068.10 Sticker Softpack 4 4 170.76 149.38 1,280.55 Bag Softpack 2 5 120.33 145.25 966.90 ADH Tape Bathroom 3 4 170.76 149.38 1,109.79 Bag Napkin 2 4 120.48 146.55 827.15 Pac Bag Blocked 3 3 148.74 170.29 957.08 Sleeve Bag M-fold 3 2 120.48 146.55 654.53 Label Bathroom 2 2 170.76 149.38 640.27 Sheet Kraft Bathroom 2 2 105.38 97.60 405.95 Sticker Barcode Napkin 1 3 170.76 149.38 618.89 Sticker Facial 1 2 170.76 149.38 469.51 Litho M-fold 2 1 145.13 120.45 410.70 Bag M-fold 0 2 120.48 146.55 293.10 Plastic Sheet Blocked 0 2 148.74 170.29 340.57 Plastic Sheet M-fold 1 1 126.53 139.05 265.58 Sleeve Bag Facial 1 1 120.48 146.55 267.03 Sticker Hanky 1 1 170.76 149.38 320.14 Sticker Rewinder 1 1 170.76 149.38 320.14 Sticker Softpack, Bathroom 1 1 170.76 149.38 320.14 ADH Tape Softpack 0 1 170.76 149.38 149.38 Hotmelt Glue M-fold 0 1 145.13 120.45 120.45 Sheet Kraft M-fold 0 1 105.38 97.60 97.60 Sticker Barcode Hanky 0 1 170.76 149.38 149.38 MG Poster Paper Bathroom 0 0 143.83 121.75 0 Pac Bag Hanky 0 0 120.33 145.25 0 White ADHV Blocked 0 0 148.74 170.29 0 Grand Total 8,292 8,328 8,437.11 8,394.30 1,199,511.95 Contoh perhitungan total jarak perpindahan dan penyimpanan material: Diketahui: Berdasarkan Tabel 4.9 Lokasi dan Titik Koordinat Gabungan Material untuk Layout Alternatif 2 (Lanjutan), titik koordinat (x,y) gabungan lokasi penyimpanan material jenis carton box untuk user (mesin produksi) softpack adalah (21.00,14.15). Titik koordinat (x,y) loading dock adalah (1.750,5.175) (Lihat Tabel 4.7) Titik koordinat pintu keluar forklift (x,y) adalah (5.50,35.00) (Lihat Tabel 4.7) Frekuensi aliran masuk material = 2,448 palet (Lihat Tabel 4.10) Frekuensi aliran keluar material = 2,419 palet (Lihat Tabel 4.10)
43 Rumus untuk menentukan jarak dengan metode rectilinear: dimana, X i = koordinat x pada pusat fasilitas i (meter) Y i = koordinat y pada pusat fasilitas i (meter) X j = koordinat x pada pusat fasilitas j (meter) Y j = koordinat y pada pusat fasilitas j (meter) Jarak perpindahan penyimpanan (aliran masuk) carton box softpack = 28.23 meter Jarak perpindahan pengambilan material (aliran keluar) carton box softpack = 36.35 meter Total jarak perpindahan material carton box softpack = (frekuensi aliran masuk material x jarak aliran masuk) + (frekuensi aliran keluar material x jarak aliran keluar) = 157,025.45 meter Total keseluruhan dari jarak perpindahan material pada layout usulan alternatif 2 = = 1,199,511.95 meter Berikut ini merupakan total keseluruhan jarak material pada setiap alternatif layout usulan: Tabel 4.11 Total Jarak Perpindahan Setiap Alternatif Layout Usulan Alternatif 1 Alternatif 2 Alternatif 3 Total Jarak Perpindahan per Bulan 1,548,347.22 meter 1,199,511.95 meter 1,481,072.08 meter Ket. : Total jarak perpindahan = total dari frekuensi x jarak setiap material 4.7 Perhitungan Biaya Operasional Material Handling 4.7.1 Perhitungan Biaya Operasional Material Handling Per Meter Berdasarkan hasil wawancara dengan staf Raw Material Department (RMD) PM 11 PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills maka perhitungan biaya operasional material handling digunakan ketentuan sebagai berikut: 1. Perhitungan biaya operasional material handling dilakukan pada saat penyimpanan dan pengambilan material. 2. Kecepatan pemakaian forklift sebagai peralatan material handling tetap yaitu 20 km/jam. 3. Peralatan material handling (forklift) yang digunakan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills memiliki nilai sisa forklift ketika dijual saat umur ekonomis habis sebesar Rp 50,000,000.
44 4. Hari kerja karyawan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills mulai dari hari Senin hingga Sabtu. Jam operasional gudang packaging tissue dalam sehari adalah 16 jam yang terbagi dalam dua shift. Masing-masing shift memiliki waktu kerja 8 jam dan waktu istirahat 1 jam. 5. Untuk mengoperasikan forklift dibutuhkan satu orang operator. 6. Proporsi jam kerja untuk perpindahan forklift adalah 7 jam /shift. Maka dalam satu hari, forklift beroperasi selama 14 jam. Biaya biaya operasional material handling antara lain: a. Biaya Peralatan Biaya peralatan untuk setiap alternatif layout usulan adalah sama karena menggunakan jenis forklift yang sama. Pada gudang packaging tissue RMD PM 11, peralatan material handling yang digunakan adalah forklift dengan spesifikasi sebagai berikut: Merk : TCM Harga Pembelian (P) : Rp 250,500,000 Umur Ekonomis (N) : 20 tahun Nilai Sisa (S) : Rp 50,000,000 Biaya Maintenance : Rp 400,000/ bulan = Rp 1,190.48 /jam Jenis Bahan Bakar : Gas LPG Gambar 4.10 Forklift b. Perhitungan Depresiasi Perhitungan depresiasi untuk forklift dengan menggunakan metode garis lurus karena beban depresiasi akan terdistribusi secara merata pada harga penggunaan material handling. Dengan demikian harga material handling relatif tetap. Rumus depresiasi dihitung dengan rumus: D t = besarnya depresiasi tahun ke-t (Rp) P = Harga pembelian sebesar Rp 250,500,000 S = Nilai sisa sebesar Rp 50,000,000 N = Umur ekonomis 20 tahun
45 c. Biaya Bahan Bakar Gas (BBG) Operasional forklift menghabiskan bahan bakar gas sebanyak 12 kg setiap harinya. Harga tabung gas LPG 12 kg non-subsidi adalah Rp 110,000. Maka dalam satu hari biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi bahan bakar adalah sebesar: Rp 110,000. = Rp 7,857.14 /jam d. Biaya Operator Upah operator disesuaikan dengan UMR Karawang tahun 2014 sebesar Rp 2,447,445/ bulan. Sehingga upah operator per jam adalah sebesar: = Rp 12,747.11 /jam Forklift beroperasi selama 2 shift setiap harinya, sehingga dibutuhkan dua operator dalam satu hari. = Rp 25,494.22 /jam e. Biaya Operasional Forklift per meter Dengan kecepatan tetap forklift sebesar 20 km/jam = 20,000 m/jam = Rp 1.85 /meter 4.7.2 Perhitungan Total Biaya Operasional Material Handling Untuk menentukan total biaya operasional material handling dapat menggunakan rumus sebagai berikut: Total biaya operasional = Biaya operasional forklift per meter x Jarak perpindahan Tabel 4. 12 Perbandingan Total Biaya Operasional Material Handling Setiap Layout Usulan Alternatif 1 Alternatif 2 Alternatif 3 Total Jarak Perpindahan per Bulan 1,548,347.22 meter 1,199,511.95 meter 1,481,072.08 meter Total Biaya Operasional Material Handling per Bulan Rp 2,866,625.29 Rp 2,220,788.23 Rp 2,742,071.44 Ket. : Total Jarak perpindahan = total dari frekuensi x jarak setiap material Contoh perhitungan: Alternatif 2
46 Total biaya operasional = Biaya operasional forklift/meter x Jarak perpindahan = Rp 1.85 /meter x 1,199,511.95 meter = Rp 2,220,788.23 /bulan 4.8 Analisis Layout Usulan Gudang Baru Bahan Baku Packaging Tissue Terpilih (Alternatif 2) Pemilihan alternatif usulan layout packaging tissue dilakukan berdasarkan pada hasil perhitungan jarak perpindahan terkecil dan biaya operasional material handling terendah. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa layout usulan alternatif 2 menghasilkan nilai jarak perpindahan dan biaya operasional material handling terkecil dibandingkan dengan alternatif lainnya, yaitu sebesar 1,199,511.95 meter, dengan biaya sebesar Rp 2,220,788.23 per bulan. 4.8.1 Analisis Berdasarkan Utilitas Ruang pada Layout Usulan Terpilih (Alternatif 2) Perhitungan utilitas ruang pada layout usulan yang terlampir pada lampiran 11 menghasilkan nilai utilitas ruang layout alternatif 1 dan layout alternatif 2 yang bernilai sama yaitu 49.25%. Hal ini dikarenakan pada layout alternatif 1 dan 2 luas area penyimpanannya sama, hanya saja tata letak penyimpanan setiap materialnya yang berbeda. Untuk layout alternatif 1, area rak diletakkan pada bagian depan dekat dengan pintu masuk dan pintu keluar material sedangkan area terbuka diletakkan di bagian belakang area rak. Sebaliknya, untuk layout alternatif 2 area terbuka diletakkan di depan dekat pintu masuk dan keluar material dan area rak berada di belakang area terbuka. Pada layout alternatif 3 nilai utilitas ruang yang diperoleh sedikit berbeda dengan alternatif 1 dan alternatif 2 yaitu sebesar 49.37 %. Walaupun nilai utilitas alternatif 2 sama dengan alternatif 1 dan sedikit lebih kecil dari alternatif 3, alternatif 2 tetap yang dipilih karena memiliki total jarak perpindahan material paling kecil dibandingkan dengan alternatif layout usulan lainnya. Nilai utilitas ruang pada layout alternatif 2 lebih besar bila dibandingkan dengan utilitas pada gudang yang lama yang sebesar 44.37%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan dari ruangan untuk penyimpanan di gudang baru lebih optimal dibandingkan dengan gudang yang lama. Utilitas blok gudang baru alternatif 2 sebesar 82.58% dari blok area penyimpanan yang digunakan untuk menyimpan material dengan kelonggaran sebesar 17.42% dari luas blok yang tersedia. Penggunaan ruang penyimpanan pada layout alternatif 2 juga didasarkan pada penggunaan luas ruangan untuk area gang untuk pergerakan forklift dan manusia. Lebar gang yang digunakan dalam layout usulan alternatif 2 menggunakan ukuran lebar sebesar 4 meter. Hal ini berdasarkan pada rekomendasi penggunaan lebar gang untuk desain fasilitas sesuai dengan keamanan dan kebutuhan forklift untuk bermanuver. Penentuan jarak perpindahan penyimpanan dan pengambilan material menggunakan metode rectilinear karena pergerakan pemindahan material dilakukan dengan gerakan tegak lurus. Perawatan gudang baru meliputi pembuatan marka jalan untuk batasbatas area penyimpanan dan batas jalan untuk forklift. Pada gudang baru juga terdapat dua jenis pintu keluar menuju user, yaitu pintu otomatis untuk jalan keluar forklift dan pintu manual untuk jalan keluar manusia. Untuk pintu
47 otomatis dilakukan pengecekan rutin setiap bulannya agar fungsinya dapat berjalan dengan baik. Selain itu, biaya perawatan forklift juga perlu untuk diperhatikan demi kelancaran proses yang ada di gudang. Biaya perawatan forklift meliputi biaya penggantian oli dan pengecekan yang dilakukan secara rutin setiap bulannya. 4.8.2 Analisis Layout Usulan Terpilih (Alternatif 2) Berdasarkan Class-Based Storage Policy Layout Usulan Terpilih (Alternatif 2) menggunakan sistem penyimpanan class-based storage policy dimana efek pareto dari 80% kegiatan penyimpanan dan pengambilan material disebabkan oleh 20% item, 15% kegiatan penyimpanan dan pengambilan material disebabkan oleh 30% item dan 5% kegiatan penyimpanan dan pengambilan disebabkan oleh 50% item. Penggunaan metode class based storage policy pada layout usulan dikarenakan jumlah dari material yang ada di gudang bahan baku PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills sangat banyak dan beragam sehingga materialmaterial yang ada dapat dikelompokkan berdasarkan dengan jumlah frekuensi perpindahan dari material tersebut. Penyimpanan material yang berdasarkan pada class based storage policy pada layout usulan alternatif 2 menghasilkan penempatan material kelas A yang sebagian besar berupa carton box dan chipboard diletakkan pada area terbuka yang lokasinya paling dekat dengan pintu masuk (loading dock) dan pintu keluar menuju mesin produksi (user). Sedangkan untuk material lainnya (material kelas B dan C) diletakkan pada area rak penyimpanan yang lokasinya berada di belakang area terbuka. Penempatan material pada layout usulan alternatif 2 lebih memudahkan dalam proses pencarian dan pengambilan material karena dalam perencanaan pembuatan layout usulan alternatif 2, material-material telah diklasifikasikan berdasarkan tingkat popularitasnya dengan melihat dari jumlah frekuensi perpindahan setiap material. Dari hasil klasifikasi material dapat diketahui bahwa material yang termasuk ke dalam kelas A adalah material carton box dan chipboard sehingga penempatan material tersebut pada layout usulan alternatif 2 diletakkan pada area terbuka yang posisinya berada di paling depan dekat dengan loading dock dan pintu keluar menuju mesin produksi (user). Untuk material yang disimpan di area terbuka, seperti carton box, chipboard, carton board, sheet kraft dan K paper dapat menampung 2 tumpukan palet. Artinya material dalam satu palet dapat ditumpuk dengan material satu palet lainnya yang jenis materialnya sama. Cara penyimpanan 2 tumpukan palet dapat dilakukan dengan syarat tidak merusak kualitas dari material tersebut. Selain itu, keuntungan cara tumpukan 2 palet juga dapat memanfaatkan ruang penyimpanan menjadi lebih banyak. Sedangkan untuk penempatan double deep racks diletakkan di belakang area terbuka karena material-material yang ada pada area double deep racks termasuk ke dalam material kelas B dan C. Material-material yang berbahan kimia seperti hotmelt glue dan white ADHV disimpan di rak paling bawah. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah kerusakan material-material berbahan kertas yang disebabkan dari terjadinya kebocoran atau jatuhnya material-material berbahan kimia apabila diletakkan di rak tingkat atas. Rak paling bawah juga diisi oleh material wire atau kawat pengikat karena wire merupakan material jenis other dan memiliki bobot yang berat.
48 Untuk penempatan area reject dan rak reject diletakkan pada posisi paling belakang karena perpindahan material reject terjadi hanya saat ditemukan material reject ketika sudah digunakan oleh user atau produksi sehingga material dikembalikan dan disimpan pada rak reject. Selain itu, perpindahan material reject dapat terjadi pada saat akan dilakukannya proses scrap atau proses klaim perusahaan terhadap supplier. Area penyimpanan container diletakkan di bagian belakang gudang karena area container menyimpan material-material seperti sticker, sticker barcode, ADH tape, dan label yang frekuensi perpindahannya sangat minim karena material-material tersebut berukuran kecil sehingga dalam satu kali perpindahan mampu menampung kuantitas yang banyak. Container yang ada di gudang bahan baku packaging tissue ini dilengkapi dengan pendingin ruangan karena material-material yang ada di dalam container mengandung bahan yang mudah meleleh. Usulan layout alternatif 2 dipilih karena alokasi dari area-area yang ada pada gudang sudah tepat. Artinya area-area yang menampung materialmaterial fast moving yaitu material yang termasuk dalam kelas A dialokasikan dekat dengan loading dock dan pintu keluar menuju mesin produksi atau user. Area yang menampung material medium moving (material kelas B) dialokasikan di belakang area-area yang menampung material fast moving. Sedangkan material-material yang termasuk kelas C (slow moving) diletakkan pada area paling belakang gudang. Prinsip aliran material yang digunakan dalam layout usulan alternatif 2 adalah FIFO (First In First Out) dimana material yang pertama kali masuk ke dalam gudang disimpan pada area yang sudah ditentukan dan dekat dengan pintu keluar menuju user agar material dapat dikeluarkan paling pertama. Pada area terbuka, jika area penyimpanan dalam kondisi kosong maka pengisian material diletakkan di posisi paling depan. Sedangkan jika area penyimpanan bagian depan tidak terisi dan bagian belakang terisi oleh material maka untuk material yang berada di belakang dipindahkan ke depan sehingga material yang baru datang akan diletakkan dibagian belakang. Hal tersebut bertujuan untuk membuat material yang datang terlebih dahulu digunakan (dikeluarkan) sesuai dengan kebutuhan dan tidak disimpan terlalu lama sesuai dengan prinsip FIFO. Untuk area penyimpanan Double Deep Racks pengisian material dilakukan dengan memenuhi bagian rak paling bawah terlebih dahulu kemudian dilakukan pengisian ke bagian rak tingkat berikutnya sampai tingkat rak yang paling atas dan selanjutnya pengisian material dilakukan secara berulang untuk kolom rak-rak berikutnya.