Uji Segitiga. Uji Hedonik

dokumen-dokumen yang mirip
PENUNTUN PRAKTIKUM EVALUASI SENSORIS

TEKNIK PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

LAPORAN PRAKTIKUM UJI SEGITIGA DAN PEMBEDA SEDERHANA

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2013 di

MATERI PRAKTIKUM Acara 1 Acara 2 Acara 3 Acara 4 Acara 5 Acara 6 Acara 7 Uji Ambang Batas (Threshold Test) Identifikasi Aroma Uji Pembeda Berpasangan

UJI SEGITIGA I PENDAHULUAN

Uji mutu organoleptik. Pramudya Kurnia

Lampiran 1. Perhitungan Kadar Gula Total secara Teoritis

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

LAPORAN PRAKTIKUM EVALUASI SENSORIS ACARA III UJI RANKING OLEH PENINA J1A KELOMPOK XIV

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2014 di Laboratorium

LABORATORIUM TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UPN VETERAN JAWA TIMUR

III. METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

PENGUJIAN ORGANOLEPTIK (EVALUASI SENSORI) DALAM INDUSTRI PANGAN

7. LAMPIRAN. Lampiran 1. Hasil ANOVA Analisa Kimia Manisan Kering Buah Jamblang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

7. LAMPIRAN Lampiran 1. Scoresheet Uji Sensori Hedonik

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

METODE PENGUJIAN ORGANOLEPTIK / INDERAWI

UJI RANGE METHOD. Oleh: : Hilda Rani Dwitama NRP : No. Meja : 6 (Enam) Kelompok : B Tgl Praktikum : 13 Maret 2013 Asisten : Sri Mulyati

BAB 1 PENDAHULUAN. Manisan merupakan salah satu makanan tradisional yang sudah tidak asing

LAMPIRAN Lampiran 1. Form Uji Ranking dan Mutu Hedonik

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian dan

1. Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Perikanan 2. Tenaga Pengajar di jurusan Teknologi Hasil Perikanan Universitas Negeri Gorontalo

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perkembangan industri dalam bidang pertanian sudah berkembang cukup

Lampiran 1. Produksi dan Nilai Ikan Jangilus per Bulan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu Tahun 2012

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Mutu Garam Tradisional di Desa Siduwonge Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Uji Organoleptik Yoghurt Sapi Dan Yoghurt Kambing

3 METODE. Waktu dan Tempat Penelitian

Gambar 32. Diagram Alir Pembuatan Tepung Kulit Buah Manggis

PENILAIAN ORGANOLEPTIK

ACARA IV UJI PERBANDINGAN JAMAK (MULTIPLE COMPARISON TEST)

Lampiran 1. Format uji organoleptik UJI ORGANOLEPTIK KARAKTERISTIK FLAT WAFER DARI TEPUNG KOMPOSIT KASAVA TERMODIFIKASI DENGAN BERBAGAI JENIS MOCAF

LAMPIRAN Analisa Data Hasil Analisa Kimia Tepung Garut dan Tepung Tempe Hasil Analisa Kimia Flakes

PEMANFAATAN DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk.) SEBAGAI BAHAN CAMPURAN NUGGET IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis C.)

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian Jurusan

Lampiran 1. Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Oktober Januari 2013.

UJI PEMBEDAAN [UJI PASANGAN, DUO TRIO, SEGITIGA]

PENGARUH LAMA PEMERAMAN TELUR ASIN TERHADAP TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pendahuluan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian dan

BAB XII TUGAS KHUSUS 12.1 Penerapan Metode-Metode Uji Organoleptik di Industri Es Krim Oleh: Stefanus Kristianto ( ) 12.1.

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pembuatan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Asap. Pengolahan ikan tongkol (Euthynnus affinis) asap diawali dengan

Worksheet Uji Rating Hedonik

Uji Pembedaan Ikan Teri Kering pada Lama Pengeringan Berbeda dengan Ikan Teri Komersial dari Desa Tolotio Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo

Lampiran 1. Prosedur Analisis Rendemen Cookies Ubi Jalar Ungu. 1. Penentuan Nilai Rendemen (Muchtadi dan Sugiyono, 1992) :

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan selama 5-6 bulan di Laboratorium Ilmu dan

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PENGENDALIAN MUTU PANGAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan

BAB I PENDAHULUAN. berjalan berdampingan. Kedua proses ini menjadi penting karena dapat

Lampiran 1. Skema Pembuatan Tepung Ikan Nila menurut Dwiyitno (1995), yang dimodifikasi

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. di antara pulau lain, namun tingkat endemik masih kalah dibandingkan dengan

Lampiran 1. Prosedur Pelaksanaan dan Hasil Penelitian Pendahuluan

[pengujian organoleptik]

t-test: Two-Sample Assuming Unequal Variances

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Kabupaten Kendal terkenal dengan sentra pertanian, salah satunya adalah

MAKALAH PENGAWASAN MUTU BAHAN HASIL PERTANIAN (Aplikasi Pengawasan Mutu Pangan dan Pengujian Sensoris di Bidang Pangan)

1989).Sampel sebanyak 2 g dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer 500ml. balik. Didihkan selama 30 menit dan kadang kala digoyang- goyangkan.

Lampiran 1. Diagram alir pembuatan kecap manis

BAB V PEMBAHASAN. Cempedak Terhadap Kualitas Fisik Dan Organoleptik. Proses fermentasi tempe dimulai dari fase pertumbuhan cepat (0-30 jam

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

HASIL. Tabel 3 Perbandingan waktu koagulasi antara rennet yang disimpan 2 minggu (RDB) dan 24 minggu (RDL) Konsentrasi Rennet (%)

HASIL DAN PEMBAHASAN. Karakteristik Fisik Sosis Sapi

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

Lampiran 1 FORMULIR UJI KESUKAAN (UJI HEDONIK) 3. Netralkan indera pengecap anda dengan air putih setelah selesai mencicipi satu sampel.

PEMANFAATAN KACANG HIJAU (PHASEOLUS RADIATUS L ) MENJADI SUSU KENTAL MANIS KACANG HIJAU

HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Perlakuan terhadap Sifat Fisik Meatloaf. Hasil penelitian mengenai pengaruh berbagai konsentrasi tepung tulang

KUISIONER KESUKAAN TERHADAP PRODUK OLAHAN SUSU

Lampiran 1. Beras aruk substitusi kacang merah sebelum dan setelah pemasakan

BAB III METODE PENELITIAN

Hipotesis Penelitian. Ruang Lingkup Penelitian. Hasil yang Diharapkan

Natallo Bugar dan Hermansyah, Uji Sensoris Pada Pembuatan Mie Basah Dengan Penambahan Surimi

I PENDAHULUAN. (6) Hipotesa Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.

BAB III METODE I II III BKK1 U1 U2 U3 BKH2 U1 U2 U3 BKK3 U1 U2 U3 BKH4 U1 U2 U3 BKK5 U1 U2 U3 BKH6 U1 U2 U3 BKHKK7 U1 U2 U3 BKHKK8 U1 U2 U3

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian,

BAB I PENDAHULUAN. mamalia seperti sapi, kambing, unta, maupun hewan menyusui lainnya.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian,

III. MATERI DAN METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Ulangan 1 Ulangan 2 (%)

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

7. LAMPIRAN Lampiran 1. SNI Bakso Daging Sapi

Transkripsi:

Nama : Elya Hidayati Nim : 135080301111003 Kelompok : 2 Kelas : T03 Uji Segitiga 1. Judul jurnal : Analisa Asam Lemak Tidak Jenuh pada Tepung Sorghum (Sorghum bicolor L.) Termodifikasi dan Aplikasinya Sebagai Pangan Fungsional Flakes Uji segitiga (Triangle test) adalah yang digunakan untuk mengetahui perbedaan dari sampel dan menentukan sampel mana yang paling disukai panelis, Pengujian ini lebih peka dibanding uji pasangan (Puspitaningsih et al., 2013). Biji sorghum hasil fermentasi dikeringkan dalam drying cabinet, dihaluskan dan diayak lalu dilalukan uji hedonic kepada setiap panelis ini dilakukan pada produk flakes terhadap 25 panelis. Uji ini dilakukan dengan 3 sampel yang diberi kode 5874, 8926, dan 6178. Ketiga sampel ini akan diberikan kepada panelis dimana panelis diberitahu bahwa ada 2 sampel yang sama dan 1 sampel yang berbeda. 25 panelis mengisi formulir jawaban triangle test (Puspitaningsih., 2013). Dari 3 sampel yang disediakan dengan kode masing-masing dimana ada 2 sampel yang sama dan 1 sampel yang berbeda, hasil dilihat dari Tabel 3 bahwa tidak terdapat perbedaan antara flakes tepung sorghum termodifikasi dengan flakes tepung terigu (Puspitaningsih., 2013). Uji Hedonik 1. Judul jurnal Analisa Asam Lemak Tidak Jenuh pada Tepung Sorghum (Sorghum bicolor L.) Termodifikasi dan Aplikasinya Sebagai Pangan Fungsional Flakes

Pengujian Hedonik adalah bertujuan untuk mengetahui tanggapan panelis terhadap tingkat kesuakaan dari tiap produk. Parameter yang digunakan dalam uji hedonic adalah aroma, rasa, warna, kenampakan, dan tekstur (Machmud et al.,2012) Biji sorghum hasil fermentasi dikeringkan dalam drying cabinet, dihaluskan dan diayak lalu dilalukan uji hedonic kepada setiap panelis dilakukan terhadap 25 panelis. Uji ini digunakan untuk mengetahui kesukaan dari ketiga panelis sampel. Uji ini dilakukan dengan 3 sampel dengan kode 5874, 8926, dan 6178. Panelis diminta menilai tiga variable, berdasarkan kerenyahan, warna, dan rasa dengan score yang ada. Score 1 untuk menyatakan sangat suka, score 2 untuk menyatakan suka, score 3 untuk menyatakan netral, score 4 untuk menyatakan tidak suka, dan score 5 untuk menyatakan sangat tidak suka (Puspitaningsih et al., 2013). Uji Skoring Pengaruh Ekstrak Lengkuas pada Perendaman Ikan Bandeng terhadap Jumlah Bakteri Uji Scoring merupakan uji yang menggunakan panelis terlatih dan benarbenar tahu mengenai atribut yang dinilai. Pengujian skoring sering digunakan untuk menilai mutu bahan dan intensitas sifat tertentu misalnya kemanisan, kekerasan, dan warna (Florensia et al., 2012). Sebanyak 27 ekor ikan bandeng diambil dengan bobot yang sama, dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing terdiri dari 9 ekor, 3 kelompok berturut-turut direndam dengan ekstrak lengkuas lalu diuji organoleptik berdasarkan uji scoring terhadap setiap panelis. Tingkat penerimaan konsumen diukur secara organoleptik

pada perubahan parameter kenampakan mata, warna insang, bau dan tekstur daging ikan (uji skoring) oleh 15 panelis semi terlatih. Panelis semi terlatih adalah panelis yang mengetahui sifat sensorik dari sampel karena mendapat penjelasan atau pelatihan singkat. Penilaian yang diterapkan adalah uji skoring yaitu menggunakan skala angka 1 sebagai nilai terendah dan 9 untuk nilai tertinggi. Batas penolakan untuk produk adalah 5 artinya bila produk yang diuji memperoleh nilai sama atau lebih kecil dari 5 maka produk tersebut bermutu rendah dan tidak layak dikonsumsi. Hasil skor yang telah didapatkan kemudian dissssssanalisis secara kuantitatif dengan tes Friedman (Florensia et al., 2012). Uji Duo Trio Analisis Mutu Garam Tradisional di Desa Siduwonge Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo Uji duo trio adalah uji yang digunakan untuk mendeteksi adanya perbedaan yang kecil antara dua contoh. Biasanya Uji Duo-trio digunakan untuk melihat perlakuan baru terhadap mutu produk ataupun menilai keseragaman mutu bahan (pakay et al., 2016). Pada penelitian ini khsususnya uji duo trio, setiap panelis dihadapkan 4 contoh. Tiga dari 4 contoh tersebut berasal dari jenis garam yang sama yang berasal dari petani sedangkan 1 contoh yang lain berbeda, yaitu garam yang beredar dipasar. Contoh garam yang sama dengan contoh baku selanjutnya diuji secara kimiawi. Cara penyajiannya, keempat contoh tersebut diberikan secara bersamaan atau contoh bakunya diberikan terlebih dahulu untuk dinilai. Pada pengujian ini, yang diuji adalah tiga sampel garam dengan umur panen yang berbeda yaitu umur panen 3, 5, 7 hari dan disertai dengan pembanding yaitu

sampel garam konsumsi di pasar. Terdapat 28 panelis dalam uji duo trio dan dilihat hasil dari segi bau, rasa, dan warna (pakay et al., 2016). Uji Multiple Comparison Penentuan Umur Simpan Seasoning Menggunakan Metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) dengan Pendekatan Kadar Air Kritis Uji pembanding jamak digunakan 3 atau Iebih contoh pembanding. Uji organoleptik didasarkan pada kegiatan penguji-penguji rasa (panelis) yang pekerjaannya mengamati, menguji, dan menilai secara organoleptik. Dua atau lebih contoh disajikan secara bersamaan untuk kemudian diperbandingkan dengan contoh baku (Budijanto et al., 2010). Larutan garam jenuh yang digunakan yaitu larutan garam jenuh NaCl, dengan nilai RH 75,3% pada suhu 25 C. Panelis yang digunakan untuk penetapan kadar air kritis seasoning ini adalah panelis terlatih. Pada uji perbandingan jamak jumlah panelis yang dipergunakan 5 15 orang panelis terlatih dan 15 20 orang untuk panelis agak terlatih. Hasil penilaian dari panelis terhadap produk dikonversikan dalam bentuk skor. Selanjutnya data dari setiap parameter tersebut diuji dengan menggunakan sidik ragam atau analisis sebaran.(budijanto et al., 2010).

Uji Cicip Dasar Proses Penyiapan Mahasiswa Sebagai Panelis Terlatih dalam Pengembangan Lexicon (Bahasa Sensori) Susu Skim UHT dan Susu Kaya Lemak UHT Uji cicip dasar adalah uji yang bertujuan untuk mengetahui letak pencicip dasar berdasarkan kepekaannya (manis, asin, asam, pahit, dan gurih ) pada lidah panelis (Rahmadhani dan Fibrianto, 2016). Dalam metode ini dilakukan pada Mahasiswa Brawijaya Fakultas Teknologi Pertanian dengan melakukan uji sensori terhadap tidak alergi terhadap susu, mau mengkonsumsi susu plain lalu panelis mengisi kuisioner dan mengikuti tahapan uji yang diuji dari pengenalan aroma dan nilai angka 1 jawaban benar namun deskriptipsi salah dan nilai 0 untuk jawaban dan deskripsi yang salah. Dan pengenalan pada rasa dimana nilai 2 diberikan untuk jawaban dan deskripsi benar, nilai angka 1 untuk jawaban benar namun deskripsi salah dan nilai 0 untuk jawaban dan deskripsi yang salah. Selanjutnya dilakukan uji ambang mutlak dan uji deskripsi (Rahmadhani dan Fibrianto, 2016). Uji Berpasangan Sederhana Sifat Fisik Daging Sapi Dark Firm Dry (DFD) Hasil Fermentasi Bakteri Asam Laktat Lactobacillus plantarum

Uji Perbandingan Berpasangan adalah pengujian pembedaan yang dapat digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan sifat sensori dari 2 sempel yang berbeda (Suryati dan Maheswari, 2006). Hasil data pengujian pembedaan berpasangan dianalisis menggunakan tabel jumlah terkecil untuk menyatakan beda nyata pada uji pasangan dengan hipotesis berekor dua, untuk jumlah panelis 30 orang, jumlah minimal yang menyatakan beda adalah 21 orang pada tingkat 5%, 23 orang pada tingkat 1% dan 25 orang pada tingkat 0,1%. Uji pembedaan pasangan ini dilakukan untuk menyatakan produk mana yang memiliki kriteria lebih terhadap produk lainnya (Suryati dan Maheswari, 2006). Uji Ranking Formulasi Selai dari Pasta Buah Merah (Pandanus conoideus Lamk.) uji ranking adalah uji yang bertujuan untuk mengetahui kualitas produk terbaik dan untuk mengetahui produk yang paling disukai panelis (Untari, 2008). Uji penjenjangan bertujuan mengetahui produk terbaik dan produk yang paling disukai panelis terhadap selai buah merah. Pada uji ini digunakan 25 orang penelis semi terlatih. Syarat panelis pada uji penjenjangan adalah kepekaan indera peraba baik dan tidak dalam keadaan sakit. Mutu selai buah merah yang diuji yaitu tekstur, di mana penilaian untuk tiap sifat terdiri dari sangat halus sampai sangat tidak halus. Skala penilaian yang digunakan pada uji penjenjangan untuk parameter mutu tekstur selai buah merah adalah: sangat halus (5), halus (4), netral

(3), tidak halus (2), sangat tidak halus (1), sedangkan atribut mutu daya oles yang dinilai dari sangat lengket sampai sangat tidak lengket dengan menggunakan skor (5) sangat lenget, (4) lengket, (3) netral, (2) tidak lengket, (1) sangat tidak lengket (Untari, 2008). Uji Treshold Preferensi dan Ambang Deteksi Rasa Manis dan Pahit: Pendekatan Multikultural dan Gender Uji threshold adalah uji menyatakan ada atau tidak ada sifat inderawi tertentu yang diujikan.sejumlah sampel disajikan dan dinyatakan ada atau tidak ada respons dari masing-masing contoh (Hasanah et al., 2014). 3. Metodologi Pada pengujian Treshold menggunakan alat Cup Kecil untuk tempat sampel, nampan besar penyajian sampel (Hasanah et al., 2014). Pada pengujian Treshold menggunakan bahan air sebagai mencuci mulut setelah dilakukan pencicipan untuk penetralan (Hasanah et al., 2014). Pengujian dilakukan dengan menggunakan 3 sampel yaitu, sukrosa, kafein dan NaCl. dan panelis harus memberikan jawaban dengan memilih satu dari tiga sampel tersebut. Sampel disajikan dalam satu nampan besar, tersusun dari set konsentrasi rendah (paling dekat dengan panelis) ke set konsentrasi tinggi (paling jauh dari panelis). Sebanyak 10 ml sampel disajikan dalam disposable cup kecil. Pengujian sampel dalam satu set dilakukan secara berurutan dari kiri ke kanan. Panelis diminta untuk menetralkan indera perasa dengan berkumur, kemudian mulai mencicip dengan meminum sampel. t mengulang pencicipan antar set yang berbeda. Penyajian sampel dilakukan dengan tiga cara, yaitu Blanko-Blanko-

Sampel, Blanko-Sampel-Blanko, dan Sampel-Blanko-Blanko. Urutan penyajian diacak antarpanelis untuk menghindari bias (Hasanah et al., 2014). DAFTAR PUSTAKA Budijanto, S., Sitanggang, A.B., Silalahi, B.E., Wita, M. 2010. Penentuan Umur Simpan Seasoning Menggunakan Metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) dengan Pendekatan Kadar Air Kritis. Jurnal Teknolofi Pertanian. Vol 11 (2) : 71-77 Florensia, S., Pramesti, D., Nur, R.U. 2012. Pengaruh Ekstrak Lengkuas pada Perendaman Ikan Bandeng terhadap Jumlah Bakteri. Unnes Journal of Life Science. Vol 1 (2). Hasanah, U., Dede, R. A., Budi N. 2014. Preferensi dan Ambang Deteksi Rasa Manis dan Pahit: Pendekatan Multikultural dan Gender. Jurnal Mutu Pangan. Vol 1(1) : 1-8. Machmud, N. F.,Nia, K., Kiki, H. 2012. Analisa Asam Lemak Tidak Jenuh pada Tepung Sorghum (Sorghum bicolor L.) Termodifikasi dan Aplikasinya Sebagai Pangan Fungsional Flakes. Jurnal Perikanan dan Kelautan. Vo 3 (3) : 183-191. Pakaya, K.N., Sulistijowati, R. Dali, A. F. 2016. Analisis Mutu Garam Tradisional di Desa Siduwonge Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. Puspitaningsih, V., Hartini, S., Martono, Y. 2013. Analisa Asam Lemak Tidak Jenuh pada Tepung Sorghum (Sorghum bicolor L.) Termodifikasi dan Aplikasinya Sebagai Pangan Fungsional Flakes. Vol 4 (1). Rahmadhani, R., Kiki, F. 2016. Proses Penyiapan Mahasiswa Sebagai Panelis Terlatih dalam Pengembangan Lexicon (Bahasa Sensori) Susu Skim UHT dan Susu Kaya Lemak UHT. Jurnal Pangan dan Agroindustri. Vol 4 (1). Suryati, A, T., Maheswari, R.R.A.., 2006. Sifat Fisik Daging Sapi Dark Firm Dry (DFD) Hasil Fermentasi Bakteri Asam Laktat Lactobacillus plantarum. Media Peternakan. Vol 29 (3) : 76-82.