COOLING WATER SYSTEM

dokumen-dokumen yang mirip
STEAM TURBINE. POWER PLANT 2 X 15 MW PT. Kawasan Industri Dumai

Session 13 STEAM TURBINE OPERATION

Pengoperasian pltu. Simple, Inspiring, Performing,

BAB I PENDAHULUAN. PLTU 3 Jawa Timur Tanjung Awar-Awar Tuban menggunakan heat. exchanger tipe Plate Heat Exchanger (PHE).

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Start. Preventive Maintenance. Kelainan Temperatur. N Pembongkaran PHE. Y Perbaikan. Pencucian.

LEMBAR KERJA PENGOPERASIAN SIMULASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS

Session 11 Steam Turbine Protection

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

ANALISIS TERJADINYA HIGH OIL CONSUMPTION PADA LUBRICATION SYSTEM PESAWAT BOEING PK-GGF

COOLING SYSTEM ( Sistim Pendinginan )

2.3.1.PERBAIKAN BAGIAN ATAS MESIN. (TOP OVERHAUL)

Bab 1. PENDAHULUAN Latar Belakang

(Studi Kasus PT. EMP Unit Bisnis Malacca Strait) Dosen Pembimbing Bambang Arip Dwiyantoro, ST. M.Sc. Ph.D. Oleh : Annis Khoiri Wibowo

ANALISA PENYEBAB KERUSAKAN KOMPONEN HEAT EXCHANGER PADA SISTEM PENDINGIN ENGINE MARINE 3306 CATERPILLAR

LAPORAN TUGAS AKHIR BAB II DASAR TEORI

ANALISA PERFORMANSI COOLER LUBE OIL DENGAN KAPASITAS 300 TON/JAM PADA UNIT 2 DI PLTU LABUHAN ANGIN LAPORAN TUGAS AKHIR

BAB II DASAR TEORI. perpindahan kalor dari produk ke material tersebut.

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO KONSENTRASI TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB IV HASIL PENGAMATAN & ANALISA

Pratama Akbar Jurusan Teknik Sistem Perkapalan FTK ITS

SESSION 12 POWER PLANT OPERATION

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II DASAR TEORI. Laporan Tugas Akhir. Gambar 2.1 Schematic Dispenser Air Minum pada Umumnya

TES TERTULIS. 1. Terkait Undang-Undang RI No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan Bab XI Pasal 2 apa kepanjangan dari K2 dan berikut tujuannya?

BAB II MESIN PENDINGIN. temperaturnya lebih tinggi. Didalan sistem pendinginan dalam menjaga temperatur

ANALISIS PERPINDAHAN PANAS PADA GAS TURBINE CLOSED COOLING WATER HEAT EXCHANGER DI SEKTOR PEMBANGKITAN PLTGU CILEGON

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG) Prepared by: anonymous

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS KERUSAKAN SISTEM KONTROL SUHU DAN TEKANAN AIR PENDING IN DI IRM

BAB III LOW PRESSURE DRAIN PUMP

PENGOPERASIAN COOLING WATER SYSTEM UNTUK PENURUNAN TEMPERATUR MEDIA PENDINGIN EVAPORATOR. Ahmad Nurjana Pusat Teknologi Limbah Radioaktif-BATAN

BAB IV CARA KERJA SISTEM AIR CONDITIONER ( WCP )

Komponen mesin pendingin

BAB III SISTEM PLTGU UBP TANJUNG PRIOK

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 2, (2014) ISSN: B-169

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Definisi Pengkondisian Udara

BAB III METODOLOGI STUDI KASUS. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Basic Comfort Air Conditioning System

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM KERJA HIDROLIK PADA EXCAVATOR TIPE KOMATSU PC DI PT. UNITED TRACTORS TBK.

BAB III SPESIFIKASI TRANSFORMATOR DAN SWITCH GEAR

SESSION 3 GAS-TURBINE POWER PLANT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. berdasarkan prosedur yang telah di rencanakan sebelumnya. Dalam pengambilan data

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

Aku berbakti pada Bangsaku,,,,karena Negaraku berjasa padaku. Pengertian Turbocharger

Kata Kunci : PLC, ZEN OMRON, HP Bypass Turbine System, pompa hidrolik

TRAINING Operational, Maintenance & Trouble Air Cooled - Water Cooled Package

Air conditioner memelihara udara di dalam ruangan agar temperatur dan kelembabannya menyenangkan dengan cara :

CAR AIR CONDITIONER PT. HANINDO AUTOMOTIVE CONSULTANT

PERPINDAHAN PANASPADA GAS TURBINE CLOSED COOLING WATER HEAT EXCHANGERDI SEKTOR PEMBANGKITAN PLTGU CILEGON

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Refrigerant Refrigeran adalah zat yang mengalir dalam mesin pendingin (refrigerasi) atau mesin pengkondisian udara

BAB III VACUUM DISTILLATION UNIT (VDU)

18

TURBOCHARGER BEBERAPA CARA UNTUK MENAMBAH TENAGA

BAB IV PEMBAHASAN & ANALISA

PROSES KERJA GAS COMPRESSOR DIDALAM PENGOLAHAN GAS ALAM DI PT. CNOOC SES Ltd.

PENGUJIAN KEBOCORAN SISTEM PENDINGIN GENSET BRV20 RSG-GAS DENGAN MENGGUNAKAN PRESSURE TEST PUMP

Analisa Pengaruh Laju Alir Fluida terhadap Laju Perpindahan Kalor pada Alat Penukar Panas Tipe Shell dan Tube

KONVERSI ENERGI PANAS BUMI HASBULLAH, MT

BAB 3 STUDI KASUS 3.1 DEFINISI BOILER

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

Genset Perkins 2800 Series Operation & Maintenance Training

MAKALAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA MEKANIK HIDROLIK ALAT BERAT

ANALISIS PERUBAHAN TEKANAN VAKUM KONDENSOR TERHADAP KINERJA KONDENSOR DI PLTU TANJUNG JATI B UNIT 1

BAB II DASAR TEORI LAPORAN TUGAS AKHIR. 2.1 Blast Chiller

BAB III PERBAIKAN ALAT

BAB I PENDAHULUAN. Pembangkit Listrik Tenaga Air Panglima Besar Soedirman. mempunyai tiga unit turbin air tipe Francis poros vertikal, yang

MAKALAH. SMK Negeri 5 Balikpapan SISTEM PENDINGIN PADA SUATU ENGINE. Disusun Oleh : 1. ADITYA YUSTI P. 2.AGUG SETYAWAN 3.AHMAD FAKHRUDDIN N.

BAB IV 3.1. Penyimpanan Suku Cadang dan Material Habis Pakai Suku Cadang Material Permesinan (Spare Parts) : Keterangan:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Construction

ANALISA DESAIN DAN PERFORMA KONDENSOR PADA SISTEM REFRIGERASI ABSORPSI UNTUK KAPAL PERIKANAN

DAFTAR ISI. Halaman Judul... i. Lembar Pengesahan... ii. Kata Pengantar... iv. Daftar Isi... v. Daftar Tabel... ix. Daftar Gambar...

BAB 3 METODE PENGUJIAN DAN PENGAMBILAN DATA

BAB V PEMILIHAN KOMPONEN MESIN PENDINGIN

Prarancangan Pabrik Metil Salisilat dari Metanol dan Asam Salisilat Kapasitas Ton/Tahun BAB III SPESIFIKASI ALAT. Kode T-01 T-02 T-03

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB III. PERAWATAN SISTEM PENDINGIN (Radiator) MESIN BUS DI PT SAFARI DHARMA SAKTI

BAB II RESISTANCE TEMPERATURE DETECTOR. besaran suatu temperatur/suhu dengan menggunakan elemen sensitif dari kawat

Analisis Keandalan Pada Boiler PLTU dengan Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA)

Prinsip kerja PLTG dapat dijelaskan melalui gambar dibawah ini : Gambar 1.1. Skema PLTG

MAKALAH SISTEM PENDINGIN PADA MOBIL

P ( tekanan ) PRINSIP KERJA AIR CONDITIONER

C. Spesifikasi Alat Utilitas 1. Filter 2. Bak Pengendap Awal 3. Bak Penggumpal

BAB I PENDAHULUAN. gesekan pada saat rotor turbin berputar, maka bantalan-bantalan. penyangga tersebut harus dilumasi dengan minyak pelumas.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Indonesia merupakan Negara yang memiliki sumber panas bumi yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB II DASAR TEORI Prinsip Kerja Mesin Refrigerasi Kompresi Uap

WATER TO WATER HEAT EXCHANGER BENCH BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Tujuan Pengujian

Lampiran Lampiran 1 Prosedur Pengoperasian Generator PT XYZ

Transkripsi:

2.8. Pengertian Cooling Water System pada Gas Turbine merupakan suatu sistem pendinginan tertutup yang digunakan untuk pendinginan lube oil dan udara pendingin generator. Cooling Water System menggunakan air make up sebagai media pendinginan dan disirkulasikan oleh Cooling Water Pump (CWP) yang terdiri dari dua buah pompa. 2.9. Fungsi Cooling Water System pada Gas Turbine mempunyai beberapa fungsi, yaitu : a) Sebagai pendingin lube oil dengan menggunakan heat exchanger; b) Sebagai pendingin untuk udara pendinginan generator. 2.10. Prinsip Kerja Pada cooling water system menggunakan dua buah cooling water pump (CWP) yang berfungsi untuk mensirkulasikan air. Setelah itu discharge cooling water pump (CWP) dicabang menjadi dua line, yaitu menuju ke heat exchanger untuk pendingin lube oil dan generator untuk pendingin udara pendinginan generator. Pendingin lube oil, dengan menggunakan heat exchanger didesain dari plat penukar panas untuk aliran oil dan air dengan arah berlawanan. Sedangkan pendingin udara pendinginan generator dengan cara melewatkan air pada tube berada pada posisi bawah winding generator. Setelah digunakan untuk mendinginkan lube oil dan generator, cooling water didinginkan menggunakan cooler fan yang terdiri dari 3 group dan masing-masing group terdapat 3 fan, jadi jumlah fan yang dipakai untuk mendinginkan cooling water ada 9 fan. Aliran cooling water diatur oleh thermostatic valve, dimana aliran diatur berdasarkan temperature cooling water. Untuk menstabilkan tekanan suction cooling water pump (CWP) dipasang pressure accumulator dan untuk pengaman tekanan lebih dipasang pressure limiting valve. 19

GENERATOR LUBE OIL COOLER FAN GROUP 1 COOLER FAN GROUP 2 HEAT EXCHANGER COOLING WATER PUMP PRESSURE LIMITING VALVE ACCUMULATOR FEED WATER THREE WAY VALVE 2.11. Komponen Cooling Water System 2.11.1. Cooling Water Pump (CWP) Cooling Water Pump (CWP) berfungsi untuk mensirkulasikan cooling water untuk mendinginkan lube oil dan udara pendingin generator yang terdiri dari dua buah pompa. Dalam normal operasi satu pompa beroperasi dan pompa yang lain standby. Gambar 2.18. Cooling Water Pump 20

2.11.2. Lube Oil Cooler Lube Oil Cooler berfungsi sebagai media penukar panas lube oil dan cooling water atau sebagai pendingin lube oil sebelum digunakan sebagai pelumasan bearing. Heat exchanger didesain untuk 100 % kapasitas aliran dan didesain dari plat penukar panas dengan arah aliran yang berlawanan. Pada heat exchanger dilengkapi dengan vent valve dan drain valve serta katup manual untuk suction dan discharge untuk memudahkan saat maintenance. Setelah digunakan untuk mendinginkan lube oil, cooling water didinginkan kembali oleh cooler fan. Gambar 2.19. Lube Oil Cooler 2.11.3. Generator Cooler Generator cooler digunakan untuk mendinginkan udara yang telah dipakai untuk mendinginkan generator. Pada generator cooler ini juga terdapat shut off valve dan drain valve yang digunakan saat maintenance serta untuk pengambilan sample cooling water oleh pihak labor. Gambar 2.20. Line Generator Cooler 21

2.11.4. Cooler Fan Cooler fan berfungsi untuk mendinginkan cooling water setelah dipakai untuk mendinginkan lube oil dan udara pendingin generator. Prinsip kerja cooler fan yaitu menghisap kalor cooling water yang ada pada tube-tube dengan mengunakan fan yang digerakkan oleh motor listrik. Pada unit pembangkitan Muara Tawar blok 1 dan 2 terdapat 3 group dan masing-masing group terdapat 3 fan, jadi jumlah fan yang dipakai untuk mendinginkan cooling water ada 9 fan. Pada saat normal operasi, breaker untuk motor penggeraknya diposisikan remote. Jadi group cooler fan beroperasi sesuai dengan preselect. Namun jika temperature winding stator generator naik maka 1 group cooler fan yang standby dioperasikan secara manual. Berikut group cooler fan beroperasi sesuai dengan preselect, yaitu : Preselect 1 : group 1 dan 2 operasi, group 3 standby Preselect 2 : group 2 dan 3 operasi, group 1 standby Preselect 3 : group 1 dan 3 operasi, group 2 standby Gambar 2.21. Cooler Fan 2.11.5. Three Way Valve Three way valve berfungsi sebagai pengatur aliran cooling water yang telah digunakan sebagai pendingin lube oil dan generator untuk melalui cooler fan atau by pass menuju suction cooling water pump (CWP) untuk disirkulasikan 22

kembali. Three way valve merupakan thermostatic valve yang bekerja secara mekanikal berdasarkan temperature cooling water. Gambar 2.22. Three Way Valve 2.11.6. Pressure Accumulator Pressure accumulator berfungsi untuk menstabilkan pressure agar tidak terjadi denyutan (drop pressure) saat cooling water pump (CWP) change over. Pressure accumulator dipasang pada suction pompa, dikarenakan pressure accumulator ini difungsikan sebagai pengaman pompa jika terjadi penurunan pressure secara tiba-tiba yang dapat mengakibatkan kavitasi pada pompa. Tabung pressure accumulator berisi bladder yang berisi gas nitrogen (N 2 ) yang bersifat compressible dan merupakan senyawa yang netral. Tekanan gas nitrogen dalam bladder pada saat normal operasi adalah 1,5 bar (1,5 bar pada temperature 20 o C). Prinsip kerja pressure accumulator sebagai berikut. Saat tekanan normal dimana pada line cooling water belum ada tekanan, bladder mengembang penuh pada tabung pressure accumulator. Saat pressure line cooling water sudah melebihi tekanan gas nitrogen dalam bladder, maka gas nitrogen yang bersifat compressible akan tertekan cooling water sehingga volume bladder lebih kecil dari sebelumnya tetapi tekanan naik mengikuti tekanan line cooling water. Dan diruang kosong tabung pressure accumulator terisi cooling water, jadi saat tekanan line cooling water tiba-tiba turun maka pressure accumulator akan menstabilkan tekanan cooling water dengan cara menekan cooling water keluar dari tabung pressure accumulator karena tekanan line cooling water lebih rendah daripada tekanan tabung pressure accumulator. 23

Gambar 2.23. Pressure accumulator 2.11.7. Hand Pump Hand pump merupakan pompa manual yang digunakan untuk menginjeksikan bahan kimia pada cooling water system. Gambar 2.24. Hand Pump 2.12. Spesifikasi Motor Cooling Water System Gas Turbine (name plate) Peralatan Spesifikasi Cooling Water Pump 3~ 380 V 37 kw, 68 A 50 Hz Cooler Fan 3~ 380 V 15 kw, 38 A 50 Hz Tabel 2.3. Spesifikasi Motor Cooling Water System 24

2.13. Set Point Cooling Water System Gas Turbine DP Cooling Water Pump / bar 0,8 Press Cooling Water Pump / bar < 1,5 Temp. Winding Stator Gen / C > 120 Temp. Winding Stator Gen / C > 130 Temp. Warm Air Generator / C > 90 Temp. Cold Air Generator / C > 60 DP Cooling Water Pump / bar 0,8 Alarm PLS PLST Trip Tabel 2.4. Set Point Cooling Water System 2.14. Sistem Operasi Cooling Water (MT- IK- 2-01-07-101 ) 2.14.1.Sumber Daya (Resources) 1. APD Yang Disiapkan / Digunakan : a) Safety Helmet b) Ear Plug c) Pakaian Kerja d) Kacanata Pelindung (Safety Glasses) e) Safety Shoes 2. Peralatan / Tool Set Yang Digunakan : a) Handy Talkie 3. Material Yang Digunakan : a) Majun 2.14.2. Persiapan Sebelum Pelaksanaan Pekerjaan 1. Pastikan memakai APD (Alat Pelindung Diri) yang dibutuhkan 2. Pastikan tidak ada pekerjaan maintenance di auxalary block 3. Pastikan katup suction dan discharge Cooling Water System yang akan dioperasikan pada posisi open 4. Pastikan katup pada line accumulator pada posisi open 5. Pastikan katup inlet dan outlet pada Heat Exchanger pada posisi open 6. Pastikan katup inlet dan outlet pada Generator Cooling pada posisi open 7. Pastikan semua katup drain dan venting pada Cooling Water System pada posisi closed 8. Pastikan pressure sebelum Cooling Water Pump > min (> 1,7 bar) 25

9. Pastikan breaker Cooling Water Pump dalam kondisi energized (indikasi pada POS pompa berwarna hijau) 2.14.3. Pelaksanaan Pekerjaan 1. Pilih preselec Cooling Water Pump (Cooling Water Pump 1 atau 2) 2. Cooling Water Pump diaktifkan (1 buah pompa ON, dan 1 pompa standby) 3. Pastikan pompa bekerja secara normal (tidak ada kelainan suara ataupun vibrasi) 4. Pastikan tidak ada kebocoran pada line Closed Cooling Water 5. Pastikan DP Cooling Water Pump > min (> 0,8 bar) 26