BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1 Sejarah Sekolah Menyusur jejak SMA Santo Antonius Jakarta tidak lepas dari awal keberadaan Yayasan Santo Antonius Bidaracina.Yayasan ini berdiri secara hukum tahun 1972, bergerak dalam bidang pelayanan pendidikan (SD - SMP dan SMA Antonius), dan Kesehatan.Yayasan Santo Antonius Bidaracina merupakan Yayasan milik Paroki Santo Antonius Padua dan dibawah asuhan Pastor-pastor SCJ. Terlalu jauh, jika kita menelisik dari cikal bakal Yayasan ini dari tahun 1946, ketika Romo Kusters, SJ, berkarya di Paroki Santo Antonius Padua dan mendirikan Partikuler Algere School (sekolah Dasar). SD dan SMP Santo Antonius yang sudah lebih dahulu ada menempati lokasi di Jalan Otto Iskandar Dinata 76A Bidaracina, bertetangga dengan TK, SD dan SMP Santo Vincentius.Hal ini menggugah panggilan para pengurus Yayasan dan umat paroki Santo Antonius untuk mendirikan SMA guna menampung murid-murid lulusan SMP.Dengan daya dan usaha, serta tentu saja tidak luput dari campur tangan Tuhan, berdirilah sebuah gedung berlantai 4 di atas tanah seluas 4.335m di Jalan Mayjen DI. Panjaitan Kav. 46 Rawa Bunga, Jatinegara Jakarta Timur. SMA Santo Antonius mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran 1987-1988.Sesuai dengan izin penggunaan bangunan untuk Yayasan Santo Antonius dengan no. 1396/IPB/1987 tanggal 20 Juli 1987.Kepala SMA Santo Antonius yang pertama adalah Drs. F. Soetrisno, mantan Kepala Kanwil Depdikbud Provinsi Irian Jaya.Hingga saat ini sudah beberapa kali terjadi pergantian. Tahun 2002 terjadi proses pergantian kepemilikan Yayasan Santo Antonius Bidaracina dari paroki ke kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ). ECCE VENIO dan ECCE ANCILLA merupakan ungkapan yang dijadikan motto bagi pastor-pastor dari kongregasi SCJ. 23
24 3.2 Logo, Visi dan Misi SMA Antonius Gambar 3.1 Logo Yayasan Pendidikan Antonius. Visi Sekolah sebagai komunitas pembelajar yang berprestasi dalam Semangat Cinta Kasih Misi 1. Menyelenggarakan pendidikan yang terbuka bagi semua lapisan masyarakat dengan mengemban amanat Gereja yang mempunyai option for the poor. 2. Memberikan pendidikan berkualitas yang terbuka kepada siswa dari keluarga ekonomi rendah dan tersingkirkan. 3. Mengupayakan dan mempergunakan seluruh kemampuan untuk keberhasilan seluruh siswa. 4. Melaksanakan sistem/metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan kebutuhan kelas dan masing-masing siswa. 5. Mengembangkan kompetensi siswa sebagai pribadi yang dewasa dan utuh, baik dalam bidang intelektual, kreativitas, integritas, maupun solidaritas, melalui konsiensiasi, eksplorasi, refleksi, kreasi, dan evaluasi.
25 6. Memupuk kepedulian sosial yang bercirikan LOCORESA (LOve, COmpassion, REadiness, dan SAcrifice). 7. Menanamkan nilai-nilai kristiani dalam kehidupan sehari-hari. 8. Melaksanakan pengembangan KTSP, Silabus, dan RPP secara optimal dengan mempergunakan sarana pendidikan yang ada. 9. Memupuk semangat pengembangan dan/atau perubahan diri secara terusmenerus tiada henti. 10. Mengembangkan guru dan karyawan untuk meningkatkan mutu profesi masing-masing melalui berbagai kemungkinan ongoing formations. 11. Bekerjasama dengan orangtua dan instansi pemerintah dalam menjalankan seluruh proses belajar mengajar. 3.3 Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kepala Sekolah Yayasan Wakil Kurikulum Wakil Kesiswaan Wakil Humas Wakil SAPRAS Tata Usaha Bendahara Guru Guru BP/BK Siswa Gambar 3.2 Struktur organisasi SMA Antonius.
26 3.4 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah 1. Mengatur, mengontrol dan mengawasi seluruh kegiatan sekolah. 2. Mendayagunakan seluruh sumber daya sekolah secara terpadu dalam mencapai tujuan sekolah yang efektif dan efisien. 3. Melakukan pembaharuan dalam bidang kegiatan belajar mengajar, ekstrakulikuler serta pengayaan. 4. Mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat dan dunia usaha. 5. Memberikan pembinaan, pelatihan, pengarahan dan motivasi untuk meningkatkan kompetensi setiap guru. 6. Mengadakan dan memimpin rapat dewan guru. Wakil Kurikulum 1. Melakukan evaluasi hasil belajar siswa dan mengusahakan peningkatan mutu pelajaran. 2. Mempersiapkan kurikulum untuk setiap tahun ajaran. 3. Mempelajari kurikulum baru untuk diterapkan di sekolah. 4. Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dalam penyusunan silabus, program tahunan, dan rencana pengajaran. Wakil Humas 1. Menjaga hubungan yang harmonisasi dengan stakeholder. 2. Menjadi juru bicara tentang kegiatan sekolah. 3. Menjaga hubungan yang baik dengan instansi vertikal, seperti Disdik. 4. Menjaga hubungan yang baik dengan pihak lembaga atau yayasan.
27 Wakil SAPRAS 1. Mengadakan, memeriksa, merawat dan memelihara sarana dan prasana belajar. 2. Mengajukan kebutuhan sarana dan prasana sekolah kepada sekolah. 3. Menginventarisir sarana dan prasarana sekolah. Wakil Kesiswaan 1. Melaksanakan penempatan siswa/siswi tahun ajaran baru. 2. Merencanakan dan melaksanakan pembentukan kepengurusan OSIS. 3. Melakukan koordinasi mengenai kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan oleh siswa. Bimbingan Konseling (BK) 1. Menyusun administrasi Bimbingan Konseling (BK). 2. Berkoodinasi dengan orang tua siswa. 3. Memimpin konferensi kasus. 4. Melaporkan semua kegiatan kegiatan kepala sekolah. Guru 1. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh kepala sekolah. 2. Menguasai landasan pendidikan. 3. Menguasai bahan pengajaran. 4. Menyusun program pengajaran. 5. Mengadakan evaluasi. 6. Menyelenggarakan program bimbingan. 7. Menyelenggarakan penelitian sederhana.
28 Tata Usaha 1. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh kepala sekolah. 2. Melayani dan melaksanakan administrasi kepegawaian. 3. Melayani dan melaksanakan administrasi humas. 4. Melayani dan melaksanakan administrasi kesiswaan. 5. Melayani dan melaksanakan administrasi keuangan. 6. Melayani dan melaksanakan administrasi persuratan. 7. Mengolah data siswa dan seluruh karyawan. 8. Melakukan rekap data absensi dan data nilai siswa. 9. Membuat rapot. Bendahara 1. Mengurus administrasi ketenagakerjaan dan siswa, baik tenaga kerja dan siswa yang baru maupun lama, serta menuliskan kuitansi. 2. Mengurus administrasi yang dikeluarkan untuk setiap kegiatan operasional sekolah yang sudah disetujui oleh kepala sekolah, dan mencairkan dana operasional tersebut. 3. Membuat laporan perincian dana yang masuk dan keluar secara berkala kepada kepala sekolah. 3.5 Tata Laksana Sistem Berjalan SMA Antonius merupakan salah satu sekolah swasta yang terletak didaerah Jakarta Timur dan memiliki murid sekitar 200 orang.tujuan dari dibentuknya sekolah ini tidaklah jauh berbeda dari sekolah-sekolah lainnya, yaitu salah satunya untuk mendidik para muridnya dengan baik supaya bisa berguna bagi bangsa dan Negara kedepannya. Sistem pembelajaran yang diberikan oleh sekolah Antonius khususnya untuk kelas XII IPS tentunya mengikuti silabus dari SKL(Standart Kompetisi Lulusan) yang ditentukan oleh Departemen Pendidikan Nasional atau yang lebih
29 dikenal dengan Depdiknas. Silabus yang telah ditentukan oleh depdiknas kemudian akan diberikan kepada pihak tertinggi dari sekolah Antonius yaitu kepala sekolah yang kemudian diserahkan kepada bagian kurikulum. Bagian kurikulum kemudian akan mempelajari silabus dari setiap mata pelajaran dan kemudian akan dibagikan lagi kepada setiap guru yang bersangkutan dengan mata pelajaran tertentu. Guru akan mempelajari setiap poin dari silabus yang diberikan dan akan menjadi acuan dari bahan pelajaran yang akan diberikan kepada para murid. Para murid akan mempelajari dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh sang guru berdasarkan silabus. Para guru wajib memberikan ulangan harian yang diberikan kepada murid. Dan khusus untuk murid kelas XII, guru wajib untuk memberikan soalsoal Try Out mengingat mereka akan menghadapi Ujian Nasional. Guru bebas untuk melakukan panggilan kepada orang tua/wali murid yang bersangkutan apabila dirasa sang murid mengalami masalah maupun kemunduran dalam proses pembelajaran disekolah yang dipantau dari nilai ulangan harian Dan menjelang akhir semester, sekolah akan melakukan ulangan umum dimana semua mata pelajaran yang telah dipelajari oleh murid akan diuji dalam sebuah ujian. Soal tentunya dibuat oleh guru dengan mata pelajaran yang bersangkutan yang kemudian diserahkan kepada bagian Tata usaha untuk dikelola kembali. Dan khusus untuk siswa kelas XII akan menghadapi Ujian Nasional dan Ujian Sekolah di penghujung akhir ajaran pada tahun tersebut. Nilai rapot dari setiap guru mata pelajaran diserahkan kepada bagian tata usaha yang kemudian dikelola dan diberikan kembali kepada guru untuk diserahkan kepada orang tua murid pada akhir semester diserta dengan ijasah kelulusan Ujian Nasional pada akhir semester. Berikut merupakan peragaan dari analisa sistem berjalan dari sekolah SMA Antonius dalam bentuk Activity Diagram:
30 Kepala Sekolah Wakil Kurikulum Guru Murid Tata Usaha Menerima Sylabus Sylabus Menyerahkannya kepada Bagian kurikulum Mempelajari dan Membagikannya kepada Para guru Menerima sylabus Menyiapkan materi dan tugas Sesuai dengan sylabus Materi & Tugas Mempelajari materi dan Mengerjakan tugas yang Diberikan oleh guru Membuat ulangan harian Soal Ulangan Mengerjakan ulangan harian Menginput nilai Mempersiapkan soal tryout Soal Try Out Mengerjakan soal tryout Mengecek hasil nilai Ulangan harian Gambar 3.3 Activity diagram proses pembelajaran pada sekolah Antonius
31 Kepala Sekolah Wakil Kurikulum Guru Murid Tata Usaha Menyiapkan soal ulangan umum Soal Ulangan Umum Mempersiapkan soal ulangan umum Menghadapi Ujian Nasional Menghadapi ulangan umum Melakukan penilaian ulangan umum Nilai Ulangan Umum Mempersiapkan rapot Rapot Melakukan pengambilan rapot Gambar 3.4 Activity diagram proses pembelajaran pada sekolah Antonius(cont) 3.6 Metodologi Analisis Penelitian ini dilakukan terhadap 3 aspek dalam SMA Antonius, yaitu analisis kebutuhan dari organisasi (Needs), analisis kebutuhan dan kemampuan pembelajar (Learners), dan analisis terhadap tujuan pembelajaran. Berikut adalah beberapa detail analisis yang dilakukan pada SMA Antonius :
32 1. Sumber Data Dalam penelitian ini sumber data dibagi menjadi dua bagian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder, berikut adalah detail dari kedua sumber data : a. Sumber Data Primer Sumber data ini diperoleh dari wawancara yang dilakukan dengan guru matematika kelas 12 IPS ibu Margareth, S. Pd dan hasil kuesioner yang diberikan kepada siswa-siswi kelas 12 IPS. Berikut adalah detail dari sumber terkait : Guru matematika kelas 12 IPS, melalui proses wawancara untuk menanyakan proses bimbingan belajar persiapan UN mata pelajaran matematika yang berjalan dan menanyakan permasalahan yang dihadapi selama proses bimbingan belajar. Siswa-siswi kelas 12 IPS, melalui pemberian kuesioner untuk menanyakan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran matematika untuk persiapan UN dan yang menjadi hambatan dalam penyerapan pembelajaran matematika persiapan UN. b. Sumber Data Sekunder Sumber data ini diperoleh dari wawancara kepada pihak kepala sekolah bapak Markus Tukian SCJ, M.Pddan guru matematika kelas 12 IPS ibu Margareth. Berikut adalah detail dari sumber terkait : Guru matematika kelas 12 IPS, melalui proses wawancara untuk menanyakan pandangan mengenai kesulitan siswasiswi dalam menyerap materi pembelajaran yang diberikan. Kepala sekolah SMA Antonius, melalui proses wawancara untuk menanyakan pandangan beliau mengenai
33 permasalahan yang terjadi dan informasi-informasi terkait dengan SMA Antonius. 2. Bentuk Data Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian yang bersifat : a. Kualitatif, dimana data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan diskusi terfokus. b. Kuantitatif, data kuantitatif diperoleh melalui data kuesioner yang dibagikan ke siswa-siswi kelas 12 IPS. 3. Pengumpulan Data Dengan cara melakukan survei langsung ke SMA Antonius.Untuk metode yang digunakan adalah dengan wawancara dengan pihak terlibat langsung dan kuesioner yang dibagikan langsung kepada narasumber terkait. 4. Penyajian Data Hasil dari pengumpulan data wawancara dan kuesioner disajikan dalam bentuk tabel dan grafik.untuk grafik yang digunakan adalah Bar chart atau grafik batang dan pie chart. 3.7 Analisa Kebutuhan dan Kemampuan Pembelajar (Learners) Peneliti menganalisis kebutuhan dan kemampuan pembelajar melalui penarikan kesimpulan dari kuesioner yang disebarkan kepada pembelajar terkait (siswa-siswi kelas 12 IPS). Berikut adalah data kuesioner yang didapat, disajikan dalam bentuk pie chart :
34 Dimanakah anda biasanya mengakses internet? 22% 29% 49% Rumah Warnet Sekolah Lainnya Gambar 3.5 Pie Chart kuesioner pertanyaan 1. Dari hasil kuesioner didapati bahwa dari 51 murid, tercatat 25 murid mengakses internet di rumah, 15 murid mengaskes di warnet, dan 11 murid memilih jawaban lainnya.hal tersebut dapat membuktikan bahwa rata-rata murid SMA Antonius mempunya jaringan internet dirumahnya.
35 Apa yang dilakukan ketika anda mengakses internet? 29% 71% Browsing Download Chatting Game Gambar 3.6 Pie Chart kuesioner pertanyaan 2. Dari hasil kuesioner didapati bahwa dari 51 murid,tercatat 36 murid melakukan browsing dan 15 murid melakukan download.dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa para murid lebih cenderung melakukan browsing pada saat mengakses internet.
36 Apakah anda sering mencari informasiinformasi melalui internet? 20% 27% Sangat sering Sering Jarang 53% Tidak pernah Gambar 3.7 Pie Chart kuesioner pertanyaan 3. Dari hasil kuesioner didapati bahwa dari 51 murid,tercatat 27 murid sering mencari informasi melalui internet,14 murid sangat sering dan 10 murid jarang.dapat di simpulkan bahwa rata-rata para murid dalam mencari infomasi menggunakan internet.
37 Informasi apa yang paling dibutuhkan sehubungan dengan fungsi anda sebagai seorang siswa? 16% 67% 17% Pengumuman sekolah Materi pelajaran Tugas yang diberikan Nilai Gambar 3.8 Pie Chart kuesioner pertanyaan 4. Dari hasil kuesioner didapati bahwa dari 51 murid,tercatat 34 murid menjawab materi pelajaran,9 murid menjawab pengumuman sekolah dan 8 murid menjawab tugas yang di berikan.hal tersebut dapat membuktikan bahwa para murid membutuhkan materi pelajaran yang lebih banyak.
38 Apakah anda sering berdiskusi mengenai tugas sekolah dengan teman anda menggunakan internet? 18% 14% Sangat sering Sering 25% Jarang 43% Tidak pernah Gambar 3.9 Pie Chart kuesioner pertanyaan 5. Dari hasil kuesioner didapati bahwa dari 51 murid,tercatat 22 murid menjawab jarang,13 murid menjawab sering,9 murid menjawab tidak pernah dan 7 murid menjawab sangat sering.dapat di simpulkan bahwa para murid masih jarang berdiskusi mengenai tugas sekolah dengan mengunakan internet.
39 Seberapa sering anda menggunakan internet dalam menunjang tugas anda sebagai siswa? 14% Lebih dari 21 jam per minggu 55% 31% 7-14 jam per minggu Kurang dari 7 jam per minggu Gambar 3.10 Pie Chart kuesioner pertanyaan 6. Dari hasil kuesioner didapati bahwa dari 51 murid,tercatat 28 murid menjawab kurang dari 7 jam,16 murid menjawab 7-14 jam dan 7 murid menjawab lebih dari 21 jam.dapat di simpulkan bahwa para murid rata-rata menggunakan waktu untuk menunjang tugas selama kurang dari 7 jam.
40 Apakah anda sering mencari soal-soal latihan dari internet untuk menghadapi ujian? 53% 12% 35% Sangat sering Sering Jarang Tidak pernah Gambar 3.11 Pie Chart kuesioner pertanyaan 7. Dari hasil kuesioner didapati bahwa dari 51 murid,tercatat 27 murid menjawab jarang,18 murid menjawab sering dan 6 murid menjawab tidak pernah.dapat di simpulkan bahwa masih kurangnya para murid yang mencari soal-soal latihan dari internet untuk menghadapi ujian.
41 Penjelasan guru tentang materi belajar? 63% 37% Sangat cukup Cukup Kurang Sangat kurang Gambar 3.12 Pie Chart kuesioner pertanyaan 8. Dari hasil kuesioner didapati bahwa dari 51 murid,tercatat 32 murid menjawab kurang dan 19 murid menjawab cukup.hal tersebut dapat di simpulkan bahwa penjelasan yang di berikan para guru kepada para murid masih kurang.
42 Kecukupan pemberian materi-materi pembelajaran? 75% 25% Sangat cukup Cukup Kurang Sangat kurang Gambar 3.13 Pie Chart kuesioner pertanyaan 9. Dari hasil kuesioner didapati bahwa dari 51 murid,tercatat 38 murid menjawab kurang dan 13 murid menjawab cukup.dapat di simpulkan bahwa materi-materi pembelajaran yang di berikan pada para murid masih kurang.
43 Kecukupan waktu dalam penyampaian materi? 69% 31% Sangat cukup Cukup Kurang Sangat kurang Gambar 3.14 Pie Chart kuesioner pertanyaan 10. Dari hasil kuesioner didapati bahwa dari 51 murid,tercatat 35 murid menjawaba kurang dan 16 murid menjawab cukup.dapat di simpulkan bahwa kecukupan waktu dalam penyampaian materi masih kurang.
44 Apakah sarana dan prasarana anda menunjang untuk pembelajaran e-learning? 20% Ya Tidak 80% Gambar 3.15 Pie Chart kuesioner pertanyaan 11. Dari hasil kuesioner didapati bahwa dari 51 murid,tercatat 41 murid menjawab Ya dan 10 murid menjawab tidak.dapat di simpulkan bahwa rata-rata sarana dan prasarana para murid untuk menunjang pembelajran e-learning sudah tersedia.
45 Menurut anda fasilitas apa yang seharusnya ada pada website E-Learning? 26% 27% 47% Soal latihan Materi pembelajaran Discussion Forum Tidak tahu Gambar 3.16 Pie Chart kuesioner pertanyaan 12. Dari hasil kuesioner didapati bahwa dari 51 murid,tercatat 24 murid menjawab soal latihan,14 murid menjawab materi pembelajaran dan 13 murid menjawab forum diskusi.dapat disimpulkan bahwa para murid menginginkan soal latihan pada website e-learning. 3.7.1 Masalah yang Dihadapi Berdasarkan data hasil beberapa pertanyaan kuesioner diatas, dapat diambil kesimpulan permasalahan yang dihadapi oleh para siswasiswi kelas 12 IPS SMA Antonius adalah sebagai berikut : 1. Kurangnya materi-materi pembelajaran persiapan UN yang diberikan oleh guru terkait. 2. Kurangnya waktu dalam penyampaian materi bimbingan belajar yang diadakan oleh SMA Antonius.
46 3. Kurangnya latihan-latihan soal untuk siswa-siswi kelas 12 IPS dalam menunjang mata pelajaran persiapan UN di SMA Antonius. 3.7.2 Usulan Pemecahan Masalah Berikut adalah solusi dan pemecahan masalah terkait dengan masalah yang dihadapi oleh siswa-siswi kelas 12 IPS, diantaranya adalah : 1. Membuat system E-Learning yang dapat di gunakan untuk memberikan ringkasan materi-materi yang sesuai dengan SKL UN dalam pembelajaran persiapan UN matematika. 2. Selain itu system E-learning ini juga memberikan soal-soal latihan matematika untuk memudahkan para siswa dalam belajar dengan tidak terikat waktu dan ruang.