BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK STUDI
|
|
|
- Deddy Hermawan
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK STUDI 2.1. Sejarah Umum Sekolah SMP Negeri 7 Medan pada awal mulanya merupakan sekolah dasar cina yang secara historis tidak jelas keberadaan tahun pendiriannya. Pada tahun 1964 sekolah tersebut diambil alih oleh Pemerintah Kota Medan menjadi sekolah negeri dalam membina dan mendidik para generasi muda sebagai calon penerus bangsa. SMP Negeri 7 Medan terletak di Jalan H. Adam Malik No. 2 Medan. Pada tahun 2002 dibangun 2 lokal gedung kelas oleh komite sekolah. Kemudian pada tahun 2003 dibangun lagi 3 lokal gedung kelas. Pada tahun 2004 gedung kelas ini diresmikan oleh ketua komite dan kepala sekolah SMP Negeri 7 Medan. Tahun ajaran lokal gedung kelas berjumlah 18 lokal dan jumlah murid secara keseluruhan berjumlah 810 orang Visi, Misi dan Tujuan SMP Negeri 7 Medan Visi SMP Negeri 7 Medan Terwujudnya sumber daya manusia yang beriman, bertaqwa, cerdas,kreatif, inovatif, berbudaya dan lingkungan pendidikan yang sejuk Misi SMP Negeri 7 Medan 1. Memberdayakan siswa yang beriman dan bertaqwa. 2. Meningkatkan kreativitas kinerja yang baik sesuai dengan tujuan pendidikan. 3. Meningkatkan pelayanan yang ramah
2 4. Memaksimalkan target dan nilai ketercapaian. 5. Menyiapkan siswa yang gemar membaca buku. 6. Menyiapkan siswa untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. 7. Menciptakan lingkungan yang Tertib, Aman, Bersih, Indah dan Rapi(TABIR) Tujuan sekolah SMP Negeri 7 Medan 1. Terwujudnya lulusan yang beriman dan bertaqwa, menguasai IPTEK, mampu bersaing di era global dan dapat mempertahankan budaya bangsa. 2. Meningkat kreativitas dan kualitas pelayanan. 3. Meningkatkan siswa yang mencintai ilmu pengetahuan dan gemar membaca. 4. Terwujudnya pengembangan kreativitas peserta bidik baik dalam bidang akademik maupun non akademik. 5. Tercapainya peningkatan keterampilan menggunakan media teknologi informasi dan komunikasi (TIK). 6. Tercapainya peningkatan kemampuan guru dalam pemahaman dan implementasi SNP. 7. Tercapainya peningkatan perolehan rata - rata ujian terakhir nasional 8. Tercapainya peningkatan kedisiplinan dan ketertiban peserta didik dalam mewujudkan program kesiapsiagaan. 9. Tercapainya peningkatan kuantitas dan kualitas fasilitas / sarana di lingkungan sekolah.
3 10. Tercapainya peningkatan jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi yang terakreditasi. 11. Tercapainya internalisasi budaya tata krama dalam kehidupan warga sekolah. 12. Tercapainya peningkatan kerjasama dengan orangtua, masyarakat sekitar, dan intitusi lain. 13. Meningkatkan rasa solidaritas dan peduli terhadaplingkungan sehingga terciptanya lingkungan yang tertib, aman,bersih, indah dan Rapi (TABIR) Ruang Lingkup Sekolah Sekolah SMP Negeri 7 Medan memulai aktivitas belajar mengajar dari pukul untuk kelas pagi dan pukul untuk kelas sore. Kegiatan belajar mengajar dilakukan setiap hari Senin sampai Jumat dan hari Sabtu digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Tabel 2.1 menunjukkan jadwal proses belajar mengajar kelas pagi yaitu kelas VIII dan kelas IX dan jadwal proses belajar mengajar kelas sore yaitu kelas VII. Tabel 2.1. Jadwal Proses Belajar - Mengajar SMP Negeri 7 Medan Hari Kelas Pagi Kelas Sore Belajar Jam Masuk Jam Pulang Jam Masuk Jam Pulang Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sumber : SMP Negeri 7 Medan
4 2.4. Fasilitas Sekolah Fasilitas sekolah yang berada di SMP Negeri 7 Medan bertujuan untuk membantu kegiatan proses belajar mengajar. Tabel 2.2 menunjukkan fasilitas yang terdapat di SMP Negeri 7 Medan. Tabel 2.2. Fasilitas Sekolah SMP Negeri 7 Medan No Nama Ruangan Jumlah Ruangan (Unit) 1 Kelas 18 2 Kepala Sekolah 1 3 Wakil Kepala Sekolah 1 4 Tata Usaha 1 5 Perpustakaan 1 6 Ruang Guru 1 7 Laboratorium 1 8 Laboratorium Komputer 1 9 Toilet 6 10 Kantin 2 11 Musholla 1 12 OSIS 1 13 UKS 1 14 Parkir 1 Sumber : SMP Negeri 7 Medan Fasilitas sekolah lain adalah lapangan terbuka yang terletak di tengah sekolah dan digunakan sebagai sarana olahraga, upacara, pramuka, dan tempat bermain siswa.
5 2.5. Jumlah Guru, Pegawai dan Siswa di SMP Negeri 7 Medan Jumlah guru dan pegawai sekolah menjelaskan tentang jumlah tenaga pendidik atau guru dan pegawai yang bekerja di SMP Negeri 7 Medan dan jumlah siswa menjelaskan tentang banyak siswa yang bersekolahdi SMP Negeri 7 Medan. Rincian jumlah guru dan pegawaidi SMP Negeri 7 Medan dapat dilihat pada Tabel 2.3 sedangkan rincian jumlah siswa di SMP Negeri 7 Medan dapat dilihat pada Tabel 2.4. No Tabel 2.3. Jumlah Guru dan Pegawai di SMP Negeri 7 Medan Jabatan Jumlah (Orang) Laki Laki Perempuan Total (Orang) 1 Komite Sekolah Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah Sarana Prasarana dan Kesiswaan Wakil Kepala Sekolah Kurikulum dan Humas Pembantu Wakil Kepala Sekolah Sarana Prasarana Pembantu Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan Pembantu Wakil Kepala Sekolah Kurikulum Pembantu Wakil Kepala Sekolah Humas Bersambung.
6 Tabel 2.3. Jumlah Guru dan Pegawai di SMP Negeri 7 Medan (Lanjutan) No Jabatan Jumlah (Orang) Laki Laki Perempuan Total (Orang) 9 Bimbingan Konseling Kordinator Laboratorium Guru Laboratorium Kepala Perpustakaan Wali Kelas Guru Mata Pelajaran Kepala Tata Usaha Pegawai Tata Usaha Penjaga Sekolah 2-2 Total (Orang) 92 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri 7 Medan Tabel 2.4 Jumlah Siswadi SMP Negeri 7 Medan No Kelas Jumlah Siswa (Orang) Total Laki - Laki Perempuan (Orang) 1 VII VIII IX Total (Orang) 810 Sumber : Tata Usaha SMP Negeri 7 Medan 2.6. Struktur Organisasi Struktur organisasi SMP Negeri 7 Medan merupakan struktur organisasi hybrid (campuran), yaitu struktur organisasi yang merupakan perpaduan antara
7 struktur organisasi staff, lini dan fungsional. Gambar 2.1menunjukkan struktur organisasi SMP Negeri 7Medan. KOMITE SEKOLAH KEPALA SEKOLAH WAKIL KEPALA SEKOLAH SARANA PRASARANA DAN KESISWAAN WAKIL KEPALA SEKOLAH KURIKULUM DAN HUMAS KEPALA TATA USAHA PEMBANTU WAKASEK SARANA DAN PRASARANA PEMBANTU WAKASEK KESISWAAN PEMBANTU WAKASEK KURIKULUM PEMBANTU WAKASEK HUMAS BIMBINGAN KONSELING KORDINATOR LABORATORIUM KEPALA PERPUSTAKAN Wali Kelas GURU LABORATORIUM GURU MATA PELAJARAN PEGAWAI TATA USAHA PENJAGA SEKOLAH SISWA Keterangan Gambar : = hubungan lini = hubungan fungsional = hubungan staf Gambar 2.1. Struktur Organisasi SMP Negeri 7 Medan Uraian Tugas dan Wewenang Organisasi dapat berjalan dengan baik dengan adanya personil yang memegang jabatan tertentu, seperti yang terdapat dalam struktur organisasi
8 dimana masing-masing mempunyai tugas dan wewenang yang seimbang dengan wewenang yang diterima. Organisasi yang baik adalah organisasi yang jelas dan teratur sehingga dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya setiap pemangku jabatan memiliki gambaran, batasan tugas dan tanggung jawabnya. Berikut ini adalah pembagian wewenang dan tanggung jawab dalam organisasi sekolah: 1. Komite Sekolah Wewenang dan tangung jawab, antara lain: a. Memberikan masukan terhadap kebijakan mutu pendidikan. b. Mengawasi kebijakan sekolah. c. Mencari sumber pendanaan utuk membantu siswa yang tidak mampu 2. Kepala Sekolah Wewenang dan tanggung jawab, antara lain : a. Menjaga terlaksananya dan ketercapaian program kerja sekolah. b. Menjabarkan, melaksanakan dan mengembangkan Pembelajaran Kurikulum/Program. c. Mengembangkan SDM. d. Melakukan pengawasan dan supervisi tenaga pendidik dan kependidikan. e. Melakukan hubungan kerjasama dengan pihak luar. f. Merencanakan, mengelola dan mempertanggung jawabkan keuangan. g. Mengangkat dan menetapkan personal struktur organisasi. h. Menetapkan program kerja sekolah.
9 i. Mengesahkan perubahan kebijakan mutu organisasi. j. Melegalisasi dokumen organisasi. k. Memutuskan mutasi siswa. l. Mengusulkan promosi dan mutasi pendidik dan tenaga kependidikan. m. Menerbitkan dokumen yang dikeluarkan sekolah. n. Memberi pembinaan warga sekolah. o. Memberi penghargaan dan sanksi. p. Memberi penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan 3. Wakil Kepala Sekolah Bidang sarana, Prasarana dan Kesiswaan Berikut ini wewenang dan tanggung jawab wakil kepala sekolah dalam bidang sarana, prasarana dan kesiswaan. a. Menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasarana. b. Mengkoordinasikan pendayagunaan sarana dan prasrana. c. Menyusun laporan pelaksanaan bidang sarana dan prasarana secara berkala. d. Menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasarana. e. Mengkoordinasikan pendayagunaan sarana dan prasrana. f. Menyusun laporan pelaksanaan bidang sarana dan prasarana secara berkala. g. Mengkoordinasikan PSB ( Penerimaan Siswa Baru ). h. Mengkoordinasikan pelaksanaan Masa Orientasi peserta didik (MOS). i. Mengkoordinasikan pemilihan kepengurusan dan diklat OSIS. j. Mengkoordinasikan penjaringan dan pendistribusian semua bentuk beasiswa.
10 k. Mengkoordinasikan pelaksanaan 4 K (ketertiban, kedisiplinan, keamanan, dan kekeluargaan). l. Membina program kegiatan OSIS. m. Memeriksa dan menyetujui rencana kerja pengurus OSIS. n. Melakukan tindakan terhadap siswa terkait pelanggaran tata tertib siswa. o. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan lomba. p. Mengkoordinasikan ekstrakurikuler. q. Mengkoordinasikan peringatan hari-hari besar. 4. Pembantu Wakil Kepala Sekolah Sarana dan Prasarana Wakil kepala sekolah bidang sarana, prasarana dan kesiswaan memiliki pembantu untuk membantu bidang sarana dan prasarana. Oleh karena itu, tugas dan wewenang pembantu wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana adalah sama dengan apa yang dikerjakan wakil kepala sekolah bidang sarana, prasarana dan kesiswaan. Hanya saja pembantu wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana bertanggung jawab atas semua program sarana dan prasarana. Berikut ini Wewenang dan tanggung jawab pembantu wakil kepala sekolah dalam bidang sarana dan prasarana antara lain: a. Menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasarana. b. Mengkoordinasikan pendayagunaan sarana dan prasrana. c. Menyusun laporan pelaksanaan bidang sarana dan prasarana secara berkala. d. Menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasarana. e. Mengkoordinasikan pendayagunaan sarana dan prasrana.
11 f. Menyusun laporan pelaksanaan bidang sarana dan prasarana secara berkala. 5. Pembantu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Wakil kepala sekolah bidang sarana, prasarana dan kesiswaan memiliki pembantu untuk membantu bidang kesiswaan. Oleh karena itu, tugas dan wewenang pembantu wakil kepala sekolah bidang kesiswaan adalah sama dengan apa yang dikerjakan wakil kepala sekolah bidang sarana, prasarana dan kesiswaan. Hanya saja pembantu wakil kepala sekolah bidang kesiswaan bertanggung jawab atas semua program kesiswaan. Berikut ini Wewenang dan tanggung jawab pembantu wakil kepala sekolah dalam bidang kesiswaan. a. Mengkoordinasikan PSB ( Penerimaan Siswa Baru ). b. Mengkoordinasikan pelaksanaan Masa Orientasi peserta didik (MOS). c. Mengkoordinasikan pemilihan kepengurusan dan diklat OSIS. d. Mengkoordinasikan penjaringan dan pendistribusian semua bentuk beasiswa. e. Mengkoordinasikan pelaksanaan 4 K (ketertiban, kedisiplinan, keamanan, dan kekeluargaan). f. Membina program kegiatan OSIS. g. Memeriksa dan menyetujui rencana kerja pengurus OSIS. h. Melakukan tindakan terhadap siswa terkait pelanggaran tata tertib siswa. i. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan lomba. j. Mengkoordinasikan ekstrakurikuler. k. Mengkoordinasikan peringatan hari-hari besar.
12 6. Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum dan humas Wakil kepala sekolah bidang kurikulum memilki pembantu untuk membantu bidang kurikulum. Oleh karena tugas dan wewenang wakil kepala sekolah adalah sama dengan apa yang dikerjakan pembantu wakil kepala sekolah. Hanya saja wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggung jawab atas semua yang program kurikulum. Berikut ini wewenang dan tanggung jawab wakil kepala sekolah dalam bidang kurikulum. a. Menyusun program kerja bidang Kurikulum/Program. b. Mengkoordinasikan pelaksanaan dan pengembangan Kurikulum/Program. c. Memantau pelaksanaan Pembelajaran. d. Menyelenggarakan rapat koordinasi Kurikulum. e. Mengkoordinasikan pengelolaan perpustakaan. f. Mengkoordinasikan pelaksanaan evaluasi pembelajaran. g. Menyusun kalender pendidikan dan jadwal pembelajaran. h. Melaporkan hasil pelaksanaan Pembelajaran. i. Mengusulkan tugas mengajar pada masing-masing guru. j. Menghitung dan melaporkan jam mengajar guru. k. Merencanakan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan. l. Memeriksa, menyetujui rencana pembelajaran tiap program Pembelajaran. m. Memverifikasi Kurikulum. n. Merencanakan dan melaksanakan bimbingan belajar dan try out kelas 3 o. Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan orang tua / wali siswa.
13 p. Membina hubungan sekolah dengan Komite Sekolah. q. Membina pengembangan hubungan antar sekolah dengan lembaga-lembaga pemerintah, dunia usaha - dunia industri, dan lembaga sosial lainnya. r. Menyusun laporan pelaksanaan hubungan masyarakat secara berkala. s. Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan orang tua / wali siswa. t. Membina hubungan sekolah dengan Komite Sekolah. u. Membina pengembangan hubungan antar sekolah dengan lembaga pemerintah dan lembaga sosial lainnya serta dunia usaha - dunia industry. v. Menyusun laporan pelaksanaan hubungan masyarakat secara berkala 7. Pembantu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan humas memilki pembantu untuk membantu bidang kurikulum. Oleh karena itu, tugas dan wewenang pembantu wakil kepala sekolah bidang kurikulum adalah sama dengan apa yang dikerjakan wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan humas. Hanya saja pembantu wakil kepala sekolah bidang kurikulum bertanggung jawab atas semua program kurikulum. Berikut ini wewenang dan tanggung jawab pembantu wakil kepala sekolah dalam bidang kurikulum. a. Menyusun program kerja bidang Kurikulum/Program. b. Mengkoordinasikan pelaksanaan dan pengembangan Kurikulum/Program. c. Memantau pelaksanaan Pembelajaran. d. Menyelenggarakan rapat koordinasi Kurikulum.
14 e. Mengkoordinasikan pengelolaan perpustakaan. f. Mengkoordinasikan pelaksanaan evaluasi pembelajaran. g. Menyusun kalender pendidikan dan jadwal pembelajaran. h. Melaporkan hasil pelaksanaan Pembelajaran. i. Mengusulkan tugas mengajar pada masing-masing guru. j. Menghitung dan melaporkan jam mengajar guru. k. Merencanakan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan. l. Memeriksa, menyetujui rencana pembelajaran tiap program Pembelajaran. m. Memverifikasi Kurikulum. n. Merencanakan dan melaksanakan bimbingan belajar dan try out kelas 3 8. Pembantu Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan humas memilki pembantu untuk membantu bidang humas. Oleh karena itu, tugas dan wewenang pembantu wakil kepala sekolah bidang humas adalah sama dengan apa yang dikerjakan wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan humas. Hanya saja wakil kepala sekolah bidang humas bertanggung jawab atas semua program humas. Berikut ini wewenang dan tanggung jawab pembantu wakil kepala sekolah dalam bidang humas antara lain: a. Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan orang tua / wali siswa. b. Membina hubungan sekolah dengan Komite Sekolah.
15 c. Membina pengembangan hubungan antar sekolah dengan lembaga-lembaga pemerintah, dunia usaha - dunia industri, dan lembaga sosial lainnya. d. Menyusun laporan pelaksanaan hubungan masyarakat secara berkala. e. Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan orang tua / wali siswa. f. Membina hubungan sekolah dengan Komite Sekolah. g. Membina pengembangan hubungan antar sekolah dengan lembaga pemerintah dan lembaga sosial lainnya serta dunia usaha - dunia industry. h. Menyusun laporan pelaksanaan hubungan masyarakat secara berkala 9. Kepala Tata Usaha Kepala tata usaha mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam kegiatan kegiata sebagai berikut: a. Penyusunan program kerja tata usaha sekolah b. Pengolahan keuangan sekolah c. Penyusunan administrasi perlengkapan sekolah d. Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara umum
16 10. Koordinator BK (Bimbingan Konseling) Peran Guru Pembimbing atau bimbingan konseling menurut PP No. 74 Tahun 2008 Guru bimbingan dan konseling/konselor memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah. Tugas guru bimbingan dan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam: a. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai bakat dan minat. b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat. c. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri. d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
17 11. Guru Wewenang dan tanggung jawab, antara lain: a. Mengetahui tugas pokoknya sendiri yaitu memberikan pelajaran sesuai dengan bidang studi b. Mengevaluasi hasil pekerjaannya. c. Mewakili kepala sekolah dan orang tua siswa di kelas. d. Mengetahui tugas-tugas yang diberikan kepada siswa dan memeriksa hasil tugas itu untuk dinilai. e. Memperhatikan kelakuan dan kerajinan siswa sebagai bahan laporan kepada kepala sekolah, wali kelas, dan guru BP. f. Memecahkan masalah-masalah pelajaran yang dihadapi siswa untuk memberikan bimbingan pelajaran kepada siswa yang cerdas, siswa yang kurang cerdas, dan siswa yang membandel. g. Memperhatikan hasil ulangan EBTA, EBTANAS, dan mengisi daftar nilai siswa. h. Melaporkan kepada kepala sekolah tentang hasil kerjanya. 12. Siswa Wewenang dan tanggung jawab, antara lain: a. Menuntut ilmu sebaik-baiknya b. Mempertanggung jawabkan hasil pembelajarannya c. Mematuhi peraturan yang sudah di tetapkan oleh pihak sekolah
18 2.5. Aktivitas Sekolah SMP Negeri 7 Medan melayani pendidikan mulai dari kelas VII sampai kelas IX. SMP Negeri 7 Medan mengikuti aturan pemerintah dalam susunan kurikulum pengajarannya. Mata pelajaran yang telah ada dalam kurikulum, siswa juga mendapat kegiatan ekstrakurikuler seperti praktikum komputer, praktikum biologi, fisika dan bahasa inggeris.
Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Jabatan
Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Jabatan Kepala Sekolah Nama Jabatan/Fungsi : Kepala Sekolah Bertanggungjawab kepada : Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Berhubungan dengan : 1.Semua unit kerja SMP 2.Pemkab
ADMNISTRATOR SEKOLAH
ADMNISTRATOR SEKOLAH Nila Isti Khoeriyah (702010059) Kartikaning Endah (702010061) Diah Oktie Utami (702010062) Bayu Sedono (702012601) FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA 2013
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH 2.1 Sejarah Sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 060796 merupakan salah satu sekolah negeri yang beralamat di Jalan Medan Area Selatan, Kecamatan Medan Area, Kota Medan. Sekolah
LAMPIRAN. Berikut adalah lampiran pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada sekolah SMA. Santa Patricia berdasarkan metode penelitian wawancara.
L1 LAMPIRAN Berikut adalah lampiran pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada sekolah SMA Santa Patricia berdasarkan metode penelitian wawancara. Wawancara ini diikuti oleh kepala sekolah serta kelompok
BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI
BAB I PENDAHULUAN Pendidikan merupakan dasar terpenting dalam system nasional yang menentukan kemajuan bangsa. Dalam hal ini Pendidikan nasional sangat berperan penting untuk mengembangkan kemampuan dan
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. Dunia pendidikan di indonesia sudah berkembang sejak dahulu dan
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Sejarah Organisasi Dunia pendidikan di indonesia sudah berkembang sejak dahulu dan mengalami banyak sekali perkembangan. Banyak sekolah yang mulai berdiri dan menyatakan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah.
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah. Bimbingan Konseling yang dilaksanakan atau dipraktekan sebagai upaya untuk membantu individu-individu yang memerlukan bantuan diperlukan adanya berbagai persiapan-persiapan
BAB II SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 29 MEDAN
BAB II SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 29 MEDAN A. Sejarah Ringkas Sekolah Menengah Pertama Negeri 29 Medan diresmikan pada tahun 1984 dan mulai beroperasi pada tahun 1985. Perkembangan Sekolah Menengah
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH 2.1 Sejarah Sekolah Dasar ABC Sekolah Dasar ABC merupakan salah satu jenis sekolah dasar islam terpadu yang berdiri pada Bulan Juli tahun 2007 di Medan. Pada awalnya, sekolah
BAB 3 ANALISA SISTEM BERJALAN. 3.1 Kerangka Berpikir. Gambar 3.1 Kerangka Berpikir
BAB 3 ANALISA SISTEM BERJALAN 3.1 Kerangka Berpikir Gambar 3.1 Kerangka Berpikir 48 49 3.2 Gambaran Perusahaan 3.2.1 Sejarah Singkat Perusahaan SMP Negri 5 sebelumnya adalah sebuah Asrama Belanda, kemudian
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH. saat itu SMA Negeri 14 Surabaya belum mempunyai gedung sendiri dan
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH 2.1 Sejarah Umum SMA Negeri 14 Surabaya SMA Negeri 14 Surabaya berdiri pada tanggal 8 Oktober 1981. Pada saat itu SMA Negeri 14 Surabaya belum mempunyai gedung sendiri dan
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
46 BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 4.1. Sejarah Sekolah 4.1.1 MTs.S Darul Hasanah. Sekolah MTs.S Darul Hasanah adalah nama sekolah yang bergerak dibidang pendidikan, guna melahirkan siswa yang berwawasan
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI. kelas dan ruang serbaguna yang memiliki luas 324 m 2.
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI 2.1 Sejarah SMA 17 Agustus 1945 SMA 17 Agustus 1945 didirikan pada tahun 1984 oleh Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 dengan Ketua Yayasan I.B. Alit, S.H. yang beralamat
BAB II DESKRIPSI ORGANISASI
BAB II DESKRIPSI ORGANISASI 2.1 Sejarah Sekolah Sejak 30 Juli 1966 SMP Negeri 61 berdiri sebagai sekolah pemerintah. Pada awalnya SMP Negeri 61 beralamat di Jalan Palmerah Utara. Bangunan yang digunakan
1. Menyiapkan format pembelajaran yang dibutuhkan Guru Mata Pelajaran
1. WAKASEK URUSAN KURIKULUM A. PROGRAM UMUM 1. Menyiapkan format pembelajaran yang dibutuhkan Guru Mata Pelajaran 2. Membantu kepala sekolah mengurus kegiatan kurikulum intrakurikuler dan ekstrakurikuler
PROGRAM KERJA KEPALA SEKOLAH
PROGRAM KERJA KEPALA SEKOLAH SMA NEGERI 1 NGRAYUN T.P. 2013/2014 Kepala Sekolah berfungsi dan bertugas sebagai Edukator, Manajer, Administrator, Supervisor, Lider, Inovator, Motivator (EMASLIM). 1. Kepala
BAB 3 GAMBARAN UMUM RESPONDEN
BAB 3 GAMBARAN UMUM RESPONDEN 3.1 Profil Responden 3.1.1 Sejarah Singkat SMP Negeri 127 Jakarta terletak di Jl. Raya Kebon Jeruk No. 126 A, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat, Propinsi DKI Jakarta.
W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A
W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 71 TAHUN 2008 TENTANG FUNGSI, RINCIAN TUGAS DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA, Menimbang : a. bahwa
1) Identitas Sekolah
BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI Kegiatan PPL dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat sehingga kegiatan PPL ini harus senantiasa
Tugas Administrasi Pendidikan. Tugas Pokok Administrasi Pendidikan di SMK NEGERI 1 TENGARAN :
Tugas Administrasi Pendidikan Nama Kelompok : 1. Dhana Eriyana/702010033 2. Munari/702010049 3. Rian Kustito/702010141 4. Elisa Kristiani/702010157 Tugas Pokok Administrasi Pendidikan di SMK NEGERI 1 TENGARAN
BAB II GAMBARAN UMUM INSTITUSI. 2.1 Profil & Sejarah Singkat SMA Kristen Kalam Kudus Surabaya. Tuhan turut campur tangan memberkati program ini.
BAB II GAMBARAN UMUM INSTITUSI 2.1 Profil & Sejarah Singkat SMA Kristen Kalam Kudus Surabaya Kristus adalah Kepala Jemaat, Tuhan adalah Gembala Yang Agung. Untuk menanggapi Amanat Agung Gerejawi, jemaat
TUGAS SETIAP MASING-MASING BAGIAN SEKOLAH SMA N 1 Ambarawa
TUGAS SETIAP MASING-MASING BAGIAN SEKOLAH SMA N 1 Ambarawa Sejarah SMA N 1 Ambarawa SMA Negeri 1 Ambarawa berdiri tahun 1982, berdasarkan peresmian oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah,
BAB 3 ANALISIS PERUSAHAAN
BAB 3 ANALISIS PERUSAHAAN 3.1 Data Perusahaan Westin School adalah sekolah yang mengajarkan siswa dari Kelompok Bermain sampai Sekolah Menengah Atas pelajaran dengan kurikulum pemerintah dan Singapura.Sekolah
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. SHAFTA adalah kepanjangan dari Shidiq, Amanah, Fathonah dan Tabligh
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1. Profil SMA SHAFTA Surabaya SHAFTA adalah kepanjangan dari Shidiq, Amanah, Fathonah dan Tabligh yang diambil dari empat sifat Rosul yang artinya: SHIDIQ : Membentuk
BAB IV PROGRAM KERJA SEKOLAH
BAB IV PROGRAM KERJA SEKOLAH Barat ini Rencana Kerja Sekolah SMP Negeri 1 Kota Singkawang Propinsi Kalimantan disusun dengan mempertimbangan keadaan sekolah, harapan pemangku kepentingan, dan tantangan
5. URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDIDIKAN KOTA MADIUN
5. URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDIDIKAN KOTA MADIUN No. Jabatan 1. Kepala Dinas memimpin, mengoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan otonomi daerah di bidang pendidikan sesuai dengan ketentuan peraturan
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH
BAB II GAMBARAN UMUM SEKOLAH 2.1 Sejarah SMA Negeri 4 Bojonegoro SMA Negeri 4 Bojonegoro didirikan pada tahun 1989 oleh Pemerintah dengan Surat Keputusan/SK nomor: 0342/U/1909 Tgl: 5/6/1989. SMA Negeri
BAB II GAMBARAN UMUM SMAK ST. AUGUSTINUS NGANJUK
BAB II GAMBARAN UMUM SMAK ST. AUGUSTINUS NGANJUK 2.1 Sejarah SMAK St. Augustinus Nganjuk Nganjuk, 2 Januari 1975 berdiri secara resmi SMA Katolik dengan nama St. Augustinus sebagai filial SMA Katolik St.
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN. kemudian di tahun 2008 dialih fungsikan menjadi Sekolah. Pada tahun 2008
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3. 1 Sejarah Perusahaan Sebelumnya SMKN 7 Tangerang adalah sebuah tanah kosong, kemudian di tahun 2008 dialih fungsikan menjadi Sekolah. Pada tahun 2008 resmi dijadikan
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015 SMP NEGERI 1 PRAMBANAN KLATEN
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Analisis situasi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa PPL untuk memperoleh data mengenai kondisi baik fisik maupun non fisik yang ada di SMP Negeri 1 Prambanan
BAB III TINJAUAN ORGANISASI. sejarah SKPPN III sesuai SK Menteri P dan K RI Nomor 0189/O/1979,sekolah
BAB III TINJAUAN ORGANISASI 3.1 Sejarah SMP N 24 Bandung Sejarah Seklah Menengah Pertama Negeri 24 Bandung tidak terlepas dari sejarah SKPPN III sesuai SK Menteri P dan K RI Nmr 0189/O/1979,seklah SMP
3. Staf Kurikulum Menyusun program pengajaran. Menyusun pembagian dan uraian tugas guru. Menyusun jadwal pelajaran.
LAMPIRAN Tugas dan Wewenang Pengurus MA Al-Khairiyah 1. Wakil Kepala Sekolah Membantu Kepala Madrasah dalam menentukan kebijakan sesuai dengan tugas masing-masing. Mengikuti secara aktif rapat evaluasi.
BAB II PROFIL INSTANSI / LEMBAGA. Keterangan No. 0260/O/1994 di Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di
BAB II PROFIL INSTANSI / LEMBAGA A. Sejarah Ringkas SMP Negeri 8 Binjai SMP Negeri 8 Binjai didirikan pada tahun 1993 berdasarkan Surat Keterangan No. 0260/O/1994 di Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara,
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN. perkumpulanstradamerupakanlembagapendidikankatolik. memulaikaryanyasejaktanggal 24 Mei 1924.
BAB 3 ANALISIS SISTEM BERJALAN 3.1 Sejarah Sekolah SMP Strada Santo FransiskusXaverius2beradadibawahnaunganYayasanPerkumpulanStrada.Dimana perkumpulanstradamerupakanlembagapendidikankatolik yang memulaikaryanyasejaktanggal
BAB I PENDAHULUAN. Peraturan akademik ini disusun untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Pare.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 dan peraturan pemerintah RI No. 19 tahun 2005 mengamanatkan; Setiap satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah wajib
BAB 2 RUANG LINGKUP PERUSAHAAN. 1511/II-008/JB-21/1978 yang disahkan pada 19 april Terdaftar di
BAB 2 RUANG LINGKUP PERUSAHAAN 2.1 Tentang SMK Muhammadiyah 1 Majalaya SMK Muhammadiyah 1 Majalaya yang beralamatkan di Kompleks Mesjid Agung Majalaya berdiri pada 1 Januari 1971 dengan piagam pendirian
BAB II HASIL SURVEY. dan Kebudayaan No. 0296/0/1978, SMP Negeri 39 Surabaya dibangun di atas tanah
BAB II HASIL SURVEY 2.1 Gambaran Umum SMP Negeri 39 Surabaya Berdasarkan program pengembangan dan atas prakarsa Menteri pendidikan dan Kebudayaan No. 0296/0/1978, SMP Negeri 39 Surabaya dibangun di atas
TUGAS DAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH DAN WAKIL KEPALA SEKOLAH
TUGAS DAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH DAN WAKIL KEPALA SEKOLAH FUNGSI DAN TUGAS PENGELOLA SEKOLAH. I. KEPALA SEKOLAH. Kepala sekolah berfungsi sebagai edukator, manager, administrator dan supervisor Pemimpin
BAB II DISKRIPSI PERUSAHAAN
BAB II DISKRIPSI PERUSAHAAN 2.1. Sejarah SMP Bakti Mulya 400 SMP Bakti Mulya 400 berdiri 10 Juli 1985 atau tepat berusia 28 tahun pada bulan Juli Tahun 2014. Dilihat dari usianya yang lebih seperempat
BAB 2 RUANG LINGKUP PERUSAHAAN. Agung Majalaya berdiri pada 1 Januari 1971 dengan piagam pendirian No.
BAB 2 RUANG LINGKUP PERUSAHAAN 2.1 Tentang SMK Muhammadiyah 1 Majalaya SMK Muhammadiyah I Majalaya yang beralamatkan di Kompleks Mesjid Agung Majalaya berdiri pada 1 Januari 1971 dengan piagam pendirian
BAB I MAJELIS PERWAKILAN KELAS (MPK)
BAB I MAJELIS PERWAKILAN KELAS (MPK) A. Tentang MPK 1. MPK berasal dari perwakilan resmi dari masing masing kelas yang dipilih berdasarkan musyawarah kelas dan disetujui oleh wali kelas 2. Anggota MPK
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1 Latar Belakang Organisasi 3.1.1 Sejarah Singkat Organisasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Darma Satria Persada berdiri pada tahun 1981 oleh ketua yayasan bernama
Laporan PPL UNY 2014 Page 1
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Analisis situasi diperlukan untuk memperoleh data mengenai kondisi baik fisik maupun non fisik yang ada di SMP N 1 Prambanan Klaten sebelum melaksanakan kegiatan KKN-PPL.
BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI Kegiatan PPL dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu
BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI Kegiatan PPL dilaksanakan dalam rangka mengimplementasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat sehingga kegiatan PPL ini harus senantiasa
FUNGSI DAN TUGAS SEKOLAH DAN PENGELOLA SEKOLAH
FUNGSI DAN TUGAS SEKOLAH DAN PENGELOLA SEKOLAH A. FUNGSI DAN TUGAS SEKOLAH Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendidikan jalur sekolah, secara garis
Ditulis oleh Administrator Rabu, 08 Desember :38 - Terakhir Diperbaharui Selasa, 29 Januari :19
Program Kesiswaan SMP Negeri 5 Amlapura 1. 1. Latar belakang Mengingat sekolah merupakan lingkungan pendidikan yang bertujuan untuk memberi mengembangkan potensi, meningkatkan pengetahuan, ketrampilan,
BAB II HASIL SUREY. sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM).
BAB II HASIL SUREY 2.1 Gambaran Umum SMA IPIEM Surabaya SMA IPIEMS Surabaya merupakan satu sekolah unggulan di kota surabaya merupakan sekolah yang terakreditasi A sejak tahun ajaran 2005/2009 dan tahun
2. Keadaan Fisik Sekolah
BAB I PENDAHULUAN Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), merupakan suatu bentuk usaha peningkatan efisiensi dan kualitas penyelenggaraan proses pembelajaran yang merupakan bentuk pembelajaran mahasiswa UNY
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi
BAB I PENDAHULUAN Dalam rangka upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan pembelajaran maka Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan mata kuliah lapangan yakni Praktik Pengalaman Lapangan ( PPL ). Sasaran
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Klakah ( SMAN 1 Klakah ), merupakan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah SMA Negeri 1 Klakah Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Klakah ( SMAN 1 Klakah ), merupakan sekolah menengah tingkat atas, yang berdiri pada tahun 1986, SMAN 1 Klakah
BAB II HASIL SURVEY. 2.1 Gambaran Umum SMK Prapanca 2 Surabaya oleh Drs. H.Suwandi di bawah kepengurusan Yayasan Pendidikan
7 BAB II HASIL SURVEY 2.1 Gambaran Umum SMK Prapanca 2 Surabaya Sekolah Menengah Kejuruan Prapanca 2 Surabaya adalah salah satu lembaga satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan
A. Analisis Situasi BAB I PENDAHULUAN. 1. Analisis kondisi fisik sekolah
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi 1. Analisis kondisi fisik sekolah SMP Negeri 2 Gamping di bagian barat kota Yogyakarta, tepatnya di Trihanggo, Gamping, Sleman. Sekolah ini merupakan salah satu tempat
BAB II SMA NEGERI 2 MEDAN
BAB II SMA NEGERI 2 MEDAN A. Sejarah Ringkas SMA Negeri 2 Medan SMA Negeri 2 Medan telah melalui banyak hal hingga menjadi salah satu sekolah yang membanggakan saat ini. Awalnya pada tahun 1950 berdirilah
JOB DESCRIPTION KEPALA SEKOLAH
JOB DESCRIPTION KEPALA SEKOLAH Kepala Sekolah berfungsi sebagai Edukator, Manager, Administrator, Supervisor, Leader, Inovator dan Motivator (EMASLIM). a. Kepala Sekolah selaku edukator bertugas melaksanakan
BAB I PENDAHULUAN. A. Analisis Situasi Secara umum situasi di SMK N 3 Wonosari dapat dideskripsikan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), merupakan suatu bentuk usaha peningkatan efisiensi serta kualitas penyelenggaraan proses pembelajaran yang merupakan bentuk pembelajaran mahasiswa UNY
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Gambaran Umum Sekolah Pada sub bab ini akan membahas mengenai sejarah sekolah, visi, misi, tujuan, struktur organisasi, dan tugas-tugas wewenang. 3.1.1 Sejarah
BAB II DESKRIPSI SMAN 10 TANGERANG Sejarah Berdirinya SMAN 10 Tangerang Seiring dengan otonomi daerah yang digulirkan pemerintah pusat maka
20 BAB II DESKRIPSI SMAN 10 TANGERANG 2.1. Sejarah Berdirinya SMAN 10 Tangerang Seiring dengan otonomi daerah yang digulirkan pemerintah pusat maka kota Tangerang berbenah terutama dalam bidang pendidikan
KEGIATAN ADMINISTRATOR
KEGIATAN ADMINISTRATOR 1. Planning 2. Organisasi 3. Bimbingan/pengarahan 4. Pengawasan atau kontrol 5. Communication 6. Coordination Planning Menyusun langkah pekerjaan untuk membantu anak didik mencapai
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. 4.1 Sejarah Singkat Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Kuok
BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 4.1 Sejarah Singkat Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Kuok Adanya MTs.N kuok ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Karena sangat lama tahun yang dilalui dan juga
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Gunungkidul, dengan identitas sekolah sebagai berikut: 1. Nama Sekolah : SD Negeri Jetis
31 BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Identitas Sekolah Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Jetis Pacarejo Semanu Gunungkidul, dengan identitas sekolah sebagai berikut: 1. Nama Sekolah
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN Sejarah SMA Mahanaim Bekasi
BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN 3.1. Riwayat Sekolah 3.1.1. Sejarah SMA Mahanaim Bekasi Ketika negeri ini terpuruk dalam krisis ekonomi yang berkepanjangan, pengaruhnya sangat dirasakan oleh sebagian
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kabupaten Rokan Hulu memiliki luas wilayah km² yang terdiri
BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 Kondisi Geografis dan Demografis Kabupaten Rokan Hulu memiliki luas wilayah 7.449.85 km² yang terdiri dari 85% daratan dan 15% daerah perairan dan rawa. Secara
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. SMA Ar-Risalah beralamat Jl. Aula Muktamar no.2 kota kediri,
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Gambaran Umum SMA Ar-Risalah SMA Ar-Risalah beralamat Jl. Aula Muktamar no.2 kota kediri, merupakan salah satu instansi yang membutuhkan sistem informasi sehingga kebutuhan
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan o Dari hasil penelitian pendahuluan, terdapat 37 buah pernyataan yang telah disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan siswa 1. Terbinanya hubungan yang harmonis
BAB II GAMBARAN UMUM SMP NEGERI 5 SIDOARJO
1 BAB II GAMBARAN UMUM SMP NEGERI 5 SIDOARJO 2.1 Sejarah SMP Negeri 5 Sidoarjo Pada tahun 1955 di jantung kota Sidoarjo, berlokasi di sebelah barat pendopo Bupati Sidoarjo Jalan Sultan Agung (sekarang
BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI BERJALAN
BAB 3 ANALISIS SISTEM INFORMASI BERJALAN 3.1 Tentang Sekolah 3.1.1 Sejarah Sekolah Sekolah Menengah Kejuruan Malaka berdiri sejak Tahun 1985 yang berada di bawah naungan Yayasan Budi Utomo. Sekolah ini
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Lokasi Penelitian Pada tahun 1927 bangunan SMP Negeri 1 Banjarmasin dibangun dengan NSS : 201156002001, yang memiliki luas tanah 5,305 m 2 yang terletak di Jalan
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. SMA
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah SMA Muhammadiyah 1 Taman Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1 Taman adalah Sekolah Menengah Atas Swasta yang bertempat di Jalan Raya Ketegan No 35 Sepanjang
URAIAN TUGAS DAN JABATAN STRUKTURAL SMK MEKANIKA BUNTET PESANTREN CIREBON TAHUN PELAJARAN
Jabatan : Kepala Sekolah 1. Mengatur dan mengkondisikan seluruh kegiatan sekolah. 2. Menetapkan kebijakan-kebijakan sekolah. 3. Mengevaluasi semua program kerja staf dan pejabat struktural 4. Memberi pembinaan,
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Uraian Tentang Perusahaan 2.1.1 Sejarah SMA Negeri 1 Pandaan SMA Negeri 1 Pandaan berdiri pada tahun 1974 dengan nama SMPP (Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan).
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Gambaran Umum SMA Negeri 1 Salatiga Pada 1 Juli yayasan SMA B didirikan oleh beberapa tokoh, terutama mereka yang berada di DPRD Salatiga
KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH
KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH Kompetensi Kepribadian 1. Memiliki integritas kepribadian yang kuat sebagai pemimpin : Selalu konsisten dalam berfikir, bersikap, berucap, dan berbuat dalam setiap melaksanakan
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Gambaran Umum Instansi Yayasan Pendidikan Bonavita Tangerang merupakan salah satu instansi yang bergerak di bidang pendidikan. Gambar 3.1 Logo Yayasan Pendidikan
BAB III IDENTIFIKASI MASALAH
BAB III IDENTIFIKASI MASALAH 3.1. Sejarah Singkat Lembaga Pendidikan SDN Pondok Labu 016 Pagi adalah sekolah dasar yang sedang dalam pengembangan dan kemajuan, baik dalam sistem pembelajaran maupun penerapan
A. ANALISIS SITUASI 1. Kondisi Fisik Sekolah No. Nama Ruang Jumlah
BAB I PENDAHULUAN Pendidikan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan adalah proses dimana setiap manusia melalui proses dan jenjang untuk pembentukan diri dan penentu
DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3
DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 5 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA PENYUSUNAN
BUPATI KUDUS KEPUTUSAN BUPATI KUDUS NOMOR 15 TAHUN 2003 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KABUPATEN KUDUS BUPATI KUDUS,
BUPATI KUDUS KEPUTUSAN BUPATI KUDUS NOMOR 15 TAHUN 2003 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KABUPATEN KUDUS BUPATI KUDUS, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana
BAB I PENDAHULUAN A. Analisis Situasi Kondisi Fisik
BAB I PENDAHULUAN Mahasiswa adalah calon guru, maka sudah selayaknya mahasiswa memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang memadai dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Berangkat
BAB II HASIL SURVEY. dengan visi Prima dalam layanan, unggul dalam berprestasi dalam membangun
BAB II HASIL SURVEY 2.1 Gambaran Umum SMA IPIEMS SMA IPIEMS Surabaya merupakan salah satu sekolah swasta unggulan di kota Surabaya merupakan sekolah yang terintegrasi A sejak tahun ajaran 2005 dengan visi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sesuai Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
BUPATI KUDUS TENTANG BUPATI KUDUS,
BUPATI KUDUS KEPUTUSAN BUPATI KUDUS NOMOR 14 TAHUN 2003 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKOLAH MENENGAH UMUM KABUPATEN KUDUS BUPATI KUDUS, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana
PEDOMAN WAWANCARA A. PEDOMAN WAWANCARA DENGAN PENGAWAS MADARASAH
PEDOMAN WAWANCARA A. PEDOMAN WAWANCARA DENGAN PENGAWAS MADARASAH 1. Bagaimana pandangan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan terhadap pelaksanaan tugas pengawas sekolah? 2. Apakah anda sering
BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN
BAB 3 ANALIS IS S IS TEM YANG BERJALAN 3.1 Latar Belakang Organisasi 3.1.1 Sejarah Organisasi Sekolah Dasar (SD) Tarsisius II berlokasi di kompleks persekolahan Unit Tarsisius II di Jl. Batusari Raya No.
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 4 MAGELANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 4 MAGELANG Disusun oleh Nama : Rully Khusna Hikmawati NIM : 4101409048 Program Studi : Pendidikan Matematika, S1 FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
BAB I PENDAHULUAN. mencapai suatu tujuan cita-cita luhur mencerdaskan kehidupan bangsa.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sebuah upaya yang dilakukan negara untuk mencapai suatu tujuan cita-cita luhur mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan pendidikan adalah untuk
Landasan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
Lampiran 1 Landasan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Lampiran 2 Landasan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di
BAB III PROFIL WILAYAH PENELITIAN. Pemerintah Indonesia telah menetapkan keputusan wajib belajar 9
BAB III PROFIL WILAYAH PENELITIAN A. Sejarah Sekolah Pemerintah Indonesia telah menetapkan keputusan wajib belajar 9 tahun untuk masyarakat Indonesia dan semua guru harus memiliki sertifikasi professional.
DAFTAR ISI. Halaman Judul Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan
DAFTAR ISI Halaman Judul Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1 A. LATAR BELAKANG 1 B. LANDASAN HUKUM 4 C. MAKSUD DAN TUJUAN 6 D. SISTEMATIKA PENULISAN 6 BAB II GAMBARAN
BAB I PENDAHULUAN ANALISIS SITUASI
BAB I PENDAHULUAN Universitas Negeri Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang dikhususkan bagi mereka pemuda indonesia yang ingin mengabdikan dirinya sebagai guru dan bagi mereka
BAB III DESKRIPSI INSTANSI. A. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Boyolali
BAB III DESKRIPSI INSTANSI A. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Boyolali Kabupaten Boyolali mempunyai berbagai aturan yang dibuat oleh Bupati untuk menata kabupaten ataupun untuk mencapai
BAB II ADMINISTRASI DAN PENGELOLAAN
BAB I PENDAHULUAN Rumah Sakit Islam `Aisyiyah Nganjuk adalah unit pelayanan kesehatan dan rujukan yang memberi pelayanan kesehatan paripurna. Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan
BAHAN AJAR (MINGGU KE 1) MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP)
BAHAN AJAR (MINGGU KE 1) MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP) VISI PENDIDIKAN NASIONAL Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa
BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA
No. 957, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENDIKBUD. Tingkat Satuan Pendidikan. Dasar. Menengah. Kurikulum. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN
BAB I PENDAHULUAN A. ANALISIS SITUASI. 1. Kondisi Fisik Sekolah
BAB I PENDAHULUAN Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan program yang terintegrasi untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa program pendidikan sebagai calon guru atau tenaga kependidikan.
1. Menyusun program kegiatan mata pelajaran Matematika dilengkapi dengan alat peraga dan bahan.
Koordinator- Koordinator A. Koordinator Matematika Koordinaor Matematika mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dan Wakasek Urusan Kurikulum dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1. Menyusun program
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. Gedung SMP Negeri 1 Gemawang terletak di Jl. Muncar Kecamatan
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1. Orientasi Penelitian 4.1.1. Sejarah singkat SMP Negeri 1 Gemawang Gedung SMP Negeri 1 Gemawang terletak di Jl. Muncar Kecamatan Gemawang, Kabupaten
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI
BAB II GAMBARAN UMUM INSTANSI 2.1 SEJARAH SMA MUHAMMADIYAH 1 TAMAN SIDOARJO Berawal dari Banyaknya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) khususnya putra-putri warga Muhammadiyah Sepanjang yang ingin melanjutkan
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI MTs NEGERI 1 SEMARANG. Disusun oleh: : Anik setyo Utami Nim : Program studi : Pendidikan IPA
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI MTs NEGERI 1 SEMARANG Disusun oleh: Nama : Anik setyo Utami Nim : 4001409004 Program studi : Pendidikan IPA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN NONFORMAL
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH SATUAN PENDIDIKAN NONFORMAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN
PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA TAHUN PELAJARAN 2010 /2011. Digunakan untuk kalangan sendiri SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA
PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA TAHUN PELAJARAN 2010 /2011 Digunakan untuk kalangan sendiri SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA Jl. Palabuhanratu Km.29 Desa/Kec.Warungkiara Telp/Fax (0266)320248 Website:
