Keywords:Group Investigation(GI), Picture Image and Result Of Studying. PENDAHULUAN

dokumen-dokumen yang mirip
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat 2

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMP KARTIKA 1-7 PADANG

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF TIPE PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI KELAS XI SMAN 3 LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN

Keywords: Two Stay Two Stray, Learning Outcomes

Witri Agusta, Siska Nerita, Lince Meriko

PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat 2

PENERAPAN STRATEGI BELAJAR AKTIF TIPE EVERYONE IS A TEACHER HERE

Resti Suryati, Nurhadi dan Ria Kasmeri. Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN LDS TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWAKELAS VIII

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat 2 Dosen Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat

Key words : Think Pair Share, Picture Media, Result of Studying

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMAN 9 SIJUNJUNG ABSTRACT

Wika Silvia, Annika Maizeli, Novi

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DISERTAI MEDIA POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 PARIAMAN ABSTRACT

PENGARUH PENERAPAN MODEL GROUP INVESTIGATION

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DISERTAI POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI KELAS X SMA N 5 SOLOK SELATAN.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE GROUP INVESTIGATION(GI) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI SMA N 3 PARIAMAN ABSTRACT

PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI KELAS X SMA N 2 BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII SMPN 4 KOTO XI TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN

PENERAPAN MODEL CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMPN 29 PADANG

ARTIKEL PENELITIAN OLEH: HELMI SUSANTI

Keywords: Learning Outcomes, Affective, Cognitive and Physicomotor Competency

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMAN 2 SIJUNJUNG ABSTRACT

PENGARUH PENERAPAN METODE LATIHAN WORD SQUARE TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI KELAS X SEMESTER 1 SMA NEGERI 3 PADANG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 JURNAL

Keywords: Affective, Cognitive, Psychomotor and Think Pair Share

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE THE POWER OF TWO

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE (TPS) DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMAN 2 KOTO XI TARUSAN

Nurmasari Tambunan, Mulyati, Febri Yanti. Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat

Srik Lestari, Siska Nerita, Lince Meriko Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatra Barat

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA BIOLOGI SISWA KELAS VII SMPN 22 PADANG

ARTIKEL ILMIAH. Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan (STRATA 1) SUSI SUSANTI NIM

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat. 2

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STRUCTURED NUMBERED HEADS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 2 BATANG GASAN JURNAL

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat 2

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSITED INDIVIDUALY

ABSTRACT

ABSTRACT

Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRAK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DISERTAI MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI KELAS X SMA NEGERI 4 PARIAMAN

Tila Endra Yeni, Nurhadi, dan Nursyahra Program Studi Pendidikan Biologi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat

PENGARUH MODUL DISERTAI SPIDER CONCEPT MAP

Oleh: Helma Rianti, RRP. Megahati, Evrialiani Rosba Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat

Keywords: Think Pair Share, Image Media and Learning Outcomes.

ABSTRACT. Keywords: Discovery learning, Image Media, and Learning Outcomes

Keywords: Innovative Learning Model, Examples Non Examples, and Learning Outcomes

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DISERTAI LKS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 26 PADANG

ABSTRACT. Keyword : Active Learning, The Result of Cognitive, Affective and Psychomotor Learning Domains.

Penerapan Strategi Genius Learning Dalam Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X SMA Negeri 11 Padang ABSTRACT

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

PERBANDINGAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE EVERYONE IS A TEACHER HERE

PENERAPAN STRATEGI BELAJAR AKTIF TIPE EVERYONE IS A TEACHER HERE (ETH) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 6 PADANG

PENGARUH PENERAPAN STRATEGI GENIUS LEARNING DENGAN OPERAN KERTAS IDE TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA BAITURRAHMAH PADANG

Key words: Influence, model of study, cooperative, type of Two Stay Two Stray, handout

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMA N I KOTO XI TARUSAN ARTIKEL

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMAN 1 KECAMATAN SULIKI KABUPATEN 50 KOTA

0leh. Nelpida Sari, Nusrsyahra, Ade Dewi Maharani. Program Studi Pendidikan Biologi, STKIP PGRI Sumatera Barat:

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DISERTAI MEDIA POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA DI SMA N 2 PARIAMAN

HALAMAN PENGESAHAN ARTIKEL

E-JURNAL OLEH: WANDA PRATAMA NIM

PENERAPAN METODE INKUIRI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP KARTIKA 1-7 PADANG ARTIKEL OLEH: ZUMRATUN HASANAH

The Effect Model Problem Based Learning on Learning Outcomes Biology Class X SMAN 1 Palembayan. ABSTRACT

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPEEVERYONE IS A TEACHER HERE (ETH)TERHADAP HASIL BELAJAR IPASISWA KELAS VII SMPN 30 PADANG ARTIKEL OLEH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGESTION

PENERAPAN STRATEGI ACTIVE LEARNING

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DISERTAI MEDIA ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII DI SMPN 13 PADANG

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE (TPS) DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII DI SMPN 1 GUNUNG TALANG

HALAMAN PENGESAHAN ARTIKEL

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE FIND SOMEONE WHO TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

PENERAPAN STRATEGI ACTIVE LEARNING TIPE THE FIRING LINE DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS VIII SMPN 1 RANAH BATAHAN KABUPATEN PASAMAN BARAT E JURNAL

Oktaviza Sri Anggraini, Ardi, Diana Susanti. Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat ABSTRAK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE QUESTION STUDENTS HAVE DILENGKAPI DENGAN CHART TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VIII SMPN 17 PADANG

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMAN 1 PANTAI CERMIN KABUPATEN SOLOK

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta ABSTRAK

TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA DI SMAN 15 PADANG

Keywords:The Result of Biology Learning, Attitude and Psychomotor Learning

HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA YANG DIBERI TUGAS RUMAH MEMBUAT PETA KONSEP DENGAN MEMBUAT MIND MAP

PENERAPAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING (BBL) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMAN 3 PADANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE THE POWER OF TWO TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS XI MIA SMAN 4 PADANG ABSTRACT

Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Bung Hatta

Lissa Purnama Sari, Mades Fifendy, Evrialiani Rosba. Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat

PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5-E

ABSTRAK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMP N 2 HILIRAN GUMANTI E-JURNAL

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Guided Note Taking Dalam Pembelajaran Biologi Kelas VIII SMPN 2 Panti Kabupaten Pasaman

ARTIKEL ILMIAH. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (STRATA I) SEPTIA RULIYANI NIM.

PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION

THE IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL WITH GROUP INVESTIGATION (GI) TYPE IN TEACHING BIOLOGY TO STUDENT AT THE CLASS X MAN KOTO SOLOK

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 14 PADANG.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP N 5 PADANG

PENGARUH PEMBERIAN TUGAS RUMAH DAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI KELAS VII SMP NEGERI 22 PADANG E-JURNAL DELVITA KARLINDA NIM.

Hendra Patriot 1, Wince Hendri 2, Azrita 2. Mahasiswa Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Bung Hatta

Transkripsi:

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI SMAN 1 MUARA BUNGO Yeli Afriani 1, Ade Dewi Maharani 2, Ria Kasmeri 2 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat 2 Dosen Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat yeliafriani369@gmail.com ABSTRACT This research is motivated by the low learning result of biology XI IPA students in SMAN 1 Muara Bungo. This study aims to determine the effect of cooperative learning model Group Investigation (GI) along with Picture Image on the results of biology students learning grade XI IPA SMAN 1 Muara Bungo. The type of this research is experimental research with student population of class XI IPA at SMAN 1 Muara Bungo in academic year 2016/2017.The experimental class XI IPA 1 and control class XI IPA 2 were taken using purposive sampling technique. The design of this research is Randomized Control Group Postest Only Design. The research instrument used in the field of attitude in the form of selfassessment sheet and assessment among friends attitude students during the learning process. Assessment of skills seen from the results of student reports. The technique of data analysis of final sample class test result in the form of objective problem using t-test with level of 0,05. The result of the data analysis shows that there are differences of learning outcomes between the two sample classes. The average of experiment class is higher than Control class. The result of t-test is obtained on self-assessment tcount = 2.88, valuation between tart = 3.32, the result of t-test is obtained in the domain of tcount = 1.99, the result of t-test is obtained in the skill domain tcount = 2.39 so the hypothesis is accepted. It can be concluded that there is Influence of Cooperative Learning Model of Group Investigation (GI) with Picture Image to the students' biology learning outcomes in the sphere of attitude, knowledge and skill field students of class XI IPA at SMAN 1 Muara Bungo. Keywords:Group Investigation(GI), Picture Image and Result Of Studying. PENDAHULUAN Berdasarkan hasil pengamatan penulis selama melakukan Praktek Lapangan (PL) di SMA N 1 Muara Bungo pada tanggal 3 Agustus 2015 sampai 13 Desember 2015 dan hasil Observasi penulis dengan Ibu Fitnawati. JR, S.Pd sebagai guru mata pelajaran biologi pada Bulan Januari 2017, maka diperoleh informasi bahwa 1

siswa kurangnya motivasi dan partisipasi saat proses pembelajaran, siswa hanya memperhatikan dan mendengarkan, ini membuat siswa kurang aktif dan partisipasi dalam belajar belum optimal. Diskusi kelompok belum terarah, hal ini terlihat dari siswa yang tidak serius dan kurang aktif dalam kelompoknya. Guru lebih aktif saat diskusi karena setiap masalah yang di diskusikan guru yang lebih banyak menyelesaikan dibandingkan siswa. Dampaknya membuat siswa kurang bekerjasama dalam kelompoknya. Pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah mengakibatkan siswa kurang tertarik untuk belajar, siswa jenuh dalam proses pembelajaran dan membuat siswa tidak serius, keadaan seperti ini sangat menganggu proses pembelajaran. Sehingga guru kurang mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Sedangkan Tuntutan kurikulum dimana guru dituntut untuk menggunakan strategi, metode, model dan media yang dapat merangsang peserta didik untuk aktif dalam proses pembelajaran. Sementara kenyataan di lapangan terutama di SMAN 1 Muara Bungo ini guru biologi belum terbiasa menggunakan berbagai strategi, metode dan model pembelajaran. Guru hanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dan para siswa juga belum terbiasa untuk bekerjasama dalam kelompok. Salah satu materi yang dianggap sulit oleh siswa adalah materi Sistem Ekskresi karena materi ini perlu pemahaman konsep, pemahaman gambar organorgan Ekskresi dan sebagainya.hal ini disebabkan karena siswa kurang aktif dalam belajar dan siswa juga kurang mampu dalam mengembangkan pola pikir. Sehingga mengakibatkan hasil belajar siswa masih dibawah KKM, dimana KKM yang ditetapkan di SMAN 1 Muara Bungo adalah 75. Rata-rata hasil ulangan harian siswa kelas XI pada materi Sistem Ekskresi tahun pelajaran 2015/2016 yaitu kelas XI.IPA1, 69,21, kelas XI.IPA2, 66,66, kelas XI.IPA3, 66,97, kelas XI.IPA4, 65,00, kelas XI.IPA5, 64,21, kelas XI.IPA6, 63,71. Jadi dari keseluruhan siswa kelas XI di 2

SMA N 1 Muara Bungo yang tidak mencapai KKM yaitu 53,50%. Berdasarkan permasalahan diatas maka diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam pengalaman sikap kepemimipinan dan membuat keputusan dalam kelompok. Untuk dapat menumbuhkan aktivitas siswa dalam belajar banyak sekali model pembelajaran kooperatif yang dapat digunakan, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI). Model pembelajaran Group Investigation (GI) adalah perencanaan pengaturan kelas yang umum dimana para siswa bekerja dalam kelompok kecil menggunakan pertanyaan kooperatif, diskusi kelompok serta perencanaan proyek kooperatif (Slavin, 2009:24). Penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) ini sangat membutuhkan perangkat untuk mempermudah siswa melakukan investigasi. Karena pada materi sistem ekskresi pada manusia tidak dapat divisualisasikan secara langsung. Menyampaikan materi sistem ekskresi ini membutuhkan media untuk membantu pemahaman siswa yaitu media gambar. Media gambar dibuat berdasarkan sub topik yang sudah ditentukan, dengan menggunakan media gambar pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat melakukan investigasi berdasarkan sub topik yang sudah ditentukan. Media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan merangsang pikiran, perasaan dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Beberapa kelebihan dari media gambar adalah lebih konkrit dan lebih realistis memunculkan pokok masalah dan memperjelas masalah dalam bidang apa saja dan dapat digunakan untuk semua orang tanpa memandang umur (Usman, 2002:11). Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, 3

maka penulis telah melakukan penelitian tentang Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) disertai Media Gambar Terhadap Hasil Belajar Biologi siswa kelas XI SMAN 1 Muara Bungo. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini akan digunakan dua kelas sampel yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran koopertif tipe Group Investigatioan (GI) disertai media gambar, sedangkan pada kelas kontrol menggunakan pendekatan saintifik dan diskusi kelompok. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017 di SMA N 1 Muara Bungo. Kelas yang digunakan sebagai sampel yaitu kelas eksperimen XI.IPA1 dan kelas kontrol XI.IPA2 Untuk mengambil kelas sampel digunakan teknik purposive sampling, karena dengan mempertimbangkan kesamaan nilai rata-rata.teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan uji homogenitas dapat dilakukan uji hipotesis menggunakan uji t. Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui apakah hipotesis penelitian ini diterima atau ditolak. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap dua kelas sampel yaitu kelas eksperimen XI.IPA 1 dan kelas kontrol XI.IPA 2 dimana meliputi tiga ranah yaitu ranah sikap terdapat penilaian diri dan penilaian antar teman dimana dilihat dari indikator tanggung jawab, kerjasama dan menghargai, pada ranah pengetahuan dilihat dari tes akhir siswa dalam bentuk objektif dan pada ranah keterampilan dilihat dari laporan diskusi siswa yang dinilai isi laporan dan kerapian laporan dengan melakukan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis terhadap pengaruh model pembelajaran Group Investigation (GI) disertai media gambar terhadap hasil belajar biologi kelas XI SMA N 1 Muara Bungo, dapat dilihat pada Tabel 1. 4

Tabel 1. Nilai Rata-Rata pada Ranah Sikap dan Pengetahuan, Capaian Optimum pada Ranah Keterampilan dan Presentase Ketuntasan Hasil Belajar pada Kelas Sampel. Parameter Sikap Pengetahuan Keterampilan Penilaian diri Penilaian antar teman Eks Kont Eks Kont Eks Kont Eks Kont Nilai Rata 99,0 89,2 94,9 83,6 82,1 79,1 78,8 72,7 rata Predikat A A A B B B B B Ketuntasan 100% 87% 93% 75% 86% 75% 80% 81% Uji Hipotesis T hitung > T tabel T hitung > T tabel T hitung > T tabel T hitung > T tabel Keterangan H 1 diterima H 1 diterima H 1 diterima H 1 diterima Ket : Eks = Eksperimen kelas eksperimen lebih tinggi dan Kont = Kontrol hipotesis diterima, sehingga Kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat tiga ranah, yaitu ranah sikap, ranah pengetahuan dan ranah keterampilan. Dimana pada penilaian sikap terdapat dua penilaian, yaitu penilaian diri dan penilaian antar teman, sedangkan pada ranah pengetahuan yang di nilai adalah tes akhir dan pada ranah keterampilan yang di nilai adalah produk berupa laporan. Pada penilaian ranah sikap bisa dilihat pada (Lampiran 35), ranah pengetahuan bisa dilihat pada (Lampiran 37) dan ranah keterampilan bisa dilihat pada (Lampiran 44) terdapat rata-rata yang tinggi adalah pada kelas eksperimen, maka didapatkan rata-rata hasil antara ranah sikap, ranah pengetahuan dan ranah keterampilan didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) disertai media gambar pada materi sistem ekskresi terhadap hasil belajar biologi siswa pada ranah sikap, ranah pengetahuan dan ranah keterampilan kelas X1 semester 2 di SMAN 1 Muara Bungo. 1. Ranah Sikap Penilaian pada ranah sikap digunakan lembar penilaian diri sebagai pembanding digunakan lembar penilaian antarteman. Lembar penilaian antarteman ini bertujuan untuk melihat kejujuran siswa dalam menilai dirinya sendiri. Indikator yang dinilai yaitu tanggung jawab, kerjasama dan menghargai. Data penilaian sikap dapat dilihat pada Gambar 1 dan 2. 5

Nilai Rata-Rata Nilai Rata-Rata 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 100 90 87,95 89,6 87,6 83,8 84,95 Tanggung jawab Kerjasama Menghargai Gambar 1. Diagram Penilaian Sikap Kelas Eksperimen. 90 80 70 60 50 40 30 20 10 87 85,3 81,95 84,6 79 82,15 Tanggung jawab Kerjasama Menghargai Gambar 2. Diagram Penilaian Sikap Kelas Kontrol. Diri Antarteman Diri Antarteman Berdasarkan Gambar 1 dan 2 diatas, bahwa hasil penilaian diri dan antar teman pada ranah sikap kelas eksperimen dan kelas kontrol lebih tinggi penilaian diri dari pada penilaian antar teman. Hal ini dapat dilihat pada indikator tanggung jawab. Berdasarkan penilaian ranah sikap, maka didapatkan rata-rata hasil tidak jauh berbeda dan hasil hipotesis (H 1 ) diterima, sehingga didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) disertai media gambar pada materi sistem ekskresi terhadap hasil belajar biologi siswa pada ranah sikap kelas X1 semester 2 di SMAN 1 Muara Bungo. Berdasarkan penilaian ranah sikap yang dilakukan antara penilaian diri dan penilaian antar teman. Hasil nilai rata-rata pada kelas eksperimen siswa yang tuntas 6

pada ranah sikap penilaian diri adalah 100% dan antar teman 93%, sedangkan pada kelas kontrol siswa yang tuntas pada ranah sikap penilaian diri 87% dan penilaian antar teman 75%. Berdasarkan hasil analisis data dan tes akhir diketahui bahwa hipotesis (H 1 )diterima. Menurut Basuki dan Hariyanto (2014:184) menyatakan bahwa sasaran hasil belajar afektif adalah sikap, nilai, preferensi, konsep diri akademik, kontrol diri, pengembangan emosi, lingkungan kelas, minat, opini, motivasi, hubungan sosial dan pengembangan moral. Penyebab tingginya hasil belajar siswa pada ranah sikap kelas eksperimen disebabkan karena pada saat pembelajaran kelas eksperimen siswa sangat aktif, melatih siswa untuk mengeluarkan ide dan gagasan baru melalui penemuan yang ditemukannya, siswa dilatih untuk menemukan hal-hal baru dari hasil kelompok yang dilakukannya, dan siswa menjadi terbiasa dalam model pembelajaran yang diterapkan. Menurut Sadiman (2011: 85) motivasi akan mendorong seseorang untuk berbuat menentukan arah tujuan, menyesuaikan perbuatan baik dan buruk sehingga membuat siswa disiplin dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Hasil penilaian diri yang diisi sendiri oleh siswa dimana terdapat pernyataan berupa sikap-sikap positif yang diharapkan selama proses pembelajaran berlangsung, maka didapatkan hasilnya pada indikator tanggung jawab siswa tinggi dapat dilihat pada saat proses pembelajaran siswa diberi tugas untuk diselesaikan dalam kelompok berdasarkan sub topik yang didapat. Menurut Wena (2009:191) pada proses pembelajaran yang demikian para siswa dapat menjadi sumber belajar bagi siswa lainnya sehingga sumber belajar menjadi lebih bervariasi. Indikator kerjasama siswa tinggi dimana siswa menjawab pada pernyataan positif yang diberikan dimana terlihat dari semua siswa mengikuti langkah-langkah kegiatan pembelajaran, mengerjakan tugastugas berupa hasil diskusi laporan dan menyelesaikan tugas tepat waktu. Sehingga sikap siswa terlihat pada kelas eksperimen adalah 7

kerjasama. Menurut Latisma (2011:192) ciri-ciri hasil belajar sikap akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku. Indikator menghargai siswa sudah dapat terlihat pada masingmasing siswa yang mendengarkan dan menghargai pendapat teman selama proses pembelajaran berlangsung seperti pada saat kelompok lain mengemukakan hasil investigasinya dan menanggapi pendapat dari kelompok yang lainnya. Menurut Sanjaya (2010: 250) interaksi kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berpikir. Hasil penilaian diri kelas kontrol dimana pada indikator tanggung jawab siswa sudah mampu mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru selama proses pembelajaran berlangsung tetapi keaktifan siswa hanya sebagian siswa saja akibatnya interaksi antara guru dan siswa kurang, tetapi pada indikator kerjasama siswa tinggi dimana rata-rata siswa menjawab pada pernyataan positif yang diberikan hal ini terlihat pada saat siswa membuat hasil ringkasan dan siswa membuat ringkasan berdasarkan pemahaman sendiri dari apa yang telah disampaikan guru. Menurut Sudjana (2013: 39) hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor dari dalam diri siswa atau faktor lingkungan. Indikator menghargai siswa dapat dilihat pada saat proses pembelajaran siswa mendengarkan penjelasan guru dan siswa ikut serta berpartisipasi dan memberikan respon yang baik ketika teman mengemukakan pendapatnya di depan kelas. Menurut Kunandar (2013:130) menyatakan bahwa sikap menentukan keberhasilan belajar seseorang. Hasil penilaian diri yang dilakukan pada kedua kelas sampel diisi secara jujur oleh siswa, hal ini didukung dengan hasil penilaian antar teman yang diisi oleh teman dimana hasil yan didapat tidak jauh berbeda dengan hasil yang diisi oleh siswa sendiri, dimana terlihat pada kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran group investigation (GI) disertai 8

media gambar rata-rata pada penilaian diri 99,0 dan penilaian antar teman 94,9 sedangkan pada kelas kontrol dengan menggunakan metode saintifik dan diskusi kelompok rata-rata pada penilaian diri 89,2 dan penilaian antar teman 83,6. Penilaian diri yang dilakukan adalah untuk memberikan dampak positif terhadap perkembangan kepribadian peserta didik. Kelebihan penilaian diri menurut Kunandar (2013:130) yaitu : 1). Dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai diri sendiri, 2). Peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, 3). Dapat mendorong dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian. Berdasarkan penilaian ranah sikap yang dilakukan siswa penilaian diri yang diisi oleh siswa sendiri dengan pembandingnya penilaian antar teman yang diisi oleh teman maka didapatkan rata-rata hasil antara keduanya tidak jauh berbeda, sehingga didapatkan hasilnya terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) disertai media gambar pada materi sistem ekskresi terhadap hasil belajar biologi pada ranah sikap kelas XI SMAN 1 Muara Bungo. 2. Ranah Pengetahuan Berdasarkan hasil nilai ratarata pada kelas eksperimen siswa yang tuntaspada ranah pengetahuan adalah 86%, sedangkan pada kelas kontrol siswa yang tuntas pada ranah pengetahuan adalah 75%. Berdasarkan hasil analisis data dan tes akhir diketahui bahwa hipotesis (H 1 ) diterima. Hal ini disebabkan karena pada saat pembelajaran kelas eksperimen siswa terbiasa dengan model yang diterapkan guru, dan siswa dituntut untuk menginvestigasi materi dengan menggunakan media gambar berdasarkan subtopik yang berbeda setiap kelompok, siswa membahas subtopik yang diperoleh kelompok yang dipilih secara heterogen. Model pembelajaran ini tidak menuntut siswa untuk menghapal materi, tetapi menuntut 9

pada kemampuan kerjasama siswa dalam kelompok untuk memperoleh informasi tentang subtopik yang sudah didapat, setelah itu siswa menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas. Menurut Hamdani (2011 :30) pembelajaran kooperatif diterapkan sebagai strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda. Sedangkan pada kelas kontrol siswa menggunakan metode saintifik dan diskusi kelompok. Dimana pada metode ini siswa dapat melalui beberapa tahapan-tahapan mengamati, merumuskan masalah, mengumpulkan data, menganalisis dan mengkomunikasikan. Metode saintifik ini membutuhkan waktu yang banyak dalam proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Hosnan (2014:34) menyatakan bahwa kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber melalui observasi dan bukan hanya diberi tahu. Penyebab tingginya hasil belajar siswa pada kelas eksperimen adalah siswa memperhatikan gambar dengan teliti, siswa mengamati gambar dengan tenang, kemudian semua anggota kelompok berdiskusi tentang materi yang dipelajari melalui media gambar yang diberikan dan siswa mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang telah diberikan guru. Menurut Slameto (2010:57) minat besar hasilnya pada pengaruh belajar, jika pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya. Sedangkan hasil belajar kelas kontrol dengan menggunakan metode saintifik dan diskusi kelompok rendah dibandingkan dengan kelas eksperimen yang diberi perlakuan. Hal ini disebabkan karena pada kelas kontrol siswa sudah biasa dengan metode saintifik dan diskusi kelompok, tetapi siswa kurang paham tentang materi yang dipelajari karena siswa hanya menggunakan buku sumber, dan gambar yang diamati dibuku sumber sulit dipahami siswa, kemudian dengan keterbatasan buku sumber juga 10

Nilai Rata-Rata sangat mempengaruhi proses pembelajaran siswa. Sehingga siswa kurang berpartisipasi dan memberikan respon yang kurang baik. Menurut Rusman (2011 :131) kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu guru dan siswa. Interaksi yang terjadi diharapkan dapat menumbuhkan minat dan keaktifan siswa dalam belajar. Menurut Djamarah dan Zain (2013:107) tingkat keberhasilan belajar dikatakan baik sekali/optimal apabila sebagian besar (76% s.d 99%) bahan pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa. Dari kedua kelas sampel yaitu kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) disertai media gambar dan kelas kontrol dengan menggunakan metode saintifik dan diskusi kelompok. Hal ini terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) terhadap hasil belajar biologi siswa pada ranah pengetahuan kelas XI SMAN 1 Muara Bungo. 3. Ranah Keterampilan Penilaian ranah keterampilan berupa penilaian produk berupa laporan hasil investigasi, hasil penilaian produk perindikator dapat dilihat pada Gambar 3. 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 77 77,33 71,33 Isi Laporan Gambar 3. Diagram Skor Hasil Belajar Siswa Penilaian Ranah Keterampilan Setiap Indikator. 59 Kerapian Laporan Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Berdasarkan Gambar 3 diatas, bahwa hasil penilaian isi laporan dan kerapian laporan pada ranah keterampilan untuk kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini dapat dilihat 11

dari indikator kerapian laporan. Berdasarkan ranah keterampilan, maka didapatkan rata-rata hasil hipotesis (H 1 ) diterima, sehingga didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) disertai media gambar pada materi sistem ekskresi terhadap hasil belajar biologi siswa pada ranah keterampilan kelas X1 semester 2 di SMAN 1 Muara Bungo. Berdasarkan hasil nilai ratarata pada kelas eksperimen siswa yang tuntas Pada ranah keterampilan adalah 80 % sedangkan pada kelas kontrol siswa yang tuntas 81%. Berdasarkan hasil analisis data dan tes akhir diketahui bahwa hipotesis (H 1 ) diterima. Proses pembelajaran pada penilaian ranah sikap dan ranah pengetahuan sangat berdampak pada penilaian keterampilan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, hal ini terlihat dari perbedaan rata-rata kedua kelas sampel. Data penelitian pada ranah keterampilan kelas eksperimen adalah melalui pembuatan laporan tentang materi yang dipelajari, sedangkan pada kelas kontrol melalui hasil ringkasan. Pada ranah keterampilan indikator yang diamati adalah isi laporan dan kerapian laporan. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan maka didapatkan nilai rata-rata pada ranah keterampilan kelas eksperimen 78,8. Penyebab tingginya penilaian keterampilan pada kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) disertai media gambar sudah menunjukkan kerjasama dimana pada model pembelajaran group investigation siswa dituntut membuat laporan hasil diskusi kelompok berdasarkan subtopik yang didapat. Siswa saling bekerjasama dan saling bertukar pikiran sehingga jawaban yang dibuat siswa pada laporan hasil diskusi bersih, rapi dan hasil laporan investigati lengkap. Menurut Sugono (2009 :23) bahwa teknik penulisan dikatakan baik apabila suatu tulisan itu mudah dipahami sesuai dengan topik yang dibicarakan dan ditata rapi. Penilaian ranah keterampilan pada kelas kontrol memiliki rata-rata 72,7, rendahnya penilaian 12

keterampilan pada kelas kontrol disebabkan ringkasan yang dibuat siswa masih belum lengkap, adanya coretan sehingga ringkasan kurang bersih. Hal ini didukung dengan pendapat Kunandar (2013:249) hasil belajar psikomotorik tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Hasil belajar psikomotorik merupakan kelanjutan dari hasil belajar pengetahuan dan hasil belajar sikap (yang baru tampak dalam bentuk kecendrungan-kecendrungan untuk berperilaku atau berbuat). KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan siswa kelas XI SMAN 1 Muara Bungo Tahun Pelajaran 2016/2017. DAFTAR PUSTAKA Djamarah,S.Bahri dan Zain Anwar (2010). Strategi Belajar Mengajar. Rev.ed. Jakarta: Rineka Cipta Hosnan, 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad21. Bogor: Ghalia Indonesia Kunandar. 2013. Penilaian Auntentik. Jakarata: Rajawali Pers. Latisma.(2011). EvaluasiPembelajaran. Padang: UNP Press. Rusman. 2014. Model-model Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers. Sadiman/Rahardjo R, H. A. 2012. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grapindo. Sanjaya, W. 2012. Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarata: Prenada Media. Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito. Sugono. 2009. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Slameto. 2013. Belajar dan Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta. Wena, M. 2011. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara. 13