ISSN : e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 2773

dokumen-dokumen yang mirip
PENERAPAN ALAT BANTU UNTUK MEMINIMASI PRODUK DEFECT PADA PROSES PRODUKSI RUBBER BELLOW DI PT AGRONESIA (DIVISI INDUSTRI TEKNIK KARET)

USULAN RANCANGAN ALAT BANTU UNTUK MEMINIMASI DEFECT PADA PROSES ASSEMBLY PINTU BAGIAN DEPAN KOMODO MBDA DI DEPARTEMEN FABRIKASI PT.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHAHULUAN I.1

BAB 4 PEMBAHASAN. Pengumpulan data dilakukan sebagai bahan pengolahan data yang perlu

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

MINIMASI PENYEBAB PRODUK CACAT PADA WORKSTATION PRODUCTION DI PT. XYZ DENGAN PENDEKATAN METODE SIX SIGMA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi penelitian yang dilakukan dalam penyusunan tugas akhir ini mencakup langkah-langkah sebagai berikut :

BAB V HASIL DAN ANALISA

USULAN PERBAIKAN PENYEBAB DEFECT FLOATING PADA PROSES PRODUKSI KAIN GREY DI WORKSTATION INSPEKSI PADA PT. BUANA INTAN GEMILANG

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan UKM yang bergerak dibidang produksi furniture.

BAB III METODE PENELITIAN

DAFTAR ISI. HALAMAN PENGAKUAN... ii. SURAT PENGAMBILAN DATA DARI PERUSAHAAN... iii. HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... iv. HALAMAN PERSEMBAHAN...

USULAN ALAT BANTU UNTUK MEMINIMASI DEFECT PADA PROSES ASSEMBLY PINTU DEPAN KOMODO MBDA DI DEPARTEMEN FABRIKASI PT.

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA

ABSTRAK Kata Kunci: Six Sigma, Sigma Level, Kualitas Produk, DMAIC, Quality Control.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... SURAT PERNYATAAN... LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI... HALAMAN PERSEMBAHAN... MOTTO...

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN I.1

PENGUKURAN KEMAMPUAN PROSES MENGGUNAKAN PENDEKATAN SIX SIGMA PADA PROSES PENCETAKAN PRODUK PAPERBAG (STUDI KASUS PT. X) Abstrak.

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

IDENTIFIKASI KUALITAS PRODUK GENTENG BETON DENGAN METODE DMAIC DI UD.PAYUNG SIDOARJO. Dedy Ermanto Jurusan Teknik Industri FTI UPN Veteran Jawa Timur

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

Tabel 4.29 Cara Memperkirakan DPMO dan Kapabilitas Sigma Variabel L. Pergelangan.. 90 Tabel 5.1 Kapabilitas Proses produksi Sarung Tangan Golf...

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PENGELASAN (WELDING) DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA PADA PROYEK PT. XYZ

IDENTIFIKASI DAN SIMULASI FAKTOR PENYEBAB CACAT PRODUK BOTOL KONTAINER DENGAN METODE SIX SIGMA PADA PT INDOVASI PLASTIK LESTARI

MINIMASI WASTE DEFECT DI PT EKSONINDO MULTI PRODUCT INDUSTRY DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA

Seminar Nasional IENACO 2016 ISSN:

ANALISIS DEFECT RATE PENGELASAN DAN PENANGGULANGANNYA DENGAN METODE SIX SIGMA DAN FMEA DI PT PROFAB INDONESIA

Sejarah Six Sigma Jepang ambil alih Motorola produksi TV dng jumlah kerusakan satu dibanding duapuluh Program Manajemen Partisipatif Motorola (Partici

ABSTRAK. Kata Kunci: Slide Bracket, Kualitas, Six Sigma, DMAIC, DPMO, Usulan Peningkatan Kualitas

BAB V PEMBAHASAN 5.1 Data Atribut Menganalisis CTQ ( Critical to Quality) Mengidentifikasi Sumber-sumber dan Akar Penyebab Kecacatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGENDALIAN KUALITAS BLOK SILINDER (TIPE-G) DENGAN METODE DEFINE, MEASURE, ANALYZE, IMPROVE DAN CONTROL (DMAIC)

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI...iii. HALAMAN MOTTO.. v. DAFTAR ISI... viii. DAFTAR TABEL xiv. DAFTAR GAMBAR...xv. 1.1 Latar Belakang Masalah.

ANALISA KUALITAS PRODUK SEPEDA PHOENIX DENGAN METODE SIX SIGMA UNTUK MEMINIMUMKAN KECACATAN PRODUK DI PT RODA LANCAR ABADI - SIDOARJO SKRIPSI.

Usulan Penerapan Metodologi DMAIC untuk Meningkatkan Kualitas Berat Produk di Lini Produksi Filling (Studi Kasus: PT Java Egg Specialities)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB V ANALISA PEMECAHAN MASALAH

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH. Gramedia Cikarang yaitu dengan menggunakan metode DMAIC (Define,

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... ii SURAT PERNYATAAN HASIL KARYA PRIBADI... iii ABSTRAK... iv KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMA KASIH... v DAFTAR ISI...

Oleh : Miftakhusani

USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK DUDUKAN MAGNET DENGAN METODE ENAM SIGMA

ANALISIS KECACATAN PRODUK KEMASAN DENGAN METODE DMAIC DI PT.SURABAYA PERDANA ROTOPACK SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini, persaingan antara perusahaan-perusahaan tidak hanya terjadi di

KUALITAS PRODUK BEDAK TWO-WAY CAKE DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) DAN FMEA PADA PT UNIVERSAL SCIENCE COSMETIC

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

REDUCING DEFECTS AND COSTS OF POOR QUALITY OF WW GRAY ROYAL ROOF USING DMAIC AND FMEAP (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS PROCESS)

BAB VI ANALISIS PEMECAHAN MASALAH

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Syarat Dalam Mencapai Gelar Sarajana Strata Satu (S1)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam bab ini dijelaskan mengenai tahapan-tahapan yang dilakukaan oleh

USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK SEPATU MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI CV CANERA MULYA LESTARI CIBADUYUT *

BAB V ANALISA HASIL. 5.1 Analisa Pembuatan Diagram Sebab Akibat. Diagram sebab akibat memperlihatkan hubungan antara permasalahan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

2.2 Six Sigma Pengertian Six Sigma Sasaran dalam meningkatkan kinerja Six Sigma Arti penting dari Six Sigma...

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


BAB II LANDASAN TEORI. setiap ahli memiliki teori sendiri-sendiri mengenai hal ini. Menurut (Davis, 1994)

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

UPAYA PERBAIKAN KUALITAS PROSES PACKING SEMEN UNTUK MENGURANGI JUMLAH CACAT KANTONG PECAH DENGAN METODE SIX SIGMA DMAIC

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. research) yaitu penelitian yang melakukan pemecahan

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

Prosiding Teknik Industri ISSN:

BAB V PEMBAHASAN. lima kategori produk cacat, yaitu Filling Height, No Crown, Breakage Full, Out of Spec,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

USULAN PERBAIKAN KUALITAS DENGAN PENERAPAN METODE SIX SIGMA

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

3.1 Persiapan Penelitian

USULAN PERBAIKAN KUALITAS MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA UNTUK MENGURANGI JUMLAH CACAT PRODUK RING STABIL PADA BENGKEL TEKNIK X *

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK GIFT BOX MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (STUDI KASUS PT. SOLO MURNI) Pratiwi Putri, Susatyo N.W.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Oleh Didik Samanhudi Teknik Industri FTI-UPV Veteran Jatim ABSTRAK

ANALISIS SIX SIGMA UNTUK MENGURANGI JUMLAH DEFECT PADA PRODUKSI SABLON DIGITAL MUG SOOUVE STORE

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

memuaskan pelanggan dan memenangkan persaingan PT. ITS selalu berasaha mengurangi adanya aktivitas tambahan atau pemborosan yang disebabkan karena

STUDI PENGENDALIAN KUALITAS PINTU KAYU DENGAN MENGGUNAKAN METODE LEAN SIX SIGMA

BAB I PENDAHULUAN. Tidak ada yang menyangkal bahwa kualitas menjadi karakteristik utama

PENGENDALIAN CACAT PRODUK DENGAN PENDEKATAN SIX SIGMA

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

ANALISA KECACATAN PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN DMAIC DI PT. UNISON SURABAYA. Oleh

BAB3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT. Coca Cola Bottling Indonesia Central Java Semarang

ANALISIS DATA. Universitas Indonesia. Peningkatan kualitas..., Wilson Kosasih, FT UI, 2009

Transkripsi:

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 2773 PENERAPAN METODE PENJADWALAN PREVENTIVE MAINTENANCE UNTUK MEMINIMASI CACAT BAGIAN ATAS BERLUBANG PADA PROSES PRODUKSI TUTUP BOTOL OLI AHM BIRU DI MESIN INJEKSI PADA CV WK DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SIX SIGMA IMPLEMENTATION OF PREVENTIVE MAINTENANCE SCHEDULING METHOD TO MINIMIZE THE DEFECT OF A HOLE ON THE UPPER PART OF PRODUCT ON THE PRODUCTION PROCESS OF BLUE AHM OIL BOTTLE CAP IN INJECTION MACHINE IN CV WK USING SIX SIGMA APPROACH Abstrak Putria Dhiakanza P. 1, Marina Yustiana Lubis 2, Agus Alex Yanuar 3 1,2,3 Prodi Studi S1 Teknik Industri, Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom Email: 1 putria.dhiakanza@gmail.com, 2 marinayustianalubis@telkomuniversity.ac.id, 3 axytifri@telkomuniversity.ac.id CV WK merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi yang berbahan dasar polimer, khususnya tutup botol. Salah satu produk yang rutin diproduksi oleh CV WK adalah tutup botol oli AHM biru. Menurut data historis produksi tutup botol oli AHM biru periode Januari Oktober 2016, didapatkan bahwa rata rata persentase cacat sebesar 2,21%. Rata rata tersebut melebihi batas tolerasi yang diberikan oleh perusahaan yaitu 2%. Oleh karena itu, pada penelitian ini menggunakan metode six sigma untuk mengurangi terjadinya cacat bagian atas tutup botol oli AHM biru berlubang. Tahapan pada six sigma yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Namun penelitian ini hanya sampai tahap improve saja. Pada tahap define diidentifikasi terdapat 5 buah CTQ potensial yang mempengaruhi terhadap kualitas produk. Pada tahap measure dilakukan pengukuran stabilitas proses menggunakan peta kendali p dan perhitungan kapabilitas proses (DPMO dan level sigma). Pada tahap analyze, untuk memberikan usulan perbaikkan untuk mengurangi cacat, dilakukan pencarian akar penyebabnya menggunakan tools fishbone diagram, 5 why s, dan FMEA. Pada tahap improve, usulan yang diberikan yaitu penjadwalan perawatan untuk dilakukan pembersihan atau pergantian sebelum 19 hari dan pembuatan jadwal selama setahun. Kata kunci: Six Sigma, DMAIC, CTQ potensial Abstract CV WK is a company engaged in the production of plastic-based, especially the bottle cap. One of the products routinely produced by CV WK is the AHM blue oil bottle cap. According to historical data of AHM blue oil bottle cap production from January to October 2016, it is found that the average percentage of defects is 2.21% it is exceeds from the tolerance limit is 2%. Therefore, this study is using the six sigma method. Stages in six sigma are DMAIC, but this study is only up to the stage of improving method. In the define stage, there are 5 potential CTQs that affect the quality of the product. In phase measure, the process stability measurement is done using the control chart p and process capability calculation (DPMO and sigma level). In the analyze stage to give the proposed improvement to reduce defects, conducted root cause search using fishbone diagram tools, 5 why's, and FMEA. At the improve stage, the proposed suggestion are scheduling of care of the injection machine at certain time intervals to clean or change the part before the 19th days after the breakdown and making the schedule of care for a year. Keyword: Six Sigma, DMAIC, CTQ, defect hole on the top of the cap

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 2774 1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang CV WK merupakan Home Industry yang bergerak di bidang produksi yang berbahan dasar plastik, khususnya tutup botol. CV WK berdiri pada tahun 2000, yang terletak didaerah ciganitri. Semua yang diproduksi pada CV WK merupakan berbagai jenis tutup botol berbahan dasar plastik dan dibuat sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh pelanggan. Pelanggan dari CV WK adalah perusahaan bukan perorangan, salah satu perusahaan yang menjadi pelanggan tetap selama 2 tahun berturut turut adalah PT. LA. Tabel 1 Target Produksi, Realisasi Produksi, Jenis Cacat, Jumlah Cacat dan Persentase Cacat Periode Januari hingga Oktober 2016 Jenis cacat Pemesanan untuk Bulan Target Produksi Realisasi Produksi Bagian atas Bolong Bagian atas flek putih Produk jadi tidak berbentuk Jumlah cacat Persentase cacat Januari 96425 94176 1.741 258 52 2051 2,18% Februari 101500 99400 1.628 421 60 2109 2,12% Maret 76125 76640 171 1390 121 1682 2,19% April 50750 48281 994 102 26 1122 2,32% Mei 101500 99100 737 1027 431 2195 2,21% Juni 50750 49700 729 216 133 1078 2,17% Juli 50750 50927 860 293 39 1192 2,34% Agustus 101500 99527 1.058 872 253 2183 2,19% September 101500 98720 1.605 551 45 2201 2,23% Oktober 101500 96115 1.352 612 59 2023 2,10% Total 832300 812586 10875 5742 1219 17836 2,21% Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa terjadinya cacat adalah 17836 dari 812586 produk pada periode Januari hingga Oktober 2016. Pada Tabel 1 terlihat juga bahwa rata rata persentase cacat adalah sebesar 2,21%, Persentase cacat yang terjadi tersebut melebihi batas toleransi yang ditentukan oleh perusahaan yaitu sebesar 2%. 1.2. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang akan dibahas pada penelitian ini adalah: 1. Faktor apa saja yang dapat menjadi penyebab terjadinya cacat pada bagian atas tutup botol oli AHM biru pada CV WK? 2. Bagaimana menghasilkan usulan perbaikan yang dapat dilakukan untuk meminimalisir / menghilangkan faktor penyebab terjadinya cacat pada bagian atas tutup botol oli AHM biru di CV WK? 1.3. Tujuan Masalah Uraian tujuan penelitian yang dilakukan adalah: 1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya produk cacat pada bagian atas tutup botol AHM biru di CV WK. 2. Memberikan usulan perbaikan guna meminimalisir faktor penyebab terjadinya produk cacat pada mesin injeksi di CV WK. 1.4. Batasan Penelitian Pada penelitian ini memiliki batasan untuk memfokuskan pembahasan masalah agar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Batasan yang ditetapkan adalah:

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 2775 1. Data historis yang digunakan merupakan data produksi dan data jumlah demand dari bulan januari 2016 hingga oktober 2016 2. Penelitian ini tidak memperhitungkan biaya 3. Penelitian ini tidak sampai pada tahap kontrol dalam metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) 1.5. Manfaat Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, Tugas Akhir ini memiliki manfaat sebagai berikut: 1. Perusahaan dapat melakukan tindakan yang dapat mencegah penyebab terjadinya produk cacat agar tidak terjadi lagi 2. Perusahaan dapat meminimasi hasil produk cacat 3. Perusahaan dapat menerapkan usulan perbaikan yang diberikan sehingga tidak melebihi batas toleransi yang telah diterapkan perusahaan. 2. Dasar Teori 2.1 Six Sigma Menurut Vincent Gaspersz dan Avanti Fontana (Gaspersz dan Fontana, 2011, p.37) Six Sigma pertama kali digunakan oleh perusahaan Motorola pada tahun 1986. Six Sigma Motorola merupakan metode atau teknik pengendalian dan peningkatan kualitas dramatik yang merupakan terobosan baru dalam bidang manajemen kualitas. Apabila produk (barang/jasa) diproses pada tingkat kinerja kualitas Six Sigma, perusahaan boleh mengharapkan 3,4 kegagalan per sejuta kesempatan (DPMO) atau bahwa 99,99966 dari apa yang diharapkan pelanggan akan ada di dalam produk (barang/jasa) itu. [1] Terdapat beberapa jenis satuan pengukuran yang digunakan untuk mengukur kualitas dari proses suatu produk, yang terdiri dari[1]: 1. Defect rate Defect rate merupakan rasio dari jumlah ketidaksesuaian dengan spesifikasi atau jumlah produk yang cacat dengan total produk yang diproduksi atau diinspeksi. 2. DPU (Defect per Unit) Defect per Unit merupakan jumlah cacat dalam suatu produk yang tidak memenuhi persyaratan 3. DPO (Defect per Unit Opportunitties) Defect per Unit Opportunitties merupakan jumlah cacat yang disesuaikan dengan defect per unit ditambah dengan variabel kemungkinan (opportunities) 4. DPMO (Defect per Million Opportunitties) Defect per Million Opportunitties merupakan jumlah cacat yang disesuaikan dengan defect per unit diantara satu juta unit produk yang ada. 5. Sigma level Sigma level merupakan kemampuan proses dalam menghasilkan produk yang berkualitas. 3. Model Konseptual Berikut merupakan model konseptual pada penelitian ini:

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 2776 Critical to Quality (CTQ) Data historis produksi Januari Oktober 2016 Jumlah Produk Cacat dan Jenis Produk Cacat Hasil Pengukuran Kapabilitas Proses (DPMO & Level Sigma) Hasil Pengukuran Stabilitas Proses (Peta Kontrol P) Hasil Analisis Akar Penyebab Masalah Usulan Perbaikan Masalah Gambar 1. Model Konseptual Pada penelitian ini model konseptual yang digambarkan pertama adalah CTQ yang merupakan spesifikasi dari pelanggan yang disesuaikan oleh perusahaan. CTQ menjadi acuan yang menentukan apakah produk sudah sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh pelanggan atau tidak. Produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi CTQ maka dapat digolongkan kedalam barang cacat. Setelah diketahui jumlah cacat dan jenis cacat maka dapat dihitung persentase cacat dari jumlah produksi yang selanjutnya dilakukan perhitungan DPMO. Hasil perhitungan DPMO dapat menunjukkan banyaknya produk cacat dari persejuta kesempatan. DPMO merupakan pengukuran kegagalan dalam peningkatan kualitas dari Six Sigma. Hasill perhitungan DPMO dapat digunakan untuk mengetahui level sigma dari kapabilitas proses. Dari level sigma yang didapatkan, selanjutnya dibandingkan dengan proses produksi yang dilalui untuk dilakukan pencarian akar penyebab cacat. Akar penyebab masalah menggunakan tools fishbone diagram dan 5 why s. Akar penyebab cacat menjadi bahan pertimbangan untuk mengetahui usulan perbaikan yang sesuai dengan kondisi saat ini. 4. Pengumpulan dan Pengolahan Data 4.1. Define CV. WK memproduksi tutup botol oli AHM biru dengan melalui beberapa proses. Proses produksi tutup botol oli AHM biru dijelaskan secara umum dengan diagram SIPOC sebagai berikut. Supplier Input Process Output Customer Penimbangan Biji Plastik yang dibutuhkan Pemanasan hasil pencampuran bahan baku Pencetakkan Tutup Botol Oli AHM Biru Penyimpanan karung plastik hasil produk jadi di tempat barang siap kirim Penimbangan Pewarna Biji Plastik yang dibutuhkan Penuangan Bahan Baku Pemeriksaan Hasil jadi dan finishing produk menggunakan cutter pada tempat quality control Dilakukan penimbangan ulang untuk memastikan 1 karung plastik hasil produk sudah sesuai dengan permintaan Pencampuran Bahan Baku Pengadukan Bahan Baku Pengepakkan Produk di tempat quality control Gambar 2. SIPOC

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 2777 4.1.1. Identifikasi CTQ Produk tutup botol oli AHM biru dapat dikatakan cacat disebabkan oleh ketidaksesuaian hasil produksi dengan Critical To Quality yang diminta oleh pelanggan dan disesuaikan oleh perusahaan. CTQ dari produk tutup botol oli AHM biru dijelaskan pada Tabel 1 4.2. Measure Tabel 2. CTQ Potensial Produk Tutup Botol Oli AHM Biru CTQ Kunci CTQ Potensial Deskripsi Kesesuaian Ukuran Tutup Botol Oli Diameter bagian atas: 36.4 mm Diameter bagian tengah 1: 39.4 mm Diameter bagian tengah 2: 45.6 mm Diameter bagian bawah: 50.4 mm Tinggi: 33.2 mm Visual Produk Jenis plastik: High Density Polyethylene (HDPE) Bahan dasar produk Jenis pewarna: Masterbed Warna hasil molding Warna yang sesuai dengan permintaan pelanggan Visualisasi produk Tidak ada kotoran seperti noda putih Kebersihan produk Tidak ada scrap berlebih pada sisi bawah produk 4.2.1. Pengukuran Stabilitas Proses Pengukuran stabilitas proses ini bertujuan untuk mengukur tingkat performansi perusahaan apakah proses masih dalam batas kendali atau tidak. Pengukuran stabilitas proses ini menggunakan peta kendali p. Peta kendali p yang digunakan dikarenakan data yang digunakan merupakan produk cacat dan jumlah produksi yang berbeda setiap bulannya. Peta kendali p untuk pengukuran stabilitas proses dapat dilihat pada gambar 3. 0,0260 0,0240 0,0220 0,0200 0,0180 0,0160 Diagram P Tutup Botol Oli AHM Biru 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Fraksi Cacat CL UCL LCL Gambar 3. Diagram Peta Kendali P 4.2.2. Perhitungan Kapabilitas Proses Perhitungan kapabilitas proses dilakukan yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja proses dalam penelitian ini dapat memenuhi spesifikasi pelanggan. Untuk mengetahui kapabilitas perusahaan maka dilakukan pengukuran DPMO dan level sigma pada proses produksi tutup botol oli AHM biru.

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 2778 4,300000 4,200000 4,100000 4,000000 3,900000 Grafik Level Sigma Tutup Botol Oli AHM Biru Level Sigma Rata2 Level Sigma Gambar 4. Grafik Level Sigma Tutup Botol Oli AHM Biru 4.3. Analyze Analisis akar masalah ini dibuat dengan menggunakan alat bantu yaitu fishbone diagram atau cause and effect diagram untuk membantu mencari akar penyebab jenis cacat bagian atas tutup botol oli AHM biru berlubang. Jenis cacat tersebut timbul dikarenakan produk tidak sesuai dengan kriteria / karakteristik produk yang berkualitas. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode pareto jenis cacat yang memiliki persentase paling banyak yaitu cacat bagian atas tutup botol yang berlubang. Pada fishbone diagram akan dipetakan akar penyebab masalah terjadinya cacat bagian atas tutup botol berlubang. Gambar 5. Fishbone Diagram Cacat Bagian Atas Berlubang Berdasarkan fishbone diagram pada gambar 5, langkah selanjutnya adalah mencari informasi lebih lanjut mengapa defect dapat terjadi sesuai dengan faktornya menggunakan tools 5 why s. Tabel 5 why s mengenai informasi penyebab defect di tampilkan pada tabel 2. Cause (Factor) Tabel 3. Analisis 5 Why s Akar Penyebab Cacat Bagian Atas Berlubang Faktor Manusia Subcause Why 1 Why 2 Why 3 Why 4 Why 5 Man Operator salah dalam pemasukan pengaturan pada saat setup mesin Operator memasukkan tempratur pada mesin terlalu rendah Operator tidak terbiasa dalam memasukkan pengaturan pada mesin Operator belum terlatih dalam pengaturan mesin

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 2779 Tabel 4. Analisis 5 Why s Akar Penyebab Cacat Bagian Atas Berlubang Faktor Mesin Cause (Factor) Machine Subcause Why 1 Why 2 Why 3 Why 4 Why 5 Bagian cetakan mesin sudah berumur dan sudah berkarat Matress atau bagian cetakan membuat produk jadi berlubang dan tidak memenuhi spesifikasi pelanggan Pada saat dilakukan 1 shot molten polymer, molten polymer tidak dapat memenuhi keseluruhan cavity Pada cavity kurang licin untuk molten polymer memenuhi cavity Kurangnya oli pada cavity Kurangnya perawatan secara rutin pada bagian cetakan atau matress terutama pada bagian cavity Selanjutnya adalah mengidentifikasi masalah masalah yang harus diprioritaskan berdasarkan penyebab kegagalan dan efek yang akan terjadi dengan menggunakan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Hasil analisis dengan menggunakan FMEA digunakan untuk menentukan permasalahan yang wajib di lakukan perbaikan dan penyelesaian agar mengurangi penyebab terjadinya defect. N o. 1 2 Penyebab Kegagalan Operator salah dalam pemasukan pengaturan pada saat setup mesin Bagian cetakan mesin sudah berumur dan sudah berkarat Tabel 5. Analisis FMEA Akar Penyebab Cacat Bagian Atas Berlubang Potensi Akibat Severi Occuren Metode Penyebab Kegagalan ty (1) ces (2) Deteksi Kegagalan Produk Tutup Botol Oli AHM Biru pada Bagian Atas Berlubang 6 8 Terjadi kesalahan pada saat memberi pengaturan pada mesin karena tidak ada pengaturan yang tertulis 1 shot molten polymer tidak dapat memenuhi cetakan 3 5 Memberi kan waktu tambahan untuk pengatura n mesin Tidak ada Detecti on (3) RPN (1*2*3) 3 54 6 240 4.4. Improve Pada tahap improve dilakukan penyusunan rancangan usulan perbaikkan untuk akar penyebab cacat tutup botol oli AHM biru bagian atas yang berlubang dengan menggunakan 5W+1H 1. Penjadwalan Perawatan Mesin Injeksi Tabel 6. Rancangan Usulan Perbaikan Penjadwalan Perawatan Mesin Injeksi Penyebab Bagian cetakan pada mesin injeksi (Matress) terdapat angin yang terjebak Cacat Kondisi Saat Ini What Where When Who Why How Pada saat proses molding bahan baku yang telah cair dialirkan ke bagian cetakan, mold tidak dapat terisi seutuhkan karena terdapat angin yang terjebak. Perawatan yang dilakukan hanya ketika produk yang keluar sudah cacat saja. Perlu adanya perawatan dan pembersihan pada bagian cetakan atau matress agar tidak ada angin yang terjebak pada proses molding Pada bagian cetakan di mesin injeksi atau dapat disebut matress Interval waktu tertentu Operator mesin injeksi Untuk menghindari adanya produk cacat yang dihasilkan, karena dapat mengakibatkan keterlambatan pengiriman pada pelanggan dan dapat menghambat keseluruhan proses produksi Pembuatan jadwal perawatan dan pembersihan pada bagian cetakan. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya angin yang terjebak pada bagian cetakan dan membuat cetakan lebih rapat. Penjadwalan dilakukan dengan menggunakan data historis terjadinya kerusakkan bagian cetakan yang akan dihitung dengan menggunakan software minitab 17 dan AvSim+ 9.0.

ISSN : 2355-9365 e-proceeding of Engineering : Vol.4, No.2 Agustus 2017 Page 2780 2. Pembuatan Jadwal Perawatan dan Pemeliharaan Matress selama setahun Tabel 7. Rancangan Usulan Perbaikan Pembuatan Jadwal Perawatan dan Pemeliharaan Matress selama Setahun What Pembuatan jadwal perawatan dan pemeliharaan bagian cetakan atau matress sebelum terjadinya cacat sebagai tindakkan pencegahan (Preventive) Where Pada bagian cetakan di mesin injeksi atau dapat disebut matress When Sebelum terjadinya kerusakan pada bagian cetakan mesin injeksi Who Operator mesin injeksi Why Untuk menghindari terjadinya produk cacat pada tutup botol oli AHM biru pada saat proses produksi. How Pembuatan jadwal perawatan dan pembersihan pada bagian cetakan atau matress selama setahun 5. Kesimpulan Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis didapatkan bahwa penyebab terjadinya cacat bagian atas berlubang pada tutup botol oli AHM biru di CV. WK adalah sebagai berikut: 1. Bagian cetakkan atau matress pada mesin injeksi tidak baik karena terdapat angin yang terjebak pada matress sehingga membuat bagian atas tutup botol oli AHM biru berlubang 2. Operator mesin injeksi dalam memasukkan pengaturan kurang tepat dan kurang teliti, sehingga membuat matress tidak pas dalam melakukan molding. Setelah diketahui penyebab terjadinya cacat bagian atas tutup botol oli AHM biru yang berlubang, maka diperoleh usulan perbaikan sebagai berikut: 1. Penjadwalan perawatan bagian cetakkan atau matress sesuai dengan waktu yang telah ditentukan 2. Jadwal perawatan bagian cetakkan atau matress selama 1 tahun. Daftar Pustaka [1]Gaspersz, V., & Fontana, A. (2011). Lean Six Sigma for Manufacturing and Service Industries. Bogor: Vinchristo Publication.