HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
HASIL DAN PEMBAHASAN

Percobaan 2: Pengaruh Paclobutrazol terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Jahe

HASIL DAN PEMBAHASAN

RESPON PLANLET ANGGREK Dendrobium spectabile PADA PEMBERIAN BEBERAPA TARAF PACLOBUTRAZOL SELAMA TAHAP AKLIMATISASI YUSI NURMALITA ANDARINI

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. Air leri merupakan bahan organik dengan kandungan fosfor, magnesium

Gambar 5. Pertumbuhan Paspalum notatum Fluegge Setelah Ditanam

HASIL DAN PEMBAHASAN. Percobaan 1 : Pengaruh Pertumbuhan Asal Bahan Tanaman terhadap Pembibitan Jarak Pagar

Pertumbuhan tanaman dan produksi yang tinggi dapat dicapai dengan. Pemupukan dilakukan untuk menyuplai unsur hara yang dibutuhkan oleh

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi IBA (Indole Butyric Acid)

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu. Bahan dan Alat. diameter 12 cm dan panjang 28 cm, dan bahan-bahan lain yang mendukung

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. Kedelai (Glycine max [L.] Merrill.) merupakan salah satu komoditas pangan

5. PEMBAHASAN 5.1. Pengaruh waktu pemberian GA3 terhadap pertumbuhan tanaman leek

Pengendalian hama dan penyakit pada pembibitan yaitu dengan menutup atau mengolesi luka bekas pengambilan anakan dengan tanah atau insektisida,

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian, Universitas

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN Penyimpanan In Vitro Bobot Basah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. satu MSI (Minggu Setelah Inokulasi). Respon eksplan berbeda pada setiap

I. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Pertumbuhan Tanaman. tinggi tanaman dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 1. Rerata Tinggi Tanaman dan Jumlah Daun

Hasil dari tabel sidik ragam parameter tinggi tanaman menunjukkan beda. nyata berdasarkan DMRT pada taraf 5 % (lampiran 8) Hasil rerata tinggi tanaman

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal ph (derajat keasaman) apabila tidak sesuai kondisi akan mempengaruhi kerja...

I. PENDAHULUAN. sebagai penghias meja kerja dalam bentuk vas bunga, dan dapat dikombinasikan

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Kombinasi BAP dan IBA terhadap Waktu Munculnya Tunas Akasia (Acacia mangium Willd.)

: panjang cm; lebar cm. Warna tangkai daun. Berat rata-rata kailan pertanaman. Daya Simpan pada suhu kamar

III. METODE PENELITIAN. Penelitian bertempat di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung, dan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Tinggi Tanaman. antara pengaruh pemangkasan dan pemberian ZPT paklobutrazol. Pada perlakuan

PELAKSANAAN PENELITIAN. Disiapkan batang atas ubi karet dan batang bawah ubi kayu gajah yang. berumur 8 bulan dan dipotong sepanjang 25 cm.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN Eksplorasi Eksplan Terubuk

I. TINJAUAN PUSTAKA. Gladiol (Gladiolus hybridus L) tergolong dalam famili Iridaceae yang

I. PENDAHULUAN. Ubikayu atau singkong (Manihot esculenta Crantz.) merupakan salah satu

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum

HASIL DAN PEMBAHASAN

TINJAUAN PUSTAKA. Tabel 1. Keragaman mutu tiga jenis jahe (dalam %, pada lokasi 450 mdpl) Oleoresin Gingerol Pati Serat Air Abu Sari dalam air

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca, Fakultas Pertanian, Universitas

I. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Variabel Pertumbuhan. Variabel pertumbuhan tanaman Kedelai Edamame terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun,

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Pemanasan global yang terjadi pada beberapa tahun terakhir ini menyebabkan

HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Umum Penelitian

AKLIMATISASI PLANLET TEBU PS 864 PASCA ENKAPSULASI ABSTRAK

AKLIMATISASI PLANLET DAN UMBI LAPIS MIKRO BAWANG MERAH (ACCLIMATIZATION OF SHALLOT PLANLET AND MICRO BULB) Abstrak

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Pertumbuhan Tanaman. lingkungan atau perlakuan. Berdasarkan hasil sidik ragam 5% (lampiran 3A)

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Cabe (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. Ubikayu (Manihot esculenta Crantz.) merupakan salah satu komoditi tanaman

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum

I. PENDAHULUAN. Ubi kayu atau singkong (Manihot esculenta Crantz.) merupakan bahan pangan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Widdy Hardiyanti, 2013

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal Dibawah ini adalah bahan bahan yang diperlukan dalam proses fotosintesis, kecuali...

pengaruh cahaya terhadap tumbuhan kacang hijau

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Pertumbuhan Tanaman. Hasil sidik ragam 5% terhadap tinggi tanaman menunjukkan bahwa

I. HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DA PEMBAHASA. Percobaan 1. Pengujian Pengaruh Cekaman Kekeringan terhadap Viabilitas Benih Padi Gogo Varietas Towuti dan Situ Patenggang

HASIL DAN PEMBAHASAN. Bio-slurry dan tahap aplikasi Bio-slurry pada tanaman Caisim. Pada tahap

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi pembiakan in vitro tanaman pisang yang terdiri

Peningkatan Keberhasilan Dalam Penyediaan Bibit Anggrek

RESPONS PERTUMBUHAN TANAMAN ANGGREK (Dendrobium sp.) TERHADAP PEMBERIAN BAP DAN NAA SECARA IN VITRO

I. HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN. A. Pertumbuhan Vegetatif. Hasil sidik ragam variabel pertumbuhan vegetatif tanaman yang meliputi tinggi

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hama Keong. memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat tingkat mortalitas, efikasi, dan

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan pengamatan pada pemberian pupuk organik kotoran ayam

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 1 Rekapitulasi hasil analisis sidik ragam pertumbuhan bibit saninten

3. METODE DAN PELAKSANAAN

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN. eksplan hidup, persentase eksplan browning, persentase eksplan kontaminasi,

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca, Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari

HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Variabel Hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dengan berbagai

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil pengatnatan terhadap parameter saat muncul tunas setelah dianalisis. Saat muncul tunas (hari)

STAF LAB. ILMU TANAMAN

III. INDUKSI PEMBUNGAAN PADA TANAMAN KAKAO. Abstrak

HASIL DAN PEMBAHASAN. (Ocimum sanctum) untuk pengendalian akar gada (plasmodiophora brassicae)

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Percobaan ini dilakukan mulai

HASIL DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

HASIL DAN PEMBAHASAN Keadaan Umum Secara umumm planlet anggrek Dendrobium lasianthera tumbuh dengan baik dalam green house, walaupun terdapat planlet yang terserang hama kutu putih Pseudococcus spp pada umur 4 MSP (minggu setelah perlakuan) dan tungau merah Tenuipalpus menyebabkan daun pacificus (Gambar 4). Serangan hama kutu putih menjadi menguning, sedangkan hama tungau merah menyebabkan daun seperti bergambar peta dengann adanya garis-garis putih keperakan yang berliku-liku (Sandra, 2010). a b Gambar 4. Planlet Anggrek Dendrobium lasianthera Terserang Hama Kutu Putih (a); Planlet Anggrek Dendrobium lasianthera Akibat Terserang Hama Tungau Merah (b). Penanggulangan hama dan penyakit dilakukan dengan menyemprotkan larutan Agrept dengan konsentrasi 1 g/l dan fungisida Dithane M-45 dengan konsentrasi 1 g/l. Larutan tersebut disemprotkan ke seluruh permukaaan planlet seminggu sekali. Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan yaitu penyiramann dan pemupukan. Frekuensi penyiraman dilakukan satu kali setiap hari dengan menyempotkan air ke seluruh permukaan planlet dan media tanam hingga basah. Pemupukan dilakukan satu minggu sekali dengan menyemprotkan larutan pupuk daun konsentrasi 1 g/l. Persentase tanaman yang hidup hingga akhir penelitian dari seluruh perlakuan lebih dari 70% %. Tanaman yang diberi perlakuan

17 paclobutrazol umumnya memiliki penampilan yang lebih baik dibandingkan dengan tanaman control (tanpa aplikasi paclobutrazol). Hasil Berdasarkan hasil rekpitulasi sidik ragam (Tabel Lampiran 1), diketahui bahwa pemberian paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap peubah jumlah daun total dan lebar daun tanaman anggrek Dendrobium lasianthera. Pada peubah jumlah daun total dan lebar daun berpengaruh nyata pada 6 MSP dan berpengaruh sangat nyata pada 7 dan 8 MSP. Paclobutrazol tidak memberikan respon yang nyata pada peubah persen tumbuh, panjang daun, pertambahan jumlah tunas, jumlah akar, panjang akar, diameter akar, diameter sel palisade, warna daun, tinggi tanaman, dan bobot segar tanaman. Jumlah stomata berkisar antara 50.96 hingga 86.64 per mm 2, jumlah sel palisade berkisar antara 229.35 hingga 346.58 per mm 2 dan jumlah klorofil (a+b) berkisar antara 0.4296 hingga 0.8477 mg/g. Persentase Tumbuh Planlet Persen tumbuh pada data hasil analisis (Tabel 1) menunjukkan bahwa persentase tumbuh planlet tidak berbeda nyata antar perlakuan. Perlakuan dengan aplikasi paclobutrazol tidak meningkatkan persen tumbuh planlet anggrek Dendrobium lasianthera. Planlet anggrek Dendrobium lasianthera cenderung mengalami penurunan daya tumbuh selama delapan minggu selama pengamatan. Persen tumbuh planlet yang diberi aplikasi paclobutrazol masih tinggi (mencapai 90%) sampai 3 MSP.

Tabel 1. Rata-Rata Persentase Tumbuh Planlet Anggrek Dendrobium lasianthera Paclobutrazol Waktu pengamatan (MSP) (ppm) 1 2 3 4 5 6 7 8...%... 0 92 92 90 84 80 76 74 72 5 96 96 96 94 88 80 78 78 10 94 94 94 90 86 82 80 78 15 98 98 98 94 94 83 78 78 20 98 98 98 98 88 88 84 84 Uji F tn tn tn tn tn tn tn tn KK 6.93 6.93 8.13 8.55 10.87 10.82 14.46 14.72 Keterangan : tn = tidak berbeda nyata 18 Jumlah Daun Total Jumlah daun total diamati setiap minggu hingga 8 MSP, jumlah daun yang dihitung adalah daun yang telah membuka sempurna. Aplikasi paclobutrazol terhadap jumlah daun total tidak berpengaruh nyata pada 1 hingga 5 MSP (Tabel 2). Hasil analisis statistik pada 8 MSP menunjukkan bahwa pemberian paclobutrazol pada konsentrasi 10 ppm berbeda nyata dengan semua perlakuan dengan jumlah daun total tanaman 6 helai. Tabel 2. Rata-Rata Jumlah Daun Total Anggrek Dendrobium lasinathera Paclobutrazol Waktu pengamatan (MSP) (ppm) 1 2 3 4 5 6 7 8.helai 0 3.32 3.32 3.32 3.32 4.32 4.56b 5b 5.16b 5 3.48 3.48 3.48 3.48 4.52 4.92ab 5.28b 5.52b 10 3.76 3.76 3.76 3.76 4.76 5.20a 5.8a 6a 15 3.36 3.36 3.36 3.36 4.04 4.48b 5.04b 5.36b 20 3.6 3.6 3.6 3.6 4.2 4.84ab 5.2b 5.52b Uji F tn tn tn tn tn * ** ** KK 9.71 9.71 9.71 9.71 9.38 7.90 6.79 5.96 Keterangan : * = berbeda nyata pada taraf 5% ** = berbeda sangat nyata pada taraf 1% tn = tidak berbeda nyata MSP = Minggu Setelah Perlakuan

19 Panjang Daun Hasil uji statistik menunjukkan bahwa konsentrasi paclobutrazol tidak berpengaruh nyata menghambat panjang daun (Tabel 3). Sejak minggu awal setelah perlakuan, rata-rata panjang daun tanaman cenderung meningkat hingga akhir pengamatan. Tabel 3. Rata-Rata Panjang Daun Anggrek Dendrobium lasianthera Paclobutrazol Waktu pengamatan (MSP) (ppm) 1 2 3 4 5 6 7 8 cm. 0 4.28 4.3 4.36 4.39 4.49 4.6 4.67 4.7 5 4.9 5.02 5.05 5.06 5.24 5.2 5.34 5.41 10 5.39 5.40 5.44 5.44 5.46 5.54 5.60 5.66 15 5.24 5.24 5.24 5.25 5.27 5.32 5.36 5.41 20 4.75 4.76 4.76 4.77 4.78 4.82 4.86 4.89 Uji F tn tn tn tn tn tn tn tn KK 11.29 11.37 11.38 11.27 11.11 11.24 11.14 10.94 Keterangan : tn = tidak berbeda nyata Lebar Daun Lebar daun tidak dihambat oleh pemberian paclobutrazol pada 1 hingga 5 MSP (Tabel 4). Konsentrasi paclobutrazol 15 ppm berbeda nyata dengan perlakuan 0 ppm, dan 5 ppm. Perlakuan paclobutrazol 15 ppm menghasilkan lebar daun terkecil pada 8 MSP, dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Pemberian paclobutrazol menunjukkan respon linier pada 6 dan 7 MSP, serta respon kuadratik pada 8 MSP. Respon linier pada 7 MSP memiliki persamaan y = 0.7344-0.01072x, dengan R 2 = 0.46 (Gambar 6). Respon kuadratik pada 8 MSP memiliki persamaan y = 0.8037 0.02730x + 0.000857x 2, dengan R 2 = 0.54 (Gambar 7). Pemberian paclobutrazol menurunkan lebar daun anggrek Dendrobium lasianthera pada 6 dan 7 MSP.

Tabel 4. Rata-Rata Lebar Daun Anggrek Dendrobium lasianthera Paclobutrazol Waktu pengamatan (MSP) (ppm) 1 2 3 4 5 6 7 8..cm 0 0.46 0.49 0.53 0.58 0.62 0.71a 0.76a 0.79a 5 0.44 0.49 0.50 0.51 0.56 0.6ab 0.67ab 0.70ab 10 0.48 0.49 0.52 0.52 0.52 0.57bc 0.60bc 0.62bc 15 0.44 0.45 0.45 0.45 0.46 0.49c 0.52c 0.56c 20 0.48 0.48 0.48 0.48 0.48 0.52bc 0.57bc 0.61bc Uji F tn tn tn tn tn * ** ** KK 20.35 19.54 17.13 16.22 17.01 13.84 12.96 12.15 Keterangan : * = berbeda nyata pada taraf 5% ** = berbeda sangat nyata pada taraf 1% tn = tidak berbeda nyata MSP = Minggu Setelah Perlakuan 20 y = 0.7344 0.01072x Gambar 5. Respon Lebar Daun terhadap Pemberian Paclobutrazol pada 7 MSP. y = 0.8037-0.02730X + 0.000857x 2 Gambar 6. Respon Lebar Daun terhadap Pemberian Paclobutrazol pada 8 MSP

21 Pertambahan Jumlah Tunas Baru Tunas baru pada planlet anggrek Dendrobium lasianthera mulai muncul pada 5 MSP (Tabel 5). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa konsentrasi paclobutrazol tidak nyata meningkatkan pertambahan jumlah tunas baru pada 5 hingga 8 MSP. Jumlah tunas baru yang dihasilkan tanaman rata-rata tertinggi terdapat pada 5 MSP. Tabel 5. Rata-Rata Pertambahan Jumlah Tunas Baru Anggrek D. lasianthera Paclobutrazol Waktu pengamatan (MSP) (ppm) 5 6 7 8 0 0.56 0.08 0.12 0.04 5 0.64 0.24 0.08 0.04 10 0.60 0.20 0.24 0.04 15 0.48 0.36 0.40 0.04 20 0.52 0.40 0.20 0.12 Uji F tn tn tn tn KK 1.73 2.93 2.42 1.13 Keterangan : tn = tidak berbeda nyata Jumlah Akar, Panjang Akar, dan Diameter Akar Konsentrasi paclobutrazol tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah, panjang, dan diameter akar tanaman anggrek Dendrobium lasianthera (Tabel 6). Panjang akar tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan 0 ppm yaitu sebesar 3.85 cm. Pada perlakuan 20 ppm memiliki rata-rata panjang akar terkecil yaitu 3.03 cm. Diameter akar terbesar terdapat pada tanaman kontrol yaitu sebesar 0.17 cm dan terkecil pada perlakuan 5 ppm yaitu sebsar 0.11 cm. Pada penelitian ini pemberian paclobutrazol menginduksi terbentuknya akar lateral tanaman. Akar lateral terdapat pada seluruh perlakuan dengan paclobutrazol, 5, 10, 15, dan 20 ppm. Tanaman kontrol menunjukkan tidak terdapat akar lateral (Gambar 8).

22 Tabel 6. Rata-Rata Jumlah Akar, Panjang Akar, dan Diameter Akar Anggrek Dendrobium lasiantheraa pada 8 MSP Paclobutrazol (ppm) 0 5 10 15 20 Uji F KK Keterangan : tn KK Jumlah akar 7.26 7.13 9.79 9.79 7.6 tn 8.50 = tidak berbeda nyata = Koefisien Keragaman Panjang akar primer (cm) 3.85 3.45 3.69 3.72 3.03 tn 5.68 Diameter akar (cm) 0.17 0.11 0.16 0.13 0.12 tn 0.73 0 ppm 5 ppm 10 ppm 15 ppm 20 ppm Gambar 7. Penampilann Akar Anggrek Dendrobium lasianthera Warna Daun Warna daun anggrek Dendrobium lasianthera diamati pada akhir pengamatan 8 MSP, dengan menggunakan alat SPAD (Soil Plant Analysis Development). Pengamatan warna daun bertujuan untuk melihat tingkat hijau

23 daun pada planlet anggrek Dendrobium lasianthera setelah diberikan aplikasi paclobutrazol. Rata-rata warna daun tertinggi terdapat pada perlakuan 20 ppm yaitu sebesar 25.33 (Tabel 7). Tabel 7. Rata-Rata Warna Daun Anggrek Dendrobium lasianthera pada 8 MSP Paclobutrazol (ppm) Warna daun 0 20.99 5 20.87 10 23.05 15 22.44 20 25.33 Uji F tn KK 20.92 Keterangan : tn = tidak berbeda nyata Jumlah Klorofil Hasil uji klorofil anggrek Dendrobium lasianthera pada 8 MSP menunjukkan jumlah klorofil a, b, dan jumlah klorofil (a+b) pada semua perlakuan paclobutrazol memiliki jumlah klorofil yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan tanpa paclobutrazol (Tabel 8). Tabel 8. Nilai Uji Klorofil a dan b Anggrek Dendrobium lasianthera pada 8 MSP Paclobutrazol (ppm) Klorofil a Klorofil b Klorofil (a+b) mg/g 0 0.2698 0.1598 0.4296 5 0.2680 0.2366 0.5046 10 0.2761 0.1669 0.4430 15 0.4741 0.3736 0.8477 20 0.3064 0.2198 0.5262 Kerapatan Stomata Kerapatan stomata anggrek Dendrobium lasianthera diamati pada 8 MSP. menunjukkan bahwa kerapatan stomata daun anggrek Dendrobium lasianthera berkisar antara 50 hingga 86 stomata, dengan perbesaran 40x di bawah mikroskop (Gambar 9).

24 Tabel 9. Kerapatan Stomata Anggrek Dendrobium lasianthera pada 8 MSP Paclobutrazol (ppm) Kerapatan stomata (per mm 2 ) 0 66.25 5 50.96 10 56.06 15 66.25 20 86.64 0 ppm 5 ppm 10 ppm 15 ppm 20 ppm Gambar 8. Stomata dun anggrek Dendrobium lasianthera pada 8 MSP.

25 Kerapatan Sel Palisade dan Diameter Sel Palisade Kerapatan sel palisade diamati pada 8 MSP, dengan pengamatan dibawah mikroskop pada perbesaran 40x (Gambar 10). Kerapatan sel palisade berkisar antara 229.35 hingga 346.58 (Tabel 11). Pada perlakuan kontrol kerapatan sel palisade dan diameter sel palisade menunjukkan nilai terkecil dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Tabel 10. Kerapatan Sel Palisade dan Diameter Sel Palisade Anggrek Dendrobium lasianthera pada 8 MSP Paclobutrazol Kerapatan sel palisade (per mm 2 ) Diameter sel palisade (nm) (ppm) 0 229.35 32264 5 285.42 34365 10 305.81 35956 15 346.58 36645 20 326.19 41540 Uji F tn KK 8.46 Keterangan : tn = tidak berbeda nyata 0 ppm 5 ppm

26 10 ppm 15 ppm 20 ppm Gambar 9. Sel palisade daun anggrek Dendrobium lasianthera pada 8 MSP. Tinggi Tanaman Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan tanpa aplikasi paclobutrazol (0 ppm) dan seluruh konsentrasi paclobutrazol tidak berpengaruh nyata dalam menghambat tinggi tanaman anggrek Dendrobium lasianthera, pada 4 MSP dan 8 MSP.

27 Tabel 11. Rata-Rata Tinggi Tanaman Anggrek Dendrobium lasianthera Paclobutrazol (ppm) Waktu pengamatan (MSP) 4 8 0 1.40 1.47 5 1.56 1.61 10 1.36 1.46 15 1.33 1.38 20 1.40 1.45 Uji F tn tn KK 19.26 19.05 Keterangan : tn = tidak berbeda nyata Bobot Segar Tanaman Bobot segar tanaman anggrek Dendrobium lasianthera diamati pada 8 MSP. Hasil analisis menunjukkan bahwa bobot segar tanaman tidak berpengaruh nyata terhadap konsentrasi paclobutrazol yang diberikan (Tabel 12). Bobot segar tanaman anggrek Dendrobium lasianthera berkisar antara 0.60 hingga 0.86 g. Tabel 12. Rata-Rata Bobot Segar Tanaman Anggrek D. lasianthera pada 8 MSP Paclobutrazol (ppm) Bobot (g) 0 0.67 5 0.60 10 0.86 15 0.76 20 0.60 Uji F tn KK 4.04 Keterangan : tn = tidak berbeda nyata Pembahasan Aklimatisasi adalah suatu proses dari suatu organisme untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan (Dinarti et al., 2007). Keberhasilan aklimatisasi akan menentukan persentase tumbuh bibit di lapangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa persentase tumbuh planlet anggrek Dendrobium lasianthera selama 4 MSP dengan pemberian paclobutrazol 5-20 ppm, menunjukkan persentase tumbuh yang tinggi yaitu diatas 90%, sedangkan pada tanaman kontrol penurunan persen tumbuh mulai terlihat sejak 3 MSP.

28 Persentase tumbuh planlet anggrek Dendrobium lasianthera terus mengalami penurunan pada seluruh perlakuan dari 5 hingga 8 MSP, dan rata-rata mencapai 78 % pada 8 MSP. Penurunan persentase tumbuh diduga karena suhu di dalam green house yang berkisar antara 25-40 o C dan kelembaban berkisar 52-75%. Tingginya suhu dan rendahnya kelembaban udara di green house menyebabkan tanaman anggrek Dendrobium lasianthera layu, sehingga mengalami kematian. Anatomi daun anggrek dari perbanyakan in vitro yang memiliki lapisan kutikula kurang berkembang menyebabkan laju transpirasi tanaman tinggi, dan tidak adaptif terhadap kondisi in vivo, sehingga efektivitas paclobutrazol masih rendah. Efektivitas paclobutrazol ditentukan oleh cara aplikasi dan konsentrasi yang diberikan. Cara aplikasi melalui perendaman yang diduga kurang efektif dan konsentrasi paclobutrazol yang masih rendah, membuat persen tumbuh planlet anggrek Dendrobium lasianthera belum maksimal. Planlet anggrek Dendrobium lasianthera setelah aklimatisasi diharapkan memiliki persentase tumbuh yang tinggi, hijau daun meningkat, dan memiliki jumlah akar hidup yang optimal. Hasil penelitian Syahid (2007) menunjukkan pengaruh retardan paclobutrazol terhadap pertumbuhan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) selama konservasi in vitro, pada tahap aklimatisasi di rumah kaca pada umur 2 bulan cukup tinggi karena bibit dapat tumbuh dan hidup dengan baik, serta berkembang dengan sempurna secara morfologi baik dalam bentuk batang dan daun tanpa menunjukkan adanya penyimpangan dalam penampilannya secara visual di rumah kaca. Jumlah daun total anggrek Dendrobium lasianthera pada akhir pengamatan menunjukkan bahwa tanaman kontrol (0 ppm) memiliki jumlah daun paling sedikit dibandingkan dengan tanaman yang diberi perlakuan 10 ppm yang memberikan jumlah daun terbanyak sebesar 6 helai. Hal yang berbeda ditemukan pada penelitian Syahid (2007) konservasi in vitro temulawak, jumlah daun temulawak yang dihasilkan tidak berbeda pada berbagai konsentrasi paclobutrazol. Perbedaan hasil penelitian ini diduga karena jumlah daun dihitung dari jumlah tunas awal dan tunas baru yangg muncul, berdasarkan jumlah tunas yang diberi aplikasi paclobutrazol cenderung mempunyai jumlah daun lebih

29 banyak dibandingkan dengan kontrol. Krishnamoorthy (1981) menyatakan bahwa retardan merupakan senyawa kimia yang mempunyai efek fisiologis menghambat pemanjangan sel di meristem apikal, sedangkan jumlah daun tidak dipengaruhinya. Pemberian paclobutrazol dalam penelitian ini tidak mempengaruhi jumlah daun anggrek Dendrobium lasianthera. Pemberian paclobutrazol yang semakin tinggi menurunkan lebar daun tanaman anggrek Dendrobium lasianthera. Tanaman kontrol memiliki ukuran lebar daun lebih besar dibandingkan dengan tanaman yang diberi perlakuan paclobutrazol. Sesuai dengan pernyataan Wattimena (1988) bahwa pengaruh pemberian retardan dapat menghambat proses sintesis giberelin, atau biasa disebut anti giberelin. Paclobutrazol menghambat sintesis giberelin dengan cara menghambat oksidasi kaurene menjadi asam kaurenat. Terhambatnya sintesis giberelin mengakibatkan pemanjangan sel pada meristem sub apikal berjalan lambat (Khrisnamoorthy, 1981). Pada 8 MSP terdapat respon kuadratik yang diduga efektivitas paclobutrazol mulai menurun, dengan ditunjukkan oleh lebar daun tanaman yang mengalami peningkatan. Panjang daun dalam penelitian ini tidak dihambat oleh paclobutrazol. Hal tersebut menunjukkan bahwa aplikasi paclobutrazol tidak menghambat pemanjangan sel daun tanaman anggrek Dendrobium lasianthera. Panjang daun yang tidak terhambat akan memberikan respon baik terhadap tanaman, sehingga tanaman tetap dapat hidup dan tumbuh normal tanpa adanya penghambatan. Pertumbuhan tunas yang terdapat pada meristem apikal tidak dipengaruhi oleh pemberian paclobutrazol. Pada penelitia ini aplikasi paclobutrazol tidak menekan pertambahan jumlah tunas baru anggrek Dendrobium lasianthera. Hal berbeda ditemukan pada hasil penelitian Syahid (2007) pengaruh retardan paclobutrazol terhadap pertumbuhan temulawak (Curcuma xanthorrhiza) selama konservasi in vitro, konsentrasi tinggi paclobutrazol 5.0 mg/l mampu menekan jumlah tunas yang berbeda nyata dengan perlakuan tanpa paclobutrazol. Pada semua perlakuan paclobutrazol, tunas-tunas baru masih bertambah sampai kultur berumur tujuh bulan walaupun dalam jumlah sedikit. Menurut Syahid (2007) bertambahnya jumlah tunas diduga kandungan sitokinin endogen di dalam jaringan cukup tinggi sehingga pada perlakuan

30 tersebut tunas baru masih terbentuk. Hasil yang sama pada penelitian ini diduga sitokinin endogen cukup tinggi, sehingga petambahan jumlah tunas masih terlihat. Akar pada tanaman merupakan bagian terpenting dalam penyerapan hara. Jumlah akar yang semakin banyak memungkinkan penyerapan hara dan pertumbuhan tanaman lebih baik. Akar merupakan jaringan tanaman yang berasal dari meristem apikal, sedangkan paclobutrazol bekerja pada meristem sub apikal. Pada hasil penelitian ini pemberian paclobutrazol tidak menurunkan jumlah, panjang, dan diameter akar anggrek Dendrobium lasianthera. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian Syahid (2007) pada tanaman temu lawak dan Rosita et al. (2008) pada tanaman nilam bahwa pemberian beberapa konsentrasi paclobutrazol tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan akar dan tiga varietas nilam memberikan pengaruh yang tidak berbeda. Pada penelitian ini pengaruh paclobutrazol menginduksi terbentuknya akar lateral anggrek Dendrobium lasianthera. Akar lateral terdapat pada seluruh perlakuan konsentrasi paclobutrazol 5, 10, 15, dan 20 ppm. Tanaman kontrol tidak menghasilkan akar lateral (Gambar 8). Menurut Early dan Martin (1988) pemberian paclobutrazol meningkatkan ketebalan akar dan menyebabkan munculnya akar lateral pada daerah dekat ujung akar. Terbentuknya akar lateral akan meningkatkan ketegaran tanaman, sehingga potensi tumbuh akan lebih baik. Munculnya akar lateral diduga karena efektivitas fotosintesis yang meningkat, secara tidak langsung akan meningkatkan sinsetis auksin endogen. Auksin disintesis pada apeks tajuk dan ujung akar dan salah satu peran fisiologis auksin adalah inisiasi akar lareral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar lateral, kerapatan stomata, dan warna daun tertinggi terdapat pada aplikasi paclobutrazol 20 ppm. Akar lateral, kerapatan stomata, dan warna daun yang meningkat diduga akan meningkatkan asimilat yang dihasilkan dan secara tidak langsung akan meningkatkan potensi hidup lebih baik bagi tanaman. Warna daun tanaman berkisar antara 20.87-25.33 dan warna daun terendah ditunjukkan pada tanaman kontrol. Warna daun mencerminkan kandungan klorofil pada daun. Mattjik et al., (1994) menyatakan bahwa retardan merupakan zat pengatur tumbuh yang telah dibuktikan dapat mempengaruhi ketegaran planlet dan menambah butir-butir klorofil. Harjadi (2009) menyatakan bahwa

31 tanaman yang diberi zat penghambat tumbuh (retardan) menunjukkan daun yang lebih hijau. Jumlah klorofil a, klorofil b, dan klorofil (a+b) cenderung lebih tinggi pada tanaman yang diberi paclobutrazol dibandingkan dengan tanaman kontrol. Jumlah klorofil yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan efektivitas proses fotosintesis pada daun, yang kemudian akan meningkatkan pertumbuhan planlet anggrek Dendrobium lasianthera. Jumlah sel palisade berkisar 229.35 hingga 346.58. Semakin besar jumlah sel palisade dalam sel tanaman, diduga tebal daun, kandungan klorofil dan ketegaran daun akan semakin meningkat. Menurut pendapat Wattimena (1988) pemberian paclobutrazol dapat menyebabkan perubahan karakteristik daun seperti penurunan ukuran sel, ruang interseluler, meningkatkan kandungan klorofil, jumlah sel parenkim palisade dan menahan pembukaan stomata. Sel palisade berbentuk seperti tiang atau berbentuk seperti pagar yang terdiri dari satu atau beberapa lapis sel yang mengandung kloroplas. Fungsi dari sel palisade terspesialisasi untuk meningkatkan efisiensi fotosintesis. Bentuk dan susunan sel palisade memungkinkan kloroplas terlokalisasi pada posisi strategis untuk menyerap cahaya matahari secara maksimal. Area permukaan sel yang bebas dari kontak dengan sel lain merupakan faktor yang menentukan tingginya efisiensi fotosintesis (Iriawati, 2009). Besarnya diameter sel palisade berhubungan dengan kandungan klorofil pada daun tanaman. Diameter sel palisade yang semakin besar diduga akan meningkatkan kandungan klorofil dalam sel. Jumlah stomata tanaman anggrek Dendrobium lasianthera berkisar antara 50.96-86.64 per mm 2. Fungsi dari stomata adalah (1) sebagai jalan masuk dan keluarnya CO 2 maupun O 2 dari udara pada waktu proses fotosintesis dan respirasi, (2) sebagai jalan penguapan (transpirasi), (3) serta sebagai jalan masuk unsur hara yang diberikan melalui daun. Semakin banyak dan besar ukuran stomata daun semakin tinggi laju transpirasi pada daun sehingga akan mempengaruhi laju transportasi zat hara dari akar ke daun (Pandey dan Sinha, 1972). Aplikasi paclobutrazol tidak menurunkan tinggi dan bobot segar tanaman anggrek Dendrobium lasianthera. Hal ini sejalan dengan penelitian Rosita et al. (2008) pemberian paclobutrazol pada tiga varietas nilam memberikan pengaruh

32 yang tidak berbeda terhadap karakter tinggi tunas dan bobot basah planlet nilam dan Satjapradja (2006) pada Agathis loranthifolia. Tanaman anggrek tergolong tanaman yang cukup lambat dalam pertumbuhannya, sehingga pemberian paclobutrazol tidak menghambat pertumbuhan tanaman. Aplikasi paclobutrazol memberikan respon positf terhadap pertumbuhan planlet anggrek Dendrobium lasianthera. Respon positif dari aplikasi paclobutrazol ditunjukkan dengan munculnya akar lateral, meningkatnya warna hijau daun, meningkatnya kerapatan stomata dan diameter sel palisade, tidak menghambat panjang daun dan tinggi tanaman. Pengaruh positif tersebut diduga membuat kondisi tanaman menjadi lebih tegar dan kokoh, sehingga potensi hidup dan pertumbuhan planlet anggrek Dendrobium lasianthera setelah aklimatisasi akan lebih baik.