USD IDR USD USD USD USD

dokumen-dokumen yang mirip
Kata Pengantar.. i Daftar Isi... iii Daftar Tabel.. v Daftar Gambar.. vi Daftar Lampiran vii

BAB I PENDAHULUAN. (variables) seperti harga, volume instrumen, dan varian (variance) yang berubah

I. PENDAHULUAN. 1997/1998 merupakan tahun terberat. Berawal dari krisis nilai tukar yang terjadi

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN. pengolahan data. Dalam pengolahan data menggunakan program Microsoft Excel

I. PENDAHULUAN. Krisis ekonomi yang melanda sejak pertengahan tahun menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Risiko, Manajemen Risiko, dan Manajemen Risiko Finansial

III. PEMBAHASAN. Payoff Opsi Put ( p) Payoff Opsi Call ( c)

BAB III PORTOFOLIO OPTIMAL. Capital assets pricing model dipelopori oleh Treynor, Sharpe, Lintner

PORTFOLIO EFISIEN & OPTIMAL

HASIL EMPIRIS. Tabel 4.1 Hasil Penilaian Numerik

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB 4 ANALISIS KREDIT KONSUMTIF BANK X DENGAN INTERNAL MODEL CREDITRISK Gambaran Umum Kredit Konsumtif pada Bank X

PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV METODE PENELITIAN

RETURN YANG DIHARAPKAN DAN RISIKO PORTFOLIO ANALISIS INVESTASI DAN PORTOFOLIO ANDRI HELMI M, SE., MM.

BAB 1 PENDAHULUAN. bisnis yang berkembang dengan pesat sehingga sangat diperlukan sumber-sumber

BAB 3 DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. Dalam menentukan kebijakan moneter untuk mendapatkan nilai suku bunga yang

BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. seperti situs Bank Syariah yang terkait dalam penelitian ini. Penelitian ini

I. PENDAHULUAN II. LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian, memfasilitasi pertumbuhan ekonomi suatu negara untuk memenuhi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. seperti situs Bank Syariah yang terkait dalam penelitian ini. Penelitian ini

BAB I PENDAHULUAN. atau investor.kedua, pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk

PENGARUH PENGGUNAAN VALUE AT RISK NILAI TUKAR TERHADAP PERUBAHAN RASIO KECUKUPAN MODAL BANK (Studi pada 10 Bank Umum Nasional)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

III. METODE PENELITIAN. Objek dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Study ini menganalisis portofolio ke tiga aset yaitu saham, emas, dan

ANALISIS PENILAIAN KINERJA BLACK-LITTERMAN MENGGUNAKAN INFORMATION RATIO DENGAN BENCHMARK CAPITAL ASSETS PRICING MODEL TUGAS AKHIR SKRIPSI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. maka meningkatkan juga aktivitas perdagangan international. Beberapa aktivitas

BAB V PENUTUP. Secara umum risiko merupakan ketidakpastian tentang peristiwa masa depan atas

BAB I PENDAHULUAN. penting dalam proses pengambilan keputusan di suatu instansi. Untuk melakukan

Lampiran 6 PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dua hal, yaitu risiko dan return. Dalam melakukan investasi khususnya pada

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Transaksi Obligasi dengan Diagram Tree. Prof. Dr. Adler Haymans Manurung

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Kondisi Paritas Internasional dan Penentuan Nilai Tukar

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Analisis stress..., A. Pawitra Indriati, FE UI, 2010.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017, Halaman Online di:

I. PENDAHULUAN. pada tahun Pulihnya kondisi perbankan nasional dicirikan dengan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

ANALISIS PERHITUNGAN VALUE AT RISK (VAR) DENGAN METODE HISTORIS DAN VARIANSI-KOVARIANSI SERTA PENERAPANNYA DALAM PORTOFOLIO

Pengukuran Risiko Portofolio Investasi dengan Value at RISK (VaR) melalui Pendekatan Metode Variansi-Kovariansi dan Simulasi Historis

PENGUKURAN VALUE AT RISK

Pengukuran Value at Risk pada Aset Perusahaan dengan Metode Simulasi Monte Carlo

BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kinerja reksa dana syariah

III.METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi dalam perkembangannya ditandai dengan adanya perdagangan

DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR LAMPIRAN... ix

Data return 7 mata uang asing diuji dengan beberapa pengujian yang meliputi tes stasionaritasitas, tes normal dan tes heteroskedastik.

PERHITUNGAN VALUE AT RISK OBLIGASI PEMERINTAH BERKUPON TETAP DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN RISKMETRICS (STUDI KASUS PT.

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 83 /PMK. 06/2005 TENTANG

A. Expected Return. 1. Perhitungan expected return investasi tahunan

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. utama yang dipertimbangkan industri keuangan. Seperti yang dikemukakan oleh Jorion

BAB I PENDAHULUAN. untuk dibiayai, perbankan lebih memilih mengucurkan dana untuk kredit ritel dan

BAB I PENDAHULUAN. terbuka. Hal ini mengakibatkan arus keluar masuk barang, jasa dan modal

IV. METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Fenomena yang terjadi adalah dimana keadaan perekonomian

TEORI INVESTASI DAN PORTFOLIO MATERI 8.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

Manajemen Kas EXIM (termasuk Pembiayaan EXIM/Trade Finance)

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. bertahan dari terpaan krisis tersebut. Tabel 1 di bawah ini menunjukkan. Tabel 1

BAB I PENDAHULUAN. Keberadaan pasar modal di Indonesia memiliki peran penting bagi. berkembangnya perekonomian, karena para investor dan perusahaan,

BAB III METODE PENELITIAN. dengan metode purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 12 BUS. B. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel

3. METODE. Kerangka Pemikiran Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. uang di pasar finansial. Cerita sukses meraup uang di pasar finansial dan

Transkripsi:

IV. Hasil dan Pembahasan Implementasi pendekatan Varian-Kovarian dalam penghitungan VaR Mengestimasikan varian, kovarian dan korelasi distribusi prosentase perubahan faktor-faktor pasar, dengan mengasumsikan bahwa semua prosentase perubahan faktor pasar terdistribusi normal dengan mean nol. Menggunakan volatilitas dan korelasi antar faktor pasar dari prosentase perubahan faktor pasar (value changes) untuk mengestimasi volatilitas dan korelasi posisi standar. Menghitung nilai VaR dengan menggunakan volatilitas dan korelasi posisi standar. Pemetaan perubahan nilai portfolio ke dalam posisi standar Faktor-faktor perubahan: Suku bunga IDR (JIBOR) jangka waktu 1 bulan (P1) Suku bunga USD (SIBOR) jangka waktu 1 bulan (P2) Spot USD/IDR (P3) Formula posisi standar: X X X 1 2 3 = e 1+ r = 1+ r = 1+ r IDR e USD e USD USD F (( T t) / 360) USD S (( T t) / 360) USD S (( T t) / 360) Contoh penghitungan VaR tanggal 09 Desember 2001 Nilai-nilai faktor pasar dan data pendukung lainnya: Suku bunga IDR 13,3437% Suku bunga usd 6,46438% Spot USD/IDR 7225 Forward rate USD/IDR 1 bulan adalah: 31 Nilai posisi standar pada tanggal 09 Desember 1 + 0,133437 1999 adalah : 360 F = 7.225 = 7.267,562952 31 1 + 0,0646438 360

Nilai absolut yang sama pada ketiga posisi standar terjadi dikarenakan penentuan forward rate pada penelitian ini didasarkan atas formula Interest rate Parity (IRP), sehingga pada t = 0 tidak terjadi disequilibrium IRP Estimasi parameter perubahan faktor pasar Parameter faktor pasar yang diestimasi adalah volatilitas dan korelasi ERstimasi Varian Kovarian perubahan faktor pasar dilakukan dngan metode MA dan EWMA Hasil Volatilitas dan Korelasi Perubahan Faktor Pasar Untuk EWMA, 50 (λ = 0,94) 09/12/99 22/02/00 Volatilitas Korelasi ridr rusd Spot ridr.rusd ridr.spot rusd.spot 5,49034 5,49034 0,51307 0,51607 3,70286 3,70286 (0,06269) (0,06269) 0,15362 0,15362 (0,00059) (0,00059) 23/02/00 08/05/00 2,19210 2,19210 0,56907 0,56907 11,32531 11,32531 (0,25699) (0,25699) 0,03672 0,03672 (0,15524) (0,15524) 09/05/00 18/07/00 5,36270 5,36270 0,19434 0,19434 4,69761 4,69761 (0,18686) (0,18686) (0,20231) (0,20231) (0,01491) (0,01491) 19/07/00 27/09/00 2,91932 2,91932 0,24967 0,24967 4,32617 4,32617 0,04845 0,04845 0,02506 0,02506 0,02619 0,02619 28/09/00 08/12/00 0,77714 0,77714 1,01070 1,01070 3,56493 3,56493 0,14285 0,14285 0,05331 0,05331 0,30786 0,30786 11/12/00 23/02/01 1,91935 1,91935 2,56263 2,56263 1,52052 1,52052 (0,17871) (0,17871) (0,18537) (0,18537) (0,03050) (0,03050) 26/02/01 11/05/01 0,48404 0,48404 0,22139 0,22139 1,26039 1,26039 0,08912 0,08912 0,05604 0,05604 0,04594 0,04594 14/05/01 24/07/01 1,56585 1,56585 0,25132 0,25132 1,66883 1,66883 (0,19752) (0,19752) 0,15355 0,15355 0,01788 0,01788 25/07/01 04/10/01 1,70250 1,70250 0,40772 0,40772 2,00628 2,00628 0,06300 0,06300 (0,16019) (0,16019) 0,15923 0,15923 05/10/01 18/12/01 0,71417 0,71417 1,67049 1,67049 2,09018 2,09018 0,06770 0,06770 (0,08453) (0,08453) 0,13059 0,13059 19/12/01 04/03/02 2,12706 2,12706 1,83612 1,83612 0,86898 0,86898 0,76663 0,76663 0,04687 0,04687 (0,14319) (0,14319)

Estimasi volatilitas dan korelasi posisi standar Sebagai ilustrasi penerapan, berikut ini disajikan proses estimasi volatilitas posisi standar 1 dan korelasi antara posisi standar 1 dan 3 tanggal 09 Desember 1999 pada model EWMA,50 ( λ = 0,94 ) Data-data pendukung : X 1 = X 1,0 % = -7.185.004.318 F = 7.267,562952 r IDR = 13,3437 % σ IDR = 5,49034 ρ = 0,15362 r IDRSpot USD / IDR Sensitivitas X 1 diukur dari kenaikan 50 % faktor pasar ( r IDR ), sehingga : a % = 50 % X 1,50% = 7.267.562.952 1+ 0,133437 150% ( 31/ 360) = 7.144.424.421 Maka didapatkan : σ 7.144.424.421 7.185.004.318 ( 7.185.004.318) 1 50% 1 = 0,06202 5,49034 Estimasi Volatilitas dan Korelasi Posisi Standar Untuk Moedl EWMA,50 (λ=0,94)

Volatilitas Korelasi X1 X2 X3 X1.X2 X1.X3 X2.X3 09/12/99 22/02/00 23/02/00 08/05/00 09/05/00 18/07/00 19/07/00 27/09/00 28/09/00 08/12/00 11/12/00 23/02/01 26/02/01 11/05/01 14/05/01 24/07/01 25/07/01 04/10/01 05/10/01 18/12/01 19/12/01 04/03/02 0,06202 0,06202 0,02434 0,02434 0,05145 0,05145 0,03189 0,03189 0,01004 0,01004 0,02635 0,02635 0,0073 0,0073 0,02149 0,02149 0,02483 0,02483 0,01067 0,01067 0,03202 0,03202 0,00285 0,00285 0,00323 0,00323 0,00107 0,00107 0,00141 0,00141 0,00645 0,00645 0,01660 0,01160 0,00123 0,00123 0,00089 0,00089 0,00133 0,00133 0,00369 0,00369 0,00303 0,00303 3,70286 3,70286 11,32531 11,32531 4,69761 4,69761 4,32617 4,32617 3,56493 3,56493 1,52052 1,52052 1,26039 1,26039 1,66883 1,66883 2,00628 2,00628 2,09018 2,09018 0,86898 0,86898 0,04845 0,04845 0,14285 0,14285 0,08912 0,08912 0,06300 0,06300 0,06770 0,06770 0,76663 0,76663 0,20231 0,20231 0,18537 0,18537 0,16019 0,16019 0,08453 0,08453 0,00059 0,00059 0,15524 0,15524 0,01491 0,01491 0,03050 0,03050 0,14319 0,14319 (0,06269) (0,06269) (0,25699) (0,25699) (0,18686) (0,18686) (0,17871) (0,17871) (0,19752) (0,19752) (0,15362) (0,15362) (0,03672) (0,03672) (0,02506) (0,02506) (0,05331) (0,05331) (0,05604) (0,05604) (0,15355) (0,15355) (0,04687) (0,04687) (0,02619) (0,02619) (0,30786) (0,30786) (0,04594) (0,04594) (0,01788) (0,01788) (0,15923) (0,15923) (0,13059) (0,13059)

Estimasi VaR untuk EWMA,50 (λ = 0,94) 2 2 2 2 2 2 2 σ = X σ + X σ + X σ + 2X X σ σ ρ + 2X X σ σ ρ 2X X σ σ ρ V 1 1 2 2 3 3 1 2 1 2 12 1 3 1 3 13 + 2 3 2 3 23 σ = ((-7.185.004.318 2 x 0,0006202 2 ) + (7.185.004.318 2 x 0,0000285 2 ) + V (7.185.004.318 2 x 0,0370286 2 ) + (2 x -7.185.004.318 x 7.185.004.318 x 0,00016202 x 0,0000285 x 0,0006269) + (2 x -7.185.004.318 x 7.185.004.318 x 0,00016202 x 0,0370286 x 0,00015362) + (2 x 7.185.004.318 x 7.185.004.318 x 0,0000285 x 0,0370286 x 0,0000059)) 1/2 = 266.094.890 Sehingga VaR pada selang kepercayaan 99 % adalah : VaR = 266.094.890 2,323 = 618.138.429 Semua hasil estimasi VaR untuk setiap model MA dan EWMA dengan selang kepercayaan 95 % dan 99 % disajikan dalam lampiran 5. Validasi model Salah satu metode yang digunakan untuk melakukan validasi terhadap model VaR adalah dengan metode Back Testing Batas deviasi harus ditetapkan Syarat batas jumlah deviasi yang dapat diterima pada selang kepercayaan 99% dengan jumlah observasi (T) 510 dapat dihitung sebagai berikut:

Syarat Batas Kiri Z = -2,323 (satuan standar deviasi distribusi normal (0,1)) T = 510 dan P = 0,01 N = 2,323 510 0,01 0,99 + ( 510 0,01) 1 Syarat Batas Kanan Z = 2,323 T = 510 dan P = 0,01 N = 2,323 510 0,01 0,99 + ( 510 0,01) 11 Jumlah Deviasi (N) yang dapat diterima pada model VaR untuk jumlah observasi T Selang Kepercayaan Daerah Diterima Untuk Jumlah Deviasi (N) T=255 hari T=510 hari T= hari 0,99 N <7 1<N<11 4<N<17 0,975 2<N<12 6<N<21 15<N<36 0,95 0,925 0,9 6<N<21 11<N<28 16<N<36 16<N<36 27<N<51 38<N<55 37<N<65 59<N<92 81<N<120 Sumber : Value at Risk:The New Benchmark for Controlling Derivatives Risk. Philippe Jorion. The McGraw-Hill. 1997. Jumlah Deviasi VaR Terhadap realisasi perubahan Nilai Portofolio untuk tiap model Selang Kepercayaan 99% Selang Kepercayaan 95%

Pembahasan Output Model Ada 24 model dari 36 model estimasi VaR yang dapat diterima. Model MA. PAda selang kepercayaan 99% hanya model MA yang dapat diterima sedangkan pada selang kepercayaan 95% hanya model MA 300 yang dapat diterima Millions 1 0 MA, 99% MA 300, 95% Realize P/L MA, 99% MA 300, 95% Grafik Perbandingan Model MA (99%) dengan MA 300 (95%) yang Dapat Diterima. Untuk model MA lainnya ditolak, hal ini karena jumlah deviasi yang terjadi pada output model berada di luar rentang deviasi Millions 1 0 MA 300, 99% MA, 95% Realize P/L MA 300, 99% MA, 95% Grafik Perbandingan Model MA 300 (99%) dengan MA (95%) yang Ditolak. Dikarenakan pada bulan Agustus 1997 bangsa Indonesia mulai mengalami krisis yang mengganggu kestabilan perekonomian dan menyebabkan terjadinya perubahan struktural berupa gejolak nilai tukar yang berkorelasi dengan naiknya suku bunga

0 Millions 1 MA,5 MA 300,5 Realize P/L MA,5 MA 300,5 Grafik Perbandingan Model MA,5 dengan MA 300,5 untuk Selang Kepercayaan 99 %. Bila terjadi hal sebaliknya, artinya data observasi yang digunakan dalam estimasi VaR adalah data yang diambil dari observasi pada saat tidak ada perubahan struktural, tetapi pada tanggal estimasi VaR terjadi perubahan struktural, maka nilai VaR akan undervalued Model MA kurang peka terhadap perubahan-perubahan kondisi pasar Millions 1 0 MA, 50 MA, 25 MA,5 Realize P/L Grafik Perbandingan Periode Updating untuk Model MA dengan Selang Kepercayaan 99 %. Model EWMA Dengan model ini dengan selang kepercayaan 99% semua dapat diterima, namun untuk selang kepercayaan 95% hanya model EWMA 300 yang dapat diterima baik pada λ = 0,94 maupun pada λ = 0,97

Millions 2 2000 1 0 (1) (2000) (2) Lambda 0,94 Lambda 0,97 Realize P/L Lambda 0,94 Lambda 0,97 Gafik Perbandingan Model EWMA,5 pada λ =0,94 dan λ =0,97 untuk Selang Kepercayaan 99 %. Dari output model EWMA diperoleh indikasi bahwa penggunaan selang kepercayaan 99% lebih sesuai untuk λ = 0,94 dibandingkan dengan λ = 0,97, karena menghasilkan validitas yang lebih baik (setelah diukur dari selisih jumlah deviasi tiap model dengan nilai tengah rentang area diterima) Perubahan periode updating pada model EWMA, secara umum juga memberikan pengaruh yang signifikan pada peningkatan validitas model Output model juga menunjukkan bahwa model EWMA dapat memberikan reaksi dengan cukup cepat terhadap kejutan-kejutan yang terjadi pada pasar, serta dapat pula melakukan penyesuaian apabila kejutan itu berlanjut atau berhenti. Millions 2 2000 1 0 (1) (2000) (2) EWMA,5 MA,5 Realize P/L EWMA,5 MA,5 Grafik Perbandingan Model EWMA,5 pada λ =0,94 dengan Model MA,5 untuk Selang Kepercayaan 99 %. Implikasi bagi manajemen Penetapan limit, untuk memastikan bahwa risiko yang timbul tetap berada dalam batasan yang telah ditetapkan Capital at Risk Limit / CaR Limit, untuk mengetahui berapa besar modal yang diperlukan untuk dapat menutup kemungkinan kerugian yang dialami dipergunakan

penghitungan CaR / besarnya modal yang harus dicadangkan untuk menutup potensi kerugian yang mungkin timbul Pengujian back testing, dilakukan untuk membandingkan hasil pengukuran VaR dengan kondisi yang sebenarnya terjadi atau nilai realized P/L dengan menggunakan selang kepercayaan 99% Risk Ratio, untuk mengetahui kinerja dealer yang dihitung dari besarnya kontribusi profit yang dihasilkan dari transaksi suatu currency dibandingkan dengan potensi risiko yang harus ditanggung akibat dilakukannya transaksi suatu currency tersebut dan membandingkan risk performance antara transaksi suatu currency dengan currency lainnya sehingga dapat diketahui berapa besarnya potensi profit dari transaksi suatu currency tertentu dengan memperhitungkan potensi risiko yang dimiliki transaksi tersebut. Mengetahui berapa besar maksimum kerugian yang mungkin terjadi dalam satu hari dengan selang kepercayaan tertentu yang dipilih pada portfolio FX Forward USD/IDR 1 bulan. Alat bantu dalam proses pengambilan keputusan dan dapat mengontrol risiko serta dapat mengalokasikan sumber daya yang terbatas secara optimal. Dapat melindungi bank dari kemungkinan kerugian yang lebih besar, sehingga alokasi modal yang digunakan untuk meng-cover kerugian lebih tepat dan efisien.