BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
|
|
|
- Harjanti Yenny Halim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perkembangan ekonomi dunia kini menjadi salah satu isu utama dalam perkembangan dunia memasuki abad ke-21. Krisis ekonomi yang kembali melanda negara-negara di dunia pada tahun 2008 yang setelah sebelumnya baru saja pulih dari krisis ekonomi di Asia satu dekade sebelumnya, merupakan salah satu catatan penting dalam sejarah perekonomian dunia karena krisis kali ini disebut-sebut merupakan krisis ekonomi dunia terbesar setelah krisis ekonomi dunia pada tahun 1930 yang dikenal dengan Great Depression (Malaise). Melemahnya perekonomian dunia ini membuat kebijakan makroekonomi, yang merupakan kebijakan ekonomi lintas sektor dan bertujuan untuk menciptakan stabilitas ekonomi makro, di banyak negara termasuk di Indonesia mendapatkan sorotan dari berbagai pihak akhir-akhir ini. Dalam era keterbukaan ekonomi seperti sekarang ini, salah satu indikator makroekonomi yang penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi makro adalah nilai tukar mata uang. Menurut Mankiw (2007), nilai tukar mata uang antara dua negara adalah harga dari mata uang yang digunakan oleh penduduk negara-negara tersebut untuk saling melakukan perdagangan antara satu sama lain. Harga mata uang tersebut ditentukan berdasarkan penawaran dan permintaan dari kedua mata uang tersebut di pasar mata uang atau yang sering disebut dengan pasar valuta asing. Dengan perubahan kondisi ekonomi serta sosial politik yang terjadi di suatu negara, nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya dapat berubah secara substansial. Dalam mengatur pergerakan nilai mata uangnya di pasar valuta asing, suatu negara dapat menerapkan sistem dan kebijakan nilai tukar mata uang yang sesuai dengan sasaran moneternya. Di Indonesia sendiri, sejak tahun 1966 hingga sekarang telah diterapkan beberapa sistem nilai tukar mata uang yang berbeda. Bank Indonesia, sebagai otoritas moneter di Indonesia, menetapkan sistem nilai tukar mata uang berdasarkan berbagai pertimbangan, khususnya yang berkaitan dengan kondisi perekonomian saat itu. Sejak berakhirnya krisis ekonomi pada tahun 1998 hingga sekarang, Indonesia menerapkan sistem nilai tukar mengambang bebas (free floating exchange rate). Dengan penerapan sistem tersebut, intervensi Bank Indonesia di pasar
2 2 valuta asing dibatasi dan semata-mata hanya untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah yang dimana nilainya lebih banyak ditentukan oleh mekanisme pasar. Pada awal penerapannya, sistem nilai tukar mata uang ini menimbulkan gejolak yang berlebihan (overshooting), dimana nilai tukar rupiah berfluktuasi amat cepat. Banyak faktor yang akhirnya menyebabkan nilai tukar rupiah merosot tajam, mulai dari aksi ambil untung (profit taking) oleh para pelaku pasar uang serta tingginya permintaan mata uang asing oleh perusahaan domestik untuk membayar hutang-hutang luar negeri mereka yang telah jatuh tempo. Kini seiring dengan kondisi ekonomi, sosial dan politik di Indonesia yang semakin membaik, nilai tukar rupiah pun berangsur stabil. Namun demikian, nilainya tetap berubah-ubah sesuai dengan penawaran dan permintaan di pasar valuta asing, dimana hal tersebut juga bergantung pada perbandingan relatif fundamental ekonomi dan makroekonomi Indonesia dibandingkan dengan negara lain. Sebagai salah satu indikator makroekonomi, perubahan nilai tukar mata uang dapat sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi dalam berbagai industri, terutama dalam industri yang banyak melakukan transaksi dalam mata uang asing. Salah satu industri yang terkait langsung dengan perubahan nilai tukar mata uang adalah sektor perbankan. Dalam Booklet Perbankan Indonesia 2008 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Perbankan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Sedangkan, Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak (intermediari keuangan). Salah satu jenis bank yang banyak beroperasi di Indonesia adalah Bank Umum Konvensional yaitu adalah bank yang dalam kegiatannya dapat berfungsi sebagai intermediari keuangan serta dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip perbankan konvensional. Fungsi utama perbankan adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, kearah peningkatan taraf hidup rakyat banyak. Berkaitan dengan fungsi utama bank sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat, perubahan nilai tukar mata uang dapat membawa dampak langsung bagi bank antara lain ketika bank memberikan pinjaman dalam mata uang
3 3 asing kepada perusahaan yang penerimaannya bukan dalam mata uang asing. Dalam hal ini, bank berpotensi akan mengalami pinjaman yang gagal bayar ketika nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing terdepresiasi tajam. Jika bank tersebut tidak memiliki manajemen nilai tukar mata uang yang baik, hal tersebut akan dapat mengakibatkan kerugian keuangan bagi bank. Kinerja keuangan bank sendiri dapat diukur melalui analisis rasio-rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan bank. Beberapa kriteria yang seringkali digunakan dalam pengukuran kinerja keuangan bank adalah profitabilitas, likuiditas, kualitas asset, sikap terhadap resiko, dan strategi manajemen. Winkrar dan Tanko (2007) menjelaskan bahwa pada awal tahun 1970an regulator perbankan di Amerika dan Eropa memperkenalkan analisis CAMEL yang digunakan dalam melakukan pengukuran kondisi dan kinerja keuangan bank. Faktor-faktor keuangan yang dianalisis dalam analisis CAMEL adalah kecukupan permodalan (Capital adequacy), kualitas aset (Asset quality), kualitas manajemen (Management quality), profitabilitas atau rentabilitas (Earnings ability), and likuiditas (Liquidity), yang kemudian disingkat menjadi CAMEL. Sejak saat itu, penggunaan penilaian faktor-faktor CAMEL dalam mengevaluasi tingkat kesehatan keuangan perbankan semakin luas digunakan oleh regulator-regulator perbankan di dunia. Di Indonesia sendiri, penerapan CAMEL(S) sebagai alat penilaian tingkat kesehatan bank juga dilakukan oleh Bank Indonesia. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 dan Surat Edaran Bank Indonesia No.6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum, bank wajib melakukan penilaian tingkat kesehatan bank secara triwulanan. Penilaian dilakukan dengan berdasarkan faktor-faktor CAMEL yang telah disebutkan di atas serta ditambahkan dengan satu faktor lagi yaitu sensitivitas terhadap risiko pasar (Sensitivity to Market Risk) sehingga disebut dengan CAMELS. Penilaian terhadap faktor-faktor tersebut dilakukan melalui penilaian kuantitatif dan atau kualitatif setelah mempertimbangkan unsur judgement yang didasarkan atas materialitas dan signifikansi dari faktor-faktor penilaian serta pengaruh dari faktor lainnya seperti kondisi industri perbankan dan perekonomian nasional. Gejolak dalam industri perbankan yang diakibatkan oleh ketidakstabilan makroekonomi, yang dalam hal ini dikhususkan pada perubahan salah satu indikatornya yaitu nilai tukar mata uang, dapat dilihat dari pengalaman krisis ekonomi tahun 1998 dan juga krisis ekonomi tahun Pada saat krisis ekonomi terjadi pada
4 4 tahun 1998 nilai tukar mata uang rupiah mengalami depresiasi tajam. Di saat yang bersamaan banyak bank yang bermasalah secara keuangan yang kemudian dilikuidasi. Pada krisis ekonomi yang baru-baru ini terjadi pada akhir tahun 2008 pun, nilai tukar mata uang rupiah mengalami depresiasi, dan pada saat yang bersamaan bank-bank mulai memperketat kebijakan kreditnya. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, penulis tertarik untuk menganalisis pengaruh perubahan nilai tukar mata uang asing yang diwakili oleh perubahan nilai tukar mata uang rupiah (IDR) terhadap dolar Amerika (USD) terhadap kinerja keuangan bank yang diukur menggunakan analisis rasio kuantitatif CAMELS pada beberapa Bank Umum Konvensional periode tahun Perumusan Masalah Perbankan merupakan salah satu industri yang memegang peranan penting bagi perkembangan ekonomi nasional. Kinerja yang baik dari sektor perbankan diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan investor sehingga pada akhirnya dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Kinerja bank sendiri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah faktor-faktor yang berasal dari kondisi makroekonomi. Krisis ekonomi dunia yang kembali terjadi pada tahun 2008 menyebabkan perlambatan ekonomi dunia dalam berbagai sektor, termasuk juga dalam sektor perbankan. Pada saat krisis ekonomi seperti ini banyak ketidakstabilan yang terjadi dalam makroekonomi suatu negara. Salah satu indikator makroekonomi yang fluktuatif adalah nilai tukar mata uang. Perbankan, sebagai salah satu sektor yang banyak melakukan transaksi dalam mata uang asing, kinerjanya dapat terpengaruh oleh perubahan nilai tukar mata uang ini. Selain nilai tukar mata uang sebagai salah satu faktor makroekonomi yang dinilai dapat mempengaruhi kinerja bank, terdapat beberapa faktor makroekonomi lainnya yang juga dinilai dapat mempengaruhi kinerja bank. Faktor-faktor tersebut antara lain: tingkat inflasi, tingkat suku bunga serta jumlah uang beredar. Analisis CAMEL telah secara luas digunakan dalam melakukan pengukuran kondisi dan kinerja keuangan bank di dunia. Faktor-faktor keuangan yang dianalisis dalam analisis CAMEL adalah kecukupan permodalan (Capital adequacy), kualitas aset (Asset quality), kualitas manajemen (Management quality), profitabilitas atau rentabilitas (Earnings ability), and likuiditas (Liquidity). Berdasarkan peraturan
5 5 perbankan yang berlaku di Indonesia, analisis ini kemudian ditambahkan dengan satu faktor lagi yaitu sensitivitas terhadap risiko pasar (Sensitivity to market risk), sehingga disebut dengan analisis CAMELS. Dalam penelitian ini, penulis merumuskan masalah pada analisis pengaruh perubahan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika terhadap kinerja keuangan Bank Umum Konvensional di Indonesia dengan menggunakan analisis rasio kuantitatif CAMELS berdasarkan Laporan Keungan Publikasi Bank periode Penulis merumuskan pembahasan dalam menjawab pertanyaanpertanyaan berikut: 1. Apakah perubahan nilai tukar mata uang mempengaruhi secara signifikan kinerja keuangan Bank Umum Konvensional di Indonesia berdasarkan beberapa rasio kuantitatif CAMELS? 2. Apakah terdapat faktor-faktor makroekonomi lain yang secara signifikan mempengaruhi kinerja keuangan Bank Umum Konvensional di Indonesia berdasarkan beberapa rasio kuantitatif CAMELS? 1.3. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: a. Menganalisis pengaruh perubahan nilai tukar mata uang terhadap kinerja keuangan Bank Umum Konvensional di Indonesia selama 7 tahun terakhir periode tahun berdasarkan rasio kuantitatif CAMELS; b. Menganalisis faktor-faktor makroekonomi lain yang secara signifikan dapat mempengaruhi kinerja keuangan Bank Umum Konvensional di Indonesia selama 7 tahun terakhir periode tahun berdasarkan rasio kuantitatif CAMELS Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah: a. Bagi para pelaku di industri perbankan, penelitian ini dapat memberikan analisis mengenai pengaruh perubahan nilai tukar mata uang terhadap kinerja keuangan Bank Umum Konvensional di Indonesia yang dapat menjadi dasar untuk analisis keuangan masa depan bank serta dalam pengambilan keputusan; b. Bagi kalangan akademisi, penelitian ini dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan mengenai pengaruh perubahan nilai tukar mata uang terhadap kinerja keuangan Bank Umum Konvensional di Indonesia yang dapat menjadi dasar
6 6 untuk penelitian-penelitian selanjutnya Metodologi Penelitian Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sebagai berikut: a. Riset kepustakaan Dengan ini, penulis mengkaji data-data yang sifatnya teoritis untuk mendapatkan konsep-konsep yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Penulis melakukan pengumpulan data-data dari bahan kuliah, buku-buku, jurnal-jurnal ilmiah, penelitian-penelitian sebelumnya, dan sumber literatur bacaan lainnya. Selain itu, penulis juga melakukan pengumpulan peraturan-peraturan perbankan yang relevan yang diterbitkan baik melalui Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Bank Indonesia dan Surat Edaran Bank Indonesia untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai perkembangan industri perbankan berdasarkan peraturan-peraturan yang ditetapkan baik oleh pemerintah dan oleh Bank Indonesia sebagai otoritas perbankan. b. Studi empiris Dengan ini, penulis mengumpulkan data-data ekonomi dan keuangan yang merupakan data sekunder dari arsip Bank Indonesia sebagai otoritas perbankan melalui website serta link Indonesian Banking Indicator and Financial Performance Report di Pusat Data Ekonomi dan Bisnis Perpustakaan Fakultas Ekonomi. Data-data yang dikumpulkan berupa Laporan Keuangan Publikasi Bank bulanan, nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika, tingkat inflasi bulanan, tingkat suku bunga SBI bulanan, dan jumlah uang beredar bulanan pada periode tahun Penulis kemudian melakukan pengolahan dan analisis terhadap data-data tersebut Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini merupakan studi empiris analisis pengaruh perubahan nilai tukar mata uang terhadap kinerja keuangan Bank Umum Konvensional di Indonesia periode dengan menggunakan analisis rasio kuantitatif CAMELS. Dalam hal ini, perubahan nilai tukar mata uang dinilai dari perubahan nilai tukar mata uang rupiah Indonesia (IDR) terhadap dolar Amerika (USD). Dipakainya dolar Amerika sebagai mata uang asing acuan dalam penelitian ini dikarenakan dolar Amerika merupakan mata uang yang kuat dan Amerika Serikat merupakan partner
7 7 dagang yang dominan di Indonesia. Nilai tukar mata uang yang digunakan adalah nilai tukar mata uang nominal berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia. Digunakannya nilai tukar mata uang nominal dalam dalam nilai nominal. Selain nilai tukar mata uang, sebagai salah satu faktor dari makroekonomi yang diduga dapat mempengaruhi kinerja bank, terdapat beberapa faktor makroekonomi lainnya yang juga menjadi pembahasan dalam penelitian ini yang turut diduga dapat berpengaruh pada kinerja bank. Faktor-faktor tersebut antara lain: tingkat inflasi, tingkat suku bunga serta jumlah uang beredar. Bank yang dipilih sebagai objek penelitian dalam penelitian ini adalah bank umum konvensional yang pada periode tahun termasuk dalam 5 besar rating bank berdasarkan aktiva menurut Bank Indonesia, yaitu: Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Central Asia (BCA), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Danamon Indonesia. Kinerja keuangan bank sendiri akan dinilai melalui laporan keuangan yang dipublikasikan oleh masing-masing bank yang kemudian dianalisis dengan analisis rasio-rasio keuangan. Analisis rasio yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada penilaian tingkat kesehatan bank dengan analisis CAMELS. Rasio-rasio keuangan yang digunakan dibatasi pada indikator-indikator CAMELS yang kuantitatif serta dapat diperoleh berdasarkan laporan keuangan publikasi bank. Rasio-rasio tersebut antara lain: Capital Adequacy Ratio (CAR), perbandingan Aktiva Produktif Yang Diklasifikasikan (APYD) dengan modal bank, perbandingan APYD dengan aktiva produktif, tingkat kecukupan pembentukan penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP), Return On Average Assets (ROAA), Return On Average Equity (ROAE), Net Interest Margin (NIM), perbandingan Biaya Operasional dengan Pendapatan Operasional (BOPO), perbandingan aktiva likuid dengan pasiva likuid, dan Loan to Deposit Ratio (LDR) Sistematika Penulisan Laporan penelitian ini terbagi menjadi beberapa bab yang menjelaskan beberapa hal sebagai berikut: Bab 1 : Pendahuluan Pada bagian ini akan dijelaskan latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, ruang lingkup penelitian, serta sistematika penulisan.
8 8 Bab 2 : Landasan Teori Pada bagian ini akan dijelaskan secara teoritis mengenai konsep nilai tukar mata uang, sistem nilai tukar mata uang beserta perkembangannya di Indonesia, faktor-faktor yang mempengaruhi nilai mata uang, variabel-variabel makroekonomi lainnya seperti inflasi, tingkat suku bunga, dan jumlah uang beredar, gambaran industri perbankan yang dikhususkan pada bank umum konvensional, laporan keuangan publikasi bank, penilaian kinerja keuangan bank berdasarkan analisis CAMELS dan rasio-rasio keuangannya, serta faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja bank. Bab 3 : Metodologi Penelitian Pada bagian ini akan dijelaskan kerangka penelitian serta pengembangan hipotesis yang dibangun, variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian, data yang digunakan dalam penelitian beserta metode pengumpulannya, serta model dan metode penelitian yang digunakan. Bab 4 : Analisis dan Pembahasan Pada bagian ini akan dijabarkan hasil analisis deskriptif dari data-data yang telah dikumpulkan, hasil analisis dari pengolahan data dengan metode statistik yang digunakan serta hasil dari uji-uji terkait. Bab 5 : Kesimpulan dan Saran Pada bagian ini akan dijelaskan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan serta saran yang kontruktif baik para akademisi yang akan melakukan penelitian terkait berikutnya.
BAB I PENDAHULUAN. dengan perusahaan yang menjual produk yang berbentuk jasa. Perbankan. dana, disamping menyediakan jasa-jasa keuangan lainnya.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap perusahaan memiliki karakteristik tersendiri dan dalam pengelolaannya disesuaikan dengan karakteristik tersebut. Salah satu karakteristik yang sangat
BAB I PENDAHULUAN. memiliki peranan strategis dalam kegiatan perekonomian. Sarana tersebut dimiliki oleh
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup adalah dengan cara meningkatkan pendapatan melalui kegiatan perekonomian. Peningkatan ini membutuhkan suatu sarana
II. TINJAUAN PUSTAKA Institusi Perbankan
5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Institusi Perbankan Menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan, pengertian bank diatur dalam Pasal 1 ayat 2. Bank adalah suatu badan usaha yang menghimpun dana
BAB I PENDAHULUAN. keemasan yang puncaknya ditandai dengan keberhasilan beberapa bank besar
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan adanya krisis ekonomi yang menimpa Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 yang menyebabkan merosotnya nilai rupiah hingga terjadinya krisis keuangan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Seiring dengan adanya krisis ekonomi yang menimpa Indonesia sejak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan adanya krisis ekonomi yang menimpa Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 yang menyebabkan merosotnya nilai rupiah hingga terjadinya krisis keuangan
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai analisis Kesehatan Bank terhadap Harga Saham pada Perbankan BUMN Go Public periode tahun 2007-2011,
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Taswan (2006:4), bank adalah lembaga keuangan atau
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Taswan (2006:4), bank adalah lembaga keuangan atau perusahaan yang aktivitasnya menghimpun dana berupa giro, deposito, tabungan dan simpanan lainnya dari pihak
BAB I PENDAHULUAN. makro ekonomi misalnya Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat inflasi, Sertifikat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di media massa seringkali kita membaca atau mendengar beberapa indikator makro ekonomi misalnya Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat inflasi, Sertifikat Bank Indonesia,
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian Nama Bank Total Asset (triliun) Latar Belakang Permasalahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian Daftar nama bank yang termasuk dalam objek penelitian ini adalah 10 bank berdasarkan total aset terbesar di tahun 2012 dapat dilihat pada tabel 1.1.
BAB I PENDAHULUAN. banyak. Selain itu fungsi bank sebagai lembaga termediasi keuangan (financial
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perbankan merupakan elemen penting dalam pembangunan suatu Negara. Hal ini tercermin dalam pengertian perbankan secara teknik yuridis, yaitu sebagai badan usaha
ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT KESEHATAN KESEHATAN BANK UMUM SEBELUM DAN SESUDAH IMPLEMENTASI METODE RGEC DI INDONESIA
ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT KESEHATAN KESEHATAN BANK UMUM SEBELUM DAN SESUDAH IMPLEMENTASI METODE RGEC DI INDONESIA Rosalina Febrica Mayasari *1 Dwi Septa Aryani 2 Ima Andriyani 3 1,2,3 Universitas Tridinanti
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bank merupakan suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan antara pihak-pihak yang memiliki dana dengan pihak-pihak yang memerlukan dana (Merkusiwati,
BAB I PENDAHULUAN. terjadi perkembangan yang sangat pesat dari tahun-tahun sebelumnya. Hal
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kondisi perbankan di Indonesia saat ini memang sangat baik, dimana terjadi perkembangan yang sangat pesat dari tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari berkurangnya
BAB I PENDAHULUAN. dana dari pihak yang mempunyai dana yang kelebihan dengan pihak yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bank merupakan suatu lembaga keuanga yang berfungsi sebagai penyalur dana dari pihak yang mempunyai dana yang kelebihan dengan pihak yang kekurangan dana atau membutuhkan
BAB I PENDAHULUAN. yang dimiliki oleh unit ekonomi yang surplus kepada unit-unit ekonomi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perbankan merupakan tulang punggung dalam membangun sistem perekonomian dan keuangan Indonesia karena dapat berfungsi sebagai intermediary institution yaitu
BAB 1 PENDAHULUAN. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dan perbedaan kecepatan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dan perbedaan kecepatan pertumbuhan yang terjadi diantara negara maju dan negara berkembang khususnya pada tahun
BAB 1 PENDAHULUAN. ekonomi sebagai financial intermediary atau perantara pihak yang kelebihan dana
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan masyarakat modern sekarang ini, perbankan sebagai lembaga keuangan memiliki peran besar dalam menggerakkan roda perekonomian suatu negara, bank telah
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Krisis moneter pada tahun 1998 yang terjadi di indonesia memberikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Krisis moneter pada tahun 1998 yang terjadi di indonesia memberikan dampak bagi perekonomian di indonesia terutama pada struktur perbankan. Hal ini menyebabkan krisis
BAB I PENDAHULUAN. Bagi masyarakat yang hidup di negara negara maju, seperti negara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bagi masyarakat yang hidup di negara negara maju, seperti negara negara di Eropa, Amerika dan Jepang mendengar kata bank sudah tidak asing lagi. Bank sudah
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Perkembangan dunia perbankan sangat pesat setelah terjadi deregulasi di
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia perbankan sangat pesat setelah terjadi deregulasi di bidang keuangan. Deregulasi tersebut telah mengakibatkan kebutuhan dana secara langsung
BAB I Latar Belakang. Praktik perbankan di Indonesia saat ini yang diatur dalam Undang-Undang Perbankan
BAB I Latar Belakang 1.1 LATAR BELAKANG Praktik perbankan di Indonesia saat ini yang diatur dalam Undang-Undang Perbankan memiliki beberapa jenis bank. Didalam Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan, dan telah dijelaskan pula di babbab sebelumnya, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Capital Adequacy Ratio (CAR),
BAB I PENDAHULUAN. juga memberikan pelayanan dalam bentuk jasa jasa perbankan. Bank memiliki
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan lembaga keuangan yang fungsi utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat, menyalurkan dana kepada masyarakat, dan juga memberikan pelayanan
BAB 1 PENDAHULUAN. lepas dari peran Bank sebagai lembaga keuangan. Menurut Susilo (2000:6) secara
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank adalah lembaga keuangan yang memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian suatu negara. Perkembangan ekonomi suatu negara tidak lepas dari peran Bank
II. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Bank
5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Bank Menurut Undang-Undang RI Nomor 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari
BAB I PENDAHULUAN. atau nasabah. Sebagai lembaga kepercayaan maka bank dalam operasinya selalu
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Landasan atau dasar kegiatan usaha bank adalah kepercayaan dari masyarakat atau nasabah. Sebagai lembaga kepercayaan maka bank dalam operasinya selalu menjaga kinerjanya
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dunia perbankan memegang peranan yang penting dalam kehidupan
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dunia perbankan memegang peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Aktivitas yang di jalankan masyarakat selalu berhubungan dengan bank. Uang sebagai
BAB I PENDAHULUAN. dalam kegiatan ekonomi. Karena perbankan mempunyai fungsi utama sebagai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perbankan merupakan salah satu sarana yang mempunyai peranan strategis dalam kegiatan ekonomi. Karena perbankan mempunyai fungsi utama sebagai lembaga perantara (financial
BAB I PENDAHULUAN. panjang diantara berbagai alternatif lainnya bagi perusahaan, termasuk di dalamnya
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pasar modal merupakan salah satu alternatif pilihan sumber dana jangka panjang diantara berbagai alternatif lainnya bagi perusahaan, termasuk di dalamnya adalah sektor
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan, dan telah dijelaskan pula di bab-bab sebelumnya, maka dapat di ambil simpulan sebagai berikut: 1. Perkembangan Capital Adequacy
BAB I PENDAHULUAN. strategi dalam rangka mengefisienkan dana dari masyarakat seperti dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank sebagai lembaga keuangan yang memegang peranan penting dalam perekonomian di setiap negara, merupakan sebuah alat yang dapat mempengaruhi suatu pergerakan pertumbuhan
BAB I PENDAHULUAN. berkaitan erat dengan sector keuangan. Banyak sekali lembaga-lembaga keuangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di era globalisasi sekarang ini, masalah perekonomian adalah hal yang sangat penting dalam membangun suatu negara untuk menjadi negara yang lebih baik bahkan
PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA PT BANK SINAR MAS, Tbk. DAN PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk. MENGGUNAKAN METODE CAMELS
PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA PT BANK SINAR MAS, Tbk. DAN PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk. MENGGUNAKAN METODE CAMELS Dessy Ratna Sari email: [email protected] Program Studi Akuntansi STIE
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan dan telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing
BAB I PENDAHULUAN. dikenal dengan istilah di dunia perbankan adalah kegiatan funding (Kasmir, 2008:
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan. Aktivitas perbankan yang pertama
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN PERBANKAN BERDASARKAN METODE CAMELS
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN PERBANKAN BERDASARKAN METODE CAMELS MUNGNIYATI STIE TRISAKTI [email protected] PENDAHULUAN K esehatan merupakan aspek yang sangat penting dalam berbagai bidang kehidupan.
BAB I PENDAHULUAN. pembengkakan nilai dan pembayaran hutang luar negeri, melonjaknya non performing
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dalam mencapai tujuan pembangunan nasional, peranan perbankan sebagai fungsi intermediary yaitu menghimpun dan menyalurkan kembali dana dirasakan semakin
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari penelitian yang telah dilakukan, dan telah dijelaskan pula di bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil simpulan sebagai berikut: 1. Capital Adequacy Ratio (CAR),
Hal 9-2. C tive by Ticha. Hal 9-4. C tive by Ticha
PENDAHULUAN Bab 9 PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK (CAMELS) Penilaian tingkat kesehatan bank secara kuantitatif dilakukan terhadap 6 faktor, yaitu 1. CAPITAL ( Permodalan ), 2. ASSET QUALITY ( Kualitas
BAB 1 PENDAHULUAN. perekonomian suatu negara bahkan dunia. dana tersebut ke masyarakat serta memberi jasa-jasa bank lainnya.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Keberhasilan perekonomian negara Republik Indonesia tidak dapat terlepas dari sektor perbankan, khususnya peran perbankan sebagai salah satu sumber perekonomian
No.6/ 23 /DPNP Jakarta, 31 Mei S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA SECARA KONVENSIONAL DI INDONESIA
No.6/ 23 /DPNP Jakarta, 31 Mei 2004 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA SECARA KONVENSIONAL DI INDONESIA Perihal: Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.
BAB X PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK (CAMELS)
BAB X PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK (CAMELS) A. Capital (Permodalan) Penilaian pertama adalah aspek permodalan, dimana aspek ini menilai permodalan ang dimiliki bank yang didasarkan pada: 1. Kewajiban
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pasal 1 Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 (Merkusiwati, 2007:100)
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perbankan memiliki peranan yang sangat strategis dalam menunjang berjalannya roda perekonomian dan pembangunan nasional mengingat fungsinya sebagai lembaga
BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan bank yang berupa penghimpunan dan penyaluran dana dapat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perbankan merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam perekonomian di Indonesia. Bank adalah lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun
BAB I PENDAHULUAN. intermediasi, bank berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi
BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1. 1.1. Latar Belakang Masalah Bank sebagai lembaga keuangan yang didasarkan pada unsur kepercayaan, memiliki tugas pokok sebagai perantara antara pihak yang membutuhkan
DAFTAR ISI. Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR LAMPIRAN... ix
DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii DAFTAR TABEL... vi DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR LAMPIRAN... ix I. PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Rumusan Masalah... 4 1.3 Tujuan Penelitian...
BAB I PENDAHULUAN. merupakan mata rantai yang penting dalam melakukan bisnis karena. melaksanakan fungsi produksi, oleh karena itu agar
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perbankan merupakan tulang punggung dalam membangun sistem perekonomian dan keuangan Indonesia karena dapat berfungsi sebagai intermediary institution yaitu
BAB 1 PENDAHULUAN. (Nopirin, 2009:34). Kelangkaan dana yang dimiliki dunia perbankan memicu
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada pertengahan tahun 1997 Indonesia mengalami krisis ekonomi yang terus berkelanjutan. Pada akhir tahun 1997, suku bunga untuk jangka waktu bulanan di Bank
BAB 1 PENDAHULUAN. bunga yang sangat tinggi. Hingga saat ini, sistem pengkreditan bank sudah merata
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejak jaman penjajahan Belanda, sistem pengkreditan rakyat sudah diterapakan pada masa itu dengan mendirikan Bank Kredit Rakyat (BKR) yang membantu para petani, pegawai,
Analisis Kinerja Keuangan Bank Untuk Mengetahui tingkat Kesehatan Bank (Studi Kasus PT.BNI (Persero), Tbk.
Analisis Kinerja Keuangan Bank Untuk Mengetahui tingkat Kesehatan Bank (Studi Kasus PT.BNI (Persero), Tbk. Dian Risnawati 20208369 Pembimbing : 1. Hary W. Achmad Romadhon, Dr. 2. Caecilia Widi Pratiwi,
BAB I PENDAHULUAN. Perbankan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bank, mencakup
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perbankan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bank, mencakup kelembagaan kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.
BAB I PENDAHULUAN. Dunia perbankan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini telah. mengalami perkembangan yang cukup pesat, ini dibuktikan dengan
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia perbankan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, ini dibuktikan dengan semakin banyaknya bank pemerintah
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Sektor keuangan di Indonesia masih didominasi oleh industri perbankan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sektor keuangan di Indonesia masih didominasi oleh industri perbankan daripada lembaga keuangan lainnya. Secara umum kegiatan perbankan di Indonesia adalah
PENDAHULUAN. memastikan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi (Halling dan Hayden, 2006).
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kekuatan sistem perbankan merupakan persyaratan penting untuk memastikan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi (Halling dan Hayden, 2006). Bank adalah bagian utama dari
BAB I PENDAHULUAN. (financial intermediary) antara pihak-pihak yang memiliki dana (surplus unit)
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bank merupakan suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak-pihak yang memiliki dana (surplus unit) dengan pihak-pihak
BAB I PENDAHULUAN. dimana kebutuhan ekonomi antar negara juga semakin saling terkait, telah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sejalan dengan perkembangan ekonomi internasional yang semakin pesat, dimana kebutuhan ekonomi antar negara juga semakin saling terkait, telah meningkatkan arus perdagangan
BAB I PENDAHULUAN. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Masalah. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang masih mengalami gejolak-gejolak
1 Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai salah satu negara berkembang masih mengalami gejolak-gejolak perekonomian yang mempengaruhi seluruh aspek masyarakat. Salah
Bab I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN. yang ditetapkan dan struktur permodalan yang lemah dan sebagainya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberhasilan perekonomian di Indonesia tidak dapat terlepas dari sektor perbankan, khususnya peran perbankan sebagai sumber pembiayaan industri dalam negeri. Oleh karena
II. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian dan Peran Bank
5 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian dan Peran Bank Bank secara sederhana dapat diartikan sebagai lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pembangunan nasional suatu bangsa mencakup di dalamnya
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan nasional suatu bangsa mencakup di dalamnya pembangunan ekonomi. Dalam pembangunan ekonomi diperlukan peran serta lembaga keuangan untuk menbiayai, karena
BAB I PENDAHULUAN. memiliki peran yang sangat strategis sebagai intermediary institution dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perekonomian sebuah negara tidak mungkin lepas dari berbagai peran penting dan strategis lembaga keuangan terutama lembaga perbankan. Bank memiliki peran yang
BAB I PENDAHULUAN. lapisan masyarakat. Secara umum, bank memiliki fungsi utama. lembaga intermediasi, yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank merupakan perusahaan jasa yang menyediakan jasa bagi seluruh lapisan masyarakat. Secara umum, bank memiliki fungsi utama sebagai lembaga intermediasi, yaitu menghimpun
BAB IV ANALISIS DATA
BAB IV ANALISIS DATA A. Rasio CAMELS Pada Bank Syariah Mandiri 1. Capital Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, nilai rasio CAR (Capital Adequacy Rasio) Bank Syariah Mnadiri tahun 2011 sebesar 14,57%,
BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan tersebut semakin membaik pada akhir 2015 seiring dengan. semakin baik (Laporan Tahunan Perbankan, 2015).
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan ekonomi domestik pada tahun 2015 mengalami perlambatan, yaitu sebesar 4,79% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 5,02% (Berita Resmi Statistik No.16/02/Th.XIX,
BAB III METODOLOGI. Langkah awal yang dilakukan dalam memulai penelitian ini adalah dengan
BAB III METODOLOGI 3.1 Kerangka Pikir Langkah awal yang dilakukan dalam memulai penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data-data keuangan yang dibutuhkan. Data-data keuangan tersebut dapat diperoleh
BAB I PENDAHULUAN. Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi sebagai financial intermediary atau perantara pihak yang kelebihan dana dengan pihak
Analisis Tingkat Kesehatan Bank BUMN dengan Menggunakan RGEC. Abstrak
Analisis Tingkat Kesehatan Bank BUMN dengan Menggunakan RGEC Ramdhansyah Universitas Negeri Medan [email protected] Abstrak Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 13/1/PBI/2011 tanggal
BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan perekonomian negara Indonesia tidak lepas dari. pengaruh peran perbankan sebagai salah satu lembaga keuangan yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan perekonomian negara Indonesia tidak lepas dari pengaruh peran perbankan sebagai salah satu lembaga keuangan yang mempunyai peran sebagai penghimpun
