BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
|
|
|
- Glenna Susman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Penelitian dalam karya akhir ini dilakukan melalui studi pustaka, pengumpulan data dan analisa kuantitatif. Studi pustaka digunakan untuk menyusun landasan teori yang berhubungan dengan pengukuran risiko kredit dengan menggunakan model Credit Risk+. Data yang dikumpulkan merupakan data primer yang diperoleh langsung dari Consumer Banking Division Bank X. Objek penelitian yang akan dianalisis dalam karya akhir ini adalah mengenai pengukuran risiko kredit segmen consumer banking Bank X sejak 31 Oktober 2007 sampai dengan 31 Oktober Metode yang digunakan dalam perhitungan Value at Risk adalah Model Credit Risk+. Fokus implementasi Basel II di Indonesia adalah pengembangan dan peningkatan kualitas manajemen risiko oleh perbankan nasional sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 5/8/PBI/2003 tanggal 19 Mei 2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum. Sebagai Bank Umum, manajemen Bank X telah menerapkan PBI tersebut dengan membentuk struktur organisasi risk management. Sampai saat ini manajemen Bank X belum menerapkan Internal Model Credit Risk+ oleh karena itu outstanding portfolio kredit consumer banking akan di analisis dengan tujuan untuk mengetahui berapa besar estimasi modal yang harus dicadangkan untuk meng-cover risiko kredit consumer. Metode Credit Risk+ merupakan model credit default risk yang tidak mengasumsikan penyebab terjadinya default, mengingat model ini bersifat default model. Penggunaan metode credit risk+ lebih cocok digunakan untuk kredit consumer karena jumlah debiturnya banyak dengan nilai outstanding exposure kreditnya relatif kecil, dan dapat dikelompokkan ke dalam kelompok band sesuai dengan jumlah exposure nya. Dengan jumlah debitur yang banyak dan jumlah exposure-nya bervariasi, maka setiap debitur dapat diasumsikan memiliki probability of default yang rendah, bersifat random dan independent. 46
2 Data Input Tahapan pertama dalam model Credit Risk+ adalah data input, selanjutnya dilakukan tahapan berikut ; 1. Perhitungan jumlah frekuensi terjadinya default (frequency of default) dan jumlah kerugian (severity of losses) 2. Perhitungan distribusi kerugian karena default (distribution of default losses) Selanjutnya model Credit Risk+ mensyaratkan historical data untuk di input, dan berdasarkan CSFB 1997 hal 13, data input yang digunakan terdiri dari empat jenis, yaitu : 1. Credit exposures, yaitu jumlah outstanding kredit debitur yang default 2. Default rates, yaitu jumlah kejadian default dalam suatu waktu tertentu pada setiap band. 3. Default rates volatility, yaitu standar deviasi default rates, default rates volatility merupakan akar dari rata-rata default per periode. 4. Recovery rates, merupakan persentase outstanding pinjaman, nilai recovery adalah outstanding pinjaman dikalikan dengan recovery rates, sementara actual loss adalah outstanding pinjaman dikurangi nilai recovery. Data primer yang di input untuk mengukur risko kredit dalam penelitian ini termasuk namun terbatas pada data-data sebagai berikut: 1. Data outstanding kredit consumer sebanyak debitur selama periode 25 bulan yang sudah default sejak 31 Oktober 2007 sampai dengan 31 Oktober 2009, dengan jumlah outstanding Rp ,- sampai dengan Rp ,- 2. Definisi default adalah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia, yaitu Non Performing Loan (NPL) dengan kolektibilitas 3, 4 dan Data yang diambil adalah data outstanding kredit consumer khususnya berupa KPR dengan jaminan berupa tanah dan bangunan rumah tinggal 3.3. Pengukuran Risiko Kredit dengan Metode CreditRisk+
3 48 Tahapan yang dilakukan dalam pengukuran risiko kredit dengan metode Credit Risk+ adalah sebagai berikut : 1. Pengumpulan dan sorting data outstanding kredit dari nilai terendah sampai nilai tertinggi dari outstanding kredit debitur consumer dengan status non performing loan kolektibilitas 3, 4, dan Pengelompokkan dan penyusunan setiap exposure kedalam beberapa band 3. Membuat common exposures dengan menghitung besarnya outstanding kredit debitur dibagi dengan band nya. 4. Mengelompokkan commond exposures berdasarkan band 5. Menghitung Exposures at Default berdasarkan Peraturan Bank Indonesia. 6. Menentukan nilai nj (debitur default) dan menentukan probability of default (PD) yang diperoleh dari Distribusi Poisson dan menghitung Loss Given Default. 7. Menentukan Recovery Rate yang diasumsikan dari data write off debitur dan menghitung Average Recovery Rates (RR). 8. Menghitung debitur default per bulan (nj/12) 9. Menghitung nilai x dengan asumsi tingkat keyakinan (confidence level) 95%, dengan menggunakan metode distribusi poisson. 10. Menghitung Value at Risk (VaR) kredit 95%. VaR 95% = (nilai common exposures) x (X) x (1-Average RR) 11. Menghitung expected loss (EL) = EADxPDxLGD, LGD = 1-RR dan Unexpected Loss (UEL) = VaR 95% - EL masing-masing dari kelompok debitur sesuai dengan band nya. 12. Pengujian model Credit Risk+ dengan Back testing dan Likelihood Ratio Test Adapun tahapan proses pengukuran risiko kredit kredit dapat digambarkan dalam flowchart sebagai berikut : Start Pengumpulan data
4 49 Penyusunan Band Penyusunan Exposure berdasarkan band Penyusunan EAD berdasarkan band Penentuan Recovery Rate Pengukuran Severity of Loss X Gambar 3.1 Tahapan Proses Credit Risk+ X Pengukuran Probability of Default
5 50 Pengukuran Cumulative of PD Expected Number of Default Pengukuran Expected Loss Pengukuran Unexpected Loss Economic of Capital Back Testing dan Validasi LR < Critical Value? Ya / Model Valid Kesimpuan dan Saran Finished Gambar 3.1 Tahapan Proses Credit Risk+ (sambungan) Berdasarkan flowchart tersebut diatas, berikut adalah tahapan perhitungan internal model Credit Risk+ :
6 Pengumpulan dan Pengolahan Data Sumber data yang digunakan dalam perhitungan dengan metode Credit Risk+ diperoleh dari Divisi Risk Management Group PT. Bank X berupa data debitur kredit consumer yang terdiri dari debitur dengan kolektibilitas 3, 4, dan 5, recovery rate untuk periode 31 Oktober 2007 sampai dengan 31 Oktober Pengelompokkan dan Penyusunan Band Tahapan selanjutnya adalah menyusun atau mengelompokkan berdasarkan band, dengan tujuan untuk mengelompokkan exposure outstanding kredit ke dalam 3 (tiga) band, yaitu ; band Rp ,-,(satu juta Rupiah) band Rp ,- (sepuluh juta Rupiah) dan band Rp ,-(seratus juta Rupiah) Berikutnya dari ke tiga band tersebut di golongkan menjadi 10 (sepuluh) golongan kelas. Pengelompokkan golongan kelas ini berdasarkan ketentuan bahwa dalam satu band harus terdapat 10 (sepuluh) golongan kelas. Golongan kelas dihitung berdasarkan outstanding saat ini dibagi dengan band. Misalnya dalam band Rp ,- artinya untuk nominal outstanding dari Rp ,- sampai dengan Rp ,-, untuk band Rp ,- artinya mulai dari outstanding Rp ,- sampai dengan Rp , demikian pula selanjutnya untuk band Rp ,- artinya dimulai dari outstanding Rp ,- sampai dengan Rp ,- Pembuatan band ini disusun dikarenakan ada 10 golongan kelas dalam setiap band, maka diperlukan data debitur dengan oustanding Rp ,- sampai dengan Rp ,-. Pengelompokkan golongan band ini disajikan pada Lampiran Pengolahan Data Selanjutnya data yang sudah dikelompokkan sesuai dengan masing-masing band tersebut diolah dengan tahapan-tahapan perhitungan sebagai berikut ; Credit Exposure at Default
7 52 Credit exposure at default merupakan jumlah outstanding kredit debitur yang dinyatakan default berdasarkan ketentuan Bank Indonesia. Pengelompokkan debitur yang default berdasarkan kolektibilitas 3, 4, dan 5 yaitu debitur yang sudah menunggak pembayaran angsuran pokok dan bunga lebih dari 90 hari keatas. Kemudian data diurutkan dari nilai terendah sampai tertinggi dan dikelompokkan berdasarkan band, sehingga diperoleh 25 bulan dalam periode 31 Oktober 2007 sampai dengan 31 Oktober Default Rate Default rate adalah jumlah terjadinya default dalam suatu waktu pada setiap band. Default rate dapat diperoleh dengan cara menghitung jumlah kejadian yang default (expected number of default event). Expected number of default event atau lamda (λ) dihitung dengan cara membagi nilai EAD masing-masing kelompok band dengan nilai common exposurenya. Common Exposure adalah nilai exposure yang mewakili masing-masing band dan merupakan hasil pembulatan EAD berdasarkan kelipatan satuan nilai exposure yang terdekat. Besarnya common exposure pada setiap kelompok band adalah perkalian satuan exposure dengan satuan kelompok band Recovery Rate Recovery rate adalah suatu jumlah prosentase nilai pengembalian atas outstanding kredit yang default dengan memperhitungkan nilai likuidasi jaminan plus biaya-biaya yang diperlukan sehubungan dengan upaya penyelesaian kredit yang default. Ketika pinjaman debitur default, management Bank X akan melakukan upaya restructuring (perubahan angsuran dan jangka waktu kredit) dengan persetujuan debitur dan apabila upaya ini tidak memungkinkan maka akan dilakukan out of court settlement dengan menjual jaminan fixed asset dimana hasil penjualan jaminan tersebut akan digunakan melunasi kewajiban debitur. Apabila out of court settlement tidak memungkinkan maka diupayakan negosiasi dengan cara pengambil alihan jaminan dengan memperhitungkan seluruh kewajiban debitur dan asset ini di masukan dalam kelompok Asset Dalam Penguasaan Bank (AYDA), yang selanjutnya Bank akan menjual kepada pihak III. Upaya terakhir
8 53 adalah dengan melakukan upaya litigasi dengan memperhitungkan cost and benefit analisis. Sebelum seluruh langkah ini dilakukan, umumnya management melakukan reappraisal (penilaian kembali) jaminan untuk memastikan nilai jaminan yang terkini dengan tujuan salah satunya adalah untuk menentukan recovery rate debitur. Recovery rate dihitung dari nilai likuidasi jaminan fixed asset yang dipakai untuk tiap golongan kelas dalam masing-masing band Loss Given Default Loss Given Default (LGD) atau severity of loss adalah nilai kerugian Bank ketika debitur default setelah memperhitungkan nilai recovery. Loss Given Default diperoleh dengan mengurangkan nilai EAD dengan nilai recovery Pengukuran Probability of Default Pengukuran Probability of Default dihitung dengan menggunakan distribusi frekuensi Poisson. Distribusi frekuensi Poisson mencerminkan probabilita jumlah atau frekuensi kejadian dan merupakan distribusi frekuensi kerugian yang paling banyak terjadi karena karakteristiknya yang sederhana dan paling sesuai dengan frekuensi terjadinya kerugian. Tingkat keyakinan yang digunakan dalam analisis ini sebesar 95%, dengan pertimbangan bahwa kemungkinan terjadinya risiko yang harus di antisipasi adalah sebesar 95%. Untuk memperhitungkan jumlah debitur yang mengalami default pada tingkat keyakinan 95% dilakukan dengan memasukkan nilai n=1,2,3,...,n. Dalam hal ini perhitungan probability of default di lakukan dengan program microsoft excell dengan rumus POISSON (n,λ,0). Selanjutnya angka probabilitas tersebut dijumlahkan untuk mendapatkan angka cummulative probability of default hingga mencapai proyeksi 95% Cummulative Probability of Default Cummulative probability of default diperoleh dengan menjumlahkan nilai probability of default pada n = 1,2,3,...,n. Perhitungan probability of default menggunakan distribusi Poisson melalui program microsoft excell.
9 Default Number Default Number diperoleh dari jumlah kerugian yang memiliki probability of default tertinggi, yakni jumlah kejadian kerugian (n) = lambda (λ). Expected loss diperoleh dari hasil perkalian nilai n = lambda (λ) dengan nilai exposure pada masing-masing kelompok band. Nilai unexpected default number terjadi pada saat cummulative probability of default mencapai nilai 95%. Jumlah cummulative probability of default diperoleh dengan menjumlahkan masing-masing nilai pada n = 0,1,2,3,...,n (cumulative PD 95%) dengan exposure pada setiap kelompok band, akan diperoleh nilai unexpected loss atau Value at Risk (VaR) yakni jumlah maksimum kerugian yang dapat terjadi pada tingkat keyakinan tertentu sebesar 95% Pengukuran Expected Loss, Unexpected Loss, dan Economic Capital Dalam metode Credit Risk+ ini, perhitungan expected loss dapat dilihat pada lampiran 4.5. Sementara nilai kerugian yang besarnya sama dengan expected loss yang telah dihitung berdasarkan rumus (2.14). Nilai expected loss pada suatu periode merupakan penjumlahan dari nilai expected loss masing-masing kelompok band pada periode tersebut, sedangkan unexpected loss dihitung berdasarkan ketentuan yang telah dijelaskan dalam Bab II. Nilai unexpected loss ini yang harus di cover oleh Modal Bank, dalam hal ini disebut Economic Capital. Economic Capital diperoleh dari hasil selisih antara unexpected loss dan expected loss berdasarkan rumus (2.15). Economic Capital dimaksudkan untuk mengetahui berapa besar modal Bank yang diperlukan untuk mengcover potensi kerugian akibat terjadinya default Back testing Back testing merupakan suatu proses yang digunakan untuk menguji validitas model pengukuran potensi kerugian. Tujuannya adalah untuk mengetahui akurasi model risiko yang digunakan dalam memproyeksi potensi kerugiannya. Pengujian validitas model dengan back testing adalah dengan membandingkan nilai Value at Risk (VaR) dengan realisasi kerugian dalam suatu periode waktu tertentu. Dalam
10 55 hal ini back testing dilakukan dengan membandingkan proyeksi pengukuran nilai unexpected loss sebagai nilai VaR untuk setiap bulan dibandingkan dengan kerugian sebenarnya (actual loss) yang dialami Bank X per bulannya selama periode tahun 2007 sampai dengan Apabila nilai actual loss lebih rendah dari nilai VaR, maka nilai VaR dapat mengcover actual loss dan data yang dipakai dapat diukur dengan menggunakan model Credit Risk Validasi Model Hasil validasi back testing digunakan untuk mendukung kebijakan penggunaan suatu model tertentu jika ternyata dalam pengujian tersebut model pengukurannya dinyatakan valid. Dalam karya akhir ini, digunakan validasi model Likelihood Ratio (LR) Test, yaitu model aggregation untuk proyeksi potensi kerugian berdasarkan proses stochastic dengan menggabungkan distribusi frekuensi dan distribusi severitas. Untuk menguji proyeksi nilai VaR kerugian ini perlu dibandingkan dengan kerugian yang sebenarnya. Rumus LR test dapat dilihat pada Bab 2, Apabila dalam test validasi model ini ternyata jumlah kesalahan masih dibawah batas dari jumlah kesalahan dapat ditoleransi, berarti model Credit Risk+ nya sudah valid dan dapat diterima sebagai alat ukur risiko kredit consumer pada Bank X. Toleransi pengukuran ini dibandingkan dengan nilai kritis (critical value) Chi Squared, jika nilai LR lebih kecil dibandingkan dengan critical value Chi Squared, maka model pengukuran sudah akurat, demikian pula sebaliknya.
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN
43 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Objek Penelitian Objek penelitian yang akan dianalisis dalam karya akhir ini adalah mengenai pengukuran risiko kredit di bagian Consumer Banking, khususnya untuk kredit
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam Bab 4 ini akan dibahas mengenai, analisis pengukuran risiko kredit consumer khususnya mortgage (KPR) pada Bank X dengan menggunakan Internal Model CreditRisk+. Dengan
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian Penelitian ini akan memberikan penjelasan secara deskriptif mengenai hasil perhitungan statistik dalam mengukur risiko kredit menggunakan metode CreditRisk
BAB 4 ANALISIS KREDIT KONSUMTIF BANK X DENGAN INTERNAL MODEL CREDITRISK Gambaran Umum Kredit Konsumtif pada Bank X
51 BAB 4 ANALISIS KREDIT KONSUMTIF BANK X DENGAN INTERNAL MODEL CREDITRISK + Dalam Bab 4 secara lebih mendalam akan dibahas analisis mengenai pengukuran risiko kredit konsumtif pada bank X dengan menggunakan
BAB IV METODE PENELITIAN
BAB IV METODE PENELITIAN 1.1 Desain Penelitian Dalam Bab 4 secara lebih mendalam akan dibahas seacara deskriptif mengenai hasil pengukuran risiko kredit pada segmen Kredit Tanpa Agunan pada bank XYZ dengan
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam karya akhir ini pengukuran risiko yang ditunjukan terhadap pembiayaan murabahah pada BNI Syariah dengan menggunakan Metode CreditRisk +, Dalam penerapan metode pengukuran
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Bab ini akan menguraikan pemecahan masalah dalam mengukur risiko kredit dengan menggunakan metode Credit Risk +. Dimana pemecahan masalah tersebut akan sesuai mengikuti metodologi
3. METODE. Kerangka Pemikiran Penelitian
18 3. METODE Kerangka Pemikiran Penelitian Salah satu parameter kinerja jangkauan layanan LKM mencakup adalah luasnya jangkauan kepada nasabah berupa besarnya jumlah nasabah yang dilayani LKM. Untuk menjangkau
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.1 Gambaran Kredit Tanpa Agunan (KTA) di Bank XYZ Kredit Tanpa Agunan merupakan salah satu produk perbankan yang memberikan fasilitas pinjaman tanpa beban memberikan
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1. Gambaran Kredit UKM di Bank XYZ Penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan usaha dalam rangka membangun
ANALISIS PENGUKURAN RISIKO PEMBAYARAN RENTAL KENDARAAN BERMOTOR SECARA KREDIT (STUDI KASUS PADA PT. SURYA DARMA PERKASA)
ANALISIS PENGUKURAN RISIKO PEMBAYARAN RENTAL KENDARAAN BERMOTOR SECARA KREDIT (STUDI KASUS PADA PT. SURYA DARMA PERKASA) SUHERI PURNOMO Jl. Srengseng Raya No.45 RT 008/06 Kembangan Jakarta Barat. 11630
LAMPIRAN. : Interview PT. Ganesha Cipta Informatika tentang kebutuhan aplikasi. 1. Bagaimana sistem penghitungan risiko kredit yang ada saat ini?
LAMPIRAN Wawancara Pengguna Nama Lokasi Subyek : Oktario Sitorus : PT. Ganesha Cipta Informatika : Interview PT. Ganesha Cipta Informatika tentang kebutuhan aplikasi basis data untuk pengukuran risiko
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Pembiayaan Murabahah Pembiayaan murabahah merupakan penyaluran dana bagi bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dalam bentuk penyediaan dana pembiayaan
BAB III KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
BAB III KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kajian Pustaka 3.1.1. Manajemen Risiko Menurut Chapman (2006), manajemen risiko adalah bagian dari pengendalian internal. Manajemen risiko ditujukan untuk
PENERAPAN METODE CREDITRISK+ DALAM PENGUKURAN RISIKO KREDIT KENDARAAN BERMOTOR (KASUS PADA PT X )
PENERAPAN METODE CREDITRISK+ DALAM PENGUKURAN RISIKO KREDIT KENDARAAN BERMOTOR (KASUS PADA PT X ) Any Meilani ([email protected]) Fakultas Ekonomi, Universitas Terbuka ABSTRACT Identify and measure credit
PROSPEK USAHA Kurang Lancar
LAMPIRAN 85 86 Lampiran. Pedoman umum penggolongan kualitas kredit Bank Syariah Komponen Lancar Dalam Perhatian Khusus Potensi pertumbuh an usaha Kondisi pasar dan potensi debitur dalam persaingan Kualitas
BAB I PENDAHULUAN. perekonomian, memfasilitasi pertumbuhan ekonomi suatu negara untuk memenuhi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perbankan memiliki peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian, memfasilitasi pertumbuhan ekonomi suatu negara untuk memenuhi tantangan dunia usaha dan industri
ANALISIS PERHITUNGAN CREDIT RISK + UNTUK KREDIT BISNIS MIKRO PADA BANK RAKYAT INDONESIA TESIS
UNIVERSITAS INDONESIA ANALISIS PERHITUNGAN CREDIT RISK + UNTUK KREDIT BISNIS MIKRO PADA BANK RAKYAT INDONESIA TESIS INDRA KURNIAWAN 0806432985 FAKULTAS EKONOMI PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN JAKARTA DESEMBER
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengantar Pada Bab ini akan dilakukan pembahasan untuk menetapkan beban overbooking melalui model penghitungan. Untuk dapat melakukan penghitungan tersebut, terlebih dahulu
UNIVERSITAS INDONESIA PENGUKURAN RISIKO KREDIT MENGGUNAKAN METODE CREDIT RISK + DENGAN MEMPERTIMBANGKAN VARIABEL MAKRO EKONOMI (STUDI KASUS DI BANK X)
UNIVERSITAS INDONESIA PENGUKURAN RISIKO KREDIT MENGGUNAKAN METODE CREDIT RISK + DENGAN MEMPERTIMBANGKAN VARIABEL MAKRO EKONOMI (STUDI KASUS DI BANK X) TESIS IRA WIDAYANTI 0806432991 FAKULTAS EKONOMI PROGRAM
BAB III DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN
42 BAB III DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Internal Rating PT. Bank X PT. Bank X yang merupakan salah satu bank BUMN di Indonesia yang termasuk 3 besar dalam nilai aset. PT. Bank X membagi portepel
ANALISIS PENGUKURAN RISIKO KREDIT KPR CONSUMER BANKING BANK X DENGAN METODE CREDIT RISK+ TESIS
UNIVERSITAS INDONESIA ANALISIS PENGUKURAN RISIKO KREDIT KPR CONSUMER BANKING BANK X DENGAN METODE CREDIT RISK+ TESIS SATRIA BUDI RAHARDJA 0706170476 FAKULTAS EKONOMI PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN KEKHUSUSAN
BAB III DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN
28 BAB III DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Profil Perusahaan Bank ABC pada mulanya didirikan dengan menggunakan nama NV Perseroan Dagang dan Industrie Semarang Knitting Factory. Perusahaan mulai beroperasi
THE COMPARISON ANALYSIS WITHIN RISK OF MURABAHAH FINANCING AND MUDHARABAH AT PT BANK SYARIAH X (RISK ANALYSIS BY USING INTERNAL METHOD CREDITRISK+)
THE COMPARISON ANALYSIS WITHIN RISK OF MURABAHAH FINANCING AND MUDHARABAH AT PT BANK SYARIAH X (RISK ANALYSIS BY USING INTERNAL METHOD CREDITRISK+) BY : MOHAMMAD AINUN NAJIB 43208110087 ABSTRACT Production
ANALISIS PENGUKURAN RISIKO KREDIT KONSUMTIF DENGAN METODE CREDIT RISK + PADA BANK X TESIS LYDIA RETNO GUNARSIH
ANALISIS PENGUKURAN RISIKO KREDIT KONSUMTIF DENGAN METODE CREDIT RISK + PADA BANK X TESIS LYDIA RETNO GUNARSIH 0606145933 UNIVERSITAS INDONESIA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN JAKARTA
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bank adalah sebuah lembaga yang diberikan izin oleh otoritas perbankan untuk menerima simpanan, memberikan kredit, dan menerima serta menerbitkan cek. Bank perlu di
BAB 2 TINJAUAN LITERATUR
BAB 2 TINJAUAN LITERATUR 2.1 Manajemen Risiko Risiko secara umum didefinisikan sebagai ketidakpastian yang memiliki potensi untuk terjadi yang secara bervariasi dapat menghasilkan keuntungan maupun kerugian.
UNIVERSITAS INDONESIA
UNIVERSITAS INDONESIA PENGUKURAN CADANGAN KERUGIAN PENURUNAN NILAI DAN RISIKO KREDIT DENGAN MENGGUNAKAN CREDITRISK + TERHADAP KREDIT PEMILIKAN RUMAH PADA BANK ABC TESIS Kristianti Mutia Fatimah 0906586272
BAB I PENDAHULUAN. untuk dibiayai, perbankan lebih memilih mengucurkan dana untuk kredit ritel dan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat sebelum krisis tahun 1998 sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tidak dilirik oleh perbankan karena mereka menilai sektor ini tidak layak untuk dibiayai,
Kata Pengantar.. i Daftar Isi... iii Daftar Tabel.. v Daftar Gambar.. vi Daftar Lampiran vii
DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar.. i Daftar Isi... iii Daftar Tabel.. v Daftar Gambar.. vi Daftar Lampiran vii I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 1.2. Rumusan Masalah 4 1.3. Tujuan Penelitian.. 6 1.4.
BAB 3 METODOLOGI DAN DATA PENELITIAN
BAB 3 METODOLOGI DAN DATA PENELITIAN 3.1 Pengantar Dalam penelitian ini digunakan rancangan penelitian kasus karena dengan rancangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang mendalam, akurat, lengkap
BAB III KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN
BAB III KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 1.1 Kajian Pustaka 1.1.1 Pengertian Kredit Kredit menurut bahasa Yunani yaitu credere yang berarti kepercayaan dan bahasa Latin creditum yang berarti kepercayaan
BAB III METODE PENELITIAN. seperti situs Bank Syariah yang terkait dalam penelitian ini. Penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Data penelitian ini diambil dari situs Bank Indonesia (http://www.bi.go.id), referensi jurnal, buku yang menunjang serta situs web lainnya yang
BAB 3 ANALISA SISTEM YANG SEDANG BERJALAN. 3.1 Latar Belakang PT. Ganesha Cipta Informatika
BAB 3 ANALISA SISTEM YANG SEDANG BERJALAN 3.1 Latar Belakang PT. Ganesha Cipta Informatika PT. Ganesha Cipta Informatika pertama kali didirikan pada 10 April 1989 dan mulai menggunakan perangkat lunak
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dianalisis dan dibahas tentang pengukuran risiko operasional klaim asuransi kesehatan pada PT. XYZ menggunakan metode EVT. Pengukuran risiko operasional
BAB 2 LANDASAN TEORI
7 BAB 2 LANDASAN TEORI 2. Pengertian Kredit Kredit berasal dari bahasa Yunani yaitu credere yang berarti kepercayaan dan bahasa Latin creditum yang artinya kepercayaan akan kebenaran. Oleh sebab itulah
BAB 3 DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pengantar Di dalam penelitian ini akan dijelaskan secara detil mengenai data penelitian dan hal-hal yang terkait dengan data-data yang akan digunakan dalam penelitian
III. METODE PENELITIAN
21 III. METODE PENELITIAN 3.1. Kerangka Pemikiran Produk Kredit Komersil adalah kredit yang bersifat umum, individu, selektif, dan berbunga wajar untuk mengembangkan atau meningkatkan usaha kecil yang
STIE DEWANTARA Pengelolaan Risiko Kredit
Pengelolaan Risiko Kredit Manajemen Risiko, Sesi 6 Latar Belakang 1. Risiko Kredit didefinisikan sebagai risiko akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada Bank. 2. Pada
USD IDR USD USD USD USD
IV. Hasil dan Pembahasan Implementasi pendekatan Varian-Kovarian dalam penghitungan VaR Mengestimasikan varian, kovarian dan korelasi distribusi prosentase perubahan faktor-faktor pasar, dengan mengasumsikan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah. Krisis keuangan memberikan dampak terhadap perkembangan ekonomi secara global dan perkembangan ekonomi di Indonesia khususnya. Oleh karenanya Indonesia memiliki
ANALISIS PENGUKURAN RISIKO OPERASIONAL BANK ABC DENGAN METODE LOSS DISTRIBUTION APPROACH KARYA AKHIR
ANALISIS PENGUKURAN RISIKO OPERASIONAL BANK ABC DENGAN METODE LOSS DISTRIBUTION APPROACH KARYA AKHIR Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar S2 Nama : Gerardus Alrianto NPM : 0706169940
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
44 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Gambaran Umum PT Bank Syariah X PT Bank Syariah X merupakan salah satu Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia dan anak perusahaan dari salah satu bank konvensional terbesar
BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN
50 BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN A. Analisis Kualitatif 1. Kebijakan Kredit PT Bank CIMB Niaga,Tbk Obyek penelitian adalah Kebijakan Kredit PT Bank CIMB Niaga,Tbk kebijakan kredit tersebut mengatur
BAB I PENDAHULUAN. yaitu menghimpun dana dari masyarakat luas (funding) dan menyalurkannya
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bank sebagai lembaga financial intermediary mempunyai fungsi utama, yaitu menghimpun dana dari masyarakat luas (funding) dan menyalurkannya dalam bentuk pinjaman
BAB I PENDAHULUAN. PSAK 50 dan 55 merupakan standar akuntansi yang mengacu pada International
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah PSAK 50 dan 55 merupakan standar akuntansi yang mengacu pada International Accounting Standard (IAS) 39 mengenai Recognition and Measurement of Financial Instruments
UNIVERSITAS INDONESIA PENGUKURAN RISIKO KREDIT KORPORASI DENGAN METODE CREDITMETRICS (STUDI KASUS DI BANK XYZ) TESIS CHRISTOVENY
UNIVERSITAS INDONESIA PENGUKURAN RISIKO KREDIT KORPORASI DENGAN METODE CREDITMETRICS (STUDI KASUS DI BANK XYZ) TESIS CHRISTOVENY 0806432392 FAKULTAS EKONOMI PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN JAKARTA JULI 2010
BAB 3 DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN
BAB 3 DATA DAN METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Pengambilan Data 3.1.1 Data Obligasi Dalam karya akhir ini digunakan data posisi portofolio obligasi trading PT. Bank RZR dengan batasan-batasan sebagai berikut:
1. Dalam prinsip One Obligor, yang diperhitungkan untuk forex line adalah sebesar : Baki debet. Baki debet dan limit kredit.
Kursus: Assessment Commercial Banking 2010 Pelajaran: SPK Waktu Tersisa : 23:04 Diharapkan untuk menekan tombol Save (disamping kanan), Setelah mengerjakan beberapa soal! Save 1. Dalam prinsip One Obligor,
BAB I PENDAHULUAN. dari pelepasan kredit dan pendapatan berbasis biaya (fee based income). Lambatnya
1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Sebagian besar pendapatan bank berasal dari pendapatan bunga yang berasal dari pelepasan kredit dan pendapatan berbasis biaya (fee based income). Lambatnya pertumbuhan
BAB III METODA PENELITIAN
BAB III METODA PENELITIAN 3.1 Obyek Penelitian 3.1.1 Gambaran Umum Perusahaan Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah
BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 5.1. Analisis Perkembangan Penyaluran Kredit Dalam pelaksanaan aktivitas operasional bank, salah satu upaya yang dilakukan oleh setiap perbankan adalah peningkatan kinerja
BAB 4 ANALISA DATA. 26 Universitas Indonesia
BAB 4 ANALISA DATA 4.1 Data Kolektibilitas Debitur Tahun 2008 Bank Indonesia melalui PBI No:9/14/PBI/2007 tentang Sistem Informasi Debitur mewajibkan bank umum melaporkan kualitas debitur untuk pemenuhan
No. 15/28/DPNP Jakarta, 31 Juli 2013 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA SECARA KONVENSIONAL DI INDONESIA
No. 15/28/DPNP Jakarta, 31 Juli 2013 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK UMUM YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA SECARA KONVENSIONAL DI INDONESIA Perihal: Penilaian Kualitas Aset Bank Umum Sehubungan dengan Peraturan
BAB I PENDAHULUAN. (variables) seperti harga, volume instrumen, dan varian (variance) yang berubah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Selama beberapa tahun terakhir ada banyak perubahan pada lembaga keuangan dalam mengevaluasi dan mengukur risiko. Usaha perbaikan regulasi berkaitan dengan
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
99 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan 1. Setelah dicabutnya PSAK No. 31 tentang Akuntansi Perbankan, PT. Bank Tabungan Negara (Persero) mulai tanggal 1 Januari 2012 dalam menyajikan aset keuangan dan
S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA. Rencana Bisnis Bank Umum.
No.6/44/DPNP Jakarta, 22 Oktober 2004 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA Perihal: Rencana Bisnis Bank Umum. Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/25/PBI/2004 tanggal 22
BAB I PENDAHULUAN. Singapore yang telah mengadopsi Kerangka Basel II tentang Risk Based Capital
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang PT. Bank UOB Indonesia sebagai salah satu anak perusahaan Grup UOB Singapore yang telah mengadopsi Kerangka Basel II tentang Risk Based Capital Adequacy Requirements
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Tingkat Kesehatan Bank Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/10/PBI/2004, tingkat kesehatan bank adalah hasil penilaian kualitatif
BAB 2 LANDASAN TEORI
BAB LANDASAN TEORI.1 Manajemen Risiko Operasional.1.1 Definisi Manajemen risiko operasional merupakan serangkaian prosedur dan metodologi yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 26 /PBI/2008 TENTANG FASILITAS PENDANAAN JANGKA PENDEK BAGI BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/ 26 /PBI/2008 TENTANG FASILITAS PENDANAAN JANGKA PENDEK BAGI BANK UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa berhubung telah
Kuisioner Penelitian untuk Debitur ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KREDIT PRODUK KREDIT MASYARAKAT DESA KOMERSIL DI BANK X BOGOR
LAMPIRAN 65 66 Lampiran 1. Kuisioner penelitian Kuisioner Penelitian untuk Debitur ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KREDIT PRODUK KREDIT MASYARAKAT DESA KOMERSIL DI BANK X BOGOR Gambaran Ringkas Penelitian Sektor
BAB I PENDAHULUAN. Tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Menurut undang undang republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan, bank adalah badan usaha yang
BAB I PENDAHULUAN. Kondisi ekonomi suatu negara menjadi lebih maju dan usaha-usaha berkembang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kondisi ekonomi suatu negara menjadi lebih maju dan usaha-usaha berkembang dengan cepat, sumber-sumber dana diperlukan untuk membiayai usaha tersebut. Salah
BAB I PENDAHULUAN. dijumpai pada setiap Negara, salah satunya Indonesia. Pada umumnya Usaha
1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan unit usaha yang banyak dijumpai pada setiap Negara, salah satunya Indonesia. Pada umumnya Usaha Kecil dan Menengah
BAB I PENDAHULUAN. luas yang dikenal dengan istilah perbankan adalah kegiatan funding. Pengertian
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Dengan semakin berkembangnya suatu kegiatan perekonomian maka diperlukan sumber-sumber penyediaan dana guna membiayai kegiatan usaha yang semakin berkembang tersebut.
