BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1 SDN Mangunsari 07 Salatiga Eksperimen % 2 SDN 03 Karangrejo Kontrol

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jumlah Siswa Laki-laki Perempuan Eksperimen Kontrol Jumlah Seluruhnya 59

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. peneliti melakukan dokumentasi berupa foto-foto selama penelitian berlangsung.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Minimu Maximum Mean

BAB IV HASIL PENELITIAN. pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Deskripsi Subjek dan Pelaksanaan Penelitian Gambaran Umum Subjek penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

an SDN Giyanti Kelompok Kontrol SDN 01 Mungseng Kelompok Eksperimen Jumlah sampel penelitaian 50

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitiam. Variabel-variabel yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. lingkaran, dan dilanjutkan dengan langkah-langkah berikut ini: siswa, setiap siswa mendapatkan 1 kartu.

BAB IV HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada materi Himpunan MTs Aswaja

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. matematika siswa kelas VIII MTs Ma arif NU Bacem Tahun Ajaran

BAB IV HASIL PENELITIAN

Validitas & Reliabilitas (Sert)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Setting dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas IV SD Negeri Salatiga

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I I METODOLOGI 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sampai bulan April. Mulai dari tahap persiapan, observasi, eksperimen dan

BAB IV PELAKSANAAN DAN PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di MTs Al Huda Bandung Kabupaten Tulungagung.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

SURAT PERSETUJUAN MENJADI SAMPLE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kelas Laki-Laki Perempuan Jumlah. Jumlah Seluruhnya 60. Tabel 10.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Watuagung 01 dan 02, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD Negeri Watuagung 01 dan 02 yang masing-masing berjumlah 115 dan 99 siswa. Sementara sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Watuagung 01 (sebagai kelas eksperimen) berjumlah 15 siswa dan siswa kelas IV SD Negeri Watuagung 02 (sebagai kelas kontrol) berjumlah 21 siswa. Rekapitulasi jumlah siswa kedua SD tersebut dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut: Tabel 4.1 Data Subyek Penelitian SD Negeri Watuagung 01 dan 02 Kec. Tuntang Kelas Kelompok Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki Perempuan siswa V SD N Watuagung 01 Eksperimen 9 6 15 V SD N Watuagung 02 Kontrol 11 10 21 Jumlah Seluruhnya 36 4.2 Analisis Data Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif, sehingga analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan statistik. Yang mana hasil pengujian atau analisis datanya perlu dipaparkan. 4.2.1 Analisis Validitas Instrumen Uji validitas dilaksanakan pada hari Jum at, 16 Maret 2012 di SD Negeri Kutowinangun 10. Uji validitas ini dilaksanakan di kelas IV dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang siswa. Berdasarkan hasil uji validitas tersebut, hasil yang diperoleh pada tahap pertama pengolahan data dengan bantuan SPSS 16.0 for windows adalah terdapat 16 dari 50 item soal yang tidak valid karena memiliki 36

koefisien corrected item to total correlation dibawah 0,2 yaitu soal nomor 3, 12, 16, 18, 22, 24, 25, 32, 35, 39, 40, 43, 44, 45, 46, dan 49. Analisis selanjutnya, soal yang tidak valid dikembalikan dan dilakukan pengolahan data kembali. Dari hasil analisis ke dua masih terdapat 2 item soal yang tidak valid yaitu soal nomor 4 dan 7, sehingga dua item soal tersebut juga dikembalikan dan dilakukan analisis kembali. Dari hasil analisis ke tiga masih terdapat satu item soal yang tidak valid yaitu nomor 19, kemudian item soal nomor 19 juga harus dikembalikan dan dilakukan analisis lagi. Dari hasil analisis ke empat diperoleh hasil akhir setiap item soal adalah valid, karena memiliki koefisien corrected item to total correlation diatas 0,2. Dari hasil akhir pengolahan data tersebut dapat diketahui banyaknya jumlah soal yang dapat digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 31 item soal. Sebaran soal-soal yang valid dan tidak valid dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut: Tabel 4.2 Validitas Instrumen Pretest dan Posttest Valid Tidak Valid 1, 2, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 13, 14, 15, 17, 20, 21, 23, 26, 3, 4, 7, 12, 16, 18, 19, 22, 27, 28, 29, 30, 31, 33, 34, 24, 25, 32, 35, 39, 40, 43, 36, 37, 38, 41, 42, 47, 48, 44, 45, 46, 49 50 4.2.2 Analisis Reabilitas Instrumen Uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala Alpha Cronbach s. Kriteria untuk menentukan tingkat reliabilitas instrumen digunakan pedoman yang dikemukakan oleh George dan Mallery (1995:226), kriterianya dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut: 37

Tabel 4.3 Kategori Reabilitas Instrumen Nilai reliabilitas Kategori α 0,7 tidak dapat diterima 0,7 < α 0,8 dapat diterima 0,8 < α 0,9 reliabilitas bagus α > 0,9 reliabilitas memuaskan 4.4 berikut: Analisis hasil reabilitas instrumen (berupa soal tes) dapat dilihat pada tabel Tabel 4.4 Dari uji reliabilitas soal pretest dan posttest, yang telah dilakukan peneliti memperoleh angka reliabilitas bagus karena Alpha lebih dari 0,8 yaitu sebesar 0,852. Maka seluruh indikator empirik adalah reliabel. Karena instrumen valid dan reliabel maka layak digunakan dalam penelitian. Hasil perhitungan reliabilitas dapat dilihat pada lampiran. 4.2.3 Uji Homogenitas Uji homogenitas dalam penelitian ini adalah menggunakan nilai hasil pretest kedua kelas yang menjadi sampel penelitian yaitu kelas IV SD Negeri Watuagung 01 (sebagai kelas eksperimen) dan kelas IV SD Negeri Watuagung 02 (sebagai kelas kontrol). Hasil uji homogenitas dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut: Tabel 4.5 Test of Homogeneity of Variances Nilai_Pretest Levene Statistic df1 df2 Sig..111 1 3.741 38

Berdasarkan tabel 4.5 Test of Homogeneity of Variance di atas dapat diketahui bahwa signifikansi sebesar 0,741. Karena signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai antara kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai varian yang sama. Hal ini ditunjukan oleh angka Levene Statistic sebesar 0,111 yang artinya semakin kecil nilai Levene Statistic maka semakin besar homogenitas dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. df1= jumlah kelompok data-1 atau 2-1 = 1 sedangkan df2 = jumlah data-jumlah kelompok data atau 36-2 = 34. 4.2.4 Uji Normalitas Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah penyebaran data berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan teknik One Sample Kolmogrov-Smirnov Test. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan SPSS 16,0 for window. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut: Tabel 4.6 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Pretest Posttest Pretest Posttest Eksperimen Eksperimen Kontrol Kontrol N 15 15 21 21 Normal Parameters a Mean 48.3333 72.4667 56.5714 62.0476 Std. Deviation 12.08699 8.66740 14.38601 14.92808 Most Extreme Differences Absolute.128.167.137.154 Positive.128.167.076.071 Negative -.119 -.108 -.137 -.154 Kolmogorov-Smirnov Z.496.648.629.707 Asymp. Sig. (2-tailed).967.796.824.700 a. Test distribution is Normal. Pada tabel 4.6 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test di atas mendeskripsikan hasil uji normalitas terhadap penyebaran data. Kesimpulan dari tabel di atas adalah bahwa signifikansi untuk pretest kelas eksperimen, posttest kelas eksperimen, pretest kelas kontrol, dan posttest kelas kontrol masing-masing adalah sebesar 0,967, 0,796, 0,824, dan 0,700. Karena signifikansi untuk seluruh 39

variabel lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hasil pretest dan posttest kelas ekperimen dan kontrol berdistribusi normal. 4.2.5 Analisis Deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran responden berkaitan dengan variabel yang digunakan. Analisis deskriptif meliputi skor terendah (minimun), skor tertinggi (maximum), rata-rata (mean), dan standar deviasi. 4.2.5.1 Analisis Deskriptif Pretest Kelas Eksperimen Analisis deskriptif pretest kelas eksperimen yang merangkum data empirik hasil belajar siswa SDN Watuagung 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang sebelum mengikuti pembelajaran yang telah diklasifikasikan deskriptif statistik dengan ukuran skor minimum, maksimum, mean, standar deviasi. Analisis deskriptif dilakukan dengan bantuan SPSS 16,0 for window. Dapat dilihat pada tabel 4.7. Tabel 4.7 Hasil Analisis Deskriptif Nilai Pretest Kelas Eksperimen Berdasarkan tabel 4.7 dapat dilihat bahwa diketahui variabel dengan jumlah data (N) sebanyak 15 siswa yang ada di SDN Watuagung 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, yaitu memperoleh nilai hasil pretest bergerak dari nilai terendah (minimum) 32,00 sampai nilai tertinggi (maximum) 70,00 dengan ratarata nilai (mean) sebesar 48,33 dan standar deviasi 12.08699. serta jumlah dari semua nilai siswa 725. Untuk menentukan tinggi rendahnya pretest kelas eksperimen digunakan lima kategori mengikuti acuan penilaian pada SDN Watuagung 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, yaitu: sangat baik, baik, cukup, kurang, sangat 40

kurang dengan menggunakan rumus seperti diungkapkan Sugiyono (2010) sebagai berikut: Interval = i = = 7,6 Berdasarkan hasil perhitungan diatas, diketahuai nilai interval sebesar 7,6 sehingga dapat dilihat distribusi frekuensi nilai pretest kelas eksperimen pada tabel 4.8. Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Pretest Kelas Eksperimen SDN Watuagung 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2011/2012. No Nilai Interval Frekuensi Prosentase (%) Kategori 1 32 39,6 5 34% Kurang 2 39,6 47,2 2 13% Kurang 2 47,2 54,8 4 27% Kurang 4 54,8 62,4 2 13% Cukup 5 62,4 70 2 13% Baik Jumlah 15 100% Berdasarkan Tabel 4.8 dapat diketahui siswa yang mendapat nilai 32-39,6 sebanyak 5 anak dengan prosentase 34%. siswa yang mendapat nilai 39,6-47,2 sebanyak 2 anak dengan prosentase 13%. Siswa yang mendapat nilai 47,2-54,8 sebanyak 4 anak dengan prosentase 27%. Siswa yang mendapat nilai 54,8-62,4 sebanyak 2 anak dengan prosentase 13%. Dan siswa yang mendapat nilai 62,4-70 sebanyak 2 anak dengan prosentase 13%. Prosentase distribusi frekuensi nilai pretest kelas eksperimen jika digambarkan dalam bentuk diagram lingkaran akan terlihat seperti pada gambar 4.1. 41

13% 13% 34% 32 39,6 39,6 47,2 47,2 54,8 27% 13% 54,8 62,4 62,4 70 Gambar 4.1 Diagram Lingkaran Distribusi Frekuensi Pretest Kelas Eksperimen Berdasarkan gambar 4.1 diketahui bahwa siswa kelas IV SDN Watuagung 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, dari 15 orang siswa dapat dikatakan bahwa mayoritas siswa mendapat nilai 32 39,6 sebesar 34%. 4.2.5.2 Analisis Deskriptif Posttest Kelas Eksperimen Analisis deskriptif posttest kelas eksperimen yang merangkum data empirik hasil belajar SDN Watuagung 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang setelah mengikuti pembelajaran pada mata pelajaran IPA dengan materi Gaya dengan menggunakan media macromedia flash 8.0 yang telah di klasifikasikan deskriptif statistik dengan ukuran skor minimum, maximum, mean, standar deviasi. Analisis deskriptif dilakukan dengan bantuan SPSS 16,0 for window. Dapat dilihat pada tabel 4.8. Tabel 4.9 Hasil Analisis Deskriptif Nilai Posttest Kelas Eksperimen Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation PosttestEksperimen 15 55.00 87.00 72.4667 8.66740 Valid N (listwise) 15 42

Berdasarkan tabel 4.8 dapat dilihat bahwa diketahui variabel dengan jumlah data (N) sebanyak 15 siswa yang ada di SDN Watuagung 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, yaitu memperoleh nilai hasil posttest bergerak dari nilai terendah (minimum) 55,00 sampai nilai tertinggi (maximum) 87,00 dangan ratarata nilai (mean) sebesar 72,4667 dan standar deviasi 8,66740. Serta jumlah dari semua nilai siswa adalah 1087. Untuk menentukan tinggi rendahnya posttest kelas eksperimen digunakan lima kategori mengikuti acuan penilaian pada SDN Watuagung 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang, sangat kurang dengan menggunakan rumus seperti diungkapkan Sugiyono (2010) sebagai berikut: Interval = i = = 6,4 Berdasarkan hasil perhitungan diatas, diketahuai nilai interval sebesar 6,4 sehingga dapat dilihat distribusi frekuensi nilai posttest kelas eksperimen pada tabel 4.10. Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi Postest Kelas Eksperimen SDN Watuagung 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2011/2012. No Nilai Interval Frekuensi Prosentase (%) Kategori 1 55 61,4 1 6,6% Kurang 2 61,4 67,8 2 13,3% Cukup 2 67,8 74,2 8 53,3% Baik 4 74,2 80,6 0 0% Baik 5 80,6 87 4 26,6% Sangat baik Jumlah 15 100% Berdasarkan Tabel 4.10 dapat diketahui siswa yang mendapat nilai 55-61,4 sebanyak 1 anak dengan prosentase 6,6%. siswa yang mendapat nilai 61,4-67,8 43

sebanyak 2 anak dengan prosentase 13,3%. Siswa yang mendapat nilai 67,8-74,2 sebanyak 8 anak dengan prosentase 53,3%. Siswa yang mendapat nilai 74,2-80,6 sebanyak 0 anak dengan prosentase 0%. Dan siswa yang mendapat nilai 80,6-87 sebanyak 4 anak dengan prosentase 26,6%. Prosentase distribusi frekuensi nilai posttest kelas eksperimen jika digambarkan dalam bentuk diagram lingkaran akan terlihat seperti pada gambar 4.2. 27% 7% 13% 55 61,4 0% 61,4 67,8 67,8 74,2 53% 74,2 80,6 80,6 87 Gambar 4.2 Diagram Lingkaran Distribusi Frekuensi Posttest Kelas Eksperimen. Berdasarkan gambar 4.2 diketahui bahwa siswa kelas IV SDN Watuagung 01 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, dari 15 orang siswa dapat dikatakan bahwa mayoritas siswa mendapat nilai 67,8-74,2 sebesar 53%. 4.2.5.3 Analisis Deskriptif Pretest Kelas Kontrol Analisis deskriptif pretest kelas eksperimen yang merangkum data empirik hasil belajar siswa SDN Watuagung 02 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang sebelum mengikuti pembelajaran yang telah diklasifikasikan deskriptif statistik dengan ukuran skor minimum, maksimum, mean, standar deviasi. Analisis deskriptif dilakukan dengan bantuan SPSS 16,0 for window. Dapat dilihat pada tabel 4.11. 44

Tabel 4.11 Hasil Analisis Deskriptif Nilai Pretest Kelas Kontrol Berdasarkan tabel 4.11 dapat dilihat bahwa diketahui variabel dengan jumlah data (N) sebanyak 15 siswa yang ada di SDN Watuagung 02 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, yaitu memperoleh nilai hasil pretest bergerak dari nilai terendah (minimum) 23,00 sampai nilai tertinggi (maximum) 81,00 dengan rata-rata nilai (mean) sebesar 56,5714 dan standar deviasi 14.38601. serta jumlah dari semua nilai siswa 1188. Untuk menentukan tinggi rendahnya pretest kelas kontrol digunakan lima kategori mengikuti acuan penilaian pada SDN Watuagung 02 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, yaitu: sangat baik, baik, cukup, kurang, sangat kurang dengan menggunakan rumus seperti diungkapkan Sugiyono (2010) sebagai berikut: Interval = i = = 11,6 Berdasarkan hasil perhitungan diatas, diketahuai nilai interval sebesar 11,6 sehingga dapat dilihat distribusi frekuensi nilai pretest kelas kontrol pada tabel 4.12. 45

Tabel 4.12 Distribusi Frekuensi Pretest Kelas Kontrol SDN Watuagung 02 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2011/2012. No Nilai Interval Frekuensi Prosentase (%) Kategori 1 23 34,6 1 4,7% Kurang 2 34,6 46,2 3 14,2% Kurang 2 46,2 57,8 7 33% Kurang 4 57,8 69,4 7 33% Cukup 5 69,4 81 3 14,2% Sangat Baik Jumlah 21 100% Berdasarkan Tabel 4.12 dapat diketahui siswa yang mendapat nilai 23-34,6 sebanyak 1 anak dengan prosentase 4,7%. siswa yang mendapat nilai 34,6-46,2 sebanyak 3 anak dengan prosentase 14%. Siswa yang mendapat nilai 46,2-57,8 sebanyak 7 anak dengan prosentase 33%. Siswa yang mendapat nilai 57,8-69,4 sebanyak 7 anak dengan prosentase 33%. Dan siswa yang mendapat nilai 69,4-81 sebanyak 3 anak dengan prosentase 14,2%. Prosentase distribusi frekuensi nilai pretest kelas kontrol jika digambarkan dalam bentuk diagram lingkaran akan terlihat seperti pada gambar 4.1. 14% 5% 14% 23 34,6 34,6 46,2 33% 34% 46,2 57,8 57,8 69,4 69,4 81 Gambar 4.3 Diagram Lingkaran Distribusi Frekuensi Pretest Kelas Kontrol 46

Berdasarkan gambar 4.3 diketahui bahwa siswa kelas IV SDN Watuagung 02 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, dari 21 orang siswa dapat dikatakan bahwa mayoritas siswa mendapat nilai 46,2-57,8 sebesar 34%. 4.2.5.4 Analisis Deskriptif Posttest Kelas Kontrol Analisis deskriptif posttest kelas eksperimen yang merangkum data empirik hasil belajar SDN Watuagung 02 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang setelah mengikuti pembelajaran pada mata pelajaran IPA dengan materi Gaya dengan menggunakan pembelajaran Konvensional yang telah di klasifikasikan deskriptif statistik dengan ukuran skor minimum, maximum, mean, standar deviasi. Analisis deskriptif dilakukan dengan bantuan SPSS 16,0 for window. Dapat dilihat pada tabel 4.13. Tabel 4.13 Hasil Analisis Deskriptif Nilai Posttest Kelas Kontrol Berdasarkan tabel 4.8 dapat dilihat bahwa diketahui variabel dengan jumlah data (N) sebanyak 21 siswa yang ada di SDN Watuagung 02 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, yaitu memperoleh nilai hasil posttest bergerak dari nilai terendah (minimum) 23,00 sampai nilai tertinggi (maximum) 84,00 dangan ratarata nilai (mean) sebesar 62,0476 dan standar deviasi 14,92808. Serta jumlah dari semua nilai siswa adalah 1303. Untuk menentukan tinggi rendahnya posttest kelas kontrol digunakan lima kategori mengikuti acuan penilaian pada SDN Watuagung 02 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang, sangat kurang dengan menggunakan rumus seperti diungkapkan Sugiyono (2010) sebagai berikut: Interval = i = = 12,2 47

Berdasarkan hasil perhitungan diatas, diketahuai nilai interval sebesar 12,2 sehingga dapat dilihat distribusi frekuensi nilai posttest kelas kontrol pada tabel 4.14. Tabel 4.14 Distribusi Frekuensi Postest Kelas Kontrol SDN Watuagung 02 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2011/2012. No Nilai Interval Frekuensi Prosentase (%) Kategori 1 23 35,2 1 5% Kurang 2 35,2 47,4 2 9,5% Kurang 2 47,4 59,6 5 24% Kurang 4 59,6 71,8 8 38% Cukup 5 71,8 84 5 24% Baik Jumlah 21 100% Berdasarkan Tabel 4.10 dapat diketahui siswa yang mendapat nilai 23-35,2 sebanyak 1 anak dengan prosentase 5%. siswa yang mendapat nilai 35,2-47,4 sebanyak 2 anak dengan prosentase 9,5%. Siswa yang mendapat nilai 47,4-59,6 sebanyak 5 anak dengan prosentase 24%. Siswa yang mendapat nilai 59,6-71,8 sebanyak 8 anak dengan prosentase 38%. Dan siswa yang mendapat nilai 71,8-84 sebanyak 5 anak dengan prosentase 24%. Prosentase distribusi frekuensi nilai posttest kelas Kontrol jika digambarkan dalam bentuk diagram lingkaran akan terlihat seperti pada gambar 4.2. 48

24% 5% 9% 23 35,2 24% 35,2 47,4 47,4 59,6 38% 59,6 71,8 71,8 84 Gambar 4.2 Diagram Lingkaran Distribusi Frekuensi Posttest Kelas Kontrol. Berdasarkan gambar 4.2 diketahui bahwa siswa kelas IV SDN Watuagung 02 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang, dari 21 orang siswa dapat dikatakan bahwa mayoritas siswa mendapat nilai 59,6-71,8 sebesar 38%. 4.2.6 Uji Hipotesis Setelah dilakukan pembelajaran dengan materi yang sama tetapi dengan perlakuan yang berbeda, evaluasi diberikan kepada kedua kelas tersebut dengan soal yang sama. Hasil evaluasi tersebut adalah sebagai berikut: 49

Tabel 4.15 Nilai Hasil Posttest Kelas Eksperimen dan Kontrol No. Kelas Eksperimen Kelas Kontrol No. Nama Nilai Nama Nilai 1 AW 74 1 SA 45 2 AAM 71 2 WW 71 3 CWA 71 3 AF 55 4 STAS 87 4 PLA 58 5 DRJ 71 5 NPR 23 6 FFK 68 6 DP 48 7 ISNM 64 7 SAK 71 8 RS 55 8 AP 71 9 WPE 64 9 AS 65 10 SL 74 10 APO 61 11 WPA 81 11 DTA 84 12 RAAI 84 12 FNA 71 13 ASP 71 13 HA 65 14 ILD 68 14 LF 48 15 KJ 84 15 MNH 74 16 NDM 45 17 SAC 61 18 HS 52 19 PNSCM 81 20 FSA 80 21 NAI 74 Jumlah 1087 Jumlah 1303 Rata-rata 72,47 Rata-rata 62,05 Dari hasil pembelajaran yang dilakukan setelah treatment/perlakuan, nilai tes untuk kedua kelompok tersebut dianalisis menggunakan t-test. T-test digunakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media macromedia Flash 8.0 50

terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas IV SD Negeri Watuagung 01 (kelas eksperimen). Hasil uji hipotesis dengan uji t-test tersebut dapat dilihat dari tabel 4.10 dan 4.11 berikut: Tabel 4.16 Uji Hipotesis Group Statistics Kelas N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Nilai Posttest Eksperimen 15 72.4667 8.66740 2.23791 Kontrol 21 62.0476 14.92808 3.25757 Tabel 4.17 Independent Samples Test Nilai Posttest Equal variances assumed Equal variances not assumed Levene's Test for Equality of Variances F 4.363 Sig..044 t-test for Equality of Means T 2.421 2.636 Df 34 32.873 Sig. (2-tailed).021.013 Mean Difference 10.41905 10.41905 Std. Error Difference 4.30309 3.95222 95% Confidence Interval of the Lower 1.67411 2.37701 Difference Upper 19.16398 18.46108 51

Berdasarkan tabel 4.10 Group Statistics di atas dapat kita lihat bahwa ratarata nilai posttest (mean) kelas eksperimen dan kontrol adalah 72,4647 dan 62,0476. Hal demikian berarti rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih baik daripada rata-rata nilai kelas kontrol. Kemudian untuk melihat pengaruh dari treatment/perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen dapat kita lihat pada tabel 4.11 Independent Samples Test, bahwa t hitung > t tabel (2,421 > 2,032) dengan signifikansi 0,021 < 0,05 yang berarti pengaruh penggunaan media Macromedia Flash 8.0 yang diberikan pada kelas eksperimen adalah signifikan. Pada perbedaan rata-rata (mean difference) terlihat angka perbedaan rata-rata sebesar 10,41905, maka secara statistik dapat disimpulkan bahwa kedua kelas (kelas eksperimen dan kelas kontrol) tidak memiliki varian yang sama, sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan macromedia Flash 8.0 terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan alam siswa kelas IV di SD Negeri Watuagung 01, kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Tahun pelajaran 2011/2012 diterima. 4.3 Pembahasan Hasil Penelitian Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata-rata hasil pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak berhubungan, maka dilakukan penelitian terhadap kedua kelas tersebut. Masingmasing kelas diberi perlakuan yang berbeda, yaitu kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan media pembelajaran macromedia Flash 8.0,sedangkan di kelas kontrol mengunakan metode kenvensional tetapi dengan materi pembelajaran yang sama yaitu Gaya. Setelah dilakukan pembelajaran pada kedua kelas tersebut, kemudian diberikan tes (posttest), yang nantinya data hasil posttest tersebut digunakan untuk keperluan analisis serta pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data yang telah disajikan pada pembahasan di atas, berikut ini akan diuraikan deskripsi dan interpretasi data hasil penelitian. Deskripsi dan interpretasi data dianalisis berdasarkan pada penggunaan media pembelajaran macromedia Flash 8.0 terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan 52

Alam siswa. Hasil uji hipotesis penelitian menunjukan bahwa hasil belajar kelas eksperimen yang menggunakan media pembelajaran macromedia Flash 8.0 lebih baik dari pada kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional dalam pembelajaran. Hasil uji tersebut dapat menunjukan bahwa penggunaan media pembelajaran Macromedia Flash 8.0 berpengaruh terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas IV di SD Negeri Watuagung 01, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Tahun pelajaran 2011/2012 (kelas eksperimen). Hal ini disebabkan oleh proses pembelajaran dengan menggunakan media Macromedia Flash 8.0 dapat lebih menarik perhatian siswa, sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa. Bahan ajar menjadi lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa, dan membuat siswa menguasai tujuan pembelajaran lebih baik. Metode mengajar juga menjadi lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. Selain itu siswa juga lebih banya melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain, seperti mangamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain (Kasful Anwar dan Hendra Harmi, 2010: 161). Hal demikian terbukti dari hasil statistik yang sudah dianalisis sebelumnya menunjukan hasil yang signifikan dengan probabilitas di bawah 0,05 yaitu 0,021 yang artinya bahwa perlakuan yang diberikan pada kelas eksperimen yaitu penggunaan macromedia Flash 8.0 berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal tersebut juga dapat dilihat dari rata-rata nilai posttes siswa kelas eksperimen yang lebih tinggi daripada rata-rata nilai posttest kelas kontrol, yaitu 72,4667 > 62,0476 (lihat tabel 4.11). Berdasarkan hasil perhitungan statistik di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran macromedia Flash 8.0 berpengaruh tehadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas IV SD Negeri Watuagung 01. Hal yang sama tersebut dikemukakan oleh peneliti terdahulu yaitu Komang Duwika Adi Ana (2010) dengan judul Penggunaan Macromedia Flash untuk Meningkatkan Pemahaman Teori dalam Pembelajaran Seni Rupa pada 53

siswa kelas X.8 SMK Negeri 1 KUB. Berdasarkan hasil penelitiannya yang telah diuraikan tersebut, Komang mengidentifikasi tiga temuan yang bermakna. Temuan tersebut adalah: 1) Penggunaan macromedia flash dapat meningkatkan pemahaman teori pada pelajaran Seni Rupa di kelas X.8 SMK Negeri 1 Kubu, 2) Ada beberapa langkah yang ditempuh dalam pembelajaran seni rupa denga menggunakan macromedia flash, dan 3) Siswa senang mengikuti pembelajaran seni rupa dengan menggunakan macromedia flash. Penggunaan macromedia flash dalam pembelajaran seni rupa dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas X.8 SMK Negeri 1 Kubu dalam memahami teori-teori seni rupa atau materi yang berkaitan dengan teori (bukan praktik). Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi pada setiap siklus. Nilai rata-rata klasikal sebelum pelaksanaan tindakan adalah 66. Sementara itu, setelah pelaksanaan tindakan, nilai rata-rata klasikal siswa menjadi 71 poin pada siklus 1 dan 84 poin pada siklus 2. Siswa merasa terbantu dalam memahami materi yang dijelaskan dengan menggunakan macromedia flash. Peningkatan yang terjadi sebesar 13 poin. 54