BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Gambaran Umum 1. Sejarah Perusahaan Pada tahun 1995, sebuah perusahaan dengan fokus usaha di bidang Freight Forwarding yang beralamat di JL.Yos Sudarso Kav.89 Boulevard Mitra Sunter Blok C-2 lantai 16 R.05, Jakarta Utara dengan nama PT. WINFAST SHIPPING INDONESIA. PT. WINFAST SHIPPING INDONESIA sudah mulai bekerja sama dengan Paket Antaran penting sebagai salah satu mitra kerja di beberapa kota besar. Sejak tahun 2000, PT. Winfast Shipping Indonesia bekerja sama dengan seluruh karyawan dan manajemen paket antaran penting untuk membentuk PCP ( Priority Cargo & Package ) dengan visi untuk memberikan jasa distribusi yang terbaik bagi pelanggan dengan harapan bahwa kepuasan pelanggan hanya dapat dicapai melalui karyawan yang memiliki dedikasi tinggi, ditunjang oleh manajemen mutu, jaringan dan teknologi yang baik. PT. Winfast Shipping Indonesia dipimpin oleh Itos Mas ud selaku Managing Director dan di bantu oleh tenaga manajemen yang ahli di bidangnya. Tidak kurang dari 1.000 perusahaan di seluruh nusantara telah mempercayakan pengiriman barangnya melalui PCP, karena PCP dapat melayani pengiriman ke
114 kota di Indonesia dan 200 negara di seluruh dunia. Dalam meningkatkan usahanya, PCP telah memiliki sebuah situs di internet dengan alamat www.pcp.indonesia.com. Hal ini dimaksudkan agar pelanggan dapat dengan mudah mengetahui jasa-jasa yang ditawarkan dan informasi mutakhir mengenai produk dan program baru yang kami luncurkan. Adapun jenis-jenis produk dan layanan yang di berikan oleh PCP, antara lain : 1. PCP Next Flight Service (NFS) Jasa layanan pengiriman paket sangat cepat menggunakan jadwal penerbangan terdekat. Paket diambil langsung di tempat pengiriman dan dibawa langsung ke airport untuk di terbangkan dengan jadwal penerbangan terdekat. Sampai di kota tujuan, paket diantarkan langsung ke alamat penerima pada hari yang sama. 2. PCP Overnight Service (ONS) Paket yang diterima di kantor pusat operasi kami jam 7.00 malam akan diberangkatkan dengan pesawat pertama, pada keesokan harinya dan dijamin tiba di tempat tujuan selambat-lambatnya jam 4.00 sore. 3. PCP Regular Service Jasa pengiriman barang 2 hari dengan tingkat kepastian barang sampai dan keamanan barang terjamin, tetapi dengan harga yang sangat kompetitif. 4. PCP in City Distribution
PCP juga memberikan layanan antaran dalam kota sebagai bagian dari sistem distribusi pelanggan. PCP dapat mengatur pengambilan barang langsung dari rekanan perusahaan, meyelenggarakan administrasi logistic dan mendistribusikannya ke alamat tujuan atas persetujuan dan perintah pelanggan. Dengan demikian, pelanggan dapat menghemat biaya distribusi serta menghindari biaya overhead yang tinggi. 5. PCP Cargo Service Sesuai dengan latar belakang perusahaan, maka PCP tetap memberikan layanan Freight Forwarding untuk kargo melalui container atau tanpa container. Sampai saat ini PCP tetap melayani angkutan kargo laut dan udara tujuan domestik maupun international. 6. PCP International PCP bekerja sama dengan perusahaan jasa kurir international terkemuka, juga melayani pengiriman paket dan dokumen ke mancanegara. Kerjasama ini memungkinkan barang kiriman dapat di lacak ( tracing ) melalui internet. 7. PCP Customer Clearance PCP memiliki beberapa cabang yang merupakan port of entry ke Indonesia seperti Jakarta, Batam, Medan dan Surabaya. Pada masingmasing cabang tersebut, PCP mempunyai tenaga yang memiliki sertifikat untuk mengurusi jasa kepabeanan. Dengan demikian pelanggan memiliki
alternative untuk memasukkan barang ke lokasi yang paling strategis. PCP juga memiliki kerjasama dengan perusahaan Freight Forwarding International yang berpusat di Singapura dan Eropa.. 2. Visi dan Misi Perusahaan Visi PT. Winfast Shipping Indonesia adalah Memberikan solusi jasa distribusi yang terbaik bagi pelanggan dengan menawarkan pelayanan yang memuaskan. Sedangkan misi PT. Winfast Shipping Indonesia adalah Menciptakan pelayanan yang berkualitas dengan harapan kami percaya bahwa kepuasan pelanggan hanya dapat dicapai melalui karyawan yang memiliki dedikasi tinggi, ditunjang oleh manajemen mutu, jaringan teknologi informasi yang baik. 3. Struktur Organisasi Perusahaan Organisasi merupakan salah satu wadah untuk mengkoordinasi manusia, mesin, uang, dan sumber-sumber modal lainnya untuk mencapai sasaran atau tujuan perusahaan. Organisasi berarti juga sebagai proses penetapan dan pembagian pekerjaan yang akan dilakukan, pembatasan tugas dan tanggung jawab serta penetapan hubungan antara unsur organisasi, sehingga memungkinkan manusia dapat bekerjasama dengan baik dalam mencapai sasaran atau tujuan organisasi. Di lain pihak struktur organisasi merupakan salah satu faktor yang turut andil di dalam mempengaruhi tingkat keberhasilan perusahaan di dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan adanya struktur organisasi di dalam suatu perusahaan, maka akan dapat terlihat jelas pemisahan tugas dari pegawai perusahaan, serta dapat pula
diketahui bagaimana hubungan antara orang-orang di dalam sebuah kelompok kerja yang satu dengan kelompok kerja yang lain. PT. Winfast Shipping Indonesia dalam usahanya mencapai tujuan yang telah di tetapkan, menyusun struktur organisasi sedemikian rupa sehingga terlihat dengan jelas pembagian tugas, pendelegasian wewenang serta pertanggungjawaban atas tugas yang di delegasikan. a. Managing Directur Tugas : 1) Menyusun dan mengembangkan serta merumuskan tujuan dan kebijaksanaan perusahaan secara umum. 2) Menetapkan rencana jangka panjang maupun jangka pendek mengenai kegiatan perusahaan. 3) Mengawasi para manajer dalam melaksanakan tugasnya apakah terdapat penyimpangan terhadap kebijakan yang telah ditetapkan. 4) Mengevaluasi dan menganalisa setiap laporan berkala yang diterima dari para manajer. Wewenang: 1) Mewakili perusahaan dalam menjalin kerjasama yang baik dengan lembagalembaga pemerintah maupun swasta demi kepentingan operasional perusahaan. 2) Mengangkat dan memberhentikan manajer.
3) Mengambil tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan yang diperlukan dengan tujuan untuk kemajuan perusahaan. b. International Mananger Tugas: 1) Memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan pengiriman barangbarang atau dokumen baik dari luar negri maupun keluar negri. 2) Mengevaluasi dan menganalisa laporan yang diterima dari bagian-bagian yang berada dibawah tanggung jawabnya. 3) Merencanakan dan menentukan strategi pengiriman yang tepat. 4) Mengkoordinasikan bawahannya yang berada dibawah tanggung jawabnya. Wewenang: 1) Mewakili perusahaan dalam menjalin kerjasama yang baik dengan perusahaan sejenis diluar negri. 2) Menetapkan kebijakan-kebijakan umum terhadap begian yang berada dibawah tanggung jawabnya. International Manager membawahi departemen, antara lain: 1. Export Departement Tugas : 1) Menyiapkan atau mengentri daftar barang-barang yang akan dikirim keluar negri. 2) Menyiapkan dokumen untuk pengiriman yang akan dilaksanakan. 2. Import Departement
Tugas : 1) Menyiapkan atau mengentri data barang-barang yang akan diterima dari import. 2) Menyiapakan dokumen yang diperlukan untuk mengeluarkan barangbarang yang dikeluarakan dari airport. b. HRD Maneger Tugas : 1) Memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan kepegawaian. 2) Mencari karyawan menurut kebutuhan bagian yang memerlukannya. 3) Menyeleksi calon karyawan dan menyiapkan arsip data perusahaan. Wewenang: Menetapkan kebijakan umum personalia. Tanggung jawab: 1) Bertanggung jawab atas administrasi surat-surat yang masuk atau keluar yang berhubungan dengan perusahaan. 2) Bertanggung jawab untuk menyediakan sumber daya manusia yang kompeten bagi kemajuan perusahaan. c. IT Maneger Tugas: 1) Bertanggung jawab atas kelancaran program yang dipergunakan. 2) Menganalisa atas kelemahan program yang dipakai. 3) Mengamati atas perkembangan teknologi komputer luar.
Wewenang: 1) Mengganti program yang dianggapnya tidak sesuai dengan perkembangan yang ada, asal tidak menyimpang dari kebijakan yang ada. 2) Bertanggung jawab penuh atas pemeliharaan perangkat pendukung yang ada, baik software ataupun hardware. d. Marketing Manager Tugas: 1) Melakukan analisa proses terhadap selera maupun kebutuhan pelanggan. 2) Merencanakan dan menentukan strategi pemasaran yang tepat. 3) Mengusahakan agar tercapainya tingkat pemasaran yang didasarkan pada hasilnya. Wewenang: 1) Menetapkan kebijaksanaan pelayanan demi tercapainya target yang telah ditetapkan. 2) Menetapkan harga, agar pelanggan tertarik untuk menggunakan jasa pengiriman. Tanggung jawab: Bertanggung jawab kepada managing Director terhadap pencapaian target yang telah ditetapkan dalam rencana kerja perusahaan. e. Customer Service Manager. Tugas: 1) Mengevaluasi dan menganalisa keluhan yang diterima dari para pelanggan mengenai pelayanan yang diberikan.
2) Memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan kepuasan pelanggan. 3) Menerima dan menampung keluhan dari para pelanggan dan mencari solusi untuk mengatasi keluhan para pelanggan. 4) Bekerjasama dengan bagian lain, agar dapat meningkatkan mutu pelayanan. 5) Mengkoordinasikan bawahannya agar kegiatan perusahaan dapat berjalan lancer. Wewenang: Menetapkan kebijakan-kebijakan umum terhadap pelayanan yang menjadi tanggung jawabnya. Tanggung jawab: Bertanggung jawab kepada managing director atas pelayanan yang telah diberikan kepada para pelanggan. f. Accounting Manager Tugas: 1) Menyusun laporan keuangan perusahaan. 2) Menganalisa laporan keuangan perusahaan. 3) Menghitung deviden bagi pemegang saham. 4) Manghitung pajak tahunan. 5) Manghitung kenaikan gaji karyawan. Wewenang: Menetapkan kebijakan keuangan dalam perusahaan. Tanggung jawab:
Bertanggung jawab atas kinerja perusahaan dilihat dari catatan-catatan akuntansi yang ada pada managing director. B. Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat dari obyek penelitian. C. Definisi Operasional Variabel Variabel yang diteliti pada obyek penelitian terdiri dari : 1. Sistem Pengendalian Intern Sistem pengendalian intern merupakan struktur organisasi, metode yang telah ditetapkan oleh perusahaan untuk melindungi segala harta benda perusahaan dari adanya pemborosan, kecurangan sesuai dengan kebijakan manajemen yang telah digariskan untuk menjamin terciptanya data akuntansi yang tepat dan dapat dipercaya. 2. Penjualan Kredit Adalah penjualan yang dilakukan dengan perjanjian dimana pembayarannya dilaksanakan secara bertahap yaitu pada saat barang-barang diserahkan kepada pembeli, penjual menerima pembayaran pertama sebagian dari harga penjualan (debrikan down payment), sisanya dibayar dalam beberapa kali angsuran.
3. Piutang Merupakan suatu penjualan barang dan jasa secara kredit dengan memberikan suatu kelonggaran bagi langganannya sampai di terimanya uang. D. Metode Pengumpulan Data Dalam rangka untuk memperoleh data-data yang akurat dalam penyusunan skripsi ini, penulis melakukan penelitian dengan dua metode, antara lain : 1. Library Research (pengumpulan data kepustakaan) Yaitu metode pengumpulan data yang di dapat melalui sumber buku-buku yang ada di perpustakaan, tulisan-tulisan maupun buku-buku pelajaran & buku bacaan yang berkaitan dengan penulisan skripsi ini. 2. Field Research (pengumpulan data lapangan) Merupakan pengumpulan data yang diperoleh secara langsung dari pejabat yang berwenang & memiliki pengetahuan sehubungan dengan penelitian yang dilakukan. E. Jenis Data Data merupakan bahan dasar dalam melakukan penelitian yang dipakai untuk di analisis. Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan terdiri dari dua jenis data, yakni : 1. Data Primer Data ini penulis peroleh dengan mengadakan penelitian langsung dari obyek penelitian. Data dapat diperoleh melalui wawancara atau tanya jawab dengan pejabat terkait serta staff perusahaan.
2. Data Sekunder Data ini penulis peroleh melalui penelaahan buku yang berhubungan dengan masalah yang akan dibahas penulis dalam skripsi ini. F. Metode Analisis Data Dalam skripsi ini, metode analisis data yang penulis terapkan adalah metode Deskritif Analisis, yaitu suatu metode yang digunakan untuk menguraikan dan menganalisis sistem pengendalian intern penjualan kredit yang diterapakan oleh perusahaan apakah telah dilaksanakan dengan baik, dan sistem pengendalian intern pada sistem tersebut telah berjalan sesuai dengan yang diinginkan.