KB. 2 INTERAKSI PARTIKEL DENGAN MEDAN LISTRIK

dokumen-dokumen yang mirip
KB.2 Fisika Molekul. Hal ini berarti bahwa rapat peluang untuk menemukan kedua konfigurasi tersebut di atas adalah sama, yaitu:

Setelah Anda mempelajari KB-1 di atas, simaklah dan hafalkan beberapa hal penting di. dapat dihitung sebagai beriktut: h δl l'

EFEK COMPTON. Drs. Wagito Guntoro, M.PFis Abstrak

MODEL ATOM MEKANIKA KUANTUM UNTUK ATOM BERELEKTRON BANYAK

BAB V. SIFAT GELOMBANG DARI PARTIKEL

Olimpiade Sains Nasional Eksperimen Fisika Tingkat Sekolah Menengah Atas Agustus 2008 Waktu: 4 jam

Matematika ITB Tahun 1975

19, 2. didefinisikan sebagai bilangan yang dapat ditulis dengan b

SUATU CONTOH INVERSE PROBLEMS YANG BERKAITAN DENGAN HUKUM TORRICELLI

BAB FISIKA ATOM I. SOAL PILIHAN GANDA

Turunan Fungsi. Penggunaan Konsep dan Aturan Turunan ; Penggunaan Turunan untuk Menentukan Karakteristik Suatu Fungsi

A. Penggunaan Konsep dan Aturan Turunan

Sudaryatno Sudirham ing Utari. Mengenal. 8-2 Sudaryatno S & Ning Utari, Mengenal Sifat-Sifat Material (1)

tak-hingga. Lebar sumur adalah 4 angstrom. Berapakah simpangan gelombang elektron

TEORI ATOM Materi 1 : Baca teori ini, kerjakan soal yang ada di halaman paling belakang ini

di FKIP Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya 4 Herwinarso, Tjondro Indrasutanto, G. Budijanto Untung adalah Dosen Pendidikan Fisika

PENDAHULUAN Anda harus dapat

III. METODE PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII B MTs Al Hikmah Bandar

PENGUAT DAYA (POWER AMPLIFIER) Oleh : Sumarna, Jurdik Fisika, FMIPA, UNY

LEMBAR KERJA SISWA 1. : Menggunakan Konsep Limit Fungsi Dan Turunan Dalam Pemecahan Masalah

BAB III INTEGRASI NUMERIK

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

untuk i = 0, 1, 2,..., n

AKAR PERSAMAAN Roots of Equations

PROBABILITAS PARTIKEL DALAM KOTAK TIGA DIMENSI PADA BILANGAN KUANTUM n 5. Indah Kharismawati, Bambang Supriadi, Rif ati Dina Handayani

BAB III METODE STRATIFIED RANDOM SAMPLING

Differensiasi Numerik

KB 2. Nilai Energi Celah. Model ini menjelaskan tingkah laku elektron dalam sebuah energi potensial yang

Solusi Analitik Model Perubahan Garis Pantai Menggunakan Transformasi Laplace

Seri : Modul Diskusi Fakultas Ilmu Komputer. FAKULTAS ILMU KOMPUTER Sistem Komputer & Sistem Informasi HANDOUT : KALKULUS DASAR

PERSAMAAN SCHRÖDINGER TAK BERGANTUNG WAKTU DAN APLIKASINYA PADA SISTEM POTENSIAL 1 D

Gambar 1. Gradien garis singgung grafik f

BAB III STRATIFIED CLUSTER SAMPLING

BAB 5 DIFFERENSIASI NUMERIK

TURUNAN (DIFERENSIAL) Oleh: Mega Inayati Rif ah, S.T., M.Sc. Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Interferensi Cahaya. Agus Suroso Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Institut Teknologi Bandung

PENDAHULUAN FISIKA KUANTUM. Asep Sutiadi (1974)/( )

= (2) Persamaan (2) adalah persamaan diferensial orde dua dengan akar-akar bilangan kompleks yang berlainan, solusinya adalah () =sin+cos (3)

MATEMATIKA MODUL 4 TURUNAN FUNGSI KELAS : XI IPA SEMESTER : 2 (DUA)

BAB III METODE PENELITIAN

MATEMATIKA TURUNAN FUNGSI

I. Pendahuluan Listrik Magnet Listrik berkaitan dengan teknologi modern: komputer, motor dsb. Bukan hanya itu

BINOVATIF LISTRIK DAN MAGNET. Hani Nurbiantoro Santosa, PhD.

TURUNAN / DIFERENSIAL TURUNAN DAN DIFERENSIAL

BAB 16. MEDAN LISTRIK

1. (25 poin) Sebuah bola kecil bermassa m ditembakkan dari atas sebuah tembok dengan ketinggian H (jari-jari bola R jauh lebih kecil dibandingkan

TUMBUKAN LENTING SEBAGIAN

PENDAHULUAN. Di dalam modul ini Anda akan mempelajari Gas elektron bebas yang mencakup: Elektron

E-learning Matematika, GRATIS

FUNGSI GELOMBANG DAN RAPAT PROBABILITAS PARTIKEL BEBAS 1D DENGAN MENGGUNAKAN METODE CRANK-NICOLSON

Mekanika Kuantum dalam Koordinat Bola dan Atom Hidrogen

K 1. h = 0,75 H. y x. O d K 2

Regularitas Operator Potensial Layer Tunggal

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

4. TURUNAN. MA1114 Kalkulus I 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

dapat dihampiri oleh:

METODE BEDA HINGGA PADA KESTABILAN PERSAMA- AN DIFUSI KOMPLEKS DIMENSI SATU

PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA

Magnetostatika. Agus Suroso. Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Institut Teknologi Bandung. 23,24 Februari 2016

PENGUJIAN POMPA SPIRAL DENGAN KINCIR AIR PADA ALIRAN IRIGASI

4.1 Konsep Turunan. lim. m PQ Turunan di satu titik. Pendahuluan ( dua masalah dalam satu tema )

Listrik Statik. Agus Suroso

Listrik Statik. Agus Suroso

ANALISA PERPINDAHAN PANAS PADA PITOT TUBE 0856MG

BAB V MOMENTUM ANGULAR Pengukuran Simultan Beberapa Properti Dalam keadaan stasioner, momentum angular untuk elektron hidrogen adalah konstan.

TOPIK 8. Medan Magnetik. Fisika Dasar II TIP, TP, UGM 2009 Ikhsan Setiawan, M.Si.

BINOVATIF LISTRIK DAN MAGNET. Hani Nurbiantoro Santosa, PhD.

BAB II HARMONISA PADA GENERATOR. Generator sinkron disebut juga alternator dan merupakan mesin sinkron yang

Rangkuman Materi dan Soal-soal

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

INFORMASI PENTING Massa electron NAMA:.. ID PESERTA:.. m e = 9, kg Besar muatan electron. e = 1, C Bilangan Avogadro

Magnetostatika. Agus Suroso. Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi, Institut Teknologi Bandung. 20 Februari 2017

KEADAAN-KEADAAN TRANSISI MOLEKUL 1,3,5-HEKSATRIENA MENGGUNAKAN KOMPUTASI SEMIEMPIRIK HUCKEL

REPRESENTASI DAN TEORI APOS UNTUK MENGEKSPLORASI PEMAHAMAN MATEMATIKA MAHASISWA PADA KONSEP LIMIT

BAB IV OSILATOR HARMONIS

Hukum Gauss. Pekan #2. Hukum Gauss Pekan #2 1 / 17

16 Mei 2017 Waktu: 120 menit

PARTIKEL DALAM SUATU KOTAK SATU DIMENSI

Limit Fungsi. Limit Fungsi di Suatu Titik dan di Tak Hingga ; Sifat Limit Fungsi untuk Menghitung Bentuk Tak Tentu ; Fungsi Aljabar dan Trigonometri

Struktur Molekul:Teori Orbital Molekul

Fisika Dasar II Listrik, Magnet, Gelombang dan Fisika Modern

STATISTICS WEEK 8. By : Hanung N. Prasetyo POLTECH TELKOM/HANUNG NP

HASIL KALI TRANSFORMASI

Setiap mahasiswa yang pernah mengambil kuliah kalkulus tentu masih ingat dengan turunan fungsi yang didefenisikan sebagai

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:

Gambar 3. (a) Diagram fasor arus (b) Diagram fasor tegangan

20 kv TRAFO DISTRIBUSI

PENGUKURAN DAN ANALISA KUALITAS DAYA LISTRIK DI PAVILIUN GARUDA RUMAH SAKIT DR. KARYADI SEMARANG

INTERFERENSI GELOMBANG

LUAS DAERAH, TITIK BERAT DAN MOMEN INERSIA POLAR KARDIODA DENGAN INTEGRAL NUMERIK METODE TRAPESIUM & METODE SIMPSON

FI-5002 Mekanika Statistik SEMESTER/ Sem /2017 PR#1 : Review of Thermo & Microcanonical Ensemble Dikumpulkan :

GESERAN (TRANSLASI) S = M M. Dalam Bab ini akan dibahas. hasil kali dua pencerminan pada dua garis yang sejajar.

KALKULUS. Laporan Ini Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah KALKULUS Dosen Pengampu : Ibu Kristina Eva Nuryani, M.Sc. Disusun Oleh :

BAB IV PERHITUNGAN INSTALASI POMPA HYDRANT. Massa jenis cairan : 1 kg/liter. Kapasitas : liter/menit = (1250 gpm) Kondisi kerja : Tidak kontinyu

JURNAL. Oleh: ELVYN LELYANA ROSI MARANTIKA Dibimbing oleh : 1. Dian Devita Yohanie, M. Pd 2. Ika Santia, M. Pd

ENERGI TOTAL KEADAAN DASAR ATOM BERILIUM DENGAN TEORI GANGGUAN

BAB FISIKA ATOM. a) Tetes minyak diam di antara pasangan keping sejajar karena berat minyak mg seimbang dengan gaya listrik qe.

Permeabilitas dan Rembesan

Transkripsi:

KB. INTERAKSI PARTIKEL DENGAN MEDAN LISTRIK.1 Efek Stark. Jika sebua atom yang berelektorn satu ditempatkan di dalam sebua medan listrik (+ sebesar 1. volt/cm) maka kita akan mengamati terjadinya pemisaan dari energi eigen. Gejala ini untuk pertama kali diamati ole Stark pada taun 1913 dan sering disebut efek Stark. Dia mengamati pemisaan dari deret Balmer dalam sebua medan listrik sebesar 1. volt/cm. Hamiltonian dari atom berelektron satu yang terletak di dalam sebua medan listrik yang tetap dan omogen ε yang sejajar dengan sumbu-z adala H = H + H = p r m L + mr - eε.z (1) dimana H = - eε.z = - eεz cos θ, dan θ adala sudut antara medan listrik ε dengan sumbu-z positif. Fungsi eigen dari amiltonian yng tak terganggu (H ) adala degenerasi sebanyak n lipat. Na sekarang marila kita peratikan bagaimana medan listrik ε ini mengilangkan degenerasi tersebut. Conto: marila kita peratikan keadaan untuk n =. Fungsi gelombang untuk n = ini adala degenerasi sebanyak 4 bua (4 lipat) dan di dalam notasi ket nlm> keempat fungsi gelombang tersebut adala: > 11> () 1> 1-1> Untuk mengitung perubaan energi, kita arus menyelesaikan persamaan determinan berikut: H' E' 11 H' 1 H' 1 1 H' H' 11 11 H' 11 E' 1 H' 11 1 1 H' 11 H' 1 11 H' 1 1 H' 1 E' 1 1 H' 1 H' 1 1 11 H' 1 1 = 1 H' 1 1 1 1 H' 1 1 E' 15

Dari keenam belas elemen determinan tersebut di atas, anya dua elemen yang tidak bernilai nol, yaitu <1 H > dan < H 1>, dimana kedua elemen ini bernilai sama, seingga <1 H > = < H 1> ea ε 1 4 -ρ =- ρ ( ρ) e dρ cos θ d(cos θ) 3π 1 = eε /mze = -3 e ε a (3) Kita misalkan 3 e ε a = E, seingga persamaan ditermninan di atas menjadi: π dφ E' E E' E E' =. E' Diterminan ini memiliki empat bua akar, yaitu: E =,, +E, dan E, dimana E = 3 e ε a. (4) () Jadi kita meliat bawa medan listrik ε tela menyebabkan tingkat energi untuk n = (yaitu E ) peca menjadi tiga tingkat energi yang baru, yatiu: E () + E, E (), dan E () E. Secara diagram, pemecaan tingkat energi ini ditunjukkan pada Gambar 1 di bawa. ε = ε E () + E E E () E () - E Untuk mengitung fungsi gelombang yang baru untuk n =, kita arus mensubstitusikan nilai-nilai energi dalam persamaan (3) di atas satu demi satu ke dalam persamaan matrik 16

E' E a E' b =, (4) E E' c E' d dimana a, b, c, dan d adala komponen fungsi gelombang baru tersebut, yaitu: ϕ = a > + b 11> + c 1> + d 1-1> (5) Jika Anda selesaikan persamaan (4) di atas untuk setiap nilai E =,, +E, dan E, maka Anda akan mendapatkan empat bua fungsi gelombang baru sebagai berikut: untuk E = E () + E: 1 ϕ = ( > 1>) Untuk E = E () - E: 1 ϕ = ( > + 1>) untuk E =, kita memperole dua fungsi gelombang baru, yaitu: ϕ = 11> dan ϕ = 1 1>. Jadi pertubasi tela mencampur keadaan untuk m =, dan membiarkan keadaan untuk m = + 1 dan m = -1 tetap degenerasi. Latian: Pikirkan sebua atom idrogen yang diletakkan dalam medan listrik. Hamiltonian awal (amiltonian yang tak terganggu) untuk atom ini dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut: H = - ( /m) e /r. dan amiltonian penggangu dinyatakan ole H = e F z, dimana e = muatan listrik elektron, F = medan listrik dalam ara sumbu-z positif. Tentukanla koreksi orde pertama dan kedua untuk energi! Petunjuk: gunakan tori gangguan bebas waktu yang tidak degeneras dan ikuti conto di atas. 17

Rangkuman 1. Efek Stark menyatakan bawa jika sebua atom yang berelektorn satu ditempatkan di dalam sebua medan listrik (+ sebesar 1. volt/cm) maka kita akan mengamati terjadinya pemisaan dari energi eigen.. Hamiltonian dari atom berelektron satu yang terletak di dalam sebua medan listrik yang tetap dan omogen ε yang sejajar dengan sumbu-z adala = p r m L + mr - eε.z 18

Tes formatif-. Petunjuk : Jawabla soal-soal di bawa ini! 1. Berapaka momen dipol atom idrogen dalam keadaan ϕ +? a. 3 e a. b. e a. c. 3 e a. d. e a.. Berapaka rapat muatan dari atom idrogen dalam keadaan ϕ -? a. q(r, θ) = (e/16πa )[1 r sin (θ/)/a ] e -r/a. b. q(r, θ) = (e/16πa 3 )[1+ r sin (θ/)/a ] e -r/a. c. q(r, θ) = (e/16πa 3 )[1 r sin (θ/)/a ] e -r/a. d. q(r, θ) = (e/16πa 3 )[1 + r sin (θ/)/a ] e -r/a. 19

Tindak Lanjut (Balikan): Cocokanla jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif pada akir modul ini, dan berila skor (nilai) sesuai dengan bobot nilai setiap soal yang dijawab dengan benar. Kemudian jumlakan skor yang Anda perole lalu gunakan rumus di bawa ini untuk mengetaui tingkat penguasaan (TP) Anda teradap materi KB- ini. Rumus (TP) = (jumla skor/1) x 1 % Arti TP yang Anda perole adala sebagai berikut : 9 % - 1 % = baik sekali. 8 % - 89 % = baik 7 % - 79 % = cukup < 7 % = renda. Apabila TP Anda > 8 %, maka Anda bole melanjutkan pada materi Modul berikutnya, dan Selamat!!, Tetapi jika TP Anda < 8 %, Anda arus mengulang materi KB- di atas terutama bagian-bagian yang belum Anda kuasai.

Kunci Jawaban Tes Formatif-1. (Bobot nilai untuk setiap soal adala satu). 1. amiltonian osilator dua dimensi yang tak terganggu adala sebagai berikut: H = - m x + y + ½ mω (x + y ) = (- m x + ½ mω x ) + (- m y + ½ mω y ) Jadi amiltonian dapat dipeca menjadi dua bagian yang terpisa, dan masing-masing bergantung pada variabel x dan y.. Hamiltonian total dapat ditentukan dengan cara menggabungkan amiltonian yang tak terganggu dengan amilton pengganggu H, yaitu sebagai berikut; H = H + H dan dari jawaban (a) di atas kita punya H = (- m x + ½ mω x ) + (- m y + ½ mω y ). Jadi H = (- m x + ½ mω x ) + (- m y + ½ mω y ) + λ xy. 3. Berdasarkan pada bentuk amiltonian untuk osilator armonis dua dimensi yang diperole pada jawaban (a) di atas, Anda dapat menuliskan tingkat-tingkat energi untuk osilator armonis dua dimensi sebagai berikut: E n1,n = E n1 + E n = ω (n 1 + ½ ) + ω (n + ½ ) E n1,n = ω (n 1 + n + 1). Dengan demikian ketiga tingkat energi pertama dapat ditentukan sebagai berikut: keadaan dasar : 1

E, = ω tingkat energi tereksitasi pertama: E 1, = ω E,1 = ω Jadi tingkat energi ini adala degenerasi dua lipat. Tingkat energi tereksitasi kedua: E, = 3 ω E, = 3 ω E 1,1 = 3 ω Tingkat energi ini degenerasi tiga lipat. 4. Fungsi gelombang untuk ketiga tingkat energi tersebut di atas (jawaban c) adala sebagai berikut: untuk keadaan dasar: Ψ, (x,y) = Ψ (x) Ψ (y). untuk tingkat energi tereksitasi pertama: Ψ 1, (x,y) = Ψ 1 (x) Ψ (y) Ψ,1 (x,y) = Ψ (x) Ψ 1 (y) untuk tingkat energi tereksitasi kedua: Ψ, (x,y) = Ψ (x) Ψ (y) Ψ, (x,y) = Ψ (x) Ψ (y) Ψ 1,1 (x,y) = Ψ 1 (x) Ψ 1 (y) 5. Koreksi energi orde pertama untuk keadaan dasar dan keadaan terksitasi pertama. Koreksi untuk tingkat energi keadaan dasar.

Karena tingkat energi keadaan dasar tidak degenerasi, maka kita arus menggunakan teori gangguan bebas waktu yang tak degenerasi, yaitu sebagai berikut: E, (1) = <Ψ (x) Ψ (y) H Ψ (x) Ψ (y) > = <Ψ (x) Ψ (y) λ xy Ψ (x) Ψ (y) > E, (1) = λ <Ψ (x) Ψ (y) x Ψ (x) Ψ (y)> <Ψ (x) Ψ (y) y Ψ (x) Ψ (y)> Karena operator-operator x dan y biasa dinyatakan ole persamaan berikut x = mω (a + a + ) dan y = mω (b + b + ), dimana ω merupakan frekuensi osilator yang tak terganggu, maka: E, (1) = λ <Ψ (x) Ψ (y) x Ψ (x) Ψ (y)> <Ψ (x) Ψ (y) y Ψ (x) Ψ (y)> =. Koreksi untuk tingkat energi tereksitasi pertama. Karena tingkat energi tereksitasi pertama ini adala degenerasi dua lipat, maka kita arus menggunakan teori gangguan bebas waktu yang degenerasi, yaitu sebagai berikut: Kedua fungsi gelombang untuk tingkat energi ini, yiatu Ψ 1, (x,y) = Ψ 1 (x) Ψ (y) Ψ,1 (x,y) = Ψ (x) Ψ 1 (y) akan disingkat masing-masing menjadi Ψ 1 dan Ψ seingga elemen-elemen matrik dapat ditulis sebagai berikut : H 11 = <Ψ 1 Η Ψ > = < Ψ 1 (x) Ψ (y) λ xy Ψ 1 (x) Ψ (y)> = λ< Ψ 1 (x) x Ψ 1 (x)> < Ψ (y) y Ψ (y)> =. H = <Ψ (x) Ψ 1 (y) λ xy Ψ (x) Ψ 1 (y)> 3

= λ <Ψ (x) x Ψ (x)> < Ψ 1 (y) y Ψ 1 (y)> = H 1 = λ <Ψ 1 (x) Ψ (y) xy Ψ (x) Ψ 1 (y)> = λ <Ψ 1 (x) x Ψ (x)> <Ψ (y) y Ψ 1 (y)> = λ ( /mω ) H 1 = λ <Ψ (x) Ψ 1 (y) xy Ψ 1 (x) Ψ (y)> = λ <Ψ (x) x Ψ 1 (x)> <Ψ 1 (y) y Ψ (y)> = λ ( /mω ). Jadi persamaan sekuler nya dapat ditulis sebagai berikut: H ' 11 E H ' 1 (1) H ' H ' 1 E (1) = E λ mω (1) λ mω E (1) = seingga nilai koreksi energi orde pertama ini adala: E (1) = + λ /mω. 6. Orde ke nol fungsi gelombang untuk keadaan eksitasi pertama dapat ditentukan sebagai berikut. Pertama kita substitusikan masing-masing E (1) = + λ /mω ke dalam persamaan E λ mω (1) λ mω E (1) c c 1 =, dimana c 1 dan c adala komponen dari fungsi gelombang orde ke nol untuk E (1) = + λ /mω. Dari persamaan ini Anda dapat menentukan nilai c dengan cara biasa, dan asilnya 4

adala c 1 = c. Kemudian dari sifat normalisasi fungsi gelombang kita akan dapatkan c 1 + c = 1. Dan karena c 1 = c, maka Anda dapatkan c 1 = c = 1. Dengan demikian, fungsi gelombang orde ke nol adala: Ψ + = c 1 Ψ 1 + c Ψ = 1 {Ψ1 (x) Ψ (y) + Ψ (x) Ψ 1 (y)} Dengan cara yang sama Anda dapat menentukan fungsi gelombang orde ke nol untuk E (1) = - λ /mω. Dan asilnya adala c 1 = - c, seingga fungsi gelombang untuk E (1) = - λ /mω adala Ψ = c 1 Ψ 1 - c Ψ = 1 {Ψ1 (x) Ψ (y)- Ψ (x) Ψ 1 (y)}. 5

Kunci jawaban Tes formatif- (Bobot setiap nilai adala 5) 1. a. c. 6

Kepustakaan 1. Ricard L Libooff, Introduction to Quantum Mecanics, nd ed., Addison Wesley Publising Co, Reading- Massacusetts, 199.. Claude Coen- Tannoudji, dkk, Quantum Mecanics, Vol. 1, Jon Wiley & Sons, New York, 1977. 3. Claude Coen- Tannoudji, dkk, Quantum Mecanics, Vol., Jon Wiley & Sons, New York, 1977. 4. Min Cen, Pysics Problems wit Solution, Prentice Hall of India, New Deli, 1987. 5. W. Greiner, Relativistic Quantum Mecanics, Springer-Verlag, New York, 1994. 7