Perancangan Cafe-Library and Resto di Surabaya

dokumen-dokumen yang mirip
Perancangan Interior Librarica (Cafe & Bar) Di Semarang

Gambar V.1 Aplikasi Ide (Sumber : Penulis)

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN LEMBAR PENGESAHAN PRAKATA ABSTRACT ABSTRAK DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN 1

BAB V PENUTUP. Gambar V.1 Aplikasi Ide (Sumber : Penulis) commit to user

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Desain Interior Restoran Seafood Layar Bukit Mas dengan Konsep Modern Country di Surabaya


BAB V KONSEP PERANCANGAN DAN HASIL DESAIN

KONSEP DESAIN. WARNA Warna yang digunakan adalah warna khas budaya Toraja yang terdapat pada elemen arsitektural dan motif ornamen.

Re-Desain Interior Perpustakaan Pusat ITS Lantai 5 dengan Konsep Modern Minimalis BAB V KESIMPULAN

BAB I PENDAHULUAN. Bisnis restoran dan kafe hingga saat ini masih diyakini sebagai salah satu

Desain Interior Restoran 1914 Surabaya dengan konsep Kolonial Luxury

BAB V KESIMPULAN. dinikmati oleh koloni-koloni Belanda yang pada masa itu ketika menjajah. yang diambil adalah Kolonial Belanda.

Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan Konsep Open Kitchen bernuansa Modern Chic

Desain Interior Toko Buku Uranus dan Kafe Libreria dengan Konsep Eco Industrial

-BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Redesain Rumah Makan Warung Apung Rahmawati dengan Konsep Jawa Modern

Gambar 5. 1 Citra ruang 1 Gambar 5. 2 Citra ruang 2 2. Lounge Lounge merupakan salah satu area dimana pengunjung dapat bersantai dan bersosialisasi de

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. Bagan 4.1 Kerangka Berpikir Konsep

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB IV PENUTUP

BAB V KONSEP PERANCANGAN DAN HASIL DESAIN

BAB 4. Analisis dan Bahasan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB V PENUTUP. masyarakat. Perancangan interior bertema Fragment of Spirit dengan gaya

BAB III KAJIAN LAPANGAN

Desain Interior Restoran pada Rest Area di Kabupaten Probolinggo Berkonsep Jawa Rustik dengan Sentuhan Ikon Khas Probolinggo

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan jaman di era globalisasi ini menuntut aktivitas-aktivitas sosial yang

BAB IV ANALISA DESAIN. dikawasan pusat keramaian dengan lokasi yang strategis.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Penerapan Gaya Desain Modern Natural pada Perancangan Interior Museum Teh di Surabaya

JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) ( X Print) F-133

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

Fasilitas Sinema Terpadu di Surabaya

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pengertian atmosfer toko adalah gambaran suasana keseluruhan dari sebuah toko yang

BAB III STUDI LAPANGAN

Perancangan Interior Perpustakaan Umum di Surabaya

BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. wisata alam, wisata fashion, namun juga wisata kuliner semakin menarik banyak

Perancangan Interior Pub dan Bar Di Semarang

LATAR BELAKANG MASALAH

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Gaya dari perancangan interior Museum permainan tradisional Jakarta ini mengarah pada gaya

Perancangan Palopo Civic Learning Center di Kota Palopo

REDESAIN INTERIOR PYRAMID RESTORAN DAN KARAOKE DI YOGYAKARTA

Perancangan Interior French Fine Dining Restaurant di Surabaya

ABSTRAK. i Universitas Kristen Maranatha

Tkeluarga dan non. Sakhir pekan bersama anak-anaknya. ST UDI ANALISA BAB 3. Keluarga. Konsumen. Non-Keluarga. Target Desain

Fasilitas Wisata Kuliner di Surabaya

ABSTRACT. Key Words: Children, Cooking, Furniture, Granary, Wood

DAFTAR GAMBAR Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar A Gambar Gambar Gambar 2.18.

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

Perancangan Interior Lounge & Bar di Surabaya

Perancangan Interior Pusat Informasi dan Rehabilitasi Kelumpuhan Pasca Stroke

Bab 4 KONSEP PERANCANGAN INTERIOR

Penerapan Konsep Outer Space Garden pada Perancangan Interior Viola Florist Centre di Surabaya

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... ii. SPECIAL THANKS... v. DAFTAR ISI... vi. DAFTAR GAMBAR... x. DAFTAR TABEL...xiii. DAFTAR BAGAN...xiv. ABSTRAK...

PUSAT DESAIN DAN PEMBUATAN MEBEL

Keywords: restaurant, facilities, process, origami

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KONSEP MAKRO & KONSEP MIKRO

PENGEMBANGAN DESAIN KERETA RESTORASI PADA KERETA API JARAK JAUH

Perancangan Interior Restoran Mancanegara di Surabaya

PERANCANGAN INTERIOR QUEEN GRAPHIC HOUSE PADANG PANJANG SUMATERA BARAT. Amry Diza jade. Abstrak

Sistem Pelayanan Terbuka Pada Interior Perpustakaan Umum di Kota Semarang

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

YOGYAKARTA CULINARY CENTER 2013

BAB VI KESIMPULAN. Gambar 6.1 Area Lobby. Desain Interior Surabaya Art Space sebagai Ajang Kreativitas dan Apresiasi

ABSTRAK. Kata-kata kunci: restoran, seafood, dan swamasak. vi Universitas Kristen Maranatha

BAB V KONSEP PERANCANGAN

Aplikasi Konsep Tropis dan Luxury Pada Perancangan Restoran Fine Dining

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN

wine. 2 Tempat seperti ini dapat digolongkan sebagai wine house atau wine lounge. Tempat yang di dalamnya terdapat sarana sarana pendukung yang dapat

PERANCANGAN INTERIOR QUEEN GARPHIC HOUSE PADANG PANJANG SUMATERA BARAT


ABSTRAKSI. imajinatif. Untuk menjadi seorang desainer yang benar-benar kreatif diperlukan

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha

Wahana Rekreasi Edukatif Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia Di Surabaya

MAKASSAR merupakan salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang. meningkatkan jumlah pengunjung/wisatawan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Evaluasi Kesesuaian Fungsi Ruang pada Ruang Baca Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Perencanaan & Perancangan Interior Gallery Coffee & Café di Jakarta 1

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. satunya adalah bidang bisnis food and beverage. Salah satu kebutuhan primer

BAB V PENUTUP. Dari tinjauan dan analisa pada bab sebelumnya, maka diperoleh beberapa

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Konsep Desain Interior Sea World Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN. Semakin berkembangnya negara Indonesia ini, tuntutan untuk memenuhi

BAB V KONSEP PERANCANGAN

1.4 Metodologi Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Transkripsi:

JURNAL INTRA Vol. 3, No. 2, (2015) 471-477 471 Perancangan Cafe-Library and Resto di Surabaya Richmond Shan Chandra, Martino Dwi Nugroho dan Grace Mulyono Program Studi Desain Interior, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya E-mail: chimongs17@gmail.com, martino.dwinugroho@yahoo.com Abstrak Perancangan Cafe-Library and Resto merupakan salah satu terobosan baru dalam menciptakan suasana baru pada perpustakaan sehingga memberikan kesan yang unik dan dapat menarik minat masyarakat. Di samping itu perkembangan dalam dunia kuliner sangat populer dan berkembang pesat, dimana masyarakat sering meluangkan waktunya untuk berkunjung ke restoran maupun kafe untuk beraktivitas maupun bersantai. Biasanya dalam usaha restoran dan kafe sulit untuk menentukan loyal tidaknya seorang pelanggan, karena konsumen cenderung selalu ingin mencoba dan menikmati menu dan suasana baru yang ditawarkan. Hanya sedikit orang yang sepenuhnya loyal pada suatu restoran maupun kafe. Dimana pada pengembangannya restoran di Indonesia mengarah pada segmen konsumen muda yang selalu ingin mencoba hal baru dan menjadikan restoran maupun kafe bukan hanya sekedar tempat memuaskan rasa lapar, tetapi sebagai tempat berkumpul dan berinteraksi dengan teman, keluarga atau kerabat lainnya. Dengan memberikan kesan baru berupa perancangan Cafe- Library and Resto pengunjung dapat menikmati hidangan restoran, juga dapat membaca atau mencari informasi pada perpustakaan mini, serta ditunjang dengan desain interior yang bersifat komersial, diharapakan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung. Dengan demikian, Cafe-Library and Resto ini dapat mewadahi aktivitas masyarakat yang sesuai dengan perilaku sehingga kenyamanan, keamanan dan kebutuhan pengunjung dapat tercapai di dalam Cafe-Library and Resto ini. Kata kunci: Perancangan interior, interior, cafe, library, resto. Abstract The design of Cafe-Library and Resto is one of the new breakthrough in creating a new ambience in a library and giving it a unique atmosphere and can attract people s interests. Besides, development of the culinary world has expanded rapidly, whereas people often spend their time to visit a restaurant or café to relax or to do something. Usually, restaurant and café business find it hard to decide the loyalty of a customer, because the customer always want to try and enjoy a new menu and ambience as well. Only a few people who are truly loyal to a restaurant or café. Which brings us to the development of restaurants in indonesia that are focussing to the young customer s segmentation that always want to try new things and making them not only just a satisfy the hunger, but also a place to gather with friends and families. By creating a new ambience such as the Cafe-Library and Resto design, the customers can enjoy a restaurant-class dish and also read or look for some information at the mini library. Supported by a commercial interior design, it is expected from this design to increase people s interest to visit this place. So, this Cafe-Library and Resto design can accommodate people s activities and is compatible with those standards of comfort, safety, and also customer s need and fullfill its purpose. Keywords: Interior design, interior, cafe, library, restaurant. I. PENDAHULUAN Di zaman yang modern ini, dapat dilihat bahwa perkembangan dalam dunia kuliner sangat populer dan berkembang pesat, dimana masyarakat sering meluangkan waktunya untuk berkunjung ke restoran maupun kafe untuk beraktivitas maupun bersantai. Meskipun usaha restoran dianggap berprospek cerah karena pada dasaranya makan adalah kebutuhan fisiologis manusia, banyak restoran maupun kafe yang mengalami kerugian karena tidak mampu mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggannya. Ini dikarenakan bisnis restoran yang sangat rentan, khususnya terhadap masalah konsistensi rasa, kualitas dan pelayanan. Konsumen saat ini memiliki kekuatan tawar menawar yang besar, terutama karena di industri ini telah banyak kompetitor-kompetitor yang memiliki potensi dan kreativitas yang mampu menyajikan menu makanan dan pelayanan yang terdiferensiasi bagi konsumen sehingga konsumen memiliki beragam pilihan kuliner yang memperbesar kemungkinan terjadinya customer switching. Biasanya dalam usaha restoran dan kafe sulit untuk menentukan loyal tidaknya seorang pelanggan, karena konsumen cenderung selalu ingin mencoba dan menikmati menu dan suasana baru yang ditawarkan. Hanya sedikit orang yang sepenuhnya loyal pada suatu restoran maupun kafe. Dimana pada pengembangannya restoran di Indonesia mengarah pada segmen konsumen muda yang selalu ingin mencoba hal baru dan menjadikan restoran maupun kafe bukan hanya sekedar tempat memuaskan rasa lapar, tetapi sebagai tempat berkumpul dan berinteraksi dengan teman, keluarga atau kerabat lainnya. Dengan demikian, di zaman yang modern ini tidak cukup dengan hanya berfokus pada fitur dan manfaat berupa makanan lezat yang mengenyangkan perut. Perubahan gaya hidup ini membawa perubahan strategi pemasaran dalam bisnis restoran untuk memperhatikan suasana, desain interior maupun eksterior, keramah-tamahan dan faktor lainnya. Sehingga fokus usaha restoran dan kafe saat ini telah berorientasi pada penciptaan pengalaman yang berkesan bagi konsumen agar kesan tersebut senantiasa melekat dalam benak mereka yang selanjutnya akan mempengaruhi perilaku mereka dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diharapkan adanya suatu tempat yang nyaman dan menarik dalam dunia kuliner Indonesia, sehingga dapat meningkatkan minat pengunjung untuk berkunjung dan

JURNAL INTRA Vol. 3, No. 2, (2015) 471-477 472 mendapatkan suasana yang baru. Dalam hal ini, dapat ditambahkan suatu inovasi berupa perpustakaan mini yang memberikan fasilitas membaca di dalam restoran dan kafe. Di samping menikmati hidangan restoran, pengunjung juga dapat membaca atau mencari informasi informasi di perpustakaan, serta merubah perpspektif masyarakat tentang perspustakaan yang dianggap sebagai tempat yang membosankan dan tidak nyaman. Berkaitan dengan inovasi perpustakaan, seorang desainer juga harus memberikan ide yang baru untuk sebuah perpustakaan sehingga perpustakaan menjadi sarana masyarakat dalam pencarian informasi. Berdasarkan fenomena diatas, didapatkan sebuah inovasi untuk perpustakaan yang nyaman dan tidak membosankan. Yaitu sebuah perpustakaan dengan konsep Cafe-Library and Resto Perancangan perpustakaan dengan konsep Cafe-Library and Resto ini dibuat untuk mewujudkan perpustakaan yang dapat mendorong meningkatnya minat masyarakat untuk membaca dan mengunjungi kembali perpustakaan ini. Dilihat dari banyaknya masyarakat yang pada saat ini sering mengunjungi cafe cafe untuk makan, bersantai dan berkomunikasi dengan sesama, perpustakaan berkonsep Cafe- Library and Resto ini akan cocok untuk dihadirkan di tengah tengah masyarakat agar masyarakan mau berkunjung ke perpustakaan ini. Hal ini perlu di dukung dengan perancangan desain Interior yang menarik. Perancangan desain interior yang menarik disini dimaksudkan untuk menghindari suasana interior yang formal sehingga perpustakaan ini tidak berkesan membosankan dan tercipta suasana santai dan akrab diantara pengunjung. II. METODE PERANCANGAN 1. Data Yang Diperlukan Berdasarkan sumber data, data dapat dibedakan menjadi dua yaitu data lapangan dan data literatur. Data lapangan, yaitu data yang didapatkan melalui survey dan teknik pengamatan lapangan dan wawancara, meliputi : Data fisik, yaitu berupa data data teknis bangunan beserta situasinya berupa ukuran lengkap bangunan ( ukuran denah eksisting dan tinggi plafon) dan elemen pembentuk ruang. Data non fisik, yaitu data yang menyangkut struktur organisasi area perancangan, denah lokasi dan situasi bangunan dengan keadaan sekitar. Data Literatur, yaitu data yang berupa teori teori standard dan tinjauan pustaka melalui buku literatur, artikel artikel baik dari majalah maupun internet yang bersangkutan dengan informasi perancangan berupa standar-standar ukuran perabot dan kebutuhan ruang. Berdasarkan sifat data, jenis data yang dibutuhkan untuk perancangan ini adalah : Data kuantitatif, yaitu data berupa angka yang digunakan sebagai standard dalam perancangan seperti dimensi ruang, dimensi perabot,standard utilitas. Data kualitatif, yaitu data yang digunakan untuk menjelaskan permasalahan desain secara deskriptif. Data-data yang dibutuhkan adalah pengertian perpustakaan, pengertian kafe, pengertian bar akustik, material, warna dan efek psikologis warna, penghawaan, pencahayaan, data lengkap ruang primer dan sekunder sebagai pembentuk, pelengkap, maupun pendukung dalam Cafe-Library and Resto ini. 2. Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan untuk menyusun karya desain ini adalah : a. Studi pustaka, yaitu dengan melakukan pengumpulan data untuk mendapatkan data sebagai landasan teori melalui literatur, buku, tabloid, internet baik berupa gambar maupun artikel, maupun media lain yang diperlukan dalam perancangan interior Cafe-Library and Resto ini. b. Studi lapangan, yaitu dengan mengadakan survey lapangan untuk memperoleh data fisik lokasi perancangan. Untuk memperoleh data lapangan dengan pihak terkait, maka perlu dilakukan metode sebagai berikut : - Wawancara, yaitu dengan bertanya jawab secara langsung dengan pihak terkait dengan perancangan ini untuk mendapatkan data lapangan. - Observasi, yaitu dengan melakukan pengamatan terhadap fasilitas terhadap gedung lain yang juga memiliki fungsi yang sama dengan kafe sastra Indonesia untuk melihat keadaan dan permasalahan umum yang ada serta memperoleh data-data. - Survei, yaitu dengan mengadakan pengamatan dan pengukuran terhadap objek yang memiliki fungsi yang sama dengan Cafe-Library and Resto. c. Studi banding, yaitu dengan melakukan perbandingan dengan mengamati beberapa tempat yang memiliki fungsi yang sama dengan Cafe-Library and Resto. Dengan melakukan studi banding ini, maka desainer dapat melakukan perbandingan mengenai kekurangan dan kelebihan tempat lain. 3. Metode Pengolahan Data Data-data yang diperoleh dari metode pengumpulan data, yaitu wawancara,obsevasi, dan studi banding tersebut dikumpulkan untuk dibandingkan dengan dataliteratur. Kemudian data-data tersebut diseleksi untuk memperoleh datadata yangberhubungan dengan elemen pembentuk ruang (lantai, dinding, plafond), sisteminterior (utilitas, pencahayaan, penghawaan, keamanan), struktur organisasi, elemenpengisi ruang (perabot), dan data eksisting. Lalu, data-data tersebut akan digunakansebagai acuan dalam penyusunan programming, pembuatan konsep, dan aplikasi konsep dalam perancangan interior. 4. Metode Analisis Data Analisis data diperoleh melalui data eksisting, literatur, lapangan, dan tipologi. Kemudian data tersebut dikomparasikan melaui tabel untuk mengetahui perbandingan

JURNAL INTRA Vol. 3, No. 2, (2015) 471-477 473 masing-masing aspeknya seperti elemen pembentuk ruang (lantai, dinding, plafond), sistem interior (utilitas, pencahayaan, penghawaankeamanan), struktur organisasi, elemen pengisi ruang (perabot), dan data eksisting. Data-data yang diperoleh data pengolahan data di atas akan dikomparasikan juga dengan literatur dan data tipologi sehingga menemukan pemecahan masalah dan kemudian menemukan kesimpulan. Dari komparasi tersebut, maka dapat disimpulkan pengguna dan aktivitas yang dilakukan di Cafe-Library and Resto sehingga dapat menemukan kebutuhan ruang serta jenis ruangan yang dibutuhkan. Setelah itu akan didapat sifat dan karakteristik ruang sehingga dapat dibuat zoning, grouping, dan konsep. Kemudian konsep tersebut diaplikasikan dalam alternatif layout berdasarkan jumlah pengguna yang beraktivitas di dalam masing-masing ruang tersebut. Dari alternatif-alternatif tersebut akan dipilih satu layout yang dianggap sesuai dengan perancangan interior kafe sastra Indonesia dan mulai dibuat gambar kerja, perspektif, detail interior, dan detail perabot berdasarkan skala yang telah ditentukan. 5. Data dan Analisis a. Data Fisik Bangunan Obyek perancangan berada di kota Surabaya provinsi Jawa Timur, Bangunan berdiri di Jl Pemuda no. 15, Surabaya. - Resepsionis, merupakan tempat bagi para pengunjung untuk mendapatkan informasi dan pelayanan sebelum memasuki area cafe-library and resto Area cafe-library - Merupakan area dimana pengunjung dapat bersantai sambil makan, minum dan membaca buku yang disediakan di cafe ini. Area restoran - Merupakan area dimana pengunjung dapat bersantai sambil menikmati makanan yang disediakan VIP room - Merupakan ruangan yang dapat digunakan untuk acara acara makan makan, meeting, reuni. Tetapi harus melalui reservasi terlebih dahulu. Ruang manajer - Merupakan area privat untuk manajer dari cafelibrary and resto. Dapur - Merupakan area untuk membuat dan menyiapkan makanan. Ruang servis, meliputi : - Toilet umum, disediakan bagi para pegawai dan pengunjung. Dibagi menjadi 2 area, yaitu di area restoran dan area cafe-library. - Gudang & loker, sebagai tempat penyimpanan dan juga sebagai ruang untuk pegawai pegawai. 2 Analisis Kebutuhan dan Karakteristik Ruang Gambar 1. Lokasi Bangunan Tapak Luar Batas-batas bangunan Utara : Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Timur : Garden Palace Selatan : Bank BNI Barat : SMAN 6 Surabaya b. Data non fisik bangunan Gedung Balai Pemuda Surabaya merupakan salah satu gedung bersejarah yang dirawat dan dipelihara oleh pemerintah kota Surabaya melalui badan perencanaan pembangunan kota Surabaya. Gambar 2. Kebutuhan Ruang 3 Analisis Pola Aktivitas Pengunjung III. PROGRAM PERANCANGAN 1. Lingkup Perancangan Adapun ruang lingkup area yang di rancang adalah : Area resepsionis, meliputi : - Lobby (ruang tunggu), merupakan area berkumpulnya pengunjung, selain itu juga sebagai area tunggu. Gambar 3. Pola Aktivitas

JURNAL INTRA Vol. 3, No. 2, (2015) 471-477 474 4 Analisis Zoning dan Grouping a. Zoming Gambar 4. Alternatif Zoning Dari ketiga alternatif ditas, alternatif yang terpilih adalah alternatif 1 karena bentukan zoning nya fleksibel, area publik tersebar sehingga dapat dijadikan focal point dan sirkulasi untuk umum luas. b. Grouping Gambar 5. Alternatif Grouping Dari ketiga alternatif diatas, grouping yang terpilih adalah alternatif no. 3 karena privasi yang lebih terjaga, selain itu area privasi kotor seperti gudang dan janitor tidak tampak secara langsung dari area public sehingga menjaga estetika ruang. IV. TEMA DAN KONSEP Konsep perancangan adalah Unity in Cosiness. Tujuan dari konsep yang ingin dicapai ialah untuk meningkatkan kualitas cafe-library and resto ini menjadi suatu tempat yang diminati oleh masyrakat khususnya para kaum remaja. Menyediakan pelayanan terbaik yang terorganisir sehingga aktivitas yang terjadi dapat dilakukan secara maksimal. Melalui konsep ini diharapkan member suatu kesan baru bagi masyarakat dimana selain untuk bersantai dan berkumpul, masyarakat juga dapat mendapatkan informasi dari penyediaan media baca di cafe-library and resto ini. Tema yang ingin diangkat dalam perancangan ini adalah tema Chinese Nature dimana tema ini bertujuan untuk meningkatkan dan menonjolkan budaya china sehingga dapat menjadi inspirasi baru bagi kalangan masyarakat. Aplikasinya menggunakan bentuk-bentuk geometris pada perancangan desain yang memberikan kesan simpel terhadap objek perancangan dengan memainakn pola permainan garis vertikal dan horizontal. Terdapat juga permainan tekstur yang diterapkan dalam perancangan berupa tekstur kasar pada penggunaan batu alam dan tekstur halus berupa finishing perabot dan wallpaper pada dinding. Serta penggunaan warna berupa warna merah yang melambangkan keberuntungan dan sukacita. Warna hitam yang memberikan kesan misterius dan formal. Warna coklat yang memberikan kekuatan dan kebebasan. Karakter dan gaya yang ingin digunakan pada desain perancangan ini ialah modern dengan bentuk geometris yang diaplikasikan pada perabot dan elemen interior yang lebih mengutamakan fungsionalitas dalam perancangan yang memanfaatkan material sintetik berupa stenlis, besi, dan kaca, dan material alam seperti penggunaan kayu dan batu alam. V. PENGAPLIKASIAN DESAIN A. Interior 1. Lantai Lantai pada cafe-library and resto center ini menggunakan lantai keramik dengan fariasi warna sehingga kesan modern dapat muncul di area tersebut sedangkan pada area kafe menggunakan lantai parket untuk menonjolkan kesan hangat dan natural sehingga aktivitas di kafe lebih santai dan tenang. 2. Dinding Dinding menggunakan dinding bata dan partisi antar ruang menggunakan gypsum dimana pada area-area tertentu, penggunaan gypsum bertujuan untuk mengolah elemen dinding menjadi elemen dekoratif yang dapat memberikan kesan unik yang disesuaikan dengan tema desain. 3. Plafon Plafon yang digunakan adalah permainan ketinggian dengan warna yang menyelaraskan dengan warna lantai dan dinding. Bahan utama yang digunakan adalah gypsumboard sebagai pembentuk utama plafon serta penggunaan kalsiboard pada area-area yang rawan dengan kebakaran. B. Sistem Interior 1. Pencahayaan Terdapat 3 pencahayaan utama yang digunakan pada perancangan ini, yaitu : - Downlight sebagai pencahayaan utama untuk semua area yang berfungsi memberikan penerangan merata pada seluruh ruangan - Spotlight yang digunakan untuk menonjolakn artwork dan digunakan pada area baca - Hidden lamp yang digunakan pada plafon untuk membentuk suasana ruang 2. Penghawaan Penghawaan utama dari gedung ini adalah AC central dan beberapa AC split guna mendukung sirkulasi udara yang baik

JURNAL INTRA Vol. 3, No. 2, (2015) 471-477 475 di dalam ruang. Dimana AC central diterapakan di area kafe dan restoran, sedangkan AC split di area kantor. Pada Area dapur dan toilet, diberi exhaust fan untuk membantu perputaran sirkulasi udara. 3. Keamanan Sistem keamanan menggunakan cctv, smoke detector, sprinkler, dan APAR yang ditempatkan di setiap area. 4. Sirkulasi Sirkulasi dari ruang ruang dalam perancangan ini adalah linier, dikarenakan seluruh ruang menggunakan 1 alur utama. C. Desain Perancangan 1. Layout Gambar 8. Tampak Potongan C-C Gambar 9. Tampak Potongan D-D 3. Perspektif Ruangan Gambar 10. Perspektif Cafe-Library Gambar 5. Layout 2. Tampak Potongan Gambar 6. Tampak Potongan A-A Gambar 11. Perspektif Cafe-Library Gambar 7. Tampak Potongan B-B

JURNAL INTRA Vol. 3, No. 2, (2015) 471-477 476 Gambar 12. Perspektif Cafe-Library Gambar 15. Perspektif Lobby Gambar 13. Perspektif Restoran Gambar 16. Perspektif Lobby V. KESIMPULAN Di kota Surabaya yang kini sudah sangat maju, memiliki potensi berbisnis yang sangat menguntungkan, salah satunya ialah berupa bisnis kuliner. Perancagan cafe-library and resto di Surabaya merupakan salah satu inovasi yang berpotensi untuk meningkatkan kemajuan peluang bisnis dimana masyarakat saat ini sangat sering berkunjung ke wisata kuliner, sehinggae dalam prancangan ini menyediakan tempat dan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pengunjung seperti makan, bersosialisasi, berkumpul dan berbisnis. Dalam perancangan ini, terdapat suatu perbedaan jika dibandingkan dengan wisata kuliner lainnya. Perancangan cafe-library and resto ini menyediakan fasilitas untuk menikmati hidangan yang disediakan, selain itu juga disediakan fasilitas mencari informasi berupa perpustakaan mini yang berfungsi sebagai tempat membaca dan bersantai sambil mencari informasi, sehingga pengunjung dapat memilih dan lebih bebas dalam beraktivitas sesuai dengan kebutuhannya. Gambar 14. Perspektif Restoran

JURNAL INTRA Vol. 3, No. 2, (2015) 471-477 477 UCAPAN TERIMA KASIH Penulis Richmond Shan Chandra mengucapkan banyak terima kasih kepada pembimbing tugas akhir ini, yaitu bapak Martino Dwi Nugroho dan ibu Grace Mulyono yang telah memberikan bimbingannya selama proses perancangan hingga selesai. Penulis menyadari penuh bahwa terselesaikannya perancangan ini tidak hanya dari tangan penulis sendiri, namun juga atas bimbingan penuh bapak dan ibu pembmbing, juga dukungan dari teman teman sejurusan, dan doa keluarga tercinta. DAFTAR PUSTAKA [1] Darmono. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta : Gramedia, 2001. [2] Hermawan, Rachman dan Zulfikar Zen. Etika Kepustakawanan: Suatu Pendekatan Terhadap Profesi dan Kode Etik Pustakawan Indonesia. Jakarta: Sagung Set, 2006. [3] Lasa HS. Jenis-jenis Pelayanan Informasi Perpustakaan. Yogyakarta : UGM Press, 1994. [4] Lawson, F. Restaurant Planning and Design. New York: Van Nostrand Reinhold, 1973 [5] Metha, Aline. The True Power Of Color. Yogyakarta, 2014 [6] Neufert, Erns. Architect s Data. Granada : New York, 1980 [7] Neufert, Ernst. Data Arsitek Jilid 2 Ed.33.Jakarta: Erlangga. 2002 [8] Panduan Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Umum. Jakarta : Perustakaan Nasional RI,1992. [9] Panero, Julius dan Martin Zelnik. Dimensi Manusia dan Ruang Interior. Jakarta : Erlangga, 1979. [10] Soeatminah Perpustakaan, Kepustakawanan dan Pustakawan. Yogyakarta : Kanisius, 1992. [11] Soekresno. Manajemen Food and Beverage.2000 Edisi ke II. Jakarta:PT. Gramedia Pustaka Utama. [12] Subroto, F. Y. Food & Beverage and Table Setting. Jakarta: Grasindo. 2003 [13] Sugiarto, E. d. Pengantar Akomodasi dan Restoran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 1996 [14] Suhernik. Superior dan Layanan Prima sebagai Bentuk Layanan Berkualitas bagi Perpustakaan Profesional, Buletin Media Informasi dan Komunikasi Kepustakawanan. Volume 1, Nomor 2. Juli Desember. Surabaya : Universitas Erlangga, 2006. [15] Suptandar, J. P. Disain interior Pengantar merencana interior untuk mahasiswa disain dan arsitektur. Jakarta: Djambatan. 1999 [16] Yusuf, Taslimah. Materi Pokok Manajemen Perpustakaan Umum. Cet. 1. Jakarta : Universitas Terbuka, 1996.