Perancangan Interior Perpustakaan Umum di Surabaya
|
|
|
- Suryadi Lesmana
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 JURNAL INTRA Vol. 1, No. 2, (2013) Perancangan Interior Perpustakaan Umum di Surabaya Yustin Anggraeni Gunawan Program Studi Desain Interior, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto , Surabaya [email protected] Abstrak - Perpustakaan merupakan ruang, bagian dari sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk penyimpanan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk diperjualbelikan. Perancangan perpustakaan umum ditujukan untuk melayani masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi. Fasilitas yang akan dibuat meliputi lobby, toko buku, cafe, resepsionis, area locker, area peminjaman buku, area fotocopy dan print, ruang audio visual, area baca, rak koleksi buku, rak majalah, dan surat kabar. Konsep perancangannya adalah menciptakan suasana yang segar, alami, bersih, nyaman, terbuka, dan rekreatif. Karena itu, tema yang digunakan adalah The Window of Surabaya" Kata kunci Interior, perpustakaan, umum, Surabaya Abstrac The library is a room, part of a building, or the building itself, which is used for storage of books and other publications are normally stored according to specific arrangements to use the reader, not for sale. The design of the public library is intended to serve the general bulic as means of lifelong learning, regardless of age, gender, ethnicity, race, religion, and social-economy status. Facility to be made photocopy and print area, audio visual room, reading area, shelves of books, magazines and newspaper racks. Its design concept is to create an atmosphere that is fresh, natural, clean, comfortable, open, and creation. Therefore, the theme of which is The Window of Surabaya P Keyword interior, library, public, Surabaya I. PENDAHULUAN ADA zaman global sekarang ini, perkembangan ilmu pengetahuan terus bertumbuh di masyarakat dan hal tersebut memiliki peran penting serta sangat berpengaruh dengan berbagai sistem kehidupan. Pendidikan pada masa sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki oleh setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan. Maka dari itu, diperlukan suatu media perantara guna menyampaikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat yaitu, sebuah perpustakaan umum, di mana didalamnya terdapat berbagai informasi yang dapat diperoleh dan tersedia fasilitas peminjaman buku yang dapat dimanfaatkan dari berbagai kalangan sehingga mereka memperoleh berbagai informasi yang dapat memperluas pengetahuan. [1] Perpustakaan merupakan ruang, bagian dari sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk penyimpanan buku dan terbitan lainnya yang biasanya disimpan untuk diperjualbelikan. [2] Perpustakaan umum diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi. Sesuai dengan hasil pengamatan, perpustakaan umum jarang ditemukan di Surabaya. Hal ini akan membuat masyarakat semakin menjauh dari dunia informasi buku dan semakin beralih ke informasi yang kurang akurat seperti dunia internet karena jika dibandingkan antara dunia buku dan dunia internet, dunia buku lebih banyak memuat informasi yang akurat daripada dunia internet yang kebanyakan memuat informasi yang subjektif. Maka dari itu, diperlukan adanya perpustakaan dengan perancangan desain dan fasilitas yang menarik yang akan dapat membuat masyarakat tertarik kembali untuk menggemari dunia membaca buku. Perancangan perpustakaan yang menarik dapat diwujudkan dengan menerapkan desain yang unik dan dapat menciptakan suasana yang santai dan akrab. Tujuan perancangan ini adalah diharapkan akan terciptanya sebuah perpustakaan yang dapat menjadi pendorong minat gemar membaca dan dapat menjadikan perpustakaan sebagai tempat tujuan sehari-hari. Manfaat dari perancangan interior perpustakaan umum di Surabaya bagi masyarakat luas adalah memberikan kesempatan pada masyarakat umum untuk menambah ilmu pengetahuan, dapat memenuhi kebutuhan dan melayani masyarakat, dan membantuk mengembangkan kegemaran dan hobi dengan adanya berbagai macam koleksi buku yang dapat meningkatkan daya kreasi. Selain itu, perancangan interior perpustakaan umum di Surabaya ini dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan pegetahuan dan pendidikan bangsa. II. URAIAN PENELITIAN Metode penelitian ini dilakukan dengan beberapa proses yaitu mulai dari pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data. 1) Tahap pengumpulan data dilakukan mulai dari studi lapangan, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Studi lapangan dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan untuk mengetahui kondisi dan realita penerapan dari program ruang, sirkulasi, dan fasilitas-
2 JURNAL INTRA Vol. 1, No. 2, (2013) fasilitas yang ada pada sebuah perpustakaan. Selain itu, wawancara dilakukan kepada beberapa narasumber yang bersagkutan dan wawancara ini dapat bertujuan untuk mendapatkan informasi yang akurat. Tahap studi pustaka dilakukan dengan mengamati data-data teori yang dapat digunakan sebagai landasan teori dalam objek perancangan seperti data literatur, media massa, dan surat kabar. Dari keseluruhan tahap pengolahan data, disimpulkan bahwa perpustakaan umum di Surabaya jarang ditemukan dan diketahui oleh masyarakat luas. Pada perancangan ini, perancang meneliti dan akan melakukan perancangan kembali terhadap Perpustakaan Umum Kota Surabaya. Gambar 1. Tampak depan Perpustakaan Umum Kota Surabaya Gambar 2. Suasana dalam Perpustakaan Umum Kota Surabaya Pada tahap pengumpulan data, perancang membuat rumusan permasalahan dari hasil pencarian data, yakni: a) Bagaimana merancang sebuah interior perpustakaan yang dapat membuat pengunjung terdorong dan tertarik untuk mengunjungi perpustakaan umum dan gemar membaca b) Bagaimana merancang sebuah interior perpustakaan umum dengan menciptakan suasana yang nyaman dan tenang? c) Bagaimana menerapkan desain yang universal pada perancangan sebuah perpustakaan umum? 2) Setelah memperoleh data, data yang telah terkumpul diolah dengan cara disortir, dan dilakukan tahap programming, skematik desain, dan pengembangan desain. Di dalam tahap programming terdapat berbagai macam proses yakni menetukan tujuan yang dimaksud dengan melihat kebutuhan desain dan mencari solusinya, mengumpulkan dan menganalisis fakta dari data-data wawancara, observasi, data tipologi dan hasil eksplorasi literatur. Di dalam tahap programming, diperhatikan dari segi fungsi dari perancangan yang ditinjau dari sisi pengguna, aktivitas dan pengaturan hubungan (relasi) antar pengunjungnya. Selain itu, diperhatikan juga segi bentuk, ekonomi dan waktu. Dari segi bentuk, direncanakan pengolahan bentuk di dalam desain yang terkait dengan tapak lingkungan dan kualitas estetis, ketahanan, dan material. Dari segi waktu, memperhatikan jangka waktu pembangunan dan ketahanan desain di masa lalu, masa kini, dan pertimbangan untuk masa depan. Dari keseluruhan tahap pengolahan data, perancang mencari solusi permasalahan yang telah dilakukan pada tahap pencarian dan pengumpulan data yaitu letak perpustakaan umum dipindahkan ke area tengah kota agar dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat luas. Dari proses pengolahan data, disimpulkan bahwa ruang lingkup perancangan yang akan diterapkan adalah area lobby, fasilitas tambahan perpustakaan seperti area toko buku, dan area cafe, area resepsionis sebagai area yang digunakan untuk memberikan informasi pengunjung dan pendaftaran anggota perpustakaan, area locker, area pencarian referensi buku, area majalah dan surat kabar, area rak koleksi buku, area baca, area perpustakaan digital, ruang audio visual, area peminjaman buku, serta area photocopy dan print. 3) Pada tahap analisis data, digunakan metode deskriptif dan komparatif. Metode deskriptif adalah mendeskripsikan semua data lapangan yang diperoleh, baik data pengguna (faktor demografi) maupun data bangunan (tapak, gaya bangunan, layout). Di dalam tahap ini, perancang melakukan analisis mulai dari analisis lokasi perancangan,visi,misi, motto perpustakaan yang akan dirancang dan prinsip peraturan-peraturan lainnya, analisis data pengguna, analisis pola aktivitas,dan analisis kebutuhan ruang. Sedangkan metode komparatif adalah membuat komparasi atau perbandingan antara data lapangan dan data tipologi, dengan kajian literatur. Pada perancangan ini, dilakukan tahap tipologi dengan membandingkan Perpustakaan Umum Kota Surabaya dengan Sendai Mediatheque Library, Jepang dan Tama Art University Library Jepang. Membandingkan desain lokal dan desain internasional akan memudahkan perancang untuk berpikir memikirkan solusi yang lebih baik dan memiliki hasil desain perancangan yang baik. [3] Gambar 3. Tampak depan Sendai Mediatheque, Jepang Seperti pada Gambar 3, pada saat malam hari pencahayaan yang ditonjolkan dari dalam bangunan terlihat menarik
3 JURNAL INTRA Vol. 1, No. 2, (2013) sehingga pengunjung akan tertarik untuk mengunjungi perpustakaan umum. Dinding yang diterapkan pada bangunan ini sangat minim, bahkan bangunan ini menerapkan material kaca secara keliling. Hal ini akan membuat perpustakaan lebih terlihat luas dan terbuka. Gambar 8. Area rak koleksi buku perpustakaan dan area baca Sendai Mediatheque,Jepang [3] Gambar 4. Area resepsionis perpustakaan Sendai Mediatheque, Jepang Pada bangunan perpustakaan Sendai Mediatheque di Jepang, menerapkan fasilitas tambahan yaitu adanya toko buku dan cafe terbuka di dalamnya seperti pada Gambar 5 dan Gambar 6. Sistem pencahayaan yang diterapkan pada area baca yaitu lampu LED yang memantulkan cahaya ke arah plafon sehingga cahaya yang ada dapat dilihat hingga ke ruang sekitarnya. Pada tipologi 2, perancang membandingkan dengan perpustakaan Tama Art di Jepang. Gambar 5. Area toko buku Sendai Mediatheque, Jepang Gambar 9. Area luar perpustakaan buku, Tama Art Univeristy library, Jepang Pada interior ruang Tama Art University, penerapan dinding masifnya minim sehingga ruang lebih terkesan luas dan terbuka. Gambar 6. Area cafe terbuka Sendai Mediatheque, Jepang Gambar 10. Area rak buku dan area baca perpustakaan Tama Art University di Jepang Rak buku dalam perpustakaan Tama Art dibuat tidak tinggi sehingga suasana ruang tetap terlihat luas dan terbuka. [3] Gambar 7. Area baca surat kabar dan majalah, Sendai Mediatheque, Jepang III. KONSEP DAN IMPLEMENTASI Penerapan konsep dilakukan untuk menjawab permasalahan yang ada. Permasalahan yang ada adalah perpustakaan jarang ditemukan di Surabaya dan adapun perpustakaan yang ada jarang diketahui dan didatangi oleh masyarakat luas terutama kaum muda. Para kaum muda lebih sering mencari segala informasi melalui dunia internet. Hal ini akan membuat anggapan pentingnya dunia buku semakin menurun padahal dunia buku memuat informasi
4 JURNAL INTRA Vol. 1, No. 2, (2013) yang lebih akurat dibandingkan dengan dunia internet. Maka dari itu, diperlukan perubahan letak dan desain pada interior ruang perpustakaan umum yang nantinya akan memberikan pengaruh agar pengunjung dapat tertarik untuk mengunjungi sebuah perpustakaan umum karena kenyamanan interior yang diciptakan. Perubahan desain interior ruang dapat dilakukan mulai dari pembuatan konsep desain. Pokok konsep desain dimulai dari analisis karkteristik perpustakaan umum di Surabaya itu sendiri. Dari kata perpustakaan dapat disimpulkan karakteristiknya yaitu bersih, terang, dingin, tenang, dan nyaman sehingga dapat dituangkan dalam penerapan desain yang menerapkan pewarnaan-pewarnaan yang terang dan soft, penggunaan material yang glossy, penerapan sistem pencahayaan alami dan buatan dimana pencahayaan alami memanfaatkan cahaya sinar matahari yang masuk melalui jendela dan pencahayaan buatan diterapkan dengan menggunakan lampu. Sedangkan dari kata umum, dapat disimpulkan karakteristiknya yaitu terbuka, luas, rekreatif, menarik, informatif, dan komunikatif sehingga dalam penerapan desain dapat diterapkan dengan banyak jendela kaca, minimnya dinding masif, konsep desain yang menarik, memiliki signage yang jelas, serta memiliki pengorganisasian ruang yang jelas dan terarah. Dari kata Surabaya dapat diambil karakteristiknya melalui iklimnya yang tropis dan panas dimana iklim tersebut membutuhkan penghijauan dan kesegaran. Maka dari itu, dalam penerapan desain dapat diterapkan dengan memberikan nuansa penghijauan dan kesegaran. Dari semua karakteristik tersebut, dikumpulkan dan dijadikan satu sehingga tertuang konsep The Window of Surabaya. Ruang lingkup perpustakaan umum yang dirancang adalah: 1) Area lobby Gambar 12. Tampak lobby area toko buku Gambar 13. Area cafe 2) Area resepsionis Gambar 14. Area dimana pengunjung dapat menanyakan berbagai maacam info dan melakukan registerasi sebagai anggota perpustakaan 3) Area locker Gambar 15. Area masuk dan keluar perpustakaan setelah melewati pintu locker Gambar 11. Layout perancangan Perpustakaan Umum Kota Surabaya
5 JURNAL INTRA Vol. 1, No. 2, (2013) ) Area majalah dan surat kabar 7) Area peminjaman buku, photocopy dan print Gambar 19. Area peminjaman dan pengembalian buku, serta area photocopy dan print Gambar 16. Area majalah dan surat kabar 5) Area rak buku dan area baca Gambar 17. Area pencarian referensi buku, area koleksi buku, dan area baca 6) Ruang audio visual IV. KESIMPULAN Perancangan sebuah perpustakaan didasarkan pada permasalahan yang ada di sekitar yaitu kurangnya perhatian masyarakat akan pentingnya sebuah wawasan pengetahuan sehingga masyarakat semakin lama semakin enggan untuk dekat dengan dunia buku. Maka dari itu, diperlukan perancangan kembali sebuah perpustakaan umum yang dapat menarik minat masyarakat untuk kembali menyadari pentingnya dunia buku terutama bagi kaum muda. Dengan konsep yang diterapkan yaitu The Window of Surabaya, akan tercipta suasana yang luas, tebuka, dingin, segar, dan alami. Dengan terciptanya suasana yang seperti ini, maka akan dapat membuat pengunjung untuk tertarik mengunjungi perpustakaan umum di Surabaya ini, V. UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR PUSTAKA [1] Basuki, Sulistyo, Pengantar Ilmu Perpustakaan Jakarta : Gramedia Utama [2] Undang-Undang no [3] Toyo Ito Australia : Phaidon [4] Internet Gambar 18. Ruang audio visual tampak lapu dinyalakan dan tampak lampu dimatikan
Sistem Pelayanan Terbuka Pada Interior Perpustakaan Umum di Kota Semarang
JURNAL INTRA Vol. 5, No. 2, (2017) 964-969 964 Sistem Pelayanan Terbuka Pada Interior Perpustakaan Umum di Kota Semarang Yesaya Yehuda Program Studi Desain Interior, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
Perpustakaan Umum di Yogyakarta dengan Pendalaman Desain Pencahayaan
JURNAL edimensi ARSITEKTUR, No. 1 (2012) 1-5 1 Perpustakaan Umum di Yogyakarta dengan Pendalaman Desain Pencahayaan Daniel Adrianto Saputra, Esti Asih Nurdiah. Jurusan Teknik Arsitektur, Universitas Kristen
JURNAL INTRA Vol. 5, No. 2, (2017) Perancangan Interior Perpustakaan Fasilitas Multimedia di Surabaya
JURNAL INTRA Vol. 5, No. 2, (2017) 839-843 839 Perancangan Interior Perpustakaan Fasilitas Multimedia di Surabaya Yosef Setiawan, S.P. Honggowidjaja Program Studi Desain Interior, Universitas Kristen Petra
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Perpustakaan merupakan salah satu fasilitas untuk mendapatkan sebuah pendidikan secara langsung maupun tidak langsung dengan mudah. Kebiasaan dan budaya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Interior
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Interior Peningkatan kualitas hidup suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya, hal tersebut dapat dikembangkan melalui pendidikan. Pendidikan
ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK Dalam laporan ini, penulis membahas tentang proyek perancangan interior Perpustakaan Umum Bandung dengan konsep Fun Reading Melalui Aplikasi Karakteristik Pantai. Penulis mencari sumber data tentang
BAB V PENUTUP. masyarakat. Perancangan interior bertema Fragment of Spirit dengan gaya
BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Perancangan interior UB Sport Center bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat. Perancangan interior bertema Fragment of Spirit dengan gaya kontemporer dikemas dengan memperhatikan
Perancangan Interior Galeri Batik Semar di Surabaya
JURNAL INTRA Vol. 2, No. 2, (2014) 240-244 240 Perancangan Interior Galeri Batik Semar di Surabaya Maria Adelia Nugroho Program Studi Desain Interior, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Proyek Pembangunan perekonomian Jakarta sebagai ibu kota semakin meningkat.seiring dengan pembangunan ini telah menjadikan jakarta dan menuntut ibu kota ini
BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bandung adalah salah satu kota besar di Indonesia dan merupakan Ibukota Provinsi Jawa Barat yang banyak menyimpan berbagai sejarah serta memiliki kekayaan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas merupakan tempat pendidikan tinggi pada perguruan tinggi setelah masa sekolah menengah atas telah diselesaikan. Pendidikan menjadi kebutuhan pokok dalam
Redesign Perpustakaan Daerah Di Ambon
JURNAL INTRA Vol. 2, No. 2, (2014) 515-519 515 Redesign Perpustakaan Daerah Di Ambon Anissa Agustina Miru, Sriti Mayang Sari Program Studi Desain Interior, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131,
PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN TAMAN KANAK - KANAK SEKOLAH INTERNASIONAL BINA NUSANTARA SERPONG KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN TAMAN KANAK - KANAK SEKOLAH INTERNASIONAL BINA NUSANTARA SERPONG KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN LAPORAN TUGAS AKHIR Semester Genap Tahun 2013/2014 Oleh Dhyarga Oktavian
BAB III STUDI LAPANGAN
BAB III STUDI LAPANGAN A. Perpustakaan Grhatama Pustaka Berlokasi di Jl. Janti, Banguntapan Bantul, D.I. Yogyakarta. Jam layanan untuk hari Senin-Jumat : 08.00 s.d. 22.00 WIB, hari Sabtu : 08.00 s.d. 16.00
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Merawat kesehatan gigi memang sangat penting. Dengan gigi yang baik juga dapat menambah kepercayaan diri orang tersebut saat menjalani aktifitas sehari-hari. Saat masih
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Bandung merupakan salah satu kota yang memiliki masyarakat yang aktif dalam hal bersosialisasi dan berkreasi. Aktif bersosialisasi dapat dilihat dari banyaknya jumlah
BAB V KONSEP PERENCANAAN INTERIOR DAN PENERAPAN DESAIN
BAB V KONSEP PERENCANAAN INTERIOR DAN PENERAPAN DESAIN V.1 Konsep Perancangan Interior V.1..1 Konsep Desain Perancangan interior untuk Interior Design Department of Binus University ini memiliki tema Dynamic
1.4 Metodologi Penelitian
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Interior Seni dan desain (art and design) dipandang sebagai dua elemen menyatu yang tidak terpisahkan. Tiap perkembangan seni selalu diikuti oleh visualisasi
Pengembangan RS Harum
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1. KONSEP DASAR PENINGKATAN DENGAN GREEN ARCHITECTURE Dari penjabaran prinsi prinsip green architecture beserta langkahlangkah mendesain green building menurut: Brenda dan Robert
PERANCANGAN FURNITUR DAN AKSESORIS PERPUSTAKAAN SCHOOL OF DESIGN BINA NUSANTARA
PERANCANGAN FURNITUR DAN AKSESORIS PERPUSTAKAAN SCHOOL OF DESIGN BINA NUSANTARA Candra Susanto Alamat : Jalan sandang 1A RT0011 RW002, Kemanggisan Palmerah, Jakarta Barat 11480 Telp : 081273643708 Email
TUGAS AKHIR 131/ BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Semakin bertambahnya jumlah penduduk semakin banyak kebutuhan setiap individu terhadap aktivitas mereka. Indonesia sebagai Negara dengan angka kepadatan penduduk paling
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1. Konsep/Citra Ruang Citra atau image yang digunakan dalam mendukung karakter desain adalah modern natural with batavian etnic, dengan menggunakan bentuk bentuk yang geometris
REDESAIN INTERIOR PERPUSTAKAAN DAERAH DENGAN PENDEKATAN ETNIK RUMAH ADAT MAKASSAR
e-proceeding of Art & Design : Vol.4, No.3 Desember 2017 Page 1409 REDESAIN INTERIOR PERPUSTAKAAN DAERAH DENGAN PENDEKATAN ETNIK RUMAH ADAT MAKASSAR Reza Pahlefi Ridwan Program Studi Desain Interior Universitas
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Memasak adalah kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan dan gaya hidup sehari hari. Mendengar kata masak pasti selalu identik dengan dunia wanita, tetapi pendapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Pencahayan merupakan sebuah elemen penting dalam desain interior. Hal ini dikarenakan peran cahaya sebagai penampil wujud warna, bentuk, tekstur, dan material
Perancangan Interior Pusat Rekreasi Indoor Green Park di Surabaya
JURNAL INTRA Vol.3, No.1, (2015) 57-62 57 Perancangan Interior Pusat Rekreasi Indoor Green Park di Surabaya Septiany Afandi Program Studi Desain Interior, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto 121-131,
BAB I PENDAHULUAN. Hubungan Antara Penataan Ruang Perpustakaan Dengan Minat Belajar Siswa Di Perpustakaan
BAB I PENDAHULUAN Bab I membahas mengenai latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan struktur organisasi skripsi dari penelitian yang berjudul Hubungan
KONSEP RANCANGAN. Latar Belakang. Konteks. Tema Rancangan Surabaya Youth Center
KONSEP RANCANGAN Latar Belakang Surabaya semakin banyak berdiri gedung gedung pencakar langit dengan style bangunan bergaya modern minimalis. Dengan semakin banyaknya bangunan dengan style modern minimalis
Perancangan Perpustakaan Umum dengan Pendekatan Arsitektur Hybrid
JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 6, No.2, (2017) 2337-3520 (2301-928X Print) G 156 Perancangan Perpustakaan Umum dengan Pendekatan Arsitektur Hybrid Armeinda Nur Aini dan Arina Hayati Departemen Arsitektur,
BAB I. PENDAHULUAN. umat manusia tanpa termakan oleh waktu. Bentuk tertulis ini membutuhkan sebuah media,
BAB I. PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Buku pada mulanya berawal dari keinginan manusia untuk mengimplementasikan ucapan kata kata kedalam bentuk tertulis supaya dapat diketahui secara luas oleh seluruh
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Aria Wirata Utama, 2015
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perpustakaan adalah sebuah ruang yang di dalamnya terdapat sumber informasi dan pengetahuan. Sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang berada di perpustakaan
BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perpustakaan merupakan suatu lembaga yang mengumpulkan, merawat, menyimpan, mengatur dan melestarikan bahan-bahan perpustakaan yang selanjutnya digunakan masyarakat
BAB V PENUTUP. Dari tinjauan dan analisa pada bab sebelumnya, maka diperoleh beberapa
BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN Dari tinjauan dan analisa pada bab sebelumnya, maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Desain Interior Pusat Komunitas Jeep di Sentul dengan Konsep Army Look
Mereka pun sering mewakili Indonesia sebagai duta negara ke mancanegara untuk memamerkan karya dan keahlian seni pahat mereka. 1 Dalam membuat suatu M
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Suku Asmat adalah suku terbesar di Irian Jaya yang terkenal dengan seni pahatan kayunya. Uniknya, ketika mereka membuat ukiran tersebut, mereka tidak membuat sketsa
BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. I.1.1 Latar belakang proyek
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang I.1.1 Latar belakang proyek Dalam dekade terakhir pelayanan SPA telah berkembang pesat baik di luar maupun dalam negeri sebagai upaya pelayanan kesehatan. Perkembangan
ANYER BEACH RESORT BAB V KONSEP PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 KONSEP DASAR PERANCANGAN Dalam perancangaan Resort ini penulis menggunakan kosep dasar TROPIS MODERN yang dimana bangunan ini tetap mengacu pada ciri bangunan tropis lainnya,
ABSTRAK. Kata kunci: Museum, Moluccas, History, Era
ABSTRAK Historical Museum of Moluccas Movement merupakan suatu rancangan untuk tujuan studi, pendidikan, dan rekreasi. Perancangan Museum ini bertujuan agar pengunjung berkesan dan mampu mengingat segala
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam perkembangan di bidang teknologi, ekonomi ataupun sosial. Pendidikan sangat diperlukan untuk pengembangan satu
BAB V KONSEP PERANCANGAN. Gaya dari perancangan interior Museum permainan tradisional Jakarta ini mengarah pada gaya
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1. Gaya dan Tema Perancangan Gaya dari perancangan interior Museum permainan tradisional Jakarta ini mengarah pada gaya modern etnik. Pemilihan gaya modern etnik berdasarkan
PERANCANGAN INTERIOR ART SHOP YANA ART GALLERY DI GIANYAR, BALI
PERANCANGAN INTERIOR ART SHOP YANA ART GALLERY DI GIANYAR, BALI KARYA DESAIN Oleh Debby Tiara Nauli Siregar 1211874023 TUGAS AKHIR PROGRAM STUDI S-1 DESAIN INTERIOR JURUSAN DESAIN FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT
BAB IV KONSEP PERENCANAAN INTERIOR 4.1 Konsep Perancangan HEPOL BUILDING HANNINE RESTO Suasana khas Korea Budaya Korea Hanok Nyaman Tenang Gedung Perkantoran Bangunan dengan konsep modern Restoran Korea
KONSEP MAKRO & KONSEP MIKRO
KONSEP MAKRO & KONSEP MAKRO Pemilihan langgam Post-modern di rasa lebih sesuai pengaplikasian nya pada konsep desain interior clubhouse eastcoast residence ini, ditambah dengan nuansa natural. Konsep ini
Redesain Interior Gedung Badan Asrip dan Perpustakaan Kota Surabaya Berkonsep Open Space Bernuansa Natural
JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 5, No.2, (2016) 2337-3520 (2301-928X Print) F-386 Redesain Interior Gedung Badan Asrip dan Perpustakaan Kota Surabaya Berkonsep Open Space Bernuansa Natural Noor Firdhausa
Aplikasi Konsep Black and Grey pada Brand Galeri Kent Tattoo studio di Surabaya
JURNAL INTRA Vol. 1, No. 1, (2013) 1-6 1 Aplikasi Konsep Black and Grey pada Brand Galeri Kent Tattoo studio di Surabaya Cindy Yesika Wibowo, dan Sriti Mayang Sari. Program Studi Desain Interior, Universitas
Wahana Rekreasi Edukatif Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia Di Surabaya
JURNAL edimensi ARSITEKTUR Vol.1,No. 1, (2012) 1-8 1 Wahana Rekreasi Edukatif Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia Di Surabaya Merliana Tjondro dan Christine Wonoseputro, S.T.,MASD Jurusan Teknik Arsitektur,
Perancangan Interior Studio Program Studi Desain Interior Gedung P2 Universitas Kristen Petra di Surabaya
JURNAL INTRA Vol. 2, No. 2, (2014) 414-420 414 Perancangan Interior Studio Program Studi Desain Interior Gedung P2 Universitas Kristen Petra di Surabaya Christian Sutedjo dan Hedy Constancia Indrani Program
KONSEP DESAIN Konsep Organisasi Ruang Organisasi Ruang BAB III
BAB III KONSEP DESAIN Sebagaimana fungsinya sebagai Museum Budaya Propinsi Jawa Barat, museum ini mewakili kebudayaan Jawa Barat, sehingga tema yang diangkat adalah Kesederhanaan Jawa Barat dengan mengadaptasi
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL i LEMBAR PENGESAHAN ii KATA PENGANTAR iii DAFTAR ISI iv DAFTAR TABEL, GAMBAR, DAN DIAGRAM vii BAB I PENDAHULUAN 1 1.1. Latar Belakang 1 1.2. Tujuan dan Sasaran 1 1.3. Ruang Lingkup
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Sumedang merupakan salah satu daerah kabupaten di provinsi Jawa Barat yang terletak 6 o 44-70 o 83 LS dan 107 o 21-108 o 21 BT dengan luas wilayah 152.220 Ha yang terdiri
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia yang memiliki luas sekitar
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jakarta adalah ibu kota negara Indonesia yang memiliki luas sekitar 661,52 km² dengan penduduk berjumlah kurang lebih 10.187.595 jiwa. Jakarta merupakan metropolitan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Roemah Kopi adalah sebuah cafe yang menggunakan konsep etnik Indonesia sehingga memberikan nuansa yang berbeda dan ini bisa menjadi daya tarik bagi
PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS TELKOM INTERIOR DESIGN OF TELKOM UNIVERSITY S CENTRAL LIBRARY
ISSN : 2355-9349 e-proceeding of Art & Design : Vol.2, No.2 Agustus 2015 Page 865 PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN PUSAT UNIVERSITAS TELKOM INTERIOR DESIGN OF TELKOM UNIVERSITY S CENTRAL LIBRARY Kania
BAB V KONSEP PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Konsep perancangan Rumah Susun Sederhana Sewa ini adalah hasil analisis pada bab sebelumnya yang kemudian disimpulkan. Konsep ini merupakan konsep turunan dari
BAB V : KONSEP. 5.1 Konsep Dasar Perancangan
BAB V : KONSEP 5.1 Konsep Dasar Perancangan Dalam konsep dasar perancangan Bangunan Hotel dan Konvensi ini dipengaruhi oleh temanya, yaitu Arsitektur Hijau. Arsitektur Hijau adalah arsitektur yang berwawasan
BAB I PENDAHULUAN. membantu manusia dalam melakukan segala kegiatannya sehari-hari. Pertama kali,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang. Cahaya merupakan sumber kehidupan bagi setiap manusia. Cahaya sangat membantu manusia dalam melakukan segala kegiatannya sehari-hari. Pertama kali, manusia menggunakan
Perancangan Small Private Space pada Ruang Interior Perpustakaan Universitas Kristen Petra
JURNAL INTRA Vol. 2, No. 2, (2014) 642-647 642 Perancangan Small Private Space pada Ruang Interior Perpustakaan Universitas Kristen Petra Ferawati Chandra, Yusita Kusumarini, Filipus Priyo Suprobo Program
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Parfum atau wewangian merupakan aroma yang akrab dalam kehidupan kita sehari-hari. Aplikasinya pun beragam, mulai dari kosmetik, aromatherapy, obat, hingga
PERANCANGAN INTERIOR SMK IPIEMS Sebagai SARANA PEMBELAJARAN AKTIF Dengan NUANSA NATURAL
PERANCANGAN INTERIOR SMK IPIEMS Sebagai SARANA PEMBELAJARAN AKTIF Dengan NUANSA NATURAL R. Hartanto Jurusan Desain Produk Industri, FTSP ITS. Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111, Telp./Fax (031) 5931147
Perancangan Interior Arts Center dengan Pendekatan Ruang Fleksibel
JURNAL INTRA Vol. 4, No. 2, (2016) 413-422 413 Perancangan Interior Arts Center dengan Pendekatan Ruang Fleksibel Devina Ancilla, Sriti Mayang Sari, Jean Francois Poillot Program Studi Desain Interior,
Penerapan Konsep Outer Space Garden pada Perancangan Interior Viola Florist Centre di Surabaya
JURNAL INTRA Vol. 2, No. 2, (2014) 538-542 538 Penerapan Konsep Outer Space Garden pada Perancangan Interior Viola Florist Centre di Surabaya Ratnamaya Wijayanti Darmawan Program Studi Desain Interior,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada masa kini pola kehidupan manusia terlebih masyarakat kota besar atau masyarakat urban semakin modern, serba cepat, serba instan, sistematis, dan mekanis.
BAB V KESIMPULAN ARSITEKTUR BINUS UNIVERSITY
81 BAB V KESIMPULAN V.1 Dasar Perencanaan dan Perancangan V.1.1 Keterkaitan Konsep dengan Tema dan Topik Konsep dasar pada perancangan ini yaitu penggunaan isu tentang Sustainable architecture atau Environmental
TEMA DAN KONSEP. PUSAT MODE DAN DESAIN Tema : Dinamis KONSEP RUANG KONSEP TAPAK LOKASI OBJEK RANCANG
TEMA DAN KONSEP T E M A Trend dalam berpakaian dari tahun ke tahun akan TEMA terus berputar, dan akan berkembang lagi seiring berjalannya waktu eksplorasi tentang suatu pergerakan progressive yang selalu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jakarta adalah kota metropolitan, dimana hampir seluruh aktifitas masyarakat Indonesia berpusat di kota tersebut. Masyarakat urban yang tinggal di Jakarta menghabiskan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik yang mengandung irama, lagu, dan keharmonisan yang dapat menghasilkan bunyi-bunyian.
Perancangan Interior Pusat Informasi dan Rehabilitasi Kelumpuhan Pasca Stroke
JURNAL INTRA Vol. 2, No. 2, (2014) 579-584 579 Perancangan Interior Pusat Informasi dan Rehabilitasi Kelumpuhan Pasca Stroke Hendra Setiawan, dan Grace Mulyono Program Studi Desain Interior, Universitas
Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan Konsep Open Kitchen bernuansa Modern Chic
Desain Interior Rumah Cupcakes & BBQ dengan Konsep Open Kitchen bernuansa Modern Chic 1 Sayuri Dianita dan Ir. Budiono. MSn. Jurusan Desain Produk Industri, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia fotografi pun terus mengalami perkembangan yang luar biasa dari waktu ke waktu. Dewasa
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak dahulu hingga sekarang, musik menjadi sesuatu yang universal, sesuatu yang dikenal luas oleh masyarakat di seluruh dunia. Sepanjang sejarah peradaban manusia,
UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta BAB IV PENUTUP
42 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Perancangan desain interior pada suatu bangunan menjadi hal yang esensial untuk dapat melihat siapakah klien dan apa fungsi sesungguhnya dari suatu ruang atau satu kesatuan
b e r n u a n s a h i jau
01 TOW N H O U S E b e r n u a n s a h i jau Penulis Imelda Anwar Fotografer M. Ifran Nurdin Kawasan Kebagusan di Jakarta Selatan terkenal sebagai daerah resapan air bagi kawasan ibukota sekaligus permukiman
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia adalah mahluk yang tidak lepas dari masa lampau dalam menjalani masa kini dan masa yang akan datang dan tidak mungkin lepas dari budayanya sendiri. Sebagai
BAB I PENDAHULUAN TAMAN BACAAN DI PATI
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1. Latar Belakang Eksistensi Proyek Kabupaten Pati terletak di daerah pantai Utara Pulau Jawa dan di bagian Timur dari Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan segi letaknya
BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar belakang masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar belakang masalah Pada zaman sekarang menikmati kopi sudah menjadi salah satu kebutuhan dan gaya hidup banyak orang di dalam kehidupan sehari-hari. Peracik kopi atau Barista
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Pada saat ini keterbatasan lahan menjadi salah satu permasalahan di Jakarta
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Pada saat ini keterbatasan lahan menjadi salah satu permasalahan di Jakarta mengingat jumlah penduduk Jakarta yang terus bertambah, sehingga saat ini di Jakarta banyak
Penerapan Gaya Desain Modern Natural pada Perancangan Interior Museum Teh di Surabaya
JURNAL INTRA Vol. 1, No. 1, (2013) 1-6 1 Penerapan Gaya Desain Modern Natural pada Perancangan Interior Museum Teh di Surabaya Andrie Wardhana Lokito, Sriti Mayang Sari Program Studi Desain Interior, Universitas
Kementerian Pendidikan Nasional merupakan lembaga pemerintahan yang bertugas meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. salah satu langkah yang di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1.1 Latar Belakang Proyek Menurut catatan sejarah umat manusia yang sempat terungkap tentang keberadaan dan perkembangan perpustakaan menunjukkan bahwa perpustakaan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Upaya terbaik guna mempersiapakan masa depan sang anak adalah mengenalkan pendidikan kepada anak di usia dini, karena pada masa usia dini anak mulai peka/sensitif untuk
BAB V. Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan analisis yang telah. dikemukakan pada bab bab terdahulu mengenai hubungan rancangan suasana toko
93 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan analisis yang telah dikemukakan pada bab bab terdahulu mengenai hubungan rancangan suasana toko yang dilakukan
BAB I LATAR BELAKANG. Universitas Kristen Maranatha 1
BAB I LATAR BELAKANG 1.1 Latar Belakang Komik sesungguhnya lebih dari sekedar cerita bergambar yang ringan dan menghibur. Komik adalah suatu bentuk media komunikasi visual yang mempunyai kekuatan untuk
Perancangan Interior Pusat Kecantikan dan Kebugaran di Kota Gorontalo
JURNAL INTRA Vol. 2, No. 2, (2014) 426-431 426 Perancangan Interior Pusat Kecantikan dan Kebugaran di Kota Gorontalo Lulu Holiangu Program Studi Desain Interior, Universitas Kristen Petra Jl. Siwalankerto
BAB IV KONSEP PERANCANGAN. Tujuan dari perancangan Pusat Gerontologi di Jawa Barat merupakan
BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1. TUJUAN PERANCANGAN Tujuan dari perancangan Pusat Gerontologi di Jawa Barat merupakan sebuah fasilitas kesehatan berupa hunian bagi kaum lansia agar dapat terlihat lebih nyaman
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Analisa Makro Lokasi Gedung : Bridging Campus Binus University Gambar 3.1 Lokasi Bridging Campus Sumber : google images Alamat : Jl. Alam Sutera Boulevard No. 1, Alam Sutera
BAB I PENDAHULUAN. memiliki teknologi yang bagus. Jenis mainan di bedakan menjadi 2 yaitu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi sekarang ini sangat pesat setiap orang ingin membuat sesuatu yang baru dan unik. Dengan rutinitas manusia yang padat maka manusia membutuhkan
BAB I PENDAHULUAN. sesuatu yang dikeluarkan oleh negara serta mencatat pengeluaran negara secara detail. Untuk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik dan terus mengalami peningkatan, maka Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki pembangunan yang sangat
PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN DAERAH JAWA TENGAH SEMARANG
PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN DAERAH JAWA TENGAH SEMARANG KARYA DESAIN Oleh: Zahrina Zatadini NIM. 1111778023 PROGRAM STUDI DESAIN INTERIOR JURUSAN DESAIN FAKULTAS SENI RUPA INSTITUT SENI INDONESIA
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang.
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang. Lokasi Solo baru adalah daerah bagian selatan dan sebelah utara kota Surakarta jawa tengah untuk daerah ini bertepatan dengan kabupaten Sukoharjo daerah ini dulunya
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
174 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah Perpustakaan ITS Surabaya dan Perpustakaan UK Petra Surabaya melakukan pemanfaatan fungsi ruang yang
BAB I PENDAHULUAN. Sepuluh tahun belakangan ini, perkembangan otomotif di tanah air sangat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sepuluh tahun belakangan ini, perkembangan otomotif di tanah air sangat pesat. Hal ini ditandai dengan banyak digelarnya even otomotif dari mulai pameran, lomba modifikasi,
BAB III METODE PERANCANGAN. Pada perancangan pusat seni tradisi Sunda ini banyak metode yang
BAB III METODE PERANCANGAN Pada perancangan pusat seni tradisi Sunda ini banyak metode yang dilakukan, baik menggunakan metode penelitian yang bersifat analisa kuantitatifkorelatif, yaitu mencari serta
BAB IV KONSEP PERANCANGAN
BAB IV KONSEP PERANCANGAN 4.1 Konsep perancangan 4.1.1 Konsep Gaya Konsep gaya pada perancangan Showroom Mabua Harley Davidson ini di desain dengan unik dan memberi kesan tempo dulu, berdasarkan analisa
BAB 1 PENDAHULUAN. Semakin berkembangnya negara Indonesia ini, tuntutan untuk memenuhi
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perancangan Semakin berkembangnya negara Indonesia ini, tuntutan untuk memenuhi gaya hidup di kota-kota besar memaksa orang untuk bekerja lebih keras. Beban pekerjaan
BAB V KONSEP PERANCANGAN
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Dasar Perancangan Gedung pusat kebugaran ini direncanakan untuk menjadi suatu sarana yang mewadahi kegiatan olahraga, kebugaran, dan relaksasi. Dimana kebutuhan masyarakat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Ice skating merupakan salah satu olahraga yang belum dikenal secara luas di Indonesia,tidak heran jika fasilitas pendukungnya pun masih sulit dijumpai,kalaupun ada
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Olahraga merupakan kegiatan jasmani yang dilakukan dengan maksud untuk memelihara kesehatan dan memperkuat otot-otot tubuh. Kegiatan ini dalam perkembangannya dapat
