Terbentuknya Bhikkhunī Sāsana

dokumen-dokumen yang mirip
Habis Gelap Terbitlah Terang

SĪLA-2. Pariyatti Sāsana hp ; pin!

Permintaan Untuk Membabarkan Dhamma. Pariyatti Sāsana Yunior 2 hp ; pin

Dharmayatra tempat suci Buddha

Dāna-4. Berdana Kepada Bhikkhu Leher Kuning? Pariyatti Sāsana hp ; pin. Friday, April 12, 13

Pendahuluan Tipiṭaka. Pariyatti Sāsana hp ; pin. Sunday, September 29, 13

Kehidupan Tanpa Uang. Bhikkhu Sikkhānanda

LEMBAR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN SMA EHIPASSIKO SCHOOL BSD

Pentahbisan Yasa dan Buddha Memulai Misinya. Pariyatti Sāsana Yunior 2 hp ; pin

Dhamma. Dana Para. Dhammaduta

Mengapa berdana? Pariyatti Sāsana hp ; pin. Friday, April 12, 13

KEPUTUSAN MAHA SANGHA SABHA (PASAMUAN AGUNG) TAHUN 2002 SANGHA THERAVADA INDONESIA. Nomor : 02/PA/VII/2002

Pengenalan Abhidhamma

BHIKKHU DHAMMAVUḌḌHO MAHĀTHERA MONKS PRECEPTS LAY PERSON S GUIDE PERATURAN KEDISIPLINAN BHIKKHU PANDUAN BAGI UMAT AWAM

Dhammacakka Pavattana Sutta!

Sutta Mahavacchagotta (The Greater Discourse to Vacchagotta)

Mengapa bhikkhu harus dipotong rambutnya? Mengapa bhikkhu itu tidak boleh beristeri? Mengapa anak perempuan tidak boleh dekat bhikkhu?

BAB I PENDAHULUAN. pada satu objek tertentu agar pikiran dapat lebih fokus. Dalam bahasa Pāli

KEPUTUSAN RAPAT KARAKA SANGHA SABHA (DEWAN PIMPINAN SANGHA) I/2001 SANGHA THERAVADA INDONESIA

PERTAPA GOTAMA MEMILIH JALAN TENGAH & ARIYASĀVAKA TANPA JHĀNA. Pariyatti Sāsana Yunior 2 hp ; pin!

KUMPULAN 50 TANYA JAWAB (8) Di Website Buddhis Samaggi Phala Oleh Bhikkhu Uttamo Online sejak tanggal 21 Agustus 2004 s.d. tanggal 09 Oktober 2004

KEPUTUSAN SIDANG MAHASANGHASABHA (PERSAMUHAN AGUNG) TAHUN 2007 SANGHA THERAVADA INDONESIA. Nomor : 01/PA/VII/2007

D. ucapan benar E. usaha benar

KAMMA 1 Bukan kata lain dari fatalisme atau takdir. Pariyatti Sāsana hp ; pin!

62 PANDANGAN SALAH (3) Dhammavihārī Buddhist Studies

Agama dan Tujuan Hidup Umat Buddha Pengertian Agama

Sutta Magandiya: Kepada Magandiya (Magandiya Sutta: To Magandiya) [Majjhima Nikaya 75]

Mahā Maṅgala Sutta (1)

Kamma (7) Kamma Baik Lingkup-Indra. Dhammavihārī Buddhist Studies

Written by Administrator Wednesday, 25 January :43 - Last Updated Saturday, 28 January :28

KEPUTUSAN RAPAT KARAKA SANGHA SABHA (DEWAN PIMPINAN SANGHA) III/2000 SANGHA THERAVADA INDONESIA

Sutta Kalama: Kepada Para Kalama (Kalama Sutta: To the Kalamas)

Sifat Agung Dari Tiga Permata 2

Penolakan Keduniawian Bodhisatta. Pariyatti Sāsana Yunior 2 hp ; pin!

Meditasi Mettā (Meditasi Cinta Kasih)

Sutta Devadaha: Di Devadaha (Devadaha Sutta: At Devadaha) [Majjhima Nikaya 101]

ASSIGNMENT AGAMA BUDDHA IBADAT & AMALAN

BAB I PENDAHULUAN. yang memeluk suatu ajaran atau agama tersebut. Manusia terikat dengan

Empat Kebenaran Mulia. Pariyatti Sāsana Yunior 2 hp ; pin 7E9064DE

o Di dalam tradisi Theravāda, pāramī bukanlah untuk Buddha saja, tetapi sebagai prak/k yang juga harus dipenuhi oleh Paccekabuddha dan sāvakā.

Sutta Nipata menyebut keempat faktor sebagai berikut: Lebih lanjut, murid para

Vihara terbuka untuk bhikkhu dan bhikkhuni (maechee atau anagarini), dan juga umat awam pria dan umat awam wanita.

STRATEGI PEMBINAAN UMAT OLEH DHARMADUTA. Oleh: Warsito. Abstrak:

1 3SEKSUALITAS DALAM BUDDHISME. Buddhisme dan Seks Judul Asli : Buddhism and Sex Alih Bahasa : amri Editor : Willy Yandi Wijaya

Vinaya: Yang Perlu Diketahui oleh Umat

Agama Buddha. i. Ia berasal dari negara India pada kurun ke-6 SM dan diasaskan oleh Gautama Buddha sebagai salah satu interpretasi agama Hindu.

DALAM AGAMA BUDDHA AGAMA DIKENAL DENGAN:

Kitab Pali: Apa yang Seorang Buddhis Harus Ketahui

Merenungkan/Membayangkan Penderitaan Neraka

Brahmavihāra (1) Pendahuluan. Pariyatti Sāsana Yunior 2 hp ; pin

Sutta Maha Kammavibhanga: Penjelasan Mendetail Tentang Kamma (Maha Kammavibhanga Sutta: The Great Exposition of Kamma) Majjhima Nikaya 136

Kaṭhina dan Serba-Serbinya. Bhikkhu Sikkhānanda

Brahmavihāra (3) Bagaimana Melatihnya. Pariyatti Sāsana Yunior 2 hp ; pin 7E9064DE

Makanan untuk Hati Oleh: Ajahn Chah

Dhamma Inside. Kematian Yang Indah. Orang-orang. Akhir dari Keragu-raguan. Vol September 2015

Aturan Disiplin Para Bhikkhu

KAMMA (9)

Buddha di Desa Rancaiyuh.

6. Pattidāna. (Pelimpahan Kebajikan) hp , pin bb.2965f5fd

Mari berbuat karma baik dengan mendanai cetak ulang buku ini sebagai derma Dharma kepada sesama dan pelimpahan jasa kepada leluhur, agar ajaran

LEMBAR SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN SMA EHIPASSIKO SCHOOL BSD

Artikel ilmiah Tema Politik dan Agama Buddha MENUJU KEPEMIMPINAN YANG DEMOKRATIS MENURUT AJARAN BUDDHA

Dāna. Sebuah Perhiasan dan Pendukung untuk Batin 2. Pariyatti Sāsana hp ; pin. Sunday, October 13, 13

01147_299_ChastitySM.qxd 5/1/13 11:50 AM Page iii Kemu K rnian Akh A lak

Tidak Ada Ajahn Chan. Kelahiran dan Kematian

MEDITASI VIPASSANĀ & EMPAT KESUNYATAAN MULIA

TATA TERTIB RUANG LOMBA PERTOLONGAN PERTAMA

K168. Konvensi Promosi Kesempatan Kerja dan Perlindungan terhadap Pengangguran, 1988 (No. 168)

, BCA, KCP

BAB I PENDAHULUAN. terutama sekali terdiri dari pesta keupacaraan yang disebut slametan, kepercayaan

62 PANDANGAN SALAH (1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

dari redaksi Joly Pimpinan Redaksi Namo Sanghyang Adi Buddhaya, Namo Buddhaya.

KEPUTUSAN KEPALA BAGIAN ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR : 188 / 110 / / 2013

KUMPULAN 50 TANYA JAWAB (18) Di Website Buddhis Samaggi Phala Oleh Bhikkhu Uttamo Online sejak tanggal 2 Januari 2006 s.d. tanggal 20 Februari 2006

Di Manakah Sang Buddha?

ATAU BERKEPERCAYAAN. Nicola Colbran Norwegian Centre for Human Rights. Disampaikan dalam acara Workshop Memperkuat

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KOMUNIKASI ANTARA AUDITOR PENDAHULU DENGAN AUDITOR PENGGANTI

POLA PEMBINAAN SANGHA THERAVADA INDONESIA TERHADAP UMAT BUDDHA DI TANGERANG SELATAN ARTIKEL SKRIPSI

SILABUS PEMBELAJARAN. Indikator Pencapaian Kompetensi Instrumen

WORKING HARD LIKE A HORSE

Aṅguttara Nikāya Khotbah-Khotbah Numerikal Sang Buddha

KEPUTUSAN RAPAT KARAKA SANGHA SABHA (DEWAN PIMPINAN) II/2006 SANGHA THERAVADA INDONESIA

Aktifitas Kagyu Monlam ke 31 Tahun 2014

Dāna. Pariyatti Sāsana hp ; pin. Sebuah Perhiasan dan Pendukung untuk Batin. Sunday, October 6, 13

Mengatasi diskriminasi etnis, agama dan asal muasal: Persoalan dan strategi penting

SYARAT DAN KETENTUAN FASILITAS DANA BANTUAN SAHABAT

PENYEMBAHAN DAN LATIHAN BUDDHA. NAMA: DARSHNI A/P SAUNDARA RAJAN NO.MATRIK:

Hal 0 Kusalayani, Edisi ke-29 Tahun 2016

SYARAT-SYARAT DAN PERATURAN PERTANDINGAN PROGRAM KECEMERLANGAN DAN KECERGASAN KEMENTERIAN PERTANIAN DAN INDUSTRI ASAS TANI

2002), hlm Ibid. hlm Komariah, Hukum Perdata (Malang; UPT Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang,

KUMPULAN 50 TANYA JAWAB (10) Di Website Buddhis Samaggi Phala Oleh Bhikkhu Uttamo Online sejak tanggal 29 November 2004 s.d. tanggal 17 Januari 2005

KUMPULAN 50 TANYA JAWAB (11) Di Website Buddhis Samaggi Phala Oleh Bhikkhu Uttamo Online sejak tanggal 18 Januari 2005 s.d. tanggal 07 Maret 2005

KEBIJAKAN BERIKLAN GUALAPER.COM

Agama Buddha dan Kehidupan Sosial (Konsep dasar pola pikir Buddhis berdasarkan Sutta)

The Buddha s View On Meat Eating Pandangan Sang Buddha Tentang Makan Daging

Abhidhammatthasaṅgaha. Dhammavihārī Buddhist Studies

BAB III KONSEP DANA DALAM BUDDHA

Transkripsi:

Terbentuknya Bhikkhunī Sāsana Kemunculannya kembali di era modern Pariyatti Sāsana Yunior 2 www.pjbi.or.id; hp.0813 1691 3166; pin 2965F5FD

Sejarah Kemunculan Cūḷavagga Vinaya (V2:253ff) merekam kronologi kemunculan bhikkhunī: Di Nigrodhārāma -Kapilavatthu, Mahāpajāpatī sedih menerima 3 kali penolakan dari Buddha atas keinginannya untuk menjadi bhikkhunī. Dia dengan mengenakan jubah dan mencukur rambutnya mengejar Buddha sampai di Vesālī bersama dengan beberapa wanita suku Sakya.

Sejarah Kemunculan YM. Ānanda bertanya kepada Gotamī kenapa berdiri di luar gerbang dengan kaki bengkak, tubuh kotor dan berurai air mata. Setelah menolak permintaan Ānanda 3 kali dan atas pertanyaan YM. Ānanda, Buddha menegaskan bahwa wanita yang telah meninggalkan kehidupan duniawi dan berlatih sesuai Dhamma-dan-Vinaya dapat mencapai sotāpattiphala sd arahattaphala. Ānanda menyampaikan bahwa Gotamī telah melakukan banyak kebajikan: dia adalah bibi, ibu-tiri, perawat, pemberi susu setelah ibu Buddha meninggal dunia.

Sejarah Kemunculan Ānanda, apabila Mahāpajāpatī Gotamī menerima aṭṭhagarudhamma (delapan peraturan yang harus dihormati), maka hal tersebut menjadi penahbisan dia. Aṭṭhagarudhamma (catatan: garu bisa berarti berat atau yg dihormati ) yg harus dihormati dan tidak dilanggar seumur hidup: 1. Bhikkhunī yg sudah ditahbis bahkan selama 100 tahun harus menyapa dg penuh hormat, bangkit dari tempat duduk, beranjali dan melakukan penghormatan yang pantas kepada bhikkhu yang bahkan baru ditahbis hari itu juga.

Sejarah Kemunculan Aṭṭhagarudhamma yg harus dihormati dan tidak dilanggar seumur hidup: 2.Seorang bhikkhunī tidak diperbolehkan menjalankan vassa tanpa bhikkhu. 3.Setiap 2 minggu, seorang bhikkhunī harus meminta 2 hal dari bhikkhu saṅgha: menanyakan hari uposatha dan nasehat (ovāda). 4.Setelah vassa, seorang bhikkhunī harus mengundang (pavāraṇā) 3 hal ini didepan dua saṅgha mengenai: apa yang telah dilihat, apa yang telah didengar, dan apa yang telah dicurigai.

Sejarah Kemunculan Aṭṭhagarudhamma yg harus dihormati dan tidak dilanggar seumur hidup: 5.Seorang bhikkhunī yang melanggar peraturan yang berat (garudhamma merujuk pada pelanggaran saṅghādisesa, V 2:255) harus menjalani hukuman (mānatta) dihadapan dua saṅgha untuk setengah bulan. 6.Ketika ia sebagai calon bhikkhunī telah berlatih 6 peraturan selama 2 tahun, dia hendaknya meminta penahbisan didepan 2 saṅgha (ubhatosaṅgha). 7.Seorang bhikkhu hendaknya tidak dilecehkan dan dimaki dengan alasan apapun oleh seorang bhikkhunī. 8.Mulai hari ini, peringatan untuk bhikkhu oleh bhikkhunī dilarang, peringatan untuk bhikkhunī oleh bhikkhu tidak dilarang.

Kontroversi Interpretasi Aṭṭhagarudhamma No. 6 6.Ketika ia sebagai calon bhikkhunī telah berlatih 6 peraturan selama 2 tahun, dia hendaknya meminta penahbisan didepan 2 saṅgha (ubhatosaṅgha). Pasang-surut Bhikkhunī Saṅgha Bhikkhunī saṅgha berkembang di India sd abad 8. Raja Sri Lanka yg baru saja mengenal Buddhism memohon bhikkhu Mahinda (misionaris yang dikirim raja Asoka) untuk menahbiskan istrinya, ratu Anulā (Dip 15.76) Bhikkhu Mahinda, Akappiyā mahārāja itthipabbajjā bhikkhuno (Maharaja, tidaklah pantas untuk seorang bhikkhu memberikan pabbajjā kepada seorang wanita). Beliau kemudian menjelaskan perlunya mengundang bhikkhunī dari India. (Catatan: Di VN tidak ada larangan buat seorang bhikkhu memberikan pabbajjā pada wanita. Akan tetapi Samantapāsādikā [kitab komentar VN] menyatakan berbeda)

Pasang-surut Bhikkhunī Saṅgha Bhikkhunī Saṅghamittā dkk membentuk saṅgha bhikkhunī Sri Lanka, yang berkembang sd abad 11 (musnah karena situasi politik yg tidak menentu). Pada abad ke-5 bhikkhunī saṅgha Sri Lanka menanamkan benih silsilah penahbisan di China (ref: Taishō [CBETA] L 939c) yang kemudian diikuti dengan penerjemahan Vinaya Theravāda walaupun belakangan hilang dikarenakan ketidakstabilan situasi politik saat itu. Awal abad ke-8, bhikkhu dan bhikkhunī di China mengikuti vinaya Dharmaguptaka atas perintah penguasa setempat (Taishō L 793c).

Pasang-surut Bhikkhunī Saṅgha Bhikkhunī saṅgha Theravāda dianggap telah punah dari abad ke-11. Pada tahun 1998, silsilah penahbisan bhikkhunī Theravāda di Sri Lanka kembali dihidupkan oleh bhikkhunī dari Taiwan dan Barat (Mahāyāna) bersama dengan bhikkhu dari berbagai tradisi melalui upacara penahbisan-ganda di Bodhgayā. Vinaya Dharmaguptaka berasal dari tradisi Vibhajyavāda, yg juga asal dari Theravāda. Setelah menerima penahbisan di Bodhgayā, bhikkhunī baru SL tsb kemudian menerima penahbisan ulang di depan para bhikkhu Theravāda (SL) di Sarnath.

Kemunculan Kembali Bhikkhunī Saṅgha: Pro dan Kontra Kontra: dengan punahnya saṅgha bhikkhunī di Sri Lanka pada abad ke-11, maka garudhamma no.6 sudah tidak bisa dilaksanakan lagi, dengan demikian penahbisan bhikkhunī yang membutuhkan 2 saṅgha tidak bisa dilaksanakan lagi. Pro: Penahbisan di depan 2 saṅgha bisa dilakukan dengan menahbiskan calon bhikkhunī di depan saṅgha bhikkhunī dengan tradisi Dharmaguptaka (Taiwan) terlebih dahulu baru kemudian di depan saṅgha bhikkhu Theravāda. Keinginan Buddha untuk membentuk Catuparisā (empat perkumpulan).

Kajian Garudhamma No.6 Arti garudhamma (1): peraturan berat yang merujuk kepada peraturan saṅghādisesa. Seorang bhikkhunī yang telah melanggar garudhamma harus menjalani hukuman (mānatta) selama setengah bulan di hadapan 2 saṅgha (V 2:255). Kemudian ia harus menjalani proses rehabilitasi (abbhāna). Arti garudhamma (2): peraturan yang harus dihormati. 8 peraturan bukan termasuk dalam pelanggaran saṅghādisesa. GD 2 = pācittiya 56 di Bhikkhunīvibhaṅga (V 4:313); GD 3 = pācittiya 59 (V 4:315); GD 4 = pācittiya 57 (V 4:314); GD 7 = pācittiya 52 (V 4:309) ==> bukan pelanggaran saṅghādisesa (berat)

Apakah 8 Garudhamma merupakan peraturan disiplin? Peraturan pācittiya ditetapkan sebagai jawaban atas pelanggaran yang dilakukan oleh bhikkhunī (Bhikkhunīvibhaṅga). Dengan demikian maka peraturan pācittiya muncul setelah 8 garudhamma (yg dibuat sebelum ada bahkan 1 bhikkhunī pun). Ciri dari vinaya, untuk pelanggaran pācittiya maka pelanggar pertama (ādikammika) tidak dianggap melakukan pelanggaran apapun. Dg kata lain pelanggar garudhamma 2,3,4 dan 7 tidak melakukan pelanggaran apapun. Kesimpulan: kecuali GD 5, 8 garudhamma bukan peraturan disiplin yg memberikan hukuman buat mereka yg melanggar. 8 garudhamma adalah anjuran untuk dipuja (sakkatvā), dihormati (garukatvā), dijunjung tinggi (mānetvā) dan dihormati dengan penuh bhakti (pūjetvā). Dengan demikian garudhamma berarti peraturan untuk dihormati.

Bagaimana dengan Garudhamma No. 6? Seorang calon bhikkhunī harus telah melatih 6 peraturan selama 2 tahun tercantum dalam pācittiya 63 bhikkhunīvibhaṅga (V 4:319); sementara keharusan untuk ditahbiskan dihadapan 2 saṅgha tidak ditemukan padanannya di peraturan pātimokkha. Saṅgha bhikkhunī dengan tradisi Dharmaguptaka: Silsilah yg tidak terputus sejak abad ke-5 yg dibawa oleh bhikkhunī dari Sri Lanka, walaupun kemudian mereka mengikuti vinaya Dharmaguptaka yg membuat mereka menjadi nānasaṃvāsa (komunitas yg berbeda [dengan Theravāda]).

Nānasaṃvāsa dan Samānasaṃvāsa Pada saat perselisihan paham ttg peraturan vinaya bisa diselesaikan maka mereka menjadi samānasaṃvāsa (bagian dari komunitas). Mahāvagga Vinaya mengajukan cara untuk menjadi samānasaṃvāsa (V 1:340) / bhikkhunī Theravāda: Atas inisiatif sendiri, seseorang membuat dirinya menjadi bagian dari komunitas yang sama (Attanā vā attānaṃ samāsanasaṃvāsakaṃ karoti.): ketika seseorang menyadari kekeliruannya dan bersedia mematuhi pandangan / peraturan dari komunitas yang berbeda. Hal ini terjadi pada saat bhikkhunī yang baru saja ditahbis di Bodhgayā kemudian meminta penahbisan di depan saṅgha bhikkhu Theravāda SL di Sarnath. Daḷhikamma (menguatkan).

Penahbisan Tunggal oleh Saṅgha Bhikkhu Setelah ditahbiskan menjadi bhikkhunī, Mahāpajāpatī Gotamī bertanya kepada Buddha, Bhante, bagaimana saya menjalaninya kaitannya dengan wanita2 Sākya itu? Para bhikkhu, Aku ijinkan penahbisan bhikkhunī oleh bhikkhu [anujānāmi, bhikkhave, bhikkhūhi bhikkhuniyo upasampādetun ti]. (V 2:257) Perintah ini diberikan setelah 8 garudhamma. Bisa diartikan apabila tidak terdapat saṅgha bhikkhunī maka penahbisan bhikkhunī oleh bhikkhu sah. Perintah ini tidak pernah dihapus oleh Buddha. Para bhikkhu, sejak hari ini Aku menghapus penahbisan dengan tiga perlindungan yang pernah Aku tetapkan; para bhikkhu, Aku menetapkan penahbisan dengan ñatticatuttha kamma. (V 1:56)

Kesimpulan Penahbisan bhikkhunī di Bodhgayā sah sesuai dengan vinaya Theravāda. Apabila penahbisan oleh saṅgha bhikkhunī dari tradisi Dharmaguptaka dianggap tidak sah maka alternatif untuk menjadikannya sah: 1. Atas inisiatif sendiri, seseorang membuat dirinya menjadi bagian dari komunitas yang sama (samānasaṃvāsa): menghadap saṅgha bhikkhu Theravāda. 2. Para bhikkhu, Aku ijinkan penahbisan bhikkhunī oleh bhikkhu [anujānāmi, bhikkhave, bhikkhūhi bhikkhuniyo upasampādetun ti]. (V 2:257)

Bungkus Vs Isi Bungkus: Jubah merah muda membangkitkan nafsu. Sayalay adalah bentuk penindasan terhadap kaum perempuan. Isi: Memberikan ruang buat kaum perempuan, bhikkhunī, sayalay, sāmaṇeri untuk mempelajari Tipiṭaka dan kitab komentar. Memberikan kesempatan kepada mereka untuk melatih sīla samādhi - paññā.

Standar Kanon Pāḷi Attanomatito ācariyavādo balavataro ācariyavādato hi suttānulomaṃ balavataraṃ (ajaran guru di masa lalu [kitab komentar] lebih kuat daripada ajaran pribadi suttānuloma [kanon] lebih kuat daripada ajaran para guru).[va 1:231] Attanomati: penarikan kesimpulan atau ajaran individu yang tidak sesuai dengan sutta, suttānuloma dan ācariyavāda. Suttānuloma: cattāro mahāpaddesa (empat otoritas besar) Ācariyavāda: kitab-kitab komentar Pāḷi. Vinayo nāma buddhassa sāsanassa āyu. Vinaye ṭhite sāsanaṃ ṭhitaṃ hoti (Vinaya adalah jantung kehidupan Buddha sāsana. Sāsana berdiri tegak selama vinaya juga berdiri tegak) [VA. 1:13] Appaññattaṃ na paññapessanti, paññattaṃ na samucchindissanti tidak membuat peraturan atas apa yg tidak ditetapkan, tidak menghancurkan apa yang sudah ditetapkan. (D 2:77)

Pariyatti dan paṭipatti adalah dua sayap seekor burung rajawali Bhikkhunī dan sāmaṇeri SAGIN yang belajar di Sri Lanka Sumber materi: Digital Pali Reader Book of the Discipline Part V The Legality of Bhikkhunī Ordination oleh Bhikkhu Anālayo

Selesai