INTERVAL KEPERCAYAAN

dokumen-dokumen yang mirip
DISTRIBUSI SAMPLING. Berdistribusi normal dengan rataan. Dan variasi

PENGUJIAN HIPOTESIS. Atau. Pengujian hipotesis uji dua pihak:

MODUL TEORI ESTIMASI ATAU MENAKSIR TEORI ESTIMASI ATAU MENAKSIR

PENGUJIAN HIPOTESIS. Daerah penolakan. luas KED

BAB 6 PENAKSIRAN PARAMETER

PENARIKAN SAMPEL & PENDUGAAN PARAMETER

Bab 5 Distribusi Sampling

PENGUJIAN HIPOTESIS 2

ESTIMASI. Arna Fariza PENDAHULUAN

REGRESI LINIER. b. Variabel tak bebas atau variabel respon -> variabel yang terjadi karena variabel bebas. Dapat dinyatakan dengan Y.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi merupakan bentuk analisis hubungan antara variabel prediktor

BAB 2 LANDASAN TEORI. berkenaan dengan studi ketergantungan dari suatu varibel yaitu variabel tak bebas (dependent

BAB II LANDASAN TEORI. Analisis regresi (regressison analysis) merupakan suatu teknik untuk membangun persamaan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Pendugaan Parameter. Ayundyah Kesumawati. April 13, Prodi Statistika FMIPA-UII. Ayundyah (UII) Pendugaan Parameter April 13, / 30

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi (regression analysis) merupakan suatu teknik untuk membangun

Pada prakteknya hanya sebuah sampel yang biasa diambil dan digunakan untuk hal tersebut. Sampel yang diambil ialah sampel acak dan dari sampel

ESTIMASI. A. Dasar Teori

MODUL XI SELANG KEPERCAYAAN UNTUK KEPERCAYAAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : STATISTIKA DASAR (3 SKS) KODE : MT308

Tentukan : Jawab : N = 100. = Rp = Rp % selang kepercayaan = - 1,96. ( 1- ) 100% selang kepercayaan untuk adalah.

BAB 2 LANDASAN TEORI. disebut dengan bermacam-macam istilah: variabel penjelas, variabel

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB III MODEL REGRESI BINOMIAL NEGATIF UNTUK MENGATASI OVERDISPERSI PADA MODEL REGRESI POISSON

BAB III UJI STATISTIK DAN SIMULASI. Menggunakan karakteristik dari distribusi tersebut dan transformasi / = ( ) (3.1.1) / = ( ) (3.1.

BAB 2. Istilah regresi pertama kali diperkenalkan oleh Francis Galton. Menurut Galton,

BAB III METODE THEIL. menganalisis hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat yang dinyatakan

TEORI PENDUGAAN (TEORI ESTIMASI)

(ESTIMASI/ PENAKSIRAN)

APLIKASI METODE BESARAN PIVOTAL DALAM PENENTUAN SELANG KEYAKINAN TAKSIRAN PARAMETER POPULASI. Agus Rusgiyono Jurusan Matematika FMIPA UNDIP.

Statistik merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang paling banyak

Pengantar Statistik Inferensial

KAJIAN SELANG KEPERCAYAAN UNTUK BEBERAPA PROPORSI BINOMIAL Confidence Interval Study For Several Binomial Proportions. Agung Wahyu W

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Ummu Kalsum UNIVERSITAS GUNADARMA

BEBERAPA DISTRIBUSI KHUSUS DKINTINU DIKENAL

BAB ΙΙ LANDASAN TEORI

ESTIMASI. Podojoyo, SKM, M.Kes. Podojoyo 1

BAB 4 ANALISIS HASIL PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. berarti ramalan atau taksiran pertama kali diperkenalkan Sir Francis Galton pada

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penduga : x p s r b. Pertemuan Ke 9. BAB V PENDUGAAN PARAMETER

BAB 2 LANDASAN TEORI. Perubahan nilai suatu variabel dapat disebabkan karena adanya perubahan pada

BAB 2 LANDASAN TEORI. regresi adalah sebuah teknik statistik untuk membuat model dan menyelediki

Pendugaan Parameter Populasi Secara Statistik

BAB 4 HASIL PENELITIAN

Kontrak Kuliah Metode Statistika 2

Distribusi Sampling Sebaran Penarikan Contoh. Bidang Inferensia Statistik membahas generalisasi/penarikan kesimpulan dan prediksi/peramalan.

BAB 4 HASIL PENELITIAN

S T A T I S T I K A OLEH : WIJAYA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI CIREBON

BAB 4 HASIL PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN. meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, lama bekerja. Tabel 4.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah regresi pertama kali digunakan oleh Francis Galton. Dalam papernya yang

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : STATISTIKA DASAR (3 SKS) KODE MATA KULIAH : MT308

DAFTAR PUSTAKA. Beuemer, B.J.M Ilmu Bahan Logam Jilid I. Penerbit Bharatara, Jakarta.

BAB 2 LANDASAN TEORI. KB (Keluarga Berencana) adalah salah satu usaha yang dilakukan untuk mencegah

LANDASAN TEORI. Distribusi Gamma adalah salah satu keluarga distribusi probabilitas kontinu.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 4 HASIL PENELITIAN

Bab 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Menurut Open Darnius (2006, hal: 53) simulasi dapat diartikan sebagai suatu

KONSISTENSI ESTIMATOR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

S T A T I S T I K A OLEH : WIJAYA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi tentang persepsi siwa terhadap pemberian tugas fisika

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Sebelum hasil penelitian disajikan, maka terlebih dahulu akan dijelaskan mengenai

BAB 2 LANDASAN TEORI. mengetahui pola hubungan antara dua atau lebih variabel. Istilah regresi yang

STATISTICS WEEK 7. By: Hanung N. Prasetyo POLTECH TELKOM/HANUNG NP

STATISTIKA II (BAGIAN

1. Paradigma Sederhana. Paradigma sederhana terdiri dari satu variable bebas (independent) dan satu variable terikat (dependent) R Y.

Misalkan peluang seorang calon mahasiswa IT Telkom memilih prodi TI adalah sebesar 0.6. Berapa peluang bahwa ;

UKURAN SIMPANGAN DAN UKURAN VARIASI. Ukuran Simpangan

STATISTIKA II Distribusi Sampling. (Nuryanto, ST., MT)

BAB 2 LANDASAN TEORI

STATISTIKA BISNIS PENDUGAAN STATISTIKA. Deden Tarmidi, SE., M.Ak., BKP. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Akuntansi

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat Penelitian

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN. dengan prestasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Gorontalo. Januari 2013, bertempat di SMK Negeri 1 Gorontalo kelas XI.

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Regresi pertama kali digunakan sebagi konsep statistika pada tahun 1877 oleh sir Francis Galton.

STATISTIKA INFERENSIAL IM TIRTA

BAB 2 LANDASAN TEORI. Analisis regresi (regression analysis) merupakan suatu teknik untuk membangun

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

Terima hipotesis Tidak membuat kesalahan Kesalahan tipe II Tolak hipotesis Kesalahan tipe I Tidak membuat kesalahan

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA. evaluasi akhir pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV).

BAB III METODE PENELITIAN. Sumber data penelitian didapat dari siswa SMKN 6 Bandung, oleh karena

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Pringsewu

BAB 2 LANDASAN TEORI

1. PENGERTIAN. Manfaat Sampling :

Perum Candi Gebang Permai Blok R No. 6 Yogyakarta Telp. : ; Fax. :

Teknik Analisis Data dengan Statistik Parametrik

BAB 2 LANDASAN TEORI

INTERVAL KEPERCAYAAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Transkripsi:

INTERVAL KEPERCAYAAN Untuk menaksir interval taksiran parameter dengan koefisien kepercayaan, maka sebuah sampel acak diambil, lalu hitung nilai nilai statistik yang diperlukan. Perumusan dalam bentuk peluang untuk parameter antara A dan B: dengan A dan B fungsi dari statistik, jadi merupakan variabel acak, tidak bergantung pada. Arti dari formula di atas adalah secara % percaya bahwa parameter akan ada didalam interval,. Jadi tidaklah dikatakan: peluangnya sama dengan bahwa terletak A dan B, melainkan seseorang hamya yakin % bahwa itu terletak antara A dan B. 1. Interval Kepercayaan Bagi Rata Rata Misalkan sebuah populasi berukuran N dengan rata rata dan simpangan baku. Dari populasi ini parameter akan ditaksir. Untuk keperluan ini, diambil sampel acak berukuran n, lalu dihitung statistik yang perlu, ialah dan. Titik taksiran untuk rata rata ialah. Dengan kata lain, nilai besarnya ditaksir oleh harga yang didapat dari sampel. Untuk memperoleh taksiran yang lebih tinggi derajat kepercayaan, digunakan interval taksiran atau selang taksiran disertai nilai koefisien kepercayaan yang dikehendaki. Dibedakan menjadi tiga hal a. Simpangan baku diketahui dan populasinya berdistribusi normal.. Dengan = koefisien kepercayaan dan = bilangan z didapat dari tabel normal baku untuk peluang. Untuk interval kepercayaannya:.. b. Simpangan baku tidak diketahui dan populasi berdistribusi normal.. dengan = koefisien kepercayaan dan = nilai t didapat dari daftar distribusi student dengan 1 dan 1 Untuk interval kepercayaannya:.. c. Simpangan baku tidak diketahui dan populasi tidak berdistribusi normal Jika n cukup besar maka dalil limit pusat berlaku maka dapat digunakan cara a. dengan menggunakan kekeliruan yang sangat kecil. Jika populasi sangat menyimpang dari normal dan ukuran sampel kecil sekali maka teorinya harus dipecahkan dengan menggunakan bentuk distribusi asli dari populasi bersangkutan. Contoh: Sebuah sampel acak terdiri dari 100 mahasiswa tealh diambil daris sebuah Universitas lain nilai nilai IQ nya dicatat. Didapat 112 dan 10. a) Kita dapat mengatakan: IQ rata rata untuk mahasiswa Universitas itu = 112 Dalam hal ini digunakan titik taksiran.

b) Jika dikehendaki interval taksiran IQ rata rata dengan koefisien kepercayaan 0,95 maka 10,95 0,975 dan 100 1 99 dengan menggunakan interpolasi dari Daftar G dalam lampiran didapat 1,987. Maka interval kepercayaan 112 1,987 10 10 1121,987 100 100 Atau: 110 114 Jadi didapat 95% interval kepercayaan untuk IQ rata rata mahasiswa ialah 110 114 2. Interval Kepercayaan bagi selisih rata rata Misalkan terdapat dua populasi, kedua duanya berdistribusi normal. Rata rata dan simpangan bakunya masing masing dan untuk populasi kesatu, dan untuk populasi kedua. Dari masing masing populasi secara independent diambil sebuah sampel acak dengan ukuran dan. Rata rata dan simpangan baku dari sampel sampel itu berturut turut, dan,. Akan ditaksir selisih rata rata. Jelas bahwa titik taksiran untuk adalah. Untuk memperoleh taksiran yang lebih tinggi derajat kepercayaan, digunakan interval taksiran atau selang taksiran disertai nilai koefisien kepercayaan yang dikehendaki. Dibedakan menjadi tiga hal a. Jika kedua populasi normal itu mempunyai dan besarnya diketahui, maka dengan interval kepercayaan % untuk ditentukan oleh rumus: 1. 1 1. 1 Dengan didapat dari distribusi normal baku dengan peluang. Dalam hal tetapi tidak diketahui besarnya, pertama tama dari sampel sampel perlu ditentukan varians gabungannya, dinyatakan dengan, besarnya diberikan oleh rumus: 1 1 2 Interval kepercayaannya ditentukan dengan menggunakan distribusi student. Formula dengan interval kepercayaan % untuk adalah. 1 1. 1 1 dengan didapat dari daftar distribusi student dengan 1 dan 2 b. Dengan memisalkan dan, untuk sampel sampel acak berukuran cukup besar, dapt dilakukan pendekatan kepada distribusi normal. Formula interval kepercayaannya ditentukan oleh:..

Contoh: Ada dua cara pengukuran untuk mengukur kelembaman suatu zat. Cara I dilakukan 50 kali yang menghasilkan,2 dan 24,7. Cara II dilakukan kali dengan 70,4 dan 37,2. Supaya ditentukan interval kepercayaan 95% mengenai perbedaan rata rata pengukuran dari kedua cara itu Jika dimisalkan hasil kedua cara pengukuran berdistribusi normal, maka didapat varians gabungan: 50 124,7 137,2 31,53 50 2 Selanjutnya dihitung dulu:,, 1,08 Dengan 0,975 dan 108, dari daftar distribusi t didapat 1,984. Maka interval kepercayaan: 70,4,2 1,9841,08 70,4,2 1,9841,08 Atau 8,06 12,34 c. Observasi berpasangan Misalkan populasi kesatu mempunyai variabel acak X dan populasi kedua mempunyai variabel acak Y. Rata ratanya masing masing dan. Diambil dua sampel acak masing masing sebuah dari tiap populasi, yang berukuran sama, jadi. Didapat data sampel:,,, dan,,,. Kedua data hasil observasi ini dimisalkan berpasangan sebagai berikut: berpasangan dengan berpasangan dengan berpasangan dengan Dalam hal pasangan data seperti ini, maka menaksir selisih atau beda rata rata, dapat pula dibentuk selisih atau beda tiap pasangan data. Jadi dicari,,,. Dari sampel berukuran n yang datanya terdiri dari,,, supaya dihitung rata rata dan simpangan baku, dengan menggunakan: dan 1 Maka interval kepercayaan untuk dengan koefisien kepercayaan % yaitu:.. Dengan didapat dari daftar distribusi student untuk 1 dan 1 3. Interval Kepercayaan bagi proporsi Misalkan populasi berdistribusi binom berukuran N, terdapat proporsi untuk suatu kejadian A dalam populasi tersebut. Diambil sampel acak berukuran n dari populasi itu dengan proporsi untuk kejadian A dalam sampel tersebut. Jadi taksiran titik untuk adalah. Maka interval kepercayaan untuk taksiran dengan koefisien kepercayaan % yaitu:

1 1 2 1 1 1 2 1 (A)...(B) Formula (A) merupakan batas bawah interval kepercayaan dan formula (B) merupakan batas atas interval kepercayaan. Rumus diatas tidak praktis, sehingga sering kali digunakan pendekatan distribusi normal kepada binom untuk ukuran sampel n cukup besar. Maka interval kepercayaan, dengan koefisien kepercayaan % adalah: Dengan dan 1 Contoh Misalkan kita ingin menaksir ada berapa persen anggota masyarakat berumur 15 tahun ke atas yang termasuk ke dalam golongan A. Untuk ini sampel acak berukuran acak 1200 diambil yang menghasilkan 504 tergolong kategori A. Persentase golongan A dalam sampel 100% 42% Jika ditaksir ada 42% anggota masyarakat berumur 15 tahun ke atas yang termasuk golongan A, maka dalam hal ini telah digunakan titik taksiran. Untuk menentukan 95% interval kepercayaan parameter, untuk n yang cukup besar, dengan 0,42; 0,58;, 1,96, maka: 0,42 0,58 0,42 0,58 0,42 1,96 0,421,96 1200 1200 Atau: 0,39 0,45 4. Interval Kepercayaan bagi selisih proporsi Misal terdapat dua populasi berdistribusi binom dengan parameter untuk peristiwa yang sama masing masing dan. Dari populasi ini secara independent masing masing diambil sebuah sampel acak berukuran dari populasi kesatu dan dari populasi kedua. Proporsi untuk peristiwa yang diperhatikan dari sampel sampel itu adalah dan dengan dan berturutturut menyatakan banyaknya peristiwa yang diperhatikan yang terdapat pada sampel kesatu dan sampel kedua. Penentuan interval kepercayaan untuk akan digunakan pendekatan oleh distribusi normal dengan koefisien kepercayaan %, yaitu:

Dengan 1 Contoh Misal sampel acak satu terdiri 500 wanita dan sampel acak kedua 700 laki laki yang mengunjungi sebuah pameran telah diambil. Ternyata bahwa 325 wanita dan 400 laki laki menyenangi pameran itu. Tentukan interval kepercayaan 95% untuk perbedaan persentase laki laki dan wanita yang mengunjungi pameran dan menyenanginya. Peresntase wanita yang menyukai pameran 100% 65% dan untuk laki laki 100% 57% Jadi 35% dan 43% Dengan 500 dan 700, didapat 0.65 0.35 500 0.57 0.43 0.0284 700 Dengan 1,96 diperoleh: 0.65 0.57 1.9.0284 0.65 0.57 1.9.0284 Atau: 0.024 0.136 INTERPOLASI Jika diketahui,, 2 dan,, 1,98, tentuka,,? Gunakan persamaan garis: Dengan,,2 dan, 120,1.98 maka diperoleh Substitusi x = 99, maka diperoleh Maka,, 1.987 2 1.98 2 120 2 0.02 2 0,02 0,02 0,02 2,02 0,02 99 2,021.987