o SURVEI PENJUALAN ECERAN Februari Pada Februari indeks penjualan riil mengalami penurunan sebesar -5,7% (mtm). Penurunan tersebut sesuai dengan pola historisnya yang cenderung turun pada bulan Februari. Responden memperkirakan tekanan terhadap harga secara umum pada 3 bulan mendatang cenderung meningkat seiring dengan pemberitaan mengenai rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Namun demikian, menguatnya tekanan terhadap kenaikan harga tersebut cenderung lebih rendah untuk 6 bulan yang akan datang. Perkembangan Penjualan Riil Indeks penjualan riil menurun secara bulanan namun meningkat secara tahunan Indeks penjualan riil pada Februari mengalami penurunan. Berdasarkan Hasil survei penjualan eceran mencatat indeks penjualan riil sebesar 109,7 atau mengalami penurunan -5,7% dari bulan sebelumnya. Penurunan yang terjadi pada hampir seluruh kelompok komoditas menyebabkan indeks penjualan riil pada periode laporan berada pada level lebih rendah dari data bulan sebelumnya. Sebagaimana pola historis pada tahun-tahun sebelumnya, omset penjualan cenderung menurun pada bulan Februari yang ditengarai terkait dengan jumlah hari kalender yang relatif lebih pendek dibandingkan bulan-bulan lainnya. Survei menunjukan kontraksi penjualan terbesar terjadi pada kelompok Barang lainnya (-10,1%) yang diikuti oleh kelompok makanan, minuman & tembakau (-7,2%), dan kelompok suku cadang & aksesori (-4,5%). Di sisi lain, pertumbuhan penjualan riil hanya terjadi pada kelompok peralatan dan komunikasi meski hanya mencatat kenaikan relatif kecil sebesar 0,3%. Grafik 1. Perkembangan Indeks Riil Penjualan Eceran Indeks 350,0 300,0 250,0 200,0 150,0 100,0 50,0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2* *) Angka sementara 2010 Indeks Riil Penjualan Eceran (Rebase 2010) Indeks Riil Penjualan Eceran (Seri Lama) Metodologi Survei penjualan eceran (SPE) dilaksanakan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah pergerakan PDB dari sisi konsumsi swasta. SPE merupakan survei bulanan yang dilaksanakan sejak September 1999. Mulai Januari survei dilakukan terhadap sekitar 600 pengecer sebagai responden dengan metode purposive sampling di 10 kota yaitu Jakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, Medan, Purwokerto, Makassar, Manado, Banjarmasin dan Denpasar. Indeks dihitung dengan menggunakan bobot komoditas dan bobot kota dimana bobot komoditas atas dasar tabel Input-Output (I-O), sementara bobot kota atas dasar pangsa konsumsi Rumah Tangga (RT) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap konsumsi RT Produk Domestik Bruto (PDB). Saat ini responden bersifat panel dan dikelompokkan berdasarkan 7 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2009. Indeks riil disajikan dengan tahun dasar 2010=100 (sebelumnya 2000=100). Sementara, perkiraan harga umum dihitung dengan menggunakan metode balance score (net balance + 100) yang dibobot menggunakan bobot kota atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) 2007. 1
Secara tahunan indeks penjualan riil masih tumbuh positif sebesar 11,3%. Meskipun terjadi penurunan secara bulanan, indeks penjualan riil masih mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan indeks penjualan riil terutama didorong oleh tumbuhnya penjualan pada kelompok perlengkapan rumah tangga (29,2%), kelompok barang lainnya (15,1%), dan kelompok barang budaya & rekreasi (11,2%). Tabel 2. Indeks Penjualan Riil menurut Kategori Suku Cadang dan Aksesori 94,3 91,8 100,0 98,7 99,8 96,9 95,8 107,0 100,8 90,1 89,9 102,0 95,5 91,2 Makanan, Minuman & Tembakau 101,2 97,6 102,7 104,0 112,1,1 119,0 146,3 109,3 109,9 112,4 116,3 116,4 108,0 Bahan Bakar Kendaraan 91,9 96,6 107,7 105,4 106,7 107,0 107,7 102,4 102,9 113,8 107,9,6 102,8 99,6 Peralatan Informasi & Komunikasi 113,4,9 114,8 106,2,6 112,4,0 117,2 109,2 101,6 109,9 122,0 125,6 126,0 Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya 103,4 99,2 99,3 93,9 102,3 108,0 112,6 123,1 109,5 115,3 117,4 124,9 131,1 128,1 Barang Budaya dan Rekreasi 93,8 85,5 96,6 99,9 102,6 105,0 115,9 91,2 102,8 98,1 98,0 115,3 97,7 95,1 Barang Lainnya 93,9 86,9 89,8 89,9 92,1 95,8 106,8 157,3 88,0 85,4 88,4 106,1 111,3 100,1 101,0 98,6 102,4 101,6 108,0 107,8 114,3 136,5 106,6 106,4 108,8 115,7 116,3 109,7 Tabel 1. Pertumbuhan Penjualan Riil secara Bulanan (m-t-m) Suku Cadang dan Aksesori -5,1-2,7 8,9-1,3 1,0-2,9-1,1 11,7-5,8-10,7-0,2 13,5-6,4-4,5 Makanan, Minuman & Tembakau -3,6-3,5 5,2 1,3 7,7-1,8 8,1 23,0-25,3 0,5 2,3 3,5 0,1-7,2 Bahan Bakar Kendaraan -5,6 5,1 11,5-2,1 1,2 0,3 0,6-4,9 0,5 10,5-5,1 2,5-7,1-3,1 Peralatan Informasi & Komunikasi -4,8 6,5-5,0-7,4 4,1 1,6-2,1 6,5-6,8-6,9 8,1 11,0 3,0 0,3 Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya 0,3-4,1 0,2-5,4 8,9 5,6 4,3 9,3-11,0 5,3 1,9 6,4 4,9-2,2 Barang Budaya dan Rekreasi -10,8-8,8 12,9 3,4 2,7 2,3 10,5-21,3 12,6-4,6-0,1 17,7-15,2-2,7 Barang Lainnya -7,5-7,5 3,3 0,1 2,5 4,0 11,4 47,3-44,1-2,9 3,5 20,1 4,9-10,1-3,9-2,4 3,9-0,8 6,3-0,2 6,0 19,5-22,0-0,2 2,3 6,3 0,5-5,7 Tabel 3. Pertumbuhan Penjualan Riil secara Tahunan (y-o-y) Suku Cadang dan Aksesori -3,5-11,6-7,5 4,2-0,5-4,2-3,6 1,5 1,3-5,9-5,4 2,6 1,2-0,7 Makanan, Minuman & Tembakau 12,2 12,6 12,6 11,6 10,5 16,1 19,7 22,4-6,7 6,9 14,6 10,8 15,1 10,7 Bahan Bakar Kendaraan -10,9-1,9 1,5 3,2 2,9 3,3 1,8 6,5 14,1 14,8 14,4 13,6 11,8 3,1 Peralatan Informasi & Komunikasi 17,7 29,6 19,4 18,6 19,0 24,9 20,4 7,2-2,1-1,5 2,7 2,4 10,8 4,3 Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya 0,3 1,9 0,8-3,9 4,2 10,1 12,1 18,7 3,8 17,9 21,8 21,1 26,7 29,2 Barang Budaya dan Rekreasi 2,3-8,2 6,4 10,2 3,7-4,3-5,0-7,7 3,0 1,2-3,9 9,6 4,2 11,2 Barang Lainnya 2,2-3,9-2,7-6,6-6,0-2,4 3,4 30,1-29,6-4,6-4,4 4,5 18,4 15,1 7,9 8,8 8,4 7,9 8,0 12,3 14,7 19,1-5,9 5,9 11,2 10,1 15,1 11,3 Ekspektasi Penjualan Responden optimis penjualan akan meningkat pada 3 dan 6 bulan kedepan Responden memperkirakan penjualan pada 3 dan 6 bulan mendatang akan meningkat. Perkiraan responden terhadap kenaikan tersebut tercermin dari indeks ekspektasi penjualan 3 dan 6 bulan kedepan yang mencapai 125,1 dan 137,0. Dibandingkan bulan lalu indeks tersebut mengalami kenaikan masing-masing sebesar 6,7 dan 5,7 poin yang mengindikasikan bahwa optimisme responden terhadap kenaikan penjualan kedepan semakin menguat. 2
Perkiraan Suku Bunga Kredit Ekspektasi suku bunga kredit 6 bulan kedepan cenderung turun Ekspektasi kenaikan suku bunga kredit pada 6 bulan mendatang semakin berkurang. Indikasi berkurangnya ekspektasi peningkatan suku bunga kredit 6 bulan yang akan datang tercermin dari penurunan indeksnya sebesar -1,8 poin menjadi104,3. Sementara itu, indeks ekspektasi suku bunga kredit pada 3 bulan mendatang lebih tinggi dari 6 bulan kedepan sebagaimana terlihat dari indeksnya yang mencapai 106,1 atau meningkat 3,0 poin dari periode sebelumnya. Grafik 2. Ekspektasi Pedagang mengenai Suku Bunga Kredit (%naik - %turun) + 100 Ekspektasi suku bunga 3 bulan yad (sb. Kiri) Ekspektasi suku bunga 6 bulan yad (sb. Kiri) Suku Bunga SBI 1 bulan (mulai Juli 2010 data BI rate) sb. Kanan 7,5 6,5 100 90 80 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 5,5 2010 Perkiraan Harga Umum Tekanan harga diperkirakan masih tinggi Tekanan terhadap harga secara umum pada 3 dan 6 bulan mendatang diperkirakan akan meningkat. Berita mengenai rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM ditengarai masih mempengaruhi ekspektasi responden terhadap kenaikan harga pada 3 bulan mendatang meski dengan tekanan kenaikan harga yang sedikit lebih rendah pada 6 bulan mendatang sebagaimana diterefleksi pada indeks ekspektasi harga yang tercatat sebesar 151,8 dan 144,6, atau meningkat masingmasing 11,4 dan 6,6 poin. Grafik 3. Ekspektasi Pedagang mengenai Harga Umum 3 Bulan ke Depan (Indeks) 150 Inflasi Kumulatif 3 bulan Ekspektasi harga 3 bulan yad - Weighted (sb. kiri) 5.00 4.00 140 3.00 2.00 1.00 0.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5-1.00 2010 3
Grafik 4. Ekspektasi Pedagang mengenai Harga Umum 6 Bulan ke Depan (Indeks) 150 Inflasi Kumulatif 6 bulan Ekspektasi harga 6 bulan yad - Weighted (sb. kiri) 5.00 4.00 140 3.00 2.00 1.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 0.00 2010 Tabel 4. Indeks Ekspektasi Pedagang mengenai Penjualan, Suku Bunga Kredit, dan Harga secara Umum VARIABEL Ekspektasi Penjualan 3 bulan yad 6 bulan yad Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Jan Feb 122,6 127,5 119,5,8 115,4 122,4 117,2 112,5 121,9 129,8 133,8 123,2 118,4 125,1 121,1 122,5 125,3 124,8,9 119,3 114,1 117,5 117,5 117,6 127,0 129,3 131,3 137,0 Ekspektasi Suku Bunga Kredit 3 bulan yad 106,4 107,4 104,4 105,4 109,9 107,6 106,2 105,7 105,1 104,8 106,4 104,4 103,1 106,1 6 bulan yad 104,1 105,3 101,4 102,7 105,1 102,1 100,7 102,0 102,0 101,0 103,7 104,4 106,1 104,3 Ekspektasi Harga Umum 3 bulan yad 137,7 128,8 139,9 134,6 137,8 136,5 134,3 123,4 128,3 139,6 133,4 135,8 140,4 151,8 6 bulan yad 123,6 118,2 125,4 119,1 117,8 124,1 118,2 114,0 114,5 123,1 126,5,2 138,0 144,6 Penjualan Eceran secara Regional Hampri seluruh kota yang disurvei mengalami penurunan indeks Secara regional, hampir seluruh kota yang disurvei mengalami penurunan penjualan riil. Beberapa kota yang mengalami penurunan penjualan riil secara bulanan cukup dalam antara lain: Jakarta, (-12,9%), Semarang (-8,9%) dan Bandung (-8,6%). Sebaliknya pertumbuhan penjualan riil hanya terjadi di Makasar yang mencatat kenaikan 3,7%. Sementara itu, secara tahunan kontraksi penjualan yang cukup besar tertinggi terjadi di kota Makasar (-12,1%), Banjarmasin (-12,1%) dan Jakarta (-2,8%). Jakarta Bandung Surabaya Medan Semarang** Banjarmasin Makassar Manado Denpasar **) Data Semarang dan Purwokerto Tabel 5. Pertumbuhan Bulanan Penjualan Rill Per Kota (% m-t-m) -8,5-14,2 4,4-4,4 14,0-2,6 5,5 50,7-49,4 4,2 5,9 23,4-8,2-12,9-6,6 5,9-0,3 1,7 1,2 2,2 3,4 8,5-6,7-9,7 5,9-4,5 6,1-8,6-2,7 6,4 3,4-3,4 2,5 0,4-4,6 2,8-3,9-3,6 0,5 6,1 1,9-0,2 0,1-0,8 3,5-0,7 2,1-0,4 13,4 28,2-1,4 0,3 0,7 5,3 5,0-5,1 9,9-23,4 10,0 2,4 12,9-3,5 18,5 26,9-29,5 3,5-3,5 19,2-7,1-8,9 0,4-0,4 0,0-0,1-0,2-0,1-0,4-0,9 0,0 0,4-0,2-9,3 0,0-1,6-0,4 43,2 3,9-6,3 14,4-14,1 11,2 18,7-27,1 1,3-12,4 10,0-5,7 3,7-29,1 10,5 5,4-0,6 3,4 5,0 0,1 8,6-7,3-3,5 22,8 1,7-17,7-0,9-21,8-6,6 5,8 22,3 15,9 4,9 0,8-4,7 7,1-0,9 16,7 6,3-0,4-1,5-3,9-2,4 3,9-0,8 6,3-0,2 6,0 19,5-22,0-0,2 2,3 6,3 0,5-5,7 4
Tabel 6. Pertumbuhan Tahunan Penjualan Riil Per Kota (% y-o-y) Jakarta Bandung Surabaya Medan Semarang** Banjarmasin Makassar Manado Denpasar 6,2-1,7-4,1-7,7-7,1-6,8-7,9 18,0-38,0-11,5-6,1-4,7-4,3-2,8 14,7 22,3 17,7 18,0 11,8 13,8 13,7 13,6 0,0-6,9 3,5-0,8 12,7-2,7-8,1 1,1 0,2-2,3-1,3 1,3-1,0 0,3-2,0-3,0-2,6 3,1 8,0 1,4-16,0-12,4-3,6-8,3-3,9 0,2 19,9 43,2 36,3 35,2 54,1 58,6 66,3 59,0 44,2 16,1 10,9 11,6 22,8 22,0 27,0 12,7-2,4 26,9 32,1 30,5 10,3 31,2-3,7-4,3-3,8-3,2-2,7-2,5-1,7-2,5-2,9-2,6-2,4-10,6-11,0-12,1-13,3 8,9-1,2 7,4 33,4 36,6 29,9 70,2 45,8 47,5 26,1 28,1 21,3-12,1-8,8-2,1 45,3 40,5 41,1 15,6 21,3 60,0 31,9 15,4 40,1 8,3 25,7 12,7 129,0 167,5 143,4 122,4 91,0 79,6 55,0 57,1 45,3 85,1 95,2 **) Data Semarang dan Purwokerto 7,9 8,8 8,4 7,9 8,0 12,3 14,7 19,1-5,9 5,9 11,2 10,1 15,1 11,3 5