BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen jenis quasi experiment desain Non-Equivalent Control Group Design. Eksperimen semu (quasi experiment) merupakan pengembangan dari eksperimen murni (true experimental) (Sugiyono 2006). Desain ini mempunyai kelompok kontrol tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Penelitian ini akan dilaksanakan di dua tempat yaitu SD Negeri Giyono dan SD Negeri Gunung Gempol yang keduanya berada di Kecamatan Jumo Kabupaten Temanggung Propinsi Jawa Tengah. B. Subyek Penelitian Subyek penelitianya adalah siswa kelas 2 di SD Negeri Giyono dan SD Negeri Gunung Gempol siswa kelas 2 di SD Negeri Giyono berjumlah 23 siswa jumlah siswa laki-laki 13 siswa dan perempuan 10 siswa. Sedangkan jumlah siswa di SD Negeri Gunung Gempol berjumlah 23 siswa jumlah siswa lakilaki 13 siswa dan perempuan 10 siswa. Dalam pemberian treatment di SD Negeri Giyono dilakukan 36
Pembelajaran Tematik Tersupervisi sedangkan di SD Negeri Gunung Gempol menggunakan Pembelajaran Tematik Tanpa Supervisi. C. Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas sering juga disebut variabel independen dimana variabel ini mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat. Variabel terikat juga sering juga disebut variabel dependen dimana variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Di dalam penelitian ini yang bertindak sebagai variable bebas (X) adalah Pembelajaran Tematik tersupervisi (X1) dan Pembelajaran Tematik tanpa supervisi (X2). Sedangkan untuk variable terikatnya (Y) adalah hasil belajar membaca menulis dan berhitung (Calistung) siswa. D. Desain Penelitian Desain penelitian eksperimen ini adalah desain penelitian yang menggunakan Non-Equivalent Control Group Design. Pada desain ini masing-masing kelompok diberi pretest dan juga posttest. Desain penelitian dapat dilihat pada gambar 3.1 dibawah ini: 37
Tabel 3.1 Desain Penelitian O 1 X 1 O 2 Sumber: Sugiyono (2006) O 3 - O 4 Keterangan : O1 : pre test pada kelompok eksperimen O2 : posttest pada kelompok eksperimen X1 : treatment (Pembelajaran Tematik Tersupervisi) O3 : pre test pada kelompok kontrol O4 : posttest pada kelompok kontrol E. Langkah-Langkah Pengumpulan Data 1. Uji Kesetaraan Sesuai desain penelitian yang dipilih maka sebelum dilakukan eksperimen dilakukan uji kesetaraan antara kelompok eksperimen kelompok kontrol. Uji kesetaraan dilakukan untuk mengetahui apakah pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setara atau tidak. Uji kesetaraan juga digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sebelum dilakukan uji kesetaraan dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. a. Uji Normalitas 38
Normalitas sebuah data dapat diketahui pengujian normalitas. Uji normalitas dilakukan untuk melihat normal tidaknya penyebaran data dari variabel penelitian. Uji normalitas pada penelitian ini dilakukan menggunakan one-sample-kolmogrov test pada SPSS 16.00. Sig (2-tailed) pada output data dari pengolahan tersebut digunakan sebagai acuan untuk mengetahui normal tidaknya sebuah data. Data yang digunakan dalam uji normalitas dalam penelitian ini adalah nilai hasil belajar pada KD sebelumnya yang sudah diajarkan di SD Negeri Giyono dan SD Negeri Gunung Gempol. Adapun hasil uji normalitas kelas Eksperimen kelas kontrol tersaji dalam tabel 3.2. Tabel 3.2 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov a Kelas Statistic Df Sig. Nilai 1.134 23.200 * 2.104 23.200 * a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance. Keterangan : 1 = kelas ekperimen 2 = kels kontrol Berdasarkan tabel 3.2 terlihat bahwa analisis uji Kolmogorov-Smirnov tingkat signifikasi pada kelompok eksperimen 0200>005 dan pada 39
kelompok kontrol nilai signifikasi 0200>005 sehingga kedua kelompok berdistribusi normal. b. Uji Homogenitas Setelah diketahui bahwa kedua kelompok berdistribusi normal maka dilakukan uji homogenitas. Uji homogenitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki variansi yang sama. Untuk melakukan uji homogenitas dilakukan bantuan SPSS 16.00. Data yang digunakan dalam uji homogenitas tetap sama uji normalitas yaitu menggunakan nilai hasil belajar pada KD sebelumnya yang sudah diajarkan di SD Negeri Giyono dan SD Negeri Gunung Gempol. Adapun hasil uji homogenitas kelas Eksperimen kelas kontrol tersaji dalam tabel 3.3. VAR00001 Tabel 3.3 Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic df1 df2 Sig. 1.262 1 44.267 Berdasarkan tabel 3.3 diketahui bahwa signifikasi sebesar 0267. Karena signifikasi lebih dari 005 maka dapat disimpulkan bahwa 40
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai varian yang homogen. Setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas langkah selanjutnya adalah uji kesetaraan melakukan uji t terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data yang dianalisis menggunakan uji t adalah nilai hasil belajar pada KD sebelumnya di SD negeri Giyono dan SD Negeri Gunung Gempol. Adapun hasil uji t kelas Eksperimen kelas kontrol tersaji dalam tabel 3.4. Tabel 3.4 Hasil Uji t Kelas Eksperimen Kelas Kontrol pada KD sebelumnya Paired Samples Test Paired Differences 95% Confidence Std. Deviati Std. Error Interval of the Difference Sig. (2- Mean on Mean Lower Upper t df tailed) Pair 1 VAR00001 - VAR00002 5.9130 13.780 2.873 11.872.0460 2.078 22.052 Dari tabel 3.4 dapat diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 2078 dan signifikansi 0052>005 maka tidak ada perbedaan yang signifikan antara pre test hasil belajar kelompok eksperimen kelompok kontrol. Apabila hasil uji kesetaraan 41
dinyatakan sama atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelas ekeperimen kelas kontrol maka dapat dilanjutkan ke langkah berikutnya untuk mulai melakukan ekperimen. 2. Melakukan Treatment Dalam penelitian ini kelas eksperimen diberi treatment menggunakan pembelajaran Tematik Tersupervisi sedangkan kelas kontrol diberi treatment menggunakan pembelajaran Tematik tanpa supervisi. Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Tersupervisi dilakukan oleh kepala sekolah yang bertindak sebagai supervisor. Pemilihan kepala sekolah sebagai supervisor diharapkan agar hasil dari supervisi lebih obyektif bila dibandingkan peneliti yang bertindak sebagai supervisor. Dikhawatirkan jika peneliti bertindak sebagai supervisor maka hasil dari supervisi bersifat subyektif. Peran supervisor dalam penelitian ini tidak hanya sebagai pengamat akan tetapi peran supervisor juga terlibat dalam proses pembelajaran. Supervisor terlibat dalam proses pembelajaran dikarenakan pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok sehingga supervisor dapat membantu peran guru dalam mengatur antar kelompok. Diharapkan cara supervisor terlibat langsung dalam proses pembelajaran dapat mengamati lebih mendalam 42
tentang apa saja yang dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Apabila masih ada kekurangan dalam proses pembelajaran supervisor dapat memberikan masukan kepada guru setelah pembelajaran selesai dilakukan. Masukan yang diberikan supervisor dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan proses pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Sedangkan pelaksanaan Pembelajaran Tematik tanpa Supervisi dilakukan tidak ada peran supervisor dalam proses pembelajaran. Guru kelas diberi kebebasan untuk melakukan proses pembelajaran seperti proses pembelajaran seharihari yang sudah dilakukan tanpa ada keterlibatan dari supervisor. Hanya saja Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan tetap sama RPP yang digunakan dalam Pembelajaran Tematik Tersupervisi. Treatment dilakukan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar Calistung siswa melalui Pembelajaran Tematik. 3. Melakukan Posttest Pemberian posttest berupa pemberian tes prestasi belajar tentang Calistung tujuan untuk mengetahui kemampuan akhir dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah dilakukan treatment. 43
4. Analisis Data Setelah posttest diberikan dilakukan analisis 41 untuk membandingkan hasil posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis yang digunakan menggunakan uji beda Paired- Sample t-test (uji t). Teknik ini digunakan untuk mengetahui signifikansi perbedaan antara hasil belajar Calistung kelompok kelas eksperimen dan kelas kontrol. F. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pemberian soal tes. test yang diberikan adalah soal tes tentang kemampuan membaca menulis dan berhitung siswa (Calistung). Tes dilakukan untuk mengukur kemampuan membaca menulis dan berhitung siswa (Calistung). Tes dilakukan menggunakan lembar soal tes yang dibagikan kepada siswa. Tes dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum pembelajaran dilaksanakan (pretest) dan sesudah pembelajaran (posttest). 2. Intrumen Pengumpulan Data Tes dilakukan menggunakan lembar soal tes yang dibagikan kepada siswa. Instrumen pretest dan posttest terdiri dari item soal yang disusun berdasarkan kompetensi dasar tentang 44
kemampuan membaca menulis dan berhitung (Calistung) siswa. Standar Kompetensi Menulis permulaan mendiskripsik an benda di sekitar dan menyalin puisi. Memahami ragam wacana tulis membaca nyaring dan membaca dalam hati. Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka. Tabel 3.5 Kisi-kisi soal Pretest dan Posttest Nom Aspek Kompetensi Indikator or Dasar C1 C2 C3 Mendiskripsik an tumbuhan atau binatang di sekitar secara sederhana bahasa tulis Membaca nyaring teks sebanyak 15-20 kalimat memperhatik an lafal dan intonasi yang tepat. Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka. Melakukan pembagian bilangan dua angka. Menulis kalimat yang berhubunga n hewan Menulis kalimat yang berhubunga n tumbuhan. Menjawab pertanyaan yang diajukan. Mengenal perkalian sebagai penjumlahan berulang. Menghitung permasalaha n perkalian yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Mengenal arti pembagian. Menghitung permasalaha n pembagian yang ada dalam 212 3 25 21 25 23 222 4 26 - - 123 45 678 910 111 213 14 272 9 151 6 171 8 192 0 283 0-11 12 12 45 67 91 0 - - 15 16 17 18 - - 22 24 26 3 8 13 14 27 29 19 20 28 30 45
kehidupan sehari-hari. Jumlah 30 4 10 14 Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu harus valid dan reliabel. Uji validitas dan reliabilitas penting digunakan untuk membuat hasil penelitian lebih akurat (valid dan reliabel). Untuk melakukan uji validitas dan reliabilitas maka instrument yang telah disusun diujicobakan di sekolah yang tidak menjadi subjek penelitian. Uji coba dilakukan di kelas 2 SD Negeri 1 Ketitang jumlah siswa 16. G. Validitas Item dan Reliabilitas Instrumen 1. Instrumen Pretest Instrumen dapat dikatakan valid apabila dapat digunakan untuk mengukur perihal yang ingin diukur dan perihal yang dapat diungkapkan tentang data dan variabel yang diteliti secara cermat (Arikunto 2002). Untuk menguji validitas suatu instrument dilakukan analisis item yang dilakukan skor berhitung antara skor butir instrumen skor total. Tentang kriteria tinggi rendahnya validitas setiap butir instrument ada berbagai pendapat. Menurut Ali dalam Burnomo (2012) dapat digunakan pedoman nilai koefisien korelasi (rix) sebagai berikut : 000 020 : dianggap tidak ada validitas 021 040 : validitas rendah 46
041 060 : validitas sedang 061 080 : validitas tinggi 081 100 : validitas sempurna Oleh karena itu item soal yang mempunyai nilai koefisien korelasi > 020 dapat dikatakan valid dan dapat digunakan dalam penelitian. Nomor Corrected Item-Total Correlatio n Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas Pretest 1 Keterangan Nomor Corrected Item-Total Correlatio n Keter angan Nomor 1.532 Valid Nomor 16.848 Valid Nomor 2.000 Tidak valid Nomor 17.621 Valid Nomor 3 -.050 Tidak valid Nomor 18.414 Valid Nomor 4.472 Valid Nomor 19.668 Valid Nomor 5.152 Tidak valid Nomor 20.841 Valid Nomor 6.541 Valid Nomor 21.672 Valid Nomor 7.331 Valid Nomor 22.219 Valid Nomor 8.128 Tidak valid Nomor 23.550 Valid Nomor 9.598 Valid Nomor 24.735 Valid Nomor 10.385 Valid Nomor 25.619 Valid Nomor 11.289 Valid Nomor 26.566 Valid Nomor 12.489 Valid Nomor 27.717 Valid Nomor 13.339 Valid Nomor 28.590 Valid Nomor 14.868 Valid Nomor 29.570 Valid Nomor 15.818 Valid Nomor 30.786 Valid Berdasarkan tabel 3.6 terlihat bahwa dari 16 siswa yang diteliti pada uji validitas pretest jumlah soal 30 terdapat 4 soal tidak valid dan gugur. Setelah dinyatakan terdapat 4 soal yang gugur dilakukan uji validitas lagi. Uji validitas yang dilakukan tidak menyertakan soal nomor 2 3 5 dan 8 sehingga jumlah soal yang diuji adalah 26 soal. Hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel 3.7. 47
Nomor Corrected Item-Total Correlation Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas Pretest 2 Keteran gan Nomor Corrected Item- Total Correlatio n Ketera ngan Nomor 1.532 Valid Nomor 18.414 Valid Nomor 4.472 Valid Nomor 19.668 Valid Nomor 6.541 Valid Nomor 20.841 Valid Nomor 7.331 Valid Nomor 21.672 Valid Nomor 9.598 Valid Nomor 22.219 Valid Nomor 10.385 Valid Nomor 23.550 Valid Nomor 11.289 Valid Nomor 24.735 Valid Nomor 12.489 Valid Nomor 25.619 Valid Nomor 13.339 Valid Nomor 26.566 Valid Nomor 14.868 Valid Nomor 27.717 Valid Nomor 15.818 Valid Nomor 28.590 Valid Nomor 16.848 Valid Nomor 29.570 Valid Nomor 17.621 Valid Nomor 30.786 Valid Berdasarkan tabel 3.7 terlihat bahwa pada uji validitas pretest jumlah soal 26 ternyata menghasilkan 26 soal valid semua. Dari 26 butir soal yang valid dilakukan uji reliabilitas. Penggunaan analisis reliabilitas data mempunyai tujuan untuk melihat sejauh mana hasil pengukuran tetap dan konsisten apabila dilakukan pengukuran lebih dari satu kali. Dalam penelitian ini pengujian reliabilitas data menggunakan alat uji Alpa Chronbach. Alat uji Alpha Chronbach mempunyai 48
yaitu batasan pengukuran yang diperbolehkan reliabel adalah apabila koefisien alpa lebih dari 07 dapat diandalkan untuk bahan analisis. Kategori hasil uji reliabilitas didasarkan pada George dan Mallery (1995) yaitu α < 05 α > 05 α > 06 α > 07 α > 08 α > 09 : tidak dapat diterima : jelek : diragukan : dapat diterima : bagus : sangat bagus Hasil perhitungan reliabilitas dapat dilihat dalam tabel 3.8 berikut. Tabel 3.8 Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.928 18 Berdasarkan perhitungan reliabilitas atau r hitung dihasilkan r hitung sebesar 0928. Sehingga dapat disimpulkan bahwa instrument yang digunakan mempunyai reliabilitas pada kategori sangat bagus sehingga dapat digunakan sebagai instrument dalam penelitian. Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas maka kisi-kisi soal pretest mengalami perubahan. 49
Perubahan kisi-kisi soal pretest tersaji dalam tabel 3.9 berikut: Standar Kompetensi Menulis permulaan mendiskrip sikan benda di sekitar dan menyalin puisi. Memahami ragam wacana tulis membaca nyaring dan membaca dalam hati. Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka. Tabel 3.9 Kisi-kisi soal Pretest setelah Uji Validitas dan Reliabilitas Kompetensi Dasar Mendiskripsika n tumbuhan atau binatang di sekitar secara sederhana bahasa tulis Membaca nyaring teks sebanyak 15-20 kalimat memperhatika n lafal dan intonasi yang tepat. Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka. Melakukan pembagian bilangan dua angka. Indikator Menulis kalimat yang berhubungan hewan Menulis kalimat yang berhubungan tumbuhan. Menjawab pertanyaan yang diajukan. Mengenal perkalian sebagai penjumlahan berulang. Menghitung permasalahan perkalian yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Mengenal arti pembagian. Nom or Aspek C1 C2 C3 212 3 25 21 25 23 222 4 26 - - 146 7-910 111 213 14 272 9 151 6 171 8 11 12 1 4 6 7 9 10 - - 15 16 17 22 24 26-13 14 27 29 19 20 50
Menghitung permasalahan pembagian yang ada dalam kehidupan sehari-hari. 192 0 283 0 18 - - 28 30 Jumlah 26 4 10 12 2. Instrumen Posttest Pengujian validitas pada instrument posttest juga dilakukan cara menghitung antara skor item skor total dari kelompok yang memberi jawaban. Hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel 3.10 berikut: Nomor Correct ed Item- Total Correla tion Tabel 3.10 Hasil Uji Validitas Posttest 1 Keterangan Nomor Correcte d Item- Total Correlati on Keterangan Nomor 1.717 Valid Nomor 16.842 Valid Nomor 2.604 Valid Nomor 17.596 Valid Nomor 3.620 Valid Nomor 18.480 Valid Nomor 4.839 Valid Nomor 19.634 Valid Nomor 5 -.227 Tidak Valid Nomor 20.810 Valid Nomor 6.316 Valid Nomor 21.495 Valid Nomor 7.333 Valid Nomor 22 -.151 Tidak Valid Nomor 8.228 Valid Nomor 23.477 Valid Nomor 9.609 Valid Nomor 24.642 Valid Nomor 10.374 Valid Nomor 25.590 Valid Nomor 11.350 Valid Nomor 26.514 Valid Nomor 12.526 Valid Nomor 27.717 Valid Nomor 13.287 Valid Nomor 28.604 Valid Nomor 14.872 Valid Nomor 29.620 Valid Nomor 15.837 Valid Nomor 30.839 Valid Berdasarkan tabel 3.10 terlihat bahwa dari 16 siswa yang diteliti pada uji validitas posttest jumlah soal 30 terdapat 2 soal tidak valid dan gugur. Setelah dinyatakan terdapat 2 soal yang gugur 51
dilakukan uji validitas lagi. Uji validitas yang dilakukan tidak menyertakan soal nomor 5 dan 22 sehingga jumlah soal yang diuji adalah 28 soal. Hasil uji validitas dapat dilihat pada tabel 3.11. Nomor Corrected Item-Total Correlatio n Tabel 3.11 Hasil Uji Validitas Posttest 2 Keterang an Nomor Corrected Item-Total Correlatio n Keteran gan Nomor 1.717 Valid Nomor 16.842 Valid Nomor 2.604 Valid Nomor 17.596 Valid Nomor 3.620 Valid Nomor 18.480 Valid Nomor 4.839 Valid Nomor 19.634 Valid Nomor 6.316 Valid Nomor 20.810 Valid Nomor 7.333 Valid Nomor 21.495 Valid Nomor 8.228 Valid Nomor 23.477 Valid Nomor 9.609 Valid Nomor 24.642 Valid Nomor 10.374 Valid Nomor 25.590 Valid Nomor 11.350 Valid Nomor 26.514 Valid Nomor 12.526 Valid Nomor 27.717 Valid Nomor 13.287 Valid Nomor 28.604 Valid Nomor 14.872 Valid Nomor 29.620 Valid Nomor 15.837 Valid Nomor 30.839 Valid Berdasarkan tabel 3.11 terlihat bahwa dari 16 siswa yang diteliti pada uji validitas pretest jumlah soal 28 ternyata menghasilkan 28 soal valid semua. Dari 28 butir soal yang valid dilakukan uji reliabilitas. Hasil perhitungan reliabilitas dapat dilihat dalam tabel 3.12. Tabel 3.12 Hasil Uji Reliabilitas 52
Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items.950 20 Berdasarkan perhitungan reliabilitas koefisien Alpha Cronbach s sebesar 0.950 disimpulkan bahwa instrument yang digunakan mempunyai reliabilitas pada kategori sangat bagus sehingga dapat digunakan sebagai instrument dalam penelitian. Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas maka kisi-kisi soal posttest mengalami perubahan. Perubahan kisi-kisi soal posttest tersaji dalam tabel 3.13 berikut: Standar Kompetensi Menulis permulaan mendiskripsi kan benda di sekitar dan menyalin puisi. Memahami ragam wacana tulis membaca nyaring dan membaca dalam hati. Tabel 3.13 Kisi-kisi soal Posttest setelah Uji Validitas dan Reliabilitas Kompetensi Dasar Mendiskrip sikan tumbuhan atau binatang di sekitar secara sederhana bahasa tulis Membaca nyaring teks sebanyak 15-20 kalimat memperhati kan lafal dan Indikator Menulis kalimat yang berhubungan hewan Menulis kalimat yang berhubungan tumbuhan. Menjawab pertanyaan yang diajukan. Nomor Aspek C1 C2 C3 2123 25 21 25 23 2224 26 - - 123 4 678-124 67 24 26 38 53
intonasi yang tepat. Melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka. Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka. Melakukan pembagian bilangan dua angka. Mengenal perkalian sebagai penjumlahan berulang. Menghitung permasalahan perkalian yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Mengenal arti pembagian. Menghitung permasalahan pembagian yang ada dalam kehidupan sehari-hari. 9101 1121 314 11 12 910 2729 - - 1516 1718 1920 15 16 17 18 2830 - - 13 14 27 29 19 20 28 30 Jumlah 28 4 11 13 H. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini memakai analisis deskriptif dan analisis komparatif t tes. 54