PENGEMBANGAN PRODUK & EVALUASI SENSORIS

dokumen-dokumen yang mirip
Pengembangan Produk Baru & Evaluasi Sensoris

LAMPIRAN 1. Proses Pembuatan Kopi Tanpa Ampas. Green Bean Kopi Tempur. Jadi. Digiling. Diseduh. Jadi. Hasil Seduhan Kopi Tempur. Disaring.

7. LAMPIRAN. Lampiran 1. Hasil Analisa Data Karakteristik fisik nugget ikan nila

Lampiran 1. Worksheet Uji Ranking Hedonik Konsentrasi Rumput Laut. Worksheet Uji Ranking Hedonik ABCD 11 BCDA 12 CDAB 13 DABC 14 ACBD 15

7. LAMPIRAN Formula Adonan Arem-Arem 1 kilogram beras 3 liter santan Kara yang diencerkan 1 sachet royco rasa daging ayam Daun pandan

7. LAMPIRAN Perhitungan. Perhitungan jumlah fortifikan yang ditambahkan : AKG zat besi wanita = 18 mg/hari

UJI KECOCOKAN ( MATCHING TEST

7. LAMPIRAN Lampiran 1. Proses Pembuatan Torakur. a b c d

PERANCANGAN PRODUK. Chapter 2. Gasal 2014

AMALIA PERANCANGAN & PENGEMBANGAN PRODUK PENGANTAR PERANCANGAN & PENGEMBANGAN PRODUK

(a) Nugget ayam kontrol, (b) Nugget ayam 10% rumput laut, (c) Nugget ayam 20% rumput laut, (d) Nugget ayam 30% rumput laut

KUISIONER. 2. Apakah anda pernah mengkonsumsi Jelly (dalam kemasan cup dan siap dikonsumsi) a) Ya, alasannya

Worksheet Uji Rating Hedonik

Pencarian. Kecerdasan Buatan Pertemuan 3 Yudianto Sujana

BAB II LANDASAN TEORI. skala bisnis kecil sampai menengah sebagai strategi utama untuk bersaing di

TIN305 - Perancangan dan Pengembangan Produk Materi #1 Genap 2014/2015. TIN305 - Perancangan dan Pengembangan Produk

Entrepreneurship and Inovation Management

Combinatorics. Aturan Jumlah. Teknik Menghitung (Kombinatorik) Contoh

Lampiran 1. Gambar Nugget Jamur Berbasis Tepung Kacang Hijau

KECERDASAN BUATAN METODE HEURISTIK / HEURISTIC SEARCH ERWIEN TJIPTA WIJAYA, ST., M.KOM

Lampiran 1. Lembar Worksheet dan Scoresheet Penentuan Komposisi Selai Pepaya

TEKNIK PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

1.1. LATAR BELAKANG PENELITIAN

Worksheet Uji Hedonik. Tanggal Uji : Jenis Sampel : Minuman Sereal Instan Beras Merah dan Bekatul

Entrepreneurship and Inovation Management

Gambar 32. Diagram Alir Pembuatan Tepung Kulit Buah Manggis

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan zaman di Indonesia, maka kebutuhan

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini situasi persaingan dalam dunia usaha semakin ketat.

Memperkenalkan Penawaran Pasar Baru

Ranking (jangan ada yang dobel) TERIMA KASIH UJI RANKING HEDONIK. Nama : Tanggal :

PRODUCT PLANNING. Produk Manufaktur. Gambar : Produk Manufaktur

BAB II PEMBAHASAN A. Definisi Produk

DESAIN PRODUK DAN JASA

7. LAMPIRAN. selama 15 menit.

Minggu-4. Product Knowledge and Price Concepts. Pengembangan Produk Baru (new product development) By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM

Worksheet Uji Rating Hedonik Tanggal uji : Jenis sampel: tingkat penerimaan sampel oleh masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. Semakin maju perkembangan teknologi, semakin marak pula

BAB I PENDAHULUAN. Industri Oli merupakan bagian dari industri otomotif yang diminati oleh

Metode Pencarian & Pelacakan dengan Heuristik

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Pemasaran

Standar Mutu Bihun Instan Menurut SNI No. Uraian Satuan Persyaratan 1. Keadaan : 1.1. bau 1.2. rasa 1.3. warna

PENILAIAN ORGANOLEPTIK

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LAMPIRAN Lampiran 1. Data Hasil Perhitungan Daya Kembang Kerupuk Putih Telur. Lingkaran Persegi Persegi Panjang Daya. Daya Matang ) Daya

LAMPIRAN Analisa Data Hasil Analisa Kimia Tepung Garut dan Tepung Tempe Hasil Analisa Kimia Flakes

7. LAMPIRAN. Lampiran 1 SNI Roti Manis

Pertemuan 6 PROGRAM PENGEMBANGAN PRODUK BARU

STRATEGI PENETRASI PASAR

TARGET PASAR. Apakah pasar itu?

KONSEP PASAR. Dapat menghasilkan skala ekonomi Investasi kecil Hasil besar Resiko kecil C & C 2

BAB I PENDAHULUAN. Kotler dan Keller (2012) pada bukunya Marketing Management di bab 20

DASAR-DASAR MANAJEMEN PEMASARAN

SISTEM PRODUKSI MODUL PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK OLEH WALHYU PURWANTO

Lampiran 1. Syarat Mutu Tepung Terigu Sebagai Bahan Makanan

TARGET PASAR. Apakah pasar itu?

Uji mutu organoleptik. Pramudya Kurnia

7. LAMPIRAN. Kurva Standar Total Fenol

Strategi Diferensiasi Produk

Website Life Cycle. 2. Mahasiswa dapat menjelaskan tentang SDLC

BAB III METODE PELACAKAN/PENCARIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. penting yang perlu diperhatikan dan dilakukan adalah mempertahankan pelanggan

Pendakian Bukit (Hill Climbing)

Thousand Island Maestro. Asam cuka, asam Asam cuka, asam Asam asetat Asam asetat sitrat Air. Fruktosa sirup, Glukosa Kuning Telur

Integrated Marketing Communication 2

Bab I Pendahuluan - 1. Bab I. Pendahuluan. Era globalisasi dewasa ini merupakan suatu isu yang banyak

Integrated Marketing Communication II

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa ini dimana perekonomian Indonesia telah mengalami banyak

II. LANDASAN TEORI. Sebagian besar produk konsumen dan industrial memiliki merek. Merek-merek

7. LAMPIRAN Lampiran 1. Syarat Mutu Tempe Kedelai (SNI :2009)

BAB II LANDASAN TEORI

7. LAMPIRAN. Lampiran 1. Hasil ANOVA Analisa Kimia Manisan Kering Buah Jamblang

PERENCANAAN PRODUK PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK

Statistic Std. Error

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini kebutuhan manusia terus bertambah dan berkembang. Ini

Disain dan Pengembangan Produk

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. barangnya ke pemakai akhir. Perusahaan biasanya bekerja sama dengan perantara untuk

Manajemen Operasional DESAIN & PENGEMBANGAN PRODUK

Contoh. Teknik Menghitungdan Kombinatorial. Contoh. Combinatorics

UJI RANGE METHOD. Oleh: : Hilda Rani Dwitama NRP : No. Meja : 6 (Enam) Kelompok : B Tgl Praktikum : 13 Maret 2013 Asisten : Sri Mulyati

BAB 2 LANDASAN TEORI

Perancangan Kriptografi Block Cipher 64 Bit Berbasis pada Pola Terasering Artikel Ilmiah

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk

STRATEGI PEMASARAN DAUR HIDUP PRODUK (PRODUCT LIFE CYCLE)

Aplikasi Teori Peluang dalam Permainan Poker

Manajemen Pemasaran STIE AUB SURAKARTA M.KHOIRUMAN, SE,MM,MH

Pencucian I. Perajangan. Pembungkusan dengan daun pisang. Gambar 8. Foto Proses Pembuatan Tempe Koro

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Manajemen Pemasaran. Pemasaran? Manajemen pemasaran. Proses pemasaran. Memahami pasar & pelanggan. Konsep inti pasar 4/23/2014

Minggu-5. Product Knowledge and price concept. Strategy Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle Strategy, PLC) By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM

BAB 3 PERANCANGAN PRODUK BARU DALAM PERSPEKTIF SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

BAB IV TEKNIK PELACAKAN

MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN PENGEMBANGAN PRODUK BARU DAN STRATEGI DAUR HIDUP PRODUK ( INDOMIE )

BAB II LANDASAN TEORI

Transkripsi:

PENGEMBANGAN PRODUK & EVALUASI SENSORIS Sakunda Anggarini, STP, MP, MSc Tim Pemgampu MK. TPPHP Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya 2014

OUTLINE Produk & Siklus Hidup Produk Konsep Pengembangan Produk Tahapan Pengembangan Produk Baru Evaluasi Sensoris

PRODUK???? Produk adalah sesuatu yang dijual oleh perusahaan kepada pembeli

SIKLUS HIDUP PRODUK (PRODUCT LIFE CYCLE, PLC) PLC merupakan konsep yang penting dalam pengembangan produk dan pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk hasil pengembangan. Alasan PLC: Produk memiliki umur yang terbatas Penjualan produk melalui berbagai tahap yang berbeda, masing-masing memberikan tantangan, peluang, dan masalah yang berbeda bagi penjual Laba naik dan turun pada berbagai tahap siklus hidup produk Produk memerlukan strategi pemasaran, keuangan, manufaktur, pembelian, dan sumber daya manusia yang berbeda dalam tiap tahap siklus hidup produk

SIKLUS HIDUP PRODUK (PRODUCT LIFE CYCLE, PLC)

SIKLUS HIDUP PRODUK (PRODUCT LIFE CYCLE, PLC) Siklus hidup produk terdiri dari 5 tahap, yaitu: 1. Tahap penemuan dan pengembangan produksi (discovery and development) 2. Tahap perkenalan (introduction) 3. Tahap pertumbuhan (growth) 4. Tahap kedewasaan (maturity) 5. Tahap penurunan (decline)

KARAKTERISTIK SIKLUS HIDUP PRODUK (PRODUCT LIFE CYCLE, PLC) Pengembangan Perkenalan Pertumbu - han Kedewasaan Penurunan Penjualan Belum ada Rendah Meningkat cepat Puncak Menurun Biaya Tinggi Tinggi Rata-rata Rendah Rendah Laba Negative Negative Meningkat Tinggi Menurun Konsumen Inovasi Inovasi Pemakai awal Mayoritas menengah Pemakai lambat Pesaing Tidak ada atau sedikit Sedikit Brtambah Stabil mulai menurun Menurun

PENGEMBANGAN PRODUK Pengembangan produk adalah serangkaian aktivitas yang dimulai dari analisis persepsi dari peluang pasar kemudian diakhiri dengan tahap produksi, penjualan dan pengiriman produk Tujuan : menjelaskan suatu metode pengembangan produk yang jelas dan terperinci yg di dalam tahapannya melibatkan fungsi2 pemasaran, perancangan dan manufaktur yg ada pada suatu perusahaan

Konsep Produk Baru SUATU PRODUK DISEBUT BARU JIKA MEMENUHI SALAH SATU KATEGORI BERIKUT INI: 1. BARU BAGI DUNIA PRODUK (NEW TO THE WORLD PRODUCT) 2. LINI PRODUK BARU (NEW PRODUCT LINES) 3. TAMBAHAN DARI LINI PRODUK YANG TELAH ADA (ADDITIONS TO EXISTING PRODUCT LINES) 4. PENINGKATAN & PERBAIKAN PRODUK YG TELAH ADA (IMPROVEMENTS OR REVISIONS OF EXISTING PRODUCTS) 5. MEMPOSISIKAN KEMBALI PRODUK (REPOSITIONED PRODUCTS) 6. PRODUK DENGAN HARGA LEBIH MURAH (LOWER PRICED PRODUCTS)

Konsep Produk Baru Pentingnya Pengembangan Produk Baru : Mengikuti perubahan permintaan pasar Bertahan dalam kompetisi Menyesuaikan dengan perubahan teknologi Mengganti produk lama atau produk tidak laku Diversifikasi produk untuk mengurangi resiko kerugian

KARAKTERISTIK PENGEMBANGAN PRODUK YANG SUKSES Menghasilkan laba, tapi sulit dinilai secara cepat dan langsung Lima dimensi spesifik lain untk menilai kinerja usaha pengembangan produk: 1. Kualitas produk mempengaruhi pangsa pasar dan menentukan harga yg ingin dibayar oleh pelanggan 2. Biaya produk biaya untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya produksi setiap unit produk menentukan laba 3. Waktu pengembangan produk menentukan kemampuan perush dlm berkompetisi, daya tanggap thd perubahan teknologi, akhirnya menentukan kecepatan perusahaan menerima feedback 4. Biaya pengembangan biaya untuk mengembangkan produk 5. Kapabilitas pengembangan mrpkn asset yg digunakan untuk mengembangkan produk dg lbh efektif dan ekonomis di masa datang

TIGA ASPEK (FUNGSI) PENTING DALAM PENGEMBANGAN PRODUK 1. PEMASARAN menjembatani interaksi antara perush dan pelanggan memfasilitasi proses identifikasi peluang produk pendefinisian segmen pasar identifikasi kebutuhan pelanggan merancang peluncuran produk promosi produk

TIGA ASPEK (FUNGSI) PENTING DALAM PENGEMBANGAN PRODUK 2. PERANCANGAN berperan thd pendefinisian bentuk fisik produk agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan tugas: desain engineering (mekanik, elektrik, software,dll), desain produk dan desain industri (estetika, ergonomi, dll)

TIGA ASPEK (FUNGSI) PENTING DALAM PENGEMBANGAN PRODUK 3. MANUFAKTUR bertanggung jawab untuk merancang dan mengoperasikan sistem produksi pada proses produksi produk fungsi secara luas: mencakup pembelian, distribusi (supply chain) dan instalasi

TANTANGAN PENGEMBANGAN PRODUK TRADE OFFS (PERTENTANGAN) Bisa saja menciptakan produk dengan kualitas yg baik, tapi dapat meningkatkan biaya manufaktur. DINAMIKA Teknologi berkembang, selera konsumen berubah, kompetitor meluncurkan produk baru, dan kondisi lingkungan makroekonomi berubah. DETAIL Misalkan pilihan akan menggunakan baut atau katup yang pas pada penutup komputer akan mempunyai implikasi ekonomi yang cukup besar TEKANAN WAKTU Setiap kesulitan dapat dengan mudah dikendalikan apabila tersedia cukup waktu, namun seringkali keputusan dalam proses pengembangan produk harus diambil dengan cepat tanpa informasi yang lengkap FAKTOR EKONOMI Pengembangan, produksi, dna pemasaran produk baru membutuhkan investasi yang besar. Untuk memperoleh pengembalian yang layak untuk investasi tersebut, produk yang dihasilkan harus menarik bagi pelanggan dan relatif tidak mahal untuk diproduksi

ATRIBUT yg berkontribusi thd DAYA TARIK PENGEMBANGAN PRODUK FAKTOR KREASI Proses pengembangan produk dimulai dengan pengumpulan ide dan diakhiri dengan memproduksi bentuk fisik produk. Bila kedua aktivitas dipandang sebagai aktivitas individu, dapat dibayangkan bahwa proses pengembangan merupakan suatu upaya kreatif KEPUASAN MASYARAKAT DAN KEBUTUHAN INDIVIDU Semua produk bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dengan beberapa cara. Individu-individu yang tertarik dalam usaha pengembangan produk dapat menetapkan aturan kelembagaan dimana mereka dapat memperoleh produk yang memuaskan dengan mempertimbangkan kebutuhan yang dianggap penting

ATRIBUT yg berkontribusi thd DAYA TARIK PENGEMBANGAN PRODUK KERAGAMAN ANGGOTA TIM Pengembangan produk yang sukses membutuhkan banyak keahlian dan bakat yang berbeda-beda. Karena itu tim pengembangan produk terdiri dari banyak individu dengan beragam keahlian, pengalaman, sudut pandang dan kepribadian. SEMANGAT TIM Tim pengembang produk merupakan kelompok yang mempunyai motivasi tinggi dan dapat bekerja sama. Anggota tim dapat dikumpulkan pada suatu tempat khusus sehingga mereka dapat mengkonsentrasikan diri pada penciptaan produk. Situasi ini mengahsilkan persahabatan di antara anggota tim.

Karakteristik yang kurang mendukung PENGEMBANGAN PRODUK 1. Kurangnya pemahaman terhadap tim manager memfokuskan detail2 pengembangan proyek tanpa pemahaman yg cukup tentang bagaimana dasar pengambilan keputusan tim pengembang 2. Konsistensi terhadap sasaran proyek keseluruhan masing2 fungsi seperti pemasaran, desain dan manufaktur mungkin akan berusaha mempengaruhi keputusan yang diambil untuk meningkatkan posisi mereka sendiri sehingga melupakan tujuan bersama yang sudah dirumuskan sebelumnya.

Karakteristik yang kurang mendukung PENGEMBANGAN PRODUK 3. Kekurangan sumber daya anggota tim tidak akan sanggup menyelesaikan tugas pengembangan secara efektif, antara lain karena kekurangan anggota, ketidaksesuaian keahlian yang dibutuhkan atau kekurangan dana, peralatan dan alat bantu. 4. Representasi yang kurang baik dari berbagai anggota tim yang berasal dari berbagai disiplin ilmu keputusan2 penting mungkin dibuat tanpa melibatkan bagian pemasaran, desain manufaktur atau fungsi2 penting lainnya, sehingga mengakibatkan proses pengembangan tidak berjalan baik.

1. STRATEGI PRODUK BARU STRATEGI PRODUK BARU MENGHUBUNGKAN PROSES PENGEMBANGAN PRODUK BARU DENGAN TUJUAN DARI DEPARTEMEN PEMASARAN, UNIT BISNIS & KORPORASI. STRATEGI INI HARUS SEJALAN DENGAN TUJUAN DAN DITERAPKAN SECARA KONSISTEN.

2. Menghasilkan Gagasan (Idea Generation) Tahapan ini merupakan pencarian peluang produk baru secara terus menerus dan sistematik. Tahapan ini dilakukan untuk menemukan gagasangagasan baru dan segara mengenai penciptaan produk Metode untuk menciptakan gagasan baru meliputi brainstorming (sesi kelompok kecil untuk menstimulasi gagasan), melakukan analisa atas produk yang sudah ada, ataupun melalui survei konsumen.

2. Menghasilkan Gagasan (Idea Generation) GAGASAN PRODUK BARU DATANG DARI : PELANGGAN KARYAWAN PENYALUR PESAING PENELITIAN & PENGEMBANGAN KONSULTAN

3. Penyaringan Gagasan (Idea Screening) Setelah perusahaan mengidentifikasi gagasan produk yang berpotensi, perusahaan harus menyaringnya. Dalam product screening, kekurangan, ketidakcocokan, atau gagasan yang tidak menarik lainnya harus disingkirkan dari tindakan lebih lanjut.

4. ANALISIS BISNIS Analisis Bisnis dan finansial dilakukan untuk menguji kelayakan finasial dan bisnis dari konsep pengembangan produk baru. Disini dilakukan analisa terhadap sejumlah aspek, seperti proyeksi permintaan pasar, perkiraan biaya produksi dan peta persaingan.

4. ANALISIS BISNIS PEDOMAN DALAM ANALISIS BISNIS: SEBERAPA BESAR PERMINTAAN PRODUK ADAKAH PENGARUH PRODUK BARU THD PENJUAL AN KESELURUHAN, PANGSA PASAR, TINGKAT ROI ADAKAH PENGARUH PENGENALAN PRODUK BARU TERHADAP PRODUK YANG TELAH ADA APAKAH PRODUK BARU AKAN MEMBERI MANFAAT BAGI KONSUMEN APAKAH MEMERLUKAN FASILITAS BARU BAGAIMANA REAKSI PESAING APA PERUSAHAAN SIAP MENANGGUNG RISIKO GAGAL

5. PENGEMBANGAN Pengembangan produk mengkonversi ide produk baru menjadi bentuk fisik dan sekaligus mengidentifikasi pola strategi pemasaran yang akan diterapkan. Fase ini mencakup konstruksi produk, packaging, pemilihan brand, brand positioing, dan usage testing.

6. UJI COBA PEMASARAN Fase ini mencakup konstruksi produk, packaging, pemilihan brand, brand positioing, dan usage testing. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi kinerja produk dan efektivitas program pemasaran secara terbatas sebelum a fullscale introduction. Melalui uji pemasaran ini, perusahaan dapat melakukan observasi perilaku pelanggan secara aktual. Perusahaan juga dapat melihat reaksi yang dilakukan pesaing, dan juga respon dari para distribution channel members.

7. KOMERSIALISASI Setelah pengujian selesai, perusahaan siap untuk mengenalkan produknya ke pasar yang ditargetkan secara full scale. Sejumlah aspek yang perlu dicermati dalam tahap komersialisasi adalah kecepatan penerimaan konsumen dan para distributor, intensitas distribusi (berapa banyak toko penyalur), kemampuan produksi, serta efektivitas promosi, strategi harga, dan reaksi persaingan.

7. KOMERSIALISASI KEPUTUSAN UNTUK MEMASARKAN SUATU PRODUK YG TELAH MEMPEROLEH REKOMENDASI DARI HASIL UJI COBA PEMASARAN. KEPUTUSAN INI MENYANGKUT: PEMASOK BAHAN BAKU SARANA PRODUKSI MEMBANGUN PABRIK MENENTU KAN DISTRIBUSI PELATIHAN TENAGA PENJUALAN PROGRAM PENGENALAN PRODUK BARU KE PASAR DAN PROGRAM PROMOSI.

KUNCI KEBERHASILAN PENGENALAN PRODUK BARU: MEMPELAJARI KARAKTERISTIK KONSUMEN SECARA SEKSAMA SEDAPAT MUNGKIN MEMBUAT PRODUK YG TERBAIK VISI TENTANG KONDISI PASAR DIMASA MENDATANG KOMITMEN KEPEMIMPINAN YANG KUAT KOMITMEN DALAM PENGEMBANGAN PRODUK BARU KOMITMEN TIM DLM PENGEMBANGAN PRODUK BARU MEMBANGUN KOMUNIKASI DGN PELANGGAN

WHY DO NEW PRODUCTS FAIL? Failed consumer expectations Promotional failure Positioning failure Timing Failure Cultural Failure (Internal / External) Technical Failure Financial Failure

Kualitas yang ditentukan oleh sensori terkadang menjadi faktor penentu keberhasilan industri pangan dalam memperluas segmentasi produk yang di jual. Berdasarkan hal ini, maka industri pangan mencoba mengaplikasikan evaluasi sensoris.

Evaluasi sensori adalah suatu metode ilmiah yang digunakan untuk mengukur, menganalisis, dan menginterpretasikan respon terhadap suatu produk berdasarkan yang ditangkap oleh indera manusia, seperti penglihatan, penciuman, perasa, peraba, dan pendengaran

Evaluasi sensori dapat digunakan untuk : menilai adanya perubahan yang dikehendaki atau tidak dikehendaki dalam produk atau bahan-bahan formulasi mengidentifikasi area untuk pengembangan menentukan apakah optimasi telah diperoleh mengevaluasi produk pesaing mengamati perubahan yang terjadi selama proses atau penyimpanan memberikan data yang diperlukan bagi promosi produk penerimaan dan kesukaan atau preferensi konsumen pengukuran korelasi sensori dan kimia atau fisik

KOMPONEN DALAM UJI SENSORIS Dalam uji sensoris ada yang akan bertindak sebagai: Panel leader / subyek / peneliti Panelis/ yang melakukan pengujian

1. PANEL LEADER Tugas dari panel leader adalah: Menyiapkan worksheet dan scoresheet Melakukan persiapan sampel sebelum uji panel dilakukan Memberikan instruksi yang jelas kepada panelis sebelum uji panel dimulai Mengolah data dan membuat kesimpulan dari data yang didapatkan

Jenis uji sensori Tanggal pengujian Jenis sampel Identifikasi sampel (contoh: kode huruf untuk membedakan merk atau konsentrasi atau perlakuan lainnya) Tabel rancangan urutan penyajian menurut booth yang tersedia dan jumlah panelis yang menilai, termasuk kode identifikasi sampel Tabel rekap kode sampel (3 digit angka acak) untuk tiap kode identifikasi sampel

Tgl uji : Jenis sampel : Biskuit Worksheet Uji Ranking Hedonik Identifikasi sampel Biskuit dengan konsentrasi kayu manis 0 % Biskuit dengan konsentrasi kayu manis 0,5 % Biskuit dengan konsentrasi kayu manis 1 % Biskuit dengan konsentrasi kayu manis 2 % Kode A B C D Kode kombinasi urutan penyajian: ABCD = 1 BACD = 7 CABD = 13 DABC = 19 ACBD = 2 BADC = 8 CADB = 14 DACB = 20 ABDC = 3 BCAD = 9 CBAD = 15 DBAC = 21 ADBC = 4 BCDA = 10 CBDA = 16 DBCA = 22 ACDB = 5 BDCA = 11 CDAB = 17 DCAB = 23 ADCB = 6 BDAC = 12 CDBA = 18 DCBA = 24 Penyajian: Booth Panelis Kode sampel I # 1, 25 771 653 935 257 1 II # 2, 26 282 111 168 572 2 III # 3, 27 319 596 775 431 3 I # 4, 28 958 747 834 399 4 II # 5, 29 399 618 965 546 5 III # 6, 30 421 988 244 787 6 I # 7 231 847 353 112 7 II # 8 874 316 965 183 8... #......... # 24 527 412 757 413 24 urutan penyajian Rekap kode sampel: Sampel A 771 282 319 958 399 421 847 316 413 Sampel B 653 168 596 834 546 787 231 874 757 Sampel C 935 111 431 399 618 244 353 183 412 Sampel D 257 572 775 747 965 988 112 965 527

Nama panelis Tanggal pengujian Jenis produk yang diuji Atribut mutu yang dinilai (bila diperlukan) Skala nilai yang digunakan, untuk uji ranking hedonik: nilai yang dipakai sesuai dengan jumlah sampel yang diranking. Contoh untuk 4 sampel yang diuji: paling disukai (4) hingga paling kurang disukai (1). Instruksi pengujian secara detil dan jelas Tabel penilaian sensori Catatan/komentar panelis (bila diperlukan) Kuesioner digandakan minimal sejumlah panelis yang digunakan dalam pengujian sensori ini.

2. PANELIS Jenis panelis : Terlatih Needed for most analytical tests Tidak / Semi terlatih Normal for consumer tests, can be used with some analytical tests

Pada evaluasi sensori, segala macam faktor yang dapat mengganggu proses penilaian ditekan seminimal mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan memisahkan setiap panelis sensori agar tidak saling berkomunikasi sehingga penilaian yang dihasilkan benarbenar murni berasal dari pendapat pribadi masing-masing individu

Evaluasi sensori memiliki tiga jenis metode, yaitu: Uji Diskriminatif Uji Deskriptif Uji Afektif

1. Uji Diskriminatif Uji deskriminatif dilakukan untuk menguji secara statistika ada tidaknya perbedaan dari produkproduk yang diuji, yang mengukur kemampuan panelis untuk mendeteksi suatu sifat sensori. Uji ini dapat berfungsi misalnya untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rasa suatu produk jika bahan bakunya diganti dengan jenis yang lain. [ Contohnya adalah: Uji segitiga, uji duo-trio, dan uji pasangan.

1. Uji Diskriminatif (Lanjutan) Uji segitiga digunakan apabila akan dilakukan penggantian jenis produk dengan tujuan produk pengganti tidak berbeda secara signifikan terhadap produk standar. Biasanya uji ini dilakukan oleh panelis yang terlatih.

1. Uji Diskriminatif (Lanjutan) Uji pasangan adalah uji dimana para panelis diminta untuk menyatakan apakah ada perbedaan antara dua contoh yang disajikan. Uji duo-trio adalah uji dimana ada 3 jenis contoh (dua sama, satu berbeda) disajikan dan para penelis diminta untuk memilih contoh yang sama dengan standar

1. Uji Diskriminatif (Lanjutan) Ada pula uji rangking yang meminta para panelis untuk merangking sampel-sampel berkode sesuai urutannya untuk suatu sifat sensori tertentu. Uji sensitivitas terdiri atas uji treshold, yang menugaskan para penelis untuk mendeteksi ukuran batas deteksi suatu zat atau untuk mengenali suatu zat pada level batas deteksinya.

2. Uji deskriptif Uji deskripsi didesain untuk mengidentifikasi dan mengukur sifat-sifat sensori. Dalam kelompok pengujian ini dimasukkan rating atribut mutu dimana suatu atribut mutu dikategorikan dengan suatu kategori skala (suatu uraian yang menggambarkan intensitas dari suatu atribut mutu) atau dapat juga besarnya suatu atribut mutu diperkirakan berdasarkan salah satu sampel, dengan menggunakan metode skala rasio

2. Uji deskriptif (Lanjutan) Uji deskriptif merupakan uji yang membutuhkan keahlian khusus dalam penilaiannya karena dalam uji ini panelis harus dapat menjelaskan perbedaan antara produk-produk yang diuji. Untuk melakukan uji ini, dibutuhkan penguji yang terlatih. Uji deskriptif terdiri atas Uji Pemberian skor dan uji pemberian skala. Kedua uji ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan skala atau skor yang dihubungkan dengan deskripsi tertentu dari atribut mutu produk.

3. Uji Afektif Uji afektif merupakan uji yang dilakukan untuk mengetahui produk-produk mana yang disukai penguji dan produk-produk mana yang tidak disukai. Salah satu contoh uji afektif adalah Uji hedonik. Uji hedonik dapat dilakukan oleh penguji baik yang terlatih ataupun konsumen biasa. Skala yang tersedia pada uji hedonik adalah mulai dari sangat tidak suka sampai sangat suka terhadap sampel yang diberikan.

Nama : Tanggal: Produk : Cookies Penilaian untuk : overall rasa Instruksi : Berkumur-kumurlah dulu sebelum menguji sampel. Di hadapan Anda terdapat 5 sampel cookies. Cicipi sampel secara berturutan dari kiri ke kanan, rasakan masing-masing. Setelah mencicipi semua sampel, Anda boleh mengulang sesering yang Anda perlukan. Urutkan sampel dari yang paling Anda sukai (=1) hingga sampel yang paling kurang Anda sukai (=5) Sampel Ranking (jangan ada yang dobel) Terima kasih