PERUBAHAN KATA KERJA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II GAMBARAN UMUM. kalimat sangat bervariasi dan tidak ada aturan-aturan khusus. Predikat dalam

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PEMBENTUKAN KATA DALAM BAHASA JEPANG. kata daigaku universitas terdiri atas dua huruf kanji yaitu dai dan gaku.

ANALISIS MATERI AJAR VERBA BENTUK TE. Kun M. Permatasari, Juariah, Riri Hendriati Sastra Jepang Fakultas Sastra. Abstrak

Ekor Verba -u/-ru sebagai Konstituen Penyambung dalam Bahasa Jepang, Sebuah Pemikiran

INTRODUCTORY JAPANESE. Session 7 Session 9

keinginan kepada seseorang baik secara lisan maupun tertulis, orang adalah alat yang digunakan seseorang untuk melahirkan pikiran-pikiran

FUKUGOOGO DALAM BAHASA JEPANG. Justien R.Wuisang. Abstrak

PDF created with FinePrint pdffactory trial version YUK BELAJAR NIHONGO

ELIPSIS PARTIKEL (JOSHI) DALAM BAHASA JEPANG PADA DIALOG FILM BOKURA GA ITA PART I KARYA TAKAHIRU MIKI SKRIPSI

BAB II PROSES MOROLOGIS DAN VERBA BAHASA JEPANG. 消除 kejo atau penghapusan, 重複. Sedangkan morfem adalah potongan terkecil dari kata yang memiliki arti.

KALA DAN ASPEK DALAM BAHASA JEPANG Bayu Aryanto Universitas Dian Nuswantoro

no ni digunakan untuk menunjukkan tujuan kegunaan, cara penggunaan,dll. Memiliki arti "memiliki kegunaan untuk...".

UNGKAPAN DALAM BAHASA JEPANG YANG MENUNJUKKAN KERAMAHAN DAN KEAKRABAN. Oleh Fenny Febrianty. Abstrak

BAB 1 PENDAHULUAN. lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk

BAB I PENDAHULUAN. makhluk lain dimuka bumi ini. Semua orang menyadari betapa pentingnya

PERBANDINGAN VERBA TRANSITIF DAN INTRANSITIF BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JEPANG: TINJAUAN ANALISIS KONTRASTIF

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

AFIKSASI BAHASA JEPANG DALAM CERITA PENDEK MOMOTARO. Rahtu Nila Sepni Jurusan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

BAB I PENDAHULUAN. makna kausatif. Meskipun demikian kausatif dalam masing-masing bahasa

[~temo ii] & [~nakutemo ii]

Universitas Bina Nusantara. Jurusan Teknik Informatika Program Studi Ilmu Komputer Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil 2007 / 2008

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, DAN KERANGKA TEORI. Beberapa penelitian mengenai morfologi sudah banyak dilakukan. Berikut

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN GAIRAIGO PADA MAHASISWA SASTRA JEPANG ANGKATAN 2010 UNIVERSITAS BRAWIJAYA SKRIPSI OLEH IKA MILA PRATIWI

BENTUK NEGASI VERBA DIALEK OSAKA

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PARTIKEL GURAI DAN GORO. Menurut Drs. Sugihartono ( 2001:178 ), joshi adalah jenis kata yang tidak

BAB I PENDAHULUAN. Dalam mempelajari bahasa asing, tata bahasa, kosakata dan huruf adalah

Artikel ini sudah dimuat dalam jurnal Sastra Jepang Fakultas Sastra Universitas Kristen Maranatha vol. 4 no. 2 edisi Februari 2005

Yarimorai (memberi dan menerima)

ANALISIS JODOUSHI ~SOUDA DAN ~YOUDA DALAM BAHASA JEPANG DITINJAU DARI SEGI SEMANTIK DAN SINTAKSIS

BAB I PENDAHULUAN. satu objek kesalahan dalam mempelajari bahasa Jepang yaitu dalam membuat

PENGGUNAAN PARTIKEL TO, BA, TARA DAN NARA SEBAGAI PENANDA BENTUK KONDISIONAL DALAM BUKU MINNA NO NIHONGO

VERBAL CLAUSAL STRUCTURE IN INDONESIAN AND JAPANESE: CONTRASTIVE ANALYSIS

UNGKAPAN MAKNA VERBA SHIKARU DAN OKORU SEBAGAI SINONIM

ANALISIS KONTRASTIF PROSES MORFOLOGIS BAHASA KANGEAN DAN BAHASA INDONESIA SKRIPSI. Oleh: Ummu Atika

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN UNGKAPAN YANG MENUNJUKKAN WAKTU (KALA DAN ASPEK) DALAM KARANGAN BAHASA JEPANG

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

Chi e: Journal of Japanese Learning and Teaching

BENTUK DAN PERBEDAAN MAKNA [UCHI NI], [AIDA NI], DAN [KAGIRI] YANG BERFUNGSI SEBAGAI SETSUZOKUSHI DALAM NOVEL RYOMA GA YUKU KARYA RYŌTARŌ SHIBA.

DOSEN : TEAM TEACHING Drs. AHMAD DAHIDI, M.A. LINNA MEILIA.R, M. Pd. JUJU JUANGSIH, M.Pd. NOVIYANTI. A, M. Pd.

BAB I PENDAHULUAN. tukar informasi dengan manusia lainnya. Dalam hal ini, keberadaan suatu bahasa

BENTUK, FUNGSI DAN MAKNA JODOUSHI {~NAKEREBANARAI}, {~BEKIDA} DAN {~ZARU O ENAI } DALAM NOVEL TOBU GA GOTOKU VOLUME 1-10 KARYA RYOUTAROU SHIBA.

Ungkapan Kata Hanasu, Iu, dan Shaberu dalam Bahasa Jepang

BAB II LANDASAN TEORI

TRANSLITERASI ARAB LATIN.

BAB II LANDASAN TEORI. ). Huruf hiragana dan katakana disebut huruf kana ( ). 1946, pemerintah Jepang mengeluarkan daftar 1850 Kanji Masa Kini (

NIHONGO NO BAKARI NO JOUDOUSHI NO

BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG JOSHI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

JENIS, STRUKTUR, SERTA VARIASI TERJEMAHAN HATSUWA DAN DENTATSU NO MODARITI DALAM NOVEL KOGOERU KIBA KARYA ASA NONAMI

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERMAIN DRAMA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

PENGGUNAAN MEDIA KARTU BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS II SDN SUKOSARI 01 KUNIR SKRIPSI. Oleh:

VERBA DENOMINAL BAHASA JAWA PADA MAJALAH DJAKA LODHANG EDISI JULI SAMPAI SEPTEMBER TAHUN 2008

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Jepang merupakan salah satu bahasa yang semakin diminati oleh

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN

KAKUJOSHI NI IN JAPANESE SENTENCES

THE FUNCTION AND MEANING OF THE FORMS ~ ていく ( ~ TE IKU) AND ~ てくる ( ~TE KURU) AT ANIME SKET DANCE

BAB I PENDAHULUAN. membedakannya dari bahasa lain. Contohnya adalah mengenai konstruksi kausatif,

PENERAPAN EJAAN YANG DISEMPURNAKAN PADA SURAT PRIBADI PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 6 GORONTALO TAHUN PELAJARAN 2012/2013

SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Islam Program Studi Ekonomi Islam

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. mengenai makna, fungsi, dan pemakaian masing-masing dari kibou hyougen ~tai

BAB 1 PENDAHULUAN. sosial tidak dapat hidup tanpa adanya komunikasi dengan sesama. seseorang dengan status sosial dan budaya dalam masyarakat itu

LAMPIRAN 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS 1 Satuan Pendidikan : SD Negeri I Kedungrejo

ANALISIS FUNGSI DAN MAKNA VERBA BENTUK TE IKU DAN [PIITAA PAN TO WENDI] NO SHOUSETSU NO -TE IKU TO -TE SKRIPSI. Oleh: LISAMAYASARI NIM:

AFIKSASI DALAM BAHASA NIAS

SKRIPSI. Oleh: Wahyu Eko Permadi NIM

Kesuma, Tri Mastoyo Jati Pengantar (Metode) Penelitian Bahasa. Yogyakarta: Penerbit Carasvatibooks. Kridalaksana, Harimurti

DAFTAR PENILAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PEGAWAI NON AKADEMIK UKSW

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi dan interaksi diantara dua

BAB I PENDAHULUAN. sendiri. Definisi bahasa menurut Kridalaksana (2001 : 27) adalah sistem lambang

AIZUCHI YANG DIGUNAKAN ANAK-ANAK DALAM FILM SAYONARA BOKUTACHI NO YOUCHIEN SKRIPSI OLEH: DINDA ZINUL MISRI NIM

PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 37 TAHUN 2014 TENTANG LAGU MARS DAN HYMNE KOTA JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA JAMBI,

SKRIPSI. Oleh : AGUS WIRAHADI KUSUMA NIM

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. diperhatikan dan dikuasai. Di antaranya, diatesis (tai), aspek (sou), kala (jisei), dan

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR GRAFIK.. DAFTAR LAMPIRAN. A. Latar Belakang Masalah 1. B. Rumusan Masalah. 7. C. Tujuan Penelitian..

FUNGSI DAN PERAN SINTAKSIS PADA KALIMAT TRANSITIF BAHASA JEPANG DALAM NOVEL CHIJIN NO AI KARYA TANIZAKI JUNICHIRO

SKRIPSI. Oleh ELOK FAIQOH

DAFTAR TABEL. 3.1 Data Jumlah Kalimat dan Topik Karangan Lembar Penskoran Hasil Tes Gaya Berpikir... 93

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Komunikasi Interpersonal Dimensi Komunikasi Interpersonal C. Komitmen Organisasi

` SILABUS MATA KULIAH Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang

KATA PENGANTAR. Pertama dan paling utama peneliti panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT

BAB I PENDAHULUAN. sehingga pesan dimaksud dapat dipahami. (KBBI:1998:445) dengan adanya penggunaan joshi atau kata bantu dalam kalimat.

MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KUALITAS PROSES PEMBELAJARAN DI SMK ISLAM AL-AMANAH SALEM KABUPATEN BREBES TAHUN PELAJARAN 2015/2016

FUNGSI DAN MAKNA YAHARI/YAPPARI DALAM NOVEL RYUSEI NO KIZUNA KARYA KEIGO HIGASHINO (SUATU TINJAUAN DESKRIPTIF) Abstract

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA CERITA SISWA KELAS III SDN GAMBIRONO 02 MELALUI PENGGUNAAN BUKU KOMIK SKRIPSI

SUSI ARYATI A

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE

Transkripsi:

PERUBAHAN KATA KERJA O L E H ZULNAIDI,SS,M.Hum NIP: 132316223 DEPARTEMEN SASTRA JEPANG DEPARTEMEN SASTRA JEPANG FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2007 i

KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, serta salawat dan salam penulis sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, atas segala rahmat dan karunia Nya lah sehingga karya ilmiah ini dapat diselesaikan. Karya ilmiah ini ditulis untuk menugkatkan salah satu bidang pengetahuan bahasa Jepang bagi penulis maupun mahaiswa yang mempelajari bahasa Jepang pada umumnya dan Departemen Sastra Jepang USU Medan khususnya. Adapun yang menjadi topik penelitian dalam karya ilmiah ini adalah suatu analisis perubahan kata kerja dalam bahasa Jepang. Penulis sangat menyadari bahwa disana-sini masih banyak terdapat kekurangan yang perlu disempurnakan terutama yang berkaitan dengan isi tesis ini, untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Medan, Januari 2007 ii

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...i DAFTAR ISI.ii BAB I PENDAHULUAN.1 BAB II KATA KERJA. 3 2.1. Jenis Perubahan Kata Kerja. 3 2.2. Bentuk Perubahan Kata Kerja.9 2.3. Jidooshi dan Tadooshi.....11 2.4. Kanoo Dooshi.13 2.5. Hojo Dooshi 14 2.6. Onbin dari Godan Katsuyoo Dooshi... 15 BAB III KESIMPULAN....16 3.1. Kesimpulan..16 DAFTAR PUSTAKA iii

BAB I PENDAHULUIAN Kata kerja dalam bahasa Jepang mempunyai perubahan (kunjugasi) menurut pemakainnya dalam kalimat. Konjugasi ini disebut katsuyoo. Kunjugasi atau katsuyoo dalam bahasa Jepang tidak sama dengan dengan konjugasi bahasa Inggeris. Kata kerja dalam bahasa Jepang teridri dari bagian yaitu : bagian depan yang disebut Gokan dan bagian belakang yang disebut Gobi. Contoh Gokan dan Gobi dalam Kata Kerja Contoh (kata kerja) Gokan Gobi Arti Kaku Ka Ku Menulis Nomu No Mu Minum Asobu Aso Bu Bermain Au A U Bertemu Shinu Tabe Ru Makan Wakaru Oki Ru Bangun Hanasu Hana Su Bercerita Matsu Ma Tsu Menunggu Oyogu Oyo Gu Berenang Taberu Tabe Ru Makan Okiru Oki Ru Bangun Suru Su Ru Melakukan Kuru Ku Ru Datang iv

Contoh Perubahan Ka-ku Ka-kimasu Ka-kimashita Ka-kanai Ka-ite imasu menulis menulis (sopan) sudah menulis tidak menulis sedang menulis Dooshi adalah jenis kata yang termasuk salah satu yoogen dan menyatakan kegiatan/aktifitas (nani ga dou suru). Biasanya pada waktu akhir, katanya selalu diakhiri dengan suara u. Contoh: kaku menulis yomu membaca Miru melihat suru melakukan Hanasu berbicara kuru datang Dooshi dapat mengalami perubahan. Contoh: kaku >kakimasu, kaku toki, kakeba, kako, dan lain-lain. Dari contoh di atas dapat diketahui bahwa pada kerja terdapat bagian yang berubah dan bagian yang tidak berubah. Bagian yang berubah (suku kata akhir) disebut gobi. Bagian yang tidak berubah (suku kata awal) disebut gokan. v

BAB II KATA KERJA 2.1. Jenis Perubahan Kata Kerja Menurut perubahannya dooshi dapat dibagi menjadi 5 jenis, yaitu: a. Godan Katsuyoo Dooshi. Adalah kata kerja yang berakhiran u, tsu, ru, bu, nu, mu, ku, gu, su. b. Kami Ichidan Katsuyoo Dooshi. Kata kerja yang berakhiran IRU c. Shimo Ichidan Katsuyoo Dooshi. Kata kereja yang berakhiran ERU d. Henkaku Katsuyoo Dooshi (Kahen Dooshi). Hanya satu kata kerja yaitu kuru e. Sagyoo Henkaku Katsuyoo Dooshi (Sahen Dooshi). Hanya satu kata kerja yaitu suru a. Godan Katsuyoo Dooshi. Yang dimaksud dengan Godan Katsuyoo Dooshi adalah kelompok kata kerja dimana gobi (suku akhir) dari kata kerja tersebut dapat berubah melalui 5 tingkat kata suara yaitu a, i, u, e, o menurut gojuuonzu. vi

Contoh: Bentuk Suku kata Mizen Renyoo Shuushi Rentai Katei Meirei kamus awal(gobi) 1 2 3 4 5 6 7 8 Kaku Ka Ka-ka Ka- ki Ka-ku Ka-ku Ka-ke Ka- ke Ka- ku - nai - masu - hito - ba - reru - mashita - mono - seru - masen - toki - tai - te - ta Beberapa contoh kata kerja yang termasuk pada Godan Katsuyoo Dooshi menurut gyoo (a, ka, sa, ta, na, ha, ma, ya, ra, wa, n). pada bentuk perubahannya disebut nangyoo, nandan katsuyoo no dooshi. Contoh: kata kaku disebut kagyoo godan katsuyoo dooshi. Renyoo pada Godan Katsuyoo Dooshi kalau disambungkan dengan Jodooshi ta atau joshi te, tari, pada umumnya gobi-nya banyak berubah menjadi t atau n. Contoh: kaku-kakite-kaite Furu-furite-futte Yomu-yomite-yonde. vii

Meirei pada Godan Katsoyoo biasanya berubah menurut tingkatan suara e. akan tetapi pada kata kerja berikut ini berubah menjadi i. Contoh: Irassharu-irasshai = ada, pergi, datang. Ossharu-osshai = berbicara Nasaru-nasai = melakukan b. Kami Ichidan Katsuyoo Dooshi. Yang dimaksud kelompok kata kerja Kami Ichidan Katsuyoo Dooshi adalah kata kerja yang gobi-nya mengalami perubahan suara i menurut gojuuonzu. Contoh: Bentuk Suku kata Mizen Renyoo Shuushi Rentai Katei Meirei kamus awal(gobi) 1 2 3 4 5 6 7 8 Okiru Oki Oki Oki Oki-ru Oki-ru Oki-re Oki-ro Oki-ru - nai - masu - hito - ba Okiyo - rareru - mashita - mono - saseru - masen - toki - yo - tai - te - ta viii

Beberapa contoh kata kerja yang termasuk Kami Ichidan Katsuyoo Dooshi: Oriru Okiru Miru turun bangun melihat c. Shimo Ichidan Katsuyoo Dooshi. Yang disebut Shimo Ichidan Katsuyoo Dooshi adalah kelompok kata kerja yang suku akhir (gobi) kata kerja tersebut berubah melalui tingkat suara e menurut gojuuonzu. Contoh: Bentuk Suku kata Mizen Renyoo Shuushi Rentai Katei Meirei kamus awal(gobi) 1 2 3 4 5 6 7 8 Taberu Tabe Tabe Tabe Tabe-ru Tabe-ru Tabe-re Tabe-ro Tabe-ru - nai - masu - hito - ba Tabe-yo - rareru - mashita - mono - saseru - masen - toki - yo - tai - te - ta ix

Beberapa contoh kata kerja yang termasuk pada Kami Ichidan KatsuyooDooshi: Deru Taberu Oshieru Neru Shimeru Atsumeru keluar makan mengajar tidur menutup mengumpulkan d. Kagyoo Henkaku Katsuyoo Dooshi. Kelompok kata kerja Kagyoo Henkaku Katsuyoo Dooshi terdiri dari satu kata kerja, yaitu kuru. Istilah Kagyoo Henkaku Katsuyoo Dooshi disingkat menjadi Kahen Dooshi yang mengalami perubahan seperti berikut: Contoh: Bentuk Suku kata Mizen Renyoo Shuushi Rentai Katei Meirei kamus awal(gobi) 1 2 3 4 5 6 7 8 Kuru Ku Konai Kimasu Kuru Kuru Kure Koi Korareru Kimashita - hito - ba Koyo Kosaseru Kimasen - mono Koyo Kitai - toki Kite Kita x

Untuk kata kerja Kagyoo Henkaku Katsuyoo Dooshi tidak dapat pembagian gokan dan gobi. e. Sagyoo Henkaku Katsuyoo Dooshi. Kata Sagyoo Henkaku Katsuyoo Dooshi disingkat menjadi Sahen Dooshi dan kata ini juga terdiri dari satu kata kerja yaitu suru yang mengalami perubahan seperti berikut: Contoh: Bentuk Suku kata Mizen Renyoo Shuushi Rentai Katei Meirei kamus awal(gobi) 1 2 3 4 5 6 7 8 Suru Su Shinai Shimasu Suru Suru Sure Shiro Dekiru Shimashita - hito - ba shiyo Saseru Shimasen - mono Shiyo Shitai - toki Shite Shita Untuk Sahen tidak juga terdapat pembagian gokan dan gobi. Walaupun Kagyoo ini hanya memiliki satu kata kerja, yaitu suru tetapi banyak pula kata-kata yang disambungkan dengan kata suru, sehingga membentuk Fukugo Dooshi (kata kerja jadian). Contoh: Benkyou suru belajar Renshuu suru latihan Nokku suru mengetuk Shuppatsu suru berangkat. xi

2.2. Dooshi no katsuyou (Bentuk perubahan kata kerja). Bentuk bentuk perubahan katsuyou biasanya dibagi menjadi 6 macam perubahan seperti berikut ini: Mizen, Renyou, Shushi, Rentai, Katei, Meirei. a. Mizen Mizen ini selalu bersambung dengan jodooshi nai dan menyatakan arti yang menyangkal. Namun selain dari itu ada juga yang bersambung dengan jodooshi u, yoo dan menyatakan suatu perkiraan, niat, atau kehendak hati. Contoh: kaku (menulis) kakanai (tidak menulis) Kakoo (mari menulis) Okiru (bangun) okinai (tidak bangun). Okiyoo (mari bangun). Kangaeru (berpikir) kangaenai (tidak berpikir) Kangaeyoo (mari berpikir). b. Renyoo Bentuk ini biasanya seperti mengakhiri bacaan dan selain bersambung dengan yoogen lain, juga bersambung dengan jodooshi masu, ta dan lain-lain. Contoh: Yang bersambungan dengan ta dan masu. Kaku-kakimasu (akan menulis) Kaita (telah menulis) Okiru-okimasu (akan bangun) Okita (telah bangun) xii

Kangaeru- kangaemasu (akan berpikir) Kangaeta (telah berpikir) Yang bersambung dengan Yoogen lain: Kaku-kaki owari (selesai menulis) Yomu-yomi owari (selesai membaca) Kaku-kaki hajime (mulai menulis) Yomu-yomi hajime (mulai membaca) Renyoo dapat juga digunakan sebagai tanda berhenti (koma) pada tengah kalimat. Cara ini disebut Chuushihoo. Contoh: Hana ga saki, tori ga naku. (Bunga mekar, burung bernyanyi). Ani ga ongaku o narai, One wa e o kaku. (Kakak laki-laki belajar musik, kakak perempuan menggambar). c. Shuushi Shuushi digunakan pada saat berakhirnya kalimat, biasanya kata kerja tersebut dalam bentuk kamus. Contoh: kaku-menulis Kuru datang miru- melihat suru melakukan d. Rentai Rentai digunakan pada waktu disambungkan dengan Taigen. Contoh: kaku kakeba Okiru okiru waktu menulis waktu bangun Kangaeru kangaeru toki waktu berpikir xiii

e. Katei Katei bersambung dengan jodoushi ba dan menyatakan arti dugaan. Contoh: kaku kakeba Okiru okireba Kangaeru kangaereba Suru sureba Kuru kureba kalau menulis kalau bangun kalau berpikir kalau melakukan kalau datang. f. Meirei Meirei digunakan pada saat akan memerintah. Contoh: kaku kake tulislah Okiru okiyo, okiro bangunlah Taberu tabeyo, tabero makanlah 2.3. Jidooshi dan Tadooshi Jidooshi adalah kata kerja yang dapat menyatakan aktivitasnya dengan tanpa pelengkap (objek), dalam bahasa Indonesia disebut kata kerja Intransitif. Contoh: Okiru Hajimaru Naoru Saku Naku bangun mulai sembuh berkembang menangis Hana ga saku bunga mekar. Tori ga naku burung berkicau. xiv

Pada kalimat di atas, kata saku (mekar) dan naku (berkicau) tanpa ditambah kata lain dapat menyatakan aktivitas atau kegiatan dari subjek hana (bunga) serta tori (burung). Maka kata kerja tersebut dinamakan Jidooshi. Selanjutnya dalam contoh kalimat berikut ini: Kare ga denki o kesu. = Dia memadamkan listrik Tori ga esa o sagasu = Burung mencari makanan Kata kesu (memadamkan) dan sagasu (mencari) pada kalimat di atas tanpa ada kata lain yang menjadi objek tidak dapat menyatakan kegiatan/aktivitas dengan sempurna. Kata seperti ini disebut Tadooshi. Jadi Tadooshi adalah kata kerja yang menyatakan sesuatu dengan memerlukan pelengkap, dalam bahasa Indonesia disebut kata kerja transitif. Beberapa contoh kata kerja yang termasuk Tadooshi: Okosu = membangunkan Dasu = mengeluarkan Naosu = menyembuhkan dan lain-lain Dilihat dari bentuknya Jidooshi dan Tadooshi dapat dibedakan menjadi 3 kelompok: 1. Kata kerja yang bentuknya sama, hanya dibedakan fungsi dan pengertiannya oleh kata bantu (joshi). Contoh: benkyoo ga owaru (jidooshi) = pelajaran selesai Benkyoo o owaru (tadooshi) = menyelesaikan pelajaran Gakko ga yasumu (jidooshi) = sekolah libur Gakko o yasumu (tadooshi) = libur sekolah xv

2. Yang berlainan perubahannya. Okiru bangun (jidooshi) Deru keluar (jidooshi) Naoru sembuh ( jidooshi) Okosu membangunkan (tadooshi) Dasu mengeluarkan (tadooshi) Naosu menyembuhkan (tadooshi) 3. Yang bentuknya berlainan sama sekali Shinu mati Korosu membunuh 2.4. Kanoo Dooshi Cara pengucapan bentuk Kanoo Dooshi (bentuk dapat) pada kata kerja dalam bahasa Jepang ada beberapa macam. Kata kerja dalam bentuk dapat ini disebut kata kerja Kanoo atau Kanoo Dooshi. 1. Kata kerja bentuk kamus + koto ga dekiru Kaku (menulis) Neru ( tidur) Kuru (datang) kaku + koto ga dekiru (dapat menulis) neru + koto ga dekiru (dapat tidur). kuru + koto ga dekiru (dapat datang) Benkyoo suru (belajar) benkyoo suru + koto ga dekiru (dapat belajar). 2. Godan Katsuyoo Dooshi diubah menjadi Shimo Ichidan Dooshi. Kaku (menulis) Hanasu (berbicara) kakeru (dapat menulis) hanaseru (dapat berbicara) 3. Godan Katsuyoo Dooshi + kata kerja kopula reru. Iku (pergi ) Hairu (masuk) ika + reru (dapat pergi) haira + reru (dapat masuk) xvi

4. Ichidan Katsuyoo Dooshi + kata kerja kopula rareru. Okiru (bangun) oki + rareru (dapat bangun) 5. Kahenkaku Katsuyoo Dooshi + kata kerja kopula rareru Kuru (datang) ko + rareru (dapat datang) 6. Bentuk suru dekiru Unten suru (menyetir) unten dekiru (dapat menyetir). Semua cara pengucapan di atas dapat dipakai secara bebas, berarti Si pembicara boleh mempergunakan cara yang manapun menurut kemauannya. Misalnya untuk mengatakan dapat pergi kita dapat menggunakan 3 cara pengucapan yaitu: Iku koto ga dekiru Ikareru Ikeru 2.5. Hojo Doushi (Kata Kerja Pelengkap) Kata kerja aru, iru, ageru, morau, hajimeru, owaru, yaru sering ditempelkan atau disambungkan pada bentuk -te suatu kata kerja yang lain, sebagai penekan. Kata-kata tersebut di atas disebut hojo dooshi atau kata kerja pelengkap. Contoh: Hanashiteiru (sedang berbicara) Tabetemiru (mencoba makan) Kaitearu (tertulis) xvii

2.6. Onbin dari Godan Katsuyoo Dooshi Pada kata kerja Godan Katsuyoo dalam Renyoo bentuk te, terjadi asimilasi bunyi pada kata-kata yang ber-gobi: u, ku, gu, bu, tsu, mu, nu, su, ru. Asimilasi ini disebut onbin. Dalam kata kerja ini terdapat 3 Onbin yaitu: 1. I onbin Untuk kata-kata yang ber-gobi ku dan gu Contoh: kaku > kakite > kaite Oyogu > oyogite > oyoide 2. Hatsu onbin (n) Untuk kata-kata yang ber-gobi bu, mu, nu Contoh: nomu > nomite > nonde Shinu > shinite > shinde 3. Soku onbin (konsonan rangkap) Untuk kata-kata yang ber-gobi u, tsu, ru Contoh: Tatsu > tachite > tatte Toru -> torite -> totte Kau -> kaite ->katte xviii

BAB III KESIMPULAN Jenis perubahan kata kerja menurut perubahannya dapat dibagi menjadi 5 jenis, yaitu: Godan Katsuyoo Dooshi adalah kata kerja yang berakhiran u, tsu, ru, bu, nu, mu, ku, gu, su. Kami Ichidan Katsuyoo Dooshi. adalah kata kerja yang berakhiran iru, Shimo Ichidan Katsuyoo Dooshi adalah kata kereja yang berakhiran eru, Henkaku Katsuyoo Dooshi hanya satu kata kerja yaitu kuru, Henkaku Katsuyoo Dooshi hanya satu kata kerja yaitu suru. Bentuk perubahan kata kerja biasanya dibagi menjadi 6 macam perubahan seperti berikut ini: Mizen, Renyou, Shushi, Rentai, Katei, Meirei., Mizen. Mizen ini selalu bersambung dengan jodooshi nai dan menyatakan arti yang menyangkal. Renyoo bentuk ini biasanya seperti mengakiri bacaan dan selain bersambung dengan yoogen lain, juga bersambung dengan jodooshi masu, ta dan lain-lain. Renyoo dapat juga digunakan sebagai tanda berhenti (koma) pada tengah kalimat. Shuushi digunakan pada saat berakhirnya kalimat, biasanya kata kerja tersebut dalam bentuk kamus. Rentai digunakan pada waktu disambungkan dengan Taigen. Katei bersambung dengan jodoushi ba dan menyatakan arti dugaan. Meirei digunakan pada saat akan memerintah. xix

D A F T A R P U S T A K A Harimurti Kridalaksana, 1989. Pembentukan Kata Dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Hiroshi Kabaya, dkk. 1998. Keigo Hyougen. Tokyo: Kabushiki Kaisha Taishuu Shoso. Himeno. Masako, 1999. Fukugo Doushi. Tokyo : Yugen Kaisha. J. Vance Thimoty dalam Rahayu Ratna Ningsih. 1993, Prefiks dan Sufiks dalam Bahasa Jepang. Jakarta: Kesaint Blanc. Katamba Francis. 1994. Morphology; Modern Linguistics. London : The MacMillan Press. Moeliono. 1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Ramlan, M. 2001. Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. (Edisi ke 12). Jogyakarta: Karyono. Spencer Andrew. 1991. Morphology Theory; An Introduction to Word Structure in Generative Grammar. Cambridge: Basil Blackwell. Sudjianto. 1999. Gramatika Bahasa Jepang Modern.Jakarta : Kesaint Blanc. Shinjiro Muraki. 1996. Nihon Go Bunpou Nyuumon. Japan. Yuugen Kaisha. Reoproduct. Taro Kageyama. 1996. Doushi Imiron. Tokyo : Kuroshio Shuppan. Yoshikawa Taketoki. 1989. Nihon Go Bunpou Nyuumon. Tokyo : Kabushiki Kaisha. xx