Chi e: Journal of Japanese Learning and Teaching
|
|
|
- Erlin Sanjaya
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 CHI E 1 (1) (2012) Chi e: Journal of Japanese Learning and Teaching PENGGUNAAN METODE INDUKTIFDALAM PENGAJARAN KATA KERJA BENTUK ~TE DI SMA NEGERI 7 CIREBON Septi Ayu Jurusan Bahasa dan Sastra Asing, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima Januari 2012 Disetujui Februari 2012 Dipublikasikan Agustus 2012 Keywords: Inductive method Teaching ~ te form of verb Abstrak Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efektivitas pengajaran secara induktif pada perubahan kata kerja bentuk ~masu kedalam kata kerja bentuk ~te bagi SMA.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian eksperimen yaitu menguji keefektifan metode induktif dalam pengajaran perubahan kata kerja bentuk ~te.berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode induktif efektif digunakan dalam pengajaran perubahan kata kerja bentuk ~te pada kelas XII SMA Negeri 7 Cirebon. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang dicapai responden pada tes yang diberikan. Rata-rata nilai pada kelas eksperimen yaitu 8,1 sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-ratanya yaitu 7,3. Abstract The aims of this study is determine the effectiveness of teaching inductively in the form of the ~ masuverb changes to verb form~ tefor high school students. In this study used experimental design that test the effectiveness of the inductive method in teaching change ~ te form of verbs. Based on this research, it can be concluded that the inductive method is effectively used in teaching change ~ te form of verbs in the class XII students SMA 7 Cirebon. It can be seen from the results achieved in tests given respondent. The average value of the experimental class is 8.1, while the control class average rating is Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Gedung B4 Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, [email protected] ISSN
2 Pendahuluan Dalam pengajaran bahasa, metode pembelajaran dapat dibagi menjadi dua, yaitu metode pembelajaran bahasa pertama (bahasa ibu) dan metode pembelajaran bahasa kedua atau bahasa asing. Diantara kedua metode tersebut, metode pengajaran bahasa kedua lebih banyak ragamnya seperti metode terjemahan, metode langsung, metode berlizt, metode realis, metode alamiah, metode linguistik, metode audio-lingual dan metode pilihan (Danasasmita, 2009). Pengajaran bahasa tidak terlepas dari pengajaran kosakata dan tata bahasa. Memahami tata bahasa merupakan acuan agar dapat mengkomunikasikan bahasa yang dipelajarinya. Dalam menyampaikan materi tata bahasa, pengajar bahasa perlu memberikan secara terarah atau beralur agar pembelajar tidak mengalami kesulitan dalam memahami kaidah-kaidah tata bahasa. Bagi pembelajar yang baru, mereka sering mengalami kesulitan untuk dapat menguasai persoalan tata bahasa (Muneo, 1988). Pada pengajaran tata bahasa Jepang, seorang pengajar harus mampu mengarahkan nya untuk memahami dengan baik suatu pola kalimat sehingga akan mampu untuk mengaplikasikan pola kalimat tersebut dalam komunikasi. Banyaknya perubahan bentuk kata kerja yang terdapat dalam bahasa Jepang, tentunya akan menyulitkan bagi jika penjelasan mengenai perubahan bentuk kata kerja tersebut tidak diberikan secara rinci dengan penggunaan contoh-contoh yang sesuai. Pengajaran dengan memberikan banyak contoh, membuat memahami penggunaan serta mampu untuk menggunakannya. Semakin sering butir-butir tersebut diulangi dalam tugas-tugas reseptif, maka semakin siap pula pelaksanaan transfer pada kegiatankegiatan produktif (Tarigan, 1989). Dalam menjelaskan tata bahasa, terdapat beberapa metode. Salah satunya yaitu metode induktif. Metode induktif mengajarkan tata bahasa atau pola kalimat dari yang khusus terlebih dahulu kemudian penjelasan secara umum atau penyimpulan. Penjelasan dengan metode ini, lebih menekankan pada kemampuan berpikir untuk memahami dari hal yang khusus terlebih dahulu. Sehingga penggunaan metode ini mengarahkan untuk dapat memahami dengan sendirinya suatu materi. Pengajaran tata bahasa Jepang untuk tingkat pemula ( SMA), juga mengajarkan tentang perubahan bentuk kata kerjanya, karena di dalam bahasa Jepang terdapat berbagai macam perubahan bentuk kata kerja. Berdasarkan buku Sakura yang banyak digunakan oleh Guru Bahasa Jepang SMA, bentuk kata kerja yang pertama diberikan biasanya kata kerja bentuk ~masu, kemudian perubahan bentuk yang selanjutnya diajarkan yaitu bentuk lampau (~mashita) serta bentuk ~te. Perubahan bentuk dari ~masu ke ~mashita, tidak terkesan menyulitkan bagi karena tidak disertai perubahan silabel (onbin). Berbeda dengan perubahan bentuk kata kerja kedalam bentuk ~te yang disertai perubahan silabel (onbin). Oleh karena itu, pengajaran perubahan kata kerja kedalam bentuk ~te, perlu dijelaskan lebih rinci dengan banyak contoh perubahan kata kerjanya agar memahami dengan baik. Sehingga, penggunaan metode induktif dalam pengajaran perubahan bentuk ~te, diharapkan akan meningkatkan kemampuan dalam memahami perubahan bentuk kata kerja. Sebagai contohnya pengajaran Bahasa Jepang di SMA Negeri 7 Cirebon. Berdasarkan pengamatan, pengajaran perubahan kata kerja bentuk ~te di SMA Negeri 7 Cirebon diberikan melalui dua tahap. Pertama, kata kerja bentuk ~masu yang sudah pelajari diubah ke dalam bentuk kamus. Kemudian, dari bentuk kamus diubah ke dalam bentuk ~te. Pengubahan dari bentuk kamus ke dalam bentuk ~te menggunakan lagu agar dapat dengan mudah memahami pola perubahannya. Namun, pengajaran melalui dua tahap perubahan tersebut terdapat kelemahannya, yaitu jika pada tahap pertama perubahan dari bentuk ~masu ke dalam bentuk kamus tidak paham benar, maka dalam perubahan ke dalam bentuk ~te akan menyulitkan. Oleh karena itu, penulis ingin meneliti tentang keefektifan penggunaan metode induktif dalam pengajaran perubahan bentuk ~te di SMA Negeri 7 Cirebon. Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen yaitu menguji keefektifan metode induktif dalam pengajaran perubahan kata kerja bentuk ~te. Sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas, masing-masing untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan secara random. Variabel yang diukur adalah nila rata-rata kelas mennggunakan metode tes. Selain ini juga dianalisis jumlah kesalahan menjawab soal pada masing-masing kelas. Hasil dan Pembahasan Nilai rata-rata pada kelas eksperimen adalah 8,1 sedangkan nilai rata-rata pada kelas kont- 11
3 rol adalah 7,3. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar daripada nilai rata-rata kelas kontrol, yang didukung hasil uji t yang memperlihatkan nilai t hitung lebih besar dari t tabel, sehingga hipotesis diterima. Analisis Kesalahan pada Kelas Eksperimen Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari tiga bagian soal dengan jumlah keseluruhan 18 soal. Pembahasan butir soal yang akan dianalisis dalam penelitian ini hanya difokuskan pada butir-butir soal yang dijawab salah oleh 50% atau lebih responden. Padates ini responden diminta menjawab pertanyaan berupa isian yang terdiri dari tiga bagian soal yaitu mengubah kata kerja, menggabungkan dua kalimat dan membuat kalimat sesuai gambar. Dari hasil tes, butir soal yang paling dijawab salah oleh responden pada bagian pertama yaitu mengubah kata kerja adalah nomor 7 dan 9. Pada bagian kedua yang paling banyak dijawab salah oleh responden adalah nomor 4. Dan pada bagian ketiga yaitu membuat kalimat sesuai gambar yang paling banyak dijawab salah adalah nomor 1 dan 3. (Tabel 1). Soal bagian I mengubah kata kerja bentuk ~masu ke dalam bentuk ~te. 2Dari hasil tes, sebanyak 13 responden menjawab benar dan 17 responden menjawab salah. Kesalahan yang dilakukan responden adalah kesalahan mengubah kata kerjanya. Kata kerja kakimasu seharusnya diubah menjadi kaite, tetapi 9 responden menjawab katte. Hal ini dikarenakan kekeliruan responden dalam mengubah kata kerja yang seharusnya menjadi ka-ite bukan menjadi ka-tte. Sebanyak 4 responden menjawab salah yaitu mengubah kata kerja kakimasu menjadi kaitte. Hal ini dikarenakan kesalahan penulisan yang dilakukan responden (Tabel 2). Pada soal nomor 9 ini mengubah kata kerja golongan ketiga yaitu kimasu menjadi kite. Tetapi 20 respoden tidak menjawab benar padahal perubahannya tidak sulit. Sebanyak 16 responden mengubah kimasu menjadi kiite. Hal ini mungkin dikarenakan responden terkecoh dengan kata kerja kikimasu yang bila diubah ke dalam bentuk ~te menjadi kiite. Sebanyak 4 responden menjawab salah karena mengubah kimasu menjadi kitte. Hal ini dikarenakan responden menganggap kata kerja kimasu termasuk kata kerja golongan pertama sehingga mengubahnya menjadi kitte. (Tabel 3) Soal bagian II Menggabungkan kalimat dengan menggunakan bentuk ~te. Pada soal ini responden diminta untuk menggabungkan dua buah kalimat menjadi satu kalimat dengan menggunakan kata kerja bentuk ~te. Dalam soal ini mengubah kata kerja golongan pertama yaitu kaimasu menjadi katte. Tetapi 19 responden mengubahnya menjadi kaite. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan responden bahwa kata kerja tersebut adalah kata kerja golongan pertama yang diubah menjadi katte bukan kaite. (Tabel 4). Tabel 1. Kesalahan menjawab soal bagian I nomor 7. Kakimasu kaite (%) Kaite 13 43,3 (%) Katte 9 30 Kaitte 4 13,3 Kakite 3 10 kiite 1 3,3 Tabel 2. Kesalahan menjawab soal bagian I nomor 9. Kimasu kite (%) Kite 10 33,3 (%) Kiite 16 53,3 Kitte 4 13,3 12
4 Tabel 3. Kesalahan menjawab soal bagian II nomor 4. Ane wa kippu o kaimasu. Densha ni norimasu. Ane wa kippu o katte, densha ni norimasu. Opsi (%) Ane wa kippu o katte, densha ni norimasu. 4 13,3 (%) Ane wa kippu o kaite, densha ni norimasu ,3 Ane wa kippu o kaitte, densha ni norimasu. 7 23,3 Tabel 4. Kesalahan menjawab soal bagian 3 nomor 1 Opsi (%) Kao o aratte, ha o migakimasu (%) Kao o arate, migakimasu. 5 16,6 Kao o araite, ha o migakimasu Kao o aratte, migakimasu. 2 6,6 Kao o arate, ha o oyogimasu. 2 6,6 Araimasu, ha o migakimasu. 2 6,6 Ka o aratte, ha o migakimasu. 1 3,3 Kao o aratte, kao migakimasu. 1 3,3 Kao o arate, megakimasu. 1 3,3 Arate, migakimasu. 1 3,3 Soal bagian III Membuat kalimat sesuai gambar. No.1 Kao o aratte, ha o migakimasu. migakimasu saja atau araimasu saja sudah bisa mewakili arti dari gambar tersebut. No.2 Eiga o mite, kohi o nomimasu. Pada soal ini responden diminta membuat kalimat sesuai gambar yang ada. Dalam gambar menunjukan orang yang sedang mencuci muka dan menggosok gigi. Responden diminta untuk menjawab kao o aratte, ha o migakimasu. Sebanyak 18 responden menjawab salah karena kesalahan mengubah kata kerja ataupun kurang lengkap dalam menuliskan kalimatnya. Kebanyakan dari responden mengetahui kosakata dalam bahasa Jepangnya, hanya saja mereka tidak paham dalam mengubahnya ke dalam bentuk ~te. Araimasu seharusnya diubah menjadi aratte, tetapi 9 responden menjawab arate. Hal ini dikarenakan kekeliruan responden dalam mengubah kata kerja golongan pertama yang seharusnya diubah menjadi ara-tte bukan ara-te. Sebanyak 9 respoden menjawab kurang lengkap dalam menuliskan kosakata dalam kalimat, hal ini dikarenakan responden menganggap bahwa menuliskan kata Soal ini juga responden diminta membuat kalimat sesuai gambar. Kesalahan yang dilakukan responden kebanyakan karena tidak lengkap dalam menuliskan kalimat. Sebanyak 4 responden tidak menuliskan kohi padahal dalam gambar terlihat jelas kedua orang tersebut sedang minum kopi. Hal ini dikarenakan responden menganggap bahwa di dalam gambar tersebut yang ditekankan hanya minum saja tanpa disertai keterangan objek dari kegiatan minum yang diperlihatkan dalam gambar tersebut. Sehingga responden yang tidak menjawab kohi o nomimasu tidak mendapatkan nilai maksimal untuk nomor tersebut. Dari keseluruhan responden yang menjawab salah karena kesalahan mengubah kata kerja hanya 2 responden. Kesalahan tersebut karena kesalahan responden yang mengubah mimasu menjadi mitte. Hal ini karena kekeliruan respon- 13
5 Tabel 5. Kesalahan menjawab soal bagian III nomor 2. (%) Eiga o mite, kohi o nomimasu (%) Eiga o mite, koha o nomimasu. 5 16,6 Eiga o mite, nomimasu. 4 13,3 Eiga o mite, mizu o nomimasu Eiga o mite, miruku nomimasu. 2 6,6 Mimasu, nomimasu kohi. 2 6,6 Eiga o mite, kohi nomimasu. 1 3,3 Eiga o mite, koni o nomimasu. 1 3,3 Eiga o mite, nommimasu. 1 3,3 Terebi o mitte, kohi o nomimasu. 1 3,3 Eiga o mitte, nomimasu. 1 3,3 Tabel 6. Kesalahan menjawab soal Bagian I nomor 3. Ikimasu itte (%) Itte 14 46,6 (%) Ikite 16 53,3 Tabel 7. Kesalahan menjawab soal Bagian I nomor 10 Kaerimasu kaette (%) Kaette (%) Kaete 7 23,3 Kaitte 4 13,3 Kaerite 3 10 Kaite 1 3,3 Karite 1 3,3 Kaeritte 1 3,3 Kaerutte 1 3,3 den dalam mengubah kata kerja golongan kedua yang seharusnya diubah menjadi mi-te bukan mitte. Berdasarkan hasil tes, butir soal yang paling dijawab salah oleh responden kelas kontrol pada bagian pertama yaitu mengubah kata kerja adalah nomor 3 dan 10. Pada bagian kedua yang paling banyak dijawab salah oleh responden adalah nomor 4. Dan pada bagian ketiga yaitu membuat kalimat sesuai gambar yang paling banyak dijawab salah adalah nomor 1, 2 dan 3. Soal bagian I Mengubah kata kerja bentuk ~masu ke dalam bentu ~te. Dari hasil tes, sebanyak 14 responden menjawab benar dan 16 responden menjawab salah. Kesalahan yang dilakukan responden adalah kesalahan mengubah kata kerjanya. Kata kerja ikimasu seharusnya diubah menjadi itte, tetapi responden menjawab ikite. Hal ini dikarenakan responden menganggap kata kerja ikimasu masuk 14
6 Tabel 8. Kesalahan menjawab soal bagian II nomor 4 Ane wa kippu o kaimasu. Densha ni norimasu. Ane wa kippu o katte, densha ni norimasu. Opsi (%) Ane wa kippu o katte, densha ni norimasu (%) Ane wa kippu o kaite, densha ni norimasu ,3 Ane wa kippu o kite, densha ni norimasu. 1 3,3 Ane wa kippu o kaitte, densha ni norimasu. 1 3,3 Tabel 9. Kesalahan menjawab soal bagian III nomor 1. Kao o aratte, ha o migakimasu (%) Kao o aratte, ha o migakimasu. 2 6,6 (%) Kao o arate, ha o migakimasu. 8 26,6 Araite,ka o migakimasu Kao o aratte, migakimasu. 4 13,3 Aite, ha o migakimasu Kao o arate, migakimasu. 2 6,6 Kao o araite, migakimasu. 2 6,6 Kao o araite, ha o migakimasu. 1 3,3 Kao o araimasu, migakimasu 1 3,3 Araimasu, migakimasu. 1 3,3 kedalam golongan dua seperti sehingga mengubahnya menjadi ikite. Pada soal bagian ini, sebanyak 12 responden menjawab benar dan 18 responden menjawab salah. Kesalahan yang dilakukan responden bervariasi seperti yang terlihat dalam tabel di atas. Kesalahan responden mengubah kaerimasu menjadi kaitte karena kesalahan penulisan yang seharusnya kaette tetapi yang dituliskan kaitte. Sedangkan responden yang mengubah kaerimasu menjadi kaete mungkin disebabkan karena kaerimasu jika diubah kedalam bentuk kamus menjadi kaeru dan responden menganggap kaeru jika diubah ke dalam bentuk ~te menjadi kaete, seperti mengubah kata kerja golongan kedua. Soal bagian II Menggabungkan kalimat dengan menggunakan bentuk ~te. Pada soal ini responden diminta untuk menggabungkan dua buah kalimat menjadi satu kalimat dengan menggunakan kata kerja bentuk ~te. Dalam soal ini mengubah kata kerja golongan pertama yaitu kaimasu menjadi katte. Tetapi sebanyak 22 responden mengubahnya menjadi kaite. Hal ini mungkin dikarenakan karena ketidaktahuan responden bahwa kata kerja tersebut adalah kata kerja golongan pertama yang diubah menjadi katte bukan kaite. Soal bagian III Membuat kalimat sesuai gambar. Responden diminta untuk menjawab kao o aratte, ha o migakimasu. Tetapi banyak dari responden yang menjawab kurang tepat. Sebanyak 28 responden menjawab salah karena kesalahan mengubah kata kerja ataupun kurang lengkap dalam menuliskan kalimatnya. Hal ini dikarenakan kekeliruan responden dalam mengubah kata kerja golongan pertama yang seharusnya diubah menjadi aratte bukan arate. 13 respoden menjawab kurang lengkap dalam menuliskan kosakata dalam kalimat, hal ini dikarenakan responden menganggap bahwa menuliskan kata migakimasu saja atau araimasu saja sudah bisa mewakili arti dari gambar tersebut. 15
7 Tabel 10. Kesalahan menjawab soal bagian III nomor2. Eiga o mite, kohi o nomimasu. (%) Eiga o mite, kohi o nomimasu. 2 6,6 (%) Eiga o mite, nomimasu ,6 Mimate o nomimasu. 4 13,3 Mite, nomimasu kobi Mite, kohi o nomimasu. 1 3,3 Mite, nomimasu. 1 3,3 Mimasu, nomimasu kohi. 1 3,3 Eiga o mite, nomimasu kobi. 1 3,3 Tabel 11. Kesalahan menjawab soal bagian III nomor3 Sentaku shite, souji shimasu. (%) Sentaku shite, souji shimasu (%) Sentaku shite o, sauji shimasu Shentaku shite, shouji shimasu. 4 13,3 Shentaku shite o, souji shimasu. 2 6,6 Sentaku shite, shouji shimasu. 2 6,6 Sentako o shite, souji shimasu. 1 3,3 Kesalahan yang dilakukan responden kebanyakan karena tidak lengkap dalam menuliskan kalimat. Sebanyak 17 responden tidak menuliskan kohi padahal dalam gambar terlihat jelas kedua orang tersebut sedang minum kopi. Hal ini mungkin dikarenakan responden menganggap bahwa menuliskan kata nomimasu saja tanpa disertai dengan objeknya sudah bisa mewakili arti dari gambar tersebut. Dua responden menjawab salah karena kesalahan penulisan yang seharusnya kata kohi diletakkan sebelum kata nomimasu yang disertai partikel o, tetapi 2 responden meletakan kata kohi setelah nomimasu. Hal ini mungkin dikarenakan responden mengartikan kosakakata minum kopi kedalam bahasa Jepang seperti dalam bahasa Indonesia yang meletakan objek setelah predikat. Secara keseluruhan responden dapat menyebutkan kosakata yang ada dalam gambar. Responden yang menjawab salah karena kesalahan mengubah kata kerja sebanyak 4 responden. Hal ini berarti bahwa responden sudah memahami kosakata serta cara mengubahnya ke dalam bentuk ~te. Kesalahan yang banyak dilakukan oleh responden hanya kesalahan karena ketidaklengkapan penulisan kosakata dalam kalimat Pada soal ini sebanyak 15 responden menjawab benar dan 15 responden menjawab salah. Kesalahan yang dilakukan responden juga bervariasi tetapi kesalahan yang dilakukan responden karena kesalahan penulisan baik penulisan kosakata maupun penulisan partikel setelah mengubah kata kerja. Secara keseluruhan responden dapat menyebutkan kosakata dalam gambar tersebut, dapat mengubah ke dalam bentuk ~te serta dapat membuat kalimatnya. Bedasarkan hasil analisis kesalahan yang dilakukan responden dapat diketahui bahwa ke- 16
8 salahan yang dilakukan responden kelas kontrol lebih banyak dibandingkan dengan kesalahan yang dilakukan responden kelas eksperimen. Hal ini juga terbukti dengan nilai rata-rata kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kelas kontrol. Kesalahan yang dilakukan responden pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebagian besar sama hanya yang membedakan pada soal bagian pertama yaitu pada kelas eksperimen responden yang paling banyak menjawab salah pada nomor 7 dan 9 sedangkan pada kelas kontrol responden yang paling banyak menjawab salah pada nomor 3 dan 10. Hal ini berati bahwa yang dianggap sulit bagi responden kelas kontrol tidak dianggap sulit bagi responden kelas eksperimen dan yang dianggap sulit bagi responden kelas eksperimen ternyata tidak dianggap sulit oleh responden kelas konrol. Sehingga hal tersebut dapat menjadi perhatian bagi pengajar untuk dapat memerhatikan kekurangan tersebut. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian, metode induktif ternyata efektif digunakan dalam pengajaran perubahan kata kerja bentuk ~te pada kelas XII SMA Negeri 7 Cirebon. Rata-rata nilai pada kelas eksperimen 8,1 sedangkan pada kelas kontrol 7,3. Kelas eksperimen yang menjawab pertanyaan dengan benar lebih banyak dibandingkan pada kelas kontrol. Daftar Pustaka Danasasmita, W MetodologiPembelajaranBahasaJepang. Bandung :Rizqi Press Muneo, K Dasar-dasar Metodologi Pengajaran Bahasa Jepang. IKIP Bandung, Japan Foundation Tarigan, H.G Strategi Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa. 17
Indonesian Journal of History Education
Indonesia Journal of History Education 1 (1) (2012) Indonesian Journal of History Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijhe PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF INOVATIF KREATIF EFEKTIF DAN MENYENANGKAN
Economic Education Analysis Journal
EEAJ 3 (1) (2014) Economic Education Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj KEEFEKTIFAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR KOMPETENSI DASAR PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Journal of Mechanical Engineering Learning
JMEL 2 (2) (2013) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI MENGUKUR
Unnes Science Education Journal
USEJ 5 (3) (2016) Unnes Science Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/usej EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN MEDIA FOTONOVELA KEANEKARAGAMAN HAYATI TERHADAP
Automotive Science and Education Journal
ASEJ 1 (1) (2012) Automotive Science and Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/asej PENGARUH MODUL INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISTEM PENERANGAN DAN WIRING KELISTRIKAN SISWA
Automotive Science and Education Journal
ze ASEJ 3 (2) (2014) Automotive Science and Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/asej IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS) UNTUK
Indonesian Journal of History Education
Indonesia Journal of History Education 1 (1) (01) Indonesian Journal of History Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijhe PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUESTION STUDENT HAVE TERHADAP HASIL
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 4 (3) (2015) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej UPAYA PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE LEARNING START WITH A QUESTION PADA SISWA
Indonesian Journal of History Education
IJHE 2 (6) (2013) Indonesian Journal of History Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijhe PERBEDAAN PENGGUNAAN MEDIA PETA SEJARAH DENGAN PENGGUNAAN METODE CERAMAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
Journal of Mechanical Engineering Learning
JMEL 3 (1) (2014) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel PENINGKATAN HASIL BELAJAR DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME BERBASIS MEDIA PERAGA
Journal of Arabic Learning and Teaching
LISANUL ARAB 4 (8) (0) Journal of Arabic Learning and Teaching http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/laa EFEKTIVITAS MEDIA KARTU GAMBAR REKA CERITA BAGI PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS BAHASA ARAB
Journal of Mechanical Engineering Learning
JMEL 2 (2) (2013) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel STUDI KOMPARASI ANTARA MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP
Automotive Science and Education Journal
ASEJ 1 (1) (2012) Automotive Science and Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/asej KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI MACROMEDIA FLASH PADA MATERI KOMPRESOR Sigit Widigdo Prayogo,
Journal of Mechanical Engineering Learning
JMEL 3 (1) (014) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAMES TOURNAMENTS) DAN
Fashion and Fashion Education Journal
FFEJ 3 (1) (2014) Fashion and Fashion Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ffe EFEKTIFITAS MEDIA VIDEO DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PEMBUATAN SMOCK JEPANG SISWA SMK NEGERI 03
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
SELOKA 5 () (016) Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/seloka KEEFEKTIFAN METODE EJA DAN METODE SAS BERDASARKAN MINAT BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN
Edu Elektrika Journal
Edu Elektrika 3 (1) (2014) Edu Elektrika Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduel EFEKTIVITAS JOBSHEET PADA MATA DIKLAT INSTALASI LISTRIK BANGUNAN SEDERHANA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK
Automotive Science and Education Journal
ASEJ 2 (1) (2013) Automotive Science and Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/asej PERBAIKAN JOB SHEET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI PERBAIKAN/SERVIS ENGINE
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DENGAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA
UJME 2 (1) (2013) http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujme KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DENGAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Gilang Anjar Permatasari*, Rahayu
Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations
ACTIVE 3 (8) (2014) Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/peshr PENGEMBANGAN BAHAN AJAR LKS DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR PENJASORKES BAGI
Edu Geography
Edu Geography 1 (2) (2013) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS EKSPLORASI, ELABORASI, DAN KONFIRMASI (EEK) SERTA KEBENCANAAN SEBAGAI
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN SISWA. Abstrak. Abstract. Gallant Alim Purbowo, Mashuri, Putriaji Hendikawati
UJME 1 (1) (2012) Unnes Journal of Mathematics Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujme KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBANTUAN LEMBAR KEGIATAN SISWA Gallant Alim Purbowo,
PENERAPAN PENGGUNAAN MEDIA ANIME TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT YANG MENGANDUNG KATA KERJA BAHASA JEPANG
PENERAPAN PENGGUNAAN MEDIA ANIME TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT YANG MENGANDUNG KATA KERJA BAHASA JEPANG (Studi kasus pada Mahasiswa Tingkat II Departemen Pendidikan Bahasa Jepang Universitas
ECONOMIC EDUCATION ANALYSIS JOURNAL EFEKTIFITAS METODE PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW DAN METODE KONVENSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR
EEAJ 1 (1) (2012) ECONOMIC EDUCATION ANALYSIS JOURNAL http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj EFEKTIFITAS METODE PREVIEW, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, REVIEW DAN METODE KONVENSIAL TERHADAP HASIL
Automotive Science and Education Journal
ASEJ 1 (1) (2012) Automotive Science and Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/asej MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISTEM KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR
INTRODUCTORY JAPANESE. Session 7 Session 9
INTRODUCTORY JAPANESE Session 7 Session 9 Session 7: Bentuk ~ta dan contoh pemakaiannya dalam kalimat Bentuk ini digunakan secara umum untuk menunjukkan bentuk lampau, misalnya: telah datang (kimashita
Automotive Science and Education Journal
ze ASEJ 3 (2) (2014) Automotive Science and Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/asej PENERAPAN ALAT PERAGA MOTOR STARTER TIPE REDUKSI BERBASIS LED UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
Journal of Mechanical Engineering Learning
ze JMEL 3 (2) (2014) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DRILL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA STANDAR
PENGARUH PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING. Info Artikel. Abstrak.
CiE 2 (1) (2013) Chemistry in Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chemined PENGARUH PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
Automotive Science and Education Journal
ASEJ 1 (1) (2012) Automotive Science and Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/asej APLIKASI EXE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB KOMPETENSI PEMELIHARAAN SISTEM SUSPENSI DAN
Journal of Physical Education, Health and Sport
JPEHS 1 (1) (2014) Journal of Physical Education, Health and Sport http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jpehs PENERAPAN TEKNIK MODELLING DAN LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SENAM AEROBIK DAN
Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo KOMPARASI HASIL BELAJAR PENGGUNAAN MEDIA MACROMEDIA FLASH DAN MEDIA POWERPOINT PADA MATERI SEJARAH PEMBENTUKAN BUMI
Fashion and Fashion Education Journal
ze FFEJ 4 (1) (2015) Fashion and Fashion Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ffe EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN PROYEK MATA PELAJARAN DASAR TEKNOLOGI MENJAHIT SISWA SMK TATA BUSANA
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE TIM PENDENGAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 1 PADANG ABSTRACT
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE TIM PENDENGAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 1 PADANG Desri*), Melisa **), Lucky Heriyanti Jufri **) *) Program Studi
2016 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METOD E COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) D ALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT KALIMAT BAHASA JEPANG
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Bahasa merupakan suatu sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi dan mengidentifikasi
Journal of Arabic Learning and Teaching
LISANUL ARAB (1) (013) Journal of Arabic Learning and Teaching http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/laa PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS MACROMEDIA FLASH 8 UNTUK MENINGKATKAN BERBICARA
ARTIKET E-JOURNAL. Diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) DEDI NIM
EFEKTIVITAS METODE MENCARI PASANGAN (MAKE A MATCH) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARTU ACAK TERHADAP KEMAHIRAN MENULIS PANTUN SISWA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 BINTAN TAHUN AJARAN 2015 2016
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DENGAN MICROSOFT POWER POINT
UJME 1 (1) (2012) nnes http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujme KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DENGAN MICROSOFT POWER POINT Diana Wahyuning Fitawati, Sugiarto, Muhammad Kharis Jurusan Matematika,
PENCAPAIAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR DENGAN MODEL SNOWBALLING PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
CiE 2 (1) (2013) Chemistry in Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chemined PENCAPAIAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR DENGAN MODEL SNOWBALLING PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TA Putranto,
PENGARUH METODE AKTIF TIPE TEAM QUIZ BERBANTUAN QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR. Info Artikel. Abstrak. , T Subroto, W Sunarto
CiE 2 (1) (2013) Chemistry in Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chemined PENGARUH METODE AKTIF TIPE TEAM QUIZ BERBANTUAN QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR SD Putri, T Subroto, W Sunarto
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application
IJGC 4 (2) (2015) Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jbk MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI MELALU BIMBINGAN KELOMPOK
Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations
ACTIVE 3 (8) (2014) Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/peshr UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN SEPAK TAKRAW MENGGUNAKAN VARIASI BOLA PADA
Edu Geography
Edu Geography 1 (2) (2013) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI ANAK PADA JENJANG PENDIDIKAN TINGGI Agus Arifin,
BAB I PENDAHULUAN. orang dan urutan kedua adalah China dengan jumlah pembelajar Bagi
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan bermasyarakat tidak terlepas dari bahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Demikian pula halnya dengan kegiatan pendidikan yang meliputi
Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography.
Edu Geography 3 (1) (2014) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo KOMPARASI HASIL BELAJAR GEOGRAFI ANTARA SISWA YANG DIBERI TUGAS RUMAH SECARA KELOMPOK DENGAN TUGAS RUMAH SECARA
Journal of Mechanical Engineering Learning
JMEL 2 (1) (2013) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN JOYFULL LEARNING BERBANTUAN MODUL SMART INTERAKTIF PADA KOMPETENSI
Journal of Japanese Learning and Teaching
CHI E 4 (1) (2015) Journal of Japanese Learning and Teaching http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/chie PERBANDINGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA YANG BERASAL DARI JAWA DAN LUAR JAWA DI SMK BAGIMU NEGERIKU
KEMAHIRAN MENULIS TEKS DRAMA SATU BABAK SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SWASTA BINTAN TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014
KEMAHIRAN MENULIS TEKS DRAMA SATU BABAK SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SWASTA BINTAN TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ARTIKEL E-JOURNAL Oleh FITRIATI NIM 090388201107 JURUSAN PENDIDIKAN
KEEFEKTIFAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PROBING-PROMPTING DENGAN PENILAIAN PRODUK
UJME 1 (1) (2012) Unnes Journal of Mathematics Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujme KEEFEKTIFAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PROBING-PROMPTING DENGAN PENILAIAN PRODUK
Edu Geography 3 (3) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (3) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo EFEKTIVITAS PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI POKOK BAHASAN FENOMENA BIOSFER DAN PENGARUHNYA
Unnes Physics Education Journal
UPEJ 5 (2) (2016) Unnes Physics Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/upej PROSES PEMBELAJARAN MODEL PAIR CHECKS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP Hesti Rizqi
EFFECTIVENESS OF SCRAMBLE TECHNIQUE IN LEARNING JAPANESE VOCABULARY ON STUDENTS GRAD XI IPS SENIOR HIGH SCHOOL 2 TELUK KUANTAN
1 EFFECTIVENESS OF SCRAMBLE TECHNIQUE IN LEARNING JAPANESE VOCABULARY ON STUDENTS GRAD XI IPS SENIOR HIGH SCHOOL 2 TELUK KUANTAN Fitrah Sari, Nana Rahayu, Hana Nimashita [email protected], [email protected],
Abstract. Info Artikel. Abstrak. Agus Suwarno. Prodi Geografi IKIP PGRI Pontianak Kalimantan Barat, Indonesia
JURNAL REFLEKSI EDUKATIKA 7 (1) (2016) p-issn: 2087-9385 e-issn: 2528-696X http://jurnal.umk.ac.id/index.php/re PENERAPAN METODE INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DALAM
Artikel diterima: Oktober 2017; Dipublikasikan: November 2017
Science Education Journal, 1 (2), November 2017, 64-72 E. ISSN. 2540-9859 Article DOI: 10.21070/sej.v1i2.1178 Original Research Article Pengaruh Pendekatan Contextual Teaching And Learning Berbasis Inquiry
Journal of Mechanical Engineering Learning
JMEL 3 (1) (2014) Journal of Mechanical Engineering Learning http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jmel MODEL PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PERMESINAN DI SMK
PENGARUH TEKNIK CERITA PEMULA DISKUSI (DISCCUSION STARTER STORY ) DALAM MENULIS LAPORAN PENGAMATAN MAHASISWA
PENGARUH TEKNIK CERITA PEMULA DISKUSI (DISCCUSION STARTER STORY ) DALAM MENULIS LAPORAN PENGAMATAN MAHASISWA Oleh : Dian Nuzulia Armariena (Dosen Universitas PGRI Palembang) Email : [email protected]
BAB I PENDAHULUAN. kemampuan belajar siswa. Oleh karena itu, jalannya proses pembelajaran
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masalah yang muncul dalam proses pembelajaran sangat bergantung pada kemampuan seorang guru dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa. Oleh karena itu, jalannya
STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR METODE RESITASI DENGAN METODE PEMBELAJARAN KONVENSIONAL SISWA KELAS XII IPS
STUDI PERBANDINGAN HASIL BELAJAR METODE RESITASI DENGAN METODE PEMBELAJARAN KONVENSIONAL SISWA KELAS XII IPS ARTIKEL PENELITIAN Oleh: RENY OKTAVIANA NIM F01108036 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
JPBSI 3 (1) (2014) Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MELALUI METODE COPY THE MASTER DENGAN BANTUAN VCD
Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations
ACTIVE 3 (5) (2014) Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/peshr PELAKSANAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE KECAMATAN
Edu Geography 3 (6) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (6) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN JIGSAW DENGAN MEDIA KARTU (FLASHCARD) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MEMBACA EKSTENSIF TEKS NONSASTRA PADA SISWA KELAS X SMA. Rianti Febriani Setia
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MEMBACA EKSTENSIF TEKS NONSASTRA PADA SISWA KELAS X SMA Rianti Febriani Setia Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS, Universitas Pendidikan Indonesia
Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations
ACTIVE 4 (1) (2015) Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/peshr UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN SEPAK TAKRAW MELALUI PERMAINAN BOLA BEREKOR
Artikel Publikasi. Skripsi Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Geografi
TINGKAT EFEKTIVITAS PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII TENTANG BENTUK MUKA BUMI DAN AKTIFITAS PENDUDUK INDONESIA DI SMP NEGERI 3 TERAS BOYOLALI Artikel Publikasi Skripsi
2015 METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN (SAKUBUN)
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa Jepang merupakan salah satu bahasa asing yang paling banyak dipelajari di Indonesia. Berdasarkan data yang dilansir oleh The Japan Foundation pada tahun 2012,
Scaffolding 4 (1) (2015) Scaffolding.
Scaffolding 4 (1) (2015) Scaffolding http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/scaffolding PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA MATA KULIAH HIDROLIKA
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis pada bab III mengenai kesalahan pemakaian verba ~te kara dan verba ~ta ato de mahasiswa semester 4 dan 6 Fakultas Sastra Jurusan Sastra
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) April 2016 KEEFEKTIFAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF EKSPOSISI PADA SISWA
KEEFEKTIFAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PARAGRAF EKSPOSISI PADA SISWA Oleh Ervina Meria Sari Pohan A. Effendi Sanusi Email: [email protected] ABSTRACT The problem in this study
BAB I PENDAHULUAN. cukup meningkat. Hal ini, didasarkan akan kebutuhan masyarakat akan. pentingnya bahasa asing itu sendiri.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, minat terhadap pembelajaran bahasa asing di Indonesia cukup meningkat. Hal ini, didasarkan akan kebutuhan masyarakat akan pentingnya bahasa asing
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY PADA KONSEP EKOSISTEM DI KELAS VII SMP NEGERI 15 KOTA TASIKMALAYA JURNAL
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY PADA KONSEP EKOSISTEM DI KELAS VII SMP NEGERI 15 KOTA TASIKMALAYA JURNAL Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat dalam Memperoleh Gelar
Economic Education Analysis Journal
EEAJ 3 (3) (2014) Economic Education Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PERUBAHAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP VALUTA ASING SERTA HASIL
Edu Geography 3 (5) (2015) Edu Geography.
Edu Geography 3 (5) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo KUALITAS PENGELOLAAN KELAS DAN MOTIVASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI KOTA TEGAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014
THE EFFECTIVENESS OF THEMATIC DOMINOES GAME TECHNIQUES IN LEARNING JAPANESE VOCABULARY
1 THE EFFECTIVENESS OF THEMATIC DOMINOES GAME TECHNIQUES IN LEARNING JAPANESE VOCABULARY (An Experimental Of The Eleventh Grade Students At SMA N 9 Pekanbaru) Suci Senessia 1, Sri Wahyu Widiati 2, Arza
Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations
ACTIVE 3 (10) (2014) Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/peshr PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN OUTBOUND CARTERPILLAR RACE PADA SISWA KELAS
Edu Geography 3 (5) (2015) Edu Geography.
Edu Geography (5) (2015) Edu Geography http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edugeo EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 1 PATI
Development of Basic Competency Learning Module on Poultry Meat and Seafood Processing at SMKN 3 Wonosari
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR PENGOLAHAN UNGGAS DAGING DAN SEAFOOD DI SMKN 3 WONOSARI Penulis 1 : Sofia Imtikhana (11511247016) Penulis 2 : Marwanti, M.Pd Kampus : Universitas Negeri
PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DALAM PEBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 LUBUK LINGGAU. Ilmu Pendidikan
PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DALAM PEBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 LUBUK LINGGAU Meiliza Ardilla 1,Gusmaweti 2, Azrita 2 1 : Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi,Fakultas Keguruan
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING SSCS (SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE) DALAM KOMPETENSI MENDIAGNOSIS GANGGUAN SIMTEM REM
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 14, No. 2, Desember 2014 (54-58) KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING SSCS (SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE) DALAM KOMPETENSI MENDIAGNOSIS GANGGUAN SIMTEM
KEEFEKTIFAN STRATEGI TIMBAL BALIK DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA TEKS CERPEN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA
KEEFEKTIFAN STRATEGI TIMBAL BALIK DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA TEKS CERPEN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KASIHAN BANTUL YOGYAKARTA Diajukan kepada Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta
Fashion and Fashion Education Journal
FFEJ 1 (1) (2012) Fashion and Fashion Education Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ffe PERBEDAAN KUANTITAS DAN KUALITAS HASIL JAHITAN MESIN JAHIT MANUAL DAN HIGH SPEED Arifatul Jannah, Sri
KEMAHIRAN MENULIS CERPEN DITINJAU DARI UNSUR INTRINSIK SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014
KEMAHIRAN MENULIS CERPEN DITINJAU DARI UNSUR INTRINSIK SISWA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 4 TANJUNGPINANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ARTIKEL E-JOURNAL Oleh TISKA SEKAR ALIT MENDROFA NIM 100388201196
Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations
ACTIVE 4 (4) (2015) Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/peshr PENINGKATAN HASIL BELAJAR PERMAINAN BOLA KECIL SISWA KELAS VB TUNARUNGU DENGAN
ABSTRACT. Key word : comprehension of mathematic concept, actively better knowledge
PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE BERBAGI PENGETAHUAN SECARA AKTIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMPN 1 KOTO XI TARUSAN Yolian Widya Ningsih *), Atus Amadi Putra
Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations
ACTIVE 3 (10) (2014) Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/peshr MINAT DAN MOTIVASI KEGEMARAN OLAHRAGA TERHADAP HASIL TES PEMANDUAN BAKAT
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
JPBSI 5 (1) (2016) Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpbsi PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA MELALUI MODEL THINK TALK WRITE DENGAN PEMANFAATAN
PENERAPAN PENDEKATAN ACCELERATED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PERTAHANAN TUBUH
PENERAPAN PENDEKATAN ACCELERATED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PERTAHANAN TUBUH Indah Nurfadillah 1,Muhammad Muttaqin 2,Milla Listiawati 3 Mahasiswa Program Studi Pendidikan
Journal of Elementary Education
JEE 3 (1) (2014) Journal of Elementary Education http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jee PENINGKATAN PEMBELAJARAN SUMBER DAYA ALAM MELALUI MODEL SNOWBALL THROWING Cintiana Jurusan Pendidikan Guru
PENGARUH PEMBELAJARAN DIAGRAM ROUNDHOUSE DISERTAI MODUL TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN DI MTSN DEWANTARA
Jurnal EduBio Tropika, Volume 3, Nomor 2, Oktober 2015, hlm. 51-97 Ida Safitri Prodi Magister Pendidikan Biologi PPs Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh Muhibbuddin Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN PERSUASI DI KELAS VIII.D SMP NEGERI 2 LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN.
ABSTRACT EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN PERSUASI DI KELAS VIII.D SMP NEGERI 2 LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN. Oleh Rifera Listianda 1, Nursaid 2, Ramadansyah
