NIHONGO NO BAKARI NO JOUDOUSHI NO
|
|
|
- Lanny Sudjarwadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 NIHONGO NO BAKARI NO JOUDOUSHI NO SHIYOU KERTAS KARYA Dikerjakan O L E H MARIANI SARI NIM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS SASTRA PROGRAM PENDIDIKAN NON-GELAR SASTRA BUDAYA BIDANG STUDI BAHASA JEPANG MEDAN 2009
2 NIHONGO NO BAKARI NO JODOUSHI NO SHIYOU KERTAS KARYA Dikerjakan O L E H MARIANI SARI NIM Pembimbing Pembaca Drs. H. Yuddi Adrian, M.MA Drs. Eman Kusdiyana, M.Hum NIP NIP Kertas karya ini diajukan kepada panitia ujian pendidikan Non-Gelar Fakultas Sastra USU Medan, untuk melengkapi salah satu syarat ujian Diploma III Bidang Studi Bahasa Jepang UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS SASTRA PROGRAM PENDIDIKAN NON-GELAR SASTRA BUDAYA BIDANG STUDI BAHASA JEPANG MEDAN 2009
3 Disetujui Oleh : Program Diploma Bahasa Jepang Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Medan Program Studi D3 Bahasa Jepang Ketua, Adriana Hasibuan S.S, M,Hum NIP Medan, JUNI 2009
4 PENGESAHAN Diterima Oleh : Panitia Ujian Program Pendidikan Non-Gelar Sastra Budaya Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Medan, untuk Melengkapi salah satu syarat Ujian Diploma III Bidang Studi Bahasa Jepang Pada : Tanggal : Hari : Program Diploma Sastra Budaya Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Dekan, Drs. Syaifuddin, M.A., Ph.D. NIP Panitia : No Nama Tanda Tangan 1 Adriana Hasibuan, S.S., M. Hum ( ) 2 Drs. H.Yuddi Adrian M.MA ( ) 3 Drs. Eman Kusdiyana, M.Hum ( )
5 KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadiran Allah SWT atas berkah dan rahmatnyalah Penulis dapat menyelesaikan kertas karya yang berjudul NIHON GO NO BAKARI NO JODOUSHI NO TSUKAIKATA Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna, dan masih terdapat kekurangan dari tata bahasa maupun isi pembahasan. Dengan kerendahan hati penulis menyambut kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan kertas karya ini. Dalam penulisan kertas karya ini, penulis banyak menerima bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini Penulis menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga, terutama: 1. Bapak Drs. Syaifuddin,M.A.Ph.d, selaku dekan Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Adriana Hasibuan,S.S.M.Hum. selaku Ketua Jurusan Bahasa Jepang Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Drs. H. Yuddi Adrian,S.S.M.Hum. selaku Dosen Pembimbing yang dengan ikhlas telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan pengarahan kepada Penulis sehingga dapat menyelesaikan kertas karya ini. 4. Bapak Drs. Eman Kusdiyana, M.Hum selaku Dosen Pembaca. 5. Bapak Drs. Eman Kusdiyana,M.Hum. selaku Dosen Wali. 6. Bapak dan Ibu Dosen Bahasa Jepang, yang dengan ikhlas memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis selama menjadi Mahasiswa. 7. dari semuanya, yang teristimewa buat Orang Tua, Bapak Iskandar Muda dan Ibu Titin Rahmadani, yang telah mencurahkan tenaga dan sumbangan serta
6 jerih payahnya untuk menjadikan Penulis dapat menyelesaikan kertas karya ini dengan baik. 8. Buat Agus Hermanto yang selalu mendukung dan memberi semangat kepada Penulis. 9. Buat Kakakku Puspita Sari dan Adik-adikku Hatta Idris dan Sulaiman Hatta yang selalu menghiburku. 10. Buat teman-teman Mahasiswa di Fakultas Sastra Jurusan Bahasa Jepang Universitas Sumatera Utara. Terutama buat sahabatku Novi dan Evi. 11. Buat teman teman SMUN 13 Medan terutama anak-anak IPA 2 Angkatan 06, terutama buat sahabatku Yudha Pratama Putra yang telah memperbaiki komputerku dan buat Novri yang telah memberikan tenaga sehingga Penulis dapat menyelesaikan kertas karya ini. 12. Buat seluruh Pengajar dan Anak didik di SMP/SMA Mayjend Sutoyo 13. Buat seluruh teman-teman Yumei Dancers. 14. Dan terakhir buat kesunyian yang selalu setia menemaniku. Medan, Juni 2009 MARIANI SARI NIM :
7 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... iii BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Alasan Pemilihan Judul Tujuan Penulisan Pembatasan Masalah Metode Penulisan... 2 BAB II : PENGERTIAN JODOUSHI (Kata Kerja Bantu) 2.1 Karakteristik Jodoushi Bentuk bentuk Jodoushi Bentuk bentuk Perubahan Jodoushi... 6 BAB III : PENGGUNAAN KATA VERBA BANTU BAKARI 3.1 Bakari digunakan dalam Verba bentuk Ta + Bakari Bakari digunakan dalam Verba bentuk Te + Bakari Iru Bakari digunakan dalam Verba bantu Kamus + Bakari Bakari digunakan dalam Kata Benda Bakari digunakan dalam Kata Keterangan...13 BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA... 15
8 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Alasan Pemilihan Judul Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh manusia untuk menyatakan suatu maksud kepada orang lain. Apabila kita berada di tengah-tengah suatu lingkungan masyarakat yang menggunakan suatu bahasa yang sama sekali tidak kita pahami dan mendengar percakapan orang-orang yang menggunakan bahasa tersebut, maka kita akan bingung sehingga komunikasi pun akan terhambat. Hubungan kerjasama Indonesia dengan Jepang, akhir-akhir ini semakin meningkat baik dalam bidang teknologi maupun ekonomi dan sosial budaya. Dengan adanya hubungan kerjasama ini orang Jepang pun semakin banyak yang ingin mempelajari bahasa Jepang dan sebaliknya orang Jepang pun semakin banyak yang ingin mempelajari bahasa Indonesia sehinga ini menyebabkan hubungan kerjasama tersebut dapat berjalan dengan baik. Tetapi dalam mempelajari bahasa Jepang bukanlah hal mudah karena bahasa Jepang mempunyai tata bahasa yang berbeda dengan behasa Indonesia. Karena adanya perbedaan tata bahasa ini, sering ditemui kejanggalan dalam penerjemahan. Di dalam bahasa Jepang yang selama ini penulis pelajari, penggunaan bakari yang masing-masing memiliki perbedaan arti. Oleh karena itu, dalam kertas karya ini Penulis, mencoba membahas tentang cara penggunaan verba bantu bakari pada kalimat.
9 1.2 Tujuan Penulisan Dalam penulisan kertas karya ini Penulis berusaha menjelaskan penggunaan dan arti yang terkasndung dalam kalimat yang menggunakan bakari sebagai kata kerja bantu. 1.3 Pembatasan Masalah Dalam kertas karya ini Penulis hanya memaparkan cara penggunaan bakari pada waktu digunakan dalam kalimat. 1.4 Metode Penulisan Metode penulisan kertas karya ini adalah metode kepustakaan, yaitu Penulis membaca buku tentang gramatikal bahasa Jepang yang berhubungan dengan penggunaan bakari dalam kalimat.
10 BAB II PENGERTIAN JODOUSHI (KATA VERBA BANTU) Jodoushi adalah kelas kata yang termaksud fuzokugo ( kata yang tidak berdiri sendiri dan tidak mempunyai arti tertentu) yang dapat berubah bentuknya.kelas kata ini dengan sendirinya tidak dapat membentuk sebuah bunsetsu (membentuk cabang) apabila dipakai bersamaan dengan kata lain yang dapat menjadi sebuah bunsetsu. 2.1 Karakteristik Jodoushi (Kata Kerja Bantu) 1. Merupakan fuzokugo 2. Dapat berubah bentuknya 3. Terutama dipakai setelah yoogen dan menambah berbagai macam arti. 2.2 Bentuk bentuk Jodoushi (kata Kerja Bantu) Dalam bahasa Jepang, bentuk-bentuk jodoushi ada 2 yaitu yang mengikuti kata yang berkonjugasi dan yang mengikuti kata benda. 1. Yang mengikuti kata yang berkonjugasi Dalam bahasa Jepang arti konjugasi sendiri adalah mengalami perubahan bentuk. Setelah kita mengerti konjugasi, maka ada beberapa bentuk-bentuk perubahan konjugasi dalam bahasa Jepang. Bentuk-bentuk konjugasi dalam bahasa Jepang adalah :
11 a. Mizenkei Mizenkei adalah verba yang menyatakan aktifitas atas tindakan yang belum terjadi sampai sekarang. Verba mizenkei dapat diikuti dengan akhiran bentuk nai. Contoh : 1. Ikimasu + Nai = Ikanai (tidak pergi). Tomodachi wa konsaato e ikanai. (Teman saya tidak pergi ke konser). b. Renyoukei Renyoukei adalah verba yang menyatakan kelanjutan atau akan dilaksanakan aktifitas. Verba renyoukei dapat diikuti dengan akhiran bentuk masu, tai, dan tagaru. Contoh : 1. Masu + Iku = Ikimasu (pergi) Kyou, watashi wa jitensha de gakkoe ikimasu. Hari ini, saya pergi ke sekolah dengan sepeda. 2. Tai + Yomu = Yomitai (ingin membaca) Watashi wa kono hon o yomitai (ingin baca) Saya ingin membaca buku ini. c. Sushikei Sushikei adalah verba yang pada waktu dipakai mengikuti ujaran. Verba sushikei dapat diikuti dengan akhiran bentuk...mai dan..sou da.
12 Contoh : 1. Mai + Furi = Furimai (tidak turun) Shinbun ni yoru to, ashita ame ga furimai Menurut surat kabar, besok hujan tidak turun. 2. Sou da + Takaku = Takaku sou da (katanya mahal) Nihon ni wa tabemono ga takaku sou da. Di Jepang, makanan katanya mahal. d. Rentaikei Rentaikei adalah verba yang diikuti taigen (kata yang menghubungkannya). Verba rentaikei dapat diikuti dengan akhiran bentuk waga, dono, ano dan lain-lain. Contoh : 1. Waga + Kuni = Waga kuni (negri saya). Waga kuni no kinen hi desu. Hari kenangan negri saya. 2. Ano + Toki = Ano toki (waktu itu). Ano toki wa shiken ga totemo muzukashikatta. Waktu itu ujian sangat susah.
13 2. Yang mengikuti kata benda 1. Rashii + Otooko no ko = Otooko no ko rashii (seperti anak laki-laki). 2. Da + Hito = Hito da (orang). 3. Desu + Watashi = Watashi desu (saya). 2.3 Bentuk bentuk Perubahan Jodoushi 1. Shieki (perintah) 1. Sensei ga minna ni uta o utawasemasu. (Pak guru menyuruh semuanya menyanyikan lagu). 2. Chichi ga ani o koujou ni kosasemasu. (Ayah menyuruh kakak laki-laki saya datang ke pabrik). Kata semasu dan sasemasu menyatakan bahwa aktifitas tersebut merupakan suruhan untuk melakukan suatu kejadian. Orang yang melakukan kejadian tersebut menjadi subjek dalam kalimat itu. 2. Ukemi (pasif) 1. Taroo san ga Chichi ni tagaremasu. (Taroo dipeluk Ayah). 2. Tanaka ga Taroo ni tasukaremasu. (Tanaka ditolong oleh Taroo).
14 Pemakaian kata raru dan rareru sebagai bentuj pasif menunjukkan bahwa aktifitasnya tidak dilakukan oleh diri sendiri. Tetapi menunjukkan bahwa diri sendiri mendapat perlakuan dari orang lain. Subjek dalam kalimat diatas adalah oarang yang menerima perlakuan dari orang lain, sedangkan orang yang melakukan aktifitas dinyatakan dengan pelengkap. 3. Kanoo (dapat) 1. Koko kara choojoo e ikaremasu. (dari sini dapat pergi ke puncak). Menyatakan makna potensial melakukan suatu aktifitas. 4. Jihatsu (pendapat sendiri) 1. Mukashi no koto ga omowaremasu. (Teringat hal-hal yang terjadi dulu). Menyatakan makna suatu kejadian, keadaan, atau aktifitas terjadi atau dilakukan secara alami. 5. Sonkei (Bentuk hormat) 1. Shachoo wa yoso e dekakeremasu. (Pemimpin perusahaan pergi ke tempay lain). Kata raremasu dalam kalimat diatas, menyatakan rasa hormat terhadap orang yang
15 dibicarakan (termaksud benda-benda, keadaan, atau hal-hal yang berhubungan dengannya) dengan cara menaikkan derajat orang yag dibicarakan. 6. Uchikeshi (sangkalan) 1. Taroo san wa mikan o tabenai. (Taroo tidak makan jeruk). Akhiran nai pada kata kerja diatas, menidakkan atau menyangkal suatu kegiatan yang dilakukan. 7. Teinei (halus) 1. Ame ga furimasu. (turun hujan). Kata masu menyatakan perasaan hormat dan sopan. 8. Suiryo (niat) 1. Gogo ni wa sora mo hareyoo. (Pada siang hari (mungkin) langit pun akan cerah). Yoo dipakai pada ungkapan perkiraan yang sederhana. Apabila subjek pada kalimat itu orang pertama, maka kata yoo dapat menyatakan suatu kemauan.
16 9. Kako (lampau) 1. Kinoo, boku wa suika o tabemashita. (Kemarin, saya makan semangka). Akhiran ta menyatakan bahwa suatu kegiatan sudah terjadi dilakukan. 10. Kiboo (keinginan, harapan) 1. Natsuyasumi ni wa umi ni ikitai desu. (Pada waktu liburan musim panas ingin pergi ke laut). Kata tai, menyatakan harapan diri sendiri. Oleh karena itu, yang menjadi subjek dalam kalimat tersebut adalah pembicara seniri (orang pertama). 11. Handan (pernyataan) 1. Kasa jizoo wa nihon no minwa desu. (Kasa jizoo adalah cerita rakyat jepang). Kata desu menyatakan keputusan yang jelas. 12. Tatoe (pemisalan) 1. Ano yama wa marude Fujisan no yoo desu. (Gunung itu kelihatannya seperti gunung fuji).
17 13. Denbun (kedengarannya, katanya) 1. Ano mori ni wa tengu ga deru soo desu. (Katanya di hutan ada hantu berhidung panjang). Denbun adalah jenis jodoushi yang dipakai pada waktu menyampaikan atau memberitahukan lagi berita atau kabar yang didengar orang lain kepada orang lain. 14. Youtai (kelihatannya) 1. Kono mori wa kuma ga isoo desu. (Kelihatannya dihutan ini ada beruang). Youtai menyatakan dugaan atau perkiraan setelah melihat keadaan atau suasana yang sebenarnya.
18 BAB III PENGGUNAAN KATA VERBA BANTU BAKARI Penggunaan verba bantu bakari dalam kalimat mempunyai makna yang berbeda-beda. Hal ini karena posisi bakari dalam kalimat mempengaruhi arti. 3.1 Bakari digunakan dalam verba Ta + bakari. Penggunaannya dirangkaikan di belakang bentuk ta dari kata kerja. Bagi pembicara, V-ta bakari digunakan terutama ketika ingin mengatakan singkatnya waktu setelah suatu kejadian berakhir. 1. Kare wa sengetsu nihon e kita bakari desu. (Dia datang ke jepang baru bulan lalu). 2. A : Osoku natte, sumimasen. (Maaf, saya terlambat). B : Iie, watashi mo ima kita bakari desu. (Tidak apa, saya juga baru datang). Pola kalimat ini melukiskan si pembicara bahwa kejadian itu terjadinya belum lama berselang. Bentuk Ta + Bakari bisa pula dipakai waktu setelah kejadiannya, asal si pembicara merasa bahwa waktu itu pendek 3.2 Bakari digunakan sebagai Verba Te + Bakari Iru Pada ungkapan V-te bakari iru, pembicara menggunakannay secara kritis pada kasus yang menyatakan mengulangi berkali-kali hal yang sama atau hal yang terdapat pada keadaan yang selalu sama atau menyatakan hanya melakukan kegiatan
19 tersebut dilakukan secara berulang-ulang. 1. Kare wa nete bakari iru. (Dia hanya tidur terus). 2. Asonde bakari inakute, benkyoushinasai. (Belajarlah dan jangan bermain terus). 3.3 Bakari digunakan dalm Verba bentuk kamus + Bakari Bakari yang menyatakan selesainya persiapan dan menjadi situasi yang kapan pun dapat beralih ketindakan berikutnya. Dan menyatakan seseorang siap melakukan sesuatu. Bakari dirangkaikan dibelakang kata kerja bentuk kamus. 1. Ryouri wa junbi ga dekite, shokujisaseru bakari desu. (Makanan sudah siap dan siap untuk disantap). 2. Ato wa shaken o ukeru bakari desu. (Selanjutnya siap untuk mengikuti ujian). 3.4 Bakari digunakan dalam Kata Benda + Bakari Bakari yang penggunaannya dirangkaikan dengan denaku..mo. Bentuk bakari denaku..mo menyatakan arti tidak hanya.. tapi juga. Selain partikel mo sering juga digunakan partikel made atau sae.
20 1. Harada san wa piano bakari denaku, uta mo umai desu. (Harada tidak hanya main piano tetapi juga menyanyi) 2. Eigo bakari denaku, furansugo mo benkyoushitai desu. (saya ingin belajar tidak hanya bahasa Inggris tetapi juga ahasa Perancis). 3.5 Bakari digunakan sebagai Kata Keterangan + Bakari Penggunaannya dihubungkan dengan kata-kata yang menyatakan jumlah dan pada dasarnya menyatakan angka. Pemakaian bakari ini biasanya mengandung konotasi yang menunjukkan jumlah terendah atau tidak begitu banyak. Menunjukkan arti kira-kira. Bakari dihubungkan juga dengan kata sukoshi (sedikit), wazuka (sedikit), shoushou (sedikit,agak) dan lain-lain. 1. Ashita kara futsaka bakari ryokouni itte kimasu. (Mulai besok pagi, saya mengadakan perjalanan kira-kira dua hari) 2. Ringo o mitte bakari kudasai. (Berikan apel kira-kira tiga buah).
21 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Penggunaan bakari didalam kalimat dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Bakari yang menyatakan suatu kegiatan dilakukan secara berulang-ulang. 2. Bakari menyatakan persiapan. 3. Bakari yang mempunyai arti hanya. 4. Bakari yang menyatakan kira-kira. 4.2 Saran Penulis mengharapkan kepada pembaca agar dapat mengetahui pengertian dan cara penggunaan bakari secara tepat, teliti, dan berlatih dengan sungguh-sungguh.
22 DAFTAR PUSTAKA Akiko Makino 1998.Minna No Nihongo II. Tokyo: surlie Nettowaku. Massatoshi Hisose, Kakuko Shoji. Dkk Effective Japanese Usage Guide. Tokyo: Kondansha Ltd. Naoko chino Partikel Penting Bahasa Jepang. Jakarta: Kesaint Blanc. Seiichi makino, Michio Tsusui A Dictionary Of Basic Japanese Grammar. Tokyo: The Japan Times. Situmorang Hamzon Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Medan: Universitas Sumatera Utara Press. Sudjianto, Dahidi Ahmad Pengantar Linguistik Bahasa Jepang. Jakarta: Kesaint Blanc.
SOBA KERTAS KARYA. Dikerjakan WAHYU HIDAYAT NIM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS SASTRA PROGRAM PENDIDIKAN NON-GELAR SASTRA BUDAYA
SOBA KERTAS KARYA Dikerjakan O L E H WAHYU HIDAYAT NIM 072203036 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS SASTRA PROGRAM PENDIDIKAN NON-GELAR SASTRA BUDAYA BIDANG STUDI BAHASA JEPANG MEDAN 2010 SOBA KERTAS
PEMAKAIAN GAIRAIGO DALAM TEXT BACAAN BUKU INTERMEDIATE JAPANESE
PEMAKAIAN GAIRAIGO DALAM TEXT BACAAN BUKU INTERMEDIATE JAPANESE INTERMEDIATE JAPANESE HON NO TEKISUTO NI OKERU GAIRAIGO NO SHIYOU SKRIPSI Skripsi ini diajukan Kepada Panitia Ujian Fakultas Sastra Universitas
ANALISIS MAKNA KALIMAT PENGANDAIAN BAHASA JEPANG DALAM NOVEL NORUWEI NO MORI ( DITINJAU DARI SEGI SEMANTIK)
ANALISIS MAKNA KALIMAT PENGANDAIAN BAHASA JEPANG DALAM NOVEL NORUWEI NO MORI ( DITINJAU DARI SEGI SEMANTIK) IMIRON KARA MIRU NORUWEI NO MORI NO SHOUSETSU NI OKERU JOUKENBUN NO IMI NO BUNSEKI SKRIPSI Skripsi
ANALISIS KONTRASTIF KATA KETERANGAN BAHASA INDONESIA DAN FUKUSHI BAHASA JEPANG DITINJAU DARI SINTAKSIS
ANALISIS KONTRASTIF KATA KETERANGAN BAHASA INDONESIA DAN FUKUSHI BAHASA JEPANG DITINJAU DARI SINTAKSIS TOUGORON KARA MIRU NIHON GO NO FUKUSHI TO INDONESIA GO NO KATA KETERANGAN TO NO HIKAKU SKRIPSI Skripsi
no ni digunakan untuk menunjukkan tujuan kegunaan, cara penggunaan,dll. Memiliki arti "memiliki kegunaan untuk...".
no ni no ni digunakan untuk menunjukkan tujuan kegunaan, cara penggunaan,dll. Memiliki arti "memiliki kegunaan untuk...". pembentukannya: bentuk kamus + no ni... biasanya setelah no ni di gunakan kata
ANALISIS FUNGSI DAN MAKNA VERBA BENTUK TE IKU DAN [PIITAA PAN TO WENDI] NO SHOUSETSU NO -TE IKU TO -TE SKRIPSI. Oleh: LISAMAYASARI NIM:
ANALISIS FUNGSI DAN MAKNA VERBA BENTUK TE IKU DAN TE KURU DALAM NOVEL PIITAA PAN TO WENDI [PIITAA PAN TO WENDI] NO SHOUSETSU NO -TE IKU TO -TE KURU TO IU DOUSHI NO KINOU TO IMI NO BUNSEKI SKRIPSI Skripsi
BAB I PENDAHULUAN. hal ini disebabkan karena keunikan dari bahasa-bahasa tersebut.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa-bahasa di dunia sangat banyak, dan para penuturnya juga terdiri dari berbagai suku bangsa atau etnis yang berbeda-beda. Oleh sebab itu setiap bahasa
DOSEN : TEAM TEACHING Drs. AHMAD DAHIDI, M.A. LINNA MEILIA.R, M. Pd. JUJU JUANGSIH, M.Pd. NOVIYANTI. A, M. Pd.
Silabus 1 08/09 SILABUS SHOKYU SAKUBUN I TAHUN AKADEMIK 2008/ DOSEN : TEAM TEACHING Drs. AHMAD DAHIDI, M.A. LINNA MEILIA.R, M. Pd. JUJU JUANGSIH, M.Pd. NOVIYANTI. A, M. Pd. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA JEPANG
ANALISIS POLISEMI VERBA DERU DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG NIHONGO NO BUNSHOU NI OKERU (DERU) NO TAGIGO NO BUNSEKI SKRIPSI
ANALISIS POLISEMI VERBA DERU DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG NIHONGO NO BUNSHOU NI OKERU (DERU) NO TAGIGO NO BUNSEKI SKRIPSI Skripsi ini diajukan kepada Panitia Ujian Fakultas Ilmu Budaya Medan untuk melengkapi
UNGKAPAN MAKNA VERBA SHIKARU DAN OKORU SEBAGAI SINONIM
UNGKAPAN MAKNA VERBA SHIKARU DAN OKORU SEBAGAI SINONIM Nandi S. Departemen sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan
PEMAHAMAN KATA YANG MENUNJUKKAN TEMPAT DAN ARAH DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA *
PEMAHAMAN KATA YANG MENUNJUKKAN TEMPAT DAN ARAH DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA * Dewi Kania Izmayanti Staf Pengajar Jurusan Bahasa Jepang Universitas Bung Hatta, Padang [email protected] Abstrak
ANALISIS JODOUSHI ~SOUDA DAN ~YOUDA DALAM BAHASA JEPANG DITINJAU DARI SEGI SEMANTIK DAN SINTAKSIS
ANALISIS JODOUSHI ~SOUDA DAN ~YOUDA DALAM BAHASA JEPANG DITINJAU DARI SEGI SEMANTIK DAN SINTAKSIS SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian
ANALISIS ADAPTASI UPACARA MINUM TEH ( CHANOYU ) DI INDONESIA INDONESIA NO CHANOYU NO TEKIOU NO BUNSEKI. Skripsi
ANALISIS ADAPTASI UPACARA MINUM TEH ( CHANOYU ) DI INDONESIA INDONESIA NO CHANOYU NO TEKIOU NO BUNSEKI Skripsi Skripsi Ini Diajukan Kepada Panitia Ujian Fakultas Sastra Medan Untuk Melengkapi Salah Satu
MINAMI KALIMANTAN NO BUKIT HULU BANYU ZOKU NO DENTOUTEKI NA FUKU
MINAMI KALIMANTAN NO BUKIT HULU BANYU ZOKU NO DENTOUTEKI NA FUKU KERTAS KARYA DIKERJAKAN O L E H RAWINDA AFRISNA NIM. 072203006 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS SASTRA PROGRAM PENDIDIKAN NON-GELAR SASTRA
BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PARTIKEL GURAI DAN GORO. Menurut Drs. Sugihartono ( 2001:178 ), joshi adalah jenis kata yang tidak
BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PARTIKEL GURAI DAN GORO 2.1 Pengertian Partikel Menurut Drs. Sugihartono ( 2001:178 ), joshi adalah jenis kata yang tidak mengalami perubahan dan tidak bisa berdiri sendiri
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) Nama Mata Kuliah : Bahasa Jepang 2 Kode/SKS : 2 Semester : 3 Kelompok Mata Kuliah : MKU/MKDP/MKKP/MKKF/MKKPS/MKPP *) Status Mata Kuliah : Wajib/Pilihan
BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG JOSHI
BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG JOSHI 2.1 Pengertian Joshi Joshi memiliki beberapa pengertian. Salah satu pengertian joshi dapat dilihat dari penulisannya. Istilah joshi ditulis dengan dua buah huruf kanji.
Introductory Japanese. SESSION 3 and SESSION 4
Introductory Japanese SESSION 3 and SESSION 4 Pelajaran hari ini Meneruskan percakapan/ekspresi sehari hari Tata bahasa tingkat pemula (introductory): he (e), ni, de, wo (o) Tambahan: Daftar kata benda
Yarimorai (memberi dan menerima)
Yarimorai (memberi dan menerima) oleh Belajar Bahasa Jepang - Nihongo o Benkyoushimasu pada 21 Februari 2011 pukul 13:11 Penggunaan ~ageru, ~kureru, ~morau I. AGERU, KURERU, MORAU AGERU ageru artinya memberi
ANALISIS PEMBUKA SURAT BERBAHASA JEPANG DALAM BUKU KORESPONDENSI BAHASA JEPANG SKRIPSI
ANALISIS PEMBUKA SURAT BERBAHASA JEPANG DALAM BUKU KORESPONDENSI BAHASA JEPANG SKRIPSI Skripsi ini diajukan kepada panitia ujian Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara untuk melengkapi salah satu syarat
KESALAHAN SINTAKSIS BAHASA JEPANG TULIS MAHASISWA SASTRA JEPANG UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
KESALAHAN SINTAKSIS BAHASA JEPANG TULIS MAHASISWA SASTRA JEPANG UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Mhd. Pujiono Departemen Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Penelitian ini bertujuan
SKRIPSI ANALISIS MAKNA GITAIGO DALAM CERITA BOKU NO OJISAN BOKU NO OJISAN NO HANASU NO NAKA NI GITAIGO NO IMI NO BUNSEKI
SKRIPSI ANALISIS MAKNA GITAIGO DALAM CERITA BOKU NO OJISAN BOKU NO OJISAN NO HANASU NO NAKA NI GITAIGO NO IMI NO BUNSEKI OLEH: MINHATUL MAULA NIM : 080722010 Skripsi ini diajukan Kepada Panitia Ujian Fakultas
SHORINJI KEMPO DI INDONESIA INDONESIA DE NO SHORINJI KEMPO
SHORINJI KEMPO DI INDONESIA INDONESIA DE NO SHORINJI KEMPO KERTAS KARYA Dikerjakan O L E H JUINDA ESA PUTRI NIM : 112203024 PROGRAM STUDI BAHASA JEPANG D-III FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
PERKEMBANGAN EKONOMI JEPANG PASCA PERANG DUNIA II KERTAS KARYA. Dikerjakan ROY PUTRA F.L. TOBING NIM : PROGRAM STUDI DIII BAHASA JEPANG
PERKEMBANGAN EKONOMI JEPANG PASCA PERANG DUNIA II KERTAS KARYA Dikerjakan O L E H ROY PUTRA F.L. TOBING NIM : 082203024 PROGRAM STUDI DIII BAHASA JEPANG FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
UNGKAPAN DALAM BAHASA JEPANG YANG MENUNJUKKAN KERAMAHAN DAN KEAKRABAN. Oleh Fenny Febrianty. Abstrak
UNGKAPAN DALAM BAHASA JEPANG YANG MENUNJUKKAN KERAMAHAN DAN KEAKRABAN Oleh Fenny Febrianty Abstrak Ungkapan yang menunjukkan keramahan dan keakraban dalam bahasa Jepang dapat ditunjukkan dengan berbagai
STRUKTUR KELUARGA MASYARAKAT AGRARIS KE INDUSTRI DI JEPANG
STRUKTUR KELUARGA MASYARAKAT AGRARIS KE INDUSTRI DI JEPANG D I S U S U N OLEH : AZWIN EFENDI NIM : 082203056 PROGRAM STUDI DIII BAHASA JEPANG FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013 STRUKTUR
BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG KEIGO
BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG KEIGO 2.1. Pengertian Keigo Keigo dalam bahasa Indonesia disebut bahasa hormat. Bahasa hormat sepadan dengan bahasa halus atau bahasa lemas sebagai istilah yang dipungut dari
PERBANDINGAN FUNGSI DAN MAKNA FUKUSHI YANG DALAM NOVEL BOTCHAN KARYA NATSUME SOUSEKI
PERBANDINGAN FUNGSI DAN MAKNA FUKUSHI YANG DALAM NOVEL BOTCHAN KARYA NATSUME SOUSEKI Oleh Ni Luh Gede Suriasih 1001705002 Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Udayana Abstract
PASUKAN KAMIKAZE DALAM SEJARAH MILITER JEPANG PADA PERANG DUNIA II KAMIKAZE BUTAI DE DAINI SEKAI TAISEN NI NIHON GUN NO REKISHI DE ARU SKRIPSI
PASUKAN KAMIKAZE DALAM SEJARAH MILITER JEPANG PADA PERANG DUNIA II KAMIKAZE BUTAI DE DAINI SEKAI TAISEN NI NIHON GUN NO REKISHI DE ARU SKRIPSI Skripsi Ini Diajukan Kepada Panitia Ujian Fakultas Ilmu Budaya
ANALISIS PESAN MORAL ON, GIMU, DAN GIRI DALAM NOVEL TOKYO TOWER KARYA LILY FRANKY
ANALISIS PESAN MORAL ON, GIMU, DAN GIRI DALAM NOVEL TOKYO TOWER KARYA LILY FRANKY RIRI FURANKI SAN GA TSUKUTTA TOUKYO TAWAA TO IU SHOUSETSU NO ON, GIMU, GIRI NO DOUGI NO DENGON NO BUNSEKI SKRIPSI Skripsi
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. mengenai makna, fungsi, dan pemakaian masing-masing dari kibou hyougen ~tai
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dalam analisis pada bab sebelumnya, telah diuraikan secara khusus mengenai makna, fungsi, dan pemakaian masing-masing dari kibou hyougen ~tai dan ~hoshii dalam
BAB 1 PENDAHULUAN. lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:88) mengartikan bahasa sebagai, sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama,
ANALISIS PERBANDINGAN AIKIDO DI JEPANG DAN SILEK DI MINANGKABAU SEBAGAI SENI BELADIRI TRADISIONAL
ANALISIS PERBANDINGAN AIKIDO DI JEPANG DAN SILEK DI MINANGKABAU SEBAGAI SENI BELADIRI TRADISIONAL NIHON NO AIKIDO TO MINANGKABAU NO SILEK NO HIKAKU NO BUNSEKI SKRIPSI Skripsi ini Diajukan Kepada Panitia
BAB I PENDAHULUAN. Setiap bahasa terdiri dari unsur kalimat, klausa, frase dan kata. Salah satu
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap bahasa terdiri dari unsur kalimat, klausa, frase dan kata. Salah satu unsur yang menarik adalah mengenai kalimat, karena kalimat merupakan bentuk penyampaian
BAB I PENDAHULUAN. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan alat untuk berinteraksi dengan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan alat untuk berinteraksi dengan orang lain. Oleh karena itu, bahasa adalah alat yang digunakan sebagai sarana interaksi
ELIPSIS PARTIKEL (JOSHI) DALAM BAHASA JEPANG PADA DIALOG FILM BOKURA GA ITA PART I KARYA TAKAHIRU MIKI SKRIPSI
ELIPSIS PARTIKEL (JOSHI) DALAM BAHASA JEPANG PADA DIALOG FILM BOKURA GA ITA PART I KARYA TAKAHIRU MIKI SKRIPSI OLEH: AYU PUJANING ARDAENU 105110203111003 PROGRAM STUDI SASTRA JEPANG JURUSAN BAHASA DAN
PERAN INDUSTRI KERAJINAN DAN MAKANAN DALAM PERKEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA MEDAN
PERAN INDUSTRI KERAJINAN DAN MAKANAN DALAM PERKEMBANGAN PARIWISATA DI KOTA MEDAN KERTAS KARYA DIKERJAKAN O L E H ANGGITA VELLA SARI NIM : 072204023 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS SASTRA PROGRAM PENDIDIKAN
ANALISIS PENGGUNAAN KATA SALAM DITINJAU DARI SOSIOLINGUISTIK BAHASA JEPANG SHAKAI GENGOGAKU KARA MITA AISATSU KOTOBA NO SHIYŌ NO BUNSEKI
ANALISIS PENGGUNAAN KATA SALAM DITINJAU DARI SOSIOLINGUISTIK BAHASA JEPANG SHAKAI GENGOGAKU KARA MITA AISATSU KOTOBA NO SHIYŌ NO BUNSEKI SKRIPSI Skripsi ini Diajukan Kepada Panitia Ujian Fakultas Sastra
BAB II TINJAUAN UMUM TERHADAP VERBA BANTU -TAI DAN -TAGARU. Dalam tata bahasa Jepang, kata diklasifikasikan menjadi 10 jenis.
BAB II TINJAUAN UMUM TERHADAP VERBA BANTU -TAI DAN -TAGARU 2.1 Pengertian Jodoushi Dalam tata bahasa Jepang, kata diklasifikasikan menjadi 10 jenis. Satu dari sepuluh kelas kata yang perlu dipelajari para
BAB I PENDAHULUAN. mengidentifikasikan diri (KBBI, 2001: 85). Sehingga dapat dikatakan bahwa
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa adalah Sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri
ANALISIS NILAI PRAGMATIK DALAM NOVEL YAKUZA MOON KARYA SHOKO TENDO SHOKO TENDO NO YAKUZA MOON TO IU SHOUSETSU NI OKERU PURAGUMATIKKU KACHI NO BUNSEKI
1 ANALISIS NILAI PRAGMATIK DALAM NOVEL YAKUZA MOON KARYA SHOKO TENDO SHOKO TENDO NO YAKUZA MOON TO IU SHOUSETSU NI OKERU PURAGUMATIKKU KACHI NO BUNSEKI SKRIPSI Skripsi ini diajukan kepada Panitia Ujian
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS SASTRA PROGRAM STUDI S-1 SASTRA JEPANG MEDAN 2008
ANALISIS PEMIKIRAN LIAN HEARN TENTANG SAMURAI DALAM NOVEL ACROSS THE NIGHTINGALE FLOOR ACROSS THE NIGHTINGALE FLOOR NO SHOSETSU NI OKERU SAMURAI NI TSUITE NO LIAN HEARN NO KANGAEKATA NO BUNSEKI SKRIPSI
ANALISIS NOVEL DAERAH SALJU YUKI GUNI NO SHOUSETSU NO BUNSEKI
ANALISIS NOVEL DAERAH SALJU YUKI GUNI NO SHOUSETSU NO BUNSEKI KERTAS KARYA Dikerjakan O L E H NOSTALLEY SRY HELEN NIM: 082203025 PROGRAM STUDI BAHASA JEPANG DIII FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN UNGKAPAN YANG MENUNJUKKAN WAKTU (KALA DAN ASPEK) DALAM KARANGAN BAHASA JEPANG
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN UNGKAPAN YANG MENUNJUKKAN WAKTU (KALA DAN ASPEK) DALAM KARANGAN BAHASA JEPANG Lispridona Diner Universitas Negeri Semarang 130 Lingua V/2 Juli 2009 Abstrak Dalam bahasa Jepang,
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. : VII/Ganjil (Penelitian Skripsi) : Kata Tunjuk Benda (Kono, Sono, dan Ano)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN NAMA SEKOLAH MATA PELAJARAN KELAS/SEMESTER TOPIK ALOKASI WAKTU : SMP Laboratorium UPI : Bahasa Jepang : VII/Ganjil (Penelitian Skripsi) : Kata Tunjuk Benda (Kono, Sono,
BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PEMBENTUKAN KATA DALAM BAHASA JEPANG. kata daigaku universitas terdiri atas dua huruf kanji yaitu dai dan gaku.
BAB II GAMBARAN UMUM TENTANG PEMBENTUKAN KATA DALAM BAHASA JEPANG 2.1 Morfem Dalam Bahasa Jepang Morfem (keitaiso) merupakan satuan bahasa terkecil yang memiliki makna dan tidak bisa dipecahkan lagi ke
SKRIPSI SARJANA PEMEROLEHAN BAHASA MELAYU ANAK USIA 3-4 TAHUN PADA MASYARAKAT DESA PEKAN TANJUNG BERINGIN KECAMATAN
SKRIPSI SARJANA PEMEROLEHAN BAHASA MELAYU ANAK USIA 3-4 TAHUN PADA MASYARAKAT DESA PEKAN TANJUNG BERINGIN KECAMATAN TANJUNG BERINGIN: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Dikerjakan NAMA O L E H : FITRI ARMAYA SARI
ETIKA DAN SOPAN SANTUN DALAM KEGIATAN BISNIS JEPANG NIHON NO BIJINESU NO KATSUDOU NO REIGI TO GYOUGI
ETIKA DAN SOPAN SANTUN DALAM KEGIATAN BISNIS JEPANG NIHON NO BIJINESU NO KATSUDOU NO REIGI TO GYOUGI KERTAS KARYA Dikerjakan O L E H DEBBY ZELVIA NIM: 082203017 PROGRAM STUDI BAHASA JEPANG D-III FAKULTAS
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis pada bab III mengenai kesalahan pemakaian verba ~te kara dan verba ~ta ato de mahasiswa semester 4 dan 6 Fakultas Sastra Jurusan Sastra
ANALISIS PESAN MORAL DALAM NOVEL FURINKAZAN KARYA YASUSHI INOUE YASUSHI INOUE NO FURIKAZAN TO IU SHOUSETSU NI OKERU DOUTOKU NO DENGON NO BUNSEKI
ANALISIS PESAN MORAL DALAM NOVEL FURINKAZAN KARYA YASUSHI INOUE YASUSHI INOUE NO FURIKAZAN TO IU SHOUSETSU NI OKERU DOUTOKU NO DENGON NO BUNSEKI SKRIPSI Skripsi ini Diajukan Kepada Panitia Ujian Fakultas
INTRODUCTORY JAPANESE. Session 7 Session 9
INTRODUCTORY JAPANESE Session 7 Session 9 Session 7: Bentuk ~ta dan contoh pemakaiannya dalam kalimat Bentuk ini digunakan secara umum untuk menunjukkan bentuk lampau, misalnya: telah datang (kimashita
BENTUK DAN PERBEDAAN MAKNA [UCHI NI], [AIDA NI], DAN [KAGIRI] YANG BERFUNGSI SEBAGAI SETSUZOKUSHI DALAM NOVEL RYOMA GA YUKU KARYA RYŌTARŌ SHIBA.
BENTUK DAN PERBEDAAN MAKNA [UCHI NI], [AIDA NI], DAN [KAGIRI] YANG BERFUNGSI SEBAGAI SETSUZOKUSHI DALAM NOVEL RYOMA GA YUKU KARYA RYŌTARŌ SHIBA oleh K. Nastya Anggaraini 1001705008 Program Studi Sastra
PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA BATAK
METAFORA DALAM BAHASA BATAK TOBA SKRIPSI SARJANA Dikerjakan O L E H NAMA : LENCI OMPUSUNGGU NIM : 040703010 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS SASTRA DEPARTEMEN SASTRA DAERAH PROGRAM STUDI BAHASA DAN
PENGARUH PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA JEPANG SEMESTER III UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
PENGARUH PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA JEPANG SEMESTER III UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG SKRIPSI Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan oleh Nama :
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS SASTRA PROGRAM PENDIDIKAN NON GELAR DALAM PROGRAM STUDI PARIWISATA BIDANG KEAHLIAN MANAJEMEN PERHOTELAN
KUALITAS PELAYANAN HOUSE KEEPING DEPARTEMENT DALAM MENINGKATKAN TINGKAT HUNIAN KAMAR DI HOTEL SEMARAK MEDAN KERTAS KARYA DIKERJAKAN O L E H HERIYANSYAH POHAN NIM : 072204014 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
PENGADAAN BAHAN PUSTAKA DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN CABANG FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
PENGADAAN BAHAN PUSTAKA DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN CABANG FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA KERTAS KARYA D I S U S U N OLEH PUSPITA WINDA MISA NIM : 072201009
POTENSI DAN PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN TAPANULI TENGAH
POTENSI DAN PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN TAPANULI TENGAH DISUSUN O L E H SUPRIONO SINAGA NIM : 062204092 FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA PROGRAM STUDI DIPLOMA III PARIWISATA BIDANG
BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Jepang banyak diminati, karena memiliki keunikan tersendiri. Sama
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa Jepang merupakan bahasa yang banyak dipelajari di Indonesia. Bahasa Jepang banyak diminati, karena memiliki keunikan tersendiri. Sama seperti bahasa lainnya,
[~temo ii] & [~nakutemo ii]
[~temo ii] & [~nakutemo ii] oleh Belajar Bahasa Jepang - Nihongo o Benkyoushimasu pada 26 Februari 2011 pukul 16:33 [~temo ii] [~temo ii] menunjukkan izin/persetujuan, dalam bahasa indo berarti "boleh~"
AFIKSASI DALAM BAHASA NIAS
AFIKSASI DALAM BAHASA NIAS SKRIPSI OLEH FEBRIANI LAOLI 070701006 DEPARTEMEN SASTRA INDONESIA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 AFIKSASI DALAM BAHASA NIAS OLEH FEBRIANI LAOLI 070701006
FUNGSI DAN NILAI MORAL PERAYAAN HINAMATSURI BAGI MASYARAKAT JEPANG MODERN
FUNGSI DAN NILAI MORAL PERAYAAN HINAMATSURI BAGI MASYARAKAT JEPANG MODERN GENZAI NIHON SHAKAI NO TAME NO HINAMATSURI NO OIWAI NO KINOU TO DOUTOKU KACHI SKRIPSI Skripsi ini diajukan Kepada Panitia Fakultas
ANALISIS MORALITAS KESETIAAN TOKOH UTAMA NOVEL UESUGI KENSHIN KARYA EIJI YOSHIKAWA
ANALISIS MORALITAS KESETIAAN TOKOH UTAMA NOVEL UESUGI KENSHIN KARYA EIJI YOSHIKAWA Eiji Yoshikawa no Sakuhin Uesugi Kenshin To Iu Shousetsu No Shujinkou No Chuusei No Doutoku No Bunseki SKRIPSI Skripsi
TEKNIK TEKNIK DALAM JUDO JUDO NO GIJUTSU NI TSUITE
TEKNIK TEKNIK DALAM JUDO JUDO NO GIJUTSU NI TSUITE KERTAS KARYA Dikerjakan O L E H PARASATYANDA PUTRA NIM : 112203009 PROGRAM STUDI BAHASA JEPANG DIII FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
FENOMENA JISATSU PADA MASYARAKAT JEPANG
FENOMENA JISATSU PADA MASYARAKAT JEPANG 日本社会の生活での自殺現像 SKRIPSI Skripsi ini diajukan kepada Panitia Ujian Fakultas Ilmu Budaya Medan untuk melengkapi salah satu syarat ujian sarjana dalam Bidang Ilmu Sastra
ANALISIS MAKNA SIMBOLIK DARI SIMBOL-SIMBOL YANG TERDAPAT PADA YOROI MILIK TOYOTOMI HIDEYOSHI
ANALISIS MAKNA SIMBOLIK DARI SIMBOL-SIMBOL YANG TERDAPAT PADA YOROI MILIK TOYOTOMI HIDEYOSHI TOYOTOMI HIDEYOSHI NO YOROI NI OKERU SHINBORU KARA NO SHOUCHOU TEKINA IMI NO BUNSEKI SKRIPSI Skripsi ini diajukan
ANALISIS MAKNA KATA CHIISAI, KOMAKAI, DAN KUWASHI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG ( DITINJAU DARI SEGI SEMANTIK )
ANALISIS MAKNA KATA CHIISAI, KOMAKAI, DAN KUWASHI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG ( DITINJAU DARI SEGI SEMANTIK ) IMIRON KARA MITA NIHONGO NO BUNSHOO NI OKERU CHIISAI KOMAKAI TO KUWASHII NO IMIRON TEKI NO
DEPARTEMEN SASTRA JEPANG FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009
ANALISIS KESETIAAN PADA TOKOH-TOKOH SAMURAI DALAM KOMIK SHANAOU YOSHITSUNE KARYA SAWADA HIROFUMI Skripsi Skripsi Ini Diajukan Kepada Panitia Ujian Fakultas Sastra Medan Untuk Melengkapi Salah Satu Syarat
BAB I PENDAHULUAN. Bahasa memegang peranan yang sangat penting dalam masyarakat sebagai alat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa memegang peranan yang sangat penting dalam masyarakat sebagai alat komunikasi. Penggunaan bahasa oleh manusia merupakan salah satu kelebihan daripada
BUDAYA ANTRI DI JEPANG (NIHON DE NO KYUU NO BUNKA) KERTAS KARYA. Dikerjakan
BUDAYA ANTRI DI JEPANG (NIHON DE NO KYUU NO BUNKA) KERTAS KARYA Dikerjakan O L E H INDAH PERMATA SARI 142203002 PROGRAM STUDI DIII BAHASA JEPANG FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2017
FUNGSI DAN MAKNA YAHARI/YAPPARI DALAM NOVEL RYUSEI NO KIZUNA KARYA KEIGO HIGASHINO (SUATU TINJAUAN DESKRIPTIF) Abstract
FUNGSI DAN MAKNA YAHARI/YAPPARI DALAM NOVEL RYUSEI NO KIZUNA KARYA KEIGO HIGASHINO (SUATU TINJAUAN DESKRIPTIF) oleh Ida Ayu Kade Raga Adiputri 1001705019 Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Sastra dan
ANALISIS PERBANDINGAN KOUBAN DI JEPANG DENGAN POS POLISI DI INDONESIA NIHON NI OKERU KOUBAN TO INDONESIA NI OKERU POSU PORISHI NO HIKAKU NO BUNSEKI
ANALISIS PERBANDINGAN KOUBAN DI JEPANG DENGAN POS POLISI DI INDONESIA NIHON NI OKERU KOUBAN TO INDONESIA NI OKERU POSU PORISHI NO HIKAKU NO BUNSEKI SKRIPSI Skripsi ini diajukan kepada Panitia Ujian Fakultas
BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang penting dalam kontak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang penting dalam kontak sosial antarmanusia, karena kehidupan manusia yang tidak lepas dari aktivitas berkomunikasi
BAB I PENDAHULUAN. oleh manusia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa adalah sistem
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan alat komunikasi atau alat interaksi yang hanya dimiliki oleh manusia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbriter,
BAB I PENDAHULUAN. kegiatan komunikasi (Sutedi:2003). Modalitas merupakan kata keterangan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Modalitas merupakan kategori gramatikal yang digunakan pembicara dalam menyatakan suatu sikap terhadap sesuatu kepada lawan bicara, seperti dengan menginformasikan,
S I L A B U S UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA FAKULTAS : SASTRA JURUSAN : SASTRA JEPANG
S I L A B U S UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA FAKULTAS : SASTRA JURUSAN : SASTRA JEPANG MATA KULIAH : SAKUBUN II (SKS: 2 ) KODE MATA KULIAH : 03SJI NAMA DOSEN : AHMAD DAHIDI, DRS, M.A. PROGRAM STUDI : BAHASA
SKRIPSI. Henni Triana. Manik NIM :
ANALISIS PSIKOLOGIS TOKOH SHOKO TENDO DALAM NOVEL YAKUZA MOON KARYA SHOKO TENDO YAKUZA MOON NO SHOSETSU NI OKERU SHUJINKO SHINRITEKI NO BUNSEKI SKRIPSI Skripsi ini diajukan kepada Panitia Ujian Fakultas
Bab 1. Pendahuluan. semua ahli yang bergerak dalam bidang pengetahuan yang lain semakin memperdalam
Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Belakangan ini makin dirasakan betapa pentingnya fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Kenyataan yang dihadapi dewasa ini adalah bahwa selain ahli-ahli bahasa, semua
SEJARAH PERKEMBANGAN HAIKU MENUJU GO INTERNATIONAL GO INTERNATIONAL NI YUKU HAIKU NO HATTEN NO REKISHI SKRIPSI. Oleh : RIFKI SETIAWAN LUBIS
SEJARAH PERKEMBANGAN HAIKU MENUJU GO INTERNATIONAL GO INTERNATIONAL NI YUKU HAIKU NO HATTEN NO REKISHI SKRIPSI Skripsi ini diajukan kepada Panitia Ujian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara
Ekor Verba -u/-ru sebagai Konstituen Penyambung dalam Bahasa Jepang, Sebuah Pemikiran
HUMANIORA INOVASI Vol.16/XXII/Maret 2010 Ekor Verba -u/-ru sebagai Konstituen Penyambung dalam Bahasa Jepang, Sebuah Pemikiran R o n i Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya Fakultas Sastra
MITOLOGI DEWA-DEWI JEPANG DALAM KOMIK NARUTO KARYA MASASHI KISHIMOTO
MITOLOGI DEWA-DEWI JEPANG DALAM KOMIK NARUTO KARYA MASASHI KISHIMOTO MASASHI KISHIMOTO NO SAKUHIN NO NARUTO TOIU MANGA DE NIHON NO KAMIGAMI NO SHINWA SKRIPSI Skripsi ini diajukan kepada Panitia Ujian Fakultas
SAPTA PESONA DALAM MENINGKATKAN PROMOSI SADAR WISATA DI MEDAN
SAPTA PESONA DALAM MENINGKATKAN PROMOSI SADAR WISATA DI MEDAN KERTAS KARYA DISUSUN O L E H DIAN PERMANA ALAM NIM : 072204022 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS SASTRA PROGRAM PENDIDIKAN NON GELAR DALAM
BAB I PENDAHULUAN. alat komunikasi. Penggunaan bahasa oleh manusia merupakan salah satu. serta latar belakang suatu bangsa (Simatupang, 1999 : 8)
BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang dan Permasalahan 1.1.1 Latar Belakang Bahasa memegang peranan yang sangat penting dalam masyarakat sebagai alat komunikasi. Penggunaan bahasa oleh manusia merupakan
Pergi kemana? どこへ行きますか
Pergi kemana? どこへ行きますか i Oleh : Ahmad Hasnan www.oke.or.id doko e ikimasuka. pergi kemana, pertanyaan ini mudah dan sering digunakan dalam bepergian,dalam artikel edisi ini akan di bahas cara bertanya
JENIS, STRUKTUR, SERTA VARIASI TERJEMAHAN HATSUWA DAN DENTATSU NO MODARITI DALAM NOVEL KOGOERU KIBA KARYA ASA NONAMI
JENIS, STRUKTUR, SERTA VARIASI TERJEMAHAN HATSUWA DAN DENTATSU NO MODARITI DALAM NOVEL KOGOERU KIBA KARYA ASA NONAMI Sarah Mayung Sarungallo Program Studi Sastra Jepang Fakultas Sastra dan Budaya Universitas
ANALISIS HUBUNGAN MANUSIA DALAM CERPEN IMOGAYU KARYA AKUTAGAWA RYUNOSUKE
ANALISIS HUBUNGAN MANUSIA DALAM CERPEN IMOGAYU KARYA AKUTAGAWA RYUNOSUKE AKUTAGAWA RYUNOSUKE NO SAKUHIN NO IMOGAYU NO TANPEN NI OKERU DE NINGEN KANKEI NO BUNSEKI SKRIPSI Skripsi ini Diajukan kepada Panitia
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kesalahan dalam berbahasa lumrah terjadi dalam proses belajar bahasa, karena dengan adanya kesalahan pembelajar berusaha untuk mengerti dan memahami apa yang
2015 ANALISIS MAKNA ASPEKTUAL HOJODOUSHI TE IKU DAN TE KURU
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kata kerja bantu dalam bahasa Jepang terbagi menjadi dua jenis, yaitu jodoushi dan hojodoushi. Jodoushi adalah kata kerja bantu murni yang tidak bisa berdiri
BAB I PENDAHULUAN. mengakibatkan perkembangan bahasa (Putrayana, 2008: 1). Bahasa digunakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Masyarakat yang sedang berkembang pada segala bidang kehidupannya seperti politik, ekonomi, sosial, dan budaya, biasanya akan diikuti pula oleh perkembangan
BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Jepang adalah salah satu bahasa yang banyak dipelajari di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa Jepang adalah salah satu bahasa yang banyak dipelajari di berbagai belahan dunia selain bahasa inggris. Dalam bahasa Jepang terdapat banyak ragam huruf, bahasa
ANALISIS PEMBENTUKAN NOMINA DAN VERBA YANG BERASAL DARI ADJEKTIVA-I BAHASA JEPANG KEIYOUSHI KARA NO MEISHI TO DOUSHI WO GOKEISEI SURU BUNSEKI SKRIPSI
ANALISIS PEMBENTUKAN NOMINA DAN VERBA YANG BERASAL DARI ADJEKTIVA-I BAHASA JEPANG KEIYOUSHI KARA NO MEISHI TO DOUSHI WO GOKEISEI SURU BUNSEKI SKRIPSI Skripsi ini diajukan kepada Panitia Ujian Program Studi
BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan hal yang sangat penting dalam berkomunikasi sesuai
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan hal yang sangat penting dalam berkomunikasi sesuai dengan yang disepakati oleh masyarakat pengguna bahasa itu sendiri. Pada hakikatnya, manusia
EVALUASI KOMPETENSI PENGELOLAAN ARSIP PADA BADAN PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI PROVINSI SUMATERA UTARA KERTAS KARYA
EVALUASI KOMPETENSI PENGELOLAAN ARSIP PADA BADAN PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI PROVINSI SUMATERA UTARA KERTAS KARYA Di ajukan sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan studi untuk memperoleh
