BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

dokumen-dokumen yang mirip
PERBANDINGAN GANTRY DAN MOBILE CRANE PADA JALAN LAYANG DARI SEGI WAKTU, METODE KERJA, DAN BIAYA

BAB 4 HASIL DAN BAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH. umumnya digunakan untuk berbagai konstruksi jembatan : 4. Sistem Penggunaan Counter Weight dan Link-set

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Transportasi merupakan sarana penunjang yang sangat penting untuk mendukung kelancaran perkembangan ekonomi.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DOSEN PEMBIMBING: IR. DJOKO SULISTIONO, MT

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... ii. SURAT PERNYATAAN ORIGINALITAS... iv. HALAMAN PERSEMBAHAN... v. KATA PENGANTAR...

Di Susun Oleh: Esteriska Hari Christanti Sesti Sarita

BAB I PENDAHULUAN. infrastruktur sebagai pendukung untuk peningkatan ekonomi. Sisi positif dari

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Dwi Dian Pratama Dosen Konsultasi Tri Joko Wahyu Adi ST, MT. PhD

BAB 1 PENDAHULUAN. Dewasa ini penggunaan alat berat jenis Tower Crane pada proyek-proyek

LAMPIRAN A STANDAR HARGA SATUAN. Penetapan Indeks Harga Satuan Pekerjaan Beton Pracetak

DESAIN ALTERNATIF STRUKTUR ATAS JEMBATAN BOX GIRDER DENGAN METODE SPAN BY SPAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Kebutuhan infrastruktur jalan yang lebih memadai untuk menampung

BAB IV HASIL. Launcher For Segment 65 ton-50 meter Serial N /11. Alat tersebut. merupakan alat milik subkontraktor yaitu CV Pancang Sakti Citra

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. JABODETABEK (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi) telah menjadi

Desain Review Pier Flyover Bridge di Jakarta Jalur Tn.Abang Kp.Melayu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. yang telah terjadi peningkatan pergerakan manusia dan barang sehingga

BAB V PEMBAHASAN. PT Adhi Karya Divisi Konstruksi I yang bergerak dibidang konstruksi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA PROGRAM STUDI TEKNIK DESAIN DAN MANUFAKTUR

BAB 2 LANDASAN TEORI

ANALISA PERBANDINGAN METODE PELAKSANAAN CAST IN SITU DENGAN PRACETAK TERHADAP BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK DIAN REGENCY APARTEMEN

BAB V ANALISIS HASIL DESAIN GUIDEWAY

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM. Assalamu alaikum Wr. Wb

EVALUASI JALAN LAYANG NON TOL PAKET CASABLANCA KUNINGAN- JAKARTA. Alan Elang Filtrana, Ester Melina, Sri Tudjono *), Ilham Nurhuda *)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB III METODOLOGI. 3.2 TAHAPAN PENULISAN TUGAS AKHIR Bagan Alir Penulisan Tugas Akhir START. Persiapan

BAB IV TINJAUAN KONDISI PROYEK ALAT DAN BAHAN BANGUNAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB VI PENUTUP. Panjang Tendon. Total UTS. Jack YCW 400 B 1084 (Bar) T1 ki T1 ka ,56 349, ,56 291,37

Light Rail Transit Jakarta Koridor 1 (Fase 1) Agustus 2017


BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA

PENDAHULUAN Latar Belakang

NEUTRON, Vol.4, No. 2, Agustus

Menteri Basuki Minta Seluruh BUJT dan Kontraktor Lakukan Prosedur K3 Sunguh- Sungguh

ANALISIS PENGGUNAAN CRANE PADA PEMASANGAN GIRDER JEMBATAN CIMETA TUGAS AKHIR. Oleh YUDI ADRIANTO PEMBIMBING DR. PUTI FARIDA MARZUKI

BAB I PENDAHULUAN. Dari beberapa lokasi kemacetan lalu-lintas, jalan Kampung Melayu sampai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DAFTAR STANDART KONSTRUKSI JEMBATAN PROYEK PENGEMBANGAN BANGUNAN ATAS JEMBATAN

BAB 3 ANALISIS SISTEM YANG BERJALAN & METODE PENGUMPULAN DATA. PT Grant Artha Dison merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang

EVALUASI JALAN LAYANG NON TOL PAKET CASABLANCA KUNINGAN-JAKARTA

TUGAS AKHIR PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PEMAKAIAN ALAT BERAT TOWER CRANE DAN MOBIL CRANE PADA PROYEK RUMAH SAKIT. Oleh : Muhammad Ridha

PELAKSANAAN JEMBATAN SEGMENTAL PRECAST BOX GIRDER DENGAN METODE SPAN BY SPAN: PROYEK TOL BOGOR RING ROAD

APLIKASI SNI ,SNI & SNI PADA DESAIN GEDUNG PRACETAK APLIKASI PADA BANGUNAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA (RUSUNAWA)

ANALISIS WAKTU DAN BIAYA METODE PEKERJAAN PIER HEAD CAST IN SITU DAN PIER HEAD PRECAST PADA PROYEK INFRASTRUKTUR FLY OVER

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran

METODE PELAKSANAAN PEMOTONGAN DAN PENYAMBUNGAN TIANG SEMENTARA

INOVASI PROYEK PUSDIKLAT KEJAKSAAN RI CEGER PEMBANGUNAN KAWASAN PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN TERPADU SDM KEJAKSAAN RI

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2013)

PEMBANGUNAN KONSTRUKSI JEMBATAN DAN TEROWONGAN DI KAWASAN PERKOTAAN

IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH PADA KINERJA WAKTU PELAKSANAAN KONSTRUKSI JALAN LAYANG NON TOL

BAB IV TINJAUAN KHUSUS

BANDUNG AEROMODELING

RANCANG BANGUN ALAT TANAM BENIH JAGUNG ERGONOMIS DENGAN TUAS PENGUNGKIT

BAB VII ANALISA BIAYA

BAB I PENDAHULUAN. batasan masalah, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

Terjadi penumpukan volume lalu lintas kendaraan di sepanjang Jalan Raya Porong

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. pada saat ini. Truck crane dipergunakan untuk memindahkan bahan-bahan, alatalat

BAB III METODOLOGI PERANCANGAN

BAB V METODE PELAKSANAAN KONSTRUKSI KOLOM DAN BALOK. perencanaan dalam bentuk gambar shop drawing. Gambar shop

Kargo adalah semua barang yang dikirim melalui udara (pesawat terbang), laut (kapal) atau darat baik antar wilayah atau kota di dalam negeri maupun

BAB VII METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BELT TRUSS. Belt truss merupakan salah satu alternative struktur bangunan bertingkat tinggi.

BAB II PEMBAHASAN MATERI. dalam setiap industri modern. Desain mesin pemindah bahan yang beragam

BAB 1 PENDAHULUAN. Laporan Tugas Akhir 1-1 Universitas Kristen Maranatha

PEMASANGAN CORE LIFT DENGAN BAJA WF DI MERCHANDISING HEAD OFFICE GRAMEDIA KAMPUNG MELAYU JANUARYANTO MUHAMMAD

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. berat dengan berbagai fungsi, jenis, bentuk dan merek. Dalam pembangunan

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pekerjaan persiapan berupa Bahan bangunan merupakan elemen

BAB VI 6.1 WAKTU PENGERJAAN

Oleh : AGUSTINA DWI ATMAJI NRP DAHNIAR ADE AYU R NRP

BAB 2 STUDI PUSTAKA. 2.1 Pengertian, Prinsip Kerja, Serta Penggunaan Tower Crane Pada

ANALISA TIME COST TRADE OFF PADA PEMBANGUNAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN KALI SURABAYA DI MOJOKERTO

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

ANALISIS BIAYA STRUKTUR BAJA YANG DIFABRIKASI DI PABRIK DAN DI LAPANGAN

EVALUASI BIAYA MENARA KOMUNIKASI

Perkembangan Proyek MRT Jakarta. Per 30 Juni 2016

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. bagi wisatawan yang ingin berlibur atau wisatawan yang ingin melakukan

BAB IV HASIL PENELITIAN. Dari hasil penelitian mengenai penerapan manajemen risiko dengan metode

III. METODE PEMBUATAN. Tempat pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ini di bengkel las dan bubut

BABV PEMBAHASAN. Pada pelaksanaan pembangunan proyek perbaikan talang air Kali Wuri Kab

BAB 5 HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

APLIKASI SNI PRACETAK

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Norma Standar Prosedur dan Manual (NSPM) FORMULA PERHITUNGAN PENGGUNAAN BETON PRACETAK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR ATAS

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI KABUPATEN BADUNG UTILITAS TERPADU DAN JEMBATAN BENTANG PANJANG

Transkripsi:

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Dari hasil analisa dan perhitungan alat berat gantry dan mobile crane pada jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang pada paket Mas Mansyur, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Pembangunan jalan layang non tol pada paket Mas Mansyur, proses pengerjaan gantry lebih cepat dibandingkan pada proses pengerjaan mobile crane. Hal ini dapat diketahuin dari proses perhitungan waktu, ganty (3687 detik) lebih efisiensi 31.02% dibandingkan dengan mobile crane (5345 detik) pada jarak 2 m, pada jarak 15 m ganty (4328 detik) lebih efisiensi 32.62% dibandingkan dengan mobile crane (6423 detik), pada jarak 18 m ganty (4870 detik) lebih efisiensi 28.04% dibandingkan dengan mobile crane (6768 detik), sehingga proses pengerjaan gantry lebih cepat dari mobile crane untuk paket Mas Mansyur. 2. Proses erection segment dengan menggunakan alat berat gantry membutuhkan tenaga kerja yang lebih sedikit dibandingkan dengan proses erection segment dengan menggunakan alat berat mobile crane. Hal ini diketahui pada analisa lapangan gantry membutuhkan tenaga kerja seperti tenaga ahli membutuhkan 2 orang, operator 2 orang, pengarah 1 orang, mandor 1 orang, dan tenaga pekerja 6 orang. Sedangkan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh mobile crane membutuhkan tenaga kerja seperti tenaga ahli 2 orang, operator 2 orang, pengarah 1orang, mandor 1 orang, dan pekerja 11 93

94 orang, sehingga gantry lebih praktis dari segi pemasangan erection segment box girder dari mobile crane, dan juga gantry lebih murah untuk upah pekerja dari pada mobile crane, karena gantry lebih sedikit membutuhkan tenaga kerja dari pada mobile crane. 3. Dalam perhitungan biaya, biaya penyewaan alat berat mobile crane lebih terjangkau dibandingkan gantry, hal tersebut dapat diketahui dari hasil analisa perhitungan biaya pada alat berat. Pada proses erection segment box girder dengan menggunakan gantry dalam satu buah pemasangan segment dibutuhkan biaya sebesar Rp 4,633,925.92, sedangkan pada proses erection segment dengan menggunakan alat berat mobile crane dalam satu buah pemasangan segment dibutuhkan biaya sebesar Rp 885,390.83. Sehingga dapat dapat disimpulkan pada analisa biaya harga satuan untuk pekerjaan erection segment box girder untuk mobile crane lebih murah 19% dari harga satuan gantry. 4. Kelebihan dan kekurangan untuk alat berat gantry yaitu dari segi tenaga kerja, dan waktu pada saat erection segment box girder gantry lebih unggul dari mobile crane, dan juga gantry tidak menggunakan ruas jalan sehingga tidak mengganggu pengguna jalan yang berada di sekitar proyek tersebut, dalam proses erection segment box girder gantry lebih mudah dari mobile crane. Sedangkan kekurangan dari gantry pada biaya pemasangan per segment box girdernya lebih malah dari mobile crane. Pada operator gantry lebih sedikit dari mobile crane, proses perakitan gantry membutuhkan tenaga ahli, dan juga gantry membutuhkan launching/pemindahan lokasi untuk pekerjaan berikutnya, sehingga gantry memakan waktu yang lama dalam proses pemasangan/perakitan gantry dan pada saat launching.

95 5. Kelebihan dan kekurangan untuk alat berat mobile crane yaitu dari segi biaya mobile crane lebih unggul dari gantry, penguasaan operator lebih banyak dari pada gantry, pada pengiriman mobile crane bisa dikirim tanpa terpisah, sehingga tidak perlu merakit pada lokasi, dan juga mobile crane tidak membutuhkan proses launching seperti pada gantry. Sedangkan kekurangan pada mobile crane tenaga kerja untuk proses erection segment box girder lebih banyak, dan waktu yang dicapai pada saat erection segment box girder lebih lama dari gantry. 6. Dari hasil analisa dalam segi waktu, metode kerja, dan biaya pada proyek jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang pada paket Mas Mansyur, menggunakan alat berat gantry dan mobile crane dapat digunakan, namun penggunaan alat berat gantry lebih efisien dari segi waktu dan metode kerja. Sehingga untuk proses pengerjaan erection segment pada jalan layang sebaiknya menggunakan alat berat gantry. 7. Namun apabila dalam pembuatan flyover/jalan layang dengan jarak yang pendek sebaiknya menggunakan mobile crane, dikarenakan proses pemasangan dan launching atau pemindahan pada gantry memakan waktu yang cukup lama, dan memerlukan tenaga ahli untuk proses pemasangan alat berat gantry tersebut. 8. Untuk pekerjaan proyek dengan garis horizontal yang panjang, mobile crane lebih unggul dari gantry, karena mobile crane memiliki roda yang bebas bergerak, sedangkan gantry hanya bisa bergerak horizontal sebanjang lebar dari roller gantrytersebut.

96 5.2 Saran 1. Pada penelitian ini dapat dilanjutkan untuk penelitian alat berat berikutnya, pada jalan layang dengan segment berbentuk I girder atau box girder yang berbeda dimensi dan dengan bentang jalan layang yang berbeda. 2. Penelitian ini dapat dilanjutkan pada alat berat gantry dan mobile crane yang tipe kedua alat tersebut memiliki tipe yang berbeda dari penelitian sebelumnya. 3. Pada erection segment box girder proyek jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang menggunakan alat erection yaitu traveler, traveler tersebut belum dapat diteliti dikarenakan keterbatasan waktu penelitian, sehingga untuk penelitian berikutnya dapat diteliti tentang alat erection traveler dibandingkan dengan alat berat gantry atau alat berat mobile crane pada segi metode kerja, waktu, dan biaya.