PT. BANGKITGIAT USAHA MANDIRI NO. PSM/JKO-HRD/16 Status Dokumen No. Distribusi DISAHKAN Pada tanggal 15 Februari 2013 Dimpos Giarto Valentino Tampubolon Direktur Utama Hal. 1 dari 8
FRM/JKO-WKM/15-00 07 Mei 2012 SEJARAH PERUBAHAN DOKUMEN Tanggal Catatan Perubahan Alasan Perubahan 15/02/2013 Perubahan terjadi pada identitas Perusahaan berupa Logo 01/10/2013 Perubahan pada lampiran PSM nomor 8 01/10/2013 Perubahan pada penjelasan flowchart, kegiatan 2 Prestasi Perusahaan memperoleh sertifikasi ISO 9001:2008 SMM Formulir sudah berubah dan sudah berjalan Sesuai dengan otoritas/birokrasi yang sudah berjalan Hal. 2 dari 8
1. Tujuan Memberikan panduan dan pedoman dalam hal cuti melahirkan kepada seluruh jajaran di lingkungan (BUM). 2. Ruang Lingkup Pedoman Peraturan Pelaksanaan ini berlaku di lingkungan perusahaan PT. Bangkitgiat Usaha Mandiri. 3. Pengertian/Definisi 3.1. K-Cuti adalah Kartu ijin karyawan untuk mengajukan cuti 3.2. HR adalah Human Recourse di head office 3.3. KTU adalah Kepala Tata Usaha 4. Referensi 4.1. Pedoman Mutu. 4.2. SNI-ISO 9001:2008. Sistem Manajemen Mutu 4.3. Peraturan perusahaan 5. KETENTUAN UMUM 5.1. Cuti melahirkan yaitu cuti yang diberikan kepada karyawan wanita yang hamil/keguguran. 5.2. Lama cuti melahirkan ditetapkan selama 3 (tiga) bulan, yaitu 1,5 (satu setengah) bulan sebelum saatnya menurut perhitungan dokter atau bidan akan melahirkan dan 1,5 (satu setengah) bulan sesudah melahirkan. 5.3. Bagi karyawan wanita yang mengalami keguguran (gugur kandungan) diberikan waktu istirahat 1,5 (satu setengah) bulan sejak keguguran atau dalam jangka waktu yang didasarkan atas keterangan dokter atau bidan. 5.4. Selama menjalani masa cuti tersebut karyawan wanita tetap mendapat upah. Hal. 3 dari 8
5.5. Hak cuti melahirkan diberikan sampai dengan kelahiran anak ketiga. Untuk kelahiran berikutnya karyawan berhak mendapat cuti saja tanpa mendapat upah. Hal. 4 dari 8
6. Rincian Prosedur 6.1. Flowchart Hal. 5 dari 8
6.2. Penjelasan Flowchart Kegiatan 1 Karyawan yang akan melaksanakan cuti mengambil Kartu Cuti (K-Cuti) di Departemen HR (Head Office) atau KTU (site) dan mengisi jumlah hari cuti yang akan dilaksanakan. Kegiatan 2 Karyawan meminta tanda tangan Atasan 1 dan 2 pada K-Cuti untuk mendapat persetujuan dan melampirkan surat keterangan dokter. Tabel tanda tangan persetujuan cuti : KARYAWAN IJIN ATASAN 1 ATASAN 2 1. Site - Mandor I Asisten Asisten Kepala - Asisten Afdeling Asisten Kepala Manager - Asisten Kepala / KTU Manager Senior Manager - Estate Manager Senior Manager General Manager - Senior Manager Agonomi GMA Direksi - General Manager Agronomy Direksi 2. Head Office/Kantor Perwakilan - Staff Asisten Manager Manager - Kepala/Koordinator/Asmen Manager SM/GM - Manager General Manager Direktur - General Manager Direktur - Direksi Presiden Direktur Kegiatan 3 K-Cuti yang sudah disetujui oleh Atasan 1 dan 2 dikembalikan ke Departemen HR (Head Office) atau KTU (Site) untuk diregistrasi pada buku register cuti. Kegiatan 4 Karyawan melaksanakan cuti. Hal. 6 dari 8
7. Data Pendukung 7.1. Form Cuti (FRM/JKO-HRD/48-02) 8. Lampiran Hal. 7 dari 8
Penjelasan Formulir : A. Diisi nama karyawan yang melaksanakan cuti. B. Diisi Departemen/Divisi karyawan yang melaksanakan cuti. C. Diisi jabatan karyawan yang melaksanakan cuti. D. Diisi nomor ponsel / HP karyawan yang melaksanakan cuti. E. Diisi alamat selama cuti. F. Diisi tanggal mulai kerja. G. Diisi periode cuti H. Diisi jumlah permohonan hari hak cuti. I. Diisi tanggal mulai kembali bekerja. J. Diisi jumlah saldo cuti tahun ini. K. Diisi jumlah saldo sisa cuti tahun lalu. L. Divalisai oleh Staff payroll HRD JKO. M. Diisi tanda tangan karyawan yang melaksanakan cuti. N. Diisi tanda tangan atasan langsung & tidak langsung. O. Diisi tanda tangan Manager HR & GA Hal. 8 dari 8